Boby Shé

1

SISTEM KARDIOVASKULER
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem sirkulasi, yang berperan dalam homeostatis dengan berfungsi sebagai sistem transportasi tubuh, yang terdiri dari: 1) Jantung; yang berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah untuk menimbulkan gradien tekanan yang diperlukan agar darah dapat mengalir ke jaringan. 2) Pembuluh Darah; berfungsi sebagai saluran untuk mengarahkan dan mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan kemudian mengembalikan ke jantung. 3) Darah; berfungsi sebagai medium transportasi tempat bahan-bahan yang akan disalurkan, dilarutkan atau diendapkan. Fungsi sistem kardiovaskuler, yaitu: Transportasi dan pertukaran gas (O2 dan CO2) Transportasi nutrien dan hormon Membawa dan mengeluarkan sisa matabolisme Memelihara keseimbangan cairan tubuh Regulasi suhu tubuh

Darah berjalan secara kontinu melalui sistem sirkulasi ke dan dari jantung melalui dua lengkung vaskuler terpisah, keduanya berawal dan berakhir di jantung, yang terdiri atas: 1) Sirkulasi paru; terdiri dari lengkungan pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah antara jantung dan paru. Darah dari jantung sebelah kanan yang beisi CO 2 dibawa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis dan darah yang kaya oksigen dibawa oleh darah dari paru ke jantung sebelah kiri melalui vena pulmonalis. 2) Sirkulasi sistemik; terdiri dari pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah antara jantung dan sistem organ. Darah dari jantung sebelah kiri dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta dan darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung melalui vena cava superior ke jantung sebelah kanan.

Boby Shé

2

JANTUNG/COR
Jantung adalah organ berotot berongga yang bentuknya mirip pyramid dan terletak di rongga toraks sekitar garis tengah antara sternum atau tulang dada di sebelah anterior dan vertebra di sebelah posterior atau terletak di dalam pericardium di mediastinum pada intercosta kiri kedua sampai kelima dengan posisi oblique (miring). Berat jantung sekitar 250-350 gr yang biasanya sebesar kepala tangan masing-masing individu.

Permukaan jantung Jantung memiliki tiga permukaan: 1) Facies sternocostalis (anterior); terutama dibentuk oleh atrium detrum dan ventriculus dexter, yang dipisahkan oleh

Boby Shé

3

sulcus atrioventriculus. Pinggir kanannya dibentuk oleh atrium dexter dan pinggir kirinya oleh ventriculus sinister dan sebagian auricula sinistra. 2) Facies diaphragmatica (inferior); terutama dibentuk oleh ventriculus dexter dan sinister yang dipisahkan oleh sulcus interventriculus posterior. Permukaan inferior atrium dextrum, tempat bermuara vena cava inferior, juga ikut membentuk facies diaphragmatica. 3) Basic cordis/facies posterior; terutama bermuara empat venae pilmonales. Basic cordis dihubungkan dengan pembuluh-pembuluh darah besar dan terletak bebas di dalam pericardium dab terletak berlawanan dengan apex cordis. Apex cordis dibentuk oleh ventriculus sinister, mengarah ke bawah, depan, dan kiri. Apex terletak setinggi spatium intercostale V sinistra, 9 cm dari garis tengah. Pada daerah apex biasanya dapat dilihat dan diraba pada orang hidup. Dinding jantung Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan berbeda, yaitu: 1) Endokardium; adalah lapisan tipis endotelium, suatu jaringan epitel unik yang melapisi bagian dalam seluruh sistem sirkulasi, di sebelah dalam. 2) Miokardium; adalah lapisan tengah yang terdiri dari otot jantung, membentuk sebagian besar dinding jantung. 3) Epikardium; adalah suatu membran tipis di bagian luar yang membungkus jantung.

1) Endokardium; lapisan ini berbentuk poligonal gepeng dan lapisannya kontinu yang menutupi permukaan dalam jantung, termasuk katub. Sedangkan subendotel dari endokardium mengandung serat kolagen, serat elastis, substansia dasar amorf yang mengandung proteoglikan dan glikoprotein, fibroblas dan dan sel otot polos.

Boby Shé

4

2) Miokardium; lapisan ini memiliki anyaman serabut elastis di antara sel-sel otot jantung, dan pada ventrikel serat elastisnya sedikit dan mimiliki trabeculae carnae.

3) Epikardium; lapisan ini terdiri dari jaringan ikat jarang, serat kolagen dan jaringan lemak. Epikardium dibungkus oleh perikardium viseral dan mesotel selapis gepeng.

Jantung terbungkus di dalam kantung perikardium membran berdinding ganda. Perikardium adalah sebuah kantong fibroserosa yang membungkus jantung dan pangkal pembuluh-pembuluh besar. Fungsinya membatasi pergerakan jantung yang berlebihan secara keseluruhan dan menyediakan pelumas sehingga bagian-bagian jantung yang berbeda dapat berkontraksi. Perikardium terletak di dalam mediasternum medius, posterior terhadap corpus sterni dan cartilagines costales II dan IV. Perikardium terdiri lapisan luar kantung (pericardium fibrosum) yaitu membran fibrosa yang kuat yang melekat ke partisi jaringan ikat yang memisahkan paru. Perlekatan ini membuat jantung tetap diposisi dalam dada. Dan kantung bagian dalam (perikardium serosum) dilapisi oleh

Boby Shé

5

suatu membran yang mengeluarkan cairan perikardium encer yang menghasilkan pelumasan untuk mencegah gesekan antara lapisan-lapisan perikardium ketika jantung berdenyut. Perikardium serosum mempunyai lamina parientalis (membatasi perikardium fibrosum dan melipat di sekeliling pangkal pembuluh-pembuluh darah besar untuk melanjutkan menjadi lamina visceralis pericardium serosum yang meliputi permukaan jantung) dan lamina visceralis (berhubungan erat dengan jantung dan sering dinamakan perikardium). Otot jantung Secara mikroskopis otot jantung digambarkan, sbb:

-

Serabut dengan gambaran garis-garis melintang Sel-sel digabung membentuk serabut dengan batas yang dinamakan discus intercalatus Bentuk sel silindris bercabang, membentuk gambaran sebagai anyaman Setiap sel berinti satu di tengah Dibungkus endomysium Tidak terbentuk fasciculus

. Sifat dasar otot jantung: Inherent rhythmycity ( chronotropic ) adalah kesanggupan jantung dengan cara otomatis dan secara periodik merangsang dirinya sendiri. sarkonema dan lempeng-lempengnya. baik dari jaringan kusus penghantar rangsang maupun dari ototnya. yaitu dari segi antara hubungan miofilamen halus dan tebal. Contractility ( ionotropic ) adalah kemampuan jantung untuk berkontraksi. Conductivity ( dromotropic ) adalah kesanggupan jantung untuk menghantar rangsang. Secara mikroskopis otot jantung memiliki persamaan dengan otot rangka. Dan berbeda adalah pada susunan mitrokondria dan sarkoplasmic retikulum yang menyebabkan: – – – Berkas miofilamen dalam membentuk miofibril tidak tegas batasnya. T tubules lebih besar dan terdapat pada setiap lempeng z. Exitability ( bathmotropic ) adalah kemampuan jantung untuk dirangsang.Boby Shé 6 Disribusi otot jantung yaitu pada dinding jantung dalam bentuk myocardium dan secara fisiologi kontraksinya di luar kesadaran. Sarcoplasmic reticulum berbentuk pipa yang beranyaman.

yang sering mendapatkan tekanan mekanis. 2) Gap junction. yang dihubungkan oleh saluran-saluran penghubung kecil yang dikenal sebagai konekson. . Pada duktus interkalatus terdapat dua bagian yang berbeda.Boby Shé 7 Tiap sel otot jantung saling berhubungan untuk membentuk serat yang bercabang-cabang.20 nm mencakup daerah luas: fascia adherens. yaitu: 1) Desmosom. bertindak sebagai pemancang titik untuk mengaitkan sel-sel. misalnya jantung. yang ditandai dengan garis berkelok-kelok/berigi-rigi dengan dua struktur yang berbeda: o mirip struktur desmosom dengan celah 15 . dengan sel-sel yang berdekatan dihubungankan ujung ke ujung pada struktur khusus yang dikenalkan sebagai diskus interkalatus (intercalated disc). 2) Pars lateralis. yaitu: 1) Pars transversalis. terdapat dua jenis pertauatan membran. Ini merupakan daerah-daerah dengan resistensi listrik yang rendah dan memungkinkan potensial aksi menyebar dari satu sel jantung ke sel di dekatnya. Duktus interkalatus berfungsi untuk merambat impuls dan mempererat hubungan antar sel. Ini merupakan sejenis taut lekat yang secara mekanis menyatukan sel-sel banyak dijumpai di jaringan. Pars transversalis Pars lateralis Di dalam sebuah diskus interkalatus. yang mirip struktur gap junction yang mencakup daerah luas. o mirip tight junction (celah 2 nm) untuk impuls. merupakan filamen-filamen yang komposisinya belum diketahui menonjol dari membran plasma dua sel yang berdekatan tetapi tidak saling bersentuhan. merupakan sebuah celah antara dua sel yang berdekatan.

Fungsi Pergerakan dalam dll tubuh Pergerakan isi di dalam Memompa darah ke luar jantung kaitannya organ-organ berongga dengan lingkungan Kontrol persarafan Bentuk sel luar dan Volunter dan saraf Involunter somatik Bentuk memanjang perifer otonom sel Bentuk dan sel saraf Involunter dan saraf otonom spindel Bentuk sel dan shaped cell dan nukleus bercabang-cabang dan nukleus satu di tengah nukleus banyak di satu di tengah Batas jantung . mata. dinding organ berongga saluran pencernaan. reproduksi.Boby Shé 8 Perbedaan otot rangka. yaitu: Karakteristik Lokasi Otot Rangka Melekat ke tulang Otot Polos Otot Jantung Pembuluh darah. polos dan jantung. Hanya jantung folikel rambut.

Muara atrium dextrum: Vena cava superior bermuara pada bagian atas atrium dextrum yang mengembalikan darah ke jantung dari setengah bagian atas tubuh yang tidak memiliki katup. Sinus coranarius yang mengalir sebagaian besar darah dari dinding jantung bermuara ke dalam atrium dextrum. di antara vena cava inferior dan atrioventriculare detrum. Jantung dibagi menjadi septa ventrikal (empat ruang). Trabeculae carnae terdiri dari: . yang dilindungi oleh katup rudimeter. auricula. Atrium dextrum terletak anterior terhadap atrium sinistrum dan ventrculus dexter anterior terhadap ventriculus sinister.Boby Shé 9 Batas kanan jantung dibentuk oleh atrium dextrum. sisi kanan dan kiri jantung berfungsi sebagai pompa yang terpisah. tempat ini disebut infundibulum. Vena cava inferior bermuara pada bagian bawah atrium dextrum yang mengembalikan darah ke jantung dari setengah bagian bawah tubuh yang tidak memiliki katup. ventriculus dexter dan ventriculus sinister. Dinding ventrikel terdiri dari rigi-rigi menonjol yang disebut trabeculae carnae. atrium sinistrum. batas kiri oleh auricula sinistra dan di bawah oleh ventriculus sinister. yang pada permukaan dalamnya berbentuk rigi disebut crista terminalis. Waktu rongga mendekati ostium trunci pulmonalis bentuknya berubah menjadi corong. ventriculus dexter berhubungan dengan atrium dextrum melalui ostium atrioventriculare dextrum dan dengan truncus pulmonalis melalui ostium trunci pulmonalis. Batas bawah terutama dibentuk oleh ventriculus dexter tetapi juga oleh atrium dextrum dan apex oleh ventriculus sinister. 2) Ventriculus dexter. Tempat pertemuan atrium kanan dan auricula kanan terdapat sulcus ventrikal. yaitu atrium dextrum. Ruang-ruang jantung Secara anatomis jantung adalah satu organ. Ostium atrioventriculare detrum terletak anterior terhadap muara vena cava inferior dan dilindungi oleh valva tricuspidalis. 1) Atrium dextrum. sulcus terminalis. terdiri atas rongga utama dan sebuah kantong kecil.

ventriculus dexter kresentik (bulan sabit) karena penonjolan septum interventriculus ke rongga ventriculus dexter. yang menonjol ke dalam. hal ini dikarenakan tekanan darah di dalam ventriculus sinister enam kali lebih tinggi dibandingkan tekanan darah di dalam ventriculus dexter. Terdapat trabecula carneae yang berkembang baik. terdiri dari rongga utama dan auricula sinistra. Ostium atrioventriculus sinistrum dilindungi oleh valva mitralis. Atrium sinistrum terletak di belakang atrium dextrum dan membentuk sebagian besar basis atau facies posterior jantung. Empat venae pulmonales. 3) Atrium sinistrum. puncaknya dihubungkan oleh talitali fibrosa (chordae tendineae) ke cuspis valva tricuspidalis. ventriculus sinister berhubungan dengan atrium sinistrum melalui ostium atrioventriculus sinistrum dan dengan aorta melalui ostium aortae. dan bebas pada bagian tengahnya. - Yang ketiga hanya terdiri atas rigi-rigi yang menonjol. . salah satunya adalah trabecula septomarginalis yang menyilang rongga ventrikel dari septa ke dinding anterior dan membawa fasiculus atriventriculus crus dextrum yang merupakan bagian dari sistem konduksi jantung. 4) Ventriculus sinister. melekat melalui basisnya pada dinding ventrikel. - Yang kedua melekat dengan ujungnya pada dinding ventrikel. dua masing-masing paru-paru bermuara pada dinding posterior. verticulus sinister berbentuk sirkular.Boby Shé - 10 Yang pertama adalah musculi papillares. dan bebas pada bagian ventrikel. tetapi tidak terdapat septomarginalis. Pada penampang melintang. Dinding ventriculus sinister tiga kali lebih tebal dari pada dinding ventriculus dexter. Di belakang atrium sinistrum terdapat sinus obliquus pericardii serosum dan pericardium fibrosum memisahkannya dari oesophagus. Bagian ventrikel di bawah ostium aortae disebut vestibulum aortae. dan tidak mempunyai katup.

Jantung berfungsi sebagai pompa ganda dengan membuntuti setetes darah melalui satu sirkuit lengkap. dan pembuluh-pembuluh yang mengangkut darah menjauhi ventrikel menuju ke jaringan adalah arteri. Dari arteri pulmonalis kemudian masuk ke arteriole pulmonalis dan selanjutnya ke kapiler pulmonalis guna mengganti CO 2 dengan O2. Setelah dari kapiler pulmonalis. yang memompa darah dari jantung. Dari vena pulmonalis darah masuk ke atrium sinister. Ventrikel dexter kemudian memompa darah ke arteri pulmonalis melalui katup pulmonalis (semilunaris kanan) yang selanjutnya ke paru. kemudian darah akan masuk ke ventrikel sinister melalui katup AV kiri atau katup bikuspidali/mitral. karena separuh kanan jantung menerima oksigen rendah sementara sisi kiri jantung menerima dan memompa darah beroksigen tinggi. Darah akan dipompa oleh ventrikel sinister ke aorta melalui katup aorta (semilunaris kiri) untuk di distribusikan ke seluruh tubuh (termasuk jantung) kecuali paru. darah yang kaya akan O2 kemudian masuk ke venule pulmonalis dan akhirnya ke vena pulmonalis.Boby Shé 11 Pada jantung atria (jamak atrium) menerima darah yang kembali ke jantung dan memindahkannya ke ventrikel. Septum sangat penting. Kemudian dari atrium dexter mengalir ke dalam ventrikel dexter melalui katup atrioventrikel (AV) kanan atau katup trikuspidalis. Darah yang mengalami deoksigenasi (telah diambil O2 dan ditambahi CO2) yang kembali dari sirkulasi sistemik masuk ke atrium dexter melalui vena cava superior dan inferior. suatu partisi otot kontinu yang mencegah pencampuran darah dari kedua sisi jantung. Pembuluh yang mengembalikan darah dari jaringan ke atria adalah vena. . Kedua belahan jantung dipisahkan oleh septum.

yaitu didorong oleh tekanan ventrikel yang tinggi untuk membuka ke arah yang berlawanan ke dalam atrium. selama ventrikel berkontraksi dan mengosongkan isinya. menarik ke bawah korda tendine yang membuat katup AV tertutup. yang berfungsi untuk mencegah katup berbalik. Sirkulasi janin Pada janin terdapat dua jalan sirkulasi dua jalan pintas. otot papilaris juga berkontraksi. Katup akan tertutup apabila ventrikel melemas dan tekanan ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. yaitu: . Sedangkan pada katup semilunaris akan terbuka ketika tiap-tiap tekanan ventrikel kanan dan kiri melebihi tekanan aorta dan arteri pulmonalis. tepi-tepi daun katup AV diikat oleh tali fibrosa yang tipis namun kuat yang dikenal dengan nama korda tendine (chordae tendineae). yang menonjol dari permukaan dalam ventrikel. Tali-tali ini berjalan dari tepi daun katup dan melekat ke otot papilaris (papillary muscle). Ketika ventrikel berkontraksi. Katup yang tertutup mencegah darah mengalir dari arteri kembali ke ventrikel.Boby Shé 12 Pada katup AV.

Sisa darah diatrium kanan yang tidak segera dialihkan ke atrium kiri mengalir ke vantrikel kanan. suatu pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis dan aorta ketika keduanya keluar dari jantung. Duktus arteriosus. Sedangkan duktus arteriosus kolaps dan akhirnya degenerasi menjadi untai ligamentum tipis yang dikenal sebagai ligamentum arteriosum. Karena perbedaan tekanan antara atrium kanan dan kiri. sirkulasi sistemik juga mengalirkan darah melalui arteri umbilikalis agar terjadi pertukaran dengan darah ibu melalui plasenta. darah dialihkan dari arteri pulmonalis ke dalam aorta melalui duktus arteriosum. Selain itu. Karena tekanan di arteri pulmonalis lebih besar daripada tekanan di aorta. Ligamentum arteriosum Fosa Ovalis . tekanan di separuh kanan jantung dan sirkulasi paru lebih tinggi daripada di separuh kiri jantung dan sirkulasi sistemik. karena tingginya resistensi yang diakibatkan oleh rapu yang kolaps. Dan ketika dikembalikan ke atrium kanan dari sirkulasi sistemik. sebagian darah campuran yang beroksigen cukup kembali ke atrium kanan segera disalurkan ke atrium kiri melalui foramen ovalis. yang memompa darah ke dalam arteri pulmonalis. darah beroksigen tinggi dibawa dari plasenta melalui vena umbilikalis dan diteruskan ke dalam vena cava inferior janin. suatu lubang di septum antara atrium kanan dan kiri. Pada sirkulasi janin. darah yang bercampur dari vena umbilikalis (darah beroksigen tinggi) dan vena yang memiliki darah yang beroksigen rendah yang kembali ke janin. Selama masa janin. Setelah lahir foramen ovale akan menutup dan menjadi jaringan parut kecil yang dikenal sebagai fosa ovalis. mengabaikan paru yang nonfungsional.Boby Shé - 13 Foramen ovale. Sehingga. sebagian besar darah yang dipompa ke luar dari ventrikel kanan yang ditujukan ke sirkulasi paru segera dialihkan ke dalam aorta dan disalurkan ke sirkulasi sistemik.

99 % berupa sel kontraktil. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri. sbb: yang . Umumnya jantung berkontraksi secara ritmik sekitar 70-90 denyut permenit pada orang dewasa dalam keadaan istirahat. Sel-sel jantung mampu mengalami otoritmisitasi ditemukan lokasi-lokasi.Boby Shé 14 Aktivitas Listrik Jantung Kontraksi sel otot jantung untuk mendorong darah dicetuskan oleh potensial aksi yang menyebar melalui membran sel-sel otot. yang melakukan kerja mekanis memompa darah dan dalam keadaan normal tidak menghasilkan sendiri potensial aksi. 1 % berupa sel otoritmik. suatu sifat yang dikenal sebagai otoritmisitas. tidak berkontraksi tapi mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi ke sel-sel kontraktil agar bisa berkontraksi. 2. Terdapat dua jenis khusus sel otot jantung: 1.

Penyebaran impuls tersebut dipermudah oleh jalur penghantar atrium khusus. jalur antaratrium dan jalur antarnodus.Boby Shé 15 1) Nodus sinoatrium (SA). 3) Nodus atrioventrikel (AV). Kemudian potensial aksi yang dihasilkan nodus SA. potensial aksi . menyebar ke dua atrium. Sel-sel jantung yang memiliki kecepatan pembentukan potensial aksi tertinggi terletak di nodus SA. melingkari ujung bilik ventrikel. Dari nodus AV. tepat di atas pertautan atrium dan ventrikel. tempat berkas tersebut bercabang membentuk berkas kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui septum. 2) Jalur internodus. yaitu 70-80 potensial aksi/menit dan biasa disebut sebagai pemacu jantung (pacemaker). sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di dasar atrium kanan dekat septum. Nodus AV adalah satu-satunya titik tempat potensial aksi dapat menyebar dari atrium ke ventrikel. dan kembali ke atrium di sepanjang dinding luar. serat-serat terminal halus yang berjalan dari berkas HIS dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting pohon. terletak di dinding atrium menghubungkan nodus SA dan nodus AV yang mendistribusikan potensial aksi pada sel kontraktil atrium. Sekali potensial aksi timbul di salah satu sel otot jantung. suatu jaras sel-sel khusus yan berasal dari nodus AV dan masuk ke septum antara ventrikel. Nodus SA dalam keadaan normal memperlihatkan kecepatan otoritmisitas tertinggi. daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat lubang (muara) vena cava superior. 5) Serat purkinje. 4) Berkas HIS (berkas atrioventrikel). potensial aksi timbul tersebut akan menyebar ke seluruh miokardium melalui gap junction dan sistem penghantaran khusus.

tercapainya ambang batas.Boby Shé 16 menyebar cepat ke seluruh ventrikel. sebuah sel otoritmik memiliki kemampuan untuk depolarisasi (penurunan potensial membran dari potensial istirahat) secara spontan. Pada saat ini setelah mencapai ambang batas. yang menghasilkan potensial pacemaker. . diperlancar oleh sistem penghantar ventrikel khusus yang terdiri berhas HIS dan serat-serat purkinje. Ca2+ akan masuk ke dalam (influks) sel yang mengubah potensial asksi ke arah positif pada dalam sel. Potensial Aksi Sel Otoritmik dan Sel Kontraktil Potensial aksi sel otoritmik 1) Potensial pacemaker. 2) Depolarisasi dan pemutaran potensial membran. Pada saat ini terjadi penurunan siklus fluks pasif K+ keluar sel dan masuknya Na+ secara lamban ke dalam sel. dimulainya potensial aksi yang dimulai dengan berlanjutnya depolarisasi dan pemutaran potensial membran. Akibat pemasukan dan pengeluaran ion ini maka di dalam sel menjadi kurang negatif.

pengembalian sel untuk potensial membran istirahat dan sel secara spontan memulai dengan lambat depolarisasi lagi dan serangkaian pengulangan. Potensial aksi sel kontraktil 1) Depolarisasi. yang menyebabkan di dalam sel menjadi negatif. kemudian tejadi pemasukan Na+ dari luar sel yang mengakibatkan di dalam sel menjadi positif yang dikenal dengan depolarisasi. . Pada saat ini terjadi pemasukan Na+ dan Ca2+ dari sel otoritmik melalui gap juntion.Boby Shé 17 3) Repolarisasi. dan terjadi repolarisasi. tercapainya ambang batas. Pada saat ini terjadi pengeluaran (eflkus) K + dari sel dan pompa Na+/K+ (Na+ keluar dan K+ masuk). potensial aksi dimulai dengan depolarisasi.

Pada waktu yang sama K+ dari dalam sel keluar dari sel. Ca+2 yang di dalam sel menyebabkan teradinya kontraksi sel. akibatnya sel kontraktil menjadi relaks. arteri coronaria dextra berasal dari sinus anterior aortae dan berjalan ke depan di antara truncus pulmunalis dan auricula dextra. dimulainya repolarisasi dan potensial membran kembali ke posisi istirahat. sebagian . yang berasal dari aorta ascendens tepat di atas valva aortae. 1) Arteri coronaria dextra. Perdarahan dan persarafan jantung Jantung mendapatkan darah dari arteri coronaria dextra dan sinistra. Dan selama repolarisasi terjadi juga pompa Na+/K+.Boby Shé 18 2) Plateau. selama periode pletau. Pada saat ini. sehingga di dalam sel menjadi negatif atau repolarisasi. Pada saat ini saluran untuk Ca+2 terbuka yang mengakibatkan Ca+2 keluar dari dalam sel yang. pergerakan ion keluar seimbang dan potensial membran tidak berubah banyak. 3) Repolarisasi. Cabang-cabang arteria coronaria dextra mendarahi atrium dextrum dan ventriculus dexter. Sedangkan Ca+2 yang berada di dalam sel kemudian dipompa ke luar sel dan ke dalam retikulum sarkoplasma. akibat depolarisasi menyebabkan Ca +2 dari luar sel dan retikulum sarkoplasmik masuk ke dalam sel.

Ramus coni arteriosi. dan septum atrioventriculare. dan bagian anterior septum interventiculare. 2) Arteri coronaria sinistra. Ramus ventricularis anterior dan posterios mendarahi venticulus sinister dan rami atriales mendarahi atrium sinitrum. Ramus marginalis sinister merupakan cabang besar yang mendarahi batas kiri venticulus sinister dan turun sampai apex cordis. Ramus marginalis dexter adalah cabang yang terbesar dan sepanjang pinggir bawah facies costalis untuk mencapai apex cordis. yang mendarahi permukaan anterior dan lateral atrium dextrum. yang mendarahi sebagian besar atrium sinister. biasanya ada dua dan mendarahi facies diaphragmatica ventriculus dexter. Ramis circumflexus: pembuluh ini melingkari pinggir kiri jantung di dalam sulcus atrioventricularis. Rami atriales. arteri ini berjalan menuju apex pada sulcus interventriculare posterior. Ramus ini mendarahi ventriculus dexter dan sinister. Sedangkan untuk vena.Boby Shé 19 atrium sinistrum dan ventriculus sinister. dan septum ventriculare sinister. yang berjalan ke bawah di dalam sulcus interventricularis anterior menuju apex cordis. dan memberikan cabang ke ventriculus dexter dan sinister. Rami ventriculares posterior. dinding inferior. permuaan popsterior kedua atrium dextrum dan sinistrum. Rami ventriculares anterior. Cabangcabangnya: Ramus interventricularis posterior (descendens). Pembuluh ini bermuara ke atrium . jumlahnya dua atu tiga dan mendarahi facies anterior ventriculus dexter. yang mendarahi facies anterior conus pulmonalis dan bagian atas dinding anterior ventriculus dexter. yang biasanya lebih besar dibandingkan arteria coronaria dextra. Arteri ini berasal dari posterior kiri sinus aortae ascendens dan berjalan ke depan di antara truncus pulmonalis dan auricula sinistra. Cabang-cabangnya: Ramus interventriculais anterior (descendens). ventriculus sinister. posterior septum ventriculare. sebagian besar dinding dari jantung mengalir ke atrium kanan melalui sinus coronarius yang terletak pada bagian posterior sulcus atrioventricularis dan merupakan lanjutan dari vena cardiaca magna.

Akibatnya. Jantung dipersafari oleh serabut simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom melalui plexos cardiacus yang terletak di bawah arcus aortae. sehingga . Saraf simpatis berasal dari bagian cervicale dan thoracale bagian atas truncus symphaticus. Serabut-serabut postganglionik simpatis berakhir di nodus SA dan nodus AV. Jantung normal berdenyut sekitar 70-90 kali per menit pada orang dewasa yang sedang istirahat. Pada akhir diastol ventrikel. atrium juga masih dalam keadaan diastol. Siklus jantung Siklus jantung terdiri dari periode sistol (kontraksi dan pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian jantung). Sedangkan serabutserabut postganglionik parasimpatis berakhir pada nodus SA. nodus AV dan arteriae coronariae. sbb: Selama diastol ventrikel dini. Terjadinya satu siklus jantung. akibatnya tekanan atrium sedikit melebihi tekanan ventrikel. nodus SA mencapai ambang dan membentuk potensial aksi. sedangkan pada bayi yang baru lahir sekitar 100-150 kali per menit. serabut-serabut otot jantung dan arteriae coronaria. Hal ini menyebabkan katup AV terbuka dan darah mengalir ke ventrikel selama diastol ventrikel.Boby Shé 20 dextrum sebelah kiri vena cava superior. Vena cardiaca media dan vena cardiaca parva merupakan cabang sinus coronarius. volume ventrikel perlahan-lahan meningkat bahkan sebelum atrium berkontraksi. dan persarafan parasimpatis berasal dari nerveus vagus.

Pada saat tekanan ventrikel melebih tekanan aorta. sehingga katup AV tetap terbuka. Pada saat ini kontraksi atrium dan pengisian ventrikel telah selesai. yang besarnya sekitar 65 ml. Karena semua katup tertutup. Kemudian tekanan aorta meningkat ketika darah dipaksa berpindah dari ventrikel ke dalam aorta lebih cepat daripada darah mengalir ke pembuluh-pembuluh yang lebih kecil di ujung yang lain. tidak ada darah yang masuk atau keluar ventrikel selama waktu itu. yang memeras lebih banyak darah ke ventrikel.Boby Shé 21 terjadi depolarisasi atrium yang menimbulkan kontraksi atrium. Volume ventrikel berkurang secara drastis sewaktu darah dengan cepat dipompa keluar. yaitu: 1. Setelah eksitansi atrium. Preload: peregangan ventrikel sesaat sebelum kontraksi. yang besarnya sekitar 135 ml. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi volume sekuncup (SV). Jumlah darah yang tersisa di ventrikel pada akhir sistol ketika fase ejeksi usai disebut sebagai volume sistolik akhir (end sistolic volume=ESV). EDV). tekanan ventrikel harus terus meningkat sebelum tekanan tersebut dapat melebihi tekanan aorta untuk membuka tekanan aorta. Diastol ventrikel berakhir pada awal kontraksi ventrikel. . dalam keadaan normal hanya separuh darah yang terkandung di dalam ventrikel dari jumlah pada akhir diastol dipompa ke luar selama sistol. Setelah itu. impuls berjalan melalaui nodus AV dan sistem penghantar khusus untuk meransang ventrikel. Pada saat pengaktifan ventrikel terjadi atau penginduksian kontraksi ventrikel. tekanan ventrikel segera melebihi tekanan atrium yang mendorong katup AV tertutup. kontraksi atrium telah selesai. Hal ini menunjukan permulaan sistol ventrikel. tekanan atrium tetap lebih sedikit tinggi daripada tekanan ventrikel. Sistol ventrikel mencakup periode kontraksi isovolumetrik dan fase injeksi (penyemprotan) ventrikel. Interval ini dikenal sebagai periode kontraksi ventrikel isovolumetrik (isovolumetric=volume dan panjang konstan). Ventrikel tidak mengosongkan diri secara sempurna selama penyemprotan. Selama kontraksi atrium. katup aorta dipaksa membuka dan darah mulai menyemprot. Ketika kontraksi ventrikel dimulai. Sedangkan jumlah darah yang dipompa ke luar dari setiap ventrikel pada setiap kontraksi dikenal dengan volume/isi sekuncup (stroke volume=SV). Volume darah di ventrikel pada akhir diastol dikenal sebagai volume diastolik akhir (end diastolic volume.

Selama diastol ventrikel tahap akhir. Meskipun tekanan ventrikel turun tetapi katup AV belum terbuka. Afterload: tekanan di dalam pembuluh darah yang harus dihadapi oleh ventrikel ketka memompakan darah. sehingga atrium berada dalam diastol sepanjang sistol ventrikel. Repolasasi atrium dan depolarisasi ventrikel terjadi secara bersamaan. hal ini dikarenakan tekanan ventrikel masih lebh tinggi daripada tekanan atrium. Darah terus mengalir dari vena pulmonalis ke dalam atrium ke dalam atrium kiri. Penutupan katup aorta menimbulkan gangguan atau takik pada tekanan aorta disebut takik dikrotik (dicritic notch). Pada akhir sistol ventrikel terjadi repolarisasi. Kontraktiliti: kekuatan kontraksi ventrikel.Boby Shé 22 2. Hal ini juga menyebabkan semua katup tertutup dalam waktu yang singkat yang dikenal sebagai relaksasi ventrikel isovolumetrik. ketika ventrikel mulai berelaksasi. Kemudian pengisian ventrikel melambat yang mengakibatkan tekanan atrium mulai turun. . katup AV terbuka dan pengisian ventrikel terjadi kembali. sewaktu pengisian ventrikel berlangsung lambat. Sewaktu tekanan ventrikel turun di bawah tekanan atrium.diastol ventikel mencakup periode relaksasi ventrikel isovolumetrik dan fase pengisian ventrikel. Volume sekuncup setara dengan volume diastolik akhir dikurangi volume sistolik akhir [SV = EDV – ESV]. Tidak ada darah yang masuk atau keluar selama relaksasi ventrikel dan tekanan terus turun. mula-mula pengisian ventrikel berlangsung cepat karena peningkatan tekanan atrium akibat penimbunan darah di atrium. Selama ini vena-vena pulmonalis ke dalam atrium kiri dan melalui katup AV yang terbuka ke dalam ventrikel kiri. dengan kata lain perbedaan antara volume di ventrikel sebelum kontraksi dengan volume setelah kontraksi adalah jumlah darah yang disemprotkan selama kontraksi. Dengan demikian. tekanan ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan katup aorta menutup. Akibatnya tekanan atrium meningkat katup AV terbuka pada akhir sistol ventrikel. darah yang terkumpul di atrium selama sistol ventrikel dengan cepat mengalir ke ventrikel. 3. nodus SA kembali mengeluarkan potensial aksi dan silkus jantung dimuali kembali.

bernada yang lebih tinggi. dan mungkin disebabkan oleh meluncurnya darah ke dalam ventrikel.Boby Shé 23 Bunyi jantung dan murumur jantung Ada beberapa bunyi jantung yang berkaitan dengan pompa jantung. yang merupakan awal kontraksi ventrikel ketika tekanan ventrikel lebih pertama kali melebihi tekanan atrium atau menandakan awitan sistol ventrikel. lebih singkat dan tajam. Bunyi ini berkaitan dengan penutupan katup AV. 2) Bunyi jantung kedua. Bunyi ini timbul pada waktu atrium berkontraksi. Bunyi ini terjadi pada awal sepertiga bagian tengah diastol yang disebabkan oleh bolak-baliknya darah antara dinding-dinding ventrikel yang dicetuskan oleh masuknya darah dari atrium. bernada lemah dan bergemuruh. biasanya frekuensinya rendah sekitar 20 siklus/detik atau kurang. 3) Bunyi jantung ketiga. Bunyi katup berkaiatan dengan penutupan katup semilunaris. sering terdengar seperti ”LUP”. bernada rendah. lunak dan relatif lama. sering terdengar seperti ”DUP”. 4) Bunyi jantung keempat/bunyi atrium. yang merupakan awal relaksasi ventrikel ketika ventrikel kiri dan kanan turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis atau menandakan permulaan diastol ventrikel. yaitu: 1) Bunyi jantung pertama. sehingga menimbulkan getaran. .

Bunyi jantung abnormal atau murmur (bising jantung). lub-murmur-dup) mengisyaratkan murmur sistolik. lup-dup-murmur) mengisyaratkan murmur diastolik. area pulmonal terletak di atas arteri pulmonal dan area trikuspid di atas ventrikel kanan dan area mitral di atas apeks jantung. Murmur yang tidak berkaitan dengan patologi jantung. Bunyi murmur menandakan apakah murmur tersebut bersifat stenotik (bunyi siulan) atau insufiensi (bunyi derik). Katup insufisien. yang sering disebut murmur fungsional lebih sering dijumpai pada orang berusia muda. . biasanya karena tepitepi daun katup mengalami jaringan parut dan tidak pas satu sama lain. biasanya berkaitan dengan penyakit jantung. Jika suatu murmur yang terjadi antara bunyi jantung pertama dan kedua (lub-murmurdup. Tempat untuk mendengarkan bunyi katup aorta terletak di atas aorta. Penyebab tersering malfungsi katup adalah: Katup stenotik. sedangkan apabila suatu murmur terjadi antara kedua dan pertama (lup-dup-murmur.Boby Shé 24 Tempat untuk mendengarkan bunyi jantung tidak tepat di atas katup yang akan didengarkan. adalah katup yang tidak menutup sempurna. adalah katup yang kaku dan menyempit dan tidak membuka secara sempurna.

yaitu: Kecepatan denyut jantung per menit (Heart Rate=HR) Volume sekuncup/volume darah yang dipompa per denyut (Stroke Volume=SV) Jadi secara sederhana cardiac output dirumuskan: [CO = HR x SV] Kecepatan denyut jantung terutama ditentukan oleh pengaruh otonom pada nodus SA. Saraf-saraf itu antara lain: 1) Saraf parasimpatis. penutupan perlambatan penutupan saluran mempercepatn penurunan saluran . (peningkatan depolarisasi K+ dan permeabilitas K+) (penurunan K+ ke dan ambang. hal ini karena jantung dipersarafi oleh kedua sistem saraf otonom yang dapat memodifikasi kecepatan serta kekuatan kontraksi. saraf ini mempersarafi atrium. 2) Saraf simpatis. CO) adalah jumlah darah yang dipompa ke dalam aorta oleh jantung setiap menit atau volume darah yang dipompa oleh tiap-tiap ventrikel per menit.Boby Shé 25 Waktu murmur Murmur sistolik BJ I – murmur – BJ II Murmur bersiul Sternosis katup semilunaris Murmur berderik Sternosis katup AV Karakteristik Jenis murmur Gangguan katup Jenis murmur Gangguan katup Curah jantung dan kontrol Murmur diastolik BJ II – murmur – BJ I Murmur bersiul Sternosis katup AV Murmur berderik Sternosis katup semilunaris Curah jantung (cardiac output. Ada dua faktor yang mempengaruhi CO. walaupun untuk memulai kontraksi tidak memerlukan stimulasi saraf. saraf parasimpatuis ke jantung yaitu saraf vagus terutama yang mempersarafi nodus SA dan AV sedangkan untuk ventrikel tidak signifikan. Efek sistem saraf otonom pada jantung dan struktur dan struktur yang memperngaruhi jantung Daerah yang terpengaruhi Nodus SA Efek stimulasi parasimpatis Efek stimulasi simpatis Penurunan kecepatan Peningkatan kecepatan depolarisasi permeabilitas K+) ke ambang. termasuk nodus SA dan AV serta banyak mempersarafi ventrikel.

Boby Shé 26 kecepatan denyut jantung peningkatan kecepatan denyut ekstabilitas arus masuk Nodus AV Penurunan jantung ekstabilitas Peningkatan (peningkatan permeabilitas K+). suatu hormon yang memperkuat efek sistem saraf simpatis pada jantung. yang jika diaplikasikan pada jantung panjang awal serat otot jantung (preload) sebanding dengan volume akhir diastol (EDV). Ini dapat diartikan jika semakin besar otot jantung yang diregangkan sampai panjang optimal sewaktu pengisian jantung. (meningkatkan AV Tidak ada efek nodus AV Mengingkatkan meningkatkan purkinje kotraktilitas Peningkatan peningkatan perlambatan nodus Ca+2). maka jumlah darah yang dipompa keluar dari aorta akan semakin besar atau semakin besar EDV maka semakin besar pula SV. penurunan perlambatan Jalur penghantar ventrikel ekstabilitas. dalam hukum ini dijelaskan bahwa energi kontraksi sebanding dengan panjang awal serat otot. memperkuat kontraksi Peningkatan kotraktilitas (meningkatkan permeabilitas Ca+2). (meningkatkan Otot ventrikel melemahkan kontraksi Tidak ada efek Ca+2). melalui yang kekuatan kontraksi mekanisme Medula adrenal (suatu Tidak ada efek kelenjar endokrin) Vena Tidak ada efek balik jantung Frank- meningkatkan Starling Hukum Frank-Straling merupakan salah satu hukum yang mempengaruhi pompa jantung. memperkuat kontraksi Mendorong sekresi epinefrin. hantaran melalui berkas HIS dan sel Otot atrium Penurunan kotraktilitas permeabilitas (mempersingkat potansial aksi). . oleh medula adrenal Meningkatkan aliran vena.

Namun. Penyebab pengaruh ini kemungkinan karena panas meningkatkan permeabilitas otot terhadap ion. yang menghasilkan menyebabkan kelemahan. terdiri dari: Arteri pulmonalis membawa darah beroksigen rendah ke paru. menyingkirkan zat-zat sisa dan menyampaikan sinyal hormon.Boby Shé 27 Jika terjadi peningkatan suhu. lapisan paling luar berupa serat-serat kolagen. peningkatan proses peransangan sendiri. serat kolagen. Pada sirkulasi paru yang membawa darah dari jantung ke paru dan kemudian kembali ke jantung. lapisan tengah berupa sel-sel otot polos. 3. Kapiler pulmonalis dalam paru adalah khusus untuk pertukaran gas. Pembuluh darah dilapisi oleh. peningkatan temperatur yang lama akan melemahkan sistem metabolik jantung dan Pembuluh darah/Vaskuler Sistem surkulasi berperan dalam homeostratis dengan berfungsi sebagai sistem transportasi tubuh. Di sini. 1. Tunica intima. serat elastis dan beberapa sel jaringan ikat lainnya. Sebaliknya jika penurunan temperatur juga menurunkan frekuensi denyut jantung sampai beberapa denyut per menit. . maka frekuensi denyut jantung kadang-kadang meningkat dua kali frekuensi denyut normal. Tunica media. jaringan ikat longgar dan mungkin mengandung lemak. Pembuluh darah mengangkut dan mendistribusikan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan O2 dan nutrien. seperti pada orang demam. 2. Tunica adventisia. lapisan paling dalam berupa sel-sel endotel dan membran basalis. darah melepaskan CO2 dan mengambil O2.

Sebenarnya semua sel menerima dan melepaskan metabolit. di mana darah beroksigen tinggi meninggalkan jantung dan masuk aorta. tetapi karena adanya friksi (resistensi).Boby Shé - 28 Vena pulmonalis megembalikan darah beroksigen tinggi ke jantung. Kontraksi jantung menimbulkan tekanan terhadap darah. tekanan berkurang sewaktu mengalir melalui suatu pembuluh. ada suatu arteri elastis. Vena menerima darah dari venula dan membawanya kembali ke jantung. F = Laju aliran darah melalui suatu pembuluh ΔP = Gardien tekanan R = Resistensi pembuluh darah Gradien tekanan atau perbedaan antara tekanan tekanan permulaan dan akhir suatu pembuluh adalah gaya dorong utama aliran dalam pembuluh. darah mengalir dari suatu daerah dengan tekanan tinggi ke daerah tekanan yang lebih rendah sesuai penurunan gradien tekanan. . semakin besar pula laju aliran darah melalui pembuluh tersebut. Laju aliran (flow rate) darah melintasi suatu pembuluh (yaitu. vena mencurahkan isinya ke vena cava superior dan inferior. Ini menyebabkan semakin besar gradien tekanan yang melintasi pembuluh. vena terbesar dalam tubuh. Areriole adalah arteri yang lebih kecil yan dipercabangkan dari arteri muskular kecil dan membawa darah ke suatu jala–jala kapiler yang beranatomosis luas. yaitu. Kapiler adalah cabang sistem kardiovaskuler yang terkecil dan terdapat banyak serta putus-putus di jaringan perifer. Dekat jantung. volume darah yang lewat pe satuan waktu) berbanding lurus dengan gradien tekanan dan berbanding terbalik dengan resistensi vaskuler: [F = ΔP/R]. tekanan akan lebih di permulaan daripada di akhir pembuluh. Sedangkan pada sirkulasi sistemik yang mensuplai darah ke seluruh bagian tubuh lainnya. Venula adalah pembuluh kecil yang menerima curahan dari jala-jala kapiler dan membawanya ke vena. Karena tekanan semakin turun di sepanjang pembuluh. yang berdifusi melalui dinding kapiler. terdiri dari: Arteri elastis. Aorta bercabang menjadi jala-jala arteri muskular yang rumit yang mendistribusikan darah ke bagian utama tubuh.

Semakin tinggi viskositas maka semakin besar resistensi. jika semakin panjang pembuluh darah maka semakin besar luas permukaan dan semakin besar resistensi terhadap aliran. maka darah akan makin sulit melintasi pembuluh darah. mengacu pada friksi yang timbul antara molekul suatu cairan sewaktu mereka bergesek satu sama lain selama cairan mengalir. karena resistensi perbanding terbalik dengan jari-jari pangkat empat. Dan viskositas dipengaruhi oleh konsentrasi protein plasma dan jumlah sel darah merah yang beredar. Apabili resistensi meningkat. yaitu: Viskositas (kekentalan) darah. gradien tekanan harus meningkat setara agar laju aliran tidak berubah. Jika semakin tinggi resistensi terhadap aliran. semakin elastis suatu pembuluh maka akan semakin rendah resistensi. Hubungan antara struktur pembuluh darah dengan sifat aliran darah . sehingga aliran berkurang (selama gradien tekanan tidak berubah). [R α 1/r4] Elastisitas pembuluh darah. Panjang pembuluh.Boby Shé 29 Resistensi yaitu ukuran hambatan terhadap aliran melalui suatu pembuluh yang ditimbulkan oleh friksi (gesekan) antara cairan yang mengalir dan dinding pembuluh yang stasioner. darah dengan volume tertentu berkontak dengan lebih banyak permukaan daripada di pembuluh besar. sehingga resistensi akan meningkat. karena di pembuluh berukuran kecil darah. Jari-jari pembuluh. cairan mengalir lebih deras melalui pembuluh yang berukuran besar daripada melalui pembuluh yang lebih kecil. Selain perubahan kecilpada jari-jari pembuluh menyebabkan perubahan bermakna pada aliran. Resistensi darah dipengaruhi oleh tiga faktor.

kadang-kadang sel otot polos o Sedikit serabut kolagen. fibroblas. terdiri dari o Jaringan pengikat longgar. serat kolagen.70 lembar lamina elastica berjarak: 5 µm . Secara mikroskopis arteri besar: 1.Boby Shé 30 Arteri besar Pembuluh ini mempunyai lumen besar dan dinding yang relatif tipis (sekitar 10% dari diameter) dan mengandung banyak elastis di tunika media. Tunica media (tebal: 500 µm) adventitia) Membrana elastica interna (memisahkan intima dari media) 40 . Tunica intima Banyak sel Endotel Lapisan sub-endotelial. elastis dan fibroblas 2. Membrana elastica externa (tipis yang membatasi media dari .15 µm Celah-celah diisi: sel otot polos.

a. a. Subclavia. fibroblas 2. 1. a. serabut kolagen memanjang.Boby Shé 3. Tunica intima Endotel Lapisan subendotel: jaringan pengikat dengan kadang-kadang sedikit sel-sel otot polos Membrana elastica interna: mencolok (bergelombang) Lapisan jaringan otot polos dapat mencapai: 40 lapisan. Tunica adventitia (tipis) - 31 Jaringan pengikat . Carotis communis. Subclavia. Tunica adventitia . Anonima. Tunica media 3. Di antara lapisan otot polos terdapat lapisan elastis bercampur serat retikuler Otot polos tersusun melingkar Membrana elastica externa Mungkin lebih tebal daripada tunica media Serat-serat elastis. Arteri sedang/arteri Arteri mengkhususkan diri berfungsi sebagai jalur cepat untuk menyampaikan darah dari jantung ke jaringan (karena radiusnya besar. kolagen memanjang. vasa vasorum (pembuluh darah kecil) Contoh arteri besar: aorta. a. resistemsi arteri terhadap aliran darah rendah) dan berfungsi sebagai resevoir tekanan untuk menghasilkan gaya pendorong bagi darah sewaktu jantung mengalami relaksasi.

volume darah yang masuk arteri dari jantung lebih besar daripada volume darah yang meninggalkan arteri untuk mengalir ke pembuluh-pembuluh yang lebih kecil di hilir. Dan ketika jantung melemas dan berhenti memompa darah ke dalam arteri.Boby Shé Vasa vasorum 32 Arteri muskular membawa darah ke organ. Pada saat darah dipompa ke dalam arteri-arteri saat sistol ventrikel. Recoil ini mendorong kelebihan darah yang terkandung di dalam arteri-arteri ke dalam pembuluh di hilir yang memastikan bahwa darah tetap mengalir ke jaringan sewaktu jantung beristirahat dan tidak sedang memompa darah ke dalam sistem. maka memungkinkan arteri muskular untuk secara aktif melakukan konstriksi dan relaksasi yang diatur oleh serat vasomotor. dinding arteri yang tergangu secara pasif kembali ke bentuk semula (recoil). . karena relatif memiliki lebih banyak otot polos dan sedikit elastin daripada arteri elastis pada tunika media. Sifat elastis menyebabkan arteri dapat membesar/mengembang untuk secara sementara menampung kelebihan volume darah ini dan menyimpan sebagian energi tekanan yang ditimbulkan oleh kontraksi jantung di dinding mereka yang teregang. Sedikit perubahan pada diameter pembuluh darah secara luas mempengaruhi aliran dan tekanan darah. karena pembuluhpembuluh kecil tersebut memiliki resistensi terhadap aliran yang lebih besar.

Boby Shé 33 Tekanan darah. sementara darah terus meninggalkan mereka. Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan minimum di dalam arteri sewaktu darah mengalir keluar ke pembuluh di hilir selama diastol. biasanya dapat dihitung dengan rumus: [TAR = tekanan diastolik + (1/3 tekanan sistolik)]. sementara hanya sekitar 1/3 darah dari jumlah tersebut yang meninggalkan arteri masuk ke arteriol-arteriol. Apabila tekanan darah 120/80. tidak ada darah yang masuk ke dalam arteri-arteri. Sedangkan tekanan arteri rata-rata (TAR) yaitu tekanan rata-rata yang bertanggung jawab mendorong darah maju ke jaringan selama seluruh siklus jantung. rata-rata 80 mmHg. Selama diastol. . terdorong oleh recoil elastik. volume sekuncup darah masuk ke arteri-arteri dari ventrikel. Denyut yang dapat diraba di sebuah arteri yang berada dekat dengan permukaan kulit yang ditimbulkan oleh perbedaan tekanan sistolik dan diastolik di sebut dengan tekanan nadi (pulse presure). gaya yang dihasilkan oleh darah terhadap dinding pembuluh bergantung pada volume darah yang terkandung di dalam pembuluh dan compliance/daya regang (distensibility) dinding pembuluh yang bersangkutan. Jadi tekanan sistolik adalah tekanan maksimum yang ditimbulkan di arteri sewaktu darah disemprotkan masuk ke dalam arteri selama sistol. Selama sistol ventrikel. maka tekanan nadi adalah 40 mmHg (hasil dari 120-80 mmHg). rata-rata 120 mmHg.

Otot polosnya juga peka terhadap perubahan kimiawi lokal dan terhada beebrapa hormon dalam sirkulasi. Tunica intima Endotel Lamina basalis tipis Lapisan sub-endotelial tipis dengan serat elastis dan retikuler Membrana elastica interna tipis Paling banyak dua lapis otot polos melingkar Jaringan pengikat longgar tipis 2. Tunica media 3. Penurunan ini membantu membentuk perbedaan tekanan yang mendorong aliran darah dari jantung ke berbagai organ di hilir. resistensi arteriole yang tinggi menyebabkan penurunan mencolok tekanan rata-rata ketika darah mengalir melalui pembuluh-pembuluh ini. Dinding arteriole mengandung sedikit jaringan ikat elastik.Boby Shé Arteriole 34 Arteriole adalah pembuluh resistensi utama pada vaskuler 1. Tunica adventitia Berbeda dengan resistensi arteri yang rendah. Resistensi arteriole juga berperan mengubah pergeseran tekanan sistolik ke diastolik yang fluktuatif menjadi tekanan nonfluktuatif di kapiler. . namun lapisan otot polosnya tebal dan banyak dipersarafi saraf simpatis. dan apabila arteriole berkontraksi. lingkaran pembuluh dan jari-jarinya menajdi kecil sehingga resistensi meningkat dan aliran pembuluh berkurang.

panas akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi sedangkan dingin akan menyebabkan vasokontriksi. Peningkatan aktivitas simpatis menimbulkan vasokontriksi arteriole umum. kontrol ini mencakup pengaruh saraf dan hormonal. sehingga aliran darah ke jaringan berubah melalui efek otot polos jaringan arteriole. peningkatan CO2. b) Pengeluaran histamin. terdiri dari a) Perubahan metabolik lokal. b) Respons miogenik terhadap peregangan. sedangkan penurunan aktivitas simpatis menyebabkan vasodilatasi arteriole umum. Hal ini penting untuk menyesuaikan aliran darah dengan kebutuhan metabolik jaringan tempat pembuluh tersebut. sedangkan penurunan peregangan akan menyebabkan penurunan tonus miogenik pembuluh. peningkatan osmolaritas. dan pengeluaran prostaglandin. peningkatan K+. adalah perubahan-perubahan di dalam suatu jaringan yang mengubah jari-jari pembuluh. Fisik. melalui efek relaksasi otot polos arteriole. Sedangkan hormon-hormon yang mempengaruhi jari-jari arteriole yang mencakup hormon medula adrenal adalah epinefrin (vasodilatasi) dan norepinefrin (vasokontriksi). histamin menybabkan vasodilatasi di suatu tempat yang cidera. yang secara umum mempengaruhi sistem saraf simpatis di sebagian jaringan. dan hormon vasopresin dan angiotensin II yang penting dalam mengontrol keseimbangan cairan. dengan efek sistem simpatis. pengeluaran adenosin. otot polos berespons terhadap peregangan dengan meningkatkan tonus miogenik. .Boby Shé 35 Faktor-faktor yang mempengaruhi otot polos pada arteriole. perubahan metabolik lokal yang mempengaruhi relaksasi otot polos (vasodilatasi). 2) Kontrol ekstrinsik. yaitu: Penurunan O2. terdiri dari: a) Panas dan dingin. Pengaruh lokal bersifat: Kimiawi. yaitu: 1) Kontrol lokal (instrinsik).

yaitu: a) Kapiler kontinu (somatik) b) Kapiler berfenestra berdiafragma (viseral) c) Kapiler berfenestra tanpa diafragma d) Kapiler sinusoid Fungsi kapiler. sel. memiliki percabangan yang luas sehingga terjangkau oleh semua sel. biasanya terdapat lapisan sel endotel dengan membrana basalis dan pada beberapa tempat terdapat di luar endotel ada perisit. Setiap kapiler memiliki panjang sekitar 0.1 mm.Boby Shé 36 Kapiler Kapiler adalah tempat pertukaran bahan-bahan antara darah dan jaringan. gas. yaitu: • Sebagai transportasi yang melalui dinding karena permeabilitas dinding kapiler.25 mm . kecuali: 50 mm dan panjang totalnya sekitar 96 000 km. dengan cara Melintasi membran sel Gelembung pinosit . Ada beberapa tipe kapiler. Strukturnya bervariasi. metabolit. dalam hal ini untuk pertukaran bahan.

adalah kapiler yang paling sering dan tersebar luas. Struktur: • • Sel endotel tidak berfenestra Sel endotel memiliki gelembung pinositik yang berfungsi makromolekul Penyebaran: • • • • Jaringan otot Jaringan pengikat Kelenjar eksokrin Jaringan saraf pada sawar darah-otak transpor b) Kapiler berfenestra dengan diafragma dan berfenestra tanpa diafragma Kapiler berfenestra dengan diafragma • • Fenestra pada sitoplasma endotel : 60-80 nm Difragma menutupi fenestra: lebih tipis dari membran sel .Boby Shé • • Celah antar endotel 37 Untuk metabolik. mencegah trombosit kontak dengan jaringan ikat sehingga tidak terjadi pembentukan thrombus. a) Kapiler kontinyu. antara lain: Sebagai aktivasi: angiotensin I menjadi angiotensin II Sebagai Inaktivasi: senyawa aktif menjadi tidak aktif Sebagai lipolisis: lipoprotein menjadi trigliserid (energi)/kolesterol Memproduksi faktor vasoaktif Untuk Antitrombogenik.

sementar itu terjadi vasodilatasi arteriole yang meningkatkan aliran darah. kapiler sinusoid berbentuk: Berkelok-kelok Diameter: 30 µm . Secara histologi. . yang berjalan antara arteriole dan venula.Boby Shé • • • • • • Lamina basalis utuh Transportasi cepat 38 Terdapat pada: ginjal. metarteriole dikelilingi oleh sedikit sel polos berbentuk spiral. sehingga lebih banyak kapiler yang membuka. kelenjar endokrin Fenestra tanpa diafragma Lamina basalis tebal Khas untuk filtrasi darah pada glomerulus ginjal Kapiler berfenestra tanpa diafragma (kapiler glomerulus) c) Kapiler Sinusoid. yang terdiri dari sebuah cincin polos yang mengelilingi pintu masuk kapiler yang berasal dari metarteriole. Tidak seperti kapiler sejati di dalam jaringan kapiler. tetapi memiliki tingkat tonus miogenik yang tinggi dan peka terhadap perubahan metanolik lokal dan berfungsi sebagai tahanan yang paling besar terhadap aliran darah dan menentukan besarnya aliran darah ke kapiler. usus. Sfingter prakapiler tidak memiliki persarafan. Darah yang mengalir ke suatu jaringan diatur oleh: 1) Tingkat resistensi yang ditimbulkan oleh arteriole di organ. Sel-sel ini juga membentuk sfingter prakapiler. yang dikontrol oleh aktivitas simpatis dan factor-faktor lokal. Sewaktu otot menjadi aktif maka persentase sfingter prakapiler yang melemas meningkat. merupakan penghubung antara arteri dengan vena maupun vena dengan vena.40 µm Hubungan endotel tidak rapat Endotel berfenestra banyak tanpa diafragma Penyebaran: • • • Terutama di hepar Jaringan hematopoesis Lien Kapiler biasanya bercabang langsung dari suatu arteriole atau dari suatu saluran yang dikenal dengan metarteriole.

terjadi difusi netto terus-menerus CO 2 dan zat sisa metabolisme dari sel ke darah yang dipelihara oleh sel yang secara kontinu menghasilkan zat-zat tersebut dan darah secara konstan membersihkan mereka dari jaringan. Tekanan ini cenderung mendorong . Difusi dilakukan secara independen samapai tidak ada lagi perbedaan konsentrasi antara dan sel-sel sekitarnya. sehingga gradien konsentrasi yang mendorong difusi netto zat tersebut dari darah ke sel dapat dipertahankan. Sel menggunakan O2 dan glukosa dan darah secara terus-menerus menyalurkan pasokan segar kedua zat vital tersebut. terjadi perpindahan netto cairan dari kompartemen interstisium ke dalam kapiler melalui pori-pori. cairan terdorong ke luar melalui pori-pori tersebut dalam suatu proses. mekanisme primer pertukaran zat-zat terlarut. Ultrafiltrasi adalah tekanan di dalam kapiler melebihi tekanan di luar. Pertukaran antara darah dan jaringan di sekitarnya melalui dinding kapiler berlangsung melalui: 1) Difusi pasif melalui mengikuti penurunan gradien konsentrasi. adalah tekanan cairan atau hidrostatik darah ayng bekerja pada bagian dalam dinding kapiler. suatu proses yang melakukan fungsi sangat berbeda dalam menentukan distribusi volume CES (caiaran ekstra sel) antara kompartemen vaskuler dan cairan interstisium. Ada emat gaya yang mempengaruhi perpindahan cairan menembus dinding kapiler. Eritrosit Sel 2) Bulk flow. Bulk flow terjadi karena perbedaan tekanan hidrostatik dan tekanan osmotic koloid antara plasma dan airan interstisium. yang dikontrol oleh factor metabolic lokal yang sama pada sfingter prakapiler.Boby Shé 39 2) Jumlah kapiler yang terbuka. Sedangkan reabsorpsi adalah tekanan yang mengarah ke dalam melebihi tekanan ke arah luar. yaitu: Tekanan darah Kapiler (Pc). Secara bersama-sama.

dan tekanan hidrostaik di ujung arteriole kapiler jaringan adalah 37mmHg dan semakin menurun menjadi 17 mmHg di ujung venula. Pertukaran netto di setiap tertentu di dinding kapiler dapat dihitung dengan menggunakan persamaan: Tekanan Pertukaran Netto (TPN) = [(Pc + πIF)/tekanan ke luar – (πp + PIF)/tekanan ke dalam] . adalah tekanan cairan yang bekerja di bagian luar dinding kapiler oleh cairan interstisium. adalah gaya lain yang dalam keadaan normal tidak banyak berperan dalam bluw flow. Tekanan hidrostatik cairan interstisium (PIF).Boby Shé 40 cairan ke luar kapiler untuk masuk ke dalam cairan intersisium. Tekanan ini cenderung mendorong cairan masuk ke dalam kapiler. Tekanan koloid plasma rata-rata 25 mmHg. Tekanan osmotik koloid cairan interstisium (πIF). Tekanan osmotik koloid plasma (πp)/tekanan onkotik. adalah sutu gaya yang disebabkan oleh dispersi koloid protein-protein plasma. Biasanya kita menggangap sebesar 1 mmHg. tekanan ini mendorong pergerakan cairan ke dalam kapiler.

Subclavia dextra. Cairan limfe (cairan jaringan) berisi plasma dan limfosit dan pembuluh limfe biasanya dimulai dengan kapiler limfe buntu yang akan menampung dari cairan jaringan. Subclavia sinistra ataupun Ductus lymphaticus dexter menuju ke v. biasanya Ductus thoracicus menuju ke v. Cairan ektra yang difiltrasi keluar akibat ketidakseimbangan filtrasireabsropsi ini diserap oleh sistem limfe. Selanjutnya kapiler limfe akan menuju Nodus lymphaticus yang merupakan penampung kapiler pada permukaan cembung. . Tunica media yang terdiri dari dua lapisan sel-sel otot polos. Contohnya Ductus thoracicus et ductus lymphaticus dexter (pembuluh limfe terbesar) yang dilengkapi dengan valvula dan terdiri dari tiga lapisan dinding yang kurang jelas Tunica intima: endotil dan serabut kolagen dan elastis.Boby Shé Sistem limfe 41 Sistem limfe merupakan rute tambahan untuk mengembalikan cairan interstisium ke dalam darah. Pembuluh-pembuluh limfe terminal yang kecil dan kecil dan buntu (kapiler limfe) merambah hampir ke semua jaringan tubuh. Vasa lymphatica besar biasanya berdiameter >0.2 mm dan dilengkapi valvula. yang diameter pembuluh limfe semakin besar. Nodus lymphaticus kemudian menuju ke pembuluh limfe yang lebih besar yang biasa menampung dari vasa eferentia n. dan selanjutnya pembuluh limfe besar menuju ke jantung. Lymphaticus. Tunica adventitia yang banyak banyak mengandung serabut kolagen dan elastis. Dibedakan 3 lapisan dinding: Tunica intima.

beberapa sel otot polos. Aliran limfe terjadi melalui dua mekanisme. 2) Pertahanan terhdap penyakit.200 µm. Venula Venula menerima darah dari kapiler dan sifat khasnya memilki permeabilitas cukup tinggi. makin besar diameter: sel-sel makin rapat Tunica media . 3) Transportasi lemak yang diserap. Apabila otot teregang akibat pembuluh mengalami distensi oleh limfe. kontraksi otot tersebut akan memeras limfe ke luar dari pembuluh. 4) Pengembalikan protein yang difiltrasi. Secara mikroskopis dinding venula: – Tunica intima • • – Endotel Jaringan pengikat. bakteri yang diserap dari cairan interstisium dihancurkan oleh sel-sel fagositik khusus yang terletak di dalam kapiler limfe. 42 Tunica adventitia: sel-sel otot polos memanjang. biasanya berukuran skitar 15 µm . Fungsi sistem limfe. katup satu arah yang terdapat di dalam pebuluh limfe dalam interval-interval tertentu mengarahkan aliran limfe ke lubang keluarnya di rongga dada. yaitu: 1) Karena pembuluh limfe terdapat di antara otot-otot rangka.Boby Shé Tunica media: sel otot polos. otot tersebut secara inheren berkontraksi lebih kuat dan mendorong limfe melintasi pembuluh. yaitu: 1) Mengembalikan kelebihan cairan filtrasi. 2) Pembuluh limfe di luar kapiler limfe di kelilingi oleh otot polos.

Boby Shé • – • 43 Satu atau beberapa lapis sel-sel otot polos Fibroblas dan serabut tipis elastis dan kolagen memanjang Tunica adventitia Vena sedang Usuran vena sedang sekitar 2 . Kolagen memanjang Sedikit fibroblas Jaringan pengikat longgar dengan berkas tebal serabut kolagen memanjang dan anyaman serabut elastis Bagian dalam sering ada berkas sel-sel otot polos memanjang Tunica media (lebih tipis daripada arteri sedang) Tunica adventitia (lebih tebal daripada tunica media) . dan dindingnya secara mikroskopis terlihat: Tunica intima (tipis) • • • • • • • Sel endotel Jaringan pengikat tipis sedikit serabut elastis Terutama sel otot polos sirkuler Otot polos dipisahkan ser.9 nm.

vena portae. vena juga berfungsi sebagai reservoir darah.Boby Shé Vena besar Secara mikroskopis vena besar memilki: Tunica intima ( 45 µm .68 µm) • • • • • • • Endotel Jaringan pengikat sangat tipis Tidak berkembang dengan baik Seringkali tidak ada 44 Tunica media Tunica adventitia Merupakan bagian utama dari dinding Jaringan pengikat: serabut elastis dan serabut kolagen yang memanjang Terutama mengandung serabut otot polos memanjang Contoh: vena cava. Vena berfungsi sebagai saluran beresistensi rendah untuk mengembalikan darah ke jantung. Karena kapisitas penyimpanan mereka. ven sering disebut sebagai kapasitans pembuluh (capacitance vessels). v. Venavena yang mendapat kelebihan pasokan darah hanya akan teregang untuk mengakomodasi darah tambahan itu tanpa kecenderung menciut. . lienalis.

pompa otot rangka adalah salah satu cara untuk mengalirkan simpanan darah di vena ke jantung sewaktu berolahraga. terdapat lima faktor lain yang meningkatkan aliran balik vena. yang cukup meningkatkan tekanan vena. . yang selanjutnya meningkatkan gradien tekanan untuk mendorong lebih banyak darah dari vena ke dalam atrium kanan. Peningkatan aktivitas otot mendorong lebih banyak darah keluar dari vena dan masuk ke jantung. yaitu: 1) Efek aktivitas simpatis pada aliran balik vena . stimulasi simpatis menimbulkan vasokontriksi vena.Boby Shé 45 Aliran balik vena (venous return) mengacu pada volume darah yang masuk tiap-tiap atrium per menit dari vena. 2) Efek aktivitas otot rangka pda aliran balik vena . Peningkatan aktivitas simpatis dan vasokontriksi vena yang menyertai olahraga juga meningkatkan aliran balik vena. Pada vena selain tekanan pendorong yang ditimbulkan oleh kontraksi otot.

sewaktu pernapasan terjadi di rongga dada. Karena sistem vena di tungkai dan abdomen mendapat tekanan atmosfer normal. 4) Efek aktivitas pernapasan pada aliran balik vena . akibatnya gradien tekanan vena ke atrium meningkat dan aliran balik vena juga meningkat. Perbedaan ini memeras darah dari vena-vena bagian bawah menuju ke vena-vena dada. yaitu tekanan ventrikel yang negatif meningkatkan gradien vena ke atrium ke ventrikel dan meningkatkan aliran aliran balik vena. Selain itu ekspansi cepat rongga ventrikel selama relaksasai ventrikel menciptakan tekanan negatif sementara di ventrikel. selama kontraksi ventrikel. sehingga aliran balik vena meningkat (pompa respirasi). sehingga darah tersedot dari atrium dan vena. Katup ini juga berperan melawan efek gravitasi yang ditimbulkan oleh posisi berdiri dengan membantu memperkecil aliran balik darah yang cenderung terjadi sewaktu seorang berdiri dan untuk sementara waktu menunjang bagian-bagian kolom darah pada saat otot rangka berelaksasi. 5) Efek penghisapan jantung pada aliran balik vena.Boby Shé 46 3) Efek katup vena pada aliran balik vena. . sistem vena mengembalikan darah ke jantung dari bagian bawah tubuh terpajan ke tekanan subatmosfer. darah hanya dapat terdorong ke arah depan karena vena-vena besar dilengkapi dengan katup-katup satu arah yang terdapat pada jarak 2 – 4 cm. katup-katup AV tertarik ke bawah. sehingga rongga atrium membesar. terjado gradien tekanan eksternal antara venavena bawah dan vena-vena dada. katup-katup ini memungkinkan darah bergerak ke depan ke arah jantung tetapi mencegah darah mengalir kembali ke jaringan.

kulit dan saluran cerna untuk dibuang. Darah membentuk sekitar 8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. Pemeliharaan keseimbangan asam basa dalam tubuh. 5. 6. . Darah terdiri dari bagian cair (plasma) 46-63% dan sel darah (eritrosit.Boby Shé 47 Darah Darah adalah kendaraan atau medium untuk transportasi missal jarak jauh berbagai bahan antara sel dan lingkungan eksternal atau antara sel-sel itu sendiri. Transport O2 dari paru-paru ke jaringan dan transpor CO2 dari jaringan ke paru-paru. leukosit. Transport hormon. 2. Pertahanan terhadap infeksi oleh leukosit dan antibodi yang beredar. 3. Transport zat makanan yangg diabsorbsi dari saluran cerna ke seluruh tubuh. dan trombosit) 37-54%. Transport sisa metabolisme dari sel-sel tubuh ke ginjal. Darah berfungsi untuk: 1.5 liter pada pria. paru-paru. 4.

menyerap dan mendistribusikan panas yang dihasilkan oleh metabolisme di dalam jaringan sementara suhu darah itu sendiri hanya mengalami sedikit perubahan. Protein plasma terdiri dari: Albumin. sebagai precursor inaktif untuk jaringan fibrin pada bekuan darah. memberi kontribusi terbesar bagi tekanan osmotic koloid. zat sisa. distribusi osmotic cairan antara cairan intrasel dan ekstrasel. hormone yang diangkut dalam darah. Fibrinogen. berfungsi sebagai eksitabilitas membrane. secara umum fungsinya dapat menimbulkan efek osmotik yang penting dalam distribusi cairan ekstrasel antara kompartemen vaskuler dan interstisium. sebagai pengangkut banyak zat. sebagai mengangkut banyak zat. dan menyangga perubahan pH. .Boby Shé Plasma 48 Plasma berupa cairan. sebagai antibody. gas. dan menyangga perubahan pH. dan sebagai molekul precursor inaktif. 90% terdiri dari air yang berfungsi sebagai medium untuk mengangkut berbagai bahan dalam darah dan kemampuan untuk menahan panas dengan kapasitas tinggi. berfungsi sebagai medium transportasi dan mengangkut panas. 4) Protein plasma. 2) Elektrolit. Globulin gama. 3) Nutrient. faktor pembekuan. pada gas CO 2 darah berperan penting dalam keseimbangan asam-basa. Globulin Alfa dan Beta. Plasma darah terdiri dari: 1) Air.

dan penting dalam reaksi alergi. Eosinofil. dan heparin. . Limfosit T.Boby Shé Sel darah secara umum terdiri atas: - 49 Eritrosit. Eritrosit • • • • • Bentuk cakram bikonkaf Kumlah 5 juta/ml Eritrosit mengandung hemoglobin Eritrosit dibentuk dalam sumsum tulang. mengeluarkan histamin yang penting dalam reaksi alergi. dalam transit untuk menjadi makrofag jaringan. sebagai fagosit yang memakan bakteri dan debris. berfungsi sebagai hemostatis. terutama pada tulang pipih dan pendek Eritrosit yg matang tidak mempunyai inti sel. respons imun seluler. pembentukan antibodi. Leukosit. - Trombosit. Basofil. berfungsi untuk mengangkut O2 dan CO2. yang terdiri atas: • • • Neutrofil. • • • Monosit. Limfosit B. yang membantu membersihkan lemak dari darah dan mungkin berfungsi sebagai antikoagulan. menyerang cacing parasit.

Fungsi lekosit:  . eosinofil dan basofil MN/agranulosit: monosit dan limfosit Perlindungan terhadap mikroorganisme dengan cara fagositosis (granulosit dan monosit) dan mekanisme enzimatik yang dapat menghidrolisis protein sehingga menghancurkan bakteri. Memiliki afinitas terhadap oksigen → oksihemoglobin sehingga oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan Kadar Hb normal: 13 – 15 gr/dl Hb kurang dari 10 gr/dl disebut anemia.Boby Shé Hemoglobin (Hb) • • • • • 50 Merupakan protein berpigmen merah yang terdapat dalam sel darah merah yang kaya zat besi. Bentuk lebih besar dari sel darah merah.000 sel/μl darah. Leukosit • • • • Warna: jernih. Dibedakan menjadi:   • PMN/granulosit: netrofil.  Membentuk antibodi (limfosit) yg penting untuk perlindungan terhadap invasi zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Jumlah: 4.000-11. tidak berwarna.

Hemostasis: penghentian pendarahan dari pembuluh darah yang luka. .000/mikroliter. Berperan penting pada proses hemostasis.Boby Shé 51 Trombosit • • • • Berasal dari mega kariosit Jumlah dalam darah normal = 150 ribu s/d 400 ribu/uL atau 300.