Membuat mesin tetas dari barang bekas

16/01/2013 PUKUL 13:22By Aries Munandiin TIPS DAN REFERENSITags: CARA MEMBUAT MESIN TETAS, MESIN TETAS,MESIN TETAS AYAM,MESIN TETAS BURUNG, MESIN TETAS DARI BARANG BEKAS14 KOMENTAR

Banyak orang mengira mesin tetas hanya digunakan untuk menetaskan telur ayam, itik, atau puyuh. Adapun burung lebih mengandalkan penetasan alami, yaitu melalui induk betina yang mengerami telur-telurnya. Pada beberapa jenis burung, induk jantan pun ikut mengerami telur serta mengasuh anak-anaknya. Belakangan ini muncul beberapa penangkar yang menggunakan mesin tetas, misalnya Global Fauna Farm yang fokus di penangkaran murai batu. Mesin yang digunakan supercanggih, belum diproduksi di negara kita, tentu sangat mahal (mencapai ratusan juta rupiah). Sebenarnya Anda bisa bikin sendiri mesin tetas, bahkan dari barang bekas. Tidak percaya? Sebelum masuk ke proses pembuatan, perlu diketahui terlebih dulu bagaimana prinsip kerja sebuah mesin tetas, yaitu menghangatkan telur dalam suhu tertentu hingga telur bisa menetas. Suhu hangat ini bisa diambil dari sumber lampu berdaya 40 Watt, sebagai pengganti tubuh hangat induk saat mengerami telurnya. Ruangan di dalam mesin tetas, meski hangat, tetap membutuhkan sirkulasi udara yang lancar. Dalam hal ini, kita bisa menggunakan kipas / fan kecil yang biasa digunakan dalam perangkat komputer (PC), kipas ini juga berfungsi untuk mengatur kelembaban didalam inkubator. Sedangkan untuk mengetahui suhu di dalam ruang mesin tetas, kita gunakan thermometer baik model biasa atau digital. Temperatur yang ideal dalam inkubator Temperatur atau suhu ideal yang diperlukan dalam mesin tetas adalah sekitar 98 -100.3 °F atau 36,5 – 38 °C. Apabila suhunya “meleset” sedikit rendah dari kisaran tersebut, biasanya tidak memberikan efek signifikan. Misalnya, saat mesin tetas dioperasikan, aliran listrik satu kampung mati beberapa jam. Mesin tetas masih menyimpan panas beberapa saat, kemudian berangsur-angsur menurun selama aliran listrik belum menyala. Tentu kalau terkena giliran pemadaman sampai setengah hari lebih, risiko kegagalan penetasan bisa saja terjadi, terutama pada 3 hari pertama telur dimasukkan ke mesin tetas, dan 3 hari terakhir sebelum telur menetas.

Iru sebabnya. . dan botol air mineral. pengadaan thermostat dalam mesin tetas sangat diperlukan.Bagaimana jika suhu “meleset” di atas kisaran normal? Ini justru yang berbahaya. Fan / kipas angin mini yang biasa digunakan untuk komputer / PC. Kawat ram. Satu set lampu bohlam dengan total daya 40 Watt. karena akan mematikan sel benih (discus germinalis). Peranti yang banyak dijual di poultry shop (khususnya toko besar) ini secara otomatis akan mematikan lampu ketika suhu di dalam mesin tetas mencapai batasan maksimal (misalnya 38 °C). dan lain-lain yang disertakan dalam gambar di di bawah ini. selang. Thermometer (boleh analog / biasa maupun digital). atau embrio yang merupakan pengembangan dari sel benih di dalam telur. yang biasa digunakan untuk menyimpan minuman dingin / es batu. Bahan baku pembuatan mesin tetas Kali ini kita akan membuat mesin tetas dengan menggunakan boks styrofoam. Adapun bahan baku yang diperlukan adalah sebagai berikut :             Kotak / boks styrofoam. Botol bekas obat (2 buah). Kabel listrik secukupnya. Thermostat (bisa dibeli di poultry shop). Pipa PVC dan ring untuk dijadikan tongkat pemutar telur. Spons dan nampan atau mangkuk Adaptor 12 Volt untuk menghidupkan kipas angin bekas komputer.

BAHAN BAKU PEMBUATAN MESIN TETAS DARI BARANG BEKAS Secara umum pemasangan atau instalasi dari mesin tetas bisa dilihat pada rangkaian di bawah ini : SKEMA MESIN TETAS / INKUBATOR SEDERHANA Berikut skema pemasangan semua bahan baku : SKEMA PEMASANGAN BAHAN BAKU Cara pembuatan .

Pada gambar di bawah ini ada 2 lubang ventilasi udara. dan untuk alat pemutar telur.Pertama. kita akan membuat jendela untuk memantau bagian dalam mesin tetas dari luar. Siapkan beberapa buah spons / busa. kemudian dilapisi dengan kaca transparan. untuk lubang ventilasi udara. kemudian dimasukkan dalam wadah / nampan kotak dan diletakkan di bagian dasar boks styrofoam. dan 2 lubang pada sisi kiri-kanan untuk alat pemutar telur. Setelah kaca ditempelkan. . penampungan air. Caranya dengan memotong bagian tengah dari penutup boks styrofoam. lubang kabel. selanjutnya membuat beberapa lubang di setiap dinding boks. 1 lubang untuk penampungan air. 1 lubang untuk kabel.

Berikutnya. masukkan selang yang sudah disambung dengan botol air mineral ke dalam lubang yang sudah dibuat.Langkah berikutnya mengambil kawat ram. . kemudian dilipat seperti dalam gambar di bawah ini. Panjang dan lebar kawat disesuaikan dengan ukuran boks styrofoam yang Anda dapatkan. Sekarang masukjan kawat yang sudah dipotong ke dalam boks.

. rak telur biasa seperti gambar di bawah ini. Model ini nampaknya hanya cocok untuk menetaskan telur ayam dan itik. karena susah untuk mendapatkan egg tray kecil untuk telur burung. atau bisa juga disebut sebagai rak telur. Kalau menggunakan model pertama. Ada dua cara yang bisa dilakukan dalam pembuatan rak telur: Pertama.Waktunya kita membuat penopang untuk tempat menyimpan telur. maka telur perlu ditempatkan dalamegg tray sederhana seperti gambar di bawah ini.

Sangkutkan papan penopang ini pada tongkat PVC. Jika tidak ada. Pastikan posisi benang pada ketinggian sekitar 2/3 dari panjang telur. sama seperti model pertama. hingga bergantung di tengah. yang akan dihubungkan dengan alat pemutar telur. sekat juga bisa dibuat dengan menggunakan benang bagor yang kedua ujungnya dipakukan pada rangka rak telur. namun tidak menggunakan egg tray. Masukan pipa PVC ke lubang di sisi kanan atau kiri yang sebelumnya sudah dbuat. Selain dari tripleks.Kedua. Anda dapat menambahkan sekat dari bahan tripleks. Sebagai gantinya. kini saatnya disatukan dengan batang pipa PVC. Anda bisa mengakalinya dengan menggunakan potongan seng atau alumunium yang bisa menjepit batang pipa tersebut. Model ini bisa digunakan untuk penetasan telur burung. . Sekat ini akan mengamankan telur saat diputar. Setelah rak telur selesai dibuat. Jadi siapkan dua buah ring yang sesuai dengan diameter PVC tadi. terutama jika jumlah telur yang ditetaskan sedikit.

Tetapi di sini kita tidak menggunakan kipas tersebut. Sekarang kita beralih ke tahap selanjutnya. . Sekarang tutup lubang ventilasi itu dengan dua botol bekas obat. Cara pemasangannya bisa dilihat kembali pada gambar di atas. barulah kita kencangkan dengan menggunakan baut. Pasangkan juga lampu dan thermostat. kita akan menggunakan kipas dengan daya 12 V DC. Sebelum digunakan. Tempelkan kipas angin kecil / fan yang bisa dibeli di toko komputer. dalam gambar diatas digunakan kipas 220 V. Jadi.Setelah dirasa kuat dan pas. tapi menggunakan adaptor 12 VDC. dengan alasan penghematan listrik. Tadi sudah dijelaskan soal pembuatan 2 lubang untuk ventilasi udara. Tahap pertama sudah selesai. Yang harus diperhatikan. di mana kabel-kabel dari kipas ini tidak dihubungkan dengan lampu dan thermostat. yaitu merangkai instalasi listriknya. potong dulu ujung dari botol tersebut agar berlubang.

setting ulang thermostat. Silakan dicoba lagi. Cara menyetel thermostat relatif mudah. karena kita tinggal memutar baut untuk mengencangkan atau mengendorkan batas antara dua lempengan thermostat. berarti Anda mesti mengendurkan baut. Sekarang kita rapikan kabel-kabel yang berada di luar boks. kita masukkan thermometer (pengukur suhu) dan hygrometer (pengukur kelembaban). . kemudian menghidupkan mesin tetas. Kedua lempengan inilah yang akan memutus atau menyambung aliran listrik untuk lampu. dan sampai batas tertentu akan mati dengan sendirinya. Saat mati iniah kita bisa melihat (melalui kaca jendela mesin tetas) berapa suhunya. Misalnya menyambung kabel untuk listrik dan kabel untuk kipas yang bersumber dari adaptor.Pembuatan sudah menuju tahap akhir. Pengujian bisa dilakukan dengan menutup mesin tetas. Biarkan suhu di dalam mesin tetas meningkat. Letakan thermometer di atas permukaan kawat nampan yang sudah diisi spons dengan air secukupnya. sampai akhirnya lampu mesin tetas mati pada suhu 38 °C. Jika. Jika sudah beres. Perlu diperhatikan. misalnya tercatat 40 °C. penyambungan kabel listrik harus rapi dan hati-hati untuk mencegah korsluiting atau hal-hal tak diinginkan lainnya. Setelah itu.

biasanya kelembaban mulai menurun. Jadi tidak perlu membuka-tutup mesin tetas. Anda bisa melihat hygrometer atau mengamati air yang ada dalam nampan berisi spons. Jika spons kering. Saat itulah Anda mesyi menambahkan air melalui botol air mineral yang sudah dipasang. Kelembaban untuk penetasan telur sekitar 70 – 75 %. .Untuk memantau kelembaban di dalam mesin tetas.

Berikut ini adalah beberapa gambar dari hasil kreasi mesin tetas rumahan dari backyardchicken. Silakan diamati dan dijadikan inspirasi untuk Anda berkreasi sendiri dirumah. .

INKUBATOR DARI PAPAN TRIPEK BERBENTUK LEMARI .

INKUBATOR SEDERHANA DARI BEKAS BOX MINUMAN DINGIN / ES BATU .

. semoga bermanfaat.INKUBATOR MENGGUNAKAN KULKAS RUSAK INKUBATOR MINI DARI KAYU sumber gambar dan referensi : backyardchicken.com Selamat berkreasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful