KESEHATAN REPRODUKSI SAAT LANJUT USIA

Disusun Oleh :

FEBYK S.

AKADEMI KEPERERAWATAN KABUPATEN SUBANG
Jl. Brigjen Katamso No.37 Tlp/Fax. (0260) 412520 Subang 2013

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Penulispanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat, Taufiq dan Hidayah_Nya sehingga Penulisdapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Kesehatan Reproduksi Saat Lanjut Usia” yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Maternitas. Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Saya, hingga tersusunnya makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, hal ini disebabkan oleh karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman serta sumber yang Penulismiliki. Oleh karena itu, Penulisharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak. Akhirnya Penulisberharap mudah – mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi Penuliskhususnya dan para pembaca pada umumnya.

Subang, Agustus 2013

Penyusun

Latar Belakang Percepatan pertumbuhan jumlah penduduk lasia (Population Aging) di Indonesia bukan hanya menjadi fenomena di Indonesia.3 juta. jumlah penduduk perempuan meningkat menjadi 101. . maka jumlah penduduk perempuan sedikit lebih banyak dibanding jumlah penduduk laki-laki. Dengan demikian maka perlu mengantisipasi berbagai masalah yang nantinya akan ditimbulkan sedini mungkin (Prihastuti. populasi lansia di Indonesia terus meningkat.8 juta sedangkan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 89. aspek mental psikologis maupun aspek sosio ekonomis.BAB I PENDAHULUAN A.77% dimana 50% populasi lansia adalah wanita. Jika kita melihat flash back pertumbbuhan penduduk sejak sensus penduduk pada tahun 1990. antara lain aspek fisikbiologis. Masalah yang dapat timbul akibat fenomena tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek. namun merupakan suatu fenomena di berbagai negara di dunia. Selain itu. Pada tahun 2000. namun sudah tergolong penduduk intermediate. meningkat menjadi 203 juta jiwa pada tahun 2000.6 juta. Dari data tersebut maka Indonesia bukan lagi dikategorikan sebagai penduduk muda. Menurut data dari 11th Asean Gerontologi Course yang dipresentasikan oleh Yenny. 2001). Era lanjut uisa pada abad ke-21 akan terjadi diIndonesia yang mana Indonesia akan terjadi pertumbuhan penduduk lansia tercepat jika dibandingkan dengan negara lain di dunia. Fenomena tersebut diatas sangat menarik dan mendesak untuk memperoleh penanganan secepat mungkin. Pada tahun 1990 jumlah penduduk perempuan sebanyak 89. post-war baby boom di Indonesia yang terjadi pada decade 1960 – 1970an diperkirakan akan mengakibatkan agedpopulation boom pada dua decade permulaan abad ke-21. 8 juta dan jumlah penduduk laki-laki menjadi 101. Pada sensus tahun 1990 jumlah penduduk sebesar 179 juta jiwa. di Indonesia saat ini terdapat sekitar 9. Jika dibagi menurut jenis kelamin.

. Faktor – faktor lain yang dilaporkan berhubunan dengan masalah seksual pada lansia perempuan antara lain tindakan pengobatan baik kimiawi maupun operatif seperti terapi antidepresan. B. Tujuan Dengan melihat kesenjangan yang ada pada lansia khususnya lansia perempuan terkait dengan masalah seksual. Berbagai penelitian melaporkan bahwa terjadi peningkatan masalah seksual pada perempuan. operasi histerektomi maupun operasi urologi lainnya (Salonia et al.Masalah yang akan dikupas dalam makalah ini lebih difokuskan pada masalah seksual lansia perempuan. 2006). seiring dengan kejadian menopause yang merupakan suatu keadaan fisiologis yang akan dialami oleh setiap perempuan. maka sebagai tenaga kesehatan masyarakat diharapkan mampu melihat secara menyeluruh masalah – masalah seksual pada lansia perempuan.

Demikian juga batasan lanjut usia yang tercantum dalam UndangUndang No. aspek ekonomi dan aspek sosial (BKKBN 1998). . Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel. Karakteristik Masa Usia Lanjut Masa usia lanjut merupakan periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun. serta sistem organ. yaitu suatu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat. Namun demikian masih terdapat perbedaan dalam menetapkan batasan usia seseorang untuk dapat dikelompokkan ke dalam penduduk lanjut usia. Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi.BAB II PEMBAHASAN A. Dengan demikian dalam undang-undang tersebut menyatakan bahwa lanjut usia adalah yang berumur 56 tahun ke atas. jaringan. lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu : Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun.4 tahun 1965 tentang pemberian bantuan penghidupan orang jompo. yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. bahwa yang berhak mendapatkan bantuan adalah mereka yang berusia 56 tahun ke atas. Secara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus.

dan tanggal sehingga kadang-kadang memakai gigi palsu Perubahan pada mata : mata terlihat kurang bersinar dan cenderung mengeluarkan kotoran yang menumpuk di susdut mata. kulit di bagian bawah mata membentuk seperti kantung dan lingkaran hitam dibagian ini menjadi lebih permanen dan jelas. warna merah kebiruan sering muncul di sekitar lutut dan di tengah tengkuk. menurunnya akomodasi karena menurunnya elastisitas mata . pada usia lanjut mereka akan melakukan penyesuaian diri agar mereka tampak siap dan sesuai dengan masa usia lanjut tersebut secara baik ataupun tidak baik. Baik pria maupun wanita. secara umum kekuatan dan kualitas fisik juga fungsinya mulai terjadi penurunan. Beberapa perubahan gangguan fisik yang timbul adalah sebagai berikut : Perubahan pada kulit : kulit wajah. Perubahan-Perubahan Fisik Dan Psikis Yang Terjadi Pada Masa Usia Lanjut Perubahan-perubahan yang umum terlihat pada masa usia lanjut adalah ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis tertentu. Akan tetapi hasil yang diperoleh dari penyesuaian tersebut cenderung menuju dan membawa penyesuaian diri yang tidak baik daripada yang baik. kebanyakan menderita presbiop atau kesulitan melihat jarak jauh. leher. terutama adalah terjadinya kemunduran fisik dan mental yang berlangsung secara perlahan dan bertahap. patah. lengan. 1. Perubahan Fisik Pada Masa Usia Lanjut Dengan bertambahnya usia. lengan bagian atas. dan tangan menjadi lebih kering dan keriput. Perubahan otot : pada umumnya otot orang berusia madya menjadi lembek dan mengendur di sekitar dagu.B. dan perut Perubahan pada persendian : masalah pada persendian terutama pada bagian tungkai dan lengan yang membuat mereka menjadi agak sulit berjalan Perubahan pada gigi : gigi menjadi kering. Penurunan ini bisa berlangsung secara perlahan bahkan bisa terjadi secara cepat tergantung dari kebiasaan hidup pada masa usia muda.

ini akan menurunkan fleksibilitas dan elastisitas dari paru Selain ganggunan fisik yang bisa terlihat secara langsung. penyakit cardiovaskuler. Perubahan pada sistem pernafasan : nafas menjadi lebih pendek dan sering tersengal-sengal. dan ureter mengalami penurunan efisiensi. sehingga tidak sedikit yang mempergunakan alat bantu pendengaran. kanker. hipertensi. kandung kencing. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya masalah prostatectomy meliputi gagal ereksi mencapai 12 % sampai timbulnya masalah tidak tercapainya ejakulasi sebesar 24 %. gagal ereksi. berat. dan masalah yang berhubungan dengan persendian dan syaraf Beberapa mastectomy. dan fungsi contohnya kortek serebri mangalami atropi. dan . jumlah sel dalam ginjal mengalami penurunan menyebabkan gangguan pengeluaran toksin dan air dari tubuh. obat-obat yang diminum akibat operasi yang menyiksa kesusahan secara fisik dan psikologis. Perubahan pada sistem cardiovascular : terjadi penurunan elastisitas dari pembuluh darah jantung dan menurunnya kardiak out put Penyakit kronis misal diabetes melitus (DM). dengan bertambahnya usia sering pula disertai dengan perubahan-perubahan akibat penyakit kronis. operasi seperti prostatectomy. volume ejakulasi) Perubahan pada sistem ginjal. hal ini akibat terjadinya penurunan kapasitas total paru-paru. residu volume paru dan konsumsi oksigen basal. gagal ginjal. kanker prostate dan operasi prostad (hilangnya libido. Beberapa gangguan fisik pada bagian dalam tersebut seperti : Perubahan pada sistem syaraf otak : umumnya mengalami penurunan ukuran. histrectomy.- Perubahan pada telinga : fungsi pendengaran sudah mulai menurun.

dimana beberapa komponen menunjukkan pertumbuhan dan komponen lain nya malah menurun. tapi menurun dalam tugas yang membutuhkan kecepatan memproses informasi. Hal ini lebih sering diakibatkan oleh perasaan sudah tua. Perubahan akibat depresi dan dimensia bahkan sering mengganggu prilaku seksual termasuk gangguan khayal yang dikaitkan dengan kecemburuan phatologis. . misalnya lansia baru mempelajari komputer. dan secara fisik sudah tidak menarik bagi pasangan. dimensia. ada beberapa gangguan yang sangat berpengaruh besar terhadap sisi kewanitaannya seperti : Penurunan sekresi estrogen setelah menopause Hilangnya kelenturan/elastisitas jaringan payudara Cerviks yang menyusut ukurannya Dinding vagina atropi ukurannya memendek Berkurangnya pelumas vagina Matinya steroid seks secara tidak langsung mempengaruhi aktivitas seks Perubahan ageing meliputi penipisan bulu kemaluan. penyusutan bibir kemaluan. sudah pikun. Secara umum beberapa gangguan psikologis yang timbul adalah Kecemasan (angietas) Depresi Rasa bersalah (guilty feeling) Masalah perkawinan atau juga akibat dari rasa takut akan gagal dalam berhubungan seksual. Perubahan Psikis Pada Masa Usia Lanjut Gangguan psikologis paling umum yang berpengaruh pada orang tua adalah timbulnya depresi.2. lansia akan semakin arif. penipisan selaput lendir vagina dan kelemahan otot perineal Ada prinsip perkembangan yang dinamakan Multidirectional. Khusus pada perempuan. dan mengigau.

5 tahun pada usia 48-55 tahun. Menopause Menurut Manuaba (2005) menopause di bagi dalam beberapa tahapan yaitu sebagai berikut : a. Lamanya biasanya 2 sampai 8 tahun ditambah satu tahun di akhir periode menuju menopause. Premenopause adalah hal yang alami terjadi pada wanita dan merupakan tanda akan berakhirnya masa reproduksi. C. Premenopause adalah rentang waktu dimana tubuh mulai bertransisi memasuki masa menopause. Perubahan dan keluhan psikologis dan fisik makin menonjol. Berlangsung selama antara 4. termasuk menstruasi yang tidak teratur. naik dan turun tak beraturan. berlangsung sekitar 3-4 tahun pada usia antara 5660 tahun. tapi banyak juga yang mengalami perubahan ini saat usianya masih di pertengahan . Siklus menstruasi pun bisa tiba-tiba memanjang atau memendek. c. Tingkat produksi hormon estrogen dan progesteron berfluktuasi. Fase menopause Terhentinya menstruasi.terjadi perubahan psikologis/ kejiwaan. b. seorang wanita akan mengalami beberapa perubahan fisik dan gejala hormonal.Disamping itu ada beberapa gangguan mental yang paling umum yang berpengaruh pada orang tua adalah depresi. Biasanya. Wanita beradaptasi terhadap perubahan psikologis dan fisik. dimensia dan menggigau prilaku seksual mungkin berubah secara signifikan pada depresi dan dimensia . Fase pasca menopause (senium) Terjadi pada usia diatas 60 – 65 tahun. terjadi perubahan fisik. Pre menopause (klimakterium) Pada fase ini seorang wanita akan mengalami kekacauan pola menstruasi. masa perimenopause ini terjadi di usia 40-an. keluhan makin berkurang D. Perimenopause Sebelum mencapai usia menopause.

30-an. Usia rata-rataterjadinya depresi adalah 40 tahunan. meskipun tidak teratur. Perubahan Psikologis. Risiko depresimayor adalah 7-12% untuk pria dan 20-25% untuk wanita. detak jantung yang kencang. Penurunan fungsi indung telur selama masa perimenopause berkaitan dengan penurunan hormon estradiol dan produksi hormon androgen. Tanda Dan Gejala a. badan bagian atas berkeringat. Sekitar 75-85 persen wanita mengalami hot flashes selama perimenopause. b. Hot flashes adalah gelombang panas tubuh yang datang tiba-tiba. leher dan dada bagian atas. 1. kurangnya banyak wanita perimenopause. Perubahan level estrogen dan progesteron menunjukkansejumlah pengaruh neurotransmiter SSP seperti dopamin. Serangan ini ditandai dengan munculnya kulit yang memerah di sekitar muka. Gangguan konsentrasi dan Psikologi/kognitif Gejala-gejala pelupa juga ditemukan pada psikologi dan kognitif seperti depresi.Data laboratorium menyatakan bahwa hormon ovarium sangatberkhasiat. dia dapat tetap hamil. Banyak wanita menggambarkan gangguan inisebagai “perimenopause berat”. Gangguan tidur dan hot flashes. sedikit dan berlimpah. Intervalnya dapat memanjang atau memendek. bahkan Anda mungkin akan melewatkan beberapa periode menstruasi. dimana sinyal kimiawi perifer secara umum mempengaruhi aktivitas neuronal. akibat perubahan kadar estrogen yang menyerang tubuh bagian atas dan muka. Seperti diketahui bahwa kejadian depresikirakira 2 kali lebih sering pada wanita dibandingkan pria. iritabilitas. rendahnya kadar progesteron dapat membuat Anda mengalami periode menstruasi yang lebih panjang. . perubahanmood. Menstruasi tidak teratur. c. Apabila seorang wanita masih mengalami periode menstruasi pada masa perimenopause. Ovulasi menjadi tidak teratur. termasuk gangguan tidur.

Infeksi saluran kemih k. fluktuasi tingkah hormon laku dan terutama kesadaran. keinginan untuk berhubungan intim dapat berubah. Osteoporosis. sehingga kemungkinan bertemunya sel telur dengan sperma menjadi lebih rendah walau masih mungkin untuk hamil. daya ingat dan mood. Perubahan fungsi seksual. sehingga hubungan intim dapat menyakitkan. Kesuburan berkurang. tetapi pada banyak wanita akan mengalami masa-masa menyenangkan sebelum masa menopause tiba dan biasanya berlanjut sampai melewati masa perimenopause. Pada pasien tanpa riwayat depresi. Perubahan kadar kolesterol. menurun sesuai pertambahan usia. terapi sulih hormonharus dipertimbangkan.norepinefrin. Vagina mulai mengalami kekurangan cairan dan elastisitas. g. fluktuasiestrogen dapat mengubah level neurotransmiter di SSP yang dapatmempengaruhi tidur.asetilkolin dan serotonin yang kesemuanya diketahui sebagai modulatoruntuk mood. tidur. f. e. h. Inkontinensia urin (tidak mampu menahan keluarnya air seni) l.Selama perimenopause. Pengeroposan tulang ini terjadi sebagai akibat berkurangnya hormon estrogen. Organ intim mengering. Keringat malam j. Selama perimenopause. Peningkatan lemak tubuh di sekitar pinggang . d. Ovulasi atau pelepasan sel telur menjadi tidak teratur. i. Penting sekali untuk membedakan perubahan mood karena pengaruh hormon dengan kelainandepresi mayor. Sedangkan HDL atau kolesterol baik. Berkurangnya estrogen akan merubah kadar kolesterol dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang mengakibatkan risiko terkena penyakit jantung.

Sejarah keluarga. c. Kondisi jantung. . wanita yang belum atau tidak pernah melahirkan. sebelum menyimpulkan apa yang tengah Anda alami. diperkirakan berkaitan dengan meningkatnya kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Diagnosa Perimenopause umumnya berlangsung secara bertahap. d. Beberapa penelitian menunjukkan. Pengangkatan rahim biasanya tidak berakibat menopause dini. salah satunya pemeriksaan kadar hormon. Hanya saja. 3. Tidak pernah melahirkan.2. Dengan memonitor siklus menstruasi dan mengamati gejala perubahan tubuh selama beberapa waktu. saat ibu atau saudara perempuan lainnya mengalami menopause. meski tidak ada alat atau tes yang bisa mendeteksi perimenopause. Tapi pernyataan ini masih dapat diperdebatkan. Histerektomi. Terapi kanker masa kecil. Penentu kecepatan atau keterlambatan wanita mengalami menopause Selain faktor gaya hidup dan genetik yang menentukan cepat atau lambatnya menopause. operasi ini biasanya akan mempercepat datangnya menopause. e. faktor lainnya adalah: a. b. akan mengalami menopause lebih awal. Anda akan dapat memahami dan berkonsultasi dengan dokter. Sakit jantung sering dikaitkan dengan menopause dini. Terapi kanker di usia anak-anak. Masa menopause seorang wanita cenderung di usia yang sama. meski ovarium tetap akan melepas sel telur. Tes yang mungkin dilakukan. seperti kemoterapi dan radiasi pelvic juga dikaitkan dengan menopuse dini. Dokter hanya akan memberi beberapa pertanyaan.

13-15) mempunyai arti jenis kelamin. pp. Jenis kelamin ini memberi kita pengertian tentang suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan secara biologis. sesuatau yang dapat dilihat dan dapat ditunjuk. dengan berkembangnya iptek di bidang kedokteran. 2. Pada masa kini. E. usia tidak selalu mencerminkan fungsi organ tubuh.Prof. Dr. usia lanjut atau lebih muda tidak selalu menentukan bagi fungsi seksual. itu patut disyukuri. termasuk juga fungsi seksual. Sedangkan secara khusus ada dua. Sp. . Tujuan Seksualitas Tujuan yaitu: 1.And mengatakan Salah satu faktor yang berpengaruh pada proses penuaan ialah gaya hidup. Definisi Seks dan Seksualitas Seks menurut Ingrid dalam Rizkina (2009. termasuk fungsi seksual. Rekreasi. Prokreasi. bila gaya hidupnya tidak sehat. mungkin saja orang yang berusia lebih muda fungsi organnya lebih buruk dibandingkan yang berusia lebih tua. Artinya. yaitu menciptakan atau meneruskan keturunan 2. Seksualitas merupakan suatu proses yang terjadi sepanjang kehidupan manusia . Kalau fungsi seksual Anda yang berusia lanjut ternyata baik. Orang yang menerapkan gaya hidup sehat cenderung mengalami keadaan fungsi tubuh yang lebih baik dibandingkan orang yang gaya hidupnya tidak sehat. yaitu memperoleh kenikmatan biologis atau seksual seksualitas secara umum adalah meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia. Wimpie Pangkahila. SEKS DAN SEKSUALITAS 1.dimulai dari saat manusia lahir sebagai bayi hingga secara fisik menjadi mandiri. Dengan demikian. lepas dari ibunya dan akan berakhir ketika seseorang meninggal dunia.

Menurut Hidayana (2004) seks mempunyai fungsi: : 1.pp. termasuk bagaimana menjaga kesehaatn organ reproduksi menggunakan secara optimal sebagai 16 alat untuk berprokreasi (bereproduksi) dan berkreasi dalam mengekspresikan dorongan seksual. seksualitas berhubungan erat denngan identitas peran jenis. 13-15) Seksualitas menyangkut dimensi biologis. Sedangkan dari dimensi cultural menunjukan bagaimana perilaku seks menjadi bagian dari budaya yang ada di masyarakat. yaitu seks yang dilakukan berlandaskan cinta dan didukung oleh ikatan cinta. Dan dari dimensi social berkaian dengan bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembetukan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks. oleh karena itu sebagian orang beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang suci. psikologis. Dari demensi psikologis. Seks untuk tujuan reproduksi yaitu untuk memperoleh keturunan. sesuatu yang tabu dan tidak patut dibicarakan secara terbuka. Seks untuk kesenangan yaitu hubungan seks dengan menghayati hubungan yang lama dan mampu mengalami kenikmatan tanpa merugikan salah satu pihak. social dan cultural Dilihat dari dimensi biologis.Menurut Ingrid dalam Rizkiana (2009. Seks untuk pernyataan cinta. seksualitas berkaitan dengan reproduksi. . 3. 2. perasaan terhadap seksualitas sendiri dan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual.

akan mempengaruhi libido.kecemasan akan kemampuan seks hubungan usia mungkin menurun dengan makinpasangan. Perubahan fisiologik aktivitas seksual Perubahan fisiologik aktivitas seksual akibat proses penuaan bila ditinjau dari pembagian tahapan seksual menurut Kaplan adalah berikut ini : Fase tanggapan seksual Fase desire Pada wanita lansia Terutama pasangan. berkurang lanjutnya usia. jumlah volume mendapatkan orgasme multipelkontraksi muskular) makinejakulat menurun. harapan kulturaldipengaruhi Desire pada lansia wanitadan masalah dan hal-hal tentang harga diri. testosteron menurun. refrakter. kekuatan kontraksi otot kontraksi.hasrat oleh antar keduanya.3. Fase orgasmik(fase Tanggapan orgasmik mungkinKemampuan mengontrol ejakulasi kurang intens disertai sedikitmembaik. dimana ereksi dan gairah secara segera lebih sukar.otot-mulai usia 40 th. Mulai lanjutny usia.untuk ereksi. penguasaan atas ejakulasi biasany membaik. dimana pembangkitansecara fisiologis. tetapi hal ini bisatestosteron menurun bertahap yang Fase arousal bervariasi. antara 55 th penyakit baik dirinya sendiri atauhasrat melakukan kontak seksual hubunganmeningkat. elevasi testis ke otot yang menegang pada fase iniperinium lebih lambat dan sedikit. Fase pasca orgasmik Mungkin terdapat periodePeriode refrakter memanjang kemampuan dengan untukdirasakan berkurang. orgasme berikutnya lebih sukar terjadi. Pembesaran payudara berkurang. dinding iritasi vaginakuat. uretra danproduksi sperma menurun bertahap kandung kemih meningkat. .M embutuhkan waktu lebih lama semburat panas dikulit menurun. ereksi kurang begitu elastisitas menurun. menurun. dipengaruhi masalah olehInterval Pada pria lansia untuk meningkaatkan sangat penyakit. menurun.

2004). 2005). berciuman. Menurut Pangkahila (2006) beberapa masalah yang dialami wanita menopause ketika berhubungan seksual. bentuk tingkah laku ini bermacam-macam mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku kencan. dimana keadaan ini merupakan respon dari bentuk seksual yang berupa ciuman. pelukan. Kekeringan vagina dan nyeri saat hubungan seksual. Lubrikasi dengan bahan dasar air dapat mengatasi 18 kekeringan vagina yang terjadi. Perubahan fisiologis akibat pre menopause kadang-kadang mengganggu aktivitas dan gairah seksual pada sejumlah wanita. Vitamin E atau krim pelembab juga dapat digunakan sebagai lubrikan. saling membelai atau meraba (dengan tangan di dalam baju yang lain). Dinding vagina menjadi tipis dan kurang lentur. Hubungan Seksual Masa Pre Menopause Hubungan seksual adalah suatu keadaan fisiologik yang menimbulkan kepuasan fisik. orang dalam khayalan. Perubahan dapat terjadi pada lubrikasi. bercumbu dan bersenggama. dimana hal ini merupakan rencana alamiah untuk meningkatkan gairah seksual bagi persiapan hubungan seksual yaitu : berpegangan tangan. Terdapat rasa pedih. saling memeluk (tangan di luar baju). Perilaku seksual merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. dorongan seksual dan orgasme yang mengakibatkan kegiatan seksual menjadi kurang mengenakkan dan kurang menyenangkan (Kasdu. atau diri sendiri (Hidayana. Objek seksualnya bisa berupa orang lain. yakni : 1.F. dinding vagina gairah seksual. meskipun sebenarnya hanya 20% wanita yang merasakannya. Masalah yang paling sering terjadi adalah vagina yang kering. Jangan gunakan lubrikan dengan bahan dasar petroleum (vaselin). dan percumbuan 17 berpendapat bahwa terdapat empat tingkatan hubungan fisik dalam bercumbuan. . Bila lubrikan atau pelembab masih kurang menolong maka dapat diberikan krim estrogen vagina untuk mengatasi masalah kekeringan vagina. panas dan kadang nyeri atau berdarah saat melakukan sanggama.

Pekerjaan sebagai ibu yang mengurus anak dan suami membuat ibu mempunyai beban ganda. Perasaan-perasaan depresif itu tiba bersamaan dengan datangnya siklus menstruasi setiap bulannya. Hasrat seksual Hilangnya gairah seksual secara temporer atau jangka panjang terjadi pada sejumlah wanita selama dan sesudah menopause. 3. Stimulasi dan orgasme Beberapa orang wanita mengalami orgasme yang lebih jarang dan kurang kuat saat menopause. hubungan seksual yang teratur atau masturbasi dapat membantu meningkatkan respon dan kenikmatan seksual. Pada mereka diperlukan waktu yang lama untuk meningkatkan gairah seksual. Penyakit . bahwa wanita yang bersangkutan menjadi ”kurang lengkap dan kurang sempurna” disebabkan oleh berhentinya fungsi reproduksi dan haid. Penyebab dari keadaan ini antara lain: a. namun rasa-rasa depresif itu selalu saja timbul dengan interval waktu yang tetap. Aktivitas tersebut dapat mempertahankan fungsi atau peranan rahim. latihan ini meningkatkan kontraksi otot panggul sekitar vagina yang memembantu penguatan otototot vagina. Hampir pada semua wanita. Pada saat ini sekalipun wanita tersebut sudah tidak haid lagi.2. sehingga membuat dirinya mencapai titik kelelahan yang berat. Stress Depresi menstrual yang dahulu pernah muncul pada masa adolens yang kemudian mengilang dengan sendirinya selama periode reproduktif (menjadi ibu) bisa timbul kembali pada usia klimakterium . Tampaknya depresi tadi bentuk kekecewaan hati dari ibu. vagina serta kandung kemih serta meningkatkan lubrikasi vagina. Kegel Exercise. Lelah Akibat dari insomnia menimbulkan perasaan capai atau lelah yang berkepanjangan. b. c.

Penyakit jantung koroner yang diikuti gagal jantung. Dengan komunikasi diharapkan mendapatkan solusi yang tepat dari pasangan sehingga pasangan dapat menyesuaikan diri selama berhubungan intim. Gangguan emosi berupa rasa takut menjadi tua dan tidak menarik. kolesterol tinggi. e. payudara dan perut. Masalah hubungan pribadi Komunikasi dengan pasangan sangat dianjurkan agar terjadi keharmonisan dalam keluarga. sangat emosional dan spontan. Masalah psikologis Menurunnya kemampuan berpikir dan ingatan sehingga menimbulkan penyakit pikun atau Alzhaimer. 4. Karena sering timbul berbagai penyakit sehingga mengkonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Rasa tidak enak akibat perubahan fisik yang terjadi selama menopause. hipertensi. mudah tersinggung dan mudah marah. sukar tidur atau cepat bangun. Gangguan hubungan suami istri seringkali menjadi kambuh akibat adanya perubahan-perubahan selama menopause. d. Disamping itu kelebihan makan didalam keadaan tubuh kekurangan hormon dan kemampuan metabolisme dapat menimbulkan penyakit kencing manis. Rasa takut kehilangan suami.Pola makan pada pre menopause tidak seperti saat usia 35-40 tahun. Oleh karena itu diperlukan perhatian terhadap pola makan yang sebaiknya menjurus kearah vegetarian . f. akan terjadi kelebihan lemak yang tersimpan pada bokong. Seorang wanita perlu mendiskusikan erubahan yang sedang dialami dengan pasangan. Efek samping terapi medikamentosa Masa klimakterium merupakan masa yang rawan bagi wanita. Perubahan hormon Secara menyeluruh sistem hormonal sudah menurun fungsinya sehingga mempengaruhi metabolisme tubuh yang juga cenderung menurun. g. anak dan ditinggalkan sendiri. Gangguan hubungan ini . merasa tertekan dan sedih tanpa diketahui sebabnya.

Pelukan. Mereka . memijat . Bentuk – Bentuk Umum Kesulitan Seksual Wanita lebih sering melihat kesulitan mereka dalam aspek-aspek ”kualitas pengalaman seksual” dan relevansinya dengan hubungan. 4. Hal ini masih belum terbukti secara ilmiah. Bila masalahnya terletak pada faktor hormonal maka pemberian estrogen akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang terjadi. Kadar hormon. G. Terdapat berbagai cara untuk memperlihatkan perasaan cinta anda selain hanya sekedar sanggama. banyak cara untuk menunjukan cinta sebelum melakukan hubungan intim : 1. 3. 2. Namun dalam penggunaannya perlu diingat adanya efek samping. Menurunnya kadar testosteron diduga berperan dalam penurunan gairah seksual. Hormon estrogen terdapat dalam bentuk pil atau injeksi serta krim. 5. keintiman dan komunikasi dapat memperbaiki hubungan seksual. Permainan pendahuluan yang lebih lama akan dapat meningkatakan kesiapan seksual pada wanita. derajat kesehatan umum dan perubahan sosial sehubungan dengan usia serta efek mental dan emosional bekerja sama dalam perubahan seksual selama menopause. “sensual baths” Rangsangan manual Oral sex Hubungan seksual pasca menopause dapat benar-benar memuaskan bila anda mampu untuk melakukan adaptasi perubahan yang terjadi. belaian dan ciuman Sentuhan. Tidak ada kaitan langsung antara kadar estrogen dengan gairah seksual. mengusap.memerlukan penanganan dari seorang ahli seksologi. Memusatkan perhatian pada sensualitas. Masalah yang utama adalah akibat keringnya vagina dan rasa nyeri saat hubungan seksual. Peningkatan keintiman Perubahan yang terjadi pada usia pertengahan memungkinkan untuk melakukan eksplorasi pengalaman seksual 22 yang baru dan berbeda.

3. baik dengan kehadiran pasangannya atau pada semua situasi. namun sebagian besar kasus faktor psikologis tampaknya menjadi penyebab. Disfungsi orgasme Sebagian wanita secara spesifik mengalami kesulitan mencapai orgasme. walaupun waktunya berbeda setiap wanita. Walaupun obat tertentu dapat menghambat orgasme pada wanita. sekedar pikiran tentang aktivitas seksual sudah menyebabkan ketakutan atau ansietas yang besar sehingga terbentuk suatu pola menghindari kontak seksual. 24 Tetapi mereka merasa murung sebelum menstruasi biasanya kehilangan minat seksual pada saat tersebut.cenderung lebih nyaman penjelasan psikologis serta bentuk pertolongan psikologis. Hilangnya kenikmatan Hal ini mungkin merupakan keluhan seksual tersering pada wanita. 4. Keengganan seksual Pada beberapa kasus. penyebabnya sering dapat diidentifikasi dari pengalaman traumatik sebelumnya. tetapi gagal merasakan kenikmatan dan kesenangan yang biasanya dia rasakan. dan mendapati bahwa fase pasca menstruasi secara seksual merupakan saat yang terbaik bagi mereka. Vaginismus Vaginismus biasanya adalah kesulitan primer yang dialami wanita saat mereka memulai kehidupan seksual.kadang pangkal masalahnya tetap tidak jelas. 2. dan sering menyebabkan . Apabila tidak terjadi rangsangan maka pelumasan normal vagina dan pembengkakan vulva tidak terjadi dan hubungan intim dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. 5. Seorang wanita mungkin melakukan hubungan intim. Menurut Glasier (2005) bentuk kesulitan tersebut antara lain : 1. tetapi kadang. Hilangnya minat seksual Banyak wanita menyadari bahwa mereka mengalami peningkatan minat terhadap seks dan lebih mudah terangsang pada tahap – tahap siklus menstruasi tertentu. Pada kasus-kasus seperti ini.

hubungan seksual yang tidak sempurna. Apabila memang demikian. perlu mencari penyebab nyeri atau rasa tidak nyaman lokal yang dapat menyebabkan spasme otot. . Kelainan ini jarang timbul kemudian setelah wanita menjalani fase hubungan seksual normal. tetutama apabila ia sudah pernah melahirkan.

suami lebih muda 5 tahun. Untung suami mengerti. perempuan tidak punya cairan lagi di vaginanya. Masih mengeluarkan cairan pervaginal 4. Saya masih punya cairan meski tidak sebanyak waktu muda. Apalagi sang suami kewalahan melayani. Mempunyai seorang suami berumur 60 thn 3. pada orang usia lanjut biasanya gairah seks menurun. Suami pernah bilang kok saya masih kayak orang muda. Namun. "Saya berumur 65 tahun. tetapi gairah seksualnya hampir tak beda dengan saat umur 40 tahun. kalau suami lebih muda. Suami nya kewalahan ketika berhubungan seksual 6. Suami nya sudah tidak berereksi denga baik . Kadang saja terasa sedikit perih kalau berhubungan terlalu lama. Kata orang. Cairan pun masih lumayan baik. apakah dirinya normal. B. Seorang wanita berumur 65 thn 2. Gairah seks saya tidak berubah banyak dibandingkan waktu saya berumur 40 tahun.BAB III STUDY KASUS A.R. mengingat kata orang. Apakah tidak masalah kalau berhubungan seminggu 1-2 kali? Bagaimana menjaga agar suami tetap bisa ereksi dengan baik dan tidak kewalahan melayani saya?"E. Analaisis Kelompok Mengenai Kasus Data yang kami peroleh dari kasus tersebut diantaranya : 1. Kalau seminggu tidak berhubungan. Apakah saya tidak normal karena masih bergairah? Konon kalau sudah tua. Hubungan seks biasa dilakukan seminggu 1-2 kali. Contoh Kasus Usianya kini 65 tahun. ia ragu. rasanya ada yang tidak normal. Jakarta. Masih mempunyai gairah seksual seperti pada usia 40thn 5. nanti bisa cari perempuan lain. Nyatanya suami bahkan kewalahan melayani permintaan saya. sedangkan kadang ereksi suami tidak baik sehingga saya kurang puas.

psikologis. Landasan Teori 1. Point kedua dan ketiga : -wanita itu mempunyai gaya hidup yang sehat. 2. Point pertama : dorongan atas kebutuhan seksualnya (libido) dipengaruhi oleh faktor psikologis sang istri Menurut Ingrid dalam Rizkiana (2009. Dorongan atas kebutuhan seksualnya (libido) dipengaruhi oleh faktor psikologis sang istri 2.7. Wanita itu mempunyai gaya hidup yang sehat 3. Orang yang menerapkan gaya hidup sehat cenderung mengalami keadaan fungsi tubuh yang lebih baik dibandingkan orang yang gaya hidupnya tidak sehat. Artinya. social dan cultural. Wimpie Pangkahila.And mengatakan Salah satu faktor yang berpengaruh pada proses penuaan ialah gaya hidup. termasuk juga fungsi seksual. mungkin saja orang yang .pp. Berhubungan seksual dalam satu minggu bisa mencapai 1-2 kali 8. Dengan demikian. 13-15) Seksualitas menyangkut dimensi biologis. seksualitas berhubungan erat denngan identitas peran jenis. suami nya kurang menerapkan gaya hidup yang sehat tidak seperti istrinya Prof. Dari demensi psikologis. Sedangkan dari dimensi cultural menunjukan bagaimana perilaku seks menjadi bagian dari budaya yang ada di masyarakat. Sp. usia lanjut atau lebih muda tidak selalu menentukan bagi fungsi seksual. Dan dari dimensi social berkaian dengan bagaimana lingkungan berpengaruh dalam pembetukan mengenai seksualitas dan pilihan perilaku seks. Dr. perasaan terhadap seksualitas sendiri dan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual. Pembahasan 1. Kadang alat reproduksinya terasa perih jika berhubungan seksual terlalu lama C. Suaminya kurang menerapkan gaya hidup yang sehat tidak seperti istrinya D.

Pada masa kini. . bila gaya hidupnya tidak sehat. itu patut disyukuri. Kalau fungsi seksual Anda yang berusia lanjut ternyata baik. usia tidak selalu mencerminkan fungsi organ tubuh. termasuk fungsi seksual.berusia lebih muda fungsi organnya lebih buruk dibandingkan yang berusia lebih tua. dengan berkembangnya iptek di bidang kedokteran.

dan peningkatan keintiman. perubahan otot. stimulasi dan orgasme. Saran Permasalahan pada masa lansia atau yang menjelang masa menopause sering terabaikan. perubahan pada telinga. B. perubahan pada kulit. Baik pria maupun wanita. Kesimpulan Secara biologi penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus. tetapi juga di lingkungan masyarakat bahkan pusat pelayanan kesehatan. perubahan pada mata. yang ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel. Perubahan fisiologis akibat pre menopause kadang-kadang mengganggu aktivitas dan gairah seksual pada sejumlah wanita.BAB IV SIMPULAN DAN SARAN A. hasrat seksual. Perubahan-perubahan yang umum terlihat pada masa usia lanjut adalah ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis tertentu. serta sistem organ. dorongan seksual dan orgasme yang mengakibatkan kegiatan seksual menjadi kurang mengenakkan dan kurang menyenangkan. Masalah yang dialami wanita menopause ketika berhubungan seksual yakni kekeringan vagina dan nyeri saat hubungan seksual. perubahan pada persendian. Perubahan dapat terjadi pada lubrikasi. Perubahan-perubahan tersebut meliputi Perubahan pada sistem pernafasan. pada usia lanjut mereka akan melakukan penyesuaian diri agar mereka tampak siap dan sesuai dengan masa usia lanjut tersebut secara baik ataupun tidak baik. perubahan pada gigi. pengetahuan tentang permasalahan seksual pada wanita yang menjelang perimenopause . rasa tidak enak akibat perubahan fisik yang terjadi selama menopause. tidak hanya di lingkungan keluarga sendiri. dinding vagina gairah seksual. jaringan.

Sebagai bidan. khususnya remaja pada masa pubertas.baik pria maupun wanita perlu sebarluaskan sejak dini. dan perlunya kerjasama yang optimal disetiap instansi pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak. . Jadi sebagai perempuan. kita juga harus memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada kaum wanita. kita harus senantiasa menjaga kesehatan reproduksi kita sejak dini. dan harmonis sebagai manusia dan warga negara seutuhnya.

O. Editor Edisi Bahasa Indonesia Egi Komara Yudha dkk. Adeyemo.J. E.DAFTAR PUSTAKA Biro Pusat Statistik. alih bahasa Nike Budhi Subekti. 1997. J Health Popul Nutr. Sexual Dysfunction among Female Patients of Reproductive Age in A Hospital Setting in Nigeria. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2007. E.html . Jakarta Fajewonyomi.blogspot. Orji. Jakarta Corwin.O. International Centre for Diarrhoeal Research. A.com/2012/01/kesehatan-reproduksi-perempuansaat. 2008. B. Bangladesh http://princeskalem.A. Laporan Sosial Indonesia (Lanjut Usia/Lansia). Buku Saku Patofisiologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful