Teori dalam Bimbingan Konseling

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai suatu kegiatan profesional dan ilmiah, pelaksanaan konseling bertitik tolak dari teori teori yang dijadikan sebagai acuannya. Teori diartikan sebagai prinsip -prinsip yang dapat diuji sehingga dapat dijadikan sebagai kerangka untuk melaksanakan pene litian dan pada umumnya diartikan sebagai suatu pernyataan prinsip -prinsip umum yang didukung oleh data untuk menjelaskan suatu fenomena. Teori yang baik mempunyai kriteria sebagai berikut: jelas, komprehensif, parsiminous atau dapat menjelaskan data secar a sederhana dan jelas, dan dapat menurunkan penelitian yang bermanfaat. Adapun fungsi teori antara lain: memberikan kerangka kerja bagi informasi yang spesifik, menjadikan hal -hal yang bersifat kompleks menjadi sederhana, menyusun pengalaman -pengalaman sebelumnya, mensistematikkan penemuan penemuan, melahirkan hipotesis -hipotesis, membuat prediksi, dan memberi penjelasan. Lahirnya suatu teori mempunyai kaitan dasar pribadi, sosiologis, dan filosofis. Suatu teori mencerminkan kepribadian pembuatnya, sebagai suatu hasil proses waktu, kondisi kekuatan sosial dan budaya dan filsafat yang dianut pembuatnya. Teori -teori konseling muncul bersamaan dengan munculnya konseling itu sendiri sejak permulaan abad 20. Sebagaimana dikatakan di atas, pemunculan suatu teori b erkaitan dengan pribadi pembuatnya, waktu dan tempat, kondisi sosial budaya dan filsafat. Demikian pula pemuculan teori -teori konseling mempunyai karakteristik seperti tersebut di atas. (baca selengkapnya) 1.2 Rumusan Masalah 1. Macam – macam teori – teori dalam Bimbingan Konseling 2. Bagaimana Bimbingan Konseling dalam perspektif islam 1.3 Tujuan 1. Mengetahui macam – macam teori dalam Bimbingan Konseling 2. Mengetahui Bimbingan konseling dalam perspektif islam BAB II PEMBAHASAN 2.1. Teori dalam bimbingan konseling 2.1.1 Terapi Gestalt a. Biografi Frederich Soloman Perls ( 1893 -1970 ) Frederich Soloman Perls dilahirkan pada tanggal 8 Juli 1893 di kampung (ghetto) orang Yahudi di Berlin, sebagai anak ketiga dari keluarga Nathan Perls, Ibunya bernama Amelia R und. Perls meninggal di Amerika pada tanggal 14 Maret 1970. Setelah menyelesaikan studinya sebagai doktor pada tahun 1926 di Berlin, Perls pindah ke Frankfurt dan pada mulanya menjadi asisten dari Kurt Goldstein di Institute For Brain Damage Soldiers. Di F rankfurt Ia bertemu dengan Laura Pasner, seorang DSc Psikologi lulusan Universitas Frankfurt pada tahun 1932, yang kemudian menjadi istrinya. Setelah mengalami kehidupan keras di Eropa dan menghindar dari

b. melainkan pada integrasi yang berjalan selangkah demi selangkah dalam terapi sampai klien menjadi cukup kuat untuk menunjang pertumbuhan pribadiny a sendiri. dan mengalami cara -cara yang menghambat kesadaran. pandangan terhadap manusia. Ia berimigrasi ke A merika. Manusia dilihat sebagai keseluruhan. Jadi aktivitas yang menandai ciri -ciri seimbang dan sehat tidak ada maka perlu penyadaran ulang agar keseimbangan tercapai. sama halnya dengan pandangan eksistensialistik-humanistik. Terapi di arahkan bukan pada analisis. Untuk itu diperlukan teknik agar seseorang membukakan diri secara langsung terhadap pengalaman yang berkaitan dengan pikiran. bahkan kemudian Ia mendirikan South African Institute For Psychoanalysis. Manusia menjadi baik / buruk bukan dari dasarnya. Ia kemudian pindah ke Amerika Selatan.kancah pergolakan politik pada sekitar tahun 30 -an. ialah positif bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menjadi sesuatu dan manusia adalah makhluk yang mampu mengurus diri sendiri. Manusia memilih bagaimana ia memberi respons terhadap rangsangan. baik melalui buku yang di tulis bersama rekan -rekannya maupun melalui pembentukan New York Institute For Gestalt Therapy pada tahun 1951 suatu institute yang kemudian berkembang dimana-mana. Di situlah kemudian lahir Terapi Gestalt. Manusia mampu melakukan pilihan karena adan ya kemampuan menyadari ini. ia hanya dapat mengalami dirinya sendiri sekarang. Saat Sekarang . Tetapi kalau keadaannya menjadi tidak seimbang. tinggal di Johanesburg dan bertindak sebagai Psikoanalisis. pikiran. terhadap hal yang sudah lampau atau hal yang akan datang. kesatuan pribadi. dalam hal ini manusia adalah aktor. penerimaan tanggung jawab pribadi . emosi. gangguan ini akan menimbulkan ketegangan dan diperlukan keseimbangan untuk mengurangi dan menghilangkan ketegangan t ersebut. 2. bilamana kehidupannya terganggu oleh kebutuhan dunia. menurut Passans (1975) adalah sebagai berikut : Manusia adalah keseluruhan dari komposisi bagian -bagian yang saling berhubungan. dan pengamatan. Manusia tidak bisa mengalami dirinya sendiri. maka akan timbul ketakutan dan menghindar untuk mengetahui / menyadari. tinggal di New York. Dalam keadaan sehat seseorang akan mampu menerima dan bereaksi terhadap keadaan dunia. Ia menekankan konsep -konsep seperti perluasan kesadaran. Ia tinggal selama 12 tahun di Johanesburg dan pada tahun 1946. perasaan dan tindakan sekarang ini. Perls memandang manusia dalam keterlibatannya untuk mencapai keseimbangan. Pandangan Tentang Sifat Manusia Pandangan Gestalt tentang manusia berakar pada filsafat eksistensial dan fenomenologi. Manusia memiliki kemampuan untuk menyadari sepenuhnya terhadap semua penginderaan. Manusia adalah bagian dari lingkungannya sendiri. Di dalam rangka terapi Gestalt. Pandangan teori dan terapi Gestalt terhadap manusia. Konsep -konsep Utama Terapi Gestalt 1.

Penyadaran adalah suatu bentuk pengalaman . Ketidak mampuan individu mengintegrasikan pikiran. Memelihara unfished bussiness. dan tingkah lakunya. yang akan datang tidak ada kecuali sekarang sebagai khayalan / harapan. Asumsi Tingkah Laku Bermasalah Individu bermasalah karena terjadi pertentangan top dog dan keberadaan under dog. merupakan awal dari penyadaran akan dirinya. yakni mencakup perasaan yang tidak teru ngkap seperti dendam. tidak ada yang ada kecuali sekarang. Meskipun tidak bisa di ungkapkan. Under dog adalah keadaan membela diri. mengancam. tidak berdaya. Penyadaran tidak lengkap tanpa mengetahui langsung keadaan sebenarnya Penyadaran selalu berada disini dan sekarang serta selalu berubah. Ciri-ciri tingkah laku bermasalah pada individu meliputi : Terjadi pertentang an antara keberadaan sosial dan biologis. Ada beberapa ciri-ciri penyadaran. penyadaran yang berlangsung terus -menerus dan tidak terputus akan mencapai pemahaman. Da lam pendekatan ini. rasa berdosa. maka saat sekaranglah yang penting. Melarikan diri dari kenyataan. Tujuan Konseling . perasaa -perasaan itu di asosiasikan dengan ingatan -ingatan dan fantasi -fantasi tertentu. Kesibukan ini me nimbulkan gambaran tingkat ketakutan atas berbagai hal buruk yang akan terjadi. Karena tidak terungkapkan di dalam kesadaran perasaan -perasaan itu tetap tinggal pada latar belakang dan dibawa pada kehidupan sekarang dengan cara -cara yang menghambat hubungan yang efektif dengan dirinya sendiri dan orang lain. lemah. kedudukan. menuntut. kecemasan. kebencian. karena masa lampau telah pergi dan masa depan belum datang. kecemasan dipandang sebagai kesenjangan antara saat sekarang dan kemudian (Now and Then). Kejadian yang telah lewat sekarang muncul sebagai ingatan. Perkembangan yang terganggu adalah tidak terjadi keseimbangan antara apa -apa yang harus dan apa-apa yang diinginkan. Kesadaran bahwa kecemasan hanya merupakan suatu ketidak senangan dan bukan suatu kencana. Urusan yang tak selesai itu akan sampai ia menghad api dan menangani perasaan -perasaan yang tak terungkap itu. pada situasi yang ada sekarang. rasa di abaikan. 3. Kecemasan timbul karena individu menyimpang dari saat sekarang (now) dan disibukkan oleh pemikiran -pemikiran tentang masa datang.Bagi Perls. ingin dimaklumi. Menolak hubungan dengan lingkungan. sakit hati. perasaan. Urusan Yang Tidak Selesai Dalam pendekatan Gestalt terhadap konsep tentang urusan yang tak selesai. kemarahan. Top dog adalah kekuatan yang mengharuskan. d. c. Salah satu sumbangan utama dari terapi Gestalt adalah penekanannya pada disini dan sekarang ( Here and Now). yakni : Penyadaran akan efektif jika didasarkan pada dan didorong untuk kebutuhan sekarang yang dominan pada seseorang. J adi penyadaran di artikan sebagai pemahaman terhadap apa yang dilakukan sekarang.

sehingga semakin tinggi pula keinginannyauntuk bekerja sama dengan konselor. 2. Fase Ketiga Konselor mendorong klien untuk mengatakan perasaan -perasaannya pada saat ini. Secara lebih spesifik tujuan konseling Gestalt adalah sebagai berikut: Membantu klien agar dapat memperoleh kesadaran pribadi. Fase Pertama Konselor mengembangkan pertemuan konseli ng. melalui konselor. Pola hubungan yang diciptakan untuk setiap klien berbeda. membantu klien agar potensi yang baru dimanfaatkan sebagian ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimal. agar tercapai situasi yang memungkinkan perubahan-perubahan yang diharapkan pada klien. karena masing -masing klien mempunyai keunikan sebagai individu serta memiliki kebutuhan yang bergantung ke pada masalah yang harus dipecahkan. Individu yang bermasalah pada umumnya belum memanfaatkan potensinya secara penuh. Makin tinggi kesadaran klien terhadap ketidakpuasannya semakin besar motivasi untuk mencapai perubahan dirinya. dapat berbuat lebih banyak untuk meningkatkan kebermaknaan hidupnya. e. 4.Tujuan utama konseling Gestalt adalah membantu klien agar berani menghadapi berbagai macam tantangan maupun kenyataan yang harus dihadapi. Membangkitkan dan mengembangkan otonomi klien dan menekankan kepada klien bahwa klien boleh menolak saran-saran konselor asal dapat mengemukakan alasan -alasannya secara bertanggung jawab. klien diberi kesempatan untuk mengalami kembali segala perasaan dan perbuatan pada masa lalu. yaitu : Membangkitkan motivasi klien. Meningkatkan kesadaran individual agar k lien dapat bertingkah laku menurut prinsip -prinsip Gestalt. dalam hal ini klien diberi kesempatan untuk menyadari ketidak senangannya / ketidak puasannya. 3. semua situasi bermasalah (unfished bussines) yang muncul dan selalu akan muncul dapat diatasi dengan baik. melainkan baru memanfaatkan sebagian dari potensinya yang dimiliki. Mengentaskan klien dari kondisinya yang tergantung pada pertimbangan orang lain dan mengatur diri sendiri. Deskripsi Fase-Fase Konseling 1. Fase Keempat . memahami kenyataan atau r ealitas. Ada dua hal yang dilakukan konselor dalam fase ini. Membantu klien menuju pencapaian integritas kepribadiannya. Fase Kedua Konselor berusaha menyakinkan dan mengkondisikan klien untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sesuai dengan kondisi klien. Tujuan ini mengandung makna bahwa klien haruslah dapat berubah dari ketergantungan terhadap lingkungan / orang lain menjadi percaya diri. dalam situasi disini dan saat ini. serta mendapatkan insight secara penuh.

belajar adalah perubahan tingkah laku seba gai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respons. dan siap untuk mengembangkan potensi dirinya. Konsep pokok . Teknik Konseling Hubungan personal antara konselor dengan klien merupakan inti yang perlu diciptakan dan dikembangkan dalam proses konseling. tidak kreatif. Menurut teori ini yang terpenting adalah masuk atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons. kelebihan dari teori ini cendrung mengarahkan siswa untuk berpikir linier. perasaan. yaitu membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu. 2. bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai aktivitas “mimetic” yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari. f. dan evaluasi menuntut satu jawaban benar.2 Teori Behavioristik Menurut teori behavioristik. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respons pun akan tetap dikuatkan. Dalam kaitan itu. Dengan kata lain. Teori ini tidak mampu menjelaskan alasan-alasan yang mengacaukan hubungan stimulus dan respons ini dan tidak dapat menjawab yang menyebabkan terjadinya penyimpangan antara stimulus yang diberikan dengan responsnya. menyadari keadaan dirinya pada saat sekarang. Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian -bagian ke keseluruhan.belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons. Pandangan teori bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau snapping. sehingga menjadikan peserta didik untuk tidak bebas berkreasi dan berimajinasi.3 Teori Yang Berpusat Pada Klien Dalam Pelaksanaan BK A. konvergen. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Teori behavioristik sering kali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks. Namun. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respons. Bil a penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respons akan semakin kuat.Setelah klien memperoleh pemahaman dan pen yadaran tentang pikiran. dan tidak produktif.1. teknik-teknik yang dilaksanakan selama proses konseling berlangsung adalah merupakan alat yang penting untuk membantu klien memperoleh kesadaran secara penuh. Pada fase ini klien menunjukkan gejala-gejala yang mengindikasikan integritas kepribadiannya sebagai individu yang unik dan manusiawi. pikiran -pikirannya dan tingkah lakunya. A.1. sadar dan bertanggung jawab atas sifat otonominya. Aplikasi teor i ini dalam pembelajaran. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil. Klien telah memiliki kepercayaan pada potensinya. Jawaban benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya. dan tingkah lakunya. perasaan-perasaannya. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dalam situasi ini klien sadar dan bertanggung jawab m emutuskan untuk melepaskan diri dari konselor. konselor mengantarkan klien memasuki fase akhir konseling. sebab banyak variabel atau hal -hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang tidak dapat menjadi sekedar hubungan stimulus dan respons. Sedangkan apa yang terjadi di antara sti mulus dan respons dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. 2.

umum. dirasa terlal u luas. C. Tingkah laku atau tindakan itu pada dasarnya adalah suatu usaha mahluk hidup yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan yang dialami dan dirasakan. konst ruk inti konseling berpusat pada klien adalah konsep tentang diri dan konsep menjadi diri atau perwujudan diri. dan dirinya menjadi pusat. dan ikatan emosional. Keberhasilan terap i tergantung kepada faktor -faktor tingkat gangguan psikis. Cara yang terbaik untuk memahami tingkah laku seseorang ialah dengan jalan memandang dari segi pandangan individu -individu itu sendiri. Tujuan untuk setiap klien. B. Tujuan ditetapkan oleh klien. yaitu mengaktualisasikan. dan menyimak secara aktif. Tekhnik tekhnik itu dilaksanakan dengan jalan wawancara. studi kasus. baik langsung atau tidak langsung. refleksi. tetapi tujuan konseling kadang -kadang dibuat tergantung lokasi letak konselor dan klien.centered” diakui afekt if. kognitif. klariflkasi. dan rasional. Kritik dan Kontribusi Beberapa kritik terhadap konseling berpusat pada klien antara lain: Terlalu menekankan pada aspek afektif. tetapi melupakan faktor intelektif. Teori kepribadian Rogers yang disebut sebagai “the self theory” yaitu: Tiap individu berada di dalam dunia pengalaman yang terus menerus berubah. Konseling berpusat pada kl ien tidak menggunakan tes diagnostik. “being here” bagi klien. akan tetapi menekankan sikap konselor. mendengar. Meskipun terbukti bahwa konseling “ client . . dan kuesioner untuk memperoleh informasi. tidak sesuai dengan teori. Individu memiliki satu kecendrungan atau dorongan utama yang selalu diperjuangkannya. struktur biologis klien. yaitu untuk memaksimalkan diri. interpretasi. perasan sebagai penutup perilaku. Emosi yang menyertai tindakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. terapi permainan. dan memperluas pengalamannya. dan longgar sehingga sulit untuk menilai setiap individu. emosional. Individu mereaksi terhadap lingkungannya sesuai dengan apa yang dialami dan ditanggapinya. Penggunaan informasi untuk membantu klien. sesungguhnya merupakan suatu yang memperku at usaha individu mencari sesuatu ataupun memuaskan kebutuhannya untuk memelihara dan mengembangkan dirinya.Menurut Rogers. Tehknik dasar adalah mencakup. Terutama yang berkaitan dengan klien yang kecil tanggung jawabnya. Proses Konseling Pendekatan yang berpusat pada klien menggunakan sedikit tekhnik. lingkungan hidup klien. Individu mereaksi terhadap gejala kehidupan dengan cara keseluruhan yang teratur. mempertahankan. tapi bukti-bukti tidak cukup sistematik tidak lengkap. dan terapi kelompok. Dikatakan bahwa konsep diri atau struktur diri dapat dipandang sebagai konfigurasi konsepsi yang terorganisasikan tentang diri yang membawa kesadaran.

reaksi otomatis seperti bersin. dan afektif dalam konseling. mengedipkan mata. Id berfungsi menghindari diri dari ketidaksenangan dan mencari atau menjadikan kesenangan atau kepuasan. Fungsi super ego dalam hubungannya dengan id.nilai tradisional serta cita cita masyarakat yang ada dalam kepribadian individu.1. Memberikan kemungkinan untuk me lakukan penelitian dan penemuan kuantitatif. ia adalah orang yang telah mengemukakan konsep ketidaksadaran dalam kepribadian. Indentifikasi dan penekanan hubungan konseling sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian. perasaan.4 Teori Psikoanalisis dalam penerapan BK Psikoalisis merupakan metode penyembuhan yang lebih bersifat psikologi dengan cara . 2. misalnya pada waktu lapar maka id membayan gkan ada makanan yang lezat. ego. yaitu id. struktur kepribadian menurut freud. Teori kepribadian menurut Freud. Id adalah aspek biologis yang merupakan system kepribadian yang asli. Beberapa kontribusi yang diberikan an tara lain dalam: Pemusatan pada klien dan bukan konselor dalam konseling.Sulit bagi konselor untuk benar -benar bersifat netral dalam situasi hubungan interpersonal. dengan proses primer. menyangkut 4 hal. Ego adalah aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan dengan dunia kenyataan. super ego. Ada 2 cara id menghilangkan rasa tidak enak atau mencari kepuasan tersebut. yaitu: struktur kepribadian dinamika kepribadian perkembangan kepribadian gangguan jiwa 1. Tokoh utama dan pendiri teori ini adalah stemund freud. dll. Penekanan emosi. Lebih menekankan pada sikap konselor daripada tehknik. Perbedaan ego dan id adalah kalau id mengenal bayangan subyektif sedangkan ego dapat membedakan sesuatu yang hanya a da dalam subyektif dan sesuatu yang ada dalam dunia objektif. kepribadian terdiri dari 3 sistem. Super ego merupakan aspek sosiologis yang mencerminkan nilai .cara fisik. dan ego adalah: . yaitu: Dengan refleks atau reaksi .

Dinamika Kepribadian Dinamika kepribadian terdiri dari cara bagaimana energi psikis itu didistribusikan serta digunakan oleh Id.2 Bimbingan Konseling dalam Perspektif Islam Bebicara tentang agama terhadap kehidupan manusia memang cukup menarik.hal yang moralitas daripada realitas. reaksi kecemasan. psikastenia. mendorong ego untuk lebih mengejar hal .merintangi impuls. Psikoneorose dikelompokkan menjadi 3 yaitu histeri.kanak. Super Ego. Psikoneorose disebabkan oleh kegagalan ego untuk mengontrol dorongan id. yaitu kondisi jas maniah. Gangguan Jiwa Psikoanalisis membedakan 2 macam gejala gangguan jiwa. yaitu: [1] proses pertumbuhan psikologi [2] frustasi [3] konflik [4] ancaman. psikos organic terdiri dari implutional melanchcholia. Kepribadian berkembang sehubungan dengan 4 macam pokok sebagai sumber ketegangan. terutama impuls seksual dan agresif yang peryataannya sangat dipengaruhi oleh mastarakat. Misalnya. Hal ini tidak terlepas dari tugas par a Nabi yang membimbing dan mengarahkan manusia kearah kebaikan yang hakiki dan juga para Nabi sebagai figure konselor yang sangat . paranoia. 2. tujuan insting ialah menghilangkan rangsangan kejasmanian. Freud berpendapat. individu berusaha untuk menemukan atas belajar cara . Psikose dikelompokkan menjadi 2 macam. 2. khususnya Agama Islam. Ego. perkembangan kepribadian kepribadian menurut Freud mulai terbentuk pada tahun .tahun pertama di masa kanak . Insting mempunyai 4 sifat yaitu: sumber. senile. karena ego tidak berhasil memperoleh kesepakatan.cara baru dalam meredakan ketegangan inilah yang disebut perkembangan kepribadian. mengejar kesempurnaan. 4. yaitu: psikoneorose dan psikose. 3. Jembatan antara energi t ubuh dengan kepribadian ialah id dan insting. yaitu psikos fungisional terdiri dari 3 jenis yaitu manic – defressive. Insting adalah sumber perangsang somatic dalam yang dibawa sejak lahir. sehingga ketidakkenaan yang timbul karena adanya tegangan yang disebabkan oleh meningkatnya energi dapat di tiadakan. Sebagai akibat adanya tantangan dari ke -4 hal tersebut. Tujuan.impuls id. yaitu insting. Objek insting objeknya adalah segala aktivitas yang mengantarai keinginan dan terpenuhinya keinginan tersebut. s hizopherenia. bahwa energi psikis dapat dipindahkan dari energi fisiologis dan sebaliknya. tujuan insting lapar ialah menghilangkannya dengan ca ra makan. Ada 3 istilah yang banyak persamaannya. keinginan dan kebutuhan.

Proses pendidikan dan pengajaran agama tersebut dapat dikatakan sebagai “bimbingan” dalam bahasa psikologi. Allah menunjukan adanya bimbingan. akademik. Ayat ini menunjukan agar manusia selalu mendidik diri sendiri maupun orang lain. dalam menghadapi kesulitan dan kemungkinan kesulitan pemahaman diri dan lingkungan untuk arah diri dan pengambi lan keputusan dalam karir. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh. dengan kata lain membimbing kearah mana seseorang itu akan menjadi. Konseling fasilitatif. dan sebagainya. Nabi Muhammad SAW. agar manusia keluar dari tipu daya syaiton. Dalam hal ini Islam memberi perhatian pada proses bimbingan. Hal itu lebih baik daripada bersedekah satu sha” (HR At Turmudzi) Selanjutnya yang berkaitan deng an perkembangan konseling. baik atau buruk. seperti yang tertuang pada ayat -ayat berikut : “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik -baiknya. nasihat atau petunjuk bagi manusia yang beriman dalam melakukan perbuatan terpuji.” (Ar .Syu’ara:214) Sedangkan pada beberapa Hadits yang berkaitan dengan arah perkembangan anak diantaranya : “Tiap -tiap anak itu dilahirkan dalam keadaan suci.orang tiada beriman:”Mengapa tiada diturunkan kepadanya (Muhammad) sebuah mukjizat dari Tuhannya?” Jawablah :”Allah membiarkan sesat siapa yang Ia kehendaki. khusus konseling sekolah adalah adanya kebutuhan nyata dan kebutuhan potensial para siswa pada beberapa jenjang pendidikan.mumpuni dalam memecahkan permasalahan (problem solving) yang berkaitan dengan jiwa manusia. kegagalan pergaulan atau pacaran. . Konseling preventif. Dengan kata lain manusia diharapkan saling memberi bimbingan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas manusia itu sendiri. dalam mencegah sedapat mungkin kesulitan yang dapat dihadapi dalam pergaulan atau sexual. maka bagi mereka pahala yang tidak putus .. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasihat agama itu ibarat bimbingan (guidance) dalam pandangan psikologi.Nya. Nasrani atau Majusi” (HR Baihaqi) “Seseorang supaya mendidik budi pekerti yang baik atas anaknya. walaupun satu ayat saja yang dipahaminya. “Berkata orang . pilihan karir.putusnya” (At -Tiin :4-5) Ada beberapa ayat yang lebih khusus menerangkan tugas seseorang dalam pembinaan agama bagi keluarganya. tergantung kepada manusia yang memilikinya.kerabatmu yang terdekat” (As . kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah -rendahnya. dan penyalahgunaan zat adiktif. menyuruh manusia muslim untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaran Agama Islam yang diketahuinya. sekaligus memberi konseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang sebenarnya. “Dan berilah pering atan kepada kerabat . dan pergaulan social. dan membimbing orang yang bertobat kepada. yaitu meliputi beberapa tipe konseling berikut ini : Konseling krisis.Ra’d :27) Dari ayat-ayat tersebut dapat dipah ami bahwa ada jiwa yang menjadi fasik dan adapula jiwa yang menjadi takwa. Maka kedua orang tuanya yang menjadikannya beragama Yahudi. dalam menghadapi saat -saat krisis yang dapat terjadi misalnya akibat kegagalan sekolah.

Islam dan Psikologi. Macam – macam teori – teori dalam Bimbingan Konseling Terapi Gestalt Teori Behavioristik Teori Yang Berpusat Pada Klien Dalam Pelaksanaan BK Teori Psikoanalisis dalam penerapan BK 2. Nasir. Andi. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual – ESQ. (QS Al-Mujadalah 58:11) BAB III PENUTUP 3. Manusia yang mampu mengoptimalkan potensi dirinya. percaya diri. Netty. Dengan demikian. Manusia yang mampu mengoptimalkan potensi dirinya.Konseling developmental. Jakarta : Toko Gunung Agung. Zakiah. 2003. 2002. kebutuhan akan hubungan bantuan (helping relationship). pengembangan diri merupakan sikap dan perilaku yang sangat disitimewakan. sehing ga menjadi pakar dalam disiplin ilmu pengetahuan dijadikan kedudukan yang mulia disisi Allah SWT.. . (QS Al-Mujadalah 58:11) Daftar Pustaka Agustian.1 . Psikoterapi Islami. “…niscaya Allah akan meninggikan orang -orang yang beriman dan orang -orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Hartati. Dalam konsep Islam. 2002. terutama konseling. pengembangan diri merupakan sikap dan perilaku yang sangat disitimewakan. Peranan Pendidikan Agama Terhadap Pemecahan Problema Remaja. Jakarta : Bulan Bintang. Zakiah. Daradjat.Jakarta : Penerbit Arga. citra diri. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. Kesehatan Mental. 2001.Kesimpulan 1. Mappiare AT. Jakarta : Kalam Mulia. dalam menopang kelancaran per kembangan individual siswa seperti pengembangan kemandirian. pada dasarnya timbul dari diri dan luar individu yang melahirkan seperangkat pertanyaan mengenai apakah yang harus diperbuat individu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Daradjat.dkk. Ary Ginanjar. Bagaimana Bimbingan Konseling dalam perspektif islam Dalam konsep Islam. sehingga menjadi pakar dalam disiplin ilmu pengetahuan dij adikan kedudukan yang mulia disisi Allah SWT. Sahilun A. perkembangan karir dan perkembangan akademik. 2001. “…niscaya Allah akan meninggikan orang -orang yang beriman dan orang -orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. 2002. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang ka mu kerjakan”.

2004. Jakarta : Kencana.id/rara/2011/05/26/teori-dalam-bimbingan-konseling/ .Saleh. Muhbib Abdul. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Abdul Rahman.ac. http://blog.uin-malang. Wahab .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful