PENGARUH LIMBAH INDUSTRI PADA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Oleh

Ahmad Muhajir

-1-

Kata BIjak

“jangan lah berharap apa yang dapat diberikan bumi untuk kita, tetapi berikanlah yang terbaik untuk bumi, niscaya bumi akan menjadi tempat yang paling indah.”

-2-

............................. Rumusan Masalah ................................................ C.................. i iii iv v BAB I PENDAHULUAN ..................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.... 17 -3- ............................... Limbah dan Masalahnya ...................... KATA BIJAK ........................ Latar Belakang ....................................................................................... B......................................................................... B........................ D.......................................... DAFTAR ISI ................................................................. 1 BAB II PEMBAHASAN ........ Toksikologi Lingkungan ................................ Industri dan Pencemaran Lingkungan .............................................. KATA PENGANTAR .................... F................................................................................................................................................................................................................ Lingkungan Hidup ..... A..................................................... Saran ...... Pengolahan Limbah Cair Industri…………………………............................................................... Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan Kesehatan .......................................................... A.... 4 4 6 10 11 13 22 15 15 BAB III PENUTUP ........................................... B........................................................................ E............................................................................................................................. Kesimpulan ............................ DAFTAR PUSTAKA .... A..........

Negara-negara berkembang tidak luput pula dari pengaruh industrialisasi. pertambangan. Pada abad pertengahan berkembang pesat pertambangan besi dan baja.BAB I PENDAHULUAN A. Revolusi industri ini memberikan dampak yang sangat penting terhadap kondisi sosial. Hal ini didukung oleh itikad pelaku pembangunan di negara-negara berkembang untuk beranjak dari satu tahapan pembangunan ke tahapan pembangunan berikutnya. -4- . Pada umumnya negara berkembang menjadi negara pengadopsi dan hanya menjadi konsumen dan ladang pembuangan prosuk tekhnologi dari negara maju. amerika utara. searah dengan pemikiran Alfin Toffler maupun John Naisbitt yang menyebutkan bahwa untuk masuk dalam era globalisasi dalam ekonomi dan era informasi harus melewati gelombang agraris dan industrialis. Alasan umum yang digunakan oleh negara-negara berkembang dalam mengadopsi teknologi (iptek) dan industri. minyak bumi dan gas yang memicu kemajuan tekhnologi permesinan. ekonomi dan budaya terutama di Inggeris. Para tukang dan juru muncul sebagai sumber alat-alat dan barang yang diperlukan. Latar Belakang Sejak Revolusi Industri berlangsung pada periode antara tahun 1750 – 1850 terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang antara lain pertanian. transportasi dan teknologi. kemudian menyebar ke Eropa Barat. jepang dan pada akhirnya ke seluruh dunia. Industri berawal dari pekerjaan tukang atau juru. kemudian pertambangan batubara. Kemudian berkembanglah kerajinan dan pertukangan yang menghasilkan barang-barang kebutuhan. Gelombang industrialisasi berupa pendirian pabrik-pabrik semakin berkembang. manufaktur.

serta melumernya lapisan es di Kutub Utara dan Selatan bumi dapat dijadikan sebagai indikasi dari terjadinya pencemaran lingkungan karena penggunaan energi dan berbagai bahan kimia secara tidak seimbang. agar proses industri dapat menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia. yang dapat mendatangkan bencana bagi kehidupan manusia. Disamping itu. Akibatnya seringkali terjadi kekurang-tepatan dalam menerapkan berbagai perangkat peraturan.Untuk memenuhi berbagai permintaan akan jenis sumber daya (resources). Oleh karena itu. Selain itu. sumber daya alam dan lingkungan yang dilakukan untuk memenuhi berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Akibat dari ketidak-perdulian terhadap lingkungan ini tentu saja sangat merugikan manusia. terdapat juga indikasi yang memperlihatkan tidak terkendalinya polusi dan pencemaran lingkungan akibat banyak zat-zat buangan dan limbah industri dan rumah tangga yang memperlihatkan ketidak-perdulian terhadap lingkungan hidup. masalah pencemaran lingkungan baik oleh karena industri maupun konsumsi manusia. menciutnya luas hutan tropis. dan meluasnya gurun. -5- . seringkali harus mengorbankan ekologi dan lingkungan hidup manusia. iptek dan teknologi dikembangkan dalam bidang antariksa dan militer. menyebabkan terjadinya eksploitasi energi. Gejala memanasnya bola bumi akibat efek rumah kaca (greenhouse effect) akibat menipisnya lapisan ozone. Pengertian dan persepsi yang berbeda mengenai masalah lingkungan hidup sering menimbulkan ketidak-harmonisan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini dapat kita lihat dari pesatnya perkembangan berbagai industri yang dibangun dalam rangka peningkatan pendapatan (devisa) negara dan pemenuhan berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia. yang justru menguntungkan perusak lingkungan dan merugikan masyarakat dan pemerintah. memerlukan suatu pola sikap yang dapat dijadikan sebagai modal dalam mengelola dan menyiasati permasalahan lingkungan.

1. antara aturan dan pelaksanaan. Rumusan Masalah Masalah adalah kesenjangan (discrepancy) antara apa yang seharusnya (harapan) dengan apa yang ada dalam kenyataan sekarang. antara rencana dengan realisasi dan seterusnya. Rumusan masalah dari makalah ini antara lain .B. Bagaimana upaya-upaya penyelesaiannya dampak limbah industri tersebut terhadap lingkungan hidup ? -6- . Bagaimana pengaruh atau dampak limbah industri terhadap lingkungan hidup ? 2. Sehinngga masalah dapat pula diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa-apa yang benar terjadi. antara teori dan praktek.

-7- . dan sebagainya. (a). dan sebagainya. yang mempengaruhi alam itu sendiri. daya. dan lain-lain. karena permasalahannya yang bersamaan. agama. dan (3). dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (Undang-undang No. seperti fauna. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup. dimana dapat digolongkan atas : Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable natural resources) Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable natural resources) Berbagai sumber daya alam yang mempunyai sifat dan perilaku yang beragam tersebut saling berinteraksi dalam bentuk yang berbeda-beda pula. fisiokimia seperti air. kelangsungan perikehidupan. sosial ekonomi seperti pendapatan. tanah. khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Lingkungan Hidup Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. dan makhluk hidup. flora. Di alam terdapat berbagai sumber daya alam yang merupakan komponen lingkungan yang sifatnya berbeda-beda. kesehatan. udara. keadaan. Sesuai dengan kepentingannya maka sumber daya alam dapat dibagi atas.BAB II PEMBAHASAN A. biologi. Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup. memiliki daya dalam mengkreasi dan mengkonsumsi berbagai sumber-sumber daya alam bagi kebutuhan hidupnya. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup). (2). adat-istiadat. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi. habitat. termasuk manusia dan perilakunya. Manusia sebagai makhluk yang paling unggul di dalam ekosistemnya.

terutama terhadap kesehatan dan mutu hidup manusia. misalnya dampak -8- . perlakuan manusia terhadap lingkungan akan mempengaruhi mutu lingkungan hidupnya. Hubungan manusia dengan lingkungan hidupnya adalah sirkuler. Misalnya. berarti jika terjadi perubahan pada lingkungan hidupnya maka manusia akan terpengaruh. iklim dan faktor alamiah lainnya yang sesuai. seperti cahaya dan kebisingan Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya.Interaksi dari elemen lingkungan yaitu antara yang tergolong hayati dan non-hayati akan menentukan kelangsungan siklus ekosistem. proses adaptasi dan evolusi. udara yang dipergunakan untuk bernafas oleh manusia yang tinggal di lingkungan itu akan tercemar oleh gas CO (karbon monoksida). membentuk dan dibentuk oleh lingkungan hidupnya. yang didalamnya didapati proses pergerakan energi dan hara (material) dalam suatu sistem yang menandai adanya habitat. Soemarwoto (1991: 50-51) mengkategorikan sifat lingkungan hidup atas dasar: (1) Jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup tersebut (2) Hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan hidup tersebut (3) Kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup (4) Faktor-faktor non-materiil. bila dikaitkan dengan pengaruh elemen lingkungan yang sifatnya tidak dikenali dan dirasakan. yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Berkaitan dengan pernyataan ini. Batasan ini terasa sempit. Dalam memanipulasi lingkungan hidupnya. Berkaitan dengan paparan ini. maka manusia harus mampu mengenali sifat lingkungan hidup yang ditentukan oleh macam-macam faktor. yang diakibatkan oleh terjaminnya perolehan rezeki. Soemarwoto (1991: 53) secara sederhana menerjemahkan bahwa mutu lingkungan hidup diukur dari kerasannya manusia yang tinggal di lingkungan tersebut. akibat polusi asap kendaraan atau cerobong industri. Uraian ini dapat menjelaskan akibat yang ditimbulkan oleh adanya pencemaran lingkungan. Konsep mutu lingkungan berbeda bagi tiap orang yang mengartikan dan mempersepsikannya.

Oleh karena itu. Penyelamatan lingkungan hidup dari pencemaran. B. makhluk hidup. Pengelolaan lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya. Pada dasarnya manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya. bahkan produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. unsur atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Tetapi untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup yang baik. pengelolaan lingkungan dilakukan bertujuan agar manusia tetap "survival".radiasi baik yang disebabkan oleh sinar ultraviolet atau limbah nuklir. Kadarnya melebihi batas normal Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Dan segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut Polutan. misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi. Pencemaran Lingkungan oleh Industri Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi adalah peristiwa masuknya zat. zat-zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Polutan dapat berupa debu. 2. Sesuatu benda dapat dikatakan polutan bila : 1. yang bersifat merugikan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. panas. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (regenerasi). energi. agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan. Manusia telah -9- . diperlukan adanya itikad yang kuat dan kesamaan persepsi dalam pengelolaannya. polusi terhadap lingkungan perlu dideteksi secara dini dan ditangani segera dan terpadu. radiasi. Dengan demikian. secara hayati ataupun kultural. bahan kimia. suara.

bahan-bahan tersebut mengandung 60. Tingkat bahaya keracunan yang disebabkan limbah ini bergantung pada jenis dan karakteristiknya."survival" sejak awal peradaban hingga kini. dan pengelolaannya secara efektif. maka kemajuan yang telah dicapai terutama berkat ke-magnitude-an teknologi akan mengancam kelangsungan hidup manusia. Apabila ditinjau secara kimia. Air dan pabrik membawa sejumlah padatan dan partikel baik yang larut maupun mengendap.000 jenis bahan kimia dari 5 juta jenis bahan kimia yang sudah dikenal. tepung tapioka. kertas. plywood. pencelupan dan pewarna. baju dan besi. menghantarkan manusia untuk tetap mampu menggoreskan sejarah kehidupan. Karena jika tidak mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari permasalahan lingkungan. karakteristik dan akibat yang ditimbulkan limbah di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. air harus di buang.10 - . Selain itu limbah cair juga dapat berasal dari bahan baku yang mengandung air sehingga didalam proses pengolahannya. Mengingat sifat. Limbah industry (industrial waste) yang berbentuk cair dapat berasal dari pabrik yang biasanya banyak menggunakan air pada proses produksinya. Kerapkali air dari pabrik berwarna keruh dan temperaturrnya tinggi. Bahan ini ada yang kasar dan halus. pengolahan crumb rubber. dll Limbah cair industri mengandung bahan pencemar yang bersifat racun dan berbahaya yang dikenal dengan sebutan B3 (bahan beracun dan berbahaya). tetapi peralihan dan revolusi besar yang melanda umat manusia akibat kemajuan pembangunan. pengalengan. Bahan ini dirumuskan sebagai bahan yang dalam jumlah relative sedikit tetapi mempunyai potensi untuk mencemarkan dan merusak kehidupan dan sumber daya. dan industri. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. kaustik soda. minyak goreng. industri pulp dan rayon. akibat relasi kemajuan yang bersinggungan dengan lingkungan hidupnya. Jenis-jenis industri yang menghasilkan limbah cair antara lain. tekstil. iptek. elektor plating. daging. . penanggulangan. minyak kelapa sawit. diperlukan langkah-langkah pencegahan. teknologi.

sedankan industri pengolahan crumb rubber menghasilkan antara 1001000 meter kubik limbah per hari. Jumlah limbah yang dikeluarkan masing-masing industri bergantung pada hasil produksi yang dihasilkan beserta jenis produknya. industri pulp dan rayon menghasilkan limbah air sebanyak 30 meter kubik setiap ton pupl yang diproduksi. Sementara itu. baik yang larut. industri ikan dan makanan laut menghasilkan limbah air berkisar antara 79-500 meter kubik per hari. Contoh lainnya. dan indikasi lain. Pengamatan mengenai karakteristik ini penting untuk menetapkan jenis parameter pencemar yang terdapat di dalamnya. Sebagai gambaran. Berikut karakteristik yang dimilki limbah cair industri : Karakteristik Fisik Perubahan yang ditimbulkan parameter fisika dalam limbah cair industri.Air yang mengandung senyawa kimia beracun dan berbahaya mempunyai sifat tersendiri.11 - . identifikasi secara laboratorium diatandai dengan terjadinya perubahan sifat kimia air karena air telah mengandung bahan kimia yang beracun dan berbahaya dalam konsentrasi yang melebihi batas yang dianjurkan. bau yang ditimbulkan. Identifikasi secara visual dapat diketahui melalui kekeruhan. antara lain : a. Sifat kimia dan masing-masing parameter dapat menunjukkan akibat yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan. sifat limbah cair tersebut dapat dikategorikan berdasarkan karakteristik fisika. warna air. kimia dan karakteristik biologinya. Pengendapan di bagian dasar . Sifat-Sifat Limbah Cair Industri Berdasarkan persenyawaan yang ditemukan dalam air buangan industri. Padatan Berasal dari bahan organik maupun anorganik. mengendap maupun yang berbentuk suspensi. Air limbah yang telah tercemar memberikan ciri yang dapat diidentifikasi secara visual maupun melalui pemeriksaan laboratorium. rasa.

b. e. Nilai kekeruhan air dikonversikan ke dalam ukuran SiO2 dalam satuan mg/l. selain menyebabkan tumbuhnya tanaman air tertentu. Kekeruhan Kekeruhan menunjukkan sifat optis air yang menyebabkan pembiasan cahaya ke dalam air. Temperatur Temperatur air limbah akan memengaruhi badan penerima apabila terdapat perbedaan suhu yang cukup besar. Temperatur juga dapat memengaruhi kecepatan reaksi kimia serta tata kehidupan dalam air. seperti enceng gondok. lumpur. Banyaknya padatan menunjukkan banyaknya lumpur yang terkandung dalam air limbah. Perubahan suhu memperlihatkan aktivitas kimia dan biologi pada benda padat dan gas dalam air. Sifat ini terjadi karena adanya bahan yang terapung maupun yang teruarai seperti bahan organik. Daya hantar listrik Daya hantar listrik merupakan kemampuan air untuk mengalirkan arus listrik. dan benda lain yang melayang maupun terapung. Bau juga timbul karena reaksi kimia yang menimbulkan gas. Pada suhu yang tinggi terjadi pembusukan dan penambahan tingkatan oksidasi zat organik. semakin tinggi daya hantar listrik dan makin tinggi pula kepadatannya. Semakin keruh air. juga berbahaya bagi makhluk hidup lain dalam air.air akan mengakibatkan terjadinya pendangkalan pada badan dasar penerima. jasad renik. d. Konduktivitas limbah cair dalam mengalirkan arus listrik . Kuat lemahnya bau yang ditimbulkan bergantung pada jenis dan banyaknya gas yang dihasilkan. Kekeruhan akan membatasi pencahayaan ke dalam air. tanah liat. Temperatur juga dapat memengaruhi badan penerima apabila terdapat perbedaan suhu yang cukup besar. Bau Bau timbul karena adanya kegiatan mikroorganisme yang menguraikan zat organik untuk menghasilkan gas tertentu.12 - . yang tercermin dari kadar padatan total dalam air dan suhu pada saat pengukuran. c.

a. Warna Warna timbul akibat terdapatnya suatu bahan terlarut atau suatu suspensi dalam air.13 - . Karakteristik Kimia Bahan kimia yang terdapat dalam air akan menentukan sifat baik air baik dalam tingkat keracunan maupun bahaya yang ditimbulkannya. Bahan kimia anorganik Klorida Fosfor Logam berat dan beracun Nitrogen Sulfur Karakteristik Biologi  Virus . Secara umum sifat air dipengaruhi oleh bahan kimia organik dan anorganik. f. sehingga bahan pewarna tertentu yang mengandung logam berat.bergantung pada mobilitas ion dan kadar yang terlarut di dalam limbah tersebut (senyawa organik > konduktor senyawa organik). Bahan kimia organik           Karbohidrat dan protein Minyak dan lemak Pestisida Fenol Zat warna dan surfaktan b.

Teknologi yang diandalkan sebagai istrumen utama dalam "revolusi hijau" mampu meningkatkan hasil pertanian. yang memperkaya peradaban manusia. Dalam hal ini. Serangkai dengan proses tersebut. . dan sebagainya. bermacam jenis pupuk yang bersifat suplemen. karena adanya bibit unggul.Dampak Industri dan Teknologi terhadap Lingkungan Joseph Schumpeter (dalam Marchinelli dan Smelser. CFC. kiranya dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia "survival" yaitu oleh karena teknologi. pestisida dan insektisida. Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja. teknologi yang sama juga menghasilkan berbagai jenis racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya. industri kapal laut. pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa. industri mobil. karbon dioksida. Teknologi juga mampu menghasilkan sulfur dioksida. Teknologi juga memberi rasa aman dan kenyamanan bagi manusia akibat mampu menyediakan berbagai kebutuhan seperti tabung gas kebakaran. kereta api. bahkan akibat rutinnya digunakan berbagi jenis pestisida ataupun insektisida mampu memperkuat daya tahan hama tananam misalnya wereng dan kutu loncat. atau obat anti nyamuk yang praktis untuk disemprotkan. Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia. dan gas-gas buangan lain yang mengancam kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi akibat efek "rumah kaca". alat-alat pendingin (lemari es dan AC).14 - .1990 :14-20) mengisyaratkan tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara. berbagai jenis aroma parfum dalam kemasan yang menawan. Dibalik itu.. ternyata CFC (chlorofluorocarbon) dan tetra fluoro ethylene polymer yang digunakan justru memiliki kontribusi bagi menipisnya lapisan ozone di stratosfer.

Terlepas dari berbagai keberhasilan pembangunan yang disumbangkan oleh teknologi dan sektor industri di Indonesia. sedangkan di musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang berakibat merugikan akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak. kadmium. Amsyari (1996:104). tetapi akibat yang ditimbulkannya merusak hutan tropis sekaligus berbagai jenis tanaman berkhasiat obat dan beragam jenis fauna yang langka. Konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti merkuri. Surabaya. khususnya pada kota-kota yang sedang berkembang seperti Gresik. yaitu: Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri. Medan.15 - . Bandung Lhokseumawe. bahkan temperatur tertinggi di beberapa kola seperti Jakarta sudah mencapai 37 derajat celcius. Kelangkaan air tawar semakin terasa. khususnya di musim kemarau. meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya. Temperatur udara maksimal dan minimal sering berubah-ubah. dan sebagainya. sesungguhnya telah terjadi kemerosotan sumber daya alam dan peningkatan pencemaran lingkungan. Jakarta. Berkaitan dengan pernyataan tersebut. pestisida. . sehingga banyak penduduk yang merasakan kegerahan walaupun di daerah tersebut tergolong berhawa sejuk dan tidak pesat industrinya.Teknologi memungkinkan negara-negara tropis (terutama negara berkembang) untuk memanfaatkan kekayaan hutan alamnya dalam rangka meningkatkan sumber devisa negara dan berbagai pembiayaan pembangunan. pcb. mencatat kerusakan lingkungan akibat industrialisasi di beberapa kota di Indonesia. timah hitam. Bahkan hampir seluruh daerah di Jawa telah ikut mengalami peningkatan suhu udara.

Sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia terasa semakin menipis. secara teknis telah didefinisikan dalam UU No. dan sosial. sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai peruntukannya. air. Amsyari (1996: 102). zat. b) pengelompokan menurut medium lingkungan menghasilkan bentuk pencemaran udara. - - Luas hutan Indonesia semakin sempit akibat tidak terkendalinya perambahan yang disengaja atau oleh bencana kebakaran. kimiawi. NO2r SO2.16 - . Pencemaran dapat diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk menurut pola pengelompokannya. 4 Tahun 1982. fisik. yakni masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup. makanan. dan lahan pertanian semakin menyempit dan mengalami pencemaran. dan merosotnya fungsi lingkungan dalam menunjang kehidupan. . dan budaya. energi.- Terjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO. Kondisi hara tanah semakin tidak subur. Klasifikasi Pencemaran Lingkungan Masalah pencemaran lingkungan hidup. dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam. tanah. c) pengelompokan menurut sifat sumber menghasilkan pencemaran dalam bentuk primer dan sekunder. Berkaitan dengan itu. mengelompokkan pencemaran alas dasar : a) bahan pencemar yang menghasilkan bentuk pencemaran biologis. yaitu : sumber perubahan oleh kegiatan manusia atau proses alam. seperti minyak bumi dan batu bara yang diperkirakan akan habis pada tahun 2020. dan debu. bentuk perubahannya adalah berubahnya konsentrasi suatu bahan (hidup/mati) pada lingkungan. terdapat tiga unsur dalam pencemaran. Dari definisi yang panjang tersebut.

pada dasarnya terletak pada esensi kegiatan manusia yang mengakibatkan terjadinya kerusakan yang merugikan masyarakat banyak dan lingkungan hidupnya. maka keduanya berada dalam keadaan sehat.17 - . menimbulkan dampak terhadap lingkungan yang dapat merugikan bagi kehidupan manusia itu sendiri. Dalam hal tersebut diatas yang perlu kita cermati adalah bahwa alam mempunyai daya dukung dan daya . yaitu : Faktor Lingkungan Faktor Perilaku Faktor Pelayanan Kesehatan Faktor Bawaan (Keturunan) Dari keempat faktor tersebut. gangguan kenyamanan. Dari lingkungan alaminya manusia mengambil makanan dan sumber daya lain yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan materinya. ke lingkungan alami pula manusia membuang berbagai bahan buangan baik dari badannya maupun dari proses produksinya. antara lain gangguan kesehatan. pada pasal 1 butir 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan yang sejahtera dari badan. gangguan ekonomi dan sosial. maka dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi kesehatan. Proses pengambilan maupun pembuangan ini bila tidak terkendali. bila manusia dan lingkungannya berada dalam keadaan seimbang.Namun apapun klasifikasi dari pencemaran lingkungan. jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tetapi karena sesuatu sebab sehingga keseimbangan ini terganggu atau mungkin tidak dapat tercapai. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan Kesehatan Dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. faktor lingkungan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya dibandingkan dengan ketiga faktor yang lain. C. Pada umumnya. Keseimbangan tersebut sangat kompleks. Adapun derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor.

Limbah cair atau padat yang dibuang ke sungai. diabetes melitus. akan memperburuk kondisi lingkungan dengan timbulnya “man made breeding places” bagi kuman dan vektor penyakit maupun sumber pencemar yang dapat memajani manusia. Perilaku manusia yang tidak sehat. lebih menonjol dibanding tahuntahun sebelumnya. . D. Bila pengelolaannya tidak seimbang maka kelestarian lingkungan juga akan terganggu. bertambahnya jumlah penduduk dengan mobilitas yang cepat. Dari kebutuhan dasar yang berupa makanan dan sandang sampai pada kebutuhan materi sebagai hasil proses industri. Limbah dan Masalahnya Karena limbah dibuang ke lingkungan. pada saat ini penyakit non infeksi antara lain hipertensi. Limbah gas terbawa angin dari satu tempat ke tempat lainnya. kanker. maka masalah yang ditimbulkannya merata dan menyebar di lingkungan yang luas. Kondisi tersebut. melampaui batas-batas wilayah akhirnya bermuara di laut atau danau. sangat berpengaruh terhadap kebutuhan manusia yang tidak hanya kebutuhan dasar saja. Selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dihanyutkan dari hulu sampai jauh ke hilir.tampung yang terbatas. Beberapa tahun terakhir ini telah terjadi transisi epidemiologik. memunculkan kecenderungan semakin meningkatnya tempat / kegiatan yang juga menghasilkan limbah berupa bahan berbahaya dan beracun bagi kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya.18 - . yaitu bergesernya pola penyakit yang sebelumnya didominasi oleh penyakit infeksi. baik karena penyakit infeksi maupun non infeksi sebagai akibat dari pencemaran lingkungan oleh bahan-bahan yang tidak diinginkan. bila tidak terkendali akan menimbulkan masalah kesehatan yang semakin berat dan luas dengan semakin tingginya angka kesakitan. gangguan fungsi ginjal. jantung. seolah-olah laut atau danau menjadi tong sampah.

ekosistem perairan. Air yang tercemar akan menjadi sumber penyakit menular. akhirnya mengkontaminasi sayuran dan buah-buahan yang dapat menyebabkan keracunan konsumennya. Kegiatan industri disamping bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. tanah. dan udara. dan gas-gas lain yang tidak diinginkan. Pemakaian . juga berupa tinja dan limbah cair yang semuanya dapat mencemari lingkungan perairan. Limbah padat akan mencemari tanah dan sumber air tanah. yang dibuang ke perairan akan mengotori air yang dipergunakan untuk berbagai keperluan dan mengganggu kehidupan biota air. pertambangan dan rekreasi. ternyata karena pemakaiannya yang tidak sesuai dengan peraturan keselamatan kerja. pertanian.Limbah bermasalah antara lain berasal dari kegiatan pemukiman. Walau pestisida digunakan untuk membunuh hama. Pupuk sering dipakai berlebihan. Adanya SO2 dan NOx di udara dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat menimbulkan kerugian karena merusak bangunan. Limbah gas yang dibuang ke udara pada umumnya mengandung senyawa kimia berupa SOx. Limbah dari industri kimia pada umumnya mengandung berbagai macam unsur logam berat yang mempunyai sifat akumulatif dan beracun (toxic) sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia. Limbah cair. lahan pertanian dan hutan. Limbah industri baik berupa gas.19 - . NOx. ternyata juga menghasilkan limbah sebagai pencemar lingkungan perairan. Pestisida yang berlebihan pemakaiannya. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sangat ditakuti adalah limbah dari industri kimia. Limbah pertanian yang paling utama ialah pestisida dan pupuk. cair maupun padat umumnya termasuk kategori atau dengan sifat limbah B3. sisanya bila sampai di perairan dapat merangsang pertumbuhan gulma penyebab timbulnya eutrofikasi. CO. Limbah pemukiman selain berupa limbah padat yaitu sampah rumah tangga. pestisida menjadi biosida–pembunuh kehidupan. industri.

cair. Toksikologi Lingkungan Karena limbah industri pada umumnya bersifat sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3). yang dimaksud dengan B3 dapat diartikan “Semua bahan/senyawa baik padat. udang dan biota air lainnya. umumnya termasuk kelompok limbah bahan berbahaya dan beracun (hazardous waste and toxic chemical).20 - . maka obyek toksikologi lingkungan ialah limbah kimia yang beracun. Didalam Peraturan Pemerintah R. tumpahan minyak dan oli di laut sebagai limbah perahu atau kapal motor di kawasan wisata bahari.I. mempelajari dampak atau resiko keberadaan substansi tersebut terhadap makhluk hidup. ataupun gas yang mempunyai potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut”. Kegiatan sektor pariwisata menimbulkan limbah melalui sarana transportasi. E.herbisida untuk mengatasi eutrofikasi menjadi penyebab terkontaminasinya ikan. maka substansi atau zat beracun di lingkungan yang sangat menjadi perhatian ialah yang bersumber pada kegiatan manusia yang dibuang ke lingkungan sebagai limbah. Pertambangan memerlukan proses lanjutan pengolahan hasil tambang menjadi bahan yang diinginkan. Karena kajian toksikologi adalah bahan beracun. memerlukan bahan air raksa atau mercury akan menghasilkan limbah logam berat cair penyebab keracunan syaraf dan merupakan bahan teratogenik. Limbah B3 diidentifikasi sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih karakteristik : mudah meledak . Sedangkan yang dimaksud dengan toxicology lingkungan adalah pengetahuan yang mempelajari efek substansi toksik (beracun) yang terdapat di lingkungan alam maupun lingkungan binaan. dengan limbah gas buang di udara. Misalnya proses di pertambangan emas. Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Namun. tidak berarti bahwa semua tingkatan harus . toksikan) memang berhubungan dengan sistem kehidupan. Dampak itu dapat langsung dari sumber ke manusia. pengolahan menurut tingkat perlakuan dan pengolahan menurut karakteristiknya. misalnya meminum air yang terkontaminasi atau melalui rantai makanan. Limbah B3 dari kegiatan industri yang terbuang ke lingkungan akhirnya akan berdampak pada kesehatan manusia.- mudah terbakar bersifat reaktif beracun penyebab infeksi bersifat korosif. karena kenyataannya adalah bahwa yang paling merasakan dampak suatu kegiatan adalah manusia. Pengolahan Limbah Cair Industri Pengolahan limbah cair industri dapat dibagi menjadi dua. Kata racun (toksin. F. 1. sistem biologi.21 - . sasaran toksikan pertama-tama adalah saluran pencernaan. bagian dari makhluk hidup. Pada manusia. Toksisitas suatu bahan kimia ditentukan dengan LD 50 atau LC 50. dan selanjutnya menyebar ke organ vital lainnya. Toksikan yang masuk melalui makanan pertama kali di dalam mulut akan diabsorbsi atau mengkontaminasi kelenjar ludah (saliva) yang kemudian dapat meracuni alat-alat pencernaan. Toksikologi lingkungan menjadi sangat penting. Pengolahan Berdasarkan Tingkat Perlakuan Menurut tingkatan prosesnya. yaitu dosis atau konsentrasi suatu bahan uji yang menimbulkan kematian 50 % hewan uji. pengolahan limbah dapat digolongkan menjadi 5 tingkatan. seperti memakan ikan yang telah menggandakan (biological magnification) pencemar karena memakan mangsa yang tercemar.

dapat ditetapkan jenis peralatan yang dibutuhkan. Pengolahan secara fisika dilakukan melalui pengendapan maupun pengapungan yang ditujukan untuk bahan kasar yang terkandung dalam air limbah. Tidak semua reaksi dapat berlaku untuk semua senyawa kimia (terutama senyawa organik). Beriktu beberapa tahap pengolahan air limbah. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Pengolahan secara kimia dilakukan dengan cara mengendapkan bahan padatan melalui penambahan zat kimia. Bahan lainnya adalah lapisan minyak dan lemak di atas permukaan air. saringan dapat dipasang secara seri sebanyak dua atau tiga saringan. Pengapungan dilakukan dengan memasukkan udara ke dalam air dan menciptakan gelembung gas sehingga partikel halus terbawa bersama gelembung ke permukaan air. pengendapan (tanpa penambahan . Sementara itu. b) Pengolahan primer (primary treatment) Pada tahapan ini dilakukan penyaringan terhadap padatan halus atau zat warna terlarut maupun tersuspensivyang tidak terjaring pada penyaringan terdahulu. Reaksi yang terjadi akan menyebabkan berat jenis bahan padatan menjadi lebih besar daripada air. Contoh bahanbahan yang terjaring dapat berupa padatan terapung atau melayang yang ikut bersama air.dilalui karena pilihan tingkatan proses tetap bergantung pada kondisi limbah yang diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium.22 - . saringan kasar yang tidak mudah berkarat dan berukuran kurang lebih 30 x 30 cm untuk debit air 100 m2/jam sudah cukup baik. a) Prapengolahan (pretreatment) Pada tahap ini. Ukuran messnya (besar lubang kawat tikus) dapat dibandingkan dengan kawat kasa penghalang nyamuk. Dengan mengetahui jenisjenis parameter dalam limbah. Ada dua metode utama yang dapat dilakukan yaitu pengolahan secara kimia dan fisika. Saringan tersebut diperiksa setiap hari untuk mengambil bahan yang terjaring.

dan proses biologi (pembusukan oleh bakteri dan nitrifikasi alga). Di dalam proses biologis ini. proses kimia (absorbsi karbon aktif. Proses fisik.bahan kimia) dilakukan dengan memanfaatkan kolam berukuran tertentu untuk mengendapkan partikel-partikel dari air yang mengalir di atasnya. pembekuan. c) Pengolahan sekunder (secondary treatment) Tahap ini melibatkan proses biologis yang bertujuan untuk menghilangkan bahan organik melalui proses oksidasi biokimia. Menggunakan aluminium sulfat dan terrosulfat) Sedimentasi Pengapungan Filtrasi    b. Proses pada tingkat lanjut ini dilakukan melalui proses fisik (filtrasi. dapat dilakukan melalui :       Pengahancuran Perataan air (mis.23 - . dapat dilakukan melalui : Pengendapan dengan bahan kimia Pengolahan dengan lagoon atau kolam Netralisasi . pengendapan kimia. pertukaran ion. Proses kimia. banyak dipergunakan reaktor lumpur aktif dan trickling filter. elektrokimia. Pengolahan Berdasarkan Karakteristik Proses pengolahan berdasarkan karakteristik air limbah dapat dilakukan secara : a. 2. destilasi. Mengubah sistem saluran dan membuat kolam) Penggumpalan (mis. oksidasi dan reduksi). d) Pengolahan tersier (tertiary treatment) Pengolahan tersier merupakan tahap pengolahan tingkat lanjut yang ditujukan terutama untuk menghilangkan senyawa organik maupun anorganik. pengapungan. dan lain-lain).

dan zone setting) Oksidasi dan reduksi Klorinasi Penghilangan klor (biasanya menggunakan karbon aktif atau natrium sulfat) Pembuangan fenol Pembuangan sulfur c. floculant setting. MLSS) .         Penggumpalan atau koagulasi Sedimentasi (misalnya dengan discrete setting.24 - . dapat dilakukan dengan : Kolam oksidasi Lumpur aktif (mixed liquid suspended solid. Proses biologi.

sehingga akan mengancam kelangsungan makhluk hidup. Pelaku industri harus melakukan cara-cara pencegahan pencemaran lingkungan dengan melaksanakan teknologi bersih. 4. melakukan proses daur ulang dan yang terpenting harus melakukan pengolahan limbah industri guna menghilangkan bahan pencemaran atau paling tidak meminimalkan bahan pencemaran hingga batas yang diperbolehkan. terutama ketenangan dan ketentraman hidup manusia. sebagai berikut : 1. Pembangunan yang mengandalkan teknologi dan industri dalam mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi seringkali membawa dampak negatif bagi lingkungan hidup manusia. 2. Pemerintah harus mengawasi pembuangan limbah industri dengan sungguh-sungguh. B.BAB III PENUTUP A. memasang alat pencegahan pencemaran. Di samping itu perlu dilakukan penelitian atau kajian- . Saran Limbah industri harus ditangani dengan baik dan serius oleh Pemerintah Daerah dimana wilayahnya terdapat industri. Pencemaran lingkungan akan menyebabkan menurunnya mutu lingkungan hidup. 3. Adanya pengertian dan persepsi yang sama dalam memahami pentingnya lingkungan hidup bagi kelangsungan hidup manusia akan dapat mengendalikan tindakan dan perilaku manusia untuk lebih mementingkan lingkungan hidup.25 - . Kesimpulan Adapun yang menjadi kesimpulan dari makalah diatas. Kemauan untuk saling menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup merupakan itikad yang luhur dari dalam diri manusia dalam memandang hakekat dirinya sebagai warga dunia.

Filosofi kesehatan yang menyatakan bahwa mencegah lebih mudah dan murah dari pengobatan.kajian lebih banyak lagi mengenai dampak limbah industri yang spesifik (sesuai jenis industrinya) terhadap lingkungan serta mencari metode atau teknologi tepat guna untuk pencegahan masalahnya. Limbah B3 sebelum dibuang ke media lingkungan seharusnya diolah / ditreatment lebih dulu. Saran yang dapat disampaikan untuk semua pihak agar proses industrialisasi tidak lantas menjadi penyebab kerusakan lingkungan adalah : 1. pengobatan dan pemulihan. Maksud dan tujuan peraturan tersebut adalah sebagai upaya pencegahan agar daya dukung lingkungan dan daya tampung lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dapat dipertahankan. dengan menitik beratkan pada upaya promotif dan preventif.26 - . Perlu dilibatkan masyarakat dalam pengawasan pengolahan limbah buangan industri agar lebih intens dalam menjaga mutu lingkungan hidup. 5. . antara lain yang mengatur bahwa limbah yang dihasilkan oleh suatu kegiatan (misal : industri) yang dibuang ke lingkungan (udara dan perairan) harus sesuai dengan baku mutu lingkungan baik itu baku mutu untuk udara maupun baku mutu untuk air. 2. memelihara dan melestarikan lingkungan agar manusia dapat tetap produktif dan dapat menikmati hidupnya. sebaiknya dapat menjadi rujukan. 4. 6. Upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan adalah upaya promotif. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan yang berhubungan dengan masalah lingkungan hidup. 3. preventif. Biaya yang dikeluarkan dari pada untuk pengobatan atau pemulihan kesehatan lebih baik untuk menjaga. harus pula diiringi dengan kemauan untuk menyisihkan biaya bagi penelitian dan pemeliharaan lingkungan hidup. Sebaiknya dalam mengeksploitasi sumber daya alam dan lingkungan yang dilakukan oleh dunia industri tidak hanya bertujuan meningkatkan keuntungan ekonomi semata.

27 - . Kesehatan Lingkungan.id/pengaruh_industri_terhadap_lingkungan_hidup.co..google. Shalahuddin Djalal Tanjung. De la Macca. Toksikologi Lingkungan. 2005. Pusat Studi Lingkungan Hidup. Yogyakarta. Surabaya. Karya Anda. 2010. Diakses Pebruari 2008. www. 1984. . Makassar. Syahriar. Mengolah limbah Cair Rumah Tangga dengan filter Biokimia.DAFTAR PUSTAKA Kodoatie. Pengantar Manajemen Infrastruktur . Pustaka Pelajar Slamet Ryadi. Yogyakarta. 2002. Universitas Gajah Mada. Robert J. Tato.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful