You are on page 1of 141

Tiraikasih Website http://kangzusi.

com/ 1 Judul Asli : Kiam Hoa Ie Lioe Kanglam Karya: Khulung Saduran : Tjan ID Masyarakat Tjersil 2005 Sumber Djvu : Dimhad Website Ebook oleh : Dewi KZ http://kangzusi.com/ atau http:// http://dewikz.byethost22.com/

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 2 BUNGA PEDANG, EMBUN HUJAN, KANGLAM LEBAH BUNGA THO BERWAJAH MANUSIA I Jian-jian menunduk rendah, melewati pintu gerbang, berjalan di atas permadani merah. Rambutnya yang hitam tersanggul rapi terselip sebatang tusuk konde emas, mutiara di ujung tusuk konde bergoyang tiada hentinya. Langkah kakinya selalu begitu ringan dan gemulai, tapi juga begitu berat. Mereka berdelapan masuk bersama-sama, namun sorot mata semua yanghadir hanya tertuju pada dia seorang. Ia tahu itu semua, tapi posisi dan ayunan kakinya takbeda sedikit pun dengan langkahnya ketika berjalan sendirian di tempat yang sepi. Keseriusan dan kecantikan Jian-jian sama-sama mendapat pujian serta rasa kagum setiap orang. Lilin merah di atas meja bersinar terang, menyilaukan huruf emas "Siu" (panjang usia) yang tertera besar di tengah ruangan, seterang kehidupan Lui Ki-hong, Lui lotaiya selama ini. Kini, dengan wajah penuh senyuman ia awasi dayang kesayangan istrinya ini datang mengucapkan selamat panjang umur kepadanya. Delapan orang bersama-sama menyembah hormat di hadapannya, tapi senyuman di ujung bibirnya seolah-olah hanya tertuju pada Jian-jian seorang. Bagaimanapun ia tetap seorang pria. Sinar mata lelaki berusia 60 tahunan tak ada bedanya dengan sinar mata pria berusia 16 tahunan. Jian-jian tahu itu semua, namun dia tak membalas dengan senyuman. Jarang ada orang melihatnya tersenyum apalagi tertawa. Ia selalu memahami status dirinya, perempuan semacam dia tak mungkin ada kesenangan, dan tak boleh ada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 3 penderitaan, sebab termasuk selembar nyawa miliknya yang paling berharga pun sudah menjadi milik orang lain. Oleh sebab itu mau tertawa atau pun melelehkan air mata, ia selalu lakukan setelah berada di tempat yang sepi, di tengah malam buta dan tak ada orang lain. Jian-jian masih menunduk, melalui pintu gerbang, menelusuri serambi samping. Hujan rintik musim semi sedang

berderai di luar serambi, hujan rintik musim semi dari daerah Kanglam. Hujan rintik memang gampang membuat hati gundah, terlebih untuk gadis berusia 17-18an tahun yang belum menikah, dalam musim seperti ini gampang muncul suatu perasaan sedih, masgul dan muram yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Jian-jian belurn pernah menikah, masih berusia 17-18an tahun, namun baginya, mau di musim apa dan berada di mana pun ia tetap harus bersikap tenang dan serius. Setelah melalui serambi panjang, suara gaduh manusia tak kedengaran lagi, bunga bunga yang mekar di luar halaman kelihatan lebih indah dan segar di tengah terpaan hujan rintik. Semua gadis mulai nampak lincah, mulai tertawa. Biarpun mereka hanya berstatus dayang, bukan berarti tak berhak menikmati kegembiraan masa remaja mereka, maka lengan baju pun mulai digulung, menampilkan kulit lengan yang putih dan halus, pergi memetik bunga segar di luar pagar, pergi memetik masa remaja serta keceriaan mereka. Hanya Jian-jian yang tak bergeming, melirik sekejap keluar pagar pun tidak, kepalanya masih tertunduk, meneruskan langkahnya dengan tenang. Memandang bayangan tubuhnya yang gemulai makin menjauh, mulai terdengar suara tertawa dingin dari kalangan gadis-gadis itu, mulai ada yang menyindir dengan sinis: "Dasar balok kayu, huhh... Dia bukan manusia!" "Coba lihat dadanya yang rata, datar persis sebatang papan kayu... Begitu dibilang cantik... ? Huuh, coba aku pria, tak sudi memilih perempuan macam dia!" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 4 "Memeluk gadis semacam dia, pasti rasanya seperti memeluk sebatang kayu balok. .. Maka semua gadis pun mulai tertawa cekikikan, persis seperti serombongan lebah yang sedang bergembira. II Dengan kepala tertunduk,pelan-pelan Jian-jian membuka pintu kamarnya. Dia memiliki sebuah ruangan yang kecil, sangat nyaman, sangat bersih. Di sinilah dunia bebas miliknya seorang. Hanya di sini, tak seorang pun pernah datang mengganggu atau mengusiknya. Ia mengunci pintu kamarnya, pelan-pelan memutar badan, bersandar di pintu dan memandang keluar jendela. Wajah cantiknya yang semula pucat, tiba-tiba bersemu merah. Hanya dalam sekejap, ia sama sekali telah berubah. Dengan cepat dia melepas jubah luarnya yang tebal, di balik jubah yang tersisa hanya pakaian yang tipis lagi ketat. Tusuk konde emasnya dicabut lepas, rambutnya yang hitam memanjang dibiarkan terurai di atas bahu, diliriknya cermin di atas meja sekejap, lalu tangannya merogoh ke balik pakaian ketat, melepaskan seuntai sabuk panjang berwarna putih Kemudian... dadanya yang semula datar bagaikan lapangan secara tiba-tiba menggelembung... meloncat keluar... tahu-tahu muncul dua gundukan bola daging yang montok Sekarang dia baru menghembuskan napas lega, sambil memandang cermin membuat muka setan, kembali ia membuka lebar daun jendela, berlutut di atas ranjang sambil

memandang keluar sana, ketika yakin tak ada orang di sekelilingnya, dengan sekali loncatan ringan, tahu-tahu ia sudah keluar dari kamar. Senja musim semi di bulan ketiga, burung nuri beterbangan di atas rumput yang rimbun, tanah berumput nan hijau, Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 5 nampak begitu lembut dan halus bagai rambut seorang kekasih di tengah rintikan hujan yang membasahi jagad. Dengan sebelah tangan memegangi rambutnya yang panjang, tangan yang lain menenteng sepatu, Jian-jian dengan bertelanjang kaki berlarian di atas rerumputan yang hijau. Ia tak perduli butiran air hujan membasahi rambutnya, ia pun tak perduli rumput hijau yang tajam menusuk telapak kakinya yang indah dan mungil, walaupun semuanya menimbulkan rasa geli dan kesemutan... Kini, ia tak beda dengan seekor burung nuri yang baru lepas dari sangkar, apapun yang terjadi ia tak perduli, dalam hati kecilnya hanya terbayang satu... pergi menemui kekasihmusim seminya. Air sungai bening nan jernih, ketika titik air hujan jatuh di atasnya, tercipta lingkaran-lingkaran riak yang menggelora, persis seperti gelora perasaan gadis-gadis itu. Ia berlarian menelusuri sungai, naik ke atas sebuah bukit, di sana terhampar sebidang hutan bunga tho yang luas. Di balik pepohonan yang lebat, bergelantung seorang pemuda berbaju cerah, l<akinya mengait pada dahan pohon dengan badan berayun ke bawah, ia sedang berusaha menggigit sekuntum bunga tho yang berada di atas tanah. Macam begitulah orang tersebut, tiap saat tiap waktu selalu ingin bergerak dan berubah, tak pernah bisa tenang walau sekejappun. Wajahnya begitu cerah dan tampan, dari balik matanya terpancar sinar kenakalan dan kepolosan seorang anak-anak. Jian-jian tertawa, begitu manis tertawanya, begitu cantik. Dia sudah meloncat turun dari pohon, bibirnya masih menggigit tangkai bunga tho, ia berdiri di sana sambil berkacak-pinggang. Setiap kali bertemu dengannya, nona ini tak pernah bisa menahan diri, ia tak dapat mengendalikan keinginannya untuk tertawa... Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 6 Sambil melemparkan sepatunya, ia rentangkan lengannya lebar lebar, lari menghampirinya, memeluknya erat-erat, kemudian desisnya penuh kebahagiaan. "Siau Lui... Oooh... Siau Lui..." Tiap kali ia sedang memeluknya, ia merasa seolah-olah sedang memeluk segumpal bara api, ia merasa dirinya seolah-olah telah berubah me njadi segumpal kobaran bara api. Mereka berdua sama-sama membara, saling membakar, saling melumat, seakan-akan berusaha untuk melumat habis lawannya. Tapi kali ini sangat berbeda, tubuh yang dipeluknya amat dingin, amat kaku, seakan-akan tiada reaksi sedikitpun. Hari ini adalah ulang tahun ke enam-puluh ayahnya, sepantasnya dia tetap tinggal di rumah. Sesungguhnya dia amat senang bergaul, suka berteman, suka akan keramaian, tapi kini ia lebih rela berada di tempat

. "Kau. bagaikan sebilah pisau yang menghujam ke dalam lubuk hatinya.com/ 7 Berubah air muka Jian-jian "Lagi-lagi kau berkelahi dengan orang. air matanya meleleh membasahi pipinya. bara api yang berkobar di dadanya langsung membeku. aku sudah mempunyai anak darimu. Mendadak ia mendorong badannya. kau tak lebih hanya seorang dayang. Ceceran darah yang menodai pakaian berwarna cerah memang susah diketahui... seorang asing yang lebih tengik. Dadanya yang montok dan empuk melekat rapat-rapat di atas dadanya yang bidang. "Tapi. kau... Tapi hari ini. "Apa kau sudah memiliki perempuan lain???" "Kenapa aku tak boleh memiliki perempuan lain?" tawa Siau Lui masih kedengaran tawar. "Jangan coba menipuku!" desis Jian-jian sambil menggigit bibir. Jian-jian melotot besar.. Tubuh Jian-jian mulai gemetar keras. tiba-tiba ia merasa seakan akan sedang berhadapan dengan seorang yang amat asing... makinya sambil tertawa dingin. perasaan haru dan gejolak hawa panasnya semakin membara.. Jian-jianmemeluknyakianerat. Ceceran darah nampak melekat di sekujur badannya.!" tiba tiba Siau Lui meloncat ke depan dan menampar pipinya keras-keras... .?" "Plookk. badan kasar yang tak memiliki . Tiba tiba sekujur tubuhnya terasa kaku. hanya ketelitian seorang kekasih yang dapat menangkapnya. apa kau sudah lupa.. "Darimana aku tahu anak siapakah itu? Hmmm. ketahuilah.. Hanya orang yang paling teliti baru bisa menemukannya. lebih seram dari lolongan serigala liar.."matanya melotot lebar. dia rela berada di situ demi menanti gadis pujaannya. Jian-jian merasa badannya seolah-olah terperosok ke kubangan salju. Ia merasa dirinya saat ini hanya tinggal seonggok Tiraikasih Website http://kangzusi. selangkah demi selangkah ia mundur ke belakang.yang basah oleh rintikan hujan. setiap kali berada dalam posisi macam ini. Air matanya mengering secara tiba-tiba. "Pakaianmu penuh noda darah!" Siau Lui tertawa." Siau Lui menggeleng...begitu tawar. gejolak napsu mereka pasti akan kian membara dan kian membakar..menggigit daun teling anya sambil berdesis meluapkan semua kerinduaan serta keresahan hatinya. sangat hambar..com/ 8 kerangka tubuh yang kosong. Dulu. Seorang babu!" Tertawanya begitu seram. darahmu juga pernah menodai pakaianku?" Tertawanya begitu dingin. lebih hina daripada seekor binatang. kini dia baru menyaksikan keanehan pada dirinya. tajam amat menusuk hati. Tiraikasih Website http://kangzusi.. terasa membeku. Membayangkan semuanya itu. darah pun ikut mengering. Jian-jian tertegun. "Masih ingat. air mata terasa lebih dingin daripada rintikan hujan di musim semi.

. buru-buru datang ke ruang tengah dengan wajah hijau membesi. "Tidak!" Siau Lui menggeleng. Lui Lo-taiya yang baru saja beristirahat di ruang belakang. tak tertinggal seorangpun. "Aku rasa lebih baik kau cepat-cepat minggat dari sini!" kembali Siau Lui merebahkan diri kemalas-malasan. Tak ada orang yang punya muka untuk tetap tinggal di sana. "Minggatlah yang jauh. III Cahaya lampu dalam gedung masih terang-benderang menerangi seluruh sudut ruangan. seolah-olah ditampar orang secara keras.jiwa lagi. "Aku pasti pergi dari sini! Jangan kuatir." Tiba-tiba ia membalik badannya dan lari meninggalkan tempat itu. sambil menyandarkan diri pada sebuah tiang.com/ 9 Semua orang tertegun. tampak semua tamu yang hadir dalam gedung telah bubar. Entah siapa yang berdiri duluan.. Setelah lewat lama sekali. "Kenapa kau lakukan perbuatan yang begitu memalukan?" teriak Lo-taiya sambil mencengkeram pakaian putranya. "Kau ingin membuat aku malu?" teriak Lui Lo-taiya sambil menghentakkan kakinya. sepatah demi sepatah Siau Lui baru berkata. Menengok dari balik ruangan. tapi gadis itu sama sekali tidak merasa. . tidak merasa sakit biar sedikitpun. matanya masih melotot besar. "Tidak!" kembali Siau Lui menggeleng. Siau Lui segera datang menyambut. "Apakah kalianbaru rela pergi setelah minum sampai modal kembali?" Tiraikasih Website http://kangzusi. mau tak mau setiap tamu harus angkat kaki dari sana.. Akhirnya ada juga tetamu yang mengetahui kehadirannya. tuan muda telah kembali.. menarik ayahnya menuju ke belakang ruangan. membeku tanpa perasaan. suaranya gemetar menahan emosi. akhirnya semua orang berdiri dan berlalu tanpa menoleh lagi. melirik ke arahnya sekejappun tidak. "Karena malam ini tak seorang pun boleh tinggal di sini. sejak detik ini aku tak akan datang menjumpaimu lagi! Tapi aku bersumpah.. Dengan langkah perlahan Siau Lui berjalan melalui halaman menuju ke dalam ruang gedung. Makin jauh makin baik! Jangan ganggu janjiku dengan orang lain. sepatah demi sepatah ujarnya. suatu hari kelak kau pasti akan menyesal. ayoh kita bersulang untuknya... "Kau sudah edan?" Lui Lo-taiya semakin gusar. Siau Lui tidak mendongak. hanya dua deret air mata tiba-tiba meleleh keluar membasahi pipinya. dipandangnya para tetamu yang sedang bermabukmabukan dengan pandangan dingin. "Aaah... hujan pun telah berhenti." "Hehehe. buka pintu gerbang dan hantar tamu!" kembali Siau Lui berseru dengan wajah dingin. "Lui Seng.. Air matakah? Atau hanya butiran air hujan di musim semi ini??? Entahlah." Kuku jari Jian-jian sudah menembus ke dalam daging tubuhnya. Kalian belum cukup minum?" dengus Siau Lui sambil tertawa dingin.

sebab ia cukup menyadari bahwa menanti datangnya pembalasan dendam merupakan saat penantian yang paling menyiksa. begitu menyeramkan hingga sulit dilukiskan dengan kata-kata. siapapun tak boleh tetap tinggal di sini. maka raut muka dari lebah berwajah manusia itupun telah berubah jadi kaku hingga nampak begitu misterius. paling menakutkan dan paling menderita "Tigabelas tahun. sangat memahami perasaan putranya. Tiraikasih Website http://kangzusi. semua ganjaran dan semua cemoohan. Siau Lui tertawa. lolongan tertawanya lebih mirip pekikan malaikat. Di balik suara tertawanya terkandung rasa percaya diri yang begitu kuat. maka ia genggam lengan putranya makin erat. dari balik bajunya ia mengeluarkan sepotong tangan. "Keluarga Lui sudah memiliki keturunan!" "Di mana?" "Di tempat Jian-jian!" . marga Lui harus punya keturunan untuk meneruskan generasi kita. Tentunya Lui Ki-Hong.com/ 10 Kulit lengan itu telah mengering.. "Kalau toh harus datang. tekad yang Tiraikasih Website http://kangzusi. semangat dan tekad yang begitu besar dan kuat. dengan sejujurnya. Mereka berani datang kali ini berarti pasti sudah punya keyakinan penuh!" "Itulah sebabnya kecuali kita dari marga Lui. yaaa.. seekor lebah berwajah manusia.mereka semua harus pergi dari tempat ini!" "Kenapa???" "Karena mereka telah datang!" "Siapa yang kau maksud?" air muka Lui Ki-Hong tiba-tiba berubah.. lolongan tertawanya sudah tak menyerupai lolongan serigala. Di atas lengan yang telah mengering tertancap seekor lebah. "Yang mau datang.. Sepotong lengan yang telah terpotong putus mulai pergelangannya.com/ 11 tak segan-segan menerima semua penderitaan.." pintanya.. "Betul" dengan nada sedih Lui Ki-Hong mengangguk." seru Lui Ki-hong sambil menggenggam lengan putranya erat erat. yang mereka cari hanya aku seorang. Siau Lui tidak menjawab. sang ayah.. Air muka Lui Ki-hong ikut berubah. sudah tigabelas tahun. "Paling tidak. kau pun harus pergi tinggalkan tempat ini. semua orang kang-ouw tahu. tekad untuk mengorbankan segala-galanya. berubah jadi kaku dan berkerut. darah telah membeku di atas potongan lengan itu. cepat atau lambat akhirnya harus datang juga!" suaranya masih kedengaran tenang dan mantap.. mendadak ia seperti kehilangan keseimbangan hingga kemampuan untuk berdiri pun hampir tak sanggup. di mana mereka datang dan menyatroni.. Buru-buru Siau Lui membimbing ayahnya... cekalan lengannya masih nampak tenang dan mantap..tak sebatang rumput pun akan tersisakan!" "Kalau begitu. memang lebih baik datang lebih awal!" Dia memang berbicara dengan tulus.

Semua pegawai dan pelayan telah dikumpulkan di ruang tengah. di mana dia sekarang?" "Aku telah menyuruhnya pergi" "Dia mau pergi dari sini?" Siau Lui mengangguk. sekarang juga aku akan mati di hadapan kalian!" Perkataannya diucapkan tegas dan keras. pasti ada saat untuk bertemu lagi dengan Jian-jian. Dengan wajah pucat pias. sebilah golok Yan-ling-to terhunus di tangannya. ia berkata sepatah demi sepatah. duk. air matanya telah jatuh bercucuran Dia adalah pembantu terbaik keluarga Lui. duk" ia pay-kui tiga kali kemudian putar badan. Tiraikasih Website http://kangzusi. "Duk. tak seorangpun boleh tetap tinggal di sini" Lui Ki-hong tidak menjelaskan apa sebabnya mereka harus pergi dari situ. setiap orang sudah memperoleh sejumlah uang untuk menghidupi keluarganya. namun setelah menghela napas kembali tanyanya.. ingin sehidup semati dengan keluarga Lui. ia telah serahkan kehidupannya kepadanya! Dia percaya asal dirinya tidak mati. Lui Hujin yang selama ini berdandan rapi dan sopan. terkejut tapi amat gembira. agak rikuh juga untuk meninggalkan tempat itu kelewat cepat. mana boleh kau biarkan ia pergi seorang diri?" "Aku telah menyuruh Touw Hong melindunginya diam-diam" Touw Hong adalah sahabat karibnya. Justru karena ia tahu bahwa Jian-jian tak bakal tega meninggalkannya. tapi siapapun dapat merasakan. Lui Ki-hong mengawasi mata putranya. Nyonya Lui memandangi mereka dengan air mata berlinang. dan hanya dia seorang yang tahu bahwa apa yang telah dikatakan keluarga . Ia telah menyakiti hatinya. Perasaan dia sendiripun sama remuknya. ketika membalikkan badan. Cuma. bahkan jauh lebih menderita ketimbang menyakiti diri sendiri. "Kau. Dan sekarang. kini telah berganti dengan pakaian ketat.com/ 12 Lui Ki-hong tarik napas panjang dan tidak berkata lagi. bahkan ia bisa menyerahkan nyawa miliknya yang paling berharga kepada sahabat semacam ini.Lui Ki-Hong terperangah. ia dapat merasakan kepedihan serta penderitaannya... ia tahu keputusan semacam ini tak mungkin bisa dirubah oleh siapapun. "Kalian cepat tinggalkan tempatini! Malam ini juga tinggalkan tempat ini. "Jika kalian masih tetap tinggal di sini. maka ada beberapa orang yang setia tetap ingin tinggal di situ. agar ia patah hati. Sedangkan mereka yang tidak setia. meremukkan perasaannya. tanpa mengucapkan sepatah katapun melangkah pergi dengan langkah lebar. sama sekali tidakmemberi peluang untuk dirubah. 'Tapi. juga tak seorang pun yang menaruh curiga. maka ia tak segan menggunakan cara yang paling keji untuk menghancurkan hatinya. Selama ini keluarga Lui bersikap sangat baik terhadap mereka. Sambil menggertak gigi Lui Sin jatuhkan diri berlutut lalu. suatu perubahan serius telah menimpa keluarga Lui. ia sudah memahami keputusan yang diambil putranya. Baru sekarang dari sorot matanya terpancar penderitaan dan kesedihan yang amat mendalam..

mendadak tubuh Lui Sin terbang kembali dari balik kegelapan. semacam suara yang begitu mengerikan. pun tak berani tak pergi. apalagi manusia!" Tiba-tiba terdengar seseorang tertawa dari balik kegelapan. Memandang pembantunya yang paling setia pelan-pelan berjalan menjauh..Lui pasti akan dilaksanakan. orang itu segera terpental balik ke dalam ruangan. Lui Ki-hong mengepal tinjunya kencang kencang. "Bluukk!" tubuhnya roboh terlentang di atas lantai. Tiraikasih Website http://kangzusi. begitu menggidikkan hati dan membuat bulu roma pada berdiri. sebatang lengan sudah terpapas kutung. Semua orang berpaling dan memandang kearahnya. mana mungkin akan kedengaran suara tertawa yang begitu memilukan dan mengerikan hati? Di tengah suara gelak tertawa yang mengerikan.com/ 14 kegelapan itu. tiba tiba sekilas cahaya menyambar lewat. sesosok bayangan manusia muncul dari balik pintu. mengalir hingga ke dasar kaki seseorang. tatkala terjatuh ke lantai. seikat rumput pun tidak dibiarkan hidup. seakan-akan dia sudah siap menyer bu keluar dan bertarung mati-matian melawan iblis keji si pembunuh yang berada d i balik Tiraikasih Website http://kangzusi. Kembali cahaya tajam yang menyilaukan mata menyambar lewat. Pada saat itulah. begitu hening hingga cuma terdengar suara darah yang mengalir di lantai.. kembali mengalir di atas ubin lantai yang hijau. Percikan darah menodai kain putih tersebut. tubuhnya sudah terpotong-potong jadi lima bagian. Percikan darah menyebar ke empat penjuru. Suasana di luar pintu gelap gulita. di atas bajunya yang berwarna kuning kecoklat-coklatan tampak sebuah pergelangan tangan kanan dengan sulaman bunga berwarna hitam terlilit selembar kain putih yang digantungkan di atas tengkuknya. Tak ada orang yang dapat melihat wajahnya. tapi Siau Lui buru-buru menarik lengan ayahnya. Orang tersebut seperti terkena sambaran panah secara tiba-tiba. memasuki kegelapan. ia melompat bangun kemudian berlarian keluar sambil berteriak histeris. . Suasana dalam ruangan menjadi sunyi senyap. Kalau bukan setan dedemit yang datang dari neraka.com/ 13 Karena itu dia tak bisa tidak harus pergi. malam yang kelam dan berat tak berbeda dengan perasaan berat mereka semua. roboh terjengkang di lantai dan tubuhnya kembali terpotong jadi lima bagian. Darah yang merah kental pelahan-lahan meleleh dan mengaliri ubin lantai berwarna hijau keabu-abuan. "Di mana Kiu-Yu-It-Wo-Hong (segerombol lebah dari neraka) muncul. Darah yang berwarna merah dan segar. ujarnya pelan-pelan. Genggaman tangannya masih begitu kokoh dan tenang. suara tertawanya lebih mirip suara tangisan kuntilanak. asal dia telah pergi berarti semua orang boleh pergi meninggalkan tempat itu. Lui hujin merasa hatinya amat pilu dan pedih.

lengan ini toh sudah tak mampu dipakai untuk membunuh orang lagi.com/ 16 "Bagus!" kembali orang berbaju coklat itu mengangguk. yang mengerikan justru sepasang mata yang tampak terpancar keluar dari balik topeng tersebut. diasingkan tanpa bala bantuan. berjalan ke hadapan Siau Lui. muntah karena mual. mengangkat kepalanya memandang Siau Lui tajam-tajam. tapi kobaran api yang terpancar dari balik matanya justru seakan-akan semburan api yang datang dari neraka. Ia berjalan sangat lamban. kurungan lengan tersebut sudah tiba di tangan orang berbaju coklat itu. Hanya Siau Lui seorang masih memandang dengan begitu tenang. dendam dan keji. kemudian ia baru mengacungkan kurungan lengan tersebut sambil pelan-pelan bertanya. Siau Lui memperhatikan matanya sekejap. Ternyata ia tak mengucapkan perkataan lain lagi. "Sudah tak ada orang yang bisa membawa lari lengan itu lagi!" "Yaa. namun ujung golok tersebut kelihatan mulai gemetar. lalu katanya sepatah demi sepatah kata.com/ 15 "Kau???" Siau Lui mengangguk. Dengan menggunakan tangan kirinya orang berbaju coklat itu menopang tangan kanannya. "Bagaimanapun. tiba-tiba ujarnya sambil tertawa. Sesaat kemudian ia baru mendongak. menyaksikan orang berbaju coklat itu menggertak putus kutungan lengannya. kemudian setelah diperhatikan sesaat mendadak ia gigit kurungan lengan miliknya itu. bahkan Lui Hujin sendiripun tak tahan untuk menunduk sambilmengawasi golok di dalam genggamannya. topeng itu tidak kelewat menakutkan. Golok Yan-Ling-to sebening air di musim gugur. hambar dan dingin. Kini tinggal tiga orang dari keluarga Lui yang masih berdiri di tengah ruangan. Tiraikasih Website http://kangzusi. bergerombol jadi satu. "Bagus!" orang berbaju coklat itu mengangguk pula pelan-pelan. begitu sendiri. namun tak ada yang berusaha mencegah atau . sorotan matanya tak pernah berkedip dari wajah Siau Lui. mengunyah kemudian menelannya bulat-bulat. Tiraikasih Website http://kangzusi." Siau Lui mengangguk. Setiap orang dapat mendengar suara gemerutuk yang terpancar keluar dari katukan giginya yang sedang menggigit kurungan lengan itu. ada pula yang sudah pingsan. Pelan-pelan ia berjalan masuk. ambillah!" Begitu tangannya diayunkan. Kini semua orang sudah lari masuk ke sudut ruangan. begitu sepi hingga terkesan satu rombongan manusia yang ditinggalkan. Sepasang mata yang penuh dengan sorotan benci. sorot matanya masih menatap wajahnya lekat-lekat. Sampai lama sekali. "Kembalikan lenga nku!" Nada suaranya datar. Ada orang mulai muntah. dan segera balik badan pelan pelan berjalan keluar. jika kau mau.Ia mengenakan topeng tembaga pada wajahnya. Manusia berbaju coklat itu sudah masuk melewati ruang lengah. memang sudah tak ada.

Pada saat itulah mendadak terdengar. Mati pada tigabelas tahun berselang. Bahkan seorang di antara mereka adalah si ratu tawon dari gerombolan tawon dari neraka ini.. tak akan lebih menakutkan daripada wajah-wajah mereka. tapi ia tetap dapat mengenali mereka semua. "Took. Ada orang yang mulai roboh ke lantai. untung tak ada orang bisa memandang wajah mereka.com/ 17 dan sempurna seperti diberi obat pengawet. dari atas dinding tembok di seberang ruangan meluncur masuk empat utas tali panjang yang langsung menyambar ke tengah ruangan. ruas-ruas tulang mereka serasa lemas. serangan tersebut harus tepat mengenai titik kelemahan ular beracun tersebut. Jika dia harus menyerang. toook. Sudah tigabelas tahun lamanya mereka mati. Lui Ki-hong hanya mengawasi orang berbaju coklat itu pergi meninggalkan ruangan. Dalam sekali pandangan saja Lui Ki-hong dapat mengenali ciri khas mereka semua..!" Berbareng dengan menggemanya suara itu. Betapapun menakutkannya empat sosok mayat. toook. Lui Ki-hong mengenali mereka. maka ia harus menunggu. empat sosok mayat manusia. namun setiap langkahnya seolah-olah menginjak di atas ruas tulang setiap orang yang hadir di tempat itu. wajib menanti. IV . toook. Pada topeng yang dikenakan ratu tawon itu terukir sekuntum bunga tho kecil. di suatu malam yang gelap gulita tanpa cahaya rembulan dan berangin kencang. mayat itu sudah kaku. Keempat orang itu sudah mati di tangannya.. namun sesungguhnya pada tiap topeng yang mereka kenakan tertera suatu pertanda atau lambang yang khas. serasa tak mampu untuk berdiri lagi. roboh persis di atas bekas tumpahannya tadi.menghalanginya. Biarpun dandanan pakaian serta topeng yang dikenakan Kiu-Yu-It Wo-Hong kelihatannya serupa. Menyusul kemudian ada empat sosok manusia meluncur masuk melewati tali panjang itu. Empat sosok mayat manusia yang sudah mati lama. rambut yang terurai di kepala mereka masih kelihatan hitam mengkilat. Karena pada tigabelas tahun berselang ia pernah mencopot topeng-topeng yang dikenakan keempat orang itu dan mengamatinya sampai lama sekali. Tak ada orang bisa melihat wajah mereka. diapun tidak bermaksud mencegah atau menghalanginya. kering dan mengeras tapi masih nampak utuh Tiraikasih Website http://kangzusi. Walau ia berjalan sangat lamban. namun belum menemukan titik kelemahan si ular berbisa itu. walau ia tidak sempat melihat wajah-wajah mereka. Kesabaran yang ditempa selama tigabelas tahun membuat ia tahu bagaimana harus menantikan saat seperti ini Walaupun kini ia sudah melihat kemunculan si ular berbisa. ia takboleh memberi peluang kepada si ular beracun untuk balik mematuknya. Penantian selama tigabelas tahun membuat ia sudah terbiasa belajar sabar.. golok lengkung di ujung tali langsung "Took!" menancap di atas tiang belandar di tengah ruangan.

Jin-bin-tho-hoa-hong telah tertawa. tak lebih hanya sesosok mayat saja. dan tak pernah bisa ditiriskan kembali. ia masih merasa begitu mual perutnya dan ingin muntah Malam itu mereka berangkat bersebelas. Begitu sengit dan dramatisnya pertempuran itu membuat ia tak pernah berani membayangkannya kembali kendati kejadian tersebut sudah lewat banyak tahun. lebah yang berterbangan di antara bebungahan.Jin-bin-tho-hoa-hong. Hingga tigabelas tahun kemudian. karena nasib si anak muda itu ternyata jauh lebih baik ketimbang dirinya. Lui Ki-hong menghembuskan napas lega. Betapapun sempurnanya mengawetkan sesosok mayat. namun tak seorangpun yang tahu ia pernah Tiraikasih Website http://kangzusi.. Tiba-tiba saja ia mendengar ada orang sedang tertawa. tapi kemudian aliran darah dalam sekujur tubuhnya mendadak berubah jadi dingin dan membeku.. Lambungnya mendadak mengerut kencang. semanja itu. bersama-sama meluruk sarang lebah itu.com/ 19 Tak seorang pun dapat melukiskan suara tertawa itu. "Siapa kau?" bentak Lui Ki-hong. "Tapi aku tak akan melupakan kau. Tentu saja orang yang sudah mati tak sanggup tertawa. nyaris isi perutnya menyembur keluar. semua pemuda yang pernah berjumpa dengannya harus mati! Bahkan harus mati dalam cara yang paling istimewa. Asal kau telah mendengar suara tertawanya. Jelas tertawa itu bukan berasal dari sesosok mayat yang sudah mati lama. Lui Ki-hong menepuk pundak putranya dengan perasaan amat bersyukur. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 18 membayar dengan begitu banyak penderitaan dan pengorbanan yang menyakitkan hati. si Lebah Bunga Tho Berwajah Manusia. Pada jaman Ratu Lebah Berwajah Bunga Tho masih hidup. sudah lebih dari cukup untuk menjerumuskan dirimu ke dalam neraka jahanam. "Kau sudah tidak mengenali aku?" suara tertawa itu makin manis dan merdu. lebih-lebih tak mungkin suara tertawa itu datang dari dasar neraka jahanam. pasti ada banyak orang yang rela datang ke neraka untuk mencarinya. sudah melihat bunga tho di atas topeng tersebut. bagaikan bunga di musin semi. Untung saja si Ratu Lebah Berwajah Bunga Tho yang berada di hadapannya sekarang. ia tak akan mampu membunuh orang lagi. penjahat nomor wahid dari dunia persilatan. begitu merdu dan manja suara tertawa itu. Dari sebelas orang jago lihay dunia persilatan. hanya dia seorang yang masih tetap hidup hingga kini. setiap kali teringat akan kejadian pada malam itu. tak akan melupakan kejadian di tengah hutan pada tigabelas tahun berselang" . Seandainya hanya berada di dasar neraka baru bisa mendengar suara tertawa semerdu. beruntung tidak bertemu dengannya ketika ia masih dalam keadaan hidup. Banyak orang dalam dunia persilatan tahu dia telah membunuhnya. Lui Ki-hong telah melihat topeng bunga tho itu.

tidak seharusnya kau tunjukkan di saat seperti ini" "Aku tak ambil perduli saat apakah sekarang ini... setelah tertawa getir ujarnya. Lui Ki-hong menghembuskan napas panjang. cuma. betapa luasnya pengetahuan dan pengalaman seorang wanita. sepatah demi sepatah ujarnya. rupanya kau sama sekali tidak menghabisi nyawanya!" "Kau lebih percaya kepadanya atau aku?" merah jengah wajah Lui Ki-hong. jika kau enggan berterus terang. "Sekalipun kau ingin menunjukkan cemburumu.." jawaban Lui hujin dingin dengan wajah kaku.. kembalikan nyawaku.." "Tanyakan!" "Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan di dalam hutan pada malam tigabelas tahun berselang?" "Tentu saja perbuatan yang tak boleh diketahui orang lain. menghadang persis di depan tubuh ayahnya. "Biarpun sudah puluhan tahun jadi suami-istri toh masih bisa cemburu.. "Sebagai seorang istri yang pandai. selalu menutupi kejadian ini." suara Lui Hujin sangat dingin. . "Tangan boleh dikembalikan. Mayat-mayat kaku itu mulai bergoyang di tengah hembusan angin. urusan apapun memang tak digubris lagi. sorot matanya pun setajam ujung goloknya. karena itulah sekarang aku ingin kau mengembalikan nyawaku." Jin-bin-tho-hoa-hong tertawa makin merdu. "Kalau begitu gunakan sembilanpuluh-tujuh lembar nyawa yang berada dalam keluargamu untuk mengganti nyawa kami!" "Nyawa boleh saja dikembalikan kepadamu.. selama ini kau membohongi aku. masa hingga sekarang kau masih sok cemburu?" teriak Lui Ki-hong sambil menghentakkan kakinya saking jengkelnya. sedang suara dari ke tiga sosok mayat lainnya menyerupai tangisan setan penasaran dari dasar neraka. tigabelas tahun berselang aku sudah mati. jika mulai dilanda rasa cemburu. makin manis."Kau bukan dia. Mendadak Siau Lui melangkah maju ke depan.com/ 20 "Aku masih ingin mengajukan satu pertanyaan lagi. seorang malaikat." jawab Jin-bin-tho-hoa-hong sambil tertawa.. dengan wajah pucat pias bagaikan mayat ia berkata. Kalau wanita sudah cemburu. "Ternyata kau. "Aku hanya ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya!" "Kita sudah tigapuluhan tahun hidup bersama sebagai suami-istri. buat apa kau banyak bertanya lagi?" Tiba-tiba Lui Hujin membalikkan badannya. "Kembalikan nyawaku. ia bisa berubah jadi berangasan dan tak pakai aturan. "Maaf!" suaranya masih begitu tenang dan mantap. tapi sayang nyawa tak bisa dikembalikan. seharusnya berpura-puralah bodoh sekalipun sudah tahu dengan jelas. Dia sudah mampus tigabelas tahun berselang" "Benar. "Cuma kenapa?? Tiraikasih Website http://kangzusi." Angin malam berhembus lewat. menghadap ke arah suaminya. kau tak akan bisa menipu diriku. aku akan adu jiwa dulu denganmu!" teriak Lui hujin makin sengit." Suara tertawanya bagaikan suara seorang dewi.

mendadak ia mengedipkan matanya kepada sang istri memberi kode. tapi pada saat yang bersamaan. baik." Tiraikasih Website http://kangzusi. Jin-bin-tho-hoa-hong ini selain bukan manusia hidup. kuberitahu kepadamu. Ilmu golok Peng-hii-to-hoat (ilmu golok kilatan halilintar) yang dimiliki Lui Ki-hong sudah diwariskan turun-temurun. Dua bilah golok yang tajam langsung menusuk ke tubuh Jin-bin-tho-hoa-hong itu. juga bukan orang mati. "Bluuk!" mata golokmembelah persis di atas tubuhnya seperti membacok seikat rumput kering. dalam kilatan cahaya keempat sosok mayat yang bergelantungan di atas tali panjang tadi mendadak sudah meluncur masuk lagi ke dalam ruangan bagaikan kilatan bintang. Tiraikasih Website http://kangzusi. Bagaikan kilatan bianglala yang saling menggunting. tatkala Lui Hujin sadar kalau dirinya terjebak. ia songsong tubuh Jin-bin-tho-hoa-hong itu dengan sebuah bacokan ganas."Baik. "Kejar!" bentak Lui Hujin nyaring.. nampaknya sulit baginya untuk menghindari serangan golokitu. 'Tak usah dikejar!" Bayangan lilin bergoncang terhembus angin. penuh dengan perubahan bahkan kedahsyatannya luar biasa. Dalam waktu singkat. pada malam itu. Golok Yan-ling-to sebenarnya termasuk sejenis golok yang amat ringan. tapi kecepatannya bergerak kian-kemari tak beda dengan kelebatan bayangan setan. Kali ini Jin-bin-tho-hoa-hong tidak mundur. empat orang itu sudah lenyap di balik pintu dan tertelan dalam kegelapan malam. dua bilah golok itu menyambar kian-kemari. ternyata ia sudah bertukar diri di balik kegelapan Waktu itu. kedahsyatannya ternyata luar biasa. Sambil tertawa dingin Lui Hujin mengayunkan goloknya. jangan dikejar!" sahut Lui Ki-hong dan putranya hampir berbarengan. babatan ini lebih kencang dan cepat.com/ 21 Ketika berbicara sampai di situ.com/ 22 Tubuh mereka masih tetap bergelantungan seperti orang bermain ayunan. tapi berada dalam genggaman suami-istri dari keluarga Lui ini. Suami-istri yang sudah hidup dan berjuang bersama puluhan tahun lamanya ini tiba-tiba turun tangan melancarkan serangan secara serentak. Perasaan mereka berdua yang telah menyatu membuat kerja sama ilmu golok yang mereka gunakan begitu rapat dan sempurna. Ketika tubuhnya meluncur mundur dari ayunan tali panjang tadi. Tubuh Jin-bin-tho-hoa-hong bergelantungan di atas tali panjang. mata golok Lui Ki-hong hampir saja membabat di atas sesosok mayat yang berada di hadapannya. bukan saja cepat dalam gerakan. Gumpalan asap berwarna merah segera menyembur keluar dari belahan tubuh itu. tubuhnya langsung roboh terjengkang ke belakang. tubuh si lebah tersebut terbelah jadi dua dan roboh ke tanah. di antara kilauan cahaya golok bagaikan bianglala di angkasa. . tali tersebut kelihatan bergetar kencang menyusul kemudian empat sosok tubuh yang bergelantungan di atas tali panjang tadi sudah melesat mundur dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya. "Jangan.. keadaan sudah terlambat.

dengan pandangan tak berkedip ia pandang lambang mata setan yang terukir di atas topeng tembaga itu. tapi sayang ayahnya sudah jatuh ke dalam cengkeraman lawan. untuk menjerit kesakitan pun tak sempat diutarakan. Lebah Bermata Setan tertawa terkekeh-kekeh. semburan darah segar ikut menyembur keluar membasahi lantai. separuh badannya kontan menjadi kesemutan dan kaku. teriaknya menyeramkan. goloknya sudah terlepas dari genggamannya dankini terjatuh ke tanah. dua batang kaki yang berdaging dan penuh berpelepotan darah segar.com/ 24 dari tengah udara. ia berkelit dari tendangan berantai sepasang kaki itu. tahu-tahu pergelangan tangannya sudah dicengkeram orang itu kencang-kencang. Siau Lui melompat ke depan dengan kecepatan tinggi. pun bukan orang palsu untuk menjebak Ketika Lui Ki-hong menarik paksa ayunan goloknya.Menyaksikan perubahan yang tak terduga itu. tapi dalam waktu bersamaan dua sosok mayat lain yang masih bergelantung di atas tali panjang itu sudah berayun mendekat. Orang yang kehilangan kedua kakinya itu menjerit kesakitan. Tak disangka kali ini bukan saja orang itu tidak mati. Walaupun ia berhasil menghindarkan diri dari semburan asap beracun itu. bersalto beberapa kali di udara. cepat-cepat tubuhnya berayun pada tali dan melompat mundur ke belakang. Dengan tubuh berputar setengah lingkaran. dengan paksa ia menarik kembali ayunan goloknya. Lui Ki-hong membalik pergelangan tangannya. "Kembalikan nyawaku!" Tubuhnya menyusut ke muka. nampaknya dia ingin menyambar Lui Ki-hong dan berusaha membawanya pergi dari situ. Gelak tawa menggema di udara bagaikan tangisan setan penasaran. wajah Lui Ki-hong pucat pias bagaikan mayat. empat buah kaki melancarkan serangkaian tendangan berantai ke tubuhnya. tapi lagi-lagi segumpal asap merah menyembur keluar dari balik serpihan kaki yang hancur itu. kemudian sambil Tiraikasih Website http://kangzusi. dua batang kaki yang berlumuran darah jatuh rontok Tiraikasih Website http://kangzusi. Percikan darah segar menyembur ke empat penjuru ruangan. persis seperti kuntum . siapa tahu pada detik terakhir itulah mendadak tiga orang pelayan berbaju hijau yang semula sudah roboh tergeletak di tanah itu melompat bangun sambil mengayunkan tangannya bersamaan waktu. "Bluuk!" sebuah pergelangan kaki terbabat hingga hancur berantakan. secepat kilat ia sambar golok yang pada saat bersamaan telah dilempar Siau Lui ke arahnya. Siau Lui berjumpalitan.com/ 23 membalik telapak tangannya ia babat pergelangan kaki dua kaki yang lain. lalu melejit mundur sejauh tiga kaki dari posisi semula. Ternyata kedua orang itu satu asli satu palsu. Tubuh si Lebah Bermata Setan seketika terhajar puluhan senjata rahasia itu hingga berubah bagaikan landak. kaki si orang palsu yang dipakai untuk menendang tadi dilancarkan dengan meminjam kekuatan ayunan kaki orang yang asli. puluhan titik cahaya bintang yang berhawa amat dingin segera memancar ke muka bagaikan hujan gerimis.

juga merupakan sahabat sehidup-sematinya. selama ia sudah mendapat seorang . namun sorot matanya masih lembut. kau memang si rase tua!" suara tertawa Lebah Bunga Tho Berwajah Manusia tergetar tiada hentinya. Napas Lui hujin sudah amat lirih amat lemah. Siau Lui angkat wajahnya. memandang ke arah ayahnya. "Boan-Thian-Hoa-Yu (hujan bunga memenuhi angkasa). Sementara itu ketiga orang pelayan berbaju hijau itu sudah melompat bangun dan berdiri berjajar menghadang di muka majikannya berdua. Paras muka Lui Hujin telah berubah pucat pias bagaikan mayat. dia bukan cuma suaminya. kuku mereka terpapas pendek. Juga tak terpancar rasa sedih. ia marah dan sangat mendendam. sambil membungkuk ia berbisik. Waktu itu Siau Lui sudah melompat ke depan. "Lui Ki-hong... namun tak terpancar rasa takut sedikitpun dari sorot matanya. sama sekali tidak menunjukkan perubahan mimik apapun. Baginya tak ada suara lain yang lebih penting daripada dengus napas istrinya saat itu. Tangan mereka bertiga siap merogoh ke dalam kantung-kantung kulit itu. "Bagaimana keadaanmu?" tanya Lui Ki-hong dengan nada berat Siau Lui menggertak giginya kencang kencang. suara tertawa yang amat memikat hati. otot-otot di wajahnya menonjol keluar semua menahan emosi. berjongkok di samping ibunya. semuanya terawat bersih dan rapi. mereka bertiga telah menyingkap pakaian luarnya hingga kelihatan kantung-kantung kulit yang terikat rapi di pinggang mereka. "Tiga bersaudara keluarga Peng.kuntum-bunga sakura yang rontok dari rantingnya dan berguguran ke tanah. seperti dia perc aya pada diri sendiri. Bagi seorang wanita. Waktu itu Lui Ki-hong telah berlutut. Kematian bukan sesuatu yang menakutkan. Kini dia tahu. sekaku batu.com/ 25 dan kokoh. apalagi rasa takut atau ngeri. Syarat utama untuk bisa melepaskan am-gi secara tepat adalah harus memiliki sepasang tangan yang sangat tenang Tiraikasih Website http://kangzusi. Ia selalu memper-cayainya. sebentar lagi dia akan pergi meninggalkannya. "Tak disangka kau dapat membeli tiga bersaudara dari keluarga Peng secara rahasia dan menyembunyikan mereka di dalam rumah. sayang Lui Ki-hong tidak mendengarnya.. "Lebah Bunga Tho Berwajah Manusia sudah mampus tigabelas tahun berselang. jari jema ri yang kurus dan panjang nampak runcing penuh tenaga. Ia memandang ke arahnya. berlutut di sisi istrinya. sejak kapan kalian jadi begundal orang lain? Betul-betul sebuah kejadian yang tak disangka." Paras muka tiga bersaudara dari keluarga Peng tetap dingin kaku. halus bagaikan aliran air. yang datang kali ini pasti gadungan!" Paras muka Lui Hujin sudah kaku. untuk bisa memperoleh tangan yang tenang dan kokoh harus dilatih syaraf dan semangat yang keras bagaikan baja. Aku kagum kepadamu!" Suara tertawa perempuan itu meski merdu.. Sebagian besar tangan jago-jago kenamaan dalam penggunaan senjata am-gi." seru orang dari balik kegelapan sambil tertawa melengking.

.. tersungging secercah senyuman. "Kau tak boleh mati. keempat sosok manusia itu tidak pernah bergerak lagi...suami yang sepanjang hidup selalu setia kepadanya. dia pasti bisa melahirkan seorang cucu yang gagah untukku. Asap racun yang menyelimuti ruangan itu sudah kelewat jenuh.. Sayang ia tidak sempat menggerakkan lengannya." Di tengah sorotan mata Lui Hujin yang lembut. menjumpai dirimu. Tiraikasih Website http://kangzusi. rupanya empat sosok manusia gadungan. Siau Lui masih berlutut di sana. niscaya asap beracun yang menyelimuti ruangan itu akan semakin menyesakkan napas. Seandainya tiga bersaudara dari keluarga Peng melepaskan am-gi mereka tadi. Menyusul kemudian terdengar jeritan lengking yang . apalah arti dari sebuah kematian??? Lui Ki-hong mengganggam tangannya dengan lembut. Biarpun serbuk bunga dari sang lebah sangat beracun. tapi sayang mereka tak bisa memakainya untuk menyerang.. Tiba tiba muncul setitik suara dari balik tenggorokannya. Biarpun serbuk bunga dari segerombolan lebah itu sangat harum.. dia seolah-olah ingin mengangkat tangannya. tapi sinar mata istrinya sudah dialihkan ke wajah putranya.com/ 26 Itulah kekuatan kasih-sayang seorang ibu terhadap anaknya. Mendadak Siau Lui menyambar golok milik ibunya." "Aku pasti dapat menemukannya" Siau Lui merebahkan kepalanya di atas dada ibunya yang lemah. Kau harus temukan Jian-jian. Tatkala dada ibunya mulai mendingin.. berlutut tanpa bergerak sedikitpun. "Blukk. suasana jadi gelap gulita... Setelah terjerembab ke tanah. Dengan suara lirih Lui Hujin berbisik. sejenis kekuatan luar biasa yang mendorong dia dapat mengeluarkan suara tersebut. "Aku pasti dapat membawa putra kami datang ke sini. empat utas tali terbang itu terpapas putus semua Tiraikasih Website http://kangzusi.. menggerakkan lengannya untuk memeluk putra tercintanya. yang paling beracun justru sengatannya. namun pantang tercium baunya.com/ 27 Empat sosok manusia itu jatuh hampir bersamaan. Mereka tidak bisa berpaling.. Titik air mata nampak bercucuran membasahi kelopak mata tiga bersaudara dari keluarga Peng. mendadak cahaya lampu yang menerangi ruangan dalam rumah itu padam. di antara kilatan cahaya golok." Semuanya terkapar di atas tanah tanpa bergerak sedikitpun. namun tak seorangpun yang berpaling. sepanjang masa tak pernah dapat dilakukannya lagi.. kelewat pekat. Dada ibunya sudah lama menjadi dingin. Siapapun tak tahu keempat orang yang baru muncul itu manusia sungguhan? Gadungan? Mayat hidup? Atau manusia hidup? Tiga bersaudara dari keluarga Peng memiliki senjata am-gi yang sangat beracun. dia sangat baik. Kembali ada empat orang berjalan masuk dari atas tali panjang. berjumpalitan di udara dan melesat sejauh empat kaki lebih. berjalan masuk dengan langkah sangat lambat. perasaan hati putranya juga ikut mendingin.

Namun seluruh suara tersebut tak pernah terdengar. karena semua suara itu tak pernah bisa didengar secara jelas. seluruh suara yang ada dalam ruangan pun ikut terhenti..com/ 29 Ia roboh persis di samping jenasah istrinya. orang yang membawa lentera itu mulai muntah-muntah.menyayat hati bergema dari balik kegelapan.com/ 28 Ketika jeritan ngeri itu terhenti. suara pisau yang sedang membabat di atas daging manusia. semacam irama suara yang membikin perut jadi mual. suara tulang yang sedang retak dan hancur.. lebah yang datang dari neraka dan kini sudah balik kembali ke dalam neraka. Ketika suasana tiba-tiba tercekam dalam keheningan yang amat menyeramkan. Ketika cahaya lentera baru saja menyinari pemandangan dalam ruangan itu. meski mata goloknya telah gumpil.. seakan-akan hingga detik terakhir hidupnya ia enggan meninggalkan sisi . Mungkin.. memancar di atas wajah tiga bersaudara dari keluarga Peng. Jeritan ngeri dari begitu banyak orang yang belum pernah terdengar sebelum-nya. air muka mereka menunjukkan mimik wajah yang sangat aneh. Senjata rahasia itu berupa jarum beracun dari seekor lebah. seakan-akan mereka tak percaya bahwa dirinya bakal tewas di ujung senjata rahasia orang lain. lentera yang berada di tangannya mendadak terjatuh ke lantai. Tak ada orang yang bisa menahan rasa mual bila menyak-sikan pemandangan di tempa t itu. tangannya masih menggenggam golok Yan-ling-to miliknya. terbakar di atas tanah. Tiraikasih Website http://kangzusi. jeritan tersebut su dah tak mirip suara dari manusia tapi lolongan menyeramkan dari sekawanan binatang. Bagaikan suara irama musik yang tiba-tiba terhenti karena senarnya terbabat putus oleh bacokan golok... Setitik cahaya lampu mendadak berkilat dari balik kegelapan Cahaya lampu yang berwarnah hijau pucat pelan-pelan melayang masuk dari luar pintu. Ketika tubuh Lui Ki-hong roboh ke tanah. Tak seorang pun yang tahu kenapa semua suara yang begitu menakutkan itu bisa berhenti secara tiba-tiba. karena seluruh suara itu tenggelam oleh jeritan ngeri yang menyayat hati. Tiraikasih Website http://kangzusi. seorang manusia bertubuh langsing yang memegang lentera tersebut. Tak nampak seorang manusia hidup pun di dalam gedung. begitu senyap. Juga tak seorang pun yang tahu mengapa ruangan di tempat itu bisa berubah begitu gelap gulita. Kenapa sampai suara napas manusia pun tak kedengaran? Entah berapa lama sudah lewat. hanya ada satu suasana yang lebih menakutkan daripada suara tersebut. Lolongan ngeri sekawanan binatang yang sedang sekarat. ketika semua suara mendadak berhenti berbunyi.. susul-menyusul tiada hentinya.. V Cahaya api yang sedang berkobar. jeritan yang membuat otot pada kaku. Suara tenggorokan yang mendadak tercekik dan dipatahkan.

tapi .. sepatu yang dikenakan telah basah berpelepotan darah..istrinya walau setengah langkah pun. kini tidak berada di posisi semula. kenapa harus menebarkan pula bibit dendam kesumat disitu? Selangkah demi selangkah ia berjalan mendekati Lui Ki-hong. menghalangi jalan perginya. Siau Lui sendiripun roboh di tengah genangan darah. Empak sosok manusia yang meluncur turun dari atas tali terakhir tadi. untuk bersembahyang bagi arwah ibunya. lebih menyeramkan. lebih menakutkan. tapi sekarang telah berubah menjadi orang mati. la berdiri tenang di depan pintu. Mereka bukan manusia gadungan. tak ada lagi manusia di dunia ini yang bisa menghalanginya. ia bahkan tidak merasa mual. kobaran apinya akan lebih dahsyat ketimbang kobaran api yang membakar gunung.. Mungkinkah ia bukan manusia? Mungkinkah ia benar-benar setan iblis yang hidup kembali dari dalam neraka? Lambat laun tempat tersebut berubah semakin panas. sepanas api jahanam dari dalam neraka. Kejam dan menyeramkan seseram suasana neraka. Sorot matanya berputar kesana-kemari seakan-akan sedang mencari sesuatu. karena memang tak mungkin saling memandang lagi. mengawasi tumpukan mayat yang berserakan di hadapannya dengan tatapan dingin. dari balik kilauan cahaya api kembali muncul sesosok bayangan manusia. bunga tho yang nampak merah menyala karena terpantul cahaya api. bukan topeng yang terbuat dari tembaga.. jelas darah yang mengandung racun. golok dalam genggamannya masih memancarkan cahaya yang menyilaukan mata. ceceran darah berwarna hitam. ia tak sedikitpun muntah. Sesosok bayangan tubuh yang langsing dan indah. dan ternyata ia berjalan memasuki neraka itu.. Tapi mungkin masih ada seseorang. sebuah topeng dengan sekuntum bunga tho. Entah berapa lama kembali berlalu. api itu mulai membakar daun jendela. Itulah batok kepala dari musuh besarnya. Dendam kesumat! Ketika rasa dendam mulai membakar dalam lubuk hati seseorang. walau seluruh lantai berubah jadi lautan darah. dia harus membawa pulang batok kepala itu. Yaaa.com/ 30 Perlahan-lahan ia berjalan masuk ke dalam ruangan. "Tak sejengkal rumputpun yang tersisa!" Hanya kobaran api yang tak berperasaan dapat mengubah tempat tersebut menjadi tak tersisa walau hanya sejengkal rumputpun. lentera yang tadi terbakar kini apinya telah padam. Tiraikasih Website http://kangzusi. hanya satu orang yang bisa menghalanginya! Mendadak muncul seseorang dari balik genangan darah. menghadang persis di hadapannya. Akhirnya pandangan matanya terhenti di atas batok kepala Lui Ki-hong. membakar bangunan loteng dan gedung tersebut. Tak ada yang tega saling memandang. Kalau Thian telah menganugerahkan rasa cinta dalam alam jagat ini. wajahnya i nengenakan sebuah topeng. Tampaknya orang itu mengenakan pula sebuah topeng di wajahnya. Masih berapa banyak orang yang mati disitu? Pada saat itulah terbesit setitik cahaya api di luar jendela..

tapi baginya. meski tak dapat melihat wajah asli perempuan itu. kadangkala sifat manusia memang jauh . di atas wajahnya sudah tak ada air mata. di dunia ini tak ada ilmu silat semacam ini. cucuran darah segar. Darah segar masih meleleh keluar membasahi wajahnya. katanya.. juga tidak bergerak. amat sedikit manusia yang benar-benar bisa memahami dirinya. karena semua darah miliknya sudah mengalir keluar. Tiraikasih Website http://kangzusi. karena ia tak boleh mati. ia sudah tidak memikirkan keselamatan sendiri. Siau Lui tidak menghindar. seluruh belandar dalam gedung itu sudah terbakar. paling tidak ia masih dapat melihat dengan jelas ukiran bunga tho yang terpampang di atas topeng wajahnya. "Rupanya kau belum mampus?" Yaa. sabatan golok di genggamannya tak beda dengan sengatan beracun seekor lebah. kekuatan yang muncul dari kekuatan rasa dendamnya. tak memikirkan kehidupan sendiri. Kobaran api semakin membara. Akhirnya perempuan itu menghela napas panjang. . "Krakkk. Yang dicari perempuan ini memang bukan dia.!" Tiraikasih Website http://kangzusi. ia sudah turun tangan. ujarnya pelan. tapi sebelum ucapannya selesai diutarakan..com/ 31 Lama sekali ia berdiri di situ mengawasi lawannya. mungkin saja semacam kekuatan yang terbawa dari dalam neraka. "Kalau kau tak ingin mampus. terjilat kobaran api yang makin membara. pergilah! Toh yang kucari sebenarnya bukan dirimu. Gerakannya bukan gerakan dari ilmu silat. juga mengelamkan air mukanya. Dia bagaikan sesosok mayat. Sebab pertarungan seekor hewan masih dilandasi untuk mempertahankan hidup. Memang. Dalam tubuhnya juga tak punya darah lagi. ketika mata golok sudah terjepit di dalam tulangnya itulah tiba-tiba ia balas melancarkan serangan. pikirannya.. yang ada tinggal darah. apa artinya kau tetap hidup seorang diri? Lebih baik pergilah mampus!" Ia cukup tahu siapakah dia.com/ 32 Bersamaan dengan patahnya tulang iga yang ditembusi mata golok pergelangan tangan perempuan itu ikut terhajar patah. tapi tidak cukup tahu manusia macam apakah dirinya. bahkan lebih menakutkan dan lebih kejam daripada pertarungan hewan liar.. ia biarkan mata golok yang tajam menembusi tulang iganya. menutupi semua perasaannya. Tindakan yang dilakukan olehnya saat itu tak ubahnya dengan pertarungan seekor hewan liar. kemudian sambil tertawa seram yang menggidikkan bulu roma. Darah segar bukan saja menyelimuti seluruh wajahnya.topeng yang penuh berlumuran darah. Hanya sedikit orang yang tahu manusia macam apakah dirinya. "Kedua orang-tuamu sudah pada mampus. dia memang belum mati. yang ada dalam nadinya sekarang tinggal aliran kekuatan yang besar. mayat hidup yang berdiri kaku di situ sambil mengawasi dirinya.

aku menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana mata goloknya menggorok leher ibuku.com/ 33 Perempuan itu mengangguk.. "Aku sengaja mengatakan semuanya ini tak lebih hanya . memperlihat raut muka aslinya. kecantikan wajahnya cukup membuat setiap lelaki berlutut di hadapannya. kembali ia berkata. perutnya mulai terasa mual. "Tahukah kau perbuatan biadab siapakah hasil karya ini? Dia tak lain adalah ayahmu. Tak dipungkiri sebenarnya dia memiliki sebuah wajah yang amat cantik.. dia tak tega lagi memandangi wajahnya.. "Kenapa? Ingin balaskan dendam ayah-ibumu? Kau boleh membalaskan sakit hati orang-tuamu.. "Kau ingin melihat wajahku?" Tiba tiba ia lepaskan topeng yang menutupi wajahnya. sudah lama dia terbiasa menahan rasa penderitaan dan rasa ngeri yang dalam.lebih kejam daripada sifat seekor hewan. "Kau ingin membunuhku?" "Betul!" jawaban Siau Lui amat singkat. meluluhlantakkan juga kehidupannya. seluruh tubuh perempuan itu mulai gemetar. wajahnya mulai menampilkan perasaan kesakitan dan ngeri yang amat mendalam. Padahal aku masih berusia lima tahun kala itu. guratan golok tersebut bukan hanya menghancurkan paras mukanya yang cantik. "Sekarang. tanganku belum pernah ternoda oleh darah siapapun. Sambil menunjuk bekas bacokan golok di wajahnya dan tertawa dingin. menggurat dari ujung matanya hingga ke ujung bibirnya. Seluruh semangat dan kekuatan rubuhnya mendadak jadi runtuh. tiba-tiba teriaknya keras. Semua orang pasti akan merasa sayang bila melihat raut muka seperti ini. kaupun telah melakukan langkah yang salah!" Nada suaranya tinggi tajam seperti sayatan sebilah mata golok Makin kencang jari-jemari Siau Lui mencengkeram tulang pergelangan tangannya yang telah hancur.. memenggal kepala ibuku. Tapi sekarang." "Kau menyaksikan dengan mata kepala sendiri?" Tiraikasih Website http://kangzusi. tiba tiba saja ia pingin muntah. sebuah bekas bacokan golok yang sangat dalam dan mengerikan membekas di wajah ayunya. Tiba tiba Siau Lui melengos. apakah kau masih ingin membunuhku? Masih ingin balaskan dendam bagi ayah-ibumu?" sepatah demi sepatah kata ia bertanya. Hingga saat itulah sorot mata ngeri dan takut mulai terpancar keluar dari sorot mata perempuan itu.. Seperti sebuah lukisan wanita cantik yang ternoda oleh tinda hitam. Siapa yang mengira seorang pendekar besar golok sakti ternyata begitu tega menghancurkan kehidupan seorang gadis yang masih berumur lima tahun???" Siau Lui tertegun memandang wajahnya. Tapi ia masih dapat mempertahankan diri. katanya: "Lagipula aku toh tidak membunuh siapapun. genggaman tangannya yang semula kencang mulai mengendor. sebaliknya ibuku justru mati di tangan ayahmu. membuat setiap lelaki kehilangan sukma dan tergila-gila kepadanya. sesingkat mata golok yang meluntakkan tulang iganya. dengan sorot mata penuh kebencian dan rasa dendam yang dalam lanjutnya. kenapa aku tak boleh? Bila kau anggap tindakanku keliru...

tak habis terbakar walau dijilat kobaran api yang begitu dahsyat. Dia cuma berdiri termangu di situ seperti orang yang kehilangan sukma. kini sudah tersapu bersih oleh kobaran api. mengotori sekujur badannya. maka tubuhnya ikut roboh keatas tanah. Seluruh kehidupan. Siau Lui juga tidak memandang ke arahnya.ingin beritahu kepadamu bahwa Lui Ki-hong bukan seorang malaikat. cinta. jenasah. Tiraikasih Website http://kangzusi. baiklah. Bunga Tho masih tetap berkembang seperti sedia kala. walau kobaran api sudah padam.. Onak semak belukar yang tajam dan kerikil batu gunung yang runcing .com/ 34 dari kutub. semuanya muncul hanya dikarenakan perasaan tersebut.benci. sebab jika kuteruskan.. keberanian. tulang-belulang. arang dan abu mulai berguguran ke atas tanah. seluruh pikiran dan peredaran darahnya seolah-olah jadi kosong dan hampa. Itulah perasaan manusia.. ia tak berpaling lagi walau sekejap pun.com/ 35 Rasa marah. pada akhirnya padam juga. "Mulai detik ini aku tak ingin bertemu dirimu lagi!" Kembali ia tertawa. Ia tidak berkelit juga tidak berusaha untuk menghindar. Hutang budi. semua perasaan itu tetap akan hidup. apalagi menghalangi Kepergiannya. Tapi hanya satu yang tak mungkin patah walau dibacok.. rasa sedih. "Kalau toh kau tak berani mendengar lagi. sedingin es Tiraikasih Website http://kangzusi. pingin muntah!" Perlahan-lahan ia membalikkan tubuhnya. Noda darah membasahi kakinya yang mungil. cepat enyah dari sini!" teriak Siau Lui tiba tiba. perlahan-lahan pergi meninggalkan tempat itu." "Enyah kau dari sini. VI Matahari bersinar terik. semua tiang belandar lelah terbakar patah. ujarnya. Api masih berkobar dengan hebatnya. Kini. "la tidak sesuci dan sehebat apa yang kau bayangkan. Betapa hebatnya kobaran api yang membakar tempat itu. namun cerita mengenai mereka justru baru saja dimulai. perutku pun mulai ikut mual. Sebuah perkampungan yang semula begitu kokoh dan angker kini sudah rata dengan tanah. Bunga tho berwarna merah yang tumbuh di bawah terik matahari kelihatan begitu merah bagaikan kobaran api. tapi di manakah orang di bawah bunga itu? JIAN-JIAN I Jian-jian menundukkan kepala memandangi kaki sendiri.. dendam kesumat." kembali ia bicara dengan suara dingin. ceceran darah segar. aku tak usah lanjutkan perkataanku. Selama manusia masih hidup di dunia ini. dia ingin membunuh ibuku karena tak lain ingin.. bekas luka golok yang membekas di ujung bibirnya membuat suara tertawanya seakan akan mengandung sindiran yang tak terlukis dengan kata-kata.

semakin dalam rasa bencimu kepadanya. Bayangan yang begitu menarik tapi juga begitu menggeramkan.. penderitaan yang sebenarnya. Ia berlarian sampai di situ bagaikan kesetanan. kini hanya tersisa kenangan yang penuh kegetiran dan penderitaan. Sayang ia tak punya kemampuan untuk berbuat begitu. semuanya tak mungkin diulang kembali. hembusan angin pagi dimusim semi masih terasa dingin. . Dia rela mengorbankan segalanya untuk ditukar dengan kemesraan dan kegembiraan seperti di masa lalu." Tiraikasih Website http://kangzusi. jauh tak dapat menandingi kepedihan hatinya yang terluka dan tersayat sayat. tapi dengan cara apa dia mempertahankan hidupnya? Dunia begitu luas. Kini mungkin hanya kematian merupakan satu-satunya pelepasan baginya. Pakaian tipis itu adalah seluruh harta yang di milikinya saat itu. dia harus membalas dendam.membuat ia amat tersiksa. ingin mencongkel keluar hatinya. Kini perasaan hatinya sudah tercabik-cabik menjadi ribuan keping. Apa boleh buat. Tiraikasih Website http://kangzusi. Kesemuanya itu dapat ia lupakan. Ia hanya mengenakan seperangkat pakaian yang amat tipis. ke dalam tulang sumsummu. Akan kubuat kau menyesal seumur hidup.. begitu tak berperasaan kepadaku?" Ia tidak tahu. walau itu hanya berlangsung sekejap pun. Tapi. Tinggalkan untuknya. cinta kasih yang lembut bagaikan buaian air. Musim semi. rasa benci yang lebih mendalam ketimbang rasa cinta. agar bisa ditanya sampai jelas. benar benar tidak paham. Penderitaan semacam ini dapat meresap langsung ke dalam peredarah darahmu. bahkan lupa arah jalan yang di tuju. Sisanya telah ia tinggalkan. Walau ia benturkan kepalanya ke atas dinding. tapi dia masih tak pingin mati. walau dibenturkan hingga seluruh tubuhnya hancur lebur. Oleh sebab itu dia harus tetap hiidup. semakin kau mencintai seseorang. sayang ia susah melupakan diri Siau Lui. Sayang semuanya sudah berlalu. kepedihan yang sesungguhnya.com/ 37 Cinta yang kelewat mendalam dapat berubah menjadi kebencian dan dendam. Tapi dia ingin mengetahui. bertelanjang kaki. betapa pun beratnya luka luar yang dideritanya sekarang. sumpah sehidup-semati yang pernah diucapkan dulu. Tapi dalam setiap kepingan yang hancur itu masih tertera bayangan dari Siau Lui. Bisikan-bisikan mesra tempo dulu. "Suatu hari nanti. Inilah yang dinamakan kesedihan.com/ 36 "Mengapa ia bersikap begitu kepadaku? Kenapa secara tiba-tiba ia begitu tega. kemana ia harus pergi untuk tinggal sementara waktu? Dia tak ingin menangis tapi air mata jatuh berlinang tiada hentinya. lupa siang lupa malam. sekarang telah berubah menjadi luka sayatan yang begitu dalam menggores hatinya. semuanya tak mungkin terulang kembali. juga rangkulan dan pelukan hangat di masa lalu.

Kim Cwan seorang terpelajar juga seorang pendekar.. Lelaki manapun yang menyaksikan sepasang kaki itu... Perasaan hati Jian-jian semakin tenggelam."Jian-jian. mereka berdua sama sekali berbeda dan bertolak belakang. di bawah sinar rembulan. karena kaki perempuan yang putih mungil itu seolah-olah mengandung suatu misteri yang menarik. aku harus membalas sakit hati ini. semua rasa benci dan dendamnya. Dalam sekejap mata ia seperti melupakan seluruh kepedihan hatinya. ia akan segera menjatuhkan diri ke dalam pelukan mesranya. sepasang kaki yang menimbulkan rasa iba bagi yang melihatnya. Jian-jian. Ia ingin sekali menarik pakaiannya untuk menutupi kakinya yang telanjang.. tentu tak akan bisa mengendalikan diri untuk mengamatinya lebih lama.. "Kau tahu. yang dapat . "Kenapa kau bisa muncul di sini?" Tiraikasih Website http://kangzusi." senyuman Kim Cwan lembut seperti senyuman seorang perawan "Mencari aku? Darimana kau tahu aku berada di sini?" "Sepanjang jalan aku selalui melindungimu!" Hati Jian-jian berdebar semakin kencang. Tapi sayang dia kecewa. putih mulus bagaikan pualam tapi penuh dengan goresan luka dan darah itu. "Jian-jian.. Tiba tiba ia menemukan Kim Cwan sedang mengawasi kakinya. yang memanggil namanya bukan Siau Lui. dia adalah Kim Cwan. dalam pelukan mesranya Siau Lui selalu memanggil namanya berulang-ulang. Tentu saja Jian-jian kenal dengannya. Kim Cwan adalah seorang pemuda yang halus... kaki mungilnya yang telanjang. "Aku pasti akan membuatnya menyesal. pakaian yang di kenakan selalu bersih. modis dan ae suai dengan perawakan tubuhnya Dibandingkan dengan Siau Lui. kami telah berpisah?" Kim Cwan tetap menggeleng. Tapi dia justru sahabat karibnya Siau Lui. tak tahan serunya. iaberharap Kim Cwan mau memberitahukan kepadanya bahwa Siau Lui lah yang menyuruh dia melakukan semuanya itu. Kim Cwan menggeleng. lama sekali ia menundukkan kepalanya sebelum diangkat kembali. "Jangan-jangan Siau Lui yang menyuruh dia datang mencariku jantungnya berdebar keras.. Tapi sayang pemuda itu tidak berkata demikian. tapi pada saat yang bersamaan tiba tiba terpancar sinar kebencian yang luar biasa dari balik matanya.." Hanya cinta yangkelewat dalam dapat berubah secara mendadak jadi kebencian yang luar biasa. lembut dan penuh sopan santun Rambutnya selalu disisir hingga kelimis dan rajin.." ketika berada di depan bunga. asal ia mau balik kepadanya maka diapun akan segera memaafkan seluruh kesalahan dan kesilafan yang telah dilakukan olehnya.com/ 38 "Datang mencarimu.. sebab pemuda inipun tahu hubungan asmara antara dia dengan Siau Lui yang berjalin secara rahasia." Tiba-tiba ia mendengar ada orang memanggil namanya dengan suara lirih.. semacam hubungan perasaan yang amat aneh.. "Apa kau melihat dia?" Sambil menggigit ujung bibir tak tahan Jian-jian bertanya lagi.

com/ 40 Dia ingin duduk. paling tidak aku harus temani kau untuk berganti pakaian bersih dan makan sampai kenyang. bersanggul tinggi dan memakai sebuah cadar yang menutupi wajah putihnya. begitu sakitnya nyaris membuat ia jatuh pingsan. membuat ia serasa terjerumus ke dalam neraka tingkat tujuhbelas." Ada satu hal yang tak boleh dilupakan kaum lelaki. namun sekujur badannya terasa panas bagai digarang di atas kobaran api yang membara.. Tiraikasih Website http://kangzusi. rasa iba dan kasihan segera muncul di wajah Kim Cwan. tapi rasa sakit yang luar biasa membuat seluruh badannya kejang dan sakit." ujar gadis berbaju putih itu sambil memandangnya dengan mata yang bening.. merdu tapi dingin dan hambar seakan-akan berasal dari suatu tem pat yang jauh. Seseorang berdiri bersandar di bawah pohon bunga tho. Kilatan golok.mengubah seorang gadis yang lemah-lembut dan berhati mulia menjadi beracun dan jahat. Ketika Siau Lui membuka matanya. membuat sekujur badannya serasa terbakar hebar. "Kau tidak pulang?" kembali Kim Cwan bertanya dengan suaranya yang merdu bagai seorang gadis. seorang berbaju putih yang berbadan langsing.. Tiraikasih Website http://kangzusi.. sejahat ular berbisa. kobaran api.com/ 39 "Aku tak punya rumah. II Bunga Tho di bawah terik matahari nampak merah bagaikan bara api. terbentang bunga-bunga tho yang membara bagaikan kobaran api di atas ranting pohon di hadapannya. "Kau terluka sangat parah. kau ingin ke mana?" Kepala Jian-jian menunduk semakin rendah. Betul juga. Jian-jian menunduk rendah. "Apapun akhirnya nanti. Merah bunga yang memenuhi seluruh hutan merangkul tubuhnya vang putih bagaikan salju. pembalasan yang datang dari seorang wanita seringkali dilakukan dengan segala car dan menghalalkan cara apapun. Tapi kini. . bayangan darah. Kejadian terakhir yang masih diingatnya adalah jilatan api membara yang rontok ke arah tubuhnya. "lebih baik berbaringlah dengan tenang jangan sembarangan bergerak. semua peristiwa yang dialaminya semalam kembali terlintas di depan matanya. Ia tahu dan mengerti bagaimana caranya membangkitkan rasa iba dan kasihan seorang lelaki terhadap dirinya. sahutnya sedih. Siau Lui coba pejamkan matanya." "Lantas.. Pakaian yang di-kenakan sudah basah ole h embun pagi. Seorang bidadari kah dia? Bidadari bunga tho? Siau Lui meronta ingin bangun dan duduk. angin lembut musin semi berhembus menggoyangkan rerumputan harum bunga semerbak mengalir bagaikan alur air jernih di selokan. ia mengerti antara rasa kasihan dan rasa cinta seringkah susah dipisahkan satu dengan lainnya." Suaranya lembut. setelah menarik napas panjang katanya lagi dengan lembut..

"Rupanya kau!" Gadis berbaju putih itu tertawa. suara tertawanya merdu bagaikan keleningan perak yang berdenting di tengah Tiraikasih Website http://kangzusi." sahut gadis berbaju putih itu hambar. "Bunuh orang itu melanggar hukum. begitu ringan gerak tubuhnya bagaikan gerak awan di kejauhan bukit sana... sebuah tangan yang dibalut kain putih." 'Tahukah kau. tiba tiba ia mengajukan satu pertanyaan yang sangat aneh. "Jin-bin-tho-hoa!" tak tertahan Siau Lui menjerit. bagi siapa pun yang tertinggal kini hanya .. Gadis berbaju putih itu memandangnya sampai lama sekali. "Kalau mau.com/ 42 "Sekarang kau tak punya apa-apa lagi. Kembali ia membalikkan tubuhnya dan mengeluarkan sebuah tangannya yang semenjak tadi disembunyikan di balik baju. kau ingin aku mengembalikan tanganmu itu? Ambillah!" "Sebenarnya kau hanya berhutang sebuah tangan kepada-ku.. cadar yang putih bagaikan salju membuat gadis itu seperti sekuntum bunga merah yang sedang mengapung di tengah kabut. kenapa wajahmu sama sekali tidak mirip orang sedih?" "Bagaimana baru kau anggap mirip? Harus memukul dada sambil menangis meraung-raung?" Tiraikasih Website http://kangzusi. bunga tho yang merah bagaikan darah.. yang kau miliki tinggal selembar nyawa. kau boleh ambil juga nyawaku!" jawab Siau Lui dengan suara yang ringan dan datar. bagaimana aku sampai di sini? Kau yang menolongku?" Gadis berbaju putih itu mengangguk.com/ 41 hembusan angin musim semi..Kicauan burung di antara dahan pohon merdu bagaikan bisikan mesra seorang kekasih.. tapi sekarang kau berhu tang pula selembar nyawa kepadaku. "Kau benar benar putranya Lui Lo-hong?" "Ehm!" "Kau tahu ayahmu sudah mati?" "Tahu!" "Kau tahu rumahmu sudah terbakar habis dan rata dengan tanah?" "Tahu!" Gadis berbaju putih itu menghela napas panjang. mengapa kau menolongku?" tiba-tiba Siau Lui merasa tubuhnya mengejang keras." kembali gadis itu berkata setelah memandangnya mkuplama. Siau Lui segera tertawa: "Ooh. masa menolong orang juga dianggap melanggar hukum?" gadis berbaju putih itu tertawa. tangan yang telah diremuk Siau Lui tadi malam. Ia petik sekuntun bunga tho lalu disisipkan di atas sanggulnya. seakan-akan menyuruh seseorang mengambil sebuah pakaian rombeng saja. Sekali lagi Siau Lui membuka matanya: "Aku. "sudah kuduga.. "Ooh. "Heran. "Siapa kau?" Pelan-pelan gadis berbaju putih itu memutar badannya. cepat atau lambat kau pasti akan mengenaliku" "Kau.

Tiraikasih Website http://kangzusi. dia juga telah menghancurkan idola paling suci yang dimilikinya selama ini. Gadis itu benar-benar telah merampas seluruh yang dimilikinya." Kembali gadis berbaju putih itu menatapnya tajam-tajam. ia balikkan badan dan pergi dari situ." potong gadis itu cepat. walaupun gejolak perasaannya belum tenang kembali. kau boleh tidak Melihatnya. tanpa bergerak sedikitpun. "Kau sendiri tidak memandang berharga nyawa sendiri. yang tersisa tinggal selembar nyawamu. Angin berhembus sepoi-sepoi. kenapa tidak kau ambil kembali?" Gadis berbaju putih itu segera tertawa. "Hey. "Tapi keadaanmu nampak sama sekali tak mirip!" "Pada dasarnya beginilah aku. Tunggu saja!" Selesai bicara ia betul-betul melangkah pergi tanpa berpaling kembali. buat apa aku mesti mengambilnya?" Sesungguhnya dia memang sudah tidak memandang berharga kehidupan sendiri. paling tidak sudah tidak bergejolak seperti . wajahnya." "Sebetulnya kau itu manusia bukan?" "Rasanya manusia. Gadis itu bukan saja telah merampas seluruh yang dimilikinya. tunggu sebentar. setiap saat aku bisa mencabut nyawamu" "Tahu!" Kembali gadis berbaju putih itu menghela napas. saat itu dia hanya ingin melepaskan semua siksaan batin dan penderitaannya dengan kematian.. Mengapa ia harus berbuat begini? Apa menginginkan ia hidup dalam penderitaan? "Kau sendiri tidak memandang berharga nyawa sendiri. Tapi kini yang meleleh di atas wajahnya sudah bukan darah. Dia masih berbaring di situ.. "saat itu aku pasti akan mengambilnya kembali. "Tunggu apa? Masa kau suruh aku tetap tinggal di sini menemanimu?" "Kau bilang aku masih berhutang kepadamu.com/ 43 Siau Lui termangu-mangu mengawasi bayangan tubuhnya yang ramping lenyap di balik pepohonan bunga tho. Berdiri di atas genangan darah ayahnya sambil mendengarkan gadis itu menguak rahasia masa lalunya. kemudian setelah menghela napas.selembar nyawa?" "Tahu!" 'Tahukah kau. Tapi sekarang. melainkan air mata. ayahnya memang merupakan idolanya selama ini. tapi ia justru telah menyelamatkan nyawanya." "Dalam menghadapi persoalan lain keadaan apapun kau selalu demikian?" "Bila kau tak suka dengan sikapku sekarang." teriak Siau Lui. Air matanya sudah lama mengering. buat apa aku mesti mengambilnya?" "Tapi. "Kini kau tidak memiliki apa pun. la masih belum bergeming. bunga tho berkuntum-kuntum rontok di atas tubuhnya." 'Tunggu saja sampai hatiku lagi senang.

Tiraikasih Website http://kangzusi. Ia tidak berpesan banyak.tadi. di sana Irrsedia arak wangi yang hijau hening bagaikan warna pegunungan nun jauh di depan sana. Ia lari kencang menelusuri aliran sungai. tidak memikirkan persoalan apa pun. kehijauan bukit tampak terbentang jernih nun jauh didepan sana.com/ 45 Kemudian mereka bertiga akan mulai meneguk air kata-kata bagai orang kesetanan. Di bawah bukit terdapat sebuah dusun kecil. dia berharap bisa melupakan segalanya. memanggil.. dia adalah gadis baik. Jian-jian. Betapa dalamnya penderitaan yang dirasakan di tubuhnya masih dapat ia tahan. bergulingan menuruni tebing berlantai rumput hijau dan menceburkan diri ke dalam selokan. arak wangi yang harum semerbak. tidak pula menjelaskan mengapa harus berbuat demikian. berkuntum-kuntum bunga tho mengapung di atas permukaan air dan mengalir lambat jauh ke ujung dunia. juga membuat pikirannya lebih tenang dan sadar. menembusi hutan bunga." dalam hati kecilnya ia menjerit." "Jian-jian. tiba-tiba saja ia menyadari bahwa dirinya belum boleh mati dalam keadaan demikian. dalam dusun terdapat sebuah rumah makan kecil. Apa lagi yang dicari bila orang hidup dalam keadaan demikian? 'Bawalah Jian-jian ke situ. Siau Lui menggertak gigi. tiba tiba melunak dan memenuhi seluruh pikiran dan perasaan hatinya. Tiraikasih Website http://kangzusi.. menunggu kedatangan sahabat karibnya Kim-Cwan.. begitu berat menghimpitnya membuat hatinya nyaris hancur berantakan.. kalian harus menunggu hingga kedatanganku. Semua peristiwa masa lalu.. Air dingin yang menyengat bukan saja mengurangi siksaan hawa panas yang menggerogoti sekujur tubuhnya. "Kau harus menemukan kembali Jian-jian. sahabat karib yang setia kawan. III Air sungai mengalir amat jernih. tunggu aku walau harus menanti berapa lama pun. Ia berendam dalam air tanpa bergerak. la pernah mengajak Jian-jian mengetuk pintu rumah makan itu di tengah malam buta. Biar dia ingin pergi meninggalkan tempat tersebut. Dia seakan-akan sedang menghindari kejaran sejenis makhluk jahat pembunuh manusia. kau harus berupaya untuk menahannya!" Itulah pesan yang ia sampaikan kepada Kim-Cwan semalam. Kekasih yang sehati.. karena saat itulah saat paling gembira bagi mereka bertiga. Rasa saling percaya di antara mereka berdua .. Kim-Cwan juga tidak banyak bertanya. tapi sayang ia tak mampu.com/ 44 Seluruh pengharapan yang ada dan tertinggal kini.. melarikan diri terbirit-birit dari dalam air. hanya nama itulah satu-satunya pengharapan yang dimilikinya. semua kejadian mengenaskan yang telah dialaminya. pasti dapat melahirkan bibit unggul bagi keluarga Lui kami. riang gembira seperti anak kecil.

Ketika Siau Lui melangkah masuk ke dalam. Pagar yang terbuat dari bambu membiaskan cahaya hijau pualam di bawah sorotan matahari yang sendu. asal kau berniat menelusurinya.. Tuan rumah yang santai. paling tidak cukup untuk memabukkan orang. Cahaya matahari senja memancarkan cahayanya di atas bendera yang tampaknya masih baru. suatu ketika akan tiba juga saatnya mencapai ujung jalan tersebut. Tempat ini sesungguhnya memang sebuah tempat santai yang amat sepi dan hening. memakai sebuah hud-tim ekor kuda mengusir lalat-lalat hijau yang muncul dari balik pepohonan liu. Tapi ia tak ambil perduli." sahut kakek Sin Hoa-ang sambil tertawa pahit. ia tak perduli. ia segera menarik kembali tangannya sambil menjerit. tamu yang santai. Siau Lui berharap bisa menemukan sekor kuda dengan sebuah pedati..com/ 46 tertarik dengan kesohoran tempat tersebut yang datang berkunjung. Bagaimanapun pandangan orang lain terhadap dirinya. Darah segar bercucuran di wajahnya.. Melihat pandangan mata orang yang begitu terkejut.. Pagar itu mengelilingi tiga-lima buah tiang bangunan. tapi melihat betapa gerahnya anak muda itu. "Kau masih ingat dengan kedua orang temanku yang datang mengetuk pintu di tengah malam buta tempo hari?" "Tentu saja masih ingat. Bukit di depan mata terasa begitu jauh. Pohon Yang-liu nan hijau bergoyang terhembus angin.seakan-akan seperti percaya pada diri sendiri.... Ditinjau dari balik jendela kelihatan kalau tamu di rumah makan itu tak banyak. bukan saja kelihatan lezat menggiurkan juga amat menyolok mata. Walaupun arak yang dibuat kakek Sin Hoa-ang tidak bisa dibilang amat tersohor. Betapa pun jauh dan menderitanya jalan raya yang harus ditempuh. "Kenapa Kim-Cwan dan Jian-jian tidak berada di situ? Ke mana mereka pergi?" Ia menerjang ke tepi meja. Yang dia perdulikan sekarang hanya. sayang tidak ada pedati. bercampur dengan peluh. ia segera sadar betapa menakutkan wajah dirinya saat ini.. Hanya tamu yang Tiraikasih Website http://kangzusi. Tempat itu memang bukan jalan raya utama. sekujur tulang-belulang tubuhnya seolah-olah akan hancur berantakan saking sakit dan menderitanya. tuan rumah dan tamu-tamu segera memandangnya dengan rasa kaget dan terperana. bukan termasuk dusun yang ramai dan makmur. ... Kakek Sin Hoa-ang dengan rambutnya yang telah putih beruban sedang duduk santai di pinggir rumah makannya. apalagi seekor kuda. Di atas meja tersedia lima-enam macam sayur yang ditutup dengan sebuah tudung saji terbuat dari kain kasa hijau.. betapa mengerikan dan kacaunya keadaan dia. Sebenarnya kakek SinHoa-ang ingin memayangnya. "Mengapa kau berubah jadi begini? Apa yang sebenarnya telah terjadi?" Tentu saja Siau Lui tidak menjawab. lebih banyak persoalan yang dia ingin tanyakan. pada akhirnya ia dapat melihat sepucuk bendera hijau bertuliskan "Ciu" berkibar di antara pepohonan liu nan lebat.

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 47 "Mereka tidak datang kemari hari ini?" "Sudah, pagi tadi." "Di mana mereka sekarang?" "Telah pergi!" "Ada orang yang memaksa mereka untuk pergi dari sini?" Siau Lui menggenggam kencang tangan Sin Hoa-ang, nada suaranya agak berubah "Tidak ada! Mereka hanya makan bubur dua mangkuk, tak sempat minum arak, mereka segera pergi." "Mengapa mereka telah pergi? Mengapa tidak menungguku?" Sin Hoa-ang memandangnya dengan melongo, ia merasa pertanyaan ini sangat aneh... kelewat aneh, kenapa sikap anak muda ini macam orang sinting? Tidak waras otaknya? "Kalau mereka tidak menerangkan, darimana aku bisa tahu kenapa mereka pergi?" Kapan mereka pergi dari sini?" tanya Siau Lui sambil melepaskan genggamannya dan melangkah mundur Sudah pergi lama sekali, mereka hanya beristirahat sejenak lalu pergi." Pergi melalui jalan yang mana?" Sin Hoa-ang berpikir sejenak, lalu menggeleng dengan perasaan bimbang. "Mereka tidak meninggalkan pesan untukku?" buru Siau Lui. "Tidak!" Jawaban Sin Hoa-ang tegas dan meyakinkan. Daun pohon liu berkibar lembut terhembus angin sepoi-sepoi, cahaya senja mulai m emenuhi angkasa membuat suasana semakin sendu, asap mulai mengepul dari balik dusun, dari balik atap rumah. Lamat-lamat terdengar suara gonggongan anjing, tangisan bayi menggaung dari kejauhan, berbaur dengan suara istri yang memanggil suaminya agar pulang... Sebenarnya tempat ini merupakan sebuah tempat yang tenang, sebenarnya merupakan sebuah dunia yang hening, Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 48 tapi bagi Siau Lui ibarat sebuah medan pertempuran berdarah yang penuh dengan jeritan tentara dan ringkikan kuda terluka. Ia sudah menjatuhkan diri duduk di atas bangku yang terbuat dari bambu, di hadapannya tersedia secawan air kata-kata yang baru saja dituang kakek Sin Hoa-ang untuknya. "Teguk dulu satu dua cawan air macan, siapa tahu mereka akan balik kemari?" Siau Lui tidak mendengar kata-kata itu, dia hanya mendengar pertanyaan yang diajukan suara hatinya kepada diri sendiri: "Kenapa mereka tidak menunggu? Kenapa Kim Cwan tidak berusaha menahannya? Ia sudah berjanji untuk melakukannya untukku!!!" Ia percaya dengan Kim Cwan, belum pernah Kim Cwan ingkar janji. Arak hijau nan semerbak ditenggaknya hingga habis, sayang rasanya getir, sepahit perasaaan hatinya kini. Penantian jauh lebih getir daripada rasa arak. Matahari senja sudah turun gunung, selimut kegelapan malam mulai membentang menyelimuti angkasa, rembulan mulai muncul dengan malu-malu dari balik ranting pohon liu yang ramping. Mereka tidak datang! Sebaliknya Siau Lui sudah dibuat

mabuk oleh air kata-kata. Sayang mabuk tak bisa menyelesaikan persoalan, tak bisa mengurai simpul mati dalam hatinya, tak akan menyelesaikan masalah apapun. Kakek Sin Hoa-ang memandangnya dengan masgul, lamat-lamat terpancar rasa kasihan dan rasa iba dari balik sorot matanya. Dengan pandangan matanya yang kenyang pengalaman, secara samar ia sudah bisa menduga apa ge-rangan yang sebenarnya tel ah terjadi. "Perempuan... perempuan... kau selalu menjadi bibit bencana, wahai anak muda, kenapa kau tak pernah paham tentang ajaran tersebut? Mengapa kau selalu rela menderita dan tersiksa batin hanya dikarenakan perempuan?" Sambil menghela napas ia menghampirinya, duduk di hadapan Siau Lui lalu bertanya lagi secara tiba-tiba. "Temanmu itu dari marga Kim?" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 49 Siau Lui mengangguk. "Konon ia datang dari jauh, kemari untuk belajar silat dan sastra dan selama ini tinggal di kebun kecil belakang kuil Kwan-Im-bio?" Kembali Siau Lui mengangguk. "Mungkin saja mereka telah pulang, kenapa kau tidak ke situ mencari mereka?" Siau Lui tertegun, seolah-olah baru mendusin dari tidurnya, tiba-tiba ia lari keluar meninggalkan tempat itu. Memandang bayangan tubuhnya yang semakin menjauh, kakek Sin Hoa-ang menghela napas panjang, gumamnya. "Dua lelaki dengan seorang gadis cantik... aaai..., bagaimana tidak menimbulkan kerumitan dan kerepotan?" Bunga yang tumbuh di balik kebun kecil itu rimbun dengan air yang banyak, tapi semuanya sedang mekar memancarkan bau semerbak. Kim Cwan adalah seorang sastrawan berbakat, bukan saja ia pandai membuat syair bermain khim, dia pun menguasai banyak pengetahuan tentang tumbuhan dan tanaman. Pintu pagar bambu tertutup tanpa dikunci, tapi pintu rumah gubuk di baliknya terkunci rapat, ini menandakan tak mungkin ada penghuninya. Piikiran dan kesadaran Siau Lui sudah tak sempat melintas sampai dii situ, ia mendobrak pintu rumah keras-keras, dengan sekuat tenaga ia menerjang masuk ke dalam rumah, ia pernah kemari berulang-kali. Ruangan itu adalah sebuah kamar baca yang mungil tapi amat bersih, seperti juga Kim Cwan, mendatangkan rasa nyaman bagi yang memandang. Di sudut ruangan terdapat sebuah ranjang, di depan jendela ada sebuah meja, di atas meja berjajar buku, lukisan, catur dan khim, sedang di atas dinding tergantung sebuah pedang kuno. Tapi sekarang, semua benda tersebut telah tiada, yang tersisa hanya sebuah lentera, sebuah lentera yanlg tak ada apinya. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 50 Siau Lui menerjang masuk ke dalam, terduduk lesu di atas ranjang, memandangi dinding ruangan dengan pandangan masgul. Sinar rembulan memancar masuk dari luar jendela, menyinari lentera di atas meja, menyinari manusia kesepian yang duduk termenung di depan lentera. "Kim Cwan telah pergi, pergi bersama Jian-jian..."

Ia tak percaya peristiwa ini menjadi kenyataan, terlebih tak percaya peristiwa semacam ini dapat menimpa dirinya. Tapi kini, mau tak mau dia harus mempercayainya, harus percaya bahwa peristiwa ini adalah sebuah kenyataan. Air mata membasahi kelopak matanya, terasa air mata itu lebih dingin daripada sinar rembulan, ia merasakan air mata itu tapi tidak membiarkannya meleleh keluar. Ketika seseorang sedang betul-betul menderita dan sedih, air mata jarang bisa meleleh keluar. Sebenarnya ia memiliki sebuah keluarga yang hangat dan hidup penuh kebahagiaan, memiliki orang tua yang saleh dan lembut, kekasih yang amat mencintainya, teman yang amat setia kepadanya... Tapi kini, apa yang masih dimilikinya? Selembar nyawa, yaa... Kini dia hanya memiliki selembar nyawa. Tapi, masih patut dan berhargakah nyawa itu untuk tetap dipertahankan hidup? Cahaya rembulan memancar terang di balik jendela, pelan-pelan ia membaringkan di ri di atas ranjang milik temannya... Seorang teman yang telah menghianatinya, sebuah pembaringan yang dingin dan beku. Angin masih berhembus sepoi, lentera tak pernah dihidupkan, mungkin minyak dalam lentera itu telah lama mengering... Musim semi macam apakah ini? Bulan purnama macam apakah ini? Kehidupan seperti apakah ini...? IV Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 51 Pintu itu hanya dirapatkan, sewaktu angin berhembus lewat pintu itu segera menimbulkan suara "Nyiitt. ." dan terbuka. Sesosok bayangan manusia muncul dari balik pintu, sesosok bayangan manusia yang ramping dan tinggi, memakai baju berwarna putih, seputih salju dimusin dingin. Siau Lui tidak bangkit dari tidurnya, juga tidak berniat untuk berpaling dan memandang ke arahnya, tapi ia tahu ada orang datang. Karena orang itu sudah melangkah masuk ke dalam, berjalan menghampiri pembaringan persis di hadapannya. Cahaya rembulan menyoroti tubuhnya yang ramping, menerangi kain cadar tipis yang menutup wajahnya, sorot mata di balik kaini cadar itu nampak jeli dan indah bagaikan sinar rembulan di malam yang hening. Alam jagat terasa begitu damai, dan tenang, entah berapa banyak perasaan orang yang melumer di tengah malam yang hening ini, juga tak tahu berapa banyak perasaan gadis yang melumer dalam pelukan hangat kekasihnya. "Jian-jian, Jian-jian... di mana, kau? Berada di mana kau? Di mana perasaanmu???" Ia tak pernah menyalahkan dia. Sudah kelewat dalam luka hati yang dideritanya, oleh karena itu apapun yang telah ia lakukan, sudah sepantasnya bila dia memaafkan. Ia yang teramat menderita mungkin tak pernah tahu mengapa dia harus menyakiti perasaan hatinya. Mungkin selamanya ia tak akan mengerti bahwa ia melakukan i semuanya itu terhadapnya tak lain karena dia kelewat mencintai dirinya. Seandainya ia bisa memahami hal tersebut, walau penderitaan yang harus dialaminya jauh lebih hebat pun ia

" "Oh ya. sama sekali tidak berarti. "Kini kekasihmu telah kabur bersama sahabat karibmu. selama hidup kau tak bakal tahu kemana mereka telah perg. jari-jemarinya mash memperm ainkan sekuntum bunga tho yang baru saja dipetiknya. "Sekalipun ada satu juta orang yang berlutut dan memohon kepadaku.!" "Bila aku jadi kau. kenapa kau harus hidup terus?" "Karena aku masih hidup. Siau Lui memejamkan matanya.." "Oh ya?" "Tulang igamu ada dua yang telah patah. kembali katanya. namun yang ia pandang saat itu bukan bunga tho tersebut. bisa hidup sampai sekarang pun sudah terhitung suatu kemukjijatan. aku tak bakal hidup lebih lanjut.. "Aku juga tak tahu." "Lalu.i" "Kau tahu?" tiba-tiba Siau Lui pentang matanya lebar-lebar.com/ 53 "Apakah hidupmu masih berarti?" "Tidak. tapi aku tahu kau telah berjanji dengannya untuk bertemu di dusun Sin-hoa-ang bukan?" "Apa lagi yang kau ketahui?" "Aku masih tahu kalau ia sama sekali tidak menunggumu di situ Itu karena kau masih mempunyai seorang sahabat karib." "Kalau memang hidup tak berarti. Gadis berbaju putih itu memandangnya sekejap." kata gadis berbaju putih itu lagi dengan suara yang lebih lembut.tetap sanggup untuk menerimanya. "Walau aku tak tahu siapakah gadis itu. Gadis itu tertawa. Tiraikasih Website http://kangzusi. apa yang hendak kau lakukan jika hidup terus?" "Tidak melakukan apa-apa. kau masih memiliki apa lagi?" "Selembar nyawaku!" "Jangan lupa kalau nyawamu sudah menjadi milikku. "Tentu saja tak akan kau beritahu kepadaku. kemudian menghela napas panjang. Siapa dia?" tiba-tiba gadis itu bertanya." tukas gadis berbaju putih itu cepat. rasa tenang yang mendirikan bulu kuduk orang. juga mengunci mulutnya rapat-rapat.. belum terhitung berapa banyak luka bacokan dan luka bakar yang telah kau derita." "Kau bukan aku.. Selama seseorang masih bisa hidup maka ia harus hidup terus. seandainya lalui juga tak bakal kuberitahu kepadamu." "Oh. bahkan termasuk penderitaan karena dikhianati sahabat karib sendiri." pelan pelan Siau Lui mengangguk.. dan akupun bukan kau. ia sedang mengawasi anak muda itu. jadi kau masih ingin hidup terus?" "Ehm!" Tiraikasih Website http://kangzusi. boleh?" ." "Tentu. Gadis berbaju putih itu sudah duduk di tepi ranjang. "Ada sepatah kata ingin kutanyakan sekali lagi kepadamu." Setelah tersenyum lanjutnya.com/ 52 Lelaki macam kau pasti memiliki seorang kekasih. rasa tenang yang begitu menakutkan." nada suaranya masih begitu tenang. "Apalagi nyawa yang kau miliki sekarang paling tinggal separuh lembar." "Kini.

baju putih bagaikan hamparan salju. Tidak seharusnya ia bangun berdiri pada saat seperti ini. "Kau memang betul-betul bukan manusia." "Kalau kukatakan kau adalah binatang?" "Kalau begitu anggap saja aku memang binatang. ramping dan memancarkan cahaya itu. menyoroti baju putih di ujung ranjang sana. namun secara lamat-lamat dia masih sempat mendengar sumpah serapahnya. Tapi tubuhnya justru lembut. roboh ke dalam pelukannya. apalagi pergi meninggalkan tempat itu. bekas bacokan itu membuatku muak!" Tubuhnya yang lembut. dingin kaku. dingin sampai menyayat tulang. cahaya rembulan yang indah.com/ 54 Angin malam terasa semakin i dingin. terserah apa pun yang kau katakan mengenai aku. serunya. sahutnya. "Kau akan pergi sekarang?" "Benar!" "Kenapa?" Tanpa berpaling jawab Siau Lui sepatah demi sepatah. berdiri di ujung ranjang sambil memandang tubuhnya yang lembut.com/ 55 . hangat dan halus. la terhenyak." Mendadak ia tarik tangan gadis itu. kau adalah binatang!" Siau Lui menyeringai sinis. hangat dan halus itu mendadak berubah jadi dingin membeku. sebuah tarikan yang sangat kuat. Cahaya rembulan menerobos masuk lewat daun jendela. Waktu itu Siau Lui sudah keluar dari pintu ruangan dengan langkah lebar. salju di musim semi."Tanya saja!" "Sebetulnya kau ini manusia atau bukan? Apakah seorang manusia yang masih hidup?" "Kini sudah tidak!" "Lalu kau adalah apa?" "Semua bukan!" jawab Siau Lui sepatah demi sepatah sambil memandang atap rumah dengan mata melotot lebar. berapa orang yang tidak mabuk dibuatnya? Mungkin hanya satu orang yang tidak bergeming. Tapi secara tiba-tiba ia membalikkan badan lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah lebar. seperti tak percaya. suara tertawanya sangat hambar. tertegun. "Yaa. "Karena aku teringat dengan codet di wajahmu. Gadis itu segera roboh. "Semuanya bukan?" "Ehm!" "Apa maksud ucapanmu itu?" "Maksudnya. Musim semi yang sangat indah. Mendadak Siau Lui melompat bangun. berjalan masuk ke balik cahaya rembulan yang menyinari kegelapan. Gadis itu terperangah. V Tiraikasih Website http://kangzusi. aku memang binatang!" VI Tiraikasih Website http://kangzusi.

Di kala seseorang berada dalam kesendirian. dia hanya berharap memperoleh ketenangan batin saja. . Dalam ruang suci Buddha memang selalu tergantung sebuah lentera dengan cahaya api yang tak pernah padam. memasuki hutan bambu di depan kuil Kwan-Im. Ternyata ia masih bisa hidup. selama hidup baru kali pertama ini ia berlutut di depan orang lain. seringkali ia berusaha mencari suatu topangan untuk menunjang dirinya. Tapi Siau Lui masih bisa membusungkan dadanya. tak tahan air matanya jatuh berlinang. Patung Kwan-im yang saleh dan anggun berdiri tepat di tengah ruangan. sebab kalau tidak begitu. selamanya ia tak pernah percaya dengan Buddha. semua kekuatan tersebut telah berperan dalam penciptaan kemukjijatan ini. rasanya sakit dan perih seperti disayat dengan pisau. ada banyak orang sudah roboh terkulai di tanah. karena hanya dia sendiri yang tahu bahwa apa yang didambakan dan diinginkannya selama ini mungkin tak pernah bisa terwujud lagi untuk selamanya. bukan yang pertama kali dia merasakan perasaan seperti ini. masuk ke dalam ruang utama. Kekuatan apa yang telah menciptakan kemukjijatan ini? Apakah cinta? Atau dendam kesumat? Atau kepedihan hati? Atau rasa marah yang membara? Paling tidak. sebab kalau tidak ia pasti sudah roboh ke tanah. selain terhadap orang tuanya. Sekalipun yang dia dambakan bukan harta kekayaan. tapi baginya. ia sangat butuh dengan suatu kekuatan mukjijat yang dapat menunjang dirinya. juga bukan keberuntungan. ia merasa seolah-olah bukan hanya sepasang mata itu saja yang sedang mengawasinya di tempat tersebut. Ia menerobos masuk ke dalam. lamat-lamat ia dapat melihat cahay a lentera yang memancar dari balik ruang Buddha. Dalam kuil Kwan-Im-bio masih tersisa cahaya lentera. segala Sin-bin yang datang dari langit maupun dari dalam bumi. suatu perasaan hawa dingin yang sangat aneh muncul secara mendadak dari tulang belakangnya. perlahan-lahan merayap mengha . Walaupun sesungguhnya hanya itu saja yang bisa dipersembahkan para dewa untuk umat manusia. hingga detik ini pun ia tak pernah mau percaya dengan segala dewa.com/ 56 Ia maju ke depan altar dan menjatuhkan diri berlutut di depan patung itu. ia sudah pernah merasakan perasaan seperti ini.. hal ini memang merupakan suatu kemukjijatan..Angin bertiup di atas mulut luka di atas dadanya. patung yang bisa memberikan suasana tenang dan damai bagi setiap orang yang memandangnya. ternyata masih bisa berjalan sambil membusungkan dadanya. Ia menerobos halaman itu. Di dalam halaman terbentang juga hutan bambu. Sepasang mata Kwan-lm Pouw-sat yang berada di atas meja altar seakan-akan sedang mengawasinya.. dalam keadaan sebatang kara tanpa bantuan. Tiba-tiba ia mulai merasa bergidik. Tapi sekarang. Ketika tubuhnya berlutut. Waktu itu ada seekor ular berbisa yang merangkak secara pelan-pelan dari balik semak di belakang tubuhnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Ketika masih berusia tujuh tahun. selama hidup tak mungkin bisa didapatkan lagi.

. lalu satu di antara mereka menjawab. meski sekujur badannya sudah membeku! dingin lantaran ketakutan. dia selalu akan merasakan perasaan yang sama seperti saat ini. kini kau sudah menjadi sesosok mayat" Siau Lui tertawa. Siau Lui berusaha mengendurkan seluruh otot tubuhnya berlagak santai. rasa! takut dan ngeri yang membuatnya! hampir saja tak dapat menahan diril untuk berteriak dan menangkis! keras-keras.com/ 57 baru dengan sekuat tenaga mencengkeram titik kelemahan ular tersebul dan mencekiknya kuat-kuat Sejak peristiwa tersebut. kenapa aku harus menunggu orang lain datang membunuhku?" katanya. Pekerjaan mereka yang utama adalah membunuh manusia. membunuh manusia di tengah kegelapan malam." . satu di antaranya yang memakai baju warna abu-abu. lalu sambil tertawa ia bertanya. Yang muncul kali ini bukan seekor ular berbisa tapi tiga orang manusia. Tapi ia memaksakan diri untuk menahan gejolak perasaan itu. menggunakan segala cara yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya untuk membunuh korbannya. "Kalau bukan begitu.com/ 58 "Ehm!" "Buat apa aku menunggu kedatangannya?" "Untuk membunuhmu!" "Dia ingin membunuhku dengan tangannya sendiri?" Kembali Siau Lui mengerdipkan matanya berulang-kali. "Belum tentu!" "Belum tentu?" Siau Lui mengernyitkan dahinya.. juga tidak mendengar setitik suarapun." "Memberi uang kepada kalian?" Tiraikasih Website http://kangzusi. di situ selalu muncul dengan satu tujuan yang sama." "Minta aku balik? Balik ke mana?" "Balik ke dalam ruangan di mana baru saja kau tinggalkan. Tiraikasih Website http://kangzusi. "Kedatangan kalian bertiga untuk membunuh aku?" Dengan cepat manusia berbaju abu-abu itu bertukar pandangan dengan rekan lainnya. setiap kali ancaman bahaya mulai menghampirinya. "Tapi. lalu mengapa mereka muncul diri sini pada saat seperti ini? Tiga pasang mata yang dingin menggidikkan hati mengawasinya lekat-lekat. sesosok bangkai yang kaku. Itulah sebabnya hingga kini ia masih tetap hidup. tapi ia tetap menggigit bibir menahan diril dia tunggu hingga ular tersebul merayap naik di atas kakinya." "Siapa?" "Seseorang yang telah memberi uang. Entah di mana pun mereka munculkan diri. dari sorot mata tersebut seolah-olah mereka sudah meng anggap dirinya hanya sesosok mayat. "Kami hanya minta kau balik. Waktu itu ia sama sekali tidak. jauh lebih menakutkan ketimbang ular berbisa. "Karena kami yang menyuruh kau menunggu.mpirinya. tapi secara tiba-tiba ia merasakan suatu perasaan ngeri yang sukan dilukiskan dengan kata-kata. melihat ular tersebut. beberapa kali ia pernah mengalami ancaman marabahaya serupa." "Mau apa ke sana?" "Menunggu seseorang.

paling tidak aku tak pernah mencuri uang sebesar delapanratus ribu tahil perak yang dititipkan sahabat karib untuk dibawa kabur. dia meluncur ke arah manusia berbaju abu-abu yang bicara paling banyak tadi. darah segar telah menyembur keluar dari mulutnya. "Jadi kau paksa kami untuk menggotong balik dirimu?" hardik orang berbaju abu-abu itu." "Kau tahu. Cahaya pedang berkilau. Tapi ia tak pernah sudi memberi penjelasan apapun di hadapan seseorang yang sama sekali tak dipandang sebelah mata olehnya. hingga sewaktu tubuhnya sudah terjatuh kembali ke lantai. seakan-akan baru saja ia mendengar satu cerita yang paling lucu di dunia ini."Selama ini kau yakin bisa melaksanakan keinginanmu?" "Selamanya begitu. sepatah demi sepatah katanya lagi. Entah dikarenakan ia sudah terbiasa mengasah lidahnya kelewat tajam hingga pedang yang berada dalam genggamannya menjadi lamban. Namun terjangan tubuhnya bagaikan sebuah martil besi yang sangat berat. ia baru menggerakkan senjatanya. oleh sebab itu orang yang berbicara paling banyak akan menjadi sasaran yang paling baik bagi orang lain. kejadian ini memang teramat lucu." "Oh ya?" Sorot mata manusia berbaju abu-abu itu makin dingin dan menyeramkan. Yaaa. luka golok yang menyayat dadanya telah membuat dia kehilangan tenaga untuk mengepalkan kembali tinjunya. Ia sama sekali tidak mengepal tinjunya. "Sekarang kau pasti sudah mengerti bukan. Bukan yang pertama kali ini dia difitnah dan dituduh orang secara semena-mena. Biasanya di kala seseorang sedang berbicara. secara tiba-hba badannya sudah melejit ke depan. Di saat cahaya pedang berkelebat lewat. manusia macam apa aku ini?" "Semacam manusia yang satu tingkat lebih rendah daripada diriku. bagaikan anak panah yang baru terlepas dari busurnya. Tubuh orang itu terlempar ke arah rekannya yang lain. ketika Siau Lui sudah menerjang sampai di hadapannya. Tiraikasih Website http://kangzusi." Tiba tiba Siau Lui tertawa terbahak-bahak. Siau Lui sudah menerjang masuk ke balik cahaya senjata. Sebilah pedang tajam berada dalam genggaman orang itu. titik perhatiannya selalu akan terpencar. siapa yang suruh kami datang mencarimu?" kembali manusia berbaju abu-abu itu berkata dengan suara yang dingin dan menatap wajahnya tajam-tajam. Siau Lui masih terus mengeleng. Siau Lui menggeleng.com/ 59 Sekali lagi Siau Lui menggeleng. apalagi menghadapi manusia macam kau. Ketika masih di tengah udara. "Kau mau balik tidak?" kembali orang berbaju abu-abu itu menegaskan. namun senjata itu malah terlepas dari genggamannya dan mencelat ke udara. "Paling tidak aku tak pernah menghianati sahabat sendiri. hanya kali ini di kala ia sedang menggeleng. semburan darah segar itu persis jatuh berhamburan di tubuhnya sendiri bagai percikan hujan gerimis . menumbuk persis di dada orang itu keras-keras.

. menekannya hingga memaksa tubuh anak . darah segar pun segera bercucuran keluar. "Mau balik tidak?" mata pedang yang satunya lagi masih menempel ketat di atas tengkuknya.com/ 61 "Hmm. Darah segar membasahi juga tubuh Siau Lui. merasakan kekakuan akibat hawa dingin yang memancar dari mata pedang yang sangat tajam. "Aku selalu akan pergi ke mana aku senang pergi. Tiraikasih Website http://kangzusi. bahkan tengkuknya juga mulai melelehkan darah segar. "Hrnm! Akan kulihat kau akan menggeleng atau mengangguk kali ini. biar sampai mati pun ia tak bakal membungkukkan pinggangnya." kembali orang itu tertawa dingin. aku justru tak akan biarkan ia mampus secara mudah." katanya sambil tertawa. Tapi orang berbaju abu-abu yang berada di belakang tubuhnya justru menghardik keras dengan nada yang dingin menyeramkan. di saat menggeleng.. melompat ke samping." Ejek orang berbaju abu-abu yang lain sambil tertawa dingin. Siau Lui tertawa terbahak-bahak. mulut luka di dadanya kembali robek besar.. sayang sekali kali ini kedua kakimu sudah tak bisa mengikuti perintah hatimu. Manusia berbaju abu-abu yang terkapar di tengah genangan darah itu kini sudah berhenti bernapas. "Kembali!" Tidak seharusnya Siau Lui menggeleng sebab ia sudah tak dapat menggelengkan kepalanya lagi. Tapi sayang kekuatan yang tersisa itu sudah ikut mengucur keluar bersama kucuran darah dari mulut lukanya. sebenarnya ia mempunyai cukup waktu dan tenaga untuk berkelit. hmm.. hawa senjata yang dingin menggidikkan membuat bulu kuduknya pada berdiri. pinggangnya tetap berdiri lurus dan tegak. 'Tidak!" jawaban Siau Lui tetap singkat. tahu-tahu ia sudah jatuhkan diri berlutut dengan kaki sebelah. tapi ia masih berusaha untuk berdiri tegak. Asal dia menggeleng maka kedua mata pedang yang menempel kuat di tengkuknya akan menyayat kulitnya dan menusuk ke dalam badannya.. tampaknya dia memang jauh lebih enak mati di tangan kita ketimbang mati ditangah Liong-su!" ''Hmmm. Di kala kedua orang itu meluncur datang tadi. Di saat sedang tertawa ia sudah menggelengkan kepalanya. Tiraikasih Website http://kangzusi. rasa ngeri terlintas dipiikirannya.com/ 60 Dua bilah pedang telah menempel di tengkuknya. Walau begitu. Gara-gara tumbukan yang keras tadi. "Yaa. aku akan paksa dia untuk balik!" Mata pedangnya mulai bergeser menekan dibelakang punggung Siau Lui. Siau Lui segera merasakan lekukan kakinya teramat sakit. Bahkan sekarang ia sudah dapat merasakan rasa sakit akibat tusukan benda tajam yang menempel di tengkuknya itu. meleleh jatuh dari mata pedang yang mengiris kulit tengkuknya.membasahi dadanya yang sudah melengkung gara gara tumbukan tersebut.. "Tampaknya orang ini pingin mampus!" teriak orang berbaju abu-abu itu sengit.

"Ingat.com/ 62 yang tajam semakin menusuk ke dalam rubuhnya dan mulai menembusi tulang punggungnya. Hampir saja kepalanya menempel di atas tanah karena tekanan mata pedang yang sangat kuat itu. Otot tangan orang berbaju abu-abu yang menggenggam pedang itu sudah mulai menonjol keluar. terlihat sebuah tombak sepanjang satu koma empat kaki berada di dalam genggamannya. Ujung pedang yang menempel di punggung pemuda itu pun ikut bergetar dan gemetar keras. Menyaksikan kucuran darah yang meleleh keluar dari punggung pemuda tersebut. ujung pedang Tiraikasih Website http://kangzusi." "Tapi kalau kau lanjutkan perbuatan itu. Cahaya emas berkilauan dari atas kuda. satu di antaranya bahkan sudah berada enam kaki dari situ dan mulai memperlambat larinya. Diiringi suara ringkikan kuda yang panjang. "Hmm. Kembali terdengar suara ringkikan kuda yang panjang. memancarkan sinar yang menyilaukan mata. "Tidak!" tiba tiba Siau Lui membuka mulutnya.. "Kendorkan tanganmu!" mendadak orang berbaju abu-abu yang lain berteriak. Tetesan darah segar mengalir keluar tiada hentinya menelusuri mata pedang yang bergetar itu. dua ekor kuda sedang berlari mendekati tempat tersebut. Seiring dengan hilangnya cahaya emas. Jawabannya masih tetap mengulang kata-kata yang sama.." Belum habis ucapan tersebut tiba-tiba ia tutup mulut. tiba-tiba sorot mata manusia berbaju abu-abu yang semula dingin kaku itu mulai membara. tak seorangpoun dapat memaksanya untuk mengubah jawaban itu. rasanya akan sulit baginya untuk hidup lebih lanjut. Sekalipun tubuhnya bakal dicincang hingga hancur berkeping selama ia masih dapat bicara. jawabannya akan tetap sama dan tak akan berubah.com/ 63 . Saat itulah dari kejauhan terdengar suara derap kaki kuda yang ramai. jangan kuatir. mulai gemetar keras menahan emosi yang meledak di dalam dadanya. Sedang seekor kuda yang lain bergerak jauh lebih cepat. Tiraikasih Website http://kangzusi. menggigit pasir bercampur kerikil yang berserak di hadapannya lalu menyemburnya kuat kuat. seekor kuda besar berwarna hitam pekat telah melompati pakar tembok setinggi delapan depa itu dan meluncur masuk bagaikan kuda yang sedang terbang di angkasa. ia lari sampai di luar tembok pekarangan baru menghentikan geraknya. "Mau kembali tidak?" kembali orang itu menghardik. kalau hanya satu-dua jam tak bakalan membuat dia kehilangan nyawa. kuda itu maju tiga langkah lagi ke depan lalu mengangkat kakinya berdiri tegak." Manusia berbaju abu-abu itu tertawa seram. Seorang kakek berambut putih duduk tegak lurus di atas pelana kuda itu. "Aku justru akan buat dia. yang diminta si pemesan adalah orang hidup!" Manusia berbaju abu-abu itu tertawa dingin.muda itu melengkung ke bawah.

" jawab orang berbaju abu-abu itu.. kami pun akan serahkan manusia hidup untukmu. Tidak menanti sampai tubuh Siau Lui terjerembab ke lantai. "Kalian sendiri yang salah menangkap orang. kenapa mesti tanya aku?" .com/ 64 Mendadak paras mukanya berubah hebat."Criiing!" tombak itu ditancapkan ke atas lantai. Kuda jempolan bagaikan naga yang sedang terbang itu segera berhenti pula gerakannya. Baru selesai ia bicara. "Tidak mungkin salah orang. Orang ini tak lain adalah Piau-kek (si pengawal barang) Ouyang Ci yang sudah tersohor karena kecepatan gerak tubuhnya dan paling ulet cara kerjanya. "Salah orang!" mencak Ouyang Ci sambil menghentakkan kakinya dengan gemas. keliru.!" "Apanya yang keliru?" tanya kakek berambut putih itu dengan wajah ikut berubah. gerak tangan pun amat cepat dan hebat. seolah-olah ikut terpantek oleh tancapan tombak di lantai itu." seru manusia berbaju abu-abu itu cepat. "Siapa kau? Kenapa bisa berada dalam kamarnya Siau-kim? Di mana dia sekarang?" Siau Lui hanya memandang wajahnya dengan sorot mata dingin. "Aaah. tiba-tiba sahutnya sambil tertawa tergelak. orang itu membentak keras. Kembali Siau Lui memandang sekejap wajahnya. akhirnya tiba juga!" orang berbaju abu-abu itu menghembuskan napas lega.. seluruh badan anak muda itu segera mencelat ke udara dan meluncur ke hadapan kakek berambut putih itu. Pita merah yang tergantung di ujung tombak berkibar oleh hembusan angin. Gerakan tubuh manusia yang sedang meluncur masuk dari balik tembok itu bukan hanya cepat dan lincah. ketika masih melayang di tengah udara. "Kalau pesananmu hidup. bila digabungkan dengan rambut putih milik si kakek yang berwarna keperak-perakan membuat ia tampak seperti seorang jenderal langit yang baru turun dari kahyangan. teriaknya tertahan. menancap masuk sampai empat depa dalamnya. kembali berkelebat masuk sesosok bayangan manusia dari luar dinding rumah. Sambil menarik kembali pedangnya ia layangkan sebuah tendangan keras ke rusuk Siau Lui. "hanya dia yang muncul dari dalam rumah itu. "Mau bicara tidak?" kembali Ouyang Ci menghardik dengan gelisah. "Aduh celaka. ia menerobos maju ke muka dan menyambar tubuh anak muda itu dan mencengkeramnya kuat-kuat. "Di mana orangnya?" "Ada di sini!" jawab orang berbaju abu-abu itu sambil menekan semakin ketat cahaya pedangnya. wajahnya yang penuh belepotan darah sama sekali tidak menunjukkan perubahan mimik apa pun. di sana sudah tak ada pria lain kecuali dia seorang!" Ouyang Ci membanting tubuh Siau Lui kuat-kuat ke atas tanah sambil hardiknya. Tiraikasih Website http://kangzusi. "Masih hidup atau sudah mati?" tanya kakek berambut putih itu setelah menyaksikan kucuran darah yang membasahi tubuh Siau Lui.

tapi secara mendadak ia menghardik lagi. Kini telah kuserahkan dia hidup-hidup kepadamu. Ouyang Ci jengkel sekali. "Bawa kemari." Manusia berbaju abu-abu itu manggut manggut. masa kau bukan sahabatnya?" Sekali lagi Ouyang Ci tertegun. ia hentakkan kakinya berulang-kali dengan perasaan men dongkol." "Bayar saja!" tukas kakek berambut putih itu tiba-tiba. kembali dia membantah.com/ 66 Dengan jari tangannya yang kuat manusia berbaju abu-abu itu menerima buntalan tadi. ia lepaskan juga sebuah buntalan yang nampaknya sangat berat dari ikat pinggangnya. kini ia sudah melepaskan cengkeramannya dan tanpa sadar mundur dua langkah dengan sempoyongan. katanya hambar. "Kalau memang bukan. "Orang ini kah yang sedang kalian cari?' "Bukan. semestinya sikap kalian harus lebih sungkan dan hormat kepadaku." Siau Lui menghela napas panjang. "Bagaimana pun juga. masa lagakmu masih begitu kurang ajar?" Tiraikasih Website http://kangzusi.Ouyang Ci tertegun." "Apanya yang bawa kemari?" "Sepuluh ribu tahil perak!" "Sepuluh ribu tahil perak? Sudah salah tangkap sasaran masih menuntut sepuluh ribu tahil?" Manusia berbaju abu-abu itu tertawa dingin. kembali ujarnya. lalu setelah mengerling Siau Lui sekejap katanya. "Semuanya ini toh kesalahanmu. meski begitu.. Merah padam paras muka Ouyang Ci saking gelisahnya. "Tapi Siau-kim belum ditemukan. Betul juga jawaban ini. kau toh tetap sahabatnya. tapi dia masih sanggup tersenyum." "Kenapa?" "Dia telah membantai orangku. tapi jawaban tersebut betul-betul membuatnya terbungkam dan tak mampu mengucapkan sepatah katapun.. Saat itu manusia berbaju abu-abu itu justru maju ke depan sambil menyodorkan tangan ke hadapannya seraya berseru." katanya." "Bayar mereka!" kembali kakek berambut putih itu menghardik.com/ 65 Ouyang Ci termenung sambil mengawasi wajahnya. bukan salahku. Darah juga masih bercucuran keluar dengan derasnya." sahut manusia berbaju abu-abu itu sambil . "Yaa. jadi dia mesti mampus di ujung pedangku. "Jika sudah tahu salah tangkap. cengkeraman juga telah mengendor. berarti kami tidak salah.. meski saat ini dia gelisah bercampur gusar. Daging dan otot ujung bibir Siau Lui kini sudah mengejang keras saking menahan rasa sakitnya yang tak terhingga.." "Tapi. masa kita mesti serahkan sepuluh ribu tahil perak. Bukankah yang kau minta adalah orang yang berada di rumah ini dan harus diserahkan hidup-hidup. "biar kami bawa pergi or-ang tersebut. aku memang temannya. Tiraikasih Website http://kangzusi.

kuda bagaikan naga terbang. Tahu-tahu pedang itu sudah terlepas dari genggaman. untuk berapa saat lamanya tak sanggup berdiri kembali.. Ketika roboh ke lantai. Cepat-cepat manusia berbaju abu-abu itu menarik pinggang sembari melintangkan pedangnya ke depan.com/ 67 Liong Su sama sekali tak bergeming walaupun menyaksikan cahaya pedang menyambar ke tubuhnya dengan kecepatan bagai sambaran kilat. ujarnya. telapak tangan manusia berbaju abu-abu itu robek merekah lantaran getaran keras tadi. Ujung tombak yang berkilauan terang ditambah pita merah yang berkibar bagai perakan darah. untaian pita merah juga masih berkibar dengan gagahnya. . jadi apabila anda tidak serahkan orang tersebut kepadaku. "Dia harus hidup terus!" "Siapa yang bilang?" orang berbaju abu-abu itu angkat kepalanya sambil melotot. Tombak itupun segera memental balik dan meluncur ke muka dengan kekuatan dahsyat. "Aku!" Lama kemudian orang berbaju abu-abu itu baru manggut... "Bagaimana?" bentak Liong Su dengan nada berat." belum selesai ia berkata. "Criinggg." "Hmm!" "Tapi kenyataan dia telah membantai orang kami. jadi ia mutlak harus mampus!" "Siapa pula yang berkata demikian?" wajah Liong Su makin suram. mungkin kami tak bisa memberi pertanggungan-jawab di depan loya. ia seperti sudah tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Tangan kanannya yang menggenggam tombak mendadak membetot senjata tersebut ke belakang kemudian secara tiba-tiba melepaskan gengg amannya.!" benturan keras menggelegar di angkasa diiringi percikan bunga api ke empat penjuru. teriaknya." Tiraikasih Website http://kangzusi.." "Lalu bagaimana baru bisa mempertanggung-jawabkan?" "Terpaksa. "Tombak bagai kilatan petir.. "Loya yang bilang begitu. setiap kata Liong Kong. "Tidak bisa!" mendadak kakek berambut putih itumemotong. Ia tetap duduk tenang di atas pelananya.. "Tentunya kau sekarang sudah bisa memberi pertanggungan-jawab bukan?" Orang berbaju abu-abu itu hanya menggertak gigi sembari memandangi kucuran darah yang membasahi telapak tangannya.menyeringai seram. Ternyata tombak panjang seperti ular sanca ini sedari ujung hingga gagang tombaknya terbuat dari baja murni yang keras dan kuat Ujung tombak masih bergetar tiada hentinya menimbulkan suara dengungan yang memekik telinga. persis menyongsong datangnya manusia berbaju abu-abu yang sedang menerjang tiba itu. manusia berbaju abu-abu itu telah menggetarkan pedangnya lalu sambil melejit ke udara dan menerjang ke depan kakek tadi. "Aku harus cabut nyawamu. separuh badannya jadi lumpuh terkena getaran dahsyat. Liong Suya memang selalu ditepati dalam dunia persilatan.

la menarik napas panjang panjang. di balik rimbunnya kebun bambu berwarna ungu. yang tak pantas dibunuh biarkan saja pergi." "Tapi. amat samar-samar.com/ 68 Pedang itu meluncur jatuh dari tengah udara.com/ 69 Ouyang Ci segera membalikkan badan. biarkan dia pergi. . ia membalikkan tubuh dan segera ngeloyor pergi dari situ. "Sejak kapan kita sebagai dua bersaudara takut menghadapi kerumitan.. tanpa ba atau bi. kilatan cahaya pedang yang berkilauan memancar ke atas wajahnya yang sebentar memucat sebentar menghijau. bahkan kesulitan sekalipun?" Menggelegar suara tertawa itu bagaikan genta yang dibunyikan bertalu-talu. Kondisi Siau Lui saat itu sudah teramat parah. Dia seolah-olah mendengar Liong Su sedang berpesan kepada Ouyang Ci. menancap sedalam empat depa lebih. mendadak sambil membalikkan badan ia sambar pedang yang sedang jatuh dari tengah udara itu. Pada detik yang amat kritis inilah mendadak terdengar suara bentakan keras menggelegar bagaikan suara guntur. Liong Su masih duduk tak bergeming di atas pelana kudanya sambil memegangi tombak emasnya. kembali tombak itu menancap di atas tanah. Tiraikasih Website http://kangzusi. jika kita biarkan orang itu pergi. badannya lemas tak bertenaga.. seluruh badannya kini sudah terangkat ke udara..Tiraikasih Website http://kangzusi. sangat buram." cegah Liong Su tiba tiba. ini menyangkut masalah hidup dan mati maka kita tak boleh salah menafsirkan perbedaan yang amat minim ini. seluruh rubuh orang berbaju abu-abu itu segera terlempar keluar. maka banyak kerepotan dan kesulitan yang bakal kita hadapi. Untaian pita merah di ujung tombak kembali menggelegar. Kali ini ia sama sekali tidak menyerang Liong Su. . senjata tersebut ternyata menusuk langsung ke tubuh Siau Lui. tak ada kemampuan sedikitpun baginya untuk menghindari serangan maut itu. Tiba-tiba Liong Su mendongakkan kepalanya sambil tertawa terbahak-bahak. tampaknya dia ingin mengejar kepergian orang itu.. kini dengan mata melotot tegurnya kepada orang berbaju abu-abu yang lain. "Tidak usah. namun dalam pendengaran Siau Lui seolah-olah berasal dari tempat yang sangat jauh. "Braakk.. Ujung tombak yang kemilauan bermandi cahaya kini sudah menusuk tembus tulang pi-pa-kut di bahu kanan orang berbaju abu-abu itu. "Yang pantas dibunuh harus kita bunuh.!" Suara benturan keras mengiringi kilauan cahaya yang menyambar lewat. di antara kilatan cahaya pedang. jatuh terjerembab jauh di luar dinding pekarangan. "Mana boleh kita biarkan ia pergi?" seru Ouyang G gelisah. "Bagaimana? Sekarang sudah dapat mempertanggung-jawabkan bukan?" Pucat pias wajah orang itu bagaikan mayat." seru Ouyang Ci sambil menghentakkan kaki sakingjengkel-nya. sekali lagi tombak Liong Su menyambar lewat bagaikan kilatan petir. "Duukk.

meski begitu. Habis gelap pasti akan muncul terang. cahaya terang pasti akan muncul pada akhirnya." "Penderitaan batin seorang lelaki sejati biasanya akan lebih banyak dibandingkan orang lain. tapi kegelapan yang amat pekat seolah-olah telah menyelubungi seluruh badannya. masih ada orang di dunia ini yang bisa memahaminya.. memberitahu kepada mereka bahwa selama hidup ia tak pernah membiarkan orang lain menolongnya. dia tidak bersalah.com/ 71 Ia sadar." Dia ingin meronta. jadi diapun tak boleh dibiarkan mati. kata-kata itu justru menimbulkan perasaan yang hangat dalam lubuk hatinya. tak akan biarkan orang lain membantunya dalam hal apapun. Kata terakhir itu diucapkan oleh Liong Su. Oleh sebab itu iapun amat yakin dan percaya. keempat anggota badan serta lidahnya sudah tidak berada dalam kemampuan kontrol pribadi.. ingin menggeliat dan menghambiri bayangan tersebut." Menyusul kemudian ia merasa ada orang sedang memayangnya untuk bangun. Dia meronta. Tiraikasih Website http://kangzusi. Tiraikasih Website http://kangzusi. dia harus lakukan sendiri. tapi kedengarannya begitu samar. Jian-jian. Ia ingin sekali meronta dari rangkulan orang itu. entah cepat atau lambat. lenyap tak berbekas.com/ 70 Bahkan termasuk sepasang matanya juga mengalami kondisi yang sama. yang tak berujung dan tak bertepi. betapa lamanya kepekatan menyelimuti dirinya. Selama rasa hangat danberharu masih muncul dalam . VII "Tak malu orang ini disebut seorang lelaki sejati. berteriak keras. lebih baik sepanjang masa tetap berbaring di lantai. Tak seorangpun yang tahu sampai kapan cahaya terang baru akan muncul kembali di sana.. Kalau tidak." Hanya kata-kata terakhir itu yang terdengar olehnya... betapa dalamnya kegelapan. dia sangat ingin bangkit dan berdiri sendiri. Ingin sekali ia berteriak.. Sayang setitik cahaya yang terakhir telah hilang lenyap tak berbekas. "Jian-jian.. seolah-olah ia melihat munculnya setitik cahaya. Di tengah kegelapan yang tak herujung dan tak bertepian. cuma biasanya ia akan menyimpan dalam dalam penderitaan tersebut hingga sulit bagi orang lain untuk melihatnya.... begitu jauh.." "Tapi ia seperti menyimpan suatu penderitaan batin yang tak terhingga. Kalau mesti berdiri. menjerit. Sayang sekali kondisinya saat ini sudah tak terkendali. Ingin sekali ia membuka matanya lebar-lebar. di balik cahaya itu seakan-akan terdapat bayangan tubuh seseorang."Bawa pulang sahabat ini. paling tidak ia belum hancur dan musnah sama sekali... namun sayang setitik cahaya yang terakhir pun tiba-tiba ikut hilang.. Yang tersisa hanya kegelapan yang pekat. satu perasaan terharu dan rasa terima kasih yang mendalam.

juga terendus bau harum bunga yang terbawa hembusan angin. Seorang lelaki perjaka membawa masuk seorang gadis ke dalam tempat semacam ini. Memandang keluar lewat jendela. menanti kehadiran malam. malah mungkin tak sepatah tulisan pun yang terbaca olehnya. Dia memang sengaja berlagak serius macam begitu. Tempat ini adalah sebuah losmen kecil yang sepi dan terpencil letaknya. ia nampak sedang asyik menikrnati bukunya itu. diapun tahu apa yang sedang dipikirkan di dalam hatinya. mendengarkan detak jantung dalam tubuh sendiri. menunggu munculnya bintang yang bertaburan di angkasa. lagipula amat bersih. Ia tahu mengapa saat ini detak jantungnya berdebar begitu cepat. langit nan biru yang muai meredup menyongsong datangnya kegelapan malam. apa gerangan rencana yang tersembunyi di dalam pikirannya? "Tempat ini sangat tenang dan sepi. sinar keharuan dan penuh rasa terima kasih memancar dari balik sorot matanya. kau dapat beristirahat baik-baik di sini. bahkan detakannya jauh lebih cepat dari detak jantung gadis itu. Kau dapat duduk di tepi jendela. kita dapat menyaksikan kehijauan dari pegunungan nun jauh di sana. dibandingkan perempuan-perempuan lain. tujuannya tak lain sebagai alasan agar ia bisa tetap tinggal di kamar itu. Kim Cwan membaca buku di bawah sinar lentera. Tiraikasih Website http://kangzusi. Jian-jian masih tertunduk. Selama dia masih dapat tinggal di sisi perempuan itu. kau akan menyadari betapa indahnya dunia ini. walau sangat kecil namun semua perabotnya indah. Tapi berani taruhan ia pasti tak tahu apa yang tertulis di buku itu.perasaan seseorang. Apalagi dalam suasana senja seperti saat ini. WANITA CANTIK BAGAI PUALAM I Jian-jian menundukkan kepala-nya. api lentera juga telah disulut untuk menerangi ruangan. Detak jantung Kim Cwan juga berdebar. pegunungan nan biru berdiri di balik cahaya senja yang merah membara. Namun di hati kecilnya dia merasa sangat geli. Kini.com/ 72 Dalam suasana seperti ini. masa terang pasti akan muncul juga pada akhirnya." Perkataan yang diucapkan Kim Cwan selalu begitu lembut. agar setiap saat dapat merawat dan memperhatikan dirimu. hangat dan penuh perhatian. cepat atau lambat kesempatan emas pasti akan datang juga. . tapi ia menangkap semua perkataan itu. ia sudah bukan termasuk seorang bocah." "Aku akan tetap tinggal di sini. Mungkin dia jauh lebih mengerti dan paham tentang apa yang sedang dipikirkan seorang pria terhadapnya. Kegelapan malam yang kelam telah menyelimuti seluruh angkasa.

agar pemuda itu tahu bahwa ia sudah mengetahui bahwa ia sedang curi-curi melirik dan memandang ke arahnya. Kim Cwan segera membuang bukunya dan lari mendekat. dua titik air mata jatuh bercucuran . "Coba lihat. menjahit pakaian yang dikenakan. Genggaman Kim Cwan semakin kencang." "Hanya sedikit berdarah.com/ 74 Jian-jian menggeleng. Bila seorang wanita ingin tunjukkan perasaan cintanya terhadap seorang lelaki.com/ 73 dendam terhadap Siau Lui. seakan-akan ingin meronta agar lepas dari genggaman tangannya. siapa bilang mudah bagi seorang perempuan sebatang kara untuk hidup tenteram seorang diri di dunia ini?" Jian-jian masih menundukkan kepalanya. ketika membantu mengemasi pakaiannya tadi. pelan-pelan ia hisap darah yang mengucur dari ujung jarinya itu.. Sebab dia masih sangat membutuhkan dirinya kini. Cahaya lentera menyorot di atas wajahnya. dia pun tak punya maksud untuk mengusirnya pergi dari situ. milik Kim Cwan. Pakaian ini bukan miliknya. dia seperti ingin melukai juga bibirnya agar ikut berdarah." sahut Jian-jian lirih. memberinya sedikit semangat dan keberanian dan kini kesempatan tersebut nampaknya sudah tiba. tidak apa-apa. Jian-jian tahu hal itu.. perasaan hatinya ikut kalut. dia memang sengaja merobeknya sedikit secara diam-diam. ia mulai merintih lirih. Betul juga.. bukan wajahnya saja yang merah. "Mana mungkin tidak sakit? Coba lihat begitu banyak darah telah bercucuran keluar.. Dia memang sengaja berbuat demikian. "Hei.. " Kau terluka demi aku. Mungkin lantaran terlalu terburu napsu dan penuh rasa kuatir. mana mungkin hatiku tenang?" Jian-jian tertunduk.. maka karena kurang hati-hati ujung jarum melukai ujung jarinya.Jian-jian tidak berminat membongkar kedok rahasianya. Padahal baju itu sama sekali tidak robek. kenapa kau tidak hati-hati? Sakit tidak?" Tiraikasih Website http://kangzusi. maka tak tahan lagi ia geng-gam tangannya erat-erat seraya berseru. Memang sejak awal dia ingin membantunya menciptakan kesempatan emas. ia mulai melanjutkan pekerjaannya. Sekujur badannya seolah-olah jadi lemas secara mendadak... tapi rontaan itu tidak terlalu bertenaga. Itulah sebabnya wajahnya berubah jadi semu merah. menggunakan dia untuk balas Tiraikasih Website http://kangzusi. pipi dan bibirnya nampak semu merah karena tersipu-sipu. Ia meronta pelahan. memperalatnya sebagai perkakas untuk melanjutkan hidupnya. ia lari dengan terburu-buru. tindakan apa lagi yang jauh lebih mudah ketimbang menjahitkan pakaian baginya? Kim Cwan sedang menggunakan ujung matanya untuk melirik perempuan itu secara diam-diam. kembali katanya. aku. paras mukanya semakin memerah begitu merah hingga menyerupai cucuran darah yang meleleh dari ujung jarinya. Kim Cwan menggigit ujung bibirnya kuat-kuat. dia masih ingin memperalatnya. penuh perhatian dan rasa kuatir.

. akan kurawat dirimu baik-baik sepanjang masa. tiba-tiba ia jatuhkan diri berlutut di hadapannya.com/ 75 tiba katanya dengan suara meninggi..." "Aku mau. "Kau. aku tak pernah akan biarkan kau mengucurkan walau sebutir air mata pun!" Tiraikasih Website http://kangzusi... "Jangan. air mata seakan-akan ingin mengucur keluar..... "Tapi. bahkan suaranya ikut berubah jadi parau karena luapan emosinya yang tak terkendali. "Kenapa? Kenapa kau menangis?" "Aku." Kim Cwan ikut berkaca-kaca matanya.. aku mengerti. merangkul dengan kedua belah tangannya. jangan berbuat begitu... Dengan penuh kelembutan Kim Cwan membelai rambutnya yang hitam lembut. belum tentu dia akan pikirkan di dalam hati" Kim Cwan menghela napas sedih.. tapi ingatan lain tiba-tiba terlintas... menciumi butiran air mata yang membasahi kelopak matanya. Kau menangis?" Kim Cwan mendongak dengan wajah melengak. ia coba mengangkat wajahnya.. asal kau bersedia baik kepadaku hanya setengahnya saja dibandingkan dengan dia. aku rela mengorbankan kedua tanganku deminya.. "Aku bersumpah...." Pinta Jian-jian dengan tubuh mulai gemetar. panas bagai kobaran api yang bergelora. kini ia justru menjatuhkan diri bersandar di badannya dan mulai menangis sesenggukan." Kim Cwan semakin histeris. ? Apa kau masih teringat dia. "aku mohon. "Kita pasti dapat hidup dengan lebih bahagia.. aku." "Aku tahu. ia peluk sepasang lutut perempuan itu kuat-kuat." tapi tak ditemukan kata-kata yang cocok untuk itu..? Mengapa kita tak mencoba untuk melupakannya? Kenapa kau rela menderita selama hidup hanya demi dirinya?" Dalam hati kecil Jian-jian mestinya ingin menolak tubuh pemuda itu. "Asal kau mau..com/ 76 Wajah Jian-jian mulai membara. Aku sedang berpikir.. lalu berbisik.. "Berpikir apa?" "Aku sedang berpikir. Jangan.. dengan air mata yang bercucuran kembali ujarnya.. tibaTiraikasih Website http://kangzusi. kita masih bisa hidup terus dengan penuh kegembiraan." Jian-jian menunduk semakin rendah. dia seolah-olah hendak mencarikan kata yang pas untuk membelai "dia. Jian-jian ikut menggigit bibirnya kuat-kuat." sahut Jian-jian dengan mata yang sembab merah. akupun rela mati demi kau. Tahukah kau. kita coba melupakan seluruh penderitaan yang pernah dialami di masa lampau. lalu bisiknya dengan suara yang hangat penuh kelembutan bagai angin musim semi yang berhembus lewat. "Seandainya dia bisa sebaik dirimu walau hanya setengahnya saja. bergeser seinci . aku mau.membasahi punggung tangannya.. Bibir Kim Cwan pelan-pelan mulai bergeser. sekalipun aku telah mengorbankan sebuah lenganku deminya.. "Kenapa? Kenapa tak boleh...." Tak kuasa lagi ia peluk pemuda itu erat-erat.. dia peluk perempuan itu semakin kencang. Cahaya terang memancar dari balik mata Kim Cwan." Agaknya ia sudah tak sanggup mengendalikan dirinya lagi..

com/ 77 Kim Cwan manggut-mangut. aku tak ingin kau memandangku sebagai wanita murahan. Sebab dia tahu... Ia seperti tak dapat menahan diri untuk membungkukkan badan dan menciumi rambut pemuda itu. mengawasi ia pergi dari situ. kau berubah pikiran lagi?" "Tidak. la tahu. ia segera ngeloyor pergi dari situ sekalian merapatkan pintu kamar. Malam ini adalah malam terindah yang pernah dialaminya sepanjang hidup.. jika kau ingin mendapatkan seorang wanita seutuhnya. tapi jangan malam ini. akhirnya toh tetap menjadi milikmu. "Asal kau bisa memahami perasaan hatiku." air matanya nyaris bercucuran bagai hujan. tapi akhirnya dia mengangguk juga. cepat atau lambat perempuan tersebut pasti akan menjadi miliknya. Kim Cwan nyaris jatuh terjerembab. Hasil yang dapat di raihnya hari ini memang tidak terhitung besar." Jian-jian tertunduk malu. digenggamnya sekali lagi tangan perempuan itu lalu setelah menepuknya pelan.. mestinya paham bukan dengan maksudku ini?" Lama sekali Kim Cwan memandangnya dengan termangu. tapi selama hidup akan kehilangan hatinya. tapi dengan cepat ia berusaha mengendalikan diri. Bila tidak.. malam semakin kelam dan udara terasa makin dingin." bisiknya.. cepat atau lambat. tubuhku.. "Yaaa. "Aku mau tidur. sambil tertawa paksa sahutnya. selangkah demi selangkah secara pasti lelaki itu .. kadangkala memang diperlukan kesabaran yang amat besar. kau bersungguh hati menyukai aku. malam musim semi yang amat indah... aku.sambilmemaksakandiri untuk berdiri kembali. Cahaya bintang berkerdipan di angkasa. Pada saat itulah tiba-tiba ia melompat bangun lalu mendorong tubuh pemuda itu kuat-kuat. Kim Cwan tidak berniat memaksakan kehendaknya atas perempuan itu. wanita gampangan. kembali ujarnya dengan lembut. Ia mulai tertawa. Bibir Jian-jian yang mungil semakin membara... mengawasi dia merapatkan pintu kamarnya.. aku tidak berubah pikiran. Asal perkembangan selanjutnya bisa semacam ini. masa aku harus marah padamu?" Jian-jian tersenyum manis. kilauan giginya yang putih memancarkan biasan cahaya yang mengerikan di balik kegelapan malam... pagi sekali aku akan pergi mencarimu. aku paham maksudmu." "Kau tidak marah bukan?" "Kau berbuat demikian toh demi kebaikan kita bersama di kemudian hari. serunya dengan penuh rasa terperanjat. Tapi. "tapi. "Jika kau." Tiraikasih Website http://kangzusi. merah merekah penuh tantangan. Jian-jian masih menundukkan kepalanya. bagaimana kalau kau balik dulu ke kamarmu? Besok. menyeringai seperti deretan gigi serigala. tapi sudah lebih dari cukup baginya.demi seinci.. "Kau. mencari di mana letak bibir mungil perempuan cantik itu." "Kenapa?" "Masih banyak waktu bagi kita untuk berkumpul di kemudian hari. walaupun dengan cara kekerasan kau berhasil memperoleh tubuhnya.

Kerutan di bawah matanya kelihatan sangat dalam dan panjang. kepingin tumpah. Akhirnya kegelapan malam telah sirna. Begitulah pikiran dan perasaan seorang lelaki.. seakan akan tak pernah akan jadi tua untuk selamanya. berapa banyak dan berapa besar pengorbanan yang harus dibayar untuk menjadi seorang lelaki sejati? Siau Lui membuka matanya. hidup untuk diperlihatkan di hadapan Siau Lui. penuh kekuatan hidup. hidup lebih baik. Namun ketika ia duduk di bawah cahaya matahari. kakek itu terlihat seperti penuh tenaga. mendadak ia berkata.com/ 78 Ia benar-benar memandang rendah lelaki semacam ini." "Kau bahkan tidak tahu manusia macam apakah dia sebenarnya." "Kenapa?" "Aku berhubungan dengannya karena orangnya. memandang hina lelaki yang begitu tega menghianati sahabat sendiri. Asal kau mengerti dan memahami kejiwaan seorang lelaki. Dia harus hidup lebih layak. Rambut uban yang dimiliki Liong Su kelihatan bagai serat perak yang berkilauan di bawah sinar matahari yang cerah. ia nampak agak murung. menerangi seluruh ruangan. namun ketika tertawa. tapi lambungnya justru sangat mual. maka kau akan menemukan bahwa bukan suatu pekerjaan yang terlalu sulit untuk mengendalikan dan menjeratnya." . cahaya terang kembali muncul di hadapannya. II "Orang ini betul-betul seorang lelaki sejati!" Tapi. air matanya ikut jatuh bercucuran. dia sendiri justru sudah makin dalam terbelenggu oleh jeratannya. cahaya matahari telah memancar masuk lewat jendela. Ia ingin sekali tertawa di dalam hati. bukan asal-usulnya. "Sekarang kau sudah bisa bicara?" "Bisa" Tiraikasih Website http://kangzusi. agak kelelahan. Tiraikasih Website http://kangzusi... Sorot matanya yang tajam sedang mengawasi wajah Siau Lui lekat-lekat.com/ 79 "Kau dari marga Lui?" "Benar!" "Kau tahu nama sebenarnya dari Kim Cwan?" "Tidak!" "Tapi bukankah kau sahabatnya?" "Benar. siapa pula yang tahu." Kembali ia tertawa. apalagi nama aslinya. ketika ia menganggap perempuan tersebut telah berhasil ditaklukan. Memang bukan suatu pekerjaan yang gampang bagi seorang wanita yang harus hidup dan berjuang seorang diri di dunia ini. aku akanbikin dia menyesal. tapi masih menganggapnya sebagai sahabatmu?" "Benar. Dia yakin dirinya memiliki kemampuan seperti ini.mulai masuk ke dalam jeratannya.. Namun ia harus hidup terus. "Suatu hari nanti.

"Aku bersedia menjawab semua pertanyaanmu bukan lantaran aku takut kepadamu." Berkilat sepasang mata Liong Su-ya. "Jadi sekarang kau sudah tak bersedia menjawab pertanyaanku lagi?" tanyanya. juga bukan lantaran berterima-kasih kepadamu karena telah menyelamatkan jiwaku. "Aku pun pernah merasakan dikhianati olehnya!" "Oh ya?" "Oleh sebab itu aku dapat menyelami betapa sakit dan menderitanya seseorang yang telah dikhianati oleh sahabat yang paling dipercaya olehnya." "Ooh.." Liong Su manggut-manggut. apapun perbuatan yang telah ia lakukan. "Kini aku baru tahu. aku kalah darimu.. apakah kau pun sama-sama merasakan sakit hati dan penderitaan semacam itu. juga kalah darinya."Kau juga tak perduli perbuatan-perbuatannya di masa lampau?" "Perbuatannya di masa lampau telah berlalu.. "Sesungguhnya aku tak perlu menjawab semua pertanyanmu itu. kembali dia menghela napas panjang sambil melanjutkan. melarikan barang yang paling kau cintai. setiap orang tentu memiliki masalah yang memaksanya melakukan sesuatu. sepatah kata demi sepatah kata." Setelah menatap Siau Lui sampai lama.. sungguh beruntung dia bisa bersahabat dengan seorang teman macam kau.. "Pertanyaanmu sudah terlampau banyak. sementara cahaya matahari masih bersinar terang di luar jendela. ." "Tahukah kau mengapa aku mengajukan begitu banyak pertanyaan kepadamu?" "Tidak!" Tiba tiba Liong Su menghela napas panjang. Tapi sekarang ia nampak jauh lebih tua daripada sebelumnya. katanya. kau tetap tak acuh?" Pertanyaan ini lebih tajam daripada tombaknya." "Kenapa?" "Karena dia adalah sahabatku. Paras muka Siau Lui mulai berkerut.." Siau Lui turut mengawasinya lekat-lekat." "Bagaimana sekarang? Dia masih tetap sahabatmu?" "Benar" "Meski dia telah menghianatimu. begitu tajam dan telengas tanpa ampun.com/ 80 "Yaa." "Termasuk dia menghianatimu. kau tetap akan memaafkannya?" "Mungkin dia memiliki suatu kesulitan atau rahasia yang memaksanya berbuat begitu." "Karena apa kau berbuat begitu?" "Karena aku merasa bahwa kau masih terhitung sebagai seorang manusia." "Aku sengaja mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut lantaran aku ingin tahu. perasaan hatinya juga mulai menyusut. kau masih tetap menganggapnya sebagai sahabat?" "Benar. walau sepatah kata pun!" Tiraikasih Website http://kangzusi. sampai lama kemudian ia baru menjawab. aku mengerti. kerutan-kerutan di ujung matanya nampak lebih dalam dan gu-ratannya makin panjang." "Karena itu.

. digenggam nya lengan anak muda itu kuat-kuat. Liong Su angkat cawannya dan sekali teguk menghabiskan isinya.com/ 81 Arak tersedia di atas meja.benar." sambil manggut-manggut Siau Lui menghela napas. katanya." Dengan langkah lebar mendadak Liong Su datang meng-hampiri pemuda itu." "Apakah kau merasa dulu telah melakukan kesalahan?" tanya Siau Lui dengan sinar mata berkilat. dia meronta dan . "Kenapa?" "Karena ada sementara orang yang tak memiliki masa di kemudian hari. penderitaan dan kepedihan akan segera tersapu bersih hingga tak berbekas.." "Tak akan ada di kemudian hari. biar aku Liong Su harus mati pun tak akan menyesal!" "Tapi kita bukan sahabat. biar sampai mati pun tak sudi diutarakan keluar. "Benar!" "Sebetulnya kau tidak salah. seluruh kegundahan." jawab Siau Lui hambar." Tiraikasih Website http://kangzusi. sampai lama sekali ia tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun. "Tapi ada sementara orang yang lebih suka sembunyikan semua perasaan hatinya itu di dalam hati.com/ 82 "Kecuali seseorang memiliki kebesaran jiwa dan keberanian yang luar biasa. kembali katanya sembari menghela napas panjang. "Padahal kaupun tak perlu mengucapkan kata-kata seperti itu. "Selama ini aku selalu menganggap diriku sebagai seorang lelaki yang berlapang dada.. juga harus memiliki keberanian yang luar biasa. Tiba-tiba Liong Su melompat bangun.. "Mungkin saat ini masih belum. bila kau rela memaafkan orang lain maka perasaan hatimu akan menjadi lebih lega dan lapang." potong Siau Lui dingin. tapi setelah bertemu kau. kenapa harus menghancurkan diri sendiri?" "Aku bukan saudaramu. kau masih begitu muda. "Aku salah menilaimu? Mana mungkin aku salah me-nilaimu." Liong Su termenung lagi sampai lama. sambil tertawa keras ujarnya." lanjut Siau Lui perlahan.? Bisa bersa habat dengan seorang teman macam kau. bukan saja dibutuhkan jiwa yang lapang dan terbuka.. Kembali Siau Lui menyambung." kembali Siau Lui menukas dengan nada dingin. "Sesungguhnya dikhianati oleh teman merupakan suatu penderitaan yang tak mungkin terlupakan untuk selamanya." "Yaaa. "Saudara. "Memang tak perlu kuucapkan perkataan tersebut. "Bukan suatu perbuatan yang gampang untuk mengakui semua kesalahan dan penderitaan yang dialaminya di hadapan orang lain. tiba-tiba katanya." paras muka Siau Lui berubah sangat hambar nyaris tanpa perasaan." "Bagaimana sekarang?" "Kini aku sudah tahu." Liong Su termenung sedih. apa kata-kata itu pun tidak perlu diungkap?" "Kau salah menilai aku.Tiraikasih Website http://kangzusi." Dengan perasaan terkejut bercampur heran Liong Su memandang wajahnya tak berkedip. tapi di kemudian hari.. aku baru sadar ternyata aku masih belum dapat memaafkan orang lain. bahkan aku tak pernah berpikir mungkin saja dia mempunyai kesulitan yang memaksanya berbuat demikian.

" "Aku tahu sangat jelas hubungan kalian semua. "Baik katakan aku siap mendengarkan " Liong Su ikut termenung. apa salahnya tinggal berapa saat lagi di sini?" "Kalau toh akhirnya harus pergi. aku. dia adalah putra tunggal samko-ku. agaknya ia berusaha mencari persoalan yang. dia bersama Ouyang Ci adalah tangan kanan dan tangan kirimu." Suaranya masih kedengaran begitu tenang.. masih menahan bahu anak muda itu ujarnya. Dahulu. "Oh ya?" "Kau adalah congpiautau dari Tionggoan Su toa-piaukiok (empat piaukiok terbesar di daratan Tionggoan)." pancaran sinar pedih dan penderitaan yang mendalam mengalir keluar dari balik sorot matanya.agar Siau Lui bersedia mendengarkan lebih lanjut." . namun ketika mengucapkan kata "kejadian di luar dugaan." Liong Su tidak komentar. maka ia terburu-buru pulang memberi laporan kepadamu. Kembali Siau Lui berkata. semenjak samko meninggal.com/ 83 Giok-ou. "Sebenarnya nama Kim-cwan bukan nama aslinya." "Tak nyana ia mau membeberkan rahasia ini kepadamu. ia telah pergi meninggalkan tempat ini jauh sebelum kehadiran ketiga orang itu." tukas Siau Lui tiba tiba. Kembali Siau Lui menyambung. "Tapi selama ini kau justru menuduhnya telah menganglap barang kawalan tersebut. tak heran kau menganggapnya sebagai sahabat karib. kau menganggap dia telah mengkhinatimu. paling cocok untuk disampaikan. Suatu hari ia mendapat tugas mengawal harta sebesar delapan ratus ribu tahil perak dari ibu kota menuju Kousiok. semua pengawal yang ikut dengannya juga kedapatan mati terbunuh. "Sekalipun kau bukan saudaraku. Lewat lama kemudian ia baru berkata. Di tengah jalan bukan saja barang kawalannya hilang lenyap. akhirnya ia kembali merebahkan diri katanya dengan suara hambar.com/ 84 "Dia yang menceritakan semua kejadian ini kepadamu?" tanya Liong Su dengan sorot mata tajam "Benar. buat apa tinggal terlalu lama di sini?" "Sebab aku masih ada perkataan yang hendak kusampai-kan kepadamu Siau Liu termenung berpikir sebentar. nama sebenannya adalah Kim Tiraikasih Website http://kangzusi. takut ia keburu kabur maka dengan membayar upah sebesar sepuluh ribu tahil perak kau menyewa ketiga orang itu untuk mendatangi kamar tidurnya. Siapa nyana karena ada suatu kejadian di luar dugaan yang terjadi secara tiba tiba.seolah-olah akan segera pergi meninggalkan tempat itu.. Liong Su tertawa paksa. tampaknya secara tak sengaja Ouyang Ci menemukan jejaknya di sini. maka kau menyebar berita ke seluruh penjuru dunia bahwa kau tak akan melepaskan dirinya. karena dia merasa tak punya muka untuk bertemu lagi denganmu maka ia hidup mengasingkan diri di sini. seakan-akan sedang mengisahkan suatu kejadian yang sama sekali tak ada hubungannya dengan mereka berdua. dia cuma mendengarkan." Liong Su tertawa getir. "Kali ini. Tiraikasih Website http://kangzusi.

com/ 85 rumah untuk memberi penjelasan. kenapa ia justru kabur dan menyembunyikan diri?" "Tahukah kau apa sebabnya rambut Liong Su bisa berubah jadi putih beruban? Gara-gara mesti ganti barang kawalan milik orang sebesar delapanratus ribu tahil perak. kembali ia melanjutkan." Tiba-tiba terdengar seseorang berteriak dengan suara keras. Kedatangannya selalu cepat bagaikan hembusan angin topan. rela disalahpahami orang lain sejuta kali ketimbang memberi penjelasan satu kalipun." jawab Siau Lui sambil tertawa dingin. Siau Lui hanya mengawasinya dengan pandangan dingin." Sekali lagi Ouyang Ci tertegun. "Kalau begitu orang itu bukan keledai tapi seekor keledai goblok!" Belum habis perkataan itu diutarakan. Kembali Siau Lui melanjutkan. sekalipun ia benar-benar lalai dalam tugas hingga kehilangan barang kawalannya.Tidak memberi kesempatan Siau Lui untuk berbicara." III "Tempat apakah ini?" . "Sekalipun kau telah menyaksikan dengan mata-kepala sendiri. "Kalau begitu kau sudah tahu kalau ketiga orang itu telah salah mencari orang semenjak kehadiran mereka?" "Benar. gumamnya. "Darimana kau tahu kalau dia telah menghianatiku? Apa yang kau saksikan?" Sekali lagi Ouyang Ci tertegun. kenapa kau masih tetap mempercayainya?" "Semua anak buah dan pengikutnya sudah habis mati terbantai. lama kemudian ia baru menghela napas panjang. "Kelihatannya di dunia ini benar-benar terdapat manusia berwatak keledai. begitu juga caranya berbicara selalu bersambungan macam berondongan tembakan yang bertubi-tubi. bukan berarti semua yang kau katakan itu benar. "Terang-terangan dia sudah menghianatimu." "Kenapa kau tidak berusaha menjelaskan kesalahpahaman ini?" "Sebab mereka belum pantas untuk tahu.. "Manusia macam apa yang pantas untuk tahu?" "Mungkin ada sementara orang yang semenjak lahir sudah punya watak keledai. sepantasnya dia pulang ke Tiraikasih Website http://kangzusi. menunggu hingga dia selesai bicara baru katanya. begitu hebatnya hingga ada sepuluh orang bicara bersama pun tak sanggup memotong pembicaraannya. Sekalipun dia benar-benar telah menghianatiku kali ini. bukan berarti hal ini membuktikan ia telah menganglap delapanratus ribu tahil perak barang kawanannya. kenapa hanya dia seorang yang masih hidup segar-bugar?" "Liong Su selalu menganggap dia seperti anak kandung sendiri. biarpun seluruh anggota piaukiok mati gantung diri juga belum sanggup untuk melunasinya!" Beruntun dia mengutarakan tujuh-delapan macam persoalan sebelum akhirnya berhenti untuk tarik napas panjang. Ouyang Ci sudah menerjang masuk kedalam ruangan..

"Losmen!" "Kenapa lakon dalam kisahmu selalu tak bisa lari dari rumah penginapan?" "Karena sesungguhnya mereka adalah kaum pengembara." "Mereka tak punya rumah?" "Ada yang tak punya rumah, ada yang rumahnya telah musnah, ada pula yang punya rumah tapi tak bisa pulang." Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 86 Bila kau termasuk orang yang sedang mengembara di dunia jagat, maka kau pun tak dapat terlepas dari rumah makan, losmen, dusun terpencil, losmen remang-remang, biara, kuil... Terlebih tak dapat melepaskan diri dari segala macam pertikaian dan perselisihan, tak bisa lari dari kehampaan dan kesepian. Di tengah halaman luas dalam rumah penginapan, di mana-mana tampak kereta pengaw al barang yang parkir memenuhi ruangan, barang kawalan telah diturunkan dari kereta dan teronggok dalam tiga buah bilik yang dijaga sangat ketat. Tigapuluh tiga orang piausu dan tukang pukul yang sudah kaya dengan pengalaman terbagi dalam tiga rombongan secara bergilir menjaga ketiga ruangan itu secara bergantian. Di luar pintu gerbang terpancang sebuah bendera yang bersulamkan empat warna, di atasnya tersulam seekor naga emas dengan kelima cakarnya. Ketika bendera itu berkibar terhembus angin, lukisan naga itu nampak gagah perkasa berkibar mengikuti hembusan angin. Itulah bendera naga emas Hong-Im Kim-Liong-ki yang sejak dulu telah menggetar sungai telaga baik dari kalangan putih maupun dari kalangan hitam. Sayang secara beruntun Hong-toa, Im-ji, Kim-sam telah berpulang ke alam baka. Kini tinggal Liong-su yang masih tetap bertengger di sungai telaga. Malam semakin kelam, pintu dan jendela ruang timur sudah tertutup rapat, cahaya lampu pun ikut meredup. Kecuali suara benturan golok yang tak sengaja, sama sekali tak kedengaran suara lain. Biarpun malam ini malam musim semi, namun suasana dalam halaman itu penuh diliputi keseriusan dan ketegangan yang tinggi. Tak ada yang tahu bagaimana cara hidup para orang gagah yang sepanjang hari hidup di ujung golok yang penuh belepotan darah dan saban hari diguyur air kata-kata itu. Tak ada yang tahu setegang apa kehidupan mereka dan sesulit apa perjuangan mereka. Tak mudah menemukan satu-dua hari dalam kehidupan sepanjang tahun suasana yang santai, yang dapat Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 87 mengendorkan ketegangan, dan hidup tenang bersama anak-istri di rumah. Itulah sebabnya sebagian besar dari mereka tak punya rumah, juga mustahil punya rumah. Perempuan yang cerdik tak akan sudi kawin dengan pengembara yang tiap saat hidup menyerempet maut, setiap saat siap hidup menjanda. Namun ada kalanya kehidupan dalam dunia persilatan pun penuh diwarnai dengan keaneka ragaman hiburan yang bikin orang susah untuk melupakannya. Itulah sebabnya masih ada banyak orang yang rela mengorbankan kebahagiaan serta ketenangan hidupnya untuk ditukar dengan secerca kebanggaan. Di halaman gedung sebelah barat masih ada sebuah kamar yang daun jendelanya tetap dibiarkan terbuka. Liong Su dan

Ouyang Ci sedang duduk minum arak di bawah jendela. Sudah cukup banyak air kata-kata yang mereka tenggak, seolah-olah mereka ingin menggunakan pengaruh air kata-kata untuk menghilangkan semua kemasgulan, keruwetan dan kesedihan yang menyelimuti perasaan mereka. Mengawasi deretan kereta barang yang parkir memenuhi halaman, tiba tiba Ouyang Ci berkata, "Perjalanan kita sudah tertunda hampir empat hari di sini." "Yaaa, empat hari," sahut Liong Su. "Jika kita tunda terus perjalanan ini, mungkin saudara-saudara lain akan mulai b erjamur saking kesalnya." Liong Su tertawa. "Jangan kau sama-ratakan orang lain dengan watak berangasanmu yang tak sabaran itu..." "Tapi... Sehari barang hantaran ini tidak sampai di tempat tujuan, berarti beban yang menekan bahu saudara semua akan semakin berat. Dalam hati kecil mereka tentu sudah terbayang kapan bisa minum air kata-kata sepuasnya sambil membopong pipi licin yang bisa dijadikan guling sepanjang malam. Aku tahu mereka tak berani mengutarakan niat tersebut, tapi yang pasti perasaan mereka tentu jauh lebih gelisah ketimbang aku." Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 88 Makin berbicara kata-katanya semakin cepat, kemudian setelah meneguk habis air kata-kata dari cawannya kembali ia lanjutkan, "Lagipula orang toh sudah menerangkan sejelas-jelasnya bahwa barang hantaran mesti sudah sampai menjelang akhir bulan, jika sampai terlambat sehari saja berarti kita kena denda tigaribu tahil. Bila kita sampai tertunda dua-tiga hari lagi, ditambah uang sepuluhribu tahil perak yang terbuang sia-sia, bukankah bera rti perjalanan kita kali ini cuma kerja bakti belaka?" "Aku paham dengan maksudmu, tapi..." "Tapi luka yang diderita orang she-Lui itu belum sembuh, jadi kita mesti tetap tinggal di sini menemaninya?" sambung Ouyang Ci cepat. Liong Su menghela napas panjang. "Jangan lupa, orang bisa terluka separah itu bukankah lantaran ulah kita juga?" Ouyang Ci ikut menghela napas, ia bangkit berdiri dan berjalan keliling berapa kali dalam ruangan, namun akhirnya tak tahan ujarnya lagi, "Padahal menurut penilaianku luka yang dideritanya sudah sembuh sebagian besar, kalau mau pergi semestinya sudah bisa berangkat, kenapa..." "Jangan kuatir!" potong Liong Su sambil tersenyum. "Dia bukan termasuk orang yang dengan sengaja berbaring malas di sini. Bila dia sudah berniat pergi, biar kita ingin menahannya pun belum tentu bisa menahannya di sini." "Lantas sampai kapan dia baru akan pergi?" Perlahan-lahan Liong Su meneguk habis isi cawannya, lalu katanya, "Hampir, bisa jadi sebelum malam nanti... Atau bahkan sekarang juga." Sinar matanya dialihkan keluar jendela, mimik mukanya menunjukkan perubahan yang sangat aneh. Buru buru Ouyang Ci berbalik sambil ikut menengok keluar jendela, ia jumpai seseorang sedang berjalan keluar dan sebuah kamar di bagian belakang, dengan langkah yang amat lambat berjalan keluar dari halaman. Walau langkah kakinya

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 89 amat lambat tapi ia berjalan sambil membusungkan dada, seolah-olah dalam situasi dan kondisi macam apa pun dia tak sudi membungkukkan pinggangnya. Mengawasi bayangan punggung orang itu kembali Liong Su menghela napas panjang, gumamnya, "Dia betul-betul seorang lelaki keras hati!" Mendadak Ouyang Ci tertawa dingin, tubuhnya seakan-akan hendak menerjang keluar dari ruangan. Dengan sekali sambar Liong Su mencekal lengannya, lalu tegurnya, "Mau apa kau? Masa ingin menahannya di sini?" "Aku ingin mengajukan berapa pertanyaan kepadanya." "Apa lagi yang mau ditanyakan?" "Sikapmu begitu baik terhadapnya, jelek-jelek begini kau sudah selamatkan jiwanya, masa tanpa permisi atau berterima kasih atau bahkan ba atau bi sudah pergi meninggalkanmu begitu saja? Teman macam apa dia?" Kembali Liong Su menghela napas panjang, katanya sambil tertawa getir, "Sejak awal dia memang tak pernah menganggap kita sebagai sahabatnya..." "Lantas buat apa kita bersikap begitu baik terhadapnya?" teriak Ouyang Ci gusar. Pelan-pelan Liong Su mengalihkan pandangan matanya ke tempat kejauhan, setelah menarik napas sahutnya, "Mungkin dikarenakan orang semacam dia sudah tak banyak lagi dijumpai dalam dunia persilatan." Tidak membiarkan Ouyang Ci berbicara, kembali ia melanjutkan, "Lagipula, sesungguhnya ia bukannya tak mau bersahabat dengan kita, ia sengaja berbuat begini agar tidak menyusahkan kita dengan masalahnya." "Ohh..." "Bukan saja dia telah mengalami tragedi yang memilukan, yang sangat menyayat perasaan hatinya, bahkan bisa jadi ia mempunyai kepedihan yang sulit untuk diberitahukan ke orang lain. Itulah sebabnya dia tak ingin bersahabat dengan siapa pun!" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 90 "Kau bilang dia tak ingin menyusahkan dirimu, padahal sejak awal dia sudah menyusahkan kau, masa ia tak sadar akan hal ini?" Liong Su geleng kepalanya. "Ada sementara persoalan, aku justru tak ingin dia tahu." "Demi dia, kau tak segan melukai para pendekar dari perguruan Hiat-yu-bun (Perguruan Banjir Darah), masa dia tak menyadarinya? Sekali Hiat-yu-bun bermusuhan dengan seseorang, mereka pasti akan meluruk tak berkesudahan, masa ia tak pernah mendengar perkataan ini?" Lama sekali OongSu termenung, kemudian baru katanya, "Jangan lagi dia, yang tak lebih cuma seorang pemuda yang baru terjun ke sungai telaga, ada sementara masalah mungkin kau sendiripun tidak tahu." "Soal apa?" Tiba tiba sorot mata Liong Su berubah jadi merah membara, penuh sinar kebencian, kegusaran dan dendam kesumat yang tak terhingga, sepatah demi sepatah katanya, "Tahukah kau bagaimana kisah kebinasaan Hong-toako sekalian?" Bergidik seluruh bulu tubuh Ouyang Ci menyaksikan sorot

com/ 92 mau sedikit membungkukkan badan sambil berjalan. mana mungkin kita boleh balas dendam?" Gemetar sekujur tubuh Ouyang Ci. Yang terbentang di hadapannya kini hanya selapis kegelapan yang pekat. Masih seperti saat meninggalkan rumah penginapan tadi. "Kita bayar dulu hutang budi itu kemudian baru balas dendam!" "Benar!" sahut Liong Su sambil gebrak meja dan tertawa keras. Perlahan-lahan ia berjalan mendaki ke atas bukit. Bisa saja kita beradu nyawa dengan Hiat-yu-bun hingga titik darah penghabisan. cucuran darah mengalir dari mulut lukanya yang panjang dan membasahi kepingan cawan arak di atas lantai. Kabut putih yang pekat bagai susu ibu menyelimuti seluruh permukaan bumi. "Darimana kau tahu?" teriak Ouyang Ci sambil melompat maju ke depan. Pelan-pelan Liong Su membuka kepalan tangannya. "Kenapa baru hari ini kau beritahu aku?" "Karena aku takut kau pergi mencari mereka dan menuntut balas.. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mengawasi darah yang membasahi telapak tangannya. Ia ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan rumah penginapan. tak ada pula ucapan terima kasih. tapi ke mana penghuninya? . terhuyung-huyung ia mundur ke belakang hingga jatuh terduduk di bangku. "Jadi. mengerti aku sekarang. tapi bukan berarti hutang budi tak dibayar sama sekali. tapi siapa pula yang akan membayar budi kita kepada mereka?" " Aaah. Tapi ketika tiba di kaki bukit.. sepatah demi sepatah kata kembali ujarnya. secerca sinar emas yang dipancarkan sang matahari pelan-pelan mulai mengintip dari balik bukit. ia masih berjalan dengan membusungkan dada. bahkan tak sepatah kata pun yang diucapkan Siau Lui. Tapi ia tak sudi berbuat begitu. jadi mereka pun tewas di tangan Hiat-yu-bun?" Liong Su tidak menjawab." teriak Ouyang Ci sambil bangkit berdiri. Menelusuri selokan kecil masuk ke dalam hutan bunga tho. "Kalau budi belum dibalas. tiba-tiba serunya tertahan.com/ 91 keringat sebesar kacang kedele jatuh bercucuran membasahi wajahnya.mata seseram itu. Mulut luka bekas bacokan golok masih meninggalkan rasa sakit dan pedih yang bukan alang kepalang. mungkin rasa sakit yang menyayat itu akan berkurang. sinar fajar kembali telah muncur di ufuk timur. "Hutang darah tetap harus dibayar dengan darah." "Kenapa tak boleh balas dendam?" "Brakkk!" kembali Liong Su menggebrak meja kuat-kuat. "Prakkkk! "cawan arak yang berada dalam genggaman tangannya tiba-tiba remuk dan hancur berkeping-keping. Seandainya dia Tiraikasih Website http://kangzusi. ia berjalan sambil membusungkan dada. "Begitulah tindakan nyata seorang lelaki sejati yang sesungguhnya!" IV Tak ada kata perpisahan. Pepohonan dengan bunga tho yang harum semerbak masih berdiri utuh seperti sedia kala. serunya.

Siapa yang telah mewakilinya melakukan pekerjaan ini? Bagaimana caranya ia membalas budi kebaikan setinggi bukit ini? Pelan-pelan kakek bungkuk itu berpaling. Tapi mau tak mau dia harus kembali ke tempat tersebut. bersembunyi dari kenyataan bukan suatu penyelesaian yang betul dan lagi tak ada gunanya. pada akhirnya pasti ada saat di mana kau harus menghadapi dan menerimanya sebagai suatu kenyataan.. Semuanya telah berlalu... Seorang kakek bungkuk berambut putih sedang bersem-bahyang di depan kuburan. Tapi kini telah berubah tinggal puing-puing yang berserak an. Dia tak tega balik ke situ. tapi bunga akan tumbuh dan berkembang kembali. Ia telah pergi. Dia tak takut mengucurkan darah tapi sangat takut mengalirkan air mata. Tapi Jian-jian. secerca senyuman getir tersungging di wajahnya yang telah penuh keriput itu.Dibawah pohon bunga tho yang paling semerbak dan rimbun itu seolah-olah masih terendus bau harum semerbak yang dipancarkan tubuh Jian-jian. kobaran api yang membakar tempat tersebut telah membersihkan seluruh noda tersebut. ia merasa teng-gorokannya seolah-olah ters . Sin Hoa-ang! Ternyata orang yang punya rasa setia kawan yang luar biasa ini tak lain adalah Sin Hoa-ang.. Jalan setapak menuju ke rumahnya masih seperti sedia kala. Lagipula tak ada persoalan di dunia ini yang tak bisa diselesaikan untuk selamanya. Tapi di manakah dia sekarang? Bunga yang rontok terbawa air selokan terhanyut ke kaki bukit sana. Melarikan diri dari kenyataan. di atas perbukitan dengan hamparan rumput nan hijau kini telah bertambah dengan beberapa gundukan tanah pekuburan baru. Mungkin di masa lampau ayahnya sudah banyak melakukan kesalahan. mungkin ia pernah merasa amat sedih dan pedih setelah mengetahui kisah tersebut. Betapa menakutkan dan mengerikannya suatu kenyataan. Tapi kini. Pasti susah untuk dikenali lagi. Dengan langkah lebar ia tinggalkan hutan bunga tho itu. mungkin selama hidup tak akan muncul kembali di sana. kakek pembuat arak yang memiliki gerai arak tersebut. tempat tersebut adalah tempat yang paling hangat dan penuh kebahagiaan. Tapi ia tak perduli. Tiraikasih Website http://kangzusi. Sambil menggertak gigi ia melanjutkan langkahnya menelusuri jalan. ia menarik dadanya makin keras. Di hadapannya sekarang adalah kebun rumah tinggalnya. Dan kedatangannya kali ini tak lain untuk menunjukkan rasa baktinya sebagai seorang anak terhadap orang-tuanya. tak berani kembali ke sana. tapi jenasah orang tuanya mungkin sudah terbakar hangus saat ini. Termangu Siau Lui mengawasi wajahnya. tanpa berpaling sekejap pun. Sia u Lui tertegun menyaksikan semuanya ini. Siau Lui semakin membusungkan dadanya. melainkan dirinya sendiri. Tak ada orang yang bisa menghindari diri sendiri. Dahulu.. semuanya telah berlalu. mulut luka pun semakin robek besar dan mendatangkan rasa sakit yang luar biasa.com/ 93 Apalagi baginya yang benar-benar harus dihindari bukan orang lain.

merahnya darah telah . menangislah. Tiraikasih Website http://kangzusi. Sin Hoa-ang berjalan menghampirinya dengan langkah per-lahan." "Sebab dia anggap kau pun terhitung seorang lelaki sejati. matanya telah berkaca-kaca." Siau Lui mendongakkan kepalanya memandang angkasa sambil menarik napas panjang. tapi aku. Di atas batu cadas berlumut hijau tertera beberapa huruf yang kentara masih baru diukir. "Dari akulah dia mencari tahu asal-usulmu. Dadanya turun naik bergelombang. bagus. sambil tertawa paksa dan menepuk-nepuk bahunya ia berkata. dia ingin berteman dengan orang gagah macam kau!" Siau Lui menggenggam kepalannya kencang-kencang. tiba tiba bisiknya. tapi ia tak melihat jelas apa tulisan yang tertera di situ. Tapi bila aku tetap merahasiakannya kepadamu maka selama hidup mungkin kau tak akan tahu betapa besarnya perhatiannya terhadap dirimu. Sin Hoa-ang menghela napas panjang." Setelah menghela napas panjang.com/ 94 "Ooh. kuku jarinya telah menembus ke dalam daging.. "Sudah puluhan tahun lamanya aku tak pernah berjumpa dengan seorang hohan yang begitu setia-kawan dan begitu berjiwa besar macam dia. butiran air mata m asih membasahi ujung matanya.. Termangu-mangu Sin Hoa-ang mengawasi anak muda itu. "'Kenapa ia harus berbuat begini? Kenapa. Bila aku tidak mengatakan siapakah orang itu dan menghilangkan kesempatan baik bagimu untuk berkenalan dengannya. Tiraikasih Website http://kangzusi. tak sepatah kata pun yang sanggup diucapkan. kalau ingin menangis.." Siau Lui menggigit bibir. "Menangislah." "Bukan kau? Lantas siapa?" tak tahan Siau Lui bertanya. Di dunia yang fana ini tak akan ada seorang lelaki yang benar-benar bisa menahan gejolak hatinya.. jadi kau tak perlu mengatakan apa pun. aku betul-betul merasa sangat tak tenang!" "Siapakah orang itu sebenarnya?" seru Siau Lui sambil menggenggam bahunya. lanjutnya.com/ 95 Entah berapa lama sudah lewat... "Liong Su!" "Dia?" dengan wajah tertegun Siau Lui mengendorkan genggamannya....." "Aku.. butiran air mata yang telah membasahi kelopak matanya tidak dibiarkan meleleh keluar. akhirnya kau datang juga. gumamnya...umbat.. mulut luka di dadanya semakin merekah membuat darah semakin bercucuran deras. "Aku paham dengan perasaanmu sekarang. Menangislah sepuas-puasnya!" Siau Lui mengepal tinjunya semakin kencang. rupanya kau sudah datang. "Dia tak ingin aku beritahu kepadamu juga tak ingin kau berterima kasih kepadanya. juga tak usah berterima kasih kepadaku karena bukan aku yang melakukan semuanya ini. akhirnya perlahan-lahan ia berjalan ke hadapan sederet kuburan baru itu dan jatuhkan diri berlutut. bagus sekali. entah dengan cara apa ia mengendalikin gejolak perasaannya. telah dibuat kabur.

Apapun yang ingi n dia lihat." Memang. ingin meluapkan seluruh kepedihan hatinya dan menghabiskannya dalam semalaman saja.. Tiraikasih Website http://kangzusi. Sin Hoa-ang termenung. begitu pilu tangisan tersebut seperti lolongan serigala yang saling bersahutan.. berkuntum-kuntum bunga pasti akan berserakan lagi di mana-mana. lebih baik darah bercucuran daripada air mata yang berlinang. kemudian gumamnya. Diam-diam Sin Hoa-ang membesut air mata yang membasahi pipinya sambil berpaling ke arah lain. bila musim semi tahun depan telah tiba. selama tempat itu masih ada tanah dan angin. mengawasinya tanpa berkedip. Sebuah tangan yang putih. udara tidak terasa kelewat dingin. juga membawa serta benih yang datang dari kejauhan. mulus dan indah. Isak tangis masih bersambungan tak ada habisnya. Arak itu berwarna hijau pupus. kerutan memanjang menghiasi wajahnya yang penuh kerutan itu.com/ 96 Sekalipun ada suatu kekuatan yang begitu menakutkan mengancam tempat tersebut. dia akan . kejadian apa lagi yang bisa lebih mengenaskan daripada air mata yang tidak terlihat meleleh keluar? Angin berhembus sepoi-sepoi. Ya. tapi air matanya masih tertahan di dalam mata. di tengah kegelapan malam. tanah gosong yang gersang ini pasti akan menghijau kembali. Lamat-lamat terdengar suara tangisan yang mendengung dibawa angin malam. tak mungkin akan lenyap takberbekas. Sin Hoa-ang tertunduk sedih. kenapa kau harus menunggu hingga tak ada orang baru mulai menangis? Buat apa kau harus menyiksa diri sendiri. Ia benar-benar tak paham dengan pemuda keras kepala ini. Tiraikasih Website http://kangzusi. "Anak bodoh. Bau harum bunga terbawa angin dari kejauhan sana.. .com/ 97 Kini dia sudah tak perlu mengintipnya secara sembunyi-sembunyi... Cahaya lampu berwarna merah memancar keluar dari balik kain cadar tipis menyinari di atas tangannya. tertinggal di dalam hati. Tak akan menunggu terlalu lama. V Malam semakin kelam. Sambil memegang tongkatnya Sin Hoa-ang berdiri termangu di bawah kaki bukit.membasahi hampir seluruh pakaian yang dikenakan. Baginya.. seperti juga jeritan monyet yang sedang berkejaran di pucuk pohon. tertinggal di suatu tempat yang tak akan terlihat orang lain.?" PERSAHABATAN I Jian-jian dengan kepala tertunduk menghirup arak dalam cawannya. maka selamanya umat manusia masih punya harapan.. "Haiii. seolah-olah pemuda itu ingin me nangis semalam suntuk di tempat itu. mengawasi puing-puing sisa kebakaran yang berserakan di sana-sini. gumamnya. Sepasang mata Kim Cwan masih terpancang kaku di atas tangannya yang lembut itu. tiada manusia di atas bukit.

bordiran berwarna hijau menghiasi sisi pakaiannya. ia mulai merasa muak dan pingin tumpah.. Lambat laun gadis itu sudah dianggapnya sebagai barang milik pribadinya. Tapi. bisa dipercayakah lelaki ini? Sungguh-hatikah dia melindungi di rinya? Benarkah dia berasal dari keluarga yang baik. tapi ia mesti berusaha mencarikan seorang ayah yang bisa dipercaya bagi jabang bayi yang masih berada dalam rahimnya. Selama berapa hari belakangan boleh dibilang seluruh pengeluarannya berasal dari dalam kantung kulit itu. Pakaian hijau mu da yang bening bagai air telaga. berhargakah pengorbanan tersebut? Sinar lampu menyoroti juga wajah Kim-cwan. Khususnya bila kau membiarkan seorang pria rela me-ngorbankan diri demi dirimu. ia sudah siap melakukan pengorbanan. Dalam hati Jian-jian menghela napas. waktu tinggalnya di kamar gadis tersebut makin lama semakin panjang. maka kau pun wajib mengorbankan sesuatu demi dirinya. semakin tak gampang baginya untuk menyingkirkan pemuda tersebut dari hadapannya. Jian-jian masih tertunduk mengawasi pakaian yang di-kenakannya. jahitannya pun sangat rapi dan indah. Kini. Entah siapa pun orangnya. Selama berapa hari belakangan. Itulah pakaian pemberian Kim Cwan kepadanya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Apalagi pada malam ini. karena ia sangat mencintainya. Namun di balik kerangka tubuhnya yang kelihatan bersih itu sebenarnya tersembunyi sebuah hati macam apa? Jian-jian tak berani membayangkan. Demi lelaki yang dicintainya seorang perempuan memang rela merasakan penderitaan macam apa pun. ia kuatir jadi muak bila memikirkan persoalan tersebut. apa yang dimakan. Ia pun mengerti mengambil hati seorang wanita. Demi dia. ia sudah kelewat banyak menenggak air kata-kata. rela minum air putih saja tiap hari. tampaknya ia sudah memutuskan untuk tetap tinggal dalam kamar itu. tapi bagaimana pun jua ia mesti memikirkan masalah tersebut. bila ingin mendapatkan sesuatu maka ia harus rela mengorbankan segala apa pun. Kini ia semakin sadar. berapa berat . yang bisa diandalkan? Secara sembunyi-sembunyi ia coba melirik kantung goanpo yang tergantung di pinggangnya. semuanya berasal dari kocek di pinggang pemuda itu. ia rela tidur dalam istal kuda.com/ 98 Dia kelihatan seakan-akan selamanya bersih. selain ganteng dan lembut. Apa yang harus dipikirkan sekarang adalah.. Boleh saja ia tidak memikirkan kepentingan pribadi. tapi kini masih tersisa berapa banyak isi kantung goanpo tersebut? Membayangkan hal semacam ini. terus terang ia terhitung juga seorang lelaki tampan yang menarik hari. yang dipakai. tahu bagaimana caranya membuat gembira seorang perempuan. Tentu saja beda bila pengorbanan tersebut demi Siau Lui. Bukan cuma terbuat dari bahan yang mahal harganya. yang digunakan. sudah bukan pekerjaan yang gampang untuk mengusir pemuda tersebut dari tempat itu.memandangnya secara langsung. Kim Cwan bukan termasuk orang pelit. Entah berapa besar siksaan yang harus mendera dirinya.

"Jika di kemudian hari kau jahat padaku. seorang yatim-piatu yang sudah kehilangan ayah dan ibu. bukan begitu?" Jian-jian tidak menjawab. membuat aku menderita.. kita tak boleh gegabah dan tergesa-gesa dalam memutuskan masalah sebesar ini. maka semuanya itu harus dibayar dengan suatu imbalan yang setimpal.. katanya. "Tapi. "Justru karena kita sama-sama orang yang terlunta dan sebatang kara.com/ 99 mengawasinya... "Tapi. lebih matang dan lebih jauh ketimbang seorang lelaki.. amat mengenaskan. sambil menggigit bibir terusnya. Kembali Kim Cwan termenung.." "Tapi kenapa?" "Aku.. kau seharusnya pulang dulu dan beritahu persoalan ini kepada orang-tuamu." Tiba tiba wajahnya berubah jadi merah padam. sampai lama kemudian ia baru menghela napas panjang. ia tak tahu harus berkata apa? .. Dalam situasi seperti ini. t ak punya sanak.. tiba-tiba tegurnya sambil tertawa. mungkin kau anggap aku kelewat bawel. bagai seseorang yang tenggelam di tengah samudra luas. menampilkan sekulum senyuman yang amat licik." Perkataan itu diutarakan sangat lirih. bahkan teman pun hanya ada satu dua. kelewat banyak urusan. ia rela menerima semuanya itu tanpa berkeluh kesah. "Aku mengerti.beban yang harus dipikulnya. orang-tuamu harus melamarku secara resmi dan menikah secara resmi pula. maka kita wajib saling menopang." Kim Cwan termenung." Jian-jian merasa hatinya seolah-olah tenggelam. Aku hanya seorang perempuan sebatang kara yang tak punya apa-apa. bila seorang wanita sudah bersiap siap melakukan pengorbanan. perempuan selalu berpikir lebih cermat. aku selalu merasa .. "Apa yang sedang kau pikirkan? Ingin mengusir aku dari sini?" "Mana berani aku mengusirmu?" sahut Jian-jian semakin tertunduk rendah. tak punya teman. dan biasanya lebih berkepala dingin. yaitu bila kau pingin dapatkan aku maka orang-tuamu harus jadi jaminan. belum pernah. tiba-tiba Tiraikasih Website http://kangzusi.. Kim-cwan kembali memandang ke arahnya sambil menyeringai. Sesungguhnya prasyarat semacam ini tidak termasuk berlebihan. paling tidak aku masih punya satu jaminan. "Tampaknya aku belum pernah bercerita tentang asal usulku selama ini?" "Yaaa. tapi artinya sangat jelas. mereka tentu akan mengajukan juga syarat yang sama. siapapun itu orangnya. Kim-cwan juga lagi Tiraikasih Website http://kangzusi. Tapi bila ia harus berkorban demi seorang lelaki yang sa ma sekal i tak dicintainya.." "Aku sama seperti kau.com/ 100 saja ia merasa balok kayu yang hendak dipegang sebagai penopang hidupnya ternyata hanya balok kayu keropos yang kosong dan nyaris hampir tenggelam pula di tengah laut. jika di kemudian hari. tapi dengan nada suara yang tetap lembut ia berkata. Jian-jian masih menunduk mengawasi cawan kosong di hadapannya dengan termangu." sambung Jian-jian lagi.

Perawakan tubuhnya tinggi. dan dia termasuk manusia macam ini. seolah-olah ia tak pernah pandang sebelah mata pun terhadap orang lain. sore tadi sewaktu ia bertemu pemuda tersebut Kim-cwan juga menunjukkan perubahan wajah semacam ini. Ini bukan dikarenakan pakaian yang dikenakan lebih mewah dan halus ketimbang orang lain. dalam sekilas pandang saja pasti akan tahu bahwa dia adalah majikan dari kelompok manusia tersebut. Padahal hanya satu orang yang dilihatnya. gerak-gerik dan tindak-tanduknya selalu pakai aturan d an tata krama.com/ 101 Wajahnya termasuk tampan. bila dia ingin mendapatkannya maka dengan cara apapun ia pasti akan berusaha untuk mendapatkannya. malah dengan cepat ia tarik tangannya. Berdetak keras jantung Jian-jian mendengar suara tersebut. Tadi. Tiraikasih Website http://kangzusi. ia seperti burung bangau berdiri di tengah kerumunan ayam. Apakah dia ingin mendapatkan Jian-jian? Debaran jantung Jian-jian semakin keras. menurunkan tirai jendela dan mengunci pintu kamar rapat-rapat. penampilannya dan gerak-geriknya. bukan disebabkan keleningan emas yang tergantung di kudanya. mengapa sekarang bisa balik lagi kemari? Mungkinkah dia balik lantaran dirinya? Kim Cwan juga telah mendengar suara keleningan yang bergema dari luar kamar. Usia orang itu belum terlalu banyak. Mungkinkah dia sangat takut dengan orang ini? Tapi siapakah dia? Waktu itu Jian-jian seperti mendengar orang lain memang-gilnya sebagai "Siau Hoya. tatkala berdiri dalam kerumunan manusia. mengajaknya masuk ke dalam kereta. Sore tadi sewaktu mereka sedang beristirahat minum teh. secara jelas ia menyaksikan gerombolan manusia itu bergerak menuju ke arah yang berlawanan. Namun sejak pandangan matanya yang pertama ditujukan ke arah Jian-jian.Saat itulah tiba-tiba terdengar suara derap kaki kuda dan suara keleningan nyaring bergema dari kejauhan. dibandingkan dengan yang lain malah kelihatan paling muda. juga bukan lantaran pedang bertaburkan batu pualam yang tergantung di atas pelananya. irama keleningan itu amat merdu bagaikan pualam. Ada sementara orang yang seolah-olah selalu tampil lebih anggun dan berwibawa ketimbang orang lain. Tiba tiba Jian-jian teringat kembali. tapi siapapun yang memandang ke arahnya. ia tahu siapa yang telah datang. Paras mukanya kel ihatan telah berubah jadi pucat kehijau-hijauan. tiba-tiba ia bangkit berdiri. namun pancaran sinar matanya menampilkan hawa kesombongan yang tak terlukiskan dengan kata. ia sudah bersua dengan kelompok manusia tersebut. sorot mata tersebut seakan-akan selalu mengawasi gerak-gerik gadis itu. Kesemuanya ini hanya disebabkan pancaran sinar matanya. ia seperti tak perlu merasa kuatir. Biasanya bila seseorang sudah memandang orang lain dangau pancaran mata semacam ini. tak perlu takut dan tak merasa harus berpantang melakukan tindakan macam itu." tapi secara lamat-lamat diapun .

dalam redup cahaya lampu yang remang-remang. ia biarkan tangannya digenggam pemuda itu... "Jadi kau selalu berharap aku bisa segera ribut dengan Siau Lui? Segera berpisahan dengan Siau Lui agar kau mendapat kesempatan untuk mendapatkan aku?" Berubah hebat wajah Kim Cwan..com/ 103 Tapi dengan sigap Jian-jian memotong rayuannya itu. dalam ruang kamar yang sepi. Jian-jian tertawa dingin. memandangnya dengan pandang-an sinis. Kau bicara apa?" "Manusia macam kita berdua sudah ditakdirkan untuk hidup dan kumpul bersama. siapa lagi yang akan baik kepadamu. Tadi. aku sering bayangkan seandainya kau." Dengan suara yang lebih lembut dan halus. bahkan sampai waktu bermimpi pun aku selalu memimpikan dirimu.? Masa kau masih ragu dan menguatirkan hal lain?" Tiba-tiba Kim Cwan menggerakkan tangannya dan meng-genggam tangan gadis itu erat -erat." Kini paras muka Kim Cwan benar-benar berubah hebat. berapa banyak wanita yang bisa melawan bujuk rayu seorang lelaki terhadapnya? Tiraikasih Website http://kangzusi. bila ia betul-betul tidak mendengar. kembali lanjutnya. Jian-jian tidak meronta. juga tidak melihat terlalu jelas.. katanya. "Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku tadi?" "Tadi. darimana bisa mengetahui persoalan tersebut? Kuda telah berhenti berlari.... karena kalian berdua adalah sahabat karib.. "Semenjak hari itu. bagaimana pun jua ia tak boleh bersikap kelewat dingin dan hambar terhadapnya. tahukah kau. tak akan memikirkannya lagi selama hidup?" Paras muka Jian-jian yang semula lembut tiba-tiba ikut berubah jadi dingin beku bagaikan salju. "Kau kan sudah berjanji tak akan mengungkitnya lagi selamanya. "Jian-jian. Tapi..sempat membaca huruf "Tio" yang amat besar tersulam di atas sarung golok para pengikut yang menyertainya. suasana di luar kamar sudah mulai tenang kembali... Paras muka Kim Cwan yang pucat pias kini sudah berubah normal kembali. . Semestinya dia tak pantas mengucapkan kata-kata . aku tak pernah bisa melupakan kau walau hanya sedetik pun. benar -benar tidak melihat. Tapi. jika bukan aku yang baik kepadamu. katanya. tidak sepantasnya kau berbuat demikian terhadapku. dia merasa seolah-olah ditampar keras wajahnya secara tiba-tiba. tapi masih memaksakan diri untuk tertawa sahutnya... dengan memakai tangannya yang lain Kim Cwan merangkul pinggang Jian-jian kuat-kuat. Tiraikasih Website http://kangzusi.. Sesudah meneguk beberapa cawan arak dan terbatuk ringan... bisiknya. tak baik bagi seorang perempuan macam dia untuk memperhatikan gerak-gerik pria lain secara berani dan terang-terangan. sejak pandangan mata pertama dulu aku sudah jatuh cinta kepadamu." Di tengah malam yang dingin. "Sebenarnya aku memang tak ingin memikirkan dia lagi..? Aku sudah amat menyukaimu. ternyata gerak tangannya diikuti dengan gerakan rubuhnya.com/ 102 Waktu itu ia tidak mendengar terlalu jelas. tapi setiap kali aku melihatmu secara otomatis akan teringat pula dengannya.

"Kau bilang tidak sepatutnya aku berbuat demikian? Tahukah kau. jauh lebih menyebalkan daripada yang dibayangkan semula. kembali katanya. Perempuan memang Tiraikasih Website http://kangzusi.semacam ini. selalu memancingku.. Timbul suatu perasaan yang aneh dalam hati Jian-jian waklu itu. bila seorang wanita sudah menjawab ucapanmu dengan tertawa dingin. Demi masa depan jabang bayi yang dikandungnya. jika kau seorang lelaki cerdas. dengan mata yang melotot besar penuh garis-garis merah darah dia awasi gadis itu tanpa berkedip..com/ 105 Ternyata hati yang tersembunyi di balik rongga tubuhnya yang bersih dan rapi itu bukan saja jauh lebih memuakkan. ia merasa mendapat kesempatan emas untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi. dia merasa seperti lagi memandang seorang asing yang belum pernah dijumpai sebelumnya. hatinya juga lebih kejam dan sadis dari perkiraannya semula. menjebakku!" Jian-jian tertawa. tertawa dingin. lebih baik cepatlah angkat kaki dan tinggalkan dia jauh-jauh! Sayang Kim Cwan sudah tidak merasakan hal itu.com/ 104 seringkali bisa muncul perasaan aneh macam ini. serunya. dia angkat kepalanya tinggi-tinggi. seolah-olah dia tak mendengar ter tawa dingin gadis itu. Tanpa memiliki kelebihan semacam ini memang sulit bagi kaum wanita untuk hidup tenang di dunia milik lelaki macam ini. Tiraikasih Website http://kangzusi. Apa yang menyebabkan semua kedok kemunafikan dan . sesuatu yang lebih berharga ketimbang yang sudah ada di depan mata sekarang. tidak merayuku. kenapa aku bisa berbuat begini kepadamu?" "Kenapa?" "Karena kau! Kaulah yang suruh aku berbuat demikian. sedikit menuruti kemauannya. tertawa kalap. seharusnya dia mau menerima semua penderitaan termasuk mengorbankan tubuhnya uni u k pemuda tersebut Bukankah banyak perempuan di dunia ini yang rela badannya diacak-acak lelaki hidung belang hanya disebabkan demi kehidupan diri? Tapi sekarang tampaknya situasi telah berubah secara tiba-tiba. Kim Cwan sangat geram. Ia memang baru pertama kali ini melihat jelas manusia macam apakah dia itu. "Bila kau tidak menjebakku. Tiba-tiba Kim Cwan tertawa keras. semacam naluri hewan buas atas buruannya. sambil menuding gadis itu teriaknya. demi penghidupan. "Kau anggap aku tak tahu apa-apa? Kau kira aku gob lok? Seorang lelaki dungu yang tak punya otak? Kau anggap aku benar-benar sudah terpikat oleh rayuan dan kemolekan tubuhmu?" Jian-jian hanya memandangnya. sejak awal hingga kini kau selalu merayuku. kenapa kau buatkan pakaian untukku? Kenapa secara diam-diam kau robek bajuku dan kemudian pura-pura menambalkan?" Jian-jian tertegun. Jian-jian sudah tidak menunduk. Sejak kapan perasaan aneh semacam ini muncul dalam hatinya? Ia sendiri juga tak jelas. seharusnya ia menahan diri. merelakan dirinya sedikit tersiksa.

kepura-puraannya terbongkar? Arakkah? Atau ia sudah sampai pada taraf di mana mustahil untuk mendapatkannya lagi dengan segala akal muslihat? Bagaimana pun juga.. meraba sekujur tubuh gadis itu. "Lepaskan aku. mengawasi Kim Cwan dengan sinis. tapi ia tetap harus pergi dari situ.kecuali itu tak nampak perhiasan lain di tubuhnya. ia tak sanggup melepaskan diri. Dalam kondisi dan situasi semacam ini. Aku harus menikmati tubuhmu. setelah kemunculannya kembali di situ." Pada saat itulah tiba-tiba pintu kamar dibuka orang. sudah membeku. hambar sekali tawanya. sampai lama kemudian ia baru mengangguk dengan terpaksa. entah karena apa ternyata kunci itu seperti lapuk. begitu keluar dari situ berarti sulit baginya untuk hidup terus. Orang itu berperawakan jangkung. dengan napas terengah-engah dan menyeringai seram katanya. menyesal dan mencemooh. Jian-jian tertawa. sudah tak mungkin untuk berbicara lagi.. Kini tangannya sudah mulai kurang-ajar. mulai tak pakai aturan lagi. menyinari tubuh seseorang. "Kau memang seharusnya menjadi milikku. sudah tiba saat baginya untuk pergi dari situ. Ia memang tak butuh perhiasan apa pun untuk menghiasi tubuhnya. .. bajunya putih bersih bagai salju. Dengan tenang Jian-jian berdiri di situ.. jangan salahkan kalau aku akan berbuat kasar. tapi saat ini. menyambar pinggangnya dan memeluk erat-erat.com/ 106 Padahal pintu itu sudah terkunci dari dalam. kini hubungan mereka sudah buntu. Dia mulai menggerayang. ternyata perhitungannya tidak meleset. sekujur tubuhnya seolah-olah berubah jadi kaku secara tiba-tiba. katanya hambar. cukup bikin bergetar perasaan anak gadis manapun. ia tak mungkin melepaskan dirinya begitu saja. Walau ia tahu dengan pasti. biarkan aku pergi. penuh godaan. belum termasuk kelewat terlambat gadis itu mengetahui kedok kemunafikan serta kebohongannya. suara tertawanya lebih banyak mengandung nada kesal. sebuah ikat pinggang pulih kemala yang lebar melilit di alas pinggangnya.. Tuan "Siau Ho-ya. Akhirnya tak tahan ia mulai berteriak keras." Jian-jian meronta keras. sama sekali tak berguna." tiga huruf kata yang penuh rangsangan. Cahaya lentera menyorot keluar dari balik pintu... dan ternyata muncul tepat waktu. "Kau masih ingin pergi?" tiba tiba Kim Cwan menghardik sambil melotot. Dia pun sadar. Ia melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan ruangan. "Sudah kau dengar perkataannya?" Berubah hebat paras muka Kim Cwan setelah menyaksikan kehadiran orang itu. ia betul-betul balik ke situ mencarinya.. sinar matanya memancarkan tigapuluh persen perasaan menghina dan tujuhpuluh persen rasa muak dan sebal. tiba-tiba Kim Cwan melompat ke depan. Sambil bergendong tangan ia berdiri tenang di luar pintu. tapi pelukan itu terlalu kuat. Karena perasaan hatinya terhadap pemuda itu sudah mati. Tiraikasih Website http://kangzusi. Jantung Jian-jian ikut berdebar keras.

seolah-olah sudah dapat menyentuh dan merasakannya. hart a kekayaan yang menumpuk setinggi bukit. Kim Cwan telah melepaskan genggamannya. dia suruh aku pergi dari sini. ia mengawasi Kim Cwan dengan pandangan sinis. bahkan memandang sekejap pun tidak. Akhirnya dengan terpaksa ia mengangguk. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 107 manikam. kenapa kau tidak segera menggelinding pergi?" kembali Siau Ho-ya berkata. ia berpaling dan mulai mengamati wajah Jian-jian. ..Apalagi ia masih terhitung seorang lelaki tampan yang gagah dan menarik hati. Begitu keras ia gemetar persis seperti seekor anjing yang baru ditarik keluar dari kubangan salju. Tapi.. Kim Cwan mengepal tinjunya kuat-kuat. Siau Lui! Dia telah mendapatkan semua yang ada di dunia ini... asal Siau Lui menggapai ke arahnya maka dia rela meninggalkan semuanya itu." "Sudah kau dengar perkataannya?" tegur Siau Ho-ya dingin. akhirnya dapat ia sadari betapa sakit dan menderitanya perasaan tersebut." Ketika selesai mengucapkan perkataan tersebut. Tapi entah kenapa. semakin dalam pula perasaan cinta terhadapnya. bersembunyi di belakang Siau Ho-ya. benci dan dendam terpancar keluar dari sorot matanya. "Dia. suruh dia cepat-cepat pergi. kesempatan emas telah tiba. lalu sambil merangkul kencang lengannya ia berbisik dengan suara gemetar: "Suruh dia pergi. Kehidupan yang serba mewah. sandang-pangan yang berlimpah. dia seolah-olah sudah melihatnya di depan mata. cepat-cepat Jian-jian lari ke depan. Siau Ho-ya sama sekali tak ambil perduli kepadanya. Semakin dendam perasaan seseorang. yang muncul dalam perasaan hatinya hanya bayangan seseorang.. kalau bisa dia ingin sekali menjotos wajah pemuda yang sombong dan menghina itu hingga babak belur.. rela hidup berkelana bersamanya hingga ke ujung dunia. Seorang lelaki yang keras kepala. benci dan penderitaan yang luar biasa. apa yang didoakan. Bagaimana cara ia menerima semua siksaan ini bila cinta dan dendam telah menggurat dalam dalam di hatinya? "Aku tak boleh memikirkannya lagi. belum pernah sedekat ini pada masa yang silam. gemerlapan cahaya intan berlian mutuTiraikasih Website http://kangzusi. saat ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan dia!" Yaaa. Jian-jian pejamkan matanya. "Apa yang dia katakan?" kembali Siau Ho-ya bertanya. terasing. sombong. tak mau tunduk dan menyerah kepada siapa pun... tetapi ia tak berani membantah. sekujur badannya telah gemetar keras karena menahan perasaan marah. perasaan marah. serba terhormat.com/ 108 Sekarang ia dapat mencicipi bagaimana rasanya dikhianati orang. Kim Cwan menggertak gigi kencang-kencang.. yang diharapkan kini sudah muncul di depan mata. tiap kali ia pejamkan matanya... dia harus pandai pandai memegang dan memanfaatkannya. "Kalau toh sudah tahu harus segera pergi dari sini..

. Di pinggir jalan masih kelihatan sebuah kedai penjual teh. Tapi secara tiba-tiba segala sesuatunya telah berubah.. ditinggalkan semua yang ada di dunia fana ini.. mendatangkan rasa dingin yang membeku dan menusuk tulang.. kini memandangnya dengan pandangan menghina. entah buat siapa ia mencucurkan terus air matanya itu? Asal Siau Lui mau memandangnya sekejap saja seperti pandangan pemuda ini. bagi mereka. "Baiklah. Angin berhembus menggoyangkan dedaunan pohon yang tumbuh di tepi jalan. Berjalan melalui sisi tubuh mereka berdua. Mendadak dia peluk kencang lengan anak muda itu dan mulai menangis tersedu-sedu.. melotot ke arah mereka dengan sorot mata penuh kebencian.. tapi tak setitik perasaan menyesal pun yang muncul dalam hatinya.. Bintang bertaburan di angkasa. Hanya angin malam yang berhembus dari kejauahan. Ternyata begini pedih. Dengan kepala tertunduk Kim-cwanberjalan keluar dari situ dengan langkah lambat. mendekam semua jalanan. Yang tinggal hanya kebencian. apa pun yang berada dalam kamar itu masih menjadi miliknya seorang. Anjing itu seperti mau menggonggong. semakin sakit rasanya. dinginnya malam semakin menusuk tulang. Tak ada yang menggubrisnya. Kegelapan menyelimuti seluruh kota. meniup di atas wajahnya. seolah-olah dalam ruangan itu tak ada orang ketiga selain mereka berdua. seolah-olah tak nampak setitik cahaya lentera pun di sana. juga tak seorang pun yang memandangnya lagi.. Orang yang seharusnya Tiraikasih Website http://kangzusi." Sedetik sebelum semua peristiwa ini terjadi. sudah mengerti. Tapi pada akhirnya ia dapat mengendalikan diri. begini menderita dan begini sakit bila dikhianati orang. lalu dengan kepala tertunduk katanya. aku pergi dari sini. seekor anjing liar berjalan keluar dari balik bayangan pohon sambil mengempit ekornya. dia ambil keluar sebuah saputangan dan mulai mengusap bekas air mata di pipinya. hanya rasa benci dan dendam.. asal.. Dia pun ikut balas dendam. sorot matanya yang dingin tiba-tiba berubah jadi begitu halus dan hangat Jian-jianmasih terus melelehkan air matanya.com/ 109 bakal menjadi bini kesayangannya. segals sesuatu yang berada dalam ruangan itu kini sudah tak ada sangkut-paut dengan dirinya. Dia seakan-akan sudah ditinggalkan oleh dunia ini. ditinggalkan orang yang dikasihi. ia duduk di bangku panjang dekat tiang tenda. Seekor anjing yang sangat asing baginya. tapi setelah memandang pemuda . Sekilas memandang. Kim Cwan menggertak kencang bibirnya. seluruh badannya seperti mau meledak. walau hanya sekejap saja. Kim Cwan berjalan menghampiri. dalam poci masih tersisa sedikit air teh. Perasaan hatinya makin tertusuk. seakan-akan sedang mengawasi seekor anjing. Siau Ho-ya tidak berkata apa-apa. sayang airnya sudah dingin. Sekarang ia sudah paham. pelan-pelan mengendorkan kepalan tinjunya.Mengawasi butiran air mata yang masih membasahi wajah Jian-jian.

perasaan hangat dan puas segera akan muncul menyelimuti perasaan hatinya. Asal tangannya masih bisa menyentuh benda-benda tersebut. II Tiraikasih Website http://kangzusi. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mungkin saja ia termasuk anak muda pintar.itu berapa saat. hingga akhirnya tertembus tiga batang anak panah." Berpikir sampai kesitu. sebab semuanya itu merupakan pengharapan terbesar yang dimilikinya saat ini. paling tidak aku toh masih memiliki.. Entah berapa tahun berselang ia pernah mendengar suara yang sama seperti itu.. dari ujung jari tersalur hingga ke lubuk hatinya yang terdalam.. hanya orang yang paling pintar dan paling jujur yang akan mencoba introspeksi diri setelah mengalami pukulan dan penderitaan hebat semacam ini. Ia menyaksikan ada tiga ekor serigala liar sedang dikejar sekelompok pemburu.com/ 110 Mengapa dunia begitu kejam terhadapnya? Siapa yang menciptakan akibat seperti ini? Apakah dirinya sendiri? Tentu saja dia tak akan berpikir begitu. bahkan dirinya pun ikut terperanjat. satu satunya pengharapan yang dimilikinya. Dalam saku kulit itu tersimpan butiran-butiran mutiara yang memancarkan sinar tajam serta setumpuk kertas uang yang masih baru. Tangannya yang tengah merogoh ke dalam saku itu terasa begitu enggan untuk ditarik keluar kembali. Ia betul-betul sudah terjerumus dalam perasaan tersebut. Mimpipun ia tak mengira dirinya bisa menangis hingga bersuara. Perasaan semacam ini bahkan jauh lebih nikmat ketimbang perasaan di kala jari-jemarinya meremas buah dada seorang gadis cantik. tanpa memperduli keselamatan jiwanya ia terobos keluar dari gua ingin menarik putranya yang terluka itu ke tempat yang aman..com/ 111 Siau Lui masih berbaring di atas lantai. dia tak tahu sudah berapa lama menangis di situ. Rupanya serigala betina itu adalah ibunya. tapi sayangtidak jujur. Tapi seekor serigala muda yang telah kehabisan tenaga agak terlambat menyelamatkan diri. benar-benar merasa mabuk. dia mulai berkhayal. Ketika ia mulai mendengar suara isak tangis sendiri tadi. terhindar dari kejaran maut. Tanpa sadar tangannya merogoh ke dalam kantung kulit yang tergantung di pinggangnya. "Terserah bagaimana sikap orang lain terhadapku. terlebih tak menyangka kalau suara tangisannya bisa begitu menakutkan.. ... Serigala jantan dan serigala betina berhasil bersembunyi di dalam gua. terkejar hingga ke tempat yang buntu dan terpojok di mana hujan panah sedang terarah ke tubuh binatang tersebut dengan derasnya. tak tertahan sekulum senyuman penuh rasa bangga dan puas tersungging di ujung bibirnya. seolah-olah ada sepasang payu dara yang montok dan bulat sedang muncul di hadapannya dan mulai diremas. kembali ia ngeloyor pergi..

sepasang matanya yang abu-abu memancarkan sinar keputusasaan. memang termasuk sejenis olah raga yang membutuhkan banyak tenaga. Ketika melihat bininya meronta kesakitan di tanah. Walau tubuhnya sudah roboh bermandikan darah.com/ 112 itu.Tapi pada saat yang bersamaan pemburu itu telah melompat ke hadapannya dan sekali tebas goloknya membabat persis di punggungnya.. membayangkan semuanya ini hampir-hampir saja dia tumpah. dia tak lebih hanya ingin memaksa diri agar bisa menerima nasib yang lebih tragis daripada nasib seekor binatang. angkuh dan hambar. tapi dia tak perduli. Sayang sekali tenaganya lenyap mengikuti kucuran darah yang mengalir deras. Sorot matanya yang indah sama sekali tidak memancarkan rasa iba atau kasihan. Wajahnya yang tergesek batu dan pasir ketika dirinya rebah di tanah tadi juga mulai berdarah. serigala jantan itu nampak sangat masgul. Kini Siau Lui merasa. ia sudah tak sanggup melarikan diri lagi. Jika seseorang benar-benar sedang menangis sedih. tapi dia tak ambil perduli.. tubuhnya mulai gemetar keras. dia hanya mengawasinya dengan pandangan dingin.com/ 113 Cepat dia mendongak. Benarkah ia tak perduli dengan semua persoalan disekelilingnya? Lalu. bukan harumnya pepohonan. gadis itu muncul dengan sikapnya semula. tampaklah seorang gadis berbaju putih bersih telah berdiri tegak persis di depan nisan kuburan. Siau Lui dapat merasakan bekas luka bacok di dadanya yang semula sudah menutup. bahkan seluruh tenaga yang dimiliki pun ikut digunakan. namun serigala betina itu masih coba meronta sambil tidak melepaskan gigitan di tubuh putranya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Ketika memandang bangkai bininya tiba tiba saja serigala itu melolong panjang. Air mata telah mengering. tiba-tiba ia menerobos keluar dari dalam gua dan sekali tubruk menggigit persis di leher serigala betina Tiraikasih Website http://kangzusi. dingin. Tiba-tiba terendus bau harum yang terbawa angin. walaupun tinggal dua depa dari mulut gua. Mengapa dia menangis? Dia bukan binatang juga bukan sebatang balok kayu. juga bukan bau harum bunga dari bukit di kejauhan sana. hari terang pun sudah menjelang.. memaksa diri agar orang lain menganggapnya sebagai sebuah balok kayu walau semuanya ini tidakmudah. Begitu menyeramkan suara lolongan itu membuat kawanan pemburu itu pun ikut terkesiap. dia berniat membantu bininya melepaskan diri dari penderitaan. ia tak tahu sudah berapa lama tidak makan maupun minum. Menangis. Penderitaan serigala jantan itu semakin hebat. suara tangisan yang muncul dari dirinya tadi persis sama seperti suara lolongan sedih serigala itu. . Kegelapan malam telah lewat.. kini mulai robek dan berdarah lagi. bukan saja dia akan menangis dengan segenap perasaannya. Tapi sayang para pemburu telah mengepung tempat tersebut. tapi darah justru mulai mengalir kembali. suaranya sangat mengerikan. tapi dia tak perduli.

juga telah cukup menghina dan mencemooh aku. anjing betina pun bisa menangis.Ketika melihat ia angkat wajahnya." Siau Lui hanya mengawasinya tanpa berkata. Sekujur badannya terasa amat lemas bagai seorang bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. kembali gadis itu berkata ketus. Kembali gadis berbaju putih itu berkata. Pelan-pelan Siau Lui mengangguk. ketika orang . "Sudah cukup tangismu?" Siau Lui tertegun. biarkan kau mencemooh menghinaku. tubuhnya kaku bagaikan sebuah balok kayu. Setelah tertawa dingin. "Kau telah patahkan sebelah lenganku. gadis itu baru menegur dengan suara dingin. rela kau cekik hingga mampus?" Siau Lui tak sanggup menjawab." sahutnya." terdengar gadis itu berkata lagi hambar. "Yaaa. tapi.. Tiraikasih Website http://kangzusi. ia belum jelas apa yang dimaksud perempuan itu. "Kau sudah tak bernilai untuk dibunuh orang lain. tak ada orang yang bisa menjawab.. hewan bisa menangis. malah katanya sambil tertawa. tapi dia berdiri juga. Sejujurnya dia memang mempunyai banyak kesempatan untuk menghabisi nyawanya." Tiba-tiba Siau Lui melotot besar. karena kau telah menghancurkan dirimu sendiri. "Anjing betina?" "Aku hewan dan kau anjing betina!" Pucat pias wajah si gadis berbaju putih itu. paling tidak dia tak akan lari dengan orang lain. "Bila semua perempuan yang kau kenal adalah anjing betina.. menghindar pun tidak. napasnya kian lama kian bertambah susah. "Tak nyana hewan pun bisa menangis" kembali gadis berbaju putih itu mengejek sambil tertawa dingin. dengan suara yang agak dipaksa sepatah demi sepatah katanya. "Paling tidak anjing betina masih tahu setia dengan tuannya. "Karena kau sudah tak berharga lagi untuk kubunuh. mengapa ia rela dihina olehnya? Mengapa ia berbuat begitu? "Aku berbuat demikian karena aku kasihan kepadamu." Tiba tiba Siau Lui mengencangkan cekikkannya.. gadis berbaju putih itu segera tercekik hingga otot-otot wajahnya pada menonjol keluar. ia tak mampu menjawab apa pun.. dengan wajah yang berubah jadi seram selangkah demi selangkah ia maju ke depan lalu mencekik leher perempuan itu keras-keras. Walau begitu senyuman yang tersungging di ujung bibirnya masih begitu mengejek dan menghina. Kembali gadis berbaju putih itu berkata. Gadis berbaju putih itu tidak bergerak. "Tahukah kau mengapa kubiarkan kau patahkan lenganku..com/ 114 Dengan senyuman dingin masih tersungging di ujung bibirnya. sekarang berdirilah!" kembali gadis berbaju putih itu berkata. mungkin kau tak perlu menangis sesedih ini. namun ia tidak marah. memang tak keliru jika sekarang kau cekik aku sampai mati!" Kuku jari Siau Lui yang kotor karena lumpur dan pasir itu sudah mulai menembus kulit tengkuk si gadis yang putih mulus. tapi keringat dingin justru bercucuran membasahi jidat sendiri. "Bila kau sudah cukup menangis. Siau Lui bangkit berdiri.

terhadap angin gunung yang berhembus dingin ia berteria k keras. Ketika mengawasi tangan sendiri tadi ia merasa seperti lagi mengawasi tangan milik seorang asing. . Sewaktu menurunkan kembali tangannya. Siau Lui memandang tangan sendiri. tapi tangan itu tidak digunakan untuk menampar wajah gadis itu.." tenggorokan Siau Lui ikut berbunyi keras.com/ 116 "Apakah kau benar-benar telah melupakan semua budi dan dendam di antara kita berdua?" Dalam hati dia menjerit. Tiba-tiba dia pergi meninggalkan tempat itu. juga telah melihat dia. ia meraba pelan bekas jari tangan yang membekas di tengkuk sendiri. Lewat lama kemudian ia baru berkata lagi sambil tertawa." "Apakah dalam hatimu. III Bendera Piaukiok berkibar terhembus angin.. seekor anjing betina yang sudah amat kelaparan!" Siau Lui angkat tangannya.. aku punya nama.. "Aku juga manusia. "Sekalipun kau enggan menyentuhku..com/ 115 "Sekarang yang kulihat hanya sepasang tanganmu yang sedang mencekikku!" sahut gadis berbaju putih itu sambil menggertak gigi dan napas tersengal-sengal.... dia masih terhitung seekor anjing betina.... bendera yang .. mengeluh dan berteriak sementara air mata bercucuran makin deras. kau justru mengkaing-kaing bagai anjing budukan di tempat ini!" "Krekkk.. paling tidak kau harus tanya namaku.. aku hanya seorang yang sama sekali tak ada nilainya?" Tiraikasih Website http://kangzusi. apakah dalam hatinya akan timbul juga perasaan yang sama? Apakah dia pun tak akan percaya kalau orang itu adalah diri sendiri? Gadis berbaju putih itu duduk bersandar di atas kuburan dengan napas tersengal. mengawasi lumpur dan pasir yang masih melekat di kuku jari tangannya. Tindakan semacam ini terasa jauh lebih kejam ketimbang sebuah bacokan yang bersarang di wajah gadis itu.. Terhadap awan yang melayang di udara.. tapi..lain sedang tertawa cekikikan di atas ranjang. Seandainya ia dapat melihat diri sendiri. akhirnya dia kendorkan cekikan itu. hampir saja ia tak percaya kalau tangan itu milik sendiri.. kau telah melihat mereka?" Tiraikasih Website http://kangzusi. tak sudi bicara denganku." "Kau.. yaaa. siapa yang kau maksud?" "Seharusnya kau tahu siapa yang dimaksud. kreekk. ia seperti sedang membuang ingus dari hidungnya." "Mau anggap aku kekasihmu atau bahkan menganggapku sebagai musuh besar pun tak soal. Melihat Siau Lui pergi menjauh. Tiba-tiba dia angkat wajahnya. seolah-olah dia pun sedang dicekik sepasang tangan yang tak terlihat dengan mata telanjang. "Aku telah melihat mereka. paling tidak kau harus tanya siapa namaku. "Orang lain. tiba-tiba air mata jatuh berlinang membasahi wajahnya. Namaku Ting Jan-coat. kemudian balik badan dan ngeloyor pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

" Liong Su gelengkan kepalanya berulang-kali. Termangu-mangu Siau Lui mengawasi cawan di hadapannya. orang-orang keluarga Lui yang telah mati tak perlu kau orang she Liong yang menguburkan. Tak seorang pun dan persoalan apa pun dapat merubah hal ini. lewat lama kemudiania baru berkata sepatah demi sepatah. entah apa yang sedang dipikirkan. Dalam tenda berjajar enam-tujuh buah meja dan kini sudah penuh ditempati kawanan pengawal barang itu. kembali dia menyambung. sahutnya dingin dari luar tenda kedai. Namun di dalam kelopak matanya justru terpancar sinar teguh. cepat dia melompat bangun dan menggapai seraya berteriak keras.. Kuda serta penunggangnya telah lama beristirahat di dalam tenda di bawah pohon.. "Aku tak pernah mau hutang budi kepada siapa pun." tukas Liong Su cepat. Ouyang Ci sudah . "Hanya saja. bersandar pada tiang bambu sambil mengawasi awan yangbergerak di angkasa. Liong Su segera berseri begitu melihat kehadirannya. Di kala sayur dan arak baru saja dihidangkan itulah mereka melihat kehadiran Siau Lui." jawab Liong Su masih tertawa." "Mencari aku?" Liong Su tertegun. katanya sambil tertawa getir. "Aku bukan saudaramu!" "Aku tahu.com/ 117 kelihatan sangat letih. tersedia juga air kata-kata dan aneka hidangan. Liong Su duduk di bagian paling luar. Namun keangkuhan dan keras kepalanya sama sekali tidak berubah. Bekas darah yang telah membeku di wajah Siau Lui ditambah pasir dan lumpur yang membekas di sekujur tubuh pemuda itu membuat ia kelihatan seperti seorang gelandangan. "Saudara.. ulet dan tak mau tunduk yang sangat kuat. tapi mau kah masuk untuk minum satu-dua cawan arak?" "Boleh!" Dengan langkah lebar ia masuk ke dalam tenda kedai. " kita bukan teman juga bukan saudara.Saudara Lui. Tidak. "Aku memang datang untuk mencarimu. Sekarang mereka sedang beristirahat melepaskan lelah sambil minum-minum karena dalam tenda ini selain tersedia air teh. saat itu dia sedang merecoki pelayan kedai untuk segera menghidangkan sayur dan arak. sejak awal sudah kuduga si tua bangka itu pasti banyak mulut. tampaknya makin lama semakin sedikit orang di dunia ini yang betul-betul bisa menyimpan rahasia!" Belum selesai ucapan itu diutarakan. Ouyang Ci masih tetap berangasan dan tak sabaran seperti semula.berkibar tertancap di atas batang sebuah pohon setinggi lima kaki.. tertawa kegirangan. aku berhutang!" Setelah angkat wajahnya mengawasi Liong Su lekat-lekat. Ia memang Tiraikasih Website http://kangzusi. sama sekali di luar dugaannya.. duduk lalu katanya lagi tiba-tiba.. sangat kusam dan sangat hancur penampilannya. Liong Su ada disini!" Tak perlu dipanggil pun Siau Lui sudah datang menghampir. "Hai." "Kau tak berhutang kepadaku. tapi ia segera tertawa.

Tak nyana ada juga saatnya kau takluk kepada orang lain!" seru Liong Su sambil tergelak. aku Ouyang Ci patut menghormati kau dengan tiga mangkuk arak!" "Hahaha. maka aku datang mencarimu" Dengan suara yang keras dan tegas bagaikan paku baja. "Apapun yang kau inginkan pasli akan kulakukan. lama sekali. seandainya ada anggota keluargamu yang mati walau berapa banyak pun. "Takluk yaaa takluk. arak juga tak pernah berhenti. Tiraikasih Website http://kangzusi.. semangkuk demi semangkuk sekaligus dia habiskan tigabelas mangkuk besar arak. "Aku telah berhutang budi kepadamu. "Mau anggap kau berhutang budi kepadaku juga boleh. aku pasti akan sangat berterima kasih" "Lain kali. aku juga patut menghormati kau dengan tiga mangkuk arak!" Kembali enam mangkuk arak mengalir masuk ke dalam perut.com/ 118 "Bagaimana pun juga masalah ini toh bukan suatu masalah yang memalukan.aku Liong Su sudah merasa puas sekali!" Siau Lui mengawasi wajah orang itu dengan termangu. Merah padam seluruh wajah Ouyang Ci. sampai lama. Kembali Siau Lui berkata: "Sayang sekali aku bukan kau. paras mukanya sama sekali tidak berubah. seandainya aku miliki berapa ratus tahil perak tentu akan kubayarkan kepadamu. Ouyang Ci mengawasi pemuda itu dengan pandangan tertegun bercampur kagum. kau mau apa? Masa keluargaku benar-benar harus mati berapa puluh orang agar bisa kau kuburkan mereka dan membayar impas hutang ini?" Siau Lui tidak menggubris. sepatah demi sepatah kembali lanjutnya. bahkan melirik sekejap ke arahnya pun tidak. tangannya tak pernah berhenti. ia baru menggebrak meja seraya berseru. Ia sudah bukan lagi minum arak tapi menenggak arak. Siau Lui penuhi terus cawan besarnya dengan arak. Yang penting asal kau mau menemani aku minum berapa teguk arak. . dari takaran arak yang kau miliki. Tapi aku tak punya.. "Ambilkan arak!" Arak itu pedas rasanya. "Hei orang gagah. paras muka Siau Lui masih tetap pucat pias bagai mayat. "Bagus! Memandang ucapanmu itu. mau duduk salah mau berdiri pun tak benar. katakan saja tenis terang!" Liong Su tertawa terbahakk-bahak.. Biarpun enam-tujuh kati arak yang pedas dan panas telah masuk perut. Tiraikasih Website http://kangzusi. aku pasti akan menguburkan untukmu" sahut Siau Lui ketus." "Kau.com/ 119 Dari tigabelas cawan arak itu paling tidak sudah ada enam-tujuh kati arak yang m engalir masuk ke perutnya. tidak takluk yaaa tidak takluk!" seru Ouyang Ci mendelik. kembali ia menatap Liong Su sambil ujarnya. namun sinar matanya tetap teguh dan keras. selamanya aku tak punya kebiasaan semacam ini. tidak berhutang juga tak apa-apa.mencak-mencak kegusaran sambil berteriak keras. Kalau seandainya ada orang yang mem-bantu menguburkan keluargaku . ia jadi salah tingkah.. tiba-tiba ia menggebrak meja sambil berteriak keras.

. Tiraikasih Website http://kangzusi. setelah me-mandangnya sekejap.com/ 120 "Apa isi buntalanmu itu?" "Apa kau bilang?" kakek itu tertawa dingin. "Tak heran banyak orang bilang pengawal barang tak bedanya dengan perampok. periksa saja apa isi buntalan itu?" Isi buntalan itu hanya sebuah gulungan lukisan. ia sedang mendongak melihat langit sambil mengulumkan senyuman di bibir. tiba-t iba paras mukanya berubah hebat.com/ 121 Kakek dalam lukisan itu kelihatan sangat santai. paras muka mereka rata-rata menunjukkan perasaan kagum yang tak terhingga. sebuah cakar naga tampak muncul dari kegelapan diikuti sebuah ekor naga yang tinggal sebelah. Nih. kuhadiahkan kepadamu!" Sambil berteriak. Pengawal itu seperti hendak mengejar. dia adalah seorang kakek pendek kurus-kering berambut putih. tampaknya di situ ia sembunyikan senjatanya. Ia menjinjing sebuah buntalan panjang berwarna kuning. Tiraikasih Website http://kangzusi. agaknya ekor itu sudah terbabat kutung hingga mengucurkan darah. Pengawal itu segera membuka gulungan tersebut. ia segera lari sipat kuping. jika menginginkan barang ini. mau apa kau kemari?" "Memangnya aku tak boleh kemari?" kata kakek itu sambil menarik muka. Ia merangsek maju ke depan lalu berusaha menyambar buntalan yang berada di tubuh kakek itu. seorang diri ia sedang berjalan di jalanan perbukitan. Memang begitulah macam orang gagah yang berkeliaran di sungai telaga. "Paling tidak seharusnya senjata yang pernah dipakai untuk bunuh orang!" "Ooh. tapi sebelum melihat jelas isinya tiba tiba ia bersin berulang-kali. tangannya menenteng sebuah payung kertas. Gulungan lukisan itu berisi lukisan seorang kakek berambut putih yang memakai baju warna hijau. "Sahabat. Liong Su terima gulungan lukisan tersebut. Baru saja tangannya bergerak ke depan.. tapi Liong Su sudah menghardik sambil berkerut dahi.Semangkuk demi semangkuk arak yang pedas dan panas bagaikan bara api dengan begitu saja mengalir masuk ke dalam perutnya. Salah seorang anggota piaukiok segera menghampirinya seraya menegur. kalau begitu gampang sekali. kawanan pegawai pengawal barang sudah mulai datang merubung.. rupanya sahabat sengaja ingin cari gara-gara. Mendung gelap terlihat menyelimuti udara. mungkin ada debu yang telah masuk ke lubang hidungnya. ia merangsek masuk ke dalam kedai tersebut. titik darah jatuh di atas payung kertas yang berada di tangan si kakek. Dari balik hujan rintik kelihatan juga bintik darah sehingga air hujan berubah menjadi kemerah-merahan. di atas gulungan lukisan itu dipenuhi banyak debu." kata anggota piaukiok itu sambil tertawa dingin. Mendadak ada seseorang menerobos masuk dari balik kerumunan orang. hujan rintik-rintik muncul di balik aw an. "Biarkan dia pergi. tiba-tiba kakek itu sudah menyodorkan buntalan tersebut ke arahnya seraya berteriak.

. setelah itu sambil bertepuk tangan dan bangkit berdiri serunya: Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian setelah menepuk bahu Ouyang Ci... ternyata persis seperti wajah si kakek kurus pendek yang muncul membawa buntalan tadi. lanjutnya. sebentar juga akan baikan. "Kita bukan sahabat!" tukas Liong Su sambil menarik muka. kau betul betul seorang sahabat sejati" serunya. pengawal tadi sudah menjerit tertahan sambil roboh ke tanah. Sayang cayhe sudah tak bisa menemani lagi!" Walaupun bicara sambil tertawa namun panggilannya telah berubah. dia seolah-olah tidak perduli dengan urusan orang lain." Belum selesai ia bergumam. Liong Su. akhirnya datang juga. Hijau membesi paras muka Liong Su. lama kemudian tiba-tiba ia mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak. termangu mangu dia awasi lukisan si kakek dalam gulungan lukisan tersebut. "Dia pasti kena angin duduk dalam perjalanan tadi.. lalu. Sorot mata Ouyang Ci juga ikut berubah memerah.. kita bukan berasal dar i aliran yang sama.. Siau Lui tidak menjawab. kita boleh berangkat!" "Silahkan Lui kongcu!" "Apa maksudmu silahkan?" Liong Su tertawa paksa." dari tenggorokan pengawal itu hanya mengeluarkan suara aneh. pokoknya aku sejalan dengan kau. Siau Lui masih meneguk arak semangkuk demi semangkuk." Siau Lui menatapnya tajam-tajam.. "Bagus. "Bagus. sampai lama kemudian ia baru menghela napas panjang. dia angkat gentong arak lalu meneguknya hingga habis isinya.. tak sepatah kata pun sanggup diucapkan keluar.. "Antara Lui kongcu dengan cayhe tak ada hubungan apa-apa. "Kita sahabat!" "Bukan!" "Perduli amat kita bersahabat atau bukan. sikapnya juga berubah lebih dingin dan hambar. "brakkk!" dia banting gentong itu hingga hancur berkeping." sahut Siau Lui. sekarang sudah waktunya buat kita untuk berpisah. ternyata ia tak mampu lagi untuk menarik napas." seru Liong Su dengan wajah serius. tapi Liong Su serta berkedip memberi tanda agar tidak bicara.. takaran arakmu betul-betul hebat dan tiada tandingan. "Kenapa kau?" seru Ouyang Ci dengan wajah berubah. Liong Kong.. "Kenapa kau harus memaksa untuk jalan sealiran denganku?" "Karena sejak lahir watak keledaiku memang begini. Tiba tiba Liong Su tertawa tergelak. katanya.. dengan kepalan dikencangkan gumamnya seraya tertawa dingin." "Tidak!" "Ya!" Liong Su menatapnya tak berkedip. "Cepat gotong pergi untuk istirahat. "bukan begitu?" . "Kroook. katanya. tak ada perjamuan yang tak bubar.com/ 122 "Baik..Ketika wajahnya dilihat lebih teliti lagi. "Lui Kongcu.. lama... krooook. awal juga kehadirannya." Ouyang Ci seperti hendak mengucapkan sesuatu. hawa membunuh sudah menyelimuti wajahnya. sahabat sejati. paras mukanya menampilkan rasa takut dan ngeri yang luar biasa.

. seolah-olah terpaku di atas pelana kudanya. Yaa. Mereka tidak berkata lagi. Rambut Liong Su telah basah kuyup oleh guyuran air hujan. dia tak akan ngeloyor pergi menyelamatkan diri. apa yang perlu dikatakan lagi terhadap sebuah tali persahabatan yang begitu mulia dan murni? DARAH DAN AIR MATA I Jian-jian menundukkan kepalanya. tiba-tiba ia menggenggam tangan Siau Lui dan dipegang erat-erat.. sementara sepasang mata yang tajam mengawasi si kakek berbaju hijau yang sedang berjalan mendekat. cambuk kuda yang berada di tangannya telah diayunkan ke tubuh kakek itu. butiran hujan setes demi setetes mengalir ke bawah Tiraikasih Website http://kangzusi. . sekulum senyuman yang licik dan penuh misterius tersungging di ujung bibirnya. "Paling tidak masih ada sedikit kebaikan!" "Oya. sambaran cambuknya persis seperti seekor naga berbisa yang sedang terbang di angkasa. Orang tua itu seakan-akan sama sekali tidak melihat kalau ada satu rombongan besar kereta kuda menghadang jalan perginya. sampai mati pun tak bakal pergi!" Tiraikasih Website http://kangzusi." II Seorang kakek berambut putih yang memakai baju hijau sedang berjalan sendirian di jalanan sebuah perbukitan. kelopak matanya telah dipenuhi air mata hangat.."Bukan!" "Yaa!" "Tak ada manfaatnya jadi keledai. Benar juga. Di tengah bentakan nyaring. dia hanya menengadah ke atas memeriksa keadaan cuaca lalu bergumam. ia hanya menjawab dengan suara lirih.. cahaya petir yang menyambar turun dari balik awan terang sekali bagaikan seekor naga emas. katanya ada naga sedang terbang di angkasa. kenapa aku tidak melihatnya? Masa hanya seekor naga mampus yang ada di situ?" "Naga itu belum mampus!" bentak Ouyang Ci keras keras. Tubuhnya sama sekali tak bergerak. Tiba-tiba halilintar membelah awan mendung yang menyelimuti udara. "Aku dari marga Cia.com/ 123 Liong Su mengawasinya dengan mata berkaca-kaca.?" "Paling tidak seekor keledai tak akan mengkhianati sahabatnya.com/ 124 membasahi baju di balik jas hujannya. "Aneh." sela Liong Su. seakan-akan ia tak berani memandang Siau Ho-ya yang sedang duduk persis di hadapannya. Bila sahabatnya menghadapi ancaman mara bahaya. rombongan pengawal barang itu segera menghentikan perjalanannya. sekalipun kau cambuk dia dengan cambuk keledai. Di tengah hiruk-pikuk ramainya suara ringkikan kuda. jika dia bilang tak akan pergi.

Berubah paras muka Ouyang Ci. Tentu saja tak akan benar benar mengenai tubuh orang tersebut.Jarak antara mereka berdua masih selisih dua kaki lebih. ada yang duluan ada juga yang belakangan bahkan ada pula yang saling membentur di angkasa. Dalam waktu singkat ujung cambuk telah melilit tiga lingkaran di atas payung kertas itu. dari ujung kaki hingga ujung kepalanya ia sama sekali tak bergerak. tapi cambuk hitam itu panjangnya justru empat kaki. ada yang cepat. Tiba-tiba kakek itu merentangkan payungnya..com/ . asal terbentur dengan payung kertasnya. siku. Seraya menjejakkan kakinya pada pelana. ia segera melejit ke udara setinggi satu kaki. ada yang terbang beriring. puluhan titik Tiraikasih Website http://kangzusi... bahkan masih terhitung seorang jagoan dalam hal senjata rahasia. Bahkan ada sebagian dari senjata rahasia itu yang berbalik menyerang tubuh Ouyang Ci. tangan. begitu juga Liong Su.. Buru buru Ouyang Ci melejit kembali ke atas pelana kudanya sambil mengawasi payung kertas di tangan lawannya Tiraikasih Website http://kangzusi. Terciptalah selapis lingkaran cahaya yang amat menyilaukan mata.. Sebaliknya cara yang digunakan kakek berbaju hijau itu untuk merontokkan senjata rahasia hanya ada satu. Si kakek masih berjalan ke depan dengan langkah lambat. ada yang berputar bagai gangsingan. lalu setelah berjumpalitan beberapa kali tangannya segera diayun ke depan. namun cara yang tunggal itu justru paling manjur dan bermanfaat. criing. sambaran ujung cambuk tadi persis melilit di atas tengkuk kakek tersebut.com/ 125 cahaya bintang serentak memancar keluar dari balik punggung." di antara serangkaian suara denting yang nyaring." hardik Ouyang Ci nyaring. ketika ujung cambuk tiba di hadapan mukanya tiba-tiba ia tarik ke belakang payung kertasnya kemudian diputar ke bawah.. dalam sekejap mata puluhan titik cahaya bintang itu sudah terpental balik ke empat penjuru Ouyang Ci mempunyai banyak cara untuk melepaskan senjata rahasianya. ujung baju serta kakinya. Memang bukan satu pekerjaan yang gampang bagi siapa pun untuk melepaskan puluhan jenis senjata rahasia dalam saat yang bersamaan. Sambil memandang kutungan cambuk yang tersebar di tanah dengan matanya yang sipit.. ilmu silat yang dimiliki justru amat tinggi dan sempurna. "Aku rasa naga yang ini sudah waktunya untuk mampus!" "Coba lihat yang ini. namun payung kertas yang berada dalam genggamannya justru diputar bagaikan gangsingan. seluruh senjata amgi itu akan terpental dan mencelat ke empat penjuru... ada yang lambat... "Cringg. criing. gumamnya lirih. dengan tepat ia tahan sambaran cambuk tersebut. "Blaaakk!" diiringi suara nyaring tahu tahu cambuk lemas itu telah putus menjadi tujuh-delapan bagian.. Tidak perduli dengan cara apapun kau lepaskan senjata rahasia itu. Jangan dilihat piausu nomor wahid dari perusahaan Tionggoan Su Toa-piaukiok ini punya watak yang berangasan dan kasar. Kakek berbaju hijau itu masih memandang lawannya dengan mata yang sipit.

" tukas Giam-lo-san cepat. "Sungguh tak disangka Tio losianseng sudah bergabung dengan Hiat-yu-bun. namun tak bisa menutupi kerutan-kerutan di wajahnya yang menandakan ketuaan. Orang ke tiga adalah seorang lelaki berwajah kuning yang kurus lagi jangkung. tak sedikitpun tumbuhan yang tumbuh di situ. "Rupanya anda adalah Giam lo-san. mendadak terdengar "Traaang!" Percikan bunga api menyebar ke empatpenjuru. ketika masih muda dulu pasti masih terhitung seorang lelaki tampan. ia berjalan sedikit lengggak lenggok. ia biarkan pakaian bagian dadanya terbuka lebar hingga nampak bulu Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 127 dadanya yang hitam lebat. persis seperti seorang wanita. sayang kini telah berusia empatpuluh lima tahun sehingga walau sebersih apapun kau cukur kumis dan janggutnya. tak nyana Liong Su masih memiliki ketajaman mata yang mengagumkan!" sahut kakek itu sambil tertawa ringan. Liong Su tertawa dingin. Sejenis benda tiba-tiba meluncur datang dari samping dan langsung menancap di atas batu karang yang keras bagaikan baja itu. tubuhnya juga kurus kering tinggal kulit pembungkus tulang. rupanya lima setan neraka dari lima istana (Ngo-thian Giam-lo) telah berga . si payung dari neraka Tio Hui-liu. payung tersebut tentu saja bukan terbuat dari kertas. mereka berjalan amat santai seolah-olah sedang berjalan di tanah datar. Orang ke empat bukan hanya jangkung sekali. Dengan wajah serius tiba tiba-Liong Su berseru. Kalau dilihat wajahnya. Tio. sebilah pedang tergantung di pinggangnya. Melihat kehadiran ke empat orang itu. tali panjang itu langsung menutup seluruh jalan tadi. sambil tertawa dingin Ouyang Ci segera berseru: "Hmm. dia tak ubahnya seperti seorang setan beneran. benda tersebut tak lain adalah sebuah kampak besar. sebilah golok berkepala setan tergembol di punggungnya. Empatsosok bayangan manusia pelan-pelan berjalan turun melalui atas tali panjang tadi. Dia seolah olah memang sengaja mempamerkan bulu dadanya itu agar tampilannya nampak lebih jantan. Tiba-tiba ia membalikan tangannya menunjuk ke arah dinding bukit di tepi jalan sambil katanya. tidak jelas terlihat cambuk itu terbuat dari bahan apa. kembali katanya. Orang kedua bertubuh jangkung dengan wajah yang putih bersih tanpa kumis atau janggut. "Coba kau perhatikan lagi siapakah dia?" Dinding tebing itu tegak lurus lagi gersang.126 itu dengan mata melotot. Menyusul kemudian dari atas tebing bukit di seberang sana meluncur kembali sebuah cambuk panjang yang langsung melilit di atas ujung kampak tadi hingga tertarik tegang. benar-benar di luar dugaan!" "Mungkin masih banyak lagi urusan yang tak kau duga. Kini siapa pun sudah dapat melihat dengan jelas.losianseng!" "Hmm. Cambuk panjang yang berwarna hitam itu berkilauan me-mancarkan sinar di bawah cu rahan hujan gerimis. Orang pertama bermata besar dan berewokan. Mana orangnya? Tapi baru saja perkataannya selesai diucapkan.

Giam-lo To si lelaki bermuka kuning melejit juga ke tengah udara. Dengan suara nyaring Liong Su berseru. di antara kilatan cahaya tahu-tahu ia sudah menyerbu ke tengah rombongan kereta barang. sahutnya. jeritan ngeri bergema memecahkan keheningan. toh jumlah kalian masih delapan-sembilan kali lipat lebih banyak ketimbang jumlah kami!" Ketika kata terakhir baru meluncur keluar dari mulutnya. kalian masih minta apa lagi?" "Asal semua kereta dan bendera perusahaan kalian tinggalkan. semestinya kau bisa menduga kalau Kampak neraka Giam-lo Pouw. tidak banyak. serunya. Jangan dilihat cara berjalan orang ini terseok-seok macam seorang banci.. lalu setiap orang meninggalkan sebelah tangan Tiraikasih Website http://kangzusi. "Baik. Selamat. "Setelah melihat kehadiran Giam-lo San si Payung neraka. buat apa begitu banyak raja neraka yang berkunjung kemari?" "Mau apa? Tentu saja untuk membegal kereta barang dan bendera perusahaan kalian" "Aaaah. goloknya langsung membacok ke tubuh Ouyang Ci." jengek Tio Lo-sianseng dingin. tiba-tiba saja ia julurkan tangannya seraya menghardik. siapa yang ingin maju duluan?" "Kami berlima!" sahut Tio Losianseng cepat. Lalu sambil menuangkan mata tersenyum licik. "Toookkk!" senjata itu ditancapkan ke tanah dalam-dalam. Kami datang untuk menghadang dan merampok kalian. lanjutnya.com/ 129 Bersamaan waktu. Tiraikasih Website http://kangzusi. apa sulitnya. ia duduk bagai sebuah arca.bung semua dengan Hiat-yu-bun. Giam-lo Kiam yang berada di atas tali mendadak melayang ke udara.com/ 128 dan sebelah kakinya. kalau begitu silahkan ambil batok kepala kami yang masih menempel ini!" "Hmm. "Tombak!" Sebuah tombak sepanjang satu koma empat kaki dengan ujung tombak berwarna merah darah. begitu turun tangan ternyata serangannya begitu ganas. "Jangan kau anggap kejadian ini sebagai pertandingan ilmu silat. "Sudah lama aku orang she Liong ingin menjajal sampai di mana kehebatan ilmu silat yang dimiliki Ngo-thian Giam-lo! Ayoh. Kampak yang semula menancap di atas dinding karang segera . Di tengah muncratan darah segar seorang pengawal telah roboh bersimbah darah. selamat!" Tio Lo-sianseng tertawa lirih. Di antara kilatan cahaya pedang. Liong Su masih duduk tak berkutik di atas pelana kudanya. tajam dan cepat... Giam-lo Kiam si Pedang neraka.. tidak banyak. Giam-lo To si Golok neraka dan si Pecut neraka Giam-lo Pian juga telah hadir semua di sini" "Tempat ini bukan neraka. Giam-lo Pian segera menghentakkan tali panjangnya. jadi semua peraturan sungai telaga tidak berlaku di sini. hutang piutang kalian dengan Hiat-yu-bun kami anggap lunas! " "Kalau tidak?" "Kalau tidak maka tiga puluh enam butir batok kepala milik kalian harus ditahan di sini!" Ouyang Ci segera mendongakkan kepalanyadantertawa terbahak-bahak.

Dia seolah-olah memang sangat ahli dalam mencari peluang kosong hingga untuk sesaat ilmu tombak yang dimainkan Liong Su tak sanggup dikerahkan semaksimal mungkin. Apalagi selain harus melindungi anak buah sendiri. disusul kemudian tubuhnya ikut roboh lemas ke atas tanah. satu keras satu lunak. biarpun kuda tunggangannya meringkik terus dan melompat kesana-kemari. di sisi lain kampak membacok. jeritan ngeri bergema silih berganti. tahu-tahu batok kepala itu sudah terkapar lemas ke samping. Tiraikasih Website http://kangzusi. Biarpun gerakan tombak itu cepat bagaikan seekor naga sakti. pertarungan semacam ini sangat sulit dan tidak menguntungkan pihaknya. lalu dengan sekali putaran badan ia ayun mata kampaknya langsung membabat kepala kuda yang ditunggangi Ouyang Ci. Walaupun pertempuran berdarah sudah dimulai. Di satu sisi pedang menyambar.com/ 130 "Kraaakkk!" terdengar suara gemerutuk keras. Berbeda sekali dengan posisi Liong Su. kuda tunggangannya sudah meringkik kesakitan lalu roboh terkapar di tanah. kelewat rudin sehingga orang lain anggap dia tak berharga untuk diserang? Dia masih tetap duduk. Di sisi lain Tio Lo-sianseng telah bertempur sengit melawan tombak Liong Su.. Sementara itu Giam-lo Pouw telah menyerbu ke tengah rombongan piausu.melejit ke tengah udara. Apalagi dalam pertempuran kali ini. Pecut panjang dari Giam-lo Pian telah menyambar persis di depan panji perusahaan. sayang kecepatan tersebut tak bisa mengimbangi kegesitan dan kelincahan Tio Lo-sianseng. mungkin pemuda ini sudah dibuat kaku karena . posisi mereka segera berada diatas angin. dia pun harus selamatkan kuda tunggangannya dari bokongan musuh.. dengan tubuhnya ia melindungi panji dari sergapan musuh. Siau Lui masih duduk tenang di atas pelana kudanya. Atau mungkin hal ini dikarenakan dandanannya yang kelewat kotor. Baru saja OuyangCi berkelit dari bacokan golok. Giam-lo Pouw melompat maju menyambut senjatanya. Seorang piausu segera menyongsong kehadiran senjata itu. bahkan sepasang mata pun sama sekali tak berkedip. Ngo-thian Giam-lo (lima raja neraka dari lima istana) telah maju dan menyerang bersama. tempat semua adalah pilihan mereka. Oleh sebab itu begitu turun tangan. siapa sangka di detik terakhir itulah mendadak pecut panjang itu mengait ke atas dan langsung melilit tenggorokannya. waktu. kembali ada lima orang roboh bermandikan darah. kerja sama mereka betul-betul luar biasa. Setiap langkah setiap jengkal tanah telah mereka rencanakan sebelumnya dengan sangat teliti. serangannya fatal dan sangat mematikan. Kalau bukan otot dan syaraf di dalam tubuhnya terbuat dari kawat baja. tapi entah kenapa ternyata tak sebuah senjata pun yang mampir di tubuh atau ke arah kuda tunggangannya. mengikuti jalannya pertempuran tanpa bergerak sedikit pun. namuniamasih belum juga bergerak. Dalam pada itu Giam-lo Pian telah menghentakkan senjatanya langsung menyambar ke arah panji perusahaan yang terpancang di atas kereta barang terdepan. ia cuma menyaksikan pertarungan itu tanpa melakukan reaksi apapun.

Seandainya kuda tunggangannya tidak berpengalaman dalam pertempuran. mungkin kaki itu sudah terpapas kutung. senjata itu langsung menusuk ke iga Siau Lui. Pecut yang berada di tangan Giam-lo Pian akhirnya sudah berhasil melilit panji yang berada di atas kereta barang. tanpa berhenti sekejap pun kembali dia ayunkan pecut panjang di tangan kanannya sementara matanya mengawasi panji perusa-haan yang berhasil dirampasnya di tangan kiri dengan pandangan penuh kepuasan..com/ 132 Giam-lo Pian mendengus sinis. belum sempat dia menghindar tiba-tiba cahaya merah menyambar lewat. "Kalian tak bole h melukainya. Lidah yang menjulur keluar membuat mayat piausu itu nampak sangat menyeramkan. lalu bagaikan seekor ular sanca yang besar langsung melilit ke arah tenggorokannya. buat apa dia ikut datang ke situ? Mungkinkah dia sedang menunggu kesempatan emas? Cahaya pedang si Pedang neraka Giam-lo Kiam berkilauan memancarkan sinar tajam ke seluruh angkasa. Senyum bangga meng-hiasi ujung bibirnya. air mata telah membuat sepasang matanya berkaca-kaca. panji itu segera mencelat ke udara mengikuti gerakan pecut yang mencengkeramnya." Belum selesai hardikan tersebut. Dengan sekali hentakan. Giam-lo Pian mencengkeram panji perusahaan itu dengan tangan kirinya. Jika memang tak mau melakukan apa-apa. sementara tangan kanannya membetot kuat-kuat. darah segar telah menyembur keluar dari kaki kirinya.kejadian ini... . "Dia bukan anggota Piaukiok kami!" hardik Liong Su keras-keras. senjatanya diayunkan ke kiri-kanan berusaha membuka sebuah jalan berdarah. Dengan satu balikan tangan. Merah membara sepasang mata piausu yang sedang memburu panji tersebut. ternyata mereka memang tak akan lepaskan dirinya. Giam-lo Pian sama sekali tidak melirik ke arah korbannya. tiga puluh enam lembar jiwa semuanya harus ditahan di situ. Melihat itu Giam-lo Kiam segera menghentakkan tubuhnya menerjang ke depan.com/ 131 Akhirnya apa yang ditunggu tiba juga. maka nama baik perusahaan boleh dibilang sudah hancur setengahnya.. tiba-tiba ia mundur tiga langkah kemudian sambil membalikkan tubuh. ia getar senjatanya ke angkasa. Walaupun ia berhasil menangkis serangan pedang yang ditujukan ke tubuh Siau Lui. pecut yang telah melilit di tenggorokan piausu itu segera mengangkat seluruh tubuh korbannya ke udara kemudian membantingnya keras-keras ke tanah. Tiraikasih Website http://kangzusi. Jika panji perusahaan ini sampai terjatuh ke tangan orang lain. Siau Lui menggigit bibir kencang kencang. sambil berteriak keras sontak dia meluruk ke arah jatuhnya panji perusahaan tersebut. sebuah tombak telah menyapu di hadapannya menangkis datangnya bacokan pedang itu. Siau Lui berkerut kening. Tiraikasih Website http://kangzusi. Sementara itu si Kampak neraka telah terjerumus dalam kepungan musuh. namun kaki kirinya justru telah tersambar ketajaman payung sakti milik Giam-lo San sehingga tergores mulut luka sepanjang tujuh inci.

dengan sekali ayunan tangan ia cengkeram urat nadi pada pergelangan tangan Giam-lo Pian.com/ 134 menyongsong kedatangannya atau lebih baik mundur dari . Ia bersalto beberapa kali di udara dan mundur sejauh dua kaki dari medan pertarungan. dia tak tahu harus Tiraikasih Website http://kangzusi. "Coba kalian lihat."tiba-tiba ia melompat ke udara dan langsung menerjang ke arah Tio Lo-sianseng. tahu-tahu urat nadi pada pergelangan tangannya telah dicengkeram kuat-kuat.Merah membara sepasang mata Ouyang Ci. pedang dan kampak hampir serentak berhenti gerakannya.com/ 133 berputar kencang lalu dengan tombak pendek di ujung panji tersebut ia rusuk dada musuhnya. Begitu berhasil menguasai Giam-lo Pian. Serangan golok. Giam-lo To tidak memberi kesempatan musuhnya berbuat sekehendak sendiri. "Kami akan melepaskan juga dirimu!" "Hmm. gerak tangan lorinya sudah tidak selincah sebelumnya. baru saja ujung tombak panji menusuk keluar. harus kulepas tidak?" "Mau apa kau? Bila kau bebaskan dia. dalam kagetnya cepat-cepat tangan kirinya Tiraikasih Website http://kangzusi. Sayang sekali separuh badan sebelah kanannya terasa kesemutan lalu jadi kaku. bagaimana?" "Baik!" Bersamaan dengan bergemanya kata "baik. "Lepaskan dia!" bentak Tio Losianseng dengan wajah serius. paras mukanya segera berubah hebat. tangan kirinya menggenggam panji perusahaan yang berhasil direbutnya sementara tangan kanannya menggenggam senjata pecut. jika aku ingin pergi dari sini. ia segera me nghardik keras. apa yang berada di tanganku ini?" Tio Lo-sianseng berpaling. sambil meraung keras ia meluruk maju ke depan. Sesaat Tio Lo-sianseng termangu. kami akan segera pergi dari sini. heran dan tercengang yang tak terhingga Siapapun tidak menyangka seorang pemuda rudin yang sama sekali tak menyolok mata ternyata memiliki kepandaian silat yang begitu hebat. Belum lagi dia melihat jelas wajah musuhnya. pergelangan tangan kirinya ikut tercengkeram kuat-kuat bahkan secara tib a-tiba badannya terangkat ke tengah udara Akhirnya Siau Lui berhasil mendapatkan kesempatan emas yang dinanti-nantikan. Waktu itu Giam-lo Pian sedang merasa sangat bangga dan gembira. Mimpi pun dia tak menyangka dalam situasi seperti ini dari atas udara akan muncul serangan maut dari seorang jagoan sakti. melihat tubuh Giam-lo Pian masih berada di cengkeraman lawan. dalam waktu singkat ia telah melancarkan tujuh-delapan bacokan maut. aku sudah pergi sejak tadi!" sahut Siau Lui hambar. Pada saat itulah di tengah kilatan caha golok dan bayangan pedang tiba-tiba sesosok bayangan manusia meluruk maju ke depan dengan kecepatan tinggi. "Mau dilepas tidak?" "Bila kau jadi aku. golok setannya membabat gencar ke sekujur tubuh musuhnya. Masing-masing mundur sejauh dua kaki sementara paras muka mereka bertiga pun menampilkan rasa kaget. begitu tahu apa yang terjadi.

Di tengah bergemanya suara jerit kesakitan tadi.. tanpa perdulikan golok miliknya lagi ia segera rentangkan tangannya untuk menyambut kedatangan tubuh Giam-lo Pian seraya berseru. ia tusuk tubuh lawan dengan badan tersebut. ketika tubuhnya berputar ke kiri.com/ 135 kirinya menyodok iga lawan. siapapun tak akan menyangka kalau suara tersebut begitu menakutkan. ujung pedangnya langsung menembus ke dalam bahu Siau Lui.dia hanya sanggup mengucapkan sepatah kata sementara kata ke dua tak sanggup diutarakan lagi. dengan buru-buru ia mengayunkan senjata kampak untuk menghadang. dengan menggunakan tubuh Giam-lo Pian sebagai senjata. Siau Lui telah melepaskan cengkeramnya atas tubuh Giam-lo Pian. ia berniat mencabut senjatanya lalu melancarkan tusukan kembali.. dari belakang langsung tembus ke depan. "Lepaskan!" bentak Giam-lo Kiam dengan wajah berubah hebat. Siau Lui telah menerjang masuk ke hadapannya. si lelaki berwajah kuning. dia lupa senjata yang dipergunakan pihak lawan adalah saudara angkat sendiri.. "Kau. Tak disangka ternyata Siau Lui menggunakan tubuh sendiri untuk menerima tusukan pedang itu. Bila tidak mendengar dengan telinga sendiri. Terdengar jerit kesakitan bergema memecahkan keheningan. Pucat pias paras muka Giam-lo Kiam. Waktu itu mata golok yang diayunkan lelaki berwajah kuning itu sedang menyambar bahu saudaranya hingga menyemburkan banjir darah. Terkesiap lelaki berwajah kuning itu. dia tusuk tubuh Giam-lo To. Kembali Giam-lo Totertegun. tertawa bukan tertawa. Sementara sikut Tiraikasih Website http://kangzusi. tampaknya Giam-lo Pouw sedang termangu saking kagetnya. otomatis pedang yang berada di tangan Giam-lo Kiam ikut berputar juga ke kiri. dalam sekali hentakan ia patahkan lengan kiri Giam-lo Pouw lalu dengan menggunakan tubuhnya sebagai senjata. pemuda itu justru membentak keras. Kilatan cahaya pedang membelah angkasa. Belum habis dia mengambil keputusan. suaranya mengerikan bagaikan sebuah golok yang sedang menggerus besi. . tanpa sadar dia mengangkat goloknya untuk menangkis. Siau Lui sama sekali tak bergeming. kini dia menyerbu ke hadapan Giam-lo Pouw. menangis bukan menangis. setengah dari bahu kanan Giam-lo Pian sudah terbabat kutung oleh bacokan golok itu." Sepasang biji mata Giam-lo Pian sudah melotot keluar bagaikan gundu. Giam-lo Kiam segera merasakan mulutnya jadi kecut. tangan kanannya langsung mencengkeram pergelangan tangan Idrinya. mengotori seluruh wajah lelaki berwajah kuning itu. ia melototi saudaranya dengan perasaan bercampur aduk. Giam-lo Tomeraung keras. Menunggu sampai ia sadar kalau ada bayangan manusia menerjang ke hadapannya.. Terdengar suara gesekan keras ujung pedang yang tajam itu dengan tulang bahu Siau Lui. Bukan menghentikan serangannya. tiba-tiba Siau Lui membalikkan badannya. darah segar segera menyembur ke udara.situ.

mengawasi wajah Tio Lo-sianseng tanpa berkedip. keadaan sudah terlambat. Giam-lo Kiam justru kelihatan sangat terkesiap dan kaget. kini tubuh orang tersebut bersandar dalam pangkuan lelaki berwajah kuning itu dengan darah segar masih bercucuran deras. ngeri dan seram yang luar biasa. Yang membuat mereka terkesiap bukan kecepatannya dalam melancarkan serangan. Tiraikasih Website http://kangzusi. kini sinar matanya berubah semakin menyeramkan. Tiba tiba Siau Lui menggerakkan badannya mendorong ke belakang. dia pun berdiri tertegun.tangannya terasa ikut melemas. begitu juga dengan Ouyang Ci. Tubuhnya secara tiba-tiba seperti berubah menjadi sebuah karung goni yang sudah dituang habis isinya. kami segera akan pergi dari sini!" "Sudah kulepaskan dia!" Ia memang sudah melepaskan cengkeramannya atas diri Giam-lo Pian. "Kita sudah bicarakan baik-baik!" seru Tio Lo-sianseng dengan suara keras. Baru saja Giam-lo Kiam terkesiap oleh kenyataan itu. tapi tubuhnya masih tetap berdiri tegak di atas lantai. Mimpi pun mereka tak percaya kalau di dunia ini terdapat manusia semacam ini. "Kau lepaskan dia lebih dulu. Menyusul kemudian ia mendengar suara tulang dalam tubuhnya hancur berantakan. Sorot mata Siau Lui makin menyusut.. Pedang panjang itu masih tertinggal di tubuh Siau Lui. wajah mereka berdua langsung saling berdempetan satu dengan lainnya. sampai mati pun tidak percaya. Sebuah wajah berwarna putih dan sebuah wajah berwarna hitam. tegak bagaikan sebuah senjata tombak.com/ 137 panjang yang memancarkan sinar tajam. dengan lemas roboh terjungkal ke atas tanah. Siau Lui memang manusia hidup. kini sama-sama menampilkan perasaan terkesiap. tinju Siau Lui langsung dihantamkan ke atas dadanya kuat-kuat. tapi kini pedang tajam sepanjang tiga depa tujuh inci itu sudah tembus semua di atas bahunya hingga tinggal gagang pedang yang tersisa. Sebenarnya hanya enam-tujuh inci mata pedang yang tembus di atas bahunya. Mimpi pun dia tak percaya kalau tusukannya itu sedang menusuk seorang manusia hidup. tapi kenekatan serta keberaniannya dalam menghadapi kematian. bagaikan dua batang paku Tiraikasih Website http://kangzusi. cucuran darah segar masih mengalir keluar melalui ujung pedang.. . Tio Lo-sianseng berdiri termangu bagaikan arca batu. Semua gerakannya hampir dilakukan pada saat yang bersamaan dan dalam waktu singkat. Ketika tubuh mereka berdua saling berdempetan. dengan menggunakan ujung pedang yang tembus di tubuhnya ia balas menusuk tubuh lawan. tiba-tiba semuanya terjadi dan tiba-tiba semuanya telah berakhir. ia dibuat sangat terkesiap oleh semua peristiwa ini. Pada saat yang bersamaan secara kebetulan tubuh Giam-lo Pouw juga sedang melayang turun dari tengah udara. Paras muka Siau Lui kini telah mengejang kencang saking menahan rasa sakitnya.com/ 136 Melihat pedang sendiri menembus habis di tubuh orang.

. "Kau. kami semua akan patuh!" sambung Liong Su cepat... maka kau boleh pergi. Bagaimana pun juga dia tetap seorang manusia.." Semakin berbicara suaranya semakin rendah. aku segera pergi.. aku juga bermarga Liong. airmata bercucuran membasahi pipinya... tiba-tiba ia menghentakkan kakinya berulang kali kemudian baru ujarnya. Siau Lui baru mundur dengan sempoyongan. ketika mengucapkan kata-kata tersebut. Paras muka Siau Lui telah berubah semakin pucat. "Baik."Kenapa kau harus turun tangan?" kembali Tio Lo-sianseng bertanya. Liong Ngo yang hebat. agaknya ia sudah tak sanggup menahan diri lagi... "Berapa banyak hutangku kepadamu yang telah . katanya sambil tertawa. namaku Liong Ngo!" Tio Lo-sianseng mendongakkan kepalanya dan menghela napas panjang. "Hmm. kata-kata berikut tak sanggup lagi diucapkan. Ia merasa sangat terharu dan berterima kasih atas pertolongan pemuda itu. kau bagus. "Baik. Sambil menggigit bibir katanya. "Liong Ngo.com/ 138 Tiba-tiba dia angkat kepalanya. bisiknya dengan suara gemetar." Ia merasa tenggerokannya seperti tersumbat oleh benda keras. sepasang matanya telah memerah. "Aku masih bisa pergi?" "Kalau dia mengatakan kau boleh pergi.. kemudian teriaknya. aku segera pergi. "Tapi. Setelah melihat Tio lo-sianseng sekalian pergi jauh dari tempat itu. paling bagus pergi yang jauh dari sini. aku tahu.. Apa pun yang dia katakan. manusia yang terbuat dari darah daging." "Hmm.." Tiraikasih Website http://kangzusi.. sepasang matanya mengawasi pemuda itu tanpa berkedip. bukan terbuat dari besi baja.. makin jauh makin baik. kapan aku pernah berjanji tak akan turun tangan?" Paras muka Tio Lo-sianseng berubah dari pucat jadi menghijau." sambung Siau Lui dingin. tapi pertempuran berdarah telah berakhir.. butiran air mata nyaris meleleh keluar dari balik kelopak matanya. buat apa aku mesti susah susah mencari Liong Su. keringat sebesar kacang kedele jatuh bercucuran membasahi jidatnya.. kini wajahnya putih bagaikan mayat. "Bagus. mana mungkin kami punya jalan lain?" Darah segar yang membasahi permukaan tanah belum lagi mengering. lalu dari hijau berubah jadi merah padam... mendadak ia berseru." "Apakah sampai sekarang kau belum ingin pergi dari sini?" Tio Lo-sianseng memandang sekejap mayat-mayat yang bergelimpangan di atas genangan darah. jika tahu sejak dini kalau di sini ada seorang Liong Ngo. pergi ke tempat yang sangat jauh. tiba-tiba ia menghentakkan kakinya berulang kali dengan perasaan jengkel lalu serunya. "makin jauh semakin baik!" Tio Lo-sianseng tertunduk lesu... Tio Lo-sianseng memandang pemuda itu sekejap.. lalu setelah melirik Liong Su sekejap. bagus sekali. Cepat-cepat Liong Su membuang tombaknya ke tanah sambil tergopoh-gopoh maju memayang-nya. jika di daerah Kanglam sudah muncul seorang Liong Ngo macam kau.. siapakah kau sebenarnya?" "Aku.. "Yaa. mengawasi Siau Lui dengan mata melotot. Makin jauh semakin baik. Nama Liong Ngo yang hebat..

.." Sekulum senyuman segera tersungging pula di ujung bibir Siau Lui yang semakin kesakitan. Dia telah melaksanakan apa yang harus dilakukan.com/ 140 Pedang sudah dicabut keluar." Tiba-tiba badannya jatuh roboh. Liong Su sendiripun tak tahu sudah berapa banyak ia .terbayar. para piausu dan kuli angkut sama-sama memandang ke arah mereka tanpa bersuara. Siau Lui masih berbaring dalam keadaan tak sadarkan diri.. tapi kini semuanya sudah impas!" "Baguslah kalau sudah impas!" "Kita masih bersahabat?" "Tidak!" "Aku.. tapi sekarang aku telah punya. Persahabatan mereka diperoleh dari tetesan darah segar. aku bersalah padamu. jiwa serta raganya seakan akan hidup dalam kobaran bara api yang panas. aku tak pernah akan melupakan dikau. roboh persis di atas bahu Liong Su.. sudah tiga hari tercabut dari mulut luka. "Aku belum pernah punya saudara. Ouyang Ci mengawasi mereka berdua tanpa bicara. sambung-menyambung dan entah telah diulang berapa ratus kali. akhirnya air mata jatuh bercucuran membasahi seluruh wajahnya. saudara yang sangat baik.. "Hahaha.. entah basah oleh air hujan? Atau basah karena air mata? Noda darah yang membasahi permukaan tanah semakin sirna tapi air mata yang membasahi wajah belum lagi mengering.. sekalipun pernah berhutang.. sementara mata setiap orang terasa mulai basah.?" "Kau. bagaimana pun sikapmu terhadapku.. betul-betul tiga hari penuh. Apakah dia sudah tak ingin hidup terus? Tiga hari. Benar... tiba-tiba ia menengadah lalu tertawa terbahak-bahak. kau tak pernah berhutang kepadaku!" Tiraikasih Website http://kangzusi.." Paras muka Liong Su ikut menampilkan penderitaan yang sangat. Tiba tiba Siau Lui menukas.. telah membayar hutang yang harus dibayar. gumamnya... kita adalah saudara... dan aku adalah Liong Ngo!" Termangu Liong Su mengawasi pemuda itu. aku pun berhutang kepadamu.. memanggil nama dua orang secara bergantian. dalam ketidaksadarannya ia meraung tiada hentinya.com/ 139 "Hutang!" tukas Siau Lui sambil menggertak gigi. Menyaksikan penderitaan hebat yang terpancar dari balik wajah anak muda itu.. Liong Su menghela napas panjang... "Jian-jian." "Liong Su. Air matanya telah mengering begitu juga dengan cucuran darah..... "Aiii. hutang ini tak pernah akan impas untuk selamanya!" Kata-kata semacam ini diucapkannya berulang-ulang. kita bukan sahabat.. pernahkah kau saksikan persahabatan macam ini? Ada berapa banyak sahabat macam begini yang hidup di dunia ini? III Tiraikasih Website http://kangzusi. "Jangan lupa kau adalah Liong Su. Saudara yang sangat baik..

semakin banyak... Mendadak Siau Lui membuka matanya. tiba-tiba meronta kembali dengan kerasnya.. Ouyang Ci hanya bisa memandangi mereka berdua dengan perasaan kalut. Ouyang Ci duduk di tepi pembaringan dengan tenang." "Berbaringlah dulu. aku masih berhutang kepadamu.com/ 141 Sekalipun kau kutungi sepasang kakinya lalu menggotongnya pergi dari situ. kalian ada di mana? Di mana. selama tiga hari penuh ia tak pernah meme-jamkan matanya... betul. Sambil menggertak gigi Liong Su berusaha mencegahnya.. seakan-akan ia sedang berkelahi dengan seorang iblis jahat yang tak terlihat dengan mata telanjang. Jian-jian.com/ 142 Lama sekali Siau Lui melotot besar. "Yaaa.. saban kali selesai mendengar ucapan itu.. selama dia masih bisa merangkak. kau Liong Ngo. yang lain akan bisa bertahan berapa lama lagi? Siau Lui yang belum lama bisa tertidur tenang.mendengar kata-kata tersebut. Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tak tahu bagaimana harus menampilkan perasaan sendiri.... entah berapa banyak rambut ubannya yang telah berguguran ke tanah. aku adalah Liong Ngo. air matanya selalu tak tertahan untuk meleleh keluar membasahi pipinya. dia harus menggunakan segenap tenaga yang dimilikinya untuk menahan agar pemuda itu tidak meronta bangun. mau dibayar juga tak pernah bisa lunas!" . juga putraku.. sambil meraung keras teriaknya. yaaa. aku harus pergi mencari mereka.?" Dia seperti ingin meronta dan meloncat bangun lalu menenang keluar dari situ..... masa kau sudah lupa?" Tiraikasih Website http://kangzusi. Yang satu telah terkapar dengan napas yang nyaris putus. "Aku akan membantumu untuk menemukan mereka. Dia selalu berjaga di sisi pembaringan.. Tiga hari. entah sudah berapa banyak ia membujuk Liong Su agar mau kembali ke kamarnya untuk beristirahat. tak ada lagi tenaga macam apa pun di dunia ini yang dapat menarik Liong Su meninggalkan tepi pembaringan tersebut. matanya telah cembung ke dalam. kau adalah Liong Su. gumamnya:. Kini dia sudah tak berniat membujuk lagi. akhirnya dia seperti sudah mengenali kembali orang di hadapannya.. dia akan berusaha untuk merangkak balik ke ruangan itu. "Aku adalah Liong Su. garis-garis merah darah kelihatan menyelimuti sepasang matanya. Wajahnya yang pucat kini telah berubah jadi merah membara karena panas tubuhnya yang meningkat.. "Jian-jian.. Kerut di atas wajahnya nampak semakin dalam. dengan keringat dingin bercucuran teriaknya berulang-kali." bujuk Liong Su masih menggigit bibir. Aku pasti berhasil menemukan mereka!" "Siapa kau?" teriak Siau Lui dengan mata melotot. dia tak tahu perasaannya kini. "Lepaskan aku.. sebab dia mengerti.. Sedang terharukah? Sedihkah? Atau harus gembira? Melihat seorang yang sangat dihormati dan dikaguminya sepanjang hidup ternyata bisa berkenalan dengan seorang sahabat macam ini.

ia telah berseru keras. mungkin hanya satu orang yang dapat menolongnya saat ini.Perlahan-lahan dia pejamkan kembali matanya.. wajahnya mengenakan sebuah cadar tipis. aku kuatir." teriak liong Su dengan nada keras. Liong Su melepaskan tangannya. daya tahannya juga telah mengering. "Perkataanmu tak salah. kau paksa dia pergi pun dia malah bersikeras tetap tinggal.com/ 143 Sambil menghela napas kembali Ouyang Ci menggeleng.. Ouyang Ci tak sanggup menahan diri lagi. masih ada satu orang yang dapat menyembuhkan manusia she Lui ini!" "Siapa?" belum sempat Liong Su memandang wajah orang itu. "Bila dia sendiri sudah segan hidup terus. Cuma saja.. tapi ketika kau menghadapi ancaman bahaya. bisiknya sedih.. Kini pintu ruangan telah terbuka. la menunjuk ke arah Siau Lui yang berbaring di atas ranjang itu. dia ikut menghela napas panjang. Aaai.." teriak Ouyang Ci terperanjat.. seseorang berdiri di depan pintu.. "Aku!" Tempat itu sebenarnya merupakan paviliun dari rumah penginapan itu. sahabat semacam ini sudah tak banyak lagi di dunia ini. "Kau. sekalipun tak berhasil menemukan dia. "Ketika kau telah melakukan banyak pekerjaan baginya. lalu menggelengkan kepalanya berulang kali. serunya." "Cuma saja kenapa?" "Kini darah yang beredar dalam tubuhnya sudah menipis. Liong Su mengayunkan tangannya memotong pembicaraan yang belum selesai itu.. wajahnya semakin murung.. dalam hati kecilnya memang tersimpan banyak sekali kepahitan dan kegetiran yang tak mungkin diucapkan dengan perkataan. "Ia tak boleh mati. bajunya berwarna putih bersih bagaikan salju." "Kuatir apa?" potong Liong Su sambil mengepal tinnjunya. sambil menjatuhkan diri ke atas bangku. "Bila kita gagal menemukan Jian-jian." "Siapa?" "Jian-jian!" Liong Su segera mencengkeram tangannya kencang kencang. dia pasti dapat hidup terus. bibirnya terkatup rapat namun dari ujung bibir nampak setetes darah segar mengalir keluar.." Tiba-tiba perkataannya terhenti di tengah jalan. aku kuatir. air matanya kembali jatuh bercucuran. Liong Su mendongakkan kepalanya sambil menghela napas panjang. dia memang tak boleh mati. "Jian-jian bukan seorang tabib kenamaan yang begitu luar biasa. ternyata orang itu adalah seorang gadis muda belia.. kau tahu siapakah orang itu? Kau bisa menemukan dia?" Tiraikasih Website http://kangzusi.. masa dia. Pada saat itulah terdengar seseorang berkata dengan suara dingin. "Kau.. aku kuatir tak seorang pun di dunia ini yang dapat selamatkan jiwanya lagi!" "Dia pasti dapat hidup terus. dia bahkan pergi tanpa mengucapkan sedikit rasa terima kasih pun... tampaknya pemuda itu kembali jatuh tak sadarkan diri. ujarnya sedih. ia mengenakan gaun panjang yang terurai hingga ke lantai.." Ouyang Ci menghela napas sedih. Apakah dia adalah gadis tercantik di dunia ini? Atau ... pintu kamar berada dalam keadaan tertutup..

" "Nona.com/ 144 Rasa girang segera terbersit di wajah Liong Su. Dengan pandangan dingin Ting Joan coat mengawasinya sekejap." "Kenapa?" tukas Ting Jan-coat hambar.. Toh urusan ini tak ada sangkut pautnya denganku.com/ 145 setujupun tak apa. Kau tak boleh tanya banyak dengan cara apa kusembuhkan dirinya. "mau menghadiahkan sepuluh ribu tahil perak untukku?" Setelah mendengus dingin. lanjutnya. "Jadi apa yang nona kehendaki?" seru Ouyang Ci dengan otot pada menonjol keluar dari wajahnya.. siapa namamu?" tanya Liong Su setelah termenung sejenak "Aku dari marga Ting!" "Nama lengkapmu?" 'Pokoknya aku bukan bernama Jian-jian!" tukas Ting Jan-coat sambil tertawa dingi n." jawab Ting Jan-coat singkat. "Itu urusanku!" Liong Su mundur berapa langkah dengan sempoyongan lalu jatuh terduduk di bangku.. kau hendakmembawanya ke mana?" tanya Liong Su dengan wajah berubah hebat.. paras mukanya berubah semakin gelap dan sedih. "Siapa kau?" hardik Ouyang Ci cepat. kemudian katanya lagi.aku tak pernah akan menyesal!" Sungguh?" 'Sedikitpun tak bohong!" "Tampaknya kau Liong Su memang tak malu menjadi sahabat karibnya ujar Ting Jan-coat hambar. Liong Su ini?" "Hmmm." "Kau. "Asal nona berhasil menyembuhkan lukanya. "Seseorang yang ingin menolong seseorang. jiwanya sudah berada di ujung tanduk.bidadari dari kahyangan? Termangu Liong Su mengawasinya kemudian perlahan-lahan bangkit berdiri. sekalipun aku Liong Su harus melelang segenap harta kekayaan yang kumilikipun. sahutnya sambil tertawa getir. Biarpun kau berhasil menemukan seorang tabib kenamaan yang hebat pun. jika kau benar-benar bisa menyembuhkan lukanya. "Katakan saja nona!" ujar Liong Su pula. aku Liong Su. Mau setuju boleh tidak Tiraikasih Website http://kangzusi. Kembali Liong Su angkat kepalanya mengawasi gadis itu . buat apa aku datang kemari?" Tiraikasih Website http://kangzusi. selembar nyawa tua bangkotan macam kau laku berapa tahil saja?" dengus Ting Jan-coat sambil tertawa dingin. "Serahkan orang she Lui itu biar kubawa pergi. nilainya sama saja?" Berubah paras muka Liong Su. "Bukankah dalam pandanganmu menolong selembar nyawa dan membunuh satu nyawa. kini hawa darah orang she Lui itu semakin mengering. serunya tak tahan. "Kau dapat menyembuhkan dia?" "Kalau tidak. belum tentu ia mampu menyembuhkan orang ini. Tapi aku perlu beritahu. "Cuma sayang sedikit harta kekayaan yang kau miliki itu masih belum berharga untuk kulihat" "Apa yang nona kehendaki? Selembar nyawaku. "Nona.

. "Nona.com/ . Tiraikasih Website http://kangzusi. setiap waktu setiap saat bisa kulakukan dengan sangat mudah. "Kau suruh aku pergi? Kau lebih suka melihat dia menunggu mampus di sini?" "Aku sama sekali tak kenal nona. "Apakah nona kenal dia?" "Aku juga kenal dengan dirimu. maka sengaja menipumu agar gampang memberesi nyawanya?" Ting jan-coat balas menghardik dengan mata melotot. mana mungkin aku boleh menyerahkan dia ke tangan seorang asing?" "Baiklah" kata Ting Jan-coat sambil tertawa dingin. Mengawasi bayangan punggungnya itu tiba-tiba Liong Su mengerdipkan matanya ke arah Ouyang Ci memberi tanda. menunggu gadis itu sudah melangkah pergi sejauh enam-tujuh langkah. kemudian ujarnya. apakah antara kau dengannya punya. tanpa berpaling ia segera pergi me-ninggalkan tempat itu . Tiraikasih Website http://kangzusi." Ting Jan-coat tertawa dingin." Begitu selesai berkata.com/ 146 "Sekali lagi aku mau bertanya. harap tunggu sebentar!" "Aku tak punya waktu menunggu!" Walaupun ia menjawab begitu. kau bernama Liong Kong.lekat-lekat. memandang kembali wajah Siau Lui yang masih tak sadarkan diri." "Kalau begitu silahkan nona pergi dari sini. namun langkah kakinya segera berhenti. "Nona Ting. punya perselisihan?" hardik Liong Su tiba-tiba dengan mata memancarkan sinar tajam. "Sedari tadi aku toh sudah menerangkan sejelas-jelasnya" jawab Ting Jan-coat tanpa berpaling. serunya. Liong Su mengepal tinjunya kencang kencang. apakah kau baru mau menolongnya bila boleh membawanya pergi dari sini?" tanya Liong Su. tanyanya lagi. "Kau anggap aku punya dendam dengannya. "Seandainya aku pingin memberesi jiwanya. "Nona. kelihatannya kau tahu tentang persoalan yang menyangkut saudaraku ini?" "Termasuk urusanmu pun aku tahu banyak!" Liong Su tertawa paksa. Berubah paras muka Ting Jan-coat mendengar perkataan itu." "Nona. buat apa aku mesti bersusah payah turun tangan sendiri?" Liong Su menoleh.. "sebetulnya kau setuju tidak? Bila tak setuju. dua orang itu sudah tiga puluhan tahun bertempur bersama. "Aku... "kalau begitu lebih baik mulailah bersiap-siap menyediakan semua keperluan akhirnya. buat apa aku mesti bersusah payah membawanya pergi? Apalagi dia toh sudah hampir mampus. aku akan segera angkat kaki dari sini. Ouyang Ci dengan kelima jari tangannya yang tajam bagai cakar elang secepat sambaran kilat mengancam bahu kiri gadis tersebut." kembali Ting Jan-coat berkata. Dalam waktu yang hampir bersamaan kedua orang itu segera menyerbu ke depan. kemudian batuk-batuk perlahan. sebaliknya dia adalah saudaraku. perasaan batin mereka sudah saling berhubungan. tiba tiba teriaknya keras." ujar Liong Su sambil menghela napas.

'Nona." serta "hunbun" di tubuh si nona. aku serahkan saudara¬ku ini kepada nona. setelah membalikkan tubuh katanya. Ting Jan-coat memang sangat lihay. belum lagi ancaman itu tiba." Di luar pintu rumah penginapan berhenti sebuah kereta kuda yang kelihatan sangat mewah. kalian sedang bermimpi di siang hari bolong!" Habis berkata. Sambil tertawa dingin kembali Ting Jan-coat berkata. Liong Su membopong sendiri tubuh Siau Lui dan membaringkannya ke dalam ruang kereta.com/ 148 berkuncir panjang telah membukakan pintu kereta bagi mereka. Liong Su menghela napas panjang. lalu digenggamnya sepasang tangan yang dingin itu erat-erat. sekilas perasaan haru timbul dalam hati kecil Ting jan-coat. dengan satu gerakan secepat kilat ia totok jalan darah "sin-tong. menoleh pun tidak. setelah tertawa dingin ia berkata.. Paras muka Liong Su sebentar memucat sebentar menghijau. tapi sambil menggigit bibir segera katanya. "Nona. ia sudah kebaskan ujung bajunya sembari melejit ke udara dan meluncur melalui atas kepala kedua orang itu. "Hanya mengandalkan kemampuan kalian berdua sudah ingin memaksaku untuk menyembuhkan dia? Hmmm.. "kau masih kuatir membiarkan aku membawanya pergi?" tiba-tiba Ting Jan-coat menegur. "Nona.. kembali dia meluncur keluar dari pintu ruanga n.. lalu dengan satu gerakan yang sangat ringan melayang turun persis di ujung ranjang di mana Siau Lui berbaring. teriaknya. cepat katakan!" "Aku. dia berkata ketus. Ting Jan-coat mendengus dingin. "Bukankah sangat mudah bagiku kini untuk menghabisi nyawanya?" Pucat pias wajah Liong Su setelah melihat ancaman tersebut." Menyaksikan paras muka Liong Su yang nampak begitu risau bercampur duka. ia tak mampu berkata apa-apa lagi.147 Serangan dari Liong Su tak kalah cepatnya. sepasang matanya terasa agak membasah. tunggu sebentar!" Kali ini Ting Jan-coat sama sekali tidak menggubris. belakang punggungnya seolah-olah tumbuh sepasang mata yang tajam." Kali ini Ting Jan-coat memberikan reaksinya. "Jangan kuatir." "Kalau ingin bicara. silahkannona membawanya pergi. Akhirnya dia lepaskan genggaman tersebut. sambil mengancam jalan darah "thian-to" yang berada di tenggorokan Siau Lui." "thian-cong. Buru buru Liong Su menyusul keluar dari ruang kamar. lama sekali belum juga dia lepaskan genggaman itu. Nona Ting. Gagal dengan serangan pertamanya Liong Su segera membalikkan tubuh seraya menerjang kembali ke depan. Seorang nona kecil Tiraikasih Website http://kangzusi. semestinya kalian harus ijinkan sedari tadi. ia merasa tubuh Siau Lui yang semula panas menyengat kini telah berubah jadi dingin membeku. "Hmmm. .. ia berhenti sambil membalikkan tubuhnya.. Ia membaringkan tubuh yang dingin kaku itu dengan perlahan dan sangat berhati-hati. tiba-tiba serunya keras. jangan pergi dulu! Baiklah.

tanpa berpaling lagi dia berjalan masuk ke dalam rumah penginapan. entah apa yang sedang ia pikirkan. Liong Su tidak berpaling. harap nona sampaikan kepada saudaraku ini bila ia telah sembuh nanti. Benar juga." Dia mengulangi kembali perkataan itu saru kali. katanya." Kini. pasti akan kusuruh dia pergi mencarimu. tidak melihat lagi. Sampai lama kemudian ia baru mengangguk. suara ringkikan itu amat memilukan hati. Tiraikasih Website http://kangzusi. dia memang berwajah sangat menarik!" .. bahkan napasnya pun mulai melemah." Suaranya terputus karena menahan sesenggukan. karena dia masih harus pergi mencari. kalian pasti dapat berjumpa kembali. tanyanya. "Ooh. mau pergi mencari siapa pun bukan urusanku!" Liong Su manggut-manggut. Siau Lui berbaring lemah di dalam ruang kereta. Si nona kecil yang berkuncir panjang itu sedang mengawaai pemuda tersebut dengan matanya yang besar... kuserahkan saudaraku ini kepada nona. Asal dia sudah sembuh. asal luka yang dideritanya telah membaik. seolah-olah dia tahu bakal berpisah dengan majikannya.aku tak akan menyusahkan dia.. "Aku membantuny menyembuhkan luka tersebut karena itu kesenanganku. katanya. "Hanya seorang enghiong macam saudaraku ini yang pantas menunggang kuda sebagus ini." "Aku ingin titip sebuah benda. Tiba tiba terdengar kuda hitam itu meringkik panjang. "Kuda bagus!" tak tahan Ting Jan-coat berseru memuji.com/ 149 Liong Su tertawa paksa." Mendadak dia menghentikan perkataannya karena lamat-lamat ia sudah dapat merasak an kalau nona Ting ini rasanya tidak terlalu suka orang lain menyinggung nama "Jian-jian" di hadapannya. "Apakah orang ini mempunyai wajah asli yang tampan?" Tiraikasih Website http://kangzusi.. setelah menghembuskan napas panjang ia baru melanjutkan.." "Aku tahu.. sementara dua deret air mata telah jatuh berlinang membasahi pipinya. dingin dan kaku. jadi kau sengaja memberinya seekor kuda bagus agar dia lebih cepat datang menjengukmu?" "Dia lebih memerlukan kuda itu ketimbang aku. ia segera menjura dalam dalam memberi hormat.. nada suara Ting Jan-coat juga telah berubah makin lunak dan halus. kemudian setelah membalikkan tubuh. "Aku tinggal di ibu-kota. setiap kata diucapkan dengan nada suara yang begitu berat dan tegas. suruh dia." "Barang apa?" Liong Su membalikkan badan sambil memberi tanda. "Kalau begitu. seorang piausu segera muncul sambil menuntun seekor kuda tinggi besar yang berbulu hitam mengkilat." "Terima kasih nona. katanya. ia sedang memandang ke luar jendela dengan pandangan kosong.. "Ya.com/ 150 Ting Jan-coat bersandar kemalas-malasan di sudut kereta. Tolong nona sampaikan alamat ini kepada saudaraku. tiba-tiba ujarnya sambil tertawa. distrik Thiat-say-cu Oh-tong.. nada suara Tingjan-coat segera berubah kembali jadi ketus.

si burung walet yang semula bersarang di bawah wuwungan rumah. Suasana kembali tercekam dalam keheningan."Tapi luka yang dideritanya sangat parah. sorot matanya penuh dengan pancaran rasa kagum selain iri. lama sekali. "Nona. belum pernah kulihat ada orang yang menderita luka sebanyak ini. "Selama hidup. Jika harus mati. dia baru berkata pelan sepatah kata demi sepatah "Karena aku ingin melihatnya mati!" "Melihatnya mati?" Dengan tangan sebelah dia genggam ujung baju sendiri kencang-kencang. kau benar-benar yakin bisa sembuhkan lukanya itu?" tiba-tiba nona kecil itu bertanya lagi dengan lirih. . "Karena aku tak rela membiarkan dia mati dalam pelukan orang lain. karena mereka masih muda. secara sembunyi-sembunyi mereka gunak an ujung matanya untuk melirik gadis tersebut. dia harus mati di hadapanku!" EMBUN HUJAN I Jian-jian menundukkan kepalanya mengawasi sepatu yang dia kenakan. berwarna merah muda dengan sebutir mutiara sebesar ujung jari menghiasi ujung sepatu itu. Tapi dalam waktu sekejap segala sesuatunya telah berubah. karena status sosial clirinya dulu juga tak jauh berbeda dengan mereka. kenapa nona membawanya pulang?" tanya si nona dengan wajah mulai memucat. sampai lama. "Tidak!" Nona kecil itu terbelalak matanya lebar-lebar. kini telah berubah menjadi burung hong. Jian-jian sangat memahami perasaan mereka. bahkan mulai gemetar keras.com/ 151 Dengansuara yang ikut gemetar pula dia berkata. Cahaya indah semacam inilah yang selalu membuat terbelalak mata para gadis di dunia ini. seindah cahaya dari mutiara. lewat lama kemudian keadaan baru mereda kembali. begitu kencang genggamannya hingga kuku jarinya pada memutih. Gaun itu berwarna kuning keemas-emasan. Sepatu itu muncul dari balik gaun. tangan terjulai di depan dan bersikap amat menghormat berdiri berjajar di sampingnya. Tiba-tiba cadar yang menutupi wajah Ting Jan-coat bergetar keras. "Apakah luka yang dideritanya itu masih ada harapan untuk disembuhkan?" "Tidak" "Kalau tak ada harapan lagi. Berapa orang gadis berbaju katun dengan kepala tertunduk. di bawah sorot cahaya lentera memancarkan sinar keemas-emasan yang lembut lagi indah." kata nona kecil itu lagi sambil mengerutkan dahi." "Ini dikarenakan ia selalu senang beradu jiwa demi oiang lain." "Kenapa? Apa enaknya beradu jiwa? Kenapa dia begitu suka beradu jiwa?" Ting Jan-coat menghela napas panjang. Tiraikasih Website http://kangzusi. serunya. "Mungkin hanya setan yang tahu kenapa dia begitu." sahutnya.

apakah kau telah mengambil keputusan?" Tiada jawaban. dapat menjatuhkan diri berbaring dalam pelukannya. bertelanjang kaki. pelan-pelan dia menggerakkan tangannya untuk mengambil cawah air teh yang berada di meja." II . tiba-tiba dia angkat kepalanya sambil tertawa. di bawah rintikan embun hujan yang begitu lembut nampak seperti rambut seorang kekasih.. impian yang jauh lebih indah dari impian sebelumnya. Tapi sebelum tangannya sempal menyentuh cawan itu. Terbayang kembali ketika ia berlarian di atas tanah rerumputan.. Embun hujan. bunga itu sudah hancur diremasnya. asal buka suara pasti ada orang yang segera mempersembahkan ke hadapannya.. asal dapat bertemu dengannya.. ia seperti sedang menanti jawabannya. berlarian sambil menenteng sepatu. Karena dia ingin bertemu dengan kekasih hatinya. apapun yang terjadi ia tak ambil per duli. rerumputan telah menusuk telapak kakinya hingga terasa sakit dan geli. Setiap kali terbayang kembali kehangatan suasana yang begitu romantis. di sebuah senja musim semi. kau pasti akan menyesal!" Seorang perempuan setengah baya duduk di hadapannya. hatinya selalu terasa sakit bagaikan ditusuk dengan beribu-ribu batang jarum. Kesemuanya ini bukan bermimpi.. semuanya kenyataan. hujan yang turun di musim semi terutama di daerah Kanglam memang selalu menawan hati. segala sesuatunya telah berubah. berubah menjadi seseorang yang dengan status sosial yang begitu tinggi. katanya.com/ 153 Setiap kali teringat orang itu. dia tahu apapun yang dia kehendaki sekarang. Inilah impian yang sesungguhnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. terbayang sepasang matanya yang bulat lagi berkilat. Tanah rerumputan yang terbentang menghijau di kejauhan sana. seolah olah hanya selapis embun. Namun.com/ 152 Tampaknya untuk membuktikan bahwa kesemuanya ini bukan mimpi. dia lebih suka kesemuanya ini hanya sebuah impian. Rintikan air hujan telah membasahi rambutnya.. "Suatu hari nanti. "Nona. tapi dia takperduli. Dalam genggaman Jian-jian terlihat seikat bunga melati. dia lebih suka kembali ke masa di mana impian tersebut belum dimulai Bulan tiga. sedang mengawasinya dengan wajah sangat ramah. entah kenapa. ada orang segera mengambilkan cawan tadi lalu dipersembahkan ke hadapannya.Perubahan yang sangat drastis ini bagaikan dalam alam impian bahkan sebelum ia sadar dari impian tersebut. Jangan lagi hanya secawan air teh. begitu halus. dia merasa seakan-akan dirinya jadi mabuk. aku harap dia bisa memberitahukan sendiri kepadaku. "Kenapa kau tidak mengundangnya kemari agar dia bicara sendiri denganku? Persoalan apa pun yang hendak disampaikan. membiarkan rambutnya yang terurai basah oleh air hujan.. Hujan itu nampak begitu lembut. Tiraikasih Website http://kangzusi..

namun dia tetap harus bertindak dengan sangat berhati-hati. mana kubisa lega?" "Aku mengerti. Kuda jempolan yangsudah lama ikut malang-melintang dalam sungai telaga ini tampaknya dapat memahami perasaan majikannya. Asal dia dapat sembuhkan luka Siau Lui. bahkan aliran ilmu silat yang dimiliki pun tidak kukenal. berusaha keras mengendalikan diri. merebahkan diri dan angkat kakinya bersantai. Kuda hitam milik Liong Su telah diikat orang di belakang kereta dengan seutas tali panjang. Ouyang Ci menghela napas panjang. ia sama sekalitidakmerasa tersinggung karena harus mengintil di belakang sebuah kereta yang ditarik kuda lain.. Walau sudah puluhan tahun aku berkelana dalam sungai telaga. Dia pasti datang dengan maksud tujuan tertentu. "Kau harus bertindak sangat hati-hati." "Aku mengerti!" "Kedatangannya menolong Siau Lui pasti bukan dikarenakan ingin menyenangkan diri. kenapa kau biarkan dia membawa pergi Siau Lui?" "Aku hanya bisa berbuat begitu. selidiki di mana tempat tinggal mereka!" Tiraikasih Website http://kangzusi. dia rela dan merasa berharga untuk melakukan pekerjaan dan perbuatan macam apa pun.com/ 154 "Kau masih kuatir?" "Aku tahu.. dia sedang minum teh. tapi ia sendiri juga tak habis mengerti apa tujuan nona itu datang menolong Siau Lui Lelaki kekar kusir kereta kuda itu telah menghabiskan tiga mangkuk besar air teh. Melihat kesemuanya ini. Akhirnya ia berhasil mengejar kereta kuda berwarna hitam itu. Karena itulah Ouyang Ci menghentikan langkahnya di kejauhan. ia sudah turun tangan sejak tadi.Ouyang Ci dengan pakaian ringkas berwarna hijau. kelihatannya nona Ting itu bukan manusia sembarangan. ia merasa ada sesuatu yang tak beres. sedang orang yang berada dalam kereta itu tak ada yang keluar.com/ 155 Melihat semua tindak-tanduknya Ouyang Ci semakin curiga. Lelaki kekar yang membawa kereta telah turun dari kereta kudanya. Dia takut air matanya tak berbendung sehingga meleleh keluar." "Lalu. Walaupun saat ini tak ada orang yang mengenalinya. melarikan kudanya sangat kencang. sebelum tahu apa maksud tujuannya serta asal usulnya.. namun bukan saja tak kuketahui asal-usulnya. jika nona Ting berniat mencelakai Siau Lui. mana mungkin ia biarkan kusirnya makan-minum seenak sendiri di luaran? Apalagi di dalam . mengenakan topi caping terbuat dari bambu. "Buntuti kereta itu. Setelah itu ternyata ia mencari sebuah pohon besar.. Dia paham. semisalnya dia menghendaki batok kepalaku pun aku pasti kabulkan!" Ouyang Ci menggigit bibir kencang-kencang. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan tabiat Ting Jan-coat yang begitu keras. jangan lagi soal lain." Tentu saja ia sangat paham dengan maksud Liong Su. demi manusia macam Siau Lui. kemudian dia pun menghabiskan setumpuk makanan yang dihidangkan di tenda tersebut.

aku tidak perhatikan dengan jelas. Lelaki kekar itu mencoba memberikan perlawanan. kini tak bisa mengendalikan diri lagi. "Ke mana orangnya?" hardik Ouyang Ci dengan mata melotot. ternyata kereta itu kosong melompong! Ke mana perginya orang-orang itu? Ouyang Ci semakin gelisah.." Orang itu berwajah polos dan jujur. melongok ke dalam jendela kereta dan. benar. tapi nona itu memaksa untuk menukarnya dengan kereta miliknya..." "Apa kau bilang?" Tiraikasih Website http://kangzusi. "Si. Ouyang Ci mencoba untuk menahan diri. Ia segera cemplak kudanya mendekati kereta kuda itu.. Bahkan ditambah dengan kuda jempolan yang terikat di belakangnya" "Kentutmu!" teriak Ouyang Ci gusar. bahkan dia mulai minum lagi tiga mangkuk air teh. "Tak bakal ada kejadian seenak ini!" "Aku sendiri juga tak paham kenapa ada kejadian seenak ini.. kelihatannya memang bukan orang yang terbiasa berbohong. bahkan kali ini dia segera merebahkan diri di bawah pohon. Lantaran kuatir mereka berubah pikiran maka begitu selesai bertukar kereta." Perkataan itu memang jujur dan masuk di akal. Setelah menghentakkan kakinya ke tanah dengan perasaan gemas.com/ 156 "Sebetulnya kereta milikku tadi sudah bobrok dan kuno.kereta masih berbaring seseorang yang sedang terluka parah.. Siapa?" "Orang di dalam kereta!" "Maksudmu kedua orang nona itu?" "Dan seorang pemuda yang sakit parah!" "Mereka menukar kereta ini dengan kereta milikku. ia juga tahu bahwa lelaki yang berdandan sederhana ini bukan seorang manusia biasa. semua kekuatannya untuk melawan seketika sirna. dia . Barang siapa berhasil mendapatkan keberuntungan sebesar ini. ia tahu orang itu tidak bohong. menutupi wajahnya dengan topi dan mulai tidur. namun lelaki kekar itu belum juga berangkat. Ouyang Ci termasuk seorang jagoan yang banyak pengalaman dalam dunia persilatan. jika aku berani berbohong biar tubuhku hangus disambar halilintar. tanyanya lagi. Dengan satu cengkeraman kilat dia cengkeram ujung baju lelaki itu kemudian mengangkatnya ke atas. cepat-cepat aku ngeloyor pergi. Setengah harian telah lewat. Sekalipun lebih dungu. Tapi kenyataannya hal ini memang terjadi. Ouyang Ci dengan wataknya yang berangasan dan tak sabaran. Satu kejadian yang sama sekali tak masuk akal.. Kemudian dengan memakai keretaku mereka segera berangkat melanjutkan perjalanan. cepat dia loncat turun dari kudanya dan menyerbu ke depan lelaki kekar tadi. Jadi.. "Di mana kalian saling tukar kereta?" "Di persimpangan jalan depan sana." "Maksudmu pertigaan jalan itu?" "Ya. Di situ" "Kau tahu arah jalan mana yang mereka ambil?" "Waktu itu aku bingung bercampur girang tidak menyangka aku bakal dapat keuntungan sebesar ini. tapi sayang tubuhnya keburu terangkat keudara.

"Macam apa kereta kuda itu?" kembali Ouyang Ci bertanya.com/ 157 "Baik. cepat-cepat dia lepaskan tali pengikat kuda hitam yang berada dibelakang kereta. Tiraikasih Website http://kangzusi. mungkin ia sudah jatuh terjungkal ke tanah. Ouyang Ci sangat heran. lalu melarikan kuda itu cepat cepat meninggalkan tempat tersebut. bahkan lelaki kekar yang kelihatan polos dan jujur itupun secara tiba-tiba lenyap begitu saja dari muka bumi. Ouyang Ci benar-benar terkesiap. Begitu . kali ini aku rugi. kalau begitu aku akan memberi sedikit keuntungan juga kepadamu. kembali kuda itu meringkik panjang. Tapi entah kenapa. kini mati di pinggir jalan bagaikan seekor anjing gelandangan. aku ingin bertukar kuda denganmu. tapi masih ketinggalan jauh bila dibandingkan dengan kuda berwarna hitam itu. Ketika tiba di pertigaan jalan itu. mendadak kuda hitam tunggangannya terjerembab roboh ke tanah hingga membuat tubuhnya ikut terlempar ke depan. lalu keempat kakinya mengejang keras. Kalau bisa. Tapi ia benar-benar gagal menemukan perempuan itu. Ouyang Ci tidak berhasil menemukan kereta bobrok itu.. maka lambang yang kugunakan adalah seekor ayam jago. belum sempat ia mendekat. kenapa kuda jempolan yang sudah banyak pengalaman dalam pertempuran ini bisa tiba-tiba terjerembab? Menunggu dia telah bangkit berdiri dan menghampiri kuda tersebut. Lama sekali lelaki kekar itu tertegun." Tiraikasih Website http://kangzusi.pasti akan segera menyingkir secepatnya. Kuda yang semula ditunggangi Ouyang Ci meski termasuk kuda jempolan juga. Coba kalau bukan pengalamannya menunggang kuda sangat mahir. buih putih yang keluar dari mulurnya tiba-tiba berubah jadi hitam keungu-unguan. Sayang dia hanya seekor kuda. pintu kereta tertutup dengan sebuah tirai berwarna biru. tampaklah kuda hitam itu sudah roboh ke tanah. Liong Su belum tidur. ingin sekali ia temukan dengan segera perempuan yang lebih keji daripada ular berbisa itu. lalu setelah mengejang sesaat kuda itu mati kaku. Rugi besar!" Memang perkataan itu sangat tepat. Ouyang Ci merasa tangan dan kakinya jadi dingin membeku. buih putih meleleh keluar dari mulutnya. gumamnya. ia tak mampu membongkar kelicikan serta kekejian yang dilakukan manusia. di atas kain biru itu masih tertera merek dagangku. akhirnya sambil memungut tali kuda yang tertinggal. walaupun orang ini telah menderita kerugian besar. matanya kelihatan memerah. hanya air mata sempat bercucuran dari matanya.. "Sebuah kereta yang sudah bobrok." Tidak menunggu orang lain setuju atau tidak. Pekikan panjang yang memilukan hati itu seolah-olah ingin memberitahu kepada Ouyang Ci akan sebuah rahasia. "Waah.com/ 158 Kuda jempolan yang sudah banyak tahun malang-melintang dalam dunia persilatan in i." "Apa merek dagangmu?" "Semua temanku memanggil aku si Ayam jago. namun senyuman bangga justru tersungging di ujung bibirnya.

. Nona Ting telah suruh orang menyuruhku menghadap.. perasaan hatinya terasa bagai ditusuk dengan beribu-ribu jarum. . lagipula kondisi Siau Lui sudah begitu parah. buru-buru ia melompat turun dari ranjangnya sambil berseru. dia tak berani bentrok pandangan mata dengan pandangan Liong Su. ia benar-benar tak paham dengan per asaan seorang wanita. Ouyang Ci mengepal tinjunya kencang-kencang. Tiraikasih Website http://kangzusi.. Tapi dia mau tak mau harus berbohong. hanya saja dalam keadan semacam ini. bahkan sudah sangat lelah.." Ketika mengucapkan perkataan tersebut. Aneka bebungaan tumbuh subur di kaki bukit. kalau tidak.mendengar suara langkah dari Ouyang Ci.com/ 159 yang sedang berbohong jauh lebih tertekan. katanya. air yang jernih mengalir turun dari sebuah air terjun membuat panorama alam di sekeliling tempat itu kelihatan sangat indah. Tapi.. jauh lebih menderita ketimbang orang yang sedang dibohongi. mungkin ia akan segera muntah darah dan sakit parah. dia sudah tak mampu lagi menerima pukulan bathin yang lebih berat. siapa yang bisa paham? III Tempat ini adalah sebuah lembah bukit. Baru pertama kali ini dalam hidupnya ia berbohong. kudaku itu?" "Dia pasti bisa!" Kalau tidak sekuat tenaga berusaha mengendalikan gejolak emosinya.. sesungguhnya tak perlu baginya untuk repot repot turun tangan sendiri. katanya..mana airnya?" kedengaran . dia pasti dapat sembuhkan luka Siau Lui. apalagi terhadap seorang manusia. Hanya dia seorang yang tahu kuda itu sudah mati. mungkin dia sudah berteriak dan menangis tersedu-sedu. yaa..... kadangkala perasaan hati orang Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 160 "Ting-ting. ku. mengelilingi tiga-lima bilik rumah kedi yang dikelilingi dinding merah. Seorang nona kecil berkuncir sedang membawa sebuah botol berisi air berjalan masuk ke dalam halaman. "Mereka berhasil membongkar kedokku. "Kenapa bisa belum?" Ouyang Ci menunduk semakin rendah. "Hai. Ting-ting. mengapa dia harusberbuat begini? Kalau ingin membunuh Siau Lui. Seandainya dia mengetahui kejadian yang sebenarnya.. Terhadap seekor kuda pun perempuan kejam itu sanggup tunin tangan sekeji ini. entah dia bisa tidak merawat baik-baik. dia minta aku sampaikan kepadamu. Kadangkala berbohong pun membawa niat baik. "Dia bilang pasti dapat sembuhkan luka yang diderita Siau Lui?" Ouyang Ci manggut-manggut. kalau tidak ia tak mau mencampuri urusan ini lagi.. Liong Su menghela napas panjang. apalagi berbohong di hadapan Liong Su. seharusnya dia sudah memperoleh kesempatan dalam ruangan itu. "Bagaimana? Sudah kau temukan alamat mereka?" "Belum!" jawab Ouyang Ci dengan kepala tertunduk. sedang Siau Lui juga mungkin tak punya harapan lagi. Liong Su sudah tua. tapi kita dilarang mencarinya lagi.

jika ia berani . "Jian-jian sudah lama melupakan kau. "Kalau dia sudah mati.. Ting-ting juga mengerutkan dahinya sambil bergumam. Ting-ting menghela napas panjang. mungkin baru pertama kali ini dalam hidupnya ia tunjukkan perasaan kuatir terhadap orang lain. sebentar memucat sebentar menghijau. menurutmu dia bakal mati?" tanya Ting-ting sambil membelalakkan matanya... dia tak tahu haruskah merasa murung? Atau gembira? Siau Lui masih berbaring di atas pembaringan dengan perasaan tak tenang.. aku.. sepasang kuncirnya yang hitam bergerak kian-kemari memainkan sepasang pita merah yang menghiasi ujung kuncir itu. dia sudah hampir mati. "Aku sangat berharap lelaki ini tidak mati.." Deru napas Siau Lui makin lama semakin rendah." Ting Jan-coat menggigit bibir sambil mengawasi Siau Lui tanpa berkedip. Ting-ting tertegun saking kagetnya. "Nona. Dia seperti terpesona dibuatnya. kemudian setelah menghela napas panjang katanya. "Airnya sudah datang. dia seolah-olah telah bertemu dengan Jian-jian dalam mimpinya. seakan-akan ada sepasang tangan iblis yang tak kelihatan sedang mencekik lehernya Napasnya yang semula lemah tiba-tiba berubah jadi cepat.. aku. sekulum senyuman tersungging di ujung bibirnya. pasti akan lebih menawan hati!" "Menurutmu.. Tiba tiba Ting Jan-coat menerjang ke muka lalu mela-yangkan tangannya menggam-pa r wajah pucat itu keras-keras. Dengan memakai selembar kapas yang dibasahi air. "Siapa yang ingin kupukul akan segera kupukul. Jian-jian. dia sangat serasi bila mendampingi nona.. Dia kelihatan sangat murung dan kucai wajahnya. kau. Ting-ting membasuh noda kotoran dan noda darah yang menempel di wajah pemuda itu. dengan napas tersengal-sengal teriaknya berulangkali.. kenapa kau mesti berteriak terus memanggil namanya? Jika kau berani memanggil namanya sekali lagi. Aku akan membunuhmu!" Bekas lima jari tangan yang merah membengkak tertinggal di wajah Siau Lui yang pucat pias... tapi dari balik sorot matanya terpancar sinar kekuatiran.. "Jian-jian. kenapa kau masih menamparnya juga?" "Aku senang.." sahut Ting-ting sambil berlari masuk. Jian-jian. Siau Lui sudah cuci muka. "Jian-jian. "Siapa itu Jian-jian? Kenapa ia selalu memanggil namanya?" Ting Jan-coat hanya melototi wajah Siau Lui tanpa berkedip. . jeritnya tertahan.... umpatnya." sahut Ting Jan-coat sambil menggigit bibir. kau ada di mana?" Tiraikasih Website http://kangzusi.seseorang berteriak dari dalam rumah. dia seakan akan tidak mendengar apa yang digumamkan nona kecil berkuncir itu. Ting Jan-coat tidak menjawab. tapi pemuda itu tidak merasakan apa-apa.com/ 161 Paras muka Ting Jan-coat segera berubah hebat. "Orang ini memang benar-benar menawan hati!" Kain cadar yang dikenakan Ting Jan-coat sudah ditanggalkan waktu itu. mendengar perkataan tadi segera sambungnya dengan dingin...

. sepasang matanya masih mengawasi golok dalam genggamannya dengan termangu. mengawasi darah yang meleleh keluar melalui ujung goloknya.. ia bisa berkata bisa pula melaksanakan. keringat dingin mulai bercucuran . "Jian-jian. Liong Su hadiahkan kudanya karena dia ingin dia menunggang kuda itu pergi mencari Jian-jian.. Aku mohon. Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan air mata masih berlinang pelan-pelan ia tinggalkan ruangan itu. kenapa kau harus menyiksa orang lain? Kenapa kau juga menyiksa diri sendiri?" "Karena aku senang. ia sudah mendengar suara isak-tangis dari gadis tersebut. makin dibelai makin keras dan makin bertenaga... ia masih saja memanggil. "Sekarang aku mengerti....com/ 162 "Jangan nona!" teriak Ting-ting ketakutan... Sayang Siau Lui tidak dapat melihat. tapi belum sampai di luar pintu. seluruh badan Ting Jan-coat juga nampak gemetar keras. dengan terisak katanya. air mata telah membasahi seluruh wajahnya. kau memang tak pernah ingin dia hidup kembali!" "Tutup mulut!" hardik Tingjan-coat sambil mencak-mencak kegusaran.com/ 163 Ting Jan-coat tidak mendengar suara isak-tangis sendiri. maka kuda itupun kau bunuh. jangan kau iris daging tubuhnya. Nona. cepat pergi dari sini!" "Baik.. tiba-tiba goloknya diayunkan ke depan dan langsung menusuk kebahu Siau Lui. Seluruh tubuh Ting-ting ikut gemetar keras. tapi ia segera tak sadarkan diri lagi. dua deret air mata jatuh berlinang membasahi pipinya "Kenapa kau memanggil namanya terus-menerus? Kenapa kau tidak bertanya siapa namaku?" Perasaan hatinya juga seperti diiris-iris dengan golok tajam.. tiba-tiba tangannya merogoh ke arah pinggang dan mencabut keluar sebilah golok melengkung dari sarungnya. karena aku senang. juga darah pemuda itu. Saking sedih bercampur sakit hati. aku senang. Jian-jian. tapi nona." Ting Jan-coat menggenggam gagang goloknya makin kencang. aku pergi.memanggil nama anjing betina itu sekali lagi... ia sama sekali tak ambil perduli teriakan nona kecil itu. sambil membuka matanya lebar-lebar dia melotot sekejap ke arah gadis itu.. Pelan-pelan Ting Jan-coat mencabut keluar goloknya... 'Jangan kau lakukan itu." Pucat pias wajah Ting-ting saking kaget dan takutnya.. Tubuh Siau Lui yang semula berbaring di atas pembaringan segera meronta bangun. Darah pemuda itu telah mengalir masuk ke dalam mulut lukanya." jerit Ting Jan-coat sewot... di ujung golok masih ternoda darahnya. akan kucincang tubuhnya hingga hancur berkeping-keping!" Siapapun yang sempat melihat mimik wajahnya saat ini pasti tahu.. Rasa sakit yang bukan kepalang membuat seluruh tubuhnya gemetar keras. "Kau tak perlu mencampuri urusanku.. mendadak goloknya dibalik kemudian langsung ditusukkan ke atas bahu sendiri. Ia mulai menggerakkan tangannya membelai mulut luka sendiri... Ting-ting tertunduk lesu. Tiraikasih Website http://kangzusi.

Paras muka Siau Lui yang pucat pias kembali berubah jadi merah membara. yaaa. Selama ini dia mengejar terus tiada hentinya. ia meloncat bangun. tarikan itu sangat kencang.. matanya terasa berat sekali.. Ting Jan-coat tertunduk lemah. panas tinggi mulai merasuk sekujur badannya." "Lepaskan aku!" teriak Ting jan-coat sambil menggigit lengan pemuda itu. dengan penuh rasa gusar ia menerjang ke depan dan mencoba menamparnya Pada saat itulah tiba-tiba Siau Lui menarik tangannya kuat-kuat. kau tak bakal mati." Tiba tiba Siau Lui meronta kembali.. ia memangtak pernah bisa beristirahat dengan tenang.. Berapa hari belakangan. mendadak teriaknya keras... Sekalipun pemuda itu harus mati. rasa kesepian yang mendalam. "Jian-jian. pikirannya sudah kalut. asal kau mau balik kemari. siapa yang bisa membedakannya dalam keadaan seperti ini? Kegelapan malam mulai menyelimuti seluruh jagad.membasahi sekujur badan. Belum sempat gadis itu meronta untuk melepaskan diri. kenapa ia rela berbuat semuanya ini demi seorang lelaki yang masih asing baginya. Jian-jian.. kau belum mati... rasa mengantuk yang amat sangat membuat ia tak tahan untuk pejamkan matanya. Inikah yang dinamakan benci? Atau cinta? Mungkin ia sendiri juga tak tahu. tubuhnya gemetar keras.. Entah darimana munculnya kekuatan yang begitu besar. Sambil memeluk kencang tubuh gadis itu. Tapi.. tapi dia seperti tidak merasakan. tapi sorot matanya justru semakin bersinar." Mulut lukanya kembali mengucurkan darah segar. sangat kuat. menahan rasa letih. Siau Lui masih saja berteriak keras. malahan pelukannya makin kencang. Tiraikasih Website http://kangzusi.. kepalanya juga mulai lunglai... aku tahu kau pasti akan kembali!" Ting Jan-coat menggertak gigi menahan emosi. "Jian-jian sudah mampus. tahu-tahu badannya sudah tertarik hingga jatuh ke dalam pelukannya.mulai berteriak keras. Ting Jan-coat mendusin dari rasa mengantuknya dengan perasaan terperanjat. menyelidiki. duduk di ujung pembaringan Ting Jan-coat mulai terkantuk-kantuk. mencari. dia tak rela ia mati dalam pelukan orang lain. "Jian-jian.. Untuk siapa yang melakukan semuanya ini? Ia benar-benar tak habis mengerti... bagi putra musuh besarnya yang begitu dicintai juga begitu dibenci olehnya. kali ini aku tak akan membiarkan kau pergi dari sisiku.. jangan harap kau bisa bertemu lagi dengannya!" "Tidak. begitu terang sinarnya bagaikan api yang sedang membara. harus menahan siksaan rasa sakit yang ditimbulkan dari pergelangan tangannya yang patah. kau telah kembali. Dengan mata yang melotot besar kemerah-merahan dia awasi bayangan manusia yang berdiri di ujung pembaringan tanpa berkedip. tidak jelas. aku pasti tak akan biarkan kau mati.. bagaimana pun juga pada akhirnya ia sudah berada di sisinya.. bagi seorang lelaki yang telah mematahkan pergelangan tangannya. .com/ 164 "Jian-jian. Kau jangan harap bisa pergi lagi. kini kesadarannya sudah hilang...

Air mata mengalir melalui bahunya bercampur dengan darah pemuda itu. Tiraikasih Website http://kangzusi. . Ia membalikkan badan sambil meletakkan guci air itu ke atas meja dekat jendela. begitu kuat remasan tersebut hingga kuku jarinya nampak memutih. Aku telah kembali... kenapa kau tidak memelukku lebih kencang. bahkan langkah kakinya pun kedengaran makin berat. pemuda itu mulai mendusin dan sadar kembali.. masih ada keberanian. kemukjijatan tidak sering bisa terjadi di dunia ini. Di dunia ini pun tak akan ada obat yang jauh lebih manjur daripada keinginan seseorang untuk meneruskan hidupnya. kenapa kau bisa berada di sini?" Biarpun suaranya masih lemah namun sama sekali tidak mengandung nada persahabatan. Siau Lui segera berseru kaget. Jian-jian ada di mana? Siapa bilang Jian-jian telah kembali? Suara langkah kaki manusia bergema dari luar pintu kamar. Ting Jan-coat dengan membawa sebuah guci air berjalan masuk ke dalam ruangan itu. tapi hanya di saat sadar itulah perasaan pedih dan sedih akan mulai dirasakan. Selama umat manusia masih memiliki rasa percaya diri.. tapi..Ting Jan-coat ingin mendorong tubuhnya. tapi.. maka kau pun akan mengerti mengapa Siau Lui tidak sampai mati. "Ini rumahku. "Kenapa aku bisa sampai di sini?" "Kau tidak ingat?" Kembali tangannya meremas ujung bajunya kuat-kuat. IV Siau Lui tidak mati. hanya orang yang pernah mengalami penderitaan yang akan mengerti teori ini.com/ 166 Garis memerah sudah tak nampak di matanya. Ting Jan-coat merasa hatinya seolah-olah tenggelam ke dasar samudra luas. kenapa aku tak boleh kemari?" "Ini rumahmu?" seru Siau Lui makin tercengang. ingin melepaskan diri dari pelukan itu. menetes masuk ke dalam mulut lukanya.. ia menggigit bibir kuat-kuat.com/ 165 olehnya. "Rupanya kau? Kau. belum pernah ia dipeluk seperti ini Tiraikasih Website http://kangzusi. Melihat kemunculan gadis tersebut. Bila kau paham dengan teori ini. kemukjijatan masih seringkali akan bermunculan. Ketika panas tubuhnya mulai mereda. ?" Seseorang. tak akan ada orang lain yang bisa menyelamatkan jiwanya. masihada niat... memejamkan matanya dan tak tahan mulai menangis tersedu-sedu... gumamnya. memandang ruangan itu dengan termangu-mangu.. kemudian sahutnya ketus. belum pernah ada orang pernah memeluknya seperti ini. Sambil menangis tersedu-sedu. dari sudut ruangan sini ia memandang hingga sudut ruangan yang lain. aku adalah Jian-jian... Siau Lui membuka matanya. "Benar. yang tersisa hanya penderitaan.. kau.. bila dirinya sendiripun sudah tak ingin hidup lebih lanjut. ia segera menarik wajahnya. kejadian ini benar-benar merupakan satu kemukjijatan. Tiba-tiba saja semua kekuatan di dalam tubuhnya hilang lenyap tak berbekas.

" Tiraikasih Website http://kangzusi. Berkilat sepasang mata Ting Jan-coat. ada orang sedang bersiap-siap memberesi mayat kalian. ia masih berdiri di depanku. "Aku lebih suka melupakan semua itu untuk selamanya. akupun sudah tidak berhutang kepadanya... "Dia sudah tidak berhutang kepadaku. "Yaa. lalu sambil memandangnya lekat-lekat ia bertanya lagi.Siau Lui miringkan kepalanya seperti berpikir. Dalam waktu singkat semua bayangan itu muncul kembali dalam benaknya." Tiraikasih Website http://kangzusi.. "Liong Su yang mana?" "Liong Kong.. "Orang yang telah mampus tak mungkin bisa mewakilinya berkelahi. Tapi sayang mimik wajah Siau Lui tidak menunjukkan perubahan perasaan apa pun. ia bungkam dalam seribu bahasa.." "Kau temukan aku di mana?" "Di balik tumpukan mayat.. "Sudah teringat kembali?" Siau Lui menghela napas panjang dan tertawa getir. kau hanya sendirian. Tiba-tiba Ting Jan-coat membalikkan badannya." "Kelihatannya temanmu tidak banyak.. banjir darah. Yaaa.." ujar Siau Lui sambil berkerut kening. sewaktu aku tak sadarkan diri. Kakek yang memainkan senjata payungnya dengan gencar. Ting Jan-coat mengawasi wajahnya dengan pandangan tajam.. Liong Su!" "Aku tidak kenal orang itu." jawab Siau Lui hambar. tak bisa adu nyawa buatnya. pecut panjang yang menyambar bagai patukan ular berbisa....." "Kau tak pernah bertemu dengannya?" "Aku tidak kenal dengan orang itu.." ejek Ting Jan-coat dingin. "Di mana Liong Su?" tiba tiba Siau Lui bertanya. kampak raksasa yang membelah di atas tubuh manusia. "Tapi ketika kutemukan dirimu tadi. "masa dia pergi begitu saja?" "Kenapa tidak pergi?" Ting Jan-coat tertawa dingin." "Siapa orang itu? Bukan Liong Su?" "Bukan!" "Aneh" gumam Siau Lui.. katanya hambar. Jalan perbukitan yang sempit dengan dinding karang disekitarnya. dia memang seharusnya pergi dari situ. agaknya dia ingin sekali melihat pemuda itu menampilkan perasaan kecewa dan gusarnya. suatu perjuangan yang tak gampang. "Apakah aku berhutang kepadamu?" "Tidak!" "Dan kau berhutang kepadaku?" .com/ 167 'Tapi apa yang harus teringat terus tak akan kau lupakan bukan?" dari balik mata Ting Jan-coat terpancar keluar sinar kesedihan dan kemurungan yang mendalam." "Tapi.com/ 168 "Mungkin karena ingin mati pun bukan satu pekerjaan yang mudah. ia segera menangkap bahunya yang penuh noda darah. memang tak banyak!" 'Tapi kenyataannya kau masih bisa hidup hingga kini. keningnya makin berkerut. apa gunanya lagi buat dia?" Siau Lui tidak berkata.. pedang yang menembusi tulang bahunya. tiba-tiba tanyanya.

Ting-ting memegangi baskom kayu itu erat-erat. Padahal ketika baru mendusin tadi. "Aku.. bentuknya mirip lumpur yang kotor namun menampilkan bau harum yang semerbak. "Takut aku? Memangnya aku menyeramkan?" Pandangan mata Ting-ting tak lagi berani memandang ke arahnya.. nyawa yang dimiliki manusia macam kau sama sekali tak ada harganya.menjawab tanda itu." Obat yang berada dalam baskom air itu berwarna hitam pekat. "Apa yang kau takuti?" tegur Siau Lui."Yaaa. "Takut kau. matanya memancarkan rasa takut dan ngeri yang amat sangat ketika melihat campuran obat itu.. ia merasa kondisi tubuhnya jauh lebih sehat dan segar. hutang dua kalL" "Dengan cara apa kau hendak membayar hutang itu kepadaku?" "Katakan saja. udara di malam hari selalu lebih dingin dan nyaman ketimbang siang hari. karenanya kali ini kau tak perlu mengulangi lagi perkataan tersebut.. "Aku. Memang tak banyak orang yang benar-benar menunjukkan sikap bersahabat kepadanya selama ini. tapi secara sembunyi-sembunyi nona cilik itu menuding ke arah punggung Ting Jan-coat lalu membuat muka setan. Siau Lui menggapai memintanya untuk masuk ke dalam ruangan. dari dalam guci air dia menuangnya sedikit ke dalam baskom kayu.. namun Siau Lui merasa kepanasan. "Ting-ting!" mendadak Ting Jan-coat menghardik. Siau Lui pun balas mengerdipkan matanya . tiba-tiba nona kecil itu mengerd ipkan matanya memberi tanda. "Lagi apaan kamu di luar sana?" Ting-ting terperanjat hingga wajahnya berubah memucat. sejak masuk hingga sekarang tampaknya dia hanya memandangnya sekejap. bahkan sepasang tangannya gemetar keras.. Aku tidak apa apa. Buat apa aku mengambilnya?" "Kau memang pernah berkata begitu. sahurnya." jawab Ting-ting sambil menggigit bibir. sahutnya agak tergagap. Ia mencoba meraba wajah sendiri. belum pernah aku melihat orang dengan luka bacokan sebanyak ini.. malah bisa . sekarang sorot matanya sedang memandang ke arah pintu ruangan." Pelan-pelan ia membalikkan tubuhnya. Ketika mengetahui Siau Lui sedang mengawasinya. lagipula sikapnya sangat bersahabat. Rupanya secara tiba-tiba ia menemukan ada seorang nona kecil yang rambutnya dikepang sedang bersembunyi di luar pintu sambil mengintip ke arahnya dengan sembunyi-sembunyi. tidak.com/ 169 Gadis cilik itu sedang menutupi bibirnya sambil sembunyi-sembunyi tertawa geli." Malam.. Sejak pandangan pertama dia sudah merasakan bahwa nona kecil itu bukan saja berwajah menarik. bahkan kau sendiripun tidak pandang serius. lagi-lagi suhu badannya meningkat. Siau Lui tidak memandang ke arahnya. wajahnya menampilkan suatu perasaan yang sangat aneh. Tiraikasih Website http://kangzusi.." "Sejak dulu aku telah berkata..

Ting jan-coat tidak berada dalam kamar. tidak bersuara bahkan kerlingan matanya pun sama sekali tidak bergerak. bisiknya. maka selama hidup jangan harap bisa pergi dari sini!" "Kenapa?" "Kau tahu tidak. kalau tidak.bicara banyak. terutama dari mulut luka yang Tiraikasih Website http://kangzusi. Perempuan yang dingin kaku. mendekam mulutnya lalu sambil menempelkan bibirnya di tepi telinga pemuda itu. obat apa yang telah ia gunakan untuk . selama dirinya tidak sadarkan diri. begitu masuk ke dalam kamar. Cahaya bintang memancar masuk dari balik jendela. dia nampak sangat tegang hingga bibirnya pun kelihatan gemetar keras. tapi dia menampik untuk memahaminya. Tiba-tiba Ting-ting melompat ke muka. apakah dia pun seringkali menangis secara diam-diam? Siau Lui sangat memahami perasaan gadis ini." tiba-tiba Siau Lui berkata. dia adalah seorang gadis cilik. saking kagetnya kedua belah kakinya jadi lemas dan nyaris jatuh terperosok ke lantai. semakin tersiksa rasanya. Mengapa ia selalu menampik begitu banyak masalah yang menyangkut gadis itu? Tiba-tiba pintu kamar dibuka orang pelan-pelan. malahan dia masih dapat merasakan bau obat-obatan dan kuah jinsom yang masih tersisa dalam mulutnya Tapi sekarang. dia tak ingin memahaminya. kalau bisa dia ingin menggaruk sepuasnya. tapi ia tak bergerak. "Ssst. saat ini seperti digigit oleh beribu-ribu ekor nyamuk. Ting-ting terkesiap. nyawa kita berdua bakal melayang!" Tiraikasih Website http://kangzusi. Ting-ting. Siau Lui mengawasinya. Ia bisa membayangkan. Wajahnya kelihatan sangat tegang.com/ 170 ada di sekujur badannya. masih bisa bergerak?" "Mungkin!" 'Jika kau masih mampu berdiri. angkuh dan sendirian ini memang amat kesepian. Ting Jan-coat pasti merawatnya dengan sangat baik. Yang masuk ke dalam kamar bukan harimau kelaparan. Dalam hati kecilnya dia pun merasa sangat berterima-kasih. ia merasa sekujur badannya makin tak enak. sekarang juga kau harus pergi!" "Kenapa harus buru-buru?" "Sebab jika kau tak pergi malam ini. Sekalipun ada harimau lapar yangsecara tiba-tiba menerkam ke dalam ruangan. mimik mukanya sama sekali tak akan berubah. memadamkan lampu lentera tapi membuka lebar daun jendela dalam ruangan. cepat-cepat ia rapatkan kembali pintu itu. selain sakit juga gatal sekali. perlahan sedikit kalau bicara. "Apa yang kau takuti?" kembali Siau Lui menegur sambil tertawa. "Silahkan duduk. menyinari wajahnya. cepatlah pergi dari sini!" "Pergi dari sini malam ini juga?" "Yaaa. juga tak kedengaran suaranya.com/ 171 "Seserius itu?" "Ehm!" "Urusan apa begitu serius?" "Apakah kau masih bisa berdiri. tapi menampik untuk mengakui.

" Tiraikasih Website http://kangzusi. mungkin kau bisa mati kelaparan.. bila aku terus mengikuti dia. Kau masih kecil.. bentuk lubang itu persis seperti tanah yang dicangkul dengan mata cangkul!" Tiba-tiba Siau Lui merasa tangan maupun dadanya berubah jadi sangat dingin. dia baru punya peluang untuk tinggal di sampingmu Meskipun d ia sangat tidak berharap kau mati. Cepat atau lambat kau akan mati membusuk di atas pembaringan ini. perasaan harinya yang terpancar dari balik matanya pun kelihatan sangat aneh. kenapa takut. kalau tidak.. kenapa kau tidak sekalian membawaku pergi?" "Membawamu pergi?" "Aku pun tak bisa tinggal di sini lagi. "Kenapa?" "Sebab aku tak bisa pergi!" "Kenapa?" "Bila aku pergi. kau masih memikirkan aku?" "Tentu saja.. racun itu bernama rumput mata cangkul.. dia baru punya kesempatan untuk merawatmu." kata Siau Lui dengan perasaan berat. membusuk persis seperti segumpal lumpur!" "Tidak seharusnya kau beritahu persoalan ini kepadaku. bila lubang luka yang ada di tubuhmu dipolesi sedikit saja dengan obat ini." "Dia telah selamatkan jiwaku. Jika kau ikut aku." "Obat racun itu kalau tidak manis tentu harum baunya.. kau sendiri sudah hampir mati. apa dia akan lepaskan dirimu dengan begitu saja?" "Kau. kenapa sekarang ingin mencelakai aku?" "Karena dia tahu. tapi baunya harum sekali. telah mengobati lukaku hingga sembuh.. Ia berbuat begitu tentu saja karena dia sangat menyukaimu. "Jadi itu racun?" "Yaa.. "Bila mulut lukamu mulai membusuk. tapi dia pun tidak berharap lukamu segera sembuh. kalau tidak. begitu lukamu sembuh maka kau segera akan pergi dari sini." Dengan termangu-mangu Siau Lui mengawasi dinding kamar di hadapannya. yang kutakuti adalah rumput itu tapi aku.com/ . bisiknya sambil tertawa getir.com/ 172 Setelah menggigit bibir... mana ada orang yang mau menggunakannya?" Jangan dilihat nona ini masih kecil. siapa tahu justru aku bisa bekerja untuk mencari uang dan memelihara kau?" "Aku masih belum bisa membawamu pergi. tapi bagaimanapun juga kau harus pergi dari sini... bila kau semaput lagi." "Siang tadi kau bertanya kepadaku.. ternyata banyak sekali urusan yang dipahami dan diketahui olehnya. dia sudah gila." "Aku tidak takut. Tiba-tiba Ting-ting berkata lagi.mengobati lukamu hari ini?" "Entahlah. aku tak akan membiarkan kau menderita lantaran aku!" "Kalau memang begitu. mungkin aku pun akan ikut gila!" "Tapi.. "Tak heran kalau sekarang aku sudah mulai merasa tak beres. dengan suara yang lebih lirih lanjutnya." Tiraikasih Website http://kangzusi. maka tak sampai lima hari akan mulai membusuk hingga muncul sebuah lubang besar. aku tak berani bersuara.

" sahurnya.. Setelah tiba di sana kita bisa menyewakereta untuk melanjutkan perjalanan. apa yang dia katakan siang tadi semuanya bohong!" Kemudian setelah menghela napas. aku tak tahu harus ke mana mencarinya?" "Ia tinggal di ibu kota. "Di mana kuda itu sekarang?" "Sudah mati diracun nona. pelan-pelan dia menggeleng." Kemudian setelah memanda ng Siau Lui sekejap dengan kening berkerut. tapi akhirnya toh tetap dihadiahkan kepadamu. "Tapi. katanya sambil melompat bangun. "Sebelum berangkat. terusnya. nona juga telah bertemu dengannya. Kembali Ting-ting berkata. kalau bukan nona berjanji pasti dapat menyembuhkan luka di tubuhmu. dia minta nona menyampaikannya kepadamu. nada suara itu nyaris disertai isak tangis. lanjutnya." "Baik. ia cengkeram tangan Ting-ting dan serunya. sampai lama kemudian ia baru bertanya. "Aku dapat merasakan sikap Liong Su terhadap kau jauh lebih mesra ketimbang hubungan antar saudara. kembali air mata hangat menggelembung dalam kelopak matanya. dia tak akan membiarkan nona membawamu pergi. "Tidak." tiba-tiba Siau Lui berseru sambil menarik tangan nona itu." sahut Ting-ting sambil menghela napas. Tiba-tiba Siau Lui melompat bangun dari tidurnya. seolah-olah dia merasa hanya dia seorang yang pantas menjadi sahabatmu. cahaya yang sangat menakutkan memancar keluar dari balik matanya. bahkan dia pun menghadiahkan kuda mestika kesayangannya. bukan saja dia berulang-kali berpesan agar kau segera pergi mencarinya begitu lukamu sembuh. "Dari sorot matanya aku pun dapat merasakan kalau dia sedikit merasa sayang. "Sekarang juga kita pergi!" Berkilat sepasang mata Tingting. "Aku tahu di belakang sana ada sebuah jalan setapak yang tembus sampai di mulut sungai." "Kau pernah bertemu dengannya?" "Aku telah bertemu dengannya. "Sebab aku sendiri pun tak tahu ke mana harus pergi. Dia bilang." "Darimana kau bisa tahu?" "Dia sendiri yang mengatakan. lanjutnya. Siau Lui menghela napas panjang. tampaknya dia tak senang bila kau punya teman lain." Tiraikasih Website http://kangzusi. Benarkah kau dapat . "Kita bisa pergi mencari Liong Su!" Sekilas bayangan gelap melintas dalam pandangan mata Siau Lui.173 "Kenapa?" saking gelisahnya. sekujur badannya gemetar keras.." Paras muka Siau Lui yang pucat pasi mulai terjadi perubahan. "Apakah kau maksudkan kuda mestika berbulu hitam itu?" Ting-ting mengangguk. Lagi-lagi Ting-ting menghela napas.com/ 174 Siau Lui tertegun. kau lebih membutuhkan kuda itu ketimbang dia karena kau harus pergi mencari seseorang." Siau Lui merasa darah panas bergolak keras di dalam dadanya. "Kadangkala aku sendiripun tidak mengerti kenapa nona harus berbuat begitu. distrik Thiat-say-cu Oh-tong.

ada sedikit rasa gelisah dan murung. Siau Ho-ya duduk persis di hadapannya. jangan lagi badannya. pinggangnya juga mulai sakit malahan begitu sakit seperti mau patah rasanya. sahutnya lembut. pelan-pelan lanjutnya. . akhirnya dia menggerakkan tangannya memberi tanda. hanya ujung kakinya yang menempel tanah. Kembali Siau Ho-ya berjalan mondar mandir beberapa kali dalam ruangan. paling tidak seharusnya memandang dia sekejap. ia berbuat begini karena dia tahu ada seseorang sedang mengawasinya dari luar jendela." Baru selesai dia mengucapkan perkataan tersebut. ujung kaki pun sama sekali tak bergeser dari posisi semula. tertawa ke arahnya. "Aku boleh masuk?" Tiraikasih Website http://kangzusi. Tapi ia sudah duduk dalam posisi begini hampir satu jam lamanya. "Sayang aku tak percaya!" Tiraikasih Website http://kangzusi. Tentu saja dia berharap gadis itu mau bangkit berdiri menyambut kedatangannya. tengkuknya pasti akan terasa linu. lalu diam-diam mengundurkan diri dari situ. Tapi entah kenapa. "Sekarang aku sudah masuk ke dalam kamar.com/ 176 Jian-jian mengangguk perlahan. percaya kau?" Ting-ting memandangnya termangu. aku pasti dapat merangkak sampai di mulut sungai. sayang dan keyakinan. Bila seseorang duduk terlalu lama dalam posisi seperti ini. Duduk dengan posisi semacam ini memang harus diakui merupakan cara duduk yang indah. "Aku percaya.com/ 175 HIAT-YU-BUN (PERGURUAN BANJIR DARAH) I Jian-jian duduk dengan kepala tertunduk. mendadak terdengar suara Ting Jan-coat menyambung. Setelah mengitari meja bundar di tengah ruangan dua kali. "Silahkan duduk!" kepala Jian-jian masih tertunduk. Sayang Jian-jian tidak berbuat begitu. seorang yang pandai mengendalikan diri. bahunya ditarik ke belakang dengan pinggang ditegakkan. Dia tahu Siau Ho-ya telah muncul di situ. kemudian sambil menghentikan langkahnya ia bertanya. sangat anggun tapi juga sangat melelahkan. "Sekalipun harus merangkak. Sepasang tangannya diletakkan di atas lutut dengan dua kaki merapat serong ke samping.berjalan?" "Biarpun harus merangkak aku akan merangkak keluar dari sini!" Sorot mata yang terpancar keluar semakin menakutkan. sikap maupun mimik mukanya menunjukkan perasaan semakin tak tenang. Mimik mukanya memperlihatkan perasaan tak tenang. Beberapa orang gadis yang selama ini berdiri berjajar di sisi ruangan segera memberi hormat. sinar matanya memancarkan rasa kagum. apapun yang kau katakan aku pasti percaya. Padahal dia adalah seorang lelaki yang sangat tenang." kata Siau Ho-ya lagi.

ia tahu laki-laki memang tak bedanya dengan seekor anjing." Ia sama sekali tidak menyelesaikan perkataan itu.." Tiba-tiba paras muka Siau Ho-ya berubah jadi merah jengah.. "Kau telah selamatkan aku. jangan kelewat didesak. kau ingin aku menjadi gundikmu?" .. tentu saja tidak pantas menjadi menantu resmi keluarga Ho.. tiba-tiba sambil bangkit berdiri ia mulai melepaskan untaian perhiasan yang menghiasi kepalanya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia tahu kapan harus mengencangkan tali senarnya dan kapan harus mengendurkan tali senar tersebut. Sekalipun tidak bisa kubalas pada penghidupan yang sekarang.. sambil menutupi mulurnya ia terbatuk-batuk pelan. semuanya diletakkan ke atas meja. aku.. Sampai lama kemudian. "Kenapa kau suruh aku datang kemari?" Jian-jian tidak langsung menjawab.com/ 177 Kepalanya tertunduk semakin rendah. asal dia mau buka mulut berbicara maka perasaan hatinya yang gundah akan menjadi tenang kembali. bisiknya agak tergagap. pertanyaan semacam itu memang sangat sulit untuk dijawab. . gadis itu tetap bungkam dalam seribu bahasa. akhirnya tak tahan tanyanya... buat seorang wanita tanpa identitas jelas. tapi cawan itu diletakkan kembali ke meja. tanpa diketahui asal-usul yang pasti macam aku." tukas Jian-jian cepat. aku pun sudah tahu sangat jelas. bahkan mutiara yang berada di ujung sepatunya juga ikut dilepas.hari ini perasaan hatinya selalu gundah." Siau Ho-ya menggenggam tangan sendiri kuat-kuat. "Apakah kau. hei. "Kau sudah beristri?" "Belum!" "Dankau masih tetap ingin aki i menjadi gundikmu?" "Kenapa?" Pada dasarnya Siau Ho-ya adalah seorang lelaki pendiam yang tak suka banyak bicara. apa yang kau lakukan?" seru Siau Ho-ya dengan perasaan terperanjat. "Kenapa kau suruh aku tetap tinggal di sini?" kembali Jian-jian bertanya. memperhatikan aku. "Padahal sekalipun tidak kau jawab. Dia berharap Jian-jian mau bicara duluan. aku tak akan melupakan budi kebaikan ini. Setelah menghela napas panjang kembali Jian-jian berkata.. selalu merasa tak tenang. Dia coba mengambil cawan air teh di meja untuk menenteramkan hatinya. satu demi satu. "Kau. Tapi entah kenapa dia justru bingung." "Aku sangat berterima kasih sekali atas maksud baikmu itu. "Tapi aku. dia tak tahu apa yang harus diucapkan. ia terdiam beberapa saat kemudian sahutnya perlahan. katanya kau minta aku tetap tinggal di sini?" Siau Ho-ya mengangguk.. bisiknya. tapi Jian-jian justru tidak melakukan itu. "Sun toa-nio tidak beritahu kepadamu?" "Aku ingin mendengar kau sendiri yang mengatakan kepadaku. Jian-jian tidak bertanya lagi.. Ia tahu. Apalagi sekarang. "Tadi Sun hujin beritahu aku. pada penirisan berikut aku. melepaskan gelang emas di kakinya.

Sambil memegangi tangannya kuat kuat..com/ 179 hadiah sepuluh ribu tahil emas lantas kau bisa membeli semua wanita yang kau kehendaki."Aku tak berani menerima barang-barang berharga seperti ini. bukan berarti aku adalah seorang wanita rendahan. Kemudian dengan wajah membesi. "Kau anggap dengan memberi Tiraikasih Website http://kangzusi. kau tentu sudah mengerti maksudku bukan. bolehkah aku pergi kini?" "Tidak!" "Apa yang kau inginkan?" Berkilat sepasang mata Siau Ho-ya: "Asal kau bersedia. lebih baik aku menikah dengan seorang kusir kereta ketimbang jadi gundik orang lain!" Semua perkataan itu diutarakan dengan serius dan sangat tegas. "Biarpun aku hanya seorang perempuan yang tak jelas identitasnya dan tak pasti asal usulnya. Sambil menggigit bibir dan air mata jatuh berlinang. kembali Jian-jian berkata... lanjutnya dengan dingin. sebaliknya yang muncul justru perasaan cinta dan sayang yang sangat lembut dan . biarpun kau berikan seluruh lantakan emas yang kau miliki pun jangan harap bisa membeli aku!" Kemudian dengan napas tersengal-sengal dia hapus air mata yang membasahi pipinya. seru Jian-jian dengan sesenggukan. menghadang di depan pintu sambil serunya.com/ 178 Tanpa menunggu lebih lama lagi ia segera pergi meninggalkan tempat itu. terserah kau mau beli seribu orang atau sepuluh ribu orang. Sepanjang hidup.. detik ini juga kuberi sepuluh ribu tahil emas sebagai hadiah.? Mau beli.. mungkin baru pertama kali ini dia ditampar orang. ia benar-benar kaget dan terkesiap dibuatnya. secara tiba-tiba bisa berubah menjadi begitu teguh. begitu keras dan serius. juga tak boleh menerimanya. Tiba-tiba Siau Ho-ya melompat bangun.? "Tidak!" Kembali Jian-jian mengayunkan tangannya hendak menampar. hei. Siau Ho-ya mengawasinya dengan tertegun. "Lepaskan aku. nanti selesai kucuci bersih baru dikembalikan... "Kau mau pergi dari sini?" Jian-jian mengangguk. masih dengan suara keras teriaknya.. dari pancaran sinar mata yang muncul dari balik pandangannya sama sekali tak ada perasaan gusar atau benci. "Sekarang. pergilah membeli.. kau akan lepaskan aku tidak. tapi kali ini tangannya telah ditangkap. Mimpipun dia tak menyangka seorang wanita yang kelihatan begitu lemah-lembut.. "Kenapa kau harus pergi secara mendadak?" kembali Siau Ho-ya bertanya.. sementara akan kukenakan dulu. "Kenapa aku tak boleh pergi?" Jian-jian balik bertanya. Jian-jian sudah mengayunkan tangannya menampar wajah lelaki itu.. Sambil menarik wajahnya hingga nampak makin serius. tapi ingat. Siau Ho-ya mengawasi wajah Jian-jian tanpa berkedip." Tiraikasih Website http://kangzusi. namun Siau Ho-ya sama sekali tidak menghindar. sedang pakaian ini. dia seolah-olah telah berubah menjadi seseorang yang lain." Belum selesai perkataan itu diucapkan.

." "Aku tak perduli dengan segala identitas atau asal-usul.. akhirnya ia berhasil mengubah garis nasib sendiri.." lanjut Ting Jan-coat perlahan. bukan silsilah keluarga!" Tiraikasih Website http://kangzusi. Siau Lui tidak menjawab. kau adalah seorang wanita yang paling susah didapatkan.. Air mata yang bercucuran kali ini adalah air mata kegirangan. Siau Lui tidak memandang ke arahnya.hangat. menyulut lentera yang berada di atas meja kemudian baru memutar badan mengawasi mereka." . Aku tak pantas. langkahnya sangat lambat. Karena dia mengerti kapan harus menarik kencang tali senarnya. dia seolah-olah sudah tak sudi lagi untuk memandang ke arahnya walau hanya sekejap pun. tapi cara yang dipergunakannya kali ini jelas merupakan cara yang paling jitu. tak ada perempuan lain di dunia ini yang lebih pantas lagi!" "Tapi identitasku. Ting Jan-coat berjalan menghampiri. Konon terdapat tigaratus macam cara yang bisa digunakan seorang wanita untuk menaklukkan kaum lelaki.. "Tapi aku. II Lampu lentera. bila kau kubiarkan pergi maka aku bakal menyesal sepanjang hidup!" "Kau. Satu-satunya istri yang kumiliki!" Jian-jian seperti terperanjat seperti juga kegirangan." "Bila kau tak pantas.. Sebab baru sekarang aku sadar.." katanya lembut sambil mengawasi terus wajah gadis itu. dua deret air mata sekali lagi jatuh berlinang membasahi sepasang matanya yang indah. badannya gemetar keras sakit ngerinya. tegurnya sambil mentap gadis cilik itu dengan pandangan tajam: "Kau beritahu kepadanya. obat yang kububuhkan di lukanya adalah rumput mata cangkul?" Ting-ting mengangguk lirih. "Aku memang tak rela membiarkan kau Tiraikasih Website http://kangzusi. yang ingin kukawini adalah seorang istri.com/ 180 Jian-jian kembali memandang pemuda itu.. "Dan kau percaya?" kata Ting Jan-coat sambil menoleh ke arah Siau Lui. saking takutnya hampir saja ia menangis tersedu. Asal-usulku. aku memang telah bertemu dengan Liong Su dan akupun telah meracuni kuda itu sampai mati. "Apa yang dia katakan memang benar sekali. Dengan langkah yang sangat lamban Ting Jan-coat masuk ke dalam bilik. "Sebenarnya. "Tapi sekarang. apa yang dia katakan sama sekali tidak bohong. serunya gemetar." "Aku akan menjadikan kau sebagai istriku. Ting-ting bersembunyi di sudut pembaringan... ia menampik untuk menjawab.com/ 181 pergi. dan tahu pula kapan waktu yang tepat untukmengendor-kan tali senar itu. aku tak akan biarkan kau pergi dari sini. mungkin saja aku akan biarkan kau pergi. ia sangat ketakutan...

"Benar.. "Aku tak mau tinggal di sini lagi... sementara air mata telah jatuh bercucuran membasahi wajahnya.. ia sengaja berbuat begini mungkin tujuannya hanya ingin pergi meninggalkan aku.com/ 182 kehilangan ingatan..Siau Lui tertawa dingin. obat apa yang kugunakan?" Siau Lui tak perlu melihat. benci setengah mati. makin cepat makin baik. aku ingin merusak hubungan kalian. dia hanya berdiri di situ dengan pandangan tertegun. "Benar!" Siau Lui mengangguk. di tempat mana aku telah salah kepadamu? Kau.. seperti orang yang Tiraikasih Website http://kangzusi." Tiba-tiba ia menutupi wajah sendiri sambil menangis tersedu-sedu.. kau.. Dengan sekuat tenaga dia robek perban yang membungkus lukanya itu kemudian melemparkan perban tadi ke hadapan Siau Lui.. mengapa kau harus berbohong?" Ting-ting menangis tersedu. aku benci kau. begitu juga belum tentu kau mencintai orang yang sangat mencitaimu." Ting Jan-coat tidakmenghalangi kepergiannya. sekalipun aku telah berbohong... lalu sambil berlarian keluar dari dalam bilik teriaknya keras. Siau Lui tertegun." Tiba-tiba ia merasa perasaan hatinya berubah jadi sangat . tiap hari harus mendongkol karena kau. Ternyata obat yang dibubuhkan di mulut luka gadis itu pun rumput mata cangkul. aku benci kau!" "Kau benci aku?" "Yaa. karena aku benci kau. "Tapi soal rumput mata cangkul itu. "Coba kau lihat.. Ting Jan-coat menghela napas panjang. "Dia masih seorang anak-anak!" "Tapi dia sangat membencimu!" Ting Jan-coat menghela napas sedih... aku memang sedang berbohong. teriaknya. dunia di luar sana sangat luas. tiba-tiba ia melompat ke depan dan teriaknya... Tiba-tiba Ting Jan-coat menghela napas panjang.." Makin berkata nada suaranya semakin rendah dan lirih hingga akhirnya sama sekali tak kedengaran apa-apa. benci. gumamnya. aku ingin kau cepat mati. aku benci. belum tentu kau membenci orang yang sangat membencimu. "Banyak kejadian di dunia ini memang demikian.. "Aku tidak menyalahkan dia.. dia pun tidak menyangka gadis cilik yang kelihatannya sangat polos dan sangat baik hati ternyata pandai berbohong. Paras muka Siau Lui berubah makin pucat. pergi meninggalkan tempat ini. "Banyak persoalan di dunia ini sebenarnya memang begitu.. anak gadis mana yang tak ingin ke sana untuk melihatnya?" "Kau benar-benar tidak membencinya?" tak tahan Siau Lui bertanya. Ting-ting. ia sudah mengendus bau obat yang harum semerbak dan terasa sangat aneh itu. gumamnya... "Ting-ting. Dia sama sekali tak menduga kalau persoalan akan berubah jadi begini. mulut luka di bahunya yang ditusuk sendiri tempo hari tampak dibungkus juga dengan kain perban." mendadak perempuan itu membuka pakaian sendiri hingga terlihat sepasang bahunya yang putih bersih bagaikan susu. kau juga yang mengajarkan kebohongan ini kepadaku. agar kau tidak mendapatkan apa-apa.

gaun panjang-nya terurai hingga ke lantai." "Aku tidak menolongmu!" "Tidak?" "Tidak.com/ 183 Ia berlalu lebih dahulu. Siapa yang sedang menanak nasi? Diakah? Atau Ting-ting? Ia tak tahu dengan cara apa mereka lewatkan malam yang kelam itu. katanya dingin." Ting Jan-coat segera menukas. "Sekarang kau boleh pergi dari sini. demikian sakitnya hingga sukar ditahan siapa pun. dia ingin berbaring tenang di situ. Di tengah hembusan angin fajar yang sepoi-sepoi. perjalanan ini terasa begitu jauh dan sangat menyiksa. Perlahan-lahan Siau Lui bangkit berdiri dan turun dari atas pembaringan. lebih baik pergilah dengan merangkak" Tiraikasih Website http://kangzusi. seseorang yang memakai baju berwarna putih bersih. yang menolong kau adalah dirimu sendiri. ternyata perempuan itu masih . Dengan susah payah akhirnya berhasil juga ia mencapai pintu dapur. Cahaya lampu makin lama terasa makin redup.berat. tapi dia tak ambil perduli. "Tapi. tapi yang pasti malam tadi akan menjadi malam yang paling panjang bagi mereka berdua.com/ 184 Dapur letaknya di bagian belakang. seolah-olah ada batu seberat ribuan kati yang sedang menindih di atas dadanya. Tiraikasih Website http://kangzusi." Tapi aku. bila tak sanggup berjalan. dan rasa sakit di badan akan memperingan rasa sakit di dalam hatinya. masih untung tak ada luka di kakinya. Siau Lui hanya berbaring tak bergerak. sebab hanya tubuh yang terdiri dari darah daging baru akan munculkan perasaan sakit. menunggu hadirnya fajar di esok hari. bagaimana pun juga kau telah menolongku. tidak jauh dari kamar itu. angin yang berhembus lewat pun makin lama terasa makin dingin... Lewat lama kemudian ia baru melanjutkan. dia tak ingin berpikir apa pun. keringat dingin telah membasahi separuh tubuhnya. dari kejauhan sana kedengaran suara air selokan yang mengalir deras. lamat-lamat terendus juga bau ha rum nasi yang baru matang ditanak. cahaya matahari yang berwarna kuning keemas-emasan memancarkan sinarnya menerangi seluruh jagad dan setiap sudut kegelapan. Ia telah belajar bagaimana menikmati rasa sakit semacam itu sebagai suatu kenikmatan tersendiri. Seseorang kelihatan berdiri membelakangi pintu. tak ingin membayangkan persoalan apapun. Luka baru maupun luka lama di sekujur tubuhnya masih terasa sakit.. pergi tanpa berpaling lagi. Namun bagi Siau Lui. III Fajar telah menyingsing.. seakan-akan suara tangisan seorang gadis yang sedang bersedih hati. terendus bau harum semerbak yang disebarkan aneka bunga. Siau Lui tak menyangka.

" "Hei. Siau Lui menarik napas panjang. tapi setelah lewat lama sekali akhirnya dia tak tahan juga. dia hanya seorang bocah kecil. ..com/ 185 Siau Lui tertegun. Dengan tangan sebelah dia memegang kuali. tegurnya. "Di mana Ting-ting?" Dia tidak menjawab. katanya setelah memandang Siau Lui sekejap. Siau Lui tidak bertanya lagi. tapi bukan saja tidak menoleh.." "Aku bukan bermarga Ting!" sahut perempuan berbaju putih itu "Kau. tapi wajahnya jelek sekali. seorang nona berusia delapan-sembilan belas tahunan.pandai juga menanak nasi." "Kalau memang tidak kenal. Urusan dimasa lalu memang sudah berlalu. Bila kau pernah melihat betapa garang dan sadisnya dia berdiri di tengah genangan darah. sekarang tempat ini adalah rumahku. aku." kembali Siau Lui berkata. "Sekalipun telah melakukan kesalahan besar." "Dahulu?" "Buat apa kau menanyakan urusan masa lalu?" potong perempuan berbaju putih itu hambar. tapi siapa namanya?" "Agaknya dia dari marga Ting. mengapa kau bisa ada di sini?" "Ini rumahku. tubuhnya juga tinggi semampai. Dengan bersandar di atas dinding. apakah dia pun menampik untuk bicara dengannya? Siau Lui coba menahan diri." Perempuan muda berbaju putih itu segera tertawa dingin. pasti tak akan menyangka kalau perempuan itu pun sanggup berdiri di dalam dapur. kau sedang bicara dengan siapa?" mendadak gadis itu menukas dengan nada suara yang amat dingin. Siau Lui perlahan-lahan berjalan masuk ke dalam ruang dapur. jadi tak usah kau sebut pun aku sudah paham. "Betul!" "Dan kau selalu tinggal di sini?" "Sekarang aku tinggal di sini. "Aku rasa nona yang dicari seorang lelaki selalu usianya berkisar delapan-sembilan belas tahunan.. tapi siapa yang menjamin bahwa setiap orang tak pernah melakukan kesalahan? Jika kau bersedia memaafkan. kenapa aku tak kenal kau?" Tiraikasih Website http://kangzusi." "Siapa?" "Seorang nona. kalau aku tidak di sini lalu harus pergi ke mana?" "Ini rumahmu?" seru Siau Lui tercengang. katanya setelah tertawa paksa. sederhana dan lagi jelek rupa. "Kau kenal aku? Aneh. walaupun perempuan ini pun memakai baju berwarna putih salju. Tentu saja dia pun mendengar suara langkah pemuda itu. Dia memang mempunyai dua buah tangan saja. tangan yang lain memegang sebuah sendok kayu yang sedang dipakai untuk mengaduk nasi. Sebab dia merasa apa yang dikatakan perempuan muda berbaju putih itu memang sangat masuk di akal. "Kau!" Tiba-tiba perempuan itu berpaling. "Rasanya aku memang tak kenal dengan kau. mau apa datang kemari?" "Datang mencari seseorang.. "Bagaimana pun juga.

bahkan ada juga sementara orang yang punya keahlian membunuh orang. katanya. "Aku bisa melakukan banyak pekerjaan. "Tentunya kau tak akan makan gratis nasiku bukan?" Siau Lui melengak." "Menerima bacokan golok? Menerima bacokan golok juga termasuk satu keahlian?" ." Perempuan berbaju putih itu segera menyodorkan mangkuk nasi di hadapannya ke depan pemuda itu. kau termasuk yang mana?" Kembali Siau Lui termenung beberapa saat. Siau Lui mengangguk.com/ 186 Perempuan berbaju putih itu berpaling. kalau kenyang tubuhmu baru bertenaga. Sambil mengawasi anak muda itu. kau adalah seorang lelaki yang punya harga diri. dengan cepat dia habiskan isi mangkuknya hingga ludas. sementara kelopak matanya kelihatan semakin menyusut. kembali lanjutnya.. sambil menyodorkan semangkuk nasi tiba-tiba tanyanya." Tiba-tiba perempuan itu tertawa. "Keahlianku adalah menerima bacokan golok. dalam sekejap mata nasi dalam mangkuk besar itu telah disantap hingga ludas." "Kalau sudah lapar. ada pula sementara orang yang ahli dalam pengobatan. daging kukus. lapar sekali. Ada sementara orang punya keahlian main kecapi. "Kau merasa lapar?" "Yaaa." Di atas meja sudah tersedia telur dadar." "Apa keahlianmu yang utama?" Siau Lui mengawasi sepasang tangannya yang berada di atas meja dengan pandangan termangu.buat apa diungkit kembali? Dan buat apa ditanyakan lagi? Tiraikasih Website http://kangzusi. "Pekerjaan apa yang harus kulakukan?" Tiraikasih Website http://kangzusi. "Maka dari itu. ilmu nujum ataupun ilmu perbintangan. main catur. masa kau tak paham aturan ini?" kembali perempuan itu berkata. nasi yang baru saja hendak ditelannya mendadak terasa menyumbat dalam tenggorokan. manusia macam kau tentunya tak akan makan gratis lantas kabur bukan?" Siau Lui tidak menjawab. "Aku tahu." 'Terima kasih. paling tidak kau harus melakukan suatu pekerjaan bagi pemiliknya bukan. kembali perempuan berbajupurjh itu berkata. "Makanlah." seru perempuan berbaju putih itu sambil tersenyum. kalau boleh aku ingin minta semangkuk lagi. "Kalau sudah makan nasi milik orang lain. makan yang banyak.. rebung muda yang nampaknya masih segar. makanlah nasi itu. tidak menjawab. kelihatannya kau memang lapar sekali. tertawanya sangat aneh.com/ 187 "Apa saja yang bisa kau kerjakan?" perempuan berbaju putih itu balik bertanya. kemudian setelah meletakkan kembali sumpitnya ke meja iabaru bertanya. "Setiap orang pasti memiliki suatu keahlian khusus. "Waah. malah tersedia pula rebung yang di masak minyak wijen. Siau Lui segera ambil tempat duduk. melukis atau menulis. kemudian baru sahutnya sepatah demi sepatah.

" kata perempuan berbaju putih itu sambil menghembuskan napas lega. seolah-olah karena orang telah berhutang sebutir telur ayam maka wajar bila orang lain harus membayar dengan dua butir telur." kata perempuan berbaju putih itu tiba-tiba sambil bertepuk tangan. apalagi cuma dua orang.. seolah-olah ingin melihat Siau Lui terjatuh dari duduknya lantaran kaget dan ketakutan. rasanya kemampuanmu ini terhitung juga satu keahlian. "Bagaimanapun kau toh tidak kenal dengan mereka berdua."Belum genap sepuluh hari aku sudah menerima tujuh-delapan kali bacokan golok. orang biasa tak akan bisa mencicipinya!" "Apa keistimewaannya?" "Karena dalam nasi itu sudah kucampuri dengan sesuatu benda yang sangat istimewa!" "Apa itu?" "Racun!" Ia mengawasi Siau Lui tanpa berkedip." "Baik. "Apa gunanya menerima bacokan golok?" "Sangat berguna!" "Coba kau jelaskan. "Kedua mangkuk nasi itu sudah habis kumakan." jawab Siau Lui hambar.. percaya atau tidak percaya sudah bukan masalah yang penting. jadi hutang piutang kita segera impas. "Tidak. p aling tidak pengalamanku dalam masalah ini cukup banyak. tentunya mampu juga bukan untuk membunuh orang?" "Oh.. tidak termasuk .com/ 189 "Kalau begitu bantulah aku membunuh kedua orang itu. jangan lagi menggerakkan badannya bahkan mata pun sama sekali tak berkedip "Kau tidak percaya?" tanya perempuan berbaju putih itu dengan kening berkerut. "Kenapa aku mesti membacokmu? Apa keuntungannya buatku?" Setelah memutar biji matanya berulang kali." "Siapa bilang bukan satu keahlian?" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 188 "Orang yang mampu menerima bacokan senjata. hutang-piutang di antara kita kua nggap lunas?" Perkataan itu sangat enteng dan wajar." "Kau pingin mati?" "Tidak. "Apa kau tidak merasa nilai harga dari dua mangkuk nasimu kelewat mahal?" ujar Siau Lui sambil tertawa. kembali ia melanjutkan. sama sekali tidak mahal!" "Tidak mahal?" "Kedua mangkuk nasiku sangat istimewa. apa gunanya?" "Aku telah makan nasimu. bisa menerima tujuh-delapan bacokan senjata tanpa kehilangan nyawa. "Hmmm. Tapi Siau Lui tidak kaget.. Sekarang." Tiraikasih Website http://kangzusi. "Bagaimana kalau kau membantuku menghabisi nyawa dua orang? Asal kau berhasil." Perempuan berbaju putih itu segera tertawa." "Tidak penting? Tahukah kau orang yang telah makan racun bakal mampus?" "Tentu saja aku tahu. apa salahnya jika kau membacokku satu kali.

" "Kau ingin tahu siapa mereka berdua?" "Tidak. hanya gara-gara menghabiskan dua mangkuk nasi yang masih panas mengepul. dia malas bertanya. Tapi dia tidak berbuat begitu. kau sendiri yang bakal mampus!" Tiba-tiba Siau Lui tidak bicara lagi. Kini. pelan-pelan dia bangkit berdiri lalu berjalan keluar meninggalkan ruang dapur. Tusukan pedangnya waktu itu jelas sekali telah tembus di badannya. dia juga tidak mati. merasa segan untuk melakukannya. termasuk jagoan-jagoan dunia persilatan yang berilmu sangat tinggi. teriaknya keras.banyak!" "Yaaa. apa lagi yang mesti ditakuti? Dia tidak berbuat begini karena dia merasa malas. "Menunggu saat mati. memang tidak banyak. Genangan darah berceceran membasahi seluruh lantai. Lima raja neraka dari lima istana." "Tunggulah sampai mereka muncul di sini. IV Siau Lui berbaring tanpa bergerak. juga tak perlu. sambil mencak-me ncak kegusaran. "Kalau tidak mau yaaa tidak mau. tapi dia pun tidak mati. setelah itu kau boleh segera turun tangan menghabisi nyawa mereka berdua." "Tidak mau? Kenapa tidak mau?" Berubah paras muka perempuan muda berbaju putih itu. Kenapa perempuan berbaju putih itu dapat muncul di sana? Siapa yang ingin dibunuhnya? Siapa pula perempuan itu? Siau Lui tidak bertanya. aku tak akan membunuh. Apakah kejadian semacam ini tidak sangat menggelikan? Tentu saja jika mau dia bisa turun tangan menangkap perempuan berbaju putih itu dan memaksanya untuk menyerahkan obat penawar.. Selain kejam. Sewaktu kawanan tawon datang mencari balas Tiraikasih Website http://kangzusi. gerombolan Ngo-thian Giam-lo. bahkan mati secara mengenaskan.com/ 190 tempo hari. banyak sekali manusia yang mati terbunuh dalam pertempuran itu. "Mau ke mana kau?" tegur perempuan berbaju putih itu. Kalau seseorang harus mati. "Kau sebetulnya manusia atau keledai?" "Keledai!" terdengar suara Siau Lui bergema dari kejauhan. dia harus menunggu ajal di sini. tak ada kenapa-kenapa. bukan dikarekan dia takut tenaga dalam tubuhnya belum pulih sehingga tak mampu menandingi kemampuan orang. Perempuan berbaju putih itu menggigit bibirnya kencang-kencang. Kemudian algojo dari Perguruan Banjir Darah Hiat-yu-bun menempelkan goloknya di atas leher sendiri. maka aku tak bisa membunuh mereka berdua." "Tidak." "Kau lebih suka mati daripada melakukannya?" Siau Lui malas untuk menggubris. apapun yang terjadi sudah tidak menarik minatnya lagi untuk ." "Tahukah kau siapa yang ingin kubunuh?" "justru karena tidak tahu." "Bila kau tidak membunuh mereka. berpaling pun tidak ia pergi meninggalkan tempat itu. Tapi kini.. ia merasa dirinya sangat menggelikan. Waktu itu dia tidak mati. mereka pun sangat telengas. mata golok telah merobek kulit badannya.

Berapa saat lewat dalam keheningan. Orang hidup memang selalu bersikap lebih hormat terhadap orang mati. dia hanya tiduran tanpa bergerak." kata perempuan berbaju putih itu kemudian. peti mati yang kedua itu diletakkan persis di samping peti mati pertama.. sesaat kemudian ternyata mereka balik lagi ke dalam sambil menggotong sebuah peti mati lagi. Siau Lui malas menggubris. tak ada yang perlu dirisaukan dan dipikirkan lagi. perasaan menunggu datangnya ajal dirasakan sebagai sesuatu kenikmatan tersendiri.. Mengapa dia berubah jadi begini? Jangankan orang lain. dia tak perduli. Gejala semacam ini memang satu gejala yang sangat menakutkan. tiba-tiba mereka bungkukkan badan memberi hormat. keadaannya memang tak berbeda dengan sesosok mayat. ia berdiri di ujung pembaringan sambil mengawasi anak muda itu. tiba-tiba perempuan muda berbaju putih itu muncul kembali dalam ruangan....com/ 192 "Peti mati sudah disediakan. tingg. Lelaki berbaju hijau itu berjalan keluar dari kamar.. Tiraikasih Website http://kangzusi. Ketika memandang ke arahnya. dia tak ambil perduli. tapi paling tidak jauh lebih mendingan ketimbang tanpa peti mati sama sekali. sehingga urusan akhir dirinya pun telah dipersiapkan lebih dulu. seolah-olah berharap anak muda itu akan mencak-mencak kegusaran lalu . "Tolong tanya apakah kau masih bisa merangkak sendiri masuk ke dalam peti mati itu? Daripada setelah kau mati nanti aku harus panggil orang lagi untuk menggotong mayatmu. toong. "Hanya saja karena disiapkan secara mendadak maka peti mati itu kurang mewah. dua lelaki kekar berbaju hijau berjalan masuk ke samping pembaringannya sambil menggotong peti mati yang terbuat dari papan tipis.com/ 191 "Tiing." Siau Lui tidak menggubris. kedua lelaki berbaju hijau itu seperti sedang melihat sesosok mayat saja.. paling tidak mati akan membuat segala urusan jadi beres. Rupanya suara ketukan yang terdengar di luar kamar tadi berasal dari peti mati yang sedang dipaku.diketahui. dia pribadi pun tidak habis mengerti. Sampai lama kemudian suara itu baru berhenti. Menyusul kemudian dari luar kamar muncul orang.. mau sebuah peti mati atau dua buah peti mati bukan urusannya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Kembali perempuan berbaju putih itu berkata. Siau Lui tidak perduli.. Buat satu orang kenapa mesti disediakan dua buah peti mati? Siau Lui masih malas untuk bertanya. ia masih pejamkan matanya. buat dia mau pakai peti mati atau sama sekali tak pakai bukan masalah. entah apa yang sedang dipukul hingga menimbulkan suara nyaring. tongg." Ia mengawasi Siau Lui tanpa berkedip." Dari luar kamar terdengar ada suara orang sedang memukul sesuatu. Ia tak mengira orang-orang itu telah memikirkan secara sempurna.. Dia pun malas untuk memikirkan semuanya ini.

wajahnya tenang tidak menunjukkan perubahan perasaan apa pun Tertegun perempuan muda berbaju putih itu. Siau Lui benar-benar keheranan. dengan suara . Siau Lui tidak menunjukkan simpatiknya. lewat berapa saat kemudian tiba-tiba perempuan itu menghela napas. terusnya. maka aku tak usah mati. Siau Lui kembali tidak berbicara. Perempuan berbaju putih itu tidak bicara. tapi dalam kata yang amat singkat itu dia telah melukiskan betapa kejam dan sadisnya kedua orang musuhnya.com/ 193 menjumpai kita berdua mati bersama. sebab itu paling baik bagiku adalah mati duluan. sekarang malah menuduh orang lain yang mencelakainya. tak nyana hari ini mesti mati bersama. mendadak tegurnya. "Aku sedang berpikir. bisa dipastikan akan menaruh kesan jelek terhadap kedua orang itu." la tertawa. "Tahukah kau. Siau Lui tidak marah juga tidak menyerang. karena akupun sedang menunggu mati. tapi dia masih berusaha menahan diri tidak mengajukan pertanyaan apa pun. kenapa aku mengatakan kau yang telah mencelakaiku?" tanya perempuan berbaju putih itu lagi. "Bukan hanya ingin membunuhku saja." Walaupun dia melukiskan kejadian itu dengan kata-kata yang sederhana. iapun pejamkan kedua matanya. dia benar-benar bangkit berdiri dan m erangkak masuk ke dalam peti mati lalu membaringkan diri secara santai. mungkinkah mereka akan salah menduga bahwa kita mati karena cinta?" Siau Lui tak dapat menahan diri lagi." "Jadi kedua orang itu mau membunuhmu?" tanya Siau Lui dengan kening berkerut. Kembali keheningan mencekam seluruh ruangan. maka kembali lanjutnya. "Kenapa kau mesti mati bersamaku?" "Karena kau telah mencelakai aku." Dia sendiri yang telah mencelakai orang lain lebih dulu. mereka masih tetap me-nyeretku keluar dari peti mati. "Sekalipun setelah kematianku nanti. paling tidak aku toh bisa mati sewaktu masih berada dalam peti mati. tanyanya. Dia tak tahu permainan busuk apa lagi yang sedang direncanakan perempuan itu. setelah membaringkan diri di dalam peti mati. besar kemungkinan mereka akan mencincangku hingga hancur berkeping-keping.bila orang lain Tiraikasih Website http://kangzusi. apa yang sedang kupikirkan sekarang?" Tampaknya ia tahu Siau Lui tak bakal buka suara. siapapun yang telah mendengar penuturan tersebut. "Aku tak tahu. bila mereka muncul nanti maka aku akan mati duluan. inikah yang disebut jodoh?" Perempuan itu berjalan mendekati peti mati kedua lalu merangkak masuk dan membaringkan diri di situ. seolah-olah sedang menunggu datangnya ajal. suara tertawanya sangat memilukan. "Kita belum pernah kenal sebelumnya." "Maka kau berbaring dulu ke dalam peti mati?" "Yaaa. Perempuan muda berbaju putih itu menghela napas panjang. "Tahukah kau. Sampai lama kemudian dia baru menghela napas dan berkata lagi." "Sebab jika kau bersedia membantu aku membantai kedua orang tersebut.beradu jiwa dengannya.

" sahut Siau Lui dengan nada sedih. tapi dia pun merasa teramat asing. "Aku sendiri pun tidak tahu kalau dia benar-benar akan pergi.. Kembali perempuan berbaju putih itu berkata. Ke mana dia telah pergi? Mungkin jawabannya tetap akan menjadi misteri sepanjang masa. malas untuk menjawab. kenapa harus datang kemari dan mati di sini?" Tiraikasih Website http://kangzusi. maka aku mengira dia telah meninggalkan pesan kepadamu sebelum pergi. perempuan ini akan selalu berusaha merawat dan menjaganya. sepasang matanya dipejamkan erat-erat.com/ 194 "Sebab sesungguhnya aku masih belum kepingin mati. belum juga kedengaran sesuatu gerakan.. sama sekali tak ingin menjawab.." "Kau salah." Dia sengaja memperberat nadanya sewaktu menyebut kata "benar-benar. Dia hanya menghela napas panjang. Siau Lui merasa nama tersebut seakan-akan sangat dikenalnya. dia masih bernapas. "Sebetulnya apa hubunganmu dengan Ting Jan-coat?" "Aku tak punya hubungan apa-apa dengan orang itu. walau sampai ke ujung langit atau dasar samudra pun.. seolah-olah dia menganggap perempuan yang selalu membayangi dirinya itu tak bakal pergi meninggalkan dirinya. sedang suasana di peti mati sebelah sangat hening.? Lantas kenapa kau bisa berada di sini?" Tiraikasih Website http://kangzusi. selain dirinya.com/ 195 Siau Lui masih tetap berbaring tanpa gerak. keadaannya tak ubahnya sesosok mayat. Sekalipun begitu. Mungkinkah perempuan itu sudah mati? Siau Lui melompat bangun dengan perasaan penuh tanda tanya." seakan-akan dia hendak mempertegas sesuatu. "Sebab sebenarnya aku mengira disini bakal bertemu orang yang bakal menolong aku!" "Siapa?" "Ting Jan-coat!" "Ooh.. . Tapi dalam hati kecilnya dia lebih berharap Ting Jan-coat betul-betul telah pergi lantaran putus asa." "Kenapa?" Perempuan muda berbaju putih itu kembali menghela napas panjang. ternyata peti . . tak kedengaran suara apa pun termasuk suara napas." "Ooh. sebab ia masih dapat menangkap suara napas sendiri. Keheningan kembali mencekam seluruh ruangan. Tanpa harus menggigit ujung jari sendiri pun Siau Lui tahu kalau dia masih tetap hidup. sampai lama. maka aku sengaja melarikan diri kemari.ketus ia menegur... Tiba tiba perempuan muda berbaju putih itu bangun dan duduk di dalam peti mati.. Suara napas itu berasal dari suara napas sendiri. "Sewaktu tiba di sini. ke mana pun Ting Jan-coat pergi.. "Masih banyak tempat yang bisa kau pakai untuk mati. di dunia ini sudah tak ada kehidupan lain. tanyanya. Sebab di dalam pandangan serta hati kecilnya. ternyata ia sudah pergi. lama sekali. paling tidak dia masih punya satu kelebihan dibandingkan dengan orang mati. dia mencoba periksa peti mati sebelah. Namun ada satu hal dia lebih percaya dan yakin.. orang mati tak mungkin bisa bernapas.. tak kedengaran suara apa pun.

"Kau telah bertemu dengan Liong Su?" dengan nada tak sabaran perempuan berbaju putih itu bertanya. Dalam ruang kereta itu duduk seorang perempuan. tiba tiba katanya: "Aku turun di sini saja!" Siau Ho-ya tidak mencegah.. orang itu adalah Siau Lui. Oleh sebab itu Jian-jian ingin balas dendam. menurut Kim-cwan. wajah tampan yang dimilikinya serta kepandaian silat yang Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi harus percaya dengan ucapan Kim Cwan!" "Hmm! Apalagi orang itu. ia tak berhasil menyingkirkan bayangan Siau Lui dari dalam benak Jian-jian.. perempuan berbaaju putih itu melirik Siau-hou-ya sekejap. tujuannya tak lain hanya ingin balas dendam terhadap Siau Lui. begitu kencang larinya kuda membuat ruang kereta tersebut bergoncang sangat keras. "Beritahuaku!" ujar SiauHo-ya dengan nada marah. ketidaksetiaannya. Siau Ho-ya adalah seorang lelaki yang amat percaya diri. Tapi kalau bicara soal cinta. Tiraikasih Website http://kangzusi. Orang itu sama sekali tak pandang penting nyawa . Dengan langkah kaki yang berat ia berjalan mendekati kereta itu. dia tetap mencintai Siau Lui.!" perempuan berbaju putih itu berseru tertahan. Tak jauh dari Oh-tiong tampak sebuah kereta kuda yang amat mewah parkir disitu. dia adalahp erempuan muda berbaju putih itu. "Kau tak perlu percaya kepadaku. "Ohh..mati itu kosong. Kalau tidak kau bakal kehilangan perempuan itu!" "Aku tidak percaya!" tukas Siau Ho-ya. dia tak percaya dengan mengandalkan asal-usul keluarganya. orang yang gagal mencicipi buah anggur selalu akan mengatakan kalau anggur itu kecut.com/ 196 Di tengah keheningan. seharusnya kau biarkan orang dari marga Lui itu tetap hidup.. Baru saja perempuan berbaju putih itu hendak menyingkap tirai untuk melompat turun dari kereta. membalas kekejaman hatinya. "Jika kau betul-betul mencintai nona Jian-jian. Jian-jian hanya cinta satu orang sepanjang hidupnya. cengkeraman itu sangat kuat dan kencang. "Kenapa kau tak tega turun tangan terhadap orang she Lui itu?" Perempuan berbaju putih itu tertawa. Kereta kuda segera dilarikan kencang meninggalkan tempat itu. tiba-tiba tangannya dicengkeram seseorang. 0o0 Siau Ho-ya berjalan keluar dari Say-cu Oh-tiong. aku lebih tak percaya!" jawab Siau Ho-ya dengan nada menghina. ia tak segan membiarkan dirinya jatuh ke dalam pulukan Siau Ho-ya. Tapi ada satu hal dia percaya sekali. Konon. menyingkap tirai kereta dan masuk ke dalam ruangan. Paras muka Siau Ho-ya nampak sangat berat dan serius. Dia memang punya alasan untuk tidak percaya Kim-cwan. tapi kemudian Siau Lui juga yang telah meninggalkan dirinya. dia mengangguk pelan. yaitu apa yang dikatakan perempuan berbaju putih itu setelah dia bertemu Siau Lui. tanpa penghuni.com/ 197 dikuasainya.

sendiri. Masalah inikah yang membuat Jian-jian sangat merisaukan Siau Lui? Siau Ho-ya tidak percaya, maka ia sengaja datang sendiri berjumpa dengan Liong Su. Mungkin, sesungguhnya dia tak perlu berbuat begitu. Tapi untuk membuktikan kebenaran kata-kata Kim-cwan, dia datang juga untuk bertemu LiongSu. Sekarang dia mengerti, ia benar-benar paham, seorang lelaki yang bisa membuat Liong Su begitu kagum, begitu menaruh hormat, memang sangat pantas untuk dicintai perempuan macam Jian-jian. Mencintainya dengan sepenuh hati. Perempuan muda berbaju putih itu belum pernah dicintai lelaki, dia pun belum pernah mencintai lelaki. Yang bisa dia lakukan hanya membunuh orang, baik lelaki atau perempuan, semuanya dibunuh tanpa pandang bulu, maka orang menyebutnya Leng-hiat Kwan-Im (Kwan-Im berdarah dingin). Atas perintah dari Siau Ho-ya dan atas keterangan yang berhasil dihimpunnya dari penuturan Liong Su, dia mengambil kesimpulan. Kemungkinan besar orang yang telah berhasil melarikan Siau Lui adalah Ting Jan-coat. Ternyata dugaannya tidak meleset. Ketika ia datang mencari mereka, Ting Jan-coat maupun Ting-ting telah pergi meninggalkan tempat itu, tinggal Siau Lui seorang diri sedang berbaring di atas pembaringan. Waktu itu Siau Lui sedang tertidur nyenyak, satu kesempatan yang sangat berharga baginya untuk turun tangan menghabisi nyawanya. Tapi ia tidak berbuat demikian. Selama hidup, Leng-hiat Kwan-Im tak pernah ragu atau sangsi dalam menjalankan aksinya, dia tak kenal arti kata "tak Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 198 tega." Tapi kenyataan bicara lain, dia telah membuang peluang yang sangat baik itu dengan begitu saja. Persoalan inilah yang membuat Siau Ho-ya risau bercampur marah. Manusia semacam Leng-hiat Kwan-Im saja tak tega membunuh Siau Lui, hal ini membuktikan posisi Siau Lui dalam perasaan Jian-jian memang sangat istimewa. Siau Ho-ya belum pernah merasakan risau atau gundah pikirannya. Tapi sekarang dia mulai risau, mulai gundah pikirannya. Jian-jian sudah tidak menundukkan kepalanya. Paras mukanya mulai bersinar, senyum manis bagai datangnya musim semi selalu tersungging menghiasi bibirnya. Kini, bukan saja dia akan mengubah nasib sendiri, juga berusaha menguasahi nasib orang lain, tak dipungkiri semuanya ini akan menjadi satu kenyataan. Siau Ho-ya sudah berada dalam cengkeramannya. 0o0 Malam semakin kelam, keheningan mencekam seluruh distrik Thiat-say-cu Oh-tong. Di ruang tengah piaukiok, Liong Su dan Ouyang Ci sedang duduk berhadapan sambil minum arak. Paras muka mereka berdua kelihatan sangat serius, arak yang sedang diteguknya sekarang entah dipakai untuk membangkitkan keberanian atau justru untuk menghilangkan semua kemurungan hati. Beberapa orang pengawal bertubuh kekar berdiri berjajar di sisi ruangan, semuanya menggembol senjata. Barisan pertempuran telah dipersiapkan, semuanya ini menambah tegang dan seriusnya keadaan di situ.

Cho Piau, congkoan dari perusahaan ekspedisi itu berjalan masuk ke dalam ruangan dengan langkah terburu-buru, setelah memberi hormat katanya, "Cong-piautau, semua perintahmu telah dilaksanakan!" "Masih tersisa berapa orang di sini?" tanya Liong Su sambil menundukkan kepalanya. "Kecuali berapa puluh orang sanak-keluarga, yang lain rela tetap tinggal di sini." Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 199 "Sudah kau terangkan situasi yang sedang kita hadapi?" "Sudah, dan mereka ikhlas mati-hidup bersama Cong-piautau!" sahut Cho Piau penuh semangat. "Bagus!" Tiba-tiba dia bangkit diri, setelah menyapu sekejap wajah semua yang hadir dalam ruang tengah, katanya sambil menghela napas panjang, "Hei...! Walaupun aku tahu, saudara sekalian tetap di sini karena dasar niat baik, tapi aku... aku tak tega menyusahkan kalian semua..." "Brakkk!" tiba tiba Ouyang Ci menggebrak meja dengan penuh emosi. "Hiat-yu-bun telah muncul di depan pintu rumah kita, paling-paling kita beradu nyawa dengan mereka! Malam ini kita harus membuat satu penyelesaian yang tuntas!" Liong Su mengerutkan dahi, setelah termenung sejenak katanya lagi, "Malam ini Hiat-yu-bun datang menyerang secara tiba-tiba, aku rasa Oui Hui Thiat Cing dan Gong Kong, tiga piautau kita tak sempat balik kemari, dengan andalkan kita berdua untuk mengatasi situasi pada malam ini, aku rasa..." Dia memang sudah tua, semua kegagahan dan keberaniannya di masa lampau telah mulai surut. Ouyang Ci sangat memahami maksudnya, ia berbicara begitu bukan untuk menutupi kelemahan sendiri, tapi dia tak tega membiarkan anak buahnya yang begitu setia mengalami nasib yang sangat tragis. Semua orang dalam sungai telaga cukup paham dengan sepak terjang Hiat-yu-bun, Perguruan Banjir Darah itu. Tahu betapa kejam dan telengasnya perbuatan mereka. Ouyang Ci tidak bicara lagi, ia angkat cawannya dan meneguk habis isinya. Keheningan yang luar biasa kembali mencekam seluruh gedung... tiba-tiba terdengar beberapa kali jeritan ngeri yang menyayat hati berkumandang dari luar halaman. "Mereka datang!" seru Liong Su dengan wajah berubah. Seorang pengawal buru-buru berlari mendekat sambil menyodorkan sebuah tombak sepanjang satu koma empat Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 200 kaki. Baru saja ia menerima tombak tersebut, Ouyang Ci sambil menggetarkan cambuk hitamnya telah meluncur keluar dari ruangan. "Ouyang..." Liong Su berteriak cemas. Tapi dia tidak mencegahnya lebih lanjut. Dengan satu gerakan yang sangat cepat Ouyang Ci melompat ke dalam halaman. Di situ dua puluhan orang pengawal telah terlibat dalam satu pertempuran sengit, beberapa orang di antaranya telah terkapar bermandikan darah. Tampaknya mereka sudah keteteran dan tak sanggup membendung serbuan dua orang musuhnya Kedua orang penyerang itu bukan lain adalah si Payung

dan si Golok dari Neraka, Giam-lo San dan Giam-loTo. Mereka sedang menyerbu ke arah ruang tengah dengan garangnya. Ouyang Ci segera menghadang, ruyung hitamnya digetarkan kuat kuat mengancam wajah Giam-lo To. Bagaikan seekor ular berbisa, ruyung hitam itu langsung menyambar ke depan dan berubah menusuk tubuh lawan. Giam-lo To buru-buru mengayunkan senjatanya menangkis, ketika kedua buah senjata itu saling membentur, segera terdengarlah suara benturan yang amat nyaring. Menggunakan peluang tersebut, Giam-lo San merangsek ke depan, senjata payung bajanya dihantamkan ke atas kepala Ouyang Ci. Liong Su membentak keras, tombaknya digetarkan keras langsung menangkis datangnya hantaman payung itu. Di tengah suara bentakan, Liong Su melancarkan berapa kali tusukan maut dengan tombaknya, serangan yang dilancarkan secara bertubi-tubi ini memaksa Giam-lo San harus berkelit ke samping, otomatis ancamannya terhadap Ouyang Ci pun segera terpatahkan. "Liong Su!" teriak Giam-lo San sambil tertawa seram. "Malam ini kalian pasti mampus!" Liong Su sangat paham, mustahil pihak lawan hanya mengirim dua orang jago untuk menumpas mereka. Kehadiran Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 201 orang ini jelas hanya sebagai pembukaan. Jago-jago Hiat-yu-bun yang lebih tanggu h pasti sudah bersembunyi di tempat kegelapan dan menunggu peluang untuk melancarkan serangan mematikan. Musuh yang bersembunyi di kegelapan selalu lebih menakutkan ketimbang musuh yang telah tampil keluar, karena bokongan adalah serangan yang sangat menakutkan. Liong Su tidak takut menghadapi kedua orang itu, tapi dia tak bisa menduga jagoan tangguh macam apa saja yang masih bersembunyi dan belum tampil itu. Tombaknya diputar semakin ketat, kali ini dia tusuk dada Giam-loSansambilmenghardik, "Hmrnm, kalau cuma kalian berdua mah masih ketinggalan jauh! Berapa banyak jago yang kalian bawa kali ini, suruh mereka tampil semuanya!" "Bunuh ayam tak perlu memakai golok penjagal kerbau, rasakan dulu kehebatanku ini!" teriak Giam-lo San geram. Biarpun payung baja itu kelihatan berat sekali, namun dalam genggamannya kelihatan begitu enteng bagaikan payung yang terbuat dari kertas biasa. Biarpun digunakan untuk menusuk atau membabat, semua gerakan dilakukan enteng sekali. Pertempuran sengit segera berkobar... Tiba-tiba terdengar suara tertawa seram bergema di seluruh angkasa. Tidak diketahui berasal darimana suara itu, tapi tertawanya begitu menyeramkan, membuat bulu kuduk semua orang pada berdiri. Bersamaan dengan selesainya suara tertawa itu, terdengar seseorang dengan suara yang sangat parau dan berat berseru, "Aku dengar, Ngo-thian Giam-lo lima raja neraka dari lima istana sangat tersohor di dalam dunia persilatan! Heran, kenapa makin lama kelihatan semakin tak becus..." "Sangat tepat perkataanmu itu," sambung suara lain yang keras, nyaring dan penuh tenaga. "Tempo hari sudah ada tiga orang yang pecundang, dua yang tersisa memang semakin tak

kembali bayangan hitam itu mengebaskan kedua ujung bajunya ke depan. Begitu mata uang emasnya disambit keluar. lihat tombakku!" Dengan kekuatan yang maha dahsyat bagai sambaran halilintar dia tusuk dada musuhnya. aku tidak pernah menggunakan . darah dalam tubuhnya serasa mendidih.. dengan cekatan dia berkelit kesamping kemudian melejit ke atas atap rumah." seru suara parau itu sambil tertawa keras. kau duluan? Atau aku duluan?" kata suara yang nyaring kuat itu. Dengan mengerahkan segenap kekuatan yang dimilikinya mereka meneter Liong Su dan Ouy Ci habis-habisan. Dalam waktu sekejap sudah puluhan orang piausu yang termakan senjata rahasia itu dan roboh terkapar di tanah. Begitu sengit jalannya pertempuran itu membuat kawanan piausu yang lain tak berpeluang untuk melibatkan diri dalam pertempuran. kemudian dengan langkah lebar dia mendekati Lamkiong Liong. tentu saja kau harus duluan. "Membokong or-ang dengan senjata rahasi a bukan termasuk kepandaian hebat." kembali suara yang parau itu berkata. "Liong Su!" ejeknya sambil tertawa. cepat bagaikan sambaran seekor rajawali yang terjun dari angkasa. Lam-chee Pak-sah (mata uang dari selatan pasir dari Tiraikasih Website http://kangzusi. 'Tua muda ada urutannya. jeritan ngeri yang memilukan hati bergema silih berganti.com/ 203 utara) adalah dua jagoan yang sangat tangguh kepandaian-nya. serangan yang dilancsrksn kedua orang itu makin gencar dan ketat. tampak sesosok bayangan hitam meluncur turun dari atas atap rumah. dalam sekejap mata puluhan orang jago telah kehilangan nyawa. Seperti terangsang oleh ucapsn tersebut. selapis cahaya tajam yang menyilaukan mata segera berhamburan di angkasa. bentaknya. mereka hanya bersorak-sorai di pinggir kalangan sambil memberi semangat. "Jangan cuma nonton keramaian. Sayang peringatannya kalah cepat dengan sambaran cahaya tajam itu. "Mata uang pencabut nyawa.com/ 202 Untung malam itu suasana sangat gelap sehingga wajah Giam lo San dan Giam-lo To yang berubah jadi merah padam bagaikan kepiting rebus tidak kelihatan jelas. "Baik!" Bersamaan dengan seruan itu.. "Lebih baik kita selesaikan panggung pertarungan ini secepatnya!" "Baik. Nama besar Toh-mia Kim-chee (mata uang pencabut nyawa) Lamkiong Liong memang bukan nama kosong. "Pengetahuanmu benar-benar sangat cupat. Liong Su teramat gusar. dengan satu tusukan keras dia paksa Giam-lo San untuk minggir ke samping. Lamkiong Liong tidak melayani tusukan itu. Belum lagi mencapai permukaan tanah. Siapapun tidak mengira Hiat-yu-bun ternyata berhasil mengundang dua tokoh senjata rahasia untuk mendukung aksinya.becus!" Tiraikasih Website http://kangzusi. ilmu hujan bunga menyelimuti angkasa yang baru saja digunakan sungguh mengerikan." teriak Liong Su dengan perasaan amat kaget.

Lam-chee Pak-sah segera memanfaatkan peluang itu dengan sebaik-baiknya. Ouyang Ci seperti tidak merasa kesakitan." Liong Su benar-benar amat gusar.. Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan satu tebasan kilat dia bacok lengan kanannya yang memegang ruyung itu hingga terkurung menjadi dua bagian. Sayang tindakannya ini membuat perhatiannya terpecah. lebih tepat kalau dibilang sudah tak menggubris keselamatan jiwa sendiri. bagaikan sampiran kilat cepatnya mereka berdua menyerbu ke tengah gerobolan manusia. satu per satu kawanan piauwsu itu roboh bergelimpangan ke atas tanah. bahkan badannya jadi sempoyongan.amgi. Di saat yang kritis itulah.com/ 204 Dengan perasaan terkesiap buru-buru Liong Su melompat mundur ke belakang berusaha menghindarkan diri.. "Su-ya. sementara Giam-lo San mendekati liong Su dan Ouyang Ci. tubuhnya sudah roboh terjungkal ke bawah. ia menerkam Giam-lo San dengan satu .com/ 205 Gerakan orang itu sudah bukan nekad lagi. ia tidak memberi kesempatan kepada musuhnya untuk menyelesaikan perkataan itu Dengan satu lompatan. buru-buru Ouyang Ci bergeser ke samping dan berusaha memberi pertolongan. tanpa memberi ampun lagi mereka tebarkan mata uang pencabut nyawa serta pasir beracunnya ke tengah kawanan piausu itu. ia mengejar ke atas atap rumah sambil melancarkan sebuah serangan maut. ia langsung menyerbu ke tengah gedung. Menunggu sampai ia tiba di samping Liong Su dan berniat membopong tubuhnya. sayang ke-adaan sudah terlambat. Mengetahui saudara angkatnya terluka parah. mendadak tampak sesosok bayangan manusia berkelebat lewat dari luar tembok pekarangan dan langsung mendekati arena pertempuran. yang kupakai adalah. belum sadar apa yang terjadi. tiba-tiba wajahnya terasa amat sakit hingga merasuk ke tulang sumsum. dengan gerakan cepat dia ayunkan payungnya menghantam batok kepala kedua orang itu. bahkan ia tidak sadar kalau lengannya telah terbabat kutung. Tiraikasih Website http://kangzusi. ia baru terkesiap karena bukan saja tangannya tak bisa digunakan lagi. Tak ampun kedua orang itu bertumbukan satu dengan lainnya lalu jatuh berguling di atas tanali. Giam-lo To tidak tidak diam. Baru saja telapak kakinya menempel di atas wuwungan rumah.. Jeritan ngeri yang memilukan hati bergema silih berganti. Orang yang baru saja melancarkan serangan maut itu tak lain adalah Tok-sah-jiu (si tangan pasir beracun) Gui Ki." jerit Ouyang Ci dengan perasaan terkesiap. mendadak terasa ada segulung sambaran angin tajam mengancam tiba dari samping. di tengah hembusan angin yang sangat tajam itu terselip segumpal pasir besi yang mengerikan. Tanpa ambil perduli ancaman maut yang datang dari payung maut tersebut.. menggunakan kesempatan yang sangat baik ini Giam-lo To mengayunkan senjata cepat-cepat. Si mata uang dari selatan Lam-chee dan si pasir dari utara Pak-sah benar-benar merupakan jagoan yang sangat tangguh. Kerja sama mereka luar biasa bahkan saling menutupi kelemahan lawan.

jika seseorang sudah tak takut mati. Begitu mendadaknya kejadian ini.. Ia tarik napas panjang lalu sambil tertawa seram teriaknya. teriaknya keras. iamengerdipkanmatanya ke arah Lamkiong Liong dan Gui Ki memberi tanda. sambil menutupi wajahnya dengan kedua belah tangan. tepat sekali kedatanganmu kali ini! Kami jadi tak perlu repot-repot pergi mencar imu!" Sementara itu Siau Lui sudah mengetahui kondisi Liong Su serta Ouyang Ci yang terluka parah dan roboh terkapar di tanah. Kecuali beradu jiwa. keberanian Giam-lo San tumbuh kembali. "Saudara Lamkiong. musuh tangguh berada didepan mata. orang itu tak lain adalah Siau Lui.. badannya segera tertumbuk secara telak Benturan itu betul-betul sangat keras.. Ketika berhasil menerjang tubuh Giam-lo San hingga terpental mundur. dia tak mengira musuhnya begitu nekad. ia berguling guling dilantai sambil berteriak ngeri. Giam-lo San jadi gelagapan. "Aduh mataku. "Liong Ngo. katanya dengan suara parau. Siau Lui tertawa hambar." Perubahan ini terjadi sangat mendadak dan sama sekali di . kembali ia menyelinap maju dua langkah. tapi bagaimana pun juga aku telah datang!" Giam-lo San tidak melancarkan serangan.." "Baik!" sahut Lamkiong Liong tertawa Gui Ki menggerakkan bahunya siap melancarkan serangan. kelihatannya kali ini aku harus turun tangan duluan. "Kuserahkan bocah tengik itu kepada kalian berdua!" Gui Ki tertawa terkekeh-kekeh. orang itu adalah Siau Lui. kedua orang itu segera terpental dan mundur sempoyongan. Seumur hidup. hatinya terasa amat sakit bagaikan diiris-iris. Dengan perasaan ngeri bercampur seram buru-buru Giam-lo San melompat mundur mele paskan diri dari ancaman. Tiraikasih Website http://kangzusi. mungkin kedatanganku sedikit agak terlambat. Nyawa adalah sesuatu yang sangat berharga.. Untung saja selembar jiwa yang dimilikinya sekarang sudah bukan menjadi miliknya lagi. maka tak ada kejadian apapun yang lebih menakutkan lagi di dunia ini. meski begitu. Apa mau dikata ia tak punya kesempatan lagi untuk menolong mereka. Tapi belum sempat serangan dilepaskan tiba-tiba ia menjerit kesakitan. Tahu kalau kedua orang rekannya sudah mulai bertindak. Giam-lo San hanya pernah satu kali bertemu dengan orang senekad ini. Dugaannya memang tak meleset.terjangan keras. lalu dengan kecepatan bagai kilat ia cengkeram pergelangan tangan lawan. dia sudah tak punya pilihan lain. ia bisa menebak siapa gerangan orang itu. "Dia adalah Liong Ngo!" Buru-buru Lamkiong Liong dan Gui Ki membalikkan tubuhnya hingga bersama Giam-lo San berbentuk posisi segitiga dan mengepung Siau Lui di tengah arena. bisa mati demi membela Liong Su rasanya jauh lebih bernilai ketimbang harus mati gara-gara salah makan dua mangkuk nasi dari si perempuan berbaju putih itu. Dalam kaget danbingungnya ia tak sanggup menghindarkan diri. sahutnya. Mataku. kemudian sambil melompat mundur serunya. "Betul.com/ 206 Kini. Giam-lo San sampai tak sempat melihat jelas wajah lawannya.

katanya.com/ 208 Senjata payung baja milik Giam-lo San ini memang khusus dibuat untuk mematahkan pelbagai serangan senjata rahasia. Leng-hiat Kwan-Im sama sekali tidak bergerak. dia tak ingin berjumpa lagi dengan Ting Jan-coat kedua.. Di tengah kegelapan malam yang mencekam seluruh jagat tampak orang itu berbaju putih salju dia tak lain adalah Perempuan muda berbaju putih. dan kebetulan mereka berdua sama-sama gemar mengenakan pakaian berwarna putih. Lamkiong Liong maupun Giam-lo San terkesiap. Seandainya dia tidak terburu napsu ingin memetik keuntungan dari keteledoran lawannya. tahu-tahu serangan telah tiba di depan mata. mendadak ia menerjang ke muka sambil melancarkan sebuah serangan maut dengan senjatanya. Terdengar ia menjerit kesakitan.com/ 207 dmgm Leng-hiat Kwan Im "Apakah Leng-hiat Kwan Im yang datang?" tegur Lamkiong Liong dengan nada terkejut. bahkan tak berani menerima kebaikan perempuan semacam ini. senjata andalannya jadi sama sekali tak berfaedah.?" Dalam pada itu Giam-lo San sudah tak bisa menahan diri lagi. mereka adalah si Leng hiat Kwan-im serta Ting jan-coat. menggunakan kesempatan di saat Leng-hiat Kwan-Im sedang berbicara dan bercabang perhatiannya. tiba-tiba dari atas dinding pekarangan kembali muncul sesosok bayangan manuisia. Belum sempat ia melihat jelas datangnya cahaya berkilauan itu. Tak tahan Siau Lui menghela napas panjang. si Kwan Im berdarah Tiraikasih Website http://kangzusi. dua titik cahaya tajam segera meluncur ke depan dengan kecepatan luar biasa. besar sekali hubungan kami!" dengus Leng-hiat Kwan-Im. tapi ia menegur juga.luar dugaan siapapun. Tiraikasih Website http://kangzusi. Ketika untuk pertama kalinya Siau Lui melihat bayangan punggung Leng-hiat Kwan-im. mungkin nasib tragis tak akan menimpa dirinya. ia sempat mengiranya sebagai Tingjan-coat. "Apa hubungannya dengan kau?" "Hrnmm. Sayang musuh yang dihadapinya malam ini adalah seorang jagoan yang sangat tangguh macam Leng-hiat Kwan-Im. tak berbeda dengan keadaan Gui Ki. untuk sesaat mereka hanya bisa saling berpandangan dengan perasaan bingung. Tampaknya Lamkiong Liong agak segan bercampur takut terhadap Leng-hiat Kwan-Im. Belum lagi perasaanhati mereka jadi tenang. dia roboh berguling juga di atas tanah sambil . "Di antara kita berdua tak pernah air sumur mengganggu air sungai. "Tajam juga penglihatanmu'" sahut Leng-hiat Kwan-im dengan suara menyeramkan. "Kenapa sih kau terus menerus membuntutiku. Siau Lui tak ingin menerima kebaikan hatinya. kenapa kau turun tangan begitu keji terhadap Gui Ki?" "Tapi kalian telah mengganggunya!" jawab Leng-hiat Kwan-Im sambil menuding ke ar ah Siau Lui.. "Jadi kau tidak menganggapku sebagai Ting Jan coat bukan?" Dalam sungai telaga terdapat dua orang wanita yang paling sulit dihadapi. Ting Jan-coat yang pernah dijump ai sudah cukup membuatnya pusing kepala. dia cuma me-nyentilkan jari tangannya ke depan. mau berkelitpun sudah tak sempat lagi.

bukan berarti anak muda itu rela badannya dicincang semaunya oleh pihak lawan. Tiraikasih Website http://kangzusi. Apa yang dilakukannya sekarang sama-sekali tidak mirip pertarungan antar jagoan tangguh. Biarpun cahaya golok berkilauan memenuhi angkasa. "Saudara Lamkiong. caranya bergulat tak berbeda jauh dengan pertarungan dua orang kasar yang tak punya kemampuan apa-apa. ia sambut datangnya bacokan golok itu dengan terjangan kalap. Sekalipun ia sudah tak memikirkan keselatan sendiri. Dandanan kawanan jago itu memang sangat aneh. ia malah menyeruduk makin nekad. apa kau cuma datang untuk menonton keramaian?" Di tengah bentakan nyaring. usahanya selalu tidak membuahkan hasil. Tak ada yang menyangka kalau ketua dari Hiat-yu-bun. Lamkiong Liong masih berdiri terpaku dengan pandangan bodoh. Suto Ling bakal tampil sendiri pada malam ini. Walaupun malam itu suasana amat gelap. diam-diam ia melirik terus ke arah Leng-hiat Kwan-Im. Leng-hiat Kwan-im segera berpaling tapi kemudian wajahnya nampak sangat terkejut. Siau Lui sama sekali tak dibuat jeri. selain mengenakan pakaian ketat berwarna hitam yang ditempeli lukisan tengkorak putih. Dia berkelit ke samping meloloskan diri dari ancaman itu kemudian sambil memutar tubuh. Siau Lui sudah turun tangan duluan.meraung-raung seperti orang gila. namun dengan ketajaman matanya. Giam-lo To sangat terperanjat melihat kejadian itu. Menggunakan kesempatan di saat perempuan itu terkesiap. Belum sempat Leng-hiat Kwan-Im melakukan sesuatu tindakan. goloknya langsung diayunkan ke tubuh Leng-hiat Kwan-Im. Wajah mereka rata-rata mengenakan juga topeng tengkorak manusia sehingga kalau dilihat dalam kegelapan. otot wajahnya sudah pula menonjol keluar. sepasang tanganya direntangkan dan langsung memeluk tubuh Giam-lo To erat-erat. Siau Lui semakin mengencang kan pelukannya. Pada saat itulah tiba-tiba dan atas dinding pekarangan muncul lagi belasan sosok bayangan manusia. bagaimana pun ia coba untuk meronta. dalam sekilas pandang saja ia sudah mengenal bahwa kawanan manusia berbaju tengkorak ini tak lain adalah para pengawal dari Hiat-yu-bun.com/ 209 begitu kuat dan kencangnya dia memeluk sehingga nyaris membuat Giam-lo To tak dapat bernapas. Rangkulan Siau Lui makin lama semakin mengencang. Lamkiong Liong segera mengebut-kan sepasang tangannya ke . bentaknya penuh kegusaran. kini paras muka Giam-lo To telah berubah merah padam. membuat siapa pun yang melihat jadi bergidik dan bulu kuduknya pada bangun berdiri. Siapapun tak akan menyangka dan percaya kalau seorang wanita ganas macam Leng-hiat Kwan im berdarah dingin bisa memperlihatkan rasa kaget dan terkesiap yang luar biasa seperti saat ini. kemunculan mereka tak ubahnya seperti kemunculan kawanan tengkorak dari dalam liang kubur. agaknya kehadiran perempuan berbaju putih itu membuatnya segan dan takut untuk berbuat seenak sendiri. jepitan kedua lengannya tak berbeda dengan jepitan besi.

lepaskan orang she Lui itu!" Pucuk dicinta ulam tiba. "Kau mengerti aturan tidak?" Lamkiong Liong terkesiap. cepat-cepat ia soja ke hadapan Leng-hiat Kwan-im. bahkan tak sempat menjerit ngeri lagi tubuhnya roboh terkapar di tanah dan menemui ajarnya.com/ 210 memancarkan cahaya keemas-emasan langsung menyebar ke depan. walaupun rasa kaget belum lenyap dari perasaan hatinya. Rupanya dia telah menggunakan tubuh lawannya sebagai perisai untuk menahan datangnya ancaman. Waktu itu Giam-lo To sudah berada dalam keadaan pingsan lantaran kesakitan dicengkeram Siau Lui. dia ayunkan tangannya berulang-kali melepaskan beberapa batang jarum beracun ke tubuh lawan. Lamkiong Liong terperanjat. "Apakah orang dari marga Lui itu sudah mampus?" "Aku masih segar bugar!" jawab Siau Lui sambil mendengus. Satu cara kematian yang sangat enak baginya. "Hmm. Ia tahu perempuan berbaju putih itu telah dibuat gusar oleh bokongannya. Sambil tertawa getir ia segera bersiap-sedia adu nyawa. tubuhnya segera melejit ke udara dan kabur meninggalkan tempat itu. Di saat yang amat kritis itulah.. Di tengah bentakan keras. Tiraikasih Website http://kangzusi. tahu-tahu berapa batang jarum beracun itu sudah menghajar di atas tubuhnya.com/ 211 "Lamkiong Liong!" terdengar orang di atas dinding pekarangan itu berseru lagi. maka meskipun sekujur badannya sudah dihajar duabelas buah mata uang emas. tegurnya dengan suara menyeramkan. dengan sorot mata yang menggidikkan hati ia tatap wajah Lamkiong Liong lekat-lekat. "Ketua ada perintah. Duabelas batang mata uang emas serentak menghajar sekujur tubuh Giam-lo To. Leng-hiat Kwan-im teramat gusar. ia merasa hawa dingin yang menggidikkan hati muncul dari atas kepalanya dan menjalar hingga ke ujung kaki. "Maaf kalau aku tak akan melayani lagi!" Begitu selesai berkata. buru-buru ia berusaha berkelit ke samping. keadaan sudah terlambat. serangan yang bakal dilancarkan sudah pasti sangat mematikan. Sayang usahanya tidak membuahkan hasil. tiba-tiba Siau Lui melemparkan tubuh Giam-lo To yang berada dalam cengkeramannya ke arah datangnya sambitan senjata rahasia itu. lalu serunya.. tak segampang itu!" hardik Leng-hiat Kwan-Im. Leng-hiat Kwan-im terkesiap. merasa gelagat tidak menguntungkan. Duabelas batang mata uang pencabut nyawa dengan Tiraikasih Website http://kangzusi. Pada saat itulah. memang itulah yang diharapkan Lamkiong Liong dalam kondisi seperti ini. belum lagi badannya menghindar dari ancaman tersebut. dari atas dinding pekarangan kembali terdengar seseorang berteriak keras.depan. ia sama sekali tidak memperlihatkan rasa kesakitan. Menunggu ia sadar datangnya ancaman dan berusaha menghindar ke samping. .

" kata orang yang lain dalam kegelapan itu.. transaksi dilanjut!" Tanpa memperdulikan nasib anak-buahnya lagi orang itu segera membawa serta para pengawalnya berlalu meninggalkan tempat itu. salah seorang di antara Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 213 Malam semakin hening. dua orang itu segera naik ke dalam kereta dan pergi meninggalkan tempat itu.. ia dalam keadaan .. orang dari marga Lui itu masih hidup!" Ternyata salah seorang diantara dua orang dalam kegelapan itu adalah Suto Ling..Diiringi jerit kesakitan yang memilukan hati. tubuhnya langsung roboh terjungkal ke tanah dan jatuh di luar pagar pekarangan.. dua-tiga puluh sosok mayat manusia roboh bergelimpangan memenuhi seluruh lantai gedung perusahaan ekspedisi itu. orang itu segera menyambutnya dan bertanya dengan tak sabar." "Baik. "Dalam tiga hari. ditukar dengan selembar nyawa orang she Lui itu. tampak dua orang manusia berdiri saling berhadapan Kedua orang itu berdiri dengan santai. aku akan mengutus orang untuk mempersembahkan penggaris mestika Giok-ji-gi ke tanganmu. Tak lama kemudian Leng-hiat Kwan-Im muncul dari balik gedung. malahan mereka segera membalikkan badan dan ngeloyor pergi dari arena pertarungan.. Dalam kegelapan. hingga kini aku masih tak habis mengerti.suasana pun makin hening dan sepi." jawab Leng-hiat Kwan-im. "Orang she Lui itu benar-benar belum mati?" "Dia tak bakal mati.. Yang hidup tinggal tak seberapa. Rasanya dia sendiri pun tak akan mengira kalau nilai dari selembar nyawanya ternyata begitu mahal!" "Tapi tidak mahal bagiku!" tukas orang itu cepat.. "Lapor ketua. Diluar gedung ThiatSay-cu Oh tong. dengan cara apa kau berhasil membujuk SutoLing. cepat-cepat ia memperkuat kuda-kudanya dan bersiap sedia. ketua dari Perguruan Hiat-yu-bun. Kondisi Liong Su sudah amat parah.?" "Kami telah melakukan satu transaksi jual-beli. belasan orang berpakaian tengkorak itu pasti akan mengeroyok nya. Leng-hiat Kwan-Im tahu. "Bagus!" terdengar Suto Ling tertawa. tidak memperlihatkan sesuatu gerakan pun. "Berarti jual-beli ini bisa dilanjutkan!" "Baik. kini tinggal satu orang yang masih berdiri menanti. Belasan orang berdandan tengkorak itu langsung berlari menghampiri kedua orang itu. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ 212 rombongan tadi segera memberi hormat sambil berkata. di balik kegelapan malam yang mencekam.. Malam semakin kelam.... "Tapi. kawanan tengkorak itu sama sekali tidak melakukan tindakan apapun." jawab orang itu santai. Di luar dugaan. Dari balik kegelapan malam muncul sebuah kereta mewah." "Oh? Apa kau tidak menganggap nilai transaksi ini kelewat mahal? Ehrnm. "Transaksi apa?" "Dengan Penggaris mestika Giok-ji-gi milik keluarga kami.

sekarang ia sudah memiliki saudara sejati macam dirimu. "Seandainya aku datang sehari lebih awal. Siau Lui tak sanggup menahan diri lagi. Kini ia sudah memaksakan diri untuk duduk di lantai. hahahaha.. "Kau tak perlu mencari mereka. "asal kau punya ingatan untuk datang mencariku.. biar harus mati pun dia akan mati dengan mata terpejam.. sekalipun kau baru muncul setelah kematianku. napasnya sangat lirih dan tinggal satu-dua." "Siapa? Berita tentang Jian jian?" potong Siau Lui tak sabaran.. ... katanya perlahan. "Bagaimana pun juga.com/ 214 Ouyang Ci tidak malu menjadi seorang lelaki berhati baja. berhenti untuk selamanya. "kau adalah Liong Su. Liong Su telah meninggal. kau tetap telah datang. wanita itu tak lain adalah perempuan berbaju putih itu. Ouyang Ci menggeleng. "aku pasti akan mencari mereka untuk membuat perhitungan!" "Jangan!" sela Ouyang Ci gelisah." Tiraikasih Website http://kangzusi." "Dia?" "Bukan dia yang diharapkan Suya untuk kau jumpai?" "Lalu siapakah orang itu?" "Siau Ho-ya!" "Oh? Kenapa dia suruh aku bertemu dengan orang ini?" Siau Lui bertanya keheranan. "Betul! Kita adalah dua bersaudara sejati. selain itu ada pula seorang wanita yang melakukan hal yang sama.. kau telah datang kemari." bisik Siau Lui penuh rasa menyesal. benar." Gelak tertawanya makin lama semakin melemah dan akhirnya berhenti.. "Aku datang terlambat.sekarat.. aku datang terlambat. Suya tak salah bersahabat dengan kau. tak setetes air mata pun yang membasahi matanya... dengan suara yang sangat tenang katanya.. tapi senyum kepuasan menghiasi wajahnya. ia peluk jenasah Liong Su dan teriaknya penuh kesedihan. "Kakak. "Orang itu pernah datang kemari dan berusaha mencari berita tentang kau. dia hanya mengangguk. "Saudara Lui. dia tak habis mengerti." "Saudaraku. Suya sudah banyak hari menunggu kedatanganmu." "Mereka adalah orang-orang Hiat-yu-bun?" tiba tiba Siau Lui bertanya. Atau bahkan satu jam lebih awal.. "Baik!" seru Siau Lui penuh emosi. ia mati dengan perasaan hati yang sangat tenteram.. Dengan air mata bercucuran Siau Lui berjongkok di samping Liong Su.. sekulum senyuman masih sempat tersungging di ujung bibirnya. bukankah kita adalah dua bersaudara yang sejati?" "Benar. Kehadiranmu sudah membuat hatiku sangat puas!" "Aku seharusnya datang sehari lebih awal." Siau Lui mengangguk." Napas Liong Su sudah sangat lemah." Liong Su tertawa tergelak. Ouyang Ci telah kehilangan sebelah lengannya.." tukas Liong Su sambil tertawa getir.. dia berharap kau bisa datang segera karena dia ingin memberitahukan berita tentang seseorang.... bisiknya lirih. Ouyang Ci tidak menjawab... aku adalah Liong Ngo.... meski begitu ia masih terhitung sangat beruntung karena nyawanya tidak ikut lenyap.

malahan khusus menyiapkan pesta yang sangat mewah untuk . apalagi Ouyang Ci. dia mengundang Siau Lui untuk berkunjung ke rumahnya. karena itu mau tak mau dia harus pergi juga. karenanya pemuda itu tak ingin terburu-buru menjumpai Siau Ho-y a. Dia cuma teringat sewaktu Siau Ho-ya datang mengunjungi Liong Su. Selama dua hari terakhir.. jangan lupa sampaikan kepadanya.sejak itu mereka berdua menjadi sahabat yang sangat akrab. Siau Ho-ya adalah orang yang pantas menjadi sahabat. Untuk berapa saat Siau Lui merasa sangat bimbang dan tak dapat mengambil keputusan. melainkan persahabatan.com/ 216 Ketika mereka berdua muncul di depan gedung raja muda. Dalam kondisi seperti inilah tiba-tiba Siau Ho-ya mengutus orang mengirim surat undangan.. dia berharap Siau Lui dapa tberjumpa dengan Siau Ho-ya. sebelum pergi meninggalkan tempat ini. dia coba meminta pendapat Ouyang Ci. yang paling mahal dan paling berharga bukanlah cinta kasih. dia pasti seorang mata keranjang yang suka main perempuan. bahkan Liong Su sendiripun tidak tahu. tidak jumawa dan tidak sok berkuasa. suruh dia datang menemui aku!" Kenapa Siau Ho-ya pingin bertemu dengan Siau Lui? Jangankan orang lain. "Jika orang she Lui itu datang kemari. biar harus matipun akan mati dengan mata terpejam. tapi teramat sulit untuk menjadi sahabatnya. Siau Lui takbisa menampik lagi. Tiraikasih Website http://kangzusi. Ternyata apa yang diduganya salah besar. Oleh sebab itu Liong Su merasa sangat puas karena dia dapat bersahabat dengan Siau Lui. Sekarang. persahabatan yang tulus dan sejati.. asal bisa mendapat satu-dua orang saja. Walaupun dia segan untuk berkenalan dengan Siau Ho-ya. Tiba-tiba Ouyang Ci teringat akan satu persoalan. Dalam bayangannya semula. "Aku akan menemanimu kesana!" jawab Ouyang Ci segera. Tiraikasih Website http://kangzusi. Kesan pertama yang timbul dalam benak Siau Lui tentang Siau Ho-ya adalah orang ini tidak sombong. Siau Ho-ya memperlakukan dia bagaikan tamu agung. Siau Ho-ya tentu seorang lelaki yang congkak dan amat jumawa. Dalam dunia ini. tapi Liong Su sangat berharap ia dapat menjumpai orang tersebut. dia sempat berpesan.Kembali Ouyang Ci menggeleng.com/ 215 Tapi ada satu hal yang mereka ketahui dengan jelas.. mereka masih diliputi perasaan duka yang sangat mendalam. Dengan perasaan yang amat sedih dan duka Siau Lui membantu Ouyang Ci membereskan semua persoalan yang ada di perusahaan ekspedisi itu. Teman sejati tidak banyak jumlahnya. mengapa pada malam itu Suto Ling menarik kembali pasukannya di saat yang paling kritis dan melepaskan Siau Lui? Siau Lui sendiri tak tahu jawabannya. kondisi perasaan mereka berdua sangat buruk. Siau Ho-ya yang mendapat laporan segera muncul sendiri untuk menyambut kedatangan mereka. Mungkin dia anggap mereka pun bisa menjalin hubungan persahabatan yang tulus dan sejati.

"Aku toh sudah beritahu kepadamu. pergilah setelah menikmati arak kegeringan siaute esok. Dia adalah seorang lelaki yang kelewat percaya diri.menyambut kedatangan mereka. tindakan yang diambilnya saat ini merupakan keputusan yang bodoh. "apa yang sedang kau pikirkan? Apakah sedang membayangkan orang she Lui itu?" Agak berubah paras muka Jian-jian. "Dia terburu-buru karena harus mencari seseorang.com/ 217 Siau Ho-ya tidak menunjukkan perubahan wajah apa pun. 'Jian-jian!" Jian-jian terkejut. satu percobaan yang maha penting baginya.com/ . bah kan bisa-bisa pura-pura jadi sungguhan tapi dia memerlukan percobaan semacam ini." "Masa tak bisa ditunda satu-dua hari saja?" tanya Siau Ho-ya sambil tertawa. maka dia pun menyanggupi secara terpaksa Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian baru panggilnya.. lalu jawabnya. Ouyang Ci menyambung. "Jika sudah tahu jejaknya." "Tidak bisa menginap dulu barang satu-dua hari?" Kembali Siau Lui menggeleng. tiba tiba Siau Ho-ya berkata. tanyanya. Hari ini. Jian-jian masih menundukkan kepalanya. sementara dihati kecilnya ia tertawa. apakah kalian berdua sudi memberi muka untuk ikut hadir?" Siau Lui saling bertukar pandangan dengan Ouyang Ci. Dia tak bisa menjawab perasaan hatinya saat ini sedang gembira atau risau." "Kini. Tapi segera jawabnya." Didesak secara berulang kali Siau Lui merasa sungkan untuk menolak lagi. "Malam ini juga aku harus pergi dari sini. orang itu adalah Siau Lui. kalian toh belum lalui kabar beritanya. hiasan-hiasan mulai bermunculan disana sini dari jarak berapa li suasana kegembiraan pun menyelimuti wajah setiap orang. "Besok adalah hari pernikahan siaute. jika kau tak keberatan. Apa yang dikatakan Kim-cwan sangat tepat. sudah lama aku melupakan orang ini!" "Sungguh?" Tiraikasih Website http://kangzusi. dia akan menjadi istrinya Siau Ho-ya.. "Sejak kapan kau masuk kemari?" "Jian-jian!" tanya Siau Ho-ya sambil menepuk bahunya perlahan. inilah keputusan paling penting yang telah ia lakukan Walaupun dia sadar. Kembali Siau Lui menggeleng. dalam hidupnya kini hanya satu orang yang benar-benar dicintai. tapi yang pasti banyak permasalahan yang menindih pikirannya. Setelah tiga putaran arak. Buru-buru Ouyang Ci menimpali. membukti kan kalau Jian-jian akan menjadi miliknya untuk selamanya 0o0 Sejak pagi hari suasana sibuk telah mencekam setiap anggota gedung raja muda itu. tapi perasaan bimbang masih menyelimuti pikirannya. Akhirnya dia telah mengambil keputusan untuk merubah nasib hidupnya. dia angkat kepalanya dan tersenyum. dia perlu membuktikan satu hal. Siau Ho-ya mengawasi gadis itu lama sekali. biar ditunda satu-dua jam pun dia tak mau. tolong beri muka kepadaku. apa salahnya jika ditunda satu-dua hari saja? Sam lara Lui. apa yang diinginkan dan diharapkan dalam waktu singkat akan menjadi kenyataan.

Dia berencana selesai minum dia akan segera pergi dari situ. kemudian katanya." "Aku percaya kepadamu. sedikit banyak dia termasuk seorang piauwsu kenamaan. tiba-tiba muncul seorang da yang menghampiri Siau Lui. dikemudian hari masih cukup waktu baginya untuk memberi penjelasan.com/ 219 Siau Lui tak pernah mau ingkar janji. dia pun enggan berkenalan dengan orang-orang persilatan. Ouyang Ci tidak ikut hadir. Tanpa menunggu kehadiran kedua orang tuanya. tapi kawanan jago itu sudah berdatangan secara berduyun-duyun Siau Ho-ya memang punya hobi berkenalan dengan orang-orang persilatan. Tamu undangan datang secara berduyun-duyun. kini Siau Ho-ya adalah tuan rumah ditempat ini. Hari ini. seandainya suatu hari kau bertemu lagi dengannya. tampaknya dia belum tah u kalau Siau Lui telah hadir di dalam gedung. dia berharap bisa bertemu empat mata dengan . sama sekali tidak ragu. Siau Ho-ya tersenyum puas. apa yang akan kau lakukan?" "Selama hidup aku tak ingin berjumpa lagi dengannya. Siau Ho-ya sudah buru-buru melangsu ngkan pernikahannya. yang diundang hampir semuanya adalah jagoan dari dunia persilatan dan tokoh-tokoh sungai telaga. seorang diri ia duduk di sudut ruangan sambil minum arak. "Mengapa secara tiba-tiba kau ajukan pertanyaan ini kepadaku?" tiba-tiba Jian-jian bertanya." kata SiauHo-ya tertawa. Siau Ho-ya mengundang anda ke halaman belakang.. suasana tampak sangat ramai dan meriah. tak mungkin kuceritakan semua kisahku kepadamu. dia tak ingin orang lain tahu kalau sekarang dia telah menjadi seorang panglima perang berlengan satu." tegas Jian-jian penuh rasa dendam. Masih untung dia adalah anak tunggal sehingga apapun yang dia lakukan. "Aku akan menganggapnya sebagai orang asing. minum arak atau bahkan bermain perempuan. banyak sekali yang telah hadir di gedung itu. Siau Lui tidak kenal dengan mereka. senyum puas yang benar-benar timbul dari lubuk hariny a. "aku hanya ingin tahu. tentu saja dia tak ingin kehilangan muka di depan para jagoan dari sungai telaga. orang yang tidak kukenal!" jawaban Jian-jian sangat tegas. Tiraikasih Website http://kangzusi. tentu saja dia berbuat begini karena ada kesulitan yang tak mungkin dijelaskan kepada orang. "Bagaimana kalu seandainya benar-benar bertatap muka?" Siau Ho-ya mendesak lebih jauh. Setengah tahun berselang.. kembali ia tundukkan kepalanya. karena ia sudah menyanggupi Siau Ho-ya untuk menghadiri pernikahanya. "Tuan. maka dia ikut muncul di situ. "Mungkin aku hanya ingin tahu saja." Jian-jian tersenyum. Tuan Ho mendapat perintah dari kaisar untuk berangkat ke kota raja memangku jabatan tinggi. dia tidak mengundang sanak-keluarga serta kerabat dekatnya.218 "Kalau aku belum mengambil keputusan tersebut. Di tengah suasana yang hiruk pikuk dan ramai itulah. Waktu itu Siau Ho-ya sedang sibuk melayani tamu-tamunya. persis se perti kesenangan orang lain dalam bermain judi. Baru hari ini surat undangan disebar.

cepat-cepat dia berusaha keluar dari kamar itu. melongo. ..com/ 220 Saat itulah tiba-tiba perempuan itu mendongakkan kepalanya. serentak mereka berpaling ke arah pintu ruangan. . perempuan yang mimpi pun tak pernah dilupakan olehnya. sementara Jian-jian menundukkan kepalanya makin rendah. tanpa bicara ia membalikkan badan dan berjalan keluar meninggalkan pintu kamar. "Siau Ho-ya. Terdengar Siau Ho-ya berkata lagi. apa yang hendak kau ucapkan kepadanya?" Siau Lui menggeleng. lalu katanya: "Lui kongcu. harap tunggu sebentar. "Kau.. "Sekarang kau telah berjumpa dengannya." Jian-jian tidak melanjutkan perkataannya." sahut Jian-jian penuh rasa dendam. dia tak tahu apa yang harus dikatakan." Siau Lui tidak banyak bicara. Tiraikasih Website http://kangzusi. Walau hanya samar-samar tapi Siau Lui segera merasa bahwa wajah itu sangat dikenalnya. "Sekarang kau boleh pergi.. Siau Lui mengangguk. tak tahu apa yang harus dikatakan. ternyata yang muncul adalah Siau Ho-ya. wajah itu adalah wajah Jian-jian. Tentu saja Jian-jian pun mengenalnya. Mendadak terdengar suara batuk ringan menyadarkan mereka berdua dari lamunan. tiba-tiba terdengar Jian-jia n berteriak. Ia masih membungkam dalam seribu bahasa. "Di dalam hatinya sama sekali tak ada aku.tuan. dia mengangguk dan segera membuntuti dayang itu menuju ke halaman belakang. rasa sakit tidak dirasakan pada bibirnya tapi sakit di dalam hatinya. Mereka berdua sama-sama tertegun. "Apakah orang ini yang sedang kau cari?" tegur Siau Ho-ya tanpa menunjukkan perubahan wajah apapun. Dayang itu mengantar Siau Lui sampai di muka pintu sebuah bangunan. Tiraikasih Website http://kangzusi. Ia masih terbungkam.. kembali ia tertunduk. "Dan dia?" Siau Ho-ya menatap gadis itu tajam-tajam. di atas pembaringan duduk seorang wanita yang berdandan sebagai pengantin." tiba tiba Siau Ho-ya berkata. tetap berdiri dengan mulut terkunci."dengan emosi yang meluap dan tak tertahan Siau Lui berteriak keras. Ketika ia membalikkan badan hendak pergi dari situ. sementara air mata jatuh bercucuran. ternyata dia berada di dalam kamar pengantin. setelah berjumpa dengannya apakah kau akan berubah pikiran?" "Perasaanku terhadapnya sudah mati!" tukas Jian-jian tegas. 'Jian-jian. kenapa kau membawanya kemari untuk bertemu denganku?" "Aku harus membuktikan satu hal. mengenali orang yang sedang berdiri termangu di hadapannya adalah Siau Lui.. ia duduk dengan kepala tertunduk. Siau Lui tertegun." Siau Lui meneruskan langkahnya masuk ke dalam ruangan. Siau Lui tidak berkata.com/ 221 Siau Lui menggigit bibirnya kuat-kuat. Siau Ho-ya segera akan datang. ia masih mengenakan cadar pengantinnya.

Siau Lui tidak berkata.. lagipula sejak dulu sudah bukan menjadi milikku..Tiba-tiba Jian-jian bangkit diri. tapi ia tidak berpaling. Persoalan yang lain buat apa ditanyakan lagi. tak tahan serunya. maka kau tak usah kuatir aku bakal salah memilih sahabat lagi" "Liong Su adalah sahabatmu?" Siau Lui mengangguk.. kau akan mengalami nasib yang sama seperti anggota keluargaku." "Heran. mati dibantai orang!" "Apa kau bilang?" seru Jian-jian terperanjat. keenakan Suto Ling.. belum tentu begitu" kembali Siau Ho-ya berkata. matanya berkaca-kaca. "Aaah. salahkan dirimu kenapa salah memilih teman. "seandainya dia bukan akan menikah denganku pada malam ini. Siau Ho-ya tertawa." "Oh? Kau bilang seluruh anggota keluargamu telah dibantai habis. Malam itu.com/ 222 "Semua ini harus salahkan dirimu sendiri. Di kemudian hari aku tak akan bersahabat dengan siapa pun. Jika kau tidak pergi malam itu. tapi dia sudah mati." Baru saja dia hendak berlalu dari situ. kembali ujarnya.. lantaran kau ingin memberitahukan perkara ini kepadanya?" Siau Lui mengangguk. "Baik. "aku sendiri sudah tidak terlalu ingin hidup terus." Tiba-tiba Siau Ho-ya mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak. aku akan bicara sejujurnya. akulah yang telah menukar selembar nyawamu dari tangan Suto Ling dengan senjata penggaris Giok-ji-gi milik keluarga kami. dan memberitahukan persoalan itu kepadanya." "Sama sekali takberharga? Tahu begini aku tak perlu bersedih hati dengan mengorbankan barang pusaka milik keluargaku. dia membalikkan badan dan berjalan . "Lui. "Jadi kau tergesa-gesa ingin menemukan dia." gumam Siau Lui sambil tertawa getir.. Kali ini Siau Lui tidak berdiam diri.." Siau Lui berhenti. tiba-tiba Siau Ho-ya berkata. apakah orang yang pernah menyelamatkan jiwamu juga tak kau anggap sebagai sahabat?" "Nyawaku sama sekali tak ada nilainya. Seandainya aku kenal denganmu lebih dulu ketimbang perkenalanmu dengan Kim-cwan. perkataan yang tak beda dengan ucapanku sekarang. kenapa justru banyak orang yang tidak membiarkan aku mati?" "Kalau begitu pergilah mampus!" teriak Jian-jian gusar. "Mengapa kau datang mencariku?" tanya Jian-jian lagi sambil memburu ke belakang tubuhnya. "Selain dia... "Kau hanya mengajukan satu pertanyaan kepadaku." "Apa kau bilang?" tiba tiba Siau Lui berpaling dan bertanya dengan perasaan tercengang. ketika Hiat-yu-bun mencari Liong S u untuk membuat perhitungan. "Aku hanya ingin beritahu satu hal kepadamu. apa yang kau perbuat setelah menemukan dia?" "Aku tetap akan memberitahukan persoalan itu kepadanya. dan kini sudah kujawab. aku ingin bertanya satu hal kepadamu. kenapa kau masih hidup?" "Mungkin aku masih hidup karena ingin menemukan dia. sahutnya. mungkin sampai sekarang kita masih merupakan sahabat karib!" "Aku cuma punya seorang sahabat. Tiraikasih Website http://kangzusi.

aku pun merasa tak perlu memakai senjata penggaris Giok-ji-gi untuk ditukar denganmu.com/ 223 Baru saja beranda samping dilewati." Siau Ho-ya tertawa dingin. sama sekali tak berbelas kasihan. Tiraikasih Website http://kangzusi. mendadak Siau Ho-ya telah menyusul keluar dengan langkah cepat. "Kau tak ingin membunuhku?" "Sudah banyak kesalahan yang telah kulakukan. aku pun tak ingin membunuhmu!" "Oh ya?" Siau Ho-ya tertawa tergelak sambil mendesak maju dua langkah. maka dia pun menghentikan langkahnya. Tapi sekarang dia merasa sudah tak penting lagi untuk berbuat begini.com/ 224 sambil bentaknya." "Soal ini tak perlu kau risaukan.. Sewaktu bertemu Jian-jian tadi. aku perlu beritahu kepadamu. Dengan hawa napsu membunuh menyelimuti seluruh wajahnya. Siau Ho-ya tak ingin melepaskan lawannya begitu saja. aku tak bisa membiarkan kau hidup karena aku berbuat demikian juga lantaran dia!" "Sungguh?" perasaan ragu bercampur heran menyelinap . untung saja Giok-ji-gi belum dihantar. "Hmm. aku dengar kau tidak takut mati. kulit bercampur pakaiannya segera robek memanjang dan mengucurkan darah segar. "Kau. "Kalau begitu. aku tak ingin melakukan kesalahan sekali lagi.. sebenarnya dia ingin menjelaskan kalau pada malam itu dia memang sengaja mengusirnya agar gadis itu lolos dari pembantaian. mendadak dari balik sakunya dia cabut keluar sebilah pisau belati. aku bisa menghantar diriku sendiri. Siau Ho-ya tak mampu melancarkan tusukan ke dua. "Apakah kau hendak pergi begitu saja?" tanya Siau Ho-ya sambil menahan bahunya.. dia turut melompat dan mengejar masuk ke tengah halaman Tiraikasih Website http://kangzusi.. Serangannya cepat lagipula telengas. Karena tangannya dicengkeram lawan. Siau Ho-ya mendengus dingin. Dengan gerakan yang enteng Siau Lui berkelit ke samping kemudian melepaskan diri dari jangkauan lawannya dan langsung lari menuju ke tengah halaman." teriak pemuda itu sambil menahan pergelangan tangan lawan. Tapi aku juga tak ingin ingkar janji. maka aku terpaksa menggunakan nyawamu untuk dikembalikan kepadanya." Siau Lui tertawa paksa." "Oh ya? Kau maksudkan terhadap Jian-jian?" Siau Lui tidak menjawab. kemudian dengan garang ditusukkan ke pinggang Siau Lui.. kembali Siau Ho-ya berseru.. mata pisau yang tajam segera menyambar lewat dari sisi pinggangnya. "Hei orang she Lui. "Ehmm!" "Tahu kalau nyawamu sama sekali tak ada harganya. Cepat-cepat Siau Lui mengegos ke samping." "Memang sama sekali tak perlu.keluar dari situ. secepat kilat dia menggerakkan jari tangan kirinya dan langsung mengancam tiga buah jalan darah penting di dada lawan. Kenapa kau melarian diri sekarang?" "Karena aku tak ingin mati ditanganmu.

kenapa baru sekarang kau mengungkapnya?" Tiraikasih Website http://kangzusi." "Kau tak ingin dia mati?" tegur Siau Ho-ya tanpa menunjukkan perubahan perasaan apa pun. tiba-tiba terdengar seseorang menjerit keras. Jian-jian mengangguk.com/ 225 membasahi bajunya. sambil berlari kembali teriaknya." "Miliknya?" tanya Siau Ho-ya sambil mengerling ke arah Siau Lui. Dalam perkiraannya. "Bisa hidup hingga hari ini sudah merupakan satu mukjijat bagiku!" jawab Siau Lui hambar.... tapi mimik mukanya tidak menunjukkan perubahan apa pun. tertegun dan keheran-heranan... ujung pisaunya sedang menusuk ke atas ulu hati Siau Lui. Tapi Siau Lui tetap tak bergeming. "Rahasia apa?" Jian-jian menunduk.. tapi sikap lawannya segera membuat dia melengak.. bergerakpun tidak. Siau Ho-ya telah melancarkan serangan kedua. Tiraikasih Website http://kangzusi.. "Kau benar-benar tak takut mati?" serunya... agaknya gadis ini telah mengambil satu keputusan.. darah segar segera menyembur keluar bagaikan pancuran. aku berbuat begini karena ingin membuktikan sesuatu. Aku telah hamil.. Setelah menarik napas panjang.. Setelah tertawa hambar katanya. "Kau boleh segera turun tangan!" Tiba-tiba Siau Ho-ya merangsek maju ke depan. "Siau Ho-ya." kembali Jian-jian berseru.. mata pisau hingga tinggal gagangnya menembus ke dalam dadanya.. selama kau masih hidup maka hatinya tak bakal menjadi milikku!" "Jika aku mati?" tanya Siau Lui setelah termenung sejenak. Waktu itu Siau Ho-ya sudah mempersiapkan serangan kedua.. dan sekarang aku tahu. menggenangi seluruh lantai. "Malam ini.. tapi aku. aku memang sengaja mengatur pertemuan bagi kalian berdua. "Semua masalahku telah kubeberkan kepadamu. Saat itulah. secepat sambaran kilat ia lancarkan sebuah tusukan ke tubuh lawan. "Aku. Siau Ho-ya merasa sekujur badannya bergetar keras.. ia berdiri kaku di tempat. "Seharusnya kau ceritakan rahasia ini sejak dulu.. lagi-lagi dia menundukkan kepalanya.com/ . maka dia sengaja melancarkan serangan tipuan dengan menusuk dada lawan Siau Lui sama sekali tak berkelit. "Jangan kau bunuh dia... setelah ragu sesaat dia baru angkat wajahnya. Dengan air mata bercucuran Jian-jian berlarian mendekat. pihak lawan pasti akan berkelit dari serangan tersebut. katanya. "Saat itulah dia akan benar benar menjadi milikku!" "Dan kau?" "Aku pun akan mencintainya dengan segenap jiwa ragaku!" "Baik!" seru Siau Lui tanpa ragu lagi. aku masih merahasiakan satu hal. Secepat kilat Siau Ho-ya mencabut keluar pisaunya. dia biarkan pisau itu menembus dada kirinya. tolong lepaskan dia." Siau Ho-ya segera menghentikan serangan. ujung pisau masih menempel di atas ulu hati pemuda itu..dalam hati Siau Lui.

hanya Siau Lui yang menjadi idaman hatinya. Siau Ho-ya tak akan percaya.." sahut Siau Lui sambil memandang Jian-jian sekejap. aku percaya!" Siau Ho-ya tidak berpaling." sambung Jian-jian sambil mendongakkan kepalanya. Lebih baik biar dia memberi penjelasan kepadamu di kemudian hari. Lama. dia hanya tertawa.. lama sekali.. Siau Ho-ya tidak mengatakan apa-apa. dia menjawab dengan sangat tenang. mengerti aku sekarang. dia tak segan membiarkan dirinya jatuh ke dalam pelukan Siau Ho-ya." "Lantas kenapa kau beberkan rahasia itu kepadaku sekarang?" desak Siau Ho-ya. Mendadak dari belakang tubuhnya kedengaran suara seorang wanita menegur.. Bawalah Jian-jian dan pergilah dari sini!" "Aku sudah tak punya hak untuk berbuat begitu." "Pesta perkawinan tetap dilangsungkan!" "Tapi pengantin wanitanya. "Yaaa.. tentunya kau sudah percaya bukan?" "Yaaa. aku takut kau menolakku. "dan aku merasa tak berkepentingan untuk mengetahuinya...com/ 227 Terdengar Siau Ho-ya berkata lagi. Jian-jian hanya tertunduk tanpa menjawab. dia cuma memandang Jian-jian sekejap kemudian secara tiba-tiba membalikkan badan dan berjalan menuju pintu belakang Jian-jian kelihatan sedikit agak ragu. aku seharusnya percaya dengan apa yang dikatakan Kim Cwan. dipandangnya Siau Ho-yaa sekejap dengan perasaan bimbang. paling baik kalau pergi lewat pintu belakang!" Siau Lui tidak mengucapkan sepatah kata pun. Tiraikasih Website http://kangzusi. mengawasi bayangan tubuh kedua orang itu hingga lenyap di balik pintu belakang. berjalan menuju ke pintu belakang. Sekalipun begitu. Tapi sekarang. "Tapi aku berhak untuk bertanya kepadamu sampai jelas." sebenarnya kenapa kau bersikap begitu jahat kepadaku?" "Aku percaya dia pasti mempunyai sebuah alasan yang sangat baik.. tujuannya tak lain adalah untuk membalas sakit hati atas kekejaman dan ketidaksetiaan Siau Lui... dia masih mencintai Siau Lui. Akhirnya Jian-jian mengintai di belakang Siau Lui. tapi kemudian ia ditinggal Siau Lui Oleh sebab itu Jian-jian ingin balas dendam. mereka sama-sama membungkam..." Menurut Kim Cwan. bagaimana dengan pesta perkawinanmu malam ini. "Kau membiarkan dia pergi dari sini. Dulu. Tiba-tiba Jian-jian menutupi wajahnya dan mulai menangis tersedu-sedu. sepanjang hidupnya Jian-jian hanya mencintai satu orang dan orang itu adalah Siau Lui.." Jian-jian dan Siau Lui saling berpandangan. "Jadi sekarang kau sudah tak ambil perduli?" teriak Siau Ho-ya penuh emosi." .. "Sekarang.. akhirnya dia percaya juga. "Sekarang kalian boleh pergi. Lama sekali Siau Ho-ya berdiri termangu di situ. dia manggut-manggut sambil bergumam. Setelah menarik napas panjang mendadak katanya..226 "Aku.. Akhirnya Siau Ho-ya dapat mengendalikan diri.." sambung Siau Ho-ya.

.. "Hahahaha. sekalipun di kala dia membunuh orang. aku. Sekarang wajahnya benar-benar memerah.. tapi sekulum senyuman telah menghiasi ujung bibirnya. sepanjang hidupnya ia tak pernah merasa sejengah saat ini. Betapapun jeleknya wajah yang dia miliki. paling tidak ia nampak begitu cantik dan menawan hati di dalam pandangan Siau Ho-ya saat ini... dia harus seorang wanita yang amat jelek wajahnya!" Tiraikasih Website http://kangzusi. Istri yang pantas mendampingiku kalau bukan seorang wanita cantik yang amat sempurna. "Yaaa."Kau!" tukas Siau Ho-ya sambil membalikkan badan. betul!" Siau Ho-ya mengangguk. Siau Ho-ya tertawa terbahak-bahak. Perempuan yang berdiri di belakang tubuhnya adalah si perempuan berbaju putih itu.com/ 228 Merah jengah wajah Leng-hiat Kwan-im.. TAMAT . kau malu karena wajahmu jelek? Hahahaha. toh orang lain tak ada yang tahu siapa pengantin wanitanya." Leng-hiat Kwan-im gelagapan. "Sudah kuputuskan kau yang akan kukawini. Atau kau tidak setuju?" "Tapi aku. Leng-hiat Kwan-Im "Aku?" dengan perasaan girang bercampur kaget perempuan itu berseru...