You are on page 1of 23

7 OKTOBER 2007 HOTEL RED TOP, JAKARTA

GANGGUAN SOMATOFORM dr. Engelberta Pardamean, SpKJ Gangguan somatoform adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik (sebagai contohnya, nyeri, mual, dan pusing) di mana tidak dapat ditemukan penjelasan medis yang adekuat. Gejala dan keluhan somatik adalah cukup serius untuk menyebabkan penderitaan emosional yang bermakna pada pasien atau gangguan pada kemampuan pasien untuk berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan. Suatu diagnosis gangguan somatoform mencerminkan penilaian klinisi bahwa faktor psikologis adalah suatu penyumbang besar untuk onset, keparahan, dan durasi gejala. Gangguan somatoform adalah tidak disebabkan oleh pura-pura yang disadari atau gangguan buatan. Ada lima gangguan somatoform yang spesifik adalah:       Gangguan somatisasi ditandai oleh banyak keluhan fisik yang mengenai banyak sistem organ. Gangguan konversi ditandai oleh satu atau dua keluhan neurologis. Hipokondriasis ditandai oleh fokus gejala yang lebih ringan dan pada kepercayaan pasien bahwa ia menderita penyakit tertentu. Gangguan dismorfik tubuh ditandai oleh kepercayaan palsu atau persepsi yang berlebih-lebihan bahwa suatu bagian tubuh mengalami cacat. Gangguan nyeri ditandai oleh gejala nyeri yang semata-mata berhubungan dengan faktor psikologis atau secara bermakna dieksaserbasi oleh faktor psikologis. DSM-IV juga memiliki dua kategori diagnostik residual untuk gangguan somatoform: Undiferrentiated somatoform, termasuk gangguan somatoform, yang tidak digolongkan salah satu diatas, yang ada selama enam bulan atau lebih.

Kriteria diagnostik untuk Gangguan Somatisasi

A. Riwayat banyak keluhan fisik yang dimulai sebelum usia 30 tahun yang terjadi selama B.

periode beberapa tahun dan membutuhkan terapi, yang menyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain. Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan, dengan gejala individual yang terjadi pada sembarang waktu selama perjalanan gangguan: 1. Empat gejala nyeri: riwayat nyeri yang berhubungan dengan sekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala, perut, punggung, sendi, anggota gerak, dada, rektum, selama menstruasi, selama hubungan seksual, atau selama miksi) 2. Dua gejala gastrointestinal: riwayat sekurangnya dua gejala gastrointestinal selain nyeri (misalnya mual, kembung, muntah selain dari selama kehamilan, diare, atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan) 3. Satu gejala seksual: riwayat sekurangnya satu gejala seksual atau reproduktif selain dari nyeri (misalnya indiferensi seksual, disfungsi erektil atau ejakulasi, menstruasi tidak teratur, perdarahan menstruasi berlebihan, muntah sepanjang kehamilan). 4. Satu gejala pseudoneurologis: riwayat sekurangnya satu gejala atau defisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gejala konversi seperti gangguan koordinasi atau keseimbangan, paralisis atau kelemahan setempat, sulit menelan atau benjolan di tenggorokan, afonia,

C.

D.

retensi urin, halusinasi, hilangnya sensasi atau nyeri, pandangan ganda, kebutaan, ketulian, kejang; gejala disosiatif seperti amnesia; atau hilangnya kesadaran selain pingsan). Salah satu (1)atau (2): 1. Setelah penelitian yang diperlukan, tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera, medikasi, obat, atau alkohol) 2. Jika terdapat kondisi medis umum, keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan dan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium. Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti gangguan buatan atau pura-pura).

Kriteria diagnostik untuk Gangguan Konversi

A. Satu atau lebih gejala atau defisit yang mengenai fungsi motorik volunter atau sensorik B. C. D. E. F.
yang mengarahkan pada kondisi neurologis atau kondisi medis lain. Faktor psikologis dipertimbangkan berhubungan dengan gejala atau defisit karena awal atau eksaserbasi gejala atau defisit adalah didahului oleh konflik atau stresor lain. Gejala atau defisit tidak ditimbulkkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). Gejala atau defisit tidak dapat, setelah penelitian yang diperlukan, dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis umum, atau oleh efek langsung suatu zat, atau sebagai perilaku atau pengalaman yang diterima secara kultural. Gejala atau defisit menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain atau memerlukan pemeriksaan medis. Gejala atau defisit tidak terbatas pada nyeri atau disfungsi seksual, tidak terjadi semata-mata selama perjalanan gangguan somatisasi, dan tidak dapat diterangkan dengan lebih baik oleh gangguan mental lain. Sebutkan tipe gejala atau defisit: Dengan gejata atau defisit motorik Dengan gejala atau defisit sensorik Dengan kejang atau konvulsi Dengan gambaran campuran

Kriteria Diagnostik untuk Hipokondriasis A. Pereokupasi dengan ketakutan menderita, atau ide bahwa ia menderita, suatu penyakit
serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejalagejala tubuh. penentraman.

B. Perokupasi menetap walaupun telah dilakukan pemeriksaan medis yang tepat dan C. Keyakinan dalam kriteria A tidak memiliki intensitas waham (seperti gangguan D. E. F.
delusional, tipe somatik) dan tidakterbatas pada kekhawatiran tentang penampilan (seperti pada gangguan dismorfik tubuh). Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara kilnis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain. Lama gangguan sekurangnya 6 bulan. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan kecemasan umum, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan panik, gangguan depresif berat, cemas perpisahan, atau gangguan somatoform lain.

Sebutkan jika:

keluhan gastrointestinal atau saluran kemih) B. atau fungsi penting lainnya. pekerjaan. eksaserbasi. Setelah pemeriksaan yang tepat. Tuliskan seperti berikut: Gangguan nyeri berhubungan dengan faktor psikologis: faktor psikologis dianggap memiliki peranan besar dalam onset. dalam fungsi sosial. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan menurut riwayat penyakit. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan C. gejala tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh 2. Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya kelelahan. cukup parah untuk memerlukan perhatian klinis. kondisi medis umum yang diketahui atau oleh efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera. atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dispareunia. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya. hilangnya nafsu makan. Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. Preokupasi dengan bayangan cacat dalam penampilan. Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mood.Dengan tilikan buruk: jika untuk sebagian besar waktu selama episode berakhir. keparahan. obat. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Nyeri A. Jika ditemukan sedikit anomali tubuh. Salah satu (1)atau (2) 1. kecemasan. dan bertahannya nyeri. D. kemarahan. eksaserbasi atau bertahannnya nyeri. Sebutkan jika: Akut: durasi kurang dari 6 bulan Kronis: durasi 6 bulan atau lebih Gangguan nyeri berhubungan baik dengan faktor psikologls maupun kondisi medis umum Sebutkan jika: Akut: durasi kurang dari 6 bulan Kronis: durasi 6 bulan atau lebih Catatan: yang berikut ini tidak dianggap merupakan gangguan mental dan dimasukkan untuk mempermudah diagnosis banding. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Somatoform yang Tidak Digolongkan A. medikasi. Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting dalam onset. B. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Dismorfik Tubuh A. kekhawatiran orang tersebut adalah berlebihan dengan nyat. Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis merupakan pusat gambaran klinis dan B. atau alkohol) Jika terdapat kondisi medis umum yang berhubungan. pekerjaan. E. orang tidak menyadari bahwa kekhawatirannya tentang menderita penyakit serius adalah berlebihan atau tidak beralasan. pemeriksaan fisik. . ketidakpuasan dengan bentuk dan ukuran tubuh pada anorexia nervosa). C. atau temuan laboratonium. atau fungsi penting lain.

Durasi gangguan sekurangnya enam bulan. atau fungsi penting lainnya. gangguan mood. Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. D. disfungsi seksual. gangguan somatoform.C. gangguan kecemasan. atau gangguan psikotik). E. gangguan tidur. pekerjaan. Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya F. Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura) .

Faktor psikologis lain yang tidak ditentukan mempengaruhi kondisi medis (misalnya faktor interpersonal. Adanya suatu kondisi medis umum (dikodekan dalam Aksis III) B. 3. 2. DSM-IV mengandung format subkategorisasi yang membuat dokter dapat menspesifikasikan jenis faktor psikologis atau tingkah laku yang mempengaruhi kondisi medis pasien. atau religius) . Perilaku kesehatan maladaptif mempengaruhi kondisi medis (misalnya tidak olahraga. Respons fisiologis yang berhubungan dengan stres menyebabkan atau mengeksaserbasi gejala-gejala kondisi medis umum. perilaku bermusuhan dan tertekan menyebabkan penyakit kandiovaskular). hipertensi. aritmia. atau tension headache yang berhubungan dengan stres). Respon fisiologis yang berhubungan dengan stres mempengaruhi kondisi medis umum(misalnya eksaserbasi ulkus. kultural. Pilihlah nama bendasarkan sifat faktor psikologis (bila terdapat lebih dan satu faktor. Kriteria Diagnostik Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Kondisi Medis A. Istilah tersebut dapat ditemukan pada abad ke-19 pada penulisan oleh seorang psikiater Jerman Johann Christian Heinroth dan psikiater lnggns John Charles Bucknill.GANGGUAN PSIKOSOMATIK Penggunaan kata "psikosomatik "baru digunakan pada awal tahun 1980-an. nyatakan yang paling menonjol) Gangguan mental mempengaruhi kondisi medis (seperti gangguan depresif berat memperiambat pemulihan dan infark miokardium) Gejala psikologis mempengaruhi kondisi medis (misalnya gejala depresif memperlambat pemulihan dan pembedahan. Faktor yang mempengaruhi perjalanan kondisi medis umum ditunjukkan oleh hubungan erat antara faktor psikologis dan perkembangan atau eksaserbasi dan. Faktor-faktor tersebut dirancang sedemikian mencakup jangkauan yang luas dari fenomena psikologis dan tingkah laku yang tampaknya mempenganuhi kesehatan fisik. Faktor yang mengganggu pengobatan kondisi medis umum. 4. Faktor yang membuat risiko kesehatan tambahan bagi individu. Faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis umum dengan salah satu cara berikut: 1. kecemasan mengeksaserbasi asthma) Sifat kepribadlan atau gaya menghadapi masalah mempengaruhi kondisi medis(misalnya penyangkaian psikologis terhadap pembedahan pada seorang pasien kanker. makan benlebihan). seks yang tidak aman. kondisi medis umum. atau keterlambatan penyembuhan dan. Nosologi DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) Psikosomatis Untuk membuat kategori secara klinis.

Pasien adalah seorang yang pembersih. menyebabkan rasa bersalah dan kecemasan. o Faktor psikodinamika yang diajukan antara lain fiksasi oral. dan penilaian berlebihan terhadap makanan. Obat antimikrobial pada ulkus akibat H. menemus ke mukosa muskularis dan terjadi di daerah yang terkena asam lambung dan pepsin. khususnya pada makan pesta pora. serta pengendalian diet diindikasikan dalam penatalaksanaan ulkus. o Tipe kepribadian: sifat kepribadian kompulsif yang menonjol. berat badan melebihi 20 % berat badan seharusnya. Menghasilkan pemulihan melalui diare. Pembentukan ulkus dapat terjadi. Obesitas o Akumulasi lemak berlebihan. yang terutama jelas pada orang yang memiliki predisposisi genetik. tepat waktu. o Etiologi Teori spesifik: o Alexander menggambarkan kumpulan konflik spesifik pada kolitis ulseratif yaitu ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban (biasanya tidak patuh) sampai kepada inti ketergantungan. o Konflik bawah sadar tersebut menyinggung ketergantungan kuat akan keinginan reseptif-oral untuk disayangi dan dicintai. o Terapi medis seperti obat antikolinergik dan antidiare. o Terapi medis dengan cimetidine (Tagamet). o Biofeedback dan terapi relaksasi berguna. o Terapi o Psikoterapi diarahkan pada konflik ketergantungan pasien. Gangguan Gastrointestinal a. b. tertib. . ranitidine (Zantac). sucralfate (Carafate). malumalu. rapi. biasanya disertai diare berdarah. Kolitis Ulseratif o Penyakit ulseratif inflamatoris kronis pada kolon. dan terinhibisi dalam mengungkapkan kemarahan. regresi oral. o Pasien memiliki riwayat penghindaran terhadap citra tubuh dan kebiasaan awal yang buruk dalam asupan makanan. o Faktor genetik dan kerusakan atau penyakit organ yang telah ada sebelumnya (contohnya gastritis)adalah penyebab yang penting. o Terapi o Psikoterapi yang tidak konfrontatif dan suportif diindikasikan pada kolitis ulseratif. Insidensi familial dan faktor genetik penting. o Terapi o Dikendalikan melalui pembatasan diet dan penurunan asupan kalori. o Reaksi dimanifestasikan secara psikologis oleh hiperaktivitas vagal persisten yang menyebabkan hipersekresi asam lambung. o Pertimbangan psikosomatik o Terdapat predisposisi genetik dan faktor perkembangan awal ditemukan pada obesitas masa anak-anak. berbatas jelas.I. Ketergantungan yang mengalami frustasi menstimulasi perasaan agresif-oral. o Etiologi Teori spesifik o Alexander menghipotesiskan bahwa frustasi kronis dari kebutuhan ketergantungan yang kuat menyebabkan konflik bawah sadar yang spesifik. c. atau famotidine (Pepcid). hiperintelektual. menyebabkan rasa lapar dan kemarahan bawah sadar yang regresif dan kronis. Ulkus Peptikum o Merupakan ulserasi pada membran mukosa lambung atau duodenum. o Faktor psikologis penting pada obesitas hiperfagik (makan berlebihan). Pylon.

digunakan berbagai medikasi bagi status jantung pasien.d. memiliki banyak kekerasan yang terhalangi. dan 17. terapi relaksasi). o Meyer Fiedman dan Ray Rosenman: kepriibadian tipe A dan B. Dukungan emosional dan modifikasi perilaku membantu mengatasi kecemasan dan depresi yang berhubungan dengan makan berlebihan dan diet. o Faktor psikologis. o Terapi: Jika terjadi oklusi koroner. Memiliki peningkatan jumlah lipoprotein densitas rendah. kurang aktif berjuang mencapai tujuannya. tekanan pada dada dan jantung secara episodik. kompulsif. patuh. d. kurang agresif. Rasa sakit diobati dengan analgesik (contoh morfin). Orang yang berorientasi tindakan berjuang keras untuk mencapai tujuan dengan cara permusuhan yang kompetitif. walaupun kemarahan mereka tidak diekspresikan secara terbuka. c. Terapi medis harus suportif dengan penekanan psikologis untuk menghilangkan stres psikis. dan ketegangan. dan untuk meningkatkan kekuasaan. Penyakit Arteri Koroner o o o o Penurunan aliran darah ke jantung. o II. menyebabkan kongesti paru dan menurunkan aliran darah jaringan dengan penurunan curah Jantung. trigliserida. o Predisposisi genetik untuk hipertensi. seringkali bermakna dalam mulainya atau eksaserbasi gangguan. o Kepribadian tipe B: santai. o Pola aneh dalam menangani makanan. yaitu bila terjadi stres kronis pada kepribadian kompulsif yang telah merepresi dan menekan kekerasan. tidak nyaman. Tipe kepribadian Flanders Dunbar: pasien penyakit koroner berkepribadian agresifkompulsif. o Gangguan citra tubuh. Sinkop Vasomotor (Vasodepresor) o Ditandai oleh kehilangan kesadaran (pingsan) secara tiba-tiba yang disebabkan oleh serangan vasovagal. Ditandai oleh rasa nyeri. meditasi. o Terapi: Psikoterapi suportif dan teknik perilaku (contoh: biofeedback. o Psikoterapi suportif penting dalam pengobatannya. dan kompulsif. Biasanya ditimbuikan oleh penggunaan tenaga dan stres. b. o Kepribadian tipe A berhubungan kuat dengan penyakit jantung koroner. kolesterol serum. o Penurunan berat badan. Gangguan Kardlovaskular a. seperti stres dan konflik emosional nonspesifik. Anoreksia Nervosa Perilaku yang diarahkan untuk: o Menghilangkan berat badan. Hipertensi Esensial o Tipe kepribadian o Orang hipertensif tampak dari luar menyeriangkan. Pasien harus patuh dengan regimen medikasi anti hipertensi. digunakan psikotropika (contoh diazepam / valium). o Amenore pada wanita. Untuk menghilangkan ketegangan psikis. cendenung bekerja dengan waktu panjang. . o Rasa takut yang kuat terhadap kenaikan berat badan. Gagal Jantung Kongestif o Gangguan di mana jantung gagal memompa darah secara normal.hidroksikolestenol.

nyeri dada. o Keringat berlebihan. o Gejala biasanya mulai pada mulai masa remaja atau pada awal usia 20-an. o Psikoterapi ditujukan untuk mengungkapkan faktor psikodinamik-seringkali menghubungkan dengan permusuhan. yang menamakannya jantung iritabel (irritable hearth). penurunan pasokan darah ke otak. dan fibrilasi ventrikular). o Stres emosional tidak spesifik. perubahan gelombang ST dan gelombang T. rasa khawatir atau takut menghambat impuls untuk berkelahi atau melarikan diri. o Kontraksi arteniolar seringkali disebabkan oleh stres ekstemal. Dengan demikian menampung darah di anggota gerak bawah. Fenomena Raynaud o Sianosis bilateral paroksismal idiopatik pada jail karena kontraksi arteniolan. pingsan. Aritmia Jantung o Aritmia yang potensial membahayakan hidup (seperti palpitasi. atau biofeedback dengan melindungi tubuh dari dingin dan menggunakan sedatif ringan. atau rasa tidak enak. o Terapi: o Penatalaksanaan astenia neurosirkulatorik mungkin sulit. impuls seksual yang tidak dapat diterima. o Juga berhubungan dengan trauma emosional adalah takikardi sinus. dan akibatnya hipoksia otak dan kehilangan kesadaran. atau rasa tidak enak di puncak kepala. dari vasodilatasi pembuluh darah di dalam tungkai. dan konsentrasi asam lemak bebas. o Rasa takut dapat timbul dan masalah kecemasan. o Dokter psikiatrik cenderung memandang sebagai varian klinik dari gangguan kecemasan. dan penjelasan kepribadian yang berhubungan dengan gangguan. o Terapi: dapat diobati dengan psikoterapi suportif. sampai keyakinan vaham bahwa mereka menderita penyakit jantung. DaCosta. Reaksi tersebut menyebabkan penurunan pengisian ventrikel. o Kegugupan. dan iritabilitas. kadang-kadang terjadi bersama dengan luapan emosional. relaksasi progresif. o Kelelahan yang tidak hilang-hilang atau pembatasan aktivitas. Jantung Psikogenik Bukan Penyakit o Pasien menunjukkan keprihatinan morbid tentang jantungnya dan rasa takut akan penyakit jantung yang meningkat. pening. tercekik dan tersedak. o Terapi: Psikoterapi harus digunakan untuk menentukan penyebab ketakutan atau trauma yang berhubungan dengan sinkop e.Menurut Franz Alexander. o Palpitasi. o >Kriteria diagnostik astenia neurosirkulatorik: o Keluhan pemapasan seperti pemapasan yang resah. takikardi ventrikular. insomnia. o Banyak pasien menderita akibat sindroma yang kurang jelas ini seringkali dinamakan astenia neurosirkulatorik. g. o Gejala tertentu adalah dua kali lebih sering pada wanita dan cenderung kronis. dengan eksaserbasi akut rekuren. o Astenia neurosirkulatonik pertama kali digambarkan tahun 1871 oleh Jacob M. o . yang dimanifestasikan oleh fobia atau hipokondriasis parah. Elemen fobik adalah menonjol. tidak dapat menarik napas dalam. dan sesak napas. o Terapi: Psikoterapi dan obat penghambat beta (propanolol. walaupun tidak ditemukan dalam DSM-IV. peningkatan katekolamin plasma. o Merokok harus dihentikan. dll) f.

o Faktor genetika.8. o Differential diagnosis pada psikiatrik adalah serangan kecemasan. serangan asma terjadi. berkuaasa. serangan asthma terjadi. Psikoterapi suportif juga diindikasikan. Teknik perilaku lain mungkin berguna. Program ini dapat dikombinasikan dengan psikoterapi kelompok. berkuaasa. perfeksionis. Tetapi mungkin efektif pada beberapa kasus. dan stres akut dan kronis berkombinasi untuk menimbulkan penyakit. dan sekresi yang berlebihan. dan menolong. infeksi. dan alergik harus dipertimbangkan. tetapi sebagian besan pasien AIDS memiliki komplikasi psikiatrik dan neunologis dan besar kemungkinannya mengalami stres. sehingga pasien secana sadar menghindani pencetus gejala. Alexander mengajukan faktor konfliktual psikodinamika. perfeksionis. Bemafas ke dalam sebuah kantong dapat menghentikan serangan. karena beberapa pasien mungkin menghindari bantuan psikiatrik. dan hipnotik. o Faktor psikologis: tidak ada tipe kepribadian spesifik yang telah diidentifikasi. Semua psikoterapi standar digunakan: individual. o Terapi: faktor psikiatrik.6. Tokoh ibu cenderung bersikap melindungi adan cemas secara berlebihan. karena ia menemukan pada banyak pasien asma adanya harapan yang tidak disadari akan perlindungan dan untuk diselubungi oleh ibu atau pengganti ibu. alergik. cenderung berespon terhadap berbagai stimuli dengan konstriksi bronkial. Tokoh ibu cenderung bersikap melindungi adan cemas secara berlebihan. III.9 Hay Fever o Faktor psikologis yang kuatberkombinasi dengan elemen alengi. merasa ningan. karena ia menemukan pada banyak pasien asma adanya harapan yang tidak disadari akan perlindungan dan untuk diselubungi oleh ibu atau pengganti ibu. dan kecemasan akan mati. gangguan kepribadian histnionik. Tuberkulosis o Onset dan perburukan tubenkulosis seringkali berhubungan dengan stres akutdan kronis.o ketergantungan. Gangguan Pemapasan a. dan menolong. medis. Sindroma Hiperventilasi o Pasien hiperventilasi bennapas cepat dan dalam selama beberapa menit. Penyakit obstruktif rekuren pada jalan napas bronkial. dan keluhan fobik atau obsesif o Terapi: harus diberikan instruksi atau latihan ulang benhubungan dengan gejala tertentu dan bagaimana gejala tersebut ditimbulkan oleh hiperventilasi. Asma Bronkialis o b. panik. Jika proteksi tersebut tidak didapatkan. o Faktor psikologis mempenganuhi sistem kekebalan dan mungkin mempengaruhi dayatahan pasien terhadap penyakit. rasa bersalah. dan selanjutnya pingsan karena vasokonstriksi serebral dan alkalosis respiratonik. skizofnenia. c. o Terapi: beberapa pasien asma membaik dengan dipisahkan dan ibu (disebut parentektomi). o Penanan stres pada insidensi tuberkulosis belum dipelajari secara menyeluruh. o Psikoterapi suportif berguna karena adanya peranan stres dan situasi psikososial . perilaku(desensitisasi sistematik). Jika proteksi tersebut tidak didapàtkan. Program latihan fisik ditujukan untuk mengkoreksi kebiasaan pemapasan yang buruk dan secara bertahap meningkatkan toleransi kerja pasien. edema. d. kelompok.

terjadi setelah tidak ada peniode menstnuasi selama satu tahun. kematian. Jika mengalami depresi atau merasa sedih. pasien tersebut seringkali memiliki dukungan yang tidak adekuat karena stres ekonomi. Penderltaan Menopause (Menopause Distress)  Peristiwa fisiologis alami. Juga teijadi segera setelah pengangkatan ovarium. Gangguan Endokrin a. dan proiaktin telah dihipotesiskan berperan penting dalam penyebab. dengan menyadari bahwa mereka memiliki penyakit kronis yang dapat ditangani. c. tranquilizer. dan biologis telah terlibat di dalam patogenesis gangguan. perceraian. o Terapi: medikasi antitiroid. atau banyak saudara kandung. androgen. yang mengganggu keseimbangan homeostatik pada pasien yang terpredisposisi. dan kesedihan. progesteron.  Faktor psikologis.  Perubahan kadar estrogen. selama masa anak-anak. dan protein tubuh o Onset yang mendadak seringkali berhubungan dengan stres emosional. . o Faktor psikologis yang tampaknya penting adalah faktor yang mencetuskan perasaan fnustnasi. atau banyak saudara kandung. ditandai oleh perubahan subjektmfsikiis dalam mood dan rasa kesehatan fisik dan psikologis umum yang berhubungan dengan siklus menstruasi. Terapi harus mendorong pasien diabetik untuk menjalani kehidupan senonmal mungkin. perceraian. Keadaan ml menyebabkan stres awal dan pemakaian benlebihan sistem endoknin dan frustrasi lebih lanjut. biasanya kepada ibu. kematian. Suatu sindroma yang ditandai oieh perubahan biokimiawi danpalkologis yang terjadi sebagai akibat dan kelebihan hormon_tiroid~eñdogen atau eksogen yang kronis. Dukungan yang tidak adekuat karena stres ekonomi.yang rumit. IV. lemak. mereka seringkaii makan atau ininum benlebihan yang merusak diri sendini. sosial. dan psikotenapi suportif.  Gangguan disfonik paramenstruasi juga terjadi pada wanita setelah menopause dan setelah histerektomi.  Gejala biasanya dimulai segera setelah ovulasi. Diabetes Melitus o Gangguan metabolisme dan sistem vaskular dimanifestasikan gangguan pengaturan giukosa. pasien hipertiroid memiliki penlekatan yang tidak lazim dan ketergantungan pada onangtua.  Peningkatan prostaglandin tenlibat dalam rasa nyerii yang benhubungan dengan gangguan. sehingga diabetes menjadi tidak terkendali. Gangguan Endokrin Wanita i. Keadaan ml menyebabkan stnes awal dan pemakaian benlebihan sistem endoknin dan frustrasi lebih lanjut. o Menurut teori psikoanalitik. ii. Sindroma pramenstruasi (Premenstrual Syndrome! PMS)  Merupakan gangguan disforik pramenstruasi. kesepian. dan mencapai intensitas maksimum kira-kira lima han sebelum menstruasi dimulai. Mereka menjadi tidak tahan terhadap ancaman penolakan dani ibu. o Pasien diabetik biasanya mempertahankan kontnol diabetiknya. stres seringkali disentai dengan onset hipertiroidisme. meningkat secana bertahap. Sebagai anak-anak. Hipertiroidisme o b. o Pertimbangan psikosomatik o Pada orang yang terpredisposisi secara genetik. o Terapi: psikotenapi suportif dipenlukan untuk mencapai kerjasama dalam penatalaksanaan medis dani penyakit kompleks.

 Penelitian epidemiologis tidak menunjukkan peningkatan gejala gangguan mental atau depresi selama tahun-tahun menopause. Jika amenore sukar diobati. depresi.  Psikoterapi dilakukan untuk alasan psikologis.  Terapi: gangguan psikologis harus dipeniksa dan diobati tenutama oleh tindakan psikotenapetik dan sosioterapettik yang sesuai. ininat. bukan hanya sebagai nespon terhadap gejala amenone. seperti pubertas dan kehamilan. Pruritus menyeluruh o o o o lstilah “pruritus psikogenik menyeluruh” (generalized psychogenic pruritis) menyatakan bahwa tidak ada penyebab organik. seperti harga diri yang rendah dan kepuasan hidup rendah. Gejala psikologis tenmasuk kelelahan.  Fungsi menstruasi yang terganggu (menstruasi yang lebih cepat atau lambat) adalah respons seorang wanita sehat terhadap stres.  Permasalahan tentang ketuaan. Amenore Idiopatik  Hilangnya siklus menstruasi normal pada wanita yang tidak hamil dan pramenopause tanpa adanya kelainan stuktural otak. dan insomnia. atau ovarium. kemungkinan rentan terhadap kesulitan selama menopause. Kebutuhan akan perhatian merupakan karakteristik umum pada pasien.  Respon seorang wanita terhadap menopause telah ditemukan sejalan dengan responnya dengan peristiwa kehidupan panting di dalam hidupnya. Sistem pendukung keluarga dan sosial Iainnya jika diperlukan. initabilitas (mudah marah). kehilangan kemampuan metahinkan anak. Emosi yang paling sering menyebabkan pruritus psikogenik menyeluruh adalah kemarahan dan kecemasan yang terepresi. kecemasan. seperti anoneksia nervosa dan pseudokiesis. dan kepuasaan baru. Psikoterapi harus tenmasuk penggalian stadium kehidupan dan anti ketuaan dan reproduksi bagi pasien.  V. dan perubahan penampilan dipusatkan pada kepentingan sosial dan simbolik yang melekat pada perubahan fisik menopause. Pasien harus didorong untuk menenima menopause sebagai penistiwa kehidupan alami dan untuk mengembangkan aktivitas. GANGGUAN KULIT a.  Tanda dan gejala fisik adalah keringat malam. dan penelitian tentang keluhan psikologis tidak menemukan adanya frekuensi yang lebih besar pada wanita menopause. siklus menstruasi kembali normal tanpa adanya intervensi medis. Stres ringan seperti meninggalkan numah untuk masuk ke perguruan tinggi atau stres berat dapat berpenganuh. ketegangan. psikoterapi dapat membantu memulihkan menstruasi yang teratur. Menggaruk kulit memberikan kepuasaan pengganti utnuk kebutuhan yang . rasa panas (hot flushes)  Faktor psikologis dan psikososial  Wanita yang sebelumnya mengalami kesulitan psikologis. walaupun kondisi stres terus berjalan. Konflikemosional tampaknya menyebabkan terjadinya gangguan.  Sebagian besar wanita. muka merah.  Wanita yang tenikat pada banyak melahirkan anak dan aktivitas mengasuh anak paling rentan untuk mendenita selama tahun-tahun menopause. hipofisis. Psikoterapi juga harus memperhatikan dinamika keluarga. labilitas emosional.  Amenore dapat teijadi sebagai salah satu cmi sindroma psikiatrik klinis yang kompleks.iii.

Istirahat dan latihan harus terstnuktur. dan tegang dapat menyebabkan meningkatnya sekresi keringat. o Pruritus vulva. o Benkeringat pada manusia memiliki dua bentuk berbeda: termal dan emosional.Berkeringat termal paling jelas pada dahi. mengalami frustrasi. biofeedback. lepuh. Penelitian menunjukkan riwayat iritasi lokal atau faktor sisemik umum. VI. dan terbatas. o Di bawah keadaan stres emosional. hipenhidnosis menyebabkan perubahan kulitsekunder. o Terapi berupa psikotenapi suportif tentang trauma emosional pencetus. dengan kecemasan dan depresi yang berlebihan. c. Sebagian besar pasien yang diteliti memberikan riwayat panjang frustrasi seksual. Keadaan ini merupakan keluhan yang mengganggu pekerjaan dan aktivitas sosial. alergik.PSIKO-ONKOLOGI Karena kemajuan pengobatan telah mengubah bahwa kanker dari tidak dapat disembuhkan . Artrltls Rematold o b. dan aksiia. Mereka seringkali memiliki rasa marah yang terepresi karena terbatasnya fungsi otot-otot mereka. dan biofeedback. o Memiliki faktor penyebab herediter. telapak kaki. warn kulit. batang tubuh. o Hiperhidrosis dapat dipandang sebagal fenomena kecemasan yang diperantarai oleh sistern sanafotonom. Tetapi elemen kesenangan dinepresi. mmunologi. Hiperhidrosis o Keadaan takut. o Berkeringat emosional terutama pada telapak tangan. terapi relaksasi. dan lengan bawah. dan menggaruk mencerminkan agresi yang dibalikkan kepada diri sendiri Pruritus setempat o Pruritus ani. Pasien harus didorong kembali ke aktivitas mereka segera mungkin. Ditandai oleh nyeri muskuloskeletal kronis yang disebabkan oleh penyakit peradangan pada sendi. terikat. sehingga memperberatkekakuan dan imobilitas mereka. o Reaksi pasien terhadap nyeri tidak sebandmng secara emosional. dan infeksi. punggung tangan. o Kepekaan nespon berkeringat emosional merupakan dasan untuk pengukunan keringat melalui respon kulit galvanik (alat penting dalam penelitian psikosomatik). Penelitian terhadap sejumlah besar pasien mengungkapkan bahwa penyimpangan kepribadian seringkali mendahului kondisi dan gangguan emosional seringkali mencetuskan gejala ini. dan psikologi yang penting. kesenangan yang didapat dani menggosok dan menggaruk adalah disadani. dan poligrafi (tes detektor kebohongan. dan pasien harus didorong untuk tidak menjadi tenikat pada tempat tidur dan kembali ke aktivitas mereka sebelumnya.b. Mereka menyadari bahwa ml adalah simbolik dan masturbasi. VII . seringkali diperkuat pada saat onset pruritus. LowBackPain o Nyeri punggung bawah seringkali dilaponkan pasien bahwa nyerinya dimulai pada saat trauma psikologis atau stres. o Terapi: psikoterapi suportif selama serangan kronis. Pada beberap pasien. leher. o Pasien merasa tenkekang. o Stres psikologis mempredisposisikan pasien pada artritis rematoid dan penyakitautoimun lain melalui supresi kekebalan. GANGGUAN MUSKULOSKELETAL a. marah.

Di antaranya gangguan penyesuaian (68%). Rentang masalah yang dihadapi dokter psikiatrik C-L adaiah luas.LIAISON PSYCHIATRY (PSIKIATRI KONSULTASIPENGHUBUNG) Dalam psikiatri konsultasi-penghubung (consultation-liaison I C-L psychiatiy). reaksi psikologis mereka adalah rasa takut akan kematian. cacat. Dokter psikiatrik C-L harus mengerti banyak penyakit medis yang dapattampak dengan gejala psikiatrik. ketidakmampuan. Alat yang dimiliki oleh dokter psikiatrik C-L adalah wawancara dan observasi klinis serial. Tujuan diagnosis adalah untuk mengidentifikasi gangguan mental dan respon psikologis tenhadap penyakit fisik. depresi.9 kali dari yang ditemukan pada populasi umum Faktor Kerentanan Bunuh Diri pada Paslen Kanker            Depresi dan putus asa Nyeri yang tidakterkendali baik Delirium ringan (disinhibisi) Perasaan hilang kendali Kelelahan Kecemasan Psikopatologi yang telah ada sebelumnya (penyalahgunaan zat. Dengan gangguan depresif berat (13%) dan delirium (8%) merupakan diagnosis selanjutnya yang tersering. dan finansial.. kemarahan.menjadi penyakit yang seringkali kronis dan sering dapat diobati. insidensi bunuh din sebenarnya hanya 1. terapetik. Gejala paling sering adalah kecemasan. Kira-kira separuh pasien kanken menderita gangguan mental. Walaupun pikiran dan keinginan bunuh diri sering ditemukan pada pasien kanker. Pada umumnya. Penelitian menunjukkan bahwa sampal 65 % pasien nawat map medis memiliki gangguan psikiatrik. dan diorientasi. gangguan psikiatrik utama) Masalah keluarga Ancaman dan riwayat usaha bunuh din sebelumnya Riwayat positif bunuh diri pada keluarga Faktor risiko lain yang biasanya digambarkan pada pasien psikiatrik CONSULTATION . Masalah Paslen Jika pasien mengetahui bahwa mereka menderita kanken. dan mengidentifikasi teknik mengatasi masalah yang karakteristik dari pasien. Dokter psikiatrik berperan sebagai konsultan bagi sejawat kedokteran atau profesional kesehatan mental lainnya. kecemasan. riset. psikiatnl C-L adalah berhubungan dengan semua diagnosis. aspek psikiatrik dan kanker (reaksi terhadap diagnosis dan terapi) semakin penting. dan rasa bersalah. yaitu suatu bidang keahlian yang berkembang dengan cepat dan semakin diperhatikan. Masalah konsultasl-penghubuñg yang serlng:       Usaha atau ancaman bunuh din Depresi Agitasi Halusinasi Gangguantidur Gejala tanpa dasar onganmk .4 sampai 1. fungsi peran. dan penyangkalan. patologi karakter. mengidentifikasi diri kepribadian pasien. rasa takut ditelantarkan dan kehilangan kemandirian. rasa takut diputuskan dan hubungan. dan pelayanan pendidikan yang dilakukan dokter psikiatrik di rumah sakit umum dan berperan sebagaijembatan antara psikiatrik dan spesialisasi lainnnya.

Psikoterapi kelompok dan terapi keluarga.nih. 6.htm pada tanggal 20 Agustus 2007 pukul 17. depresi. KoIb. Manifestasi penyakit fisik juga sering diturunkan dan kepnibadian seseorang.00 WIB. Imade (editor).” Diakses dan: . “Psychosomatic Disorders. 2. yang berarti resolusi gangguan struktural dan reorganisasi kepribadian. Tujuan terapi medis adalah membangun keadaan fisik pasien sehingga pasien dapat berperan dengan berhasil. Tujuan terapi haruslah mengerti motivasi dan mekanisme gangguan fungsi dan untuk membantu pasien mengerti sifat penyakitnya. Sinopsis Psikiatri jilid 2. H. http://www. Philadelpia : W. DAFTAR PUSTAKA 1. yaitu pendekatan yang menekankan hubungan pikiran dan tubuh dalam penbentukan gejala dan gangguan. 1997. Permusuhan. sedangkan dokter ahli penyakit dalam atau dokter spesialis lain menangani aspek somatik. serta psikoterapi untuk kesembuhan totalnya.J. Diakses dan: 4.netl—gniesinger/nillness. Lawrence. “Physiology of Stress I Psychosomatic Medicine. Terapi kombinasi sangat bermanfaat untuk mencapai resolusi gangguan struktural dan reorganisasi gangguan kepribadian.10 WIB.  Disonientasi Ketidakpatuhan atau menolak menyetujui suatu prosedur TERAPI GANGGUAN PSIKOSOMATIS Konsep penggabungan psikoterapetik dan pengobatan medis. 5.2 6th edition. Jakrta: BinanupaAksara. keluarga dan anak. Komponen emosional memainkan penanan penting pada gangguan psikosomatis.nlm. Gangguan psikosomatis dapat rnelibatkan berbagai sistem organ di dalam tubuh sehingga memerlukan penanganan secara terintegrasi dari ahli medis dan ahli psikiatri. Kedokteran psikosomatik terutama mempermasalahkan penyakit-penyakit tersebut yang menampakkan manifestasi somatik. Wiguna. mengingat kepentingan psikopatologis dari hubungan ibu-anak dalam perkembangan gangguan psikosomatik.earthlink. “Psychosomatic Medicine: The Puzzling Leap”. USA: Williams and Wilikins Baltimore. Noyes’ Modern Clinical Psychiatry 7th edition Asman edition. Kaplan. Comprehensive Textbook of Psychiatry vol. Terapi keluarga menawarkan harapan suatu perubahan dalam hubungan keluarga dan anak.gov/hmd/emotions/images/2b25b.B Saunders Company. 1968. KESIMPULAN         Gangguan psikosomatis merupakan gangguan yang melibatkan antara pikiran dan tubuh. Terapi kombinasi merupakan pendekatan di mana dokter psikiatrik menangani aspek psikiatrik. Tujuan akhirnya adalah kesembuhan. Hal ini berarti bahwa adanya faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis.” Diakses dan: http://home. memerlukan tanggung jawab bersama di antara berbagai profesi. Pengobatan gangguan psikosomatik dani sudut pandang psikiatrik adalah tugas yang sulit. 1993. 3.jpg pada tanggal 20 Agustus 2007 pukul 17. dan kecemasan dalam berbagai proporsi adalah akar dan sebagian besar gangguan psikomatik. mengingat kepentingan psikopatologis dari hubungan ibu-anak dalam perkembangan gangguan psikosomatik.l dan Saddock B. Tilikan tersebut harus menghasilkan pola perilaku yang berubah dan lebih sehat.

10. CURICULUM VITAE Nama : dr Oely Mardi Santoso SpKJ Tempat. “Psychosomatic Disoders. Wittkower.” Diakses dan: http:llwww. 8. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik.patient.htm pada tanggal 21 Agustus 2007 pukul 20. Indonesia. KEMD dengan 2 orang anak dan I cucu. Departemen Kesehatan.wikipedia.7.org/wiki/Medically_unexplained_physical_symptoms pada tanggal 2oAgustus 2007 pukul I 8.uk/showdoc/27000225/ pada tanggal 21 Agustus 2007 pukul 19. Psychosomatic Medicine Its Clinical Applications. Kikir 57/75. USA: Hanperand Row Publishers. . Jakarta: Departemen Kesehatan. 1977. 9.05 WIB.co.” Diakses dani: http://en. 1993. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia Ill cetakan pertama. Tgl Lahir : Purwokerto 03-02-1949 Alamat : JI.45 WIB. Enic.uk/medical_conditions/lndiceslP/psychosomatic_disor dens.surgerydoor.SpPD.co.50 WIB “Psychosomatic Disorders.D dan Hector Wannes (editor). Kayu Putih. Inc. http://www. Jakarta Timur Status : menikah dengan DR Dr Mardi Santoso DTM &H.

nyeri metastatic. nyeri tulang. termal.Nyeri (menurut The International Association for the Study of Pain / IASP) merupakan pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan. berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial akan menyebabkan kerusakan jaringan Klasifikasi Nyeri Nyeri Nyeri Nosiseptif Nyeri Somatik Somatik Superfisial (Kulit) Somatik Dalam Nyeri Viseral Nyeri NonNosiseptif Nyeri Neuropatik Nyeri Psikogenik Nyeri Nosiseptif: nyeri timbul sebagai akibat perangsangan pada nosiseptor (serabut A-δ dan serabut C) oleh rangsang mekanik. kimiawi Nyeri Somatik: nyeri timbul pada organ non-viseral. misal nyeri pasca bedah. dan nyeri artritik .

dan arteri. pancreas. biasanya akibat distensi organ berongga. Struktur tadi memiliki lebih sedikit reseptor sehingga lokasi nyeri sering tidak jelas. sendi. kimiawi. . misal usus. kandung empedu. listrik. ligamentum. suhu. tersengat listrik. disestesi. walaupun penyebabnya sudah tidak ada.Nyeri Somatic Superfisial: menimbulkan nyeri di kulit berupa rangsang mekanis. muntah) Nyeri Neuropatik: nyeri yang timbul akibat iritasi atau trauma pada saraf. Nyeri visceral sering kali diikuti referred pain dan sensasi otonom (mual. nyeri dirasa seperti terbakar. Nyeri Viseral: nyeri berasal dari organ dalam. jantung. alodinia. seringkali persisten. tulang. tendon. Kulit punya banyak saraf sensorik sehingga kerusakan kulit menimbulkan sensasi lesi nyeri yang akurat (yang terbatas dermatom) Nyeri Somatic Dalam: Nyeri yang berasal dari otot.

<6 menetap. Awitan bertahap. dan nyeri neuropatik. durasi singkat. Durasi Awitan mendadak. mungkin . dan memenuhi criteria untuk depresi atau kelainan psikosomatik. dapat di Kausa mungkin identifikasi secara jelas. Klasifikasi Nyeri Berdasarkan Durasi Nyeri Akut: nyeri yang mereda setelah penyembuhan Nyeri Kronik: nyeri yang tetap berlanjut walaupun di beri pengobatan dan nyeri tidak memiliki makna biologic. >6 bulan Intensitas Kausa Sedang-parah bulan Sedang-parah Spesifik. Nyeri kronik merupakan suatu sindrom kompleks yang memerlukan pendekatan multidisiplin untuk penanganan Sifat Nyeri Akut Nyeri Kronik Awitan.Nyeri Psikogenik: nyeri yang tidak memenuhi criteria nyeri somatic.

napas meningkat. mual dan/atau muntah Respon Cemas. tidak konsentrasi. distress.biologis Respon fisiologik Hiperaktivitas autonom yang dapat diperkirakan: tekanan darah. tidak Aktivitas autonom normal Depresi. dilatasi pupil. menarik diri dari emosi/perilaku mampu tapi tetap optimis lingkungan nyeri akan hilang social. nadi. gelisah. lelah. imobilitas atau inaktivitas fisik. . perspirasi. tidak ada harapan akan kesembuhan. pucat.

Biasanya terus menerus atau hilang timbul (intermiten). pada kolesistitis. nyeri dirasa di bahu kanan Meredakan nyeri Sering kurang secara efektif dapat meredakan nyeri . Misal pada infark miokard. Pada penekanan nyeri dapat bertambah hebat atau diluar masa dapat ditimbulkan nyeri tekan Referred Pain (nyeri pindah): nyeri yang dirasakan ditempat lain bukan di tempat kerusakan jaringan penyebab nyeri.memperkirakan nyeri akan berlangsung lama Respon terhadap analgesik Macam Nyeri yang lain Nyeri Setempat: terjadi karena iritasi pada ujung saraf penghantar impuls nyeri. Nyeri bertambah pada sikap tertentu atau karena gerakan. nyeri dirasa di bahu kiri.

Nyeri timbul karena perangsangan pada radiks (baik tekanan. . Selama proses tersebut terdapat 4 proses  Transduksi: aktivasi reseptor. tapi nyeri radikular berbatas tegas. terjepit. keadaan tegang mental juga berperan terjadinya ketegangan pada otot Mekanisme Nyeri Proses nyeri terjadi saat simuli nosiseptor oleh stimulus noxious (nyeri) sampai terjadinya pengalaman subyektif nyeri adalah suatu seri kejadian elektrik dan kimia. sentuhan. terbatas pada dermatomnya. adanya stimulus nyeri yang mengakibatkan stimulasi nosiseptor. tarikan) Nyeri akibat spasmus otot (pegal): terjadi ketika otot dalam keadaan tegang (akibat kerja berat).Nyeri Radikular: serupa referred pain. regangan. sifat nyeri lebih keras dan terasa pada permukaan tubuh.

Tapi rangsangan nosiseptif tidak selalu menimbulkan persepsi nyeri dan sebaliknya persepsi nyeri bisa terjadi tanpa stimulasi nosiseptif  Modulasi: sinyal yang mampu mempengaruhi proses nyeri tersebut. Selanjutnya terjadi hubungan timbal balik antara thalamus antara pusat yang labih tinggi di otak yang mengurusi respon persepsi dan afektif yang berhubungan dengan nyeri.disini stimulus noxious dirubah menjadi potensial aksi  Transmisi: potensial aksi ditransmisikan menuju neuron susunan saraf pusat yang berhubungan dengan nyeri. kemudian akan bersinaps pada neuron susunan saraf pusat. Tahap dimulai dari konduksi impuls dari neuron aferen primer ke kornu dorsalis medulla spinalis. tempat modulasi sinyal yaitu kornu dorsalis medulla spinalis . lalu naik keatas menuju batang otak dan thalamus.

 Persepsi: pesan nyeri di relay menuju ke otak dan menghasilkan pengalaman yang tidak menyenangkan Referensi Price S.. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2 Edisi 6.. Jakarta: Dian Rakyat Sudoyo Aru W. Wilson L. 2009. Jakarta: EGC Sidharta Priguna. 2006. Jakarta: FKUI . 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. dkk.. A. M.