Revisi SNI 03-1964-1990

Daftar isi

Daftar isi Prakata

……………………………………………………………………………................. i ……………………………………………………………………………............. …………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………… …………………………………………………………….............. ii 1 1 1 2 3 4 4 5 7 8 ………………………………………………………………………………….. iii

Pendahuluan

1 Ruang lingkup 2 Acuan normatif

3 Istilah dan definisi 4 Peralatan 6 Benda uji 5 Kalibrasi piknometer 7 Cara pengujian

………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………............. …………………………………………………………………………… ……………………………………………………............. …………………..........

8 Perhitungan dan pelaporan

Lampiran A (Normatif) Formulir pengujian berat jenis tanah

Lampiran B (Informatif) Contoh formulir pengujian berat jenis tanah ……………...….

Metode pengujian berat jenis tanah. Standar ini merupakan adopsi modifikasi AASHTO Designation : T 100-031 dan ASTM Designation : D 854-00. pemerintah daerah. adalah revisi dari SNI 03-1964-1990. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman BSN No.Revisi SNI 03-1964-1990 Prakata Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Cara uji berat jenis tanah. Adapun Perbedaan pada edisi revisi meliputi : a) Perubahan judul menjadi Cara uji berat jenis tanah. BACK Daftar RSNI 2005 ii . oleh Subpanitia Teknik yang melibatkan narasumber. pakar. Specific gravity of soils. dan lembaga terkait. c) Ada penambahan materi pada koreksi nilai K dan suhu yang dihubungkan dengan nilai kerapatan relatif air. Cara uji berat jenis tanah ini dipersiapkan oleh Panitia Teknis Standardisasi Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil melalui Gugus Kerja Bidang Geoteknik Jalan pada Sub Panitia Standardisasi Bidang Jalan dan Jembatan. b) Sistematik penulisan mengikuti pedoman BSN Nomor 8 tahun 2000. asosiasi profesi. 8 Tahun 2000 dan dibahas dalam forum konsensus yang diselenggarakan pada tanggal 30 Mei 2006.

Dalam standar ini dilampirkan contoh hasil uji pemeriksaan kadar air lengkap dengan perhitungannya. kalibrasi piknometer. Standar ini berisikan ruang lingkup. Kegunaan hasil uji berat jenis tanah ini dapat diterapkan untuk menentukan konsistensi perilaku material dan sifatnya. benda uji. BACK Daftar RSNI 2005 iii . persyaratan peralatan. perhitungan dan laporan. cara pengujian.Revisi SNI 03-1964-1990 Pendahuluan Penentuan berat jenis tanah dilakukan di laboratorium terhadap contoh tanah yang diambil dari lapangan.

2 Acuan normatif Metode pengujian batas cair dengan alat Cassagrande.Revisi SNI 03-1964-1990 Cara uji berat jenis tanah 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan prosedur uji untuk menentukan berat jenis tanah lolos saringan 4. 10). SNI 03-3423-1994. Metode pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. SNI 03-6371-2000. Specific gravity of soils. Apabila tanah mengandung partikel lebih besar saringan 4.00 mm (No. Tata cara bervibrasi. analisis ukuran butir tanah dengan alat SNI 03-1967-1990. maka contoh tanah harus dipisahkan menggunakan saringan 4. pemasangan dan pemantauan pisometer kawat SNI 03-6797-2002. AASHTO T 100. Apabila tanah merupakan gabungan dari partikel yang lebih besar dan lebih kecil dari saringan 4. Tata cara pengklasifikasian tanah dengan unifikasi tanah.75 mm (No.75 mm (No. 4). 4) diuji sesuai dengan SNI 03-1969-1990. SNI 03-6461-2000. pengujian berat jenis harus dilakukan terhadap tanah lolos saringan 2. maka bagian yang tertahan saringan 4. SNI 03-1969-1990.1 berat jenis angka perbandingan antara berat isi butir tanah dan berat isi air suling pada temperatur dan volume yang sama BACK Daftar RSNI 2005 1 dari 8 .75 mm (No. Specification for ASTM Thermometers. SNI 03-1975-1990. Apabila nilai berat jenis tanah digunakan dalam perhitungan yang berkaitan dengan pengujian hidrometer (SNI 03-3423-1994). 3 Istilah dan definisi 3.75 mm (No. Nilai berat jenis tanah yang diperoleh harus dirata-ratakan dari kedua nilai berat jenis tersebut. Tata cara klasifikasi tanah dan campuran tanah agregat untuk konstruksi jalan. Weighing devices used in the testing of materials. AASHTO M 231. Metode pengujian hidrometer.75 mm (No. 4) menggunakan alat piknometer. Metode mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat. 4). ASTM E 1. 4).

kurangnya 50 ml (CATATAN 1).4 contoh uji contoh tanah lolos saringan 4. 4. 4.75 mm (No. 4. 10).6 Termometer Termometer rentang pembacaan 0oC – 50oC dengan kemampuan baca 0.2 berat isi butir perbandingan antara berat butir tanah dengan volume butir tanah 3. dan ditengah-tengahnya harus mempunyai lubang kecil untuk mengeluarkan udara dan kelebihan air. 4) atau saringan 2.Revisi SNI 03-1964-1990 3. CATATAN 1 Penggunaan botol ukur atau botol yang dilengkapi penutup tergantung keinginan.2 Saringan Saringan 4. 10) 4 Peralatan Peralatan yang dipakai dalam pengujian berat jenis tanah terdiri dari: 4. BACK Daftar RSNI 2005 2 dari 8 .3 berat isi air perbandingan antara berat air dengan volume air 3.1 Piknometer Sebuah botol ukur yang mempunyai kapasitas sekurang .00 mm (No. 4) dan saringan 2.7 Bak perendam Untuk merendam piknometer atau botol ukur sampai temperaturnya tetap.4 Oven pengering Oven yang dilengkapi dengan alat pengatur temperatur untuk mengeringkan contoh tanah basah sampai (110 ± 5)oC. 4.1 oC.00 mm (No. sehingga dapat menutup dengan rapat sampai kedalaman tertentu dibagian leher botol. tetapi umumnya botol ukur harus digunakan untuk contoh yang lebih besar dari pada yang digunakan di dalam botol ukur yang berpenutup. 4.3 Timbangan Dua buah timbangan dengan kemampuan baca 0.75 mm (No.001 gram.kurangnya 100 ml atau botol yang dilengkapi penutup dengan kapasitas sekurang .5 Alat pendingin Alat pendingin (desikator) berisi silica gel. Penutup botol harus berukuran dan berbentuk sedemikian rupa. 4.01 gram dan 0. Untuk botol ukur kapasitas 500 ml dipergunakan untuk contoh tanah lempung dengan kadar air asli. dan pan penadah.

4. metode ini juga dapat dipakai untuk pengujian tunggal. 5 Kalibrasi piknometer Dalam kalibrasi piknometer yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut : a) Piknometer dibersihkan. Termometer dicelupkan ke dalam air. dikeringkan.8 Botol Untuk pengisian air suling ke dalam piknometer atau botol ukur. Nilai – nilai untuk kerapatan relatif air o pada temperatur 18 – 30 C diberikan dalam Tabel 1. Berat piknometer dan air suling (W4). Berat W 4 dan W 3 didasarkan pada temperatur air yang sama. dan beratnya dicatat (W 1 gram). dan memungkinkan digunakan sebagai pengganti air suling untuk contoh tanah kering oven. Nilai dari W 4 dihitung sebagai berikut : = kerapatan air pada Tx kerapatan air pada Ti × ( W 4 (pada Ti ) − W1 ) + W1 W4 (pada Tx) dengan : W 4 adalah berat piknometer dan air. bila dibandingkan dengan air untuk tanah. BACK Daftar RSNI 2005 3 dari 8 . Ti adalah temperatur air yang diamati. Piknometer harus diisi dengan air suling (CATATAN 2) pada temperatur ruang. suatu tabel dari nilai berat W 4 dipersiapkan untuk satu rangkaian temperatur yang mungkin berlaku ketika berat W 3 ditentukan kemudian (CATATAN 3). ditimbang. Piknometer dan isinya pada beberapa temperatur yang direncanakan pada waktu berat W4 dan W3 ditimbang.Revisi SNI 03-1964-1990 4. dalam gram. CATATAN 2 Minyak tanah adalah suatu bahan pembasah larutan yang lebih. b) Berat W4 ditentukan dari temperatur pengujian Ti yang diamati. harus ditimbang dan dicatat. dan temperatur (Ti) diukur dan dicatat dalam bilangan bulat. dalam gram W 1 adalah berat piknometer. dan T x adalah temperatur yang diperlukan/dikehendaki dalam derajat Celsius.9 Tungku listrik Tungku listrik (hot plate) yang dilengkapi dengan pelat asbes atau pompa udara (vaccum pump) kapasitas 1 – 1. CATATAN 3 Metode ini menyediakan suatu prosedur yang paling baik untuk laboratorium – laboratorium yang melakukan banyak pengujian dengan menggunakan piknometer yang sama.5 HP. Hal tersebut lebih baik untuk menyiapkan tabel dari berat W 4 untuk beberapa temperatur yang berlaku ketika berat W3 diambil. dalam derajat Celsius.

3. c) Contoh tanah kering-oven – Apabila contoh tanah kering oven yang digunakan. 10.9956780 Faktor koreksi K 1. kemudian ditimbang dan dimasukkan ke dalam piknometer.9962652 0. 6.9984347 0. 12. 7 Cara pengujian Urutan pelaksanaan pengujian adalah sebagai berikut : a) Keringkan benda uji dalam oven pada temperatur 110oC± 5oC (230oF ± 9oF) selama 24 jam.9973286 0. berat tanah (Wt ). Contoh tanah lempung yang mengandung air alamiah harus diuraikan di dalam air suling sebelum dimasukkan dalam botol ukur 500 ml. CATATAN 4 Volume minimum campuran yang sudah menyatu dapat dipersiapkan dengan menggunakan peralatan pengurai yang disyaratkan dalam SNI 03-3423-1994. 4.9991 0.9983 0. 13. derajat Celcius 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Hubungan kerapatan relatif air 0.9998 0. pada kondisi kering oven harus ditentukan pada akhir pengujian dengan menguapkan air di dalam oven dengan temperatur 110o ± 5oC (230 ± 9o F). setelah itu dinginkan dalam desikator.9974 6 Benda uji a) Tanah yang digunakan pada uji berat jenis dilakukan terhadap benda uji basah atau benda uji kering oven. b) Contoh dengan kadar air alamiah – Apabila contoh yang digunakan adalah contoh dengan kadar air alamiah.9982343 0. Daftar RSNI 2005 BACK 4 dari 8 . Air suling harus ditambahkan ke dalam piknometer dalam jumlah yang dapat menutupi contoh secara keseluruhan.0004 1.9986 0. Berat dari contoh uji kering oven paling sedikit 25 gram dengan menggunakan botol ukur.9980233 0.9996 0. dan sedikitnya 10 gram apabila menggunakan botol yang dilengkapi dengan penutupnya.0002 1. 7. 1. 5. Contoh harus direndam selama paling kurang 12 jam. Pengujian berat jenis dilakukan dengan sistem ganda (duplo) dan hasilnya dirataratakan. contoh harus dikeringkan selama paling kurang 12 jam atau sampai beratnya tetap.9975702 0.9968156 0.9978019 0. sehingga botol ukur 50 ml diperlukan sebagai piknometer. 8. menggunakan alat pengurai yang sesuai persyaratan SNI 03-3423-1994 (CATATAN 4). Temperatur.9993 0. 11.9939761 0.9965451 0.9977 0.9970770 0. dalam sebuah oven dengan temperatur 110oC± 5oC (230oF ± 9oF). dinginkan pada temperatur ruang. 2.9980 0. 9.Revisi SNI 03-1964-1990 Tabel 1 Hubungan antara kerapatan relatif air dan faktor konversi K dalam temperatur No.9986244 0.9989 0.0000 0.

nilai berat jenis yang dilaporkan harus didasari air pada temperatur 20oC. Tx (20oC) dengan : Wt W4 W3 Tx Adalah adalah adalah adalah Berat contoh tanah kering oven. Tx sebagai berikut : Berat Jenis. dipersiapkan berdasarkan pasal 5. Keringkan bagian luarnya. Tambahkan air suling ke dalam piknometer atau botol ukur yang berisi benda uji. Masukkan benda uji ke dalam piknometer atau botol ukur yang digunakan. = Wt [ W t + (W 4 − W3)] CATATAN 5 Nilai ini harus diambil dari tabel nilai W4 . isinya ditentukan sebagai berikut : . dalam gram.Isi piknometer atau botol ukur dengan air suling yang temparaturnya sama. Bila isi piknometer atau botol ukur belum diketahui. kemudian timbang (W2 gram). sebagai berikut : Daftar RSNI 2005 BACK 5 dari 8 . piknometer atau botol ukur dapat dimiringkan sekali . Ukur temperatur isi piknometer atau botol ukur. Pengeluaran udara dapat dilakukan dengan pompa hampa udara. kemudian keringkan dan timbang (W4 gram). dalam derajat Celcius. kemudian dikeringkan dan selanjutnya timbang (W 1 gram). untuk temperatur yang berlaku pada waktu berat W3 diambil. dalam gram.Revisi SNI 03-1964-1990 b) Cuci piknometer atau botol ukur dengan air suling. untuk mendapatkan faktor koreksi (K). Berat piknometer berisi air pada temperatur Tx (CATATAN 5). Untuk benda uji yang mengandung lempung diamkan benda uji terendam selama 24 jam atau lebih.kali. sehingga piknometer atau botol ukur terisi duapertiganya. Rendamlah piknometer atau botol ukur dalam bak perendam.b). 8 a) Perhitungan dan pelaporan Hitung berat jenis tanah berdasarkan temperatur air. c) d) e) f) g) h) i) j) . Untuk mempercepat proses pengeluaran udara. Panaskan piknometer atau botol ukur yang berisi rendaman benda uji dengan hati hati selama 10 menit atau lebih sehingga udara dalam benda uji ke luar seluruhnya. Berat piknometer berisi air dan tanah pada temperatur Tx.33 kpa (100 mm Hg). sampai temperaturnya tetap. b) Sebaliknya jika tidak diperlukan. dengan tekanan 13. Nilai yang didasari air pada temperatur 20oC harus dihitung dari nilai air pada temperatur yang diamati Tx . lalu timbang (W3 gram). dalam gram.Kosongkan dan bersihkan piknometer atau botol ukur yang akan digunakan. dan Temperatur air dalam piknometer ketika berat W 3 ditentukan. Tambahkan air suling secukupnya sampai penuh.

4). Persen tanah tertahan saringan 4. Tx (20oC) dengan : K Adalah = K × Berat Jenis. Nilai untuk temperatur dapat dilihat dalam Tabel 1.75 mm (No.75 mm (No. Berat jenis butir tanah tertahan saringan 4. Berat jenis butir tanah lolos saringan 4. bagian yang telah dilakukan pengujian harus dilaporkan. laporkan hasilnya sekurang . Persen tanah lolos saringan 4.Revisi SNI 03-1964-1990 Berat Jenis. 4) yang ditentukan menurut standar konsep SNI tentang metode pengujian berat jenis dan penyerapan air pada agregat kasar SNI 03-1969-1990. c) Berat jenis rata – rata dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut : 1 ____________________________ R1 P1 + 100 Gs 1 100 Gs 2 Gs (rata – rata) = dengan : Gs (rata – rata) R1 P1 Gs 1 adalah adalah adalah adalah Gs 2 adalah Berat jenis rata – rata tanah yang mengandung ukuran butir lebih besar dan lebih kecil dari saringan 4. laporkan hasilnya sekurang .75 mm (No. Apabila menggunakan piknometer untuk menentukan berat jenis. e) f) g) BACK Daftar RSNI 2005 6 dari 8 .75 mm (No. nilai berat jenis dapat dihitung dengan mengalikan berat jenis pada temperatur T x dengan kerapatan relatif air pada temperatur Tx .kurangnya sampai 3 (tiga) desimal. Apabila menggunakan botol ukur untuk menentukan berat jenis. 4) yang ditentukan sesuai dengan prosedur pengujian ini. Tx Tx Suatu angka diperoleh dengan membandingkan kerapatan relatif air pada o temperatur Tx dengan kerapatan relatif air pada temperatur 20 C. 4). 4). d) Apabila diperlukan untuk melaporkan nilai berat jenis tanah berdasarkan temperatur air 4oC.kurangnya sampai 2 (dua) desimal. Apabila sebagian contoh tanah asli dihilangkan dalam persiapan contoh uji.75 mm (No.

. ……………. Contoh ..Revisi SNI 03-1964-1990 Lampiran A (Normatif) Contoh formulir pengujian berat jenis tanah Pekerjaan Lokasi Jenis tanah No. Diperiksa Penguji BACK Daftar RSNI 2005 7 dari 8 . : : : ……………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………… : …………………………………………… Tanggal Dikerjakan Diperiksa : : : ……………………………… ……………………………… ……………………………… Pengujian berat jenis Nomor contoh dan kedalaman Nomor piknometer Berat piknometer + contoh Berat piknometer Berat tanah Temperatur C Berat piknometer + air + tanah pada temperatur 20 C W 3 Berat piknometer + air pada 20 C W5 = Wt + W4 Isi tanah Berat jenis ( Gs ) W5 .W1 (gram) (gram) (gram) (gram) (gram) (gram) (cm ) 3 W4 ………………..W3 Rata – rata o o o W2 W1 Wt = W 2 .W3 Wt W5 .

610 2.790 20 (gram) (gram) (gram) (cm ) 3 A6 67.300 7.40 m) Tanggal Dikerjakan Diperiksa : : : 12 September 2003 Deni H Sumarno Pengujian berat jenis Nomor contoh dan kedalaman Nomor piknometer Berat piknometer + contoh Berat piknometer Berat tanah Temperatur C Berat piknometer+air+tanah pada temperatur 20 C W 3 Berat piknometer + air pada 20 C W5 = Wt + W4 Isi tanah Berat jenis ( Gs ) W 5 .W3 Rata – rata 2.W 1 159.440 51.0 -2.530 6.240 157.600 W5 .170 18.320 147.150 16. 1 – TB 5 / 8.510 166. No Contoh : : : : Peningkatan jalan Demak – Godong Lempung lanauan B1/T2 (2.960 42.060 147.00 – 8.620 o o o BM.240 163.290 W t = W2 .W3 Wt 2. H BACK Daftar RSNI 2005 8 dari 8 .50 m C1 W2 W1 (gram) (gram) (gram) 60.210 W4 Bandung 12 September 2003 Diperiksa Penguji Sumarno Deni.Revisi SNI 03-1964-1990 Lampiran B (Informatif) Contoh pengujian berat jenis tanah Pekerjaan Lokasi Jenis tanah .