SNI 03-1967-1990

METODE PENGUJIAN BATAS CAIR DENGAN ALAT CASAGRANDE
BAB I DESKRIPSI

1.1. Maksud dan Tujuan 1.1.1. Maksud Metode ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam pengujian untuk menentukan batas cair tanah dengan cara casagrande. 1.1.2. Tujuan Tujuan pengujianh ini untuk memperoleh besaran batas cair tanah, sehingga dapat digunakan untuk menentukan sifat dan klasifikasi tanah. 1.2. Ruang Lingkup Metode pengujian ini dilakukan terhadap tanah baik berbutir halus atau butiran kasar dari saringan 0,42 mm (no.40). 1.3. Pengertian Yang dimaksud dengan batas cair tanah adalah kadar air minimum dimana nsifat suatu jenis tanah berubah dari keadaan cair menjadi plastis.

BAB II CARA PELAKSANAAN

2.1. Peralatan Peralatan yang dipakai dalam pengujian batas cair adalah sebagai berikut : 1) Alat batas cair standar, mangkoknya harus bersih, kering dan tidak goyang, dan harus diperiksa apakah tinggimjatuh mangkok alat batas cair tersebut sudah tepat 1,0 cm; 2) Alat pembuat alur, harus bersih, kering, dan tidak aus yang terdiri dari : (1) alat pembuat alur standar ASTM untuk tanah yang berpasir; (2) alat pembuat alur standar casagrande untuk tanah kohesif; 3) Mangkok pengaduk (mixing disk) benda uji dari porselin; 4) Batang pengaduk (spatula) dari baja tahan karat panjang 12,5 cm; 5) Cawan kadar air minimal 4 buah, dan harus diberi tanda kemudian ditimbang untuk menentukan beratnya; 6) Botol berisi air suling; 7) Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram; 8) Desikator berisi silika sel;

1

jika ternyata pada percobaan telah diperoleh jumlah pukulan sama. maka tentukan kadar airnya sesuai dengan Metode Pengujian Kadar Air Tanah (SNI 03-1965-1990). 3) Setelah contoh menjadi campuran merata. 5) Putarlah alat sedemikian sehingga mangkok naik/jatuh dengan kecepatan putar 2 rotasi per detik. maka adukan disimpan terlebih dahulu dan ditutup dengan kain basah atau contoh yang telah disiapkan direndam dahulu selama 24 jam. Prosedur Urutan proses dalam pengujian batas cair adalah sebagai berikut : 1) Letakan 100 gram benda uji yang sudah dipersiapkan didalam mangkok pengaduk.6) minimal 3 kali berturut-turut dengan variasi 2 .42 mm (no. Benda Uji Benda uji disiapkan sesuai dengan “Metode Mempersiapkan Contoh Tanah dan Tanah Mengandung Agregat” SNI 03-1975-1990. dengan menggunakan alat pembuat alur (grooving tool) melalui garis tengah pemegang dan simetris. 4) Buatlah alur dengan jalan membagi dua benda uji dalam mangkok itu.3. pada waktu membuat alur posisi alat pembuat alur (grooving tool) harus tegak lurus permukaan mangkok. dan kalau masih terjadi pergeseran ini maka harga batas cair ini tidak dapat diperoleh.42 mm (no. benda uji dikeringkan di udara sampai bisa disaring.4) sampai dengan 2. 6) Ulangi pekerjaan 2. sebagai catatan ada beberapa jenis lempung sulit diaduk dan kadang-kadang jika terlalu banyak atau lama pengadukannya akan berubah sifat. 2) khusus untuk jenis tanah yang mengandung butiran lebih kasar dari saringan 0.40).40). atau langsung seperti berikut : 1) jenis-jenis tanah yang tidak mengandung butir kasar dan hampir semua butirannya lebih halus dari saringan 0. maka percobaan harus diulangi beberapa kali dengan kadar air berbeda. Pemutaran ini dilakukan terus sampai dasar alur benda uji bersinggungan sepanjang kira-kira 1.3. 2.SNI 03-1967-1990 9) Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk mengeringkan pada suhu (110 ± 5)0C. bagian yang paling tebal harus ± 1 cm.3. 2) Dengan menggunakan spatula. aduklah benda uji tersebut dengan menambah air suling sedikit. sehingga jumlah pukulan yang didapat lebih kecil. 2. agar pengadukan dapat dilakukan lebih mudah dan lebih cepat.25 cm dan catat jumlah pukulannya pada waktu bersinggungan. dalam hal ini benda uji tidak perlu dikeringkan dan tidak perlu disaring dengan saringan 0. lalu benda uji diambil yang lewat saringan 0.5) beberapa kali sampai diperoleh jumlah pukulan yang sama. dan mangkok alat batas cair bersihkan.2) sampai 2. hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan apakah pengadukan contoh sudah betul-betul merata kadar airnya. 7) Kembalikan sisa benda uji kedalam mangkok pengaduk. kemudian masukan ke dalam cawan yang telah dipersiapkan.3.40). jumlah pukulan yang betul adalah jika proses berimpitnya dasar alur disebabkan masa tanah seolah-olah mengalir dan bukan karena bergeser. maka ambilah benda uji langsung dari mangkok pada alur.3.42 mm (no. ratakan permukaannya sedemikian sehingga sejajar dengan dasar alat. Sebagai catatan untuk beberapa jenis tanah menunjukan bahwa pada waktu pemukulan ternyata persinggungan alur disebabkan karena kedua bagian masa tanah diatas mangkok bergeser terhadap permukaan mangkok.2. kemudian ulangi langkah 2.40). benda uji diaduk kembali dengan merubah kadar airnya. sampai merata (homogen). ambil bagian benda uji ini dan letakan diatas mangkok alat batas cair.42 mm (no.

2) Buatlah garis lurus melalui titik-titik itu. maka buatlah garis lurus melalui titik-titik berat titiktitik tersebut.4.5. Hasilnya dilaporkan sebagai bilangan bulat.SNI 03-1967-1990 kadar air yang berbeda. 3) Untuk memperoleh hasil yang teliti. sehingga akan diperoleh perbedaan jumlah npukulan sebesar 8 – 10. jika ternyata titik-titik yang diperoleh tidak terletak pada satu garis lurus. tentukan besarnya kadar air pada jumlah pukulan 25 dan kadar air inilah yang merupakan batas cair (liquid limit) dari benda uji tersebut. Penentuan Batas Cair Dalam menentukan batas cair dilakukan tahapan sebagai berikut : 1) hasil-hasil yang diperoleh berupa jumlah pukulan dan kadar air yang bersangkutan kemudian digambarkan dalam bentuk grafik. disaring atau tidak. 2. benda uji yang diuji dalam keadaan asli atau telah kering udara. Gambar Alat pengujian batas cair 3 . 2. maka jumlah pukulan diambil 2 titik di atas 25 pukulan dan 2 titik dibawah 25 pukulan. Jumlah pukulan sebagai sumbu mendatar dengan skala logaritma sedang besarnya kadar air sebagi sumbu tegak dengan skala biasa. sehingga diperoleh 4 titik. Laporan Catatlah pada formulir laboratorium.

18 2.05 5.15 4.25 9.23 kering (gram) Berat air (gram) 3.78 2.3 4 .47 67.02 (gram) Kadar air (%) 64.82 69.65 65.5 21 66 13.1 Batas plastis 18 23 12.30 8.47 basah (gram) Berat krus + contoh 9.17 39.95 10.57 3.70 4.66 38.4 9.21 Berat contoh kering 5.10 5.61 11.43 4.12 5.33 4.40 9.97 3.3 15 55 12.17 4.70 3.5 30 58 13.01 6.24 Berat krus (gram) 4.68 4.SNI 03-1967-1990 Tabel Pengujian Batas Cair Nomor cawan yang 40 dipakai Nomor krus 19 Berat krus + contoh 12.