You are on page 1of 11

KOMPETENSI KUNCI AUDIT INTERNAL

Semua auditor internal harus menetapkan beberapa kompetensi kunci profesional, seperti kemampuan untuk melakukan wawancara audit yang efektif dan untuk beroperasi secara profesional dan kredibel dalam melakukan audit internal. Banyak daerah kompetensi kunci mencakup hal-hal di mana auditor internal harus belajar dengan baik sebelum memulai karir mereka dan bahkan ketika memperoleh pendidikan dasar.

13.1 Pentingnya Kompetensi Kunci Audit Internal Apa saja keterampilan yang penting dimiliki untuk menjadi auditor internal yang sukses? Ada banyak, dan mereka termasuk telah mencapai setidaknya gelar sarjana empat tahun dalam suatu area yang akan memberikan auditor baru suatu pemahaman tentang pentingnya proses bisnis serta kemampuan mengobservasi area-area operasi dan menggambarkan mereka melalui pendekatan tertulis dan verbal. Lebih penting dan bahkan lebih mendasar, auditor internal harus memiliki etika pribadi yang kuat dan komitmen kerja. Yaitu, ketika dikirim ke beberapa lokasi untuk melakukan tinjauan, auditor internal harus menjaga sikap profesional dan melakukan pekerjaannya dengan cara yang jujur dan etis. Hal-hal ini benar-benar mendasar dan perlu dibangun serangkaian kompetensi kunci auditor internal. Kompetensi kunci audit internal sebagai keterampilan yang diperlukan untuk melakukan audit internal yang efektif, meliputi:         Keterampilan wawancara. Keterampilan analisis. Keterampilan pengujian dan analisis. Keterampilan dokumentasi. Merekomendasikan hasil dan tindakan korektif. Keterampilan komunikasi. Keterampilan negosiasi. Komitmen untuk belajar.

baik dengan manajemen auditee atau rekan tim. periksa status dari penemuan dan rekomendasi terdahulu serta sistem yang berubah sejak saat itu. Berdasarkan penilaian risiko secara keseluruhan. 2. . termasuk mengidentifikasi tujuan audit. harus didasarkan pada beberapa persiapan dan perencanaan audit internal sebelum memulai pertemuan. 3. Memperkenalkan auditor internal yang akan melakukan tinjauan (review) aktual serta partisipan (peserta) auditee yang diharapkan. auditor harus mulai fokus terhadap persiapan wawancara. Berikut ini adalah daftar yang menguraikan masalah (issues) yang perlu dipertimbangkan ketika memperkenalkan audit internal yang baru di beberapa area yang mungkin pernah ditinjau di periode yang lalu : 1. Jika terdapat audit internal terdahulu dalam area/wilayah ini. Sebagai bagian penting dari keterampilan wawancara. Fungsi auditi internal menyusun beberapa rencana awal untuk audit internal. atau jenis audit internal lainnya. audit internal harus menguraikan pemilihan waktu dan tujuan dari perencanaan audit internal.2 Keterampilan Wawancara Auditor Internal Wawancara auditor internal dengan anggota manajemen auditee dan staf merupakan langkah awal yang penting dalam proses audit internal. tetapkan sebuah perjalanan yang melalui area operasi yang akan ditinjau (review). Semua pertemuan wawancara audit internal. Wawancara awal dan semua hal lain yang mengikuti adalah tahapan-tahapan kunci dalam proses audit internal. Hal-hal tersebut adalah tahapan pertama yang berharga untuk memulai audit internal dan untuk mengumpulkan informasi. apakah itu penilaian pengendalian internal. 4. Persiapan yang memadai adalah kuncinya. fungsi audit internal berencana untuk melakukan tinjauan terhadap beberapa area. dan sumber daya audit internal yang akan ditetapkan. Jika ini adalah perencanaan audit yang pertama dalam area ini atau jika terdapat perubahan yang signifikan sejak tinjauan (review) terakhir. Sasaran auditor internal harus menunjukkan tujuan dari tinjauan yang direncanakan dan pengetahuannya serta kualifikasi untuk audit internal yang direncanakan. auditor internal ditugaskan untuk bertemu dengan anggota yang ditunjuk oleh organisasi auditee untuk wawancara awal audit internal.13. Setelah pengenalan secara keseluruhan. waktu. Setelah wawancara auditee dijadwalkan. tinjauan proses operasional.

Untuk tinjauan periode waktu yang luas. Buat susunan sumberdaya yang tersedia untuk menyelesaikan berbagai pertanyaan atau masalah selama melaksanakan tinjauan. 10. 7. hak akses ke file utama. Menjelaskan proses audit internal yang diharapkan termasuk berbagai laporan perencanaan konsep (draft). kemampuan analitis mengacu pada kemampuan untuk memvisualisasikan. auditor internal mungkin akan diminta untuk mencari ketidakkonsistenan dalam beberapa laporan produksi. mengartikulasikan. Keterampilan tersebut mencakup demonstrasi kemampuan auditor internal dalam menerapkan pemikiran logis untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi. dan merumuskan rencana.3 Keterampilan Analitis Mengambil definisi dari sumber Web Wikipedia. • Ruang kerja audit internal dan koneksi telekomunikasi. dan memecahkan konsep dan masalah yang kompleks dan untuk mengambil keputusan yang masuk akal berdasarkan informasi yang tersedia. 9. untuk menempatkan serangkaian peristiwa dalam urutan yang tepat. atau dengan kritis membaca laporan status proyek dan mengidentifikasi kesalahan yang potensial. 8. dan perpustakaan fisik ( physical libraries). Untuk menguji keterampilan analisis. Sebuah tinjauan analitis biasanya mewajibkan . 6. dan mengirim laporan akhir. merancang dan pengujian solusi terhadap permasalahan. 12. mencakup : • • Hak untuk mengakses sumberdaya sistem IT dan arsip (files) Password sementara. 11. Sepanjang wawancara. Menindaklanjuti wawancara dengan memo ringkasan terperinci yang menguraikan pemilihan waktu (timing) audit yang potensial dan berbagai hal yang belum diselesaikan 13. waktu tanggapan yang diharapkan untuk rekomendasi audit.5. Meminta atau membuat susunan untuk bahan-bahan (materials) audit. Jadwalkan perencanaan audit sementara serta pertemuan wrap-up awal. jadwalkan pertemuan secara berkala. Menguraikan pemilihan waktu(timing) dari tahapan-tahapan tinjauan audit yang telah direncanakan. menyediakan waktu yang cukup untuk bertanya.

Evaluasi independen (independent evaluations). eksepsi dapat ditinjau dengan detail untuk memahami akar masalah dan menentukan pemecahan (resolution) yang mungkin. Sebagai kompetensi utama audit internal. Auditor internal harus menggunakan pendekatan analitis untuk menggambarkan penggunaan proses yang terdokumentasi dengan baik. untuk tiba pada keputusan dalam aktivitas internal audit. mengkaji. namun terkadang auditor internal menemukan bahwa teknik ini bermanfaat. yang cukup masuk akal. 5. Pengujian eksepsi atau defisiensi (exceptions or deficiency testing). Konfirmasi audit adalah contoh dari konfirmasi independen. Teknik ini umumnya digunakan oleh auditor eksternal.4 Keterampilan Pengujian dan Analisis Tantangan berikutnya dan kompetensi kunci yang dibutuhkan adalah memiliki kemampuan untuk menguji. 3. Untuk menjadi benar-benar analitis. Pendekatan pengujian ini digunakan terhadap proses-proses yang sulit untuk dibuktikan atau dikendalikan secara formal. . Pengujian kepatuhan membantu menentukan apakah pengendalian berfungsi sebagaimana mestinya. Uji kepatuhan (compliance tests). pengujian atau pengambilan sampel harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas. Berikut ini adalah beberapa alternatif pendekatan pengujian audit : 1. dan menilai bahan-bahan.auditor internal untuk meninjau beberapa bahan bukti audit dan kemudian menggunakan logika untuk memilih secara terpisah sebuah masalah dan datang dengan solusi. Observasi fisik (physical observation). 2. Pengujian terhadap ketepatan membantu menentukan apakah proses peninjauan mengukur atau menilai hal-hal dengan benar dan menghitung hasil secara tepat. Pengujian ketepatan (accuracy testing). 4. Jika sistem pelaporan menunjukkan kinerja yang kurang sempurna. 13. bagaimanapun juga. auditor internal perlu memikirkan tentang semua faktor yang terlibat dalam suatu situasi dan kemudian mengevaluasi plus dan minus dalam rangka untuk mengembangkan solusi yang direkomendasikan. Auditor Internal diharuskan untuk menggunakan proses analitis tersebut secara rutin dalam proses audit mereka.

tetapi semuanya juga seringkali menyebabkan . seorang auditor internal harus mengambil prosedur tindak lanjut apapun yang diperlukan. sifat dan penyebab kesalahan. Di dunia elektronik sistem pengolah kata dan database yang kuat. kertas kerja audit. dokumentasi yang kadang-kadang bisa keluar dari tangan. Setelah melakukan sampel per tujuan audit yang ditetapkan. kadang-kadang terjadi.Tidak peduli metode apa yang dipilih. jika tepat. auditor internal harus selalu mengambil langkah yang tepat untuk memastikan bahwa sampel yang mereka uji merupakan gambaran dari keseluruhan populasi yang sedang mereka analisis. dan kemudian melaporkan hasil ini adalah kompetensi utama audit internal. Auditor Internal harus selalu berhati-hati dalam menganalisis dan mendokumentasikan hasil sampel uji mereka. apakah catatan informal dari pertemuan. Pemahaman dari proses pengambilan sampel dan pengujian merupakan kompetensi kunci audit internal CBOK. Namun. menarik sampel item yang menarik untuk memastikan apakah tujuan audit telah terpenuhi. Setelah auditor internal telah memilih sampel dan melakukan pengujian audit internal. hasilnya harus dianalisis.5 Keterampilan Dokumentasi dari Auditor Internal Auditor Internal memiliki tantangan besar dalam penyusunan dokumentasi yang bermakna dan bermanfaat untuk semua pekerjaan mereka. proses penetapan tujuan audit. Mungkin jenis aliran dokumen yang dilampirkan ini menyediakan informasi yang diperlukan dan mendukung. laporan audit akhir yang dikeluarkan. Mereka harus mengabdikan setiap upaya untuk memastikan bahwa hasil pengujian merupakan gambaran dari keseluruhan populasi item yang ditinjau. Auditor internal memiliki kebutuhan yang berkelanjutan untuk mengembangkan keterampilan pekerjaan audit dokumentasi yang kuat. Bila diindikasikan hasil audit tidak benar. beberapa bahkan memiliki lampiran yang lebih. Suatu persyaratan yang terkait kompetensi utama audit internal adalah analisis hasil pengujian. auditor internal harus meninjau hasil untuk setiap kemungkinan kesalahan yang terdeteksi dalam sampel untuk menentukan apakah benar-benar terjadi kesalahan dan. yang menggambarkan beberapa area kepentingan audit dengan beberapa pesan pendukung yang dilampirkan. dan seterusnya. Dokumentasi menjadi tantangan ketika lampiran pendukung pertama memiliki lampiran sendiri. 13. Mungkin setiap auditor internal telah menerima pesan pengolah word yang berorientasi dokumentasi.

Menetapkan kunci (locks) dan aturan keamanan untuk mesin portabel. Memonitor kepatuhan (compliance). standar-standar ini harus konsisten dengan standar departemen IT. Menetapkan peraturan lampiran (attachment) e-mail. dan backup. E-office yang digunakan di sini merujuk pada sebagian besar word processing. Menggunakan pengendalian keamanan berbasis password dengan mengupdate secara teratur. Backup.ambiguitas dan masalah. Membatasi penggunaan personal. tetapi tujuannya harus selalu mendukung upaya audit internal secara keseluruhan. 3. 9. 6. Membangun template dan menetapkan gaya protokol. Di luar komentar mengenai e-documentation audit internal yang efektif. spreadsheet. Fungsi audit internal harus menetapkan beberapa standar praktik terbaik untuk dokumentasi elektronik internalnya sendiri. 11. 12. Berikut ini beberapa praktek terbaik dokumentasi e-office audit internal. Menetapkan gaya peraturan e-mail. e-mail. Menetapkan prosedur pengendalian perbaikan (revision) file. 2. Menggunakan dan memonitor perangkat antivirus dan firewall secara aktif. dan bentuk dokumentasi elektronik lainnya yang akan dibutuhkan oleh fungsi audit internal untuk mendukung kerja audit internalnya di luar binder kertas kerja formal dan laporan audit yang dikeluarkan baik dalam kantor audit maupun sistem laptop auditor. Membangun kesadaran keamanan. 1. 8. Menulis narasi dan deskripsi. 5. 10. Menetapkan standar hardware and software.backup. 4. Jika dimungkinkan. semua auditor internal harus mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang kuat dalam mendokumentasikan setiap aspek dari pekerjaan mereka. . 7. Beberapa standar praktek terbaik untuk meningkatkan kualitas dokumentasi audit internal adalah : 1.

Mewajibkan pengguna untuk menyuguhkan permintaan dokumentasi. Membangun pemahaman di seluruh audit internal terhadap kebutuhan untuk dokumentasi pendukung yang kuat. 5. Menulis sedikit dokumen. • • • Menggunakan pendekatan evolusioner untuk memperoleh feedback untuk material Membuat dokumentasi secara berkelanjutan. Menentukan kapan mendokumentasikan. • • Dokumentasi dengan sebuah tujuan. • Menggunakan apapun yang diperlukan untuk memajukan transfer informasi dan komunikasi. Menentukan apa yang didokumentasikan. paling tidak saling melengkapi. Mengupdate dokumentasi secara teratur. 4. 2. • Menghasilkan dokumentassi yang terkait dengan sistem dengan menggunakan hyperlink jika tepat. • Mendokumentasikan pengamatan atau pelaksanaan konsep audit tetapi tidak menggambarkan asumsi atau ide-ide yang spekulatif . Hal-hal umum • • • Selalu menyadari bahwa dokumentasi adalah suatu persyaratan. 3. Fokus terhadap kebutuhan pengguna. Penyederhanaan (simplification) • • • • Membuat dokumentasi secara sederhana tetapi tidak terlalu sederhana. Menempatkan informasi di tempat yang paling tepat. .• Menggambar seluruh pekerjaan dalam gaya narasi dengan demikian pihak luar dapat meninjau beberapa bahan di sini dan memahami aktivitas atau proses. Mempertunjukkan informasi kunci dengan memasukkan ringkasan dan deskripsi singkat jika diperlukan.

yang sesuai. atau bahkan tindakan pemerintah. Auditor internal di semua tingkatan harus mengembangkan kompetensi untuk memikirkan pekerjaan mereka. kurangnya persiapan dokumentasi atau ketidakakuratan bisa mempermalukan atau bahkan membahayakan perusahaan dan merusak baik fungsi audit internal maupun auditor internal. itu selalu penting bagi auditor internal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan . dapat dikenakan pengungkapan atau tinjauan lain. perintah pengadilan. untuk membahas apa yang salah. dan untuk mengembangkan beberapa rekomendasi untuk tindakan perbaikan yang efektif. 13. tetapi semua auditor internal harus memikirkan pekerjaan audit mereka dalam hal ini pertanyaan terkait:     Apa tujuan dari audit atau pelatihan ini? Apa yang ditemukan? Mengapa hasil temuan audit tersebut tidak benar atau tidak sesuai? Apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesalahan atau kerusakan pengendalian ini?  Apa rekomendasi audit internal untuk tindakan korektif? Proses ini merupakan bagian yang sangat banyak dari audit internal. auditor eksternal. di semua tingkatan. Auditor Internal harus selalu mengingat bahwa dokumentasi mereka. staf auditor akan melalui latihan ini hanya sebagai bagian dari catatan kertas kerja. Dalam beberapa kasus. Dalam semua kasus. auditor internal perlu memiliki keterampilan kunci untuk merangkum hasil audit. seluruh anggota tim audit harus mampu menjelaskan temuan audit dan membuat rekomendasi untuk perbaikan.• Menyediakan pelatihan persiapan dokumentasi untuk seluruh anggota tim audit internal. Sementara laporan audit dan rekomendasi mereka sering hanya menjadi tanggung jawab senior. auditor internal atau chief audit executive. Tentu saja.6 Hasil Rekomendasi dan Tindakan Korektif Sebuah peran yang sangat penting – mungkin yang paling penting – auditor internal adalah melaporan hasil kerja audit dan mengembangkan dan membuat rekomendasi yang kuat untuk tindakan korektif. Apakah itu permintaan dari anggota komite audit.

Meninjau bukti dan membuat rekomendasi audit yang tepat dapat menjadi sangat sulit jika temuan audit meliputi area yang rumit atau berpotensi tidak jelas. tetapi mereka selalu memiliki latar belakang dan dukungan untuk menjelaskan temuan audit yang diusulkan. . auditor internal di semua tingkatan harus menyadari negosiasi yang tidak selalu antara dua orang: Hal ini dapat melibatkan auditor internal dengan beberapa anggota dari kelompok auditee. meninjau. Namun.8 Keterampilan Negosiasi Auditor Internal Apakah itu menyangkut rekomendasi yang dikembangkan dalam laporan audit atau saat meninjau bukti audit. auditor terkadang bisa salah. apakah itu tatap muka.dengan jelas dan cukup sederhana bahwa penerima dapat memahami masalah dan sifat dari tindakan korektif yang disarankan. merupakan area kompetensi yang sangat penting bagi seluruh auditor internal. Auditor Internal harus berkomunikasi dalam rangka untuk menegosiasikan masalah / argumen. Negosiasi adalah sesuatu yang kita lakukan sepanjang waktu. auditor internal di semua tingkatan harus mengembangkan keterampilan dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam perusahaan tentang pekerjaan mereka yang sesuai dan untuk membantu orang lain untuk memahami nilai dari audit internal. Untuk alasan itu. tidak hanya untuk tujuan bisnis atau audit internal. Auditor Internal sering menghadapi perbedaan pendapat selama tinjauan. dan memiliki akses ke informasi yang berpotensi rahasia dalam jumlah besar. 13. Auditor internal biasanya menerima. sangat penting bahwa pengendalian keamanan yang kuat akan ditempatkan di semua file audit internal dan data yang disimpan. di telepon. dengan temuan dan rekomendasi yang bermakna. Komunikasi ini dapat terjadi di tempat kerja pada semua tingkatan.7 Keterampilan Komunikasi Auditor Internal Persiapan laporan audit internal yang efektif. Auditor Internal di semua tingkatan harus mengembangkan keterampilan untuk membahas dan menyajikan temuan-temuan audit dan rekomendasi audit internal terkait. atau secara tertulis. Negosiasi biasanya merupakan metode kompromi untuk menyelesaikan argument atau masalah. Namun. auditor internal akan menghadapi banyak area di mana manajemen dan orang lain akan tidak setuju dengan asumsi atau temuan potensial auditor. 13.

Kadang-kadang auditor internal akan menghadapi situasi di mana manajemen auditee ingin melawan audit internal pada setiap poin. atau dalam beberapa cara lain. Ini bisa menjadi sangat penting ketika berbagai macam unit atau lokasi terlibat dalam proses ini. tidak peduli seberapa sepele atau seberapa kuat temuan audit. Informasi. Jika auditee tidak setuju. 2. Setiap negosiasi mempunyai biayanya sendiri. Mengembangkan rencana negosiasi sementara. melalui mediator. Auditor Internal harus menyadari bahwa setiap jenis temuan audit. dan bagaimana Anda akan bernegosiasi. Membuka Penawaran. tidak peduli bagaimana tampaknya tidak penting. 3. 4. Apa masalahnya? Ini penting terutama ketika memulai tinjauan terhadap apa yang mungkin menjadi perdebatan dalam laporan audit. Audit internal mungkin mengalihkan staf dan waktu manajemennya untuk bertemu dan bernegosiasi. di mana. Logistik. 5. Kapan. 6. Beberapa elemen dari proses negosiasi adalah: Fase 1 : Memulai negosiasi – Prapersetujuan 1. 8. Negosiasi apa yang diharapkan? Apakah akan bernegosiasi secara face to face. 7. Anggaran. Evaluasi leverage (pengaruh) atau kekuatan negosiasi relatif Anda dan leverage (pengaruh) pihak lain pada permulaan. Evaluasi leverage. Hubungan. tetapi harus selalu berhak untuk mengatakan sesuatu yang salah dan perlu dilaporkan. Auditor internal harus mengembangkan keterampilan untuk bernegosiasi dan berkompromi pada beberapa item atau area.Auditor Internal di semua tingkatan harus belajar keterampilan negosiasi selama mereka menyelesaikan laporan audit dan menyiapkan rekomendasi. Analisis. Apa penawaran terbaik yang dapat anda berikan? . Sasaran dan Ekspektasi. dapat dilihat sebagai kritik oleh manajemen auditee. Jenis negosiasi. Fase II : Persetujuan. Rencana. hal ini dapat ditutup dalam tanggapan terhadap laporan audit dan interaksi dengan komite audit jika diperlukan. 1. Informasi apa yang anda butuhkan dari pihak lain? 2. Mempelajari sebanyak yang anda bisa mengenai isu atau masalah audit yang akan didiskusikan. Membentuk hubungan dengan auditee dan lawan anda.fax.

13. Resolusi. Semua auditor internal harus merangkul komitmen untuk belajar terus-menerus dan berkelanjutan sebagai kompetensi yang sangat penting. Taktik.9 Komitmen Auditor Internal untuk Belajar Sebuah kompetensi kunci auditor internal yang sangat signifikan adalah semua auditor internal harus mengembangkan komitmen yang kuat untuk belajar di luar 40 jam persyaratan pendidikan berkelanjutan untuk auditor internal bersertifikat. . 3. Dalam meringkas(wrapping up) sebuah pertemuan penting untuk membicarakan kepentingan dan kebutuhan pokok dari pihak – pihak. Penawaran Kemudian. Logistik. dengan tekanan pada persetujuan dan perubahan yang direncanakan oleh kedua belah pihak. Konsesi apa yang akan anda buat? Bagaimana anda akan membuatnya? 6. Bagaimana anda harus menyesuaikan rencana negosiasi anda ketika merespon tindakan yang tidak diantisipasi dari lawan anda? 4. Jenis taktik apa yang akan anda gunakan? Taktik apa yang digunakan oleh lawan anda terhadap anda? 5. seperti juga iklim politik dan peraturan di mana perusahaan beroperasi. Bagaimana dan kapan anda akan menutup negosiasi? 2. Bisnis dan teknologi yang selalu berubah.3. Menyiapkan dokumentasi terperinci yang menggambarkan sesi. Dokumentasi. Implementasi. Apakah audit internal setuju untuk membuat beberapa perubahan dalam draft laporan audit dan auditee setuju untuk mengubah beberapa praktek yang dipersoalkan. 4. Apa cara terbaik untuk memecahkan masalah? Fase III : Penutup 1. Konsesi. Penutupan emosional.