You are on page 1of 24

1

TUGAS MAKALAH HEPATITIS A

Oleh : Aditya Satriya Nugraha Devi Taurina Nastiti Ayu Perdani Rivo Yudhinata Brian Nugraha Adeline Santoso 0810710001 0810710034 0810710085 0810710099 0810713001

Pembimbing: dr. Supriono, SpPD-KGEH

SMF ILMU PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SAIFUL ANWAR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Hepatitis virus akut merupakan infeksi sistemik yang dominan menyerang hati. Hampir semua kasus hepatitis virus disebabkan oleh salah satu dari lima jenis virus yaitu: virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV), dan virus hepatitiis E (HEV). Hepatitis virus merupakan urutan pertama dari berbagai penyakit hati di seluruh dunia. Penyakit tersebut ataupun gejala sisanya bertanggung jawab atas 1-2 juta kematian setiap tahunnya. Banyak episode hepatitis merupakan penyebab utama viremia yang persisten. Di Indonesia, berdasarkan data yang berasal dari Rumah Sakit hepatitis A masih masih merupakan bagian terbesar dari kasus-kasus hepatitis akut yang dirawat yaitu berkisar 39,8%-68,3%. Hepatitis virus akut merupakan sindrom klinis akibat infeksi virus hepatototropik.Manifestasi klinis dapat tampak jelas, tidak jelas/sublkinis, atau secara cepat mengalami progesi dan terjadi kegagalan faal hati yang fatal. Tergantung pada penyebabnya, apakah terjadi infeksi secara bersamaan dengan virus yang berbeda, dan apakah terdapat manifestasi ekstrahepatik, virus hepatitis akut berbagai derajat morbiditas dan dapat berkembang menjadi hepatitis kronis, sirosis hati bahkan karsinoma hepatoseluler, kecuali hepatitis virus A dan E (self limiting disease). Di negara bekembang dengan kondisi sanitasi yang buruk, 90% anakanak terinfeksi hepatitis A sebelum usia 10 tahun. Kebanyakan anak-anak yang terinfeksi ini tidak menunjukkan gejala klinis.Pada umunya anak-anak yang lebih tua dan dewasa sudah memiliki kekebalan yang baik da tidak sampai menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Penyakit peradangan hati atau lebih dikenal dengan hepatitis merupakan penyakit endemik di Indonesia.Sulit untuk mengetahui insiden pasti penyakit hepatitis karena pada sebagian kasus penyakit tersebut tidak menunjukkan gejala.Hepatitis akut berlangsung kurang dari enam bulan, sedangkan hepatitis kronis berlangsung lebih dari enam bulan.Hepatitis umumnya disebabkan oleh virus hepatitis, namun belakangan ini perlemakan hati merupakanpenyebab penyakit
hati kronik yang semakin dominan (DEPKES, 2011).

Bagaimana penatalaksanaan hepatitis A pada manusia? 3.4 Manfaat Melalui makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai hepatitis Aserta dapat melakukan diagnosis dan manajemen serta pencegahanhepatitis A sesuai dengan standar tatalaksananya.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah sebagai berikut: 1. . Bagaimana proses pathogenesis hepatitis A pada manusia? 2.3 1. Bagaimana komplikasi hepatitis A pada manusia? 4.3 Tujuan Tujuan makalah ini sebagai berikut: 1. Bagiamana pencegahan hepatitis A pada manusia? 1. Mengetahui pencegahan hepatitis A pada manusia? 1. Mengetahui penatalaksanaan hepatitis A pada manusia? 3. Mengetahui komplikasi hepatitis A pada manusia? 4. Mengetahui proses pathogenesis hepatitis A pada manusia? 2.

2009. yang berasal dari produk poliprotein potongan posttranslasional genome 7500nukleotida (Longo et al. Protein virus yang lain. 2012) HAV tahan terhadap pH rendah dan panas (60 º C selama 60 menit) serta suhu beku. tetapi tidak berperan pada proses replikasi virus (Seeger. icosahedral. Virus hepatitis A dilihat dalam mikroskop elektron (Longo et al. WHO.5 kDa).Virus hepatitis A (HAV) merupakan virus yang tidak berkapsul. asam.1 Etiologi Virus hepatitis A (HAV) telah menginfeksi manusia selama berabadabad. 2011). WHO. et al.HAV pertama kali diidentifikasi pada tahun 1973 melalui mikroskop elektron (WHO. Pemotongan tersebut berfungsi untuk memproduksi virus yang infeksius. VP3 (2..Inaktivasi virus dapat dilakukan dengan pemanasan dalam air mendidih selama 1 menit atau pada suhu 81 ºC selama 10 . Stabilitas pada lingkungan asam diperlukan virus untuk dapat mencapai intestinal. 2012).2 kDa). merupakan protein non-struktural yang masih berhubungan dengan VP1 ketika pembentukan pentamer. et al. 2A. Virus tersebut merupakan virus dengan genus Hepatovirus dari family picornavirus.. VP4 terletak di dalam kapsid virus dan protein yang lain terpapar sebagian dari luar pada permukaan kapsid. dan virus RNA yang resisten terhadap panas. yaitu VP1 (30 kDa). VP2 (22 kDa). Gambar 1. di mana virus dapat bereplikasi sebelum menginfeksi liver. 2011). Protein 2A selanjutnya dipotong dari VP1 oleh protease hospes. dan ether. 2009. dengan besar 27 nm.Virus dapat bertahan dalam feses dan tanah dalam waktu yang lama (Seeger. dan VP4 (2. 2011).Virionnya mengandung empat kapsid polipeptida.4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

genom HAV berisi tiga daerah. et al. et al. 2009). dan 63 basa nitrogen 3’ non-coding region yang diikuti poly(A) tail yang pendek (Seeger.2 Struktur Genome HAV Gambar 1.5 kb positive sense RNAdengan susunan dari ujung berupa 735 basa nitrogen 5’ non-coding region sebagai internal ribosome entry side (IRES). Genom HAV merupakan RNA rantai tunggal. kontak dengan formaldehid. diikuti coding region untuk single viral polyprotein yang terdiri dari 2225 asam amino. yaitu 5' untranslated region dengan 734-742 nukleotida. Secara umum sekuen RNA HAV lebih stabil dibandingkan virus RNA lain dengan frekuensi mutasi yang rendah secara in vitro (Seeger. genom RNA berfungsi sebagai mRNA untuk sintesis poliprotein virus yang selanjutnya dipotong menjadi protein virus struktural dan non-struktural yang bertanggung jawab terhadap replikasi genom. open reading frame. 2009) HAV merupakan virus RNA strand positif seperti HCV. atau radiasi ultraviolet. dan 3' non-coding region yang terdiri dari 40-80 nukleotida (WHO. 2006). 7. dengan junction VP1 dan 2A sebagai pengecualian. Meskipun terdapat variasi antara sekuen nukleotida antarisolat HAV dan pengenalan empat genotype juga penting. Akan tetapi. Viral 3C protease berfungsi dalam proses poliprotein. 2011). semua strain virus secara imunologis tidak berbeda (Longo et al. 2012)... Protein yang dikode oleh virus.5 menit. Selanjutnya. Berdasarkan WHO 2011. HAV memiliki lebih sedikit selubung lipid (Martin dan Lemon. Saat virus memasuki sel. 2009). secara kovalen terikat pada ujung 5’ genome. genom yang datang berfungsi sebagai . Genome virus hepatitis A (Seeger.. klorin. Vpg (genome-linked viral protein). 2. et al.

245 pada 2005 (WHO. genotipe IV. Empat genotipe. yaitu I. Penyebaran HAV dari manusia ke manusia ditingkatkan oleh kebersihan diri yang buruk dan kepadatan penduduk.000 infeksi pada tahun 2005. Endemisitas menengah HAV biasanya ditemukan di negaranegara dalam masa transisi dari status sosial ekonomi rendah terhadap hunian yang meningkat dan kondisi higienis. 2011). 2009).000. V dan VI telah ditemukan menginfeksi primata non-manusia. terlepas dari asal-usul mereka. Pada negara maju. Identifikasi genotipe HAV berbagai subgenotypes telah secara signifikan meningkatkan kemampuan untuk menyelidiki epidemiologi molekul wabah hepatitis A dan terutama rute transmisinya (WHO. peningkatan kejadian diamati pada kelompok umur 2-14 tahun dan>30 tahun. Endemisitas tinggi infeksi HAV ditemukan di negara-negara dengan kondisi sanitasi dan sosial ekonomi yang buruk. Ada tujuh genotipe HAV diketahui. di mana infeksi biasanya terjadi sebelum usia lima tahun.5%. III dan VII.. menengah (15-50%).0-7.Wabah besar serta kasus sporadik disebabkan oleh makanan dan minuman yang tercemar. berdasarkan deteksi anti-HAV imunoglobulin G (IgG) antibodi dalam populasi. II. terutama di segmen penduduk kelas menengah. hasil awal menunjukkan peningkatan global dari 117 juta infeksi pada 1990 sampai 121. yang selanjutnya berfungsi sebagai template plus strand (Seeger. Berdasarkan penilaian WHO dari Global Burden Disease (GBD).6 template untuk transkripsi minus-strand RNA. Prevalensi keseluruhan telah diklasifikasikan menjadi tinggi (>50% dari populasi). 2. dan rendahnya tingkat endemisitas (<15%).283 pada tahun 1990 menjadi 35. ditentukan oleh urutan VP1/P2a junction region. sementara subgenotypes berbeda sekitar 7. et al. populasi anak dapat lolos infeksi HAV . insiden hepatitis A telah menurun yang disebabkan karena peningkatan kebersihan sanitasi (Longo et al. Di negara-negara tersebut. Menurut penilaian WHO. dapat menginfeksi manusia. Kematian meningkat dari 30. Semua genotipe HAV memiliki bagian serotipe yang sama. 2011). dan apakah mereka berasal dari strain liar atau dilemahkan.3 Epidemiologi Agen ini ditularkan secara fecal-oral.Sedangkan. Genotipe didefinisikan oleh variabilitas sekuen ~15% di region ini. 2012).

dan saudaranya yang mendatangi pusat penitipan anak Sukarelawan yang tinggal di camp-camp pengungsian Pria Homoseksual Pemakai narkoba yang berganti-ganti jarum suntik Orang dengan penyakit liver kronis Koki/penyaji makanan Pada 50% kasus. Ketika menemukan orang dengan kondisi seperti diatas. Akibatnya. lebih banyak orang dewasa lolos dari paparan HAV saat anak – anak. tidak bisa ditemukan factor risiko pada penderita hepatitis A. Di negara-negara dengan endemisitas HAV rendah. maka perlu dipertimbangkan untuk pemberian imunisasi sebelum terjangkit hepatitis A (WHO. 2011). antarnegara. Infeksi HAV pada populasi ini dikaitkan dengan manifestasi klinis yang parah dibandingkan dengan presentasi subklinis pada bayi.2000). kelompok tesebut antara lain:           Orang yang tinggal serumah/memiliki kontak seksual dengan orang yang terinfeksi HAV Tenaga medis dan paramedik di rumah sakit Orang yang bepergian jauh. 2.7 pada anak usia dini. Akibatnya. . dan pergi ke Negara dengan daerah endemik hepatitis Orang yang hidup di daerah endemis hepatitis A Anak usia pra sekolah. anak-anak dan dewasa muda menjadi rentan terhadap infeksi HAV. risiko tertular infeksi HAV rendah. tetapi menjadi rentan terhadap infeksi selama wabah (WHO. atau sangat rendah (WHO. orang tua. 2011).4 Faktor Risiko Terinfeksi HAV Beberapa kelompok manusia memiliki kecenderungan risiko tinggi terhadap infeksi HAV. Pergeseran epidemiologi tinggi ke endemisitas menengah HAV sekarang sedang diamati di seluruh dunia.

2000. Gambar 2. 2006). Konsentrasi virus akan meningkat dalam kotoran pasien selama 3 .5 bulan setelah infeksi) dibandingkan pada orang dewasa yang sehat (WHO. ditransmisikan melalui makanan yang terkontaminasi. terutama kalangan pengguna narkoba suntikan. Donor harus dalam fase prodromal viremia pada saat donor darah. Transmisi HAV HAV umumnya ditularkan melalui rute fekal-oral baik dari kontak orangke-orang atau menelan makanan atau air yang terkontaminasi. HAV tidak menular dari ibu yang terinfeksi kepada bayi yang baru lahir.5. meskipun konsentrasi HAV dalam darah bervariasi dan lebih rendah dibandingkan konsentrasi dalam feses (WHO. tingginya prevalensi infeksi pada suatu daerah dengan standard sanitasi yang rendah dapat menyebabkan mudahnya transmisi HAV. Martin dan Lemon. stok darah saat ini tidak diskrining infeksi HAV aktif.Anti-HAV IgG antibodi yang terbentuksaat tahap awal infeksi HAV melewati plasenta dan . sehingga HAV dapat bertahan di lingkungan.5 Pathogenesis 2. HAV stabil pada suhu tertentu dan pH rendah. Transmisi fecal – oral HAV Transmisi melalui transfusi darah jarang terjadi.10 hari sebelum onset penyakit sampai 1 – 2 minggu setelah ikterus muncul atau ketika 3 – 6 minggu masa inkubasi. Ekskresi feses HAV berlangsung lama pada anak-anak dan orang dengan immunocompromised (sampai dengan 4 . Hepatitis A adalah infeksi enterik yang disebarkan oleh ekskresi yang terkontaminasi.Viremia yang bertahan selama beberapa minggu menunjukkan adanya kemungkinan transmisi melalui jarum suntik.1.8 2. dan melewati barrier asam lambung (WHO. 2000). Oleh karena itu. Oleh karena itu. 2000).

Hipotesis lain menunjukkan bahwa HAV memasuki sel hati sebagai kompleks virus-IgA melalui asialoglycoprotein receptor. Replikasi terbatas pada hati. Ketika icterus terlihat. seperti yang ditunjukkan pada gambar 3 berikut (WHO. 2006). Virus bereplikasi di hati dan kemudian masuk ke dalam empedu dan kotoran dan sedikit ke dalam aliran darah. HAV memiliki tropisme khusus untuk sel-sel hati. Hepatitis A memiliki masa inkubasi kurang lebih 4 minggu. Selanjutnya.9 memberikan perlindungan kepada bayi setelah dilahirkan. Sel tersebut terinfeksi dari arah permukaan apikal lumen. Reseptor permukaan sel HuHAVcr-1 diketahui dapat memfasilitasi ikatan pasif dan transport virus ke liver. Virus yang terbentuk juga disekresikan keluar sel melalui permukaan apikal dengan mekanisme transport vesikel seluler (Schiff. tinja. 2011).Penularan HAV melalui gigitan serangga dapat dimungkinkan (WHO. empedu. virus dapat mencapai hati melalui darah portal. Hal ini telah dibuktikan secara in vitro dengan menggunakan kultur sel epital usus (Caco-2) yang diperoleh dari sel kanker kolon. sekresi nasofaring atau droplet dari orang yang terinfeksi tidak dapat terjadi. Virus HAV dapat menyebabkan perubahan jaringan epitel gastrointestinal.2. Replikasi Intrahepatik dan Shedding Fecal Virus Hepatitis A Infeksi biasanya terjadi melalui konsumsi makanan atau cairan yang terkontaminasi HAV yang selanjutnya dapat menembus mukosa usus dan HAV dapat mulai bereplikasi dalam sel epitel kripta di usus. Masih belum jelas bagaimana virus hepatitis A dapat mencapai liver melalui jalur oral.5. 2.5.. Ekspresi antigen virus juga terdeteksi pada sel kripta dan sel lamina propria usus halus pada model hewan coba.3. Kemungkinan virus menginfeksi sel dari traktus gastrointestinal dan menyebar ke liver.Transmisi oleh paparan urin. dan darah selama masa inkubasi akhir dan fase preicteric akut. 2000). tetapi non-sitopatik. et al. 2. . Hal ini menunjukkan bahwa virus dapat menyebar melalui tempat primer infeksi ke liver. Infeksi GIT Sejumlah besar virus berada di feces pada 1 – 4 minggu setelah terinfeksi. HAV masuk ke hepatosit dimediasi kemungkinan besar melalui musin-like glycoprotein reseptor. Terjadi replikasi virus pada sel epitel kripta intestinal. tetapi virus terdapat dalam hati.

Protein nonstruktural virus yang terbentuk bergabung menuju . dan infektivitasnya akan berkurang meskipun virusnya tetap berada dalam hepar (Longo et al. Translasi dimediasi oleh IRES-dependent dan 5’-cap-independent. Selanjutnya. HAVRNA ini kemudian diterjemahkan ke dalam protein utama dari 2. Mekanisme masuknya virus dimungkinkan secara endositosis. sehingga ribosom akan melewati ujung 5’ RNA.10 perkembangan virus di feses. RNA strand positif HAV terlepas dari kapsulnya (gambar 3b). Seperti yang terlihat pada gambar 3. Setelah masuk sel hepatosit. 2012). Poliprotein dipotong oleh cysteine protease 3C virus/3Cpro (kecuali pada ikatan VP1-2A yang dipotong oleh protease hospes) (gambar 3d). 2006) Siklus replikasi HAV sebenarnya mirip dengan replikasi picornavirus yang lain seperti polio. pada permukaan sel. Siklus HAV intraseluler (Martin dan Lemon.dan posttranslasional proteolitik. Poliprotein virus yang terbentuk selanjutnya mengalami proses co. HuHAVcr-1.225 asam amino. viremia. terjadi penetrasi dan pelepasan kapsid virus. Vpg terpotong dari RNA dan translasi poliprotein virus terjadi. Internal ribosome entry site bagian 5’-nontranslated segmen pada genom HAV memediasi translasi cap-independent poliprotein virus (gambar 3c). HAV berikatan dengan molekul reseptor. tetapi masih belum jelas (gambar 3a). Gambar 3.

sehingga akan melewati duktus biliaris dan intestinal (gambar 3i) (Martin dan Lemon. dan hepatic alkaline phosphatase.. Pemeriksaan sampel liver ketika masa inkubasi dan fase klinis selanjutnya membuktikan memang terjadi kerusakan sel hepatosit yang signifikan ketika terjadi pembersihan virus. Mekanisme kerusakan hepar masih kurang dipahami. peningkatan kadar serum bilirubin. Eradikasi virus selain diperankan oleh kedua sel tersebut juga dibantu oleh sintesis interferon.5. diikuti dengan pemotongan VP1-2A oleh protease seluler (gambar 3h). Strand negatif tersebut selanjutnya digunakan sebagai cetakan pada sinthesis RNA strand positif baru (gambar 3f). lamanya infeksi secara umum tidak lebih dari 6 bulan. 2011).4. RNA strand positif lain diselubungi oleh partikel virus baru/protein struktural yang sudah terbentuk. Kerusakan hepar terjadi secara tiba – tiba dan ditandai oleh peningkatan alanine aminotransferase (ALT). dapat terjadi relaps setelah resolusi fase simptomatik infeksi.Sel T CD8 sitotoksik yang spesifik . NK cell dan sel T sitotoksik yang spesifik berada dalam hepar ketika periode akut hepatitis A. 2006.Secara vivo. kecuali pada kasus langka seperti hepatitis fulminan. Mekanisme Kerusakan Hepar Inkubasi HAV selama 2 – 4 minggu atau lebih lama dapat memberikan kesempatan pada virus untuk menyebar keseluruh populasi hepatosit.Mekanisme pembersihan HAV non-sitolitik mulai diamati pada studi in vivo.11 membrane-bound RNA replicase. kerusakan disebabkan oleh imunopatologis terhadap antigen yang diekspresikan oleh sel hepatosit yang terinfeksi. berikatan dengan ujung 3’ RNA dan mengawali sinthesis genom virus strand negative (gambar 3e). Peningkatan ALT lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan aspartate aminotransferase (AST) (Schiff. 2. 2006). γ-glutamyl transpeptidase. tetapi pembersihan infeksi virus dilakukan tanpa menghancurkan sebagian besar sel liver. Sebagian dari RNA strand positif yang baru disinthesis juga berguna untuk sinthesis RNA atau proses translasi (gambar 3g).Walaupun virus sudah menyebar ke sebagian besar sel liver. tetapi diketahui salah satunya adalah in sel yang terinfeksi hepar HAV beberapa mengalami respon apoptosis. WHO.Kematian sel dimungkinkan bukan satu – satunya mekanisme eliminasi virus. et al. Meskipun demikian. Partikel HAV yang sudah berikatan disekresikan oleh sel melewati membran apical hepatosit ke dalam kanalikuli biliaris. Pada 20% pasien.

et al. 2006) . Potongan hepar dari pasien dengan hepatitis A akut dengan pengecatan Hematoxylin-eosin (Martin dan Lemon. Eliminasi virus dimediasi oleh kombinasi dari sel T sitotoksik. aktivitas antivirus langsung dari sitokin seperti interferon. Inflamasi terjadi pada sistem porta dan periporta dengan adanya infiltrasi limfosit (daerah kiri atas gambar 4) dan terjadi lobular disarray (daerah kanan bawah gambar 4). et al.. Didapatkan juga adanya degenerasi ballooning hepatoselular yang prominen (cytoplasmic vacuolization) (Martin dan Lemon. dan produksi antibodi untuk netralisasi virus. Gambar 4. 2006). Peningkatan kadar interferon telah terdeteksi dalam serum pasien terinfeksi HAV dan mungkin bertanggung jawab atas penurunan jumlah virus yang terlihat pada pasien pada onset penyakit klinis dangan gejala yang timbul (WHO. Sebuah penelitian yang menggunakan mikroskop immunofluorescens membuktikan adanya inducible nitric oxide synthase (iNOS) dalam sitoplasma sel kupffer dan makrofag ketika infeksi HAV akut. et al.. 2006). Kerusakan yang terjadi di hepar karena proses penyakit hepatitis A akut dapat diamati pada gambar 4 di bawah..Penemuan ini membuktikan bahwa nitric oxide dapat berkontribusi terhadap kerusakan liver (Schiff. 2000). 2006). Antigen-spesifik Tlimfosit menyebabkan kerusakan pada hepatosit. Sitopatologi yang disebabkan oleh virus bukan merupakan penyebab perubahan patologis yang terjadi pada infeksi HAV. 2006). Komplemen C3c juga bisa menurun saat fase akut hepatitis (Schiff. seperti kebanyakan penyakit hati disebabkan terutama dari mekanisme kekebalan tubuh.12 terhadap HAV dapat menyekresikan interferon γ yang memiliki aktivitas antivirus dan rekrutmen sel inflamasi tambahan yang nonspesifik ke tempat replikasi virus (Schiff.

retinoic acidinducible gene I. dan menginduksi synthesis interferon-β.6 Respon Immunologis terhadap HAV Setelah infeksi virus pada intestinal. Hal ini diperkirakan memiliki peran dalam persistensi infeksi HCV. hanya terdapat sedikit kerusakan jaringan. RNA helicase. terdapat titer virus yang tinggi pada jaringan hepar. 2000). biliaris. HCV juga dapat menghambat aktivasi nuclear factor-κB (NF-κB) yang merupakan faktor transkripsi penting yang mengontrol jalur apoptosis. HAV bereplikasi pada hepar selama beberapa minggu ketika masa inkubasi. Pada pasien yang bertahan dari gagal hati akut fulminan. Signal melalui jalur TLR3 juga terhambat secara parsial. IRF-3 akan terfosforilasi. Manifestasi klinis muncul pada minggu 4 – 5 infeksi bersamaan dengan bukti pertama adanya respon imun terhadap virus (Martin dan Lemon. Pada akhir periode tersebut. Dalam hepatosit. proses tersebut terjadi karena induksi dari 2 signal berbeda.Selama tahap pemulihan. Periode manifestasi klinis dengan onset lambat dapat disebabkan oleh kemampuan virus untuk mengganggu dari mekanisme selular di mana infeksi virus dikenali dan menginduksi synthesis interferon-β. Infeksi HCV juga menghambat aktivasi IRF-3 melalui kedua jalur tersebut. 2. Hal ini tidak tampak pada HAV yang mengindikasikan bahwa kedua virus hepatotropik tersebut memiliki cara yang berbeda dalam mengganggu mekanisme pertahanan antivirus.13 Nekrosis hati yang konfluen dapat menyebabkan hepatitis fulminan dan kematian pada 30 -60% kasus. aktivasi Interferon Regulatory Factor -3 (IRF-3) yang dimediasi oleh dsDNA terhambat. terjadi regenerasi sel dan jaringan hati yang rusak dapat dikembalikan dalam waktu 8 sampai 12 minggu (WHO. yaitu: dsRNA yang dipengaruhi oleh TLR-3 dan interaksi antara dsRNA dengan novel pathogen-associated molecular pattern receptor. Sedikit penelitian membuktikan bahwa HAV . Pada sel yang terinfeksi HAV. 2006). IRF-3 adalah kunci faktor transkripsi yang diekspresikan di sitoplasma secara konstitutif. Aktivasi IRF-3 melalui jalur retinoic acid-inducible gene I secara efektif dihambat pada sel hepatosit yang terinfeksi HAV. dan lebih sedikit pada darah. Kematian dapat terjadi ketika nekrosis terjadi 65 80% dari fraksi hepatosit total. mengalami tranlokasi neklear. Meskipun demikian.. terjadi sequele baik fungsional maupun patologis selain nekrosis hari itu sendiri. Pada saat terjadi infeksi virus. feces.

diagnosis hepatitis A dibuat selama penyakit akut dengan menunjukkan IgM anti-HAV. Respon antibodi awal ini terutama respon IgM dan berlangsung selama beberapa bulan. Imunoglobulin lain yang terbentuk adalah IgA sekretori baik serum maupun feces. Akan tetapi. Hal ini membuktikan tidak adanya perbedaan antigen di antara strain HAV yang dikumpulkan dari beberapa daerah di dunia. Akan tetapi. Paparan ulang terhadap individu dengan seropositif menyebabkan peningkatan titer anti-HAV. Selama pemulihan. dan IgG anti-HAV terdapat dalam memori immunoglobulin untuk perlindungan terhadap infeksi HAV (Longo et al. 2006).14 cukup sensitive terhadap interferon tipe I.. terkadang selama 6-12 bulan. Setelah fase akut. 2012). Oleh karena itu. anti-HAV dari kelas IgG tetap terdeteksi tanpa batas dan pasien dengan serum anti-HAV kebal terhadap reinfeksi. tetapi tidak berhubungan dengan penyakit hepar. 2006). Sel T sitotoksik yang spesifik juga diidentifikasi pada hepar ketika infeksi HAV yang kemungkinan berperan dalam pembersihan virus dan bertanggung jawab terhadap kerusakan hepar (Martin dan Lemon. . 2006). peran imunitas sekretori tersebut dalam proteksi melawan HAV masih diketahui sangat terbatas. masih belum jelas apakah HAV dan HCV mengekspresikan protein yang melawan mekanisme efektor antivirus spesifik interferon (Martin dan Lemon. Tidak seperti pada HCV. IgG anti-HAV antibodi menjadi dominan. Aktivitas antibodi seimbang dengan kadar anti-HAV. Gambar 5. 2006) Antibodi terhadap HAV (anti-HAV) dapat terdeteksi selama fase akut penyakit ketika aktivitas aminotransferase serum tinggi dan perkembangan HAV fekal masih terjadi. Respon Antibodi Anti-HAV (Martin dan Lemon. imunitas adaptif sebagai respon terhadap HAV bersifat kuat dan sangat efektif dalam mengeliminasi virus (Martin dan Lemon.

5-5kg) dan bisa berlanjut semakin turun. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A memiliki periode inkubasi antara 15-45 hari. yang menunjukan adanya obstruksi bilier ekstrahepatik.Splenomegali dan servical adenopathy kadang juga muncul pada 10-20% pasien dengan infeksi hepatitis fase akut. namun tidak semua pasien dengan infeksi hepatitis A menunjukan kondisi jaundice. Pembesaran liver ditunkukan dengan adanya nyeri pada perut bagian kanan atas dan rasa tidak nyaman di daerah tersebut. Ikterus akan terjadi apabila terjadi kerusakan hepatoseluler dan penurunan masa liver yang fungsional.kondisi Jaundice biasanya diikuti oleh penurunan berat badan (2. puncak ikterus dalam 1-2 minggu.Jaundice didahului dengan warna air kencing yang berwarna kecoklatan/gelap atau ditemukan feses warna pucat selama beberapa hari (Nusi. faringitis. dan hepatomegali. anoreksia. rasa lesu/lemah.15 2. kondisi penyembuhan bisa bervariasi antara 2-12 minggu dan biasanya lebih panjang . demikian pula anoreksia. lemah badan. 2007):  Masa Inkubasi: 15-45 hari. mual muntah. gejala-gejala diatas akan hilang namun biasanya masih ditemukan pembesaran liver.et al 2007). Pada hepatitis A. rata-rata 30 hari  Masa prodromal/preikterik: 3-10 hari. sklera kuning. nyeri sendi. hepatomegali ringan disertai nyeri tekan pada abdomen bagian kanan atas  Masa Penyembuhan: Ikterus mulai berkurang dan bisa hilang dalam 2-6 minggu. terjadi demam dengan suhu antara 38° dan 39°C.7 Manifestasi Klinis Secara umum. perjalanan klinis hepatitis A akan memiliki 4 tahap. mulai dari rasa mmual. panas. kemudian diikuti oleh kuning di seluruh tubuh. dan nyeri di perut kanan bawah  Masa Ikterik: didahului dengan warna urin yang kecoklatan. Urine berwarna kecoklatan dan feses berwarna pucat bisa muncul pada pasien hari pertama hingga ke lima dari onset jaundice/ikterik . Selama fase penyembuhan. muntah. yang bisa menetap hingga 1-2 minggu. sehingga terjadi kegagalan dari ekskresi bilirubin. sakit kepala.batuk. Pasien dengan infeksi hepatitis A karang bisa ditemukan gambaran cholestatis. nyeri otot. antaralain (Nusi et al. rata-rata 4 minggu dengan gejala yang bervariasi.

5 mg/dL). IgG/IgM anti-HAV Peningkatan γ globulin umumnya ditemukan pada fase akut infeksi virus hepatitis. Glukosa Darah Mual dan muntah yang berkepanjangan. dan cenderung meningkat bersamaan dengan peningkatan bilirubin. Untuk bisa sembuh secara klinis dan normal secara biokimiawi.Pengukuran Protrombin time (PT) sangat penting pada pasien dengan infeksi hepatitis. Limfosit Pada kondisi infeksi hepatitis bisa terjadi Neutropenia dan lymphopenia sementara dan diikuti oleh limfositosis yang relative.disertai peningkatan IgM dan IgG serum. .4. 2. 2.1.8 Pemeriksaan Laboratorium 2. 2012).Bilirubin serum bisa meningkat lebih lanjut walaupun sudah ada penurunan serum aminotransferase(Longo et al. dan biasanya puncaknya pada 85–340 μmol/L (5–20 mg/dL). intakekarbohidrat yang tidak adekuat. 2.Namun tidak semua kondisi hipoglikemi adalah penyakit hepatitis(Longo et al.2. 2. Diagnosis hepatitis tanpa jaundice bisa ditegakan berdasarkan gejala klinis dan peningkatan serum aminotransferase (Longo et al. nekrosis hepatoselular dan mengindikasikan prognosis yang buruk. serta cadangan glikogen hepar yang turun bisa menyebabkan kondisi hipoglikemia pada pasien dengan inveksi virus hepatitis yang parah. AST/ALT Serum aminotransferases aspartate aminotransferase (AST) dan ALT (sebelumnya dikenal sebagai SGOT and SGPT)menunjukan peningkatan yang beragam selama fase prodromal dari masa akut infeksi virus hepatitis.Limfositosis biasanya meningkat antara 2-20% pada fase akut.8. namun peningktaan IgM lebih merepresentasikan keberadaan infeksi akut pada hepatitis A(Longo et al.8.16 fasenya pada infeksi hepatitis B dan C.5. 2012).8.3. 2012).8.Pemanjangan PT bisa saja terjadi walaupun hanya ada sedikit peningkatan serum bilirubin dan aminotransferase(Longo et al. 2012). 2012). Bilirubin Jaundice biasanya Nampak pada sclera atau kulit apabila serum bilirubin >43 μmol/L (2. Level peningkatan enzim tidak selalu berhubungan dengan derajat kerusakan sel liver.8. 2. karena menjadi refleksi derajat kerusakan hepar. memerlukan waktu 1-2 bulan.

Tanda klinis dan epidemiologis infeksi virus hepatitis (Longo et al. 2012) . 2012) Tabel 2.17 Tabel 1. Pola serologis pada infeksi hepatitis (Longo et al.

Antivirus tidak memberikan hasil baik terhadap hepatitis A. walaupun sulit memberikan asupan nutrisi pada pasien yang anoreksia dan sering mual dan muntah.Pada pasien dengan hepatitis yang disertai dengan kolestasis yang berat. maka bisa dipertimbangkan memberikan asupan nutrisi parenteral. dan darah lengkap (WHO. prothrombin time. meskipun sebenarnya sulit mengidentifikasi pasien yang perlu mendapat transplantasi hati. 2. tidak seperti antibiotik terhadap bakteri. ALT and/or AST. total dan direct serum bilirubin. IgM Anti HAV. kemudian mobilisasi secara bertahap dilakukan apabila gejala sudah mulai berkurang. Rujukan ke pusat kesehatan yang dapat melakukan transplantasi hati dapat dilakukan pada kondisi fulminan hepatitis. perlu diberikan suplementasi vitamin K (Nusi et al.2000). (WHO.9 Diagnosis Untuk mendiagnosis seseorang dengan infeksi hepatitis A. 2007). Terapi utama adalah terapi suportif dan menjaga keseimbangan gizi tinggi kalori. IgG. Maka perlu kita temukan gejala-gejala seperti diuraikan diatas dan diikuti oleh pemeriksaan laboratorium: urine bilirubin and urobilinogen. 2. Dalam rumah tangga. cisapride). Apabila asupan oral tidak mampu. domperidon. IgA. kualitas sumber air yang baik dan kebiasaan membuang limbah pada tempatnya dapat menurunkan prevalensi infeksi virus hepatitis A.18 2. tinggi protein (protein 1 g/kg. Untuk mengatasi mual dan muntah.10 Penatalaksanaan Tirah baring pada saat gejala muncul adalah tindakan pertama yang dilakukan.Pada penderita anak-anak atau orang yang tua seringkali harus dirawat di rumah sakit untuk dilakukan monitoring yang ketat terhadap nutrisi dan cairan sehingga tidak sampai terjadi perburukan dari penyakit (Nusi et al. alkaline phosphatase. oleh karena itu tindakan pencegahan adalah yang terbaik dilakukan karena tidak ada pengobatan yang spesifik untuk hepatitis. 2000). bisa diberikan obat-obatan prokinetik (metoklopramid. karenanya kebersihan diri. 30-35 kal/kg). serum albumin. 2007).11 Pencegahan Penyebaran virus hepatitis A melalui rute fecal-oral. total protein. termasuk selalu mencuci tangan setelah buang air atau sebelum menyiapkan makanan adalah penting untuk . higienitas dan sanitasi yang baik.

2000) Untuk memberikan kekebalan terhadap hepatitis A. bisa diberikan melalui imunisasi aktif maupun pasif: a. Virus dimurnikan dan di inaktifkan dengan formalin dan diabsorbsi aluminium hidroksida. . 95% dewasa terbentuk antibodi protektif. (WHO. Selama 1 bulan setelah menerima dosis awal vaksin hepatitis A. Rekomendasi Jadwal dan dosis pemberian Vaksin hepatitis A Vaksin hepatitis A memberikan proteksi sebelum paparan virus hepatitis A. Imunisasi scara universal sukses mengontrol hepatitis A. dapat diberikan IG yang dapat memodifikasi gejala dari infeksi. Semua preparat vaksin hepatitis A digunakan secara intramuscular injeksi. Perlindungan sebelum paparan adalah dengan melakukan vaksinasi hepatitis A dan pemberian IgG juga dianjurkan. (WHO. dan Vaqta tanpa pengawet. Bagi orang yang telah terserang hepatitis A dan belum pernah imunisasi. Ada pula kombinasi virus hepatitis A dengan hepatitis B yaitu Twinrix. dengan pemberian dosis kedua 100% individu terlindungi dari infeksi.19 menurunkan resiko transmisi virus dari individual yang terinfeksi sebelum dan sesudah klinis penyakitnya muncul. Imunisasi Aktif Vaksin hepatitis A yang di lisensi oleh Amerika adalah Vaqta dan Havrix yang mengandung virus inaktif yang menggunakan keseluruhan struktur virus yang ditumbuhkan dalam sel diploid fibroblas manusia.2000) Tabel 3. Vaksin HA inaktif aman. walaupun dengan biaya tinggi dan keterbatasan ketersediaan vaksin. Imunisasi seharusnya di prioritaskan terhadap orang dengan resiko tinggi terserang hepatitis A. direkomendasikan terhadap orang yang beresiko tinggi terinfeksi dan orang yang menginginkan imunitas terhadap virus hepatitis A. 97% anak dan remaja. Havrix dan twinrix ditambahkan 2-fenoksietanol sebagai pengawet.

dan postexposure secara global telah menurun dengan beberapa alasan: 1) sediaan Ig nonspesifik meningkatkan kegagalan mencapai jumlah anti-HAV (IgG). wanita hamil dan menyusui serta orang dengan immunosupresi.Efikasi perlindungan Ig terhadap infeksi HAV telah diteliti dengan baik.dan posteexposure terhadap infeksi HAV. yellow fever. 2011). 2011). 2000). Durasi perlindungan terbatas 122. Ig harus diberikan secara teratur untuk memelihara efektivitasnya dan untuk perlindungan lanjut (WHO. kolera. Profilaksis preesxposure dicapai dalam beberapa jam injeksi dan efektif 80-90% ketika diberikan secepat mungkin setelah paparan. Ig aman untuk orang dewasa. namun kontraindikasi bagi pasien dengan defisiensi IgA yang dapat menimbulkan reaksi anafilaksis. 3) durasi perlindungan Ig terhadap HAV hanya beberapa bulan dibandingkan dengan vaksin. 4) vaksin HAV telah menunjukkan perlindungan yang cepat terhadap HAV (WHO. Profilaksis Pasif dengan Immunoglobulin Sejak akhir tahun 1940an pemberian human immune serum globulin (Ig) dianggap cara yang efisien untuk profilaksis pre.20 imunogenik.Pemberian MMR harus ditunda sedikitnya 3 bulan dan 5 bulan untuk varicella setelah pemberian Ig.minggu setelah pemberian 0. Japanese encephalitis. anak-anak. dan Hepatitis B) tanpa mempengaruhi serokonversinya. tifoid oral.Oleh karena itu. pemberian profilaksis singkat Ig untuk pre. rabies. tidak lebih dari 14 hari (WHO. Ig dimasukkan dengan injeksi intramuscular. Vaksin ini bisa diberikan bersamaan dengan beberapa vaksin lain (DPT. namun hanya memberikan durasi perlindungan terbatas setelah dosis tunggal Ig 100 IU (6 bulan). 2) harga sediaan Ig HAV yang tinggi. Namun. Selain itu. . Jika diberikan dalam 2 minggu setelah paparan akan mencegah perkembangan dan menurunkan keparahan penyakit (WHO.06 ml/kgBB. b. 2000). rubella (MMR) dan varicella.Ig tidak boleh diberikan dalam 2 minggu setelah pemberian vaksin 2000). Hepatitis A adalah infeksi yang paling dapat dicegah dengan imunisasi pada traveler (WHO. mumps. dan memberikan perlindungan jangka lama terhadap infeksi HAV (20 tahun). Ig dapat mempengaruhi sistem imun vaksin live-attenuated measles. Ig masih digunakan untuk profilaksis postexposure. live-attenuated (WHO. Pemberian Ig dikatakan sangat aman. 2000).02-0.

Adanya asites.02ml/kg) dalam waktu 2 minggu sesudah paparan. tidak perlu mendapat IG. Pada anak <2 tahun. Pada kebanyakan negara berkembang. kemudian menderita hepatitis A akan sembuh sempurna tanpa ada gejala sisa. edema perifer.Seseorang yang sudah terkena virus hepatits Adan belum pernah di vaksinasi sebelumnya harus diberi IG (0. Grup yang beresiko tinggi terhadap infeksi virus hepatitis A dilihat dari kebiasaan higienitas. grup beresiko yang terlibat. karena sejak kecil sudah banyak yang terinfeksi dan asimptomatik sehingga sudah terbentuk sistem kekbalan.12 Prognosis Secara umum.Penggunaannya harus diulang jika menginginkan waktu proteksi lebih dari 5 bulan. negara-negara demikian tidak memerlukan program universal untuk vaksin hepatitis A. pasien yang awalnya sehat. dan gejala hepatic ensefalopati menunjukan prognosis yang . Semakin tua usia pasien dan disertai dengan penyakit lainnya cenderungakanan mengalami masa infeksi yang lebih lama dan cenderung menderita hepatitis yang parah. injeksi diberikan pada anterolateral paha.21 Orang yang menginginkan imunitas tetapi alergi dengan bahan dari vaksin dapat menerima IG. kemungkinan perlindungan paska paparan. hepatitis A tidak secara nyata menjadi prioritas masalah kesehatan umum. 2. durasi proteksi. - Dosis diberikan secara injeksi IM pada otot deltoid dan glutea. Diulang tiap 5 bulan jika terpapar HAV Strategi terbaik dalam vaksinasi untuk suatu wilayah bergantung pada epidemiologi infeksi virus hepatitis A. dan biaya untuk intervensi. gaya hidup dan pekerjaan dapat menjadi target program vaksin.Seseorang yang terpapar virus hepatitis A dan sudah menerima vaksin hepatitis A 2 minggu sebelum papran.

Pemberian H2-receptor antagonists. tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing(Longo et al.Walaupun gejala nampaknya berat. dan ekskresi fecal dari HAV. Pemberian glukosa melalui infuse menggunakan D10% dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan glukosa. 2.et al 2003): a. Pemberian nutrisi lewat nasogastric tube adalah pemilihan yang terbaik untuk memberikan nutrisi.13 Komplikasi Sebagian kecil pasien dengan infeksi hepatitis A mengalami relaps beberapa minggu sampai baberapa bulan setelah pulih dari infeksi akut.Ditambah lagi dengan adanya pemanjangan PT. dan membutuhkan penanganan yang intensif di rumah sakit(Longo et al. walaupun lewat pemberian intravena juga bisa dilakukan. albumin serum yang rendah. sehingga kebutuhan nutrisi lain juga dibutuhkan selain glukosa. 2012). atau sucralfate digunakan untuk mencegah terjadinya gastric ulcer. 2. hepatitis fulminan bisa disebabkan karena obat.22 buruk. Selain disebabkan oleh virus. Koreksi hiponatremi. racun dan kondisi lainnya. hipokalemi dan lainnya juga perlu dilakukan. Relaps ditandai dengan munculnya gejala awal dari infeksi hepatitis A dan peningkatan dari aminotransferase. hipoglikemia. Hepatitis fulminan adalah kondisi katabolic dan malnutrisi protein-kalori bisa meningkat secara cepat. tapi infeksi virus hepatitis A adalah self limiting disease yang bisa sembuh sendiri.14 Hepatitis Fulminan Hepatitis fulminan secara praktis didefinisikan sebagai adanya ensefalopati hepatic pada pasien dengan pemburukan fungsi hepar yang tidak memiliki riwayat sakit pada hepar sebelumnya. Nutrisi dan Metabolisme Pemberian glukosa harus menjadi perhatian pada pasien dengan hepatitis fulminan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme pasien. dan serum bilirubin yang tinggi menunjukan adanya penyakit hepatoselular. . 2012). jaundice. proton-pump inhibi-tors. Penatalaksanaan Hepatitis Fulminan (Vaquero.

sehingga ventilasi adalah satusatunya cara untuk mencegah peningkatan tekanan intracranial dan aspirasi pulmonal.5 to 1 g/kg dan bisa diulang hingga olmolaritas plasma mencapai 310 mOsm/L. Otak Saturasi oksigen yang menurun <55% menunjukan adanya iskemi serebral. Pemasangan kateter meningkatkan risiko infeksi dan perburukan kondisi pasien. maka FFP yang diberikan adalah 2-4 unit FFP setiap 6-12 jam tergantung derajat koagulopati. f. dan saturasi antara 55%-85% menunjukan penurunan metabolisme otak dan hyperemia serebral. . Pemasangan kateter bisa dilakukan pada pasien oliguria. diusahakan menjaga kepala pasien pada sudut 20° untuk meningkatkan aliran vena jugularis. Pemberian fresh-frozen plasma (FFP). maka penting sekali untuk kita mengetahui kelainan elektrolit dan cara untuk koreksinya. namun jangan diberikan pada pasien anuria. Sirkulasi hiperdinamik adalah salah satu karakteristik hepatitis Fulminan. Ginjal Karena kondisi penurunan tekanan darah sistemik. Bila tekanan darah turun sangat drastic. tidak dilakukan kecuali apabila didapatkan tanda perdarahan atau akan dilakukan prosedur invasive. Sistem Kardiovaskuler Aritmia bisa seringkali terjadi apabila ada ketidakseimbangan elektrolit. e.000/ml c. maka pemberian adrenalin atau noradrenalin adalah vasopresor terbaik. Bila terjadi hipertensi intracranial. Apabila diperlukan. 8–12 mmHg) d.23 b. dan penurunan tekanan darah arteri. Paru Intubasi dan ventilasi mekanik bisasanya dibutuhkan oleh pasien yang berada dalam kondisi ensefalopati yang parah. maka pemberian dopamine (2–4 µg/kg/h) dapat meningkatkan perfusi renal sehingga menurunkan risiko kerusakan ginjal karena hipoperfusi. Koagulasi Pemantauan factor koagulasi menjadi sangat penting untuk menentukan perbaikan atau perburukan dari fungsi hepar. bolus manitol . Transfusi platelet juga bisa diberikan apabila jumlahnya kurang dari 50. Untuk menjaga aliran darah ke otak. ditandai dengan vasodilatasi sistemik dan splancnic yang menyebabkan peningkatan cardiac output. Monitoring tekanan vena sentral juga penting untuk menilai kebutuhan cairan (target.

Maddrey. Setiawan. Kasper. J. A.L. A. D. S..Hepatitis A. Purbayu. Andres T MD .The Immunological Basis for Immunization Series. D. Hauser. 2011.. Schiff’s Diseases of the Liver 9th Edition. Module 18: Hepatitis A. ISSN 1522-8037 WHO. 2007. 2006. RSP dr... Hepatitis A Virus: From Discovery to Vaccines.24 DAFTAR PUSTAKA Longo.Airlangga University Press (PNB.L. page 2537 – 2557.Soetomo Surabaya.H.Current Science Inc. Switzerland. J..028/04. Geneva. Buku Ajar Penyakit Dalam.. 5:39– 47. Kusumobroto. Pangestu. Loscalso. HEPATOLOGY. No. 2000. Suppl. Jameson.S. 2012. WHO.C.L. Fauci. Adi. WHO/CDS/CSR/EDC/2000.L. Harrison’s Principles of Internal Medicine 18th Ed. WHO Document Production Services.7. Vol.M. Schiff.2.2003. Vaquero .F. S. Nusi. Hernomo O. Nizam. . Oesman. M. E. Sorrell.R.1. Martin. 2006. Current Gastroenterology Reports 2003.08/AUP-C1E). Mc Graw Hill. A Iswan.Etiology and Management of Fulminant Hepatic Failure. 43. PB. Hepatitis Virus Akut.. dan Lemon. W.Javier MD and Blei.