PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

4. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP. 5. 7. pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah. evaluasi. RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring. Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). 6. sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. 3 . Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP.

melalui urutan pilihan. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. fungsi perencanaan dan evaluasi. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang. Weakness. Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Fungsifungsi yang dimaksud. fungsi keuangan. and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. fungsi pelayanan kesiswaan. 2. yaitu satu tahun. Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan.BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah). Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. 6. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). Opportunity. 4. kelemahan. 3. dan fungsi pengembangan fasilitas. Melalui analisis SWOT ( Strength. Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. misalnya. fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. fungsi ketenagaan. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. 7. B. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. fungsi hubungan sekolahmasyarakat. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. 5. Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah.

8. Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran. Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. 12. agar sasaran tercapai. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. 11. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Selama masih ada persoalan. agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman. Oleh karena itu. 5 . Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. 9. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. 10. Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan).situasional. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan.

dan sinergi baik antar pelaku sekolah. e. Tujuan Perencanaan Pendidikan a. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. dan pengawasan. 2. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. d. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. pelaksanaan. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. sinkronisasi. dan f. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. menjamin terciptanya integrasi. d. dan berkelanjutan. dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. jangka menengah. g. 3. efektif. pelaksanaan. dinas pendidikan propinsi. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. berkeadilan dan berkelanjutan. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. dan antarwaktu. dan pusat c.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. efektif. b. Menjamin terciptanya integrasi. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. penganggaran. 6 . Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. berkeadilan. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. c. penganggaran. RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. 2. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. dan pengawasan. sinkronisasi. b.

pengelolaan. konselor. baik kebutuhan peserta didik. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya. olahraga. angka kenaikan kelas/transisi. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan. dan output. dsb. dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. proses. pengurangan angka putus sekolah. ke-disiplinan. dsb. dsb. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor.C. karya ilmiah. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. prasarana dan sarana. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. Laboratorium Komputer. 5. akses. ditinjau dari sisi pemerataan. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. proses. aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. budi-pekerti. pembelajaran kontekstual. dan penilaian. pembiayaan. pembelajaran kooperatif. sosial. relevansi. Peningkatan kualitas. pengembangan media pembelajaran.) 3. setiap sekolah harus memenuhi SNP. Peningkatan kualitas siswa (UN. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. pengembangan ruang/kantor. efisiensi. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya. Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. Peningkatan efisiensi. dan pengembangan kapasitas. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. kebutuhan keluarga. isi (kurikulum). pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. pembelajaran dengan melakukan. penurunan angka mengulang. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. dsb. keterampilan kejuruan. dsb. kepala sekolah. peningkatan angka melanjutkan. siswa/kelas. UAS. pengembangan input siswa. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif. rasio keluaran/masukan. laboran. angka putus sekolah. pengembangan komite sekolah. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas. siswa/ sekolah). Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual.). kualitas. pengembangan kelembagaan 7 . dsb. kurikulum muatan lokal. Kualitas pendidikan sekolah meliputi input. Oleh karena itu. Peningkatan relevansi. pengembangan bahan ajar. Laboratorium IPS. dan lab lainnya. Namun demikian.). pendidik dan tenaga kependidikan. misalnya: 1. Pengembangan kapasitas. pustakawan. Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. 2. Laboratorium Bahasa. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah. Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs). keagamaan. karakter. dan keadilan atau kewajaran. rasio (siswa/guru. 4. kesenian.

Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. beban belajar. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. olah raga. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan.sekolah. a. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. ketakwaan. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. hak. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. berkualitas. kolusi. ketakwaan. dan nepotisme. Kelompok mata pelajaran keimanan. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. olah raga. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. tanggung jawab sosial.kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Kelompok mata pelajaran jasmani. kreatif dan mandiri. beban belajar. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. antara lain adalah sebagai berikut: 1. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum. ketaatan pada hukum. penghargaan terhadap hak asasi manusia. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas. berbangsa. kesetaraan gender. 8 . dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. dan sikap serta perilaku anti korupsi. kalender akademik. kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. dan bernegara. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. demokrasi. kemajemukan bangsa. dan kesehatan. dan memenuhi pemerataan pendidikan. pengembangan manajemen sekolah.kelompok mata pelajaran estetika. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. jiwa dan patriotisme bela negara. sikap. dan akhlak mulia. dan kalender pendidikan/akademik. ketaatan membayar pajak. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. pelestarian lingkungan hidup. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

antropologi. olah raga. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. dan muatan lokal yang relevan. keterampilan. HIV/AIDS. dan geografi). Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kelompok mata pelajaran keimanan. pendidikan kesehatan. kecakapan sosial. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. kimia. olah raga. ilmu pengetahuan alam.kecanduan narkoba. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. matematika. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. olahraga. c. b. dan biologi). dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. muntaber. pendidikan estetika. dan kesehatan. dan muatan lokal yang relevan. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. pendidikan estetika. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. ekonomika. ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. seni dan budaya. dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah. penugasan terstruktur. dan kesehatan. atau pendidikan jasmani. 9 . Kelompok mata pelajaran jasmani. serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. d. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. seni dan budaya. bahasa. sosiologi. dan pendidikan jasmani. keterampilan/kejuruan. sejarah. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. olah raga. serta muatan lokal yang relevan. kecakapan akademik. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dan kecakapan vokasional. atau pendidikan jasmani. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. kewarganegaraan. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. demam berdarah. akhlak mulia. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. ketakwaan.

f. rencana pelaksanaan pembelajaran. pelaksanaan. minat. dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik.e. inspiratif. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat. dan hari libur. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. dan pengawasan yang baik. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik. Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 . serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. memotivasi. rencana pelaksanaan pembelajaran). buku teks pelajaran. VIII maupun kelas IX. kreativitas. silabus. Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. penilaian proses pembelajaran. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. minggu efektif belajar. potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII. waktu pembelajaran efektif. silabus untuk setiap mata pelajaran. pedoman penilaian. menyenangkan. menantang. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. dan alat/media pembelajaran. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. dan perkembangan fisik serta psikologisnya.

Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. 11 . Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. supervisi. utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Potensial. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. termasuk ulangan. baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. pengetahuan. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. kepribadian. ahklak mulia. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. psikomotorik.teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. keterampilan. Pengawasan mencakup pemantauan. sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. pengetahuan dan keterampilan. evaluasi. b. termasuk kompetensi membaca dan menulis. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. dan afektif. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. pelaporan. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran.

Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran. dan masyarakat sekitar. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik. dan berwibawa. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun. kompetensi profesional. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. Dan sebagainya 4. yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. dan berakhlak mulia. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap. orangtua/wali peserta didik. stabil.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a. sehat jasmani dan rohani. menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. sesama pendidik. Kualifikasi 12 . dewasa. evaluasi hasil belajar. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan. terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b. kompetensi kepribadian. arif. tenaga kependidikan.

media 13 . dan h. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. dan sumber belajar lain. Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. tlima berolahraga. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. ruang tata usaha. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. ruang pimpinan satuan pendidikan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. ruang kantin. ruang bengkel kerja. perpustakaan. dan tenaga kebersihan sekolah. tentang. Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g. alat dan media pendidikan. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. tenaga perpustakaan. pendidikan vokasi. tlima bermain. Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. ruang unit produksi. tlima bermain. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. bengkel kerja. perabot. buku. tenaga administrasi. Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. ruang laboratorium. tlima berkreasi. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik. tlima beribadah. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot. peralatan pendidikan. ruang kelas. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. ruang perpustakaan. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. tlima berkreasi. instalasi daya dan jasa. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. laboratorium.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). dan 5. tlima beribadah. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e. tenaga laboratorium. ruang kelas. tlima berolahraga. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi. ruang pendidik. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e.

Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. kenyamanan. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a. Pengembangan jaringan internet. IPA. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. baik bagi peserta didik. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan. Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik. dan h. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. 14 . laboratorium komputer. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. buku dan sumber belajar lainnya. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. dan kesehatan lingkungan. dan laboratorium lainnya f. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA). bahan habis pakai. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b. Pengembangan prasarana (ruang. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. pendidik. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. laboratorium. Bahasa. pendidik maupun tenaga kependidikan g. lahan untuk prasarana penunjang. rasio luas bangunan per peserta didik.pendidikan. serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. lahan praktek. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. laboratorium bahasa.

penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b. dan akuntabilitas dalam perencanaan program. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. Struktur organisasi satuan pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. provinsi. 6. baik dalam lab komputer peserta didik. Pembagian tugas di antara pendidik. yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. Terlaksananya perawatan prasarana. dan mingguan. Terpasangnya jaringan internet. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. tokoh masyarakat. pengelolaan sarana dan prasana pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. peralatan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. kegiatan pembelajaran. guru maupun kepala sekolah f. pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. kabupaten/kota. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Kalender kegiatan pendidikan. bulanan. dan g. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. yang memiliki wawasan. pusat media pembelajaran audio visual). partisipasi. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. dan pendidik. kemitraan. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. dan pengawasan. praktisi pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. pelaksanaan. kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. penilaian kemajuan hasil belajar.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. keterbukaan. pendayagunaan tenaga kependidikan. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. supervisi. tenaga kependidikan. tenaga kependidikan dan peserta didik. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun.kependidikan. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. jadwal rapat Dewan Pendidik. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Untuk jenjang SMP. Untuk pendidikan SMP. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. peserta. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. dan semester pendek bila ada. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. pelaporan. ujian. efisien. pemeriksaan. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab. Pelaporan dilakukan oleh pendidik. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah. pemimpin satuan pendidikan. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. pengadaan. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. dan hari libur. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . ulangan. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan. dan akuntabel. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. efektivitas. dan persediaan minimal bahan habis pakai. dan tindak lanjut hasil pengawasan. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis. dan akuntabilitas satuan pendidikan. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. durasi. penggunaan. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. kegiatan ekstrakurikuler. semester genap. evaluasi. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. efektif. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. dan penyelenggara program. Tata tertib satuan pendidikan. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. Peraturan akademik. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen.

termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k. Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. transparansi. Implementasi model-model manajemen: POAC. akuntabilitas.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. fleksibilitas. PDCA. Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 . Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f. Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. dan o. baik untuk jangka pendek. dan kontinyuitas baik mengenai program. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. keuangan. berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. menengah maupun panjang b. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d.Pembinaan SMP) h. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. baik menyangkut bidang akademik. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. baik untuk jangka pendek. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j. menengah maupun panjang b. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l. partisipasi/kerjasama.

dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e. pengembangan SDM. asuransi. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya. Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan. air. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. pajak. Menjalin kerjasama dengan alumni. jasa telekomunikasi. pemeliharaan sarana dan prasarana. dan m. dan biaya personal. melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. dan lain sebagainya. 7. akuntabel. konsumsi. Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. dan modal kerja tetap. keuangan.f. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku. seperti misalnya: a. biaya operasi. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. baik donatur tetap maupun tidak tetap b. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. baik menyangkut bidang akademik. Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. uang lembur. Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 . transparan. transportasi.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. 19 . peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. ulangan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. kemampuan. pada kelompok mata pelajaran keimanan. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan. olah raga. dll) c. ulangan. dan kemajuan hasil belajar. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. dan ujian. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. dan kesehatan . dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. ketakwaan. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. kelompok mata pelajaran estetika. ulangan. memperbaiki proses pembelajaran. baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. kantin. toko. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. dan menentukan kelulusan peserta didik. penugasan. ketakwaan. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. prosedur. ketakwaan. dan akhlak mulia. serta ujian. olah raga. Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. olah raga. dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik.f. serta kelompok mata pelajaran jasmani. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan akhlak mulia. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.

dan/atau program pendidikan. dan satuan pendidikan. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. Pemerintah Provinsi. Bahasa Inggris. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. ulangan kenaikan kelas. Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d. Pada jenjang SMP. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. uji coba. Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Matematika. berkeadilan. maupun antar waktu. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. olah raga. dan kelompok mata pelajaran jasmani. memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. BSNP bekerja sama dengan LPMP. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik.antara daerah. ulangan tengah semester. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. kelompok mata pelajaran estetika. dan akuntabel. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. satuan pendidikan. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. ketakwaan. Pengembangan lomba-lomba. BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b. dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pemerintah Kabupaten/Kota. dll c. dan akhlak mulia. Oleh karena itu perlu mengembangkan. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. dan kesehatan . ulangan akhir semester. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. dan lulus Ujian Nasional.

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

manajemen sekolah. 24 . perkembangan IPTEK. tenaga perpustakaan. Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. peserta didik. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . sistem penilaian/evaluasi. dan sebaginya. kondisi demografis masyarakat sekitar. laboran. Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya. yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. fasilitas atau sarpras. peran komite sekolah. kelulusan. kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. media pengajaran. dan sebaginya. perkembangan globaliasasi. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. kondisi geografis lingkungan sekolah. guru. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra.2. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. tenaga TU. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. kepala sekolah. kondisi perpolitikan. yang semuanya mengacu kepada SNP. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar. kurikulum. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang. buku. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. kondisi keamanan lingkungan. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. baik menyangkut fisik maupun non fisik. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. pembiayaan dan sumber dana sekolah. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. Dalam hal program. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN.

maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. standar pendidik dan tenaga kependidikan. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3). Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. Dengan kata lain. dan sebagainya. sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. dan standar penilaian. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. standar PBM. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. standar fasilitas. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. Dalam menentukan visi tersebut. (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia. standar pembiayaan.3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). feasible. yaitu mampu mencapai SNP. dan rasional. antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. standar pengelolaan. (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. standar kelulusan. (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia.

Dalam hal ini. satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif. Berorientasi ke masa depan. untuk jangka waktu yang lama. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. c. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. kelulusan. visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. pendidik. sarana. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. semangat dan komitmen warga. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. d. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 .visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. Misalnya. pengelolaan. misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. Sebagaimana disebut terdahulu. apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. 6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. Dengan kata lain. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. f. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. proses. misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas. baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. Jika visi. b. misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. e. Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. kewajiban. pembiayaan.

jitu. program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. efektif. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan. 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. ketiga. dan komprehensif. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan. atau sebaliknya. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. atau dari seumber dana lainnya. program dan strategi pencapaiannya di atas. Program di sini belum operasional. masih bersifat yang utama. Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. dan tepat. dan kelima. 8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis.menengah (5 tahun). maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. pokok. dari komite sekolah. hanya garis besarnya saja. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud. Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program. Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. RPPP. 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. misalnya dana dari rutin atau daerah. dua tahun atau 10 tahun. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). Dengan kata lain. dst). belum spesifik/operasional. urgen. Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun. suatu program makin lama makin banyak biayanya. maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK. dari pusat. Karena Renstra sifatnya global. dan RPPN. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. Artinya. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum.

akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS). Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. monitoring internal. yang baru adalah Renopnya. Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. ketiga. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra.masalah. Secara skematis. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3. Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 . sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Dengan demikian. 12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. dan kelima. untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah.

9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. alokasi. yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya. Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra. sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. pembinaan. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi.Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. 29 . dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah.

Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini. potensi masyarakat sekitar. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana. potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah. 30 . program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. ………. potensi daerah.situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ……….. dan potensi lainnya. potensi geografis sekitar sekolah. Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima.. Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima. potensi sekolah.

standar pendidik dan tenaga kependidikan. peran komite sekolah. media pengajaran. dan rasional. manajemen sekolah. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. feasible. fasilitas atau sarpras.2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. standar pembiayaan. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra. kurikulum. kepala sekolah. operasional. kelulusan. yaitu pada pencapaian standar isi. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. standar PBM. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. dan standar penilaian. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. laboran. standar fasilitas. standar kelulusan. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. standar fasilitas. tenaga perpustakaan. standar kelulusan. standar pengelolaan. buku. yaitu mampu mencapai SNP. dan standar penilaian. Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang). standar pengelolaan. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP. condition. sarana. standar pendidik dan tenaga kependidikan. behaviour. tenaga TU. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. Oleh karena itu. dan sebaginya. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. standar pembiayaan. Dengan kata lain. proses. Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. guru. kelulusan atau 31 . standar PBM. 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. yaitu standar kurikulum sekolah. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . dan degree). sistem penilaian/evaluasi. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. peserta didik. pembiayaan dan sumber dana sekolah. Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience.

Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). misi. Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut. serta hubungan sekolah dan masyarakat. diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah. perencanaan instruksional. sarana dan prasarana. misalnya KBM. Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. yang berbentuk input misalnya ketenagaan. pembiayaan. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. Agar lebih mudah. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. Fungsi-fungsi yang dimaksud. maka analisis SWOT 32 . Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. and Threat ). seperti: ketenagaan. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya. maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. dan penilaian. latihan. dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. Untuk itu. dan tujuan sekolah. pengelolaan. 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. Weakness. namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. kesiswaan. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. anggaran. baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. pertandingan. maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. misi. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. Opportunity. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. dan sebagainya. kurikulum. pendidik. sarana-prasarana. dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi.

tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. kehati-hatian. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. agar sasaran dapat tercapai. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. artinya. Oleh karena itu. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. Disamping itu. dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. Untuk menentukan kriteria kesiapan . Dengan kata lain. disebut persoalan . diperlukan kecermatan. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin. 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. baik faktor internal maupun eksternal. dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. 33 . minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. artinya. pengetehuan. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya.

Dengan kata lain. alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan.Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut. 34 . sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan.

Tabel 1. …………. …………. dan berapa biaya yang diperlukan. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. b. ………. a. c. …………. …………. ………. ………. …………. B. a. a. …………. ………. b. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. 2. …………. …………. b. c. ………. c. b. b. …………. …………. b. c. …………. …………. a. kegiatan yang harus dilakukan. a. a. ………. sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. c. c. b. …………. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. ………. Faktor Eksternal a. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. ………. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik. b. siapa yang harus melaksanakan. baik secara moral maupun finansial. …………. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. 35 . kapan dan dimana dilaksanakan. c. …………. Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. …………. c. b. Ketenagaan 1. ………. ………. a. b. c. b. b. c. …………. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. ………. c. …………. Faktor Eksternal a. …………. Faktor Internal a. …………. …………. …………. …………. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. C. 2. Faktor Internal a. …………. Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. c. Kurikulum Faktornya 1. ……….

efektif. dan atau strategi yang jitu. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. lokakarya. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. efisien. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. dan feasibel untuk dilaksanakan. alokasi. teknik. Pada era otonomi daerah ini. SDM. in house training. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. gedung perpustakaan. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. pengayaan. bimbingan teknis rutin. laboratorium baru. dari pusat. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). terukur. dan RPPN. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. atau dari seumber dana lainnya. seminar. dan sebagainya. cara. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). remedial. RPPP. monitoring. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. ketersediaan dana. dan evaluasi di sekolah. dari komite sekolah. kunjungan. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. fasilitas. Dengan demikian. 12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya. temu alumni. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 . matrikulasi. dan sebagainya. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. dan sebagainya. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. pendampingan. maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. monitoring internal. misalnya dana dari rutin atau daerah. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis.

14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. 37 . Dinas Pendidikan Daerah). dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah. dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. Dengan SK Kepala Sekolah. disetujui. seperti komite sekolah. Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. kemampuan. Komite Sekolah. kesesuaian. dan keslimaan yang ada. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. kelompok program dan atau keseluruhan program. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. kesediaan. Lebih daripada itu. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. Keterlibatan pihak luar. tokoh masyarakat. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. kewenangan. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. baik sekolah dalam kelompok rintisan. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah. Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. tetapi menjadi sekolah berstandar nasional. 38 . relevan. potensial maupun nasional. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan. Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah. Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada. dan merata. efektif.

standar nasional pendidikan. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal.20 TAHUN 2003 A. 39 . baik dalam aspek pemerataan. keamanan. dan sesuai dengan filosofi. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih. efisiensi. C. kualitas pendidikan. dan sebagainya. RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku. dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. ekonomi. E. kemajuan IPETK. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. relevansi.LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. efisiensi. kemajuan IPETK. arah. budaya. budaya. relevansi. akses. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. dan manajemennya. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. keamanan. D. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. B. baik ditinjau dari sisi mutu. ekonomi. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan. dsb. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan). tidak berubah. sempurna. baik internal maupun eksternal sekolah. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut. politik. politik.

Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d. Dan sebagainya c. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b. sarana. Terdapat 5% angka putus a. Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. relevansi. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e.Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan. kualitas. media pembelajaran. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g. Terdapat 20% siswa b. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Prasarana.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 . Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. Prasarana. 1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. efisiensi. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. bahan ajar. yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. bahan ajar. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. No. dan kapsitas sekolah. sarana. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e.00) d. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70. media pembelajaran. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5.

Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. Dan sebagainya 41 . Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Dan sebagainya Relevansi: a. Kemampuan manajerial a. Dan sebagainya c. Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a.No. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c. Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b. angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Kondisi saat ini h. Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. 80% fungsi-fungsi b. Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c. angka kenaikan tingkat 100% 30% b. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c.

00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan. 5.00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. bahan ajar.Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No. media pembelajaran. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8. sarana. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5. media 25% pembelajaran. sumber 42 2. 1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. 3. Prasarana. sarana. .00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana. 5. bahan ajar.

baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja. Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata.No.belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. 43 . 7.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6. 8.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150. sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing.

konotasi sempurna. budaya-nasional/Indonesia d. Indikator-indikator VISI sekolah. perkembangan era global e. bermutu tinggi. dsb. nasionalisme. dan unggul Berprestasi. b. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g. Terampil. ada proses kenaikan. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. adanya perbandingan (unggul/kompetitif). VISI SEKOLAH 1. misalnya: Cerdas. visi yayasan h. a.F. 44 . berkepribadian. Piawai Mengasah Budi Pekerti. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. Indikator: ciri. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. belum operasional i. dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g. dan Unggul) h. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. d. misalnya: a. dan sebagainya Contoh visi sekolah. berbudaya. komplit. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. spesifikasi. canggih. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g. taqwa. tanda. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b. terampil. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. Dsb. sesuai konteks daerah. Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. sekolah. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. 2. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. iman. Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. c. Beriman dan Taqwa serta Unggul i. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. 3. terampil. menggambarkan harapan masa datang j. perkembangan IPTEK f. e. unsur yang ada. Mengukir Prestasi Tinggi. c. UUD. dsb b. Berkualitas tinggi. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b.

mutakhir. dan berwawasan kedepan d. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. relevansi. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i. ada benang merahnya dengan misi. keluarga. dan berwawasan kedepan c. efektif. dan berwawasan kedepan c.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. mutakhir. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g. dll. Mewujudkan sekolah inovatif b. beriman. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c. bertaqwa. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n. satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi. kata kerja. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 . dan memiliki keunggulan kompetitif” b. terukur. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. maka contoh tujuannya antara lain: a. “Memenuhi akan mutu. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k. wajar dan adil e. terampil.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. dan menyenangkan e.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. dan tata kelola pendididikan yang baik” b.G. Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c. mutakhir. kreatif. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h. Mewujudkan sekolah sehat j. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d. redaksinya operasional. Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m. Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. akses. Contoh lain: a. yaitu kebutuhan peserta didik. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai.Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006).

indikator. semua mengajar sesuai bidangnya. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. administrasi. h. misi. silabus lengkap. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan. pendekatan belajar tuntas. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. Program harus mengacu pada tujuan. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras. SDM. peralatan. keluarga. Pengembangan silabus c. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL. Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran. dll f. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan.d. telah mengikuti PTBK.Pengembangan RPP d. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d. dan media pendidikan d. maka contoh programnya sbb: a. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . dll. Contoh lain program strategis: a. RPP lengkap. kompetensi dasar. dll e.Pengembangan sarana.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu. dan efisien sesuai dengan SNP” b. prasarana. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan. I. kesiswaan.Pengembangan sistem penilaian f. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. fasilitas. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. dan menyenangkan e. merata. Pengembangan kurikulum muatan lokal. b.Pengembangan proses pembelajaran b. efektif. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. PROGRAM STRATEGIS a. Pengembangan pemetaan e. dan perawatan memenuhi SPM g. kurikulum. kreatif. relevan. sarpras. model/sistem penilaian lengkap. yaitu kebutuhan peserta didik. pendekatan pembelajaran individual. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”. dan g. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan.

dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. membuat silabus. c. yaitu kebutuhan peserta didik.Dalam program Pengembangan srapras. sumber belajar. menambah. bahan ajar. lokakarya. Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b. seminar. IHT. In House Training. merata. dan menyenangkan e. workshop. membuat RPP. relevan. Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G. J. Monev 47 . efektif. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah. metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. dan g.e.dll. Peningkatan prestasi kelulusan. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. melengkapi. kreatif. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik.Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d.KD. d. Dan sebagainya K. teknik. membuat model-model penilaian. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. seni. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. L.Pengembangan manajemen sekolah f. dan efisien sesuai dengan SNP” b. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif. dan tahapan pencapaian. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan. dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah. dll melalui workshop. kapan dicapai. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. dan berwawasan kedepan c. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program. mutakhir. keluarga. ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu.

2. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS. baik program dalam rangka peningkatan mutu. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. menganalisis. pemerataan. tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. tindak lanjutnya) M. 48 . terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. membuat instrumen. Substansi yang dimonev a. 3. Semua program strategis dimasukkan.l. memvalidasi. dan lainnya 4. 2. Pada kolom program. kinerja sekolah. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. membuat laporan. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. Mewujudkan supervisi klinis CTL. pengadaan sarana kantor/pendidikan. efisiensi. dan tenaga kependidikan lainnya. melaksanakan. Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen. 5. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris.: kinerja guru. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku. 4. menganalisis. memvalidasi. tindak lanjutnya) 3. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. membuat laporan. 6. TU. 6. Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. keperluan sehari-hari. PEMBIAYAAN 1. 5. langganan jasa dan daya. melaksanakan. Pembiayaan untuk 5 tahun. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. relevansi. Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. dan sumber daya sekolah lainnya. guru.

................................. ....... Dst Sampai Dengan Th IV .... ..... ......... ... .. (Rp) . Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas . 1… … 2… … 3… … … Dst Jum .. .. ... ....... ......Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah .... ......... ..... ...... .......... ......... ... Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN . ... ........... .... .... .. .......... Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan ..... .... .. . ...... ... ........................... lah .... .... .................. ............. . .... ..... .........

00 50 . 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. baik internal maupun eksternal sekolah. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 3% angka putus sekolah b.II. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B.Terdapat 5% angka putus sekolah b. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3. No.00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1. yaitu 80% guru melaksanakan CTL c. Renop dibuat TIAP TAHUN. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D. BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2.

dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i. Prasarana.00) d. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga. UTS.000 rupiah per bulan per anak anak h. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j. keterbukaan. Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan. sarana. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 .000 rupiah per bulan per 70. media pembelajaran. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b. standar nasional. sarana. media e. UAS. Fungsi-fungsi pengelolaan f. Ratio kelulusan dengan d. Rata-rata biaya operasional g. baik ulangan kenaikan kelas. akunabel sebesar 80% g. pendidikan. Kualifikasi pendidik dan d. 50% guru belum h. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. Angka putus sekolah 0% (10%) c. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan. Prestasi non akademik i. pembelajaran. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. Dan sebagainya j. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. Angka putus sekolah tinggi b. kesenian. bahan ajar. bahan ajar. angka kenaikan tingkat a. partisipasi. Prasarana. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e.No.

e. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. aspek untuk kelas 8 semua mapel c. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. buku.No. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. dana. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. kesiswaan. Dan sebagainya Relevansi: a. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. Indikator. Dan sebagainya 25% 15% E. dll adalah dari 52 . Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. seperti: PBM. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a. KD. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. Indikator. aspek untuk kelas 7 semua mapel b. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. Dan sebagainya Relevansi: a . Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c. guru. Indikator. KD. manajemen. media. KD. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f.

Komite sekolah i.Dana b. Air e.Siswa f. Internal: a.Guru b. Komite sekolah c. Nara sumber c. ATK i.Fasilitas komputer d. Dana h. pendidik. sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana. Dan sebagainya 2. Dinas pendidikan d. Dana b. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1.Kolam d.PBM/latihan b. Tlima e. Dana h. fasilitas. Guru/pelatih c. Orang tua j. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Pakaian olah raga renang g. Tenaga administrasi j.Dinas pendidikan d. Eksternal: a. Komite sekolah c.Kepala sekolah f. Uji coba k. Internal: a. Dan sebagainya 2. Kurikulum g. Sarana olah raga renang e. Dan sebagainya 53 . Eksternal: a.internal sekolah.

Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah. f. INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. demikian pula sebaliknya. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . Analisis dilakukan tiap sasaran b. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. 3 kali Jumlah guru min. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B. Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. 1kali Jumlah guru min. 10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min.1 kali Pengalaman mengajar min. Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A.G.3 kali Pengalaman mengajar min. naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d.

maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a. tepat. Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B.Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. Berdasarkan hasil analisis SWOT. B. dan dipilih yang paling ringan. 55 .Matematika) 2.Ingg . b.Indo. Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya. Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1. dan efisien/efektif. Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah.

Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: . jumlah waktu.Sosialisasi KBK kepada guru . 1. Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d. time) e. Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya). Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b. Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: . RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a. achievable. measurable. relevan. Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume.Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2. Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah.Melaksanakan ws KBK . sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran. Program bersfifat SMART (spesific.Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I. Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”. (Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran.Mengirimkan guru ke MGMP . Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional.Mensupervisi/membimbing . c. dll. jumlah orang.Menyusun kalender pendidikan 56 . Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah).

.Penggandaan ........................ ...... Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah.......... untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4... J....Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: ...................Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil ... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1.. 6.. KBM... Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah. Instrumen..... RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 .. 5...............................Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel...................Menyusun pemetaan .. Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah................... pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan.... pemecahan masalah) d......... Rincian kegiatan MONEV antara lain: a................ Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran. Pengembangan perangkat instrumen c...... RPPdll) .. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi.................. 4......................... Persiapan b. Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5...................... 2.................... ......... ........... ........... Pelaporan K............................. 7. monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran.. dll 3........................Perabikan silabus dan sisnil ...................Penggandaan hasil ....... Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: .... kisi.............. 6..........Supervisi .. Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data...........MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: ............Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil ..... . sarana....... Supervisi juga termasuk masalah gurunya...... administrasi.3.

peningkatan relevansi. Semua program dimasukkan. Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja. Semua sumber dana dicantumkan. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . baik program dari peningkatan mutu. 2. peningkatan pemerataan. 4. maupun pengembangan kapasitas sekolah.1. demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana. peningkatan efieinsi. 3. RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5.

.................................... Kegiatan 1: 1) ................. 2) ......... Dll ..... 3) Dst B......................................... 3) Dst B.................................. 2) ................. 2) ..RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN ........Dst 1............. 1........................................................................... Vol....Dst 1................................ a........ 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ................................ Program 1: ............................... 20..................................... a.... 3) Dst II................ PENINGKATAN PEMERATAAN A......... Program 1: .... Kegiatan 1: 1) .......... Sasaran ke-1: ....... a.... Sasaran ke-2:.. Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah ... Or/Bln.............................. a..............Jmlh............ Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I.... RAPBS TAHUN KE Spesifikasi. Program 1: ............. BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 .... Satuan....... Sasaran ke-2:. Program 1: ............................. 1...... Kegiatan 1: 1) ............... Kegiatan 1: 1) ............................................................. 2) ........ Unit............ Sasaran ke-1: ...................................... PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A....

Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana... Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua.) L.) (. 15. LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1... Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b..... 60 . Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. Dll M.. anggota. Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d.. Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap... dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b. 17.. dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N. PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a. dan persediaan minimal bahan habis pakai........ Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9. Nomor rekening sekolah 3. Copyan sertifikat tanah 4. 10. penggunaan....(.... pengadaan.... Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e. Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c... 13.... Dan lainnya yang dianggap relevan... JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a. Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. Buku teks pelajaran yang dipakai.. SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8...... 11.) (............. 12.. sekretaris.. Ingat kalender pendidikan d..... 14... Jadwal rapat..... Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya.. Gambar layout sekolah 5.. Profil sekolah lengkap 2..... 16.... dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c. Master plan sekolah 7... Kalender pendidikan/akademik......... Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6...

61 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful