DEFINISI DAN JENIS KALIMAT

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar Bahasa dan Sastra Indonesia 2 Dosen : Prof.Dr. Retno W,M.Pd.

Oleh

:

Ambar Febriyanti/06 K7112012 3A

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2013

Sebuah kalimat. diakhiri oleh intonasi selesai. Misalnya: · · Diam! Amin membeli kue di pasar. Pengertian tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Kridalaksana (1982:72) bahwa “kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri. sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap (Keraf. dan diikuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau asimilasi bunyi. . atau pada keduanya. Kalimat adalah satuan gramatik yang ditandai adanya kesenyapan awal dan kesenyapan akhir yang menunjukkan bahwa kalimat itu sudah selesai (lengkap). Kalimat dalam ragam resmi. atau tanda seru. Misalnya. kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988) dinyatakan bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara kebahasaan.1. Kalimat sebagai satu bagian dari ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan*). Kalimat adalah satuan gramatik yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir naik dan turun (Ramlan. “Saya makan nasi. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. 1981:6). Pengertian Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. kalimat diiringi oleh alunan titinada. dalam wujud lisan atau tulisan. baik lisan maupun tertulis sekurang-kurangnya harus memiliki S dan P. Ahli tatabahasa tradisional menyatakan bahwa kalimat adalah satuan kumpulan kata yang terkecil yang mengandung pikiran yang lengkap. disela oleh jeda. pada predikat. 1984:156). tanda tanya. Dalam wujud lisan. mempunyai pola intonasi final dan secara aktual dan potensial terdiri dari klausa. Kalimat pendek menjadi panjang atau berkembang karena diberi tambahan-tambahan atau keterangan-keterangan pada subjek. harus terdiri atas subjek dan predikat. panjang atau pendek. Dalam wujud tulisan. misalnya Pergi! (pergi dari sini sekarang juga).” Defenisi tersebut tidak universal karena kadangkala ada kalimat yang terdiri atas satu kata tetapi maknanya dapat dipahami secara lengkap.

kalimat ajektival.  Jenis Kalimat tunggal Jenis kalimat tunggal terdiri atas lima macam. A. SPO. o Budi pergi ke pasar kemarin sore. 1988). Kedua jenis kalimat tersebut masing-masing terbagi atas beberapa jenis. o Dia melempar mangga. Contoh: o Dia pergi. verbal. Untuk lebih mempermudah pemahaman Anda tentang jenis kalimat dan pembagiannya. Jenis Kalimat Berdasarkan bentuknya. silakan perhatikan skema yang dikemukakan Faisal (2006) berikut. SPOK) atau kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa. Kalimat nominal yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata benda.2. yakni kalimat nominal. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola (SP. Kelima jenis kalimat tunggal tersebut adalah sebagai berikut. 1. kalimat dapat dikelompokkan atas dua jenis: (a) kalimat tunggal dan (b) kalimat majemuk. Misalnya  : Ibuku petani sawah . dan kalimat preposisional (Depdikbud.

o Persoalan itu telah diselesaikan oleh Bapak Ketua RW 3... dan pasif a. ekatransitif. Kalimat verbal yakni kalimat tunggal yang predikatnya dibentuk dari kata kerja/ verbal. b. misalnya: . dwitransitif. Kalimat ajektival yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata sifat atau ajektival. Kakakku tukang kayu. Kalimat pasif adalah kalimat tunggal yang predikatnya biasanya darikata kerja berawalan di. misalnya o Rumah itu dibeli oleh Pak Alimin Syahid. Kalimat ekatransitif. 2. semitransitif. Kalimat verbal terdiri atas lima macam yakni kalimat verbal intransitif. o Ibu Aminah kedatangan tamu dari Jakarta e. o Mobil itu dijual oleh Toko Mandala. Kalimat dwitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya memerlukan objek dan pelengkap.  Ayahku pegawai kantor pajak. yakni kalimat tunggal yag predikatnya hanya memerlukan objek tanpa diikuti pelengkap.misalnya o Saya makan nasi goreng o Ibu mencuci pakaian c. Kalimat intransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya tidak memerlukan objek. misalnya: o Ali membelikan adiknya baju tadi malam o Nurhani memasakkan nasi suaminya kemarin. Kalimat semitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari semitransitif. misalnya o Alimuddin kehilangan uang milyaran kemarin o Rumah Pak Desa kemasukan pencuri. o Suwarni mendengakan neneknya bicara di kamar d. misalya: o Pak Dede belum pergi ke kantor o Ibunya sedang berenang di kolam o Adik-adikku telah belajar matematika.

Misalnya:    Ali pergi ke Jakarta kemarin. Kalimat tanya. 1982) kalimat tunggal dilihat dari segi maknanya dapat dikelompokkan atas empat macam.o Buku bahasa Inggrisku sangat tebal. 2. dan larangan. o Rumahku besar sekali o Keluarga itu sangat sopan dan bijaksana 4. Misalnya :  Anak-anak sudah bangun? . Menurut (Keraf. kalimat berita. kalimat perintah. Misalnya :   Jalan itu sangat gelap Apat Belajarlah mereka dengan tekun Kalimat berikut termasuk golongan kalimat berita karena kalimat tersebut memiliki pola intonasi berita. misalnya:  Tempat tinggalnya di Jakarta  Beras ciliwung itu dari Sidrap  Wesel pos ini untuk Miranda Di samping itu. Saya mau berangkat ke Jakarta besok pagi. Kalimat berita Kalimat berita adalah kalimat yang digunakan bila kita ingin mengutarakan suatu peristiwa atau kejadian yang kita alami dan atau yang dialami orang lain. Jalan itu sangat licin. yakni: 1. kalimat seru. persilahan. 3. Kalimat berita berfungsi untuk memberitahukan sesuatu kepada orang lain sehingga tanggapan yang diharapkan berupa perhatian seperti tercermin pada pandangan mata yang menunjukan adanya perhatian. Kalimat tanya berfungsi untuk menanyakan sesuatu. dan dalam kalimat itu tidak terdapat kata-kata tanya. kalimat tanya. Kalimat preposisional yakni kalimat tunggal yang predikatnya dari kata depan atau preposisi. dan 4. ajakan.

 Ibu belum pulang? Kalimat tanya dapat ditambahkan dengan kata-kata kah. dan atau menggunakan kata tanya. Misalnya :   Sudahkah anak-anak bangun? Belum pulangkah ibunya? Terdapat tiga kemungkinan ciri kalimat tanya. Untuk menanyakan jumlah: berapa. untuk apa. Untuk menanyakan benda/hal: apa. Untuk menanyakan pilihan: mana. bukan. apakah. Misalnya: . Misalnya: o Siapa yang kaucari kemarin sore? o Dengan siapa Anda pergi ke Jakarta? o Untuk siapa Anda bekerja keras selama ini? c. yaitu:    mengunakan intonasi tanya. sebagai berikut: a. berapa banyak. dari mana. yang mana. yang maksudnya untuk menanyakan sesuatu. dengan siapa. untuk siapa. Misalnya: o Berapa buku yang Anda perlukan bulan depan? o Berapa banyak uang yang akan kaupinjam sekarang? d. belajar di Unhas atau di UNM? e. Misalnya: o Mana yang kausenangi. ke mana. membeli baju atau celana? o Yang mana kau pilih . tentang apa. Misalnya: o Apa yang kamu cari di sini? o Untuk apa kamu bekerja siang dan malam? o Tentang apa yang masih belum jelas bagimu? b. Kah dapat ditambahkan pada bagian kalimat yang ditanyakan kecuali pada S.    Misalnya: Ibu datang? Kapan Ibu datang? Akankah ibu datang? Jenis kata tanya yang biasa digunakan dalam kalimat tanya dapat dikelompokkan menurut sifatnya. apa. Untuk menanyakan manusia: siapa. Untuk menanyakan tempat: di mana. dan bukankah. dan atau menggunakan partikel -kah.

kalimat tanya retoris: kalimat yang menanyakan menggunakan ciri kalimat tanya tetapi tidak perlu dijawab. b. Misalnya: o Bila dia selesai studinya di UGM? o Kapan Kamarudin menjadi dosen IPS di UNJ? o Bilamana Hamid menyelesaikan pembangunan rumahnya? g. Misalnya:    Buatlah satu kalimat yang berpola SPOK! Pergilah ke rumah kakekmu! Carilah pekerjaan apa saja. akibat apa. Kalimat perintah mempunyai beberapa jenis: 1. Kalimat ini biasa dipakai orang yang berpidato sebagai cara untuk menarik perhatian pendengar. kalimat tanya biasa: kalimat yang benar-benar menanyakan sesuatu. kapan. apa sebab. c. yang penting halal.o Di mana engkau akan tiggal bulan depan? o Ke mana Dia akan pergi merantau? o Dari mana Amin pergi baru sekarang kelihatan? f. Suruhan. apabila. misalnya: o Pergi dari sini! o Makan obat dahulu baru ke sekolah! o Angkat segera barang itu! Berdasarkan strukturnya kalimat suruh dapat digolongkan menjadi empat golongan. kalimat yang senilai perintah: bentuknya bertanya tetapi maksudnya menyuruh. Untuk menanyakan temporal: bila. Berdasarkan fungsinya dalam hubungan situasi. misalnya “Apakah jendela itu bisa dibuka sekarang?” Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang maksudnya menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Untuk menanyakan kausalitas: mengapa. kalimat perintah mengharapkan tanggapan yang berupa tindakan dari orang yang diajak berbicara. bilamana. . Misalnya: o Mengapa Anda tidak mau menjadi guru? o Apa sebabanya Anda jarang pergi ke kampung halamannya? o Akibat apa yang ditimbulkan jika malas belajar di masa muda? Kalimat tanya terdiri atas tiga macam: a.

Kalimat suruh yang sebenarnya. Kalimat larangan. Permintaan. Misalnya : o Silahkan Bapak duduk di sini! o Silahkan Beristirahat! c. misalnya: . Misalnya : o Jangan engkau membaca buku itu! o Janganlah engkau menyakiti hati orang! 2. misalnya: o Mari kita bekerja sama-sama! o Ayo kita makan sama-sama! 5. Larangan. Ajakan. misalnya: o Tolong bawa surat ini ke kantor pos! o Bisakah Anda buatkan lukisan pemandangan! o Mohon buatkan meja kayu! 3. Kalimat ajakan. misalnya : o Masuklah ke dalam kalau Anda perlu! o Silakan keluarlah jika ada yang mau dibeli! o Disilakan berangkat dahulu! 4. sayang! o Makan bersama neneklah. Misalnya : o Datanglah engkau ke rumahku! o Berangkatlah sekarang juga! b. misalnya: o Tidurlah ibu menjagamu. Harapan. misalnya : o Jangan pergi hari ini! o Tidak boleh pergi pada tengah malam! o Jangan pergi ke pasar! 6. Misalnya : o Mari kita berangkat sekarang! o Ayo kita bermain sepak bola! d. Kalimat persilahan. Bujukan.yaitu: a. nanti saya yang jaga di luar! 7. Memperkenankan.

(majemuk setara) Kami sedang makan ketika paman datang kemarin. Kalimat majemuk bertingkat 3. Kalimat majemuk setara 2. misalnya: SP + SP. Kalimat majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang di dalamnya terdapat lebih dari satu pola kalimat. yang dimeriahkan oleh para artis nasional. (majemuk bertingkat) Pak Bupati telah menyelenggarakan sebuah malam kesenian. (majemuk campuran) Kalimat majemuk menurut Keraf (1982) terdiri atas atas tiga jenis yakni: 1.o Mudah-mudahan Anda selamat sampai di tujuan! o Semoga Anda sehat al afiat! o Semoga Anda sukses selalu! Kalimat seru Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan perasaan kagum. Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara terbagi atas empat jenis: yakni kalimat mejemuk setara . maka kalimat seru hanya dapat dibuat dari kalimat berita yang predikatnya adjektiva (Depdikbud. Contoh:    Saya minum teh dan bapak minum kopi. SPO + SPO. 1988). Contoh: o Alangkah bebasnya pergaulan mereka! o Bukan main bodohnya anak itu! o Sungguh cerdas anak itu! A. serta dihadiri para pejabat muspida. Karena rasa kagum berkaitan dengan sifat. atau kalimat yang di dalamnya terdapat induk kalimat (diterangkan) dan anak kalimat (menerangkan).

o Tuti sangat pintar mejahit lagi pula sangat baik budi o Muhaimin pergi ke pasar serta pergi ke kebun pada hari ini b) Kalimat majemuk setara pemilihan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata-kata pengubung atau. karena. kalimat majemuk setara pemilihan.. dan kalimat majemuk setara sebab. akibat. Misalnya: o Adi belajar IPS dan Erni belajar IPA. selain pola pola yang sudah ada. Misalnya: . Ali tetap bekerja di bengkel. baik mutu pendidikan dasar-menengah maupun mutu pendidikan tinggi. baik. Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sehingga perluasan itu membentuk satu atau beberapa pola kalimat baru. akibatnya sering banjir di hilir Kalimat majemuk bertingkat Kalimat yang terdiri atas dua pola kalimat atau lebih. o Dia kelihatan sehat padahal memiliki penyakit kronis. o Kamaruddin tidak masuk bekerja sebab pergi ke kampungnya.. Misalnya: o Dia mau belajar tetapi diberi hadiah dulu. namun. o Alimuddin sering marah kepada siswanya namun demikian tidak sampai dalam hatinya. a) Kalimat majemuk setara penambahan ádalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata-kata penghubung: dan.. o Hutan di hulu sungai Musi sudah rusak total. lagi pula. padahal.penambahan. behubung. serta. Misalnya: o Engkau mau pergi ke Jakarta atau mau pergi ke Semarang? o Pemerintah perlu meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya: o Saya tidak pergi karena sakit. kalimat majemuk setara perlawanan. satu sebagai induk kalimat (diterangkan) dan satu sebagai anak kalimat (menerangkan). maupun. c) Kalimat majemuk setara perlawanan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung: tetapi. d) Kalimat majemuk setara sebab-akibat adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung: sebab. o Meskipun sakit jantung.

Misalnya: Universitas Negeri makassar telah melaksanakan seminar nasional tentang peningkatan mutu pendidikan. yang dihadiri Menteri Pendidikan Nasional. o Pak tani yang rajin itu memberantas hama padi.o Rumah kami kosong waktu pencuri masuk. atau sekurang-kurangnya dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan (Keraf. . Gubernur Sulawesi Selatan. serta pencinta pendidikan di kota Makassar dan sekitarnya. 1981). o Kebersamaan sangat penting bagi rakyat Indonesia agar negara ini semakin maju. pejabat tinggi lainnya. Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat yang terdiri atas sebuah pola atasan dan sekurang-kurangnya dua pola bawahan.

dikti. file.slideshare. Nina. Novi. H.pdf http://www.edu/Direktori/DUAL Kalimat lecturer. Indonesia.go. 1982.id/othie/PengertianKalimat.ukdw.pdf dalam Bahasa Indonesia.pdf .php/1/repository/dikti/Mata%20Kuliah%20Awal/Kajian%20Bahasa% 20Indonesia%20SD/BAC/Unit_5_0.net/Rizzty/makalah-semantik-dan-sintaksis-dalam-bahasa-indonesia Keraf. Tatabahasa Indonesia. Kamus Linguistik. EndeFlores: Nusa Indah Kridalaksana. Gorys.DAFTAR PUSTAKA http://pjjpgsd. Jakarta: Gramedia Resmini.id/file. 1982.ac.Sintaksis Bahasa M .upi. M D Widyaningsih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful