DAFTAR ISI Diabetes Melitus…………………………………………………………… 1 Hemorrhoid………………………………………………………………… 3 Anemia Defisiensi Besi……………………………………………………. 5 Disentri Basiler……………………………………………………………… 6 Dengue Syok Sindrom…………………………………………………….. 12 Tetanus……….

……………………………………………………………… 14 Faringitis……….…………………………………………………………….. 25 Infeksi Saluran Kemih……….……………………………………………… 29 Urtikaria……….…………………………………………………………….. 33 Syok Anafilaktik……….…………………………………………………… 38 Typus Abdominalis……….………………………………………………… 41 Dengue Hemorrhagic Fever……….………………………………………… 46 Steven Johnson’ Syndrome……….………………………………………… 50 Anemia Pernisiosa……….………………………………………………… 53 Batuk Rejan……….………………………………………………………… 55 Glaukoma……….………………………………………………………….. 57 Otitis Media Akut……….………………………………………………… 60 Sinusitis……….…………………………………………………………….. 63 Preeklampsia……….………………………………………………………… 66 Shigellosis……….…………………………………………………………… 69 Asma……….…………………………………………………………………. 71 Ekzema……….……………………………………………………………….. 72 Skizofrenia……….…………………………………………………………….. 75 Epilepsi……….………………………………………………………………. 79 Fluor Albus……….……………………………………………………………. 83 Uretritis Gonorrhea……….………………………………………………… 88 Shigellosis/Disentri Basiler……….…………………………………………… 93 Pulpitis……….……………………………………………………………….. 95 Combustio……….……………………………………………………………. 96 TBC……….………………………………………………………………….. 99 Konjungtivitis……….………………………………………………………… 101 Stomatitis……….…………………………………………………………….. 101 Hipertensi……….…………………………………………………………….. 103 Migrain……….………………………………………………………………. 112 Vertigo……….………………………………………………………………. 115

0

1. DIABETES MELITUS A. Definisi Menurut American Diabetes Association 2005, diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. B. Gejala Klinis 1. Keluhan klasik DM: poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebelumnya 2. Keluhan lain: lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria dan pruritus vulva pada wanita Algoritma diagnosis DM

C. Pengobatan dan Resep Diabetes melitus secara umum diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: 1. DM tipe 1 DM tipe 1 merupakan DM yang terjadi karena sel beta pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sehingga terapi pada DM tipe 1 ini adalah pemberian insulin. Contoh resep: R/ Insulin regular inj 100 IU Cum spuit cc 1 No. I

1

∫ imm

Pro: Ny. B (50 th) 2. DM tipe 2 DM tipe 2 merupakan DM yang terjadi karena adanya resistensi insulin pada tubuh. DM tipe 2 diterapi dengan obat hipoglikemik oral sebagai berikut: a. Pemicu sekresi insulin (insulin sekretagok): sulfonilurea dan glinid b. Penambah sensitivitas insulin: metformin, tazolidindion c. Penghambat glukoneogenesis: metformin d. Penghambat absorbsi glukosa: penghambat glukosidase alfa Contoh resep: R/ Glibenklamid tab mg 5 No. VII ∫ 1 dd tab I mane ½ h a.c

Pro: Ny. B (50 th)

R/ Metformin tab mg 500 No. XXI ∫ 3 dd tab I

Pro: Ny. A (50 th) D. Keterangan Obat 1. Insulin Insulin merupakan terapi utama pada DM tipe 1 karena ketiadaan insulin pada penyakit ini. Insulin ini dibuat secara semisintetis (dari insulin babi) dan biosintetis (dari rekombinan DNA). Insulin tidak dapat digunakan per oral karena terurai oleh pepsin lambung sehingga selalu diberikan sebagai injeksi subkutan setengah jam sebelum makan. Insulin berfungsi untuk memasukkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh agar dapat digunakan sebagai energi. Berdasarkan lama kerjanya, terdapat insulin kerja singkat (sebagai contoh actrapid, humulin regular), long acting (contohnya insulin isofan, humulin zinc), dan medium acting (contohnya mixtard 30 human).Dosis insulin sangat individual, begitupula lama kerja yang tergantung dari diet dan gaya hidup pasien. 2. Glibenklamid Golongan sulfonilurea
2

Gejala lain yang mengikuti : . . tiabet Dosis: dosis awal 2. 850 mg Nama paten: gliformin. bila perlu dinakikkan setiap minggu sampai maksimal 20 mg/hari - Mekanisme kerja: merangsang sekresi insulin dari granul sel beta pankreas. glikos. Terapi efektif diberikan 30 menit sebelum makan. . dimaksudkan untuk mencegah hipoglikemia dan mempercepat absorbsi - Resorbsinya di usus dan diekskresi lewat urine dan feses Efek samping: gangguan saluran cerna dan alergi kulit 3. diare. C. muntah.5-5 mg.Anemia yang mungkin menyertai perdarahan kronis yang terjadi. Gejala Klinis Gejala utama berupa : .HEMOROID A.Iritasi kronis sekitar anus. glyamid.Prolaps yang berasal dari tonjolan hemoroid sesuai gradasinya.Nyeri sebagai akibat permukaan hemoroid mengalami gesekan atau adanya trombus. Efektif diminum pada waktu makan untuk mengurangi efek sampingnya yaitu mual. dosis maksimal 2. dan rasa tidak nyaman di perut Absorbsi di usus dan ekskresi melalui ginjal 2. maintanance 3x500 mg. glucofor Dosis: dosis awal 2x500 mg. Pengobatan dan Resep 3 . . Metformin Golongan biguanid Sediaan: 500 mg. Definisi Hemoroid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis B.5-3 g/hari Mekanisme kerja: menurunkan produksi glukosa di hepar dan meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan.- Sediaan: 5 mg Nama paten: glukonic.Perdarahan melalui anus sehingga feses dapat mengandung darah.

Dosis: sebelum tidur 1-2 tablet 5 mg. sedangkan efek pemberian suppositoria muncul ¼-1 jam setelah pemberian. XII ∫ 3 dd tab I Pro: Ny. Dulcolax .Sediaan : 5 mg/tab 10 mg/supp dewasa. nyeri.Kandungan: bisakodil .Efek pemberian oral muncul 6-12 jam setelah pemberian.Efek samping: rasa tidak enak di perut.s R/ Anusol supp mg 500 No. Mencegah serangan hemoroid Contoh: radium Contoh resep: R/ Dulcolax tab No. diare . Keterangan Obat 1. suppositoria 10 mg pada pagi hari. kram. sakit perut.Prinsip pengobatan hemoroid adalah: 1.Kontraindikasi: operasi abdomen akut . B (50 th) D.Mekanisme kerja: merangsang gerakan peristaltik usus besar dan meningkatkan akumulasi air dan elektrolit di dalam lumen usus besar . luka) Contoh: anusol 3. microlax 2.Indikasi: sembelit/konstipasi .VI ∫ 1 dd tab II h. VI ∫ uc R/ Daflon tab mg 500 No. 5 mg/supp anak-anak . Memperbaiki defekasi Contoh: dulcolax. 4 . . Pengobatan simtomatis (gatal. Menghentikan perdarahan Contoh: daflon 4.

pengecatan besi sumsum tulang negatif. mata berkunang-kunang. atrofi papil lidah. Gejala Klinis . Kelainan ini ditandai dengan anemia hipokromik mikrositik. Definisi Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh (depleted iron store). atau menoragia 2. cepat lelah. Anusol .Kandungan: micronized purified flavonoid fraction 500 mg (diosmin 90% dan hesperidin 10%) .Dosis: suppositoria 1 kali pada pagi dan malam hari setiap kali sehabis BAB.Gejala khas akibat defisiesi besi: koilonikia (kuku sendok). disfagia. akut 3-4 tab . lesu. feritin serum menurun. telinga mendenging .Dosis: kronik 2x1 tab pagi dan malam hari saat makan.Besi per oral 5 .2. Pengobatan dan Resep Pengobatan pada anemia defisiensi besi sebagai berikut: 1.ANEMIA DEFISIENSI BESI A.Indikasi: hemoroid kronik.Gejala umum anemia: Badan lemah. sebagai contoh pengobatan cacing tambang. maksimal 6 kali/hari .Mekanisme: meningkatkan resistensi dan tonus pembuluh darah vena 3. serangan hemoroid akut . hemoroid. stomatitis angularis. Pemberian preparat besi . TIBC meningkat. saturasi transferin menurun. B. atrofi mukosa gaster C.Indikasi: meringankan ketidaknyamanan pada hemoroid . dan adanya respons terhadap pengobatan dengan preparat besi. besi serum menurun.Mekanisme: meredakan gejala 3. Terapi kausal Terapi kausal tergantung penyebabnya. sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang. Daflon .

Dosis oral 2 dd 325 mg atau 1 dd tablet retard 525 mg sesudah makan pagi.Diet: sebaiknya diberikan makanan bergizi dengan tinggi protein terutama berasal dari protein hewani .Preparat yang tersedia seperti sulfas ferosus.Fungsi vitamin C pada pengobatan anemia defisiensi besi adalah untuk meningkatkan absrobsi besi 4. Keterangan Obat 1. Pengobatan lain . yang berarti radang usus yang menimbulkan gejala meluas dengan gejala buang air 6 . Contoh resep: R/ Sulfas ferosus tab mg 200 No. DISENTRI BASILER A. Sulfas ferosus Sulfas ferosus bersifat sangat merangsang karena reaksi asamnya dan lebih sering menimbulkan mual dan muntah. Vitamin C . 2. Definisi Disentri berasal dari bahasa Yunani. iron sorbitol citric acid complex. Preparat besi oral sebaiknya diberikan saat lambung kosong. XXI ∫ 3 dd tab I R/ Vitamin C tab mg 100 No. XXI ∫ 3 dd tab I Pro: Ny. yaitu dys (gangguan) dan enteron (usus).Besi parenteral Preparat yang tersedia iron dextran complex.Vitamin C: vitamin C diberikan 3x100 mg per hari untuk meningkatkan absorbsi besi. tablet 100 mg .Sediaan: tablet 50 mg. B (50 th) D. Dapat diberikan secara intramuskular atau intravena 3. Dosisnya adalah 3x200 mg. Pengobatan diberikan sampai 6 bulan setelah kadar hemoglobin normal untuk mengisi cadangan besi tubuh .

Gejalanya timbul mendadak dan berat. dysentriae. terasa melilit diikuti pengeluaran tinja sehingga mengakibatkan perut menjadi cekung. Selanjutnya diare berkurang tetapi tinja masih mengandung darah dan lendir. Pada kasus yang sedang keluhan dan gejalanya bervariasi. Muka menjadi berwarna kebiruan. Berbeda dengan kasus yang menahun. muntah-muntah. buang air besar dengan tinja bercampur lender (mucus) dan nyeri saat buang air besar (tenesmus). mungkin dapat mengandung sedikit darah/lendir. Bentuk klinis dapat bermacam-macam dari yang ringan. dan nafsu makan menurun. 7 . berak-berak seperti air dengan lendir dan darah. yakni: 1) sakit di perut yang sering disertai dengan tenesmus. Disentri merupakan suatu infeksi yang menimbulkan luka yang menyebabkan tukak terbatas di colon yang ditandai dengan gejala khas yang disebut sebagai sindroma disentri. renjatan septik dan dapat meninggal bila tidak cepat ditolong. turgor kulit berkurang karena dehidrasi. dan 3) tinja mengandung darah dan lendir. Angka kematian bergantung pada keadaan dan tindakan pengobatan. cepat terjadi dehidrasi. Bentuk yang berat (fulminating cases) biasanya disebabkan oleh S. Sedangkan pada kasus yang ringan. tenesmus. ekstremitas dingin dan viskositas darah meningkat (hemokonsentrasi). Kadang-kadang gejalanya tidak khas. Sakit perut terutama di bagian sebelah kiri. Perkembangan penyakit ini selanjutnya dapat membaik secara perlahan-lahan tetapi memerlukan waktu penyembuhan yang lama. terdapat serangan seperti kasus akut secara menahun.besar dengan tinja berdarah. diare disertai demam yang mencapai 400C. Lama gejala rerata 7 hari sampai 4 minggu. suhu badan subnormal. sedang sampai yang berat. Kejadian ini jarang sekali bila mendapat pengobatan yang baik. 2) berak-berak. berjangkitnya cepat. diare encer dengan volume sedikit. keluhan/gejala tersebut di atas lebih ringan. Akibatnya timbul rasa haus. kulit kering dan dingin. Kematian biasanya terjadi karena gangguan sirkulasi perifer. tinja biasanya lebih berbentuk. Gejala Klinis Masa tunas berkisar antara 7 jam sampai 7 hari. dapat berupa seperti gejala kolera atau keracunan makanan. anuria dan koma uremik. Disentri merupakan peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Pada fase awal pasien mengeluh nyeri perut bawah. Angka ini bertambah pada keadaan malnutrisi dan keadaan darurat misalnya kelaparan. B.

cairan dapat diberikan melalui minuman atau pemberian air kaldu atau oralit.C. 250mg/ml sirup d. dehidrasi akan terjadi dan berat badan penderita turun. Nama paten Amcilin. Jika frekuensi buang air besar terlalu sering. Bila penderita berangsur sembuh. Pengobatan spesifik Antibiotik. Akan tetapi jika penderita tidak muntah. susu tanpa gula mulai dapat diberikan. Mekanisme Obat 1. Bentuk sediaan obat Serbuk injeksi im. Ampisilin a.5/ 1g/ vial . Keputusan disesuaikan dengan ringan beratnya gejala disentri  ampisilin 4 x 500 mg/hari  kotrimoksazol 2 x tab 2/hari  tetrasiklin 4 x 500 mg/hari penggunaan antibiotic golongan kuinolon dan sefalosporin generasi 3 pada pasien resisten dan gejala klinik berat D. mencegah atau memperbaiki dehidrasi dan pada kasus yang berat diberikan antibiotika. sirup kering 125mg/5ml b. iv 0. Mekanisme kerja 8 . Diet Diberikan makanan lunak sampai frekuensi berak kurang dari 5 kali/hari. 125mg/5ml sirup. Dosis 500mg/tab. vicilin c. kemudian diberikan makanan ringan biasa bila ada kemajuan. Dalam keadaan ini perlu diberikan cairan melalui infus untuk menggantikan cairan yang hilang. Cairan dan elektrolit Dehidrasi ringan sampai sedang dapat dikoreksi dengan cairan rehidrasi oral. Pengobatan Prinsip dalam melakukan tindakan pengobatan adalah istirahat.

e. Biotransformasi dan Ekskresi Biotransformasi berdasarkan ampisilin enzim umumnya dilakukan dan oleh mikroba Proses pengaruh penisilinase amidase. Adanya makanan dalam saluran cerna akan menghambat absorpsi obat.- Jumlah ampicilin yang diabsorbsi pada pemberian oral dipengaruhi besarnya dosis dan ada tidaknya makanan dalam saluran cerna. Masa paruh eliminasi ampisilin dalam darah menjadi 2-3 kali lebih lama. pemberian ampisilin menghasilkan kadar dalam darah yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama dalam darah. atau pneumonia. Adanya makanan dalam saluran cerna akan menghambat absorpsi obat. Metabolisme Absorpsi Jumlah ampisilin yang diabsorpsi pada pemberian oral dipengaruhi besarnya dosis dan ada tidaknya makanan dalam saluran cerna. dengan kehilangan seluruh aktivitas antimikroba. Ampisilin diekskresi melalui proses sekresi di tubuli ginjal yang dapat dihambat oleh probenesid. dengan akibat penurunan potensi antimikroba. dalam satu jam kadar obat dalam darah fetus menyamai kadar obat dalam darah fetus menyamai kadar obat dalam darah ibunya. masa paruh eliminasi karbenisilin yang 9 . Ampisilin yang masuk ke dalam empedu mengalami sirkulasi enterohepatik. Akibat pengaruh penisilinase terjadi pemecahan cincin betalaktam. Distribusi Ampisilin didistribusi luas di dalam tubuh dan pengikatannya oleh protein plasma hanya 20%. Dengan dosis lebih kecil persentasi yang diabsorpsi relative lebih besar. Bila diberikan sesaat sebelum persalinan. Kegagalan fungsi ginjal sangat memperlambat ekskresi ampisilin. ampisilin disekresi ke dalam sputum sekitar 10% kadar serum. Pada bayi premature dan neonatus. Sebagai contoh. Penetrasi ke CSS dapat mencapai kadar yang efektif pada keadaan peradangan meningen. Absorpsi ampisilin oral tidak lebih baik dari penisilin V atau fenetisilin. Pada bronchitis. tetapi yang diekskresi bersama tinja jumlahnya cukup tinggi. biotransformasi oleh hospestidak bermakna. Amidase memecah rantai samping.

Efek samping Gangguan pencernaan : mual. bronchitis kronis. isk. infeksi kulit dan jaringan lunak. ruam.pada ginjal sehat sekitar satu jam dapat memanjang menjadi 15 jam. Bentuk sediaan obat Kotrimoksazol sirup 50ml Primsulfon sirup Kotrimoksazol tab 480mg . Bentuk sediaan obat Kapsul 250mg. f. Dosis Oral 50mg/kgBB/hari 10 . kadang kolitis 2. pneumonia. 960mg Primsulfon F tab b. muntah. Indikasi ISK. infeksi gonococal g. diare. 500mg b. Tetrasiklin a. Efek samping Mual. anorexia Reaksi dermatologi : rash atau urticaria 3. Indikasi Ispa. Kotrimoksazol a. Dosis 2 x 10ml/hari 2 x 1 tab/hari c. infeksi intraabdominal. Akumulasi umumnya tidak terjadi karena peningkatan biotransformasi di hepar. ispb. diare e. Mekanisme kerja Absorbsi melalui saluran cerna cepat dan lengkap Kadar puncak plasma dicapai dalam waktu 2 jam untuk trimetropim dan 4 jam untuk sulfametoksazol Waktu paruh 11 jam untuk trimetropim dan 10jam untuk sulfametoksazol d.

Indikasi : antiemetik. Dapat menembus sawar uri. brucellosis.5gr) Na bikarbonat 0. Mekanisme kerja Absorpsi sebagian besar berlangsung di lambung dan usus halus bagian atas. saluran kemih dan kulit. Infeksi uretritis non gonococcal. kolera c. tifus. Masa paruh 6-12 jam. vertigo.7 gr (3. teratogenik 4.5gr) Glukosa anhidrat 4gr(20gr) b. Mekanisme : Blokade reseptor dopamin di CTZ (chemoreseptor triggerzone) memperkuat pergerakan dan pengosongan lambung d. diare. 10mg/2ml (injeksi) b. dan terdapat dalam air susu ibu dalam kadar yang relatif tinggi. Komposisi Kalium klorida 0. rocky mountain spoted fever. perubahan warna gigi dan anak-anak. sifilis e. Diekskresi melalui urin dengan filtrasi glomerulus dan melalui empedu. Sediaan : 10mg/tab . Dosis Dewasa 10 mg 3x/hari 5. dispepsia pasca gastreknomi c.5gr (2. anthrax. Indikasi Rehidrasi muntaber. d. Dosis 11 . kolera. chancroid. Indikasi Infeksi pernapasan.3 gr (1. Efek samping Sedasi dan gelisah e. Oralit (200ml) a.c.5gr) NaCl 0. Metaklopramid a. Efek samping Fotosensitif.

Tulisan Resep R/ Kotrimoksazol tab No. famili Flaviviridae. Gejala Klinis 12 . DENGUE SYOK SYNDROM A.X ∫prn (1-3) dd tab I ________________________∂ R/ Oralit sachet granul No. DEN2. dan mempunyai 4 jenis serotipe. Infeksi salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi terhadap serotipe yang bersangkutan. Serotipe DEN-3 merupakan serotipe yang dominan dan diasumsikan banyak yang menunjukkan manifestasi klinik yang berat.X ∫ad libitum solve in aqua cc 200 ________________________∂ Pro : Tn L (25 tahun) 5. Di Indonesia. Definisi Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod Borne Virus (Arboviroses) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus. DEN-4. Seseorang yang tinggal di daerah endemis dengue dapat terinfeksi oleh 3 atau 4 serotipe selama hidupnya. sehingga tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap serotipe lain tersebut. sedangkan antibodi yang terbentuk terhadap serotipe lain sangat kurang.- Dewasa 2 jam pertama 6 gelas. Keempat serotipe virus dengue dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. DEN-3. yaitu . pengamatan virus dengue yang dilakukan sejak tahun 1975 di beberapa rumah sakit menunjukkan bahwa keempat serotipe ditemukan dan bersirkulasi sepanjang tahun. XX ∫2 dd tab II ________________________∂ R/ Metochlopramid tab mg 10 No. selanjutnya 2 gelas setiap BAB Anak <1th : 2 jam pertama 2 gelas larutan  ½ gelas Anak 1-5 th : 2 jam pertama 4 gelas larutan  1 gelas E. DEN-1. B.

Manifestasi klinis infeksi virus dengue dapat bersifat asimptomatis atau dapat berupa demam yang tidak jelas, demam dengue, demam berdarah dengue dengan

kebocoran plasma yang mengakibatkan syok atau sindroma syok dengue (SSD).

13

C. Pengobatan Ringer lactate (Na lactate 3,1 gram; KCl 0,3 gram; CaCl2 0,2 gram; air) o Merupakan cairan kristaloid mengganti volume plasma segera Dievaluasi 30 menit. Jika teratasi berikan 10 ml/kgBB/jam. Jika tidak teratasi berikan 15-20 ml.kgBB/jam. D. Mekanisme Obat Ringer Laktat (RL) Sediaan - 500 ml dan 1.000 ml (Kemasan larutan kristaloid RL yang beredar di pasaran memiliki komposisi elektrolit Na+ (130 mEq/L), Cl- (109 mEq/L), Ca+ (3 mEq/L), dan laktat (28 mEq/L). Osmolaritasnya sebesar 273 mOsm/L Metabolisme RL merupakan cairan yang paling fisiologis yang dapat diberikan pada kebutuhan volume dalam jumlah besar. RL banyak digunakan sebagai replacement therapy, antara lain untuk syok hipovolemik, diare, trauma, dan luka bakar. Laktat yang terdapat di dalam larutan RL akan dimetabolisme oleh hati menjadi bikarbonat yang berguna untuk memperbaiki keadaan seperti asidosis metabolik. Kalium yang terdapat di dalam RL tidak cukup untuk pemeliharaan seharihari, apalagi untuk kasus defisit kalium. Larutan RL tidak mengandung glukosa, sehingga bila akan dipakai sebagai cairan rumatan, dapat ditambahkan glukosa yang berguna untuk mencegah terjadinya ketosis. E. Tulisan Resep R/ Ringer lactate inf flab No. IV Cum infuse set No. 1 Abbocath no.22 No. 1 ∫imm _________________________∂ Pro : Ny. J (29 tahun)

6.TETANUS A. Definisi

14

Tetanus atau Lockjaw merupakan penyakit akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh racun tetanospasmin yang dihasilkan oleh Clostridium Tetani. Penyakit ini timbul jika kuman tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka, gigitan serangga, infeksi gigi, infeksi telinga, bekas suntikan dan pemotongan tali pusat. Dalam tubuh kuman ini akan berkembang biak dan menghasilkan eksotoksin antara lain tetanospasmin yang secara umum menyebabkan kekakuan, spasme dari otot bergaris.

B. Gejala Klinis Masa inkubasi tetanus umumnya antara 3–21 hari, namun dapat singkat hanya 1–2 hari dan kadang–kadang lebih dari 1 bulan. Makin pendek masa inkubasi makin jelek prognosanya. Terdapat hubungan antara jarak tempat invasi Clostridium Tetani dengan susunan saraf pusat dan interval antara luka dan permulaan penyakit, dimana

15

sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah. bibir tertekan kuat pada gigi). Selain kekakuan otot yang luas biasanya diikuti kejang umum tonik baik secara spontan maupun hanya dengan rangsangan minimal (rabaan. asfiksia dan sianosis.makin jauh tempat invasi maka inkubasi makin panjang. ekstraksi gigi.Secara klinis tetanus ada 3 macam : a. Kekakuan otot terutama pada rahang (trismus) dan leher (kuduk kaku). sehingga penyakit ini juga disebut 'Lock Jaw'. akibat kekakuan otot–otot leher bagian belakang menyebabkan nyeri waktu melakukan fleksi leher dan tubuh sehingga memberikan gejala kuduk kaku sampai opisthotonus. luka tusuk yang dalam. 16 . Kesadaran penderita tetap baik walaupun nyeri yang hebat serta ketakutan yang menonjol sehingga penderita nampak gelisah dan mudah terangsang. Kekakuan otot rahang terutama masseter menyebabkan mulut sukar dibuka. furunkulosis. Kenaikan temperatur badan umumnya tidak tinggi tetapi dapat disertai panas yang tinggi sehingga harus hati–hati terhadap komplikasi atau toksin menyebar luas dan mengganggu pusat pengatur suhu. sinar dan bunyi). ulkus dekubitus dan suntikan hipodermis. pada muka juga terjadi kekakuan otot muka sehingga muka menyerupai muka meringis kesakitan yang disebut 'Rhisus Sardonicus' (alis tertarik ke atas. Dalam 24–48 jam dari kekakuan otot menjadi menyeluruh sampai ke ekstremitas. Retensi urine sering terjadi karena spasme sphincter kandung kemih. Tetanus umum: Bentuk ini merupakan gambaran tetanus yang paling sering dijumpai. Terjadinya bentuk ini berhubungan dengan luas dan dalamnya luka seperti luka bakar yang luas. Lima puluh persen penderita tetanus umum akan menuunjukkan trismus. Kejang menyebabkan lengan fleksi dan adduksi serta tangan mengepal kuat dan kaki dalam posisi ekstensi. Spasme otot–otot laring dan otot pernapasan dapat menyebabkan gangguan menelan. Biasanya tetanus timbul secara mendadak berupa kekakuan otot baik bersifat menyeluruh ataupun hanya sekelompok otot. Selain kekakuan otot masseter.

Kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia. keringat banyak dan takikardia. Tetanus ringan : trismus lebih dari 3 cm. hipertensi yang labil. berkeringat banyak. b. Lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. iii. ketakutan. tidak disertai kejang umum walaupun dirangsang. panas yang tinggi dan ariunia jantung.Pada kasus yang berat mudah terjadi overaktivitas simpatis berupa takikardi. Cole dan Youngman (1969) membagi tetanus umum atas: i. iii. Grade III: berat Masa inkubasi < 10 hari Period of onset 3 hari atau kurang Trismus berat Disfagia berat. ii. Tetanus lokal 17 . Menurut berat ringannya tetanus umum dapat dibagi atas: i. Grade 1: ringan Masa inkubasi lebih dari 14 hari Period of onset > 6 hari Trismus positif tetapi tidak berat Sukar makan dan minum tetapi disfagia tidak ada. ii. Tetanus sedang : trismus kurang dari 3 cm dan disertai kejang umum bila dirangsang. Grade II: sedang Masa inkubasi 10–14 hari Period of onset 3 had atau kurang Trismus ada dan disfagia ada. Kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Tetanus berat : trismus kurang dari 1 cm dan disertai kejang umum yang spontan.

kulit kepala.000. tampak kemerahan dan bengkak pada konjungtiva. kadang–kadang bentuk ini dapat berkembang menjadi tetanus umum. Pada konjungtiva bagian bawah diteteskan 1 tetes larutan antitoksin tetanus 1:10 dalam larutan garam faali. c. Anti Tetanus toksin Selama infeksi. yang bersifat heterolog sehingga mungkin terjadi syok anafilaksis. Ini dilakukan karena antitoksin berasal dari serum kuda. Tetanus cephalic dapat berkembang menjadi tetanus umum. Positif bila dalam 20 menit. Pada umumnya prognosa bentuk tetanus cephalic jelek. muka. Tetanus lokal adalah bentuk ringan dengan angka kematian 1%. III. Bentuk cephalic Merupakan salah satu varian tetanus lokal. Sebelum pemberian antitoksin harus dilakukan: Anamnesa apakah ada riwayat alergi. Terjadinya bentuk ini bila luka mengenai daerah mata. Bentuk tetanus ini berupa nyeri. IV. Tes kulit dan mata. otitis media kronis dan jarang akibat tonsilectomi. sedang pada mata yang lain hanya ditetesi garam faali. telinga. Sedangkan yang telah bergabung dengan jaringan saraf tidak dapat dinetralisir oleh antitoksin. VII. Harus selalu sedia Adrenalin 1:1. 18 . X. toksin tetanus beredar dalam 2 bentuk: i.Bentuk ini sebenarnya banyak akan tetapi kurang dipertimbangkan karena gambaran klinis tidak khas. ii. Yang dapat dinetralisir oleh antitoksin adalah toksin yang bebas dalam darah. Toksin bebas dalam darah. Gejala berupa disfungsi saraf loanial antara lain: n. C. Tes mata. XI. dapat berupa gangguan sendiri–sendiri maupun kombinasi dan menetap dalam beberapa hari bahkan berbulan–bulan. kekakuan otot–otot pada bagian proksimal dari tempat luka. Pengobatan 1. leper. IX. Toksin yang bergabung dengan jaringan saraf.

Suntikan 0. maka antitoksin diberikan secara bertahap (Besredka).Tes kulit. Obat–obat yang lazim digunakan ialah: i. 2.m.5 mg/kg.000 i. Antibiotik. Dosis Dosis ATS yang diberikan ada berbagai pendapat. Di FKUI. ATS diberikan dengan dosis 20. 4.1 cc larutan 1/1000 antitoksin tetanus dalam larutan faali secara intrakutan.v. 3. iii. Dilanjutkan dengan dosis oral 5–9 mg/kg. i.000 u yang diberikan setengah lewat intravena dan setengahnya intramuskuler. Antikonvulsan dan sedatif Obat–obat ini digunakan untuk merelaksasi otot dan mengurangi kepekaan jaringan saraf terhadap rangsangan.bb/hari dibagi dalam 6 dosis. sekali pemberian. Di Manado.bb/hari dibagi dalam 3 dosis. Diazepam Bila penderita datang dalam keadaan kejang maka diberikan dosis 0. gerakan–gerakan volunter atau kesadaran. Reaksi positif bila dalam 20 menit pada tempat suntikan terjadi kemerahan dan indurasi lebih dari 10 mm. Fenobarbital Dosis awal: 1 tahun 50 mg intramuskuler.bb/kali i. Obat yang ideal dalam penanganan tetanus ialah obat yang dapat mengontrol kejang dan menurunkan spastisitas tanpa mengganggu pernapasan. 19 . ii. Pemberian lewat intravena diberikan dengan cara melarutkannya dalam 100–200 cc glukosa 5% dan diberikan selama 1–2 jam. Bila tes mata dan kulit keduanya positif. 1 tahun 75 mg intramuskuler.000 u selama 2 hari. Penisilin Prokain Digunakan untuk membasmi bentuk vegetatif Clostridium Tetani.000–100. ATS diberikan dengan dosis 10. Behrman (1987) dan Grossman (1987) menganjurkan dosis 50. perlahan–lahan dengan dosis optimum 10 mg/kali diulangi setiap kali kejang. Kemudian diikuti pemberian diazepam peroral–(sonde lambung) dengan dosis 0.bb/kali sehari diberikan 6 kali. Largactil Dosis yang dianjurkan 4 mg/kg.5 mg/kg.

Hiperbarik Diberikan oksigen murni pada tekanan 5 atmosfer.bb/hari i.000 u/kg. ii. yaitu anti tetanus serum (ATS) dan vaksin tetanustoxoid.Dosis: 50. Sementara itu. sehinggamencegah terjadinya tetanus di kemudian hari bila ternyata luka tersebut masihmengandung kuman. 7.bb/hari dalam 4 dosis. Obstruksi larings. Eritromisin : 50 mg/kg. 6. Spasme berkepanjangan dari otot respirasi ii. Koma.000 u/hari. atau luka kurang dari 6 jam namun terpapar banyak kontaminasi.m selama 10 hari atau 3 hari setelah panas turun. Tetrasiklin dan Eritromisin Diberikan terutama bila penderita alergi terhadap penisilin. yaitu: luka yang lebih dari 6 jam tidak ditangani. Indikasi suntikan ATS (Anti Tetanus Serum): Luka cukup besar (dalam lebih dari 1 cm) Luka berbentuk bintang Luka berasal dari benda yang kotor dan berkarat Luka gigitan hewan dan manusia Luka tembak dan luka bakar Luka terkontaminasi. 5.5 ml tidak untuk mencegahtetanus saat itu. Dosis optimal 600. D. vaksin tetanus toxoid 0. ATS (anti tetanus serum) Suntikan tetanus ada 2 macam. atau luka 20 . juga mencegah tetanus pada kejadian lain dalam jangka waktukira-kira 6 bulan bila tanpa booster. namun untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap tetanus. Trakeostomi Dilakukan pada penderita tetanus jika terjadi: i. ATS sebanyak 1500 IU merupakan serum yang dapat langsung mencegah timbulnya tetanus. Tidak ada kesanggupan batuk atau menelan iii. Tetrasiklin : 30–50 mg/kg.bb/hari dalam 4 dosis. Mekanisme Obat 1. selama 10 hari. Oksigen: Bila terjadi asfiksia dan sianosis. dan iv.

dan obat anti kejang. Nama Paten Valium. tambahan pada putus alkohol akut. sinkop. Stesolid rectal tube c.5-2jam t ½ = 20-50 jam volum distribusi = 0. kelelahan dan ataksia. Bentuk Sediaan Obat Tablet : 2mg.95-2 l/kg e. spasme otot g. hipoaktiviti. melantur berbicara. Indikasi Obat anti cemas. sakit kepala. vertigo. sedatif-hipnotic. serebelum. 2-5 minggu d. f. 5mg Lar rectal : 5mg/2. trombosis vena dan flebitis pada tempat penyuntikan SSP : kebingunagn. sistem limbik dan korteks serebral.5ml Injeksi : 5mg/ml b. inkontinensia. disarthria. perubahan libido. status epileptikus. Diazepam a. Efek Samping Rasa kantuk. depresi. kejang demam. tremor. ansietas atau insomnia.kurangdari 6 jam namun timbul karena kekuatan yang cukup besar (misalnya lukatembak atau terjepit mesin) Penderita tidak memiliki riwayat imunisasi tetanus yang jelas atau tidak mend apat booster selama 5 tahun atau lebih 2. Metabolisme Diazepam dimetabolisme di hati dan teriikat pada reseptor di daerah spinal cord. mual. Dosis 3x/hari. retensi urin Kardiovaskuler : bradikardia. ruam kulit 21 . Mekanisme Kerja tmax = 1. kolaps kardiovaskuler. hipotensi Kulit : urtikaria.

Toleransi terhadap efek sedasi dan hipnosis terjadi lebih segera dan lebih kuat daripada efek anti konvulsi. Pada beberapa individu dan dalam keadaan tertentu. misalnya adanya rasa sakit. barbiturat tidak menyebabkan sedasi. jumlah terbangun. 1 tab d. Penghambatan hanya terjadi pada sinaps GABA-nergik. Bentuk Sediaan Obat Kapsul b. sampai kematian. Barbiturat 22 .6 l/kg e. walaupun pada setiap tempat tidak sama kuatnya. Toleransi farmakodinamik lebih berperan dalam penurunan efek dan berlangsung lebih lama daripada toleransi farmakokinetik.3. Metabolisme Susunan saraf pusat Efek utama barbiturat ialah depresi SSP. Toleransi terhadap barbiturat dapat terjadi toleransi silang terhadap senyawa dengan efek farmakologi yang berbeda seperti opioid dan fensiklidin. Semua tingkat depresi dapat dicapai mulai dari sedasi. Barbiturat mengurangi masa tidur laten. Dosis Awal : 1-3x/hari. hipnosis. Tempat dan mekanisme kerja pada SSP Barbiturat bekerja pada seluruh SSP. Efek pada tingkatan tidur Efek hipnotik barbiturat meningkatkan total lama tidur dan mempenaruhi tingkatan tidur yang bergantung kepada dosis. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya depresi pusat penghambatan. melainkan malah menimbulkan eksitasi (kegelisahan dan delirium). Fenobarbital a. berbagai tingkat anastesi. Mekanisme Kerja tmax = 6-18 jam t ½ = 80-120 jam volum distribusi = 0. Dosis nonanastesi terutama menekan respon pasca sinaps. Nama Paten Ditalin c. koma. dan lama toleransi.

sindrom ekstrapiramidal. Barbiturat dosis hipnotik oral menyebabkan pengurangan frekuensi dan amplitudo napas. f. epilepsi karena tumor. meskipun hanya selintas efek kardiovaskuler pada intoksikasi barbituratsebagian besar disebabkan oleh hipoksia sekunder akibat depresi napas. tetapi juga terjadi pada enzim mitokondria. Indikasi Epilepsi umum. neuralgia trigeminal. Hati Efek barbiturat terhadap hati yang paling dikenal ialah efeknya terhadap sistem metabolisme obat di mikrosom. Barbiturat dosis sangat tinggi berpengaruh langsung terhadap kalpiler sehingga menyebabkan syok kardiovaskuler. kejang pascabedah. garam empedu. Efek induksi ini tidak terbatas hanya pada enzim mikrosomal saja. Selain itu. Pemberian barbiturat secara kronik menaikkan jumlah protein dan lemak pada retikulo-endoplasmik hati. dosis tinggi barbiturat menyebabkan depresi pusat vasomotor diikuti pusat vasidolatasi perifer sehingga terjadi hipotensi. Toleransi terhadap barbiturat antara lain disebabkan karena barbiturat merangsang aktivitas enzim yang merusak barbiturat sendiri. ventilasi alveolus sedikit berkurang. Sistem kardiovaskuler Pemberian barbiturat dosis terapi IV secara cepat dapat menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak. sesuai dengan keadaan tidur fisiologis. parsial. vitamin K dan D. Barbiturat bersama-sama dengan sitokrom P450 secara kompetitif mempengaruhi biotransformasi obat serta zat endogen dalam tubuh. yaitu δ-Amino Levulanic Acid (ALA) sintetase dan enzim sitoplasma yaitu aldehid dehidrogenase. serta menaikkan aktivitas glukoronil transferase dan enzim oksidase sitokrom P450. aritmia kordis rekuren (overdosis digitalis) 23 . kolesterol. misalnya hormon steroid.memperlihatkan beberapa efek yang berbeda pada eksitasi dan inhibisi transmisi sinaptik. Induksi enzim ini menaikkan kecepatan metabolisme beberapa obat dan senyawa endogen termasuk hormon steroid. Pernapasan Barbiturat menyebabkan depresi napas yang sebanding dengan besarnya dosis.

nausea dan superinfeksi dari candidiasis 24 . mimpi buruk. demam. ataksia. Efek samping Diare. sinkop Sistem pencernaan : mual. anemia megaloblastik dalam penggunaan fenobarbital yang lama.g. Penisilin Procain a. gelisah. urtikaria. pusing. Dosis Dewasa : 300. kejang tipe absence h. insomnia. muntah. gelisah. hipotensi. Ekskresinya sebagian besar melalui transport aktif tubuler ginjal. Mekanisme kerja Resorpsinya tidak tahan asam. ggn kejiwaan. Ppnya +/. Bentuk sediaan obat Injeksi 3 juta iu/vial b. halusinasi.60%.000-900. kerusakan hati. Indikasi Infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan gram negatif yang rentan terhadap benzilpenisilin e.000 u perhari dibagi menjadi 1-2 kali pemberian dalam sehari Anak : 1000u/kgBB/hari c. reaksi di tempat suntikan. d. Plasma t ½ nya sangat singkat. berpikir kelainan Sistem pernapasan : hipoventilasi. somnolen. kebingungan. hanya 30 menit. apnea Sistem kardiovaskuler : bradikardia. Efek Samping SSP : Agitasi. Kontraindikasi Porfiria. sembelit Reaksi lain : sakit kepala. hiperkinesia. reaksi hipersensitivitas. depresi SSP. Distribusinya ke jaringan dan cairan intraseluler baik. 4.

B.I ∫prn (bila kejang) ___________________________∂ 7. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran tonsil.E.I Cum disposable syringe cc 5 No. sehingga penderita susah menelan. Selain itu. Ingus hidung mukoserous. Gejala klinis Keluhan yang sering timbul adalah nyeri telan. Definisi Faringitis adalah suatu radang pada tenggorokan (faring) yang biasanya disebabkan oleh infeksi akut.3 juta vial No.V Cum disposable syringe cc 5 No. ditemukan pembesaran getah bening di leher. Nyeri faring dapat terjadi ringan sampai berat. Tulisan Resep R/ ATS inj IU 20. dan muntah.I ∫imm ___________________________∂ R/ Diazepam inj amp No. mual.I Cum disposable syringe cc 3 No. dan eritema faring. eksudasi. Gejala-gejala ini juga biasa disertai dengan demam setinggi 400C.I ∫imm __________________________∂ R/ Penisilin Procain inj IU 3. FARINGITIS A. Pada tonsil tampak kemerahan difus dan bintik-bintik petakie palatum lunak dan limfadenitis atau eksudasi anterior. Faringitis Virus Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan Faringitis Bakteri Sering ditemukan nanah di tenggorokan 25 .000 vial No.

Pengobatan Tujuan pengobatan faringitis adalah untuk menghilangkan tanda klinis dan gejala. serta mencegah komplikasi.m.2 juta U i.Demam ringan atau tanpa demam Jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat Kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar Tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif Demam ringan sampai sedang Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang Pembengkakan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium C. Terapi Faringitis oleh Streptococcus Group A (Depkes. meminimalkan reaksi obat yang merugikan. mencegah penularan kontak dekat dan demam rematik akut. meminimalkan reaksi obat yang merugikan. mencegah penularan kontak dekat dan demam rematik akut. serta mencegah komplikasi. Tujuan pengobatan faringitis adalah untuk menghilangkan tanda klinis dan gejala. 2005) Lini Pertama Penisilin G (untuk pasien yang tidak dapat menyelesaikan terapi oral selama 10 hari) Penisilin VK 1 x 1. Amoksisilin (Klavulanat) 3x500 mg selama 10 hari Anak : 2-3 kali 250 mg Dewasa : 2-3 kali500 mg Anak : 3 x 250 mg Dewasa : 3 x 500 mg Lini Kedua Eritromisin (untuk pasien alergi Penisilin) atau Klaritromisin Cefalosporin generasi satu atau dua Levofloxasin (hindari pada anak amupun wanita hamil) 26 Anak : 4 x 250 mg Dewasa : 4 x 500 mg Bervariasi sesuai agen .

infeksi klamidia. Pola resistensi antibiotik setempat/ daerah perlu dipertimbangkan Antibiotik penisilin spektrum luas. infeksi saluran nafas atas. eradikasi Helicobacter pylori. infeksi ginekologis. amoksisilin mencapai kadar dalam darah yang tingginya kira-kira 2 kali lebih tinggi daripada yang dicapai oleh ampisilin. Hal ini menyebabkan terjadinya hambatan sintesis dinding sel kuman karena proses transpeptidase antar rantai peptidoglikan terganggu. antrax Mekanisme Kerja : menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis dinding sel mikroba. sinusitis. dan infeksi rongga mulut lainnya. abses gigi. Menggantikan ampisilin karena penyerapan yang lebih baik. Obat bergabung dengan penisilin-binding protein (PBP3) pada kuman. bronchitis. Penyerapan ampisilin terhambat oleh adanya makanan di lambung. efek samping lebih sedikit. pneumonia. 27 . otitis media. Kontraindikasi Obat: hipersensitif terhadap penisilin Farmakokinetik : Absorpsi amoksisilin di saluran cerna lebih baik dari ampisilin. infeksi saluran kemih. profilaksis paska splenektomi. Dengan dosis oral yang sama. termasuk infeksi saluran pernafasan. endokarditis. osteomielitis. Sedang masa paruh eliminasi kedua obat ini hampir sama. sedangkan amoksisilin tidak. 500mg Sirup kering: 125mg/ 5ml Pengobatan infeksi yang disebabkan organism yang sesuai. Kemudian terjadi aktivasi enzim proteolitik pada dinding sel.Amoxycilin Antibiotik beta laktam Kapsul atau tablet : 250mg. Indikasi obat : infeksi saluran kemih. eradikasi Helicobacter pylori. gonorrhea.

sakit gigi. reaksi kulit.Efek samping : Pada hipersensitifitas terjadi reaksi alergi seperti urtikaria. mual. praxium Bentuk sediaan: dropp. Indikasi : Nyeri dan demam. sebagian kecil sebagai paracetamol. pruritus. rectal tube Penggunaan : a. tablet 500mg. dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi Efek samping : Reaksi hematologis. deconal. XV ∫ 3 dd tab 1 R/ Paracetamol tab mg 500 No X ∫ prn (1-3) dd tab I agrediente febre 28 .5ml 2-6 th : 5ml 7-12 th : 10ml b. parasetamol. Pada paracetamol. sehingga efek anti inflamasi paracetamol tidak ada. Sirup : 3-4x/hari < 1 th : 2. inf. Paracetamol Nama paten : Pamol. Tablet : dewasa 3-4x/hari. dapat mengalami hidroksilasi Diekskresi melalui ginjal. angioedema. muntah. nyeri akibat arthritis dan nyeri rematik Kontraindikasi : Gangguan fungsi hati berat Farmakokinetik : Diabsorbsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna Konsentrasi tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu ½ jam dan masa paruh plasma antara 1-3 jam Dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati. 1-2 tab Mekanisme Kerja : menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi PGG2 terganggu. glositis. Lokasi inflamasi biasanya mengandung banyak peroksid yang dihasilkan oleh leukosit. dan reaksi alergi Tulisan resep : R/ Amoxycilin tab mg 500 No. sirup 120mg/5ml. sakit kepala. stomatitis. hambatan biosintesis prostaglandin hanya terjadi bila lingkungannya rendah kadar peroksid seperti di hipotalamus. dan gangguan saluran cerna seperti diare. pyrex.

Pro : Tn. B (29 th) 8. INFEKSI SALURAN KEMIH A. Definisi Merupakan infeksi yang melibatkan struktur saluran kemih yaitu dari epitel glomerulus tempat mulai dibentuk urin sampai dengan muara urin di meatus urethra externa. Secara mikrobiologi, definisi infeksi saluran kemih (ISK) adalah terdapatnya mikroorganisme pada struktur saluran kemih dan baru dapat dipastikan setelah didapatkannya bukti adanya koloni mikroorganisme dalam pemeriksaan kultur urin. ISK pada usia lanjut dapoat timbul sebagai akibat dari inkontinensia urin dan hipertrofi prostat yang memerlukan pemakaian kateter menetap, imobilisasi, dan menurunnya fungsi imunitas baik non spesifik maupun spesifik. B. Gejala Klinis Pada ISK bagian bawah, keluhan pasien biasanya berupa rasa sakit atau rasa panas di uretra sewaktu kencing dengan air kemih sedikit-sedikit serta rasa tidak enak di daerah suprapubik Pada ISK bagian atas dapat ditemukan gejala sakit kepala, malaise, mual, muntah, demam, menggigil, rasa tidak enak, atau nyeri di pinggang Penegakkan diagnosis : ISK dikatakan positif apabila didapatkan bakteri sejumlah ≥105 bakteri/ml urin (bakteriuria bermakna). C. Pengobatan Prinsip pengobatan infeksi saluran kemih adalah memberantas (eradikasi) bakteri dengan antibiotika. Tujuan pengobatan :    Menghilangkan bakteri penyebab Infeksi saluran kemih. Menanggulangi keluhan (gejala). Mencegah kemungkinan gangguan organ ( terutama ginjal).

Pengobatan infeksi saluran kemih menggunakan antibiotika yang telah diseleksi terutama didasarkan pada beratnya gejala penyakit, lokasi infeksi, serta timbulnya komplikasi. Pertimbangan pemilihan antibiotika yang lain termasuk efek samping, harga, serta perbandingan dengan terapi lain. Tetapi, idealnya pemilihan antibiotika berdasarkan

29

toleransi dan terabsorbsi dengan baik, perolehan konsentrasi yang tinggi dalam urin, serta spectrum yang spesifik terhadap mikroba pathogen. a. Antibiotik Antibiotik yang diberikan berdasarkan tes resistensi kuman, bila belum ada berikan antibiotik berdasarkan pola kuman yang ada, biasanya mencakup Escherichia coli dan gram negative lainnya. Antibiotik oral hanya direkomendasikan untuk ISK tak berkomplikasi dengan lama pemberian 7-10 hari pada perempuan dan 10-14 hari pada laki-laki. Antibiotik parenteral untuk ISK berkomplikasi dengan lama pemberian tidak kurang dari 14 hari. Jika belum tahu jenis bakterinya, dapat digunakan Bactrim. Bactrim merupakan pilihan pertama pada ISK tanpa komplikasi. Terapi Empirik untuk Pengobatan Infeksi Saluran Kemih (Coyle dan Prince, 2005) Diagnosis Sistitis akut tanpa Komplikasi Kuman Penyebab E. coli, S. saprophyticus Penatalaksanaan Trimetoprimsulfametoksazol, kuinolon Pyelonefritis akut E. coli Trimetoprimsulfametoksazol, Komplikasi E. coli, Proteus mirabilis, K. pneumoniae, Pseudomonas Prostatitis aeruginosa, E. faecalis Kuinolon, penisilin+aminoglikosida Kuinolon

E. coli, Proteus spp., K. pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, E. faecalis

Trimetoprimsulfametoksazol, Kuinolon

30

Cotrimoksazol merupakan kombinasi sulfametosazole (400mg) dan trimetoprim (50mg). Nama paten : Bactrim® (Roche), Kaftrim® (Kimia Farma), Inatrim® (Indo Farma), Primadex® (Dexa Medica), Sanprima® (Sanbe), Triminex® (Konimex) Bentuk sediaan :
  

Tablet ( 80 mg Trimethoprim – 400 mg Sulfamethoxazole Kaplet Forte (160 mg Trimethoprim – 800 mg Sulfamethoxazole ) Sirup suspensi ( Tiap 5 ml mengandung 40 mg Trimethoprim – 200 mg Sulfamethoxazole)

Penggunaan: Dosis yang digunakan untuk dewasa yaitu 2 tablet biasa (trimetoprim 80 mg + sulfametoksazol 400 mg) tiap 12 jam atau 1 tablet forte (trimetoprim 160 mg + sulfametoksazol 800 mg) tiap 12 jam. Pada anak-anak digunakan bentuk sirup 2 x sehari 6mg, dan diberikan segera setelah makan. - 5 bln 2,5 ml - 6 bln-5th 5ml - 6th-12th 5-10ml Mekanisme Kerja : menghambat reaksi enzimatik obligat pada 2 tahap berurutan pada mikroba, sehingga kombinasi sulfametoksazol dan trimetoprim memberikan efek energi. Sulfonamid (sulfametoksazol) menghambat masuknya molekul PABA ke dalam molekul asam folat. Trimetoprim menghambat terjadinya reaksi reduksi dari dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat, yang penying untuk pemindahan satu atom C seperti pada pembentukan basa purin (adenin, guanin, timidin) dan beberapa asam amino (metionin, glisin). Indikasi : ISK tanpa komplikasi, efektif untuk gram positif dan negative, bronchitis kronis, pneumonia, diare Kontraindikasi : kerusakan parenkim hati, gagal ginjal berat, hamil, hipersensitifitas.

Farmakokinetik : Absorbsi melalui saluran cerna cepat dan lengkap Kadar puncak plasma dicapai dalam waktu 2 jam untuk trimetoprim dan 4 jam untuk sulfametoksazol. Waktu paruh 11jam untuk trimetoprim dan 10 jam untuk sulfametoksazol
31

inf.- Distribusi cepat ke seluruh jaringan. sakit kepala. dapat mengalami hidroksilasi Diekskresi melalui ginjal. 1-2 tab Mekanisme Kerja : menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi PGG2 terganggu. anoreksia) Reaksi dermatologi (rash atau urtikaria) Paracetamol Digunakan sebagai analgetik Nama paten : Pamol. Lokasi inflamasi biasanya mengandung banyak peroksid yang dihasilkan oleh leukosit. dan perlu perhatian kerusakan ginjal. Efek samping: Gangguan pencernaan (mual. pyrex. termasuk SSP. Indikasi : Nyeri dan demam. dan reaksi alergi Tulisan resep : R/ Bactrim tab mg 480 No. dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi Efek samping : Reaksi hematologis. hambatan biosintesis prostaglandin hanya terjadi bila lingkungannya rendah kadar peroksid seperti di hipotalamus. sehingga efek anti inflamasi paracetamol tidak ada. parasetamol. dan empedu yang kadarnya cukup tinggi - Ekskresi terutama melalui urin. tablet 500mg. sakit gigi. X 32 . muntah. deconal. saliva. rectal tube Penggunaan : Sirup : 3-4x/hari < 1 th : 2. sebagian kecil sebagai paracetamol. Pada paracetamol. reaksi kulit.5ml 2-6 th : 5ml 7-12 h : 10ml Tablet : dewasa 3-4x/hari. sirup 120mg/5ml. praxium Bentuk sediaan: dropp. nyeri akibat arthritis dan nyeri rematik Kontraindikasi : Gangguan fungsi hati berat Farmakokinetik : Diabsorbsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna Konsentrasi tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu ½ jam dan masa paruh plasma antara 1-3 jam Dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati.

meninggi di permukaan kulit. Definisi dan Gejala Klinis Suatu reaksi vaskuler di kulit akibat bermacam-macam sebab. rasa tersengat atau tertusuk.URTIKARIA A.∫ 2 dd tab 1 R/ Paracetamol tab mg 500 No X ∫ prn Pro : Tn. Pengobatan 33 . sekitarnya dapat dikelilingi halo. A (35 th) 9. Keluhan subyektif biasanya gatal. ukuran lesi dan bentuknya bervariasi dari beberapa millimeter sampai plakat. Lesi dapat timbul pada kulit atau membrane mukosa. Umumnya. berwarna pucat kemerahan. biasanya ditandai dengan edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan. B.

penyuntikan ke dalam jari tangan.Terdapat tiga jenis obat yang cukup baik untuk mengontrol gejala pada urtikaria. antihistamin. insufisiensi pembuluh koroner jantung. ibu jari.m/i. pemberian antihistamin H1 merupakan pilihan pertama.5 mg (0. leukotrien C4. H3 berdasarkan kemampuan menghambat aksi spesifik reseptor histamine dalam jaringan.v 0. dan genetalia. syok hemoragi. bradikinin. yaitu menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah kulit superfisial dan permukaan mukosa. 1. prostaglandin D2. terutama urtikaria kronik yang penyebabnya sulit diketahui. yaitu golongan simpatomimetik. Epinefrin (adrenalin HCl/ bitartrat). absorbs lambat karena terjadi vasokonstriksi local. seperti epinefrin dan efedrin.5 ml larutan 1:1000 Indikasi : pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat. Substansi-substansi tersebut menyebabkan ekstravasasi cairan ke dalam dermis. Kontraindikasi : Glukoma sudut tertutup. yaitu reseptor H1 dan H2.1% Dosis dewasa : Dosis dewasa : 0. Simpatomimetik. Histamin merupakan ligand terhadap 2 reseptor membran. dapat dipercepat dengan memijat tempat suntikan. yang terdapat pada berbagai tipe sel. menyebabkan terbentuknya lesi urtikaria. hidung. Farmakokinetik : pada pemberian parenteral subkutan. dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler.2-0. dan substansi vasoaktif lainnya dari sel mast dan basofil pada dermis.2-0. Aktivasi reseptor histamin H2 menyebabkan vasodilatasi arteriola dan venula. Antihistamin Diklasifikasikan menjadi H1. Aktivasi dari reseptor histamin H1 pada sel endotelial dan pada sel-sel otot polos menyebabkan meningkatnya permeabilitas kapiler. epinefrin) Sediaan : injeksi : s.k/i. b. (adrenalin. dan kortikosteroid. H2. 34 . Urtikaria disebabkan oleh terlepasnya histamin. AH1 Hampir semua urtikaria. penyakit arteri koroner. Gatal yang biasanya menyertai urtikaria disebabkan oleh terlepasnya histamin ke dalam dermis. Absorbsi lebih cepat dengan cara penyuntikan intramuscular. a. selain itu. bisa digunakan pada urtikaria akut dan dikombinasikan dengan histamine Mekanisme kerja : epinefrin mempunyai efek yang berlawanan dengan histamin.

Bila pengobatan di atas tidak apat mengendalikan urtikaria.Siproheptadin hidroklorida 4 mg PO setiap 8 jam. Bila serangan sering. epistaksis.Klorfeniramin maleat 4 mg tiga kali sehari Cetirizine (Cetrixal. diare. tujuannya adalah mencegah serangan melalui pemberian obat yang teratur. atau komponen lain dari formulasi.a.5 mg dua kali sehari Anak 6-18 tahun atau dewasa: 10 mg. dua kali sehari Anak 2-6 tahun : 5 mg satu kali sehari atau 2. tidak melebihi 8.hidroksizin). sirup 5mg/ 5ml Dosis : Anak 1-2 tahun : 250 mikrogram/kg. mulut kering. Efek samping: sakit kepala. dan urtikaria kronik idiopatik Mekanisme Kerja: Obat ini bersifat sebagai antagonis reseptor H1 perifer yang selektif.Timeprazin tartrat spansul 5 mg.sehingga mengurangi potensi efek samping terhadap CNS dibandingkan dengan antihistamin generasi pertama (misalnya difenhidramin. somnolen. Histrine. insomnia. b. 1 kali sehari atau 5 mg dua kali sehari Indikasi : Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria. atau tablet 2. hydroxyzine. Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap cetirizine. misalnya: i. 1 setiap 12 jam. Ryzen) Sediaan: Tablet 10 mg. pertimbangkanuntuk menambahkan penghambat H1 dari golongan kimia lainnya. ii.5 mg empat kali sehari. faringitis 35 . Penghambat H1 non sedatif: Astemizol 10 mg 2-3 kali PO dalam keadaan lambung kosong. iii. iv.68 mg tiga kali sehari.68 mg. malaise. Cetirizin merupakan metabolit asam karboksilat dari hidroksizin. Peningkatan sifat polaritas cetirizin dapat menurunkan distribusi obat ke dalam CNS. atau cetirizin 10 mg PO / hari. bukan diberikan bilamana perlu. atau terfenadin 60 mg PO setiap 12 jam. Hidroksizin hidroklorida 10-50 mg setiap 4-8 jam. Tablet klemastin fumarat 1.04 mg/hari atau lebih dari tiga tablet 2. sakit perut. kelelahan.34 mg atau 2. c.

gynaecomastia 36 . - Pendarahan Saluran Gastro Intestinal bagian atas : 4 kali sehari 400 mg. Zollinger-Ellison syndrome Mekanisme Kerja : Simetidin merupakan antagonis kompetitif histamin pada reseptor H2 dari sel parietal sehingga secara efektif dapat menghambat sekresi asam lambung. Radang Lambung dan usus 12 jari : 3 kali sehari 200 mg dan 400 mg sebelum tidur selama 4 sampai 6 minggu. Simetidin juga memblok sekresi asam lambung yang disebabkan oleh rangsangan makanan. kafein. Antihistamin H2 secara oral dapat efektif pada baik urtikaria akut maupun kronik yang refrakter dengan hanya pemberian antihistamin H1.2. Kasus berat : 3 kali sehari 400 mg dan 400 mg sebelum tidur. Pencegahan : 400 mg sebelum tidur sebelum tidur. a. Kapsul 200 mg. pusing. Ampul 100 mg/ml. refluks esofagitis. atau ranitidine 150 mg dua kalisehari. AH2 Dapat cukup berperan bila diberikan kombinasi dengan antihistamin H1. diare. tukak duodenal. b. Indikasi : Benign gastric. Simetidin (Licomet. kadar plasma tertinggi dicapai dalam 1 jam bila diberikan dalam keadaan lambung kosong dan 2 jam bila diberikan bersama – sama dengan makanan Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap Simetidine atau komponen lain dalam produk Efek Samping : Kemerahan. dan insulin. Ampul 200 mg/2 ml Dosis : Tukak Lambung dan Usus 12 jari : 3 kali sehari 200 mg dan 400 mg sebelum tidur. Simetidin digunakan untuk pengobatan tukak lambung atau usus dan keadaan hipersekresi yang patologis Metabolisme : Simetidin dapat dicerna secara cepat dalam saluran cerna. Antihistamin H1 dan H2 memiliki efek yang sinergis dan sering memberikan perbaikan yang lebih cepat dari pada bila hanya diberi antihistamin H1. sakit kepala. Sanmetidin. tukak lambung. asetilkolin. Simetidin 300 mg empat kali sehari. Ulcusan) Sediaan : Tablet/Kaplet 200 mg dan 400 mg.

atau m ungkin efek samping bermasalah. dan triamcinolone. Sedangkan analog sintetiknya (prednison) terutama digunakan karena efek imunosupresan dan anti radangnya yang kuat. penyakit saluran pernafasan. yang biasanya tidak respon dengan antihistamin. prednisolone. Kortikosteroid juga dapat digunakan dalam urticarial vasculitis. penyakit-penyakit alergi (rhinitis alergi. antihistamin mungkin gagal.bahkan pada dosis tinggi. terapi urtikaria seharusnya respon dengan menggunakan kortikosteroid. Mekanisme Kerja : Efek utamanya sebagai glukokortikoid. Glukokortikoid alami (hidrokortison dan kortison). Kaptab 5 mg Dosis : Dosis awal sangat bervariasi. tiroiditis). Dellacorta) Sediaan : Tablet 5 mg. vaskulitis). ulkus peptikum. membentuk kompleks hormon-reseptor. umumnya digunakan dalam terapi pengganti (replacement therapy) dalam kondisi defisiensi adrenokortikal. dan hipertensi. Untuk anak-anak 1 mg/kg berat badan. Jika tidakberespon. asma bronkhial. osteoporosis. penyakit rheumatoid (rheumatoid arthritis. Glukokortikoid menyebabkan berbagai efek metabolik. Dalam situasi seperti itu. Contoh obat kortikosteroid adalah prednison. osteoarthritis). dermatitis atopic). Tetapi umumnya dosis awal diberikan berkisar antara 20 – 80 mg per hari. maksimal 50 mg per hari. Kortikosteroid Dalam beberapa kasus urtikaria akut at au kronik. penyakit hematologis.c. Kompleks hormonreseptor ini kemudian akan memasuki nukleus dan menstimulasi ekspresi gen-gen tertentu yang selanjutnya memodulasi sintesis protein tertentu. dapat antara 5 – 80 mg per hari. SLE. maka pertimbangkan kemungkinan proses penyakit lain (misalnya. methylprednisolone. Prednison (Pehacort. Glukokortikoid bekerja melalui interaksinya dengan protein reseptor spesifik yang terdapat di dalam sitoplasma sel-sel jaringan atau organ sasaran.keganasan. Kortikos teroid harus dihindari pada penggunaan jangka panjang pengobatan urtikaria kronis karenaefek samping kortikosteroid seperti hiperglikemia. Protein inilah yang akan mengubah fungsi seluler 37 . Indikasi : Gangguan endokrin (Hiperplasia adrenal kongenital. mastocytosis. bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit serta respon pasien terhadap terapi.

sehingga diperoleh. meningkatnya reabsorpsi natrium. meningkatnya reaktivitas pembuluh terhadap zat vasoaktif . Kontraindikasi : infeksi jamur sistemik dan hipersensitivitas terhadap prednison atau komponen-komponen obat lainnya. gangguan musculoskeletal (lemah otot. respirasi. V ∫ 1 dd tab 1 R/ Simetidin tab mg 300 No XII ∫ 4 dd tab I R/ Prednison tab mg 5 No IX ∫ 3 dd tab I Pro : Tn. Definisi Anaphylaxis (Yunani. ecchymosis). Efek Samping : gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit (retensi cairan tubuh). hilangnya masa otot). misalnya efek glukoneogenesis. Syok anafilaktik (anaphylactic shock) adalah reaksi anafilaksis yang disertai hipotensi dengan atau tanpa penurunan kesadaran. dan efek anti radang. meningkatnya asam lemak. gangguan neurologis Tulisan resep : R/ Cetirizine tab mg 50 No. redistribusi lipid. Anafilaksis adalah reaksi alergi umum dengan efek pada beberapa sistem organ terutama kardiovaskular. ulcerative esophagitis). Ana = jauh dari dan phylaxis = perlindungan). gangguan pencernaan (ulkus peptic. B (40 th) 10.organ sasaran.osteoporosis. kulit dan gastro intestinal yang merupakan reaksi imunologis yang didahului dengan terpaparnya alergen yang sebelumnya sudah tersensitisasi. gangguan metabolism. gangguan dermatologis (petechiae. Reaksi anafilaksis adalah suatu reaksi 38 . Anafilaksis berarti menghilangkan perlindungan.SYOK ANAFILATIK A.

1 ml c) 2 tahun . DIC C. konvulsi dan arthralgia sendi 8. SSP : parestesia. suara hilang. 4.0.0. Pasien dengan alergi berat dianjurkan untuk pemberian sendiri injeksi intramuskuler adrenalin. Inkontinensia urin 7. serak. B. Volume injeksi adrenalin 1:1000 (1mg/ml) untuk injeksi intramuskuler pada syok anafilaksis.0.5 ml g) Dewasa . pusing.0. absorbsi intramuskuler lebih cepat dan lebih baik dari pada pemberian subkutan. rhinitis. Respirasi : bronkospasme. muntah. urtikaria.0. Gejala Klinis Anafilaksis merupakan reaksi sistemik. kabur pandangan. stridor. disfagia 6. Umur .0.4 ml f) 6-12 tahun . Karena kemiripan gejala dan tanda. Kulit : eritema. nafas cepat dan pendek. gatal dan perasaan panas 2. cramp perut. sinkope. angioedema. terasa tercekik karena edema epiglotis. aritmia dan hipoksia 5. Kardiovaskular : hipotensi. edema paru dan batuk.0. Haematologi darah : trombositopenia. pucat dan kadang sianosis 3. wheezing. dan obstruksi komplit. Adrenalin Intramuskular Pemberian secara intramuskuler merupakan pilihan pertama dari cara pemberian adrenalin pada penatalaksanaan syok anafilaktik. Gastrointestinal : mual. Adrenalin memiliki onset yang cepat setelah pemberian intramuskuler dan pada pasien dalam keadaan syok. diaforesis.05 ml b) 1 tahun .3 ml e) 5 tahun . Pengobatan 1. diare.2 ml d) 3-4 tahun . konjungtivitis. 1. biasanya diterapi sebagai anafilaksis.anafilaksis yang terjadi tanpa melibatkan antigen-antibodi kompleks.5 – 1 ml 39 . Gejala permulaan: sakit kepala.Volume adrenalin 1:1000 (1%) a) Dibawah 1 tahun .

Distribusi .1ml/kgBB dari pengenceran injeksi adrenalin 1:10000) dengan injeksi intravena lambat selama beberapa menit.Dosis diatas dapat diulang tiap 10 menit. adrenalin mungkin diberikan dalam injeksi intravena lambat dengan dosis 500 µg (5ml dari pengenceran injeksi adrenalin 1:10000) diberikan dengan kecepatan 100 µg/menit dan dihentikan jika respon dapat dipertahankan. 2. 2. absorbsi lambat karena terjadi vasokonstriksi local. beta2 dan beta3. Mekanisme Obat Adrenalin (Epinefrin) Sediaan . Per parentral subkutan.injeksi (inj) : s. 1.m/i.v 0. menurut tekanan darah dan nadi sampai perbaikan terjadi (mungkin diulangi beberapa kali) Observasi ketat selama 24 jam. absorbsi lebih cepat. Per parentral intramuskuler. Stabil dalam darah 40 . D. Respon dari tempat-tempat reseptor ini adalah meningkatkan tekanan darah. Bekerja pada reseptor adrenergik-alfa1. 6jam berturut-turut tiap 2 jam sampai keadaan fungsi membaik 2. dapat dipercepat dengan memijat tempat suntikan.k/i.1% Metabolisme Absorbsi. 1. Per oral. dilatasi pupil. efek terbatas terutama saluran nafas. tidak mencapai dosis terapi karena sebagian besar dirusak oleh enzim COMT dan MAO yang banyak terdapat pada dinding usus dan hati. tetapi efek sistemik dapat terjadi. 4. Pemberian Sendiri Adrenalin Individu yang mempunyai resiko tinggi untuk mengalami syok anafilaksis perlu membawa adrenalin setiap waktu dan selanjutnya perlu diajarkan bagaimana menyuntikkannya. Pada kemasan perlu diberi label pada kasus kolaps yang cepat orang lain dapat memberikan adrenalin tersebut. Adrenalin Intravena Pada saat pasien tampak sangat kesakitan dan benar-benar diragukan kemampuan sirkulasi dan absorbsi injeksi intramuskuler. 3. terutama bila dosis besar. meningkatkan denyut jantung (takikardia) dan bronkodilatasi. Pemberian local secara inhalasi. Pada anak-anak dapat diberi dosis 10πg/kgBB (0. 3.

hepatomegali 4. reduksi menjadi metanefrin. B. hipertensi. Rose-spots. palpitasi. splenomegali. Degradasi : dalam hati yang banyak mengandung kedua enzim COMT dan MAO  oksidasi. Salmonella paratyphi A. B dan C yang menyerang usus halus khususnya daerah ileum. Definisi Typhus abdominalis merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhosa. Dapat ditemukan: lidah kotor. TYPHUS ABDOMINALIS A. sembelit/diare. apati sampai semi-koma 5. pusing. Bradikardi relatif. syok kardiogenik Kontraindikasi : penyakit jantung berat. hipertiroid Efek samping : tremor. muntah 3. gugup. 2. Dapat dengan mudah berpindah ke orang lain melalui fecal oral. artinya kuman Salmonella yang ada pada pada feses penderita atau karier mengkontaminasi makanan atau minuman orang sehat. Gangguan kesadaran : iritabel-delirium.Biotransformasi dan Ekskresi 1. Demam > 7 hari. kehamilan. asam 3-metoksi-4hidroksimandelat. dan tidak spesifik 2. takikardi. Penyakit ini termasuk penyakit tropik yang sangat berhubungan erat dengan kebersihan perorangan dan lingkungan. angina E. gelisah. Gejala klinis 1. epistaksis (jarang ditemukan) 41 . terutama pada malam hari. 3-metoksi-4-hidroksifeniletilenglikol dan bentuk konjugasi : glukoronat dan sulfat. aritmia jantung. Ekskresi : metabolit dan adrenalin yang tidak diubah dikeluarkan melalui urin Indikasi : syok anafilaksis. Resep Cito! R/ Adrenalin 0. Gangguan saluran pencernaan: nyeri perut.1% inj amp No I cum disposable syringe cc 3 No I ʃ imm 11.

Keadaan dehidrasi ini dapat dicegah karena infus ringer laktat mengandung komposisi elektrolit dan konsentrasinya sama dengan yang dikandung di dalam cairan ekstraseluler. Laboratorium : titer Widal 1/200 atau lebih atau 1/320 pada pemeriksaan ulangan dan klinis. Tanda yang juga dapat dijumpai pada daerah dada dan punggung ini akan telihat memudar bila ditekan. Pada saat ini. Pengobatan Infus Infus Ringer Laktat 20 tetes/menit. Kalium 4 mEq.Kandungan elektrolitnya antara lain Natrium 130 mEq.  Dalam beberapa hari sampai minggu. khususnya pada bagian perut (abdomen). terjadi gejala-gejala hematopoetik sebagai pembesaran limpa (splenomegali).  Pada akhir minggu pertama. 3.  Pada minggu kedua. lekopeni dan berkurangnya atau menghilangnya dari darah sel-sek lekosit polinukleus dan eosinofil. untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan mengembalikan keseimbangan elektrolit-elektrolit tubuh karena dalam hal ini pasien mengalami mual dan muntah dimana dapat mengancam terjadinya dehidrasi. Antibiotik 42 . konstipasi. Kadang leukositosis. suhu badan akan mengalami remisi harian. sebuah tanda khas demam tifoid yang disebut rose spots “bintik merah muda” bisa terlihat. terjadi kenaikan suhu badan yang bisa mencapai lebih dari 40°C. Bila demam sangat tinggi dapat terjadi penurunan kesadaran dan penderita mengigau. Asetat 28 mEq. Natrium merupakan kation utama plasma darah dan menentukan tekanan osmotik. Klorida109 mEq. kadang leukopeni  Gejala biasanya diawali dengan rasa tidak enak badan. bulan bahkan tahun. klorida merupakan anion utama plasma darah serta kalium merupakan kation intraseluler sebagai konduksi syaraf dan otot. lemas. Panas terutama meningkat pada malam hari dengan perbedaan temperatur lebih kurang ½ sampai 2°C dibanding pagi hari. Kalsium 3 mEq. walau penderita sudah sehat.  Retensi urin cukup sering terjadi. Titer aglutinin bisa tetap positip setelah beberapa minggu. nyeri yang tidak jelas. sakit kepala dan bisa juga mimisan.6. Diagnosa pasti dengan kultur.

43 .000 ml (Kemasan larutan kristaloid RL yang beredar di pasaran memiliki komposisi elektrolit Na+ (130 mEq/L). trauma.Kapsul 250 mg dan 500 mg. dan laktat (28 mEq/L). diare. diberikan selama demam dilanjutkan sampai 2 hari bebas demam. Ca+ (3 mEq/L). sirup 125 ml/5 ml. Farsycol (Ifars).(109 mEq/L). dapat ditambahkan glukosa yang berguna untuk mencegah terjadinya ketosis. Kalmicetine (Kalbe Farma). Mekanisme Obat Infus Ringer Laktat (RL) Sediaan . sehingga bila akan dipakai sebagai cairan rumatan. RL banyak digunakan sebagai replacement therapy.500 ml dan 1. hari kedua 4 x 500mg. suspensi 125 mg/5 ml. dan luka bakar. sebagai obat penghilang gejala demam dan pusing 4. Osmolaritasnya sebesar 273 mOsm/L Metabolisme RL merupakan cairan yang paling fisiologis yang dapat diberikan pada kebutuhan volume dalam jumlah besar. serbuk injeksi 1g/vail. Sifat .Combisetin (Combiphar). Larutan RL tidak mengandung glukosa. kloramfenikol (dosis hari pertama 4 x 250 mg. Antibiotik Kloramfenikol Nama paten . Cl. Laktat yang terdapat di dalam larutan RL akan dimetabolisme oleh hati menjadi bikarbonat yang berguna untuk memperbaiki keadaan seperti asidosis metabolik. kemudian dosis diturunkan menjadi 2 x 250mg selama 5 hari kemudian) Anti piretik Paracetamol 500 mg (bila perlu). Kalium yang terdapat di dalam RL tidak cukup untuk pemeliharaan sehari-hari.Kloramfenikol merupakan kristal putih yang sukar larut dalam air (1:400) dan rasanya sangat pahit Dosis Dewasa : 50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam. antara lain untuk syok hipovolemik. Lanacetine (Landson) Sediaan .Kloramfenikol 4 x 500 mg. apalagi untuk kasus defisit kalium. Anak : 50-75 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam.

Kadarnya di cairan serebrospinal tinggi sekali dibandingkan dengan antibiotika lain. Meningitides dan H. Kloramfenikol dapat menjadi bakterisid pada Str. Kloramfenikol terikat 50% pada protein plasma denganwaktu paruh 3 jam Metabolisme  Kloramfenikol mengalami metabolisme di hepar. kecuali ke dalam empedu.) 15-25 mg/liter. terutama sebagai metabolit inaktif. mikoplasma dan beberapa strain Salmonella serta hampir semua bakteri gram positif. klamidia. dosis harus diturunkan Ekskresi  Resorpsi kloramfenikol dari usus cepat dan agak lengkap.coli. 90% zat ini dirombak menjadi glukoronida inaktif.Bayi < 2 minggu : 25 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi tiap 6 jam.  Pemberian kloramfenikol secara i. Pneumonia. Mekanisme kerja Efek antimikrobaKloramfenikol bekerja pada spektrum luas. Dalam hati. N. Mirabilis Absorbsi. Pneumoniae dan P. meski tanpa meningitis.v. K. 44 .v. Kloramfenikol diekskresi 5 ± 30%melalui urin. influenza.   Peroral.namun tidak aktif pada suku Pseudomonas Sp dan Proteus sp. Kloramfenikol melalui penggunaan peroral saja diekskresi melalui empedu dan tinja dalam jumlah kecil. Difusi kloramfenikol ke jaringan. Obat ini efektif terhadap sebagian besar strain E. Pada penggunaan IV dan peroral. Kloramfenikol berefek bakteriostatik terhadap kuman yang peka seperti riketsia. kapsul 250 ± 500 mg dan suspensi 125 mg/5ml Distribusi. Setelah umur 2 minggu bayi dapat menerima dosis sampai 50 mg/kgBB/ hari dalam 4 dosis tiap 6 jam. sejumlah bakteri anaerob dan sejumlah bakteri gram negatif. menimbulkan kadar yang lebih rendah dalam darahdibandingkan peroral. Pada penderita gangguan hepar. Berikan dosis lebih tinggi untuk infeksi lebih berat. Kadar puncak plasma (1 jam setelah pemberian i. dengan BA 7590%. rongga dan cairan tubuh baik sekali.

Meskipun mempunyai efek antipiretik dan anelgesik dan antiinflamasi yang lemah. Anak 1-2 tahun – 1 sendok takar (5ml) 3. Anak 9-12 tahun – 3-4 sendok takar (5ml) Mekanisme Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX). Panadol biru. Anak 2-6 tahun – 1-2 sendok takar (5ml) 4. kehamilan. glositis. hemoglobinuria nocturnal. Pyridol. neuritis perifer. Sanmol. Dumin. Pyrex. depresi sumsum tulang Antipiretik Paracetamol Nama paten – Alphamol. H. stomatitis. Dewasa dan anak atas 12 tahun – 1 tablet (3-4 kali sehari) 2. limfogranuloma. Sanmol tablet. disentri. infeksi berat karena Salmonella sp. Sediaan – tablet 500mg. Kontraindikasi : Hipersensitif. Fasgo Forte. Anak 6-9 tahun – 2-3 sendok takar (5ml) 5.  Onset dari Paracetamol kurang dari 1 jam dengan waktu paruh sekitar 13 jam. 45 . diare. eritema multiforme. Pamol. gastroenteristis. influenza (terutama meningitis). rickettzia. Biogesic. Absorbsi . Anak-anak 6-12 tahun – ½ . reaksi hipersensitivitas misalnya anafalitik dan urtikaria. dan selektif mengahmbat COX-2. bruselosis. sirup 160 mg/5ml. neuritis optic.Indikasi : demam tifoid dan paratifoid. sirup forte 250 mg/ml. mual. Dosis Tablet 1. psitakosis. Farmadol. Cupaol.1 tablet (3-4 kali sehari) Sirup 125 mg/5ml 1. pasien porfiria Efek samping : Kelainan darah reversible dan ireversibel seperti anemia aplastik anemia (dapat berlanjut menjadi leukemia). anemia. Fevrin. menyusui. Bodrexin demam. sirup 125mg/5ml. muntah. sindrom grey pada bayi premature dan bayi baru lahir. Contratemp. Anak 0-1 tahun – ½ sendok takar (5ml) 2.

famili Flaviviridae. post-Immunisation Pyrexia. DEN-4. lalu dieksresi oleh ginjal dan dalam jumlah kecil pada air susu ibu (ASI) Paracetamol. DEN-3. neutropenia. dyscrasia darah (seperti thrombocytopenia. kerusakan liver Tulisan resep : R/ Ringer laktat inf flab No II cum infuse set IV catheter no 22 ʃ imm R/ Chloramphenicol tab mg 500 No IV ʃ 4 dd tab 1 R/ Paracetamol tab mg 500 No IV ʃ prn (3-4) dd tab 1 Pro : Nn M (21th) 12. juga diabsorpsi secara baik dari membrane mukosa rectum. agranulocytosis). Efek Samping : mual. Kontra Indikasi : alergi terhadap paracetamol. Distribusi dan Metabolisme  Paracetamol didistribusikan secara luas dalam cairan tubuh dan dengan mudah Eksresi  Setelah paracetamol dimetabolisme oleh liver. hypersensitivitas. Paracetamol cepat diabsorpsi di saluran pencernaan. yaitu . aman untuk wanita hamil dan anak-anak. ruam pada kulit. 46 No I No I . leucopenia. DEN-1. Indikasi : meredakan demam dan nyeri yang ringan sampai sedang yang disebabkan oleh berbagai hal. dan mempunyai 4 jenis serotipe. acute renal tubular necrosis. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod Borne Virus (Arboviroses)yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus. gangguan fungsi hati dan ginjal. serta pasien dengan ketergantungan terhadap alcohol. DENGUE HEMORAGIK FEVER (DHF) A. DEN2.

Antipiretik Paracetamol 500 mg (bila perlu). 4. 2. nyeri tulang dan persediaan. Bila syok terjadi pada masa demam maka biasanya menunjukan prognosis yang buruk C. nyeri kepala dan rasa lemah dapat menyetainya. Perdarahan ringan hingga sedang dapat terlihat pada saluran cerna bagian atas hingga menyebabkan haematemesis. dingin pada ujung hidung. gejala – gejala klinik yang tidak spesifik misalnya anoreksia. meskipun pada anak yang kurang gizi hati juga sudah. Mekanisme obat Infus NaCl 0. ( Soedarto. jari kaki serta sianosis disekitar mulut. sebagai obat penghilang gejala demam dan pusing D. Hepatomegali Pada permulaan dari demam biasanya hati sudah teraba. jari tangan. Gejala Klinik 1. Bila terjadi peningkatan dari hepatomegali dan hati teraba kenyal harus di perhatikan kemungkinan akan tejadi renjatan pada penderita . Nyeri punggung . Perdarahan gastrointestinat biasanya di dahului dengan nyeri perut yang hebat. 3. Renjatan (Syok) Permulaan syok biasanya terjadi pada hari ke 3 sejak sakitnya penderita. Demam Demam terjadi secara mendadak berlangsung selama 2 – 7 hari kemudian turun menuju suhu normal atau lebih rendah. Pengobatan Infus Infus NaCl 0.9 % 20 tetes/menit. petekia dan purpura.9 % 47 . 39). Perdarahan Perdarahan biasanya terjadi pada hari ke 2 jdari demam dan umumnya terjadi pada kulit dan dapat berupa uji tocniguet yang positif mudah terjadi perdarahan pada tempat fungsi vena. untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan mengembalikan keseimbangan elektrolit-elektrolit tubuh karena dalam hal ini pasien mengalami mual dan muntah dimana dapat mengancam terjadinya dehidrasi. dimulai dengan tanda – tanda kegagalan sirkulasi yaitu kulit lembab.B. Bersamaan dengan berlangsung demam. 1990 .

Fasgo Forte. sirup 160 mg/5ml. Sanmol.500 ml dan 1.Sediaan . NaCl 0. Dosis Tablet Dewasa dan anak atas 12 tahun – 1 tablet (3-4 kali sehari) Anak-anak 6-12 tahun – ½ .9% merupakan cairan pilihan untuk kasus trauma kepala. sirup forte 250 mg/ml.9% yang beredar di pasaran memiliki komposisi elektrolit Na+ (154 mEq/L) dan Cl(154 mEq/L). dimana RL tidak cocok untuk digunakan (seperti pada alkalosis. terutama pada kasus seperti kadar Na+ yang rendah. Cairan ini memiliki beberapa kekurangan. Fevrin. Dumin. Pamol.1 tablet (3-4 kali sehari) Sirup 125 mg/5ml Anak 0-1 tahun – ½ sendok takar (5ml) Anak 1-2 tahun – 1 sendok takar (5ml) Anak 2-6 tahun – 1-2 sendok takar (5ml) Anak 6-9 tahun – 2-3 sendok takar (5ml) Anak 9-12 tahun – 3-4 sendok takar (5ml) Mekanisme 48 . Biogesic. sirup 125mg/5ml.. Pyrex. sebagai pengencer sel darah merah sebelum transfusi. Panadol biru. dengan osmolaritas sebesar 300 mOsm/L) Metabolisme NaCl 0. Bodrexin demam. yaitu tidak mengandung HCO3. asidosis dilusional. dan hipernatremi Antipiretik Paracetamol Nama paten – Alphamol.000 ml (Kemasan larutan kristaloid NaCl 0. Sanmol tablet. dapat menimbulkan asidosis hiperkloremik. retensi kalium).9% (normal saline) dapat dipakai sebagai cairan resusitasi (replacement therapy). Sediaan – tablet 500mg. Pyridol. tidak mengandung K+ . Cupaol. Farmadol. Contratemp.

Kontra Indikasi : alergi terhadap paracetamol. Distribusi dan Metabolisme  Paracetamol didistribusikan secara luas dalam cairan tubuh dan dengan mudah Eksresi  Setelah paracetamol dimetabolisme oleh liver. agranulocytosis).9 % flab No III cum infus set IV catheter ʃ imm R/ Paracetamol tab mg 500 No III ʃ prn (1-3) dd tab I Pro : Sdr X (21 th) No I No I 49 . serta pasien dengan ketergantungan terhadap alcohol. acute renal tubular necrosis. dan selektif mengahmbat COX-2. gangguan fungsi hati dan ginjal. post-Immunisation Pyrexia. Indikasi : meredakan demam dan nyeri yang ringan sampai sedang yang disebabkan oleh berbagai hal. Meskipun mempunyai efek antipiretik dan anelgesik dan antiinflamasi yang lemah. juga diabsorpsi secara baik dari membrane mukosa rectum. Paracetamol cepat diabsorpsi di saluran pencernaan. lalu dieksresikan oleh ginjal dan dalam jumlah kecil pada air susu ibu (ASI) Paracetamol.   Onset dari Paracetamol kurang dari 1 jam dengan waktu paruh sekitar 13 jam. neutropenia. aman untuk wanita hamil dan anak-anak. dyscrasia darah (seperti thrombocytopenia. leucopenia. kerusakan liver Tulisan resep : R/ Infus NaCl 0. Efek Samping : mual. ruam pada kulit.Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX). hypersensitivitas. Absorbsi .

Jika keadaan umum baik dan lesi tidak menyeluruh cukup diobati dengan prednisone 3040 mg/ hari. Erupsi timbul mendadak. Sistemik: 1. ekskoriasi. 50 . dan lesi pada mata. alat genital. Bila keadaan umum buruk dan lesi menyeluruh. Pada bibir sering dijumpai krusta hemoragik. kelainan mukosa. infeksi virus dan atau keduanya. dan nyeri pada persendian. Biasanya digunakan deksametason injeksi dosis permulaan 4-6 mg/ hari. lakukan tindakan darurat terhadap keseimbangan O2 dan CO2. kelelahan. Jika penderita koma. dan balanitis/ uretritis. pada kasus tertentu yang sangat jarang ditemukan sindrom ini berhubungan dengan kanker. Pada umumnya masa krisis dapat diatasi dalam beberapa hari. disusul mukosa mata dan genitalia sehingga terbentuk trias: stomatitis. dan perdarahan. mulut. Penggunaan kortikosteroid merupakan tindakan life saving. biasanya penyebab utama yang paling sering dijumpai adalah akibat dari alergi obat-obatan tertentu. STEVEN JOHNSONS`S SYNDROM A. sehingga pada kasus yang berat penderita tidak dapat makan dan minum. beberapa penderita mengalami kerusakan mata permanen. Penatalaksanaan Umum: 1. dan bibir selalu ditemukan dan dapat meluas ke faring. Gejala bermula di mukosa mulut berupa lesi bulosa atau erosi eritem. setelah dosis mencapai 5 mg/ hari lalu diganti dengan tablet kortikosteroid.13. C. harus diobati secara cepat dan tepat. Meskipun pada umumnya tidak diketahui penyebabnya (idiopatik). sakit tenggorokan. Gejala Klinis Gejala prodormal tidak spesifik dan dapat berlangsung hingga 2 minggu Biasanya didahului panas tinggi. B. Kelainan di sekitar lubang badan (mulut. ditandai dengan adanya erupsi kulit. 2. Ruam lesi/melepuhnya kulit muncul sekitar satu inci pada wajah. dan anus) berupa erosi. lengan dan kaki dan juga telapak tangan. Sindrom ini mengakibatkan kematian sel-sel kulit sehingga epidermis mengelupas/memisahkan diri dari dermis. konjungtivitis. Setelah itu dosisnya segera diturunkan secara cepat. Keadaan ini dapat menyembuh dalam 3-4 minggu tanpa sisa. namun biasanya tidak muncul di bagian kulit kepala. Definisi Stevens-Johnson syndrome (SJS) atau sindrom Stevens-Johnson adalah penyakit kulit akut dan berat yang disebabkan oleh alergi atau infeksi dan dianggap sebagai hipersensitivitas kompleks yang memengaruhi kulit dan selaput lendir. Mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan pemberian cairan intravena 2. Kelainan pada selaput lendir.

I S ue R/ Gentamycin inj. Lesi yang basah dikompres dengan asam salisil 1%. berspektrum luas. Konjungtivitis diberi salep mata yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid. Untuk mengurangi efek samping kortikosteroid diberikan diet rendah garam dan tinggi protein. mg 5 amp No. bersifat bakterisidal.22 No.III Cum infus set No. IV Cum disposable syringe cc 3 No. Obat tersebut misalnya ciprofloxacin 2x400 mg i.I S imm R/ Cortidex inj. mg 80 amp No. Topikal: 1. dan tidak atau sedikit nefrotoksik.v dan klindamisin 2x600 mg i. Antibiotik yang dipilih hendaknya yang jarang menyebabkan alergi. 3.3. Biasanya digunakan gentamicin dengan dosis 2x80 mg. IV S imm R/ Kenalog in orabase g 5 tube no.I IV catheter no. 4. K (35 th) E.v sehari. D. II Cum disposible syringe cc 3 No. II S imm Pro: Tn. PEMBAHASAN OBAT 51 . Kelainan mulut yang berat diberi kompres asam borat 3% 4. Resep R/ Infus Dextrose 5% flab No. Vesikel dan bula yang pecah diberi bedak salisil 2% 2.

≤1 tahun 0. suatu glukokortikoid sintetis yang dalam dosis kecil sudah cukup kuat bekerja sebagai anti-inflamasi dan anti-alergi. INDIKASI : Semua penyakit yang dapat diobati dengan kortikosteroid secara sistemik. CORTIDEX® FARMAKOLOGI : mengandung Deksametason.25 mg. meningkatkan produksi urin dan mengurangi edema. psikosis. Sebagai obat anti peradangan misalnya pada artritis.25-1 mg. EFEK SAMPING : Efek samping umumnya terjadi karena pemakaian dosis besar dan terus menerus. Mampu menstabilkan tekanan daarah. ekskresi melalui ginjal. untuk penyakit alergi seperti penyakit serum dan asma. ulkus peptikum. osteoporosis. Berfungsi untuk mengurangi edema.1-0. dan penyakitpenyakit lain yang biasa menggunakan glukokortikoid. DOSIS : Tablet: dewasa 0. Ampul : terapi intensif/ darurat 2-4 mg 6-8 mg/ hari (IM/IV) maksimal 50 mg/hari.25 mg. gatal dan nyeri pada lesi. Diberikan 2x/hari.1%) triamcinolone acetonide dalam pasta emolien gusi yang terdiri dari gelatin. misalnya. Syok 1-6 mg/kgBB dosis tunggal. sehingga sifatnya hipertonik yang dapat menarik cairan dari pembuluh darah. metabolism di liver. INDIKASI : Biasanya digunakan pada lesi di daerah mulut. pectin dan carboboxymethylcellulose sodium in Plastibase (Plasticized Hydrocarbol Gel). 52 . KENALOG IN ORA BASE FARMAKOLOGI : Tiap gramnya mengandung 1 mg (0. untuk penyakit gangguan pada darah misalnya leukemia akut. FARMAKOKINETIK : sebagian besar terikat globulin dan sisanya oleh albumin. menghambat phospholipase A2 sehingga menghambat pelepasan asam arakidonat.1-0. MEKANISME KERJA : menghambat limfosit dan makrofag.DEXTROSE 5% Infus Infus dextrose 5% termasuk pada kelompok koloid yang memiliki ukuran molekul yang cukup besar sehingga akan tetap pada pembuluh darah.5-9 mg dalam dosis terbagi. 1-5 tahun 0. Obat ini termasuk pada kortikosteroid dengan kekuatan medium. anak 6-12 tahun 0. KONTRA-INDIKASI : Pada penderita dengan ulkus peptikum. sebagai terapi adjuvan dan untuk memperbaiki gejala sementara yang berhubungan dengan inflamasi oral dan lesi ulseratif pada trauma. osteoporosis dan fraktur vertebra.

FARMAKOKINETIK : Kadar puncak serum : i.v. Disebabkan obat ini mengandung kortikosteroid. abdomen.v. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. atau i. infeksi tulang. Proteus. Anak > 5 tahun : 2 . 53 . INDIKASI : Infeksi bakteri gram negatif (Pseudomonas. GENTAMYCIN INJEKSI Gentamycin injeksi ialah antibiotik aminoglikosida untuk bakteri gram negatif. Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus).m 30-90 menit. agranulositosis. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem. ataxia. KONTRAINDIKASI :Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain EFEK SAMPING : vertigo. infeksi kulit dan jaringan lunak. edema.m.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. maka dikontraindikasikan terhadap jamur. v.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. reaksi alergi. endokarditis dan septikemia . syok)  Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari.2. penggunaan topical. ANEMIA PERNISISOSA A.v. virus atau infeksi bakteri pada mulut dan tenggorok.KONTRAINDIKASI : pasien dengan hipersensitifitas komponen pembentuk obat.   Dewasa : Diberikan secara i. DOSIS : Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit  Dosis umum : o o Bayi dan anak < 5 tahun : 2. atau i. rash. gatal. Konfensional : 1 – 2. 30 menit setelah pemberian dengan infus. m. Disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut (karena kekurangan faktor intrinsik). Ekskresi melalui urin. kadang disebabkan juga oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker.m. dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah. i. Biasanya diberikan bersamaan dengan cairan infus. nefrotoksisistas. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblast).5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi. atau i. Pada anemia jenis ini. infeksi saluran nafas. Definisi Adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. 14. infeksi saluran urin.

EFEK SAMPING : reaksi alergi akibat kobal berupa eczema dan exantem. karena itu diberikan melalui suntikan. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu. I S imm Pro : Tn. warna kulit menjadi lebih gelap. kaki dan tangan.  Gejala lainnya adalah buta warna tertentu. Ekskresi melalui urine dan empedu. parestesi. termasuk warna kuning dan biru. depresi. mild splenomegali. FARMAKOKINETIK : untuk transport dan absorbsi. sesak nafas. dan penurunan fungsi intelektual. retinal hemorage. Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan. 90% disimpan di jaringan terutama di hati. Pembahasan Obat Arcored FARMAKOLOGI DOSIS : vitamin B12 1000 mcg/ ml : 1000 mcg/ ml tiap minggu (IM) MEKANISME KERJA : vitamin B12 bekerja sebagai katalisator reaksi konversi 5-CH3CH4 folat dan homosistein menjadi H4 folat dan metionin (penting untuk replikasi DNA) oleh enzim 5-CH3-CH4 folat homosistein metal transferase. C. Gejala Klinis   Kelelahan dan kelemahan. D. Penatalaksanaan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12. K (50 th) E. Resep R/ Arcored inj vial No. I Cum disposable syringe cc 10 No. Selain mengurangai pembentukan sel darah merah. Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan). kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan kesemutan di tangan dan kaki. vitamin B12 terikat pada intrisik faktor.B. Dalam darah terikat pada protein pembawa transkobalamin. diare. luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar. hilangnya rasa di tungkai. dan pergerakan yang kaku. 54 . penurunan berat badan.

Pada anak yang lebih besar manifestasi klinis tersebut lebih ringan dan lama sakit lebih pendek. batuk seratus hari. 250mg) pada hari ke 2-5. Suhu jarang >38. stadium akut paroksismal (paroksismal. emesis (66-80%). Penyakit yang disebabkan B. umur dan status imunisasi. dilanjutkan 250mg/hari padahari ke 2-5. Gejala Klinis Masa inkubasi 6-20 hari. kejang jarang pada anak > 2 tahun. Azitromisin Bayi < 6 bulan : 10mg/kgBB. whoops (tarikan napas panjang dan dalam berbunyi melengking) (60-70%). Dewasa: 500mg hari ke-1. C. rata-rata 7 hari.hari selama 5 hari Bayi dan anak > 6 bulan : 10mg/kgBB (max 500mg) hari I. sedangkan perjalanan penyakit ini berlangsung antara 6-8 minggu atau lebih. violent cough. Antibiotik Makrolida pada guideline CDC 2005 A. dispnea (70-80%).15. pertusis dan juga lama sakit lebih pendek. whooping cough. Penatalaksanaan 1. spasmodic) dan stadium konvalesens. karena pasien berupaya untuk menarik napas sehingga akhir batuk sering disertai bunyi yang khas. BATUK REJAN A. Disebut juga whooping cough oleh karena penyakit ini ditandai oleh sindrom yang terdiri dari batuk yang bersifat spasmodik dan paroksismal disertai nada yang meninggi. batuk paroksismal (100%).40C pada semua golongan umur. lussis quinta. Definisi Batuk rejan merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang dapat menyerang setipa orang yang rentan seperti anak yang belum diimunisasi atau orang dewasa dengan kekebalan yang menurun. Gejala pada anak yang berumur < 2 tahun yaitu. Sinonim Pertusis. 55 . Perjalanan klinis penyakit ini dapat berlangsung dalam 3 stadium yaitu stadium kataralis (prodormal. bronkiseptika lebih ringan daripada B. Namun tidak semua pasien batuk rejan memiliki bunyi yang khas. Manifestasi klinis tergantung dari etiologi spesifik. Disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis. dan kejang (20-25%). preparosksismal). D. dilanjutkan 5mg/kgBB (max. B. parapertusis atau B.

Lumirol sebagai sedate E. D. Klaritromisin Bayi < 1 bulan tidak direkomendasikan Bayi dan anak > 1 bulan : 15mg/kgBB/hari (max 1g/hari) dibagi dalam 2 dosis setiap hari. Ekpektoransia dan mukolitik 3. Dewasa : 2 g/hari dibagi dalam 4 dosis selama 14 hari. Namun jika azitromisin tidak ada. eritromisin dapat digunakan dengan dosis 40-50mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis. 2. Eritromisin Bayi < 1 bulan : tidak direkomendasikan karena berisiko menyebabakan Infant Hypertrophic Pyloric Stenosis (IHPS).5 h ac R/ Codein tab mg 20 No XXI ∫ 3 dd tab 1 Pro : Tn. 4. Resep R/ Eritromisin tab mg 500 No. Bayi > 1 bulan dan anak-anak : 40-50mg/kgBB/hari (max 2 g/hari) dibagi dalam 4 dosis selama 14 hari. Pembahasan Obat Eritromisin Eritromisin dihasilkan oleh Streptomyces erytheus golongan makrolida. B (29 th) F. Dewasa : 1 g/hari dalam 2 dosis selama 7 hari. 56 . Alternatif : Kotrimoksazol. Kodein diberikan bila terdapat batuk-batuk yang berat. Makanan memperburuk absorpsinya. XXVIII ∫ 4 dd tab 1 0. Eritromisin diuraikan oleh asam lambung. Mekanisme kerja melalui pengikatan reversible pada ribosom kuman sehingga sintesis protein kuman dihambat. Obat ini bekerja bakteriostatik terhadap terutama bakteri gram positif dan spectrum kerjanya mirip penisilin G. selama 7 hari.B. maka sebaiknya digunakan saat perut kosong. maka harus diberikan secara enteric-coated (dengan selaput tahan-asam) atau sebagai garam atau ester. C.

di dalam hati zat ini didemetilasi menjadi norkodein dan morfin (10%) yang memberikan sifat analgetiknya. Plasma-t½-nya 3-4 jam. Efek samping dan risiko adiksinya lebih ringan sehingga sering digunakan sebagai obat batuk. Kodein bekerja sebagai antitusive secara sentral dengan menekan pusat-batuk di sumsum lanjutan dan mungkin juga bekerja terhadap pusat-saraf lebih tinggi (di otak) dengan efek menenangkan. Ekskresi melalui kemih sebagai glukoronida dan 10% secara utuh. Eritromisin etilsuksinat Tablet kunyah 200 mg Suspensi oral mengandung 200 mg/5 ml dalam botol 60 ml Tetes oral mengandung 100 mg/2. terutama dalam bentuk inaktif. Lebih jarang berupa sakit kepala dan reaksi kulit. Eritromisin preparat kapsul/tablet 250 mg dan 500 mg. anak-anak di atas 1 tahun 3-6 dd 0. mungkin akibat pengaruhnya terhadap SSP.Metabolisme di hati menjadi metabolit inaktif. Ekskresinya berlangsung melalui empedu dan tinja serta kemih. Eritromisin dalam dosis tinggi dapat menimbulkan ketulian reversible.hari. Glaukoma A. uintuk anak-anak 20-40mg/kgBB/hari. Codein Kodein merupakan salah satu analgetik narkotik golongan agonis opioid yakni obatobat yang memiliki (sebagian) sifat farmakologi dari candu (opium) atau morfin. Pada batuk 4-6 dd 10-20 mg maks 120 mg. Obstipasi dan mual dapat terjadi terutama pada dosis lebih tinggi (diatas 3 dd 20 mg).5 mg/kg. 16. anak-anak 4-6 dd 1 mg/kg. Dosis untuk nyeri yaitu oral 3-6 dd 15-60 mg garam-HCl. Dengan demikian zat-zat ini menaikkan ambang bagi impuls batuk. Pada kehamilan dan laktasi eritromisin dapat diberikan dengan aman. dibagi dalam 4 dosis Anak : 30-50 mg/kg berat badan sehari dibagi dalam 4 dosis Dosis dapat ditingkatkan 2x lipat pada infeksi berat Obat diberikan sebelum makan Eritromisin stearat kapsul 250 mg dan tablet 500 mg Suspensi oral mengandung 250 mg/5 ml Dewasa : 250-500 mg tiap 6 jam atau 500 mg tiap 12 jam Anak : 30-50 mg/kg berat badn sehari dibagi dalam beberapa dosis. Dosis pemberian oral 2-4 x 250-500mg pada saat perut kosong. nausea dan kadang-kadang muntah. Resorpsi oral dan rectal baik. Efek samping terpenting adalah gangguan lambung-usus dan berupa diare. Obat tidak perlu diberikan sebelum makan. obat anti diare dan obat antinyeri yang diperkuat melalui kombinasi dengan parasetamol/asetosal. nyeri perut. Dewasa : 1-2 g/hari. Definisi 57 .5 ml dalam botol 30 ml Dewasa : 400-800 mg tiap 6 jam atau 800 m tiap 12 jam Anak: 30-50 mg/kg berat badan sehari dibagi dalam beberapa dosis.

Bekrja pada anyaman trabekular dengan meningkatkan kontraksi muskulus siliaris sehingga pupil mengalami miosis. Pembedahan dapat diperlukan. mual muntah. Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata. D. Keadaan tersebut menyebabkan iris teratrik ke belakang dan sudut bilik mata depan terbuka. Pengobatan Tetes mata digunakan untuk menurunkan tekanan intraokular. Pada glaukoma penutupan sudut akut. Gejala Klinis Nyeri. fotofobia C. atau trabekuloplasti laser dapat digunakan untuk memperbaiki aliran keluar aqueous humor. Tekanan intraokular harus dipantau setiap tahun pada individu yang berusia lebih dari 40 tahun atau setiap individu yang mengalami peningkatan risiko gangguan ini. Sebagai miotik untuk memebesarkan saluran pengeluaran cairan mata dengan cara perangsangan reseptor kolinergik muskarinik. penurunan visus secara cepat dan progresif. Obat-obatan yang paling sering digunakan adalah penyekat beta untuk mengurangi produksi aqueous humor atau obat parasimpatomimetik untuk menvebabkan konstriksi pupil dan meningkatkan aliran aqueous humor keluar dari mata. Mekanisme Obat a. Pembedahan yang meliputi iridektomi untuk glaukoma penutupan sudut. 5) Metabolisme 58 . B. sehingga merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata. Pilocarpin HCl 1) Bentuk dan sediaan Tetes mata 2) Nama paten Cendocarpin 3) Dosis 2 % diberikan satu tetes tiap 8-12 jam 4) Mekanisme kerja Merupakan golongan agonis kolinergik. diuretik dapat digunakan untuk menurunkan tekanan intraokular. pembedahan drainase.adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata.

glaukoma sudut tertutup akut. Karbonik anhidrase inhibitor (Asetazolamide) 1) Bentuk dan sediaan Tablet. 6) Indikasi Glaukoma. bradikardi. bradikardi. radang iris akut. Metabolisme di hepra. aritmia c. uveitis. 8) Efek samping Salivasi. reaksi alergi b. efek puncak terjadi antara 30-60 menit dan berlangsung selama 8-12 jam. 6) Indikasi Glaukoma sudut terbuka kronik. diekskresikan melalui urin. injeksi 2) Nama paten Diamox 3) Dosis 59 . hipertensi okuler 7) Kontraindikasi Pasien dengan risiko retinal detachment. 5) Metabolisme Timolol dan metabolitnya diekskresikan dalam urin. pandangan kabur. gagal jantung 8) Efek samping Reaksi alergi. Half life timolol dalam plasma adalah sekitar 4 jam. Betabloker (timolol maleat) 1) Bentuk dan sediaan Tetes mata 2) Nama paten betimol 3) Dosis 1 tetes dapat diberikan dalam interval 8-12 jam sehari 4) Mekanisme kerja Menurunkan tekanan intraokuler dengan mengurangi produksi humor akuos dengan cara memblok reseptor β 2 dalam prosesus siliaris. hipertensi okuler 7) Kontraindikasi Asma bronkhial.Mula kerjanya cepat.

pendengaran berkurang C. Hal tersebut dilakukan dengan cara menghambat kerja enzim karbonik and\hidrase di korpus siliaris 5) Metabolisme Asetazolamide di ekskresikan melalui ginjal. batu ginjal. Stadium Oklusi 60 . dan antipiretik. Pengobatan pada stadium awal ditujukan untuk mengobati infeksi saluran napas. paresthesia E. Otitis Media Akut A.2 x 250 mg secara oral. dengan pemberian antibiotik. 500 mg untuk injeksi 4) Mekanisme kerja Menurunkan tekanan intraokuler dengan menghambat produksi humor akuos. dekongestan lokal atau sistemik. 6) Indikasi Glaukoma 7) Kontraindikasi wanita hamil. tinnitus. demam. polakisuria. Gejala Klinis Nyeri telinga. Definisi Infeksi telinga bagian tengah yang disebabkan bakteri atau virus B. penyakit ginjal 8) Efek samping Dispepsia. Resep R/ Cendocarpin 2 % gtt ophtl fl No I    2 dd gtt 1 ODS £ R/ Timolol maleat gtt ophtl fl No I 2 dd gtt 1 ODS £ R/ Asetazolamid tab mg 250 No XX 2 dd tab 1 £ 17. pusing. Pengobatan Terapi bergantung pada stadium penyakitnya.

Antibiotik diberikan bila penyebabnya kuman. D. Antibiotik diberikan minimal selama 7 hari. Jika terjadi resistensi. Dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kg : sehari 750-1500 mg dalam dosis terbagi 4) Mekanisme kerja 61 . sebaiknya dilakukan miringotomi. Stadium Perforasi Terlihat sekret banyak keluar. Sumber infeksi lokal harus diobati. kadang secara berdenyut. Penicillin (Amoxycillin) 1) Bentuk dan sediaan Tablet 2) Nama paten Amoxan. penmox 3) Dosis Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20-40 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 3 dosis. Stadium Supurasi Selain antibiotik. Bila tetap. Bila tidak. Untuk terapi awal diberikan penisilin intramuskular agar konsentrasinya adekuat di dalam darah sehingga tidak terjadi mastoiditis terselubung. Mekanisme Obat a. Diberikan obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari serta antibiotik yang adekuat sampai 3 minggu. pasien harus dirujuk untuk melakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang dan tidak terjadi ruptur. antibiotik dapat dilanjutkan sampai 3 minggu. sekret tidak ada lagi. dan perforasi menutup. gangguan pendengaran sebagai gejala sisa dan kekambuhan.Terapi ditujukan untuk membuka kembali tuba Eustachius sehingga tekanan negatif di telinga tengah hilang. dan analgesik. Dianjurkan pemberian antibiotik golongan penisilin atau eritromisin. Bila membran timpani sudah terlihat hiperemis difus. Biasanya sekret akan hilang dan perforasi akan menutup sendiri dalam 7-10 hari. mungkin telah terjadi mastoiditis. dapat diberikan kombinasi dengan asam klavulanat atau sefalosporin. Stadium Presupurasi Diberikan antibiotik. Stadium Resolusi Membran timpani berangsur normal kembali.

Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci. dan P. otitis media. pneumonia cystitis. Streptococci. infeksi kulit dan jaringan lunak. Selain itu juga diekskresi bersama tinja. Kadar obat yang memadai dapat tercapai dalam hati.am tubuh. Telah dibuktikan bahwa parasetamol mampu mengurangi bentuk teroksidasi enzim siklooksigenase (COX). S. Antipiretik 1) Bentuk dan sediaan 2) Nama paten Pamol. Penisilin umumnya diekskresi melalui proses sekresi di tubuli ginjal. gonorrhoeae. sehingga menghambatnya untuk membentuk senyawa penyebab inflamasi.Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid. ginjal. efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. limfe. Absorbsi penisilin secara baik dilakukan di saluran cerna. 7) Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap penicillin 8) Efek samping Reaksi anafilaksis b. seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase. gonorhea yang tidak terkomplikasi. coli. mirabiiis. Panadol 3) Dosis 4) Mekanisme kerja Parasetamol menghambat produksi prostaglandin (senyawa penyebab inflamasi). N. usus. namun parasetamol hanya sedikit memiliki khasiat anti inflamasi. 6) Indikasi Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang peka terhadap Amoxicillin. Enterococci. bronchitis akut dan kronik. urethris. 5) Metabolisme Penisilin mudah rusak pada suasana asam. 62 Sebagaimana diketahui bahwa enzim . E. pneumoniae. pyelonephritis. Penisilin terdistribusi luas dal. H influenzas. empedu.

Obat yang dapat mengurangi edema mukosa digunakan untuk meningkatkan fungsi dari ostiomeatal kompleks dan meningkatkan ventilasi. Mukolitik digunakan untuk mengurangi sekresi mukus dan meningkatkan pembersihannya. Definisi Peradangan yang terjadi pada sinus B. steroid. perubahan pada ingus C. melembabkan serta memebersihkan mukus. 63 . 5) Metabolisme Paracetamol dimetabolisme di hepar. sehingga menghambat aksi anti inflamasi. gangguan fungsi hepar 8) Efek samping Gatal. anti nyeri (analgetik) 7) Kontraindikasi Hipersensitivitas. Diberikan antibiotika. suatu molekul yang tidak stabil. Resep R/ Amoxycillin tab mg 500 No XXI   18. antialergi. kemerahan pada kulit E. anti nyeri. sesak nafas. Gejala Klinis Sakit kepala. Pengobatan Tujuan dari penatalaksanaan sinusitis ialah untuk mencapai fungsi dan anatomis yang normal dari sinonasal.siklooksigenase ini berperan pada metabolisme asam arakidonat menjadi prostaglandin H2. 6) Indikasi Penurun panas (antipiretik). Pada kondisi ini oksidasi parasetamol juga tinggi. nyeri pada wajah. dimana terdapat konsentrasi peroksida yang tinggi. namun hal tersebut terjadi pada kondisi inflamasi. demam. Irigasi nasal dengan larutan salin dilakukan untuk membersihkan debris. Sinusitis 3 dd tab I £ R/ Paracetamol tab mg 500 No X prn (1-3) dd tab I agrediente febre £ A. yang dapat berubah menjadi berbagai senyawa pro-inflamasi. Parasetamol menghambat enzim siklooksigenase seperti halnya aspirin.

penmox 3) Dosis Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20-40 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 3 dosis. mirabiiis. Enterococci. yang digunakan dalam bidang Rehabilitasi Medik laser dengan power rendah. N. limfe. laser mempunyai efek analgetik. Streptococci. D. 5) Metabolisme Penisilin mudah rusak pada suasana asam. Penisilin terdistribusi luas dal. atau LASER. S. empedu. Mekanisme Obat a. Penicillin (Amoxycillin) 1) Bentuk dan sediaan Tablet 2) Nama paten Amoxan. dan P. 6) Indikasi 64 . Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase. Dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kg : sehari 750-1500 mg dalam dosis terbagi 4) Mekanisme kerja Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid. Pada sinusitis. Penisilin umumnya diekskresi melalui proses sekresi di tubuli ginjal. usus. anti-inflamasi dan biostimulasi juga mengurangi peradangan dan edema mukosa dan dengan demikian memberikan perbaikan aliran sinus seperti fungsi mukosiliar normal.am tubuh. Berbeda dengan laser yang digunakan dalam bidang Bedah dengan power tinggi. Selain itu juga diekskresi bersama tinja. Kadar obat yang memadai dapat tercapai dalam hati. coli. H influenzas. pneumoniae. E. efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. gonorrhoeae. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci. ginjal. Absorbsi penisilin secara baik dilakukan di saluran cerna.Penatalaksanaan dalam bidang Rehabilitasi Medik dapat berupa pemberian diatermi pada daerah sinus yang terkena untuk memperbaiki vaskularisasi sinus.

peradangan. infeksi jamur sistemik. Methylprednisolon 1) Bentuk dan sediaan Tablet 2) Nama paten Lameson 3) Dosis 4 – 8 mg per hari 4) Mekanisme kerja Methylprednisolon adalah suatu glukokortikoid sintetik dan diabsorpsi secara cepat melalui saluran pencernaan. Methylprednisolone bekerja dengan menduduki reseptor spesifik dalam sitoplasma sel yang responsif. Ikatan steroid-reseptor ini lalu berikatan dengan DNA yang kemudian mempengaruhi sintesis berbagai protein. diabetes mellitus 8) Efek samping 65 . 6) Indikasi Alergi.Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang peka terhadap Amoxicillin. 5) Metabolisme Methylprednisolone mengalami pengikatan dengan 2 juenis protein plasma yaitu albumi dan globulin. Methylprednisolone mengalami metabolisme di hepar. rematik 7) Kontraindikasi Ulkus peptikum. urethris. Beberapa efek penting yang timbul akibat ini yaitu berkurangnya produksi prostaglandin dan leukotrien. berkurangnya sintesis kolagen dan lain-lain. otitis media. berkurangnya degranulasi mast cell. gonorhea yang tidak terkomplikasi. pyelonephritis. infeksi kulit dan jaringan lunak. seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. 7) Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap penicillin 8) Efek samping Reaksi anafilaksis b. bronchitis akut dan kronik. pneumonia cystitis.

Definisi 66 . pilek. gangguan hepar 7) Efek samping Mengantuk. gangguan metabolisme karbohidrat. antihistamin. Demacolin 1) Bentuk dan sediaan Tablet 2) Nama paten Demacolin 3) Dosis Dapat diberikan dalam interval 8-12 jam per hari 4) Mekanisme kerja Bekerja sebagai antipiretik. dan sakit kepala 6) Kontraindikasi Hipersensitivitas. kerusakan hepar E. bersin. dan dekongestan 5) Indikasi Merintgankan gejala flu seperti demam. gangguan pencernaan.Gangguan penyembuhan luka. tremor. takikardi. PRE EKLAMPSIA A. Resep R/ Amoxycillin tab mg 500 No XXI    3 dd tab I £ R/ Lameson tab mg 4 No X 2 dd tab I £ R/ Demacolin tab No XXI 3 dd tab I £ 19. kelemahan otot c.

pasien di rawat inapkan. R/ Nifedipin tab retard mg 5 No. Pre eklampsia ringan a) Rawat jalan : anjurkan istirahat baring 2 jam siang hari dan tidur > 8jam malam hari. yaitu bila terdapat protein sebanyak 0. yaitu kenaikan 1 kg seminggu yang terjadi beberapa kali disertai edema kaki. Trombositopenia 8. 2. Gejala Klinis Diagnosis pre eklampsia ditegakkan apabila ditemukan 2 dari 3 keadaan berikut: 1. Kemudian evaluasi 1 minggu kemudian. XV S 2 dd tab I Pro : Ny. Disebut pre eklampsia berat apabila ditemukan gejala berikut: 1. Linda (28th) 2. Terapi 1. Oligouria ( ˂ 400ml dalam 24 jam) 4. Sakit kepala hebat atau ganggguan penglihatan 5. jari tangan. Lilis (27th) b) Rawat inap : bila dalam 2minggu tidak ada perbaikan. Adanya proteinuria. Edema paru atau sianosis 7. 3. Bila sukar tidur beri fenobarbital. R/ Fenobarbital tab mg 30 No. Proteinuria + ≥ 5g/24jam atau ≥3 pada tes celup 3. dan wajah. Penambahan berat badan yang berlebihan. Tekanan darah ≥ 140mmHg atau tekanan darah sistolik meningkat ˃ 30mmHgatau tekanan darah diastolik meningkat ˃ 15 mmHg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit. B. Pre eklampsia berat 67 .Timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.3 g/l dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan +1 atau 2. Tekanan darah sistolik ≥ 160mmHg atau diastolik ≥ 110mmHg 2. VII S 1 dd tab I omni noctum Pro: Ny. Beri anti hipertensi. Pertumbuhan janin terhambat C. Nyeri epigastrium dan ikterus 6.

BSO : Injeksi (iv 20%-25ml. I Simm R/ Ca Glukonas 10% inj. I IV catheter no. Jika masih kejang tambahkan 2g IV dalam 3-5 menit.a) Segera rawat pasien di rumh sakit. amp No. I Cum disposable syringe cc 10 No. I Simm R/ Nifedipin tab mg 10 No. MgSO4 Drug of choice untuk atasi kejang. Wika (29th) D. diuresis >100cc dlm 4 jam sebelumnya. 68 . Beri MgSO4 dg dosis awal 2 g intravena dlm 10 menit. c) Berikan anti hipertensi R/ Dextrose 5% infus flab No. kemudian lanjut dalam drip infus dextrose 5% dg kecepatan 15-20 tetes per menit sampai tekanan darah stabil. Rumatan: 2-4 g/ jam IV per drip dalam D5% KI : Hipersensitif terhadap magnesium. 40%-25ml). mencegah masuknya Ca2+ D : Inisial 4-6 g IV bolus dalam 10 menit. b) Sedia antidotum MgSO4 yaitu Ca Glukonas 10%. penyakit adison. III Cum infus set No. RR >16x/menit. serbuk zak (30g) MK : Menekan pengeluaran asetilkolin pada motor end plate. 22 No. I S imm R/ Sulfas magnesikus 20% inj fl No. I Cum disposable syringe cc 10 No. III S prn (1-3) dd tab I Pro: Ny. Antikonvulsan yang efektif dan membantu mencegah kejang kambuhan dan mempertahankan aliran darah ke uterus. Syarat pemberian MgSO4 : reflek patella kuat. Keterangan Obat: 1. blok jantung. kerusakan otot jantung. Berikan sampai 24 jam pasca persalinan dan hentikan bila 6 jam pasca persalinan ada perbaikan ataupun intoksikasi.

penyakit jantung iskemik Farmakokinetik: waktu paruh 80-120jam 4. ataksia D: 1-2 x 30mg/ oral KI: hamil. yang menginvasi saluran pencernaan terutama usus sehingga menyebabkan kerusakan sel. B. infark miokard ES : pusing. pembesaran prostat. Diare cairyang banyak bercampur darah dan lendir 2. batuk. ileus paralitik. hipertensi berat. luminal MK :Sebagai antikonvulsan. Fenobarbital BSO : Injeksi (im/iv 50mg/ml). ES: pusing. Nifedipin (Calcium channel blocker) Paten: adalat MK : Menghambat masuknya Ca2+ ke dalam sel sehingga terjadi relaksasi otot polos vaskuler. depresi nafas Farmakokinetik: pemberian oral dapat diabsorpsi 20%. 20. 2. Gejala Klinis 1. kehamilan. tablet (30mg. Untuk mempermudah tidur. kerusakan hati dan ginjal. berkeringat.100mg) Paten : fenobarbiton. sepsis. hipotermia. laktasi. penurunan kontraksi jantung serta penurunan kecepatan konduksi SA node dan AV node. penyakit pembuluh darah perifer. hipotensi. Definisi Suatu penyakit peradangan akut yang disebabkan oleh Shigella sp. SHIGELLOSIS A. edema perifer.sel mukosa usus tersebut. Efek pencahar terlihat setelah 3-6 jam. menurunkan tekanan darah secara tajam. hipnotik dan sedatif. Ca Glukonas Sebagai antidotum dari MgSO4 3. muntah. D : 10mg/ oral KI : syok.ES : flushing. takikardia. mual. Demam tinggi mendadak sampai mencapai 42 º C 69 . laktasi. mengantuk. kolitis ulserativa. sakit kepala.

anti nyeri. tenesmus 4.c R/ Paracetamol tab mg 500 No. Cotrimoxazole Paten: bactrim. tempra. Nausea dan vomitus 5. Terapi R/ Cotrimoxazole tab No. XX S 2 dd tab II p. Keterangan Obat 1. D: 2 dd 2 tablet mg per oral ES : gangguan kulit. anti radang dan anti piretik D: 1-4 kali 500 mg / hari ES: Gangguan fungsi hati KI: Gangguan fungsi hati dan ginjal 70 . X S prn (1-3) dd tab I R/ Oralit granule sach No. Nyeri perut.3. Paracetamol paten: panadol. septrin MK : terdiri dari sulfametoksazole dan trimetropim dengan perbandingan 5 : 1. Bersifat bakterisid dengan spektrum kerja yang luas. X S prn (1-3) dd tab I agrediente febre R/ Metoclopramide tab mg 10 No. SJS KI: gangguan fungs hati dan gnjal yang berat. XV S ad libitum solve in aqua cocta ad cc 200 Pro: Sdr. Dehidrasi sesuai derajatnya C. laktasi. kelainan darah. stomatitis. bodrex MK: sebagai. hepatitis. bayi < 2 bulan Farmakokinetik :     Absorbsi melalui saluran cerna cepat dan lengkap Kadar puncak plasma dicapai dlm 2-4 jam Waktu paruh 10-11 jam Ekskresi melalui urine 2. hamil. Andhika (21th) D.

epilepsi. Nafas atau dada seperti tertekan 4. Dasar penyakit ini adalah hiperaktivitas bronkus dalam berbagai tingkat.Farmakokinetik:     Diabsorbsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna Konsentrasi tertinggi dlm plasma dicapai dalam ½ jam dan waktu paruhnya 13 jam Dimetabolisme oleh enzim mikrosomalhati. sering pada malam hari 3. Oralit MK: sebagai pengganti elektrolit pada pasien muntah dan diare D: setiap habis BAB larutkan satu bungkus dalam 200 cc air matang KI: perforasi usus 21. D: 1-3 x 10mg/ hari ES: mengantuk. namun dapat menjadi kurang reversibel bahkan relatif nonreversibel tergantung berat dan lamanya penyakit. damaben MK: memperkuat motilitas dan pengosongan lambung berdasarkan stimulasi sarafsaraf kolinergis. diare. dapat mengalami hidroksilasi Diekskresi melalui ginjal 3.gejala tersebut bersifat paroksismal. konstipasi KI: hamil trimester 1. B. obstruksi jalan nafas dan gejala pernafasan (mengi dan sesak). kelelahan. khasiat antidopamin di pusat dan perifer serta kerja langsung terhadap otot polos. Definisi Gangguan inflamasi kronik jalan nafas yang melibatkan berbagai sel inflamasi. Batuk produktif. gelisah. Gejala. 71 . Metoclopramide Paten: Clopramel. Bising mengi (wheezing) yang terdengar dengan atau tanpa stetoskop 2. Memblokade reseptor dopamin di CTZ sehingga menghasilkan efek antiemetik. ASMA A. yaitu membaik pada siang hari dan memburuk pada malam hari. sindrom ekstrapiramidal. Gejala Klinis 1. feokromositoma 4. Obstruksi jalan nafas umumnya reversibel.

B. sakit kepala. berkeringat.Medrol. VII S 1 dd tab I Pro: Nn. alergi. Sedangkan faktor pencetus yang sering menimbulkan ekzema antara lain iklim. takikardi. iritasi lokal. Lapisan kulit yang mengalami kelainan ialah kulit ari (epidermis) dan kulit jangat (dermis) bagian atas.C. gugup. takiaritmia ES: tremor halus pada otot rangka. Solu-Medrol. miopati steroid. 2. mialgia. Keterangan Obat 1. EKZEMA A. TBC. dan faktor higienis.otot bronkus D : 1-2 semprot bila perlu saat serangan akut KI : kardiomiopati obstruksi hipertrofi. Urbason. palpitasi. I S prn (1-2) dd puff I R/ Metil prednisolon tab No. otot lemah. hipokalemia. emosi. muntah. Terapi R/ Berotec MDI No. batuk. Herpes simpleks ES: retensi cairan tubuh. Definisi Ekzema adalah proses radang pada kulit. Ria (22th) D. Namun hal ini sering dihubungkan dengan faktor bawaan. alkalosis hipokalemik. Faktor penyebab ekzema belum diketahui pasti. D: 4mg/hari KI: Infeksi jamur sistemik. Flason MK: Menghambat respon inflamasi agar tidak terjadi bronkokonstriksi yang bertambah buruk. 22. Gejala klinis 72 . kram otot. pusing. berodual MK: Mencegah bronkokonstriksi dengan menginduksi bronkodilatasi melalui reseptor β2 di otot. Berotec Paten: berotec. infekortikosteroidi. Metil prednisolon Paten: Depo. gagal jantung kongestif. mual.

perubahan kulit masih samar. yaitu stadium yang masih baru (akut) dan stadium yang telah lama (menahun atau kronik). atau minyak mineral. Pilihan obat topikal agar tepat ke target site-nya.Ekzema digolongkan dua stadium.05%. Salap mengandung vaselin. Pada stadium akut. Gejala awal gangguan ini adalah kemerahan pada kulit akibat pelebaran pembuluh-pembuluh darah kecil di kulit. sehingga membantu hidrasi stratum korneum yang akan meningkatkan penetrasi bahan aktif. yakni salep. parafin.cream. D. Kulit juga tampak kehitaman akibat kelebihan pigmen (hiperpigmentasi). umumnya pasien lebih menyukai bentuk krim karena lebih nyaman dipakai. propilen glikol. bentuk salep akan lebih efektif dibanding krim atau losio terhadap kelainan yang kering dan menebal. Bahan-bahan tersebut akan membentuk sawar oklusif yang mencegah penguapan. krim. Secara umum. Nama paten : Betamethasone dipropionate = Diprosone 0. gel. 2. Mekanisme Kerja Obat 1. Bentuk sediaan obat : Kortikosteroid topikal terdapat dalam berbagai bentuk sediaan. gejalanya merupakan gabungan antara tanda-tanda akut dan kronis. membasah (eksudatif).05%. dan terdiri atas banyak bentuk kelainan kulit (polimorfi).cream Desoximetasone = Topcort 0. sehingga meningkatkan kepatuhan terapi. Selain itu. Pada ekzema yang belum sampai menahun. Pengobatan Pengobatan ekzema menggunakan kostikosteroid topikal. kulit tampak kering. Semakin tinggi kandungan air suatu vehikulum (misalnya bentuk losio dan gel). C. Tetapi. maka akan lebih cepat mengeringkan karena penguapan yang meningkat. Setelah mengering. Oleh karena itu. Hampir 50% bahan dasar krim adalah air. Kemerahan tersebut bisa hilang jika ditekan. Terjadi penebalan kulit disertai garis-garis kulit yang tampak makin jelas. lebih cocok untuk lesi yang membasah. timbul bintil-bintil (papul) yang kemudian berkembang menjadi gelembung-gelembung jika pecah. timbul kerompeng dan sisik-sisik diakhir proses penyembuhan. aerosol dan losio.lotion Clobetasol propionate = Dermovate 0. dan muncul kembali jika tekanan dilepaskan. gelembunggelembung ini akan mengeluarkan cairan seperti getah (eksudat) dan kulit menjadi lecet (erosi).05% gel 73 . Pada stadium menahun atau kronis.

5. efek antiinflamasi. telangiektasi.erupsi akneiformis dan perubahan warna kulit. Penulisan Resep R/ Hidrocortison 2% cream tube No. ointment Hydrocortisone = Enkacort 1% and 2.Halcinonide = Halog 0. cream Mometasone furoate= Elocon 0. adanya efek antimitosis terjadi karena kortikosteroid mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien yang diakibatkan oleh aktivasi fosfolipase A2 dengan mengurangi jumlah enzim yang tersedia untuk memproduksi prostaglandin. anak-anak. D (40 th) 74 . mempengaruhi juga fungsi sistem kardiovaskuler. sistem saraf dan organ lain. Indikasi : ekzema.1%. adanya efek antiinflamasi yang terutama terhadap leukosit. Dosis : 2-4 X sehari 4.e Pro : Tn. Pada anak-anak. Yang lebih kerap terjadi adalah efek samping lokal pada kulit berupa atrofi. Efek samping ini secara langsung bergantung pada potensi kortikosteroid dan lama serta cara penggunaannya. disebabkan karena mereka mempunyai rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badan yang relatif lebih tinggi. Secara umum.1%. purpura. dapat pula terjadi glaukoma. I ∫ 2 dd I u. Kontraindikasi : Penderita alergi kortikosteroid 8. Perlu diingat pula kemungkinan adanya topical steroid addiction. 6. dan lemak. dan efek antimitosis.otot lurik. ginjal. Metabolisme : kortikosteroid mempengaruhi metabolisme karbohidrat. Efek samping : Risiko terberat (walaupun sangat jarang terjadi) penggunaan kortikosteroid adalah penekanan aksis adrenal -hipotalamus akibat absorbsi sistemik. protein. Selain itu.5% cream 3. radang dan penyakit kulit karena alergi 7. Mekanisme kerja : efek utama penggunaan kostikosteroid secara topikal pada epidermis dan dermis ialah efek vasokonstriksi. orang tua dan pasien dengan kelainan yang luas akan mempunyai risiko yang lebih tinggi. Adanya efek vasokonstriksi akan mengakibatkan berkurangnya eritema. E. strie.

“thought insertion or withdrawal” = isi yang asing dan luar masuk ke 75 . B. namun kualitasnya berbeda . kemauan. Pada fase aktif gejala positif / psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik. dan oleh afek yang tidak wajar atau tumpul. hubungan sosial)  Kriteria Diagnosis  Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): a. waham. inkoherensi. Gejala klinis Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal. ketegangan afek/emosional. fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Definisi Skizofrenia adalah gangguan yang umumnya ditandai oleh distorsi pikiran dan persepsi yang mendasar dan khas.“thought echo” = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras). Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya. SKIZOFRENIA A. mengurutkan peristiwa. pendenta skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan. fungsi sosial. Disamping gejala gejala yang terjadi pada ketiga fase diatas. Pada fase prodromal biasanya timbul gejala gejala non spesifik yang lamanya bisa minggu. halusinasi disertai gangguan afek. Fase aktif akan diikuti oleh fase residual dimana gejala gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala positif / psikotiknya sudah berkurang. atau . identitas. dan isi pikiran ulangan. Menurut Emi Kraeplin skizofrenia terjadi karena kemunduran intelegensi sebelum waktunya sehingga disebut dimensia prekoks/muda. perilaku psikomotor dan kemampuan untuk menetapkan hubungan interpersonal yang memuaskan. mereka akan mengatakan “orang ini tidak seperti yang dulu”. . kewaspadaan dan eksekutif (atensi.23. bulan ataupun lebih dari satu tahu sebelum onset psikotik menjadi jelas. Skizofrenia adalah suatu sindrom klinis yang dinyatakan dengan kelainan dalam isi dan organisasai pikiran. Gejala tersebut meliputi : hendaya fungsi pekerjaan. Hampir semua individu datang berobat pada fase ini. konsentrasi. fase aktif dan fase residual. persepsi masukan sensori. bila tidak mendapat pengobatan gejala gejala tersebut dapat hilang spontan suatu saat mengalami eksaserbasi atau terus bertahan. walaupun isinya sama. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman.

jenis suara halusinasi lain yang berasal dan salah satu bagian tubuh.“delusional perception” = pengalaman indrawi yang tidak wajar. b. atau kekuatan dan kemampuan di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca.“delusion of control” = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar.“delusion of passivitiy” = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. d. misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu.  Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: e. dan . mutisme. atau berkomunikasi dengan mahluk asing dan dunia lain) . (tentang ”dirinya” = secara jelas merujuk kepergerakan tubuh / anggota gerak atau ke pikiran. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. atau penginderaan khusus). posisi tubuh tertentu (posturing). . g. biasnya bersifatmistik atau mukjizat. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu minggu atau berbulan-bulan terus menerus. atau ii. arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation). . atau . yang berkibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan. negativisme. perilaku katatonik. atau iii. 76 . Halusinasi auditorik: i. f. tindakan. Waham-waham menetap jenis lainnya.“thought broadcasting”= isi pikiranya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. dan stupor. suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien. atau neologisme. c. mendiskusikan perihal pasien pasein di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara). atau fleksibilitas cerea. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. halusinasi yang menetap dan panca-indera apa saja.dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal). seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement). yang bermakna sangat khas bagi dirinya. ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap.

haloperidol dan pimozide. bicara yang jarang. waham dan halusinasi.   Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik (prodromal) Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dan beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior). Pengobatan Pemilihan jenis antipsikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. Bila gejala negatif lebih menonjol dari gejala positif pilihannya adalah obat antipsikosis atipikal. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. Obat yang tersedia untuk golongan ini adalah clozapine. Apabila obat antipsikosis tertentu tidak memberikan respons klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang tepat. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. hidup tak bertujuan. APG I dapat dibagi lagi menjadi potensi tinggi bila dosis yang digunakan kurang atau sama dengan 10 mg diantaranya adalah trifluoperazine. C. Sebaliknya bila gejala positif lebih menonjol dibandingkan gejala negatif pilihannya adalah tipikal. Obat-obat ini digunakan untuk mengatasi sindrom psikosis dengan gejala dominan apatis. dan respons emosional yang menumpul atau tidak wajar. tidak berbuat sesuatu sikap larut dalam diri sendiri (self-absorbed attitude). gejala-gejala “negative”. olanzapine. hiperaktif dan sulit tidur. Begitu juga pasien-pasien dengan efek samping ekstrapiramidal pilihan kita adalah jenis atipikal. menarik diri. dapat diganti dengan obat antipsikosis lain (sebaiknya dan golongan yang tidak sama) dengan dosis ekivalennya. dan penarikan diri secara social. Potensi rendah bila dosisnya lebih dan 50 mg diantaranya adalah Chlorpromazine dan thiondazine digunakan pada penderita dengan gejala dominan gaduh gelisah. 77 . Apabila dalam riwayat penggunaan obat antipsikosis sebelumnya sudah terbukti efektif dan efek sampingnya ditolerir baik. hipoaktif.h. fluphenazine. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi oleh depresi atau medikasi neuroleptika. maka dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang. APG II sering disebut sebagai serotonin dopamin antagonis (SDA) atau antipsikotik atipikal. quetiapine dan risperidon. seperti sikap sangat apatis. Pergantian disesuaikan dengan dosis ekivalen. Obat antipsikotik yang beredar dipasaran dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu antipsikotik generasi pertama (APG I) dan antipsikotik generasi ke dua (APG ll).

Lodomer Risperidon = Risperidal Clozapin = Clorazol Quentiapine = Seroquel Olanzapine = Zyprexa 3. Gangguan memburuk). Epilepsi (menurunkan ambang kejang) d. 7. D. nigostriatal dan tuberoinfundibular sehingga dengan cepat menurunkan gejala positif tetapi pemakaian lama dapat memberikan efek samping. Dosis : 1-3 X sehari 4. Penyakit darah (hemato-toksik) c. Indikasi : sindrom psikosis 6. Kelainan jantung (menghambat irama jantung) e. Penyakit SSP (perkinson. vial 2. Mekanisme kerja : APG I bekerja dengan memblok reseptor D2 di mesolimbik.dll) h. tardive dyskinesia. Efek samping : Efek samping obat antipsikosis generasi I berupa: gangguan ekstrapiramidal. Ketergantungan alkohol (penekanan SSP meningkat) g. ampul. tumor otak. Febris yang tinggi (thermoregulator di SSP) f. Penyakit hati (hepato-toksik) b. Nama paten : Clorpromazine = Largactic Trifluoperazine = Stelazine Haloperidol = Haldol. peningkatan kadar prolaktin yang akan menyebabkan disfungsi 78 kesadaran disebabkan “CNS-depresant” (kesadaran makin . mesokortikal. Kontraindikasi : a. Sedangkan APG II bekerja melalui interaksi serotonin dan dopamin pada ke empat jalur dopamin di otak yang menyebabkan rendahnya efek samping extrapiramidal dan sangat efektif mengatasi gejala negatif. Bentuk sediaan obat : tablet.Pada pemberian obat APG I perlu ditambahkan obat antikolinergik golongan triheksipenidil untuk mengatasi efek samping. Mekanisme Kerja Obat 1. 5.

E. menggerakkan lengan dan tungkainya dengan cara yang aneh dan tanpa tujuan.D (40 th) 24. tidak mampu memahami apa yang orang lain katakan dan menolak bantuan. tergantung kepada daerah otak yang terkena. Pada penderita yang mengalami kelainan psikis bisa mengalami déjà vu (merasa pernah mengalami keadaan sekarang di masa yang lalu). Gejala klinis Kejang parsial simplek dimulai dengan muatan listrik di bagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. sejalan dengan penyebaran aktivitas listrik di otak. X ∫ 3 dd tab I Pro Tn. intermiten. sinkron. defekasi dan hipotensi. Definisi Epilepsi yakni cetusan muatan neuron SSP abnormal.Penderita menjadi goyah. X ∫ 3 dd tab I R/ Artane tab mg 2 No. Penderita mengalami sensasi. Kejang Jacksonian gejalanya dimulai pada satu bagian tubuh tertentu (misalnya tangan atau kaki) dan kemudian menjalar ke anggota gerak. Jika terjadi di bagian otak yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan. B. dan diikuti dengan penyembuhan total. Penulisan Resep R/ Haldol tab mg 2 No. berlebihan. Kebingungan berlangsung selama beberapa menit. 79 . EPILEPSI A.seksual/ peningkatan berat badan dan memperberat gejala negatif maupun kognitif. Selain itu APG I menimbulkan efek samping antikolinergik seperti mulut kering pandangan kabur gangguan miksi. unprovoke. gerakan atau kelainan psikis yang abnormal. maka lengan kanan akan bergoyang dan mengalami sentakan. jika terjadi pada lobus temporalis anterior sebelah dalam. mengeluarkan suara-suara yang tak berarti. Kejang parsial (psikomotor) kompleks dimulai dengan hilangnya kontak penderita dengan lingkungan sekitarnya selama 1-2 menit. paroksismal. maka penderita akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau sangat tidak menyenangkan.

kejang otot yang hebat dan sentakan-sentakan di seluruh tubuh. Penderita tidak memberikan respon terhadap sekitarnya tetapi tidak terjatuh. kepala berpaling ke satu sisi. Status epileptikus merupakan kejang yang paling serius. infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal. karena itu obat anti-kejang diberikan dalam dosis tinggi secara intravena. sisanya biasanya hanya mengalami 1 kali serangan. Epilepsi primer generalisata ditandai dengan muatan listrik abnormal di daerah otak yang luas. Pengobatan Jika penyebabnya adalah tumor. yang sejak awal menyebabkan penyebaran kelainan fungsi. Sesudahnya penderita bisa mengalami sakit kepala. Kejang petit mal dimulai pada masa kanak-kanak. Pada kejang konvulsif. terjadi penurunan kesadaran sementara. Sekitar sepertiga penderita mengalami kejang kambuhan. pingsan maupun menyentak-nyentak.Kejang konvulsif (kejang tonik-klonik. Obat-obatan biasanya diberikan kepada penderita yang mengalami kejang kambuhan. grand mal) biasanya dimulai dengan kelainan muatan listrik pada daerah otak yang terbatas. C. Jika keadaan tersebut sudah teratasi. Pada kedua jenis epilepsi ini terjadi kejang sebagai reaksi tubuh terhadap muatan yang abnormal. maka diperlukan obat anti-kejang untuk mencegah terjadinya kejang lanjutan. Muatan listrik ini segera menyebar ke daerah otak lainnya dan menyebabkan seluruh daerah mengalami kelainan fungsi. Kontraksi otot sangat kuat. Jika penyebabnya tidak dapat disembuhkan atau dikendalikan secara total. gigi dikatupkan kuat-kuat dan hilangnya pengendalian kandung kemih. Biasanya penderita tidak dapat mengingat apa yang terjadi selama kejang. Salah satu diantaranya adalah menimbulkan kantuk. Obat anti-kejang sangat efektif. dimana kejang terjadi terus menerus. Jika tidak segera ditangani. kelopak matanya bergetar atau otot wajahnya berkedut-kedut selama 10-30 detik. Tidak terjadi kejang dan gejala dramatis lainnya dari grand mal. tetapi juga bisa menimbulkan efek samping. maka keadaan tersebut harus diobati terlebih dahulu. maka kejangnya sendiri tidak memerlukan pengobatan. Status epileptikus merupakan keadaan darurat. Penderita hanya menatap. tidak berhenti. tidak mampu bernafas sebagaimana mestinya dan muatan listrik di dalam otaknya menyebar luas. bisa terjadi kerusakan jantung dan otak yang menetap dan penderita bisa meninggal. 80 . biasanya sebelum usia 5 tahun. linglung sementara dan merasa sangat lelah.

kantuk. Nama paten : valium 100 mg/cap.3 mg/kgBB selama 2 menit dan dosis maksimal 5-10 mg.sedangkan pada anak-anak menyebabkan hiperaktivitas. karena bisa merubah jumlah obat antikejang di dalam darah D. henti jantung.2 mg/kgBB dengan kecepatan 5 mg/menit secara lambat. Ca2+ neuron dan mengubah neurotransmitor NEPI. anak-anak 5 mg/kgBB/hari 4. Mekanisme Kerja Obat Diazepam 1. Nama paten : dilantin cap 3.Dilakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk memantau fungsi ginjal. GABA. valdimex 5 mg/ml 3. Kontraindikasi : asma 7. hati dan sel -sel darah. Dosis : Untuk mengatasi status epileptikus pada orang dewasa. Fenitoin juga mempengaruhi perpindahan ion melintasi membran sel. Dosis maksimal 20-30 mg.sedangkan pada anak-anak dapat diberikan diazepam IV dengan dosis 0. Mekanisme kerja : peningkatan inhibisi GABA.Pemakaian obat lain bersamaan dengan obat antikejang harus seizin dan sepengetahuan dokter. Bentuk sediaan obat : capsul (100 mg) dan ampul (50 mg/ml) 2. Dosis ini dapat diulang seperlunya dengan tenggang waktu 15-20 menit sampai beberapa jam. Indikasi : status epileptikus 6. Mekanisme kerja : Berefek antikonvulsi tanpa menyebabkan depresi umum SSP dengan cara inhibisi kanan Na+ pada membran sel akson. Dosis : dewasa 300 mg/hari. asetilkolin. disuntikkan 0. Bentuk sediaan obat : ampul 2. Natrium fenitoin 1. Klorida masuk ke dalam sel dalam jumlah yang banyak mengakibatkan peningkatan potensiasi elektrik sepanjang membran. 5. Efek samping : Efek samping berat dan berbahaya dan menyertai penggunaan diazepam IV adalah obstrusi saluran napas oleh lidah akibat relaksasi otot. 81 . 4. K+. hipotensi. Obat anti-kejang diminum berdasarkan resep dari dokter. dalam hal ini khususnya menggiatkan pompa Na+. Hal ini berarti sel sukar teraktivasi.15-0. Di samping itu dapat terjadi depresi napas sampai henti napas. Diazepam berikatan dengan reseptor GABA menyebabkan pembukaan kanal klorida.

Pada susunan saraf pusat : diplopia. Nama paten : 3. Karbamazepin 1. Usia < 6 tahun b. vertigo. Metabolisme : 6. vertigo. Lain-lain : hepatotoksisitas (ikterus. Pada kulit : ruam morbiliform d. Mekanisme kerja : obat ini bekerja dengan mekanisme yang kurang dapat dimengerti 5. hepatitis). neutropenia. Pada saluran cerna dan gusi : nyeri ulu hati. Bentuk sediaan obat : tablet 200 mg 2. 6. I ∫ imm 82 . Indikasi : a. anoreksia. sesekali tidak lengkap. anak 20-30 mg/kgBB 4. mual muntah. anemia megaloblastik. Indikasi : bangkitan parsial kompleks. Efek samping : a. Usia 6-12 tahun c. Kadar puncak dalam plasma dicapai dalam 3-12 jam. Penulisan Resep Pada ststus epileptikus : R/ Diazepam inj amp mg 5 No. Metabolisme : absorbsi fenitoin diberikan secara peroral berlangsung lambat. Dosis pemeliharaan : 100 mg/ hari : 2 x 100 mg/ hari : 2 x 200 mg/hari : dewasa 800-1200mg/kgBB. edema gusi c. E. Efek samping : rasa ngantuk. Bangkitan tonik-klonik atau epilepsi grand mal b. mual. pusing. Bangkitan parsial sederhana atau epilepsi fokal d. Epilepsi psikomotor c. ataksia. I Cum disposable syringe cc 3 No. Dosis : a. 10% dari dosis diekskresi bersama ginjal dalam bentuk utuh. nistagmus. Status epileptikus 7. Dewasa d. bangkitan tonik klonik 7.5. tremor b. anemia. Kontraindikasi : 8.

Gejala Klinis Segala perubahan yang menyangkut warna dan jumlah dari sekret vagina meerupakan suatu tanda infeksi vagina. Sekret vagina yang bertambah banyak 3. Definisi Fluor albus (white discharge. Sering kencing dan terdapat perdarahan vagina yang abnormal 83 . X ∫ 2 dd tab I Pro Tn. sel-sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelenjar Bartolin. Infeksi vagina adalah sesuatu yang sering kali muncul dan sebagian besar perempuan pernah mengalaminya dan akan memberikan beberapa gejala fluor albus: 1. kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan jernih yang keluar. encer. bercampur dengan bakteri.R/ Fenitoin Na cap mg 100 No. Sekret vagina berwarna putih dan menggumpal 5. FLUOR ALBUS A. Bau semakin bertambah setelah hubungan seksual Trikomoniasis Sekret vagina biasanya sangat banyak kuning kehijauan. 2.D (40 th) 25. Dalam kondisi normal. Gatal dari sedang hingga berat dan rasa terbakar kemerahan dan bengkak didaerah genital Tidak ada komplikasi yang serius Infeksi klamidia Biasanya tidak bergejala. Selain itu sekret vagina juga disebabkan karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina yang normal. B. putih abu-abu hingga kekuningkuningan dengan bau busuk atau amis. Keputihan yang disertai rasa gatal. keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah. Rasa panas saat kencing 4. berbusa dan berbau amis. Sekret vagina yang berwarna kuning seperti pus.XXI ∫ 3 dd cap I Atau ditambahkan R/ Karbamazepin tab mg 20 No. leukorea. Kandidiasis Sekret vagina menggumpal putih kental. Berwarna putih kerabu-abuan atau kuning dengan bau yang menusuk Vaginosis bacterial Sekret vagina yang keruh. ruam kulit dan nyeri.

Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya. dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan daerah intim sebagai tindakan pencegahan sekaligus mencegah berulangnya keputihan yaitu dengan : 1. lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina. tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi. PENGOBATAN Penatalaksanan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur. bakteri atau parasit. terapi juga diberikan kepada pasangan seksual dan dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama masih dalam pengobatan. hindari pemakaian celana terlalu ketat. Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi dsb. 4. Jika perlu. Selain itu. Biasakan untuk mengganti pembalut. Setia kepada pasangan. 6. topikal seperti krem yang dioleskan dan uvula yang dimasukkan langsung ke dalam liang vagina. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang. olah raga rutin. hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan. istirahat cukup. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. Untuk keputihan yang ditularkan melalui hubungan seksual. Hindari penggunaan bedak talkum.Nistatin tablet vagina 2 x sehari selama 2 minggu 84 . 3. Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke belakang. Hindari promiskuitas atau gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual. Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. pantyliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak. 2. kapsul).C. Candida albicans Topikal . Berikut ini adalah pengobatan dari penyebab paling sering : 1. Sediaan obat dapat berupa sediaan oral (tablet. 5. 7.

Ampisiillin 3.Metronidazole 600 mg/hari 4-7 hari . Gardnerella vaginalis .Doksisiklin 2 x 200 mg/hari selama 14 hari .Seftriaxon 250 mg im atau .5 gram im atau Ditambah : .Pasangan seksual diikutkan dalam pengobatan 4.Tetrasiklin 4 x 500mg selama 10-14 hari oral .Tiamfenikol 3. Chlamidia trachomatis .Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 10-14 hari bila .Ketokonazol oral 2 x 200 mg selama 7 hari .Nimorazol 2 gram dosis tunggal .Doksisiklin 2 x 100mg oral selama 7 hari atau .Ampisillin 4 x 500 mg oral sehari selama 7 hari .Minosiklin dosis 1200mg di lanjutkan 2 x 100 mg/hari selama 14hari .Kotrimoksazole sama dengan dosis minosiklin 2 x 2 tablet/hari selama 10 hari 3.Kanamisin 2 gram im .Ofloksasin 400 mg/oral Untuk Neisseria gonorhoeae penghasil Penisilinase .Penicillin prokain 4.Amoksisiklin 3 gr im .Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari . Neisseria gonorhoeae .8 juta unit im atau .Nistatin tablet 4 x 1 tablet selama 14 hari .Spektinomisin 2 mg im atau 85 .Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari .5 gram oral .5 gram dosis tunggal Pasangan seksual dibawa dalam pengobatan 2.Metronidazole 2 gram dosis tunggal .Klotrimazol 1% vaginal krim 1 x sehari selama 7 hari .Metronidazole 2 x 500 mg .Ornidazol 1.Mikonazol nitrat 2% 1 x sehari selama 7 – 14 hari Sistemik ..

cazetin. D.000 U setelah makan 4x sehari biasanya untuk 7 hari. iritasi mulut dan sensitisasi. dilanjutkan selama 48 jam setelah penyembuhan klinis Efek samping : mual. per oral. kortikosteroid dan estrogen. ANAK >1 bulan 100. per vaginal.000 IU. oesophagus. dilanjutkan selama 48jam setelah lesi/gangguan menghilang  Kandidiosis usus dan oesophagus. DEWASA dan ANAK >1 bulan 100. muntah.Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari 5. Desquamative inflammatory vaginitis diberikan antibiotik.000U 4x/hari. mycostatin.Asiklovir krim dioleskan 4 x sehari . Virus herpeks simpleks Belum ada obat yang dapat memberikan kesembuhan secara tuntas .000 IU Ovula: 100.Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari . fungatin. Mekanisme Obat A. Pengobatan 500.Doksisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari atau . Nystatin (Nistatin) (Candistin.Povidone iododine bisa digunakan untuk mencegah timbulnya infeksi sekunder 6. kulit dan vagina Indikasi : Candidiosis mulut (oral).Ciprofloksasin 500 mg oral Ditambah . usus. DEWASA masukkan 1-2 ovula saat malam minimal 2 minggu Kandidiosis oral. vagina dan kulit Kontraindikasi : Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap nystatin Perhatian : kehamilan dan menyusui Dosis :   Kandidiosis vaginalis.000 U Candidiasis kulit dan pengobatan membran mukosa candidiasis oral. kandistin.. Penyebab lain : Vulvovaginitis psikosomatik dengan pendekatan psikologi. ruam dan jarang terjadi eritem multiforme (Sindrome Steven Johnson) 86 . per oral. nystin) Golongan Antijamur Sediaan Penyakit/Indikasi Alasan penggunaan Efektif untuk Tablet: 100. DEWASA 500.000U 4x/hari.Asiklovir 5 x 200 mg oral selama 5 hari . diare pada dosis tinggi.

tetanus. pabrik menyarankan penghindaran dosis tinggi. pabrik menyarankan menghindari dosis tunggal yang besar.1gr Tablet : 200-500 mg Metronidazole memiliki aktivitas yang tinggi terhadap bakteri anaerob dan protozoa. Trichodazol. Tismazol. Pada kondisi menyusui. gigitan giardiasis. gangguan hati dan ensefalopati hepatikum. Metrolet. Farizol. abses otak.B. Ragyl Forte. Heronid. termasuk radang gusi (ginggivitis) dan infeksi mulut lainnya. Novagyl. pneumonia nekrotikans. pemantauan klinis dan laboratorium pada pemberian lebih dari 10 hari. septicemia. jumlah yang signifikan di ASI. Pada kehamilan. Trinida. Corsagyl. Trogyl. metabolisme metronidazole ditingkatkan oleh pirimidone (menurunkan kadar dalam darah) 87 : . bacterial vaginosis. Promuba. Biatron. Indikasi : Infeksi bakteri anaerob. Farnat. Yekatrizol-F) Golongan Antibakteri lain     Sediaan Penyakit/Indikasi Alasan penggunaan Aktivitas terhadap : anaerob tinggi bakteri Injeksi : 500mg Infeksi anaerob dalam vial 100ml Cairan oral 200mg/5ml Supositoria 500mg. eradikasi Helocobacter pylori Amubiasis invasif dan Giardiasis Kontraindikasi : Ketergantungan alkohol kronik Perhatian: Efek seperti Disulfiram pada penggunaan pada alkohol. ulkus kaki dan dekubitus dan profilaksis bedah. Interaksi :    Alkohol : Reaksi menyerupai disulfiram saat metronidazol diberikan dengan alkohol Antikoagulan : Metronidazole meningkatkan efek antikoagulan koumarin Antiepilepsi : Metronidazole menghambat metabolisme fenitoin (meningkatkan kadar dalam darah). Metronidazole melalui per rectal adalah alternatif efektif terhadap rute intravena bila rute per oral tidak mungkin. colitis berhubungan antibiotik. peritonitis. Flagyl. Mebazid. Infeksi kulit dan jaringan lunak. Fortagyl. Metronidazole (Metronidazol) (Anmerob. Metrofusin. Troglar. penyakit radang panggul-pelvic inflammatory disease (dengan ceftriaxone dan doksisiklin). Flapozil. Grafazol. Fladex.

jaundice. seperti mengantuk. urtikaria.VII ʃ u.  Barbiturate : Metabolisme Metronidazole ditingkatkan oleh barbiturat ( menurunkan kadar dalam darah) Sitotoksik : Metronidazole meningkatkan kadar busulfan dalam darah ( meningkatkan resiko toksisitas). peradangan pada uretra yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. muntah. kejang epileptiformis. pusing. neuropati perifer. lidah berselaput dan gangguan saluran cerna. leukopenia. ataksia. artralgia. Definisi Uretritis gonore adalah penyakit kelamin. mialgia. hepatitis. Infeksi ini hampir selalu menular melalui aktivitas seksual.Peresepan R/ Nystatin tab vag No. anemia aplastik. urin menjadi gelap. pruritus. metronidazole menghambat metabolisme fluorurasil (meningkatkan toksisitas). 88 .      Disulfiram : Reaksi psikotik dilaporkan saat metronidazole diberikan bersama disulfiram Litium : Metronidazole meningkatkan risiko toksisitas litium Esterogen : Mungkin menurunkan efek kontrasepsi esterogen Obat untuk ulkus : Metabolisme metronidazole dihambat oleh Cimetidine (meningkatkan kadar dalam darah) Vaksin : Antibakterial menginaktifkan vaksi tifoid oral. rasa tidak nyaman seperti metal. eritema multiforme. URETRITIS GONORHEA A. trombositopenia. suatu diplokokus Gram negatif yang reservoir alaminya adalah manusia. gangguan fungsi hati. dan anafilaksis. A (35th) 26. ditandai dengan adanya pus yang keluar dari orifisium uretra eksternum (saluran uretra). E. jarang: sakit kepala. pada dosis tinggi atau lebih lama. metronidazole mungkin menurunkan bioavailibilitas mycophenolate.XX ʃ 4 dd tab 1 Pro: Ny. Dosis : 500mg/hari (4-7 hari) Efek samping : mual. angiodema.c R/ Metronidazole tab mg 500 No.

Macam-macam obat yang dapat dipakai antara lain : Rincian pengobatan Uretritis GO Siprofloksasin : 500 mg per oral. Gejala subyektif ini jarang ditemukan dan hampir tidak pernah didapat kelainan obyektif. dapat berupa kombinasi peningkatan duh tubuh yang keluar dari vagina. Umumnya penderita datang bila sudah ada komplikasi atau ditemukan saat pemeriksaan antenatal maupun keluarga berencana. dosis tunggal. hal ini disebabkan keadaan anatomi dan fisiologi organ genital pada wanita berbeda dengan pria. Apabila terdapat gejala. Pada pria gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. disuria. atau 89 . Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari. sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. perdarahan uterus intermenstrual dan menoragia. baik pada keadaan akut maupun kronis.Gejala Klinis Uretritis gonore masa tunasnya sulit ditentukan oleh karena pada umumnya asimtomatis. Lubang penis tampak merah dan membengkak. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra. Duh tubuh yang keluar dari serviks sifatnya purulen atau mukopurulen. yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin.B. C. Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing.Pengobatan Pemilihan obat-obatan untuk IMS harus memenuhi kriteria sebagai berikut :       Angka kesembuhan/ kemanjuran tinggi Harga murah Toksisitas dan toleransi yang masih dapat diterima Diberikan dalam dosis tunggal Cara pemberian peroral Tidak merupakan kontraindikasi pada ibu hamil atau ibu menyusui Secara epidemiologis pengobatan yang dianjurkan adalah obat dengan dosis tunggal. Sering duh tubuh yang keluar dari endoserviks melalui vagina tidak ditemukan. Pada wanita penderita yang simtomatis umumnya mengalami gejala lokal setelah 10 hari terinfeksi. Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih. yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas.

Kontraindikasi : bayi dibawah 6 bulan Perhatian : Alergi terhadap penisilin. Broadced. dosis tunggal. dosis tunggal : 3. Trixon. Icephin. infeksi gonoreal. D.Mekanisme Obat A. Ceftriaxone. atau : 2 g i. Ecotrixon. dan infeksi kulit. Socef. atau : 2 g i. Cephaflox. Dosis maksimum: 4 gr/hari Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : 1-2 gram sehari secara intra vena Bayi dan ank-anak dibawah 12 tahun : Bayi 14 hari : 20 – 50 mg/kg bb sehari 90 . Ceftriaxone (Seftriakson) (Biotrax. kehamilan dan menyusui (tetapi boleh digunakan). dosis tunggal. lakukan setiap 24 jam.m. Termicef. positif palsu untuk glukosa urin (pada pengujian untuk mengurangi jumlah obat). Gracef. septisemia bakteri. dosis tunggal.Seftriakson Sefiksim Tiamfenikol* Ofloksasin* Kanamisin Spektinomisin : 250 mg i. Zeftrix) Golongan Antibakteri Sediaan Vial 1 gram Pengobatan Penyakit/Indikasi infeksi yang disebabkan kuman gram positif dan negatif. Tricefin. Rocephin. Intrix. Dosis :     1-2 gr melalui otot (intra muscular) atau melalui pembuluh darah (intra vascular). misalnya infeksi saluran pernafasan. Tyason. Cefarin. infeksi saluran kemih. ibu menyusui. gangguan fungsi ginjal. Elpicef.infeksi berat dan yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positif maupun gram negatif yang resisten terhadap antibiotika lainnya.5 mg per oral. dosis tunggal atau : 400 mg per oral. Criax. atau dibagi menjadi setiap 12 jam. Truec. Indikasi : Untuk infeksi. anak dibawah 12 tahun dan remaja. Foricef. Bioxon. Terfacef. atau : 400 mg per oral. dosis tunggal * Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. Cefsix.m. Cefxon. infeksi tulang dan jaringan. positif palsu pada uji Coombs.m. .

Ampicilin (Ampisilin) ( aktoralin. megapen. hufam. boadapen. infeksi ginekologis.xepacillin. kebanyakan terjadi dengan rangkaian sisi NMTT yang mengandung cephalosporins. cholecystitis. 500mg Sirup kering akibat organism yang termasuk : 125mg/5ml Serbuk peritonitis. kalpicilin. lactapen. B. endokarditis. meningitis. atebiotic. rampicillin. metacillin. ruam. parpicillin. sanpicilin. varicillin. kemocil. amcilin. biopenam. 1 resistensi gram dalam vial samping lebih sedikit Indikasi : Mastoiditis. lokal dipertimbangkan Pola antibiotik perlu injeksi : 500mg. ronexol. yekacillin) Golongan Antibiotik beta laktam    Sediaan Kapsul/ tablet Penyakit/Indikasi : Pengobatan : sesuai infeksi   Alasan penggunaan Antibiotik penisillin spektrum luas Menggantikan Ampisillin penyerapan lebih baik. Bayi 15 hari sampai 12 tahun : 20 – 80 mg/kg bb sehari Anak-anak dengan BB 50 kg atau lebih : dosis dewasa melalui infus paling sedikit 30 menit Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. pruritus. opicillin. penbiotic. untuk endokarditis. erphacillin. medipen. dapat terjadi pergeseran bilirubin dari ikatan plasma. ampi. N/V. reaksi parah seperti anaphylaxis bisa terjadi).  Perpanjangan PT (prothrombin time). Efek samping :  Reaksi hipersensitivitas (urticaria. decapen. Efek hematologis yang jarang. pengaruh terhadap ginjal dan hati juga terjadi. convulsion). itrapen. corsacillin. viccilin. popypen. septicema. Efek lainnya (infeksi candidal)  Dosis tinggi bisa dihubungkan dengan efek CNS (encephalopathy. perpanjangan APTT (activated partial thromboplastin time). Efek GI (diare. diare/radang usus besar). mycill. karena yang efek 250mg. bannsipen. osteomyelitis 91 . dancillin. kliren kreatinin tidak lebih dari 10 ml/menit. mengitis. dosis tidak lebih dari 2 gram perhari. penbritin. dan atauhypoprothrombinemia (dengan atau tanpa pendarahan) dikabarkan terjadi.

meskipun studi gagal menunjukkan interaksi dengan coumarin atau phenindione Sitotoksik Penisillin mengurangi pengeluaran metotrexate (meningkatkan risiko toksisitas) Probenesid Esterogen Sulfinpirazone Dosis  Injeksi intramuskuler. Tidak diketahui berbahaya pada kehamilan. ANAK dibawah 10 tahun. DEWASA 1-2gr setiap 3-6 jam (maksimal 14gr sehari). hentikan pengobatan). pada air susu jumlah sangat sedikit. diare.Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap penisilin Perhatian : Riwayat alergi. leukemia limfositik akut atau kronik. nefritis interstitial. dan infeksi sitomegalovirus. anafilaksis. ANAK 120-200mg/kg sehari dalam dosis terbagi Efek samping : mual. anemia hemolitik. reaksi menyerupai penyakit serum 9serum sickness). dengan injeksi intravena lambat. DEWASA 500mg setiap 4-6 jam. angiodema. ruam (hipersensivitas atau respon toksik-dapat menjadi reaksi yang serius. respon hipersensitivits termasuk urtikaria. injeksi intravena lambat atau melalui infus intravena: Infeksi berat oleh organism yang sensitive. ruam kemerahan pada demam kelenjar (glandular fever). setengah dosis dewasa  Meningitis. Interaksi : Allupurinol Meningkatkan risiko ruam saat amoxicillin atau ampicillin diberikan bersama Allupurinol Antibakteri Antikoagulan Absorbsi phenoxymetilpenicillin berkurang oleh neomycin INR dapat terganggu dengan pemberian penisillin spectrum luas seperti ampicillin. gangguan ginjal. muntah. Pengeluaran/ ekskresi penisilin dikurangi oleh probenesid (risiko kecil) Mungkin mengurangi efek kontrasepsi dari esterogen Pengeluaran penisillin dikurangi oleh sulfinpirazone PERESEPAN Penghasil penisilinase : R/ Ceftriaxone inj mg 250 No I S imm Pro Tn A (30 thn) 92 .

M (30 th) 93 . tinja banyak. dan pus. 2.Ceftriaxone merupakan cefalosporin generasi 3 yg sensitif terhadap bakteri penghasil penisilinase Bukan penghasil penisilinase R/ ampicilin tab mg 500 No. dan berlendir) dengan tinja lembek disertai darah.X S 2 dd tab I p. XX S 4 dd tab I a. Kombinasi ketiganya Resep: R/ Cotrimoxazole tab No. Disentri klasik (jarang. SHIGELLOSIS /DISENTRI BASILER Definisi: infeksi usus akut yang dapat sembuh sendiri yang disebabkan infeksi Shigella Gejala: demam. Probenesid AINS anti pirai (untuk gejala sistemik nyeri sendi) 27.X ʃ prn (1-3) dd tab I R/ Oralit Sachet Granul No.X ʃ ad libitum solve in aqua cc 200 Pro: Tn.XX ʃ 2 dd tab II R/ Diaform tab No.c Pro Tn. mucus. mual.c R/ probenesid tab mg 250 No. Watery diarrhea 3. muntah.X ʃ 3 dd tab I R/ Metochlorpramid tab MG 10 No.A (30 thn) Keterangan : Ampicilin spektrum luas. bau busuk. tenesmus Tipe diare: 1.

40 mg (t)/ 5 ml  Sirup  Mekanisme:  Sulfamethoxazole hambat PABA masuk ke molekul asam folat  Trimetroprim hambat reaksi reduksi dari dihidrofolat menjadi tetra hidrofolat  Indikasi: .ISK akibat E.10 mg/tab . ginjal.5 tab post defecatio max: 7. Yekaprim 2. Shigellosis : 5 hr  Paten: Bactrim.coli. dispepsia pasca gastrektomi  Sediaan : . enterobacter. muntah. gelisah  Dosis: . 800 mg. Diaform (Neo Diaform)  Kandungan : kaolin Pektin       550 mg 20 mg Indikasi: pengobatan simptomatik pada diare nonspesifik Mekanisme: obat antidiare mengeraskan tinja dan mengabsorbsi zat toksisk Sediaan : neo kacitin 5 ml suspensi (kaolin 700 mg & pektin 50 mg) KI : gangguan hati. ES : mual.  Trimetroprim: 80 mg.Memperkuat pergerakan dan pengosongan lambung  ES : sedasi.5 tab/hr (maks 15 tab/hr ) 3. ginjal.Dewasa 10 mg3x/hr Oralit 94 .infeksi THT  KI : gangguan hati. muntah. Cotrimoxazol (antibiotik spektrum luas)  Kombinasi: sulfamethoxazole & trimetroprim. Metoklopramid  Indikasi: antiemetik. Trizole.infeksi pernafasan.10 mg/ 2ml  Mekanisme: . proteus .  ES : mual. SJS Dosis: Dewasa & anak > 12th : 2.  Sediaan :  sulfamethoxazole: 400mg.Pembahasan Obat: 1.Infeksi GIT . 2x2 tab. 160 mg  Bentuk sediaan:  Tablet  Suspensi: 200 mg (s).Blokade reseptor dopamin di CTZ (chemoreceptor trigger zone) . pnemoniae . SJS  Dosis: 5-7 hari. klebsiella.

XXVIII ʃ 4 dd cap I R/ Dexamethason tab No.Anak 1-5 th: 2 jam pertama 4 gelas larutan 1 gelas 28. M (24 th) 95 .Dewasa: 2 jam pertama 6 gelas. diare.7 gr (3.5 gr) .   Komposisi: . Rasa sakit dapat menyebar hingga ke kepala Resep: R/ Klindamycin cap mg 125 No. PULPITIS Definisi: peradangan pada pulpa gigi Gejala: nyeri teramat sangat pada gigi.5 gr (2.XII ʃ 2 dd tab I Pro: Tn. terutama bila terjena air dingin. selanjutnya 2 gelas setiap BAB .Na bikarbonat 0.VII ʃ 1 dd tab I R/ Asam Mefenamat tab No.NaCl 0.3 gr (1.Kalium klorida 0. asam.5 gr) . koelra Dosis: .5 gr) .Anak <1th: 2 jam pertama 2 gelas larutan ½ gelas .Glukosa anhidrat 4 gr (20 gr) Indikasi: rehidrasi muntaber.

ES : mual. peningkatan tekanan dalam mata.Infeksi kulit dan jaringan lunak . Indikasi: .Pembahasan Obat: 1.Tablet salut selaput 500 mg b. hiperhidrosis. Asam Mefenamat a. psikosis parah. SJS f. Dosis: Dewasa: Penyaki ringan : <0. antipiretik.Sakit kepala. Komposisi : .75 per hari Penyakit berat: >9 mg per hari anak 1 th :dosis 0. infeksi akut e. KI : gangguan ginjal.menghambat sintesis prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgesik. gangguan mental.menghambat sintesis prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgesik. COMBUSTIO 96 . nyeri trauma. muntah. selanjutnya 250 mg tiap 6 jam 29. osteoporosis.25-2mg 3. Sediaan : . Komposisi : . Dosis: dewasa infeksi serius150-300 mg setiap 6 jam Untuk infeksi lebih berat 450 mg per 6 jam 2. Mekanisme: . Indikasi: . f. aniinflamasi c.infeksi ginekologi c. antipiretik. ginjal. amenore.Tablet b.1-0.25-1mg anak >5 th :dosis 0. hipertensi. ES : retensi air dan garam.Kapsul b. dismenore primer d. Dosis: Dewasa & anak > 14th :dosis awal 500mg. hati. Dexamethason a.25 mg anak 1-5 th :dosis 0. Klindamycin a. nafsu makan meningkat. Mekanisme: . diare. d.infeksi pernafasan.Alergi. Indikasi: . ES : mual. muntah. KI : gangguan gastrointestinal. KI : penderita tukak lanmbung. urtikaria e. peradangan d. pankreatitis akut. aniinflamasi c. pnemoniae anaerob . sakit gigi. penderita tukak lanmbung e.

Bula kecil akan sembuh spontan sedangkan yang berukuran sedang atau luas dapat mengganggu sehingga perlu dilakukan aspirasi 4.I Cum disposable syringe cc 5 No. I ʃ imm R/ Zilversulfadiazin 1% cream gram 35 tube No. I ʃ imm R/ inf. Morfin amp 10mg No. Protokol pemberian menggunakan rumus Baxter:  24 jam I : RL 4cc/kgBB/%LB. Untuk mencegah infeksi dapat diberikan ATS 1500 unit untuk dewasa 3. Yang paling efektif adalah dari golongan opioid yaitu morfin dan petidin 6. Membersihkan dan merawat luka Pada pencucian luka untuk mencegah dan mengatasi infeksi digunakan Zalversulfadiazin cream 1%. Cairan yaitu Ringer Lactat 2. Ringer Lactat flab No.Tujuan Pengobatan 1. III 97 . Terapi cairan intavena mengatasi gangguan keseimbangan cairan. Tatalaksana diuresis dan balance cairan Untuk tatalaksana diuresis dan balance cairan dipasang douer catheter (DC) Resep: R/ inf. Pemberian nutrisi Nutrisi diberikan cukup untuk menutupi kebutuhan kalori dan keseimbangan nitrogen yang negatif yaitu sebanyak 2500-3000 kalori sehari dengan kadar protein tinggi. Amikasin vial g 1No.I Cum disposable syringe cc 3 No.III Cum disposable syringe cc 5 No.  24 jam II: diberikan cairan sejumlah ½ dan jumlah cairan yang diberikan pada hari pertama. Mengurangi rasa sakit Dapat diberikan analgesik secara injeksi. ½ nya diberikan pada 16 jam berikutnya.XII Infus set No.I N ʃ ue R/ inj. ATS 1500 IU 1No. I ʃ imm R/ inf. Minuman diberikan setelah peristaltik normal sebanyak 25ml/kgBB/hr 5.22 No. I IV catheter no. ½ dari jumlah cairan diebrikan dalam 8jam pertama. Mengatasi infeksi Untuk mencegah infeksi diberikan antibiotika dari golongan aminoglikosida yaitu amikasin.

ʃ imm 98 .

Sebagian besar kuman TB menyerang paru. dan luka bakar. ATS Serum ini biasanya dibuat dari plasma dan mengandung antibodi serta digunakan untuk menggunakan untuk menetralkan toksin basil Clostridium tetani. Larutan ringer laktat berisi Na 131 mEq/L. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). VII 99 . klebsiella. lemah Terapi: R/ Isoniazid tab mg 300 No. Ringer laktat dapat digunakan untuk koreksi pada asidosis metabolik. terutama bila terinfeksi oleh pseudomonas. Zilversulfadiazin Garam yang terkandung berkhasiat bakteriostatik terhadap bakteri termasuk E. Aktivitasnya terhadap pseudomonas paling kuat.obat ini digunakan dalam bentuk cream 1-3% dalam 1 gram nya terdapat 10 mg Zilversulfadiazin diberikan 1-2 kali dalam sehari. Sangat efektif untuk mengatasi luka bakar parah. dan Proteus. Amikasin Merupakan derivat kanamisin semisintesis yang memiliki spectrum kerja terluas dari semua aminoglikosida termasuk mycobacteria. biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. 2. Perasaan tidak enak (malaise). 4. mengatasi kehilangan cairan karena drainase empedu. Ca 4mEq/L. 30. Guna menghindari resistensi jangan digunakan lebih dari 10 hari. Selama penggunaan serum ini harus diwaspadai adanya kepekaan terhadap serum. Gejala klinis :     Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama. TBC Definisi : Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (TB). tetapi terhadap basil gram negative lainnya 2-3 kali lebih lemah (kecuali mycobacterium). Cl 111mEq/L. Coli. tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. bikarbonat 29 mEq/L dan osmolaritas 276 mOsm/L. Ringer Lactat Larutan ini merupakan larutan isotonic dengan konsentrasi elektrolit hampir sama dengan plasma. 3. Penurunan nafsu makan dan berat badan. diare.Pembahasan Obat: 1.

Dapat menembus plasenta tapi tidak teratogenik. 100 . ESO : o Flu like syndrome o Gatal-gatal kemerahan o Nyeri perut. Aktif terhadap sel yang bertumbuh dengan khasiat tuberkulostatik. gout arthritis. diare o Warna urine. alergi. Mekanisme : menghambat enzim essensial untuk sintesis asam mikolat dan dinding sel mikobakterium. mual. dapat masuk jaringan dan membunuh kuman semi dorman yang tidak dapat dibunuh INH. keringat.XIV ∫ 1 dd tab I R/ Ethambutol tab mg 250 No. hepatitis (radang hati). muntah.pirazinoat yang aktif sebagai tuberkulos statik hanya pada media yang bersifat asam. dan diare Ethambutol  menekan pertumbuhan kuman TB yang telah resisten terhadap isoniazid dan streptomisin. XIV ∫ 1 dd tab I Pro : Ny.VII ∫ 1 dd tab I R/ Pirazinamid tab mg 250 No. T (45 tahun) Jenis obat: Isoniazid     Rifampisin     menghambat pertumbuhan berbagai kuman gram (+) dan (-) dan dapat menghambat pertumbuhan M. di dalam tubuh dihidrolisis untuk enzim pirazinamidase as. Mekanisme : menghambat DNA dependent RNA polymerase dari mikrobakteria dan mikroorganisme lain dengan menekan mula terbentuknya rantai sintesis RNA.∫ 1 dd tab I R/ Rifampisin tab mg 450 No. liur menjadi merah (sindrom Redman) berefek bakterisid pada kuman dalam keadaan aktif. dan ruam kulit. demam. ESO : gangguan fungsi hepar. air mata.tuberculosis. muntah. bakteriosid pada intra dan ekstrasel. ESO : neuritis perifer dicegah dengan pemberian piridoksin. Pirazinamid   analog nikotinamid. bakteriositik terhadap kuman yang diam. mual.

polimiksin 6 sulfat 6000 Konjungtiva yang mengalami peradangan akan tampak berwarna merah dan mengeluarkan kotoran Konjungtivitis karena bakteri akan mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. bibir.5 ∫ 3 dd guttae I ocula dextra Pro: Tn. bletara konjungtivitis dan keratokonjungtivitis. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih Kelopak mata bisa membengkak dan terasa sangat gatal. tenggorokan. gusi. 31.1% neomisin sulfat 3. dan atap atau lantai mulut. biasanya berupa bercak putih kekuningan. Terapi 101 . terutama pada konjungtivitis karena alergi. : dexametason 0. Gejala klinis : berupa rasa sakit atau rasa terbakar satu sampai dua hari yang kemudian bisa timbul luka (ulcer) di rongga mulut. Peradangan pada lapisan mukosa dari setiap struktur di dalam mulut. Mekanisme : menghambat sintesis metabolit sel ESO : gangguan penglihatan buta warna. lidah. KONJUNGTIVITIS Definisi : Konjungtivitis merupakan suatu peradangan pada konjungtiva.5mg/ml. Gejala klinis :     Terapi : R/ cendoxytrol guttae opthalmic fl No. penurunan penglihatan (neuritis retrobulbur) Mencegah resistensi kuman terhadap anti tuberculosis lain. 32.   Dapat memberikan efek toksik pada mata jarang diberikan pada pasien anakanak. Rasa sakit dan rasa panas pada sariawan ini membuat kita susah makan dan minum. T (34 tahun) Jenis obat : Cendoxytrol Isi iu/ml Indikasi : mengobati infeksi mata yang meradang konjungtivitis akut/kronis tidak bernanah. STOMATITIS Definisi : Stomatitis atau Stomatitis Aftosa Rekuren adalah luka yang terbatas pada jaringan lunak rongga mulut. yang mungkin melibatkan pipi.

Kumurlah secukupnya pada rongga mulut sampai 4 kali sehari. III ∫ 1 dd tab I Jenis obat : *Betadine Gargle KOMPOSISI : Mengandung Povidone Iodine 1% dan bahan tambahan denatured alkohol. faringitis (radang faring/tekak). bronkhitis (radang bronkhus/cabang-cabang tenggorok). radang tenggorokan.1 ∫ 3 dd garg I uc : R.5 Mg. Gramisidin-s Hcl 1 Mg. Becefort tab No. gusi bengkak dan bau mulut. III ∫ 1 dd tab I : R. stomatitis (radang rongga mulut). *FG Trochees KOMPOSISI : Fradiomisin Sulfat 2. Vitamin B komplek. KONTRA INDIKASI : Yang hipersensitif terhadap Yodium . Betadine Gargle Iag No. tonsilitis (radang tonsil/amandel). penggunaan maksimal sampai 14 kali. diflesia faringeal. penderita tyroid. sariawan. wanita hamil dan menyusui. 102 . FG Trochees tab No. INDIKASI : Gingivitis (radang gusi). *Becefort ISI : Vitamin C mg 500. Vitamin E.: R. CARA PAKAI : Hanya untuk dewasa dan anak-anak diatas 6 tahun. angina vincent (radang sela[pput lendir mulut dengan tukak-tukak berselaput). periodontitis geraham bungsu. INDIKASI : Obat kumur ANTISEPTIK untuk mengatasi flu.

33. pusing. proteinuria) < 130 mmHg. Modifikasi pola hidup : 1. dan kelelahan Pengobatan dan terapi Tujuan pengobatan adalah (Yogiantoro. Aktifitas fisik teratur 3. Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. 2006) : 1.Pemberian vitamin dimaksudkan sehingga dapat menutup luka atau jejas yang terjadi di rongga. Penurunan morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. 2. sakit pada kepala belakang. untuk individu berisiko tinggi (penderita DM. epistaksis. gagal ginjal.ah dicapai 103 . pembatasan garam dan alcohol 4. HIPERTENSI Definisi Kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). 3. Tekanan darah < 140/90 mmHg. Penurunan berat badan 2. wajah kemerahan. Gejala klinis Sakit kepala. Menghambat laju penyakit ginjal proteinuria. berhenti merokok Respons kurang Respons cukup(sasaran tel.

Pengaruh perubahan gaya hidup pada pasien hipertensi terhadap penurunan tekanan darah (Tabel 4). pengobatan terhadap faktor risiko atau kondisi penyerta lainnya seperti diabetes mellitus atau dislipidemia juga harus dilaksanakan hingga mencapai target terapi masingmasing kondisi. diuretic atau beta bloker 2.Lanjutkan Modifikasi pola hidup : Pilihan Anti hipertensi : 1. lain Tingkatkan dosis pertama Tambahkan obat kedua dari golongan lain Respon belum cukup Tambahkan obat kedua atau ketiga dari gol. penghambat ACE. Terapi nonfarmakologis harus dilaksanakan oleh semua pasien hipertensi dengan tujuan menurunkan tekanan darah dan mengendalikan faktor-faktor risiko serta penyakit penyerta lainnya. alfa beta bloker Respons cukup (sasaran telah dicapai) Respons kurang Respons kecil Ganti dengan gol. Terapi nonfarmakologis antara lain : 104 .alfa bloker. Pengobatan hipertensi terdiri atas dua komponen.antagonis CA. lain atau diuretik Gambar 2. Tahapan terapi hipertensi Selain pengobaan hipertensi (Gambar 2 dan Tabel 3). yaitu terapi nonfarmakologis dan farmakologis.

Mekanisme obat a. Penurunan tekanan darah dapat terlihat dengan terjadinya diuresis. latihan fisik. CCB) as needed. Two-drug combination for most† (usually thiazide-type diuretic and ACEI or ARB or BB or CCB). Awalnya. Diuresis menyebabkan 105 . BB. menurunkan konsumsi alkohol berlebih. 4. menghentikan merokok. diuretik menurunkan tekanan darah dengan menurunkan volume darah dan curah jantung. BB. CCB. 3. 2. Thiazide-type diuretics for most. Tabel 3.1. ‡ Stage 2 Hypertension >160 or >100 Yes Drug(s) for the compelling indications. With compelling indications Prehypertension 120– 139 Stage 1 Hypertension 140– 159 Drug(s) for compelling indications. Diuretik Diuretik menurunkan tekanan darah terutama dengan cara mendeplesikan simpanan natrium tubuh. or combination. ACEI. ARB. May consider ACEI. Terapi Hipertensi Initial drug therapy BP classification Normal SBP* DBP* Lifestyle Without mmHg mmHg modification compelling indication <120 and Encourage <80 or 80– Yes 89 or 90– Yes 99 No antihypertensive drug indicated. 5. meningkatkan konsumsi buah dan sayur. menurunkan asupan garam dan lemak. 6. menurunkan berat badan berlebih. tahanan vaskuler perifer. ARB.‡ Other antihypertensive drugs (diuretics.

kehamilan dan menyusui. kolestasis intrahepatik dan reaksi hipersensitivitas. hiperkalsemia. hipertensi. hipokalemia. alkalosis dan hiperglikemia. hiperurisemia. usia lanjut. penyakit adison. diuretik kuat. Bendroflazid/bendroflumetazid ( Corzide® ) Indikasi: edema. impotensi (reversibel bila obat dihentikan). . jarang terjadi ruam kulit.5 mg pada pagi hari Efek samping:hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan.penurunan volume plasma dan stroke volume yang akan menurunkan curah jantung dan akhirnya menurunkan tekanan darah. hiponatremia. hiperkalsemia. dan efek samping: lihat pada Bendrofluazid 106 . Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia. pirai. Golongan Tiazid 1. bila diberikan pada masa kehamilan akhir). Chlortalidone ( Hygroton®. Bentuk sediaan obat: tablet Dosis: edema dosis awal 5-10 mg sehari atau berselang sehari pada pagi hari. hiperurikemia yang simptomatik. Obat-obat diuretik yang digunakan dalam terapi hipertensi yaitu : diuretik golongan tiazid. Tenoretic® ) Indikasi : edema. ganggan darah (termasuk neutropenia dan trombositopenia. pankreatitis. dan diuretik hemat kalium. Obat-Obat Pilihan: A. Tenoret 50®. hipertensi Kontra indikasi: hipokalemia yang refraktur. peningkatan kadar kolesterol plasma. hiponatremia. 2.Kontra indikasi. diabetes insipidus Peringatan. gangguan ginjal dan hati yang berat. hipokloremanik. hipomagnesemia.porfiria. mungkin memperburuk SLE ( eritema lupus sistemik ). 2. memperburuk diabetes dan pirai. gangguan hati dan ginjal yang berat. dosis pemeliharaan 5-10 mg 1-3 kali semingguHipertensi. fotosensitivitas.

kurangi untuk pemeliharaan jika mungkin. lorinid® ) 107 . injeksi. dewasa dosis awal 20-50 mg im. memperburuk diabetes mellitus. dan efek samping: lihat pada Bendrofluazid Dosis : edema.5mg/kg sampai dosis maksimal sehari 20 mg. dosis awal 12. porfiria. dosis awal 12. untuk pasien dengan edema yang berat dosis awalnya 75 mg sehariHipertensi. perbesaran prostat. Amilorid HCL ( Amiloride®. Bentuk sediaan obat: tablet. Diuretik kuat 1. jika perlu ditingkatkan sampai 50 mg pada pagi hari Bentuk sediaan obat: tablet 3.5 mg sehari. jika perlu ditingkatkan sampai 25 mg pada pagi hari Bentuk sediaan obat: tablet. puritrid®.Hipertensi.5-25 mg. anak 1-3 mg/kg bb. kehamilan dan menyusui. Diuretik hemat kalium 1. infus Dosis: oral . anak 0. gangguan hati dan ginjal. 25 mg. Furosemide ( Lasix®. hipertensi Peringatan.- Dosis : edema.Kontra indikasi. kurangi untuk pemeliharaan jika mungkin. hidroklorotiazid Indikasi: edema. hipertensi Kontra indikasi: gangguan ginjal dan hati yang berat. C. uresix®. dewasa 20-40 mg pada pagi hari. Injeksi. impugan® ) Indikasi: edema pada jantung.5-1. B. infus IV disesuaikan dengan keadaan pasien Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia. dosis awal 50 mg pada pagi hari atau 100-200 mg selang sehari.

Kombinasi dengan diuretik lain 510 mg sehari - Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit. Oleh karena ACE juga terlibat dalam degradasi bradikinin maka ACE inhibitor menyebabkan peningkatan 108 . B. dosis awal 3 mg/kg dalam dosis terbagi. Letonal®. usia lanjut. gangguan hati dan ginjal. hipernatremia. hiperkalemia. hiponatremia. anak. ACE Inibitor ACE inhibitor memiliki mekanisme aksi menghambat sistem reninangiotensin-aldosteron dengan menghambat perubahan Angiotensin I menjadi Angiotensin II sehingga menyebabkan vasodilatasi dan mengurangi retensi sodium dengan mengurangi sekresi aldosteron. Sotacor®. Bentuk sediaan obat: tablet Dosis: 100-200 mg sehari.- Indikasi: edema. Carpiaton® ) Indikasi: edema. hipertensi. Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia. bingung. Spironolakton ( Spirolactone®. kehamilan dan menyusui. kehamilan dan menyusui. 2. sakit kepala. hipertensi Kontra indikasi: gangguan ginjal. kehamilan dan menyusui. gangguan hati dan ginjal. dosis awal 10 mg sehari atau 5 mg dua kali sehari maksimal 20 mg sehari. memperburuk diabetes mellitus. penyakit adison. hepatotoksisita. hiponatremia. hiperkalemia. Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi s eperti ruam kulit. hiperkalemia. impotensi. konservasi kalium dengan kalium dan tiazid - Kontra indikasi: gangguan ginjal. Bentuk sediaan obat: tablet Dosis: dosis tunggal. jika perlu tingkatkan sampai 400 mg. bingung. - Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia. usia lanjut.

5mg.5mg. Kapl salut selaput 50mg Otoryl : Tab 25mg Praten : Kapl 12. 25mg Captensin : Tab 12.5mg. Salah satu obat yang tergolong dalam ACE inhibitor adalah Captopril yang merupakan ACE inhibitor pertama yang digunakan secara klinis. 25mg Tensicap : Tab 12. suatu vasodilator kuat dan menstimulus pelepasan prostaglandin dan nitric oxide. 25mg Metopril : Tab salut selaput 12.5mg.bradikinin.5mg. Fungsi ginjal dan serum potassium harus diawasi dalam 1-2 minggu setelah terapi dilaksanakan terutama setelah dilakukan peningkatan dosis. Peningkatan bradikinin meningkatkan efek penurunan tekanan darah dari ACE inhibitor. 25mg Dexacap : Tab 12.5mg. meningkatkan ketahanan tubuh dalam beraktivitas.5mg.5mg. 25mg Tenofax : Tab 12. 25mg Captopril Hexpharm : Tab 12. tetapi juga bertanggungjawab terhadap efek samping berupa batuk kering.5mg. ACE inhibitor mengurangi mortalitas hampir 20% pada pasien dengan gagal jantung yang simtomatik dan telah terbukti mencegah pasien harus dirawat di rumah sakit (hospitalization). 50mg Locap : Tab 25mg Lotensin : Kapl 12. 50mg Farmoten : Tab 12.5mg.5mg Scantensin : Tab 12. dan mengurangi gejala. 25mg. 25mg.5mg.5mg. 25mg Forten : Tab 12. 25mg. 50mg Casipril : Tab 12. 25mg Capoten : Tab 12. Nama Dagang : Acepress : Tab 12. Nama Generik : Captopril 2. 25mg 109 . 1. ACE inhibitor harus diberikan pertama kali dalam dosis yang rendah untuk menghindari resiko hipotensi dan ketidakmampuan ginjal. 25mg.5mg.

Aturan pakai : captopril diberikan 3 kali sehari dan pada saat perut kosong yaitu setengah jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Angioneurotic edema yang berkaitan dengan penggunaan ACE inhibitor sebelumnya.- Tensobon : Tab 25mg 3. 9. Hipertensi berkaitan dengan gangguan ginjal (renal hypertension). Hal ini dikarenakan absorbsi captopril akan berkurang 30%-40% apabila diberikan bersamaan dengan makanan. Efek samping : Batuk kering Hipotensi Pusing 110 . Wanita menyusui. Gagal jantung (Congestive Heart Failure). Dosis ini perlu ditingkatkan secara bertingkat sampai tercapai target dosis. Kaplet. Tablet salut selaput. Dosis dan aturan pakai captopril pada pasien hipertensi dengan gagal jantung : 6. 4. 5. Penyempitan arteri pada salah satu atau kedua ginjal. Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap ACE inhibitor. Target dosis : 50mg 3 kali/hari (150mg sehari) 8. 7.5mg 2-3 kali/hari dan diberikan dengan pengawasan yang tepat. Kehamilan. Bentuk sediaan : Tablet. Diabetic nephropathy dan albuminuria. Postmyocardial infarction Terapi pada krisis scleroderma renal.25-12. Kaplet salut selaput. Dosis inisial : 6. Indikasi : Hipertensi esensial (ringan sampai sedang) dan hipertensi yang parah.

Captopril tidak disarankan untuk digunakan pada wanita yang sedang hamil karena dapat menembus plasenta dan dapat mengakibatkan teratogenik. Penggunaan captopril (ACE inhibitor) pada pasien dengan gangguan ginjal akan memperparah kerusakan ginjal karena hampir 85% diekskresikan lewat ginjal (hampir 45% dalam bentuk yang tidak berubah) sehingga akan memperparah kerja ginjal dan meningkatkan resiko neutropenia. C. Morbiditas fetal berkaitan dengan penggunaan ACE inhibitor pada seluruh masa trisemester kehamilan. Hal ini juga dapat menyebabkan kematian janin.- Disfungsi ginjal Hiperkalemia Angioedema Ruam kulit Takikardi Proteinuria Resiko khusus : Wanita hamil. Captopril beresiko pada kehamilan yaitu pada level C (semester pertama) dan D (semester kedua dan ketiga). Akan tetapi tidak diketahui apakah metabolit dari captopril juga dapat menembus masuk dalam ASI. Bekerja dengan 111 . Beta-blocker (Misal : propanolol. bisoprolol) Merupakan obat utama pada penderita hipertensi ringan sampai moderat dengan penyakit jantung koroner atau dengan aritmia. - Wanita menyusui. - Penyakit ginjal. Apabila captopril digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal maka perlu dilakukan penyesuaian dosis dimana berfungsi untuk menurunkan klirens kreatininnya. Captopril tidak direkomendasikan untuk wanita yang sedang menyusui karena bentuk awal captopril dapat menembus masuk dalam ASI sekitar 1% dari konsentrasi plasma.

Merupakan antihipertensi yang dapat bekerja pula sebagai obat angina dan antiaritmia. Alfa-blocker (Misal : Doxazosin. 34. bungkuk (fenomena Jolt) 112 . Dilatasi arteriol akan menurunkan resistensi perifer. Amlodipin). Bekerja dengan menghambat masuknya kalsium ke dalam otot polos pembuluh darah sehingga mengurangi tahanan perifer. Calcium channel blocker (Cth: Nifedipin. Prazosin). batuk. ginjal dan neuron adrenergik perifer. MIGRAIN Definisi Nyeri kepala dengan serangan nyeri yang berlangsung 4-72 jam. E. 1. Gejala Klinis Migren dapat disertai dengan aura atau tanpa aura. D. Migren tanpa aura (common migren) Kriteria diagnosis: a. Minimal 2 karakteristik nyeri kepala sebagai berikut: Unilateral Berdenyut Intensitas nyeri sedang sampai berat Bertambah berat dengan aktivitas fisik. di mana β1 merupakan reseptor yang bertanggung jawab untuk menstimulasi produksi katekolamin yang akan menstimulasi produksi renin. Aura adalah suatu gejala neurologik fokal yang kompleks yang mendahului ataupun menyertai suatu serangan migren.menghambat reseptor β1 di otak. sehingga merupakan obat utama bagi penderita hipertensi yang juga penderita angina. Dengan berkurangnya produksi renin. Minimal 5 kali serangan b. Bekerja dengan menghambat reseptor α1 di pembuluh darah sehingga terjadi dilatasi arteriol dan vena. maka cardiac output akan berkurang yang disertai dengan turunnya tekanan darah. Durasi nyeri kepala 4-72 jam c.

Pada beberapa penderita. disfagia 4. persepsi adanya cahaya berbagai warna pada salah satu mata yang bergerak pelan. sakit kepalanya ringan dan bisa dihilangkan dengan obat pereda nyeri (analgesik) yang dijual bebas. Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain 2. gangguan visual homonim.d. terutama jika disertai dengan mual. didahului gejala neurologik fokal (aura). Gangguan bahasa Afasia Pengobatan dan Terapi Jika tidak diobati. Tetapi migren seringkali hebat dan membuat penderita menjadi tidak berdaya. biasanya selain obat pereda nyeri. fotopsia (kilatan cahaya yang menyilaukan) 2. serangan migren bisa berlangsung selama beberapa jam atau hari. Gangguan visual Skotoma (tampak titik-titik kecil yang banyak). Obat yang paling banyak digunakan adalah ergotamine dihydroergotamine (suatu vasokonstriktor). Pada kasus seperti ini. muntah dan silau mata (fotofobia). Disertai minimal 1 dari: Mual dan atau muntah Fotofobia dan fonofobia e. penderita juga membutuhkan istirahat dan tidur untuk mengurangi sakit kepalanya. Gangguan motorik Hemiparesis. Kafein 113 . yang menyebabkan mengkerutnya pembuluh darah sehingga membantu mencegah pelebaran pembuluh darah dan menyebabkan nyeri. Terdapat aura: 1. Gangguan sensorik Parestesia sensorik. Migren dengan aura Migren dengan aura merupakan serangan nyeri kepala berulang. reversibel secara bertahap 5-20 menit dan berlangsung < 60 menit. kebas atau panas seluruh badan 3.

dosis tinggi juga membantu mencegah melebarnya pembuluh darah dan seringkali diberikan bersamaan dengan obat pereda nyeri atau ergotamin. R/ Cafergot tab No. XV ∫ prn 1-3 dd tab I

R/ Metoklopramid tab mg 10 No XV ∫ 3 dd tab I ½ h a.c

Pro : Ny. S (40 th)

Mekanisme Obat 1. Cafergot Merupakan golongan ergotamin yang dikombinasikan dengan kafein. Ergotamin menstimulasi maupun memblokir reseptor alfa adrenergik dan serotoninergik. Misalnya menstimulasi reseptor 5HT1, khususnya 5HT1D dan memblokir reseptor alfa (alfa bloker) dengan efek vasodilatasi ringan. Sifat ini dikuasai oleh daya vasokonstriksinya yang kuat dari arteri otak dan perifer berdasarkan daya antiserotoninnya (blokade 5HT1). Karena sifat

vasokontriksinya tersebut, ergotamin banyak digunakan sebagai obat khas terhadap serangan migrain, yang hanya efektif bila digunakan pada fase permulaan. Biasanya obat ini dikombinasikan dengan kafein dan obat antimual. Ergotamin juga digunakan pada sakit kepala cluster. Resorpsinya dari usus tidak teratur dan sangat bervariasi. Kafein meningkatkan resorpsinya (oral, rektal) dan memperkuat efeknya. Ekskresinya berupa metabolit, terutama lewat empedu dan tinja (secara rektal 1-5%). Efek samping ergotamin berupa mual, muntah, dan sakit kepala mirip gejala migrain. Akibat akumulasi ergotamin dapat timbul efek toksik, seperti kejang otot kaki, kelumpuhan, vasospasme dengan jari-jari tangan menjadi dingin, akhirnya terjadi gangren (mati jaringan). Karena sifat-sifat itu, ergotamin tidak boleh diberikan pada pasien jantung dan hipertensi. Wanita

114

hamil tidak boleh diberikan obat ini, berhubung efek oksitosisnya (merangsang otot rahim). Dosis oral/rektal 3-4 dd 1mg, maksimal 4mg per serangan dan 8mg seminggu. Sebaiknya dikunyah halus sebelum ditelan untuk mempermudah resorpsinya atau diletakkan di bawah lidah (sublingual). Sebagai aerosol 360 mikrogram, injeksi i.m. atau s.c. 0,25-0,5mg semuanya sebagai garam tartrat. 2. Metoklopramid Derivat aminoklorbenzamid ini berkhasiat anti-emesis kuat berdasarkan blokade reseptor dopamin di CTZ. Disamping itu juga memperkuat pergerakan dan pengosongan lambung. Efektif pada semua muntah, termasuk akibat radioterapi dan migrain, pada mabuk darat obat ini tidak ampuh. Resorpsi dari usus cepat, mulai kerja dalam 20 menit. Ekskresinya berlangsung 80% dalam keadaan utuh melalui urin. Efek sampingnya adalah sedasi dan gelisah karena dapat melintasi sawar darah-otak. Efek samping lainnya berupa gangguan lambung-usus dan gejala ekstrapiramidal, terutama pada anak kecil. Interaksi obat dengan obat yang diserap di lambung, maka akan berkurang bila diberikan bersama metoklopramid. Resorpsi obat yang diserap diusus justru mempercepatnya, seperti alkohol, asetosal, diazepam, dan levodopa. Dosis 3-4 kali sehari 5-10 mg, anak-anak maksimal 0.5 mg/kg/hari. Rektal 2-3 kali sehari 20 mg. Sediaan metoklopramid tablet 10 mg, sedangkan injeksi 10 mg/2 ml. Nama paten mepramide, metolon. 35. VERTIGO Definisi sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.

115

Gejala Klinis Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar. Gejala dan Tanda Arah Nigtagmus Perifer ( Organ Akhir ) Sentral

Terutama satu arah dan Satu arah atau dua arah, satu bidang, fase cepat dapat berubah bidangnya berlawanan dengan tempat bila pandangan berubah lesi Jarang ditemukan

Nistagmus disertai berputar Vertigo Berat Arah dari perputaran

horizontal Cukup sering ditemukan komponen

Jelas pada Kearah fase cepat

Ringan Berubah-ubah

Arah past poiting Arah jatuh Pengaruh kepala

Kearah fase lambat Kearah fase lambat

Berubah-ubah Berubah-ubah

perputaran Dengan mendadak vertigo Tidak ada pengaruh akan muncul Akut atau kronis Mungkin ada Biasanya Kronis Biasanya tidak ada

Lama gejal-gejala Tinitus dan/atu tuli

Pengobatan dan Terapi Untuk penatalaksanaan vertigo sebaiknya dilakukan pengobatan kausual kalau memungkinkan, hanya saja biasanya etiologi vertigo sebagian besar tidak diketahui, maka dari itu pengobatan medikamentosa masih menjadi pilihan utama. 1. Medikamentosa - Agonis reseptor H, misalnya; betahistin

116

keadaan hipersekresi asam lambung patologis seperti pada sindroma ZollingerEllison.Penenang minor dan mayor. Mekanisme obat A. deudenum dan refluk esofagitis.. sehari 2 kali 1 tablet atau dosis tunggal 2 tablet menjelang tidur 117 . Efek samping utama adalah mengantuk. misalnya :diazepam. Fisioterapi Latihan gerakan tubuh dengan kepala-leher-mata dalam posisi tetap (stasioner) Mata dan kepala bergerak mengikuti objek penglihatan yang bergerak Latihan dengan alat sejenis pembangkit nistagmus Latihan keseimbangan tubuh diatas papan dinamis 3. . 2. Ranitidin Indikasi Ranitidin digunakan untuk pengobatan tukak lambung dan deudenum akut.Zat simpatomimetik ( Efedrin dan amfetamin ) . Dosis dan Cara Pemakaian Terapi oral Dewasa : Tukak lambung.Obat anti kolinergik yang mensupresi aktif secara sentral dari aktivitas sistem vestibuli dan dapat berguna untuk mengurangi vertigo. Skopolamin metilbromida ( Holopon ) 3 x 1-2 mg/hari.Prometazin dari golongan fenotiazin merupakan yang paling efektif dari golongan ini dalam mengobali vertigo. . refluk esofagitis. Rehabilitasi vertigo harus dilakukan supaya adaptasi tubuh terhadap penyakit tersebut bisa tercapai. Hipersekresi pasca bedah.

v.25 mg/jam selama lebih dari 24 jam. atau bila terapi oral tidak memungkinkan. Jika setelah 4 jam penderita masig sakit. Dosis pemeliharaan sehari 1 tablet pada malam hari. lalu ukur kembali sekresi asam lambung.5 mg/kg per jam. atau i. obat dapat diberikan lebih sering. dosis i. infus selalu dilalui dengan kecepatan 1 mg/kg per jam. dosis sehari 1 tablet. Untuk hipersekresi patologis.m. ubah dengan hatihati interval dosis dari setiap 24 jam menjadi setiap 12 jam.v.m.malam. Terapi parenteral Diberikan i. intermiten: 50mg setiap 6-8 jam jika diperlukan. yang dianjurkan adalah 50 mg setiap 18-24 jam. 150mg ranitidine diinfuskan dengan kecepatan 6. Jika diperlukan. atau i. Pada penderita gagal ginjal dengan kliren kreatinin kurang dari 50 menit. selama 4-8 minggu. sehari 23 kali 1 tablet. Pada penderita gangguan fungsi ginjal dan kleren kretinin kurang dari 50 mg/menit.dosis ditambah 0. atau i. atau sekresi asam lambung masih besar dari 10 mEq/jam.m. dosis tidak boleh melebihi 400 mg sehari.v. Bila keadaan paah dosis dapat ditingkatkn sampai 6 tablet sehari dalam dosis terbagi. Dosis dewasa : Injeksi i. pada penderita dengan sindrom Zollinger-Ellison atau kondisi hipersekretori lain. atau infus secara perlahan atau intermiten untuk penderita rawat inap dengan kondisi hipersekretori patologi atau tukak usus duabelas jari yang tidak sembuh-sembuh. Jika ranitidine diberikan secara infus. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap ranitidine Efek Samping 118 .

Pemberian harus hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal. Keamanan dan efektifitas pada anak-anak belum dapat dipastikan (estabilised). gangguan fungsi seksual. malaise. mual dan pruritus. Konfusion. Pengobatan penunjang akan mencegah kambuhnya tukak (ulkus).- Kadang-kadang terjadi nyeri kepala.v. Ikaphen Kandungan : Natrium Fenitoin. Kontrindikasi: Penyakit hati.sakit perut. hepatitis (jarang). Pemberian ranitidine pada penderita keganasan lambung dapat menutupi gejala-gejala penyakit ini. - Konstipasi.m. Hindari penggunaan pada penderita yang memiliki riwayat porfiria akut. pusing. - Rasa sakit di daerah peyuntikan pada pemberian secara i. B. Rasa terbakar pada pemberian secara i. Indikasi : Anti kejang. 119 . hiperprolaktinemia. Kontraindikasi Keamana pemakaian pada wanita hamil dan menyusui balum dapat dipastikan. antiaritmia. mialgia.

dan dihambat Disulfiram.- Hindari putus obat secara mendadak. atau campuran). pemeliharaan : 3-4 kapsul/hari. 2.Sultiam. pusing. leukopenia. pemeliharaan : 4-8 mg/kg berat badan/hari. Sulfafenazol. trombositopenia. sindroma lupus eritematosus. antikoagulan Dikoumarol. Kemasan : Dosis : 1. Valproat. Menyusui. Anti kejang : dewasa : diawali dengan 3-4 mg/kg berat badan/hari. hipersutisme (pertumbuhan rambut berlebihan pada wanita menurut pola pertumbuhan rambut laki-laki). vertikal. Interaksi obat : Metabolisme Natrium Fenitoin dipertinggi oleh Barbiturat. dapat berlangsung horisontal. INH. 120 . bicara tidak lancar. memutar. Simetidin. pansitopenia. Efek samping : Nistagmus (gerak ulang-alik bola mata secara cepat. berlangsung di luar kehendak. dan Sulfonamida. Asam Fenilbutazon. kebingungan. anak-anak : diawali dengan 5 mg/kg berat badan/hari dalam 2-3 dosis terbagi. hiperplasiagusi. osteomalasia (keadaan yang ditandai dengan melunaknya tulangtulang karena gangguan kalsifikasi sebagai akibat kekurangan Vitamin D dan Kalsium). ataksia (gangguan koordinasi gerakan). ruam morbiliformis. rickets/rakitis. oleh Kloramfenikol. Anti aritmia : Injeksi 50 mg/mL x 2 mL x 10 biji. granulositopenia.

- dewasa : 2-4 kali sehari 100 mg. II ∫ 2 dd tab I _________________________∂ R/ Ranitidin tab No. anak-anak : 5 mg/kg berat badan/hari dalam 2-3 dosis terbagi. II ∫ 2 dd tab I _________________________∂ 121 . PENULISAN RESEP R/ Ikaphen tab mg 100 No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful