INTI AJARAN SYEKH SITI JENAR 1. Sesungguhnya ingsun (saya) inilah Allah.

Nyata ingsun yang sejati, bergelar Prabu Satmata, yang tidak ada lain kesejatiannya yang disebut sebangsa Allah. 2. Jika ada seseorang manusia yang percaya kepada kesatuan lain selain Allah SWT, maka ia akan kecewa karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan. 3. Allah itu adalah keadaanku, lalu mengapa kawan-kawanku sama memakai penghalang? Dan sesungguhnya aku ini adalah haq Allah pun tiada wujud dua; saya sekarang adalah Allah, nanti Allah, dzahir bathin tetap Allah, kenapa kawan-kawan masih memakai pelindung?. 4. Sebenarnya keberadaan dzat yang nyata itu hanya berada pada mantapnya tekad kita, tandanya tidak ada apa-apa, tetapi harus menjadi segala niat kita yang sungguhsungguh. 5. Saya ini adalah Tuhan. Ya, betul betul saya ini adalah Tuhan yang sebenarnya, bergelar Prabu Satmata, ketahuilah bahwa tidak ada tuhan yang lain selain saya. 6. Saya ini mengajarkan ilmu untuk betul-betul dapat merasakan adanya kemanunggalan. Sedangkan bangkai itu selamanya tidak ada. Adapun yang dibicarakan sekarang adalah ilmu yang sejati yang dapat membuka tabir kehidupan. Dan lagi semuanya sama. Tidak ada tanda secara samar-samar, bahwa benar-benar tidak ada perbedaan yang bagaimanapun, saya akan tetap mempertahankan tegaknya ilmu tersebut. 7. Bahwa sesungguhnya, lafadz Allah yaitu kesaksian akan Allah, yang tanpa rupa dan tiada tampak akan membingungkan orang, karena diragukan kebenarannya. Dia tidak mengetahui akan diri pribadinya yang sejati, sehingga ia menjadi bingung. Sesungguhnya nama Allah itu untuk menyebut wakil-Nya, diucapkan untuk menyatakan yang dipuja dan menyatakan suatu janji. Nama itu ditumbuhkan menjadi kalimat yang diucapkan Muhammad Rasulullah. 8. Padahal sifat kafir berwatak jisim, yang akan membusuk, hancur lebur bercampur tanah. Lain jika kita sejiwa dengan Dzat Yang Maha Luhur. Ia gagah berani, Maha Sakti dalam syarak, menjelajahi alam semesta. Dia itu pangeran saya, yang menguasai dan memerintah saya, yang bersifat wahdahniyah, artinya menyatukan diri dengan ciptaan-Nya. Ia abadi mengembara melebihi peluru atau anak sumpit, bukan budi bukan nyawa, bukan hidup tanpa asal dari manapun, bukan pula kehendak tanpa tujuan. Dia itu yang bersatu padu dengan wujud saya. Tiada susah payah, kudrat dan kehendak-Nya, tiada kenal rintangan, sehingga pikiran keras dari keinginan luluh tiada berdaya. Maka timbullah dari jiwa raga saya kearif-bijaksanaan saya menjumpai ia sudah ada di sana. 9. Syeikh Lemah Abang namaku, Rasulullah ya aku sendiri, Muhammad ya aku sendiri,Asma Allah itu sesungguhya diri ku, ya akulah yang menjadi Allah ta’ala. 10. Jika Anda menanyakan di mana rumah Tuhan, maka jawabnya tidaklah sukar. Allah berada pada Dzat yang tempatnya tidak jauh, yaitu berada dalam tubuh manusia. Tapi hanya orang yang terpilih saja yang bisa melihatnya. 11. Rahasia kesadaran kesejatian kehidupan, ya ingsun ini kesejahteraan kehidupan, engkau sejatinya Allah, ya ingsun sejatinya Allah; yakni wujud yang berbentuk itu sejati itu sejatinya Allah, sirr (rahasia) itu Rasulullah, lisan (pengucap) itu Allah, jasad Allah badan putih tanpa darah, sirr Allah, rasa Allah, rahasia rasa kesejatian Allah, ya ingsun (aku) ini sejatinya Allah. 12. Adanya kehidupan itu karena pribadi, demikian pula keinginan hidup itupun ditetapkan oleh diri sendiri, tidak mengenal roh, yang melestarikan kehidupan, tiada turut merasakan sakit ataupun lelah. Suka dukapun musnah karena tidak diinginkan oleh hidup. Dengan demikian hidupnya kehidupan itu berdiri sendiri. 13. Dzat wajibul maulana adalah yang menjadi pemimpin budi yang menuju ke semua kebaikan. Citra manusia hanya ada dalam keinginan yang tunggal. Satu keinginan saja belum tentu dapat dilaksanankan dengan tepat, apalagi dua, cobalah untuk memisahkan Dzat wajibul maulana dengan budi, agar supaya manusia dapat menerima keinginan yang lain. 14. Hyang Widi, kalau dikatakan dalam bahasa di dunia ini adalah baka bersifat abadi, tanpa antara tiada erat dengan sakit apapun rasa tidak enak, ia berada baik disana, maupun di sini, bukan ini bukan itu. Oleh tingkah yang banyak dilakukan dan yang tidak wajar, menuruti raga, adalah sesuatu yang baru. 15. Gagasan adanya badan halus itu mematikan kehendak manusia. Di manakah adanya Hyang Sukma, kecuali hanya diri pribadi. Kelilingilah cakrawala dunia, membubunglah

bukan angin. sesungguhnya yang disebut Allah adalah ingsun (aku) diri sendiri. 30. Disebut Imannya Takbir. yang ada di sana hanya adanya di sini. api. Menduakan kerja bukan watak saya. . menyukma dalam Hyang Widi. 23. Napas saya mengelilingi dunia. karena engkau adalah kepunyaan dan keagungan Allah. Disebut Imannya Shalat. tidak pula mau memerintah untuk shalat kepada siapapun. dan bukan kekosongan atau kealpaan. Adapun shalat itu budi yang menyuruh. karena engkau adalah menghadap Allah. hanya beralih tempatlah dia memboyong kratonnya. selamilah dalam bumi sampai lapisan ke tujuh. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. Akan tetapi saya disuruh untuk memilih hidup atau mati saya tidak sudi. tidak jujur. Saya ini bukan budi. Akulah Dzat yang kekal yang tidak pernah berubah dalam segala keadaan. sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku. akan langeng hidup saya. busuk bercampur tanah dan debu. Rasul itu rasul-KU. tiada ditemukan wujud yang mulia. Disebut Imannya Jinabat. Disebut Imannya Sadekah. Barat. 20. Yang ada dalam diriku adalah hampa dan sunyi. karena engkau adalah sifatnya Allah. 28. Siang malam saya berdekatan dengan api neraka. Lain halnya apabila saya sudah lepas dari alam kematian. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. Kenikmatan ini dijumpai dalam mati. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. karena perintahnya berubah-ubah. 19. bukan niat. Yang Kuasa dan Yang Bijaksana. Aku angkat saksi dihadapan Dzat-KU sendiri. Disebut Imannya Iman. Betapa banyak nikmat hidup manfaatnya mati. Perkataannya tidak dapat dipegang. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. tidak dapat dipercaya dan dituruti. tidak terasa apa-apa. Wujud saya ini jasad. artinya Maha Mulia dan Maha Indah. Balik jika saya hidup yang tak kekak ajal. Isi dalam daging tubuh adalah isi perut yang kotor. 33. hidup selamanya. Maka bukan jantung bukan otak yang pisah dari tubuh. Disebut Imannya Makrifat. 18.ke langit yang tinggi. Disebut Imannya Kehidupan. biar saya sendiri yang menentukan. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. karena engkau adalah kesucian Allah. bukan pikiran yang sadar. sebab engkau adalah wadahnya Allah. Yang ada di sini bukan wujud saya. hanyalah aku yang meliputi sekalian alam dengan kudrat-KU. dan udara kembali ke tempat asalnya. Saya akan hidup sempurna. Disebut Imannya Tauhid. Sekalipun saya hidup. Kemana saja sunyi senyap adanya. Selatan. Disebut Imannya Syahadat. menyebutnya mati berarti syirik. 26. air. Dalam alam kematian ini saya kaya akan dosa. sebab semuanya barang baru bukan asli. sebab engkau adalah pertemuan Allah. sempurna terang benderang. 21. karena engkau adalah kehidupannya Allah. budi yang laknat dan mencelakakan. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. Dan Aku angkat saksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-KU. karena engkau adalah keberadaan Allah. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. Maka saya ini Dzat sejiwa yang menyatu. 31. 22. Ia tidak mau sholat atas kehendak sendiri. Sakit dan sehat saya temukan di dunia ini. ke Utara. Tiada dia mati. 25. laju pesat bagaikan anak panah lepas dari busur. 29. 17. 27. aku Dzat yang hidup yang tak kena mati. 32. menjelajah Mekkah dan Madinah. Syukur kalau saya sampai tiba di dalam kehidupan yang sejati. bukan angan-angan hati. bukan udara. tidak perlu ini dan itu. bukan panas. 24. Siapa yang mau mati dalam alam kematian orang kaya akan dosa. jika dituruti tidak jadi dan selalu mengajak mencuri. tidak kekurangan dalam pengertian. Disebut Imannya Junub. Pangeran saya bersifat Jalal dan Jamal. manusia sejati adalah yang sudah meraih ilmu. 16. Disebut Imannya Kematian. lantaran tak tersentuh lahat. karena engkau adalah bertambahnya nikmat dan anugrah Allah. Muhammad itu cahaya-KU. Akulah Dzat Yang Maha Menguasai. mati yang sempurna teramat indah. Akulah Dzat yang bijaksana tidak ada yang samar sesuatupun. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. langgeng tiada ini dan itu. yang akhirnya menjadi jenazah. karena engkau adalah kewaspadaan Allah. Timur dan Tengah. tidak kelihatan apa-apa. karena engkau adalah tempat manunggalnya Allah. Janganlah ragu dan janganlah menyekutukan. tanah.

44. Disebut Imannya Akal. Shalat lima kali sehari adalah pujian dan dzikir yang merupakan kebijaksanaan dalam hati menurut kehendak pribadi. yaitu tempat berkumpulnya seluruh jagad alam mayapada. yaitu Gusti Dzat Maulana. Ngindraloka. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. budi saya mencuri. Syahadat Aning Ingsun. sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku. yang tersebar di dunia ini. yang disebut alam khayal (ala al-khayal). tetapi tanpa cahaya atau teja. Di dalam raga manusia ia tiada tanpak. lagi pula memiliki dua puluh sifat. Siti Jenar. Syahadat Panetap Panatagana yaitu. arsy kursi. mirip dengan ia sendiri. jika tidak tahu maka sakaratnya masih mendapatkan halangan. menaruh hati kepada seseorang. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. jin. bayanganku adalah roh Muhammad. 37. dan puasa itu adalah amalan yang tidak diinginkan. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. 35. Disebut Imannya Nur Cahaya. malaikat. dan menjelajahi seluruh alam semesta. . halus. Maha Mulia. orang mukmin. 41. 38. Maha Indah. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan. rasa lebur sirna kembali kepada yang sejati. Ilallah berarti bertemunya rasa. 42. 39. itu berkumpul di pucuknya jantung. dunia akhirat. Benar atau salah pribadi sendiri yang akan menerima. karena engkau adalah wujud Allah. Dialah Maha Kuasa pangkal mula segala ilmu. Warnanya melambangkan keselamatan. lurus terus menerus. lain dengan Dzat Maha yang bersama diriku. yang beraneka ragam. tinggalah hanya Allah semata yang abadi 43. Disebut Imannya Kalam. lagi terjerumus. 48. Syahadat Allah. Oleh karena itu saya. menderita sakit dan duka nestapa. iblis laknat. sifat-sifatnya mempunyai wujud. kadang-kadang menginginkan keduniaan yang banyak. bertentangan dengan sifat seluruh yang diciptakan. 36. yang menjadi bertempatnya Allah. Mereka semua mengalami suka duka. Mengertilah bahwa sesungguhnya ini syahadat sakarat. karena engkau adalah juru bicara Allah. Inilah maksudnya syahadat: Asyhadu berarti jatuhnya rasa. budi saya melepaskan hati. tersasar. karena engkau adalah ucapan Allah. menyusahkan dalam patihnya. 51. nabi. Kekuasannya tanpa piranti. Yang disebut kodrat itu yang berkuasa. yang berkuasa Maha Besar. jadi. yang tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibayangkan. nyawa lebur menjadi cahaya. Itu semua adalah palsu dan penipuan terhadap sesama manusia. karena engkau adalah asma Nama Allah. seperti hamba-Nya. Dialah yang luhur dan sangat sakti. 47.. menghadap kepada Allah. Maha Sempurna. Segala sesuatu yang wujud. tiada yang mirip atau yang menyamai. Ilallah Tuhanku. yaitu badan dan nyawa seluruhnya. wali. yaitu wujudnya yang sempurna. dengan segala keberanian yang dimiliki. nyawa semua. Syahadat. 52. oleh karena itu tidak perlu dilakukan. yang lepas jauh dari panca indra bagaikan anak panah lepas dari busur . pahalanya besok saja. mereka adalah orang yang tidak tahu. Ilaha berarti kesetian rasa. Muhammad berarti hasil karya yang maujud dan Pangeran berarti kesejatian hidup. Di dunia ini semua manusia adalah sama. hidupnya dan matinya hanya seperti hewan. loh kalam.. tersesat. shalat. sperti penampakan raga yang tiada tanpak. 50. rambut memutih. La Ilaha bentuk wajahku. Gusti Dzat Maulana. saya inilah Yang Maha Suci. keduanya adalah omong kosong. Adapun zakat dan naik haji ke Makkah. manusia. sebab isi bumi itu angkasa yang hampa. Hyang Widi. kuasa atas segala kehendak-Nya. bersujud-sujud di masjid mengenakan jubah. justru bagi ilmu orang remeh…. pada waktu saya dzikir. yaitu sejatinya manusia. cahaya lebur menjadi roh. ilmu untuk mengetahui keadaan. Maha Kuasa. Kenikmatan mati tak dapat dihitung. bumi langit. 45.34. surga neraka. Pada permulaan saya shalat. saja. keadaan wujudnya tidak ada baik luar maupun dalam merupakan kesatuan. hanya setia pada satu hal. Menurut para ulama bila manusia melakukannya maka dia akan dapat pahala itu adalah omong kosong. Disebut Imannya Wudlu. tiada bedanya satu dengan yang lain. bila dahi sudah menjadi hitam. Asyhadu keberadaan-KU. Rupa warna-nya tanpa cacat. wujud yang tak tampak oleh mata. Tiada pernah saya menuruti perintah budi. Iradat artinya kehendak yang tiada membicarakan. 40. 49. menjadikan kecemasan. Dzat Maulana yang nyata. 46. Ia sangat sakti menguasai segala yang terjadi.. roh lebur menjadi rasa. Sesungguhnya hal itu tidak masuk akal. Allah badan lebur menjadi nyawa.

tidak dapat dipakai sebagai pegangan hidup. dalam hidup ini ada surga dan neraka yang tidak dapat ditolak oleh manusia. pikir atau niat. 61. tanah. angan-angan. Demikian pula budi. Misalnya saat manusia menggoreskan pensil. siang dan malam tidak dapat memisahkan diriku dari mereka. Gila saja orang yang terikat padanya. yaitu dapat lepas bagaikan anak panah. 53.menggambarkan kenyataan tiada dusta. Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru. tarekat. ketentraman langgeng dalam Anda sendiri. bukan juga kekosongan atau kehampaan. berasal dari panca indera. bila manusia bingung. 57. nafsu terhembus ke segala penjuru dunia. Segala sesuatu yang terjadi di alam ini pada hakekatnya adalah perbuatan Allah. risih. hancur lebur bersifat najis. biasanya manusia baru menyesali perbuatannya. jika tidak tahu maka sekaratnya masih mendapatkan halangan. Jadi sangat salah besar bila ada yang menganggap bahwa yang baik itu dari Allah dan yang buruk adalah dari selain Allah. akan menjadi tanah dan membusuk. bingung. satu-satunya yang ku usahakan ialah kembali kepada kehidupan 60. ditutupi akhirnya kena debu juga. kesombongan yang pada akhirnya membawa manusia ke dalam kenistaan dan menodai citranya. muak. Itu hanya impian yang sama sekali tidak mengandung kebenaran dan sebentar lagi akan cepat lenyap. Mergertilah bahwa sesungguhnya ini syahadat sakarat. Meskipun badan Anda. Berbagai hal yang dinilai baik maupun buruk pada hakekatnya adalah dari Allah juga. Ketahuilah juga bahwa apa yang dinamakan kawulo-gusti tidak berkaitan dengan seorang manusia biasa seperti yang lain-lain. bahwa itu hanya akibat panca indera. Tanah yang terlempar dari tangan seseorang itu adalah berdasar kemampuan kodrati gerak tangan seseorang. Di sini memang terdapat banyak hiburan yang bermacam warna. melainkan Allah yang melempar ketika engkau melempar. bahkan merusak kebahagiaan orang lain. Maka sampailah Syekh Siti Jenar di istana sifat yang sejati. Di dunia ini kita merupakan mayat-mayat yang cepat juga akan menjadi rusak dan bercampur tanah. Bial kamu belum menyadari katakataku. ialah dalil yang dapat memusnahkan beraneka ragam selubung. Oleh karena itu panca indera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup. hakekat. andai menjadi gusti jasadku dapat busuk bercampur debu. Syekh Siti Jenar mengetahui benar di mana kemusnahan anta ya mulya. apakah para wali dapat membawa pulang dagingnya. . di situlah terjadi perpaduan dua kemampuan kodrati yang dipancarkan oleh Allah kepada makhluk-Nya. Akal dapat menjadi gila. 56. Manusialah yang memberi nama. Biarpun bersembahyang seribu kali setiap harinya akhirnya mati juga. 59. Panca indera ini merupakan barang pinjaman. Kalau sudah sampai sedemikian parahnya. saya rasa tidak dapat. Lebih banyak lagi hal-hal yang menimbulkan hawa nafsu. 58. Oleh karena itu Af’al Allah harus dipahami dari dalam dan dari luar diri manusia. yaitu Dzat yang melanggengkan budi. 55. gusti dan kawulo lenyap. Kawulo dan Gusti itu sudah ada dalam diriku. Bukan kehendak. dan sumsum bisa rusak dan bagaimana cara Anda memperbaikinya. maka dengan tepat dapat dikatakan bahwa kamu masih terbenam dalam masa kematian. Buktinya sebelum saya lahir tidak ada. kalut. pikiran. sifat dahulu yang meniadakan permulaan. dan menderita berarti ia masuk neraka. yaitu kemampuan gerak pensil. angan-angan dan kesadaran. yang tinggal hanya hidupku sendiri. yakni selama saya mati. hidupnya dan matinya hanya seperti hewan. air kembali sebagai asalnya. Jika manusia masuk surga berarti ia senang. lupa. Maka kenikmatan mati tak dapat dihitung. dan ma’rifat musnah tiada terpikirkan. tulang. yang jika sudah diminta oleh yang mempunyai. ibaratnya kekal tiada bermula. urat. Kematian adalah hidup selamanya yang tidak mati. Dengki juga akan menimbulkan kejahatan. tiada dapat diketahui di mana busurnya. api. hidup ada dalam mati. ”maksudnya bukanlah engkau yang melempar. Tetapi kau tidak melihat. Bumi. kembali ke tujuan dan hidup langgeng selamanya. berdasarkan dalil rama itu. karena asal diri pribadi. Syari’at. Akal itu pula yang siang malam mengajak kita berbuat dengki. hawa nafsupun bukan. Saya tidak merasa tertarik. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan. tidur dan sering kali tidak jujur. 54. Alam semesta ini adalah baru. langit dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh manusia. sedih. Kematian ada dalam hidup. yaitu kembali menjadi baru. Nanti kalau saya sudah hidup lagi. penampilanku bagai mayat baru. tetapi hanya untuk saat ini nama kawula-gusti itu belaku. tak sudi tersesat dalam kerajaan kematian. Hidup itu bersifat baru dan dilengkapi dengan panca indera. bukan ingatan.

67. Hal ini mengherankan sekali. dan semua yang serba jasad. dan samuderapun berlapis tujuh. Bahkan neraka berlapis tujuh. 70. Mengapa ajaib? karena jembatan itu bisa menjauhkan sekaligus mendekatkan jarak mereka yang meniti dengan tujuan yang hendak dicapai. tenggelam ke dalam Al Wali.62. maka dalam Islam kita mengena Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Jika engkau kagum kepada seseorang yang engkau anggap Wali Allah. bahasa. Ia tidak menginginkan atau mengharap-harapkan kerusakan apapun. Dan lantaran itu juga yang dinamakan karamah adalah sesuatu diluar kehendak sang wali pribadi melainkan itu semua semata-mata kehendak-Nya mutlak. istighfar adalah upaya pembebasan dari belenggu ke-aku-an kepada Allah sehingga memperoleh ampun yang menyingkap tabir ghaib yang menyelubungi manusia. air. mandiri diri pribadi. dan angan-angan yang muluk-muluk. 63. Saya hanya akan memberi sebuah petunjuk yang bisa digunakan untuk meniti jembatan “Shiratal mustaqim”. Jika Syiwa Maha Pemurah dan Pengasih disebut Sankara. dimana karamah itu sendiri pada hakekatnya pengejawantahan Al Wali. sebab di dunia ini banyak neraka yang dialami. Misalnya dalam Syiwa Budha dikenal Yang Maha Baik dan Pangkal Keselamatan. kebingungan. Sebab saat seseorang berada pada tahap kewalian. Di dunia manusia mati. Kekasih Allah itu ibarat cahaya. yang tidak memiliki apa-apa maka tidak akan pernah kehilangan apa-apa. Ia berbuat menurut keinginan sendiri tiada berasal dari angin. tiada diperlukan lantaran ayah dan ibu. Justru ”cara” itu menjadi salah dan sesat ketika sang salik melihat menilai terlalu tinggi ”cara” yang diikutinya sehinga menafikan ”cara” yang lain. kelihatan sekali terangnya. Berlangsungnya Cuma beberapa saat. sementara dalam Islam kita mengenal Allah Al Jamal dan As Salam. Kewalian bersifat terus menerus. mata kita akan silau dan tidak bisa melihatnya dengan jelas. Orang . 65. hanya nama dan caranya saja yang berbeda. Orang-orang muda dan bodoh banyak yang diikat oleh budi. yang menuntun mereka ke yang bukan-bukan. Semua Tarekat itu benar. Namun jika cahaya itu didekatkan ke mata. Tidakkah Anda ketahui bahwa dalam beribadah kepada Allah manusia diberi piranti tujuh ayat yang diulang-ulang dari Al-Quran untuk menghubungkan dengan-Nya? Tidakkah Anda sadari bahwa saat Anda sujud tujuh anggota badan Anda yang menjadi tumpuan? 72. Lantaran itu sang wali memiliki kekeramatan yang tidak bisa diukur dengan akal pikiran manusia. jangan engkau terpancang pada kekaguman akan sosok dan perilaku yang diperbuatnya. Syiwa sebagai penguasa makhluk disebut Prajapati. hanya saja saat tenggelam dalam Al Wali. Sesungguhnya di dalam asma Al Ghaffar terangkum makna Maha Pengampun dan juga Maha menutupi. Kehilangan adalah kepedihan. Berbahagialah engkau. ciptaan iblis. Dan saat tenggelam ke dalam Al Wali itulah sang wali benar-benar menjadi pengejawantahan al Wali. Jika Syiwa dkenal sebagai pangkal penciptaan yang dikenal dengan Brahmana maka dalam Islam kita mengenal Al Khaliq. Maha Menyembunyikan dan Maha Menyelubungi. 71. Kesengsaraan. 74. direka-reka menurut pikiran dan perbuatan. tanah. Tetapi sesungguhnya manusia di dunia ini dalam alam kematian. api. sebagaimana bumipun berlapis tujuh. istighfar lazimnya dipahami sebagai upaya memohon ampun kepada Allah sehingga mereka memperoleh pengampunan. mengharap-harap akan permulaan hidupnya. Allah membentangkan tujuh lapis langit yang kokoh di atas kita. 68. Namun engkau tidak bisa melihat cahaya kewalian yang memancar dari diri orang-orang yang terdekat denganmu. Semua rintangan manusia itu berjumlah tujuh. Hanya nama. ‘jembatan ajaib’. Pada hakekatnya tidak ada perbedaan antara ajaran Islam dengan Syiwa Budha. 73. Siang malam manusia berpikir dalam alam kematian. Semakin dekat cahaya itu kemata maka kita akan semakin buta tidak bisa melihatnya. 69. dan kehidupan manusia dalam alam yang nyata. 66. setan. panas. serta tatanan yang berbeda. karena kita adalah makhluk yang hidup di atas permukaan bumi. kekacauan. dingin. Dalam alam ini manusia hidup mulia. Jika ia berada di kejahuan. 64. Bagi kalangan awan. Engkau bisa melihat cahaya kewalian pada diri seseorang yang jauh darimu. Tidakkah anda ketahui bahwa surgapun berjumlah tujuh. Maka apa yang disebut Allah ialah barang baru. maka dalam Islam kita mengenal Al Malikul Mulki. Tetapi bagi para salik. maka keberadaan dirinya sebagai manusia telah lenyap. wahai musafir papa.

senang puas itulah surga. Surga neraka tidaklah kekal dan dapat lebur. dal Wail. 80. yang pada akhirnya Siti Jenar siang malam berusaha untuk mensucikan budi serta menguasai ilmu luhur dengan kemuliaan jiwa. kecewa dalam hati. langgeng. 78. Kelahiranku di dunia kematian itu demikian susah payahnya karena saya memiliki hati sebagai orang yang mengandung sifat baru. tiada tahu hitam. Yang menganggap kekal surga neraka itu adalah kalangan awam. adapun neraka ialah jengkel. basar dan ’aliman. seumpama jasad di dalam kehidupan ini sebelum dilengkapi dengan perabot lengkap. Sutala. duduk di kursi. Al-Firdaus. menggunakan keinginan hidup. 86. Sementara itu. mempunyai tanah dan rumah yang mewah. seperti umur 60 tahun. 87. menuruti nafsu catur warna : hitam. kuning. tiada kenal arah. Panca pranawa kudus. irodat. Saqar. Hanya Allah Dzat yang wajib abadi. menemukan jiwa raga dan memperoleh pahala surga serta neraka. tidak berbeda dengan ajaran Syiwa-Budha yang meyakini adanya Alam Bawah. tempat kebahagian dan kemulian yang disebut swarga oleh orang-orang Hindu-Budha. maksudnya setelah melalui segala hidup di dunia. yang masuk ke dalam jiwa raganya. An-Na’im. Hawiyah. Satala. di dalam Islam dikenal ada tujuh surga besar yang disebut ’Al Ailliyyin. putih. Bahwa surga neraka terdapat di akhirat. 81. takkala saya masih suci tiada terbayangkan. Islam pun mengajarkan demikian. Keadaan di dunia seperti ini menurut Syekh Siti Jenar. Atala. Di alam kematian ada surga dan neraka. tidak ada yang saya semuanya iti berwujud najis. Sesungguhnya mereka berdua wajib rusak dan binasa. Huthama. dijumpai untung serta sial. Wtala. mencari makan dan sandang yang bagus dan permata serta perhiasan yang berkilauan. Mayat-mayat berkeliaran kemana-mana. Al-Mawa.jatuh ke dalam neraka dunia karena ditarik oleh panca indera. dan Patala. Sesungguhnya. baik yang dalam maupun yang luar. 83. Yang saya sebut Maghrib (Barat) itu penghabisan. AlAdn. Betul-betul terasa amat berat di alam kematian ini. Keinginan baru. yang dua puluh sifatnya. Jahannam. Meskipun demikian ia bersifat sombong lagi congkak. seringkali ia berwatak keji terhadap sesamanya. yaitu neraka yang bertingkat-tingkat dan jumlahnya sebanyak jenis siksaan. dokar atau bendi itu juga mayat. 75. dan azali. serta putih. Itulah hal yang semata khayal tidak termakan akal. bahwa semua benda yang terdapat di dunia akan musnah menjadi tanah. berbelas kasihan saya kepadanya. dalam jumlah yang besar sekali. sesuai dengan dalil Samarakandi ”Al mayit pikruhi fayajitu kabilahu” artinya Sesungguhnya orang yang mati. itu semua masih dalam keadaan hidup semua. Beraneka ragam terdapat tersebut dalam alam kematian ini. Di dunia kematian. Yang naik kendaraan. maka disebut masyriq (timur) yang maknanya mengangkat atau awal penetapan manusia. serta genapnya hidup. Jika memang bukan adanya zaman alam dunia atau zaman akhirat. sehingga saya hampir tergila-gila dalam kematian ini. merah. menurut ajaran Islam pun. kotor dan akan menjadi racun. tiada kenal tempat. dan Darussalam. . hijau. Jahim. 82. Sebetulnya yang disebut awal dan akhir itu berada dalam cipta kita pribadi. Al-Khuld. tanpa mengetahui bahwa mereka adalah mayat-mayat belaka. biru dan kuning. Talata. Di surga-surga itulah amalan orang-orang yang baik ditempatkan sesuai amal ibadahnya selam hidup di dunia. yaitu lima penerangan suci. 85. Kapankah saya kembali ke kehidupan saya yang dulu? 76. Sesungguhnya. Apakah ia tidak tahu. di dalam Islam disebut dengan nama Jannah (taman). mereka sangat senang dan bangga. 84. ”Keadaan itulah yang dialami manusia sekarang” demikian pendapat Syekh Siti Jenar. kekal. merah. Saya merindukan hidup saya dulu. manusia terikat oleh panca indera. disitu masih disebut sebagai awal. Hampir mirip dengan swarga yang dikenal di dalam Syiwa-Budha. sama’. Oh. ke Utara dan ke Timur. Maka. Ia merasa dirinya yang paling cukup pandai. surga dan neraka itu tidak kekal. yang bermakna tempat sangat menyenangkan yang di dalamnya hanya terdapat kebahagian dan kegembiraan. sejatinya awal itu memulai. semua sifat saya. Ia tidak tahu akan sifat-sifat dan citra dirinya sebagai mayat. maksudnya saat penghabisan mendekati akhir. 77. 79. kaya raya. Orang yang dihadapi oleh hamba sahayanya. Mahatala. kodrat. akhir mengakhiri. ataupun letaknya hanya dalam rasa hati masing-masing pribadi. Maka dalam Islam juga dikenal tingkatan neraka yaitu. Jika dalam ajaran Syiwa-Budha dikenal ada tujuh neraka besar yaitu.

sebab semuanya itu ada dalam kekuasaan Yang Murba Wasesa yang menguasai segala kejadian. orang berbuat baik tiada merasakan berbuat buruk dan jiwa luhur tiada bertempat tinggal. Maka dalam hati timbul gagagasan. sekalipun ia memikul. saling bohong membohongi. tetapi ia dapat tidur nyenyak. dikerumuni serangga penghisap darah. 94. terjadinya dari keadaan. hanyalah bentuk dari bergantinya keadaan saja. Manusia yang melebihi sesamanya. jadi semua roh itu kalau sudah menjadi satu hanya tinggal kesempurnaannya saja. yang meliputi cakrawala kehidupan. Yang mati tidak akan merasakan sakit. Tidak kurang orang duduk dalam kendaraan yang bagus merasa sedih bahkan menangis tersedu-sedu. 95. serta mandiri diri pribadi. karena dari roh itu terwujud keberadaan Dzat semua. Orang di surga segala macam barang serba ada. 100. angkasa. hidup terserah kehendak masing-masing. Di samping itu roh dan nama sudah bersatu. 101. sedang Hyang Sukma menjadi nyawa. Demikianlah pengetahuan yang bijaksana. mati itu roh. tidak ada. jadi gagasan yang palsu. 90. yang tiada berusaha mencari kemuliaan kematian. Tetapi apabila nerakanya datang. hidup berjodoh dengan mati. Manusia hidup dalam alam dunia ini hanya menghadapi dua masalah yang saling berpasangan. sebab dengan berdzikir orang menjadi tidak tahu akan adanya Dzat dan sifat-sifatnya.88. Surga dan neraka sekarang sudah tampak. Disamping semua itu. menangislah ia bersama istri atau suaminya dan anak-anaknya. Saya berikan kiasan sebagai tanda bukti adanya surga. Ia itu menemukan surganya. yaitu ratna mutu manikam. kalau ingin bepergian serba enak. Manusia yang sejati itu ialah yang mempunyai hak dan kekuasaan Tuhan yang Maha Kuasa. Allah bukan jauhar manik. udara dan angin yang tersebar di mana-mana. Hidup dan matipun hanya didunia ini. 89. yang merasakan sakit itu hidup yang masih mandiri dalam raga. 93. Tuhan berhadapan dengan hambanya. Ia menyanyikan berbagai macam lagu dengan suara yang terdengar mengalun merdu. menggendong. hanya manusia yang ada. karena merasa senang dan bahagia. Adapun sesungguhnya mati itu juga kiamat. terbentuk oleh kejadian yang nyata. Jadi tiada kesukaran lagi mengerti akan hal ini dan semua sangat mudah dipahami. bahwa ia yang berdzikir menjadi Dzat yang mulia. dimanapun sama saja. setelah tua berkumpul dengan orang tua. Ia tidur di rumah penginapan umum. 91. Kiamat itu perkumpulan. Setelah menjadi tua menuruti kawan. 98.Syahadat itu kepalsuan. Bayi itu berasal dari desakan. yaitu baik buruk berpasangan dengan kamu. menjinjing atau menyunggi barang dagangannya pergi ke Semarang. Apabila jiwa saya telah melakukan tugasnya. Untuk keadaan kematian saya sebut akhirat. sesungguhnya semuanya juga hanya akan kembali kepada asalnya masingmasing. Akhirat di dunia ini tempatnya. Sebagai hamba ia menjadi sukma. karena kereta bendi tersedia untuk mondar-mandir kemana saja. maka dia akan . 103. letaknya kesempurnaan roh itu adalah musnahnya Dzat. 96. berbantal kayu sebagai kalang kepala. memiliki dua puluh sifat. Karena terbiasa waktu kanak-kanak berkumpul dengan anak. sekarang ini sama sekali berdasarkan wujud dan kejadian di dunia. Moksanya roh saya sebut mati. 97. Surga yang luhur itu terletak dalam perasaan hati yang senang. sebab pada hakikatnya adanya Allah yang demikian itu hanya karena nama saja. bukan jenazah dan rahasia yang ghaib…. meskipun sifat-sifat dan wujud mereka tidak diketahui. Orang hidup tiada merasakan ajal. sedang seorang pedagang keliling berjalan kaki sambil memikul barang dagangannya menyanyi sepanjang jalan. Hilangnya nyawa bersatu padu dengan hampa dan kehampaan ini meliputi alam semesta. Keadaan hidup itu berupa bumi. semua yang tumbuh di dunia. Ya dia ya saya. Takdir itu tiada kenal mundur. Akan tetapi bagi penerapan makrifat hanya yang waspada dan tepat yang bisa menerapkan aturannya. Ketahuilah. Allah yang dirasakan adanya waktu orang berdzikir. 99. Berbincang-bincanglah mereka tentang nama sunyi hampa. 102. Adanya Allah karena dzikir. wujud makhluk itu dari kejadian. 92. Dalam alam kelanggengan yang masih di dunia ini. sehingga dalam hal ini antara agama Hindu-Budha Jawa dan Islam sudah campur. menyatukan diri hingga lenyap dan terasa dalam pribadi. Nama untuk menyebut Hyang Manon. matahari dan bulan menyusup di langit dan keberadaan manusia sebagai yang terutama. bahwa surga dan neraka itu dua wujud. yaitu Yang Maha Tahu. samudra dan gunung seisinya.

Manusia tidak boleh memiliki daya atau keinginan yang buruk dan jelek. tetapi keadaan kita ialah digerakkan dan didorong oleh sukma. yang memancarkan sinar-sinar bernyala-nyala. Mana ada Hyang Maha Suci? Baik di dunia maupun di akhirat sunyi. 113. 121. Luar biasalah usaha mereka. 114. Tiada bimbang akan manunggalnya sukma. Manusia tidak boleh berbohong. Tetapi sukma tidak tampak. 128. Manusia tidak boleh mengkhianati terhadap sesama manusia. tidak patut. Oleh karena itu saya tidak takut akan bahaya apapun. Di sini dia tahu rasanya di sana. terbukalah tirai. tak lain antara sadar dan tidur. Dan kadang mereka mencari tempat lain dan melakukan konsentrasi di kesunyian hutan. Tetapi hanya Pencipta semesta alam yang menjadai pusat perhatiannya. 127. tidak enak didengar. Menurut pendapat saya. ibarat keluar dari mimpi. keluar dari yang tidak kelihatan tersembunyi…. 107. Manusia tidak boleh memakan daging (hewan darat. Ia manunggal dengan badan. maka mereka lupa makan dan tidur. 118. aman damai dan abadi. 123. Manusia tidak boleh membuat fitnah. 126. lebih-lebih bagi murid Siti Jenar. menyusupi rasa jati. Disitulah Dzatullah mesra bersatu menjadi saya. Api maupun asap keluar dari kayu. 125. Manusia tidak boleh meminum air yang tidak mengalir.kembali ke alam aning anung. 110. karena ia dihidupi oleh sukma. Yang disebut ilmu itu ialah segala sesuatu yang tidak kelihatan oleh mata. Manusia tidak boleh memakan nasi kecuali yang terbuat dari bahan jagung. 112. Orang yang ingin pulang ke alam kehidupan tidak sukar. Karena kecewa belum dapat berjumpa dengan-Nya. yang di dalam hidupku besok. yang di luar kematianku sekarang. Bila ia terpisah dari badan. orang menemukan kehidupan dalam sukma yang sungguh nyata dan tanpa bandingan. Siang malam terus menerus mereka lakukan shalat. 109. Yang ada saya pribadi. Pramana itulah yang mampu mengemban rasa. Manusia tidak boleh mengeluarkan suara yang kasar. Sesungguhnya besok saya hidup seorang diri tanpa kawan yang menemani. . kemudian api. Perhatikanlah saat permulaan segala sesuatu. dan menyakiti orang lain. 115. 119. Manusia tidak boleh membuat dengki dan iri hari. Pramana menampilkannya manunggal dengan asalnya dan dilahirkan olehnya. tidak bersisik. 111. yang nampaknya sebagai sebuah boneka penuh mutiara bercahaya indah. 124. Kepadanya diberi anugrah mengemban kehidupan yang dipandang sebagai rahasia rasa nya Dzat. 108. 116. Badan jasmani disebut cermin lahir. Bukan dua hal yang mereka pikirkan. 106. Ada orang yang menyepi dipantai. tersimpan di hati sanubari. Karena saya di dunia ini mati. saru. Badan cacat kita cela. 117. Pramana itu kehidupan badan.. 120. Manusia tidak boleh memakan ikan atau daging dari hewan yang rusuh. 122. 104. hanya Penciptalah yang menjadi pusat pandangannya. Dengan tiada hentinya terdengarlah pujian dan dzikir mereka. di sana dia tahu rasanya di sini. maka badan ikut tertinggal tanpa daya. karena merupakan cermin jauh dari apa yang dicari dalam mencerminkan wajah dia yang ber-paras. 105. keutamaan kerendahan hati kita puji. Bila kau mengetahui badan yang sejati itulah yang dinamakan kematian terpilih. Bila jiwa badan lenyap. Cermin batin jauh lebih dekat. Ia berada di dalam badan. Tetapi yang kau lihat. Cermin ini sangat istemewa. itu dinamakan pramana. luar dalam saya sekarang ini. yang nampak hanya adam. Dari kayu yang menjadi panas muncullah asap. Manusia tidak boleh membunuh isi jagad. Tanpa turut tidur dan makan tanpa menderita kesakitan atau kelaparan. karena mendekati kenyataan. Penggosokan terjadi karena digerakkan oleh angin. sukma dalam keheningan. lemah. sebab ia sudah paham dengan menguasai sebelumnya. atau tidak berbulu. Cermin batin itu bukanlah cermin yang dipakai orang-orang biasa. udara ataupun air). tetapi tidak ambil bagian dalam suka dan dukanya. Ia dapat diumpamakan dengan isinya buah kamumu. segala yang dapat diraba dengan panca indera. alam yang tentram bahagia. Mereka melakukan konsentrasi di tepi laut. buruk.

Ia tidak kelihatan. Hyang Sukma Purba menyembunyikan Diri terhadap peglihatan. Adapun proses terungkapnya tabir penutup alam gaib. kau sungguh tersesat. 130. Cepat orang turun dari gunung dan dengan seksama orang melihat ke kiri ke kanan. Adapun kebenaran sejati ialah meninggalkan sembah dan pujian yang diungkapkan dengan kata-kata. Ia jauh kalau dipandang jauh. Tidak ada lagi sesuatu . hati orang itu berlalu penuh duka cita dan kerinduan. Tak ada sesuatu yang lain yang mereka pandang. Bila engkau melihat badanmu. 131. tersimpan di dalam kalbu. 134. hanya Sang Penciptalah yang mereka perhatikan. Lalu apa yang masih mau dipandang. Kalbu manusia yang dipandang sebagai wisma-Nya.. Carilah Dia dengan sungguh-sungguh. karena antara Dia dan manusia terdapat kekuasaan-Nya yang meresapi segala-galanya. Yang Maha Kuasa telah mencakup pada dirinya. Aku turut dilihat. Jalan untuk menemukan-Nya dilacak kembali dari puncak gunung. Bila kau masih menyembah dan memuji Tuhan dengan cara biasa. tetapi dekat kalau dianggap dekat. Itu semua hanya berupa tutur kata. Adamu tak dapat diubah. Kembali ke alam sunyi. bila kau belum mengetahui ilmu sejati. jangan sampai pandanganmu terbelah menjadi dua. 135. Ia tinggal di tempat itu jua. Sesungguhnya orang yang telah menghayati semacam itu berarti telah menerima anugrah Tuhan. laksana terlintasnya dalam kantuk bagi orang yang sedang mengantuk. Peliharalah baik-baik iman kepercayaanmu dan tolaklah hawa nafsumu. Hendaklah waspada terhadap penghayatan roroning atunggil agar tiada ragu terhadap bersatunya sukma. Jangan terseyum seolah-olah kau sudah mengerti. Dia telah kembali ke asal mulanya…. Mati raga orang-orang ulama yang mengundurkan diri di dalam kesunyian hutan ialah hanya memperhatikan yang satu itu tanpa membiarkan pandangan mereka menyinpang. Penghayatan gaib itu datang laksana lintasan mimpi. sehingga ia lenyap sama sekali dan tak dapat dilihat. Papan tulis dan tulisan sudah lebur. Mereka tidak menghiraukan kesukaran tempat tinggal mereka hanya Dialah yang melindungi badan hidup mereka yang diperlihatkan. 137. serta mengenai adanya sendiri tidak lagi dipandang. Sembah dan puji sempurna ialah tidak memandang lagi adanya Tuhan. kualitas tak ada lagi. Yang menciptakan mengemudi dunia adalah tanpa rupa atau suara. Kontemplasi terhadap Dia yang benar lenyap dan berhenti. Namun Dia tidak ditemukan. Sukma tidak jauh dari pribadi. kau baru memiliki pengetahuan yang kurang sempurna. Tiada menghiraukan kesenangan duniawi.129. 132. 133. bila kau tidak memandang dirimu begitu. penghayatan ini terbuka di dalam penyepian. Tetapi Hyang Sukma sendiri tidak dapat dilihat. 136.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful