MUHAMMADIYAH

SEBAGAI GERAKAN DAKWAH ISLAM

Disusun Oleh :

KELOMPOK III
FITRIYAN YULIYARFA HARLIYAH INAYAH JOLEKA KARISMA KITRI YANI

SMK MUHAMMADIYAH KANDANGHAUR

Keinginan dari KH. Ahmad Dahlan untuk mendirikan organisasi yang dapat dijadikan sebagai alat perjuangan dan da‟wah untuk menegakkan ammar ma‟ruf nahi munkar yang bersumber pada Al-Qur‟an. yaitu Al-Qur‟an dan sunnah maka umat Islam di seluruh dunia bisa keluar dari perbedaan interpretasi ajaran yang terpolar dengan beberapa aliran teologi yang menjadi sumber perpecahan ummat Islam.MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN DAKWAH ISLAM Landasan Hitoris Lahirnya Muhammadiyah Kemegahan peradaban Islam berakhir dengan serbuan tentara Mongol pada pertengahan abad ke-13 yang meluluhlantakkan kota Bagdad. Gerakan pebaharuan Islam yang berkembang di Arab mengusung cita-cita mengembalikan Islam pada jalan sesungguhnya dengan kembali pada Al-Qur‟an dan Sunnah. Walaupun sebelum mereka sudah terlebih tumbuh benih-benih kebangkitan melalui tokohtokoh seperti Ibnu Taimiyah dan Abdul Wahab dengan gerakan wahabi-nya (Islam murni). antara lain: a. Sebagai solusi keterbelakangan terhadap umat Islam. serta Rasyid Ridho dan Muhammad Iqbal. Sementara Islam memasuki masa-masa zaman kegelapan sampai pada awal abad ke-19. Masa kegelapan Islam baru berakhir dan memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan pada awal abad ke-19. karena sebagian besar daerah kekuasaan Islam telah menjadi daerah kekuasaan imperialisme Eropa sebagai wujud dari „kebangkitan‟ Eropa. yaitu : Jamaluddin Al Afghani ynag berkebangsaan Afghanistan dijuluki sebagai „tokoh Renaisance Islam‟. Pertama. seiring dengan tumbuhnya benih-benih kebangkitan kembali Eropa dengan „renaisance‟nya. Mata rantai pembaharuan Islam di dunia Arab akhirnya pun melanda nusantara melalui pemikiran para ulama yang belajar di Arab. Muhammad Abduh yang berkebangsan Mesir bercita-cita terwujudnya kejayaan dan kemuliaan ummat Islam di negeri mana pun. gerakan muncul di Mesir dengan tiga tokoh. Selain pengaruh gerakan di atas. seiring dengan lahirnya tokoh-tokoh pembaharu islam dan berbagai gerakan islam di dunia Arab. ada beberapa sebab lahirnya muhammadiyah. . Dengan kembali kepada sumber ajaran Islam yang sesungguhnya. Surat Ali Imron : 104 dan surat Al-Ma‟un sebagai sumber bagi gerakan sosial-praktis untuk mewujudkan gerakan tauhid.

Pesantren tidak bisa selamanya dianggap menjadi sumber lahirrnya generasi baru muda Islam yang berpikiran modern. Keterbelakangan umat Islam Indonesia dalam segala segi kehidupan menjadi sumber keprihatinan untuk mencarikan solusi agar dapat keluar dari keterbelakangan. d. Sehingga purifikasi (pemurnian) ajaran menjadi pilihan mutlak bagi umat Islam Indonesia. terutama yang berhubungan dengan prinsip aqidah Islam yang menolak segala bentuk kemusryikan. libelarisme dan rasionalisme. Modernisasi yang berhembus melalui model pendidikan barat (belanda) di Indonesia mengusung paham-paham yang melahirkan modernisasi Eropa. Imeprialisme Eropa tidak hanya membonceng gerilya gerejawan dan para penginjil untuk menyampaikan „ajaran jesus‟ untuk menyapa ummat manusia di seluruh dunia untuk „mengikuti‟ ajarran jesus. Kesejahteraan umat Islam akan tetap berada di bawah garis kemiskinan jika „kebodohan‟ masih melingkupi umat Islam Indonesia.b. Jika penetrasi ini tidak dihentikan maka akan lahir generasi baru islam yang rasional tetapi liberal dan sekuler. . selain keinginan untuk memeperluas daerah koloni untuk memasarkan produk-produk hasil revolusi industri yang melanda Eropa. Keterbelakangan umat Islam dalam dunia pendidikan menjadi sumber utama keterbelakangan dalam peradaban. c. bid‟ah dan khurafat. Tetapi juga membwa angin modernisasi yang sedang melanda Eropa. Maraknya kristenisasi di Indonesia sebagai efek domino dari imperialisme Eropa ke dunia timur yang mayoritas beragama Islam. taqlid. Ketidakmurnian ajaran Islam yang dipahami oleh sebagian umat Islam Indonesia. individuisme. sebagai bentuk „adaptasi tidak tuntas‟ antara tradisi islam dan tradisi lokal nusantara awal yang bermuatan paham animisme dan dinamisme. Sehingga dalam prakteknya umat Islam di Indoneia memperlihatkan hal-hal yang bertentangan dengan prinsipprinsip ajaran Islam. seperti sekulerisme. Proyek kristenisasi satu paket dengan proyek imperialisme dan modernisasi bangsa Eropa. e.

adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT” maksud dan tujuan muhammdiyah tersebut diwujudkan secara praksis dalam realitas kehidupan keagamaan dan sosial umat. Sehingga muhammadiyah juga merumuskan pedoman ubudiyah. sbb: “mengakkan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujudnya masyarakat utama. Secara etimologis Muhmmadiyah dapat diartikan sebagai “pengikut Muhammad SAW”. Ahmad Dahlan mengambil inisiatif untuk mendirikan muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912 M (8 Dzulhijjah 1330 H) di Yogyakarta.  Bidang pendidikan Kepedulian muhammadiyah dibuktikan dengan mendirikan lembaga pendidikan formal dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi dengan menggabungkan antara pendidikan . Ali Imron: 104. Sementara secara terminology. dan organisasi. al:  Bidang keagamaan Tantangan modernitas dan tradisi (bermuatan takliq. Sehingga setiap orang yang meyakini dan menjadi pengikut Muhammad SAW adalah orang muhammadiyah tanpa dibatasi oleh ideologi golongan. Purifikasi atau pemurnian dan gerakan tajdid adalah 2 hal yang menjadi ciri gerakan da‟wah keagamaan muhammdiyah. yang terdiri dari kata „Muhammad‟ dan „ya nisbiyah‟. hisab. muhammadiyah adalah gerakan dawah amar ma‟ruf nahi munkar berasas Islam dan bersumber Al Qur‟an dan sunnah demi terwujudnya baldhatun thaibatun warobbul ghofur. dan sebagainya melalui keputusan tarjih Muhammadiyah yang berisikan para ulama. bangsa.Arti Muhammadiyah Dengan berbagai latar belakang diatas maka K. yang bersumber pada QS. bid‟ah dan kurafat) menjadi dua persoalan keagamaan yang dihadapi oleh muhammadiyah. muamalah.H. Maksud dan Tujuan Muhammadiyah Maksud dan tujuan muhammdiyah secara lengkap rumusannya seperti terdapat dalam anggaran dasar muhammadiyah.

nafas. lembaga peyuluhan dan lain-lain. perlawanan atas pemberontakan PKI 1948 dan 1965. semangat muhammadiyah dalam pengabdiannya kepada Allah SWT. Dan semua amal usaha muhammadiyah merupakan media bagi gerakan dakwah Islamiyah .agama dan pendidikan umum sebagai jembatan untuk menuntaskan kebodohan yang sedang diidap oleh umat Islam Indonesia. dengan masyarakat sebagai objek perjuangannya). Namun muhammadiyah secara organisasi tidak terlibat dalam agenda politik praktis. panti asuhan. yakni dakwah (menyuruh amar ma‟ruf nahi munkar. percetakan. apotik. Segala hal yang dilakukan oleh muhammadiyah di segala bidang di atas adalah semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam menuju masyarakat utama yang rahmatan lil „alamin. Ciri Perjuangan Muhammdiyah Ada 3 ciri dari perjuangan muhammadiyah 1) Muhammadiyah sebagai gerakan Islam.  Bidang politik kenegaraan Muhammdiyah berperan besar dalam pergerakan menjelang kemerdekaan. Ali Imron: 104 menjadi khittah dan sumber strategi perjuangan muhammadiyah. balai pengobatan. QS. klinik. maka didirikan rumah sakit. 2) Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar ma‟ruf nahi munkar. Gerakan Islam dijadikan sebagai ciri perjuangan Muhammdiyah sebagai telaah terhadap QS Ali Imron: 104 serta 17 ayat Al-Qur‟an lainnya yang didalamnya tergambar dengan jelas asal-usul ruh. maupun dalam menjaga kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam negara kesatuan republik Indonesia. jiwa. sehingga seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat  Bidang sosial kemasyarakatan Untuk memenuhi kebutuhan umat dan untuk keperluan da‟wah. paska kemerdekaan.

tetapi juga upaya Muhammadiyah untuk melakukan berbagai pembaharuan tata cara pelaksanaan ajaran Islam. dalam realitas sosial kemasyarakatan. dan lain sebagainya. daerah (kota/kabupaten). wilayah (propinsi) dan pusat (nasional). cabang (kecamatan). antara lain:  Majelis tarjih  Majelis hikmah  Majelis tablig  Majelis pendidikan dasar dan menengah  Majelis kebudayaan  Majelis pembina kesejahteraan social  Majelis pembina kesehatan  Majelis pembina ekonomi  Majelis wakaf dan kehartabendaan  Majelis pustaka  Majelis pendidikan tinggi dan litbang  Dan beberapa lembaga . Dalam hubungannya dengan salah satu ciri muhammadiyah sebagai gerakan tajdid.3) Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid (purifikasi dan reformasi) Sifat tajdid yang dikenakan pada gerakan muhammadiyah sebenarnya tidaklah hanya pada sebatas pengertian upaya memurnikan ajaran Islam dari berbagai penyimpangan ajaran Islam. Struktur organisasi dan ortom muhammadiyah Secara organisasional muhammadiyah memiliki struktur organisasi kepemimpinan berurutan dari tingkat ranting (tingkat desa). maka muhammadiyah dapat dinyatakan sebagai gerakan purifikasi dan gerakan reformasi. Sementara kepengurusan dalam muhammadiyah terdiri dari beberapa bidang (majelis).

4 tahun setelah Budi Utomo berdiri (1908) sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Indonesia modern awal. Sementara itu Ortom yang harus dibina di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (OTM) adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Tapak Suci Putra Muahammadiyah. Penggantinya KH. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Ikatan Remaja Muhammadiyah tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Nasyiatul Asyiyah. Muhammadiyah sudah mengambil peran bersama-sama organisasi perjuangan kemerdekaan lainnya untuk konsisten mencarikan jalan menuju kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah tetap pada khittahnya. yaitu pemuda Muahammadiyah. Muhammadiyah hadir sebagai penjaga moral bangsa. NU terlibat dalam politik praktis dan menjadi partai politik. Ketika pemilu 1955. Mas Mansur. Peran Muhammadiyah dalam Perjalanan Sejarah Bangsa Semenjak didirikan (1912). Begitu juga dengan Ki Bagus Hadi Kusuma yang banyak terlibat dalam perjuangan menjelang kemerdekaan 1945 dan beberapa tokoh lainnya bahkan terlibat dalam penyiapan konsep kemerdekaan Indonesia. dengan diberi kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Walupun secara kultural Muhammadiyah sangat dekat dengan partai . Pasca kemerdekaan. merupakan tokoh Muhammadiyah yang terlibat banyak dalam pendirian Partai Islam Indonesia (1938) dan berbagai aktifitas perjuangan kemerdekaan lainnya. ikut duduk sebagai pengurus Budi Utomo dan menjadi penasehat sarikat Islam. Ortom-ortom tersebut adalah : 1) Aisyiyah 2) Nasyiatul Aisyiyah (NA) 3) Pemuda Muhammadiyah (PM) 4) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 5) Iaktan Remaja Muhamadiyah (IRM) 6) Tapak Suci Putra Muhammadiyah Empat organisasi ortom.Disamping majelis dan lembaga. terdapat organisasi otonom (ortom) yang bernaung di bawah payung Muhammadiyah. Muhammadiyah tetap tampil secara konsisten dalam berbagai peranan dakwah dan peran sosialnya. KH Ahmad Dahlan misalnya.

 Muhammadiyah selalu terlambat merespon wacana pemikiran yang sedang berkembang. antara lain :   Menurunnya progresifitas gerakan dakwah akibat lemahnya penafsiran terhadap purifikasi (pemurnian) yang menjadi doktrin inti Muhammadiyah. antropologis. Walau sesungguhnya banyak kader Muhammadiyah ikut „bermain‟ dalam politik praktis (bergabung diberbagai partai politik) dan menjadi bagian dari birokrasi negara. bukan „low politik‟. Tetapi mengusung agenda „high politik‟. karena sebagaian besar tokoh-tokoh Masyumi adalah tokoh-tokoh Muhammadiyah juga. maupun perkembangan organisasi. Muhammadiyah selalu terlambat dalam membangun mitos baru terhadap realitas untuk menuntun warganya. Ketika PKI menjadi kekuatan politik dan idiologi yang kuat pada pertengahan 60an.  Menurunnya gerakan pemikiran (Intelektualisme) di Muhammadiyah yang berakibat serius pada perkembangan amal usahanya. demokrasi. post modernisme. misalnya wacana Islam liberal. . Sebelum diurai lebih jauh tentang arah dan peran Muhammadiyah ke depan. maka perlu kita urai bebrapa hal yang menjadi ganjalan di Muhammadiyah untuk melangkah lebih confiden ke depan.Masyumi. Sehingga akan melemahkan daya antisifasi terhadap perubahan. Peran Muhammadiyah bagi Indonesia Masa Depan. pluralisme. sehingga terlalu lama berkutat dengan mitos sinkretis. Dalam hal ini Muhammadiyah tertinggal dalam diskursus teologis. Sampai 32 tahun suharto berkuasa. sosiologis. Sementara perlawanan terhadap KKN tidak perlu menjadi mitos di Muhammadiyah. gender dan lain sebagainya. sosialisme relegius. Muhammadiyah tetap melihat sebagai Ormas islam yang tetap focus pada agenda social praktis yang menyentuh realitas masyarakat tanpa ikut tergoda untuk „bermain‟ dalam politik praktis. animis dan TBC. Muhammadiyah menjadi penghalang utama dan paling ditakuti untuk memasuknya pahampaham marxis dan komunis di Indonesia. post tradisionalisme. Muhammadiyah tidak tergiur untuk meninggalkan khittahnya sebagai gerakan sivil society.

sosial dan budaya. Muhammadiyah harus lebih memiliki keperdulian terhadap persoalan kemiskinan. politik dan budaya menjadi terpenuhi. sehingga agenda umat tidak terbengkalai. Sehingga nantinya Muhammaiyah memiliki metodologi dalam memahami idealitas maupun realitas empirik umat dengan nalar Muhammadiyah.  Muhammadiyah harus selalu memiliki ide-ide kreatif dalam menyikapi berbagai persoalan dan agenda bangsa.  Membangkitkan kembali etos intelektualisme di Muhammadiyah agar lebih tangap terhadap perubahan dan wacana pemikiran yang berkembang. tetapi tradisi lokal diakomodasi untuk dituntun pada akidah yang digariskan Al-Qur‟an dan Sunnah. politik.  Perlu dilakukan tafsir ulang terhadap konsep purifikasi (TBC) yang selama ini menjadi doktrin Muhammadiyah. Mulai dari persoalan pendidikan. . seperti tafsir terhadap gender. buruh. Hampir sebagain warga Muhammadiyah terhanyut dalam eforia politik. Sehingga eksodus pimpinan Muhammadiyah dan Ortom ke parpol menjadi fenomena tersendiri. ekonomi. petani. Sehingga agenda aktivisme di Muhammadiyah bersumber dan sejalan dengan etos intelektualisme. Tanpa bermaksud latah seperti arkoun dan al-jabiri dengan nalar „islam‟ dan nalar „Arab‟nya. Hal ini dilakukan agar lebih jernih melihat realitas keberagamaan ummat yang histories dan realitas. Sehingga Muhammadiyah tidak tercabut dari akar budaya bangsa masyarakat dan memiliki titik sentuh dengan berbagai lapisan keberagamaan ummat. persoalan social lainnya. Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting bagi eksistensi Muhammadiyah kedepan:  Memacu kembali progresifitas dan mempertajam arah gerakan dengan lebih respon terhadap perubahan dan realitas empirik ummat. dan HAM. Dakwah kultural bukan diartikan dengan menghalalkan tradisi sinkretis. Eforia politik paska revormasi (1998) membawa Muhammadiyah semakin dekat kegaris demarkasi politik praktis. animis dan TBC. pluralisme. karena disibukkan dengan agenda-agenda politik jangka pendek. sosiologis. demokrasi. hukum. Tuntutan umat dan warga terhadap persoalan eologis. Termasuk tafsir pemikiran Muhammadiyah terhadap wacana pemikiran yang berkembang.  Muhammadiyah harus tetap konsisten dengan khittah perjuangan untuk tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful