You are on page 1of 14

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR PENGENALAN ALAT DAN STERILISASI BUDIDAYA PERAIRAN

Oleh : Dicky Aji Ilmawan 125080500111044

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

PENGENALAN ALAT DAN STERILISASI
1. PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Sterilisasi adalah suatu proses untuk menghilangkan atau mengidentifikasikan

mkiroorganisme hidup(bakteri, jamur, virus, dan organisme bersel satu lainnya) yang terdapat dalam suatu produk. Sedangkan istilah steril secara umum dapat diartikan bebas dari mikroorganisme hidup. Secara garis besar terdapat 3 macam sterilisasi, yaitu sterilisasi secara panas(panas basah dan panas kering), sterilisasi secara kimia(Gas Etilen Oksida), dan sterilisasi dingin(fultrasi radiasi). Sterilisasi dingin banyak digunakan untuk mensterilkan produk yang tidak tahan/rusak oleh pemanasan. Suatu produk dikatakan steril bila produk tersebut bebas dari mikroorganisme hidup. Telah diakui bahwa tidak ada suatu sistem sterilisasi yang mampu untuk mengukur nilai absolut tersebut dan oleh karena itu semua proses sterilisasi mempunyai keterbatasan dalam menghancurkan mikroorganisme.(Darmawan, 2006) Pematian mikroorganisme mendasari metode kerja mikrobiologi dan pengawetan bahan makanan,sehingga diperlukan pembahasan lebih lanjut. Pembahasan dari suatu bahan dari mikroorganisme hidup atau stasium istirahatnya disebut dengan sterilisasi. Harus dibedakan antara sterilisasi dan pasteurisasi dan juga dengan konservasi. Kalau suatu larutan baik steril atau yang sudah ditanami kuman tanpa dikehendaki dicermati oleh mikroorganisme peristiwa ini disebut dengan kontaminasi atau pencemaran. Istilah disinfeksi, aseptis, antiseptis, dan infeksi jarang digunakan dalam mikrobiologi dan lebih banyak digunakan pada Ilmu

Kesehatan.(Schlegel, 1994) Sterilisasi merupakan bagian internal dari pelayanan kesehatan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Central Sterile Supply Department(CSSD) merupakan salah satu unit pelayanan penunjang medis di rumah sakit yang menghasilkan produk steril. Upaya menghasilkan produk steril bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit dan mencegah dampaknya merugikan pasien(Indaryati, 2011)

Alat-alat yang berada dalam laboraturium yang terlihat bersih belum tentu terbebas dari mikroba, terutama alat-alat yang digunakan dalam penanaman bakteri. Maka dari itu perlu dilakukan sterlisasi. Sterlisasi adalah usaha untuk membunuh atau menghilangkan

mikroorganisme yang merugikan dalam alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum. Sebab jika ada alat yang tidak steril digunakan dalam praktikum pasti akan merusak hasilnya karena terkontaminasi oleh mikroorganisme.

1.2Maksud dan Tujuan Maksud dari praktikum mikrobiologi dasar tentang materi pengenalan alat dan sterilisasi adalah agar praktikan dapat mengetahui alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi dasar dan mengetahui kegunaan masing-masing alat serta mengetahui cara sterilisasi basah Tujuan dari praktikum mikrobiologi dasar tentang materi pengenalan alat dan sterilisasi adalah melakukan atau mempraktikan secara langsung proses sterilisasi dan memilki ketrampilan menggunakan alat-alat laboraturium mikrobiologi.

1.3Waktu dan Tempat Praktikum mikrobiologi dasar tentang materi pengenalan alat dan sterilisasi dilakukan pada hari Senin 12 November 2012 pukul 15.00 WIB sampai selesai. Bertempat di laboratorium mikrobiologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1Pengertian dan Tujuan Sterilisasi Sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan alat-alat dan bahan-bahan dari segala bentuk kehidupan, terutama mikroba.(Waluyo, 2008) Tujuan dari sterilisasi adalah agar tidak terbentuk denaturasi protein sehingga tidak mengahasilkan enzim yang digunakan baketri untuk metabolisme.(Ferdiaz,1992) Sterilisasi merupakan penghilangan mikroba yang hidup pada objek tersebut. Tujuannya agar alat yang disterilisasi bebas dari mikroba dan organisme lainnya.(Schlegel, 1994)

Tujuannya adalah agar terjadi denaturasi protein,terutama tidak aktifnya enzim yang digunakan dalam untuk metabolisme dari bakteri dan perlakuan panas ditujukan untuk membunuh spora bakterinya.(Sofyan, 2008)

2.2Macam Sterilisasi beserta Kelebihan dan Kekurangan Menurut (Waluyo, 2008) macam-macam sterilisasi : 1) Sterilisasi Mekanik :  Kelebihan : peralatan yang digunakan murah, efektif untuk mensterilkan materi-materi yang tidak tahan panas  Kekurangan : tidak dapat menyaring virus, hanya sekali pakai 2) Sterilisasi Panas Lembap :  Kelebihan : waktu penndek, karena menggunakan panas dan uap dapat mensterilkan semua alat  Kekurangan : uap air yang menetes dapat merusak media-media tertentu tergantung pada kelembapan dan temperatur 3) Sterilisasi Panas Kering  Kelebihan : tidak ada uap air yang menetes, murah  Kekurangan : perlu temperatur yang tinggi dan waktu yang lama, belum tentu mampu membunuh semua bakteri

2.3Kelebihan dan Kekurangan Produk Sterilisasi Menurut (Pelczar,1986) produk sterilisasi memiliki :  Kelebihan : 1) Kemasan sekali pakai bisa dimanfaatkan lagi 2) Kemasan dapat melindungi makanan dari virus 3) Kemasan yang fleksibel mudah dilenturkan 4) Dapat menghindari bahaya 5) Harga lebih murah

 Kekurangan : 1) Kemasan kertas tidak mampu menahan beban berat 2) Kemasan alumunium foil, semakin besar kemampuan bahan kemasan semakin mahal 3) Kemasan gelas bila tidak dapat penutupnya, maka bakteri mudah masuk Pada produksi steril komersil yang berasam rendah, terdapat resiko keamanan pangan yang cukup tinggi. Pada penyimpanan normal tanpa pendinginan, pangan berasam rendah yang belum mencapai kecukupan proses steril komersil akan beresiko ditumbuhi mikroba selain itu spora yang tertinggal didalam makanan tersebut bergeminsi kembali dan menyebabkan

kebusukan/kerusakan makan.(Kusnandar, et.al, 2012)

3. METODOLOGI 3.1 Alat dan Fungsi Alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi dasar tentang pengenalan alat dan sterilisasi yaitu : 1) Alat Besar              Autoklaf : untuk sterilisasi basah dengan suhu 121˚ C dengan tekanan 1 atm selama 15 menit. Lemari es : untuk menyimpan sampel dan media isolasi. Mikroskop : untuk melihat benda berukuran mikroskopis. Cooling incubator : untuk menginkubasi media pada suhu ± 20˚ C Kompor : sebagai sumber panas Panci : untuk merebus media dalam elmeyer Vortex mixer : untuk menghomogenkan larutan Waterbath : untuk menginkubasi media cair dengan suhu yang dapat di tentukan Incubator : untuk inkubasi media padat dengan suhu yang dapat ditentukan Etalase bakteri : inkubasi sampel pada suhu 29-31˚ C Colony counter : untuk menghitung jumlah koloni bakteri Oven : sebagai alat sterilisasi kering dengan suhu 160-170˚ C selam 2 -3 jam Hot plate : untuk memanaskan media

2) Alat Kecil                    Washing bottle : sebagai tempat aquades Sprayer : sebagai tempat alkohol 70 % Bunsen : untuk pengkondisian aseptis Mortal + alu : untuk menghaluskan sampel Elmeyer 250 ml : untuk pembuatan media NA,PDA, dan TCBS Pipet volume : untuk mengambil larutan 1-10 ml Pipet serelogis : untuk mengambil larutan 0,1-1 ml Pipet tetes : untuk mengambil larutan dengan skala kecil Cawan petri : sebagai tempat penanaman mikroba Triangel : untuk membantu penanaman metode tebar Gelas ukur 100 ml : untuk mengukur larutan yang diperlukan Beaker glas 500 ml : sebagai tempat pembuatan media kaldu dan Nafis 0,9 Tabung reaksi : sebagai tempat pengenceran bertingkat Jarum ose : untuk memindah bakteri dari media padat ke padat Jarum loop : untuk memindah bakteri dai media cair ke padat dan sebaliknya Crustable tang : untuk mengambil benda panas Objek glas : untuk tempat sampel Rak tabung : untuk meletakkan tabung reaksi Bola hisap : untuk mengambil larutan dengan pipet volume

3.2 Bahan dan Fungsi Bahan yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi dasar tentang pengenalan alat dan sterilisasi yaitu :  Alkohol 70% : untuk pengkondisian aseptis  Kertas label : untuk memberi tanda pada tabung reaksi  Koran : untuk membungkus alat yang di sterilisasi  Air : untuk membersihkan alat yang akan di sterilisasi  Tali : untuk mengikat pembungkusa  Spirtus : sebagai bahan bakar bunshen

3.3 Cara Kerja Cawan Petri dicuci dengan air dikeringkan diangin-anginkan dibungkus koran diikat tali Autoklaf Manual diisi air sampai batas pemanas elemen pemanas dimasukan alat yang akan di sterilisasi ditutup secara diagonal dinyalakan kompor ditunggu sampai tekanan 1 atm ditunggu 15-20 menit dimatikan kompor tunggu tekanan 0 atm buka tutup secara diagonal HASIL Pipet Serelogis dicuci dengan air dikeringkan diangin-anginkan dibungkus koran diikat tali

4. PEMBAHASAN

4.1 Analisa Prosedur Dalam praktikum mikrobiologi dasar materi pengenalan alat dan sterilisasi digunakan beberapa alat dan bahan. Alat yang digunakan adalah gelas ukur, tabung reaksi, beaker glas, pipet serelogis, pipet volum, pipet tets, labu elmeyer, bunshen, triangel, mortal dan alu, cawan petri, jarum ose, jarum loop, bola hisap, sprayer, rak tabung reaksi, objek gelas, cover glas, washing bottle dan crustable tang. Alat besar ynag digunakan yaitu autoklaf, kompor, etalase, vortex mixer, waterbath, panci, colony counter, oven, timbangan analitik, hotplate, inkubator, cooling inkubator, dan microskop binokula. Sedangkan bahan yang digunakan koran, kaps, tisu, dan kertas label.

Untuk pengemasan cawan petri yang akan disterilisasi terlebih dahulu cawan petri dicuci dengan air supaya bersih. Kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan yang bertujuan tidak tersisa lagi tetsan air dalam cawan patri. Kemudian cawan petri dibungkus koran. Cara penmbungkusannya antara cawan petri yang satu dengan yang lainnya disusun berdiri dengan arah berlawanan(arah tutup cawan petri berada di dalam). Hal ini bertujuan agar cawan petri menjadi lebih kuat dan tidak lepas dan tidak pecah kekita cawan petri dibuka dari koran setelah sterilisasi. Selantunya cawan petri dibugkus koran dengan cara didirikan, digulung ke depan dan satu gulungan ke depan sisi kanan dan kiri cawan petri kertas korannya dilipat ke dalam. Kemudian gulung lagi sampai koran habis. Hal tersebut bertujuan agar cawan petri yang dibungkus menghasilkan kemasan yang bagus dan rapi, serta memiliki kekuatan tatanan yang lebih karena cawan petri yang dibungkus koran dan digulung beberapa kali sehingga tidak tampak tebal. Kemudian diikat semua sisi dengan tali. Kemudian dimaksukkan ke dalam autoklaf untuk di sterilisasi basah. Untuk pengemasan pipet serelogis sebelum disterilisasi, terlebih dahulu pipet serelogis dicuci dengan air agar bersih kemudian di keringkan agar air di dalamnya bisa keluar, srta di lap dan diangin-anginkan agar lebih bersih dan kering. Stelah kering pangkal mulut dari pipet serelogis ditutup dengan kapas kering yang bertujuan untuk mengahalangi uap air masuk kedalam saat proses sterilisasi berlangsung(karena menggunakan metode sterilisasi basah dengan autoklaf). Setelah itu pipet serelogis dibungkus dengan koran. Saat pembungkusan kertas koran yang berada dekat dengan ujung pipet serelogis dilipat dengan diberi sedikit jarak, hal ini dikarenakan untuk meminimalisasi pecahnya ujung pipet srelogis yang mudah pecah dan rapuh. Sehingga proses sterilisasi basah ujung pipet serelogis masih memiliki rongga agar pipetnya tidak pecah karena terkena panas. Setelah itu dimulai pembungkusan dengan cara bagian yang ujung dilipat dua kali lalu bagian pangkal mulut pipet serelogis perlahan-lahan dan sejajar kemudian diikat dengan tali bagian pangkal atau multu dimasukkan kedalam autoklaf untuk sterilisasi basah. Sebelum proses sterilisasi dengan menggunakan autoklaf, disiapkan alat-alat yang akan disterilisasi yaitu : cawan petri dan pipet serelogis, yang dibungkus dengan koran. Pertama tutup autoklaf dibuka dulu dilihat apakah air sudah cukup, jika masih kurang tambahkan air hingga batas elemen pemanas. Kemudian dimasukkan alat yang akan di sterilisasi kedalam keranjang autoklaf. Diatur posisi alat dengan rapi agar mencukupi untuk keseluruhan alat yang akan disterilisasi basah. Setelah itu autoklaf ditutup secara diagonal kemudian klep pengunci diputar

ke arah berlawanan dan bersamaan. Hal tersebut bertujuan agar autoklaf tertutup rapat, sehingga tidak ada uap air yang keluar dari bibir autoklaf. Kemudian dinyalakan kompor sebagai sumber panas. Ditunggu hingga tekanan 1 atm(0,15 Mpa) kemudian dihitung waktu sampai 15 menit dengan suhu 121˚ C. suhu tekanan tinggi bertujuan untuk memberikan kekuatan lebih besar untuk membunuh mikroba. Alasan digunakan suhu 121˚ C karena air mendidih pada suhu tersebut dan ditunggu 15-20 menit ketika tekanan 1 atm. Kemudian matikan kompor. Buka klep uap secara perlahan ditunggu tekanan sampai 0 atm. Jika autoklaf langsung dibuka akan terjadi ledakan karena masih bertekanan 1atm. Tutup kemudian dibuka secara diagonal ambil cawan petri dan pipet serelogis menggunakan crustable tang dan didapat hasil cawan petri dan pipet serelogis steril. Suatu produk dikatakan steril apabila produk tersebut bebas dari mikroorganisme hidup. Setelah diketahui bersama bahwa tidak ada satu sistem sterilisasi pun yang mampu untuk mengukur nilai absolut tersebut dan oleh karena itu semua proses sterilisasi mempunya kebutuhan dalm menghancurkan mikroorganisme(Darwis, 2006) Sterilisasi dengan menggunakan autoklaf pada suhu 121˚ C tekanan 1,5 atm selam 20 menit. Selain itu semua alat dan bahan yang dimasukan ke lemari air arkbow(LAF) yang sudah disemprot dengan alkohol 70%(Nugroho ,2004 dalam Paranatha, et.al, 2012)

4.2 Analisa Hasil Dari hasil praktikum mikrobiologi dasar materi pengenalan alat dan sterilisasi diperoleh hasil sebagai berikut :
Pembeda Warna Kotoran Uap Air Sebelum sterilisasi Buram/ keruh Ada kotoran Tidak ada/kering Sesudah sterilisasi Lebih jernih Tidak ada Ada uap air

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa cawan petri dan pipet serelogis sebelum disterilisasi dengan autoklaf bersuhu 121˚ C, tekanan 1 atm(0,15 Mpa) selama 15 -20 menit adalah berwarna buram, terdapat kotoran dan kering. Sedangkan setelah disterilisasi dengan autoklaf bersuhu 121˚ C berubah jadi lebih jernih, tidak ada kotoran dan uap air.

Selain itu dengan adanya praktikum ini praktikan dapat mengenal alat-alt praktikum sebagai berikut yang mana dikelompokan menjadi 2 yaitu alat besar dan alat kecil. Adapun alat besar yaitu vortex mixer, waterbath, incubator, autoklaf(manual dan elektrik), kulkas, cooling incubator, colony counter, timbangan digital, oven, kompor, panci, hot plate, mikroskop dan elatase. Sedangkan alat kecil yaitu washing bottle, nampan, pipet serelogis, bola hisap, jarum loop, jarum ose, objek glass, objek glass cekung, cover glass, gelas ukur, tabung reaksi, rak tabung reaksi, cawan petri, crustable tang, dan pipet tetes. Pencelupan di etanol 70 % atau konsentrasi lebih tinggi membentuk satu cara sterilisasi umum untuk alat yang dieprlukan pada hanling dengan hasil reaksi dan budaya fungi seperti sampai inokulasi, dan penyebab gelas atau baja untuk diinfeksi kuman dari penggunaan budaya jaringan tanaman seperti force p dan pisau bedah.(Thomas dan chennareddy, 2012)

Tabel Alat dan Fungsi
No 1 NamaAlat Autoklaf GambarAlat FungsiAlat Untuk sterilisasi basah dengan suhu 121˚ C, tekanan 1 atm selama 15 – 20 menit. 2 Panci Untuk merebus media dan cawan yang ditumbuhimikroba. 3 Kompor Sebagai sumber panas.

4

Water bath

Untuk menyimpan media cair pada suhu yang sudah ditentukan.

5

Incase

Untuk menginkubasi pada suhu kamar (25 - 27˚C).

6

Mikroskop

Untuk mengamati mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

7

Inkubator

Untuk menginkubasi media pada suhu yang bisa ditentukan.

8

Kulkas

Untuk menyimpan bahan pada suhu rendah.

9

Timbangan digital

Untuk menimbang bahan dengan ketelitian 10̄². Untuk menginkubasi pada suhu rendah yang bisa ditentukan. Untuk sterilisasi kering.

10

Cooling incubator

11

Oven

12

Colony Counter

Untuk menghitung jumlah koloni.

13

Cawan petri

Untuk wadah penanaman bakteri dan jamur.

14

Cover glass

Untuk menutup objek glass yang ada di preparat.

15

Objek glass

Untuk meletakkan stempel yang akan diamati dengan mikroskop.

16

Bunsen

Untuk pengkondisian aseptis

17

Tabungreaksi

Untuk tempat pengenceran bertingkat.

18

Raktabungreak si

Untuk meletakkan tabung reaksi.

19

Gelasukur

Untuk mengukur aquades yang diperlukan

20

Jarum loop

Untuk menginokulasi dari padat ke cair atau sebaliknya.

21

Jarum OSE

Untuk menginokulasi dari media padat ke media padat.

22

Mortal &alu

Untuk menghaluskan sampel.

23

Bola hisap

Untuk membantu pipet volume mengambil larutan.

24

Sprayer

Untuk wadah alcohol 70%.

25

Spatula

Untuk menghomogenkan secara manual.

26

Triangle

Untuk meratakan sampel pada saat metode tebar.

27

Beaker glass

Untuk tempat larutansementara.

28

Erlenmeyer

Untuk tempat pembuatan media Na, PDA dan TCBS.

29

Pipet volume

Untuk mengambil larutan dalam skala 1 - 10ml.

30

Pipet serologis

Untuk mengambil larutan dalam skala 0,1 – 1ml.

31

Pipet tetes

Untuk mengambil larutan dalam skala kecil.

31

CrustableTank Chrus

Untuk mengambil alat dalam keadaan panas.

5. PENUTUP

Setelah melakukan praktikum mikrobiologi dasar mengenai pengenalan alat dan sterilisasi diperoleh beberapa kesimpulan yaitu :  Sebelum melakukan praktikum alangkah baiknya mengenali alat-alat yang digunakan dalam praktikum serta mengetaui fungsinya agar tidak terjadi kesalahan dalam praktikum.  Sterilisasi merupakan suatu proses untuk menghilangkan atau inaktivasi mikroorganisme hidup sperti , bakteri, jamur, virus, dan organisme ber sel satu lainnya.  Srerilisasi ada dua angka yaitu sterilisasi basah dan sterilisasi kering  Sterilisasi kering menggunakan oven dengan suhu 160-170˚ C selama kurang lebih 2 jam  Sterilisasi basah menggunakan autoklaf dengan suhu 121˚ C dengan tekanan 1 atm(0,15 Mpa) selama 15-20 menit.  Alat besar yaitu : Coloni counter, oven, wate bath, timbangan digital, hot plate, inkubator, cooling inkubator, kulkas, mikroskop, autoklaf manual, autoklaf elektrik, kompor, etalase bakteri, vorteex mixser, panci  Alat kecil yaitu : pipet tetes, pipet serelogis, pipet volume, tabung reaksi, bunsen, spayer, mortal dan alu, cover glass, objek glass cekung, cawang petri, bola hisap, crustable tang, rak tabung reaksi, jarum loop, jarum ose, spatula, triangle, beaker glass, elemeyer, gelas ukur, washing bottle  Cawang petri dan pipet serlogis sebelum di sterilisasi berwarna buram setelah disterilisasi akan berwarna jernih dan terlihat lebih bersih

DAFTAR PUSTAKA

Darwis, Darmawan. 2006. Sterilisasi Produk Kesehatan(Care Product) dengan Radiasi Berkas Elektron. Jakarta : BATAN Ferdiaz. 1992. Mikrobiologi Pengolahan Pangan Lanjut. Departemen Pendidikan dan Kebudayaaan. Jakarta Kusnandar, F. P. Hariyadi dan N. Wulandari. 2012. Proses Thermal. Artikel pengolahan pangan Pelczar, J. 1986. Mikrobiologi fourth edition. New York : Mc Graw Hill Book Schlegal. 1994. Mikrobiologi Umum ke-6. FMIPA. ITB. Bandung : UGM Press Sofyan. 2008. Mikrobiologi Umum. Malang : UM Press Waluyo, Lud. 2008. Teknik Metode Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Umum Press