SATUAN ACARA PENYULUHAN NAPZA (NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF) KELURAHAN SEB. PALINGGAM PADANG A.

LATAR BELAKANG Sejak zaman dahulu manusia sudah mengenal dan menggunakan daun, ranting, biji, akar, bunga atau getah dari tumbuhan tertentu yang mengandung bahan yang berkhasiat mengurangi rasa sakit, menghilangkan rasa letih dan banyak hal pemanfaatan lainya. Tersedianya bahan tersebut merupakaan bagian dari kemurahan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetapi bila disalahgunakan untuk tujuan di luar pengobatan serta tanpa pengawasan dokter, secara berlebihan dan berulang kali atau terus menerus bahan tersebut dapat menimbulkan ketergantungan. Ketergantungan terhadap narkoba dapat menimbulkan gangguan kesehatan jasmani dan rohani. Yang lebih jauh dapat menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan sampai pada kematian sia-sia. Sebagai mahluk yang mempunyai akal sehat dan keimanan, seharusnya manusia mampu menghindari penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali oleh penggunaan secara cobacoba sekedar mengikuti teman (bahasa pergaulan), untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, kelelahan, ketegangan jiwa atau sebagai hiburan semata. Bila taraf coba-coba tersebut di lanjutkan secara terus-menerus maka akan berubah menjadi ketergantungan.Penyalahgunaan narkoba menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan jasmani dan rohani, gangguan fungsi sampai kerusakan organ vital sperti otak, jantung, hati, paru-paru dan ginjal, serta dampak sosial. Peredaran narkotika di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin marak. Berdasarkan data Badan Koordinasi Narkotika Nasional tahun 2000, ada sekitar 3,5 juta orang penyalahguna narkotika di Indonesia.

Mengkhawatirkannya, target utama pasar narkotika ini adalah para remaja. pada tahun 2000 ditenggarai ada lebih dari 166 SLTP dan 172 SLTA yang menjadi pusat peredaran narkotika dengan lebih dari 2000 siswa terlibat di dalamnya. Angka inipun masih akan lebih besar, karena fenomena ini seperti gunung es, yaitu yang tampak hanya permukaannya saja dan sebagian besar yang lain belum terlihat. Diperkirakan setiap 1 penyalahguna narkotika yang dapat diidentifikasi, ada 10 orang lainnya yang belum ketahuan. B. TUJUAN 1. Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan peserta mampu memahami tentang bahaya Napza 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga dapat: a. Menyebutkan pengertian NAPZA b. Menyebutkan jenis-jenis NAPZA c. Menyebutkan bahaya penggunaan NAPZA d. Menyebutkan penyebab penyalahgunaan NAPZA e. Menyebutkan pencegahan dari NAPZA C. PELAKSANAAN KEGIATAN 1. Topik NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif). 2. Sasaran Sasaran 3. Metode a. Ceramah b. Tanya jawab c. Diskusi : Siswa SMP 14 Pauh kelas IX

00 WIB : Mesjid Darussalam 6. Seting Tempat Keterangan : : Pembimbing : Pemateri : Peserta : Fasilitator : Observer : Moderator . Leaflet 5.4. Powerpoint Presentasi b. Video c. Media dan Alat a. Waktu dan Tanggal Hari/ tanggal : Sabtu / 25 Mei 2013 Waktu Tempat : Jam 20. Pengorganisasian a.

S. : Hidayatul Hasni.kep : Membuka acara Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan Menjelaskan kontrak waktu Meminta peserta memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak dipahami. S. S. Pada acara penutup   Pemateri Tugas Observer Tugas   Menyimpulkan dan menutup diskusi Mengucapkan salam : Yudya Anderson .b.kep : Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan : Namia.Kep Deri Anggraini. S.Kep : Mempresentasikan materi untuk penyuluhan. S.Kep Diandra Wandira.  Memberikan kesempatan pada mahasiswa atas jawaban yang diajukan untuk menjawab.Kep a. Uraian Tugas Moderator Tugas : Nadia. c. Pada acara pembukaan     b. S. Kegiatan Inti  Fasilitator .

Memberi kesempatan pada presentator untuk menjelaskan materi .Memperhatikan Kegiatan Peserta Presentator: .Menjelaskan kontrak waktu. .Menyetujui kontrak waktu 2 25 menit Pelaksanaan Moderator: .Perkenalan mahasiswa.Menjelaskan tujuan penyuluhan yang akan dicapai.Memperhatikan .Tugas    : Memotivasi peserta agar berperan aktif Membuat absensi penyuluhan Mengantisipasi penyuluhan suasana yang dapat mengganggu kegiatan D.Mengucapkan salam .Memperhatikan . . KEGIATAN PENYULUHAN No 1 Waktu 5 menit Kegiatan Penyuluhan Pembukaan .Perkenalan dengan Dosen / CI. .Menjawab salam . .Mendengarkan dan memperhatikan .

Menjelaskan tentang pengertian NAPZA .Menjelaskan tentang penyebab penyalahagunaan NAPZA .Mengemukakan pendapat .Mendengarkan dan memperhatikan .Memberi reinforcement positif atas jawaban peserta .Mendengarkan dan memperhatikan .Mendengarkan dan memperhatikan ..Mengemukakan pendapat .Mendengarkan dan memperhatikan .Menjelaskan tentang jenis-jenis NAPZA .Memberi reinforcement positif atas jawaban peserta .Mendengarkan dan memperhatikan .Menggali pengetahuan peserta tentang pengertian NAPZA .Mengemukakan pendapat .Mendengarkan dan memperhatikan .Mendengarkan dan memperhatikan .Mendengarkan dan memperhatikan .Mengemukakan pendapat .Memberi reinforcement positif atas jawaban peserta .Menggali pengetahuan peserta tentang bahaya penggunaan NAPZA .Menjelaskan tentang bahaya penggunaan NAPZA .Menggali pengetahuan peserta tentang jenis-jenis NAPZA .Mengemukakan pendapat .Menggali pengetahuan peserta tentang penyebab penyalahgunaan NAPZA .Menggali pengetahuan peserta tentang pencegahan NAPZA .Memberi reinforcement positif atas jawaban peserta .

Memberi kesempatan peserta untuk bertanya .Memotivasi peserta untuk mengulang kembali .Mengajukan pertanyaan Mengulangi kembali penjelasan presentator .Memberi kesempatan peserta lain untuk memberi pendapat .Mengemukakan pendapat .Melengkapi atau memberikan penjelasan atas pertanyaan peserta 3 10 menit Penutup Presentator: .Mendengarkan dan memperhatikan .Memperhatikan dan mendengarkan .Memberikan reinforcement positif atas pertanyaan peserta .Presentator mengajukan pertanyaan pada peserta mengenai materi yang dibahas untuk mengevaluasi pemahaman peserta .Mendengarkan dan memperhatikan .Menyimpulkan jalannya hasil diskusi .Menjawab salam .Mendengarkan dan memperhatikan .Mendengarkan dan .Menjawab pertanyaan .Presentator mengucapkan salam Moderator: ..Menjelaskan tentang pencegahan NAPZA .Memberi reinforcement positif atas jawaban peserta .

80% peserta aktif dalam kegiatan penyuluhan dengan bertanya dan mengeluarkan pendapat c. 90% peserta menghadiri penyuluhan c. 85 % peserta tidak meninggalkan ruangan selama penyuluhan. 3. Peserta dapat menyebutkan pencegahab NAPZA F.. Evaluasi Proses a.Mengucapkan salam E.Memberi salam penutup memperhatikan . EVALUASI 1. Evaluasi Hasil Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta dapat: a. Peserta dapat menyebutan bahaya penggunaan NAPZA d. Peserta dapat menyebutkan pengertian NAPZA b. PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF) . MATERI Terlampir NAPZA (NARKOTIKA. Laporan telah dikoordinasikan sesuai perencanaan b. Tempat dan media serta alat penyuluhan sesuai rencana d. Peserta dapat menyebutkan penyebab penyalahgunaan NAPZA e. Peserta dapat menyebutkan jenis-jenis NAPZA c. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan yang telah direncanakan b. Evaluasi Struktur a. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan rencana 2.

mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.1. Contoh : Codein. Narkotika terdiri dari 3 golongan : • Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Contoh : Morfin. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika. Ganja. a) NARKOTIKA : Menurut UU RI No 22 / 1997. Petidin. b) PSIKOTROPIKA : Menurut UU RI No 5 / 1997. dan dapat menimbulkan ketergantungan. hilangnya rasa. serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Contoh : Heroin. baik alamiah . Kokain. • Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan. • Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Pengertian Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran. Psikotropika adalah : zat atau obat.

serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. DUM ). Contoh : Phenobarbital. c) ZAT ADIKTIF LAINNYA : Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika.hari dalam kebudayaan tertentu.maupun sintetis bukan narkotika. • Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Nitrazepam ( BK. Contoh : Amphetamine. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. meliputi : • Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol. yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat. • Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Contoh : Ekstasi. Contoh : Diazepam. • Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Psikotropika terdiri dari 4 golongan : • Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. . dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari .

sedative ( penenang ). pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja. Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Codein ). Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem. • Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Manson House.  Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )  • Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat. Ekstasi). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Penghapus Cat Kuku. Inhalasi: ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik. • Golongan Stimulan ( Upper ). Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan : • Golongan Depresan ( Downer ). Kokain. yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga. . segar dan bersemangat. Tiner. Heroin. Bensin. harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. Vodca.Ada 3 golongan minuman beralkohol :  Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ). Contohnya: Opioda ( Morfin. kantor. Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ). karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya. Contoh: Amphetamine (Shabu. Johny Walker ). dan sebagai pelumas mesin. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri.

PENYALAHGUNAAN NAPZA Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah : • OPIADA. snow / salju. Codein.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan.• Golongan Halusinogen. rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut Nama jalanan : koka. Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat. chalie. Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Hidromorfin. Contoh: Kanabis ( ganja ). Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw. Opium. c. Codein. Morfin. pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan. 2. mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh. yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin. happy dust. Opioda semisintetik : Heroin / putauw. Nama jalanan dari Putauw : ptw. • KOKAIN : Kokain berupa kristal putih. Opioda sintetik : Metadon. srepet. b. brown sugar. coke. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih. penderita cancer. . misalnya pada opreasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri. black heroin. terdapat 3 golonagan besar: a.

whiz. ganja. ice. Cara penggunaan : dengan cara dihirup. menambah percaya diri. bhang. Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul. selera makan tinggi. kering pada mulut dan tenggorokan. • KANABIS Nama jalanan : cimeng. aktif berkomunikasi. pemakai cenderung merasa lebih santai. Metamphetamine ice Nama jalanan : SHABU.Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. crystal. • AMPHETAMINE Nama jalanan : seed. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine ) Nama jalanan : Inex. hasish. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. kehilangan nafsu makan. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. marijuana. SS. Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. sensitive. Ada 2 jenis Amphetamine : a. xtc. dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar. grass. sering berfantasi / menghayal. . rasa gembira berlebihan ( euphoria ). Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. meth. gelek.

MG. Isi korek api gas. Nama jalanan : acid. halusinasi ringan.Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ). atau dimasukan lewat anus. disuntikan. • SOLVENT / INHALASI Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Dum. tabs. kepala berputar. Termasuk dalam golongan halusinogen. menghilang setelah 8 – 12 jam. . • SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) : Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ). Contohnya : Aerosol. pada golongan yang kurang mampu. Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur. Efek yang ditimbulkan : pusing. kertas.60 menit kemudian. mual. trips. dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunaanya paranoid. stress. Lexo. dan bereaksi setelah 30 . serta sebagai obat tidur. Tiner. LSD ( Lysergic Acid ). muntah gangguan fungsi paru. kejang. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. Efek rasa : terjadi halusinasi tempat. Cairan untuk dry cleaning. Nama jalanan : Benzodiazepin : BK. Rohyp. jantung dan hati. b. Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan. Uap bensin. Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Cara pemakaian : dengan diminum. warna. Lem.

Ciri . Efek yang ditimbulkan : euphoria. gula. sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik. apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ). Nama jalanan : booze. setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis. 4. bahkan 100 %.ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA : 1) Cenderung memberontak 2) Memiliki gangguan jiwa lain. sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %. cemas. PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor : • Faktor individual : Kebanyakan dimulai pada saat remaja. sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi. sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ). 3) Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada 4) Kurang percaya diri . psikologi maupun sosial yang pesat. psikis dan gangguan fungsi sosial. bahkan penurunan kesadaran 3. Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis. drink.• ALKOHOL Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan : manusia Diperoleh dari proses fermentasi madu. misalnya : depresi.

• Lingkungan Teman Sebaya : .5) Mudah kecewa. Orang tua yang bercerai. • Lingkungan Keluarga : a. teman sebaya. acuh e. Orang tua terlampau sibuk. sekolah. pendiam 7) Merasa bosan dan jenuh 8) Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan 9) Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode 10) Identitas diri kabur 11) Kemampuan komunikasi yang rendah 12) Putus sekolah 13) Kurang menghayati iman dan kepercayaan. agresif dan destruktif 6) Murung. kawin lagi d. Hubungan kurang harmonis c. Sekolah yang kurang disiplin b. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif d. • Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah. Sekolah terletak dekat tempat hiburan c. • Lingkungan Sekolah : a. pemalu. Orang tua otoriter f. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik b. Adanya murid pengguna NAPZA. maupun masyarakat. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya g. Kurangnya kehidupan beragama.

pemalas. kulit teraba dingin. mengantuk. denyut jantung dan nadi lambat. gigi keropos. Berteman dengan penyalahguna b. hidung berair. tidak mengerjakan tugas sekolah. Lemahnya penegak hukum b. sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.  Perubahan sikap dan perilaku : Prestasi di sekolah menurun. sulit dibangunkan pagi hari. kejang. sering membolos. bahkan meninggal. Pola tidur berubah. diare. mengantuk di kelas atau tempat kerja. terkadang tidak pulang tanpa ijin. rasa sakit seluruh tubuh. malas mandi. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas. bicara pelo (cadel). apatis ( acuh tak acuh ). semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. . kesadaran menurun. Tekanan atau ancaman dari teman. kurang bertanggung jawab. menguap terus. Sering berpergian sampai larut malam. bekas suntikan pada lengan. Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah. GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA :  Perubahan Fisik : Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan. Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. agresif. begadang. Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat. Situasi politik. 5.a. tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan. Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak. • Lingkungan Masyrakat / Sosial : a.

menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik. hubungan seksual. mudah tersinggung. . d. pembengkakan paru ( Oedema Paru ) c. penyempitan pembuluh darah jantung. kasar. e. sehingga sulit membedakan baik / buruk. berlama – lama di kamar mandi. Pengaruhnya pada : a. Sering berbohong. sehingga malas sekolah atau bekerja gangguan pengendalian diri. mencuri.- Sering mengurung diri. tertutup dan penuh rahasia. Jantung : peradangan otot jantung. bermusuhan pencurigaan. - Sering bersikap emosional. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS. terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi. 6. PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :  Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Otak dan susunan saraf pusat : gangguan daya ingat gangguan perhatian / konsentrasi gangguan bertindak rasional gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi gangguan motivasi. Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain. pemarah. mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). b. minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya.

Putus sekolah atau menganggur. sehingga merusak kehidupan keluarga. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik. infeksi vagina. Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu.  Dampak Sosial :  Di Lingkungan Keluarga : 1. 5. mencuri. hidup bebas) dan menjadi aib keluarga. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan. 3. Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi. 2. tidak tertib. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ). 4. hepatitis. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual.Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi. berat bayi rendah. Kandungan : abortus. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama . h. karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan. Orang tua resah karena barang berharga sering hilang. mudah tersinggung. f. g. bayi lahir mati Janin : pertumbuhan terhambat. raja singa ( Siphilis ) dll. sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang. mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong.  Di Lingkungan Sekolah : . premature.sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. AIDS. Komplikasi pada kehamilan : Ibu : anemia. keracunan kehamilan. sering terjadi pertengkaran. kesulitan keuangan. selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.

Meningkatnya kecelakaan. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi. Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan. 3. Meningkatnya tindak kenakalan. Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya.  Di Lingkungan Masyarakat : 1. 7. Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya. pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA. 2. agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik. Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan. pencurian. Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini. c. UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA : Upaya pencegahan meliputi 3 hal : a. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA. 3. Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA : .1. Merusak disiplin dan motivasi belajar. tawuran pelajar. b. setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA. membolos. Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA. 4. 2.

Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan. bersikap terbuka dan jujur. melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari . memberi kebebasan bertanggung jawab 6) mengembangkan harga diri anak.hari. 8) Meluangkan waktu untuk kebersamaan.1) Mengasuh anak dengan baik. menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu. mendengarkan dan menghormati pendapat anak. 13) Memperkuat kehidupan beragama. 14) Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :  Upaya terhadap siswa : Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA. 9) Orang tua menjadi contoh yang baik. 10) Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak. 11) Kembangkan komunikasi yang baik 12) Komunikasi dua arah. 7) Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat . 2) penuh kasih sayang 3) penanaman disiplin yang baik 4) ajarkan membedakan yang baik dan buruk 5) mengembangkan kemandirian. . Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.

Razia dengan cara sidak Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak. sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama. Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :  Upaya untuk membina lingkungan sekolah : Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik. Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ). . Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling. - Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah. Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok. Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah Sikap keteladanan guru amat penting Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA: Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal.sama.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya. Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.

S.Kep .- Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.Kep NADIA.Kep DIANDRA WANDIRA.Kep YUDYA ANDERSON. S. S. S. SAP PENYULUHAN NAPZA (NARKOBA. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.Kep HIDAYATUL HASNI. S. PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF) DI SMP 14 KECAMATAN PAUH PADANG OLEH: NAMIA. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.Kep DERI ANGGRAINI. S.

PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN JIWA KOMUNITAS FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS 2013 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful