You are on page 1of 3

PROSEDUR DIAGNOSIS URTIKARIA/ANGIOEDEMA

RSUP Dr. HasanSadikin Bandung

No. Dokumen HS1B0905

No. Revisi Halaman ……………… 1/3 Ditetapkan DirekturUtama,

PANDUAN PRAKTIK KLINIS PENGERTIAN

Tanggalterbit Agustus 2013 Dr. H. BayuWahyudi, MPHM, Sp.OG NIP 196203011990031004

Urtikaria (biduran,gidu,nettle rash,hives) adalah kelainan kulit yang menimbulkan (wheal) berbatas tegas,berwarna merah,lebih pucat pada bagian tengah, dan memucat bila ditekan,disertai rasa gatal Angioedema (giant urtikaria,angioneurotic edema,quincke’s edema) adalah lesi yang sama,tetapi mengenai jaringan sub kutan yang lebih dalam,biasanya tidak gatal,tetapi disertai rasa nyeri dan terbakar.

ANAMNESIS

Keluhan subyektif kadang-kadang gatal, rasa terbakar dan rasa tertusuk. Klinis tampak eritem dan udem setempat berbatas tegas (urtika), bentuknya dapat papular besarnya dapat lentikular, numular sampai plakat. Ruam yang khas untuk urtikaria adalah urtika. Bila mengenai jaringan yang lebih dalam sampai dermis dan jaringan subkutan atau submukosa dan juga mengenai alat-alat dalam seperti saluran pencernaan dan nafas disebut angioedema. Pada urtikaria akut, lesi dapat polimorfik dan bermacammacam ukurannya dari beberapa milimeter sampai plak yang luas. Plak mempunyai permukaan yang halus dengan batas kurva yang polisiklik. Lesi menunjukkan eritem pada yang masih baru dan diikuti daerah pucat pada area yang lama. Central clearing dapat membentuk suatu konfigurasi target pada plak yang meluas. Lesi berlangsung kurang dari 24 jam dan tidak terbentuk scar. Pada urtikaria kolinergik lesi dapat timbul di semua tempat kecuali telapak tangan dan telapak kaki serta jarang di aksila. Kadang-kadang muncul beberapa urtika yang gatal berukuran

PEMERIKSAAN FISIK

pemeriksaan laboratorium tidak diperlukan Urtikaria dan angioedema kronik 1.kadar komplemen serum:C3.antinuclear antibody (ANA). 3.gigitan binatang atau transfusi Kelainan kulit yang khas DIAGNOSIS BANDING PEMERIKSAAN PENUNJANG Urtikaria dan angio edema akut. Menghilangkan factor penyebab 2. 2.HIV. Pada kasus berat dengan gejala distress . 7. Antihistamin H1 pada kasus ringan atau sedang-berat 3. urtika dikelilingi oleh vasokonstriksi dan berespon positif terhadap epinefrin atau norepinefrin. 8. Pada adrenergik urtikaria. 6. Pada dermografisme lesi khas berupa edem dan eritem yang linear di kulit yang timbul sekitar 30 menit terkena goresan benda tumpul.bakteri.1-4 milimeter yang sekelilingnya berwarna kemerahan.C-reaktive protein. 5.HSV Cryoglobulin Urin (lekosit. KRITERIA DIAGNOSIS Kontak atau penggunaan obat.protein) Anti IgE atau antibody reseptor IgE TERAPI Urtikaria akut 1. IgE spesifik : tes kulit atau IgE serum spesifik (RAST) IgE serum total Darah lengkap dengan hitung jenis (penilaian eosinofilia) Laju endap darah. 9.C4 Kadar C1 esterase inhibitor (bila hanya terdapat angioedema) Titer virus : panel hepatitis B dan C. Bila tidak ada perbaikan dapat ditambahkan kortikosteroid oral jangka pendek 4. 4.makanan.EBV.

kortikosteroid po atau parenteral dan antihistamin H1 i. Pada kasus ringan atau sedang-berat pengobatan pertama diberikan antihistamin H1 3. Bila tidak ada perbaikan dapat diberikan : .asma atau edema laring diberikan adrenalin s.pernapasan.k. Idealnya identifikasi dan menghilangkan factor penyebab 2.Kombinasi antihistamin H1 dan H2 Pada kasus berat diberikan antihistamin kortikosteroid oral jangka pendek H1 ditambah EDUKASI Hindari penyebab alergi PROGNOSIS KEPUSTAKAAN Baik. self limited Pedoman diagnosis dan terapi edisi ke-4 .m Urtikaria Kronik 1.Kombinasi antihistamin H1 nonsedasi dan sedasi (pada malam hari) .Kombinasi antihistamin H1 dan antidepresan trisiklik . dapat terjadi penyembuhan total.