Membedakan Sesak Nafas Akibat Gangguan Kardiovaskular dan Bukan Dyspnea mengacu pada sensasi sulit bernapas atau

tidak nyaman dalam bernafas. Hal tersebut merupakan pengalaman subyektif yang dirasakan dan dilaporkan oleh pasien yang terkena. Dyspnea harus dibedakan dari takipnea, hiperventilasi, dan hiperpnea, yang merujuk pada variasi pernapasan terlepas dari sensasi subyektif pasien. Takipnea adalah peningkatan laju pernafasan di atas normal; hiperventilasi merupakan peningkatan ventilasi relatif terhadap kebutuhan metabolisme, dan hiperpnea adalah peningkatan yang tidak seimbang dalam ventilasi relatif terhadap peningkatan tingkat metabolisme. Kondisi ini mungkin tidak selalu berkaitan dengan dyspnea.
1

Dua jenis yang tidak umum dari sesak napas yang trepopnea dan platypnea. Trepopnea adalah dyspnea yang terjadi dalam satu posisi dekubitus lateral dibandingkan dengan yang lain. Platypnea mengacu pada sesak napas yang terjadi dalam posisi tegak dan lega pada posis berbaring. Dyspnea on exertion tidak berarti selalu indikasi penyakit. Orang normal mungkin merasa dyspneic dengan latihan berat. Tingkat aktivitas ditoleransi oleh setiap individu tergantung pada variabel seperti umur, jenis kelamin, berat badan, kondisi fisik, sikap, dan motivasi emosional. Dyspnea on exertion dianggap indikasi penyakit bila terjadi pada tingkat aktivitas yang semestinya dapat ditoleransi dengan baik. Kita perlu menanyakan apakah ia telah melihat keterbatasan baru yang progresif mengenai kemampuannya untuk melakukan tugas-tugas tertentu yang ia mampu lakukan tanpa kesulitan di masa lalu (misalnya, berjalan, naik tangga, melakukan pekerjaan rumah tangga). Tingkat gangguan fungsional dapat dinilai dengan cara ini. Seorang pasien dengan dispnea mungkin berkata, “Saya merasa: sesak napas, mengalami kesulitan bernapas, tidak bisa bernapas, seperti tercekik”.

kita bisa mengklasifikasikan penyebabnya menjadi 4 kategori utama. Riwayat pasien juga harus diketahui mengenai masalah medis signifikan yang dimiliki pasien. apakah onset tiba-tiba atau bertahap. Radiografi dada. . campuran kardiak dan pulmonari serta bukan keduanya. tes fungsi paru. Kita dapat memulai dengan sebuah pertanyaan terbuka berupa.Karena merupakan fenomena subyektif. mengi. obat apa yang dia telah minum serta berapa banyak dia merokok? Juga mengenai riwayat asma. yaitu kardiak. Menanyakan tentang jumlah bantal ia yang ia gunakan di bawah kepalanya pada malam hari dan apakah ia pernah harus tidur dengan posisi duduk. 2 Pertanyaan tambahan harus ditujukan untuk memastikan apakah pasien memiliki ortopnea atau dispnea nokturnal paroksismal. persepsi dan interpretasi dyspnea bervariasi dari pasien ke pasien. pengukuran gas darah arteri. kita perlu mengetahui detail kapan onsetnya terjadi. kondisi emosional. dan apa yang dia lakukan untuk meringankan penderitaannya tersebut? 1. 3 Pada kejadian dispnea. alergi dan demam tinggi perlu dipertimbangkan. gangguan paru. faktor pemberat dan yang memperingan serta frekuensi dan durasi serangan. Pada kasus yang belum dapat dipastikan serta membutuhkan klarifikasi. dan perubahan posisi tubuh harus diperhatikan Tanyakan juga tentang gejalagejala yang terkait seperti nyeri dada. pulmonari. 1. Kondisi-kondisi di mana dispnea terjadi harus dipastikan di antaranya adalah respon terhadap aktivitas. Apakah dia mengalami batuk atau mengi pada posisi berbaring? Apakah ia pernah terbangun di malam hari dengan sesak napas? Berapa lama setelah berbaring melakukan episode terjadi. palpitasi. “Apakah Anda memiliki kesulitan bernapas?” Jika respon berupa afirmatif dan dyspnea dianggap menjadi masalah. atau batuk Kadangkadang batuk tidak produktif dapat muncul setara dengan dyspnea. elektrokardiograf dan skrining spirometry dapat memberikan informasi yang berharga untuk memastikannya.

pasien dapat mengalami ortopnea atau paroxymal nocturnal dyspnea. dan pasien mengalami dyspnea on exertion. arrhythmia paroksismal (seperti atrial fibrilasi). berupa tiba-tiba terbangun saat sedang tidur karena tidak bisa bernafas. Selain itu. output jantung tidak meningkat dengan cukup sebagai respon terhadap olahraga ringan sedang sehingga asidosis jaringan dan otak terjadi. Kardiovaskular penyebab dispnea di antaranya adalah penyakit katup (stenosis mitral dan insufisiensi terutama aorta). efusi perikardial dengan tamponade. seringkali disertai dengan batuk karena ada transudat cairan ke dalam rongga udara. Kerusakan yang lebih lanjut dapat menyebabkan pasien mengalami dyspnea saat berbaring yang juga disebut orthopnea. kardiomiopati. dan dispnea dapat terjadi dengan tenaga yang lebih ringan. Pada tahap selanjutnya dari kegagalan ventrikel kiri.ekokardiograf dan tes standard exercise treadmill atau tes complete cardiopulmonary exercise dapat dilakukan. Juga.2 Sesak nafas atau dyspnea biasanya merupakan keluhan paling awal dan signifikan pada pasien dengan keluhan gagal jantung kiri. hipertensi sistemik atau paru-paru. Sesak napas dapat disertai dengan kelelahan atau sensasi mencekik atau kompresi sternum. Pasien dapat pula mengalami paroxymal nocturnal dyspnea. sirkulasi paruparu tetap mengalami kongesti. pasien akan merasa lebih baik saat duduk maupun berdiri atau dengan mengganjal bagian atas tubuh dengan bantal yang tinggi sehingga rongga dada cenderung naik ke atas. Hal tersebut dapat terjadi karena terjadi peningkatan pengembalian darah vena dari ekstremitas bawah dan elevasi diafragma saat berada dalam posisi supinasi. Karena itu juga. 5 Pada gagal ventrikel kiri awal. dan miokarditis. 4. Edema paru akut adalah manifestasi paling dramatis dari kelebihan overload vena paru-paru dan dapat terjadi pada infark miokard baru atau pada tahap terakhir dari kegagalan ventrikel kiri kronis.Asupan atau administrasi cairan pada pasien .

pertukaran gas masih adekuat dan nilai gas darah masih relatif normal. sesak nafas juga merupakan tanda pertama dari gejalanya. Pada pasien tersebut. Awalnya tampak diam-diam tetapi progresif. dan fibrosis interstisial. batuk dan mengi mungkin menjadi penanda awal. pneumonia. penyakit paru obstruktif kronik. Emfisema merupakan penyakit sumbatan jalan nafas kronik yang ditandai dengan pembesaran permanen pada jalan nafas bagian distal ke terminal bronkiolus. dyspnea mungkin terjadi pada demam dan kondisi hipoksia serta berhubungan dengan beberapa kondisi kejiwaan seperti kecemasan dan gangguan panik. Pada emfisema.dengan gagal ginjal oliguri juga kemungkinan dapat berperan pada terjadinya kongesti paru dan dyspnea. Sementara itu. pneumonitis alergi. Diabetic ketoacidosis jarang menyebabkan dypsnea namun pada umumnya menyebabkan pernafasan lambat dan dalam (pernafasan Kussmaul. Pada pasien yang memang memiliki bronkitis atau asma bronkitis kronik.berusaha menekan udara keluar paru-paru dengan expiratory effort. meskipun mungkin tidak ada kesulitan bernapas dirasakan oleh pasien. efusi pleura. rongga udaranya membesar dan kapasitas difusinya turun. duduk ke depan pada posisi membungkuk. Hipoperfusi cerebral dari sebab apapun juga dapat mengakibatkan periode hiperventilasi dan apnea disebut respirasi Cheyne-Stokes. . Selain itu. emboli paru. penyakit paru yang merupakan kategori utama lain penyebab terjadinya dyspnea . pneumotoraks. Gambaran klasik pada pasien yang tidak memiliki komponen bronkitis adalah mengalami barrel-chest dan dispnea dengan expirasi yang lebih lama. Lesi serebral atau perdarahan intrakranial mungkin terkait dengan hiperventilasi kuat dan kadang-kadang napas tidak teratur periodik disebut pernafasan Biot. Dispnea dan hiperventilasi sangat mencolok sehingga sampai penyakit tahap akhir. di antaranya adalah asma bronkial.

seperti di thyromegaly. sebuah suara jantung ketiga dapat mengindikasikan gagal jantung kongestif dan ritme yang tidak teratur bisa menunjukkan fibrilasi atrial. kapillari refill.Pasien emfisema lain yang ekstrem serta memiliki bronkitis kronik dan riwayat infeksi berulang dengan sputum purulen biasanya memiliki dyspnea yang kurang mencolok serta dorongan nafas. Pemeriksaan kardiovaskular dapat menunjukan murmur. suara jantung tambahan. Pemeriksaan thorax dapat menunjukan peningkatan diameter anteroposterior. dan ekspirasi mengi saja dapat mengindikasikan penyakit paru-paru obstruktif. ronki. terutama jika pasien memiliki riwayat diabetes. Rales atau mengi dapat mengindikasikan gagal jantung kongestif. 4 Untuk bisa mengerucutkan pada suatu diagnosis penyebab sesak nafas. yang dapat berkontribusi untuk obstruksi saluran napas. kelainan dari detak atau irama jantung. Palpasi leher dapat mengungkapkan massa. Sebuah murmur sistolik dapat menunjukkan stenosis aorta atau insufisiensi mitral. Patologi orofaringeal atau nasofaring dapat ditemukan dengan mengidentifikasi kelainan obstruktif kasar dari bagian hidung atau tenggorokan. . Perfusi perifer ekstremitas harus dievaluasi dengan menilai pulsasinya. Bruits leher adalah indikasi penyakit makrovaskuler dan mengarahkan pada penyakit arteri koroner. suara tumpul atau mengi. Kyphosis dan scoliosis bisa menyebabkan pembatasan paru. Hal tersebut menyebabkan mereka akan menahan karbon dioksida sehingga hipoksia dan seringkali sianosis. Auskultasi paru-paru memberikan informasi mengenai karakter dan simetri nafas suara seperti rales. kelainan bentuk tulang belakang seperti kyphosis atau scoliosis. bukti trauma dan penggunaan otot aksesori untuk bernapas. hipertensi atau merokok. edema dan pola pertumbuhan rambut. perlu dilakukan pemeriksaan fisik lengkap sehingga tidak perlu melakukan pemeriksaan laboratorium. tingkat pernapasan tinggi.

-patient is subject. Fausto. P. Hodge HL.html. berkeringat atau hyperventilation. 3rd ed. Jakarta: EGC. Robbins Basic Pathology: The Heart. Clinical Methods: The History.org/afp/ 980215 ap /morgan. 3th ed. American Family Physician. Aaronson PI. 2010. 1997. P. Dyspnea. 5 Pemeriksaan Fisik Kardiovaskular. Diunduh dari Fauci AS. At a Glance Sistem Kardiovaskular: Anamnesis dan Examinations. 78-80. and Laboratory Morgan WC.aafp.68. 487. Mitchell. 2 http://www. not object- . Boston: Butterworth Publishers. 14th ed. Physical. Ward JPT. New York: Kumar. 4 Philadelphia: Saunders Elsevier. Harrison’s Principles of internal medicine. P. Diakses 31 Mei 2011.8th ed. 3 McGraw-Hill. ed.1990. Abbas.Pemeriksaan psikiatrik dapat mengungkapkan kecemasan disertai dengan gemetar. 381. 2007. 2 Disusun oleh Johny Bayu Fitantra Daftar Pustaka 1 Mukerji V.

.

coughing. It's caused by congestion (excessive or abnormal accumulation of blood) in the lungs. Paroxysmal nocturnal dyspnea is an intense form of orthopnea. which occurs as a result of left-sided heart failure.and it sometimes happens to people who haven't had any previous symptoms of heart trouble." "nocturnal" means "occurring at night" and "dyspnea" means "difficulty breathing" or "shortness of breath.Paroxysmal Nocturnal Dyspnea Imagine awakening suddenly from sleep. People with this condition must keep their heads elevated to breathe comfortably. Anxious and scared. "Paroxysmal" means "sudden attacks that recur. which can lead to breathing difficulties. paroxysmal nocturnal dyspnea is a sign of heart failure. wheezing and feeling like you're suffocating.the two conditions are very different. Paroxysmal nocturnal dyspnea can be accompanied by swelling of the feet or ankles. It commonly ." Paroxysmal nocturnal dyspnea is also sometimes called cardiac asthma because its signs and symptoms mimic those of asthma. This frightening occurrence is a sign of heart failure -. perhaps along with accumulation of excess fluid in the lungs (pulmonary edema). you might quickly sit up and put your feet on the floor. gasping for air. Some patients who experience paroxysmal nocturnal dyspnea also experience orthopnea: breathlessness when lying down that is relieved when several pillows raise the head and upper body. This term is actually misleading -. Sitting or standing up helps you breathe better again. While asthma is a chronic condition caused by inflammation of the airways. The scientific term for this occurrence is paroxysmal nocturnal dyspnea.

Also. One of the causes of orthopnea is pulmonary congestion (excessive or abnormal accumulation of blood in the lungs) when a patient lies down and blood moves from the lower part of the body to the lungs. and it's relieved by sitting upright. the diseased left side of the heart can't pump out the additional volume. and sometimes the production of sputum (mucus and other matter. coughing and wheezing. we'll learn what causes paroxysmal nocturnal dyspnea and how you can treat it. resulting in congestion in the lungs. Lung congestion decreases when the patient raises his upper body. Next. which may be bloody). increasing amounts of fluid enter the lungs during sleep and fill the small. air-filled sacs in the lungs where oxygen is absorbed from the atmosphere. The failing left side of the heart is suddenly unable to match the output of a more normally functioning right side. but not as quickly as is orthopnea. but in heart failure patients. excess fluid that accumulates in the lower part of the body during the day and moves into the lungs when the patient lies down. We don't know why paroxysmal nocturnal dyspnea occurs so suddenly in patients with left heart failure.occurs several hours into sleep (as opposed to immediately upon lying down). causing shortness of breath. In normal individuals this has little effect. Causes of Paroxysmal Nocturnal Dyspnea Paroxysmal nocturnal dyspnea and orthopnea have similar causes. This condition may be worsened by fluid overload. In paroxysmal nocturnal dyspnea. How is paroxysmal nocturnal dyspnea treated? . lung circulation in patients with congestive heart failure may already be overloaded. So blood backs up in the vessels of the lungs.

steps are taken to treat fluid overload. where they're treated with intravenous medicines like loop diuretics. Eating home-cooked meals prepared with herbs and spices instead of salt is one of the most effective ways of getting rid of excess fluid in the body. In addition to recommending a low-sodium diet.Treatment depends upon the exact cause of the episodes. If the episodes are due to heart failure. Then the filtered blood (minus the excess fluid) is returned to the patient. and supplemental oxygen may ease symptoms. following a low-sodium diet involves avoiding most processed foods (including frozen and canned foods. doctors generally recommend that people who experience breathing difficulties such as paroxysmal nocturnal dyspnea limit the amount of salt in their diets. Doctors generally recommend weight reduction for obese patients. known as ultrafiltration. people with fluid overload are typically admitted to the hospital. In ultrafiltration therapy. as well as the majority of fast food and takeout food items). In addition to not adding salt at the table. vasodilator drugs and inotropic drugs. is available to relieve fluid overload. look at the links on the next page. the person's blood is passed through a filter that removes excess fluid. . When that happens. Because a diet high in salt can contribute to fluid overload. Another procedure. doctors often prescribe medicines known as diuretics ("water pills") to relieve the symptoms of fluid overload. they often become ineffective over time. While these methods work for a while. To learn more about paroxysmal nocturnal dyspnea and heart failure.

resulting in not enough oxygen reaching the tissues. shortness of breath (dyspnea) is a common symptom of congestive heart failure. The study concluded that this group of patients requires a more aggressive approach to improve their outcome.that's when it's called orthopnea. The word orthopnea comes from the Greek terms "orthos." and "pnoe." It's important to report orthopnea to your doctor.it may be a sign of heart failure danger. as you go to sleep at night might reveal a telltale sign of a serious heart condition. but it can also occur when a person is lying down -." which means "standing upright or straight. This condition is called orthopnea. this trouble breathing or sensation of breathlessness is relieved only by sitting up straight or standing. even if you can control it by simply propping your head up while you sleep -. For many with this condition. for example"). This is most typically noticed during exercise. One study has shown that heart failure patients with persistent orthopnea have poorer prognoses and are at significantly higher risk of hospitalization than patients without orthopnea. People with some types of heart or lung problems often complain about difficulty breathing while lying down.Orthopnea Overview Counting your pillows. Sometimes a person realizes that sleep is more comfortable when propped up with extra pillows under his or her head. and it's commonly measured by the number of pillows needed to ease the breathing ("three-pillow orthopnea. . What causes orthopnea? In general." which means "breathing. This is because increased fluid in the lungs can interfere with the exchange of oxygen. not sheep.

that occurs as a result of left-sided heart failure. in people with heart failure. However. It is caused by congestion in the lungs -. In a prone position. many people with fluid overload must be hospitalized for additional treatment. They may also prescribe diuretics (sometimes called "water pills"). . excess blood in the lungs can cause breathing problems or shortness of breath. which doesn't cause a problem for people whose hearts are pumping normally. Fluid Overload Treatment If excess fluid is causing breathing problems like orthopnea or paroxysmal nocturnal dyspnea. diuretics sometimes become less effective over time. medicines that help the body eliminate excess sodium and water. Orthopnea is caused by the accumulation of too much fluid in the lungs (pulmonary congestion or fluid overload) when a person lies down. in which a person notices that sleep is more comfortable with several pillows under his head. blood volume from the feet and legs redistributes to the lungs. vasodilator drugs (medicines that increase the diameter of blood vessels so blood flow is increased) and inotropic drugs (medicines that cause the heart to pump more blood with each contraction). However.Orthopnea can be a subtle condition. Orthopnea is a sign of heart failure. or a more severe one in which he can breathe deeply and comfortably only when sitting or standing. doctors may recommend that the patient eat a lowsodium diet. This treatment can include intravenous medications like loop diuretics.and perhaps accompanied by accumulation of excess fluid in the lungs (pulmonary edema) -. It may occur along with swelling of the feet or ankles. because too much sodium can contribute to fluid overload. so after awhile.

. a condition related to orthopnea. It's a frightening attack of shortness of breath that can awaken a person suddenly from sleep and that is relieved only by sitting or standing up. take a look at the links on the next page. People with heart failure may experience orthopnea. For more information about orthopnea. but usually one or two hours after they fall asleep. Paroxysmal nocturnal dyspnea isn't relieved as quickly as is orthopnea -. Paroxysmal Nocturnal Dyspnea Paroxysmal nocturnal dyspnea. paroxysmal noctural dyspnea. or neither. in which blood is passed through a small machine that filters out the excess fluid. both. doctors may prescribe a procedure known as ultrafiltration.and it doesn't occur right after the person lies down. is experienced by some people with heart failure.If these medicines don't work to relieve the fluid overload.