BAB I PENDAHULUAN Gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.

Survey Kesehatan Indera tahun 1993 – 1996 menunjukkan 1,5% penduduk Indonesia mengalami kebutaan disebabkan oleh katarak (52%), glaukoma (13,4%), kelainan refraksi (9,5%), gangguan retina (8,5%), kelainan kornea (8,4%) dan penyakit mata lain.1 Glaukoma adalah suatu kelompok penyakit yang ditandai adanya neuropati optic disertai kehilangan lapang pandang dimana peningkatan TIO berperan sebagai faktor resiko utama. Hampir 60 juta orang di dunia menderita glaukoma. Diperkirakan 3 juta penduduk di Amerika Serikat terkena glaukoma, dan diantara kasus-kasus tersebut sekitar 50% tidak terdiagnosis. Sekitar 6 juta orang mengalami kebutaan akibat glaukoma, termasuk 100.000 penduduk amerika, menjadikan penyakit ini sebagai penyebab utama kebutaan yang dapat di cegah di Amerika Serikat. Sedangkan di Indonesia sendiri glaukoma merupakan penyebab kebutaan no dua setelah katarak.1,2 Ras kulit hitam memiliki resiko yang lebih besar mengalami onset dini, keterlambatan diagnosis, dan penurunan pengelihatan yang berat dibanding ras kulit putih. Glaukoma sudut tertutup didapatkan pada 10-15% kasus ras kulit putih. Presentase ini diperkirakan jauh lebih tinggi pada orang asia dan inuit.2,3

Untuk itu kemenkes telah mengembangkan strategi-strategi yang dituangkan dalam Kepmenkes nomor 1473/MENKES/SK/2005 tentang Rencana Strategi Nasional Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (Renstranas PGPK) untuk mencapai Vision 2020. Salah satu strategi dalam Renstranas PGPK adalah penguatan advokasi, komunikasi dan sosialisasi pada semua sektor untuk upaya penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan. Upaya sosialisasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan penglihatan. Upaya advokasi dilaksanakan untuk mendapatkan dukungan dari semua sektor untuk upaya penanggulangan gangguan penglihatan.1 Makalah ini disusun selain untuk memenuhi tugas kepaniteraan klinik di SMF Mata RS Haji Surabaya, juga sebagai upaya untuk mensosialisasikan bahaya glaukoma pada masyarakat. Selain itu juga pembuatan makalah ini dapat menjadi sarana latihan dalam pembuatan karya ilmiah yang tentunya akan sangat bermanfaat dikemudian hari. Makalah ini dibuat untuk menguraikan salah satu penyakit penyebab kebutaan yakni glaukoma khususnya glaukoma sudut tertutup primer.

humor akueus. dan vitreus.3 Fisiologi humor aquous Meskipun diketahui banyak faktor resiko selain TIO yang juga berperan pada proses terjadinya glaukoma seperti faktor genetik.5 mm. retina. ras. penyakitpenyakit local maupun sistemik penaktalaksanaan glaukoma saat ini masih di titik beratkan pada regulasi TIO dan pengobatan penyakit-penyakit pencetus nya sebagai faktor yang dapat di modifikasi. gender. uvea.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Anatomi bola mata Bola mata orang dewasa hampir mendekati bulat.3 . kornea. dengan diameter anteroposterior sekitar 24. Bola mata terdiri dari konjungtiva. umur. lensa. kapsula tenon.2. sklera dan episklera.

melalui pupil akan masuk ke kamera anterior dan kemudian ke perifer menuju sudut kamera anterior. Tekanan osmotik sedikit lebih tinggi dari plasma. diproduksi di korpus siliaris. piruvat dan laktat lebih tinggi dan protein.2 Humor aquous adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata.2 . urea. dengan kecepatan pembentukan sekitar 1.Peningkatan TIO umumnya disebabkan oleh hambatan aliran keluar humor aquous sehingga untuk dapat memahami mekanisme terjadinya peningkatan TIO sebagai faktor resiko utama pada glaukoma serta prinsip penatalaksanaan nya penting untuk mengerti akan mekanisme terbentuknya dan keluarnya humor aquous. kecuali kandungan konsentrasi askorbat.5-2 uL/menit. dan glukosa lebih rendah hal ini penting untuk membuat mata tetap jernih. Setelah memasuki kamera posterior. Volumenya sekitar 250 uL. Komposisi mirip plasma.

2. 3.Humor aquous di bentuk pada proceccus ciliaris pada segmen posterior bola mata. namun dikatakan bahwa enzim carbonic anhydrase terlibat dalam proses nya. Mekanisme pasti active secretion masih belum benar-benar diketahui. Ultra filtration adalah transport yang bergantung pada perbedaan gradient tekanan. perbedaan gradient tekanan hidrostatik pada kapiler proceccus . Active secretion Ultra filtration Simple diffusion Active secretion membutuhkan energi untuk memindahkan zat-zat melalui gradient konsentrasi dan tekanan. humor aquous dibentuk melalui 3 cara yaitu: 1.

2. sebaliknya tekanan osmotic mencegah terjadinya perpindahan cairan. Trabecular meshwork berfungsi sebagai katub satu arah yang memungkin kan humor aquous untuk keluar dan pada saat yang sama menahan aliran balik dari arah sebaliknya. Trabecular meshwork sebenarnya terbentuk dari 3 bagian uveal meshwork.ciliaris dan TIO menyebabkan cairan bergerak dari processus ciliaris menuju mata. system vena. corneascleral meshwork dan juxtacanalicular meshwork yang berdekatan dengan kanalis schelm. Mekanisme ini bertanggung jawab atas 85% dari aluran keluar humor aquous.4 Jalinan/jala trabekular terdiri dari berkas-berkas jaringan kolagen dan elastik yang dibungkus oleh sel-sel trabekular yang membentuk suatu saringan dengan ukuran pori-pori semakin mengecil sewaktu mendekati kanalis Schlemm. Sedangkan mekanisme yang terakhir adalah difusi sederhana dimana terjadi perpindahan zat-zat mengikuti gradient konsentrasinya.2 1. Kontraksi otot siliaris melalui insersinya kedalam jalinan . Pressure dependent outflow ( trabecular outflow) Sebagian besar humor aquous keluar dari mata melalui trabecular meshwork. Humor aquous mengalir melalui sel endotel yang melapisi dinding kanalis schelm. kanalis schelm.2 Aliran keluar humor aquous terjadi melalui 2 cara yaitu pressure-dependent outflow dan pressure-independent outflow.

Ada beberapa mekanisme. bukan dari sistem pengumpul vena.4 2.2. Resistensi utama terhadap aliran Humor aquous dari kamera anterior adalah lapisan endothel saluran Schlemm dan bagian-bagian jalinan trabekular di dekatnya. salah satu yang paling dominan adalah keluarnya aquous dari bilik mata depan kedalam musculus ciliaris lalu masuk ke celah supraciliar dan suprachoroidal. Saluran eferen dari kanalis Schlemm (sekitar 30 sluran pengumpul dan 12 vena akueus) menyalurkan cairan ke dalam sistem vena. Pressure independent outflow (uveoscleral outflow) Uveoscleral outflow adalah semua mekanisme keluarnya humor aquous yang tidak termasuk dalam trabecular out flow. Uveoscleral . Beberapa peneliti percaya bahwa mekanisme uveoscleral outflow dipengaruhi oleh usia. Sejumlah kecil Humor aquous keluar dari mata antara berkas otot siliaris dan lewat sela-sela sclera (aliran uveosklera).trabekula memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase humor juga meningkat. Tetapi tekanan di jaringan vena episklera menentukan besar minimum tekanan intraokuler yang dicapai oleh terapi medis. Aliran humor aquous ke dalam kanalis Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transeluler siklik di lapisan endothel. cairan kemudian keluar dari mata melalui sclera atau bersama dengan syaraf dan pembuluh darah yang menembusnya.

bagian depan badan siliaris. Sudut ini dibentuk oleh pangkal iris.outflow bertanggung jawab atas 15% dari total drainase humor aquous. CBB SL. dan memiliki peranan yang besar dalam menentukan patomekanisme tipe glaukoma yang berbeda-beda. SS. CBB : ciliary body band.3.5 Grade IV III II I 0 Lebar sudut 35-45 20-35 20 10 0 Konfigurasi Terbuka lebar Terbuka Sempit (moderate) Sangat sempit Tertutup Kesempatan untuk menutup Nihil Nihil Mungkin Tinggi Tertutup Struktur pada Gonioskopi SL. Uveoscleral outflow dapat di tingkatkan dengan obat-obatan cycloplegia. TM : trabecular meshwork. SS SL.5 .4 Seperti yang telah di jelaskan di atas trabecular outflow merupakan jalur keluar humor aquous paling besar. Struktur sudut ini dapat dilihat dengan pemeriksaan gonioskopi. oleh karena itu sudut kamera okuli anterior memiliki peran penting dalam drainase humor aquous. Hasilnya dibuat dalam bentuk grading.2. TM.2. dan salah satu sistem yang sering digunakan adalah sisten grading Shaffer. SS : scleral spur. TM Hanya SL tidak tampak struktur SL : Schwalbe’s line. adrenergic. jalinan trabekular dan garis Schwalbe (bagian ujung membrane descement kornea yang prominen). taji skleral. Lebar sudut ini berbeda pada setiap orang. prostaglandin analog serta tindakan pembedahan. TM.

seperti hal nya pada glaukoma normotensi dimana TIO berkisar pada range normal akan tetapi terdapat neuropati optik dan penurunan lapang pandang.3 .2. Hal ini diperkirakan akibat dari rentannya syaraf optik pada beberapa orang.4 Rentang normal TIO pada populasi umumnya 10-22 mmHg.3.Glaukoma Glaukoma adalah sekumpulan penyakit dengan karakteristik neuropati saraf optik yang ditandai dengan defek lapangan pandang dimana peningkatan tekanan intra okular hanya merupakan salah satu faktor resiko terjadinya glaukoma. Namun hal ini tidak berarti bahawa seseorang dengan TIO normal tidak memiliki glaukoma. Tekanan intraokuler umumnya ditentukan oleh kecepatan pembentukan humor aquos dan tahanan terhadap aliran keluarnya dari mata. TIO di atas rentang ini dapat dikatakan tinggi.

6 1) Glaukoma Primer a.4. Pembagian ini akan sangat membantu dalam proses pemilihan terapi yang tepat pada setiap jenis glaukoma.Klasifikasi Sampai saat ini istilah primer dan sekunder masih sangat membantu dan terus di pakai dalam mendefinisikan glaukoma. perdefinisi glaukoma primer adalah glaukoma yang tidak disebabkan oleh kelainan mata local atau kelainan sistemik sedangkan pada glaukoma sekunder terdapat kelainan pada mata atau kelainan sistemik yang menyebabkan berkurangnya aliran keluar humor aquous. Selain itu secara anatomis glaukoma juga dibedakan menjadi sudut tertutup maupun sudut terbuka.2. dan dikatakan sudut sempit jika sebaliknya. Dikatakan glaukoma sudut terbuka bila tidak terdapat hambatan aliran humor aquous mulai bilik mata poserior sampai trabecular meshworks. Glaukoma Sudut tertutup (closed-angle glaukoma)     Akut Subakut Kronik Iris Plateau 2) Glaukoma Kongenital 3) Glaukoma Sekunder . Glaukoma Sudut terbuka (open-angle glaukoma) b.

5 juta penduduk. Glaukoma sudut tertutup primer adalah jenis glaukoma yang paling sering menyebabkan kebutaan bilateral. Glaukoma sudut tertutup primer Primary angle closure glaukoma/glaukoma sudut tertutup primer adalah bentuk tersering glaukoma sudut tertutup. Di China PACG bertanggung jawab atas 91% kebutaan bilateral dan mengenai 1.4) Glaukoma Absolut Pada makalah ini hanya akan dijelaskan tentang Glaukoma Sudut Tertutup. Primary angle closure glaukoma (PACG) mengenai 1 dari 1000 orang yang berusia lebih dari 40 tahun dan lebih sering terjadi pada perempuan dari pada laki-laki. penyakit ini murni disebabkan oleh kelainan anatomis tanpa ada penyakit lain yang mendasari seperti.2 .

2. Keadaan ini menyebabkan terdesaknya pangkal iris kedepan dan menyebabkan menyempitnya sudut bilik mata depan. dimana pada keadaan ini lensa menjadi mudah bergerak dan cenderung untuk jatuh ke depan terutama pada posisi Mekanisme yang mendorong iris kedepan dari belakang Mekanisme yang menarik iris kedepan . menyebabkan iris perifer tertekuk ke depan sehingga menutupi trabecular meshwork.2.3. Blok pupil total terjadi ketika terjadi 360o sinekia posterior antara iris dan lensa. Blok pupil terjadi akibat terhambatnya aliran aquous dari bilik mata posterior ke anterior. iris perifer menggembung dan menutupi trabecular meshwork. Patofisiologi Blok pupil merupakan penyebab yang paling sering dari PACG.Sudut tertutup sendiri di definisikan sebagai menempelnya iris perifer ke trabecular meshwork atau kornea posterior sehingga aliran keluar humor aquous melalui sudut bilik mata depan terhalang. Keadaan ini disebabkan oleh letak badan ciliar yang lebih anterior dari pada normal.7 Meskipun merupakan keadaan yang relatif jarang iris plateau juga merupakan salah satu penyebab PACG. Secara teoritis terdapat 2 konsep yang dapat menyebabkan sudut tertutup yaitu: 2 1.7 Mekanisme yang terakhir adalah blok lensa.3. Saat pupil berdilatasi (midriasis). 2.

Sub-acute Primary Angle Closure : suatu kondisi yang ditandai dengan episode serangan mata kabur.pronasi.6 Klasifikasi 1. halo. Keadaan ini selanjutnya menimbulkan terjadinya sinekia posterior dan iris bombans yang kemudian menimbulkan glaukoma.2. dan nyeri yang relatif ringan dikarenakan peningkatan TIO.7. Chronic Primary Angle Closure : suatu glaukoma sudut tertutup primer yang biasanya asimptomatik dikarenakan penutupan sudut bilik mata depan secara bertahap sehingga menyebabkan penigkatan TIO secara perlahan. 3. 2. Acute Primary Angle Closure : keadaan ini terjadi akibat peningkatan TIO secara cepat dan tiba-tiba akibat oklusi trabecular meshwork oleh iris. Gejala objektif : ∗ Palpebra : Bengkak .

lonjong. warnanya kehijauan. kadang-kadang didapatkan midriasis yang total.∗ Konjungtiva bulbi : Hiperemia kongestif. berwarna kelabu. injeksi konjungtiva. miring agak vertikal. insensitif karena tekanan pada saraf kornea Bilik mata depan : Dangkal Iris : gambaran coklat bergaris tak nyata karena edema. refleks cahaya lamban atau tidak ada samasekali¹ Gejala Subjektif : ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ Nyeri hebat Kemerahan ( injeksi siliaris ) Pengelihatan kabur Melihat halo Mual – muntah Pemeriksaan Glaukoma :  Funduskopi : Papil saraf optik menunjukkan penggaungan dan atrofi . Pupil : Melebar. injeksi episklera ∗ ∗ ∗ ∗ Kornea : keruh. kemosis dengan injeksi silier.

tes bersujud ( prone test ) Penatalaksanan glaukoma sudut tertutup 1. maka aliran menjadi terganggu. sinekhia anterior posterior ). tes midriasis. seperti penyekatbeta dan apraclonidine. 3. Kemudian diteteskan pilokarpin 2 % satu setengah jam setelah terapi dimulai. Acute Primary Angle Closure Glaukoma sudut tertutup akut adalah suatu kedaruratan oftalmologik. sudutnya sempit. Asetazoamid intravena dan oral bersama obat topikal. dan. Terapi pada awalnya ditujukan untuk menurunkan tekanan intarokular. sudut bilik mata depan tertutup. tes membaca. sedang pada saat TIO normal. jika perlu obat hiperosmotik-biasanya akan menurunkan tekanan intraokular.8 . yaitu saat iskemia iris berkurang dan tekanan intraokular menurun sehingga memungkinkan sfingter pupil berespon terhadap obat. Tetapi bila sudah ada perlengketan antara iris dan trabekula ( goniosinekhia.  Gonioskopi : Pada saat TIO tinggi.  Tes yang dilakukan : Tes kamar gelap.  Tes Provokasi : Dilakukan pada keadaan yang meragukan. Tonometri : TIO lebih tinggi daripada stadium nonkongestif  Tonografi : Menunjukkan outflow yang baik.

Jadi. 3.8 3.3. Sub-acute Primary Angle Closure Pada glaukoma primer sudut tertutup sub-acute pilihan terapi dilakukan dengan tindakan iridotomi perifer dengan Laser. tekanan intraokuler kemudian dikontrol secara medis. sering kali diperlukan tindakan drainase secara bedah. Chronic Primary Angle Closure Pada glaukoma primer sudut tertutup kronis tindakan terapi dengan iridotomi dengan laser harus selalu dilakukan sebagai langkah pertama penanganan pasien-pasien ini.Steroid topikal dapat juga digunakan untuk menurunkan peradangan intraokular sekunder. Epinefrin dan .8 2. Setelah tekanan intraokuler dapat dikontrol. Iridoktomi perifer secara bedah merupakan terapi konvesional bila terapi laser tidak berhasil. tetapi ALPI (Argon Laser Perifer Iridoplasti) dapat dilakukan dan merupakan terapi pilihan kedua. harus dilakukan iridotomi perifer untuk membentuk hubungan permanen antar bilik mata depan dan belakang sehingga kekambuhan iris bombe’ dapat dicegah. Ini paling sering dilakukan dengan laser YAG. tetapi luasnya sinekia anterior perifer dan lambatnya aliran keluar humor aquous melalui anyaman trabekular yang tersisa menyebabkan pengontrolan tekanan sangat sulit dilakukan.3.8 Apabila terapi dengan pemberian obat maka tidak berespon maka dapat dilakukan tindakan pembedahan. apabila mungkin.

1 %. Supresi pembentukan aquoeus humor Penyekat adregenik-beta dapat digunakan tersendiri atau dikombinasikan dengan obat lain.3 Aproclonidine larutan 0.5 %. betoxol 0. metilpranolol 0. levubunolol 0. Brimonidine larutan 0. kecuali bila sebelumnya telah dilakukan iridotomi atau iredektomi perifer.3.5 %. 0.5 %.25 % 0.miotik kuat tidak boleh dipakai. sebab obat-obat tersebut memperparah penutupan sudut. Obat ini dapat digunakan .5 % sekali setiap pagi adalah preparat yang tersedia saat ini. Kontraindikasi pemakaian obatobat ini adalah penyakit obstruksi jalan napas kronik terutama asma dan defek hantaran jantung.25 % dan 0.25 % dan 0.3 % serta carteolol 1 % dua kali sehari dan gel timolol meleate 0.5 % tiga kali sehari dan 1 % sebelum dan sesudah terapi laser adalah suatu agonis adrenergik-a2 yang menurunkan pembentukan aquoeus humor tanpa menimbulkan efek pada aliran keluar.25 % dan 0.8 akan Terapi pada peningkatan tekanan intraokuler Terapi medis a.2 % dua kali sehari adalah suatu agonis adrenergik-a yang terutama menghambat pembentukan aquoeus humor dan juga meningkatkan pengaliran aquoeus keluar. Lautan timolol maleat 0.

3 Darzolamide hydrochlorida larutan 2% dan brinzolamide 1% . Dorzolamide juga tersedia bersama timolol dalam larutan yang sama.15% dua kali sehari meningkatkan aliran keluar aquoeus melalui uveosklera. dua atau tiga kali sehari adalah penghambat anhidrasi karbonat topikal yang terutama efektif bila diberikan sebagai tambahan walaupu tidak sefektif anhidrase sistemik.003%. reaksi alergi sering ditemukan. latanoprost 0.005% dan travoprost 0. Efek samping utama adalah rasa pahit sementara dan blefarokonjungtivitis alergi. Fasilitasi aliran keluar humor aquous Analog prostalglandin larutan bimotroprost 0.3 Penghambat anhidarse karbonat sistemik yang paling banayak digunakan acetazolamide.3 b.3 .004% masing masing sejkali setiap malam. tetapi terdapat alternatif yaitu dichlorphenamide dan methzolamide digunakan glaukoma kronik bila terapi topikal kurang memuaskan serta pada glaukamo akut dengan tekanan intraokuler yang tinggi dan perlu segera dikontrol.sebagai lini pertama atau sebagai tambaahn tetapi. dan larutan unoprostone 0. Analog prostalglandin merupakan obat-obat lini pertama atau tambahan yang efektif.

tetapi harus hati-hati pada pengidap diabetes. Glycerin (glycerol) oral.Epinefrine. Penurunan volume vitreus Obat-obat hiperosmotik mengubah darah menjadi hipertonik sehingga air tertarik keluar vitreus dan menyebabkan penciutan vitreus. Baik Epinefrine. 3 d. 0. 1 mL/kgBB dalam suatu larutan 50% dingin dicampur jus lemon. Dilatasi pupil penting dalam pengobatan penutupan sudut akibat iris bombe karena sinekia posterior. Dipivefrin adalah suatu prodrug epinefrinya yang dimetaboliame secara intraoluar menjadi bentuk aktifnya. dan Dipivefrin tidak boleh digunakan untuk sudut mata sempit karna kedua obat tersebut menimbulkan efek simpang pada hasil bedah drainase glaukoma sesudahnya. 3 c. midriatik & sikloplegik Konstriksi pupul sanagat penting dalam penatalaksanaan glaukoma sudut tertutup akut primer dan pendesakan sudut pada iris palteau. Selain itu juga terjadi penurunan produksi aquoeus humor. meningkatkan aliran keluar aquoeus humor dan sedikit bnayak desertai penurunan pembentukan aquoeus humor. Miotik. .adalah obat yang paling seing digunakan.25-2% diteteskan sekali atau dua kali sehari.

Apabila penutupan sudut disebabkan oleh pergeseran lensa ke anterior digunakan sikloplegik untuk merelakasikan otot siliars sehingga apartus zonular menjadi kencang dalm upaya menarik lensa kebelakang. tetapi ini mencerminkan sulitnya kasus yang ditangani. Tindakan bedah iridektomi perifer dilakuakn bila iridotomi laser YAG tidak efektif. 3 B. Iridotomi paling baik dilakukakan dengan laser YAG:neodymium walaupun laser argon mungkin diperlukan pada iris berwarna gelap. Terdapat resiko terjadinya sinekia anterior perifer sebesar 30 % dan peningkatan tekanan intraokuler secara kronis.3. menarik sudut bilik mata depan sehingga terbuka. Trabekuloplasti Laser . suatu cincin laser yang membakar iris perifer menyebabkan kontraksi stroma iris dan secara mekanis. Iridoplasti.8 Pada beberapa kasus penutupan sudut yang tekanan intarokulernya tidak mungkin dikendalikan deangan obat atau tidak dapat dilakukan iridotomi laser YAG dapat dilakukan ALPI.2 Terapi Bedah & Laser A. iridektomi & iridotomi perifer Blokade pupil pada pada glaukom atetutup paling baik diatasi dengan membentuk saluran langsung antara bilik mata depan dan belakang sehingga tidak ada perbedaan tekanan antara keduannya. Iridotomi laser YAG menjadi suatu tindakan pencegahan bila dikerjakan pada sudut sempit sebelum serangan penutupan sudut.

3 seluler yang meningkatkan fungsi anyaman . Tindakan siklodestruktif Kegagalan terapi medis dan bedah pda glaukoma lanjut dapat menjadi alasan untuk mempertimbangka tindakan destruksi corpus ciliare dengan laser atau pembedahan untuk mengontrol tekanan intraokular. ata laser dioda dapat digunakan untuk menghancurkan corpus ciliare. Terapi biasanya diberikan dari luar sklera. Krioterapi. 3 C. Bedah drainase glaukoma Trabekulotomi adalah prosedur yang paling sering digunakan untuk memintas saluran-saluran drainase normal sehingga terbentuk akses langsung humor aquous dari bilik mata depan ke jaringan subkonjungtiva dan orbita. tetapi telah tersedia sistem aplikasi laser endoskopi.3 D.Penggunaan laser untuk menimbulkan bakaran melalui suatu lensa-gonio ke anyaman trabekular akan memudahkan aliran keluar aquoes humor. ini terjadi karena efek yang dihasilkan pada anyaman trabekular dan kanal Schlemm. atau adanya proses-proses trabekular. terapi laser YAG:neodymium thermal mode. diatermi.

MPH and Congdon G Nathan. Jakarta: Penerbit Erlangga. V. Brown L.Etiologi Diagnosis and Management. Innovations in the Glaucomas . Lippincott Williams & Wilkins.D.D. M. Friedman S David. Quigley A Harry.id/index. Whitcher P Jhon. Liebmann. 4. Gangguan Pengelihatan Masih Menjadi Masalah Kesehatan. A Construct For Understanding Angle Closure Glaucoma. Eva R Paul.AC. inc:2003. Glaucoma.S.AC. 7. America: American Academy of Ophthalmology. 2005-2006. Possible Mechanisms Of Primary Angle-Closure and Malignant Glaucoma Jurnal of Glaucoma. 8. MD. Lunzt Maurice M. and Tello Celso. Ritch Robert MD. ed ke 17. MD.php/berita/press-release/845gangguan-penglihatan-masih-menjadi-masalah-kesehatan. Byod F Benjamin M. MD. Available from URL: http://www. 2006.Bab IV TINJAUAN PUSTAKA 1. Ofthalmology Clinics Of North America.English Edition. 2002-2003. F. 2. 2006.D. Thomas. MPH. Accessed Juni 11. Volume 8. 2005. Highlights Of Ophthalmology. Chew Chris.2008. F. MD. New York: McGraw-Hill. Steven. Gregory. 2013. Bron Anthony. . James Bruce. Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum. Liesegang J.S.. Skuta L.html. 5.depkes.go. America: American Academy of Ophthalmology. Gonioscopy in the Management of Glaucoma. Lecture Notes Oftalmologi. Louis. 3. Boyd Samuel L. MD. 6. Cantor B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful