Nama NPM

: Dwi Febri Handayani : P2.31.31.0.11.009

Kelas

: D3 Gizi 2A

Mata Kuliah : Dietetika Dasar

Kasus : OBESITAS DEWASA

Tn. A usia 34 tahun adalah seorang polisi lalu lintas. Tn. A memiliki 2 orang anak dan seorang istri yang berperan sebagai ibu rumah tangga. Tn. A mempunyai masalah obesitas sejak kecil. Tn. A kini memiliki BB 108 kg TB 183 cm. Makanan kesukaan Tn. A yaitu Nasi goreng dan gorengan. Tn. A bekerja dari pukul 07.00-15.00. Pada saat jam istirahat kerja Tn. A selalu makan di warteg. Tn. A tidak membawa bekal saat bekerja. Tn. A berangkat kerja dengan menggunakan sepeda motor. Setiap pulang kerja Tn. A selalu melakukan aktivitas menonton TV. Pada saat hari libur Tn. A lebih meghabiskan waktu dengan tidur dan menonton TV lalu saat hari libur tidak pernah berolahraga. Saat ini Tn. A tidak memiliki keluhan dan mengonsumsi obat apapun.Tekanan darah Tn. A yaitu 140/90 mmHg. suhu Tubuhnya 36.5 oC. Tn.A tidak mempunyai kebiasaan merokok.

Hasil pemeriksaan lab.

:-

Data hasil pemeriksaan klinis :Kebiasaan makan Pagi Selingan Siang :

: telor ceplok+nasi + tempe goreng +tumis buncis +bihun : mie instan 1 bungkus : nasi + sayur asem + ikan goreng + tahu/tempe goreng+ sambal

Selingan sore : kopi+gula, gorengan 6p Malam : nasi goreng + mie ayam + pisang

Kajian ADIME

25 kg/m2) b. Klien suka ngemil terutama pada malam hari b.0 x TB) – (6. Kajian kualitatif : a.3 x 1 TEE = 2312.75 Kkal TEE = BEE x AF x SF TEE = 1778.7 )+ (5.2 225 150 44 28 15 9 0 12 9 0 440 0 21 30 Porsi Energi (kkal) protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr) a. hasil ini menunjukan bahwa status gizi Tn. Antropometri BB : 108 Kg TB : 183 cm   Kajian : berdasarkan perhitungan IMT didapatkan hasil 32.75 x 1. Assesment a.47 + (13.10% BBI = (183 .7kg BEE = 66.76 x 34) BEE = 1778.75 x 74.375 Kkal .47 + (13. klien sering mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi yaitu sering mengonsumsi gorengan b. Kajian kuantitatif : BBI = (TB .NUTRITION CARE PROCESS 1. Klinik Kajian ::- d.100) – 10% BBI = 74.76 x usia) BEE = 66.5.0 x 183 ) – (6. Biokimia Kajian c.3 kg/m2 .75 x BB) + (5. Dietary History Golongan Bahan Makanan Karbohidrat Protein Hewani Protein Nabati Sayuran Buah 1 Minyak Gula Jumlah 13 4 50 650 200 3433 0 0 0 96 0 65 0 86 12 0 48 551 11 4 3 3 1925 233.A yaitu obesitas (normal 18.100) .

Memotivasi untuk meningkatkan aktivitas fisik 5. 23 g Hasil pencapaian asupan dibandingkan perhitungan diatas yaitu : a. Domain klinis NC.3 Kelebihan BB (P) behubungan dengan suka makan dalam porsi besar.3 kg/m2 (nilai normal 18-25. Klien mempunyai riwayat obesitas sejak kecil 1.3 Kelebihan asupan karbohidrat (P) berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan sumber Kh dalam porsi besar (E) ditandai dengan kosumsi kh mencapai 9p (S) b.2% c.8. Riwayat personal : 1.a.2. NI. Sosial ekonomi klien termasuk menengah keatas 4. dan aktivitas fisik kurang (E) ditandai dengan IMT 32. Karbohidrat 60-65% Kh = = 346. Pemenuhan kebutuhn karbohidrat mencapai 159. Memberikan konseling tentang hidup mandiri . Domain perilaku – lingkungan NB. Intervensi Gizi a.7% c.4% b.71 g = 64.85 g = 86. Diagnosis Gizi a. Menurunkan asupan karbohidrat 3. klien berusia 34 tahun 2.3. Menurunkan asupan lemak 2. Bekerja sebagai polisi lalu lintas 3. suka makanan yang digoreng.1 Aktivitas fisik kurang (P) berhubungan dengan lebih banyak diam dan berdiri (E) ditandai dengan kegiatan yang dilakukan tergolong aktivitas yang ringan dan tidak pernah berolahraga (S) 2.6. Tujuan intervensi : 1.2 Kelebihan asupan lemak (P) berhubungan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak tinggi (E) ditandai dengan sering mengonsumsi gorengan (S). sehari-hari Klien mempunyai aktivitas fisik yang kurang 5.5 kg/m2) (S) c. Menurunkan berat badan 4.8% d.5. Lemak 20-30% Lemak = b. protein yang 15-20% protein = c.5. Pemenuhan asupan protein mencapai 110. Domain asupan NI. Pemenuhan asupan lemak mencapai 133. Pemenuhan asupan energi mencapai 148.

47 + (13. direbus.2 mg. kacang-kacangan.75 x 1.100) – 10% BBI = 74. Mengutamakan cara memasak yang menggunakan sedikit minyak atau bahakan tidak sama sekali menggunakan minyak seperti diolah dengan cara ditumis. 3 makan utama dan 2 selingan 7. 6.10% BBI = (183 . dengan mengutamakan karbohidrat kompleks dan mengurangi karbohidrat sederhana.4 Kkal 2.76 x 34) BEE = 1778.47 + (13.0 x TB) – (6. Hindari makanan yang sulit cerna seperti ketan.4 kkal.23 g gram dan mengutamakan lemak tidak jenuh minyak yang berasal dari tumbuhan . Lemak sedang yaitu 25% dari total energi atau setara dengan 64. makanan berlemak tinggi.7 )+ (5. 3. Lemak 20-30% Lemak = b. 346. Protein tinggi yaitu 15% dari total energi atau setara dengan 86. B1 1. vitamin C 90 mg. atau setara dengan 346.71 g = 64.7kg : BEE = 66.71 gram dan menyeimbangkan antara protein hewani dan protein nabati.23 g lemak.85 g Kh d.3 x 1 TEE = 2312. 64. vitamin A 600 RE.75 x 74.75 Kkal TEE = BEE x AF x SF TEE = 1778. 4.0 x 183 ) – (6. Zat gizi mikro yang harus dipenuhi yaitu Ca 800 µg. dan dipanggan 9. . Karbohidrat cukup sebesar 60% dari total energi. Kurangi minuman manis yang tinggi energi atau pengonsumsian gula tidak lebih dari 10% dari total energi atau setara dengan 4-5 sdm. 23 g Diet energi rendah. Menghindari makanan berlemak tinggi yaitu yang diolah dengan cara digoreng 8.71 g protein.375 Kkal a. MB. dikukus. Energi rendah. ikan dll. yaitu 2312. 86.76 x usia) BEE = 66. Perhitungan kebutuhan energi Diet energi rendah BBI = (TB . Karbohidrat 60-65% Kh = c. Perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi 1. Preskripsi diet : = 346.85 gram. energi 2312. protein yang 15-20% protein = c. 5. Syarat diet : 1.100) .b. misalnya yang bersantan kental dan diolah dengan cara digoreng 10.85 g = 86. Porsi makan kecil dalam jangka waktu sering yaitu.75 x BB) + (5. Fe 13 mg.

Monitoring Gizi 1. BB yang tadinya 95 kg menjadi 83 kg 2. Klien telah bisa memilih dan menghindari makanan yang dapat menyebabkan obesitas. Menjelaskan pengertian obesitas dan faktor risiko obesitas 2. Memilih makanan tinggi serat. Memotivasi klien untuk melakukan aktivitas fisik 7. 20-25 gr per hari seperti sayuran dan buah dalam keadaan utuh. . dengan syarat tidak berlemak tinggi baik bahan maupun cara pengolahannya. e. Menjelaskan jadwal makan klien 6. Yang awalnya 63 gr/hari menjadi 47 gr/hari 3. Terjadi perubahan perilaku klien yang awalnya tidak mampu/tidak mau berolahraga. Bentuk makanan biasa. dan tidak berbumbu tajam seperti cabai dan merica dalam jumlah banyak. Penurunan BB : 2. Implementasi : 1. Memotivasi klien untuk konsisten menjalankan diet energi rendah 3. Evaluasi Gizi : 1. 5. 13. 12. Rencana konseling : 1. Telah terjadi penurunan BB klien selama 6 bulan sebesar 12 kg. Perubahan perilaku dalam pemilihan makan yang benar 4. Perubahan kesiapan menjalankan diet 4.5 – 2. Yang awalnya 100 gr/hari menjadi 70 gr/hari 4. Menjelaskan porsi makan yang sesuai dengan PUGS 5. Daftar pembagian bahan makanan dan nilai gizi 2. 3.11. Peningkatan aktivitas fisik 5.tidak terlalu manis. Telah terjadi penurunan asupan lemak sebesar 25%dari kebiasaan sebelumnya. Penurunan asupan lemak 3. Konsumsi cairan cukup yaitu 1.0 ml. Menjelaskan cara memilih jenis makanan rendah lemak dan karbohidrat kompleks. Menjelaskan teknik memasak yang menggunakan minyak dalam jumlah sedikit 4. kini setiap sabtu klien berolahraga bersama istri dan anaknya. Telah terjadi penurunan asupan karbohidrat sebesar 30% dari kebiasaan sebelumnya. Menyusun menu : terlampir f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful