MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU SMP NEGERI SATU ATAP PALLANTIKANG MELALUI PENERAPAN PENCATATAN PIKET SECARA KETAT DAN

BERKELANJUTAN

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menerapkan pencatatan piket secara ketat dan berkelanjutan guru SMP Negeri Satu Atap Pallantikang Maros. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan selama dua siklus pada guru-guru SMP Negeri Satu Atap Pallantikang Maros tahun pelajaran 2010 – 2011. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru untuk datang mengajar pada jam pertama. (2) Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru mengajar sesuai jadwal. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 1 minggu. Hasil dari penelitian ini, antara lain bahwa (1) Nampak adanya peningkatan kedisiplinan kehadiran guru masuk mengajar sesuai jadwal dari siklus satu 30 % kategori sedang menjadi 10 % mencapai kategori rendah/normal pada siklkus kedua. (2) Peningkatan kedisiplinan guru keluar dari kelas sesuai jadwal dari siklus satu 33,33 % atau berada pada kategori sedang menjadi 2,22 % mencapai kategori rendah/normal pada siklkus dua. Sebagai implikasi dari hasil yang diperoleh melalui penelitian ini, disarankan sistem pencatatan secara ketat dijadikan sebagai salah satu alternatif pendekatan bukan saja untuk guru guru namun untuk pegawai lainnya.. Kata kunci: disiplin,pencatatan,piket,ketat, dan berkelanjutan.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah menegaskan bahwa seorang kepala yaitu;

sekolah/madrasah harus

memiliki minimal 5 (lima) kompetensi

kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Kompetensi dimensi kepribadian dan manajerial yang selama ini dilaksanakan ternyata masih belum memadai untuk menjangkau seluruh kepala sekolah dalam waktu yang relatif singkat. Kompetensi tersebut harus dimiliki kepala sekolah untuk mengelola guru dan staf tata usaha dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah dan berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah. Pendayagunaan sumber daya sekolah serta berakhlak mulia,

mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia sangat erat kaitannya dengan kedisiplinan kerajinan untuk melaksanakan tugas di sekolah. Seorang guru yang berkompetensi adalah guru yang memiliki kompetensi berdasarkaan Undangundang No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen bahwa guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kedisiplinan adalah salah satu bagian dalam kompetensi kepribadian. Kedisiplinan yang dimaksud adalah disiplin: masuk dan keluar kelas;

menyediakan perangkat pembelajaran; mengadakan penilaian dengan benar dan; membuat program remedial. Pada program pendidikan di sekolah menengah pertama (SMP) dan yang setara, jumlah jam mata pelajaran sekurang-kurangnya 32 jam pelajaran setiap minggu. Setiap jam pelajaran lamanya 40 menit. Jenis program pendidikan di SMP dan yang setara, terdiri dari program umum meliputi sejumlah mata pelajaran yang wajib diikuti seluruh peserta didik, dan program pilihan meliputi mata pelajaran yang menjadi ciri khas keunggulan daerah berupa mata pelajaran muatan lokal. Mata pelajaran yang wajib diikuti pada program umum berjumlah 10, sementara keberadaan mata pelajaran Muatan Lokal ditentukan oleh kebijakan Dinas setempat dan kebutuhan sekolah. Pengaturan beban belajar menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur kurikulum. Setiap satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping memanfaatkan mata pelajaran lain yang dianggap penting namun tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi. Dengan adanya tambahan waktu, satuan pendidikan diperkenankan mengadakan penyesuaian-penyesuaian. Misalnya mengadakan program remediasi bagi peserta didik yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal. Pengaturan beban mengajar guru berdasarkan standar pelaksaanaan PBM , bahwa setiap guru profesional wajib mengajar tatap muka dikelas antara 24 jam

2250 menit kurang 960menit yaitu 1290 meit. Seorang guru adalah PNS yang wajib bekerja selama 2250 menit tiap minggu.5 jam perminggu yang bila dijadikan menit maka 37. Hal tersebut terjadi karena kondisi sekolah yang kelebihan guru atau lokasi sekolah yang berada di daerah terpencil.perminggu hingga 40 jam perminggu. memeriksa hasil ulangan siswa serta tugas lain serta pengembangan profesi . Perhitungan 24 jam perminggu artinya bahwa guru wajib berdiri dikelas selama 24 kali 40 menit dalam perminggu.5 kali 60 menit = 2250 menit. Jika dijadikan jam . Berdasarkan kewajiban pegawai negeri sipil 37. yaitu dengan beban mengajar paling sedikit 24 jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Berdasarkan kenyataan yang terjadi di SMP Negeri Satu Atap Pallantikan bahwa benar guru sudah diberikan beban mengajar dalam kelas . belum semua guru dapat melaksanakan tugas ideal sesuai dengan peraturan perundang-undangan. serta perubahan beban mengajar guru dari paling sedikit 18 jam tatap muka per minggu menjadi 24 jam tatap muka per minggu. pada umumnya peserta didiknya sedikit sehingga mempengaruhi jumlah rombongan belajar (rombel) dan rasio minimal jumlah peserta didik terhadap gurunya. Kelebihan guru terjadi karena ada perubahan kebijakan dalam perencanaan dan rekruitment guru. maka masih terdapat 21 jam perminggu diluar jam tatap muka. maka guru yang hanya mempunyai jam tatap muka 24 jam perminggu masih mempunyai waktu disekolah untuk mengerjakan persiapann mengajar. Khusus sekolahsekolah di daerah terpencil. maka 24 kali 40 menit adalah 960 menit. Hingga saat ini. namun kenyataannya masih banyak dan sering di antara guru-guru tidak melaksanakan . Jika dihitung dengan menit.

Guru –guru banyak yang terlambat datang pada jam pertama Setelah jam istirahat guru-guru sering melupakan jam mengajar karena keasikan cerita di kantor . Untuk itu diperlukan upaya yang dilakukan kepala sekolah untuk memperbaiki kondisi tersebut. 2. Melihat kenyataan tersebut maka masalah yang harus diselesaikan adalah bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Selain keteralambatan datang disebabkan juga kegiatan guru pada waktu istirahat di ruang guru yang sering terlupakan jika jam mengajar telah masuk masih melanjutkan cerita dengan sesama guru. Peningkatan kedisiplinan mengajar guru merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan mengingat bahwa volume belajar siswa tidak dapat terpenuhi secara maksimal. B. salah satu upaya yang akan dilakukan oleh penulis adalah pencatatan piket secara ketat dan berkelanjutan. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka dapat diindentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: 1.dengan sepenuhnya. Keterlambatan tiba di sekolah pada jam pertama dan cepatnya keluar pada jam terakhir adalah salah satu kenyataan yang sering terjadi sehingga menyebabakan terlambat masuk di kelas atau cepat keluar. akhirnya 1 jam 40 menit hanya terlaksana sekitar 35 menit.

Apakah dengan pencatatan piket yang ketat terhadap kedatangan guru pada jam pertama dapat mengurangi keterlambatan guru mengajar. Perumusan masalah 1. Pada jam terakhir terkadang ada guru yang lebih cepat meninggalkan kelas sebelum bel pulang dibunyikan 4. 5. Apakah dengan pencatatan piket yang ketat terhadap kepulangan guru pada jam terakhir dapat mengurangi kecepatan guru meninggalkan kelas sebelum waktunya . Guru-guru kadang mengahbiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak penting di kelas seperti memarahi siswa . Guru-guru terlambat datang karena macet dalam perjalanan. 6. 2.‖ D. Pembatasan Masalah Berdasarkan analisis potensi dan kewenangan yang dimiliki peneliti dan kemendesakan serta prioritas masalah tersebut untuk segera ditangani maka masalah dibatasi pada “Sebagian guru sering terlambat datang pada jam pertama dan cepat keluar pada jam terakhir. mengabsen terlalu lama. Kadang-kadang guru terhalang tiba di kelas karena hujan keras. C.3. 7. Guru-guru sibuk dengan kegiatan lain di luar.

Tujuan Penelitian 1. Bagi guru a. Meningkatkan motivasi guru dalam mengatur waktu lebih tepat Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru dalam menjalankankan tugasnya. Tujuan umum: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Bagi kepala sekolah a. 2. Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru mengajar sesuai jam yang tersedia pada jadwal 3.E. b. . Tujuan khusus a. 3. Bagi siswa a. Manfaat Penelitian 1. Memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan target kurikulum. Memudahkan siswa dalam memahami informasi dari guru. c. Meningkatkan kredit point kepala sekolah. Siswa belajar lebih lama di dalam kelas. Meningkatkan profesionalisme kepala sekolah dalam bidang kepribadian dan manajerial. 2. b. b. Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru datang mengajar pada jam pertama b.

Meningkatnya kuantitas pembelajaran. . Bagi sekolah a. b. Terciptanya budaya kultur positif di lingkungan sekolah.4.

Perlu diketahui bahwa sekolah ini tidak memiliki lahan yang luas. Jumlah rombongan belajar terdiri dari 5 kelas dengan rasio rata-rata 38 tiap rombongan belajar. Gedung SMPN Satu Atap Pallantikang hanya memiliki 2 (dua) gedung. 1 (satu) untuk Perpustakaan dan 1 (satu) untuk gedung untuk belajar yang terdiri 3 (tiga) ruang belajar. Kabupaten Maros. Seakolah ini beroperasi sejak tahun pelajaran 2005/2006. meskipun demikian proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Perkembngan sekolah ini dilihat dari peningkaran siswanya termasuk sekolah yang berkembang .BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kecamatan Maros Baru. kira-kira 2 KM. Propinsi Sulawesi Selatan. Secara geograpis jaraknya tidak jauh dari kota kabupaten. Kelurahan Pallantikang. Keadaan siswa selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa sekolah ini diminati masyarakat yang ditunjukkan bahwa pada penerimaan siswa baru selalu meningkat calon siswa baru. Tenaga guru yang mengajar di sekolah ini terdiri dari 11 guru PNS dan 12 orang guru honor. Sekolah ini satu lokasi dengan SDN 9 Panaikang. Proses belajar mengajar dilaksanakan di pagi hari dan di siang hari. mengingat . Keadaan sarana dan prasarana belum dapat dikatakan cukup. Deskripsi sekolah (profil sekolah). Lokasi sekolah ini tergolong sekolah pedesaan karena tidak terdapat di pusat kota kabupaten atau di kota kecamatan. SMP Negeri Satu Atap Pallantikang Maros Baru adalah salah satu sekolah yang terdapat di Indonesia tepatnya di kampung Bantabantaeng Lingkungan Panaikang.

Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertujuan kepada orang yang selalu hadir tepat waktu. dan pengendalian. Pengertian Disiplin Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. sedangkan si Y orang yang kurang disiplin. Kedaan seperti ini menunjukkan kekuatan untuk dapat berbuat lebih banyak dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Sebaliknya. Tenaga kependidikan yang mengelola administrasi terdiri dari 1 PNS dan 5 tenaga honorer. khususnya pengadaan lahan. Dalam kehidupan sering kita dengar orang mengatakan bahwa si X adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi. taat terhadap aturan. B. sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturan dan ketentuan berlaku. dan sejenisnya. berperilaku sesuai dengan norma.norma yang berlaku. Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan. pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu (organisasional-formal). baik yang bersumber dari masyarakat (konvensi-informal). Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan.ruang belajar terbas dengan jumlah yang ada hanya 5 (lima) ruangan saja. namun perlu ada perhatian di sisi lain seperti sarana prasarana. . Pertama.

Tapi. tidak atau kurang fleksibel. ada guru yang malas dalam menjalankan tugasnya. hukuman dimaksud sebagai . diskusi dan penalaran untuk membantu guru memahami mengapa diharapkan mematuhi dan menaati peraturan yang ada. terlalu dipaksakan dan lain-lain bisa menimbulkan perilaku yang tidak disiplin. Akan tetapi. Selain guru sosok kepala sekolah juga memiliki peranan yang sangat penting. sekaligus dapat menindak tegas guru bantunya yang tidak profesional dan kurang disiplin didalam melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan utama dan kode keguruan. banyak fakta yang kita sering temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang buruknya kedisiplinan dan kurangnya profesionalisme seorang guru. Pendekatan peraturan demokratis dilakukan dengan memberi penjelasan.Pengertian kedisiplinan dilihat dari profesi seorang guru adalah sikap dan nilai-nilai di sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Teknik ini menekankan aspek edukatif bukan aspek hukuman. kurikulum yang tidak terlalu kaku. kepala sekolah juga berperan sebagai pengambil kebijaksanaan keputusan tertinggi di sekolah. Sanksi atau hukuman dapat diberikan kepada yang menolak atau melanggar tata tertib. dalam proses belajar mengajar pada khususnya dan dalam proses pendidikan pada umumnya. Selain berperan sebagai administrator. bahkan ada guru yang datang ke sekolah ketika akan menerima gaji saja. Misalnya. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh kurikulum. Oleh sebab itu baik buruknya suatu sekolah akan sangat ditentukan oleh kinerja kepala sekolahnya.

nasib bangsa ini akan menjadi bangsa kerdil yang penuh dengan bencana. guru patuh dan taat karena didasari kesaadaran dirinya. melainkan atas kesadaran bahwa hal itu baik dan ada manfaat. kemandirian dan tanggung jawab dapat berkembang. Semuanya bermula dari disiplin diri. Seorang pemimpin. Disiplin diri menjadi kata kunci kemajuan dan kesuksesan serta kebesaran orangorang besar yang pernah hidup dalam sejarah. Jika tidak. Surat Edaran Bupati Maros nomor 800/788/set/ tahun 2010 tentang Penegakan Kedisiplinan PNS menegaskan bahwa setiap Pegawai Negeri Sipil (Guru) tentang pengelolaan dan penanganan Absensi Pegawai Negeri Sipil Pemkab Maros. Berdasarkan pengertian di atas . kecelakaan dan KKN. Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang ketentuan disiplin Pegawai Negeri Sipil khususnya menyangkut ketentuan jam kerja. harus mentaati peraturan yang telah ditetapkan dan bagi yang melanggar telah dipersiapkan sanksinya. atau siapa saja bisa mencapai kesejatian di bidangnya masing-masing karena pernah mempraktikkan disiplin diri. . Seruan tobat dan perbaikan kultur bangsa oleh berbagai pihak akan sia-sia jika tidak ada pendisiplinan diri lebih dulu.upaya menyadarkan. Dalam disiplin sekolah yang demokratis. Mengikuti peraturan yang ada bukan karena terpaksa.maka dalam mencapai tujuan pendidikan nasional secara umum dan peningkatan mutu pendidikan secara khusus maka pengembangan disiplin diri bagi guru perlu dikembangkan. mengoreksi dan mendidik.

Mengenai pentingnya kepribadian guru. C. Dalam hal ini kepribadian adalah karakter atau identitas. Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Kepribadian sebagai ―sesuatu‖ yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat SD) dan mereka yang . disiplin dalam menjalankan tugas berarti mempunyai kepribadian yang tinggi. mulai dariakidah sampai persoalan mualamalah. seorang psikolog terkemuka Prof. Menurut tinjauan psikologi.Dr Zakiah Dardjat ( 1982) menegaskan : Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya.kepribadian berarti sipat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatanya yang membedakan dirinya dari yang lain. Pondasi utama dan pertama dalamIslam adalah disiplin.Karena disamping sebagai pembimbing dan pembantu.Seorang pemimpin nomor satu didunia Nabi Muhammad SAW yang hanya dengan waktu 20 tahun mengembangkan agama islam. Kepribadian Guru Kepribadian erat kaitannya dengan kedidsiplinan. islam dapat menyebar keseluruh dunia. guru juga berperan sebagai panutan. McLeod dalam Muhibbin (1997) mengartikan kepribadian (personality) sebagai sipat yang khas yang dimiliki oleh seseorang.

Berpikir kritis adalah berpikir dengan penuh pertimbangan akal sehat yang di pusatkan pada pengambilan keputusan untuk mempercayai atau mengingkari sesuatu.guru hendaknya berkepribadianh Pancasila dan UUD 45 yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan YME. Keterbukaan Psikologis pribadi guru hal lain yang menjadi paktor menentukan keberhasilan tugas guru adalah keterbukaan psikologs guru itu sendiri.mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menngah) .dan lingkungan pendidikan tempatnya . (2) keterbukaan psikologis.Kebalikanya adalah frgiditas kognitif atau kekakuan ranah cipta yang ditandai dengan kekurang mampuan berpikir dan bertindak yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi.Guru yang fleksibel pada umunya di tandai dengan keterbukaan berpikir dan beradaptasi. dan melakukan atau menghindari sesuatu Heger dalam Muhibbin (1997). Fleksibilitas kognitif ( keluwesan ranah cipta ) merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru adalah 1) fleksibilitas kognitip.Guru yang terbuka secara psikologi akan di tandai dengan kesediaanya yang relatip tinggi untuk mengkomunikasikan dirinya dengan faktor-faktor ekstern antar lain siswa.disamping itu dia harus punya keahlian yang di perlukan sebagai tenaga pengajar.Selain itu ia juga mempunyai resistensi (daya tahan ) terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan.Secara konstitsional.Ketika mengamati dan mengenali suatu objek atau situasi tertentu seorang guru yang fleksibel selalu berpikir kritis.teman sejawat.

nasional maupun global.sehingga mendorong siswa untuk mengembangkan dirinya secara bebas dan tanpa ganjalan. D. sehingga mereka mampu menghadapi persaingan baik lokal.bekerja.Contohnya jika seorang muridnya di ketahui sedang mengalami kemalangan.Keterbukaan psikologis juga di perlukan untuk menciptakan suasana hubungan antar pribadi guru dan siswa yang harmonis. Maka.20 Tahun 2003 yang berbunyi ‖Sistem pendidikan nasional harus menjamin pemerataan pendidikan.Ia mau menerima kritik dengan ikhlas. Dari kutipan UU tersebut jelaslah bahwa pendidikan di Indonesia harus mampu membawa perubahan bagi anak/pelajar. Keterbukaan psikologis sangat penting bagi guru mengingat posisinya sebagai anutan siswa. Keterbukaan psikologis merupakan prakondisi atau prasyarat penting yang perlu dimiliki guru untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.maka ia turut bersedih dan menunjukan simpati serta berusaha memberi jalan keluar. peningkatan mutu serta revelensi dan efesiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan lokal. Pengertian Guru Pendidik/guru merupakan pelaku utama dalam proses peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Masalah peningkatan mutu pendidikan di Indonesia terutama di sekolah dasar.(Reber. kedisiplinan dan profesionalisme guru .Disamping itu ia juga memiliki emphati.yakni respon afektip terhadap pengalaman emosionalnya dan perasaan tertentu orang lain . merupakan masalah yang sangat kompleks dan penting sesuai dengan UU RI No. nasional maupun global.1988).

dan mengevaluasi perserta didik pada pendidikan anak usia dini. menilai. Pantaskah seorang guru menjadi seorang tukang ojek pada sore hari atau menjadi pedagagng asongan di stasiun pada hari-hari libur? Persoalan ini tampaknya akan terus berlangsung sampai pemerintah mampu menaikan gaji guru secara merata dan menyeluruh sebagaimana adanya tunjangan . mengajar.harus lebih ditingkatkan. II pasal 2 mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar. jalur pendidikan formal. pendidikan dasar. Jadi pada hakekatnya mengajar itu sama dengan mendidik. dan pendidikan menengah. pendidikan menengah. Sebagaimana ketentuan umum dalam UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Guru diartikan sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 bab. Guru menurut pasal 35 PP 38/1992 diperkenankan bekerja di luar tugasnya untuk memperoleh penghasilan tambahan sepanjang tidak mengganggu tugas utamanya. mengarahkan.apalagi jika mengingat tidak tegasnya batasan tidak mengganggu tugas utama. para guru walaupun tidak mengganggu tugas utama mereka sebagai pengajar. Karena itu idaklah heran bila sehari-harinya sebagai pengajar lazim juga di sebut pendidik. membimbing.Kebolehan mengerjakan tugas lainya memberi kesan berkurangnya derajat profesional keguruan. dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang – undangan. melatih. agar memiliki rasa tanggung jawab yang penuh dalam diri seorang guru.

juga masih rendahnya kualitas dosen pengelola LPTK itu sendiri.semua sarjana non kependidikan boleh mengajar. Kita memang tak perlu berburuk sangka.Akta ini dikeluarkan oleh LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan program akta pada fakultas tarbiyah untuk menjadi guru agama. Hal lain adalah sarjana non keguruan boleh menjadi guru asal mempunyai Akta mengajar.Namun yang perlu diwaspadai adalah kekurang mampuan mereka mengelola PBM. Idealnya seorang yang memiliki bakat untuk menjadi guru terlebih dahulu menempuh pendidikan formal keguruan selama kurun waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan institusi kependidikan yang akan menjadi tempat kerjanya. terbukti dengan tidak sesuainya guru bidang studi dan rendahnya kualitas PBM.Selain itu ragam mata kuliah yang dipelajari juga harus lebih spesipik dan berorientasi pada kompetensi dan profesionalisme keguruan yang memadai.mengingat di perlukan waktu 5 tahun untk memperoleh SI untuk belajar dan berlatih mengelola PBM.belun memuaskan. Tidak ada keharusan memiliki pengalaman pendidikan dan ijazah sarjana keguruan misalnya dari IKIP dan fakultas tarbiyah .Tunjangan profesi yang telah dipenuhi oleh pemerintah sejak tahun 2006 yang lalu sampai sekarang dan rencananya akan rampung pada tahun 2014 akan mengubah makna guru pada masa akan datang. Adanya perbaikan .profesi yang diperoleh melalui persyaratan sertipikasi yangsampai sekarang belum bisa menyentuh guru secara keseluruhan.Jadi seorang sarjana tehnik bisa menjadi guru.Konotasinya. Selain itu kenyataan di lapangan menunjukan bahwa out put LPTK seperti yang diakui oleh Mendikbud RI.

wakil kepala satuan pendidikan. Tugas Guru Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 24 ayat (7) menyatakan bahwa guru dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala satuan pendidikan. ketua program keahlian satuan . Mutu pendidikan akan dengan sendirinya akan meningkat seiring dengan adanya guru yang secara genetic mempunyai daya IQ yang tinggi para guru masa dating. Masyarakat memaknai bahwa seorang guru adalah penentu keberhasilan anaknya. Guru yang paling banyak terlibat dengan proses mengajar-belajar (PMB) atau yang paling populer dengan proses belajar mengajar ( PBM). Lulusan SMA yangmenjacai peringkat di SMA tidak lagi ramai-ramai hanya mendaptar pada jurusan kedokteran. dan keberhasilan suatu sekolah. Ada sebagian masyarakat kita beranggapan keberhasilan suatu pendidikan sangat ditentukan oleh mutu guru itu sendiri. E. berkaitan dengan rendahnya mutu pendidikan.penghasilan bagi profesi guru akan mengubah makna guru dari profesi yang kering manjadi profesi yang cukup basah. Guru merupakan salah satu issu penting yang menjadi sorotan dari berbagai media massa. Bertambahnya peminat jurusan keguruan diperguruan tinggi menandakan tanda bahwa guru akan dating akan membawa warna cerah. dari profesi yang direndahkan dimasyarakat menjadi profesi yang diminati. Sementara kita ketahui bersama keberhasilan atau kegagalan pendidikan bukan dari factor guru satu satunya yang menjadi penentu.tapi sebagian sudah ada yang mendaftar menjadi calon guru. teknik dan jurusan yang penting .

pencurian.pendidikan. Mencatat siswa yang terlambat dan tidak masuk sekolah dalam buku piket . Adapun rincian tugas piket yang dimaksud dalam pelaksanaan pros belajar mengar khususnya sebagai berikut. sehingga perlu pengelolaan khusus. Mengisi jam pelajaran yang kosong 3. Mengawasi siswa pada saat istirahat dan selama proses KBM berlangsung 5. 1. guru dapat diberi tugas tambahan yang melekat pada tugas pokok misalnya menjadi pembina pramuka. Melayani tamu 4. Tugas tambahan sebagai guru piket memang suatu pekerjaan yang berat bagi guru. kepala laboratorium. sesuai dengan isi Pasal 52 ayat (1) huruf e. kepala perpustakaan. Guru piket ini juga menjaga keamanan sekolah selama berlangung Prose pembelajaran. Menjaga keamanan dan ketertiban pada saat jam pelajaran sedang berlangsung 2. Melarang/mengijinkan siswa yang akan meninggalkan jam pelajaran tertentu 7. Mencatat semua kegiatan/kejadian selama proses KBM berlangsung 6. dan guru piket. pemadaman listrik mendadak yang bisa merusak peralatan sekolah dan sebagainya. Penerapan piket ini ditujukan agar tidak terjadi hal-hal seperti kebakaran. bengkel. pembimbing kegiatan karya ilmiah remaja. atau unit produksi. Daftar tugas piket adalah pedoman yang harus diikuti agar pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan. Selanjutnya. pengawas satuan pendidikan.

yaitu dengan beban mengajar paling sedikit 24 jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Khusus sekolah-sekolah di daerah terpencil.8. Jadi kompetensi guru adalah merupakan kemampuan guru dalam melaksanakan kewajiban –kewajibanya secara bertanggung jawab dan layak. Kompetensi Guru. belum semua guru dapat melaksanakan tugas ideal sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Mengisi laporan piket dengan cermat 10. . Hal tersebut terjadi karena kondisi sekolah yang kelebihan guru atau lokasi sekolah yang berada di daerah terpencil. pada umumnya peserta didiknya sedikit sehingga mempengaruhi jumlah rombongan belajar (rombel) dan rasio minimal jumlah peserta didik terhadap gurunya F. Kelebihan guru terjadi karena ada perubahan kebijakan dalam perencanaan dan rekruitment guru. Pengertian guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi sebagai sumber kehidupan. Mencatat guru yang terlambat dan tidak hadir dalam buku piket 9.Selain kemampuan kompetensi juga berarti keadaan berwenang atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum. Pengertian kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Melaporkan hal-hal yang dianggap perlu kepada Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah Namun hingga saat ini. serta perubahan beban mengajar guru dari paling sedikit 18 jam tatap muka per minggu menjadi 24 jam tatap muka per minggu.

SMA/MA. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. spiritual. emosional. dan kebudayaan nasional Indonesia. dan santun dengan peserta didik Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. moral. setiap kompetensi diuraikan lagi menjadi beberap kompetensi inti. empatik. . sosial. Adapunyang termasukkopmpetensi keperibadian adalah : Bertindak sesuai dengan norma agama. dan guru mata pelajaran pada SD/MI. sosial. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA. yaitu kompetensi pedagogik. dan profesional.Seorang guru seharusnya mnemiliki standar kompetenis sebagai mana yang ditetapkan dalam Permen 16 tahun 2007 ―Standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. guru kelas SD/MI. kultural. Kompetensi inti dari kompetensi pedagogik adalah : Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik. kepribadian. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki Berkomunikasi secara efektif. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. dan intelektual Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. dan SMK/MAK‖. SMP/MTs. hukum. sosial. Dari masing masing standar kompetensi guru mata pelajaran.

tenaga kependidikan. dan berwibawa Menunjukkan etos kerja. stabil. tanggung jawab yang tinggi. latar belakang keluarga. berakhlak mulia. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. kondisi fisik. arif. dan masyarakat. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. rasa bangga menjadi guru. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. . orang tua. dan santun dengan sesama pendidik. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. Dari Kompetensi Inti Guru yang terakhir untuk setiap guru mata pelajaran dijabarkan lagi sewcara khusus sesuai mata pelajarannya. dan status sosial ekonomi. dewasa. struktur. Standar sosial juga dapat diuraikan menjadi kompetensi inti yaitu: Bersikap inklusif. konsep. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri. Adapun taermasuk Kompetensi Profesional : Menguasai materi. dan rasa percaya diri. agama. ras. serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. Berkomunikasi secara efektif. empatik. bertindak objektif.

Berdsarkan permen diatas jelas bagi kepala sekolah tetnatng tanggung jawab pengelolaan sekolah bertanggungjawab dalam melaksanakan rencana kerja dengan mengoptimlakna komponen sekolah yang ada. Peraturan menteri pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 Tentang standar proses untuk satuan pendidikan. Dasar dan menengah ―. Peraturan menteri pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan dalam bab 2 tentang pelaksanaan kegiatan sekolah ―.Kegiatan sekolah/madrasah: 1)dilaksanakan berdasarkan rencana kerjatahunan. menilai hasil pembelajaran. membimbing dan melatih peserta didik. 2)dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatanyang didasarkan pada ketersediaan sumberdaya yang ada. Beban kerja minimal guru a. beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran. c. . PERATURAN-PERATURAN YANG TERKAIT 1.Pelaksanaan kegiatan sekolah/madrasah yang tidaksesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan perlumendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidikdan komite sekolah/madrasah. 1. b.Kepala sekolah/madrasah mempertanggung-jawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang aka-demik pada rapat dewan pendidik dan bidang non-akademik pada rapat komite sekolah/madrasahdalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaranyang disampaikan sebelum penyusunan rencanakerja tahunan berikutnya. Peraturan Menteri pendidikan Nasional nomor 19 tahun 2007 tetntang standar pengelolaan pendidikan.G. melaksanakan pembelajaran.

Untuk mencapai kerja 24 jam perminggu maka seorang guru tidak boleh terlambat sesuai jadwal. maka pasti tidak akan bias terpenuhi beban kerjanya sekalipun tidak perna alpa dalam mengajar. Pada sisi lain bahwa guru tetap adalah pegawai negeri sipil . maka ini menunjukkan tidak tercapainya standar minimal tersebut. Untukmencapai hal ini semua maka jika dalam jadwal pembelajaran sudah terdapat minkmal 34 minggu dan 27 jam perminggu tetapi dalam pelaksanaan setiap hari terjadi keterlambatan beberapa menit tiap jam pelajaran . . maka dalam permen ini juga dijelaskan kewajiban guru untuk bekerja selalam 37. karena apabila sering terlambat. Pendidikan adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan diselenggarak daerah kabupaten / kota.5 jam perminggu. . Dan lebih husus lagi pada tingkat SMP yaitu kelas VII sampai IX minimal 27 jam perminggu. beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.‖ Oleh karena itu maka tidak adalagi alasan bagi suatu sekolah untuk tidak berusaha mencapai standar tersebut karena merupkan standar yang paling di bawah. 3. Dalam permen ini juga dijelaskan tentang penyelenggaraan proses pembelajaran yang ditiuntut kegiatan tatap muka adalah minimal 34 minggu dalam setahun.serta melaksanakan tugas tambahan. Peraturan menteri pendidikan nasional republiikn idonesia nomor 15 tahun 2010 tentang standarp pelayanamn minimal pendidikan dasar di kabupaten/kota Dalam permen ini dikatakan dalam ketentuan umum bahwa ― Standar pelayanan minimal pendidikan Dasar Selanjutnya disebut SPM..

B. dan melaksanakan tugas tambahan‖ . kecamatan Maros Baru. Provinsi Sulawesi Selatan.Sebagaimana dikatakan bahwa ― Setiap guru tetap bekerja 37. membimbinga tau melatihp esertad idik. melaksanakan pembelajaran. termasuk merencanakan pembelajaran. menilai hasil pembelajaran. Waktu Penelitian Penelitian akan dilakukan selama 4 minggu yaitu pada tanggal 01 s/d 26 Novembe Tahun 2010 dengan jadwal penelitian sebagai berikut: NO KEGIATAN MG-1 25 OKT 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri Satu Atap Pallantikang Maros yang beralamat di kampung Bantabantaeng Lingkungan Panaikang.5 jam per minggu di satuan pendidikan. BAB III METODE PENELITIAN A.   MG-2 30 01 s/d MG-3 06 08 s/d MG-4 13 15 s/d 20 NOV s/d NOV NOV Membentuk tim peneliti √ Koordinasi pihak terkait dengan  Melengkapi dan . Kabupaten Maros. Dengan ketentuan seperti ini maka semakin jelas bagi guru bahwa keterlambatan datang mengajar merupakan kekurangan dalam melaksanakan pelayananan minimal terhadap tugas guru. kelurahan Pallantikang.

Herlina Amrah. S. Husain. SMPN Satap Anggota Peneliti . Pd JABATAN Kepala SMPN STATUS Satap Ketua Peneliti Pallantikang Maros 2. Muhammad Akib. SMPN Satap Anggota Peneliti Pallantikang Maros 3. C. 3.  Membuat tindak lanjut rencana v  Membuat laporan hasil penelitian 1.memperbaiki penelitian  proposal Menyiapkan yang fasilitas diperlukan (instrumen. Kes.S. dll) 2. S. Tim Peneliti Tim peneliti terdiri dari 3 orang sebagai berikut: NO NAMA 1. Kur.  Melaksanakan penelitian √ v   Mengolah data Merencanakan siklus II Jika ada. Pd Ur. Pd Ur.

Menyiapkan fasilitas penelitian (sarara prasarana. Membuat laporan penelitian E. Membentuk tim peneliti 4. dan jenis tindakan OBJEK PENELITIAN SASARAN PENELITIAN  JENIS TINDAKAN Semua guru SMP Negeri Satu Kompetensi Atap Pallantikang Maros keperibadian Pencatatan piket berkelanjuta F. Mengolah data hasil penelitian 9. Membuat proposal penelitian 6. bahan dll) 7. Melaksanakan penelitian dan melakukan pengamatan dengan menggunakan instrumen sesuai perencanaan 8. Merefleksikan hasil penelitian dan membuat rencana tindak lanjut 10. Pentahapan Penelitian Langkah-langkah yang dilakukan untuk melaksanakan penelitian adalah: 1.Pallantikang Maros (curiculum vitae tim peneliti terlampir) D. Objek. Membuat rencana penelitian 3. Siklus Tindakan Penelitian ini dilakukan 2 (dua) siklus dengan perencanaan penelitian tindakan masing-masing siklus sebagai berikut: . Mengkoordinasikan rencana penelitian kepada pihak terkait 5. peralatan. sasaran. Menganalisis permasalahan yang penting untuk diteliti 2.

Dampak tindakan I SIKLUS II PERENCANAAN II  melakukan penyempurnaan tindakan apabila hasil refleksi I belum menunjukkan hasil yang sesuai harapan (menjadi perencanaan II) . tim pengamat. Skenario pelaksanaan tindakan (waktu. tindakan dilakukan. PENGAMATAN I Pengamatan objek dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan di perencanaan I REFLEKSI I Pengkajian Dan Evaluasi Terhadap 1. fasilitas yang diperlukan. Identifikasi permasalahan. langkah tindakan. tempat. 5. jenis objek penelitian. Proses tindakan I 2. 2. peserta. 3. 4. yang akan sasaran penelitian. Cara pengolahan data hasil pengamatan.SIKLUS I PERENCANAAN I MENYIAPKAN: 1. dll) PELAKSANAAN I Pelaksanaan tindakan I (pencatatan jam masuk kelas dan jam keluar di kelas) berdasarkan jadwal pelajaran. Jenis data yang akan dijaring dan jenis instrumen yang digunakan. Indikator keberhasilan dari tindakan.

Dampak tindakan I G. Teknik pengumpulan data dan jenis instrumen yang digunakan Berikut adalah data yang akan dijaring pada penelitian ini dan instrumen yang digunakan untuk penjaringan data.atau  menetapkan untuk mengulang perencanaan apabila hasil refleksi i sudah menunjukkan hasil yang sesuai harapan PELAKSANAAN II  pelaksanaan tindakan ii (pencatatan jam tiba disekolah) atau  pengulangan pelaksanaan tindakan i (untuk memastikan bahwa hasil siklus i bukan merupakan faktor kebetulan) PENGAMATAN II pengamatan dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan di perencanaan ii REFLEKSI II Pengkajian Dan Evaluasi Terhadap 1. Proses tindakan II 2. lembar observasi jam keluar . NO DATA YANG DIJARING Kesesuaian Jam masuk kelas dengan Jam Mengajar. JENIS INSTRUMEN 1. Lembar observasi jam masuk lesa pada jam pertama 2.

Yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu : 1. Kategori sedang yaitu 21 – 40 % 3. Kategori rendah/ normal yaitu 0 – 20 % BAB IV SIKLUS TINDAKAN A. berlangsung sejak mulai peneliti memberikan arahan. Perencanaan Solusi untuk mengatasi masalah kedisiplinan guru perlu disusun kedalam suatu program tindakan pendisiplinan. (3) Pengamatan. (2) Pelaksanan tindakan. jumlah guru yang terlambat mengajar pada jam pertama pada setiap harinya dirata-ratakan kemudian diprosesntasekan. Permasalahan yang perlu diatasi untuk usaha peningkatan kedisiplinan guru dalam pelaksanaan tugas adalah kedisiplinan masuk mengajar dan kedisiplinan meninggalkan kelas setelah pembelajaran. Siklus I Secara sistematik hasil penelitian ini disajikan dalam susunan: (1) Perencanaan. hasil prosentase dari hasil prosentase dapat dilihat kategori keterlabantan sebagaimana dipertimbangkan sebagai nilai kewajaran. sampai meyusun Rencana Pelaksanaan Pendisiplinan. Teknik analisis data Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif . Kategori tinggi yaitu 41% – keatas 2.dikelas pada jam terakhir H. dilanjutkan dengan . Setelah mendapatkan masalah tersebut di atas. Penyusunan program tindakan pendisiplinan dalam arti luas. dan (4) Refleksi. 1.

Pelaksanaan Tindakan Tindakan pendisiplinan dengan pencatatan secara ketat untuk meningkatkan kedisiplinan guru adalah sebagai berikut : 1)mencacat jam masuknya kelas oleh guru yang mengajar pada jam pertama 2) mencatat keluarnya guru dari kelas pada jam terakhir. Pertama tentang frekwensi keterlambatan guru mengajar pada jam pertama dapat di lihart pada tabel 1 berikut ini. Dari masalah serta solusi pemecahan masalah. 3.. suatu tindakan dapat dikembangkan. 2. Pengamatan /observasi Berdasarkan hasil observasi dari tim peneliti yang dilakukan setiap hari sebelum jam pertama hingga jam terakhir di sekolah diadakan pencatatn pergantian jam. maka peneliti melaksanakan perencanaan dengan menyediakan lembar observasi yang akan digunakan setiap hari pada jam pertam dan jam terakhir. Tabel. 1. Tindakan solusi masalah yang digunakan oleh peneliti.mengidentifikasi faktor penyebab lainnya. maka dapat dituliskan 2 macam data. Peneliti menganggap bahwa penyebab masalah adalah sikap yang sudah terbiasa dilakukan karena kurangnya pengawasan. Kedua frekwensi cepatnya guru meninggalkan kelas pada jam terakhir dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini. yaitu perobahan sikap terhadap tugas dengan cara pencatatan secara ketat oleh piket dan berkelanjutan. Data Frekwensi keterlambatan guru menjar pada jam pertama No Tanggal Frekwensi (%) Keterangan . Karena melalui pemahaman berbagai kemungkinan penyebab masalah.

Data Frekwensi cepatnya guru selesai mengajar pada jam terakhir. Pada hari pertama pencatatan terdapat 3 guru yang terlambat atau 60 % dari 5 guru yang mengajar .keterlambatan 1 2 3 4 5 6 01 – 11 – 2010 02 – 11 – 2010 03 – 11 – 2010 04 – 11 – 2010 05 – 11 – 2010 06 – 11 – 2010 Jumlah Rata-rata 3 1 0 1 3 1 9 1.66 % cepat keluar Keterangan 40 20 20 40 40 40 — 33.50 60 20 0 20 60 20 — 30 Tabel.33 Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh kolaborasi tim peneliti yang dituliskan pada tabel frekwensui di atas dapat dilihat bahwa. No 1 2 3 4 5 6 Tanggal 01 – 11 – 2010 02 – 11 – 2010 03 – 11 – 2010 04 – 11 – 2010 05 – 11 – 2010 06 – 11 – 2010 Jumlah Rata-rata Frekwensi 2 1 1 2 2 2 10 1. 2.

Hasil observasi terhadap guru yang cepat keluar berdasarkan data frekwensi menunjukkan bahwa pada hari pertama pencatatan terdapat 2 guru yang cepat keluar atau 40 % dari 5 guru yang mengajar pada jam terakhir. Pada Hari kedua dan ketiga prosentase kelalaian menurun hingga 1 orang guru atau 20 %. . angka ini menunjukan kategori normal. Angka ini menunjukkan ke batas sedang yang mendekati kategori tinggi . Angka ini menunjukkan batas sedang yang mendekati tingginya angka kelalaian guru yang menghampiri kategori tinggi. Secara keseluruhan kelalaian guru pada minggu pertama menunjukkan angka yang sedang yaitu 33. Angka ini masih berada pada angka kategori sedang. Angka ini sudah berada pada kategori normal. Pada hari kelima kembali menunjukkan kenaikan kembali menjadi 3 orang guru yang terlambat atau 60 %. Pada hari keempat. Angka ini menunjukkan penurunan. Pada hari keenam keterlambatan derastis menurun pada angka 1 orang guru atau 20 % . kelima. Secara keseluruhan keterlambatan guru pada minggu pertama ini menuinjukkan angka rata-rata yang berada pada kategori sedang yaitu 30 %. Pada Hari kedua dan keempat prosentase keterlambatan menurun hingga 1 orang guru atau 20 %. Angka ini menunjukkan masih tingginya angka keterlambatan guru yang masih berada di atas batas kategori tinggi yaitu 60%. Angka menunjukkan kategori tinggi. angka ini masih berada pada kategori tinggi. Angka ini masih perlu diturunkan.33 %. dan keenam menunjukkan kenaikan kembali hingga ada 2 orang guru yang lalai atau 40 %. angka ini menunjukkan kategori normal.pada jam pertama. Angka ini berada pada angka kategori sedang namun perlu mendapat perhatian serius sebab menghampiri angka tinggi.

Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan dari tindakan pada siklus satu terlihat bahwa sudah ada perubahan prilaku sebagian guru yang sering terlambat dan cepat keluar dari kelas. Dari hasil wawancara dengan guru. hanya sampai pada buku catatan piket saja. bahkan hingga tidak ada lagi guru yang ingin terlambat dan cepat meninggalkan kelas pada jam terakhir.Selain pencatatan ketat yang dilakukan oleh kolaborasi peneliti juga ditugaskan mendengarkan tanggapan sikap guru-guru yang berkembang . Guru seperti ini yang kedua tadi sudah langsung berobah dengan sistem pencatatn yang berkelanjutan tetapi masih ada yang belum mempercayai bila hanya dicatat dan tidak akan berpengaruh terhadap penilaian yang akan datang. Memang disadari oleh peneliti bahwa yang sering terlambat dan cepat keluar pada jam yang tersedia adalah guru yang jarak tempat tinggalnya agak jauh. Perubahan yang terjadi belum keseluruhan karena masih ada guru yang menganggap bahwa pencatatan ini tidak ada apa-apanya. siswa tidak bergairah. 1. Dari hasil pertemuan dengan tim peneliti terdapat satu masukan bahwa masih perlu ada perbaikan tindakan untuk lebih meminimalkan. karena memang sering terlambat mengatakan sikap bahwa pencatatan itu hanya sebatas dalam kertas dan tidak punya epek pengaruh sedikitpun terhadap penilaian dari kepala sekolah. Namun sebagain juga sudah menngemukakan bahwa selalam ini kita terlambat karena tidak perna juga dicatat dan dibukukan oleh kepala sekolah. Sehingga secara tidak sengaja guru –guru yang terlambat. ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. tim peneliti menemukan masukan faktor penyebab datang terlambat dan cepat keluar diantaranya. ada ulangan. . ada urusan keluarga.

Perencanaan. Perbaikan tindakan yang disepakati pada siklus II adalah mewawancarai guru-guru dan mengumumkan hasil pengamatan keterlambatan dan kelalaian cepat keluar setiap hari senin pada papan informasi secara khusus. (2) Pelaksanaan tindakan. dan lain-lain. B. Ditambah perjalanan yang sering menjadi penghalang yaitu macet dan cuaca yang tidak menentu. Pelaksanaan tindakan. Perencanan yang dilakukan pada siklus II pada dasarnya sama yang dilaksanakan pada siklus I dengan tambahan menyediakan papan pengumamn khusus untuk mengumumkan hasil pencatatan piket pada hari terakhir serta wawancara dengan guru-guru tersebut.siswa gelisah. Sebagai tambahan tindakan pada siklus II adalah setiap hari sabtu sebelum peneliti meninggalkan sekolah menuliskan hasil observasi selama enam hari yang berlalu pada papan pengumuan yang sudah disediakan dan mewawancarai guru yang bersangkutan. Pelaksanaan tindakan pada siklus II pada dasarnya sama yang dilaksanakan pada siklus I. 1.. (3) Observasi. Siklus II Pelaksanaan siklus II ini pada dasarnya sama dengan silus I yaitu: (1) Perencanaan. Berdasarkan hasil yang dipoeroleh pada siklus I belum memuaskan peneliti maka tim peneliti menyepakati untuk melajutkan pada siklus II. dan (4) Repleksi. 3. 1. Pengamatan /observasi .

Angka ini menunjukkan angka keterlambatan guru yang sudah berada pada kategori rendah atau sudah dikatakan normal.50 lambat Keterangan Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh kolaborasi tim peneliti yang dituliskan pada tabel frekwensui 3 di atas dapat dilihat bahwa.kelim.Sebagaimana hasil observasi pada siklus I. Secara keseluruhan keterlambatan guru pada minggu kedua ini sudah . Tabel. dan keenam masih terdapat masing –masing 1 guru yang terlambat atau 20 % dari 5 guru yang mengajar pada jam pertama. Pertama tentang frekwensi keterlambatan guru mengajar pada jam pertama dapat dilihart pada tabel 3 berikut ini. Pada hari pertama .5 20 0 0 0 20 20 — 7. Data Frekwensi terlambat mengajar mengajar pada jam pertama No Tanggal Frekwensi % mengajar 1 2 3 4 5 6 08 – 11 – 2010 09 – 11 – 2010 10 – 11 – 2010 11 – 11 – 2010 12 – 11 – 2010 13 – 11 – 2010 Jumlah Rata-rata 1 0 1 0 1 0 3 0. maka pada siklus II dari tim peneliti yang dilakukan setiap hari sebelum jam pertama hingga jam terakhir di sekolah diadakan pencatatan pergantian jam maka dapat dituliskan 2 macam data. Kedua frekwensi cepatnya guru meninggalkan kelas pada jam terakhir dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini. 3.

67 %.menuinjukkan kategori yang rendah karena yang terlambat sudah menunjukkan di bawah angka 20 %.33 % cepat keluar Keterangan 0 0 0 20 20 0 — 6. No 1 2 3 4 5 6 Tanggal 08 – 11 – 2010 09 – 11 – 2010 10 – 11 – 2010 11 – 11 – 2010 12 – 11 – 2010 13 – 11 – 2010 Jumlah Rata-rata Frekwensi 0 1 0 0 1 0 2 0. Data Frekwensi cepatnya guru selesai mengajar pada jam terakhir. Namun pada hari kedua dan kelima masih terdapat masing-masing 1 orang guru atau 20 % guru yang keluar sebelum waktunya. 4. keempat. .67 Hasil observasi terhadap guru yang cepat keluar berdasarkan data frekwensi menunjukkan bahwa pada hari pertama. Secara keseluruhan kelalaian guru pada minggu kedua ini sudah menuinjukkan angka yang cukup rendah yaitu 6. Terbukti pada minggu kedua Ini telah menunjukkan angka keterlambatan guru sudah mencapai 7. ketiga. dan keenam pencatatan sudah tidak terdapat guru yang cepat keluar atau 0 % .50 % Tabel. Angka ini sudah berada di bawah angka rendah atau normal yaitu 20 %. atau keseluruhan guru yang mengajar pada jam terakhir keluar tepat pada waktunya. Angka ini menunjukkan bahawa angka kelalaian guru yang sudah berada di batas kategori rendah atau normal.

Tindakan pencatatan piket diperlukan untuk kelanjutan kedisiplinan di sekolah. Usaha keras untuk datang ke sekolah menjadi prioritas peneliti untuk peningkatan pendisiplinan guru di sekolah. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan dari tindakan pada siklus dua terlihat bahwa sudah ada perubahan prilaku guru yang sering terlambat dan cepat keluar dari kelas secara signipikan. . Masuk dan keluar tepat waktu dalam melaksanakan tugas menjadi tekad bulat teman-teman guru. Pencatatan yang ketat oleh piket terhadap kedatangan guru pada jam pertama dapat mengurangi keterlambatan guru mengajar. sehingga pada hari – hari akan datang diharapkan tidak ada lagi guru yang tidak mau berusaha keras untuk tidak terlambat datang mengajar dan keluar dari kelas sebelum waktunya. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pemabahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.4. Perubahan yang terjadi belum keseluruhan namun peneliti menganggap bahwa sebenarnya dalam jiwa guru sudah terdapat perubahan sikap namun maish perlu waktu pembiasaan yang cukup. A. Berdasarkan hasil yang dipoeroloeh pada silus II peneliti merasa puas maka tim peneliti menyepakati untuk tidak melanjutkan lagi pada siklus berikutnya. Guru menyadari bahwa masuk dan keluar tepat waktu adalah suatu kedisiplinan dalam melaksanakan tugas.

. Kepada kepala sekolah agar dapat menjadikan hasil penelitian sebagai pertimbangan untuk menertibkan jam mengajar guru yang ada di sekolah. 2007. B. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Nasional Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta. Jakarta. Jakarta.2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Lembaran Negara RI Tahun 2005. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 2. Republik Indonesia. Republik Indonesia. Republik Indonesia. Saran Berdasarkan hasil penelitian. Kepada Kepala Dinas dan jajaranya hingga pengawas sekolah agar dapat menyarankan kepada kepala sekolah untuk menerapkan pencatatan piket secara ketat untuk menertibkan guru yang ada di sekolah. Pencatatan yang ketat oleh piket terhadap jam mengajar terakhir dapat mengurangi cepatnya guru pulang sebelum waktunya. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. maka dapat peneliti sarankan : 1. 2007. kesimpulan yang peneliti temukan . Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. 2. 2007. Sekretariat Negara Republik Indonesia. 3.

Atmajaya.4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar proses Departemen Pendidikan Nasional.‖ . Kusuma. Jakarta. Republik Indonesia.1984.―Peran Seorang Kepala Sekolah di Dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Kerajinan Guru Bantunya di Sekolah. 2007. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful