You are on page 1of 2

ABSTRAK

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) meningkat dengan pesat di seluruh dunia, khususnya negaranegara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Pasien HIV/AIDS sering mengalami infeksi oportunistik seperti kandidiasis oral. Gambaran klinis yang biasa dijumpai pada kandidiasis oral sering dengan keluhan sensasi pengecapan yang menurun, rasa terbakar (sariawan) pada rongga mulut (oral) serta dijumpainya bentuk lesi (efloresensi). Pada kandidiasis oral sering dijumpai spesies Candida dan obat flukonazol sering digunakan pada pengobatan, namun ada beberapa spesies Candida yang tidak efektif terhadap flukonazol. Dalam hal ini peneliti ingin meneliti efektifitas obat flukonazol terhadap spesies Candida dihubungkan dengan bentuk lesi klinis. Terhadap 26 pasien penderita HIV/AIDS dengan kandidiasis oral disertai lesi klinis pada rongga mulut (oral), yang datang ke Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan diambil spesimen (swab) dengan Amis agar, ditanam (kultur) pada media Sabarouds Dextrosa Agar (SDA) pada suhu 37C selama 24 jam, dilanjutkan dengan identifikasi spesies Candida dengan reaksi biokimia (permentasi). Pada hasil kultur dan identifikasi spesies Candida positif diberi obat flukonazol dosis: 200mg/hari selama 14 hari, setelah 14 hari pengobatan dilakukan kultur dan identifikasi ulang dengan metode yang sama. Hasil yang dijumpai sebelum pemberian obat flukonazol, untuk identifikasi spesies Candida: Candida albicans (77,0%), Candida tropicalis (19,2%) dan Candida krusei (3,8%). Untuk bentuk lesi klinis (efloresensi): Hiperplastik (43,2%), pseudomembran (38,5%) dan atrofi/eritema disertai kheilosis (19,2%). Setelah 14 hari pemberian obat flukonazol dijumpai spesies Candida: Candida albicans (7,7%), Candida tropicalis (7,7%), Candida krusei (3,8%), Candida lusitaniae (3,8%) dan Candida kefyr (3,8%). Bentuk lesi dijumpai: Hiperplastik (100,0%) dan lesi atrofi/eritema (60,0%). Dari hasil penelitian ini didapat efektifitas flukonazol pada spesies Candida albicans (90,0%), Candida tropicalis (60,0%) sedangkan pada Candida krusei, lusitaniae dan kefyr tidak efektif. Kesembuhan pada bentuk lesi pseudomembran (100,0%), atrofi/eritema disertai kheilosis (40,0%) dan hiperplastik (0,0%). Dalam hal ini efektifitas flukonazol terhadap kandidiasis oral sebelum dan sesudah pengobatan untuk spesies Candida berbeda secara signifikan ( P < 0,05), pada bentuk lesi klinis tidak signifikan. Kata kunci : Kandidiasis oral, Candida spesies, Lesi oral, Flukonazol.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

Human Immunodeficiency Virus (HIV/AIDS)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) infection increase quickly all over the world, especially in the developing countries including Indonesia. The HIV/ AIDS patients often experience the opportunistic infection like oral candidiasis. The clinical description which is commonly found in oral candidiasis is the complaint about less sense of teste, oral ulceration and lesions. Species Candida is frequently found in oral candidiasis and fluconazole is often used as the medicine to treat it, but fluconazole is not effective to several species of Candida. In this context, the researcher wants to study the effectiveness of fluconazole against Candida species with respect to the shape of clinical lesion. The specimen (swab) of 26 HIV/AIDS patients suffering from oral candidiasis with clinical lesion in the mouth cavity (oral), who came to the General Hospital of H. Adam Malik Medan by fishy agar then it was cultured through the media of Sabarouds Dextrosa Agar at the temperature of 37 0C for 24 hours, then it was continued with the identification of Candida species through biochemical reactions (fermentation). The positive result of culture and identification of Candida species was given a fluconazole dosage of 200 mg/day for 14 days, after 14 days of treatment, a re-culture and re-identification were done with the same method. The findings found before the administration of fluconazole medicine, to identify the Candida species : Candida albicans (77,0 %), Candida tropicalis (19,2 %) and Candida krusei (3,8 %). The shapes of clinical lesion (efloresensi): Hyperplastic (43,2%), pseudomembran (38,5%) and atrophy/eritema with kheilosis (19,2%). After 14 days of fluconazole administration, Candida species found were Candida albicans (7,7%), Candida tropicalis (7,7%), Candida krusei (3,8%), Candida lusitaniae (3,8%) and Candida kefyr (3,8%). The shapes of lesion found are: Hyperplastic (100,0%) dan atrophy/eritema lesions (60,0%). The result of this study showed that the effectiveness of fluconazole on the species of Candida albicans (90,0 %), Candida tropicalis (60,0 %) while fluconazole was not effective against Candida krusei, Candida lusitaniae and Candida kefyr. Recovery found was in the shape of pseudomembran (100,0 %), atrophy/eritema with kheilosis (40.0 %), and hyperplastic (0.0 %). In this case, the effectiveness of fluconazole against oral candidiasis before and after treatment for Candida species is significantly different (P < 0.05), while it was not significant for clinical lesion. Keywords: Oral Candidiasis, Candida species, Oral lesion, Fluconazole.

Universitas Sumatera Utara