You are on page 1of 62

PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). 3 .4. evaluasi. pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah. sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. 5. 6. 7. RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring. Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP.

Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). 2. and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang. melalui urutan pilihan. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. 5. fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. 6. Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan. kelemahan. fungsi pelayanan kesiswaan. B. Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. fungsi hubungan sekolahmasyarakat. 3. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. 4. fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah. Opportunity. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah). Melalui analisis SWOT ( Strength. Weakness. misalnya.BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. fungsi ketenagaan. 7. dan fungsi pengembangan fasilitas. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1. fungsi perencanaan dan evaluasi. Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. yaitu satu tahun. fungsi keuangan. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). Fungsifungsi yang dimaksud.

10. Selama masih ada persoalan. Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 12. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. agar sasaran tercapai. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan). Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran. Oleh karena itu. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang.situasional. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman. 11. 8. 9. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. 5 . yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. dan pusat c. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. d. berkeadilan dan berkelanjutan. dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. dan sinergi baik antar pelaku sekolah. efektif. berkeadilan. b. sinkronisasi. dan pengawasan. dan antarwaktu. dan f. efektif.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. b. 2. dan pengawasan. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. e. pelaksanaan. jangka menengah. c. Tujuan Perencanaan Pendidikan a. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. g. 3. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. d. 6 . RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. dinas pendidikan propinsi. Menjamin terciptanya integrasi. menjamin terciptanya integrasi. dan berkelanjutan. sinkronisasi. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. penganggaran. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. pelaksanaan. 2. Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. penganggaran.

dsb. pembiayaan. penurunan angka mengulang. Pengembangan kapasitas. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). dsb. dsb. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). sosial. efisiensi. Namun demikian. 4. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Laboratorium IPS. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya. siswa/ sekolah). dsb. misalnya: 1. dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. keagamaan. dsb. konselor. Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan. pendidik dan tenaga kependidikan.). karakter. kebutuhan keluarga. Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. dan keadilan atau kewajaran. pembelajaran kooperatif. Laboratorium Bahasa. proses. Laboratorium Komputer. kualitas. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. pengurangan angka putus sekolah. dan lab lainnya. dsb. angka kenaikan kelas/transisi. baik kebutuhan peserta didik. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. proses. pembelajaran dengan melakukan. pustakawan. Peningkatan relevansi. keterampilan kejuruan. Oleh karena itu. laboran. pengembangan komite sekolah. Kualitas pendidikan sekolah meliputi input. dan output. aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. pengelolaan. pembelajaran kontekstual. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. ke-disiplinan. pengembangan media pembelajaran. Peningkatan kualitas siswa (UN. setiap sekolah harus memenuhi SNP. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. karya ilmiah. rasio (siswa/guru.). ditinjau dari sisi pemerataan. isi (kurikulum). kesenian. budi-pekerti. Peningkatan efisiensi. siswa/kelas. Peningkatan kualitas. kurikulum muatan lokal. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. akses. rasio keluaran/masukan. Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. pengembangan kelembagaan 7 . dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor.) 3. peningkatan angka melanjutkan. Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual. 5. dan pengembangan kapasitas. kepala sekolah. UAS. prasarana dan sarana. pengembangan ruang/kantor. pengembangan input siswa. olahraga. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs).C. dan penilaian. pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya. pengembangan bahan ajar. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas. 2. relevansi. angka putus sekolah.

serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. dan akhlak mulia. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum. kolusi. jiwa dan patriotisme bela negara.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.sekolah. dan memenuhi pemerataan pendidikan. Kelompok mata pelajaran keimanan. ketakwaan. beban belajar. dan nepotisme. pelestarian lingkungan hidup. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. penghargaan terhadap hak asasi manusia. antara lain adalah sebagai berikut: 1. dan kalender pendidikan/akademik. kreatif dan mandiri. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. dan bernegara. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. olah raga.kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan sikap serta perilaku anti korupsi. kurikulum tingkat satuan pendidikan. olah raga. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. kesetaraan gender. ketakwaan. demokrasi. berbangsa. beban belajar. a. kalender akademik. dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. kemajemukan bangsa. pengembangan manajemen sekolah. Kelompok mata pelajaran jasmani. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. berkualitas. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. dan kesehatan. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. sikap. tanggung jawab sosial. 8 . Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. ketaatan pada hukum. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan.kelompok mata pelajaran estetika. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. hak. ketaatan membayar pajak. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dan kelompok mata pelajaran jasmani.

pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kesehatan. penugasan terstruktur. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. muntaber. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. akhlak mulia. dan muatan lokal yang relevan. c. ilmu pengetahuan alam.kecanduan narkoba. olah raga. kecakapan akademik. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. serta muatan lokal yang relevan. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. dan kecakapan vokasional. olah raga. pendidikan kesehatan. sejarah. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. kewarganegaraan. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. keterampilan. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. olah raga. dan geografi). matematika. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. dan kesehatan. dan pendidikan jasmani. pendidikan estetika. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. ekonomika. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. 9 . keterampilan/kejuruan. kimia. dan biologi). Kelompok mata pelajaran keimanan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. seni dan budaya. atau pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah. olahraga. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kelompok mata pelajaran jasmani. bahasa. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. pendidikan estetika. serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. antropologi. kecakapan sosial. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. ketakwaan. atau pendidikan jasmani. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. sosiologi. demam berdarah. seni dan budaya. dan muatan lokal yang relevan. HIV/AIDS. d.

baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. dan pengawasan yang baik. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat. VIII maupun kelas IX. dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik. Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 . dan perkembangan fisik serta psikologisnya. menyenangkan. rencana pelaksanaan pembelajaran. dan hari libur. Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. kreativitas. inspiratif. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik. Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. minat. f. silabus untuk setiap mata pelajaran. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. pelaksanaan. waktu pembelajaran efektif. menantang. Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. silabus. dan alat/media pembelajaran. buku teks pelajaran. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. minggu efektif belajar. pedoman penilaian. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. rencana pelaksanaan pembelajaran). potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. memotivasi. Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. penilaian proses pembelajaran.e. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif.

dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP. Potensial. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. supervisi. termasuk ulangan. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. 11 .teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. ahklak mulia. psikomotorik. Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. termasuk kompetensi membaca dan menulis. utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran. b. dan afektif. pengetahuan. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran. Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. kepribadian. pelaporan. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. keterampilan. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. Pengawasan mencakup pemantauan. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran. pengetahuan dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. evaluasi.

Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. menjadi teladan bagi peserta didik. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. Dan sebagainya 4. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. dan berwibawa. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik. stabil. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. dan masyarakat sekitar. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. sesama pendidik. dewasa. kompetensi kepribadian. dan berakhlak mulia. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Kualifikasi 12 . kompetensi profesional. orangtua/wali peserta didik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. sehat jasmani dan rohani. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap. arif. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. tenaga kependidikan. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran. evaluasi hasil belajar. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b. Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun.

Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. instalasi daya dan jasa. ruang pimpinan satuan pendidikan. Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. media 13 . tlima berkreasi. tlima berolahraga. tenaga laboratorium. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. ruang perpustakaan. alat dan media pendidikan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. tlima beribadah. tenaga perpustakaan. ruang unit produksi. bengkel kerja. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik. tlima beribadah. tlima berkreasi. peralatan pendidikan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). perabot. ruang pendidik. tlima bermain. dan 5. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e. tentang. dan sumber belajar lain. ruang kelas. dan tenaga kebersihan sekolah. Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. perpustakaan. tlima berolahraga. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. buku. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e. dan h. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. ruang tata usaha. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. ruang kelas. tlima bermain. laboratorium. ruang bengkel kerja. ruang laboratorium. tenaga administrasi. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot. pendidikan vokasi. ruang kantin. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik.

Pengembangan jaringan internet. 14 . Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. lahan untuk prasarana penunjang. lahan praktek. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan. Bahasa. buku dan sumber belajar lainnya. dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. rasio luas bangunan per peserta didik. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai.pendidikan. dan laboratorium lainnya f. bahan habis pakai. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. pendidik. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. laboratorium bahasa. laboratorium. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. laboratorium komputer. baik bagi peserta didik. pendidik maupun tenaga kependidikan g. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c. serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. dan kesehatan lingkungan. IPA. Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA). Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. Pengembangan prasarana (ruang. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang. dan h. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. kenyamanan. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer.

Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. dan pendidik. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. yang memiliki wawasan. Terpasangnya jaringan internet. pendayagunaan tenaga kependidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. kegiatan pembelajaran. peralatan. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . praktisi pendidikan. pusat media pembelajaran audio visual). kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. Terlaksananya perawatan prasarana. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. dan akuntabilitas dalam perencanaan program. partisipasi. pengelolaan sarana dan prasana pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Kalender kegiatan pendidikan. dan mingguan. dan g. Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. keterbukaan. bulanan. pelaksanaan. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. guru maupun kepala sekolah f. penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. penilaian kemajuan hasil belajar. baik dalam lab komputer peserta didik. yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. kemitraan. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. dan pengawasan. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. tokoh masyarakat. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. kabupaten/kota. 6. Pembagian tugas di antara pendidik. provinsi. Struktur organisasi satuan pendidikan.

semester genap. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . Untuk jenjang SMP. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen. evaluasi. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. ulangan. efisien.kependidikan. supervisi. dan tindak lanjut hasil pengawasan. pengadaan. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. durasi. Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab. tenaga kependidikan dan peserta didik. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Tata tertib satuan pendidikan. dan akuntabilitas satuan pendidikan. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. Peraturan akademik. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. dan penyelenggara program. pemeriksaan. kegiatan ekstrakurikuler. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. dan hari libur. Pelaporan dilakukan oleh pendidik. mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. jadwal rapat Dewan Pendidik. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. pelaporan. ujian. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. penggunaan. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. pemimpin satuan pendidikan. tenaga kependidikan. efektif. dan persediaan minimal bahan habis pakai. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun. peserta. dan akuntabel. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah. Untuk pendidikan SMP. efektivitas. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. dan semester pendek bila ada. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan.

partisipasi/kerjasama. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k. Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. menengah maupun panjang b. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j. baik untuk jangka pendek. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e. dan kontinyuitas baik mengenai program.Pembinaan SMP) h. baik menyangkut bidang akademik. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. baik untuk jangka pendek. PDCA. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. fleksibilitas. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. dan o. akuntabilitas. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n. berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. Implementasi model-model manajemen: POAC. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. keuangan. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d. menengah maupun panjang b. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 . Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. transparansi.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a.

Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. air. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. asuransi. pemeliharaan sarana dan prasarana. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. seperti misalnya: a. akuntabel. pengembangan SDM. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. dan m. 7. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. dan lain sebagainya. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 . dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya. dan biaya personal. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. keuangan. transportasi. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h.f. biaya operasi. dan modal kerja tetap. Menjalin kerjasama dengan alumni. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. transparan. konsumsi. uang lembur. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. baik menyangkut bidang akademik. jasa telekomunikasi. Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. baik donatur tetap maupun tidak tetap b. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. pajak. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. ulangan. dan akhlak mulia. kantin. ketakwaan. prosedur. ulangan. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. kelompok mata pelajaran estetika. memperbaiki proses pembelajaran. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. 19 . Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. kemampuan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. dan kemajuan hasil belajar. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. dan kesehatan . Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. ulangan. dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. ketakwaan.f. olah raga. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. dan ujian. dll) c. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan menentukan kelulusan peserta didik. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. serta kelompok mata pelajaran jasmani. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. olah raga. ketakwaan. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. penugasan. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. pada kelompok mata pelajaran keimanan. dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. dan akhlak mulia. serta ujian. dan kelompok mata pelajaran jasmani. toko.

Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. dan kesehatan . BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerintah Kabupaten/Kota. dan satuan pendidikan. dan lulus Ujian Nasional. BSNP bekerja sama dengan LPMP. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. berkeadilan. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). satuan pendidikan. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. ulangan tengah semester. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. ulangan akhir semester. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. uji coba. Pemerintah Provinsi. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. ketakwaan.antara daerah. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. Matematika. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. ulangan kenaikan kelas. maupun antar waktu. Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran estetika. Pengembangan lomba-lomba. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b. Bahasa Inggris. dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik. salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. dll c. dan akuntabel. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. Pada jenjang SMP. memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan. Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. olah raga. Oleh karena itu perlu mengembangkan. dan/atau program pendidikan. dan kelompok mata pelajaran jasmani.

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. laboran. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra. baik menyangkut fisik maupun non fisik. yang semuanya mengacu kepada SNP. peran komite sekolah. media pengajaran. peserta didik. dan sebaginya. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. buku. fasilitas atau sarpras. Dalam hal program. Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. kepala sekolah. kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. 24 . kondisi perpolitikan. kelulusan. kondisi geografis lingkungan sekolah. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. pembiayaan dan sumber dana sekolah. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. guru. kondisi keamanan lingkungan. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar. dan sebaginya.2. tenaga perpustakaan. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya. Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. kurikulum. manajemen sekolah. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. perkembangan globaliasasi. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. perkembangan IPTEK. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. kondisi demografis masyarakat sekitar. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. sistem penilaian/evaluasi. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). tenaga TU. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya.

yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar pembiayaan. dan standar penilaian. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. dan rasional. serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. standar pengelolaan. standar PBM. Dengan kata lain. feasible. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. yaitu mampu mencapai SNP. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. standar fasilitas. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”.3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). standar kelulusan. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. dan sebagainya. Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. Dalam menentukan visi tersebut. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3). Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2).

sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). proses. apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. Dalam hal ini. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. pembiayaan. mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. Jika visi. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut. maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. d. f. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 . misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. Dengan kata lain. visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. kewajiban. Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. untuk jangka waktu yang lama. kelulusan. c. Berorientasi ke masa depan. pendidik. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. Misalnya. semangat dan komitmen warga. e. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi.visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. pengelolaan. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Sebagaimana disebut terdahulu. sarana. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. 6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. b. Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai.

Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja.menengah (5 tahun). jitu. dua tahun atau 10 tahun. demikian pula sebaliknya. Karena Renstra sifatnya global. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya. Program di sini belum operasional. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. 8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis. program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. program dan strategi pencapaiannya di atas. atau dari seumber dana lainnya. suatu program makin lama makin banyak biayanya. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun. Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . dan kelima. efektif. masih bersifat yang utama. pokok. Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. Artinya. dan komprehensif. atau sebaliknya. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). dst). dan tepat. belum spesifik/operasional. maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum. dan RPPN. hanya garis besarnya saja. dari pusat. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. dari komite sekolah. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya. urgen. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program. misalnya dana dari rutin atau daerah. RPPP. ketiga. Dengan kata lain. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud.

dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. dan kelima. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Secara skematis. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. monitoring internal. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Dengan demikian. Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3. Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 . Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. ketiga.masalah. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS). yang baru adalah Renopnya. 12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi.

sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra. 29 .Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b. 9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi. pembinaan. Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan. alokasi. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya. dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah. yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah.

potensi geografis sekitar sekolah. potensi masyarakat sekitar. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah.situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ………. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini.. potensi daerah. Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima. ………. program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. potensi sekolah. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana. dan potensi lainnya. potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah. 30 .. Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima.

tenaga perpustakaan. Oleh karena itu. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. sistem penilaian/evaluasi. Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. behaviour. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. feasible. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. standar pembiayaan. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. sarana. tenaga TU. yaitu pada pencapaian standar isi.2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. kepala sekolah. standar pembiayaan. media pengajaran. operasional. Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. kelulusan. peserta didik. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). peran komite sekolah. dan sebaginya. dan degree). yaitu mampu mencapai SNP. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. guru. buku. standar pendidik dan tenaga kependidikan. dan standar penilaian. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. manajemen sekolah. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . dan rasional. standar pengelolaan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. standar fasilitas. standar fasilitas. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra. kelulusan atau 31 . bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. laboran. standar PBM. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun. standar PBM. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). yaitu standar kurikulum sekolah. standar kelulusan. kurikulum. fasilitas atau sarpras. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. condition. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang). standar kelulusan. standar pengelolaan. Dengan kata lain. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. dan standar penilaian. proses. pembiayaan dan sumber dana sekolah. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. dan penilaian. anggaran. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. Untuk itu. Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. kurikulum. misalnya KBM. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. latihan.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). seperti: ketenagaan. pertandingan. Opportunity. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. dan tujuan sekolah. Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi. yang berbentuk input misalnya ketenagaan. Agar lebih mudah. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. misi. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya. namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi. Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. serta hubungan sekolah dan masyarakat. Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. pembiayaan. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. dan sebagainya. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. kesiswaan. Fungsi-fungsi yang dimaksud. sarana dan prasarana. pengelolaan. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. maka analisis SWOT 32 . pendidik. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. and Threat ). dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. Weakness. maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. perencanaan instruksional. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah. sarana-prasarana. misi.

yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang. pengetehuan. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. Disamping itu. terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. Oleh karena itu. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin. disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. Dengan kata lain. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya. agar sasaran dapat tercapai. dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. artinya. 33 . guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. baik faktor internal maupun eksternal. langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. diperlukan kecermatan. artinya. tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. disebut persoalan . Untuk menentukan kriteria kesiapan . minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. kehati-hatian. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai.

34 . Dengan kata lain. alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan.Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut. sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan.

Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik. …………. …………. ………. c. …………. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. b. 35 . b. …………. b. c. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. …………. b. ………. ………. c. b. c. …………. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. b. Faktor Eksternal a. b. c. b. …………. …………. c. …………. c. Faktor Internal a. kegiatan yang harus dilakukan. c. 2. ………. …………. a. kapan dan dimana dilaksanakan. baik secara moral maupun finansial. ………. dan berapa biaya yang diperlukan. …………. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. a. b. Faktor Eksternal a.Tabel 1. …………. ………. …………. …………. …………. …………. b. …………. B. a. …………. b. ………. ………. …………. b. Kurikulum Faktornya 1. a. a. c. Ketenagaan 1. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. ………. Faktor Internal a. c. siapa yang harus melaksanakan. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. …………. ………. C. Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. c. a. a. …………. ………. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. …………. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. …………. ………. c. …………. 2.

efektif. RPPP. dari pusat. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. dan sebagainya. teknik. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. matrikulasi. seminar. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). dari komite sekolah. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. Pada era otonomi daerah ini. 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis. 12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. SDM. gedung perpustakaan. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. pendampingan. fasilitas. monitoring. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. lokakarya. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. monitoring internal. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. misalnya dana dari rutin atau daerah. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. alokasi. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 . Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya. remedial. dan feasibel untuk dilaksanakan. ketersediaan dana. dan sebagainya. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. pengayaan. dan sebagainya. bimbingan teknis rutin. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). dan atau strategi yang jitu. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. atau dari seumber dana lainnya. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. efisien. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. terukur. cara. temu alumni. kunjungan. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. dan evaluasi di sekolah. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. in house training. Dengan demikian. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. laboratorium baru. dan RPPN. maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu.

disetujui. kemampuan. Dengan SK Kepala Sekolah. dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. 14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. kesesuaian. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. tokoh masyarakat. kelompok program dan atau keseluruhan program. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Keterlibatan pihak luar. Dinas Pendidikan Daerah). kesediaan. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah. Lebih daripada itu. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. kewenangan. Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. Komite Sekolah. 37 . dan keslimaan yang ada.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. seperti komite sekolah. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan.

tetapi menjadi sekolah berstandar nasional. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. baik sekolah dalam kelompok rintisan. relevan. 38 . Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP. efektif. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi. Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah. Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. potensial maupun nasional. dan merata.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada.

akses. dsb. D. dan manajemennya. efisiensi. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut. tidak berubah. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. keamanan. B. arah. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal. ekonomi.LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. efisiensi. kemajuan IPETK. baik internal maupun eksternal sekolah. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan. kemajuan IPETK. relevansi. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. baik dalam aspek pemerataan. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan). baik ditinjau dari sisi mutu. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. dan sebagainya. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih. E. ekonomi. RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku. budaya. politik. relevansi. sempurna. standar nasional pendidikan. keamanan. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi.20 TAHUN 2003 A. kualitas pendidikan. dan sesuai dengan filosofi. budaya. dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. politik. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi. C. 39 .

bahan ajar. Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g. Dan sebagainya c. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. 1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. sarana. sarana. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e. kualitas.Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan. Prasarana.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 . yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. No. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5. Terdapat 20% siswa b. media pembelajaran. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. efisiensi. Terdapat 5% angka putus a. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d. Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a. dan kapsitas sekolah. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. Prasarana. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. relevansi. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. bahan ajar. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan.00) d. media pembelajaran. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e.

Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. 80% fungsi-fungsi b. Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c.No. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c. Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. Dan sebagainya 41 . Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. Dan sebagainya c. angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e. Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c. Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c. Kemampuan manajerial a. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. Dan sebagainya Relevansi: a. angka kenaikan tingkat 100% 30% b. Kondisi saat ini h. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i.

3. sumber 42 2. bahan ajar. media 25% pembelajaran.Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No.00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana. 5. 1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5. sarana. bahan ajar. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan.00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. Prasarana. sarana. 5. . media pembelajaran.00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3.

000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata. baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja. sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing. 43 .000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150. 7.No. 8.belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional.

terampil. 3. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g. Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. adanya perbandingan (unggul/kompetitif). dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g. belum operasional i. berbudaya.F. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b. Terampil. Dsb. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. a. Beriman dan Taqwa serta Unggul i. unsur yang ada. Indikator: ciri. 44 . berkepribadian. dan unggul Berprestasi. misalnya: a. bermutu tinggi. konotasi sempurna. tanda. VISI SEKOLAH 1. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. d. Berkualitas tinggi. dan Unggul) h. ada proses kenaikan. b. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. dsb b. dsb. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. sesuai konteks daerah. 2. sekolah. taqwa. menggambarkan harapan masa datang j. canggih. budaya-nasional/Indonesia d. dan sebagainya Contoh visi sekolah. Indikator-indikator VISI sekolah. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. iman. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. perkembangan era global e. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. Piawai Mengasah Budi Pekerti. perkembangan IPTEK f. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. komplit. spesifikasi. misalnya: Cerdas. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. Mengukir Prestasi Tinggi. terampil. Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. c. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. c. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. nasionalisme. UUD. e. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. visi yayasan h.

dan tata kelola pendididikan yang baik” b. dan menyenangkan e. keluarga. Contoh lain: a. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. efektif. “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. wajar dan adil e. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai. satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. maka contoh tujuannya antara lain: a. dll. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h. terampil. dan berwawasan kedepan c. Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m. Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o. dan berwawasan kedepan c.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator. ada benang merahnya dengan misi. kata kerja. kreatif.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d. relevansi. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya. terukur. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i. redaksinya operasional.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H. mutakhir.G. dan berwawasan kedepan d. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a. mutakhir. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 .Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006). “Memenuhi akan mutu. beriman. dan memiliki keunggulan kompetitif” b. akses. bertaqwa. mutakhir. Mewujudkan sekolah inovatif b. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g. Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. Mewujudkan sekolah sehat j. yaitu kebutuhan peserta didik.

Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c. silabus lengkap. dan g. Pengembangan kurikulum muatan lokal. dll f. dll. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. RPP lengkap. prasarana. dan media pendidikan d.Pengembangan RPP d. Contoh lain program strategis: a. dan perawatan memenuhi SPM g. keluarga. merata. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL. kesiswaan. sarpras. administrasi. SDM. semua mengajar sesuai bidangnya.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu. efektif. telah mengikuti PTBK. relevan. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras. kreatif. maka contoh programnya sbb: a. PROGRAM STRATEGIS a. peralatan. I. dan menyenangkan e. kurikulum. indikator. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan. Pengembangan pemetaan e. b. misi. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”. h. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan. pendekatan belajar tuntas.d. dll e.Pengembangan sistem penilaian f. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . kompetensi dasar. Program harus mengacu pada tujuan. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif.Pengembangan sarana. model/sistem penilaian lengkap. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan.Pengembangan proses pembelajaran b. dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. pendekatan pembelajaran individual. dan efisien sesuai dengan SNP” b. Pengembangan silabus c. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. yaitu kebutuhan peserta didik. fasilitas. Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran.

e. Peningkatan prestasi kelulusan.dll. dan menyenangkan e. c. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif. membuat model-model penilaian. seminar. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. melengkapi. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. IHT. teknik.KD. dll melalui workshop. Dan sebagainya K. dan berwawasan kedepan c. workshop. membuat RPP. kreatif. relevan. membuat silabus. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik. In House Training. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G. kapan dicapai.Dalam program Pengembangan srapras. dan g. menambah.Pengembangan manajemen sekolah f. metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program. bahan ajar. sumber belajar. d. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. yaitu kebutuhan peserta didik. baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan. dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah. keluarga. Monev 47 . dan tahapan pencapaian. seni.Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. lokakarya. ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu. Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan. L. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d. dan efisien sesuai dengan SNP” b. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b. merata. efektif. J. dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. mutakhir.

48 . Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. menganalisis. melaksanakan. PEMBIAYAAN 1. keperluan sehari-hari. 3. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. Pembiayaan untuk 5 tahun. terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah. Pada kolom program. Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. 2. efisiensi. langganan jasa dan daya. menganalisis.: kinerja guru. Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. tindak lanjutnya) M. TU. memvalidasi. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. 5. melaksanakan. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. dan lainnya 4. Mewujudkan supervisi klinis CTL. 4. tindak lanjutnya) 3. memvalidasi. membuat laporan. dan tenaga kependidikan lainnya. membuat laporan. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. 6. Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen.2. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS. tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. relevansi. dan sumber daya sekolah lainnya. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku.l. membuat instrumen. guru. 5. baik program dalam rangka peningkatan mutu. Substansi yang dimonev a. 6. pengadaan sarana kantor/pendidikan. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. Semua program strategis dimasukkan. kinerja sekolah. pemerataan.

...... .............................. (Rp) . ... ...... ..... lah ........................... .. ... .... ............. ...... ... ............... ............ ... Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan ....... Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN ....... ...... ............ ........ ............. ........ .. Dst Sampai Dengan Th IV ... ........... ...... ... ... ... . ... ... ..... .. ....... 1… … 2… … 3… … … Dst Jum ..... Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas ..... .... ... .Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah ..

00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a. RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi.00 50 . Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6. Renop dibuat TIAP TAHUN. ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A. BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. No.Terdapat 5% angka putus sekolah b. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan.II. Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). Terdapat 3% angka putus sekolah b. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. baik internal maupun eksternal sekolah.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. yaitu 80% guru melaksanakan CTL c.

50% guru belum h. pendidikan. UTS. Rata-rata biaya operasional g. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j. standar nasional. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian. ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. Angka putus sekolah tinggi b.000 rupiah per bulan per 70. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 . Angka putus sekolah 0% (10%) c. Fungsi-fungsi pengelolaan f. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. Prestasi non akademik i. Dan sebagainya j. media pembelajaran. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. Ratio kelulusan dengan d. angka kenaikan tingkat a. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e. Prasarana. Prasarana.No. bahan ajar. kesenian. Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga.000 rupiah per bulan per anak anak h. partisipasi. media e. bahan ajar. sarana. keterbukaan. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. pembelajaran. UAS. Kualifikasi pendidik dan d. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b.00) d. sarana. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan. baik ulangan kenaikan kelas. akunabel sebesar 80% g.

Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c. Indikator. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. KD. Indikator. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. kesiswaan. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. media.No. aspek untuk kelas 8 semua mapel c. dana. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. manajemen. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. KD. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f. dll adalah dari 52 . IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. Dan sebagainya 25% 15% E. guru. seperti: PBM. buku. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a. KD. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Dan sebagainya Relevansi: a. e. aspek untuk kelas 7 semua mapel b. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. Indikator. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. Dan sebagainya Relevansi: a .

Dan sebagainya 2.Kolam d. Uji coba k. Guru/pelatih c. sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana. Dana h.Fasilitas komputer d. Internal: a. Dan sebagainya 2. Komite sekolah c.PBM/latihan b. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. pendidik. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Dinas pendidikan d. Pakaian olah raga renang g. fasilitas. ATK i.Siswa f. Komite sekolah i.internal sekolah.Kepala sekolah f. Dana b. Nara sumber c. Internal: a.Dinas pendidikan d.Guru b. Orang tua j. Sarana olah raga renang e. Dan sebagainya 53 . Eksternal: a. Kurikulum g. Tlima e. Tenaga administrasi j. Dana h. Air e. Eksternal: a. Komite sekolah c.Dana b.

10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min.3 kali Pengalaman mengajar min. Analisis dilakukan tiap sasaran b. INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min.G. 1kali Jumlah guru min. Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. f.1 kali Pengalaman mengajar min. Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah. naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. demikian pula sebaliknya. 3 kali Jumlah guru min. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c.

b. Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1.Matematika) 2. tepat.Indo. Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B. 55 . dan efisien/efektif. Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya. B. maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu.Ingg . dan dipilih yang paling ringan. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a. Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah.Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. Berdasarkan hasil analisis SWOT.

Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: . measurable. Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”.Mengirimkan guru ke MGMP .Menyusun kalender pendidikan 56 .Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a.Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I. Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya). time) e. Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah). relevan.Sosialisasi KBK kepada guru . c.Mensupervisi/membimbing . jumlah orang. achievable. sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran. dll. Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b. Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: . Program bersfifat SMART (spesific. (Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran. Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah. 1. Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume. Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional. Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d. jumlah waktu.Melaksanakan ws KBK .

.......MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: ... ... administrasi...............................Menyusun pemetaan ................ RPPdll) .............. 2....... monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran... pemecahan masalah) d.... Supervisi juga termasuk masalah gurunya. Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5. 6... KBM. pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan.............................. dll 3.... Pengembangan perangkat instrumen c............3........... untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4.... Persiapan b.. .................Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel..Supervisi ............ J.. . RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi. sarana...Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: .... 5. Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data.... Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah.. kisi............................... Rincian kegiatan MONEV antara lain: a.................... RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 .............Penggandaan hasil ... Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah. 7................................................... ............ 4........ Instrumen........................... Pelaporan K...Penggandaan ........................................ Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: ............. . Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran...... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1..Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil ......Perabikan silabus dan sisnil .Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil .. Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah................... 6..

Semua sumber dana dicantumkan. maupun pengembangan kapasitas sekolah. baik program dari peningkatan mutu. 2. RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana. 3. Semua program dimasukkan. peningkatan relevansi. Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja. peningkatan pemerataan.1. peningkatan efieinsi. 4.

.. Sasaran ke-1: ...................... 1.... PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A.......... Kegiatan 1: 1) .............. BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 ..............Dst 1.............. 2) ........ 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ............. RAPBS TAHUN KE Spesifikasi.........Jmlh......................... Program 1: ........ Program 1: ........................ Program 1: ..... 20.. 3) Dst II.......... Unit..... Or/Bln. a........... a....... Kegiatan 1: 1) .................. a..... Sasaran ke-1: ................................ Satuan....RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN ................................ 2) .................. 1.... Program 1: ...... 3) Dst B............. 3) Dst B............ Dll ................ PENINGKATAN PEMERATAAN A.......................................... 2) .............................................Dst 1............................ Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I.............. Kegiatan 1: 1) . Sasaran ke-2:.................................................... Sasaran ke-2:... Vol.................................... a............................................... Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah ................................. 2) ............................. Kegiatan 1: 1) .....................

.. Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9..... Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b. sekretaris. JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a. Jadwal rapat.... 11. 12. 60 . anggota....... Gambar layout sekolah 5.. Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d. Dan lainnya yang dianggap relevan. SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8.... dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c.. Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b..... Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6. LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1.. Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya.) (......... Kalender pendidikan/akademik. 17.... Nomor rekening sekolah 3... 13.. dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N.) (. PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a......... Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e. Buku teks pelajaran yang dipakai....... 10.. Profil sekolah lengkap 2....(... 16.) L. 14.. pengadaan...... Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua. penggunaan. Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya.. Dll M. Master plan sekolah 7... dan persediaan minimal bahan habis pakai. Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap..... Copyan sertifikat tanah 4.... 15... Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir.. Ingat kalender pendidikan d........ Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c...

61 .