1 KIMIA FISIK

I. LARUTAN Biokimia adalah pelajaran mengenai komposisi dan perubahan (reaksi) kimia dalam zat hidup (protoplasma). Dalam keadaan normal perubahan ini disebut fisiologis sedangkan dalam keadaan tidak normal dinamakan patologis. Protoplasma terdiri dari air, garam-garam anorganik dan senyawa organik. Air merupakan senyawaan yang terpenting dalam jaringan. Air dalam jaringan dan cairan tubuh lain kebanyakan berada dalam keadaan bebas (H2O), berarti zat-zat dapat larut didalamnya dan dapat keluar masuk dari darah ke jaringan. Sebagian kecil dari air ini ada dalam bentuk koloid (hydrophyl) dan merupakan unsur (konstituen) tetap dari jaringan. Pada umumnya makin aktif kerja suatu jaringan, scara fisiologis makin besar kadar airnya. Misalnya jaringan otot 75 – 80 %, jaringan lemak 10 – 30 %. Tubuh mempunyai mekanisme untuk menjaga dan mengontrol kadar air dalam jaringan. Bila ada kerusakan dalam mekanisme ini maka berbagai keadaan patologis akan terjadi, misalnya dehidrasi, edema dan lainlain. Unsur-unsur anorganik dan organik dalam jaringan : Anorganik : - Kation : Na+, K+, Mg2+, Ca2+, NH+ - Anion : Cl-, H2PO4-, HPO4=, HCO3-, SO4= - Juga zat-zat : Fe, J, Cu, Zn, Mn, H2O, O2, CO2 dan lain-lain Organik : - Karbohidrat, lipida, protein dan lain-lain Berbagai jaringan mempunyai kadar unsur-unsur ini yang berbeda secara kualitatif dan kuantitatif. Karena tiap sel mempunyai inti, maka ia harus mempunyai unsur inti sel secara umum. Contohnya sel adipose (jaringan lemak), mempunyai kadar lemak yang besar tapi tetap mengandung protoplasma dan inti yang sama dengan sel-sel dari jaringan mukosa usus, hanya saja ada bedanya karena yang satu bertugas menyimpan lemak dan yang lain menghasilkan asam lambung. Kesimpulannya : tubuh kita terdiri dari zat padat (50 %) dan zat cair (50 %). Zat cair (cairan tubuh) sendiri terdiri dari bermacam-macam campuran, ada yang homogen, ada yang heterogen. Campuran homogen disebut larutan, misalnya : larutan NaCl Campuran yang heterogen dapat berupa koloid, emulsi atau suspensi, misalnya : plasma darah kita adalah suatu koloid. Dengan demikian sebagai mahasiswa kedokteran kita perlu mengenal hal ini. 1. Larutan adalah campuran yang homogen dari dua atau lebih macam zat : zat yang terlarut (solut) yang berada dalam jumlah sedikit dan zat pelarut (solven) yang berjumlah lebih banyak. Ada 2 macam larutan : a. b. 2. Elektrolit (menghantarkan arus listrik) misalnya : NaCl, KNO3 Nonelektrolit (tidak menghantarkan arus listrik) misalnya : glukosa, urea

Cara menyatakan konsentrasi Semua reaksi kimia lebih mudah terjadi bila berbentuk larutan. Zat pelarut yang banyak dipakai air. Ada 2 cara untuk menyatakan konsentrasi :

2
a. b/b % berat, molalita berat zat terlarut = -------------------------------------------- x 100 % berat zat terlarut + berat pelarut (2) molalita (m) : jumlah mol zat terlarut dalam 1.000 g pelarut b. b/v molarita, normalita dalam 1 liter larutan ada 0,5 mol NaCl, bila Mr NaCl = 58,5, maka ada 0,5 x 58,5 g = 29,25 NaCl/L larutan. Osmol = banyaknya renik/partikel per liter larutan, misalnya : H2SO4 1 M 1 M = 3 Osmol (2) normalita (N) : jumlah gram ekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan, jadi tergantung valensi, misalnya : - H2SO4 0,2 M = 0,4 N, larutan mengandung 0,4 g ekivalen (grek) H2SO4 /L - HCl 1 M = 1 N (3) Untuk larutan biologis, khusus ada satuannya : (a) mg % = mg/100 ml = jumlah mg zat terlarut dalam 100 ml larutan Contoh : Kadar darah A 150 mg, berarti tiap 100 ml darah A mengandung 150 mg glukosa (b) mEk/l = miliekivalen/l = jumlah miliekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan Contoh : Kadar mineral Na darah si A = 140 mEk/l, berarti tiap liter darah A mengandung 140 mEk Na (c) mcg/100 ml = mikrogram/100 ml = 10−3 mg/100 ml Contoh : Kadar besi darah A = 150 mcg/100 ml, berarti tiap 100 ml darah A mengandung 150 mcg Fe = 1,5 x 10−1 mg Fe Mengubah mEk ke mg, harus menyatakan valensi saolutnya : Untuk Na Tapi untuk Ca Jadi, misalnya : 3. Kadar Na = 140 mEk/l = 14 mEk/100 ml = 14 milimol/100 ml Bila BA Na = 11 Larutan gas dalam cairan Hampir semua gas dapat larut dalam cairan walaupun kadang-kadang yang larut hanya sedikit sehingga dapat diabaikan. Karena air adalah solven yang paling banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari maka yang akan dibicarakan adalah kelarutan gas dalam air. Jumlah gas yang akan larut dalam sejumlah air tergantung dari 3 faktor: 14 x 11 = 154 mg/100 ml = 154 mg % Na+ valensinya satu Ca2+, valensinya dua mEk Na = mili ekivalen Na = milimol Na mEk Ca = ½ milimol Ca 2 H+ + SO42− (1) molarita (M) : jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan, misalnya : NaCl 0,5 M, berarti

(1) % berat = jumlah gram zat terlarut dalam 100 g larutan

b. Bila kita menyatakan kelarutan gas dalam cairan harus dinyatakan temperatur larutan sebab kelarutan berubah dengan berubahnya temperatur. a. b. Jadi kelarutan oksigen dalam plasma darah lebih rendah dari pada dalam air. Tetapi bila solutnya bereaksi secara kimia dengan gas maka kelarutan gas akan bertambah. Sebaliknya gas HCl dan amoniak karena bersifat polar. daya larutnya besar. Sebaliknya dalam plasma darah ada zat-zat yang bereaksi dengan CO 2 . Dengan lain perkataan gas yang bereaksi dengan solvennya mempunyai kelarutan paling besar. Tetapi hukum ini tak berlaku bagi gas-gas yang mudah larut dalam air seperti HCl. Plasma darah mengandung bermacam-macam elektrolit yang tidak bereaksi dengan oksigen akan merendahkan kelarutan oksigen.3 a. cairan darah bernama plasma. Oksigen bereaksi secara fisik dengan hemoglobin darah. karena itu kelarutan oksigen dalam darah lebih besar dari kelarutan oksigen dalam air. Bila butir-butir darah merah dihilangkan berarti hemoglobinnya juga hilang. O2 dan N2 hanya sedikit larutan dalam air karena sifat molekul-molekul gas-gas ini adalah nonpolar sehingga molekul air yang bersifat polar hanya mempunyai sedikit daya tarik. Sifat gas termasuk sifat kimia. a. 4. mungkin karena molekul-molekul solut yang larut itu akan mengelilingi molekul air sehingga tinggal sedikit sisa molekul yang akan melarutkan gas. Temperatur larutan Umumnya kelarutan gas akan berkurang dengan naiknya temperatur sehingga umumnya hampir semua gas dapat dihilangkan dari larutan dengan jalan mendidihkan kecuali yang membentuk campuran azeotrop. NH 3 dan lainlain. Contoh : Gas CO2 lebih banyak larut dalam larutan NaOH daripada dalam air murni karena CO 2 bereaksi dengan NaOH. Tekanan dari gas termasuk sifat fisik. Sifat gas Gas H2. c. c. Temperatur larutan termasuk sifat fisik. Desakan dari gas Makin besar desakan gas pada permukaan cairan makin besar kelarutannya. Sebab gas ini akan bereaksi dengan air dan berubah menjadi ion-ion. Kelarutan gas dalam darah Salah satu fungsi yang penting dari darah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru ke otot dan CO2 dari otot ke paru-paru untuk dikeluarkan. Adanya zat-zat yang larut dalam air teristimewa elekrolit yang tak bereaksi dengan gasnya akan merendahkan kelarutan gasnya. Hukum Henry “Massa dari gas yang larut dalam sejumlah cairan tertentu berbanding lurus dengan desakan gas tersebut pada larutannya”. Kemungkinan lain solut akan menaikkan tegangan permukaan air sehingga molekul gas akan dilemparkan. sedangkan Hukum Henry hanya berlaku untuk molekul-molekul jadi hanya gas yang sedikit larut dalam air. jadi dapat bereaksi dengan molekul air.

9 1.4 g gas CO 2 pada 2 atm ini akan mengisi volume yang sama dengan 1.7 g (Lihat tabel). 7. tekanan total dikurangi dengan tekanan uap air pada suhu tersebut.4 48. Hukum Henry hanya berlaku untuk gas-gas yang sukar larut dalam air. Kelarutan gas dalam air Hukum Henry : Pada suhu tetap fraksi mol gas yang larut dalam larutan sebanding dengan tekanan dari gas.300. 2. Bila pada suhu 20oC dan tekanan 1 atm CO2. Tabel 1.4 sehingga kelarutan CO2 dalam plasma lebih besar dari pada kelarutan dalam air. sehingga dapat diabaikan.000 . Sedangkan pada 20 oC dan 2 atm tekanan CO2 yang akan larut adalah 3. maka ruangan yang ada tak hanya mengandung gas tersebut tetapi juga mengandung uap air. Bila suatu campuran gas berada dalam air. Gas Helium Hidrogen Nitrogen Karbon monoksida Oksigen Karbon dioksida Ammonia Gas yang larut dalam 1 liter Dalam gram 14. Bila suatu gas dilarutkan dalam air.4 g gas CO2 dalam 1 liter air.713 1. 943 ml gas tersebut larut dalam 1 liter air. Kelarutan beberapa macam gas dalam air pada 0oC dan tekanan 1 atm gas tersebut : Nomor 1.7 g gas pada 1 atm yaitu 943 ml. 3. Karena itu untuk mengetahui tekanan parsial dari gas. b. tapi sangat kecil sehingga dianggap gas CO 2 juga akan mengikuti hukum Henry. N kecil dibanding N. 3. 4. maka rumus fraksi mol gas = n/N. Gas seperti CO 2 yang agak mudah larut dalam air ada sedikit penyimpangan. N2). sehingga hukum Henry menjadi : masa dari gas berbanding lurus dengan tekanan dari gas. Kadang-kadang hukum Henry dapat juga berbunyi sebagai berikut : “Volume gas yang larut dalam sejumlah volume solven diukur pada kondisi percobaan tak tergantung dari tekanan gas”. tapi bila suhu dinaikkan penyimpangan makin kecil. Gas-gas yang mudah larut dalam air seperti amoniak menunjukkan penyimpangan hukum Henry.9 35. tiap macam gas akan larut seolah-olah ia berada sendiri pada tekanan yang sesuai dengan tekanan parsialnya dalam larutan. Afinitas gas CO dengan hemoglobin > gas O2. H2. n Fraksi mol gas = n+N n = mol gas N= mol pelarut Untuk gas yang sukar larut dalam air (misal : O 2. Bila N kita buat konstan berarti jumlah n tergantung dari tekanan gas. 5. maka masa CO 2 yang larut adalah 1.87 21 23. 6. Contoh : misalkan pada suhu percobaan gas CO 2 mengikuti hukum Henry dan Boyle.

825 0. 4. Definisi : koefisien kelarutan (S) adalah perbandingan antara volume gas yang larut dan volume dari solven.943 0. maka bila fraksi mol dari suatu gas dalam tekanan tertentu diketahui maka fraksi mol dari gas tersebut dalam larutan pada tekanan lain dapat dihitung.00137 = 0. karena itu S tak tergantung dari tekanan.713 1.72 Jawab : mol CO2 = 44. Dengan demikian bila kita mengetahui volume dari gas yang larut pada 1 atm dan diubah ke keadaan standar. 2. Contoh : Hitung fraksi mol dari gas CO2 dalam air pada 0oC dan tekanan CO2 sebesar 2 atm bila pada keadaan ini 6. 1 atm CO2 b.5 mol = 0. Volume dari gas yang diubah ke keadaan standar sebanding dengan mol dari gas tersebut. Fraksi mol Berdasarkan hukum Henry : fraksi mol suatu gas dalam larutan berbanding lurus dengan tekanan gas tersebut. yang diukur pada konsidi percobaan. Menurut hukum Henry jumlah mol dari gas yang larut sebanding dengan tekanan dari gas. Koefisien kelarutan (S) Cara ini dan cara koefisien absorpsi yang lebih sering digunakan.72 g CO2 larut dalam 1 liter H2O (1000 g H2O). 6. 5. tapi tergantung dari suhu. Koefisien absorpsi dari Bunsen (α ) Definisi : “perbandingan antara volume yang diubah pada keadaan standar dari gas larut pada tekanan 1 atm dengan volume dari pelarut”. Harga dari koefisein kelarutan CO2 pada macam-macam suhu Nomor 1.5 Pada 0oC. 3.153 fraksi mol CO2 = 0. Tabel 2.153 mol c. 6.00274 = 0. KoefIsien kelarutan (S) S0oC S10oC S20oC S25oC S30oC S40oC Harga dari Koefisien kelarutan CO2 1.153 + 55.5 Cara-cara untuk menyatakan kelarutan dari gas : a. dapat dihitung volume dari gas yang larut yang diubah ke keadaan standar pada macam- .608 fraksi mol CO2 = ½ x 0.738 0.00274 = 55.0 1000 mol H2O = 18 0.238 0. Menurut hukum Henry volume gas yang larut pada kondisi percobaan tak tergantung dari tekanan gas.

0118 Volume dari gas larut yang diubah ke keadaan standar sebanding dengan desakan gas. 471.713 1.0138 0. V=αvp V = Volume gas yang larut yang diubah ke keadaan standar α = Koefisien absorpsi pada suhu percobaan . Namun demikian harga dari koefisien absorpsi harus ditentukan dengan percobaan pada bermacam-macam suhu.439 l α20oC = 0.500 l = 0.0282 0.6 macam tekanan.500 liter H2O.4715 l Jadi S o 20 C = 0.878 0.500 l = 0.0239 0.0354 0. 0.0232 0.0164 0.0231 N2 0.665 0.0178 CO2 1.530 O2 0.0943 Bila jumlah gas ini diubah ke keadaan standar akan menempati : 471.5 ml dari gas terseebut yang diukur pada kondisi percobaan larut dalam 0.0380 0. Harga-harga koefisien absorpsi dari beberapa gas pada bermacam-macam suhu α0oC α10oC α20oC α30oC α40oC CO 0.0261 0.194 0.5 ml x 273oK = 439 ml 293oK 0.0310 0.0200 0. Contoh : Pada 20oC dan 1 atm CO2.0489 0.878 sehingga Hubungan antara S dan α : 273 αToK = SToK T T SToK = αToK 273 Volume dari gas larut yang dikur pada kondisi percobaan tak tergantung dari tekanan gas dinyatakan dengan rumus : V=S v V = Volume dari gas yang larut S = Koefisien kelarutan pada suhu percobaan v = Volume dari cairan (air) Tabel 3.0196 0.

79 = 3.825 x 273 = 0.0004 = 0.50 = 1.825 Jawab : V = α v p = 0. Jawab : VN2 = α20oC x V x pN2 = 0.756 x 350 ml x 2 = 529 ml.04 % v/v. .7 v = Volume cairan p = Tekanan gas dalam atm Contoh 1 : Berapa volume dari gas CO2 yang dikukur pada kondisi percobaan akan larut dalam 700 ml air pada suhu 25oC dan tekanan 537 mmHg dari gas CO2 ? Diketahui S25oC = 0. Berapa volume dari masing-masing gas yang diubah keadaan standar yang larut dalam 250 air yang berasal dari udara pada suhu 20oC dan tekanan 1 atm (Dianggap tekanan uap air dalam udara tak ada).0310 x 250 x 0.756 298 Contoh 3 : Berapa volume CO2 yang diubah ke keadaan standar akan larut dalam 350 ml air pada 25oC dari tekanan 2. Volume % Definisi : jumlah volume dari gas yang diubah ke keadaan standar yang larut dalam 100 volume cairan pada suhu dan tekanan yang diberikan. Bila suatu campuran gas larut dalam air.096 ml d.0164 x 250 x 0.79 Kecenderungan dari gas untuk meninggalkan larutan adalah sebanding dengan konsentrasi gas dalam larutan dan sama dengan tekanan parsial dari gas yang setimbang dengan larutannya.878 x 250 x 0.194 x 1.63 ml VCO2 = α20oC x V x pCO2 = 0.2 ml VO2 = α20oC x V x pO2 = 0. O2 20.00 atm CO2 ? α25oC = 0.825 Jawab : V = S v = 0.825 x 700 = 578 ml Contoh 2 : Berapa harga α25oC dari CO2 ? 273 Jawab : α25oC = S25oC x T = 0. Contoh : Udara adalah suatu campuran yang terdiri dari N 2 = 79 % v/v.96 % v/v dan CO2 0.2096 = 1.50 atm Jawab : Volume % = 100 x α10oC x pCO2 = 100 x 1. Volume % = 100 x α x p Contoh : Berapa kelarutan karbon dioksida dalam air dalam volume % pada suhu 10 oC dan tekanan CO2 1. jumlah tiap macam gas yang larut ditentukan oleh tekanan parsial gas dalam campuran.

CO2 = 0. Setiap larutan dengan suatu konsentrasi berarti mempuyai jumlah partikel solut tertentu akan mempunyai tekanan osmosa tertentu sesuai dengan rumusnya Π = MRT Tekanan osmosa suatu zat tergantung dari jumlah partikel zat tersebut dalam larutan.84 %. Contoh : a. Definisi dari osmosa : proses difusi pelarut melalui membran semipemeabel dari larutan dengan konsentrasi rendah ke larutan dengan konsentrasi tinggi.47 = 713 mm Hg. misalnya : protein yang dalam larutan tak terurai menjadi partikel yang kecil. N 2 = 78. Dalam campuran gas dalam udara. CaCl2 Na+ + Cl− Ca2+ + 2 Cl− Glukosa Maka tekanan osmosa CaCl2 > NaCl > Glukosa Bila ada 2 larutan dengan konsentrasi berbeda dihubungkan oleh suatu membran semipermeabel maka akan terjadi osmosa.04 %. Penurunan titik beku larutan c. Tekanan osmosa Yang akan dibicarakan hanya tekanan osmosa.5 %. N2 tetap. CO2 bertambah 5 %.8 Seperti diketahui istilah pernafasan dimaksud untuk pertukaran 2 macam gas O 2 dan CO2 antara tubuh dan sekitarnya. Tekanan udara kering total = 760 . H2O 0. NaCl c. 5. Glukosa b. Jadi bila suatu zat mempunyai molekul besar. Sifat-sifat ini ialah : a. Komposisi udara yang kita keluarkan : O2 berkurang 15 %. Sifat-sifat koligatif larutan Yaitu sifat larutan yang hanya tergantung dari jumlah partikel zat (konsentrasi) yang ada dalam larutan dan tidak tergantung dari jenis solutnya. 25 % dari O2 yang dihirup masuk kedarah . Misalnya tekanan parsial O2 adalah 20 % dari tekanan total 760 mmHg. Tapi harus ada koreksi tekanan uap air yaitu 47 mmHg pada 37 oC. Penurunan tekanan uap larutan b. Komposisi udara yang kita hirup sebagai berikut : O 2 = 20. Kenaikan titik didih larutan d.62 %. . sehingga tekanan parsial dalam paru-paru : O2 = 15 % x 713 = 107 mmHg CO2 = 5 % x 713 = 36 mmHg N2 = 79 % x 713 = 564 mmHg Gas-gas ini larut dalam darah secara fisika dan jumlah gas yang larut dalam darah dapat dihitung berdasarkan Hukum Henry dengan cara koefesien absorpsi dari Bunsen. masing-masing gas akan mempunyai tekanan parsial sendiri. digantikan oleh CO 2 dalam jumlah yang sama yang dikeluarkan darah. sebaliknya bila larutan elektrolit terurai mejadi partikelpartikelkecil maka tekanan osmosanya besar. maka tekanan osmosanya kecil.

Darah terdiri dari plasma (cairan darah) dan beberapa jenis sel darah (sel darah merah. . terlihat dengan naiknya air pada pipa. molekul-molekul air akan berdifusi kedalam pipa. tapi molekul-molekul air dapat. Membran yang mengelilingi butir darah merah merupakan membran semipermeabel yang tidak sempurna sebab bukan hanya permeabel bagi solven tapi juga permeabel untuk beberapa solut sehingga pengaliran air bukan ditentukan oleh konsentrasi zat tapi oleh konsentrasi zat yang tidak dapat melalui (impermeabel) membran. Gelas piala kita isi air murni. Bila dua larutan mempunyai konsentrasi molar yang sama maka keduanya akan mempunyai tekanan osmosa yang sama atau disebut juga isoosmotik. Bila karena sesuatu sebab konsentrasi protein dalam plasma berkurang (misalnya karena penyakit ginjal atau kelaparan) maka tekanan osmosa yang berasal dari protein juga berkurang. Tetapi walaupun rendah. Tekanan osmosa serum darah yang besarnya 589 cm Hg terutama berasal dari konsentrasi garamgaram yang terlarut. sedangkan tekanan osmosa yang berasal dari protein hanya ± 3 – 4 cm Hg. Bila fibrinogen yang ada dalam plasma dihilangkan maka cairan darah disebut serum. Larutan gula Air . maka akan ada pengaliran air dari plasma kedalam cairan diantara jaringan diluar kapiler menyebabkan bengkaknya jaringan disebut oedem atau busung lapar. Salah satu partikel dalam darah yang tidak dapat melalui membran adalah protein sehingga tonus yaitu gerakan air kedalam atau keluar kapiler darah dikendalikan oleh konsentrasi protein dalam plasma sebab tonus hanya ditentukan oleh konsentrasi partikel yang tidak dapat melalui membran. Molekul-molekul dari gula tak dapat berdifusi melalui membran. sel darah putih dan sebagainya).9 h oleh Membran (selaput) semi permiabel Pada sebuah pipa gelas yang di bawahnya dbungkus dengan suatu kantong kertas cellophane kita masukkan perlahan-lahan larutan gula dan kita letak kan dalam sebuah gelas piala. Tetapi kedua larutan ini baru disebut isoosmotik bila dipisahkan oleh suatu membran semi permiabel yang sempurna ialah membran yang hanya permiable bagi molekul-molekul zat pelarut dan impermiabel sama sekali bagi molekul-molekul zat terlarut . tekanan osmosa yang berasal dari protein sangat penting sebab merupakan faktor pengendali pada kesetimbangan air antara darah dan jaringan. Membran semipermeabel yang hanya dapat dilalui pelarut (solven) tapi tidak oleh zat terlarut (solut) adalah membran semipermeabel yang sempurna. Difusi juga akan terjadi bila gelas piala mengandung larutan gula yang kadarnya lebih rendah daripada larutan gula dalam kantong Membran yang dapat dilalui zat pelarut tapi tak dapat dilalui zat terlarut dinamakan membran semi permeabel. Cairan terpenting dalam tubuh ialah darah.

1 M + Gliserin 0.1 M Gula 0. Membran yang mengelilingi butir darah merah juga suatu membran semi permiabel yang tak sempurna karena bukan hanya permiabel untuk molekul solven tetapi juga permiabel untuk beberapa solut. Bila membran semacam ini memisahkan 2 macam larutan maka pergerakan dari cairan (tonus) bukan diatur oleh konsentrasi total dari molekul-molekul solut dari tiap larutan tetapi hanya oleh konsentrasi molekul yang tak dapat melalui membran.1M Gliserin 0. Membran yang mengelilingi sel darah merah bersifat permiabel terhadap beberapa zat terlarut. Cara untuk menentukan tonus dari sel darah merah ini adalah dengan jalan meletakkan sel darah merah didalam larutan NaCl.9 % ini mempunyai tekanan osmosa yang sama dengan serum darah dan sel darah merah tidak mengalami perubahan volume dalam serum. Membran sel juga bersifat elastis sehingga sel akan mengembang. Dan tekan osmosa larutan garam 0. Maka sifat larutan luar terhadap dalam kantong.1M (b) Isoosmotik Hipotonik Isoosmotik Hipertonik Urea 0. Komposisi larutan garam fisiologis dari Loche : Komponen gram/100 ml larutan . Ini dapat dilakukan dengan jalan melarutkan zat yang akan disuntikkan kedalam larutan garam yang dibuat sedemikian rupa sehingga larutan tersebut mempunyai tonus yang mendekati tonus isi sel.1 M Gliserin 0. Konsentrasi garam yang diperlukan untuk tepat menghasilkan hemolisa ini merupakan ukuran untuk mengetahui berapa kuatnya membran sel dan ini mempunyai nilai tertentu pada diagnosa.47 % maka masuknya cairan kedalam sel akan merenggangkan membran sel sedemikian rupa sehingga hemoglobin akan keluar sedikit.9 % ini = tekanan osmosa isi sel yang tak dapat melalui membran sel.1 M (a) Isoosmotik Isotonik Gula 0. Setiap cairan yang akan disuntikkan kedalam aliran darah harus isotonis dengan isi sel. Bila sel darah merah dimasukkan kedalam larutan NaCl yang lebih encer. jadi larutan ini isotonis dengan isi sel.1M Urea 0.10 Membran yang sempurna seperti ini jarang didapat.1 M Jadi sifat larutan dapat disimpulkan sebagai berikut : “Tekanan osmosa suatu larutan ditentukan oleh konsentrasi zat-zat terlarut dan tonus larutan ditentukan oleh konsentrasi molekul-molekul zat terlarut yang tak dapat melalui membran yang digunakan”. karena membran sel darah merah bersifat impermiabel terhadap NaCl. Gula 0.1 M (c) Tidak Isoosmotik Isotonik (d) Urea 0. maka larutan ini bersifat hipotonis terhadap sel dan akibatnya ialah air akan mengalir kedalam sel. akibatnya larutan sekelilingnya akan menjadi merah dan ini dinamakan hemolisa. Juga dibuktikan bahwa larutan NaCl 0. Bila konsentrasi garam dikurangi menjadi ± 0.9 % tidak menyebabkan perubahan pada sel. sehingga volume sel akan bertambah. Berarti ia isotonis dan isoosmotik. Suatu perbedaan antara tekanan osmosa dan tonus larutan dapat diperlihatkan sebagai berikut : Andaikata membran yang dipakai di bawah ini permiabel untuk air dan urea tapi impermiabel bagi gula dan gliserin. Larutan garam tersebut dikenal sebagai larutan garam fisiologis. Dengan jalan menggunakan larutan garam (NaCl) dengan macam-macam konsentrasi terlihat bahwa pada larutan garam 0.

042 0.024 0. asam-asam amino (protein). logam. Koloid. misalnya : sol protein. − Hampir sama dengan air. Sol dibagi 2 bagian : a.1 Untuk memeriksa permiabilitas dari membran sel dilakukan percobaan sebagai berikut: “Pada sederetan tabung reaksi kita masukkan larutan garam 0. b. alkohol polivalen. HCO3. − Mudah − Dapat (reversibel). OH-. protein. K+. biasanya air. < Tegangan permukaan air. larutan akan menjadi hipertonis terhadap isi sel. H 3O+. Bila telah terjadi kesetimbangan. Bila koloid terlihat seperti cairan maka larutannya disebut sol. juga tak akan terjadi perubahan volume sel yang permanen. bila zatnya dapat melalui membran sel.9 0. Tetapi impermiabel terhadap zat-zat disakarida. sedangkan fasa lainnya disebut fasa luar atau medium pendispersinya. sol gelatin HIDROSOL Suspensoid (hidrofob) Emulsoid (hidrofil) − Zat-zat anorganik. Na+. Koloid pelindung Definisi : suatu emulsoid yang melindungi suspensoid sehingga suspensoid tidak akan mengendap. Hidrofob : yang takut air (Liofob : bila fasa luarnya lemak) Disebut juga suspensoid. − Rendah. Koloid Koloid adalah campuran yang heterogen dimana partikel-partikelnya lebih besar dari molekul tapi tidak cukup besar untuk dapat dilihat oleh mata. − Susah. 4. 3. oksida. Tegangan permukaan. Dalam tiap larutan kita masukkan sel-sel darah merah. . Fasa terdispersi 2.02 0. − Hampir sama dengan air. Pada larutan garam 0. Kadang-kadang kelihatan seperti suatu campuran yang homogen. keadaan normal kembali”. Konsentrasi maksimum fasa terdispersi. Dengan cara ini dapat diketahui zat-zat yang dapat melalui membran/tidak. Cl-. − Tidak dapat (irreversibel). Tetapi bila zatnya tak dapat melalui membran sel. gelatin. Pada suatu sistem koloid satu fasa tersebar didalam fasa lainnya disebut fasa terdispersi atau fasa dalam.9 % lalu ditambah zat-zat yang akan kita periksa dapat atau tidaknya melalui membran sel. sehingga sel akan mengkerut (lihat di mikroskop). − Tinggi. misalnya : sol emas Hidrofil : yang senang air (Liofil : bila fasa luarnya lemak) Disebut juga emulsoid. 6. misal : albumin. Viskositas.11 NaCl KCl CaCl2 NaHCO3 Glukosa 0. emulsi dan suspensi 1. 5. 1.9 % karena isotonik dengan sel-sel darah merah tak terjadi perubahan apa-apa.dan sedikit gliserin. Cara pembuatan. Biasanya merupakan bagian terkecil dari sistem koloid. > Viskositas air. − Zat-zat organik : tepung sulfida. Ternyata membran permiabel terhadap zat-zat monosakarida. Kesanggupan bolak-balik.

contoh : minyak pelumas. Susu adalah suatu emulsi asam lemak dalam air dengan bantuan emulgator kasein. Contoh : . gum arab. Adsorpsi dan Absorpsi Adsorpsi : Peristiwa berubahnya konsentrasi pada bidang antar muka. air lebih mudah membentuk butir spherik. minyak ikan. Zat (cairan) yang membentuk butir halus disebut fasa dispersi.lendir-lendir usus pada penyakit diare diadsorpsi oleh carbo adsorben (norit) . Misal : minyak dan air kita kocok. Contoh susu. bila tegangan permukaan minyak > air.H2O diabsorpsi oleh CuSO4 CuSO4 + H2O putih CuSO4 2 H2O biru . Komponen zat yang mengadsorpsi disebut adsorben.carbo adsorben pada gas masker akan mengadsorpsi gas-gas racun Absorpsi : Peristiwa merembesnya molekul dari satu fasa ke fasa lainnya. putih telur. Fe+. sehingga tetap ada fasa terdispersi. Contohnya : emulsi minyak dengan air dengan bantuan emulgator merah telur. bila tegangan permukaan air > minyak. Komponen zat yang diadsorpsi disebut adsorbat. merah telur. sehingga tubuh mengemulsinya terlebih dahulu dengan emulgator asam-asam empedu. Sedangkan fasa lainnya disebut medium dispersi fasa luar atau fasa kontinyu. jadi air yang membentuk partikel halus ia membentuk fasa dispersi disebut air dalam minyak emulsi (w/o emulsion). Mekanismenya : seperti diketahui protein terdiri dari bermacam-macam asam amino. sehingga tidak menyumbat pembuluh darah. Bidang antar muka dapat terjadi antara : padat dan cair.Zat-zat makanan kita diabsorpsi oleh usus halus . Bila kita mengocok minyak dengan air. tapi tak kekal. Lemak dalam tubuh bila tidak diemulsi tidak dapat diserap darah. Sifat emulsi ditentukan oleh tegangan permukaan kedua cairan. padat dan gas. Definisi : Dispersi (penyebaran) dari partikel-partikel (butir halus) suatu cairan pada cairan lain dengan bantuan suatu emulgator. disebut minyak dalam air emulsi (o/w emulsion). 2. jadi partikel minyak akan terdispersi dalam air. Supaya kekal harus ditambah emulgator (zat pengemulsi) Cara kerja emulgator : akan memperkecil tegangan permukaan kedua cairan.Alkohol mengabsorpsi air membentuk ikatan hidrogen . emulsi tetap stabil. Asam-asam amino dapat membentuk ikatan kompleks yang stabil dengan kation seperti Ca 2+.12 Protein dalam plasma darah kita (emulsoid) akan bekerja sebagai koloid pelindung bagi mineralmineral atau logam-logam berat yang tidak larut dalam air (suspensoid) agar tidak mengendap. Contoh : . akan terjadi emulsi. minyak yang akan membentuk fasa dispersi. Pb2+ membentuk senyawa “chelate” yang larut dalam air. kalau didiamkan terjadi pemisahan antara air dan minyak. Emulsi termasuk koloid tapi terbentuk dengan bantuan suatu emulgator. Contoh emulgator : sabun. CMC dan lain-lain. Cu2+. fasa dalam atau fasa diskontinu.

dimana zat terlarut (solut)nya terdiri dari partikel-partikel yang cukup besar sehingga dapat terlihat oleh mata. sedangkan larutan yang satu mengandung NaCl dimana kedua ionnya permeabel maka pada keadaan setimbang komposisi dari ion-ion dan tekanan osmosanya tidak sama. protein.biasa . Penyaringan : . Kejadian ini ditemukan oleh Donnan dan kesetimbangannya disebut kesetimbangan Donnan.suspensi pasir dalam air . Kesetimbangan Donnan Bila dua buah larutan dipisahkan oleh sebuah membran yang permeabel baik untuk solven maupun solut kedua larutan. Na+. berarti juga ada perbedaan tekanan osmosa antara butir-butir darah merah dan plasma. Mengendap . Cl− dan HCO3−. Dengan demikian antara butir darah merah dan plasma darah terjadi kesetimbangan Donnan.ultra 3. 4.1 µ tak dapat dapat tak mengendap mengendap lambat terlihat Larutan < 1mµ tak dapat tak dapat tak mengendap tak mengendap cepat tak terlihat II. ASAM . K + dan Na+ tapi permeabel untuk Cl− dan HCO3−. Membran yang mengelilingi butir-butir darah merah impermeabel terhadap protein.1 .1 µ dapat dipisahkan dapat mengendap mengendap tak terjadi mungkin terlihat Koloid 0. kedua larutan akan mempunyai komposisi kimia dan tekanan osmosa yang sama. K +. hemoglobin. Tetapi bila salah satu larutan misalnya mengandung komponen NaR dimana R− adalah suatu anion monovalen yang tidak dapat melalui membran misalnya : Na proteinat. Menurut Arrhenius Asam adalah suatu zat yang bila terdisosiasi dalam air akan menghasilkan H+ .suspensi butir-butir besi dalam air Perbedaan antara koloid .dibawah pengaruh gaya berat.suspensi .13 Suspensi : Campuran zat padat dalam air. Kesetimbangan Donnan dalam darah Butir-butir darah merah antara lain mengandung hemoglobin. Difusi 5.sentrifuga. > 0. K+. maka pada keadaan setimbang. Menurut Bronsted Asam adalah zat yang cenderung memberikan proton (proton donor) Basa adalah zat yang cenderung menerima proton (proton akseptor) 2. Jadi syarat terjadinya kesetimbangan Donnan adalah minimal ada satu partikel atau ion atau molekul yang tidak dapat melalui membran. misalnya : . Cl− dan HCO3−. Plasma darah juga mengandung protein-protein. . Ukuran partikel 2. Gerakan Brown 3.larutan : Suspensi 1.BASA 1. Na+.

7x10−3 mol/lt −3 pH = − log 5.25 .Tapi pada umumnya akan mengalami kesukaran.75 log CH+= − 6.24 Mengubah pH ke mol/lt Suatu larutan mempunyai pH = 6.8 x 10−5 pKa = − log Ka = − log (1.7 = CH3O+ = 0.3010 .7 x 10 = − (log 5.8 x 10−5) . konsentrasi ion H+ nya kecil sekali sampai 10-14 mole/lt.2) = 1. Untuk beberapa hal ini dapat dilakukan.14 Basa adalah suatu zat yang bila terdisosiasi dalam air akan menghasilkan OH− Menurut teori proton.7 pH = 1. kekuatan relatif asam selalu dihubungkan dengan kekuatan basa konyugasinya yang terbentuk.24 pH = 2.1. Karena itu Sörensen mengusulkan untuk menyatakan konsentrasi ion hidrogen dalam : pH = log -------.76 − 3) = 2.020 mol/lt = 2 x 10−2 = log 2 x 10−2 pH = − log CH+ = − (log 2 + log10−2) pH = ? 1 H+ + Cl− basa lemah H+ + CH3COO− basa kuat C H+ = − (0.7 + log 10−3) = − (0. pH darah normal agak basa yaitu 7. Misal CH+ = 0.= − log [H+] [H+] = − log [H3O+] pH ini penting artinya dalam sifat-sifat dan fungsi dari sistem biologis. Mengubah konsentrasi ion H+ dari mol/lt ke pH.4 ± 0. karena misalnya untuk basa. Jadi apabila asamnya kuat.75 = 0. basanya lemah dan sebaliknya. Perubahan pH darah yang sedikit saja dapat menyebabkan kematian karena itu tubuh kita mempunyai sistem buffer/dapar agar pH darah tetap stabil.0057mol/lt = 5.75.7 C H+ = 1. pK = − log K Misal konstanta protolisa asam asetat Ka = 1. Disebut → sistem buffer darah.78 x 10−7 Simbol p juga dipakai untuk pOH = − log COH dan konstanta kesetimbangan (konstanta protolisa). Contoh : HCl asam kuat CH3COOH asam lemah pH Konsentrasi ion hidrogen (hidronium) dapat dinyatakan dengan mole/lt. Berapa konsentrasi ion H+ ? pH = − log CH+ = 6.

74 proton terhidrasi menjadi H3O+ Apabila H2O bergabung dengan sebuah proton (H+) Kesetimbangan pada larutan yang mengandung asam lemah dan basa lemah yang terkonjugasi bila ditambah ion sejenis (Common ion effect). tapi bila konsentrasi salah satu ion ditambah.8 + log 10−5) = 4. dianggap basa Reaksi HCl dengan H2O atau CH3COOH dengan H2O dapat saling berkonyugasi. Kalau asamnya kuat reaksinya langsung tapi bila asamnya lemah terjadi kesetimbangan asam – basa CH3COOH + H2O ⇔ H3O+ + CH3COO− = − (log 1. ditambahkan suatu elektrolit kuat (asam kuat. Untuk suatu asam HA diketahui : HA + H2O [H3O+] [A−] Ka = -------------------[HA] adalah tetap.15 Ka Ka (ion hidronium) H+ + H2O H3O+ Disini H2O sebagai proton akseptor. maka agar K a tetap maka konsentrasi ion lainnya akan turun.= Ka -------------------------[A−] [basa terkonjugasi] . Sedangkan konsentrasi dari ion yang tak bersamaan diabaikan. basa kuat atau garam) yang mempunyai ion yang sama dengan asam lemah/basa lemah tersebut maka protolisa (ionisasi) dari asam lemah/basa lemah tersebut akan berkurang.> Ka [HA] Supaya kesetimbangan kembali maka reaksi : HA + H2O ⇔ H3O+ + A− harus ke kiri sampai H3O+ + A− [H3O+] [A−] -------------------. Jadi misalnya pada HA ditambah suatu asam kuat.= Ka [HA] sehingga pada keadaan setimbang A− akan berkurang dari semula dan ini yang dinamakan : Common ion effect (pengaruh ion sejenis). maka konsentrasi ion H 3O+ akan naik sehingga harga : [H3O+] [A−] -------------------. Efek dari penambahan ini dapat diperhitungkan sebagai berikut : HA + H2O ⇔ H3O+ + A− [H3O+] [A−] Ka = -------------------[HA] [HA] [asam] [H3O+] = Ka ---------. Dengan lain perkataan bila pada suatu larutan asam lemah atau basa lemah.

bila ditambah ion garam yang bersamaan dengan basanya.16 − log H3O+ = − log [asam] Ka -------------------------[basa terkonjugasi] [basa terkonjugasi] pH = pKa + log -------------------------[asam] Bila ditambah suatu garam yang mempunyai ion yang sama dengan asamnya misalnya.pH = pKa + log -----------[asam] [garam] .pOH = pKb + log ------------[basa] . supaya kestimbangan kembali. Sehingga rumus : [asam] [H3O+] = Ka ------------[garam] pH [garam] = pKa + log ----------[asam] Buffer Demikian juga bila larutan terdiri dari basa lemah dan asam lemah yang terkonjugasi.campuran asam lemah dengan garamnya atau . Konsentrasi ion A− yang berasal dari garam = konsentrasi garam (ionisasi sempurna).campuran basa lemah dengan garamnya [garam] Rumus pH : . maka kesetimbangan akan kekanan. maka : pOH [garam] = pKb + log ----------[basa] Dapar : . reaksi harus ke kiri sedangkan ion [A −] yang berasal dari asam dibandingkan dengan ion [A −] yang berasal dari garam kecil sekali sehingga diabaikan.

pH [garam] = pKa + log ------------[asam] Persamaan ini disebut persamaan Henderson . Larutan ini biasanya terdiri dari campuran asam lemah dan garamnya.1 Jadi kedua-duanya mempunyai pH yang sama. Larutan dapar ialah larutan yang dapat mempertahankan pH-nya atau pH-nya hanya berubah sedikit sekali walaupun pada larutan terebut ditambahkan sedikit asam atau basa kuat.1 mol NaAc/lt pH1 = − log [H3O+] = − log 1. HA + H2O MA ⇔ ⇔ H3O+ + A− M+ + A− Jadi disini ada common ion effect. karena itu pH-nya dapat kita pakai. Tetapi bila kita ingin membuat larutan dengan pH = 6 kita tak dapat membuatnya dari larutan HCl 10-6 N.000018 M 2.01 N.8 x 10-5 = 4.000018 mol NaOH.Hasselbach untuk buffer.17 LARUTAN BUFFER (DAPAR) Bila kita menginginkan larutan dengan pH = 2 dengan mudah kita membuat saja larutan HCl 0.01 N. Efek penambahan pada larutan 2 : .74 + log ------. Demikian pula bila kita ingin membuat pH = 12 kita dapat membuatnya dari larutan NaOH 0. Dengan memilih suatu asam dengan pKa yang cocok dan dengan merubah-rubah harga [garam]/[asam] kita dapat membuat suatu larutan buffer dengan pH-nya yang dikehendaki. Larutan amfolit atau juga campuran dari asam kuat dan basa kuat.= 4. Tetapi untuk konsentrasi yang lebih kecil lagi dari NaOH misal pH = 8 akan dipengaruhi oleh CO2 dari udara.1 pH2 = pKa + log -------------. Ini cukup untuk menetralisasi larutan 1 sehingga pH = 7. Larutan HCl 0.74 [asam] 0. Sekarang pada masing-masing larutan tersebut kita tambahkan 0.= 4. Sedikit saja alkali dari gelas akan merubah pH larutan. Untuk menjelaskan kita ambil 2 buah larutan 1.74 [garam] 0. Larutan yang terdiri dari 0. basa lemah dan garamnya. Sehingga untuk mendapat pH yang tepat kita memerlukan suatu larutan buffer atau dapar.1 mol HAc dan 0. ia akan mempunyai pH = 2. Yang akan kita bicarakan adalah dapar yang terdiri dari larutan asam lemah dan garamnya.

Sedangkan pada larutan 2 hanya + 0.7. KESETIMBANGAN ASAM BASA DALAM TUBUH Dalam keadaan normal pH dari cairan tubuh termasuk darah kita adalah antara 7. Sistem pernafasan : Dengan mengatur pengeluaran CO 2 melalui pernafasan.000018 mol CH3COOH diubah menjadi NaAc.000018) 0. Ginjal : Mengatur kelebihan asam dan basa melalui ginjal. Sistem pernafasan : Dengan mengatur pengeluaran CO2 melalui pernafasan. Na+ HHbO2 HHb H Protein : Oksihemoglobin : Hemoglobin bebas : Protein bebas 2.82.01 unit dengan jumlah NaOH yang sama.. tetapi keadaan setimbang harus selalu dipertahankan dengan jalan membuang kelebihan asam tersebut.. maka buffer H2CO3 − HCO3− paling baik untuk tubuh. B+ HCO3− B+ H2PO4− -----------.74 [asam] 0. maka pusat pernafasan akan dirangsang sehingga kita bernafas lebih dalam sehingga CO2 kelebihan akan dikeluarkan melalui paru-paru.74 = 2. ---------. B2HPO4−2 HHbO2 HHb H Protein ---------.1 − 0. Disini dipakai buffer H2CO3 − B+HCO3− Misalnya konsentrasi H3O+ dalam darah naik.∼ 4. ------------B+ HbO2− B+ Hb− B+ Protein− B adalah kation monovalen misal : K+.1 + 0..35 . berarti pH-nya turun H3O+ + HCO3− ⇔ H2CO3 CO2 + H2O + H2O Bila pH turun.18 CH3COOH + NaOH (0.26 unit.= 4. pH darah akan turun sampai 6. jadi juga mengatur konsentrasi H2CO3 dalam tubuh. Sedangkan bila konsentrasi OH − naik.000018 Dengan lain perkataan pada larutan 1 yang bukan larutan dapar penambahan NaOH menyebabkan perubahan pH sebesar 7 − 4. H2CO3 + OH− ⇔ HCO3− + H2O Karena kemampuan pengeluaran CO2 ini. Walaupun sejumlah besar ion H+ selalu ada sebagai hasil metabolisme dari zat-zat. sehingga harus selalu ada kesetimbangan asam-basa dalam tubuh kita.000018 mol ⇔ CH3COONa + H2O 0. 3. Sistem buffer darah H2CO3 -----------.5.. 1. sebab penurunan pH sedikit saja menunjukkan keadaan sakit. 2. jadi juga mengatur konsentrasi H2CO3 dalam tubuh. sehingga [garam] 0. Sistem buffer darah : Untuk mempertahankan pH tubuh agar tetap normal.000018 mol Jadi sebanyak 0. . Untuk ini maka tubuh kita mempunyai : 1.1 − 0.74 + log ----------------------.000018 pH = pKa + log -------------. Misalnya pada diabetik coma.

Ini baik.4. Selain dari sistem buffer dalam darah ada juga zat-zat amfoter lain menolong mempertahankan pH darah agar tetap normal. CO2 + H2O H2CO3 + Hb− ⇔ ⇔ ⇔ H2CO3 HCO3− + H+ Hb− HCO3− + H+ Hb− H2CO3 + HbO2− Bila ada kelebihan basa.A.buffer karbonat : HCO3− + H+ .19 Kurva dari sistem buffer H2CO3 − HCO3 [HCO3−] pH = pK1 + log --------------[H2CO3] Terlihat bahwa pH optimum adalah 6.8. Untuk ini biasanya disuntikkan larutan garam bikarbonat. 4.35. dapar lebih efisien untuk menetralkan kelebihan H3O+ yang berada dalam darah.A. sebab umumnya pada penyakit-penyakit yang terjadi adalah penurunan pH. H2SO4. Asam laktat dan lain-lain Kelebihan H+ diikat oleh : .buffer fosfat : HPO4−2 + H+ Kelebihan H2CO3 (CO2) : Dalam plasma dinetralisir oleh buffer protein C. cairan lambung mempunyai pH 2 − 1. Isi perut kita sangat asam. Ginjal kita juga menolong mengatur konsentrasi H 3O+ dalam darah agar tetap konstan dengan jalan mengeluarkan asam yang kelebihan melalui urine.buffer protein : Protein − + H+ . Sebaliknya cairan pankreas dan empedu memberikan . Ginjal : Mengatur kelebihan asam dan basa melalui ginjal.31 (pK 1) sedangkan pH darah 7. = carbonic anhydrase CO2 + H2O ⇔ ⇔ H2CO3 HCO3− + H Protein ⇔ ⇔ ⇔ H2CO3 H Protein H2PO4− H2CO3 + Protein − Dalam eritrosit dinetralisir oleh buffer Hb C. Dari kurva kelihatan bahwa bila pH rendah. Pada perdarahan yang hebat kemampuan buffer dalam darah berkurang.0 4. Cara kerja dapar darah Untuk asam-asam HCl. Sehingga pH urine dapat berada sekitar 7. maka OH− akan bereaksi dengan : H2CO3 + NaOH ⇔ Na+ HCO3− + H2O H+ Protein − + OH − ⇔ Protein − + H2O H2PO4− + OH − ⇔ HPO4−2 + H2O 3. Sehingga bila kita muntah akan terjadi kekurangan ion H3O+ dalam darah.

Walaupun darah membawa sekian banyak asam karbonat namun pHnya tetap konstan.40 dan pK1 H2CO3 = 6. . Pengaturan pH dalam berbagai saluran pencernaan sangat penting. Sehingga diare (mencret) akan menyebabkan kenaikan ion H 3O+ dalam darah dan jaringan. tapi penting sebab bila ada perubahan konsentrasi dari CO2 yang larut. seperti reaksi berikut : H2CO3 ⇔ HCO3− + B+ ⇔ BHCO3− + H+ (B+ = kation Na+ atau K+) Berdasarkan persamaan Henderson – Hasselbach untuk dapar. bila pH darah = 7.20 reaksi alkalis kepada usus.1. sebab sebagian besar dari asam ini langsung diubah menjadi bikarbonat. Bila perbandingan ini berubah maka kesetimbangan asam – basa dalam darah akan berubah. Perubahan pH akan menghentikan kerja enzim tersebut. berarti dalam suatu elektrolisa ia tak akan bergerak kearah katoda atau anoda.10 + log --------------[H2CO3] [BHCO3] log -------------.= 20 [H2CO3] Berarti : agar pH darah tetap konstan maka perbandingan antara bikarbonat : karbonat harus menjurus ke asidosis/alkalosis TITIK ISOLISTRIK DARI AMFOLIT Bila asam amino dilarutkan di dalam air misal glisin. PENGARUH CO2 PADA pH DARAH Walaupun CO2 yang keluar dari otot yang larut secara fisik dalam darah sangat kecil.40 = 6. bisa NH3CH2COO−.= 1. maka akan terjadi juga perubahan kesetimbangan dari reaksi berikut : CO2 + H2O ⇔ H2CO3 ⇔ H+ + HCO3− Diperkirakan bahwa dalam waktu 24 jam paru-paru kita akan mengeluarkan 20 – 40 liter asam dalam bentuk asam karbonat. Sebab macam-macam enzim mempunyai pH optimum dimana dia dapat bekerja dengan baik. maka perbandingan antara bikarbonat dan asam karbonat dapat dihitung : [g] pH = pKa + log -------[a] [BHCO3] 7.30 [H2CO3] [BHCO3] -------------. ia akan berbentuk zwitter ion (amphion) + 20 : 1. Dalam keadaan begini dikatakan bahwa amfolit ini berada pada titik isolistriknya dan pH larutan dapat dihitung dengan memakai rumus : pH = 1/2 (pKw + pKaI − pKbII) pH dari asam lemah dan basa lemah yang tak terkonjugasi.

21 Titik isolistrik ini adalah titik dimana amfolit mempunyai kelarutan paling minimum (paling sukar larut). Sebaliknya bila ditambah NaOH misal OH −. Dengan mengetahui pH pada titik isolistrik amfolit. Misalnya bila ditambahkan HCl berarti ada penambahan proton sehingga amfion akan membentuk + NH3CH2COOH. dapat mempermudah bila kita hendak mengendapkan suatu amfolit dalam larutan yaitu dengan merubah pH larutan amfolit ke harga pH titik isolistriknya. Kimiafisik2009 . Seperti diketahui protein terdiri dari asam-asam amino sehingga sifat-sifatnya sama dengan asam amino. Bila misalnya pada larutan jenuh glisin (solut yang larut dan tak larut berada dalam keadaan setimbang) kita tambahkan suatu asam/basa kuat. juga ini mempunyai titik isolistrik dan lain-lain. akan mengambil proton dari amfion → NH2CH2COO−. ion ini akan bergerak ke arah katoda dan akan membentuk garam dengan anion dari katoda. ion ini akan bergerak ke arah anoda dan akan membentuk garam dengan kation dari anoda. maka titik isolistriknya akan pecah sehingga glisin akan banyak larut. kita akan memperkecil kelarutan amfolit sampai minimum sehingga akan mengendap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful