MAKALAH

BAHAN KONTRUKSI KIMIA KERAMIK

OLEH: GANDA G.T SAPUTRA M. NORUS MERDA LEZA 0610 3040 0995 0610 3040 0997 0610 3040 0999

KELAS: 4 KIA KELOMPOK: V DOSEN PEMBIMBING: Ir. FATRIA,M.T

JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA 2012

wr. Wassalamualaikum. Saran dan kritik demi perbaikan makalah ini sangat kami harapkan. Makalah tentang keramik ini sebagai pembelajaran kelompok di kelas.wb. Dengan adanya makalah ini diharapkan akan lebih memudahkan mahasiswa dalam memahami materi ini sehingga tujuan pembelajaran tentang materi ini dapat tercapai. Palembang.wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkat rahmat dan ridho-Nya lah makalah “ Keramik ” ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana.KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr. Kami berharap makalah ini dapat berguna untuk mempermudah dalam pembelajaran. Mei 2012 Penyusun .

.........................................................................................................4 2................3 2....................1 Pengertian Keramik...................................................................................4 Peralatan Dan Bahan...........................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN......................................................i DAFTAR ISI......................................................................................................................................................................................3 Sifat Keramik....................................................................6 Jenis Badan Keramik Berdasarkan Kepadatan....DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............3 2........................................................................................................................................................................................9 BAB III Penutup......................................11 DAFTAR PUSTAKA....................2 2.........................................................2 2..5 Tahap-Tahap Membuat Keramik.........................................................................................................................11 Kesimpulan.........................1 BAB II MATERI..............................................................................2 Klasifikasi Keramik........................................................................................................2 2..............iii .......................................................................

kaolin. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard. walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu. sifat lainya adalah tahan suhu tinggi. ball clay. Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. komposisi kimia dan mineral bawaannya. kwarsa. sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh. pasti keramik mudah pecah. Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya. sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari clay. flint dan feldfar tahan sampai dengan suhu 1200 C.BAB I PENDAHULUAN Bahan baku keramik atau Ceramic Raw Material sebetulnya banyak bertebaran di Indonesia. gerabah dan sebagainya. coba jatuhkan piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam. kendi. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal. Tetapi sedikit yang diolah secara baik. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas. keramik engineering seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000 C. gelas. hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah. dan air. terutama jenis keramik hasil sintering. dan campuran sintering antara keramik dengan logam. . sifat ini merupakan salah satu faktor yang membuat penelitian tentang keramik terus berkembang. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. kekuatan tekan tinggi.

kwarsa. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh.BAB II PEMBAHASAN 2. dan sebagainya. genteng. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar. dan kaku. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas. kaolin. kaolin. dll. 2. komposisi kimia dan mineral bawaannya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. seperti gerabah. Di samping itu keramik mempunyai sifat rapuh.2Klasifikasi Keramik Pada prinsipnya keramik terbagi atas: Keramik tradisional Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam. keperluan rumah tangga (tile. Keramik secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik dibanding kekuatan tariknya. Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya. keras. ball clay. (Yusuf. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware). porselin. 1998:2). . bricks). Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard. seperti kuarsa. dan air.1Pengertian Keramik Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. dan untuk industri (refractory). Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek.

Penggunaannya: elemen pemanas.Keramik halus Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik. fire clay.dll). ball clay. 2004) 2. komponen turbin. kuarsa. gerabah dan sebagainya. keramik engineering seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000 C. dan campuran sintering antara keramik dengan logam. felspar. kekuatan tekan tinggi. pyrophillit dan sebagainya. walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu. MgO. sifat lainya adalah tahan suhu tinggi. Bahan Pengikat Contoh : kaolin. ZrO2. kendi.4 Peralatan dan Bahan Badan keramik adalah bagian utama dalam pembuatan keramik dan bahan utamanya biasa disebut dengan bahan mentah keramik. Bahan mentah keramik digolongkan menjadi 5 (lima) yaitu : 1. pasti keramik mudah pecah. gelas. Nitrida. terutama jenis keramik hasil sintering. kapur . H3BO3 dan sebagainya. Borida. techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam. sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri dari clay. 2. sifat ini merupakan salah satu faktor yang membuat penelitian tentang keramik terus berkembang. SiC.3 Sifat Keramik Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh. engineering ceramic. (Joelianingsih. lempung. Sedangkan bahan keramik buatan seperti mullit. advanced ceramic. seperti: oksida logam (Al2O3. Bahan Pelebur Contoh : felspar. coba jatuhkan piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam. dan pada bidang medis. hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah. flint dan feldfar tahan sampai dengan suhu 1200 C. red clay 2. semikonduktor. Contoh bahan mentah keramik alam seperti kaolin.

Bahan perekat Contoh : gum . . grog (samot) 4. pyrophillit 5. Bahan Mentah Glasir. (Bahan yang membuat lapisan gelas pada permukaan benda keramik setelah melalui proses pembakaran pada suhu tertentu).Pb3O4 dan sebagainya.Untuk bahan opacifer : SnO2.Bahan mengandung Al2O3 – kaolin – feldspar . . K2CO3.Bahan pelebur Contoh : asam borat. oksida seng .Bahan tambahan Contoh : . Bahan Tambahan Contoh : water glass. Bahan Pengisi Contoh : silika. yaitu: 1. talk. Pengolahan bahan . borax. senyawa nikel.3.Bahan penutup Contoh ksida sirkon.Bahan mengandung SiO2 – pasir kuarsa – lempung – felspar· . ZrO dan sebagainya 2. BaCO3 . diantaranya adalah : .5 Tahap-Tahap Membuat Keramik Ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan untuk membuat suatu produk keramik. Na2CO3.Bahan pewarna Contoh : senyawa cobalt. senyawa chrom dan sebagainya. senyawa besi.Bahan mengandung oksida basa – potas felspar – batu kapur – soda abu· .

Massa badan keramik yang telah diuli. Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan.Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding). Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Pembetukan tangan langsung . 2. pengadukan (mixing). dan pengurangan kadar air. teknik putar (throwing). Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh. dengan cara manual ataupun masinal. dan teknik cetak (casting). disimpan dalam wadah tertutup. penyaringan. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering. Proses ini dapat dilakukan dengan diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress. Tahap terakhir adalah pengulian. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. pencampuran. yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. Pembentukan Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi bendabenda yang dikehendaki. kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir. Pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer.

Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah: centering (pemusatan). teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi. Dibandingkan dengan keteknikan yang lain. tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. sehingga keteknikan ini menjadi semacam icon dalam bidang keramik. Berbeda dengan teknik putar atau pembentukan langsung. dan teknik lempeng (slabbing). produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk ’feeling’ dalam membentuk sebuah benda keramik.Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung. Benda yang dapat dibuat dengan keteknikan ini adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder: misalnya piring. Pembentukan dengan teknik putar Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik. Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala putaran yang berputar. teknik pilin (coiling). vas. 3. Karena kekhasannya tersebut. Pengeringan . Pembentukan dengan teknik cetak Dalam keteknikan ini. forming (pembentukan). Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal yang digerakkan dengan listrik. Seseorang tidak begitu saja langsung bisa membuat benda keramik begitu mencobanya. Alat utama yang digunakan adalah alat putar (meja putar). guci dan lain-lain. Pada teknik cetak padat bahan baku yang digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan berupa badan tanah liat slip/lumpur. mangkok. refining the contour (merapikan). rising (membuat ketinggian benda). ada beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching). Keunggulan dari teknik cetak ini adalah benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. coning (pengerucutan).

1975/1976).Setelah benda keramik selesai dibentuk. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Selama pembakaran. Tahap-tahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih pada tahap 1 (Norton. sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti. Pembakaran Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. dan kuat. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Setelah tidak terjadi penyusutan. pengeringan dengan sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan. 1982). Secara umum tahap-tahap pembakaran maupun kondisi api furnace dapat dirinci dalam tabel. 4. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan. atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti. Pembakaran biscuit Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting. dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang. Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat. Pembakaran biskuit sudah . menguap. yang mengakibatkan penyusutan mendadak. hilang/muncul fase-fase mineral. keras. dan hilang berat (weight loss). Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang. (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut. Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan keretakkan dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara sempurna. maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. pada tahap awal benda keramik dianginanginkan pada suhu kamar.

untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Oleh karena itu kecermatan dalam melakukan tahapan demi tahapan sangat diperlukan untuk menghasilkan produk yang memuaskan. Gerabah (Earthenware). gerabah kasar harus dilapisi glasir. anglo. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan. 2. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang. semen atau bahan pelapis lainnya. 2. Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Keramik jenis ini mempunyai struktur dan tekstur halus dan kokoh. disemprot. kuat dan berat seperti batu. dituang. kedap air. 5. pot.6 Jenis Badan Keramik Menurut Kepadatan 1. atau dikuas. genteng. Agar supaya kedap air. dan menambahkan efekefek tertentu sesuai keinginan. . Kesemua proses dalam pembuatan keramik akan menentukan produk yang dihasilkan. Bata. kendi. Keramik jenis termasuk kualitas golongan menengah. dibuat dari bahan lempung plastis yang dicampur dengan bahan tahan api sehingga dapat dibakar pada suhu tinggi (1200°-1300°C). Genteng telah banyak dibuat berglasir dengan warna yang menarik sehingga menambah kekuatannya. Keramik Batu (Stoneware). Gerabah termasuk keramik berkualitas rendah apabila dibandingkan dengan keramik batu (stoneware) atau porselin. keras. pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal. dibuat dari semua jenis bahan tanah liat yang plastis dan mudah dibentuk dan dibakar pada suhu maksimum 1000°C. Untuk benda-benda keramik berglasir. supaya lebih kedap air. paso. gentong dan sebagainya termasuk keramik jenis gerabah. Keramik jenis ini struktur dan teksturnya sangat rapuh.cukup membuat suatu benda menjadi kuat. kasar dan masih berpori.

4. Oleh karena badan porselin jenis ini berwarna putih bahkan bisa tembus cahaya. tahan suhu kejut seperti isolator. adalah jenis keramik bakaran suhu tinggi yang dibuat dari bahan lempung murni yang tahan api. cerobong pesawat. adalah keramik yang secara teknis. Porselin (Porcelain). maka sering disebut keramik putih.3. tahan gesek. komposit keramik. Oleh karena keramik ini dibakar pada suhu tinggi maka dalam bodi porselin terjadi penggelasan atau vitrifikasi. disamping mempunyai daya tarik tersendiri karena keindahan dan kelembutan khas porselin. kristal optik. seperti kaolin. Keramik Baru (New Ceramic). keramik multi lapis. diproses untuk keperluan teknologi tinggi seperti peralatan mobil. . Porselin yang tampaknya tipis dan rapuh sebenarnya mempunyai kekuatan karena struktur dan teksturnya rapat serta keras seperti gelas. konstruksi. Sifat khas dari material keramik jenis ini disesuaikan dengan keperluan yang bersifat teknis seperti tahan benturan. porselin dipijar sampai suhu 1350°C atau 1400°C. Secara teknis keramik jenis ini mempunyai kualitas tinggi dan bagus. Juga bahannya sangat peka dan cemerlang terhadap warna-warna glasir. komputer. Pada umumnya. keramik multi fungsi. tahan karat. silikon. alumina dan silika. bahan pelapis dan komponen teknis lainnya. listrik. bahkan ada yang lebih tinggi lagi hingga mencapai 1500°C. tahan panas. keramik metal. dan keramik magnit. bioceramic.

Pengeringan 4.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Berdasarkan materi yang telah di bahas dalam makalah ini. Pengglasiran Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh. antara lain: 1. . Keramik halus Adapun tahap-tahap pembuatan keramik. Keramik tradisional 2. Pembakaran 5. Pengolahan Bahan 2. Pembentukan 3. dapat disimpulkan: Pada prinsipnya keramik terbagi atas: 1.

DAFTAR PUSTAKA .....html. 2008... 12 April 2012 ...com/2011/05/struktur-cara-pembuatan-dan-jenis. 12 April 2012 .... Cara Pembuatan.Keramik.wikipedia..Fahbasna..com/2008/09/26/proses-pembuatan-keramik/... http://fahbasna.. Proses Pembuatan Keramik.Struktur. http://id.blogspot..Wikipedia Ensiklopedia Bebas....2011...org/wiki/Keramik. 12 April 2012 . Dan Jenis Keramik.. http://mazgun....2012.Belajar Seni Rupa.....wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful