Kecekatan Tangan (Handedness) dan Genetika

• Sebagian besar orang (90% +) adalah kinan • Sisanya (9%-10%) kidal atau ambidextrous • Ada banyak penyebab orang menjadi kidal atau
tidak kinan (cth: kerusakan pada hemisfer kiri otak saat lahir atau saat balita) • Ada kemungkinan bahwa kecekatan tangan dipengaruhi faktor genetis, sebab sebagian besar orang kinan memiliki unyeng-unyeng rambut yang berputar searah jarum jam, sedangkan orang kidal dan orang ambidextrous bisa memiliki unyeng-unyeng yang berputar baik searah maupun melawan arah jarum jam
2

Fungsi Kognitif
Psikologi Faal Program S1 Reguler Fakultas Psikologi Universitas Idonesia Semester Genap 2009

Hemisfer Kiri dan Kanan
• Hemisfer kiri dan kanan terhubung dengan sisi lawan
(kontralateral) tubuh, kecuali tubuh atas (trunk) dan otot muka yang dikontrol oleh kedua hemisfer • Sistem indera kita pada umumnya menerima informasi dari organ reseptif yang terletak di sisi kontralateral, kecuali indera pengecapan dan indera penghidu • Hemisfer kiri dan kanan bertukar informasi melalui bundel akson yang dikenal sebagai korpus kalosum, serta melalui komisura anterior (anterior commissure), komisura hipokampal (hippocampal commissure), dan beberapa sambungan kecil lainnya
3

1

Hemisfer Kiri dan Kanan
• Hemisfer kiri dan kanan bukanlah mirror images dari
satu sama lain (bentuknya tidak persis sama) • Perbedaan antara fungsi hemisfer kiri dan kanan dikenal sebagai lateralisasi (lateralization)
Pada mayoritas manusia, spesialisasi hemisfer kiri adalah untuk fungsi bahasa, sedangkan hemisfer kanan memiliki bermacam-macam fungsi

Hubungan Visual
• Kedua hemisfer terhubung dengan
kedua mata dengan sedemikian rupa sehingga setiap hemisfer hanya menerima input dari lapang pandang yang ada di sisi berlawanan (opposite half of the visual field) • Setengah dari akson-akson yang berasal dari setiap mata bertemu dan menyilang ke hemisfer di sisi lawannya pada kiasma optikum (optic chiasm)
5 6

• Tanpa korpus kalosum, hemisfer kiri hanya bisa
bereaksi terhadap informasi yang datang dari sisi kanan tubuh dan begitu pula sebaliknya. Artinya, korpus kalosum memungkinkan setiap hemisfer untuk menerima informasi dari kedua sisi tubuh.

Hubungan Visual
Lapang pandang kanan Belahan kiri tiap retina Hemisfer kiri

Lapang pandang kiri Belahan kanan tiap retina Hemisfer kanan
7

2

Hubungan Auditoris
• Masing-masing telinga menerima gelombang suara
hanya dari salah satu sisi kepala, namum tiap telinga mengirim informasi ke kedua belahan otak • Tetapi bila kedua telinga menerima informasi berbeda, tiap hemisfer lebih memberi perhatian kepada telinga yang kontralateral
9

Pemotongan Korpus Kalosum
• Pemotongan korpus kalosum terkadang dilakukan
untuk mengurangi frekuensi serangan kekejangan pada pasien epilepsi yang tak berhasil diobati dengan obat antiepileptik atau mereka yang memiliki lebih dari satu fokus asal kejang
Serangan epilepsi cenderung berkurang bila impuls saraf tidak dapat terus menerus memantul antara hemisfer kiri dan kanan

Pemotongan Korpus Kalosum
• Pasien split-brain dapat:
Menggunakan kedua tangan untuk mengerjakan tugas yang familiar (cth: mengikat tali sepatu), tetapi tidak untuk tugastugas yang tidak biasa mereka lakukan sebelum menjalani operasi Menggunakan tangan kiri dan tangan kanan mereka secara terpisah (cth: pada saat yang bersamaan menggambar dengan tangan kanan dan dengan tangan kiri)

• Pasien split-brain memiliki korpus kalosum yang telah
rusak/dipotong. Mereka tetap memiliki kemampuan intelektual, motivasi, dan kemampuan berjalan yang normal, tetapi mereka kurang mampu merespon terhadap stimulus sensoris yang datang hanya dari salah satu sisi badan.

• Kedua hemisfer seorang pasien split-brain dapat

memproses informasi secara terpisah; sehingga para pasien dapat dengan mudah merencanakan dua tindakan berbeda secara bersamaan • Otak split-brain akhirnya belajar untuk menggunakan hubungan-hubungan kecil antara hemisfer kiri dan kanan untuk menghindari konflik antara kedua hemisfer
11 12

3

Pemotongan Korpus Kalosum
• Penelitian Roger Sperry (1974) dengan pasien split-brain
menandakan bahwa hemisfer kiri lebih dominan dalam fungsi bahasa:
Saat stimulus ditunjukkan di lapang pandang kanan ( hemisfer kiri), pasien split-brain mampu menamakan atau mendeskripsikan benda yang dimaksud Saat stimulus ditunjukkan di lapang pandang kiri ( hemisfer kanan), pasien split-brain tak mampu menamakan atau mendeskripsikan benda yang dimaksud, namun ia dapat menunjuk ke benda tersebut dengan tangan kirinya (tidak dengan tangan kanannya)
13

Pemotongan Korpus Kalosum

Speech

Left hand
14

Dominansi Hemisfer untuk Kemampuan Bicara
• Kedua hemisfer dapat memahami bahasa; akan
tetapi hemisfer kiri lebih dominan untuk pemahaman dan produksi bahasa pada 95% orang kinan dan 80% orang kidal • Keuntungan dari memiliki satu hemisfer saja untuk mengontrol kemampuan bicara:
Adanya dua pusat kemampuan bicara mungkin menyebabkan kompetisi antara kedua belah otak dalam mengirim informasi ke otot yang mengendalikan kemampuan bicara, sehingga mungkin menyebabkan kegagapan
15

Dominansi Hemisfer untuk Kemampuan Bicara
• Tes untuk menentukan dominansi hemisfer dalam
kemampuan bicara:
Wada test
• A chemical is injected into the carotid artery on one side of the

head; the drug then puts the affected side of the brain to sleep and thus enabling researchers to test the capacities of the other hemisphere

Dichotic listening task
• A person wears earphones that present different words to the

two ears at the same time; then the person is asked to say either or both words

Object naming latency task
• Measures how fast someone can name an object flashed in the

left or right visual field
16

4

Hemisfer Kanan
• Hemisfer kanan lebih mahir dibanding hemisfer kiri dalam
mendeteksi emosi yang terdapat di gerak-gerik dan nada suara orang
Orang yang mengalami kerusakan hemisfer kanan berbicara dengan nada monoton, tak dapat menangkap ekspresi emosi orang lain, dan seringkali mengalami kesulitan menginterpretasi emosi yang diekspresikan orang melalui nada bicara (cth: humor, sarkasme)

Lateralisasi & Kecekatan Tangan
• Planum temporale (di lobus temporalis) lebih besar di
hemisfer kiri untuk 65% orang, dan perbedaan ini dapat dilihat dari saat manusia berusia 3 bulan
Anak-anak dengan rasio planum temporale kanan dan kiri yang lebih besar pada umumnya lebih mahir dalam tes-tes bahasa

• Hemisfer kanan lebih mahir dibanding hemisfer kiri dalam
memahami hubungan spasial (spatial relationships) • Hemisfer kanan lebih mudah menangkap pola keseluruhan (overall patterns), sedangkan hemisfer kiri cenderung memperhatikan detil (contoh di hal. 424)
17

• Karena korpus kalosum membutuhkan beberapa tahun
untuk mendewasa (biasanya selama 5-10 tahun pertama hidup), terkadang perilaku kanak-kanak menyerupai perilaku pasien split-brain
18

Lateralisasi & Kecekatan Tangan
• Orang yang lahir tanpa korpus kalosum dapat
melakukan beberapa hal yang tak dapat dilakukan pasien split-brain, sebab:
Setiap hemisfer membentuk jalur khusus untuk berhubungan dengan kedua sisi tubuh Jalur-jalur kecil lainnya yang menghubungkan kedua hemisfer (komisura anterior dan komisura hipokampal) biasanya tumbuh lebih besar dari normal untuk mengkompensasi tidak adanya korpus kalosum

Lateralisasi & Kecekatan Tangan
• 90% dari semua orang adalah kinan, dan 95%
dari mereka memiliki hemisfer kiri yang dominan untuk kemampuan bicara • Sebagian besar orang kidal memiliki hemisfer kiri yang dominan untuk kemampuan bicara, tetapi sebagian lainnya memiliki hemisfer kanan yang dominan untuk kemampuan bicara atau kombinasi antara dominansi kiri dan kanan untuk bicara (dominansi bilateral)
19 20

5

Lateralisasi & Kecekatan Tangan
• Setelah kerusakan otak, pemulihan kemampuan
bicara akan bergantung pada usia, hemisfer mana yang rusak, dan bagaimana kemampuan bicara terlateralisasi:
Hemisfer kiri dominan untuk bicara & kerusakan pada hemisfer kiri gangguan bahasa Dominansi bilateral untuk bicara sedikit gangguan bahasa, tetapi lebih cepat pulih Semakin tua seseorang saat ia mengalami kerusakan hemisfer kiri, semakin sulit pulih kemampuan bicaranya
• Anak-anak lebih mudah pulih karena hemisfer kanan mereka

PERTANYAAN?

masih dapat mengambil alih fungsi hemisfer kiri yang hilang
21

?
22

Evolusi Bahasa pada Manusia
• Teori pertama yang mencoba menjelaskan evolusi
bahasa pada manusia:
Bahasa merupakan produk dari inteligensi keseluruhan (language as a by-product of overall intelligence): Setiap individu yang memiliki otak yang utuh dan tingkat inteligensi keseluruhan yang normal seharusnya memiliki kemampuan bahasa yang normal

Evolusi Bahasa pada Manusia
• Teori kedua yang mencoba menjelaskan evolusi
bahasa pada manusia:
Bahasa merupakan bagian tambahan/spesialisasi dari otak (language as an extra part/specialization of the brain) (Chomsky, 1980; Pinker, 1994): Manusia terlahir dengan sebuah language acquisition device (sebuah mekanisme untuk belajar bahasa yang terpasang tetap di dalam otak) yang memungkinkan manusia terlahir dengan kesiapan untuk belajar menggunakan bahasa

Kritik terhadap teori ini:
• Ada orang yang memiliki ukuran otak yang utuh namun

tetap mengalami gangguan bahasa
• Penderita Williams syndrome tetap memiliki kemampuan

berbahasa meski menderita keterbelakangan mental
23 24

6

Evolusi Bahasa pada Manusia
• Ada periode kritis (critical period) untuk belajar
bahasa:
Semakin muda seorang anak saat ia belajar suatu bahasa (baik bahasa isyarat maupun bahasa lisan), semakin mahir anak tersebut dalam bahasa yang ia pelajari Seorang anak yang belajar bahasa lisan dari saat dini akan lebih mudah mempelajari bahasa isyarat nantinya; anak tuna rungu yang belajar bahasa isyarat dari saat dini akan lebih mudah mempelajari bahasa lisan nantinya
25

Kerusakan Otak & Bahasa
• Afasia Broca (Broca's aphasia/nonfluent aphasia):
Sebuah defisit dalam memproduksi bahasa yang disebabkan oleh kerusakan pada area Broca (dekat korteks motorik pada lobus frontalis kiri) dan daerah sekitarnya Pasien berbicara perlahan dan tidak jelas, seringkali mengabaikan closed-class words seperti kata ganti, kata depan, kata sambung, dll. Kesulitan dalam menulis dan dalam membuat gerak isyarat
26

Kerusakan Otak & Bahasa
• Afasia Wernicke (Wernicke's aphasia/fluent
aphasia):
Defisit dalam pemahaman bahasa yang disebabkan oleh kerusakan pada area Wernicke (dekat korteks auditoris pada lobus temporalis kiri) Pasien dapat memproduksi bahasa dengan jelas, namun pembicaraannya tak masuk akal dan seringkali disertai anomia (kesulitan mengingat nama benda)
27

Kerusakan Otak & Bahasa
• Disleksia (dyslexia):
Ketidak mampuan membaca, meski penglihatan dan inteligensi normal Lebih sering ditemui pada anak lelaki dibanding anak perempuan, dan mungkin ada pengaruh unsur genetika Lebih banyak ditemukan pada orang yang berbahasa Inggris (sebab bahasa Inggris memiliki banyak kata berejaan janggal) Orang dengan disleksia cenderung memiliki korteks kiri dan kanan yang simetris (planum temporale dan beberapa bagian lainnya kurang lebih ukurannya sebanding antara hemisfer kiri dan hemisfer kanan) Orang dengan tipe disleksia disfonetik (dysphonetic) mengalami kesulitan menyuarakan kata-kata Orang dengan tipe disleksia disidetik (dyseidetic) tak dapat mengenali kata-kata dalam bentuk utuhnya
28

7

Kerusakan Otak & Bahasa
• Perkiraan mengenai penyebab disleksia:
Sejenis gangguan ringan pada pendengaran: • Otak orang dengan disleksia menunjukkan tingkat respon di bawah normal terhadap bunyi ucapan, terutama konsonan Masalah dalam mendeteksi urutan bunyi: • Cth: menyebut “lay of wife” bila diminta untuk mengulang “way of life” Masalah dalam mengubah apa yang dilihat menjadi suara, dan begitu pula sebaliknya: • Orang dengan disleksia menunjukkan tingkat aktivasi yang rendah pada bagian otak yang bertugas menghubungkan informasi visual dengan informasi auditoris (di beberapa daerah pada lobus temporalis dan lobus parietalis kiri) Perbedaan dalam atensi: • Orang dengan disleksia tampak kurang mampu memindahkan perhatian dari satu kata ke kata berikutnya saat membaca sebuah kalimat tertulis
29

PERTANYAAN?

?
30

Atensi
• Atensi berhubungan erat dengan kesadaran:
Pada awalnya (di beberapa ratus milidetik pertama), otak kita bereaksi serupa baik terhadap stimulus yang disadari maupun stimulus yang tidak disadari Lama kelamaan, otak akan merespon lebih kuat terhadap stimulus yang disadari Otak memilih stimulus mana saja yang disadari berdasarkan intensitas stimulus, pengalaman sebelumnya dengan stimulus, usaha yang disengaja untuk memperhatikan stimulus, atau fitur lain yang ada pada stimulus

Neglect
• Spatial neglect: kecenderungan untuk mengabaikan sisi
kiri tubuh dan sekitarnya (termasuk stimulus visual, stimulus auditoris, dan sentuhan yang masuk ke sisi kiri tubuh) setelah kerusakan pada hemisfer kanan • Tingkat dan perincian dari neglect bervariasi tergantung pada lokasi kerusakan di hemisfer kanan:
Kerusakan pada korteks parietalis (terutama bagian inferior) pengabaian hampir semua yang terletak di kiri tubuh Kerusakan pada korteks temporalis (terutama bagian superior) pengabaian sisi kiri dari benda yang dilihat
32

• Lawan dari atensi adalah neglect (pengabaian)
31

8

ADHD
• ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder):
sebuah gangguan dengan gejala-gejala seperti defisit dalam atensi (mudah teralih perhatiannya / distractibility), hiperaktivitas (keresahan / fidgetiness), impulsivitas, mood yang berubah-ubah, mudah marah, sensitivitas tinggi terhadap stres, dan gangguan dalam kemampuan membuat dan mengikuti rencana
Seringkali menyebabkan masalah dalam perilaku sosial dan performa sekolah; sedangkan orang dewasa mungkin mengalami kesulitan dalam pekerjaannya dan menunjukkan perilaku antisosial

ADHD
• Faktor-faktor yan mungkin mempengaruhi ADHD:
Faktor turunan (heritabilitas) Pengaruh lingkungan (termasuk lingkungan prenatal):
• Peningkatan probabilitas ADHD pada anak-anak dari

wanita yang merokok saat hamil

Perbedaan pada volume otak (meski tampak inkonsisten dari satu individu ke individu lainnya):
• Pada rata-rata, volume otak penderita ADHD hanya 95%

• Lebih umum pada lelaki dibandingkan perempuan;

lebih umum di AS dibandingkan di negara Eropa lain • Sulit untuk diteliti dan untuk membuat diagnosis
33

dari volume otak normal, korteks prefrontalis kanan mereka lebih kecil, dan serebelum mereka lebih kecil (yang menyebabkan kesulitan mengalihkan perhatian)
34

ADHD
• Pengobatan untuk ADHD:
Obat stimulan seperti methylphenidate (cth: Ritalin) atau amphetamine mampu meningkatkan perhatian, membantu performa sekolah dan hubungan sosial, serta menurunkan impulsivitas Obat-obatan tersebut tampaknya bekerja dengan meningkatkan tersedianya neurotransmiter dopamin pada reseptor postsynaptic

PERTANYAAN?

• Terdapat pula teknik perubahan perilaku (behavioral
techniques)yang digunakan sebagai tambahan atau pengganti obat stimulan
35

?
36

9

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful