ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Keperawatan Jiwa 1 Diampu Oleh Ibu Sri Endang Windiarti, Skep, Ns, M.Kes

OLEH : 1. Bekti Anita Oktaviani 2. Fefi Eka Wahyuningsih 3. Halim Alfani 4. Nur’aini 5. Sidas Umayah P 17420111045 P 17420111054 P 17420111056 P 17420111065 P 17420111074

PRODI DIII KEPERAWATAN SEMARANG

JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG 2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatNya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Harga Diri Rendah”. Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Keperawatan Jiwa I Kementerian Kesehatan Semarang. Dalam penulisan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih, kepada: 1. Ibu Sri Endang Windiarti, Skep, Ns, M.Kes selaku dosen koordinator pada mata kuliah Keperawatan Jiwa 1. 2. Semua pihak yang ikut membantu penyusunan makalah “Askep Jiwa Pada Pasien Dengan Harga Diri Rendah”. Kami merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penyusun harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. di Politeknik Kesehatan

Semarang, 5 Januari 2013 Penyusun
ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page ii

.................................................................. DAFTAR ISI...................... B.................................................................................................................................. BAB III TINJAUAN KASUS...............................Pohon Masalah ...............................................................Tujuan penulisan............. F.................................... G............................................................. F.............Rentang Respon Konsep Diri.......................................... Kasus (Masalah Utama)............................................................................................ D...................................... A.............................................................................Masalah Keperawatan........................................................................................ B............................................ Etiologi..... Diagnosa Keperawatan.................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN............ Mekanisme Koping......................... Manifestasi Klinis.. E......................... PENGANTAR ............................ E........................Permasalahan............................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................... C..................Pengkajian..... C.......................................................... ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH i ii iii 1 1 2 3 4 4 4 6 7 8 9 10 11 11 12 13 13 16 18 Page iii .......................... B..... BAB II TINJAUAN TEORI............................................................. Proses Terjadinya Masalah................... C...............................................................................................Evaluasi.................................................................................................... A................................... A.... Penatalaksanaan..................................................................................................................................................................................................Latar Belakang....... Strategi Keperawatan......................................................................................................................... D.........................................

..... .........................................Kesimpulan........ H........Saran........................................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 19 19 19 ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page iv ................................................ I......................BAB IV PENUTUP..........................

perawat meningkatkan dan memelihara kesehatan mental melalui penyuluhan dan pendidikan untuk klien dan keluarga. kuratif dan rehabilitative. perilaku kekerasan.BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Manusia adalah mahluk social yang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu diperlukan perawatan intensif baik dari segi kualitas maupun kuantitas dari pelayanan tenaga kesehatan termasuk didalamnya adalah perawat. Individu akan merasa gagal. putus asa dan akhirnya mempunyai suatu pikiran negative terhadap dirinya dan akhirnya akan merendahkan martabat sendiri. preventif. Berdasarkan data statistik yang kami dapatkan 2 tahun terakhir ini klien yang mengalami Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah terdapat 1. Peran perawat dalam penanggulangan klien dengan gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah meliputi peran promotif.72%.perubahan sensori persepsi halusinasi dengar atau lihat. dan klien akan kurang memperhatikan kebersihan diri. Sedangkan pada peran kuratif perawat meencanakan dan melaksanakn rencana tindakan keperawatan untuk klien dan keluarga. Kemudian peran rehabilitatif berperan pada follow up perawat klien dengan gangguan konsep diri: Harga Diri Rendah melalui pelayanan di rumah atau home visite. kemudian ini merupakan dambaan setiap manusia. Dari aspek preventif yaitu untuk meningkatkan kesehatan mental dan pencegahan gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah. Isolasi Sosial ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 1 . individu akan merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa dan merasa rendah diri. yang dikenal dengan gangguan konsep diri: Haga Diri Rendah. Pada peran promotif.untuk memenuhi kebutuhan tersebut individu dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya agar segala kebutuhannya dapat terpenuhi dan tingkat social di masyarakat lebih tinggi. Klien dengan gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah yang tidak ditangani akan mengisolasi diri.

70%. takut gagal. dan dipermalukan akharnya cenderung untuk menarik diri yang pada akhirnya individu akan mengalami gangguan orientasi realita. Apakah Definisi dari Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 2. Bagaimanakah Proses Terjadinya Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 3.terdapat 9.25% dengan jumlah pasien yang dirawat.38%. Perilaku Kekerasan 1. Gangguan Sensori Persepsi: Halusinasi terdapat 53. Bagaimanakah Etiologi dari Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 5. Bagaimanakah Rentang Respon Harga Diri ? 4. pada klien dengan gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah dapat mengakibatkan cemas dan takut. RUMUSAN MASALAH 1. Dari hasil proporsi yang didapat walaupun dalam jumlah kecil namun diperlukan penangan khusus. B.81. Bagaimanakah Proses Keperawatan Pasien Dengan Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 2 . Melihat kejadian tersebut maka kami tertarik untuk megambil “Asuhan Keperawatan pada pasien dengan gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah” sebagai bahan makalah kami. individu akan takut ditolak. Resiko Perilaku Kekerasan terdapat 22. Bagaimanakah Mekanisme Koping yang Menyebabkan Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 7. Bagaimanakah Manifestasi Klinis dari Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 6. Komplikasi yang berbahaya adalah individu mempunyai keinginan untuk menciderai dirinya.

Menjelaskan Definisi dari Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 2. Menjelaskan Etiologi dari Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 5. Menjelaskan Manifestasi Klinis dari Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 6. Mejelaskan Proses Keperawatan Pasien Dengan Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 3 . Menjelaskan Rentang Respon Harga Diri ? 4. Menjelaskan Mekanisme Koping yang Menyebabkan Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 7. TUJUAN 1.C. Menjelaskan Proses Terjadinya Gangguan Gambaran Diri : Harga Diri Rendah ? 3.

KASUS (MASALAH UTAMA) Gangguan konsep diri: harga diri rendah B. kekalahan dan kegagalan. tetapi merasa sebagai seorang yang penting dan berharga. PROSES TERJADINYA MASALAH Harga diri merupakan penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku seseorang sesuai dengan ideal diri. Umumnya disertai oleh evaluasi diri yang negative membenci diri sendiri dan menolak diri sendiri. merasa gagal mencapai keinginan.2007) ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 4 . (Carpenito. Gangguan harga diri atau harga diri rendah dapat terjadi secara : 1. walaupun melakukan kesalahan. perubahan). Harga diri rendah merupakan masalah bagi banyak orang dan diekspresikan melalui tingkat kecemasan yang sedang sampai berat. 1999). Situasional Harga diri rendah situasional adalah suatu keadaan ketika individu yang sebelumnya mengalami harga diri positif mengalami perasaan negatif mengenai diri dalam berespon terhadap suatu kejadian. (Budi Ana Keliat. 1998).(Kehilangan. Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri.BAB II TINJAUAN TEORI A. Harga diri yang tinggi adalah perasaan yang berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa syarat. termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Gangguan harga diri rendah merupakan evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan (Cowsisend.

Karena itu dapat menimbulkan ketegangan peran yang dirasakan kepada klien yang mempunyai gangguan harga diri rendah. Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan. Kondisi ini mengakibatkan respons yang maladaptif. yang dapat menimbulkan gangguan dalam berhubungan dengan orang lain dan dapat menimbulkan perasaan ketidakmampuan dari dalam tubuh. dapat menimbulkan penarikan diri secara sosial. Kondisi ini dapat ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada klien gangguan jiwa. harapan akan struktur. yang menimbulkan penurunan produktivitas yang berkepanjangan. (Carpenito.Sebagai contoh yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya. putus hubungan kerja dll. selalu merasa bersalah terhadap orang lain. bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/sakit/penyakit. kecelakaan.2007) ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 5 . Harga diri rendah juga selalu mempunyai pandangan hidup yang pesimis dan selalu beranggapan mempunyai keluhan fisik. pandangan hidup bertentangan. yaitu perasaan negatif yang timbul sebelum sakit/dirawat misalnya kegagalan untuk memecahkan suatu masalah atau berbagai stress berurutan. putus sekolah. misal harus operasi. Kronik Harga diri rendah kronik adalah keadaan individu yang mengalami evaluasi diri negatif yang mengenai diri sendiri atau kemampuan dalam waktu lama. pemeriksaan perianal. pemasangan alat yang tidak sopan (pemasangan kateter. mudah sekali berperasaan negatif tentang tubuhnya sendiri. yang menimbulkan kekhawatiran pada klien. 2. dll). (Stuart & Gail.2007) Harga diri rendah biasanya terjadi karena adanya kritik diri sendiri dan orang lain. dicerai suami. Dalam hal ini klien mempunyai cara berfikir yang negatif. penolakan terhadap kemampuan yang dimiliki. perlakuan petugas yang tidak menghargai.

persepsi. S. Respon adaptif adalah respon yang masih dapat diterima oleh norma – norma sosial.W dan Sundeen. secara umum yang berlaku di masyarakat. Aktualisasi diri Pernyataan tentang konsep diri yang positif dengan latar belakang pengalaman yang sukses. Respon adaptif diantaranya : 1. 1998) Rentang konsep diri berkisar antara respon adaptif sampai dengan respon maladaptif. Dapat menerima kondisi dirinya sesuai dengan yang diharapkan dengan kenyataan. (Stuart & Gail. 2. halusinasi. Harga Diri Rendah ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 6 . Konsep diri positif.2007) C. bisa juga mengakibatkan adanya waham.Klien yang mempunyai harga diri rendah akan mengisolasi diri dari orang lain dan akan muncul perilaku menarik diri. gangguan sensori. Respon Maladaptif diantaranya: 1. RENTANG RESPON KONSEP DIRI Rentang respon konsep diri (Stuart G. J.

hilang kepercayaan diri untuk mencapai keinginan. Faktor yang mempengaruhi identitas pribadi meliputi ketidakkepercayaan orang tua.Perasaan negatif terhadap diri sendiri. harapan peran budaya. kepribadian pada masa dewasa secara harmonis. Faktor Presipitasi ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 7 .1998) 2. kepanikan. harapan orang tua yang tidak realistis. perasaan di tolak oleh orang terdekat. 1. 2. ego yang belum berkembang dan menghakimi super ego. 3. Foktor Predisposisi Faktor yang mempengaruhi harga diri rendah seseorang sebagai berikut : a. b. tekanan kelompok dan perubahan struktur sosial. ( Stuard and Sudeen. Faktor yang mempengaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua. tuntutan peran kerja. D. ETIOLOGI Biasanya yang menyebabkan harga diri rendah adalah kurangnya umpan positif. sejumlah kegagalan dan ketidakberdayaan. sekolah. 1998). (keliat. Kerancauan Identitas Kegagalan individu mengintegrasi aspek-aspek masa kanak-kanak dalam pematangan aspek psikologis. ditolak pekerjaan. dan tidak membedakan dirinya dengan orang lain sehingga tidak dapat mengenali dirinya sendiri. Faktor yang mempengaruhi performa peran adalah sterotip peran gender. Depersonalisasi Perasaan yang tidak realistis dan asing terhadap diri sendiri yang berhubungan dengan kecemasan.

lebih suka menyendiri dan tidak ingin bertemu orang lain. Rasa bersalah terhadaap diri sendiri. saya memang bodoh. kebingungan tentang seksualitas diri sendiri. merasa tidak percaya dengan kemampuan yang dimiliki. Merendahkan martabat diri sendiri. ( Stuard and Sudeen. ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 8 . Perasaan malu terhadap diri sendiri.Ketegangan peran oleh stress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami dalam peran/ posisi. (misalnya : saya tidak mampu. Rasa percaya diri kurang. sedih karena rambut menjadi rontok /botak akibat pengobatan penyakit kronis) 2. gangguan citra tubuh. Gangguan berhubungan social seperti menarik diri. (misalnya : malu. menganggap dirinya berada dibawah orang lain. 5. kesulitan membedakan diri sendiri dan orang lain. 3. mengalami dunia dalam mimpi. saya tidak bisa. halusinasi pendengaran dan penglihatan. individu yang selalu gagal dalaam meraih sesuatu. MANIFESTASI KLINIS Menurut Keliat (1999) tanda dan gejala yang dapat muncul pda pasien harga diri rendah adalah : 1. individu mempunyai perasaan kurang percaya diri.1998) E. saya tidak tahu apa-apa) 4.

Menarik diri secara social 16. 12. Destruktif terhadap diri sendiri 15. Pandangan hidup pesimis. Menciderai diri sendiri sebagai akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram sehingga memungkinkan untuk mengakhiri kehidupan.6. Keluhan fisik 13. cenderung bingung dan ragu-ragu dalam memilih sesuatu. Ketegangan peran yang dirasakan. Khawatir ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 9 . Penyalahgunaan zat 17. Menarik diri dari realitas 18. Mudah tersinggung atau marah yang berlebihan. Perasaan negatif mengenai tubuhnya sendiri. 11. 7. 9. Sukar mengambil keputusan. Penolakan terhadap kemampuan personal 14. 10. 8.

bekerja keras. aspirasi. Aktivitas yang memberikan pelarian sementara dari krisis identitas diri (Misalnya : konser musik. kesehatan dan perawatan diri. kontes untuk mendapatkan popularitas) 4. mempunyai beberapa bidang kelebihan personal yang meliputi : aktivitas olah raga dan aktivitas diliar rumah. MEKANISME KOPING Semua orang tanpa memperhatikan gangguan perilakunya. 2. pekerjaan. menonton tv secara obsesif) 2. ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 10 . Penutupan identitas – adopsi identitas prematur yang diinginkan oleh orang terdekat tanpa memperhatikan keinginan. imajinasi dan kreativitas. 2007) Mekanisme koping termasukpertahanan jangka pendek atau jangka panjang serta penggunaan mekanisme pertahanan ego untuk melindungi diri sendiri dalam menghadapi persepsi diri yang menyakitkan (Stuart & Gail. Pertahanan jangka panjang mencakup berikut ini : 1. atau potensi dari individu. asumsi identitas yang tidak sesuai dengan nilai dan harapan yang diterima masyarakat. politik. bakat tertentu. Identitas negatif. Aktivitas yang memberikan identitas pengganti sementara (Misalnya : ikut serta dalam klub sosial. kecerdasan. kelompok.) 3. pendidikan atau pelatihan. Aktivitas yang merupakan upaya jangka pendek untuk membuat identitas diluar dari hidup yang tidak bermakna saat ini (Misalnya : penyalahgunaan obat) b. Pertahanan jangka pendek mencakup berikut ini : 1. prestasi akademik.F. hubungan interpersonal (Stuart & Gail. 2007). a. vokasi atau posisi. agama. hobi dan kerajinan tangan. Aktivitas sementara menguatkan atau meningkatkan perasaan diri yang tidak menentu (Misalnya : olahraga yang kompetitif. seni yang ekspresif.

Menarik diri dari realita h.BAB III TINJAUAN KASUS A. PENGKAJIAN 1. Mengurung diri j. Mudah marah e. Produktivitas menurun. Pengkajian Menurut Stuard and Sudeen ( 1998 ) pengkajian pada pasien harga diri rendah meliputi tingkah laku : a. Pesimis terhadap kehidupan f. c. Cemas dan takut i. Menyalahkan diri atau orang lain b. Rasa bersalah d. Penyalahgunaaan zat ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 11 . Keluhan fisik g.

e. Mengevaluasi diri sebagai individu yang tidak mampu untuk menghadapi berbagai peristiwa. B. Kurang kontak mata b. Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 12 . Ekspresi rasa malu d. g. Ragu-ragu untuk mencoba hal-hal yang baru. Data Subyektif Data Obyektif Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi 1. Masalah Keperawatan 1.Sedangkan menurut Towsend ( 1998 ) pada pasien dengan gangguan harga diri rendah akan ditemukan batasan karakteristik : a. Ungkapan yang mengaktifkan diri c. Menolak umpan balik yang positif dan melebih-lebihkan umpan balik yang negatif tentang dirinya. Hipersensitif terhadap kritik. MASALAH KEPERAWATAN No. Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain 3. f. mudah tersinggung dengan pembicaraan orang lain. 2. Suara pelan dan tidak jelas 3. Ekspresi wajah kosong Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara 1 Isolasi sosial : menarik diri 2.

2. Merusak diri sendiri Merusak orang lain Menarik diri dari hubungan sosial 2 Gangguan konsep diri : harga diri rendah 3.1. 2. Ekspresi wajah sedih Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara 3 Berduka disfungsional 2. Suara pelan dan tidak jelas Tampak menangis 3. Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain karena diceraikan suaminya C. Mengungkapkan sedih karena tidak naik kelas 3. Mengungkapkan ingin diakui jati dirinya 1. Perasaan malu Tidak nyaman jika jadi pusat perhatian 1. Tampak mudah tersinggung Tidak mau makan dan tidak tidur 4. Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli Mengungkapkan tidak bisa apa-apa 4. 5. Mengkritik diri sendiri 6. Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi 1. Mengungkapkan dirinya tidak berguna 5. 4. 2. POHON MASALAH ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 13 . 3. 7.

D. ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 14 . Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah 2.

STRATEGI PELAKSANAAN ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 13 .E.

jujur dan menepati janji e. Sapa klien dengan rencana ramah. Klien dapat melakukan sesuai kindisi sakit dan kemampuann ya 6. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya f. baik verbal selanjutnya. Diagnosa Keperawatan Isolasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah Tujuan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 kali pertemuan harga diri klien akan meningkat. dengan kriteria hasil: 1. SP 2: Identifikasi Pujian akan kemampuan dan aspek meningkatkan positif yang dimiliki harga diri klien . 1. 1. maupun non verbal b. Klien dapat memanfaatka n sistem pendukung yang ada SP Rasional SP1: Bina hubungan Hubungan saling saling percaya percaya merupakan 1.3 Sediakan waktu untuk mendengarkan klien 1. Tanya nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien d. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan 4.2 Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya tentang penyakit yang dideritanya. Klien dapat mempertahan kan aspek yang positif 3.4 Katakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 14 sendiri 2. Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki 5.1 Bina hubungan saling langkah awal percaya: untuk menentukan keberhasilan a. Jelaskan tujuan pertemuan.No. Klien dapat membina hubungan saling percaya 2. Beri perhatian pada klien 1. Perkenalan dengan sopan diri c.

gangguan perasaan dan perilaku aneh. Penatalaksanaan Medis a. b. Clorpromazine ( CPZ ) Indikasi untuk sindrom psikosis yaitu berat dalam kemampuan menilai realitas. Efek saamping : sedasi. gangguan otonomik serta endokrin. tidak bekerja. Memberi kesempatan untuk berhasil b. Efek samping : sedasi. ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 15 . gangguan otonomik dan endokrin. Menanamkan gagasan c. Penatalaksanaan Keperawatan Keliat (1999) menguraikan empat cara untuk meningkatkan harga diri yaitu : a. kesadaran diri terganggu. 2011) F. Membantu membentuk koping 2. waham. halusinasi. Mendorong aspirasi d. hubungan sosial dan melakukan aktivitas rutin. PENATALAKSANAAN 1.(Aplikasi Praktek Klinik Keperawatan jiwa. Haloperidol ( HPL ) Indikasi : berdaya berat dalam kemampuan menilai realitaas dalaam fungsi netral serta fungsi kehidupan sehari-hari.

1997).c. Efek samping : hypersensitive terhadap trihexyphenidyl. Selain itu juga perlu dikembangkan terapi berorientasi keluarga. termasuk pascaa enchepalitis dan idiopatik. EVALUASI Evaluasi adalah proses yang berkelanjutan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan pada klien (Keliat. psikosis berat. Evaluasi dapat dibagi dua yaitu evaluasi ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 16 . 3. Terapi psikososial Rencana pengobatan untuk skizofrenia harus ditujukan padaa kemampuan daan kekurangan pasien. fisik maupun mental dengan menggunakan aktivitas terpilih sebagai media. Trihexyphenidyl ( THP ) Indikasi : segala jenis penyakit Parkinson. Evaluasi dilakukan sesuai dengan tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan. B. Terapi okupasi / rehabilitasi Terapi yang terarah bagi pasien.. (Kaplan and Sadock 1997) G.A. 2004 ) 4. 2004 ) 5. Psikoterapi Psikoterapi yang dapat membantu penderita adalah psikoterapi suportif dan individual atau kelompok serta bimbingan yang praktis dengan maksud untuk mengembalikan penderita ke masyarakat ( Seraquel. psikoneurosis dan obstruksi saluran cerna. Aktivitas tersebut berupa kegiatan yang direncanakan sesuai tujuan ( Seraquel. yang diarahkan untuk strategi penurunan stress dan mengatasi masalah dan perlibatan kembali pasien kedalam aktivitas.

6. Klien dapat memperluas kesadaran diri. Klien sudah menggunakan pemahaman yang tinggi tentang diri sendiri untuk meningkatkan pertumbuhan kepribadian.proses dan evaluasi formatif. Ancaman integritas fisik atau Harga Diri Rendah klien sudah berkurang. Perilaku klien menunjukkan kemajuan dalam menerima. dilakukan setiap selesai melaksanakan tindakan evaluasi hasil atau sumatif dilakukan dengan membandingkan respon klien pada tujuan yang telah ditentukan. ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 17 . Evaluasi masalah Harga Diri Rendah Kronis diharapkan klien dapat: 1. menyelidiki dan mengevaluasi diri. 7. Sumber koping yang adekuat sudah dimiliki klien dan digunakannya. dan meningkatkan aktualisasi diri. 5. 2. 4. 3. menghargai dan meyakini diri sendiri. Klien menggunakan respon koping yang adaptif. Klien sudah mempelajari strategi baru untuk beradaptasi.

maka diharapkan agar perawat mampu melakujan asuhan keperawatan mengenai jarga diri rendah. dan ideal diri yang tidak realistis.BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Harga diri rendah adalah suatu perasaan negatif terhadap diri sendiri. faktor predisposisi dan faktor presipitasi. B. ketergantungan terhadap orang lain. ASKEP JIWA PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Page 18 . kurang mempunyai tanggung jawab personal. penurunan harga diri ini dapat bersifat situasional maupun kronis atau menahun. harapan orang tua yang tidak realistis. Faktor yang empengaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua. hilangnya kepercayaan diri dan gagal mencapai tujuan yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung. SARAN Setelah mengetahui pengertian harga diri rendah. etiologi.

EGC: Jakarta.id/2011/01/asuhan-keperawatan-pada-pasiendengan.nurseid.htm . EGC: Jakarta. Edisi 3. (1998). Stuart dan Sundeen. EGC: Jakarta. Schultz dan Videback. Lynda Juall.Raven Publisher: philadelphia. Buku Saku Keperawatan Jwa.web. (2007). Budi Anna dll. 5th edition.DAFTAR PUSTAKA Azizah. Graha Ilmu : Yogyakarta Carpenito. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Keliat. Lippincott. Keperawatan Jiwa (Aplikasi Praktik Klinik). (1998). (2007). 2011. Manual Psychiatric Nursing Care Plan.. http://www.Lilik Ma’rifatul.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful