KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum wr.wb Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat kepada saya dalam menyelesaikan susunan makalah ini. Shalawat serta salam terlimpah kepada nabi besar kita Muhammad SAW. Tujuan utama pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari bidang studi Seni Budaya yang membahas tentang „Adat Istiadat Daerah „, tujuan selanjutnya untuk para pembaca agar lebih paham dan mengetahui lagi aneka keragaman adat istiadat di indonesia dari berbagai daerah yang berbeda. Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari teknik penulisan maupun pembahasannya. Tidak lupa penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun dan menjadikan suatu motivasi dalam penulisan makalah ini. Semoga bermanfaat bagi diri penulis maupun masyarakat pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, begitu kata pepatah. Tak ada sesuatu yang tiada cela. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Wassalamu‟alaikum wr.wb

Penulis

Maisurina Muthiarani

intan dan berlian mengandung makna agar calon pengantin putri selalu berusaha untuk tetap bersinar dan tidak membuat kecewa. Adapun makna dan maksud benda-benda tersebut adalah : a.Setelah ditemukan hari baik. yaitu warga kerabat dan atau para sesepuh di kanan-kiri tempat tinggalnya. maka perlu dimintakan pertimbangan dari ahli penghitungan hari baik berdasarkan patokan Primbon Jawa. ada beberapa prosesi yang harus dilakukan. tata upacara pernikahan adat Jawa adalah sebagai berikut : 1. berupa cincin. Guna melakukan prosesi pernikahan. yaitu pengurutan perut untuk menempatkan rahim dalam posisi yang tepat agar dalam persetubuhan pertama memperoleh keturunan. Seperangkat busana putri bermakna masing-masing pihak harus pandai menyimpan rahasia terhadap orang lain. daun sirih dan uang. orang Jawa selalu mencari hari baik. Untuk itu diadakan simbol-simbol barang-barang yang mempunyai arti dan makna khusus. dan minum jamu Jawa agar tubuh ideal dan singset. melalui acara-acara sebagai berikut : 1. Menurut Sumarsono (2007). maknanya agar cinta mereka abadi tidak terputus sepanjang hidup. baik oleh pihak laki-laki maupun perempuan. Srah-srahan Yaitu menyerahkan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan pelaksanaan acara sampai hajat berakhir. buahbuahan. c. maka sebulan sebelum akad nikah. 1. Perhiasan yang terbuat dari emas. Babak I (Tahap Pembicaraan) Yaitu tahap pembicaraan antara pihak yang akan punya hajat mantu dengan pihak calon besan. Cincin emas yang dibuat bulat tidak ada putusnya. Hal ini dikenal dengan istilah diulik. Sebelum pernikahan dilakukan. b. mulai dari pembicaraan pertama sampai tingkat melamar dan menentukan hari penentuan (gethok dina). Babak II (Tahap Kesaksian) Babak ini merupakan peneguhan pembicaaan yang disaksikan oleh pihak ketiga.Tata Cara Upacara Adat Pernikahan Jawa Timur Pernikahan adalah suatu rangkaian upacara yang dilakukan sepasang kekasih untuk menghalalkan semua perbuatan yang berhubungan dengan kehidupan suami-istri guna membentuk suatu keluarga dan meneruskan garis keturunan.1. seperangkat busana putri. . secara fisik calon pengantin perempuan disiapkan untuk menjalani hidup pernikahan. makanan tradisional. dengan cara diurut perutnya dan diberi jamu oleh ahlinya.

e. keluarga. biasanya dimintakan saran kepada orang yang ahli dalam perhitungan Jawa. berbulat tekad tanpa harus mengorbankan perbedaan. 1. adanya rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksana. Sedhahan Yaitu cara mulai merakit sampai membagi undangan. b. pemberitahuan dan permohonan bantuan kepada sanak saudara. dengan cara : a. 2. Beras ketan sebelum dimasak hambur. tetangga. Daun sirih Daun ini muka dan punggungnya berbeda rupa.d. menjadi lengket. Untuk mencari hari. bulan. Buah-buahan bermakna penuh harap agar cinta mereka menghasilkan buah kasih yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Gethok dina Menetapkan kepastian hari untuk ijab qobul dan resepsi. . Hal ini bermakna satu hati. wajik. dan sesudah hajatan. Begitu pula harapan yang tersirat. 3. 2. semuanya terbuat dari beras ketan. Asok tukon Hakikatnya adalah penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk membantu meringankan keuangan kepada keluarga pengantin putri. f. 1. tetapi kalau digigit sama rasanya. 4. Kumbakarnan Pertemuan membentuk panitia hajatan mantu. yang akan punya hajat mengundang para sesepuh dan sanak saudara untuk membentuk panitia guna melaksanakan kegiatan acara-acara pada waktu sebelum. tetapi setelah dimasak. tanggal. Makanan tradisional terdiri dari jadah. bertepatan. Peningsetan Lambang kuatnya ikatan pembicaraan untuk mewujudkan dua kesatuan yang ditandai dengan tukar cincin antara kedua calon pengantin. semoga cinta kedua calon pengantin selalu lengket selama-lamanya. dan kenalan. jenang. lapis. handai taulan. Babak III (Tahap Siaga) Pada tahap ini.

g. Adapun ciri kahs tarub adalah dominasi hiasan daun kelapa muda (janur). 3. 1. secukupnya. untuk hiasan. ± 4 pelepah. b. dengan cara ijab. nasi golong. Jenggolan atau Jonggolan Saatnya calon pengantin sekalian melapor ke KUA (tempat domisili calon pengantin putri). Biasanya diberi alas dari tabung yang terbuat dari kuningan. Janur kuning. lambang kebahagiaan dan keselamatan. Bambu aur untuk penusuk (sujen). kanthil dan mawar merah putih. Pasang tratag dan tarub Pemasangan tratag yang dilanjutnya dengan pasang tarub digunakan sebagai tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu dirumah yang bersangkutan. dan kadang disertai dengan ubarampe berupa nasi uduk (nasi gurih).c. artinya memberi tanda di Kantor Pencatatan Sipil akan ada hajatan mantu. kolak ketan dan apem. kembar mayang dilabuh atau dibuang di perempatan jalan. pemberitahuan tentang pelaksanaan hajatan serta telah selesainya pembuatan undangan. pilih yang sudah masak dan sama besarnya. Babak IV (Tahap Rangkaian Upacara) Tahap ini bertujuan untuk menciptakan nuansa bahwa hajatan mantu sudah tiba. dikupas kulitnya dan airnya jangan sampai tumpah. yaitu : 1. mencukupi segala kerepotan dan keperluan selama hajatan. c. Batang pisang. Barang-barang untuk kembar mayang adalah : a. 2-3 potong. Ada beberapa acara dalam tahap ini. Daun-daunan: daun kemuning. Bawahnya dibuat rata atau datar agar kalau diletakkan tidak terguling dan air tidak tumpah. Bunga melati. Pasang tuwuhan (pasren) . daun apa-apa. sungai atau laut dengan maksud agar pengantin selalu ingat asal muasal hidup ini yaitu dari bapak dan ibu sebagai perantara Tuhan Yang Maha Kuasa. nasi asahan. Kelapa muda dua buah. e. 2. Tarub dibuat menjelang acara inti. Nanas dua buah. Tata cara ini sering disebut tandhakan atau tandhan. Kembar mayang Berasal dari kata kembar artinya sama dan œmayang artinya bunga pohon jambe atau sering disebut Sekar Kalpataru Dewandaru. beringin beserta ranting-rantingnya. Jika pawiwahan telah selesai. d. 3. daun girang dan daun andong. f. d. hiasan warnawarni.

f. c. mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. dan papan. e. Seuntai padi (pari sewuli) Melambangkan semakin berisi semakin merunduk. Janur Harapannya agar pengantin memperoleh nur atau cahaya terang dari Yang Maha Kuasa. h. sejuk.Tuwuhan dipasang di pintu masuk menuju tempat duduk pengantin. dengan lambang ini diharapkan cinta mereka tetap suci sampai akhir hayat. b. teduh. Kembang setaman dibokor (bunga setaman yang ditanam di air dalam bokor) . Daun dadap serep Berasal dari suku kata œrep artinya dingin. Diharapkan semakin berbobot dan berlebih hidupnya. cita-cita atau keinginan yang didambakan mudah-mudahan selalu terlaksana. Tebu wulung watangan (batang tebu hitam) Kemantapan hati (anteping kalbu). jika mungkin malah dapat lebih (luwih) dari yang diperhitungkan. d. i. Tuwuhan biasanya berupa tumbuh-tumbuhan yang masing-masing mempunyai makna : a. Daun kluwih Semoga hajatan tidak kekurangan sesuatu. dan selalu siap membantu sesama yang kekurangan. Cengkir gadhing Air kelapa muda (banyu degan). Kembang lan woh kapas (bunga dan buah kapas) Harapannya agar kedua pengantin kelak tidak kekurangan sandang. Setundhun gedang raja suluhan (setandan pisang raja) Semoga kelak mempunyai sifat seperti raja hambeg para marta. tidak tengok kanan-kiri lagi. adalah air suci bersih. pangan. g. tetapi tidak pas-pasan. artinya harapan. jika sudah mantap menentukan pilihan sebagai suami atau istri. tenang tidak ada gangguan apa pun. Selalu pas. Daun beringin dan ranting-rantingnya Diambil dari kata œinginâ. semakin ringan kaki dan tangannya. j. damai.

nanging mecah pamore anakku wadon. Dalam dunia pewayangan. Ijab qobul Peristiwa penting dalam hajatan mantu adalah ijab qobul dimana sepasang calon pengantin bersumpah di hadapan naib yang disaksikan wali. dan tubuh calon pengantin.calon mantu duduk di tikar pandan tempat siraman. Dalam acara ini ada acara nyantrik untuk memastikan calon pengantin laki-laki akan hadir dalam akad nikah dan sebagai bukti bahwa keluarga calon pengantin perempuan benar-benar siap melakukan prosesi pernikahan di hari berikutnya. . yaitu malam melepas masa lajang bagi kedua calon pengantin. yaitu air yang diambil dari tujuh sumber mata air yang ditaburi bunga setaman yang terdiri dari mawar. Begitu air kendi habis.Harapannya agar kehidupan kedua pengantin selalu cerah ibarat bunga di taman. Babak V (Tahap Puncak Acara) 1. Upacara ini mengandung harapan agar nanti pada saat upacara panggih dan resepsi. Tahapan upacara siraman adalah sebagai berikut : . Midodareni Midodareni adalah malam sebelum akad nikah. Upacara panggih Adapun tata urutan upacara panggih adalah sebagai berikut : . Siraman Ubarampe yang harus disiapkan berupa air bunga setaman. . Midodareni berasal dari kata œwidodareni (bidadari). lalu menjadi œmidodareni yang berarti membuat keadaan calon pengantin seperti bidadari. ibu dari kedua pihak. kecantikan dan ketampanan calon pengantin diibaratkan seperti Dewi Kumaratih dan Dewa Kumajaya. 4.yang terakhir disiram dengan air kendi oleh bapak ibunya dengan mengucurkan ke muka. Penjualnya adalah ibu calon pengantin putri yang dipayungi oleh bapak. 1. Adol dhawet Upacara ini dilaksanakan setelah siraman. pinisepuh dan orang tua kedua belah pihak serta beberapa tamu undangan. Saat akad nikah. kendi lalu dipecah sambil berkata Niat ingsun ora mecah kendi. orangtuanya dan beberapa wakil yang ditunjuk. Pembelinya adalah para tamu dengan uang pecahan genting (kreweng). kepala. Acara ini dilakukan di rumah calon pengantin perempuan. 2. melati dan kenanga. 5. banyak tamu dan rezeki yang datang. 6.calon pengantin mohon doa restu kepada kedua orangtuanya. . tidak memakai subang atau giwang guna memperlihatkan keprihatinan mereka sehubungan dengan peristiwa menikahkan atau ngentasake anak.calon pengatin disiram oleh pinisepuh.

g. Gantal Daun sirih digulung kecil diikat benang putih yang saling dilempar oleh masing-masing pengantin. kaki kiri diduduki pengantin putri. dengan harapan semoga semua godaan akan hilang terkena lemparan itu. Dialog singkat antara Bapak dan Ibu pengantin putri berisi pernyataan bahwa masing-masing pengantin sudah seimbang. Di-kepyok dengan bunga warna-warni Mengandung harapan mudah-mudahan keluarga yang akan mereka bina dapat berkembang segala-galanya dan bahagia lahir batin. h. Masuk ke pasangan Bermakna pengantin yang telah menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban.a. d. bermakna menyatukan cipta. Timbangan Bapak pengantin putri duduk diantara pasangan pengantin. b. Sindur Sindur atau isin mundur. Liron kembar mayang Saling tukar kembar mayang antar pengantin. e. kaki kanan diduduki pengantin putra. f. Kacar-kucur . Minum air degan Air ini dianggap sebagai lambang air hidup. air mani (manikem). Setelah melalui tahap panggih. c. artinya pantang menyerah atau pantang mundur. j. air suci. pengantin diantar duduk di sasana riengga. rasa dan karsa untuk mersama-sama mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan. Pengantin putri mencuci kaki pengantin putra Mencuci dengan air bunga setaman dengan makna semoga benih yang diturunkan bersih dari segala perbuatan yang kotor. Ngidak endhog Pengantin putra menginjak telur ayam sampai pecah sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya. Maksudnya pengantin siap menghadapi tantangan hidup dengan semangat berani karena benar. yaitu : i. di sana dilangsungkan tata upacara adat Jawa.

. . berjongkok dengan sikap seperti orang menyembah.tumpeng kidang soka : menjadi besar dari kecil. dan pada kehamilan pertama. Dalam pelaksanaan upacara tingkepan. .tumpeng manggada : segala yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi.tumpeng tunggarana : agar selalu ingat kepada yang memberi hidup. . air kendi tujuh mata air . Tata Cara Pelaksanaan Upacara Tingkepan  Siraman dilakukan oleh sesepuh sebanyak tujuh orang. Hal ini mengandung kiasan laku memadu kasih diantara keduanya (simbol seksual).tumpeng sangga langit : berbakti kepada orang tua. mulai dari pengantin putri diikuti pengantin putra.tumpeng kesawa : nasihat agar rajin bekerja. . supaya suci lahir dan batin. k. 3.tumpeng pangapit : suka duka adalah wewenang Tuhan Yang Maha Esa. Bermakna mohon doa restu.Pengantin putra mengucurkan penghasilan kepada pengantin putri berupa uang receh beserta kelengkapannya. ibu yang sedang hamil tujuh bulan dimandikan dengan air kembang setaman. disertai dengan doa-doa khusus.tumpeng pangruwat : berbaktilah kepada mertua. Upacara Adat Saat Usia Kandungan 7 Bulan (Tingkepan) Upacara tingkepan disebut juga mitoni berasal dari kata pitu yang artinya tujuh.tumpeng bedhah negara : bersatunya pria dan wanita. baru kemudian kepada bapak dan ibu pengantin putra. 2. Mengandung arti pengantin pria akan bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarganya. . Caranya. . sehingga upacara mitoni dilakukan pada saat usia kehamilan tujuh bulan.tumpeng puput : berani mandiri. Dulangan Antara pengantin putra dan putri saling menyuapi. Setelah upacara siraman selesai. Dalam upacara dulangan ada makna tutur adilinuwih (seribu nasihat yang adiluhung) dilambangkan dengan sembilan tumpeng yang bermakna : . Sungkeman Sungkeman adalah ungkapan bakti kepada orang tua. serta mohon doa restu. . menyentuh lutut orang tua pengantin perempuan.

enak dipandang.Wahyu Tumurun Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu mendapat. dan menyenangkan siapa saja yang bergaul dengannya. Maknanya agar anak menjadi orang yang sopan dan berbudi pekerti luhur.” Adapun nyamping yang dipakaikan secara urut dan bergantian berjumlah tujuh dan diakhiri dengan motif yang paling sederhana sebagai berikut : – Sidoluhur – Sidomukti – Truntum – Wahyu Tumurun – Udan Riris – Sido Asih – Lasem sebagai Kain – Dringin sebagai Kemben Makna nyamping yang biasa dipakai secara berganti-ganti pada upacara mitoni mempunyai beberapa pilihan motif yang semuanya dapat dimaknai secara baik antara lain sebagai berikut : . kendi dipecah. yang melambangkan bahwa bayi yang akan dilahirkan adalah suci. . tanpa suatu halangan. Kain putih sebagai dasar pakaian pertama. Maknanya agar anak dapat membuat situasi yang menyegarkan. setelah air dalam kendi habis. . sampai ganti enam kali dijawab oleh ibu-ibu yang hadir “belum pantas.Semen romo. Diharapkan dapat mikul dhuwur mendhem jero. Diiringi dengan pertanyaan sudah “pantas apa belum”. Petunjuk dan perlindungan dari Nya . yaitu berbahagia dan disegani karena kewibawaannya. Berganti Nyamping sebanyak tujuh kali secara bergantian. Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang mukti wibawa. Memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain (sarung) calon ibu oleh suami melalui perut sampai pecah. Maknanya agar keluhuran budi orangtuanya menurun (tumaruntum) pada sang bayi. .Truntum. disertai kain putih.Sidomukti. Maknanya agar anak memiliki rasa cinta kasih kepada sesama layaknya cinta kasih Rama dan Sinta pada rakyatnya. . artinya menjunjung harkat dan martabat orang tua serta mengharumkan nama baik keluarga. dan mendapatkan berkah dari Tuhan YME.” Sampai yang terakhir ke tujuh kali dengan kain sederhana di jawab “pantes.Parangkusumo. hal ini merupakan simbul harapan supaya bayi lahir dengan lancar. Maknanya agar anak memiliki kecerdasan bagai tajamnya parang dan memiliki ketangkasan bagai parang yang sedang dimainkan pesilat tangguh. .Sido Asih Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang selalu di cintai dan dikasihi oleh sesama serta mempunyai sifat belas kasih .Sidoluhur.dipergunakan untuk mencuci muka.Udan riris. .

serta senantiasa bertakwa kepada Tuhan YME. Setelah itu dilanjutkan dengan upacara jual dawet dan rujak. menggendong kelapa gading dengan ditemani oleh ibu besan. yang disediakan dalam upacara Tingkepan antara lain : 1. sehingga kebutuhan hidupnya tercukupi. Bermotif garis horisontal. pembayaran dengan pecahan genting (kreweng). Bermotif garis vertikal. bermakna semoga anak senantiasa bertakwa pada Tuhan YME. Maknanya agar anak pandai mencari rezeki bagai ayam yang mencari makan dengan cakarnya karena rasa tanggung jawab atas kehidupan anak-anaknya.Grompol. (Tumpeng dengan Urab-urab tanpa cabe. diterima (ditampani) oleh calon nenek. bermasyarakat.Cakar ayam. Jajan Pasar. syaratnya harus beli di pasar (Kue. dengan maksud agar bayi dalam kandungan akan lahir dengan mudah. . tidak bercerai-berai akibat ketidakharmonisan keuarga (nggrompol : berkumpul). Maknanya agar anak yang dilahirkan banyak mendapat rejeki. Pemutusan Lawe atau janur kuning yang dilingkarkan di perut calon ibu. seolah-olah seperti uang logam. dilakukan calon ayah menggunakan keris Brojol yang ujungnya diberi rempah kunir. yang dibentuk bulat. maknanya agar bayi dapat lahir dengan mudah.buah. termasuk bubur Procot.Lasem. . 2.. telur ayam rebus dan lauk yang dihias). terus ke bawah. Tujuh Macam Bubur. bermakna semoga anak dapat bergaul. Mori dipakai sebagai busana dasar sebelum berganti-ganti nyamping. .Jika suatu saat keluarga tersebut bahagia sejahtera dengan berbagai fasilitas atau kekayaan atau memiliki kedudukan maka hatinya tetap bersih tidak sombong atau congkak.Dringin. dengan memilih salah satu kelapa gading yang sudah digambari Kamajaya dan Kamaratih atau Harjuna dan Wara Sembodro atau Srikandi. maknanya bayi yang akan dilahirkan nanti sehat dan kuat. Calon ayah memecah kelapa. Sebelumnya kelapa gading diteroboskan dari atas ke dalam kain yang dipakai calon ibu lewat perut. Hidangan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan YME. Kwali yang berisi uang kreweng dipecah di depan pintu. Tumpeng Kuat . dan berguna antar sesama. syukur bisa kaya dan berlebihan. Calon nenek dari pihak calon ibu.makanan kecil) . dapat menghidupi keluarganya dan banyak amal. 3. Upacara memilih nasi kuning yang diletak di dalam takir sang suami. dengan maksud bahwa segala perilaku calon ibu senantiasa dilambari dengan hati bersih. Maknanya semoga keluarga tetap bersatu. Hasil penjualan dikumpulkan dalam kuali yang terbuat dari tanah liat. tanpa kesulitan.

Dawet. Kendi dipergunakan untuk memandikan paling akhir.00 Calon ibu mandi dan cuci rambut yang bersih.00. Sajen Medikingan. tanggal 14 dan 15 tanggal jawa. Batok (tempurung) sebagai gayung siraman (Ciduk) Boreh untuk mengosok badan penganti sabun. Nasi loyang.bermakna anak yang dilahirkan menyenangkan dalam keluarga 5. supaya menyegarkan. Perlengkapan yang diperlukan : Satu meja yang ditutup dengan kain putih bersih. Bahan bahan tersebut untuk lambaran waktu siraman. kain lurik. Bubur procot yaitu tepung beras. Dua anduk kecil untuk menyeka dan mengeringkan badan setelah siraman Dua setengah meter kain mori dipergunakan setelah selesai siraman. Rujak buah-buahan tujuh macam. dan kembang setaman untuk siraman. dibuat untuk kelahiran setelah kelahiran anak pertama dan seterusnya. Kira-kira pukul 15. dihidangkan sebaik-baiknya supaya rujaknya enak.30 WIB Hari Pelaksanaan Biasanya dipilih hari Rabu atau hari Sabtu. yaitu kelapa yang telah diparut dicampur dengan gula kelapa dimasak sampai kering. dan menjadi anak yang cerdas. mencerminkan kemauan yang suci dan bersih. menurut kepercayaan pada jam-jam itulah bidadari turun mandi. daun dadap srep.kemudian dikukus kembali dan diberi kelapa yang telah diparut. upacara tingkepan dapat dimulai. Sebutir telur ayam kampung dibungkus plastik Dua cengkir gading yang digambari Kamajaya dan Kamaratih atau Arjuna dan Dewi Wara Sembodro. 7. Yuyu sekandang. Keleman Semacam umbi-umbian. Pelaksana yang menyirami/memandikan Para Ibu yang jumlahnya tujuh orang. Perlengkapan lainnya         Bokor di isi air tujuh mata air. kain sindur. undangan sebaiknya dicantumkan lebih awal pukul 14. menurut kepercayaan agar bayi yang dilahirkan memiliki cahaya yang bersinar. daun alang-alang. mayang mekak atau letrek. yang terdiri dari sesepuh terdekat. Di atasnya ditutup lagi dengan bangun tolak. 6. sebanyak tujuh macam.4. daun kluwih. dimasukkan ke dalam periuk untuk dimasak bersama-sama Kronologis Upacara Tingkepan Waktu Pelaksanaan Antara pukul 9.00 sampai dengan pukul 11. gula kelapa dimasak secara utuh. Upacara dipimpin oleh ibu yang sudah berpengalaman. . macamnya : Nasi Kuning berbentuk kerucut    Enten-enten. santan secukupnya.00-16. nasi kuning yang direndam dalam air.

Perlengkapan Kejawen kakung dengan satu pasang kain truntum.   Busana Nyamping aneka ragam. dua meter lawe atau janur kuning Baju dalam dan nampan untuk tempat kebaya dan tujuh nyamping. dan stagen diatur rapi. . calon ibu dengan rambut terurai dan tanpa perhiasan. Calon ayah dan ibu berpakain komplet kejawen.

wb Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karna berkat ialah saya bisa menyelesaikan makalah ini. makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Wassalamu‟alaikum wr. Kami menyadari pada makalah ini masih terdapat kekurangan. Akhirnya. Oleh karena itu saya senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca demi menyempurnakan makalah ini pada penulisan berikutnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kritik dan masukan yang membangundari saudara / saudari.PENUTUP Assalamu‟alaikum wr. makalah ini menjadi lebih lengkap dan lebih bermanfaat.wb .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful