You are on page 1of 5

Definisi Nefropati Urat

penyakit ginjal yang yang disebabkan oleh asam urat atau penumpukan Kristal urat, terbagi menjadi 3 jenis, yaitu nefropati asam urat akut, nefropati urat kronik dan nefrolitiasis asam urat. Dalam tinjauan pustaka ini, yang akan dibahas adalah nefropati urat kronik. Gouty nephropathy atau chronic uric acid neprophaty atau nefropati urat kronik adalah suatu keadaan asam urat atau Kristal urat terdeposit pada parenkim dan lumen tubulus secara independen dan menyebabkan cedera langsung pada ginjal selama suatu periode waktu sehingga menyebabkan gagal ginjal. Nefropati urat kronik adalah suatu bentuk penyakit ginjal kronik yang diinduksi oleh penumpukan monosodium urat pada interstitial medulla, yang menyebabkan respons inflamasi kronik, serupa dengan yang terjadi pada pembentukan mikrotopus pada bagian tubuh lain, yang berpotensi menyebabkan fibrosis interstitial dan gagal ginjal kronik. Nefropati urat kronik yang pada masa lalu sering ditemukan pada pasien dengan tophaceous gout, saat ini jarang ditemukan. Namun demikian pasien penyakit ginjal kronik dengan sedimen urin serta hiperurisemia yang tak sesuai dengan derajat gangguan ginjalnya memenuhi kriteria nefropati urat kronik. Studi pada hewan menunjukkan bahwa pada penyakit ginjal kronik terjadi hiperurisemia ringan, yang terjadi lewat dua mekanisme yang mengkompensasi penurunan efisiensi ekskresi ginjal yaitu peningkatan ekskresi asam urat usus dan penurunan produksi karena penurunan aktivitas xantin oksidase. Peningkatan kadar urat plasma yang tidak sesuai dengan derajat gangguan ginjal didefenisikan sebagai berikut : • • • Kadar urat plasma > 9 mg/dL (535umol/L) Jika kadar kreatinin plasma < 1,5mg/dL (132umol/L) Kadar urat plasma > 10 mg/dL (595umol/L) jika kadar kreatinin plasma 1,5-2,0 mg/dL (132 to 176 umol/L) Kadar urat plasma > 12 mg/dL (714umol/L) dengan gagal ginjal yang lebih berat.

Patogenesis nefropati urat kronik
Data histopatologis menunjukkan inflamasi interstitial dan fibrosis bersamaan dengan deposit kristal asam urat. Beberapa studi menunjukkan indeks ginjal dan fungsi endotel yang abnormal pada pasien hiperurisemia asimptomatik. Studi heinin dan jhonson pada binatang

Pengaruh peningkatan kadar asam urat terhdap OR timbulnya gangguan ginjal baru meningkat tajam pada pasien hipertensi dan perempuan. Pada stusi ini.14)) dan kadar kreatinin (OR 1. Menunjukkan bahwa OR terjadinya penurunan fungsi ginjal adalah 1. hiperurisemia bukan merupakan hasil dari penurunan fungsi ginjal.5mg/dl. Menemukan bahwa kadar asam urat pada awal studi berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya penyakit ginjal mada model berdasarkan LFG (OR 1.11(95%Cl 1. Selama 7 tahun terhadap 21.82 pada kadar asam urat > 6.9 mg/dl dan 25% pada pasien dengan kadar > 9. Studi Domrongkitchaiporn dkk. Studi ini juga menemukan adanya iteraksi antara kadar asam urat dengan hipertensi pada timbulnya CKD stage 3.21). Menemukan bahwa kadar asam urat pada awal. karena semua pasien yang diteliti memiliki LFG > 60ml/min per 1. fibrosis interstitial. Studi lain pada otopsi 79-99% pasien gout menunjukkan lesi histologis pada nefropati urat kronik berupa glomeruloskelrosis.07(95% Cl 1.29 mg/dl dibandingkan dengan kadar asam urat < 4. Hasil ini menunjukkan efek toksik langsung atau tak langsung asam urat pada perkembangan CKD satge 3. Pengaruh kadar asam urat pada timbulnya gangguan ginjal baru adalah linear pada kadar 6-7 mg/dL pada perempuan dan kadar 7-8 mg/dL pada laki-laki.01-1. Dengan penyesuaian jenis kelamin dan umur. disimpulkan bahwa peningkatan kadar asam urat adalah faktor resiko independent timbulnya penyakit ginjal pada populasi umum. . kemudian OR meningkat ttajam pada kadar diatasnya. masih terdapat kontroversi apakah asam urat merupakan etiologinya. OR menderita gangguan ginjal yang berhubungan dengan kadar asam urat 7.0-8.73 mg pada awal studi. banyaknya pasien gout juga menderita hipertensi yang gambarannya serupa.01-1. Studi Obermayr dkk. serta apakah penurunan kadar asam urat dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal. namun mekanismenya masih belum diketahui. glomerular dan tubuointerstitial. data pada manusia belumdapat membuktikannya. karena sulit menggambarkan cedera ginjal karena penumpukan Kristal urat secara umum.0 mg/dL.pengerat membuktikan bahwa hiperurisemia meningkatkan tekanan darah dan menimbulkkan lesi pada mikrovaskuler ginjal. Walaupun demikian. arteriosklerosis dan sering kali disertai penumpukan kristal urat interstitial fokal. Walapun terlihat ada hubungan antara gout dengan kelainan ginjal. OR pada 2 kelompok meningkat 11 5 dan 19%.000 pasien dengan berbagai kadar asam urat dan laju filtrasi glomerulus yang sepadan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyesuaian terhadap LFG.

Perubahan ini menimbulkan arteriopati obliterasi yang memperberat cedera ginjal karena iskemia sirkulasi postglomerular. rendah purin dan rendah lemak. setelah control hiperurisemia selama 10 tahun.9 kali pda laki-laki dan 10 kali pada perempuan. klirens kreatini membaik setelah terapi dengan prednisone dan obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Menunjukkan bahwa hiperurisemia. disfungsi ginjal dan pembventukan jaringan ikat pada ginjal serta memacu kelainan vascular lewat jalur COX-2. Pada tikus percobaan. kolesterol total.400 subjek dengan fungsi ginjal normal. alcohol. kadar ureum dan kreatinin serum. Fungsi ginjal. Salah satu peran asam urat adalah melalui aktivasi sitem renninangiotensin. albumin serum. Terhadap 6. Pada tikus hiperurisemia terjadi vaskulopati preglomerular berat.Studi Darmawan dkk.0mg/dl dibandingkan dengan <5. proteinuria. kadar gula darah. kebiasaan olahraga. media dan adventisia. indeks massa tubuh. teriht adanya penebalan dan peningkatan jumlah sel otot polos vaskuler serta infiltrasi makrofag pada subendotel. Presentase pasien dengan kadar serum kreatinin > 5 mg/dl menurun secara bermakna. Hal ini tak terpengaruh usia. proteinuria dan hematuria. kadar glukosa puasa dan fungsi hati juga mengalami perbaikan dengan diet rendah kalori. peningkatan kadar asam urat lebih prediktif dibandingkan proteinuria terhadap timbulnya gangguan ginjal> studi Kang dkk. Pemberian alopurinol dan benziodaron untuk mencegah hiperurisemia menurunkan kadar rennin yang mengurangi cedera ginjal. Studi Iseki dkk. merokok. dan tidak ada lagi pasien dengan klirens kreatinin < 30ml/menit. Asam urat adalah mediator penting terjadinya kelainan ginjal.0 mg/dl berhubungan dengan peningkatan resiko timbulnya gangguan ginjal dalam 2 tahun sebesar 2. yang meningkatkan ekspresinya pada sel otot polos aorta dan preglomerular akibat peningkatan kadar asam urat dan . Pada tikus menemukan beberapa hal penting dalam pathogenesis nefripati urat kronik. mediator penting pada gangguan ginjal lewar efek hemodinamik yang meningkatkan tekanan sistemik dan glomerular. Hiperurisemia meningkatkan tekanan darah. didapatkan bahwa kadar asam urat > 8. kadar kolesterol dan trigliserida serum. serta efek fibrogenik ppada sel ginjal dan vascular. peningkatan kadar asam urat meningkatkan ekspresi rennin jukstaglomerular dan pemberian enalapril mengendalikan tekanan darah. Menyempitnya lumen juga meningkatkan ekskresi rennin dan menyebabkan hipertensi. Selain itu ditemukan mekanisme baru yang berhubungan dengan COX-2. memperbaiki arteriolopati serta mencegah cedera ginjal. tekanan darah sistolik. Malah. Secara umum disimpulkan tidak terjadi urolitiasis dan perburukan fungsi ginjal jika kadar asam urat serum dipertahankan dibawah 5mg/dl.

menunjukkan bahwa hiperurisemia ringan merupakan faktor yang mempengaruhi disfungsi endotel pada pasien hipertensi yang belum terkomplikasi dantidak diterapi. Studi kang dkk. selain itu.proliferasi sel otot polos. yang selanjutnya mengakibatkan hipertensi dan sensivitas garam. Menunjukkan bahwa asam urat adalah mediator mobilisasi endothelial progenitor cells (EPC) terhadap iskemi jaringan. di mana asam urat menstimulasi sintesis C-Reactive Protein (CRP). yang menunjukkan bahwa masuknya asam urat ke intrasel bertanggung jawab untuk ekspresi CRP. Data studi ini menunjukkan bahwa paparan kronik hiperurisemia ringan merupakan faktor yang menimbulkan inflamasi mikro dan peningkatan CRP pada pasien hipertensi esensial. yang terlihat paa tikus hiperurisemia yang mengalami perubahan pembuluh darah yang lebih dibandingkan tikus dengan tekanan darah yang setara namun kadar asam urat lebih rendah. yang mendukung hipotesis bahwa asam urat mengaktifkan sistm rennin angiotensin. menunjukkan bahwa peningkatan kadar asam urat berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat berhubungan dengan peningkatan produksi CRP pada human vascular smooth muscle cells (HVSMC) dan human umbilical vein endtholeil cells (HUVEC). Studi Zocalli dkk. Pada pokoknya. serta menghambat pembebasan nitric oxide (NO) pada HUVEC. proliferasi sel otot polos vascular dan inflamasi akibat asam urat menyebabkan kerusakan ireversibel pada pembuluh darah kecil ginjal. diikuti aktivasi sistem renin angiotensin yang meningkatkan paa usia lanjut. Pada keadaan hiperurisemia kronik terjadi penurunan mobilisasi EPC dan efek proteksinya terhadap ginjal. menunjukkan kadar asam urat berhubungan dengan aliran plasma ginjal basal yang lebih rendah dan perlambatan reflex vasokonstriksi ginjal. Namun mekanisme ini kurang berperan pda usia laanjut jika kekakuan aorta adalah mekanisme utama. inflamasi merupakan jalur yang cukup penting dalam kerusakan endotel yang ditimbulkan oleh asam urat. Peningktanan ekspresi COX-2 pada macula densa dan arteriol atau efek tak langsung kelainan vascular yang menyebab penurunan perfusi ginjal. Studi lain oleh Forman dkk. Vaskulopati akibat hiperurisemia dapat dicegah dengan inhibisi sistem rennin angiotensin dan proliferasi sel otot polos vascular diinhibisi sebagian dengan blockade reseptor AT1. angiotensin II menyebabkan proliferasi dan hipetropi sel otot polos vascular dan infiltrasi sel radang. Asam urat juga meningkatkan migrasi HVSMC dan menghambat migrasi HUVEC. Perubahan pembuluh darah preglomerular bukan hanya disebabkan oleh peningkatan tekanan daraah. Pemberian antibody anti-CRP membalik efek asam urat terhadap proliferasi dan migrasi .

. yang menunjukkan pula peran asam urat pada remodeling vascular.HVSMC dan pelepasan NO pada HUVEC.