Perkembangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia OPINI | 20 May 2012 | 10:22 Dibaca: 13860 Komentar: 0 0 PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat. Karena itu negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1). Namun sayangnya sistem pendidikan di Indonesia belum mengakomodasi keberagaman, sehingga menyebabkan munculnya segmentasi lembaga pendidikan yang berdasar pada perbedaan agama, etnis, dan bahkan perbedaan kemampuan baik fisik maupun mental yang dimiliki oleh siswa. Jelas segmentasi lembaga pendidikan ini telah menghambat para siswa untuk dapat belajar menghormati realitas keberagaman dalam masyarakat.

Selama itu anak-anak yang memiliki perbedaan kemampuan (difabel) disediakan fasilitas pendidikan khusus disesuaikan dengan derajat dan jenis difabelnya yang disebut dengan Sekolah Luar Biasa (SLB). Secara tidak disadari sistem pendidikan SLB telah membangun tembok eksklusifisme bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Tembok eksklusifisme tersebut selama ini tidak disadari telah menghambat proses saling mengenal antara anak-anak difabel dengan anak-anak non-difabel. Akibatnya dalam interaksi sosial di masyarakat kelompok difabel menjadi komunitas yang teralienasi dari dinamika sosial di masyarakat. Masyarakat menjadi tidak akrab dengan kehidupan kelompok difabel. Sementara kelompok difabel sendiri merasa keberadaannya bukan menjadi bagian yang integral dari kehidupan masyarakat di sekitarnya

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN DI INDONESIA

Dewasa ini peran lembaga pendidikan sangat menunjang tumbuh kembang dalam berolah system maupun cara bergaul dengan orang lain. Selain itu lembaga pendidikan tidak hanya sebagai wahana untuk system bekal ilmu pengetahuan, namun juga sebagai lembaga yang dapat memberi skill atau bekal untuk hidup yang nanti diharapkan dapat bermanfaat didalam masyarakat.

Sementara itu lembaga pendidikan tidak hanya di tunjukkan kepada anak yang memiliki kelengkapan fisik, tetapi juga kepada anak yang memiliki keterbelakangan mental. Mereka dianggap sosok yang tidak berdaya, sehingga perlu di bantu dan di kasihani untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu di sediakan berbagai bentuk layanan pendidikan atau sekolah bagi mereka. Pada dasarnya pendidikan untuk berkebutuhan khusus sama dengan pendidikan anak- anak pada umumnya.

Disamping itu pendidikan luar biasa, tidak hanya bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus, tetapi juga di tujukan kepada anak-anak normal yang lainnya.

Beberapa sekolah telah dibuka bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus ini. System pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan sekolah – sekolah ini. Jadi anda tidak perlu khawatir dengan masa depan anak anda karena sekolah ini membekali anak untuk bisa hidup mandiri dalam hidupnya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

1. Pengertian Pendidikan Luar Biasa

Pendidikan luar biasa adalah merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Selain itu pendidikan luar biasa juga berarti pembelajaran yang dirancang khususnya untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik. Pendidikan luar biasa akan sesuai apabila kebutuhan siswa tidak dapat diakomodasikan dalam program pendidikan umum. Secara singkat pendidikan luar biasa adalah program penbelajaran yang disiapakan untuk memenuhi kebutuhan unik dari individu siswa.

2. Sejarah Perkembangan Pendidikan Anak Luar Biasa

Para ahli sejarah pendidikan biasanya menggambarkan mulainya pendidikan luar biasa pada akhir abad ke 18 atau awal abad ke 19. Di indonesia sejarah perkembangan luar biasa dimulai ketika belanda masuk ke indonesia,( 1596 – 1942 ) meraka memperkenalkan system persekolahan dengan orientasi barat. untuk pendidikan bagi anak–anak penyandang cacat di buka lembaga-lembaga khusus.lembaga pertama untuk pendidikan anak tuna netra,tuna grahita tahun 1927 dan untuk tuna rungu tahn 1930. Ketiganya terletak di kota Bandung.

Tujuh tahun setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah RI mengundang-undangkan yang pertama mengenai pendidikan. Mengenai anak- anak yang mempunyai kelainan fisik atau mental , undang – undang itu menyebutkan pendidikan dan pengajaran luar biasa diberikan dengan khusus untuk mereka yang membutuhkan ( pasal 6 ayat 2 ) dan untuk itu anak –anak tersebut ( pasal 8) yang mengatakan semua anak – anak yang sudah berumur 6 tahun dan 8 tahun berhak dan diwajibkan belajar disekolah sedikitnya 6 tahun dengan ini berlakunya undang – undang tersebut maka sekolah – sekolah baru yang khusus bagi anak – anak penyandang cacat. Termasuk untuk anak tuna daksa dan tuna laras, sekolah ini disebut sekolah luar biasa.

undang no 20 tentang system pendidikan nasional ( UUSPN ).Berdasarkan urutan sejarah berdirinya SLB pertama untuk masing – masing katagori kecacatan SLB itu dikelompokan menjadi : a. Pada tahun 2003 pemerintah mengeluarkan undang. SLB bagian A untuk anak tuna netra b. SLB bagian D untuk anak tuna daksa e. . SLB bagian B untuk anak tuna rungu c. 3. Dalam undang – undang tersebut dikemukakan hal. SLB bagian F untuk anak tuna ganda Konsep pendidikan terpadu diperkenalkan di indonesia pada tahun 1978 yang bertujuan khusus untuk anak tuna netra.hal yang erat hubungan dengan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan pendidikan khusus sebagai berikut . SLB bagian C untuk anak tuna Grahta d. SLB bagian E untuk anak tuna laras f. Bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Pasal – Pasal Yang Melandasi Pendidikan Luar Biasa Seluruh warga negara tanpa terkecuali apakah dia mempunyai kelainan atau tidak mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Hal ini dijamin oeh UUD 1945 pasal 31 ayat1 yang mengumumkan.

Banyak istilah digunakan untuk mencoba mengkategorikan anak-anak dengan kebutuhan khusus.agama.sosial atau memiliki potensi kecerdasan. lumpuh otak. gangguan pengllihatan. Bab V bagian 11 Pendidikan khusus (pasal 32 ayat 1 ) Pendidikan khusus bagi peserta yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. gangguan fisik. Konsep ketunaan hanya berkenaan dengan dengan kecacatan sedangkan konsep berkelainan atau luar bisa mencakup anak yang menyandang ketunaan maupun yang dikaruniai keunggulan. beberapa istilah yang dapat membantu guru mengumpulkan informasi yang merencanakan untuk masing-masing anak mencakup: dungu.Bab 1( pasal 1 ayat 18 ) Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus di ikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah Bab II ( pasal 4 ayat 1 ) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis berdasarkan HAM. ketidak mampuan belajar.intelektual atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Hakikat Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus dapat dimaknai dengan anak-anak yang tergolong cacat atau yang menyandang ketunaan. gangguan emosional. ketidakmampuan mental. dan juga anak lantib dan berbakat (Mulyono.mental. dewasa ini anak dengan kebutuhan pendidikan khusus termasuk pula anak lantib dan berbakat.mental. A.emosionl. Ketunaan berbeda dengan konsep berkelainan. saat ini konsep ketunaan berubah menjadi berkelainan (exception) atau luar biasa. gangguan pendengaran.kultural. LAYANAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERKEBUTUHAN KHUSUS Pada mulanya yang dimaksud dengan anak kebutuhan pendidikan khusus hanyalah anak yang tergolong cacat atau yang menyandang ketunaan saja. 2006:26). dan kemajemukan bangsa.emosional. Bab IV ( pasal 5 ayat 1 ) Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu baik yang memiliki kelainan fisik. autistuk. Namun. . Dalam perkembangannya. dan keterlambatan perkembangan.

Anak Usia Dini yang membutuhkan perhatian khusus Pada kenyataannya. kilatan petirdan suara gemuruhyang menyertainya. · Jaga pandangan masing-masing: hindari penekanan ketidakmampuan dengan mengenyampingkan pencapaian masing-masing.Kata-kata yang sering digunakan seiring berasal dari konsep lama dan mengabaikan sikap dan pengharapannegatif petunjuk berikut berguna memikirkan dan merencanakan dengan ketidakmampuan: · Tekankan keunikan dan nilai dari semua anak daripada perbedaan mereka. Hal ini dijelaskan oleh Jamaris (2006:80-92) dan Mulyono (2006:69). berkesulitan belajar. B. ataupun anak dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktif. Jamaris (2006:94-100) juga menjelaskan bahwa terdapat anak dengan tingkat intelegensi yang luar biasa. bahwa terdapat masalah-masalah perilaku psikososial. takut pada gelap. Taman Penitipan Anak dan satuan PAUD sejenislainnya selalu saja terdapat anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Disisi lain. · Berikan lingkungan di mana anak yang bermasalah ikut serta dalam kegiatan dengan anak yang tidak bermasalah dan cara-cara yang bermanfaat satu sama lainnnya. seperti takut pada binatang. Masalah-masalah perilaku psikososial yang seringkali muncul adalah: (1) Penakut. baik di TK. · Pikirkan cara anak yang tidak berkemampuan dapat melakukan sesuatu sendiri ayau untuk anak yang lain. di berbagai Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (LPAUD). . Kelompok Bermain. seperti anak tuna grahita atau anak gifted dan berbakat.takut pada orang asing dan atau rasa takut yang muncul dalam benak anak berdasarkan fantasi yang dibuatnya sendiri.

mencakar atau memukul. seperti sulit dalam mengucapkan kata-kata. seharusnya diterjemahkan sebagai ketidakmampuan belajar (Mulyono. Kanner dalam Jamaris (2006:85) adalah orang yang mengemukakan istilah autisme. Anak yang mengalami kesulitan belajar adalah anak yang memiliki intelegensi normal atau diatas normal. jari tangan atau kaki) secara serempak dan terarah pada satu tujuan. Kesulitan berpikir. yang berdampak pada kesulitan dalam melakukan koordinasi gerakan visual (pandangan mata) – motorik (gerakan tangan. Oleh sebab itu. sulit menyebutkan nama benda akibat keterbatasan kosa kata. yang menyangkut kesulitan dalam melakukan operasi kognitif (berpikir). menendang bola kaki. Anak autis adalah anak yang mengalami outstanduing fundamental disorder. jangan begitu…’. tidak boleh itu…atau jangan begini. selalu meleset. sehingga tidak mampu melakukan interaksi dengan lingkungannya. seperti sulit memasukkan sedotan kedalam botol kosong. merangkai kata. yaitu adanya berbagai larangan yangg pada akhirnya berujung pada pengekangan pada diri anak. sebenarnya tidak tepat. 2006:6) Kesulitan belajar ini disebabkan karena terjadi disfungsi ringan dalam susunan syaraf pusat (minimal brain disfunction). Hal ini tampak pada orangtua yang selalu mengatakan ‘tidak boleh ini. kesulitan dalam menerima informasi. bahkan sulit dalam mengkomunikasikan informasi yang diterima atau didengar. perilaku ini disebabkan oleh sikap orang tua yang terlalu berlebihan dalam mengontrol perilaku anak. Biasanya perilaku seperti ini muncul sejak usia 2. 2006:87-91). selanjutnya perilaku tersebut seolah hilang dan berganti dengan ekspresi mencela. seperti tidak mampu membuat klasifikasabenda-benda yang dapat terbang di angkasa.5-3 tahun. seperti menggigit.(2) Perilaku agresif. mencaci atau memaki (Jamaris 2006:81). seringkali juga terdengar istilah anak dengan budaya Autisme. Istilah kesulitan belajar terjemahan dari learning disability. akan tetapi mengalami satu atau lebih dalam aspek-aspek yang dibutuhkan untuk belajar. (3) Pendiam. Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (development learning disability) dengan disfungsi yang dapat terlihat pada kelainan persepsi. Kesulitan belajar dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok. anak autis bersifat menutup diri dan tidak peduli. yang tampak pada tindakan-tindakan anak yang cenderung melukai anak lain. serta tidak memperhatikan lingkungannya (Greenspan dan Wider dalam Jamaris. asosiasi dan pemecahan masalah. tidak mampu manghubungkan pengalaman yang telah ada dengan pengalaman baru (Reid dan Lovit dalam Jamaris. menyusun informasi agar dapat dipahami. yaitu: 1. (2006:85). yang berdampak pada kesulitan bahasa dan komunikasi. kesulitan koordinasi gerakan visual motorik. sulit dalam mengfungsika formasi konsep. menarik diri dan atau rendah diri. Belakangan ini. .

anak gifted dan talented (berbakat) adalah anak yang memiliki kemampuan yang luar biasa. yaitu anak tunagrahita serta anak gifted dan berbakat. kekecewaan dan atau suka mengganggu. tidak dapat menahan marah. tampak dalamperilaku yang selalu bergerak. dijelaskan bahwa penyebab kesulitan belajar adalah faktor internal. baik intelegensinya maupun bakat khusus dan kreativitasnya. Anak laki-laki memiliki kemungkinan 6 sampai 9 kali lipat untuk mengalami ADHD dibandingkan anak perempuan.2. Anak gifted dan talented biasanya memiliki kreativitas yang tinggi. Untuk mewujudkan potensi yang tersembunyi tersebut. sehingga anak mampu mencapai kinerja dengan kualitas yang luar biasa. namun biasanya orang tua baru menyadari anaknya cenderung ADHD setelah anak masuk sekolah. terdapat juga anak usia dini dengan tingkat intelegensi yang luar biasa. maka diperlukan layanan pendidikan khusus disamping pendidikan yang diberikan pada anak normal di sekolah biasa (Jamaris 2006:100-101). Anak tunagarahita juga mengalami masalah dalam keterampilan akademik dan berpartisipasi dengan kelompok teman yang memiliki usia sebaya. Kesulitan belajar akademik (academic learing disabilities) yang ditunjukan pada adanya kagagalankagagalan dalam pencapaian prestasi akademik yang sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. dan pemberian ulangan penguatan (reinforcement) yang tidak tepat (Mulyono. dan atau matematika. Papalia dan Olds ( 1995:298) menuliskan bahwa dari keseluruhan populasi anak terdapat sekitar 3% anak dengan ADHD. suatu ramhat bagi beberapa orangtua yang dikaruniai anak gifted dan berbakat. mencakup kegagalan dalam penguasaan keterampilan dalam membaca. yaitu kemungkinan adanya disfungsi neurologis. sedangkan penyebab utama problema belajar (learning problems) adalah faktor eksternal yaitu antara lain berapa strategi pembelajaran tang keliru. yang berakibat sulit dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi hiperaktif. Perilaku lainnya adalah anak dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktif. pengelolaan kagiatan belajar yang tidak memebangkitkan motivasi belajar anak. Ketunagrahitaan tampak dalam kesulitan ‘adaptive behavior’ atau penyesuaian perilaku. manulis. impulsif/ bertindak tanpa berpikir. dikenal dengan sebutan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah anak yang sulit melakukan seleksi terhadapstimulus yang ada disekitarnya. Selain berbagai masalah dan kesulitan yang telah dikemukakan di atas. 2006:13). seperti: . Disisi lain. Selanjutnya dikatakan bahwa tanda-tanda ADHD teiah muncul pada usia 4 tahun atau dibawah 10 tahun. Jamaris (2006:94-95) menjelaskan bahwa anak tunagrahita atau anak mentally retarded adalah kelompok anak yang memiliki tingkat intelegensi dibawah normal. dimana mereka tidak dapat mencapai kemandirian yang sesuai dengan ukuran (standar) kemandirian dan tanggungjawab sosial. Selanjutnya.

Dari jumlah tersebut. kebutuhan pendidikan khusus. dan kebutuhan akan kesejahteraan sosial dan bantuan sosial. Namun dia mengakui. masih kalah dengan penyakit infeksi dan berbagai keadaan kurang gizi. “Apabila ditambah dengan anak-anak yang menggunakan kacamata. misalnya sangat berbakat pada bidang musik. atau bidang IPA seperti menciptakan berbagai temuan dalam sains. jalan yang aman bagi anak dengan palsi serebral. Selain itu. kurang lebih 80 juta di antaranya membutuhkan rehabilitasi. Anak berkebutuhan khusus ini dapat diartikan mempunyai kekhususan dari segi kebutuhan layanan kesehatan. istilah anak dengan kemampuan dan kebutuhan khusus sebagai pengganti istilah anak cacat. jumlahnya akan lebih banyak lagi. jalan yang dibuat khusus bagi anak tuna netra hingga bisa mandiri sampai tujuan. masih sukar dicapai para penyandang cacat. di samping petugas kurang tanggap. ia menambahkan. pendidikan layanan khusus. tuturnya.(1) Kelancaran dalam memberikan jawaban dan mengemukakan pendapat ataupun ide-ide. Ini dinilainya manusiawi. hanya 10 persen mempunyai akses pelayanan. Demikian juga fasilitas kesehatan. Karena itu perlu ditetapkan dalam peraturan perundangan agar dapat dimasukkan sebagai program yang diutamakan di berbagai departemen yang berkaitan. (2) Kelenturan dalam mengemukakan berbagi alternatif dalam pemecahan masalah. SpA (K). psikologis dan atau sosial mengalami masalah serius dan menetap. Kamis (28/5). PhD dalam pidato pengukuhan jabatan guru besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta di gedung senat perguruan tinggi itu. Penggunaan jalan seringkali menyebabkan kesulitan bagi anak berkebutuhan khusus. sampai saat ini terjadi keterbatasan dan belum disediakannya fasilitas khusus seperti jalan yang bisa dilalui kursi roda. diperkirakan ada 370 juta penyandang cacat atau sekitar 7 % populasi dunia. “Selama dua dekade terakhir istilah anak cacat telah digantikan dengan istilah anak dengan kebutuhan kesehatan khusus. Secara global. Menurut Sunartini. (3) Kemampuan dalam menghasilkan berbagai ide atau karya yang merupakan keaslian dari hasil pikirannya sendiri. Istilah anak berkebutuhan khusus adalah klasifikasi untuk anak dan remaja secara fisik. tapi di Indonesia belum disepakati. pendidikan inklusi.” ungkap Prof dr Sunartini. Bakat khusus ditunjukkan oleh anak dalam beberapa bidang tertentu. .5 juta anak usia di bawah 18 tahun menyandang ketunaan atau masuk kategori anak berkebutuhan khusus. masalah anak dengan kebutuhan khusus di bidang kesehatan belum menjadi prioritas.5-10.” jelasnya. Diperkirakan antara 3-7 % atau sekitar 5.

bahan organik pada ibu hamil yang bekerja di pabrik menunjukkan adanya pengaruh kurang baik terhadap perkembangan motorik. maupun rehabilitatif. terutama orangtua dan keluarganya. Setelah itu. keracunan logam berat seperti Hg atau Pb (timbal). gangguan perkembangan sosial dan perilaku terutama pada anak laki-laki usia balita.Sunartini mengatakan. serta masyarakat. langkah yang paling tepat adalah mengenali atau mendeteksi dini kelainan yang ada. perhatian dan hiperaktivitas. saat bayi.Rasa ketenangan pada anak luar biasa . Secara uji multivariat. diikuti penanganan atau intervensi dini. menghadapi terjadinya anak berkebutuhan khusus karena penyimpangan perkembangan otak. baik oleh penolong persalinan. Juga obat penenang seperti talidomid. Ø Keuntungan system pendidikan segregasi . tenaga kesehatan. zink. kekurangan asam folat. infeksi intra uterin seperti TORCH dan kekerasan karena usaha pengguguran dengan pijatan. Demikian halnya ibu yang mengalami depresi dalam periode satu tahun pertama dapat mengakibatkan gangguan perkembangan kognitif sampai umur 18 bulan gangguan tingkah laku. kuratif. System pendidikan segregasi System pendidikan dimana anak berkelainan terpisah dari system pendidikan anak normal. MACAM-MACAM PENDIDIKAN LUAR BIASA a. tingkah laku. baik secara promotif. lahir. Penyelenggaraan system pendidikan segregasi di laksanakan secara khusus dan terpisah dari penyelenggaran pendidikan untuk anak normal. Pada awal kehamilan terutama minggu kedua sampai keenambelas di saat pembentukan organ ada berbagai hal yang dapat menyebabkan pembentukan otak tidak sempurna atau rusak antara lain karena kekurangn gizi dan mikronutrien seperti iodium. preventif. obat-obatan teratogenik seperti obat peluntur haid. Banyak faktor penyebab gangguan pembentukan dan perkembangan otak anak sejak saat pembuahan. masa anak sampai remaja. selenium.

Ø Keuntungan System Integrasi .Guru dengan latar belakang pendidikan luar biasa .. System Pendidikan Integrasi System pendidikan luar biasa yang bertujuan memberikan pendidikan yang memungkinkan anak luar biasa memperoleh kesempatan mengikuti proses pendidikan bersama dengan siswa normal agar dapat mengembangkan diri secara optimal.Penyelenggaraan pendidikan yang relative mahal b.Sarana dan prasarana yang sesuai Ø Kelemahan system pendidikan segregasi .Komunikasi yang mudah dan lancar .minat dan kemampuan secara optimal .Merasa di akui haknya dengan anak normal terutama dalam memperoleh pendidikan .Metode pembelajaran yang khusus sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak .Lebih banyak mengenal kehidupan orang normal .Dapat mengembangkan bakat .Sosialisasi terbatas .

sesuai dengan Program Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa Tahun 2006 dan Pembinaan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Pendidikan adalah sebagai berikut : 1) Tuna Netra 2) Tuna Rungu 3) Tuna Grahita: (a. Dengan kata lain pendidikan inklusi adalah pelayanan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang dididik bersamasama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Pendidikan Inklusi (Pendidikan Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus) Pendidikan inklusi adalah termasuk hal yang baru di Indonesia umumnya. Sekolah dan layanan pendidikan lainnya harus fleksibel dan akomodatif untuk memenuhi keberagaman kebutuhan siswa.Mempunyai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi . Ø Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Pengelompokan anak berkebutuhan khusus dan jenis pelayanannya. Mereka juga diharapkan dapat mencari anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan. Down Syndrome) . Ada beberapa pengertian mengenai pendidikan inklusi.l.. status sosial. diantaranya adalah pendidikan inklusi merupakan sebuah pendekatan yang berusaha mentransformasi sistem pendidikan dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap siswa untuk berpartisipasi penuh dalam pendidikan. Tapi ini bukanlah kelompok yang homogen. kemiskinan dan lain-lain. gender. Salah satu kelompok yang paling tereksklusi dalam memperoleh pendidikan adalah siswa penyandang cacat. Hambatan yang ada bisa terkait dengan masalah etnik.Harga diri anak luar biasa meningkat c.

Intrapersonal. pada institusi-institusi kemasyarakatan lainnya. Dysphasia/Bicara. Dyscalculia/Hitung. Sebuah masyarakat yang melaksanakan pendidikan inklusi berkeyakinan bahwa hidup dan belajar bersama adalah cara hidup .l. 7) Kesulitan Belajar (a. akan tetapi lebih banyak keuntungannya tidak hanya memenuhi hak-hak asasi manusia dan hak-hak anak tetapi lebih penting lagi bagi kesejahteraan anak. Visuo-spatial. Spiritual). tidak hanya memenuhi target pendidikan untuk semua dan pendidikan dasar 9 tahun.4) Tuna Grahita Ringan (IQ = 50-70) 5) Tuna Grahita Sedang (IQ = 25-50) 6) Tuna Grahita Berat (IQ 125 ) J. Natural. pada sekolah. Interpersonal. dari satu jalan untuk menyiapkan pendidikan bagi anak penyandang cacat adalah pentingnya pendidikan inklusi. Dyspraxia/ Motorik) 8) Lambat Belajar ( IQ = 70 –90 ) 9) Autis 10) Korban Penyalahgunaan Narkoba 11) Indigo Gagagasan pendidikan inklusi Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama. bahagia dan bertanggung jawab. Bodily-kinesthetic. Hyperaktif. ADD/ADHD. disayangi. Pada keluarga. dilindungi. karena pendidikan inklusi mulai dengan merealisasikan perubahan keyakinan masyarakat yang terkandung di mana akan menjadi bagian dari keseluruhan. Musical. dengan demikian penyandang cacat anak akan merasa tenang. pada kelompok teman sebaya. Logico mathematic. inklusi terjadi pada semua lingkungan sosial anak. Dyslexia/Baca. Talented : Potensi bakat istimewa (MultipleIntelligences : Language. Dysgraphia/Tulis. percaya diri. merasa dihargai.

Pendidikan inklusi adalah sebuah sistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak penuh berpartisipasi dalam kegiatan kelas reguler tanpa mempertimbangkan kecacatan atau karakteristik lainnya. UU No. Konvensi PBB tentang Hak anak tahun 1989. 2. dan Allah telah meninggikan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat saling mengambil manfaat(membutuhkan)”. Surat An Nisa ayat 9 “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.Landasan Spiritual 1. 2. Kesepakatan Salamanka tentang Pendidikan inklusi tahun 1994.(way of life) yang terbaik. Dengan demikian sekolah atau pendidikan menjadi suatu lingkungan belajar yang ramah anak-anak.Landasan Yuridis 1. UU No. Maka hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. 23 tentang Perlindungan Hak Anak tahun 2003. 3. . LANDASAN HUKUM . 5. . yang menguntungkan semua orang. karena tipe pendidikan ini dapat menerima dan merespon setiap kebutuhan individual anak. Deklarasi Pendidikan untuk Semua di Thailand tahun 1990. 4. Surat Az Zuhruf ayat 32 “Allah telah menentukan diantara manusia penghidupan mereka dalam kehidupan dunia. 4 tentang Penyandang Cacat tahun 1997.

. Kalau kita cermati lebih teliti. Setiap penyandang cacat berhak memperolah pendidikan pada semua sektor.6. pemerintah dan badan-badan swasta menyelenggarakan pendidikan atau sekolah khusus yang biasa disebut Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk melayani beberapa jenis kecacatan. Karena masih dalam tahap rintisan sampai sekarang belum ada informasi yang berarti dari sekolah-sekolah tersebut. Tidak seperti sekolah reguler yang tersebar luas baik di daerah perkotaan maupun daerah pedesaan. Sejak tahun 2001. Disamping pendidikan atau sekolah reguler. Setiap penyandang cacat memiliki hak yang sama untuk menumbuh kembangkan bakat. di samping memecahkan masalah golongan penyandang cacat yang merata karena diskriminasi sosial. PP No. 7. Ini pula masalah yang dapat diselesaikan oleh pendidikan atau sekolah inklusi. 19 tentang Standar Pendidikan Nasional tahun 2004. kemampuan dan kehidupan sosialnya. jalur. Deklarasi Bandung tentang Menuju Pendidikan Inklusi tahun 2004. dengan harapan dapat menggalang sekolah reguler untuk mempersiapkan pendidikan bagi semua anak termasuk penyandang cacat anak. . berorientasi dengan yang lain. Penyandang cacat anak untuk menjangkau SLB atau SDLB relatif sangat jauh hingga memakan biaya cukup tinggi yang tidak terjangkau penyandang cacat anak dari pedesaan. SLB dan SDLB sebagian besar berlokasi di perkotaan dan sebagian kecil sekali yang berlokasi di pedesaan. pemerintah mulai uji coba perintisan sekolah inklusi seperti di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 12 sekolah didaerah Gunung Kidul dan di Provinsi daerah Khusus Ibukota Jogyakarta dengan 35 sekolah. Pada sekolah sekolah reguler yang dijadikan perintis itu memang diuntukkan anak-anak lambat belajar dan anak-anak sulit belajar sehingga perlu mendapat pelayanan khusus. 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat). karena dari sejak dini tidak bersama. jenis dan jenjang pendidikan (Pasal 6 ayat 1). landasa spiritual maupun landasan yuridis tersebut telah memberikan dasar hukum yang jelas tentang bagaiman penyelenggaraan pendidikan inklusi yang memang merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi.Implementasi Di Lapangan Indonesia Menuju Pendidikan inklusi Secara formal dideklarasikan pada tanggal 11 agustus 2004 di Bandung. terutama bagi penyandang cacat anak dalam lingkungan keluarga dan masyarakat (Pasal 6 ayat 6 UU RI No.

mengajar dan mendidik mereka dengan mengunakan modifikasi kurikulum untuk matematika dan mata pelajaran lainnya. 2 anak laki-laki diantaranya adalah Tuna Grahita. Di Indonesia telah dilakukan Uji coba dibeberapa daerah sejak tahun 2001. Modifikasi kurikulum dilakukan terhadap: 1. 2. . Hal yang sangat penting disini yang berkaitan dengan guru adalah anak Tuna Grahita dapat menyesuaikan diri dengan baik. isi/materi kurikulum. Satu anak tampak berdiam diri dan cuek. Perasaan mereka sangat bahagia dan bangga bahwa kenyataannya anak mereka diterima sekolah. Awal tahun 2006 ini tidak ada tandatanda untuk itu. isu ini tenggelam ketika isu menarik lainnya seperti biaya operasional sekolah. Ini merupakan potret anak Tuna Grahita di tengah-Tengah teman yang sedang belajar. secara formal pendidikan inklusi dideklarasikan di Bandung tahun 2004 dengan beberapa sekolah reguler yang mempersiapkan diri untuk implementasi pendidikan inklusi. dengan mempertimbangkan karakteristik (ciri-ciri) dan tingkat kecerdasannya. evaluasi disesuaikan dengan kemampuan mereka. sedang satu lagi tampak ceria dan gembira. Gurunya menyukai mereka. bahagia dan senang di sekolah. sistem SKS SMA dan lain-lain. PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Muhamadiyah. Dr.Menurut Prof. Keluarga ini tergolong keluarga miskin oleh sebab itu mereka memasukkan anak-anaknya ke SD. informasi tentang pendidikan inklusi tidak muncul kepada publik. juga ia ramah dan bermain dengan teman sekolahnya yang tidak cacat. Lingkup Pengembangan Kurikulum Kurikulum pendidikan inklusi menggunakan kurikulum sekolah reguler (kurikulum nasional) yang dimodofikasi (diimprovisasi) sesuai dengan tahap perkembangan anak berkebutuhan khusus. bahkan ia menyukai tari dan suka musik. Fawzie Aswin Hadi (Universitas Negeri Jakarta) mengisahkan sekolah Inklusi (SD. Muhamadiyah di Gunung Kidul) sekolah ini punya murid 120 anak. alokasi waktu. dua anak ini dimasukan oleh kedua ibunya ke kelas I karena mau masuk SLBC lokasinya jauh dari tempat tinggalnya yang di pegunungan.

Modifikasi alokasi waktu Modifikasi alokasi waktu disesuaikan dengan mengacu pada kecepatan belajar siswa. B. Misalnya materi pelajaran (pokok bahasan) tertentu dalam kurikulum reguler (Kurikulum Sekolah Dasar) diperkirakan alokasi waktunya selama 6 jam. dan 6. sarana prasarana. 4. dan ahli Pendidikan Luar Biasa (Orthopaedagog). terutama guru pembimbing khusus (guru Pendidikan Luar Biasa) yang sudah berpengalaman mengajar di Sekolah Luar Biasa. yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Dasar Inklusi (Kepala SD Inklusi) dan sudah dikoordinir oleh Dinas Pendidikan. * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di atas normal (anak berbakat) dapat dimodifikasi menjadi 4 jam. 5. . lingkungan belajar. Pelaksanaan Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum dilaksanakan dengan: 1. proses belajar-mengajar. Pengembang Kurikulum Modifikasi/pengembangan kurikulum pendidikan inklusi dapat dilakukan oleh Tim Pengembang Kurikulum yang terdiri atas guru-guru yang mengajar di kelas inklusi bekerja sama dengan berbagai pihak yang terkait. C. pengelolaan kelas.3.

* Menggunakan pendekatan student centerred. Modifikasi isi/materi * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di atas normal. 2. 3. * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di bawah normal (anak lamban belajar/tunagrahita) materi dalam kurikulum sekolah reguler dapat dikurangi atau diturunkan tingkat kesulitannya seperlunya.* Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi relatif normal dapat dimodifikasi menjadi sekitar 8 jam. yang menenkankan perbedaan individual setiap anak. atau lebih. tetapi materi tersebut dianggap penting untuk anak berbakat. dan problem solving. * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di bawah normal (anak lamban belajar) dapat dimodifikasi menjadi 10 jam. Modifikasi proses belajar-mengajar * Mengembangkan proses berfikir tingkat tinggi. untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di atas normal. sintesis. . * Lebih terbuka (divergent). materi dalam kurikulum sekolah reguler dapat digemukkan (diperluas dan diperdalam) dan/atau ditambah materi baru yang tidak ada di dalam kurikulum sekolah reguler. * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi relatif normal materi dalam kurikulum sekolah reguler dapat tetap dipertahankan. atau lebih. yang meliputi analisis. atau tingkat kesulitannya diturunkan sedikit. atau bahkan dihilangkan bagian tertentu. dan seterusnya. evaluasi. dan untuk anak tunagrahita menjadi 18 jam.

Untuk menghindari hal ini. ada yang bertipe auditoris. Dengan demikian. * Disesuaikan dengan berbagai tipe belajar siswa (ada yang bertipe visual. Melalui pendekatan pembelajaran kompetitif anak dirangsang untuk berprestasi setinggi mungkin dengan cara berkompetisi secara fair. Melalui pendekatan pembelajaran kooperatif. jiwa kompetisi dan jiwa kerjasama anak akan berkembang harmonis.Guru hendaknya tidak monoton dalam mengajar sehingga hanya akan menguntungkan anak yang memiliki tipe belajar tertentu saja. Namun kondisi . secara bersama mengerjakan tugas dan mendiskusikannya. dan kerjasama dalam kelompok ini yang dinilai. dari satu kelompok ke kelompok lain. yakni mungkin “ego”-nya akan berkembang kurang baik. * Menerapkan pendekatan pembelajaran kompetitif seimbang dengan pendekatan pembelajaran kooperatif. yaitu lebih mudah menyerap informasi melalui indera penglihatan.maka telah disediakan berbagai bentuk layanan pedidikan ( sekolah ) bagi mereka pada dasarnya sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus sama dengan sekolah anak-anak pada umumnya.* Memberikan kesempatan mobilitas tinggi. Penekanannya adalah kerjasama dalam kelompok.Tipe auditoris. ada pula yang bertipe kinestetis). Tipe visual. karena kemampuan siswa di dalam kelas heterogen. setiap anak dikembangkan jiwa kerjasama dan kebersamaannya. Anak dapat menjadi egois. yaitu lebih mudah menyerap informasi melalui indera perabaan/gerakan. maka pendekatan pembelajaran kompetitif ini perlu diimbangi dengan pendekatan pembelajaran kooperatif. dengan pendekatan pembelajaran kompetitif ini. CARA MENGATASI PERMASALAHAN YANG ADA DALAM PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Untuk mengatasi permasalahan pendidikan bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus.“aku-lah sang juara”!. Melalui kompetisi. ada dampak negatifnya. sehingga mungkin ada anak yang saling bergerak kesana-kemari.Tipe kinestetis. Mereka diberi tugas dalam kelompok. anak akan berusaha seoptimal mungkin untuk berprestasi yang terbaik. Namun. Dengan cara ini sosialisasi anak dan jiwa kerjasama serta saling tolong menolong akan berkembang dengan baik. yaitu lebih mudah menyerap informasi melalui indera pendengaran.

di indonesia kita mengenal bermacam.tetapi bisa dari .SLB bagian D ( khusus untuk anak tuna daksa) . Sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus di bagi menjadi 2 macam yaitu: 1) Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Yaitu sekolah yang dirancang khusus anak-anak berkebutuhan dari satu jenis kelainan.dan karekteristik kelainan anak yang disandang anak yang berkebutuhan khusus.macam SLB.antara lain : . 2) Sekolah Dasar Luar Biasa ( SDLB) Yaitu bentuk persekolahan ( layanan pendidikan) bagi anak berkebutuhan khusus hanya satu jenjang pendidikam SD. maka sekolah bagi mereka di rancang secara khusus sesuai dengan jenis dan kareteristik kelainannya.SMP. Selain itu siswa SDLB tidak hanya tetdiri dari satu jenis kelainan saja.hingga lanjutan.SLB bagian B ( khusus untuk anak tuna rungu) .SLB bagian A ( khusus untuk anak tuna netra) .SLB bagian G ( khusus untuk tuna ganda) Dalam satu unit SLB biasanya terdapat berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD.SLB bagian C ( khusus untuk anak tuna grahita) .SLB bagian E ( khusus untuk anak tuna laras) .

Baiturrahman. bahkan siswa autis.Padang. Misalkan dalam satu unit SDB dapat menerima siwa tuna netra.Labui Ateuk Pahlawan. Sekolah. Palang Merah no 15 Medan Sumatra Utara v Provinsi Sumatra Barat SLB Negeri II Padang kec.Kampar28411. Koto tengah. Letnan Suprapto no 35 Talanaipura36122 v Provinsi Sumatra Selatan .tuna rungu.Riau v Provinsi Jambi SLB-ABCD Prof.tuna daksa. Lokasi SLB atau SDLB di Indonesia antara lain : v Provinsi NAD SLB Banda aceh jl.SH JL.Dr Sri Sudewi Maschun Sofyan. Padang Sarai.berbagai jenis kelainan.Sumatra barat v Provinsi Riau SDLB Negeri 041 JL.Bangkinang. Letnan Boyak.Banda Aceh 2349 Nangroe Aceh Darussalam v Provinsi Sumatra Utara SLB-C Karya Tulus Yayasan Setia Jl.

Jabar b.5. Palembang.Cempaka Bengkulu v Provinsi Lampung SLB-C C1 PKK jl. Sumsel v Provinsi Bengkulu SLB –ABCD Dharma Wanita Jl.Ario Kemuning Ilit Timur. SDLB Srengseng sawah Jl. R. SLB Negeri Cileunyi. Jl. Melingkar no.Menteng Dalam. Pandan Wangi Cibubur Indah III Bandung. Lenteng Agung RT 11/12 Jagakarsa. SLB-C C1 Asih Budi JL. Jaksel c. Letkol Endro Suratmin Sukarame. Bandar Lampung KP. Jendral Sudirman no 191 Ciamis.Patra Kuningan XI.Jabar . SLB-C C1 Sumber Asih Jl. v Provinsi Bangka Belitung SLB-B C YPAC Jl. SLB-ABC Negeri Ciamis Jl.1 Panorama.SLB-C C1Karya ibu Jl. Bhakti Timah no 2 Pangkal Pinang v Provinsi DKI Jakarta a.S. Proklamasi no 79 Jakpus v Provinsi Jawa Barat a.Tebet Jakarta b. Sosial km.

Lawean . SLB-C Yayasan Pembina SLB Jl. Cokroaminoto Jagalan.Jateng c. Dr Cipto Gg VIII / 32 Lawang Malang Jatim b. Cilegon. Surakarta. Supriadi no 12. Cindawan. Gendangan.Surakarta. Kampus Al.DIY b.c. SLB-A Negeri Pajajaran Jl. A Yani no 374 A Kerten. Sadate Km 2. SLB-A Yaketunis Jl. SLB-BC Negeri Gendangan Jl. SLB-C Pembina Tingkat Provinsi Jl.Sidoarjo Jatim v Provinsi DIY a.Khoiriyah Citangkil. Semarang Jateng b.Jateng v Provinsi Jawa Timur a. SLB-A YKAB Jl. Imogiri 224. Mendungan. SLB-C Pembina Tingkat Nasional J.Banten v Provinsi Jawa Tengah a. Parangtritis no 46 DIY . SLB – C C1 Widya BhaktiJl. Pajajaran no 50 Bandung. Jabar v Provinsi Banten SLB-ABC AL-Khoiriyah.Sendang Guo Pendurugan. Umbulharjo.

Palangkaraya.Samarinda. Kota Utara Gorontalo KP.95362 Manado.v Provinsi Kalimantan Barat SLB-C Dharma Asih Jl.Kota dusun Selatan . A Yani Km 20 Landasan Ulin. Kenangan. Sempija. Kaltim v Provinsi Sulawesi Utara SLB Khatolik St.961128 v Provinsi Sulawesi Tengah .Banjar baru Kalsel v Provinsi Kalimantan Tengah a.Rta Milono km 2. Kotib.Pontianak. Raya Tomohon.Padat karya.Anna Tomohon Palatan Ii Jl.5 Lamhkai. Sulut v Provinsi Gorontalo SDLB Gorontalo J. SLB-C Negeri Jl.Pahandut. Kalteng v Provinsi Kalimantan Timur SLB Pembina Tingkat Provinsi Jl.Minahasa KP. Wumialo. Kalbar v Provinsi Kalimantan Selatan SLB-C Pembina Tingkat Provinsi Jl. Kalteng b.Komdor Yos Sudarso. SLB-A Buntok Jln.Pahlawan no 105 Rt 37 Buntok .

Denpasar Bali b. SLB-C YPLB.A. Jl. Daeng Tata.Yani Lumuntang Dauh. Muna. SLB-ABCD Raha. Ternate Utara. Erlangga . Maluku v Provinsi Maluku Utara SDLB Negeri Ternate. Raha Kotabu. Bata Laiwuro. SDLB Gianjar JL. Marawola. Teluk Ambon 97232. Maluku 97224 Maluku Utara v Provinsi Bali a. Anggerek no 25. Sulteng v Provinsi Maluku SLB Kota Ambon Jl. SLN-C Yayasan Kerta Wiweka JL.93614 Sulteng b. Palu. Sulteg v Provinsi Sulawesi Selatan SLB Pembina Tingkat Provinsi Jl. Jl. Makassar.Muna Kp.SLB Negeri Marawola Jl. Babalia Waku. Sulsel v Provinsi Sulawesi Tenggara a. Sedap Malam Nani Atas. Nania.Jl. Makassar. Parang Tambung. Rambutan.Puri Karya.

sehingga menyebabkan munculnya segmentasi lembaga pendidikan yang berdasar pada perbedaan agama.NTB b.v Provinsi Nusa Tenggara Barat a. Namun sayangnya sistem pendidikan di Indonesia belum mengakomodasi keberagaman. dan bahkan perbedaan kemampuan baik fisik maupun mental yang dimiliki oleh siswa. Tim-tim no 17-18 Kelapa lima. Pelita tromo pos 801 NTT v Provinsi Papua / Irian Jaya SLB Negeri Pembina . etnis. Mereka dianggap sosok yang tidak berdaya. sehingga perlu di bantu dan di kasihani untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu di sediakan berbagai bentuk layanan pendidikan atau sekolah bagi mereka. tetapi juga kepada anak yang memiliki keterbelakangan mental.salagalas. SLB-A Karya Murni.Abepura. Cabang Ruteng.kupang Jl.Mataram NTB v Provinsi Nusa Tenggara Timur a. SLB Negeri Pembina JL. kupang utara b. SLB-A YPTN Mataram JLPeternakan.Narmada.Sonokeling. Sementara itu lembaga pendidikan tidak hanya di tunjukkan kepada anak yang memiliki kelengkapan fisik. Jl. Pada dasarnya . Karena itu negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1).Mataram. SDLB Kab.Jaya pura Papua KESIMPULAN Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat.Waena.

tidak hanya bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus. Jadi anda tidak perlu khawatir dengan masa depan anak anda karena sekolah ini membekali anak untuk bisa hidup mandiri dalam hidupnya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.wordpress. Beberapa sekolah telah dibuka bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus ini. REFERENSI 1.com/2010/04/23/anak-berkebutuhan-khusus-di-indonesia/ 4. Geoniofam. Jogjakarta2010 2.Jakarta 2009 3.dml/4479602 .opera. tetapi juga di tujukan kepada anak-anak normal yang lainnya. http://getmyhope. Disamping itu pendidikan luar biasa.anak pada umumnya. PT INDEKS.Garailmu.pendidikan untuk berkebutuhan khusus sama dengan pendidikan anak. Nurani Sujiono Yuliani.wordpress. http://zaifbio. System pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan sekolah – sekolah ini.com/2010/01/14/pendidikan-anak-luarbiasa/http://my. Konsep Dasar Pendidikan anak Usia Dini. Mengasuh dan Mensukseskan Anak Berkebutuhan Khusus.com/gusdar99/blog/show.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful