You are on page 1of 17

Uji Koefisien Fenol Laporan Mikrobiologi – Virologi

Uji Koefisien Fenol 1. 2. 3. 4. 5. Disusun oleh : Ardina Citra Astuti (1104015031) Firma Maulida (1104015106) Fradita Mardathilla (1104015113) Lina karlina (1104015175) Switiani eka yuliani (1104015314) Kelas :3K1 Kelompok :3 FAKULTAS FARMASI DAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA JAKARTA 2012 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembebasan kuman. Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi. Uji fenol koefisien merupakan uji yang digunakan untuk membandingkan aktifitas antimicrobial suatu senyawa kimia dibandingkan dengan fenol pada kondisi yang standar. Sejumlah pengenceran seri dari bahan kimia yang akan di uji dilakukan dengan pembanding fenol murni yang dilakukan pada tabung reaksi steril. Sejumlah kultur murni mikroorganisme standar unuk tes seperti Staphylococcus aureus atau Salmonella typhi ditambahkan pada setiap tabung. Subkultur dari mikroorganisme tersebut dibuat dari setiap pengenceran desinfektan uji dalam media cair steril pada interval 5, 10 dan 15 menit

Desinfektan tertentu hanya cocok untuk mengendalikan mikroorganisme tertentu. Hal ini disebabkan karena dinding spora bersifat impermeabel dan asam . Fenol koefisien diperoleh dengan membagi pengenceran tertinggi dari desinfektan atau senyawa kimia uji yang mematikan mikroorganisme dalam 10 menit tetapi tidak pada 5 menit dengan pengenceran fenol tertinggi yang membunuh mikroorganisme dalam 10 menit. Untuk mengetahui efektifitas suatu desinfektan. juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. toksisitas. tetapi tidak efektif terhadap spora. Fenol koefisien yang angkanya tidak lebih dari satu menunjukkan bahwa agen atau senyawa kimia uji tersebut sama efektifnya atau sedikit efektif dibandingkan fenol. Desinfektan merupakan bahan kimia yang dapat mematikan mikroorganisme yang sedang dalam keadaan tidak aktif. bukan pada 5 menit. karena tidak semua desinfektan dapat digunakan untuk pengendalian mikroorganisme secara umum. B. Bakteri dalam bentuk spora lebih tahan terhadap desinfektan. Desinfektan ini tersedia secara komersial yang masing-masing memiliki karakteristik kimiawi. Beberapa jenis desinfektan ada yang hanya efektif pada lapisan luar saja.setelah mikroorganisme dimasukkan pada desinfektan. Koefisien fenol lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa senyawa kimia tersebut lebih efektif dibandingkan dengan fenol jika dilakukan pada kondisi yang sama. Desinfektan dapat mencegah infeksi dengan jalan penghancuran atau pelarutan jasad renik yang patogen. sehingga hanya mematikan bentuk vegetatif dari mikroorganisme. tidak mampu mengendalikan mikroorganisme lain. TUJUAN Tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. Desinfektan Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus. Pengetahuan tentang desinfektan perlu dikembangkan. Pengguna desinfektan dituntut bisa melakukan pilihan secara tepat. biaya dan penggunaan tertentu. Fenol koefisiennya 5 menunjukkan bahwa senyawa uji efektifitasnya 5 kali lebih besar dibandingkan fenol. sehingga minimal harus mengetahui kelemahan dan keunggulan masing-masing desinfektan. Semua subkultur diinkubasi pada suhu 37 ºC selama 24 jam dan diamati keberadaan atau ketidak beradaan pertumbuhannya. ada yang memiliki daya kerja yang luas terhadap mikroorganisme dan ada pula yang hanya bisa mengatasi sejumlah kecil mikroorganisme. 2. Untuk mengetahui keefektifan suatu desinfektan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Pengenceran desinfektan secara bertahap dan fenol ditempatkan dalam tabung reaksi steril.  Harga murah. desinfektan hanya digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada lingkungan mati. nanah dan jaringan yang mati.  Memiliki daya tembus yang tinggi. sehingga memiliki efek mematikan mikroorganisme yang lebih tinggi. artinya dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya. Walaupun desinfektan daya kerjanya akan lebih baik pada temperatur tinggi.  Memiliki sifat racun yang rendah. kultur murni bakteri yang digunakan sebagai standar ditambahkan pada setiap tabung. Fenol memiliki sifat yang cenderung asam. Uji fenol adalah membandingkan aktivitas antimikroba dari komponen-komponen kimia dengan fenol sebagai standar uji.  Efektif pada berbagai temperatur. 2009). Desinfektan berbeda dengan antibiotik. Hal ini dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan NaOH. Sifat-sifat penting Desinfektan Beberapa sifat-sifat penting desinfektan. Pada keadaan yang sama. Klorin dan Iodifor sebagai desinfektan bekerja baik tidak lebih dari 1100F. Bakteri itu tersbut dimasukan pada setiap tabung dengan interval waktu 5.ribonukleat di dalam protoplasma memiliki ketahanan yang tinggi terhadap pengaruh buruk dari desinfektan. maupun lapisan jaringan organik. tidak berbahaya bagi manusia maupun ternak.  Harus bisa dicampur dengan air. Pada prinsipnya uji koefisien fenol merupakan Perbandingan aktivitas fenol dengan pengenceran baku terhadap aktivitas sampel dengan pengenceran tertentu MIC ( konsentrasi terendah dimana pertumbuhan bakteri terhambat ) suatu antiseptik terhadap bakteri tertentu. maka harus memiliki juga sifat-sifat berikut :  Mampu menembus rongga-rongga. Hasil kali konsentrasi dengan volume senyawa yang semula digunakan adalah sama dengan hasil kali konsentrasi senyawa tersebut dalam volume setelah pengenceran. karena biasanya diperlukan dalam jumlah yang besar. di mana fenol dapat melepaskan H+. selain memiliki sifat-sifat tersebut di atas. namun desinfektan yang bagus adalah desinfektan yang daya kerjanya tidak menurun jika temperaturnya menurun.  Tidak mengganggu proses kesembuhan. karena air merupakan pelarut yang universal dan dengan senyawa-senyawa lain yang digunakan untuk desinfeksi. alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Metode turbidimetri Menentukan takaran dengan melihat kekeruhan yang terjadi setelah percobaan dilakukan V1 C1 = V2 C2.  Tidak mengiritasi jaringan hewan atau manusia. liang-liang. antara lain :  Harus memiliki sifat antibakterial yang luas. keduanya bersifat toksik tidak hanya pada mikroba patogen tetapi juga terhadap sel inang. Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air. dan15 menit .3 gram/100 ml. Koefisien Fenol Koefisien fenol adalah kemampuan desinfektan untuk membunuh bakteri dibandingkan dengan fenol. yakni 8. . Pada umumnya desinfektan bekerja baik pada temperatur di atas 650F. B.  Tetap aktif meskipun terdapat cairan tubuh. Metode pegenceran bertingkat dengan mengurangi konsentrasi zat sebanyak setengah dari konsentrasi awal dengan volume yang sama. Desinfektan. fenol bersifat lebih asam. darah.Semua subkultur dieramkan pada suhu 37O selama48 jam dilihat kekeruhanya. 10. Oleh karena itu. karena desinfektan memiliki toksisitas selektif yang rendah. Pengeluaran ion tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O− yang dapat dilarutkan dalam air (Aditya.  Harus memiliki stabilitas dalam jangka waktu yang panjang.

Fenol juga merupakan bagian komposisi beberapa anestitika oral. misalnya semprotan kloraseptik (Aditya. 2009). Setelah 5 menit. celupkan jarum tanam tajam kedalam tabung reaksi yang berisi baku fenol 1:80 dan celupkan lagi kedalam media NB Lakukan hal serupa untuk 10 dan 15 menit 1:90 → 5 ml baku fenol + 4 ml aquadest steril Diamkan selama 5. 4. Suntikan fenol diberikan pada ribuan orang di kemah-kemah. 1. Perang Dunia II. 2. Fenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka. 3. 10 dan 15 menit. Fenol juga dapat diperoleh sebagai hasil dari oksidasi batu bara. 2. terutama di Auschwitz-Birkenau. 5. 3. Fenol berfungsi dalam pembuatan obat-obatan (bagian dari produksi aspirin.Pelepasan ini diakibatkan pelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem aromatik. Fenol dapat digunakan sebagai antiseptik seperti yang digunakan Sir Joseph Lister saat mempraktikkan pembedahan antiseptik. Penyuntikan fenol juga pernah digunakan pada eksekusi mati. Penyuntikan ke jantung dapat mengakibatkan kematian langsung (Aditya. Penyuntikan ini sering digunakan pada masa Nazi. B. dan lainnya. Penyuntikan ini dilakukan oleh dokter secara penyuntikan ke vena (intravena) di lengan dan jantung. 1. 2009).  o o o  o Alat dan bahan Alat : Tabung reaksi Jarum ose Bunzen Rak tabung Stopwatch Bahan : Medium NB Fenol Aquadest steril Prosedur kerja Pembuatan larutan baku fenol 2% 2 ml fenol + 98 ml aquadest steril →vortex (baku fenol 2%) 1:80 → 5 ml baku fenol + 3 ml aquadest steril Diamkan selama 5. Fenol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada benzena atau asam benzoate dengan proses Raschig. . 1. triklorofenol atau dikenal sebagai TCP (trichlorophenol). yang mendelokalisasi beban negatif melalui cincin tersebut dan menstabilkan anionnya. 10 dan 15 menit. BAB III METODELOGI A. pembasmi rumput liar. Fenol merupakan komponen utama pada anstiseptik dagang.

10 dan 15 menit. o Setelah 5 menit. celupkan jarum tanam tajam kedalam tabung reaksi yang berisi baku fenol 1:80 dan celupkan lagi kedalam media NB o Lakukan hal serupa untuk 10 dan 15 menit  1:100 → 5 ml baku fenol + 5 ml aquadest steril o Diamkan selama 5. Hasil Tabel 4. Hasil pengamatan Koefisien Fenol No. Pengenceran 5menit 10 menit 15 menit Keterangan Pada menit ke 5 terjadi penghambatan pertumbuhan mikroba terjadi pertumbuhan mikroba 1 1:80 - + + 2 1:90 + + + . celupkan jarum tanam tajam kedalam tabung reaksi yang berisi baku fenol 1:80 dan celupkan lagi kedalam media NB o Lakukan hal serupa untuk 10 dan 15 menit BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.o Setelah 5 menit.1.

1 : 100. Sedangkan . Hal ini ditunjukkan dengan tanda plus (+) yang artinya bakteri dapat hidup dan tumbuh pada bahan uji tersebut ditandai dengan adanya kekeruhan pada larutan yang diujikan. 1 5 Pengenceran menit 1:100 + 10 menit + 15 menit + Keterangan terjadi pertumbuhan mikroba terjadi pertumbuhan mikroba Pada menit ke 5 terjadi penghambatan pertumbuhan mikroba terjadi pertumbuhan mikroba 2 1:110 + + + 3 1:120 - + + 4 1:130 + + + Antiseptik ( Handy clean ) No. Adapun pengenceran fenol yang digunakan ialah 1 : 80.1 dapat diketahui bahwa semua bahan uji baik fenol ataupun desinfektan ditumbuhi bakteri. Pengamatan ini dilakukan setelah inkubasi selama 24 jam.3 1:100 + + + terjadi pertumbuhan mikroba Desinfektan (Bayclin) No. 1 : 90. 1 5 Pengenceran menit 1:100 + 10 menit + 15 menit + Keterangan terjadi pertumbuhan mikroba terjadi pertumbuhan mikroba terjadi pertumbuhan mikroba Pada menit ke 10 terjadi penghambatan pertumbuhan mikroba 2 1:110 + + + 3 1:120 + + + 4 1:130 + - + Berdasarkan hasil pengamatan tabel 4.

Komunikasi saat proses kerja mungkin menjadi salah satu faktor gagalnya percobaan. Faktor yang mempengaruhi gagalnya praktikum ini adalah kerja yang tidak aseptis.  pengenceran desinfektan (bayclin) yang digunakan ialah masing-masing 1 : 100. Tumbuhnya semua bakteri pada bahan uji ini tidak sesuai dengan teori. sebanyak satu ose. praktikan mungkin juga melakukan kesalahan ketika melakukan pengenceran desinfektan ke dalam 1:80. Pemindahan suspensi bakteri dari tabung dilakukan dengan menggunakan ose yang sudah difiksasi sebelumnya. Faktor lainnya kemungkinan disebabkan oleh peralatan yang tercemar/ tidak aseptis. 1 : 110. begitu pula pada larutan desinfektan yang juga tidak dapat membunuh bakteri gram negative yang ditanamkan di dalamnya. Saat berkomunikasi. 1:100. bayclin maupun antibiotik. percikan air liur atau hembusan uap air dari hidung dan mulut akan menambah jumlah kuman yang tidak sebanding dengan daya bunuh desinfektan. Pengerjaan secara paralel tersebut telah mengakibatkan ketidakakuratan dan ketidaktelitian perhitungan waktu yang diperlukan. Begitupun pada antibiotika sama dengan bayclin pengencerannya. Beberapa jenis desinfektan ada yang hanya efektif pada lapisan luar saja. Pengenceran yang dilakukan tidak akurat. BAB V KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas. sehingga desinfektan terlalu pekat dan tidak sebanding dengan jumlah kuman yang dibiakkan. Setelah difiksasi. Pengguna desinfektan dituntut bisa melakukan pilihan secara tepat. 1:120 dan 1:130. Desinfektan hanya cocok untuk mengendalikan mikroorganisme tertentu. dapat diambil suatu kesimpulan yaitu : . sehingga minimal harus mengetahui kelemahan dan keunggulan masing-masing desinfektan. ada yang memiliki daya kerja yang luas terhadap mikroorganisme dan ada pula yang hanya bisa mengatasi sejumlah kecil mikroorganisme. 1:110. Faktor-faktor lain kemungkinan penyebab terjadinya kesalahan praktikan antara lain adalah: Pengerjaan praktikum secara paralel Kegagalan yang terjadi dalam praktikum ini mungkin juga disebabkan oleh pengerjaan tabung Uji Disinfektan secara paralel yang saat itu dimaksudkan untuk mempersingkat waktu pengerjaan. Tetapi perlu diingat juga bahwa ose tidak boleh terlalu lama didiamkan agar ose tidak terkontaminasi dengan bakteri dari udara. Pengenceran desinfektan yang tidak akurat Pada percobaan kali ini. Hal ini disebabkan karena dinding spora bersifat impermeabel dan asam ribonukleat di dalam protoplasma memiliki ketahanan yang tinggi terhadap pengaruh buruk dari desinfektan. Bakteri dalam bentuk spora lebih tahan terhadap desinfektan. agar suhu ose tidak terlalu panas dan bakteri tidak mati. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa pada larutan fenol yang telah diinokulasi bakteri tidak menyebabkan kematian bakteri. 1 : 120. ditunggu beberapa saat sebelum mengambil bakteri. Suspensi bakteri yang telah dimasukkan ke dalam 3 tabung berisi pengenceran fenol tadi kemudian dipindahkan lagi dari tiap tabung tersebut ke dalam 3 tabung reaksi yang berisi Nutrient Broth. yaitu terlalu banyak desinfektan yang terkandung dalam 1:80 atau 1:100. Hal ini dapat diketahui dengan adanya indikasi kekeruhan yang timbul dalam bahan uji. Hal ini bisa disebabkan karena tidak semua desinfektan dapat digunakan untuk pengendalian mikroorganisme secara umum. 1 : 130. Dan penanaman bakteri dengan interval masing-masing 5 menit. tidak mampu mengendalikan mikroorganisme lain. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengamatan yang hasilnya berupa tanda plus (+) yang berarti pada tabung reaksi hasil pengenceran ditemukannya pertumbuhan bakteri subkultur (menit) baik pada pengenceran fenol.

media penyubur. diperlukan suatu usaha untuk mengembakbiakkan mereka dalam skala laboratorium.com/2011/06/koefisien-fenol. Mereka hidup dalam suatu koloni. dan lain-lain. 3. baik bersimbiose. dll. Jumlah bakteri di alam sangat melimpah dengan keragaman yang sangat tinggi. Larutan desinfektan yang telah diinokulasikan bakteri juga tidak dapat membunuh bakteri gram negative (Staphylococus) yang ditanamkan di dalamnya. udara dan tanah. dalam media yang mengandung nutrisi.wordpress.blogspot.gudangmateri.com/2008/06/15/uji-koefisien-fenol/ http://fakhrurijal. Kemungkinan kesalahan praktikum dari praktikan disebabkan oleh kerja praktikan yang kurang aseptis.html?zx=ebdc2cf9f4b4a1f http://id.blogspot. Pengembangbiakan ini dilakukan dengan menumbuhkan bakteri dari sumber isolat. Dalam mempelajari sifat pertumbuhan dari .blogspot.htm http://adesahy.com/doc/52301681/laporan-mikro-koe-fen http://www.scribd.html http://rodiahmikrobiologi.com/2010/07/uji-koefisien-fenol.com/doc/78298378/UJI-KOEFISIEN-FENOL http://filzahazny. DAFTAR PUSTAKA http://www.com/2010/07/uji-koefisien-fenol. seperti tanah. bebas ataupun parasit pada makhluk hidup. 2.com/2011/11/fenol-koefisien. udara. Media pertumbuhan bakteri sangat beragam. Larutan fenol yang telah diinokulasi bakteri tidak menyebabkan kematian bakteri gram negative (Staphylococus) yang ditanam di dalamnya.gudangmateri.scribd. Untuk mempelajari kehidupan dan keragaman bakteri.com/2011/07/laporan-mikrobiologi-ujifenol.html http://id. sisa makanan.1. Masing-masing media memiliki fungsi berbeda dan digunakan tergantung tujuan dari praktikan. media diferensial. mulai dari media selektif.html anyleite biology is fun Feb13 Isolasi Bakteri Bakteri mudah ditemukan di air.

1. Prosedur kerjanya adalah suspensi cairan diambil sebanyak 0. hal ini berfungsi untuk menghindari adanya tetesan air yang mungkin melekat pada dinding tutup cawan petri (Dwijoseputro. Hal ini akan menyebabkan sel-sel bakteri tidak hanya terdapat pada permukaan agar saja tapi juga di dalam atau dasar agar sehingga bisa diketahui sel yang dapat tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung O2. karena dalam medium padat sel-sel mikroba akan terbentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya (Sutejo dkk. Memindahkan bakteri dari medium lama kedalam medium yang baru diperlukan ketelitian dan pengsterilan alat-alat yang digunakan. kemudian diinkubasi. Pertumbuhan mikroba dapat dilakukan dalam medium padat. 1. 1980). Kemudian 1 ml suspensi bakteri diteteskan secara aseptis ke dalam cawan kosong· Lalu medium yang masih cair dituang ke dalam petridish lalu petridish di putar membentuk angka 8 agar suspensi bakteri dan media homogen. yaitu : 1. 1987). maka cawan petri tersebut harus dibalik. 1986). Teknik penanaman dari suspensi Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Kultur murni diperoleh dengan cara isolasi menggunakan metode tuang maupun gores (Pelczar dan Chan. 1991).masing-masing jenis mikroorganisme. supaya dapat dihindari terjadinya kontaminasi. Mikrobia yang hidup di alam terdapat sebagai populasi campuran dari bebagai jenis mikrobia yang berbeda prinsip dari isolasi mikrobia dalam memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya dari lingkungannya dialam dan ditumbuhkan dalam medium buatan. maka mikroorganisme tersebut harus dipisahkan satu dengan yang lainnya. . sehingga didapatkan kultur murni yang disebut isolat. Isolasi harus diketahui caracara menanam dan menumbuhkan mikrobia pada medium biakan serta syarat-syarat lain untuk pertumbuhannya (Jutono. tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair disiapkan. Menurut Pradhika (2008). Isolasi suatu mikrobia ialah memisahkan mikrobia tersebut dari lingkungannya di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam medium buatan. Trigalski kemudian dibakar diatas bunsen dan didinginkan beberapa detik. Spread plate (agar tabur ulas) Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar. Pada pemindahan bakteri dicawan petri setelah agar baru. Prosedur kerjanya adalah petridish. Pour plate (agar tuang) Teknik ini memerlukan agar yang belum padat dan dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri dan dihomogenkan lalu dibiarkan memadat. Kultur murni merupakan suatu biakan yang terdiri dari sel-sel dari satu species atau satu galur mikroorganisme. Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran terakhir. Kemudian suspensi diratakan dengan menggosokannya pada permukaan agar . penyebaran akan lebih efektif bila cawan ikut diputar. agar diperoleh kultur murni.1 ml dengan mikropipet kemudian teteskan diatas permukaan agar yang telah memadat. ada beberapa teknik isolasi mikrobia.

Penentuan besarnya atau banyaknya tingkat pengenceran tergantung kepada perkiraan jumlah mikroba dalam sampel. Goresan Kuadran (Streak quadrant) Hampir sama dengan goresan T. namun berpola goresan yang berbeda yaitu dibagi empat. Menurut Pradhika (2008). Sifat-sifat spesies mikrobia yang akan diisolasi Tempat hidup atau asal mikrobia tersebut Medium untuk pertumbuhannya yang sesuai Cara menanam mikrobia tersebut .Pada spread plate diteteskannya bakteri sebanyak 0. lalu distreak zigzag pada daerah berikutnya. Goresan Sinambung Prosedur kerjanya adalah inokulum loop (ose) disentuhkan pada koloni bakteri dan gores secara kontinyu sampai setengah permukaan agar. untuk memperkecil atau mengurangi jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan dapat dilakukan pengenceran. 1.1 ml dan pada pour plate diteteskan sebanyak 1 ml karena spread platebertujuan untuk menumbuhkan dipermukaanya saja. Digunakan perbandingan 1 : 9 untuk sampel dan pengenceran pertama dan selanjutnya. Goresan T Prosedur kerjanya adalah petridish dibagi menjadi 3 bagian menggunakan spidol dan daerah tersebut diinokulasi dengan streak zig-zag. Dengan pengenceran. 2. 1. sehingga pengenceran berikutnya mengandung 1/10 sel mikroorganisme dari pengenceran sebelumnya. Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal. 2. Menurut Jutono (1980). koloni akan lebih mudah diamati. Ose dipanaskan dan didinginkan. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel mikroorganisma. Lalu petridish diputar 180o dan dilanjutkan goresan sampai habis. sedangkan pour plate membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penyebarannya sehingga diberikan lebih banyak dari pada spread plate. 4. Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal. yaitu : 1. 3. 1. melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru. Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak) Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengisolasi bakteri.

Setelah diinkubasi. mikroba perlu dilakukan inokulasi mikroba. Untuk memastikan mikrobia yang diisolasi telah berupa biakan murni dan sesuai dengan yang dimakudkan maka diperlukan pengujian. maka sel-sel bakteri akan terpisah sendiri-sendiri. Sedangkan pada cawan petri. sehingga kualitas mikroba tidak rusak atau mengalami gangguan. 1993). Metode streak plate Streak plate yaitu suatu cara pengisolasian bakteri yang cara inokulasinya dengan menggoreskan suspensi bahan yang mengandung bakteri pada permukaan medium dengan kawat ose dan digoreskan sesuai dengan petridish. Pada saat isolasi. kemudian satu koloni dipilih dan diambil dengan ose. 1986). sehingga terbentuk massa sel (koloni) yang dapat terlihat dengan mata telanjang (Pelczar dan Chan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah mikroba terkena uap air yang dihasilkan pada saat inkubasi. Semua sel dalam koloni dianggap sebagai turunan atau progeni suatu mikroorganisme yang disebut dengan biakan murni. yaitu : 1.5. Hal ini bertujuan agar jarum ose yang digunakan bersifat steril dan bebas kontaminasi dari mikroorganisme yang tidak diinginkan.1 ml. Metode pour plate Metode ini dilakukan dengan menginokulasikan suspensi bahan yang mengandung bakteri dengan bantuan mikropipet untuk disemprotkan ke dalam medium agar yang sedang mencair dan menuangkannya pada petridish. Kultur media untuk menumbuhkan atau . kemudian dilanjutkan dengan pengecatan gram. Setelah diinkubasi akan terlihat koloni bakteri yang bermacam-macam. Suspensi bakteri tersebut diambil dengan mikropipet dan disemprotkan ke dalam petridish yang berisi medium. Wadah media yang menggunakan cawan petri. 2. setelah sampel dimasukan ke dalam cawan petri setiap membuka dan menutup cawan petri harus terlebih dahulu dipanaskan untuk meminimalkan terkontaminasinya sampel. Uji yang bisa digunakan adalah dengan cara pengecatan gram. Ada beberapa metode yang digunakan dalam isolasi bakteri. Teknik yang digunakan memungkinkan bakteri tumbuh pada jarak yang berjauhan dari sesamanya dan membentuk koloni. Sebelum dan sesudah menginokulasikan mikroba jarum ose yang digunakan harus dipanaskan terlebih dahulu. Dengan menginokulasikan medium agar nutrien dengan metode yang benar. Cara memelihara agar mikrobia yang telah diisolasi tetap merupakan biakan murni Medium agar merupakan substrat yang sangat baik untuk memisahkan campuran mikroorganisme. Cara menguji bahwa mikrobia yang diisolasi telah berupa biakan murni dan sesuai dengan yang dimaksud 7. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya kontaminan di dalam isolasi bakteri ( Volk dan Wheeler. biasanya 1 ml. Bahan yang diinokulasikan pada medium disebut inokulum. Apabila bakteri tidak berubah maka bakteri yang diisolasi sudah merupakan biakan murni dan bila di dalam uji pengecatan gram berubah bakteri gramnya maka isolasi tidak berhail karena belum berubah menjadi biakan murni. pada saat inkubasi mikroba pada cawan petri selalu dalam posisi terbalik. Pada metode ini. Cara inkubasi mikrobia tersebut 6. bakteri akan memperbanyak diri dengan cepat selama 18-24 jam. volume suspensi yang digunakan lebih dari 0.

effuse. maka pada bekas goresan akan tumbuh kolonikoloni terpisah yang mungkin berasal dari satu sel bakteri. Metode spread plate Spread plate adalah metode isolasi bakteri dengan cara menginokulasikan suspensi bahan yang mengandung bakteri ke atas medium agar lalu diratakan dengan menggunakan trigalski. Setelah diinokulasikan akan terlihat koloni-koloni bakteri yang tumbuh tersebar dipermukaan medium agar sehingga dapat diisolasi lebih lanjut untuk mendapatkan biakan murni. Setelah inkubasi. 3. kuning Pertumbuhan Permukaan Tepian Cremate Elevasi Convex regose.mengisolasikan bakteri dengan metode streak merupakan suatu teknik untuk memisahkan sel bakteri secara individual. irregulair. Isolasi / metode Gambar Parameter Hasil pengamatan Bakteri tanah Jumlah koloni 5 Bentuk koloni Circulair Tepian Lobate Elevasi Pour 10-3 Jumlah koloni Convex 4 Bentuk koloni Circulair. rhizoid. curled Warna Krem. umbonate .

Bakteri ini diisolasi dengan metodepour plate. Pertumbuhan bakteri ini pada permukaan medium. streak plate dan spread plate. entire. untuk bakteri tanah pengenceran 10-3. regose. Metode pour plate memerlukan agar yang belum padat dan dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri dan dihomogenkan lalu dibiarkan memadat. dan umbonate. Kekurangan bakteri ini adalah boros waktu dan bahan. Tepiannya berbeentuk cremate.Streak 10-3 Jumlah koloni 13 Bentuk koloni Circulair. diperoleh koloni dengan bentuk bulat dan batang panjang serta ada yang berwarna ungu yang menunjukkan gram positif dan berwarna merah yang menunjukkan bakteri ini juga termasuk gram negatif. koloninya terpisah. . effuse. circulair Warna Krem Pertumbuhan Permukaan Pada percobaan ini. Setelah dilakukan pengecatan gram. rhizoid. Setelah diinkubasi selama 48 jam di suhu 37oC. irregulair. undulate Elevasi Convex. putih transparan Pertumbuhan Permukaan Tepian Erose. myceloid Warna Krem. raised. raise with concave bavelend edge Spread 10-4 Jumlah koloni 6 Bentuk koloni Rhizoid. tidak ada persaingan antarbakteri untuk mengambil O2 karena letaknya tersebar. ciliate. dan fimbriate. digunakan bakteri udara dengan pengenceran 10-3 dan 10-4. curled. mudah terkontaminasi. sedangkan elevasinya convex. Kelebihan metode pour plate ini adalah mudah diamati. Hal ini akan menyebabkan sel-sel bakteri tidak hanya terdapat pada permukaan agar saja tapi juga di dalam atau dasar agar sehingga bisa diketahui sel yang dapat tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung O2. dan curled dengan warna koloninya krem dan kuning. diperoleh jumlah koloni sebanyak 4 koloni yang berbentuk circulair.

Kekurangannya adalah membutuhkan waktu yang lama dan tidak mendapatkan bakteri yang bersifat anaerob. raised. Setelah diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC. Metode spread plate yaitu teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar. bakteri udara pengenceran 10-3. J. curled. Suspensi cairan diambil sebanyak 0. Malang. 1987. Dasar-Dasar Mikrobiologi. E. Pertumbuhan koloninya pada permukaan medium. diperoleh koloni yang berbentuk bulat serta berwarna ungu yang menunjukkan gram positif dan juga berwarna merah yang menunjukkan gram negatif. Pada bakteri udara dengan metode terbuka. Tepian koloni yang terlihat berbentuk erose. S. bakteri udara pengenceran 10-4. maka dapat dilihat tingkat keberhasilan dalam mengisolasikan bakteri tersebut. labih mudah dilakukan dan membutuhkan medium yang sedikit. Sebaliknya jika hasil yang diperoleh tidak sama. Kelebihan metode ini adalah diperoleh koloni bakteri yang terpisah. artinya pengisolasian kurang atau tidak berhasil. dan Chan. diperoleh jumlah koloni sebanyak 4 koloni yang berbentuk rhizoid dan circulair. 1980. tepiannya berbentuk lobate. yaitu petridish yang sudah berisi medium agar padat dibiarkan terbuka selama 5-10 menit kemudian diinkubasi pada suhu 37oC selama 48 jam dan diperoleh jumlah koloni sebanyak 4 koloni yang bentuk koloninya adalah circulair. Yogyakarta.Metode streak plate dilakukan dengan cara menggoreskan biakan pada ose ke medium agar pada petridish. Kelebihan metode goresan adalah menghemat waktu dan bahan. dan myceloid yang berwarna krem dan putih transparan. Jutono. Trigalski kemudian dibakar diatas bunsen dan didinginkan beberapa detik. DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro. dan undulate dengan elevasinya berbentuk convex. berwarna krem serta pertumbuhannya pada permukaan medium. Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Setelah dilakukan pengecatan gram. Kemudian suspensi diratakan dengan menggosokannya pada permukaan agar. Pada koloni ini tidak dilakukan pengamatan dengan pengecatan gram. dan raised with concave bavelend edge. Kelebihan dari pengisolasian bakteri udara adalah tidak membutuhkan keahlian tinggi dan sederhana karena hanya membiarkan medium pada udara terbuka sekitar 5-10 menit. Djambatan. Jakarta. Penggoresan dilakukan dengan goresan kuadran (dibagi empat). Kekurangan metode ini adalah diperlukan keterampilan yang khusus untuk mendapatkan koloni yang terpisah. dan elevasinya berbentuk convex. D. Dengan mengidentifikasi dan membandingkan sama tidaknya bakteri yang tumbuh pada petridish dan medium agar miring. Jika hasil yang diperoleh sama.. 1986. Penerbit Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada. artinya pengisolasian bakteri berhasil dan diperoleh biakkan murni.1 ml dengan mikropipet kemudian teteskan diatas permukaan agar yang telah memadat. Pedoman Praktikum Mikroiologi Umum Untuk Perguruan Tinggi. Pelczar. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel mikroorganisme. Tujuan pemindahan bakteri dari petridish ke medium agar miring untuk menunjukkan tingkatan keberhasilan dari suatu pengisolasian. agar diperoleh kultur murni. serta dapat menghasilkan bakteri yang diinginkan jika isolasi bakteri dilakukan dengan tepat dan teliti. Setelah dilakukan inkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC. . entire. M. Pada koloni ini dilakukan pengecatan gram dan diperoleh koloni yang berbentuk bulat dan batang pendek serta berwarna ungu yang menunjukkan gram positif. diperoleh jumlah koloni 13 koloni dengan bentuk koloninya circulair. UI Press.J. Kekurangannya adalah waktu yang digunakan lebih lama dan mudah terkontaminasi.

html/ 5 Maret 2011.com No. Erlangga. .No.No Gambar Keterangan .No. Jilid 1. http://ekmonsaurus. Powered by WordPress.No. 2.Isolate Mikroflora TubuhIsolate untuk mikroflora tubuh diambil dari tangan dan daun telinga. 2 (Bakteri berwarna kuning). Mikrobiologi Dasar. M. Isolasi Mikroorganisme. Volk & Wheeler. 1993. I. Reika Cipta.. 1 (Bakteri berwarna hijau)Terdapat satu koloni bakteri berwarna hijau. Dan padasebagian koloni putih terdapat koloni berwarna kuning.blogspot. 1991.Tidak ditumbuhi bakteriTabel Pengamatan Mikroba Hasil Isolasi Air Limbah pada Media NA yang Diinokulasi Kembali padaMedia Mannitol Salt Agar (MSA)Media MSAInokulasi dengan cara menggoreskan mikroba pada 4 bagian media cawan yang berbedaTidak semua bagian ditumbuhi bakteriNo. 3 (Bakteri berwarna putih).. Jakarta. M. 1 (Bakteri berwarna hijau). Jakarta.Terdapat dua koloni besar terpisah dan puluhan koloni yang bersatu. kuning)Tidak ditumbuhi bakteriNo. E.Pradhika. 4 (Bakteri berwarna kuning.Terdapat koloni berwarna putih yang tumbuh memanjang mengikuti goresan inokulasi. 2008. Sastroadmodjo.com/2008/11/bab-4-isolasi-mikroorganisme. 3 (Bakteri berwarna putih).Tabel Pengamatan Mikroba Hasil Isolasi Air Limbah NA yang Diinokulasi Kembali pada MediaMacConkey Agar (MCA)Media MacConkey Agar .Terdapat satu koloni yang agak besar. 3.Terdapat koloni berwarna putih yang tumbuh memanjang mengikuti goresan inokulasi dan lebihbanyak diantara bagian yang lain. Kartasaputra. putih merah muda. Sutejo. 4 (Bakteri berwarna merah muda).Inokulasi dengan cara menggoreskan mikroba pada 4 bagian media cawan yang berbedaTidak semua bagian ditumbuhi mikrobaNo. 2 (Bakteri berwarna hijau. Edisi kelima.No.Terdapat koloni berwarna putih yang tumbuh memanjang mengikuti goresan inokulasi. 1. Mikrobiologi Dasar. dan puluhan koloni berwarna putih. 4 (Bakteri berwarna merah muda)Terdapat ratusan koloni kecil berwarna putih.No.