You are on page 1of 8

REFERAT

“ MIKROPENIS ”

OLEH : M. IKHSAN AMADEA 1102009186

Pembimbing: Dr. H. Herry Setya Yudha Utama, Sp.B, MHKes, FinaCs, ICS

KEPANITRAAN KLINIK ILMU BEDAH

RSUD ARJAWINANGUN CIREBON
1

Bentuk kelainan yang ditemukan pada ambigus genitalia sangat banyak dari klitoris yang membesar (phalus) pada wanita sampai dengan hipospadia pada anak laki-laki. Beberapa kasus yang dijumpai. yaitu suatu keadaan tidak terdapatnya kesesuaian karakteristik dalam menentukan jenis kelamin seseorang. Data di Indonesia belum banyak menunjukkan angka kejadian ambigus genitalia. 2 . Beberapa faktor seperti kelainan genetik maupun lingkungan juga mempengaruhi terjadinya ambigus genitalia. Keadaan inilah yang dinamakan “Ambigus Genitalia”. Dokter atau bidan yang menolong persalinan akan memberitahukan jenis kelamin anak pada orang tua setelah melihat dari alat kelamin luarnya.9% akan menanyakan jenis kelamin dari anak yang dilahirkannya kepada dokter atau bidan yang menolong persalinan.1 Diagnosis kelainan ini sangat tidak mudah hingga di butuhkan suatu tim yang dapat menyelesaikan masalah ambigus genitalia mulai dari diagnosis hingga aspek psikologik pada orang tua maupun anak. Konseling terhadap orang tua penderita ambigus genitalia harus segera dimulai dan orang tua mengerti kondisi ini sebagai variasi natural yang tidak umum pada kebanyakan orang. namun adakalanya sejak lahir orangtua maupun bidan bersalinnya sukar menentukan jenis kelamin bayi yang dilahirkan. Akan tetapi. sejak tahun 1991 di Semarang telah dilakukan pemeriksaan sitogenetik pada pasien ambigus genitalia sampai dengan xix kurang lebih 100 pasien dan sampai saat ini jumlah kasus tersebut semakin meningkat. Variasi bentuk dari pada ambigus genitalia tergantung etiologi timbulnya ambigus genitalia. orang tua penderita mengalami penundaan terhadap jenis kelamin. hal ini yang menjadikan pengalaman traumatik terhadap penderita maupun orang tua. Orang tua perlu mengetahui bahwa keadaan ini bukan kesalahannya hingga anak dapat tumbuh dan mendapat perhatian dengan baik. tahun 2005 Maharaj mempublikasikan bahwa prevalensi dari ambigus genitalia 1 dari 2000 bayi lahir hidup.BAB I PENDAHULUAN Seorang ibu pada proses melahirkan bayi 99. Hal ini disebabkan alat kelamin luar tidak dapat memberikan kejelasan tentang jenis kelamin bayi karena alat kelamin luar bayi mempunyai kemiripan dengan alat kelamin perempuan tetapi juga mirip dengan alat kelamin lelaki.

3 . Sedangkan pada umur 1 tahun. panjang penis pada anak yang baru lahir mencapai 3-4 cm. 2. 4 cm pada masa pubertas.1 DEFINISI Mikropenis Seorang pria dikatakan memiliki mikropenis apabila panjang penisnya kurang dari 2.Acuan ukuran yang dapat dipakai adalah apabila ukuran penis kurang dari 2 cm saat kelahiran. rata-rata panjang penis anak mencapai 3-5 cm.BAB II Mikropenis 2.selain itu dikatakan fenomena penis anak yang sangat kecil. Umumnya.5 standar deviasi rata-rata ukuran penis pria normal pada usia tertentu. Jika ukuran kurang dari ukuran normal bisa jadi anak mengalami mikropenis. Ukuran penis anak yang mengalami mikropneis tak lebih besar dari ibu jari.5 cm saat berusia satu tahun. dan 10 cm di akhir masa pubertas atau saat dewasa.

sehingga penyebab sering tidak diketahui. sindrom Bardet Biedl. Defisiensi sekresi testosteron a. Hipogonadotropik hipogonadisme. defek reseptor androgen. sehingga diperlukan terapi pengganti (replacement therapy) yang menetap (irreversible). 2. sindrom Bardet Biedl.2.2. Kelainan yang termasuk defek aksis testeron adalah defisiensi growth hormone/insulin – like growth factor I. Idiopatik Mikropenis idiopatik diagnosis ditegakkan jika fungsi jaras hipotalamus – gonad normal. 4 . Hipergonadotropik hipogonadisme. sindrom Klinefelter dan Poly X. dan sindrom Rud. defek hormon luteinezing. Trisomi 21. etiologi mikropenis : 1. atau sindrom Laurence – Moon. sindrom Noonan. seperti anorchia. defisiensi hormon pituitari lain. Penyebab terbanyak biasanya dihubungkan dengan kelainan kariotipe dan somatik.Contoh gangguan gonad sekunder adalah sindrom Kallman. penambahan panjang penis yang mendekati normal sebagai respons terhadap pemberian testosteron eksogen. sindrom Laurence – Moon. defek genetik pada steroidogenesis testosteron. ETIOLOGI Keberhasilan tata laksana mikropenis tergantung pada penyebab yang heterogen. 3. Anomali pertumbuhan Kegagalan pada saat embironal yang mengakibatkan tidak turunnya testis dan tidak berkembangnya penis 4. defisiensi 5 a reduktase. disgenesis gonad. Ditandai dengan peningkatan konsentrasi gonadotropin yang disebabkan tidak adanya umpan balik negatif dari steroid seks gonad. Keadaan ini disebut juga gangguan gonad sekunder. b. Pada gangguan gonad primer terjadi produksi androgen yang tidak adekuat karena defisiensi salah satu enzim sintesis testosteron. Hipergonadotropik hipogonadisme disebut juga dengan gangguan gonad primer. Secara umum. sindrom Robinow. sindrom Prader – Willi. sindrom fetal hidantoin. Defek pada aksis testosteron. dan adanya maskulinisasi normal pada masa pubertas.

5 cm. infertilitas. penyebab mikropenis lebih banyak dipengaruhi oleh kejadian yang mempengaruhi sekresi atau kerja testosteron pada fase ke-2. maupun kerja testosteron dapat mempengaruhi morfogenesis dan atau ukuran penis). ditarik 5 . Oleh pengaruh testosteron penis bertambah panjang 10 kali lipat sehingga pada saat lahir panjangnya 3.Riwayat keluarga :adanya riwayat lahir mati atau hipospadia.5 SD . Analisis kromosom dilakukan atas indikasi. Pengukuran sebaiknya menggunakan rol yang tipis dan keras atau bisa juga menggunakan spatula kayu dan pinsil untuk menandai batas pengukuran. Biasakan meminta izin si anak jika hendak melakukan pemeriksaan.3. Penderita dibaringkan dalam keadaan terlentang. yaitu : Tahap I (intrauterin) Formatif phase Linear growth phase Pada akhir formatif phase panjang penis hanya 3. testosteron) → dicurigai adanya pan-hipopitutarisme. karena merupakan hal yang sangat esensial dalam tata laksana mikropenis.Cara engukur penis dapat dilakukan dalam keadaan lemas (flaccid) dan diregang (stretched).Riwayat obstetri : berupa penurunan gerakan janin atau otot bayi yang lemas waktu dilahirkan (sindrom Prader Willi) Mikropenis ditegakkan jika hasil pengukuran penis di bawah rerata – 2. 2. Hormonal (LH. Inspeksi keadaan genital secara umum harus dilakukan sebelum pengukuran dimulai. Tahap II (ekstrauterin) Sangat dipengaruhi oleh hormon testosteron (gangguan produksi. kriptorkidismus. Glans penis dipegang dengan jari telunjuk dan ibu jari.4 GAMBARAN KLINIS DAN DIAGNOSIS Diagnosis 1. atau kelainan kongenital ke arah kelainan genetik yang diturunkan. sekresi.5 mm. FSH. masalnya pada kasus mikropenis dengan kongenital anomali lainnya. PATOFISIOLOGI Pertubuhan dan perkembangan penis terdiri dari 2 tahap. . Pengukuran harus dilakukan dengan teliti.2. Anamnesis .

testosteron) → dicurigai adanya pan-hipopitutarisme. Pembedahan kebanyakan anak-anak lelaki dengan micropenis sensitif pada testosterone therapy. 6 . anak-anak akan merasa takut. Tetapi tindakan ini masih menjadi pro dan kontra. atau sedikitnya ditunda. Terapi dilakukan sebelum masa pubertas atau dibawah usia 14 tahun. masalnya pada kasus mikropenis dengan kongenital anomali lainnya 2. Bedah ini dapat dilakukan dengan pertimbangan faktor fisiologis. Namun apabila terapi tidak berhasil. waktu yang tepat dilakukan adalah pada saat kelahiran hingga usia 6 bulan. Secara fisiologis. 2. sehingga dibutuhkan pendamping yakni ibunya Perawatan medik Testosterone therapy dalam berbagai format misalnya. memacu pubertas jika terapi diberikan berlebihan. Ukuran penis kurang dari 2. Diatas itu. sampai evaluasi sesuai. Pemeriksaan fisik Mencari adanya dismorfik yang merupakan tanda sindrom malformasi. dan therapy diselesaikan. yakni 1 kali setiap terapi.5 SB ukuran normal menurut usia tanpa ditemukan kelainan diferensiasi seksual. fungsi jenis kelamin jelas. 3. prepusium tidak ikut diukur. bahkan dilakukan sejak bayi dengan menggunakan intramuskular testosteron dan gel dihidrotestosteron topical. Pemeriksaan Penunjang Hormonal (LH. terjadi penutupan lempeng tulang.5 PENATALAKSANAAN Terapi ini dilakukan dnegan cara terapi hormon sejak dini. Tentu saja terapi ini memiliki efek samping seperti sering terjadi ereksi. pengobatan lain yang dapat ditempuh adalah bedah orchipexy. tambalan digunakan untuk meningkat/kan ukuran penis pada anak-anak dan bayi. FSH. suntikan. Khitanan harus dihindarkan. krim. 1 -3 suntikan testosterone ( 25-50 mg) dengan interval 4 minggu masa kanak-kanak mengakibatkan peningkatan cukup pada ukuran penis normal untuk acuan digunakan umur. Terapi ini dilakukan selama 4 kali setiap 3 hingga 4 minggu dengan total suntikan sebanyak 4 kali. sehingga genitoplasty hanya pada situasi ekstrim di mana testosterone terapi tidak efekif.secara vertikal sejauh mungkin. Kemudian diukur panjang penis mulai dari basis penis (pubis) hingga glans penis. teknis dan resiko jika diadakan terlalu dini. Analisis kromosom dilakukan atas indikasi.

melakukan operasi rekonstruksi pada 13 kasus. protein reseptor androgen dan enzim 5areduktase secara signifikan melakukan down regulation pada penis selama periode pematangan normal.R. trapped penis. Bergeson dkk. Sebenarnya operasi yang dilaporkan berhasil dilakukan bukanlah pada kasus mikropenis yang sebenarnya. topikal. untuk fungsi ereksi dipakai penis buatan. webbed penis. Terapi Bedah Tindakan operasi untuk membesarkan penis memberikan hasil yang bervariasi. Waktu yang tepat untuk melakukan operasi rekonstruksi masih belum jelas. Ada beberapa keadaan yang membuat penis menjadi atau kelihatan kecil. waktu pemberian.Terapi hormonal Tidak ada konsensus mengenai dosis. karena prepusium berguna untuk merekonstruksi bagian-bagian penis itu sendiri. Pengukuran panjang penis dilakukan 2 minggu setelah suntikan terakhir. Testosteron dapat diberikan secara oral. cara pemberian. Mengenai waktu untuk melakukan penggantian kelamin masih belum ada kesepakatan. transdermal. tetapi justru banyak dilakukan oleh dokter termasuk ahli bedah. mendapatkan bahwa testosteron 25 mg diberikan 4 kali setiap 3 minggu secara intramuskular tidak mempercepat usia tulang pasien mikropenis. Justru hal ini akan menyulitkan apabila akan dilakukan operasi rekonstruksi di kemudian hari. Jika terjadi kegagalan penambahan panjang penis. seperti inconspicuous penis (penis yang menghilang). Kesulitan operasi terutama karena terbatasnya kemampuan untuk membentuk jaringan korpus penis. dan lama pengobatan androgen pada pasien dengan mikropenis. reseptor androgen dan enzim 5a-reduktase berkurang secara progresif pada jaringan korpus penis selama pertumbuhan penis normal. dipertimbangkan operasi penggantian jenis kelamin. Sejak diketahui bahwa reseptor androgen dan enzim 5a-reduktase mempunyai hubungan integral terhadap perkembangan penis. Pemberian testosteron enanthate 25-50 mg intramuskular setiap bulan. 7 . selama 3 bulan. Selain operasi rekonstruksi. pada mikropenis yang gagal dengan terapi hormonal. Hal ini memang akibat kelemahan cara mendiagnosis mikropenis itu sendiri. yang diakibatkan oleh berbagai kondisi seperti buried penis. Diharapkan rerata penambahan panjang penis sekitar 2 cm. Dianjurkan pengobatan dimulai pada usia 1 tahun dan jika gagal diulang kembali. Pada semua keadaan ini sirkumsisi merupakan kontraindikasi. Mereka menganggap dengan melakukan sirkumsisi maka penis akan menjadi normal atau paling tidak membesar. concealed penis. dan diminutive penis. tetapi hasilnya tidak memuaskan. Efek samping pemberian testosteron dapat dikurangi dengan cara pemberian yang benar dan dosis sesuai yang dianjurkan berdasarkan pengalaman penelitian Batubara J.

BAB III kesimpulan Penanganan mikropenis seharusnya berdasarkan etiologi dan pada beberapa keadaan fungsi lebih diutamakan daripada ukuran penis. Terapi hormonal masih merupakan pilihan dan tindakan operatif merupakan alternatif pada kasus yang gagal dengan terapi hormonal. 8 .