ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI TUNGGAL

ANGGARAN DASAR KOPERASI TUNGGAL

BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Koperasi ini bernama Koperasi “TUNGGAL” yang disingkat dengan “KTL”, dan selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut Koperasi. 1. 2. 3. Jenis Koperasi ini adalah Koperasi Serba Usaha. Koperasi ini berkedudukan di Jl. Veteran No. 64 Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Jangka waktu berdiri koperasi dimulai sejak tanggal pembentukan Koperasi, sampai dengan jangka waktu yang tidak terbatas, sesuai tujuannya. BAB II LANDASAN, AZAS, TUJUAN PRINSIP Pasal 2 1. 2. Koperasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 juga berdasarkan atas azas kekeluargaan. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka terwujudnya masyarakat maju, adil dan makmur. Pasal 3 1. Koperasi melakukan kegiatannya berdasarkan prinisip-prinsip koperasi, yaitu a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. 2. Pembagian Sisa Partisipasi Anggota dan atau Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Pengelolaan Koperasi dilakukan secara demokratis c. Koperasi bermaksud memenuhi kebutuhan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pemberian jasa yang terbatas terhadap modal e. Pendidikan Koperasi bagi anggota g. Bagian Kedua Bidang Usaha Pasal 5 Untuk mencapai tujuan tersebut. Koperasi sebagai badan usaha dalam melaksanakan usahanya juga menggunakan prinsip-prinsip ekonomi BAB III MAKSUD DAN TUJUAN SERTA BIDANG USAHA Bagian Pertama Maksud dan Tujuan Pasal 4 1. d. Kerjasama antar Koperasi 2. maka Koperasi menyelenggarakan usaha sebagai berikut : . Kemandirian f.b.

menghimpun simpanan Koperasi berjangka dan tabungan Koperasi dari anggota dan calon anggota. memberikan pinjaman kepada anggota. Kantor Cabang Pembantu yang berfungsi mewakili Kantor Cabang dalam menjalankan kegiatan usaha untuk menghimpun dana dan penyalurannya serta mempunyai wewenang menerima permohonan pinjaman tetapi tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan pemberian pinjaman. b. Dalam memberikan pinjaman Unit Simpan Pinjam wajib memegang teguh prinsip pemberian pinjaman yang sehat dengan memperhatikan penilaian kelayakan dan kemampuan pemohon pinjaman. 3. Melakukan kegiatan simpan pinjam (Unit Simpan Pinjam) Pengadaan barang-barang konsumsi anggota (consumer goods) Pengadaan dan penjualan barang-barang lain Pendidikan dan pelatihan dibidang perkoperasi. b. 3.1. Kantor Cabang yang berfungsi mewakili Kantor Pusat dalam menjalankan kegiatan usaha untuk menghimpun dana dan penyalurannya serta mempunyai wewenang memutuskan pemberian pinjaman. 4. Untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota. Koperasi lain dan atau anggotanya. 5. peningkatan skala usaha dan manajemen usaha bagi anggota Kegiatan usaha lainnya yang terkait dengan kebutuhan anggota koperasi maupun untuk peningkatan skala bisnis dengan anggota sesuai dengan keputusan anggota. Kantor Kas yang berfungsi mewakili Kantor Cabang dalam menjalankan kegiatan usaha untuk menghimpun dana. Koperasi dapat membuka jaringan pelayanan simpan pinjam : a. c. Pasal 6 1. dan atau anggotanya. 2. Kegiatan Unit Simpan Pinjam dalam menangani Koperasi lain dan atau anggotanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini dilakukan berdasarkan perjanjian kerjasama. calon anggota. BAB IV KEANGGOTAAN Bagian Pertama . 2. Kegiatan Unit Simpan Pinjam adalah : a.

5. 2. dan selambat-lambatnya dalam waktu satu bulan pengurus harus memberikan jawaban Bilamana pengurus menolak permintaanya menjadi anggota Koperasi. 2. Pasal 9 1. Keanggotaan tidak dapat dipindah tangankan kepada siapapun dengan cara apapun Pasal 8 Persyaratan untuk menjadi anggota Koperasi: 1. dan telah melunasi Simpanan Pokok Berakhirnya keanggotaan dalam Koperasi mulai berlaku dan dibuktikan dengan adanya catatan dalam Buku Daftar Anggota Seseorang yang masuk menjadi anggota Koperasi harus mengajukan surat kepada pengurus. Setiap anggota harus tunduk pada ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Aturan Rumah Tangga. Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa dari kegiatan usaha yang diselenggarakan Koperasi 2. Aturan Rumah Tangga dan ketentuan yang berlaku di Koperasi.Anggota Koperasi Pasal 7 1. 4. Peraturan Khusus dan Keputusan Rapat Anggota 3. Menyetujui isi Anggaran Dasar. sesuai dengan AD/ART Koperasi Sanggup melunasi simpanan pokok yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar Koperasi Sanggup membayar simpanan wajib yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar Koperasi dan pelaksanaanya diatur dalam ART Koperasi. . Warga Negara Indonesia Mengerti tentang perkoperasian Bersedia mematuhi ketentuan yang berlaku pada koperasi. 3. 3. maka yang bersangkutan dapat meminta pertimbangan dalam rapat anggota mendatang 4. Keanggotaan dimulai yang dibuktikan dengan adanya catatan dalam Buku Daftar Anggota. 6.

baik keuangan maupun nama baik Koperasi. Meninggal dunia. 6. 4. atau karena berbuat yang merugikan Koperasi. Anggota yang berhenti atau ahli warisnya akan menerima kembali simpanan pokok dan simpanan wajib yang telah dibayarkan dan hak-hak lainya yang ditetapkan dalam Aturan Rumah Tangga atau peraturan khusus lainnya. Dipecat oleh pengurus karena tidak melaksanakan atau mengindahkan kewajiban sebagai angggota Koperasi. . Aturan Rumah Tangga. Keputusan Rapat Anggota dan ketentuan lainnya yang berlakukan bagi koperasi. 4. Memanfaatkan kegiatan usaha pelayanan yang diselenggarakan Koperasi Menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota Memiliki hak suara yang sama Memilih dan dipilih menjadi Pengurus atau Pengawas Mengajukan pendapat. Permintaan berhenti harus diajukan secara tertulis kepada pengurus Seseorang yang diberhentikan dari keanggotaan Koperasi dapat meminta pertimbangan dalam rapat anggota mendatang Pasal 10 Keanggotaan dalam koperasi berakhir apabila anggota koperasi itu : 1. Minta berhenti atas kehendak sendiri Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi syarat keanggotaan atau melanggar ketentuan Anggaran Dasar dan Aturan Rumah Tangga Koperasi. simpanan wajib dan simpanan lainnya yang diputuskan dalam Rapat Anggota Mematuhi ketentuan Anggaran Dasar. 3.5. 3. yaitu : 1. 2. Pasal 11 Setiap anggota mempunyai hak yang sama terhadap Koperasi. 6. 5. 2. 2. Membayar simpanan pokok. 5. yaitu : 1. saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan koperasi Memperoleh bagian Sisa Partisipasi Anggota dan Sisa Hasil Usaha Pasal 12 Setiap anggota mempunyai kewajiban yang sama terhadap koperasi.

3. menyetujui Anggaran Dasar dan ketentuan-ketentuan Koperasi yang berlaku. menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi simpanan pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1). Pasal 15 1. keanggotaanya dapat diteruskan oleh ahli waris yang memenuhi syarat keanggotaan sebagaimana diatur dalam pasal 8. 2. Keanggotaan tidak dapat dipindahtangankan kepada orang lain dengan dalih apapun. Seseorang yang menjadi anggota luar biasa mulai berakhir hanya dibuktikan dengan catatan dalam buku daftar anggota luar biasa. Seseorang yang akan berhenti menjadi anggota luar biasa harus mengajukan surat permohonan kepada pengurus. Pasal 16 .3. Bagian Kedua Anggota Luar Biasa Pasal 14 Yang dapat masuk menjadi anggota luar biasa ialah penduduk Indonesia yang memenuhi beberapa syarat sebagai berikut : 1. 4. 2. 5. 3. 2. mempunyai mata pencaharian yang berkaitan dengan Usaha Angkutan Umum. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha pelayan yang diselenggarakan oleh Koperasi Menanggung kerugian usaha Koperasi secara terbatas maksmial sebesar simpanan pokok dan simpanan wajib. Dalam hal anggota meninggal dunia. 5. Memelihara semangat kebersamaan dalam rangka kemajuan bersama melalui Koperasi berdasarkan azas kekeluargaan. 4. bertempat tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 13 1. Seseorang yang masuk menjadi angggota luar biasa harus mengajukan surat permohonan kepada pengurus. 4. Seseorang yang menjadi anggota luar biasa mulai berlaku hanya dibuktikan dengan catatan dalam buku daftar anggota luar biasa. 5. Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindahtangankan. mampu melakukan tindakan hukum (dewasa dan tidak berada dalam perwalian dan sebagainya).

Jika Rapat Anggota tidak dapat berlangsung karena tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) pasal ini maka rapat ditunda paling lama 7 (tujuh) hari. anggota luar biasa mempunyai hak bicara dalam Rapat Anggota Tahunan tetapi tidak boleh memilih dan dipilih menjadi Pengurus dan Pengawas Koperasi. 3. 3. maka berlaku syarat-syarat seperti rapat dalam keadaan luar biasa. anggota Luar Biasa berhak atas Sisa Hasil Usaha sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. mengembangkan dan memelihara kebersamaan. mnta berhenti atas kehendak sendiri. Pasal 20 Rapat anggota menetapkan : . BAB V RAPAT ANGGOTA Pasal 19 1. 4. menghadiri Rapat Anggota.Keanggotaan berakhir bilaman anggota luar biasa : 1. 2. diberhentikan oleh Pengurus karena tidak mengindahkan kewajiban sebagai anggota luar biasa terutama dalam hal keuangan aatau karena berbuat sesuatu yang merugikan Koperasi. 2. mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota. dan bila pada rapat kedua tetap tidak tercapai syarat tersebut. Rapat Anggota sah jika yang hadir lebih dari separuh jumlah anggota Koperasi. 2. 3. 4. 2. memanfaatkan Koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota luar anggota. Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi. Pasal 17 Setiap anggota luar biasa mempunyai kewajiban : 1. diberhentikan oleh Pengurus karena tidak memenuhi lagi syarat keanggotaan. Pasal 18 Setiap anggota luar biasa mempunyai hak : 1. berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi. 3. meninggal dunia.

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Keputusan Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. pembagian dan pembubaran koperasi. Rapat Anggota untuk penggabungan. 3. 5. 3. peleburan. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas dalam pelaksanaan tugasnya. kebijaksanaan umum dibidang organisasi. Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas mengenai pengelolaan Koperasi. 5. Jika perubahan Anggaran Dasar harus diadakan berhubung dengan ketentuan Undang-undang atau peraturan-peraturan/Ketentuan-ketentuan pelaksanaannya Rapat Anggota sah bila dihadiri ¾ dari jumlah anggota Koperasi. dan pembagian Koperasi harus dihadiri sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah anggota Koperasi. 4. dan usaha koperasi. rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta pengesahan laporan keuangan. 2. Rapat Anggota untuk menetapkan Anggaran Dasar harus dihadiri sekurangkurangnya ¾ dari jumlah anggota Koperasi dan keputusannya harus disetujui ¾ dari jumlah anggota yang hadir. pembagian Sisa Hasil Usaha. peleburan. 2. rencana kerja. Pasal 24 . pemberhentian Pengurus dan Pengawas. Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah. manajemen. 4. 7. penggabungan. Pasal 21 1. 6. Dalam hal dilakukan pemungutan suara. 6. setiap anggota mempunyai hak satu suara. Rapat Anggota diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam 1 (satu) tahun. 7. Rapat Anggota untuk pembubaran koperasi harus dihadiri ¾ dari jumlah anggota Koperasi. sedangkan keputusannya harus disetujui oleh suara ¾ anggota yang hadir. Pasal 23 Segala keputusan Rapat Anggota dicatat dalam sebuah Buku Daftar Berita Acara Rapat Anggota dan ditandatangani oleh Ketua Rapat dan Sekretaris Rapat. sedangkan keputusannya harus disetujui oleh sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah anggota yang hadir. maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. 2.1. pengangkatan. pemilihan. Pasal 22 1.

Rapat Anggota Luar Biasa diadakan atas kehendak Pengurus untuk kepentingan pengembangan Koperasi. . Tanggal dan tempat serta acara Rapat Anggota harus diberitahukan kepada anggota sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum rapat. Rapat Anggota untuk mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus disebut Rapat Anggota Tahunan diadakan paling lambat 3(tiga) bulan setelah tahun tutup buku. b) atas kehendak Pengurus. 6. 5. Keadaan luar biasa dalam ayat (2) pasal ini adalah : a) apabila Koperasi berjalan tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Rapat Anggota Luar Biasa diadakan atas permintaan anggota apabila anggota menilai bahwa Pengurus telah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan Koperasi dan menimbulkan kerugian terhadap Koperasi. Selain Rapat Anggota. Rapat Anggota Luar Biasa sah bila dihadiri 20% dari jumlah anggota Koperasi.1. Undangan Rapat Anggota disertai laporan pertanggungjawaban Pengurus dikirim kepada anggota dalam waktu sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum rapat. Rapat Anggota luar Biasa dapat diadakan apabila situasi dan kondisi Koperasi dalam keadaan luar biasa dan tidak bisa menunggu diselenggarakan Rapat Anggota. 2. Koperasi dapat melakukan Rapat Anggota Luar Biasa. b) apabila perubahan Anggaran Dasar harus diadakan berhubung ketentuan undang-undang atau peraturan-peraturan/ketentuan-ketentuan pelaksanaannya. 4. Acara dan tata tertib rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini dimintakan pengesahan terlebih dahulu dengan Rapat Anggota. Rapat Anggota Luar Biasa mempunyai wewenang yang sama dengan wewenang Rapat Anggota sebagaimana dimaksud dalam pasal 18. 3. 3. Pasal 25 1. 7. Rapat Anggota Luar Biasa dapat diadakan : a) atas permintaan tertulis 1/10 dari jumlah anggota. 8. c) apabila keadaan Negara atau karena peraturan-peraturan/ketentuanketentuan Penguasa Pusat maupun setempat tidak memungkinkan untuk mengadakan Rapat Anggota. 2. 4.

setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. b. Pengurus merupakan pemegang kuasa Rapat Anggota. Susunan dan nama anggota Pengurus dicatat dalam buku daftar pengurus. 4. Pengurus Koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Anggota. Setiap anggota Pengurus tidak diperbolehkan merangkap sebagai Pengawas. Anggota Pengurus yang telah habis masa jabatannya dapat dipilih kembali maksimal 2 (dua) periode berturut-turut.BAB VI PENGELOLAAN Bagian Pertama Pengurus Pasal 26 1. 2. Masa jabatan pengurus 3 (tiga) tahun. terhitung sejak tanggal menerima tugas dan jabatan sebagai Pengurus. . Pasal 27 1. mempunyai sifat kejujuran dan keterampilan kerja. 5. yang dibuktikan dengan Berita Acara dan berakhir pada tanggal penyerahan tugas dan jabatan sebagai Pengurus kepada Pengurus yang terpilih yang dibuktikan dengan berita acara 2. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota Pengurus adalah sebagai berikut : a. Pengurus koperasi tidak boleh merangkap sebagai Pengurus Koperasi lain yang sejenis. 3. anggota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8. Susunan Pengurus sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang. 3. c. 6.

3. Yogyakarta. Sleman. Asemgede Komplek Ruko Krangkungan No. 4. Anggota Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal wat Tamwil Bina Artha Ummat adalah warga perorangan yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan . TEMPAT KEDUDUKAN DAN WILAYAH KERJA Pasal 1 1.BAB I. 22 Condongcatur. Koperasi ini bernama Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Koperasi dalam pengembangan jaringan pelayanan dan usaha dapat membuka Cabang Pembantu dan Kas / Perwakilan diseluruh wilayah kerja Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat atas persetujuan dan keputusan Rapat Anggota. Koperasi berkedudukan di Jl. NAMA. Depok. 2. Wilayah kerja meliputi seluruh wilayah Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istemewa Yogyakarta. BAB II. Bagian Pertama : KEANGGOTAAN Pasal 2 1.

Atas Permintaan menjadi anggota tersebut seperti dalam Pasal 2 ini.00(sepuluh ribu rupiah) dan Simpanan wajib Rp. Pendaftar yang diterima.000. 3. 6. Ikut aktif di semua atau salah satu kegiatan unit usaha Koperasi. 3. 4. Pengurus Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat memberikan keputusan dalam tenggang waktu paling lama 6 bulan dan disampaikan segera kepada pendaftar. Anggota adalah warga perorangan yang telah melunasi Simpanan Pokok Anggota sebesar Rp.2. Pasal 5 1.00 (tiga ribu rupiah). 5. 3. dicatat dalam buku daftar anggota pengurus Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Republik Indonesia yang mendaftarkan diri menjadi anggota dan diterima serta disetujui oleh pengurus. Anggota yang telah diberhentikan akan memperoleh kembali semua simpanan dan haknya setelah neraca dan laporan keuangan akhir tahun disyahkan oleh .000. 2. Pasal 3 Anggota wajib secara aktif mengembangkan KSU SYARIAH BMT Bina Artha Ummat dengan cara: 1. o Permintaan berhenti tersebut di putuskan oleh pengurus selambatlambatnya 3 (tiga) bulan sejak menerima surat permintaan tersebut. 10. 2. o Pemberhentian oleh pengurus karena tidak memenuhi syarat-sayarat sebagai anggota dan atau melakukan aktivitas yang merugikan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Keanggotaan koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat berakhir apabila : o Secara tertulis anggota mengajukan kepada pengurus perihal pengunduran diri beserta alasannya. Menyampaikan pendapat yang menurutnya bisa menghambat dan atau merugikan koperasi. Permintaan menjadi anggota diajukan secara tertulis / lisan oleh warga perorangan kepada pengurus Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Pasal 4 Anggota yang melalaikan kewajibannya dengan tidak membayar simpanan wajib selama satu tahun dapat diberhentikan keanggotannya oleh pengurus. Anggota yang diberhentikan oleh pengurus kehilangan hak dan kewajibannya sejak adanya pemberhentian tersebut. Permintaan menjadi anggota harus menyertakan keterangan data diri sesuai dengan kartu tanda penduduk yang masih berlaku.

5. 3. 7. 2. Anggota luar biasa adalah warga perorangan yang telah melunasi simpanan pokok anggota. 4. Anggota luar biasa adalah warga perorangan yang berdomisili atau bertempat tinggal diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.anggota dengan mempertimbangkan kewajibannya kepada Koperasi Serba Usaha Syariah Bina Artha Ummat. Permintaan menjadi anggota luar biasa harus menyertakan data diri sesuai dengan kartu tanda penduduk yang masih berlaku. Anggota mempunyai hak untuk dipilih dan memilih dalam setiap pergantian pengurus dan pengawas KSU Syariah BMT Bina Artha Ummat 7. 3. KEPENGURUSAN Pasal 8 . 6. Hak suara anggota dan penggunaannya diatur dalam tata tertib RAT 6. 2. Anggota luar biasa bisa diundang pengurus untuk mengikuti RAT. Bagian Kedua : ANGGOTA LUAR BIASA Pasal 6 1. Pasal 7 1. Hak dan Kewajiban anggota luar biasa tertuang dalam Aanggaran Dasar KSU Syariah BMT Bina Artha Ummat. Pendaftar yang diterima dicatat dalam buku daftar anggota luar biasa KSU Syariah BMT Bina Artha Ummat. Pengurus KSU Syariah BMT Bina Artha Ummat memberikan keputusan dalam tenggang waktu paling lama 6 bulan dan segera disampaikan kepada pendaftar. Rapat anggota tahunan KSU BMT Bina Artha Ummat wajib diikuti oleh anggota sebagai peserta. Anggota yang berhak mengikuti RAT KSU Syariah BMT Bina Artha Ummat adalah anggota yang sampai tutup buku tahun yang berjalan telah melunasi simpanan pokok dan simpana wajib 5. Permintaan menjadi anggota luar biasa diajukan secara tertulis dan diajukan kepada pengurus KSU Syariah BMT Bina Artha Ummat. 4. Setiap anggota berhak menyampiakan saran dan koreksi terhadap pengurus baik secara tertulis ataupun lisan BAB III. 4. Sifat anggota sebagai peserta rapat anggota tahunan adalah individual dan tidak dapat diwakilkan. Anggota yang telah berhenti dan dikeluarkan oleh pengurus dapat menjadi anggota kembali dengan mendaftarkan diri sebagai anggota baru lagi dan membuat pernyataan sanggup memenuhi ketentuan yang berlaku.

1. maka pengurus lama yang ada merupakan pengurus dalam keadaan demisioner yang berwenang melakukan pekerjaan pengururs untuk urusan rutin. Formatur yang tidak berhasil membentuk pengurus. Pengurus Bertanggung jawab Atas Aktivitas Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat sesuai dengan tugas dan kewenangangnya. . 2. wajib mengembalikan mandat kepada rapat anggota secara tertulis. Selama belum terbentuk pengurus baku. anggota pengurus lama yang dipertahankan sekurang-kurangnya adalah 1/3 (sepertiga). Pemilihan secara formatur adalah sebagai berikut . o seorang ketua dan wakil ketua o seorang sekretaris o seorang bendahara o seorang Pengawas 3. Dalam hal formatur mengembalikan mandat maka pengurus (demisioner) segera mengadakan rapat anggpta untuk pemilihan pengurus selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan kemudian terhitung mulai tanggal penyerahan mandat oleh formatur. dalam jangka waktu yang telah ditentukan. 4. 4. Semua anggota formatur dipilih oleh dan dari rapat anggota. 2. Pengurus KSU Syariah Bmt Bina Artha Ummat terdiri dari . melakukan pengawasan dan pembinaan segala kegiatan Koperasi Serba Usaha BMT Bina Artha Ummat. kecuali rapat telah menetapkan : o Pembagian tugas o Memberikan wewenang kepada 2 (dua) orang minimal untuk mewakili pengurus. 1. 1. Pengurus bertindak sebagai wakil yang ditunjuk untuk kepentingan seluruh anggota untuk menjalanakan. 2. pemilihan pengurus dilakukan secara langsung atau formatur. Pasal 9 Proses pemilihan pengurus adalah sebagai berikut . Pasal 10 1. tata cara pemilihan diatur dalam tata tertib rapat pemilihan pengurus. Dalam pemilihan pengurus kembali. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pengurus harus dilakukan oleh rapat pengurus yang dihadiri semua anggota pengurus. 2. Jumlah anggota sekurang-kurangnya 5 (lima) orang dan sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang yang dipilih dari kalangan pengurus demisioner dan anggota.

pemberhentian sementara harus diakhiri dengan dengan keputusan rapat pengurus lengkap dalam bentuk: o Pemberhentian sementara dicabut atau o Pemberhentian sementara tetap berlaku sampai ada keputusan rapat anggota berikutnya. Anggota pengurus yang pemberhentiannya disahkan oleh rapat anggota maka pengurus tersebut harus berhenti dari jabatannya. 3. 5. 2. o Tahap kedua dengan surat peringatan 2. wajib menadatangani surat pernyataan yang bunyinya adalah sebagai berikut : 1. Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai Pengurus Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat akan selalu berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan dan undang-undang koperasi. Anggota pengurus yang pemberhentiannya tidak diterima atau disahkan oleh rapat anggota harus kembali pada kepengurusan semula kecuali yang bersangkutan menyatakan penolakan secara tertulis. harus kembali ke kepengurusan semula kecuali yang bersangkutan menyatakan penolakan secara tertulis. Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pengurus koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat akan bekerja dengan aktif. 2. Pasal 12 1. Pengurus koperasi yang melakukan perbuatan tidak sesuai dengan AD/ART dapat dikenakan sanksi secara bertingkat dengan keputusan rapat anggota sebagai berikut : o Tahap pertama dengan surat peringatan 1.Pasal 11 Anggota pengurus sebelum memangku jabatanya. jujur. anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta peraturan-peratuaran yang berlaku di koperasi serta melaksanakan ketentuan tersebut dengan sebaikbaiknya. tertib sehingga kepentingan anggota Koperasi bisa terlayani dengan baik. 3. Anggota pengurus yang pemberhentian sementara dicabut. Pasal 14 . Dalam waktu selambat-lambatanya 3 (tiga) bulan. Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pengurus Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat akan menjauhkan perbuatan–perbuatan yang merugikan gerakan koperasi pada umumnya dan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat pada khususnya. o Tahap ketiga dengan surat perinagatan 3. 4.

2. pengurus wajib : o Membuat garis–garis besar kebijakan dan petunjuk pelaksanaannya dibidang organisasi dan usaha Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat untuk anggotanya yang dituangkan dalam rencana kerja. Pengelolaan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat khususnya yang menyangkut kebutuhan dasar anggota perorangan koperasi harus dilaksanakan secara profesional. Berkaitan dengan ayat (3) Tiga. pengurus bertindak atas nama Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat dan bertanggung jawab dalam rapat anggota atas pelaksanaan kebijakan yang telah digariskan. Pasal 16 1. penerbitan perpustakaan dan lain-lain dengan berpedoman pada rencana kerja yang ditetapkan oleh rapat anggota. o Menghadiri undangan Koperasi / Instansi lain. 4. Wewenang. hak dan persyaratan pengangkatan serta pemberhentian pengelola dan atau karyawan diatur dalam surat keputusan pengurus. Dalam memimpin organisaisi dan usaha Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. 4. Pengurus berkewajiban membela kepentingan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat baik di dalam maupun diluar pengadilan dilakukan oleh Ketua atau seorang anggota pengurus yang ditunjuk oleh ketua dan dipertanggungjawabkan kepada Rapat pengurus lengkap. o Melakukan pengawasan intern atas pelaksanaankan kebijakan tersebut. 3.1. . Dalam usaha membina dan membimbing angota. 2. Hubungan Hukum untuk atas nama Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat dengan pihak ketiga dilakukan oleh pengurus dan harus disampaikan kepada Rapat Pengurus Lengkap. tugas dan kewajiban. Pasal 15 1. ceramah-ceramah. Secara Khusus. pengurus wajib: o Malaksanakan dan atau membantu penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ketrampilan. Menghadiri Rapat Anggota Tahunan dan Rapat-rapat Anggota lainnya setelah memperoleh pemberitahuan atau undangan. 3. pengurus dapat memberi wewenang kepada pengelola untuk melakukan akad pembiayaan kepada anggota. Pengurus dapat menunjuk pengelola untuk mewakili Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat untuk melakukan tindakan hukum yang dipertanggungjawabkan dalam rapat pengurus. 2.yang meliputi : o Kebijakan mengenai penerimaan dan pemberhentian anggota o Bersama pengelola menentukan kebijakan tentang komite pembiayaan sesuai dengan perkembangan modal dan kekayaan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat.

6. 2. kecuali untuk kepentingan tertentu dapat lebih. yantg kemudian dilaporkan dalam Rapat Anggota. 4. Pasal 18 1. Mengadakan pengadministrasian setiap harta kekayaan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat sehingga setiap saat dapat diketahui keberadaannya. Kecuali belanja rutin. 4. dengan ketentuan sebagai berikut: . atas persetujuan salah seorang ketua atau bendahara. Mengambil tindakan-tindakan pencegahan untuk menyelamatkan harta kekayaan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Apabila Bendahara atau Ketua Pengurus berhalangan. pengambilan uang dapat dilakukan oleh orang lain yang ditunjuk dengan surat kuasa. Meminta persetujuan Pengurus atas pengalihan status pemilikan dan atau penggunaan harta kekayaan benda-benda tidak bergerak atau surat-surat berharga Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat dan melaporkan kepada Rapat Anggota. Dalam hal-hal yang mendesak. dikeluarkan berdasarkan surat keputusan Rapat Anggota Tahunan. Melakukan kunjungan kerja secara berkala ke cabang/ unit usaha lainnya. setelah ditentukan waktu dan tempat rapat anggota. selebihnya harus dismpan dalam lembaga keuangan yang ditunjuk oleh pengurus. Pasal 19 Pengurus berkewajiban menyelenggarakan rapat-rapat anggota. 5. 3. 3.3. Pengeluaran yang bersifat biaya rutin telah ditetapkan dalam rencana kerja dan anggararn pendapatan dan belanja. Menyampaikan pemberitahuan dengan alasan-alasan bilamana pengurus tidak dapat menghadiri rapat-rapat anggota. Penandatanganan warkat penarikan uang dari Bank hanya dapat dilakukan oleh bendahara dan atau ketua pengurus. pembayaran dapat dilakukan setelah disetujui oleh Bendahara dan Ketua Pengurus. Pasal 17 Pengurus dalam menjalankan tugasnya wajib melakukan hal-hal sebagai berikut : 1. untuk menyelamatkan harta kekayaan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat pengurus lengkap dengan persetujuan pengawas dapat mengeluarkan biaya yang tidak tercantum dalam Rencana Anggara Pendapatan dan Belanja. Uang tunai yang boleh disimpan dalam Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat sebanyak-banyaknya 5% (Lima persen) dari asset. 2.

Menyampaikan pemberitahuan dan atau undangan rapat kepada anggota dalam waktu selambat-lambatnya 3 (Tiga) hari sebelumnya. 5. Membuat surat keputusan tentang hasil rapat untuk disampaikan kepada anggota. pengurus menyelesaikan dengan berpegang teguh pada asas kekeluargaan dengan cara : 1. Setiap keputusan dan penyelesaian harus dibuat dalam berita acara yang ditandatangani oleh masing-masing pihak yang terlibat dalam perselisihan tersebut. Pasal 20 Apabila timbul perselisihan di kalangan anggota dan atau antar koperasi. 3. Mengadakan pertemuan dengan anggota yang bersangkutan guna memperoleh penyelesaian permasalahan. Pengangkatan karyawan atau pengelola Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat harus mendapatkan rekomendasi dari pengurus dan diatur dalan surat keputusan pengurus. BAB IV. Dalam hal-hal yang tidak dapat dicapai kesepakatan bersama. 3. 4. maka para pihak menyerahkan kepada pengurus Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat atau kepada pengadilan untuk dapat diambil keputusan. Membuat notulensi dan berita acara Rapat Anggota yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris. pengawas dan pejabat.1. 2. 2. Menyampaikan acara dan tata tertib rapat untuk disahkan dalam rapat anggota. Memimpin rapat-rapat dengan berpegang teguh pada tata tertib dan acara rapat. Pengawas Syariah 2. 2. PENGAWAS Pasal 23 Anggota pengawas terdiri dari : 1. Pengangkatan karyawan Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat dilakukan oleh pengurus dengan rekomendasi dari pengelola. Pengawas Manajemen . Pasal 21 Uang kehormatan pengurus ditetapkan dalam Anggaran belanja yang disahkan oleh Rapat Anggota Pasal 22 1.

Dalam hal anggota pengawas tidak lagi memenuhi ketentuan-ketentuan diatas. cermat dan bersemangat sehingga kepentingan koperasi dan anggota-anggotanya mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya. Tata tertib pembelaan diri oleh pengurus juga berlaku juga untuk pengawas. 2. Dalam hal pengawas melanggar anggaran dasar. Dan melaksanakan ketentuan tersebut dengan jujur dan sebaik-baiknya. Untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan tugas dan kewajiban pengawas. ditetapkan dalam anggaran belanja yang disahkan oleh rapat anggota. Ketentuan-ketentuan uang kehormatan dan atau penggantian biaya bagi anggota pengawas. Pasal 27 1. BAB V. PENGELOLA PASAL 28 . Anggaran Rumah Tangga serta peraturan-peraturan yang berlaku pada Koperasi. Pasal 25 Anggota pengawas sebelum memangku jabatan wajib menandatangani surat pernyataan yang isinya sebagai berikut : 1. tertib. diberhentikan sebagai anggota pengawas.Pasal 24 Anggota Pengawas dipilih secara langsung oleh Rapat Anggota dari kalangan anggota atau oleh formatur pemilihan pengurus apabila pemilihan anggota pengawas tersebut bersamaan dengan pemilihan pengurus. 3. salah seorang diantaranya menjadi koordinator yang ditetapkan dalam rapat pengawas. Bahwa saya dalam menjalankan tugas / kewajiban sebagai pengawas Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat akan menjauhkan dari perbuatan-perbuatan yang merugikan gerakan koperasi pada umumnya dan koperasi Bina Artha Ummat serta anggota pada khususnya. 2. Bahwa saya dalam menjalankan tugas / kewajiban sebagai pengawas Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat akan bekerja dengan rutin. Pasal 26 1. Bahwa saya dalam menjalankan tugas kewajiban sebagai pengawas Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat akan selalu berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar. atas permintaan pengurus rapat anggota dapat memberhentikan anggota pengawas yang bersangkutam. 2. 3.

5. 4. Cabang dan atau usaha lain dikepalai oleh seorang Kepala Cabang yang membawahi beberapa keryawan sesuai dengan kebutuhan. pengelola mendapat imbalan jasa dalam bentuk gaji bulanan yang ditentukan oleh pengurus. pengelola melaksanakan semua kebijakan pengurus dan bertanggung jawab kepada pengurus. Pasal 32 Hak dan Wewenang Kepala Cabang antara lain: 1. Sosial (Baitul Maal) 3. Kepala Cabang dan atau usaha lain di bawah kendali Manager. . 3. 2. Memimpin pengelolaan usaha dan mengkoordinasikan tugas karyawan. Kepala Cabang diangkat dan diberhentikan atas persetujuan pengurus. pengelola mendapatkan bonus SHU dan THR sesuai dengan kinerjanya dan ditentukan oleh pengurus. Sektor Riil Pasal 30. Kepala Cabang dan atau usaha lain harus mentaati segala peraturan dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Simpan-Pinjam (Baitut Tamwil) 2. Manajemen dan Kebijakan kantor Cabang dan Usaha lain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen kantor pusat.1. 4. 3. Pasal 29. PENGEMBANGAN USAHA 1. PENGELOLAAN CABANG / PERWAKILAN DAN USAHA LAIN 1. UNIT USAHA Unit usaha Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat Tiga Unit Usaha meliputi : 1. Pasal 31. Pembukaan kantor cabang / perwakilan dan atau usaha lain merupakan bagian yang tidak terpisahkan baik menajemen. Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat dapat membuka cabang / perwakilan dan atau usaha lain atas persetujuan dalam keputusan Rapat Anggota. 2. kebijakan maupun tujuan usaha yang semuanya atas satu pengendalian dari kantor pusat Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Pengelola adalah pelaksana profesioanl usaha yang ditunjuk untuk mengelola dan mengembangkan aset-aset Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat 2.

3. RAPAT-RAPAT Pasal 34 Rapat Anggota Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. Mengadakan hubungan kerja dengan pihak lain. 2. 5. Pengelola dan Pengawas sekurang-kurangnya 6 (Enam) bulan sekali. Mengusahakan sumber pembiayaan untuk pengembangan usaha. Menyusun rencana kerja. 4. Pengurus memandang perlu untuk kepentingan Organisasi dan atau Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Anggota menilai pengurus telah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan koperasi dan menimbulkan kerugian. BAB VI. PERMODALAN . Rapat bersama antara Pengurus. Menyusun Laporan berkala tahunan. Menyusun Neraca. 4. Pasal 33 Tugas dan tanggungjawab Kepala Cabang dan atau usaha lain : 1. Memperoleh penghasilan berdasarkan prestasi kerja dalam menjalankan usaha. Pasal 36 Rapat anggota Luar Biasa diadakan apabila: 1. 3. Karena ketentuan undang-undang. Mengembangkan usaha dan peningkatan kemampuan karyawan. anggaran pendapatan dan belanja. Pasal 35 1. Rapat Pengurus dan pengelola diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali sebulan. Melayani anggota dan atau masyarakat pada umumnya yang membutuhkan jasanya. Laporan Keuangan dan Perhitungan Laba Rugi. Keadaan setempat tidak memungkinkan anggota rapat dapat menghadiri Rapat Anggota. 2.2. BAB VII. Menyusun pembagian tugas para karyawan. mengenai perkembangan usahanya kepada pengurus. 3. 5. 5. 2. Keadaan Negara atau adanya ketentuan penguasa yang tidak memungkinkan diadakan rapat anggota sebagaimana mestinya. 4.

Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat dapat mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga dalam bentuk sebagai berikut: 2. Dalam hal terdapat kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota. Simpanan-simpanan anggota pada Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat terdiri : o Simpanan Pokok o Simpanan Wajib o Simpanan Istimewa o Simpanan Suka Rela  Simpanan Amanah  Simpanan Mudharabah  Simpanan Pendidikan  Simpanan Qurban / Aqiqah  Simpanan Walimah  Simpanan Isul Fitri  Simpanan Haji o Simpanan Wadia Dhomanah o Simpanan Berjangka. 3. Pasal 40 1. Dalam usaha ekonomi yang ada kaitannya dengan kebutuhan anggota koperasi. 2. Penyertaan Modal Pasal 39 Kerjasama sesuai dengan pasal 38 diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengorbankan asas dan prinsip-prinsip Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Penyertaan Modal Anggota pada unit usaha Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Pasal 38 1. dan o Simpanan lain sesuai dengan perkembangan Koperasi. 4. .Pasal 37 Untuk memenuhi kebutuhan anggota Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. koperasi dapat membuka peluang usaha dengan non anggota. Penyertaan Modal Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat pada usaha-usaha anggota. Kerjasama tersebut dapat dilakukan dan dipertanggungjawabkan dalam Rapat Anggota. dapat bekerjasama dengan anggota dalam bentuk: 1. Usaha Patungan 5.

Bagian pertama : KERJASAMA ANTAR BMT Pasal 43 1. 4. 2. o Kepengurusan o Hak dan kewajiban o Permodalan o Bagi hasil o Pertanggungjawaban . Pasal 41 1. Pendapatan bersih dari Sisa Hasil Usaha tersebut dibagikan untuk: o 30% Untuk Cadangan o 30% Untuk Anggota o 20% Untuk Pengurus o 5 % Untuk Pendidikan o 10 % Untuk Pengelola o 5 % Untuk Dana Sosial BAB IX. 2. Pengikatan pinjaman pada pihak ke-3 dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus Lengkap dengan persetujuan pengawas dan dilaporkan ke Rapat Anggota. 2. Pembagian bagian Sisa Hasil Usaha kepada masing-masing anggota dilakukan setelah perhitungan dengan kewajiban-kewajibannya kepada Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat. Simpanan Pokok harus dipenuhi dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah mendaftar.2. 3. Anggota Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat wajib membayar Simpanan Wajib Bulanan yang besarnya ditetapkan oleh Rapat Anggota dan dibayarkan pada setiap bulan atau sekaligus dalam 1 (satu) tahun. SISA HASIL USAHA Pasal 42 1. Dua BMT atau lebih dapat bekerjasama untuk meningkatkan kinerja bersama. Ikatan kerjasama dapat berbentuk sindikasi dan penggabungan usaha. 3. Penggunaan pinjaman-pinjaman tersebut dilakukan oleh pengurus untuk pembiayaan usaha Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat BAB VIII. kerjasama dilaksanakan atas dasar salaing menguntungkan dengan prinsisp keterbukaan dan dilandasai oleh kebersamaan secara Ukhuwah islamiyah. Hak dan kewajiban dalam Kerjasama didasarkan pada kesepakatan tentang .

2. o hal lain yang dianggap perlu. 4. Perubahan anggaran Rumah tangga hanya dapat dilakukan oleh Rapat anggota yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota pendiri dan diputuskan oleh 50% lebih 19satu) dari yang hadir. o AD/ART. o kepengurusan. o hutang piutang. penggabungan didasarkan pada keputusan rapat anggota masing-masing BMT yang dihadiri minimal 2/3 jumlah anggota dan disetujui sekurang-kurangnya 50 % lebih 1(satu) dari anggota yang hadir. BAB X. 2.Bagian Kedua : Penggabungan BMT Pasal 44 1. 3. Tim penggabungan merumuskan : o kepemilikan modal dan kekayaan. o ketentuan pengelolaan. Perubahan terhadap ART dapat dibicarakan dalam rapat anggota atas usul pengurus atau sekurang-kurnagnya 50 % dari anggota pendiri. 3. dua atau lebih BMT dapat melakukan penggabungan menjadi 1(satu BMT dalam rangka memperkuat dan mengembangkan BMT. rapat seperti tersebut pada ayat 2 mimilih sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya 5(lima) orang wakil yang akan duduk sebagai anggota tim penggabungan BMT. o Usaha –usaha. Hasil amandemen/ perubahan terhadap ART didokumentasikan oleh pengurus. . BAB XI. PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pasal 45 1. o aturan-aturan yang diperlukan. PENUTUP Pasal 46 Perubahan Anggaran Rumah Tangga ini hanya dapat dilakukan oleh Rapat Anggota berdasarkan keputusan setidak-tidaknya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Anggota yang hadir dan mempunyai hak suara dalam Rapat Anggota Tahunan atau rapat khusus yang diadakan untuk itu. Pasal 47 Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Peraturan–peraturan lainnya.

Sleman. Depok. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 24 (1) Anggaran Rumah Tangga Koperasi ini disetujui/ disahkan oleh Rapat Anggota/ Rapat Anggota Tahunan Koperasi. . di Condong Catur. Akta Anggaran Rumah Tangga ini ditandatangani oleh kami yang diberi kuasa oleh Rapat Anggota pada Tanggal dua puluh empat bulan Januari tahun dua ribu tujuh. Anggaran Rumah Tangga ini disetujui dan disahkan oleh Rapat Anggota Koperasi Serba Usaha Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Bina Artha Ummat pada tanggal dua puluh empat bulan Januari tahun dua ribu tujuh 2. Yogyakarta. (2) Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal disahkan/ ditetapkan untuk dapat dijadikan pedoman kerja dalam menjalankan kegiatan Koperasi. BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 23 Ketentuan yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dengan peraturan khusus atau peraturan lainnya atas persetujuan Rapat Anggota.Pasal 48 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful