TUGAS

Perencanaan dan Pengembangan Pembelajaran Matematika

REFERENSI “TAKSONOMI BLOOM” EDISI REVISI

Disusun oleh:
NAMA NPM : GITTA AGNES PUTRI : 11.601040.002

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL PROGRAM STUDI PENDIDKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN 2013

Simpson mengembangkan domain psikomotor (psyco-motor domain). Handbook I: Cognitive Domain”. Bloom. kata “Jenjang Kognitif atau sering disingkat “C” (dari kata Cognitive) merupakan istilah yang sangat akrab dalam merumuskan tujuan pembelajaran dan penentuan jenjang soal. Pengetahuan merupakan kata benda sedangkan proses kognitif merupakan kata kerja. pada taksonomi yang baru pengetahuan benar-benar dipisah dari dimensi proses kognitif. Ringkasnya.Bagi guru dan praktisi pendidikan. Pertama. termasuk Indonesia. Taksonomi yang baru melakukan pemisahan yang tegas antara dimensi pengetahuan dengan dimensi proses kognitif. Taksonomi tujuan pembelajaran yang baru Taksonomi Bloom pada dasarnya adalah taksonomi tujuan pendidikan. Marsia pada tahun 1964. 2001). Konsep mengenai taksonomi ini ditawarkan Bloom pada tahun 1948 di Boston. . Setidaknya ada dua nilai positif dari taksonomi yang baru ini dalam kaitannya dengan asesmen. Airasian. Pintrich. Meskipun ide-ide dalam buku tersebut masih sangat bermanfaat. dimensi pengetahuan dimasukkan pada jenjang paling bawah (Pengetahuan). namun dinilai perlu adanya revisi untuk lebih bisa mengadopsi perkembangan dan temuan baru dalam dunia pendidikan. meskipun tidak semua domain dikembangkan olehnya. Krathwohl bersama dengan Bloom dan Bertram B. Furst. Engelhart. Selama hampir setengah abad buku itu banyak menjadi rujukan di berbagai negara. Pada awalnya. dan Wittrock. Dikenal dengan nama Taksonomi Bloom. Oleh karena itulah diterbitkan edisi revisi buku tersebut yang berjudul “A Taxonomy for Learning and Teaching and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives” (Anderson. Cruikshank. Krathwohl. terminologi dan pendekatan. Mayer. Kemudian pada tahun 1972. Pemisahan ini dilakukan sebab dimensi pengetahuan berbeda dari dimensi proses kognitif. The Classification of Educational Goals. perubahan Taksonomi Bloom dibagi menjadi tiga kategori besar. Taksonomi Bloom hanya terdiri dari dua bagian. yaitu domain kognitif ( cognitive domain) dan domain afektif (affective domain). Domain kognitif dikembangkan Bloom pada tahun 1956. Istilah dimaksud diambil dari taksonomi tujuan pembelajaran yang dikemukakan oleh Bloom. karena yang mencetuskan ide ini bernama Benjamin S. Hill dan Krathwohl (1956) dalam bukunya “The Taxonomy of Educational Objectives. yaitu struktur. Kalau pada taksonomi yang lama. karena pengetahuan dipisah dengan proses kognitif. sedangkan domain afektif dikembangkan oleh David R. Raths.

waktu dan informasi lain yang sifatnya sangat spesifik. pengetahuan tentang istilah ilmiah dan pengetahuan tentang simbol dalam peta. pengetahuan konseptual. dsb. Pengetahuan prosedural dan pengetahuan metakognitif merupakan dua macam pengetahuan yang dalam taksonomi yang lama kurang mendapat perhatian. kini bisa memvariasikan soalnya. dst. guru sains akan lebih terdorong mengembangkan soal untuk mengukur keterampilan proses siswa yang selama ini masih sering terabaikan. Dengan dimunculkannya pengetahuan prosedural. pengetahuan metakognitif belum dicantumkan sebagai jenis pengetahuan yang juga harus dipelajari siswa. C1-metakognitif. Beberapa contoh pengetahuan tentang bagian detail dan unsur- . Pengetahuan faktual pada umumnya merupakan abstraksi tingkat rendah. Dalam taksonomi yang lama. pengetahuan prosedural dan pengetahuan metakognitif. Seorang guru yang membuat soal jenjang C1. yaitu pengetahuan tentang terminologi (knowledge of terminology) dan pengetahuan tentang bagian detail dan unsurunsur (knowledge of specific details and element). Apabila dalam taksonomi yang lama. Aa. C1-konseptual. Dimensi Pengetahuan (Perubahan Struktur) Ada empat macam pengetahuan. menjadi C1-faktual. yaitu: pengetahuan faktual. C1-prosedural.. Pengetahuan tentang bagian detail dan unsur-unsur (knowledge of specific details and element): mencakup pengetahuan tentang kejadian. Pengetahuan tentang terminologi (knowledge of terminology): mencakup pengetahuan tentang label atau simbol tertentu baik yang bersifat verbal maupun non verbal. Setiap disiplin ilmu biasanya mempunyai banyak sekali terminologi yang khas untuk disiplin ilmu tersebut. A. taksonomi yang baru memungkinkan pembuatan soal yang bervariasi untuk setiap jenis proses kognitif. C3. Kedua. dalam taksonomi yang baru tiap jenjang menjadi 4 kali lipat sebab ada 4 macam pengetahuan. Beberapa contoh pengetahuan tentang terminologi: pengetahuan tentang alfabet. orang. C2. Ab. hanya dikenal jenjang C1.guru dapat segera mengetahui jenis pengetahuan mana yang belum diukur. Pengetahuan Faktual (Factual knowledge) Pengetahuan yang berupa potongan-potongan informasi yang terpisah-pisah atau unsur dasar yang ada dalam suatu disiplin ilmu tertentu. Jenis-jenis pengetahuan ini sesungguhnya menunjukkan penjenjangan dari yang sifatnya konkret (faktual) hingga yang abstrak (metakognitif). Ada dua macam pengetahaun faktual.

dan sruktur. model dan struktur: mencakup pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi dan saling keterkaitan antara keduanya yang menghasilkan kejelasan terhadap suatu fenomena yang kompleks. pengetahuan tentang masa geologi dan pengetahuan tentang pengelompokan tumbuhan. kelas. Beberapa contoh pengetahuan . pendidik perlu memilih dan memilah fakta mana yang sangat penting dan fakta mana yang kurang penting. pengetahuan tentang seleksi alamiah dan pengetahuan tentang prinsip-prinsip belajar. Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori: mencakup pengetahuan tentang kategori. Beberapa contoh pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi: pengetahuan tentang hukum Mendel. Ada tiga macam pengetahuan konseptual. Pengetahuan konseptual Pengetahuan yang menunjukkan saling keterkaitan antara unsur-unsur dasar dalam struktur yang lebih besar dan semuanya berfungsi bersama-sama. yaitu prinsip atau generalisasi. B. yaitu pengetahaun tentang klasifikasi dan kategori. pengetahuan tentang produk suatu negara dan pengetahuan tentang sumber informasi. Bb. Bc.unsur. model dan struktur merupakan jenis pengetahuan yang sangat abstrak dan rumit. Pengetahuan tentang teori. kejadian dan saling keterkaitan antara sejumlah fakta. Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori merupakan pengetahuan yang sangat penting sebab pengetahuan ini juga menjadi dasar bagi siswa dalam mengklasifikasikan informasi dan pengetahuan. Pengetahuan konseptual mencakup skema. model. Pengetahuan tentang teori. baik yang implisit maupun eksplisit. Prinsip dan generalisasi biasanya cenderung sulit untuk dipahami siswa apabila siswa belum sepenuhnya menguasai fenomena-fenomena yang merupakan bentuk yang “teramati” dari suatu prinsip atau generalisasi. Tanpa kemampuan melakukan klasifikasi dan kategorisasi yang baik. Pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi: mencakup abstraksi hasil observasi ke level yang lebih tinggi. Prinsip dan generalisasi merupakan abstraksi dari sejumlah fakta. misalnya pengetahuan tentang nama tempat dan waktu kejadian. bagian atau susunan yang berlaku dalam suatu bidang ilmu tertentu. siswa akan kesulitan dalam belajar. model pemikiran dan teori. Beberapa contoh pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori: pengetahuan tentang bagian-bagian kalimat. Ba. Karena fakta sangat banyak jumlahnya. pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi serta pengetahuan tentang teori.

pengetahuan tentang model DNA dan pengetahuan tentang model atom. Pengetahuan tentang teknik dan metode yang berhubungan dengan suatu bidang tertentu: mencakup pengetahuan yang pada umumnya merupakan hasil konsensus. Ca. Siswa dituntut bukan hanya tahu sejumlah teknik atau metode tetapi juga dapat mempertimbangkan teknik atau metode tertentu yang sebaiknya digunakan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang dihadapi saat itu. pengetahuan mengukur suhu air yang dididihkan dalam beker gelas dan pengetahuan tentang memipet. Pengetahuan metakognitif Pengetahuan tentang kognisi secara umum dan pengetahuan tentang diri sendiri. baik yang bersifat rutin maupun yang baru. pengetahuan tentang metode penelitian yang sesuai untuk suatu permasalahan sosial dan pengetahuan tentang metode ilmiah. model dan struktur: pengetahuan tentang teori evolusi.tentang teori. Cb. kriteria pemilihan rumus yang sesuai untuk memecahkan masalah dan pengetahuan memilih metode statistika yang sesuai untuk mengolah data. strategi atau metode harus digunakan. Penelitianpenelitian tentang metakognitif menunjukkan bahwa seiring dengan perkembangannya. Pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan kapan suatu prosedur tepat untuk digunakan: mencakup pengetahuan tentang kapan suatu teknik. Beberapa contoh pengetahuan jenis ini misalnya. Beberapa contoh pengetahuan jenis ini misalnya: pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan jenis-jenis tulisan. Cc. Pengetahuan tentang teknik dan metode lebih mencerminkan bagaimana ilmuwan dalam bidang tersebut berpikir dan memecahkan masalah yang dihadapi. misalnya: pengetahuan tentang keterampilan menimbang. C. D. Beberapa contoh pengetahuan yang termasuk hal ini. Pengetahuan prosedural Pengetahuan tentang bagaimana mengerjakan sesuatu. Pengetahuan tentang keterampilan khusus yang berhubungan dengan suatu bidang tertentu dan pengetahuan tentang algoritma: mencakup pengetahuan tentang keterampilan khusus yang diperlukan untuk bekerja dalam suatu bidang ilmu atau tentang algoritma yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Seringkali pengetahuan prosedural berisi langkah-langkah atau tahapan yang harus diikuti dalam mengerjakan suatu hal tertentu. siswa . perjanjian atau aturan yang berlaku dalam disiplin ilmu tertentu.

yaitu . yaitu “synthesis” hilang. Perubahan terjadi juga pada level kedua. Pada level ke satu yang semula “knowledge” berubah menjadi “remember”.menjadi semakin sadar akan pikirannya dan semakin banyak tahu tentang kognisi dan apabila siswa bisa mencapai hal ini. juga dengan perubahan sebutan dari “evaluation” menjadi “evaluate”. dinaikkan levelnya menjadi level ke-enam tetapi dengan perubahan mendasar. Pengetahuan jenis ini dapat digunakan bukan hanya dalam suatu bidang tertentu tetapi juga dalam bidang-bidang yang lain. “evaluation” versi lama diubah posisinya dari level keenam menjadi level kelima. Beberapa contoh pengetahuan jenis ini misalnya: pengetahuan bahwa buku pengetahuan lebih sulit dipahami dari pada buku populer dan pengetahuan bahwa meringkas bisa digunakan untuk meningkatkan pemahaman. Db. Level ketiga diubah sebutan dari “application” menjadi “apply”. Dc. Dimensi proses kognitif dalam taksonomi yang baru (Perubahan Terminologi) Pada dimensi proses kognitif ada perubahan kata kunci. Da. termasuk di dalamnya pengetahuan tentang konteks dan kondisi yang sesuai: mencakup pengetahuan tentang jenis operasi kognitif yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tertentu serta pemilihan strategi kognitif yang sesuai dalam situasi dan kondisi tertentu. maka mereka akan lebih baik lagi dalam belajar. Beberapa contoh pengetahuan jenis ini misalnya: pengetahuan bahwa seseorang yang ahli dalam suatu bidang belum tentu ahli dalam bidang lain. Pengetahuan tentang diri sendiri: mencakup pengetahuan tentang kelemahan dan kemampuan diri sendiri dalam belajar. Pengetahuan tentang tugas kognitif. Level kelima lama. Pengetahuan strategik: mencakup pengetahuan tentang strategi umum untuk belajar. yaitu “comprehension” yang dipertegas menjadi “understand”. Level keempat jua diubah sebutan dari “analysis” menjadi “analyze”. Salah satu syarat agar siswa dapat menjadi pembelajar yang mandiri adalah kemampuannya untuk mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan serta bagaimana mengatasi kekurangan tersebut. berpikir dan memecahkan masalah. Perubahan mendasar terletak pada level kelima dan keenam. Beberapa contoh pengetahuan jenis ini misalnya: pengetahuan bahwa mengulang-ulang informasi merupakan salah satu cara untuk mengingat dan pengetahuan tentang strategi perencanaan untuk mencapai tujuan. yaitu dari kata benda menjadi kata kerja. pengetahuan tentang tujuan yang ingin dicapai dan pengetahuan tentang kemampuan yang dimiliki dalam mengerjakan suatu tugas.

Tensimeter C. tugas mengingat hendaknya selalu dikaitkan dengan aspek pengetahuan yang lebih luas dan bukan sebagai suatu yang lepas dan terisolasi. A. 1.. Berikut ini gambaran perubahan taksonomi versi lama dan versi baru dalam hal dimensi proses kognitif dan penjelasannya.2 Mengingat (Recalling): menarik kembali informasi yang tersimpan dalam memori angka panjang apabila ada petunjuk (tanda) untuk melakukan hal tersebut. Contoh soal: Siapakah penemu bola lampu listrik? ... Bentuk tes yang meminta siswa menentukan betul atau salah. Mikrometer 1. Menghafal (Remember): menarik kembali informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjang. Evaluation Synthesis Analysis Application Comprehension Knowledge Old Version Create Evaluate Analyze Apply Understand Remember New Version 1. Higrometer B. Kalorimeter D. menjodohkan dan pilihan berganda merupakan tes yang sesuai untuk mengukur kemampuan mengenali. Istilah lain untuk mengingat adalah menarik (retrieving).1 Mengenali (Recognizing): mencakup proses kognitif untuk menarik kembali informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjang yang identik atau sama dengan informasi yang baru. Untuk mengkondisikan agar “mengingat” bisa menjadi bagian belajar bermakna. Mengingat merupakan proses kognitif yang paling rendah tingkatannya.dengan nama “create”. Tanda di sini seringkali berupa pertanyaan. Istilah lain untuk mengenali adalah mengidentifikasi (identifying). Kategori ini mencakup dua macam proses kognitif: mengenali (recognizing) dan mengingat (recalling). Contoh soal: Alat untuk mengukur tekanan darah adalah .

Edison D. meringkas (summarizing).000 Rp. Memahami (Understand): mengkonstruk makna atau pengertian berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki. Karena penyususn skema adalah konsep. Thomas A. 100.000 sebagai berikut: NO 1 2 3 4 5 JENIS PENGELUARAN Belanja Dapur Sewa Rumah Ongkos Listrik + gas Tabungan + Lain-lain JUMLAH Rp.000 Rp. George T. maupun dari kata-kata ke kata-kata.000 Rp. maka pengetahuan konseptual merupakan dasar pemahaman. misalnya dari dari kata-kata ke grafik atau gambar atau sebaliknya. 600. misalnya meringkas atau membuat parafrase.2 Memberikan contoh (exemplifying): memberikan contoh dari suatu konsep atau prinsip yang bersifat umum. memberikan contoh (exemplifying). Memberikan contoh menuntut kemampuan mengidentifikasi ciri khas . membandingkan (comparing) dan menjelaskan (explaining). Informasi yang disajikan dalam tes haruslah “baru” sehingga dengan mengingat saja.200.1 Menafsirkan (interpreting): mengubah dari satu bentuk informasi ke bentuk informasi yang lainnya.000 Rp. 150. Istilah lain untuk menafsirkan adalah mengklarifikasi (clarifying). Contoh soal: Seorang ibu rumah tangga mengelola pengeluaran bulanannya yang berjumlah Rp 1. 300. 2. mengaitkan informasi yang baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki atau mengintegrasikan pengetahuan yang baru ke dalam skema yang telah ada dalam pemikiran siswa. Kategori memahami mencakup tujuh proses kognitif: menafsirkan (interpreting).A. mengklasifikasikan (classifying). Bell C. James Watt B. siswa tidak akan bisa menjawab soal yang diberikan. memparafrase (paraphrasing). menerjemahkan (translating) dan menyajikan kembali (representing). 50. Phillips 2. dari katakata ke angka atau sebaliknya.000 Buatlah pengeluaran ibu tersebut dalam bentuk diagram lingkaran! 2. menarik inferensi (inferring). Alexander G.

Sebagai contoh. Daun yang mati B. phyll = daun) secara konsep . Kecoa D.3 Mengkelasifikasikan (classifying): Mengenali bahwa sesuatu (benda atau fenomena) masuk dalam kategori tertentu. Istilah-istilah dalam pelajaran biologi merupakan label untuk suatu konsep sehingga sulit untuk langsung diindonesiakan atau diganti dengan kata lain. pengindonesiaan kata “chlorophyll” menjadi “klorofil” secara konsep sesungguhnya tidak akurat. Ranting pohon 2. Contoh soal: Binatang manakah diantara binatang berikut yang tidak termasuk serangga? A. Kupu-kupu 2. Besi D. Contoh soal: Istilah asing yang digunakan dalam pelajaran biologi bukanlah sekedar kata-kata yang berfungsi sebagai alat komunikasi yang fungsinya dapat digantikan dengan kata-kata lain. Istilah lain untuk memberikan contoh adalah memberikan ilustrasi (illustrating) dan mencontohkan (instantiating). Manakah dari benda-benda berikut yang tidak mengandung bahan organik? A.suatu konsep dan selanjutnya menggunakan ciri tersebut untuk membuat contoh. Istilah lain untuk mengklasifikasikan adalah mengkategorisasikan (categorising). Istilah lain untuk meringkas adalah membuat generalisasi (generalising) dan mengabstraksi (abstracting). Kata “chlorophyll” (chloro = pigmen warna hijau. Nyamuk C. Jengkerik B. Laba-laba E.4 Meringkas (summarising): membuat suatu pernyataan yang mewakili seluruh informasi atau membuat suatu abstrak dari sebuah tulisan. Termasuk dalam kemampuan mengklasifikasikan adalah mengenali ciri-ciri yang dimiliki suatu benda atau fenomena. Darah C. Jamur E. Meringkas menuntut siswa untuk memilih inti dari suatu informasi dan meringkasnya.

Membandingkan mencakup juga menemukan kaitan antara unsurunsur satu objek atau keadaan dengan unsur yang dimiliki objek atau keadaan lain.53 22.5 Menarik inferensi (inferring): menemukan suatu pola dari sederetan contoh atau fakta. 2.43 19. Istilah asing dalam pelajaran biologi merupakan penunjuk konsep. 21: 33 E. Pernyataan manakah yang merupakan inti paragraf di atas? A.36 05. Istilah asing dalam pelajaran biologi banyak yang diindonsiakan C. ide ataupun situasi.35 21. 20: 33 C. menginterpolasi (interpolating).34 05.53 18.36 05. Dalam pelajaran biologi banyak istilah-istilah asing. Istilah .33 Pada pukul berapakah bulan terbit pada tanggal 5 Mei? A.34 05. Contoh soal: NO 1 2 3 4 5 6 7 TANGGAL 1 Mei 2 Mei 3 Mei 4 Mei 5 Mei 6 Mei 7 Mei MATAHARI TERBIT 05. D. 21: 03 D. Dalam bahasa Indonesia tidak dikenal istilah asing E.35 05.35 05.6 Membandingkan (comparing): mendeteksi persamaan dan perbedaan yang dimiliki dua objek. 21: 43 2. Istilah lain untuk menarik inferensi adalah mengekstrapolasi (extrapolating). Kata klorofil tidak berasal dari bahasa Indonesia.43 BULAN TERBIT 17. B.menjadi hilang maknanya apabila diganti menjadi klorofil sebab dalam bahasa Indonesia tidak dikenal akar kata “kloro” maupun “fil”. 10: 23 B. Untuk dapat melakukan inferensi siswa harus terlebih dapat menarik abstraksi suatu konsep/prinsip berdasarkan sejumlah contoh yang ada. memprediksi (predicting) dan menarik kesimpulan (concluding).

Energi yang dipakai pada rangkaian paralel lebih banyak C. Langkah-langkah yang diperlukan sudah tertentu dan juga dalam urutan tertentu. Istilah lain untuk menjalankan adalah melakukan (carrying out). Teduhnya bumi karena awan 2. Habisnya batu baterai pada senter C. Ditelannya bulan oleh raksasa B. Terhalangnya bintang oleh awan E. Oleh karena itu mengaplikasikan berkaitan erat dengan pengetahuan prosedural. maka hasilnya sudah tertentu pula. Apabila langkah-langkah tersebut benar. Mengaplikasikan (Applying): mencakup penggunaan suatu prosedur guna menyelesaikan masalah atau mengerjakan tugas. Kategori ini mencakup dua macam proses kognitif: menjalankan (executing) dan mengimplementasikan (implementing).7 Menjelaskan (explaining): mengkonstruk dan menggunakan model sebab-akibat dalam suatu sistem. Istilah lain untuk menjelaskan adalah mengkonstruksi model (constructing a model). Contoh soal: Mengapa batu baterai yang digunakan untuk menyalakan 2 buah lampu dengan rangkaian paralel lebih cepat “habis” dibandingkan apabila digunakan rangkaian seri? A.lain untuk membandingkan adalah mengkontraskan (contrasting). Contoh soal: Manakah dari pernyataan berikut yang bisa menggambarkan kejadian gerhana bulan? A. Rangkaian seri memerlukan kabel yang lebih pendek 3. Namun tidak berarti bahwa kategori ini hanya sesuai untuk pengetahuan prosedural saja. Rangkaian paralel lebih boros daripada rangkaian seri B. Termasuk dalam menjelaskan adalah menggunakan model tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi apabila salah satu bagian sistem tersebut diubah. Contoh soal: . mencocokkan (matching) dan memetakan (mapping). 3. Tertutupinya batu oleh bayangan pohon besar D.1 Menjalankan (executing): menjalankan suatu prosedur rutin yang telah dipelajari sebelumnya. Rangkaian paralel tidak cocok untuk batu baterai D. Hambatan pada rangkaian seri lebih kecil E.

4. bentuk dan ukuran bukanlah ciri yang esensial. . Istilah lain untuk membedakan adalah memilih (selecting) dan memfokuskan (focusing). Namun apabila yang diminta adalah membandingkan hal-hal tersebut bisa dijadikan pembeda. fungsi dan penting tidaknya. Menganalisis (Analyzing): menguraikan suatu permasalahan atau obyek ke unsur-unsurnya dan menentukan bagaimana saling keterkaitan antar unsur-unsur tersebut dan struktur besarnya. Karena diperlukan kemampuan memilih.• Berapa macamkah gamet yang dihasilkan dari hasil persilangan dengan 8 sifat beda? • Berapa literkah isi sebuah drum dengan tinggi 1 m dan diameter 25 cm? 3. siswa dituntut untuk bisa memodifikasinya sesuai keadaan yang dihadapi. siswa dituntut untuk memiliki pemahaman tentang permasalahan yang akan dipecahkannya dan juga prosedur-prosedur yang mungkin digunakannya.1 Membedakan (differentiating): membedakan bagian-bagian yang menyusun suatu struktur berdasarkan relevansi. Contoh: menganalisis keseimbangan dinamis suatu ekosistem. Apabila prosedur yang tersedia ternyata tidak tepat benar. Misalnya. mengorganisir (organizing) dan menemukan pesan tersirat (attributting). Ada tiga macam proses kognitif yang tercakup dalam menganalisis: membedakan (differentiating). faktor warna. Oleh karena itu membedakan (differentiating) berbeda dari membandingkan (comparing). Istilah lain untuk mengimplementasikan adalah menggunakan (using). Contoh soal: Seorang petani mempunyai sebidang tanah dengan bentuk kurang lebih sebagai berikut: 15 30 8 Berapakah luas tanah tersebut? 4.2 Mengimplementasikan (implementing): memilih dan menggunakan prosedur yang sesuai untuk menyelesaikan tugas yang baru. 4. Membedakan menuntut adanya kemampuan untuk menentukan mana yang relevan/esensial dari suatu perbedaan terkait dengan struktur yang lebih besar.2 Mengorganisir (organizing): mengidentifikasi unsur-unsur suatu keadaan dan mengenali bagaimana unsur-unsur tersebut terkait satu sama lain untuk membentuk suatu struktur yang padu. apabila seseorang diminta membedakan antara apel dan jeruk.

berdasarkan kriteria eksternal. Mengevaluasi: membuat suatu pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar yang ada. Contoh: merancang serangkaian percobaan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. 6.3 Menemukan pesan tersirat (attributting): menemukan sudut pandang. 5. Bloom sendiri mengakui bahwa taksonomi versi asli "tak terduga" telah digunakan oleh sejumlah kalangan yang tak terhitung lagi jumlahnya.1 Memeriksa (Checking): Menguji konsistensi atau kekurangan suatu karya berdasarkan kriteria internal (kriteria yang melekat dengan sifat produk tersebut).4. Perubahan Penekanan Penekanan adalah kategori perubahan ketiga dan terakhir. 5. Ada dua macam proses kognitif yang tercakup dalam kategori ini: memeriksa (checking) dan mengritik (critiquing). 6. Contoh: menganalisis mengapa seseorang menulis di surat kabar bahwa hutan di Jawa Barat masih cukup luas. 5. Contoh: mendesain (membuat) suatu alat yang akan digunakan untuk melakukan percobaan. Untuk itu.1 Membuat (generating): menguraikan suatu masalah sehingga dapat dirumuskan berbagai kemungkinan hipotesis yang mengarah pada pemecahan masalah tersebut. bias dan tujuan dari suatu bentuk komunikasi. merencanakan (planning) dan memproduksi (producing). Contoh: merumuskan hipotesis untuk memecahkan permasalahan yang terjadi berdasarkan pengamatan di lapangan. Contoh: Memeriksa apakah kesimpulan yang ditarik telah sesuai dengan data yang ada. Membuat (create): menggabungkan beberapa unsur menjadi suatu bentuk kesatuan.2 Mengritik (Critiquing): menilai suatu karya baik kelebihan maupun kekurangannya.2 Merencanakan (planning): merancang suatu metode atau strategi untuk memecahkan masalah. 6. versi revisi dari taksonomi ini . Contoh: menilai apakah rumusan hipotesis sesuai atau tidak (sesuai atau tidaknya rumusan hipotesis dipengaruhi oleh pengetahuan dan cara pandang penilai). Ada tiga macam proses kognitif yang tergolong dalam kategori ini.3 Memproduksi (producing): membuat suatu rancangan atau menjalankan suatu rencana untuk memecahkan masalah. yaitu: membuat (generating). 6. Seperti disebutkan sebelumnya.

Penerimaan (Receiving) Mengacu kepada kemampuan memperhatikan dan memberikan respon terhadap stimulasi yang tepat. c. menolak atau tidak menghiraukan.lebih dia tujukan untuk khalayak yang lebih luas. Contoh: Menunjukkan kepercayaan terhadap proses demokrasi. Penilaian atau penentuan sikap (Valuing) Mengacu kepada nilai atau pentingnya kita menterikatkan diri pada objek atau kejadian tertentu dengan reaksi-reaksi seperti menerima. antusiasme. b. pembelajaran dan penilaian. Contoh: Mampu berpartisipasi di dalam diskusi kelas. nilainilai. apresiasi. Domain Afektif Domain ini meliputi cara kita berurusan dengan hal-hal emosional. Dan lebih ditekankan kepada penggunaannya sebagai alat yang lebih otentik untuk perencanaan kurikulum. Contoh: Mendengarkan orang lain dengan penuh hormat. motivasi dan sikap. Pemberian respon atau partisipasi (Responding) Mengacu kepada keaktifan peserta didik untuk hadir dan bereaksi terhadap peristiwa tertentu. Belajar menekankan pada kepatuhan dalam menanggapi dan kemauan untuk merespon (motivasi). Penerimaan merupakan tingkat hasil belajar terendah dalam domain afektif. Organisasi (Organization) . Lima kategori utama terdaftar dari perilaku yang paling sederhana sampai yang paling kompleks: a. seperti perasaan. Mendengar dan mengingat nama orang yang baru diajak berkenalan. DOMAIN AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR PADA TAKSONOMI BLOOM A. menunjukkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan lain sebagainya. sensitif terhadap perbedaan individu dan budaya. d. Mempresentasikan pendapatnya di depan kelas dengan percaya diri dan berani bertanya terhadap hal-hal yang tidak dimengerti. Tujuan-tujuan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi “sikap dan opresiasi”.

sosial dan emosi jiwa. Pengembangan keterampilan ini memerlukan latihan dan diukur dalam hal kecepatan. menghubungkan dan sintesis nilai-nilai. Contoh: Menunjukkan kepribadian ketika bekerja sama dalam kegiatan kelompok. Membuat prioritas waktu secara efektif untuk memenuhi kebutuhan organisasi. e. jarak. minat dan keyakinan. B. Penekanannya adalah pada membandingkan. Persepsi ini mencakup kemampuan untuk mengadakan diskriminasi yang tepat antara dua perangsang atau lebih. Domain Psikomotor Domain psikomotor mencakup gerakan fisik dan koordinasi. Kesiapan (Set) Kesiapan fisik. Nilai-nilai yang berkembang sangat teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten dan lebih mudah diperkirakan. Ketujuh kategori utama terdaftar dari perilaku sederhana sampai yang paling kompleks: a. menyelesaikan konflik antar lingkungannya dan menciptakan sistem nilai yang unik. berdasarkan pembedaan antara ciri-ciri fisik yang khas pada masing-masing rangsangan. mental dan emosional untuk melakukan gerakan. Membuat rencana kehidupan yang selaras dengan kemampuan. keluarga dan diri sendiri. Kesiapan mencakup kemampuan untuk menempatkan dirinya dalam keadaan akan memulai suatu gerakan . Contoh: Memperkirakan di mana bola akan mendarat setelah dilemparkan dan kemudian pindah ke lokasi yang benar untuk menangkap bola.Mengorganisasikan nilai-nilai ke dalam prioritas yang berbeda. prosedur atau teknik dalam pelaksanaannya. Karakterisasi/Pembentukan pola hidup (Characterization Value) Mengacu kepada karakter dan daya hidup sesorang. Adanya kemampuan ini dinyatakan dalam suatu reaksi yang menunjukkan kesadaran akan hadirnya rangsangan (stimulasi) dan perbedaan antara seluruh rangsangan yang ada. b. Persepsi (Perception) Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan. Tujuan dalam kategori ini ada hubungannya dengan keteraturan pribadi. ketepatan. Contoh: Mengakui perlunya keseimbangan antara kebebasan dan perilaku yang bertanggung jawab.

d. Ini mencakup kemampuan untuk melakukan suatu rangkaian gerakan dengan lancar karena sudah dilatih secukupnya tanpa memperhatikan contoh yang diberikan. Kemampuan ini dinyatakan dalam bentuk kesiapan jasmani dan rohani. Contoh: mengoperasikan komputer dengan cepat dan akurat. Respon tampak yang kompleks (Complex Overt Response) Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang kompleks. Menunjukkan keinginan untuk mempelajari proses baru (motivasi). Contoh: menggunakan komputer pribadi. yang terdiri atas beberapa komponen. termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan coba-coba. Contoh: Mengerti dan mampu bertindak sesuai urutan langkah-langkah dalam proses perbaikan mesin.atau rangkaian gerakan. dengan lancar. e. tepat dan efisien. Adanya kemampuan ini dinyatakan dalam suatu rangkaian perbuatan yang berurutan dan menggabungkan beberapa subketrampilan menjadi suatu keseluruhan gerak-gerik yang teratur. menunjukkan kemampuan saat bermain piano. Penyesuaian (Adaptation) Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi. f. g. Mekanisme (Mechanism) Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap. c. Respon terpimpin (Guided Response) Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks. Gerakan kompleks mencakup kemampuan untuk melaksanakan suatu ketrampilan. Contoh: mengerjakan suatu persamaan matematika sesuai dengan yang dideomstrasikan guru. Adaptasi ini mencakup kemampuan untuk mengadakan perubahan dan menyesuaikan pola gerak-gerik dengan kondisi setempat atau dengan menunjukkan taraf ketrampilan yang telah mencapai kemahiran. Contoh: mampu merespon suatu kejadian yang tidak terduga. Penciptaan (Origination) . memperbaiki kran yang bocor atau mengendarai mobil.

Widodo. 3(2).com/2008/08/taksonomibloom. .files.wordpress. .pdf diakses pda tanggal 28 Maret 2013.pdf tanggal 28 Maret 2013.Kemampuan Matematis dan Revisi Taksonomi Bloom. Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir Soal. (Online) http://awidyarso65. Buletin Puspendik.edu/operator/upload/s_mat_060282_chapter2. . seluruhnya atas dasar prakarsa dan inisiatif sendiri.upi. (2006). A. 18-29. diakses (Online) pada http://repository. Penciptaan atau kreativitas adalah mencakup kemampuan untuk melahirkan aneka pola gerak-gerik yang baru. .Taksonomi Bloom. Contoh: membangun sebuah teori baru. Sumber referensi: .Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful