You are on page 1of 28

Referat

Demensia Vaskular

Anthony Christanto 11-2012-169 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Pembimbing / Penguji : DR. dr. Fenny L. Yudiarto Sp.S (K)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Saraf Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus

1

BAB I Pendahuluan Demensia merupakan suatu sindrom akibat penyakit otak, biasanya bersifat kronik atau progresif serta terdapat gangguan fungsi luhur (fungsi kortikal yang multipel), termasuk daya ingat, daya pikir, daya orientasi, daya pemahaman, berhitung, kemampuan belajar, berbahasa, dan daya kemampuan menilai. Kesadaran tidak berkabut, dan biasanya disertai hendaya fungsi kognitif, ada kalanya diawali oleh kemerosotan (deterioration) dalam pengendalian emosi, perilaku sosial atau motivasi. Sindrom ini terjadi pada penyakit Alzheimer, pada penyakit serebrovaskuler, dan pada kondisi lain yang secara primer atau sekunder mengenai otak.13 Prevalensi demensia semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Prevalensi demensia sedang hingga berat bervariasi pada tiap kelompok usia. Pada kelompok usia diatas 65 tahun prevalensi demensia sedang hingga berat mencapai5 persen, sedangkan pada kelompok usia diatas 85 tahun prevalensinya mencapai 20%-40%. Dari seluruh pasien yang menderita demensia, 50%-60% diantaranya menderita jenis demensia yang paling sering dijumpai, yaitu demensia tipe Alzheimer (Alzheimer’s diseases). Prevalensi demensia tipe Alzheimer meningkat seiring bertambahnya usia. Untuk seseorang yang berusia 65 tahun prevalensinya adalah 0,6 persen pada pria dan 0,8 persen pada wanita. Pada usia 90 tahun, prevalensinya mencapai 21 persen. Pasien dengan demensia tipe Alzheimer membutuhkan lebih dari 50 persen perawatan rumah (nursinghome bed). Jenis demensia yang paling lazim ditemui berikutnya adalah demensia vaskuler, yang secara kausatif dikaitkan dengan penyakit serebrovaskuler. Hipertensi merupakan faktor predisposisi bagi seseorang untuk menderita demensia. Demensia vaskuler meliputi 15%-30% dari seluruh kasus demensia. Demensia vaskuler paling sering ditemui pada seseorang yang berusia antara 60-70 tahun dan lebih sering pada laki-laki dari pada wanita. Sekitar 10 hingga 15 persen pasien menderita kedua jenis demensia tersebut.13

2

5% di Negara Barat dan 2.2% di jepang. tapi paling sering di beberapa Negara di Asia. Satu tahun setelah stroke. demensia pada orang lanjut usia diduga berasal dari vaskular. biasanya stroke hemoragik dan iskemik. Pada abad ke 20.Epidemiologi Demensia vascular adalah penyebab paling sering nomor dua dari demensia di AS dan eropa.Etiologi Penyebab demensia vascular adalah penyakit vaskuler serebral yang multipel. Banyak orang lanjut usia dengan penurunan kognitif yang progresif mempunyai patologi vaskular dan perubahan yang berhubungan dengan Alzheimer secara bersamaan. Di Jepang. 25% pasien mengalami demensia. Di eropa.4 C. demensia vaskular mencakup 50% dari semua demensia yang terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun. juga disebabkan oleh penyakit substansia alba iskemik atau sekuale dari hipotensi atau hipoksia serebri. Kebanyakan dari pasien ini menunjukkan tanda klinis seperti afasia atau disfungsi visual dan defisit neurologis ini jarang dikelirukan dengan penurunan kognitif karena demensia. Pada pasien seperti ini.1. Ditemukan umumnya pada laki-laki.Bab II Pembahasan A. Walaupun begitu. beberapa individu mengalami gangguan kognitif sebagai akibat dari stroke. khususnya dengan riwayat hipertensi dan factor risiko kardiovaskuler 3 . terdapat kombinasi patologi penyakit Alzheimer dan Vaskular sehingga sukar untuk menentukan penyebab sebenarnya dari demensianya. Prevalensi demensia 9 kali lebih tinggi pada pasien yang pernah mengalami stroke.2 B. Definisi Demensia vaskular adalah penurunan kognitif dan kemunduran fungsional yang disebabkan oleh penyakit serebrovaskuler. Tetapi penelitian autopsi dan neuroimaging modern menunjukkan banyak kasus demensia pada orang lanjut usia di Eropa dan Amerika Utara adalah dampak dari penyakit Alzheimer. demensia vascular dan demensia tipe campuran berturut-turut 20% dan 40% merupakan penyebab seluruh kasus. Prevalensinya adalah 1.

Banyak teori yang dikemukakan tentang bagaimana dementia 4 . with Subcortical Infarct and Leukoencephalopathy (CADASIL) Notch3 pada TIA/stroke lakunar. khas dikenali dari gejala migrain dengan aura. hasil funduskopi yang tidak normal. atau pembesaran jantung.1 Penyebab lain dari demensia vascular berupa kelainan genetik yang lebih jarang muncul adalah:1 Penyakit Cerebral Dominant Autosomal Arteriopathy Gen Keterangan Merupakan bentuk stroke herediter terbanyak. Pada pemeriksaan akan ditemukan bruit karotis. Onset gejala mungkin terjadi pada kanakkanak.lainnya. pada penurunan kesadaran. dan kejang. Penyebab infark berupa oklusi pembuluh darah oleh plak arteriosklerotik atau tromboemboli dari tempat lain (misalnya katup jantung). Disertai gejala nyeri otot dan episode-episode tRNA Leu(UUR) Mitochondrial encephalomyopathy with Lactic Acidosis and episode hemiparesis. namun gejala mirip stroke biasanya muncul sebelum usia 40 tahun Stroke-like (MELAS) kromosom mitokondrial D. nyeri kepala berat yang mirip migraine. atau gangguan mood diikuti dementia yang disertai pseudobulbar palsy dan inkontinesia urin pada usia 35-55 tahun kromosom 19 Protein Cerebral Amyloid prekursorβamyloid (βAPP) Penimbunan amiloid pada pembuluh darah serebral yang membuat pembuluh darah rentan terhadap terjadinya ruptur dan perdarahan. Angiopathy (CAA) pada kromosom Selain itu pula dapat menyebabkan deposit 21 yang dapat menghambat aliran darah otak.Gangguan terutama mengenai pembuluh darah serebral berukuran kecil dan sedang yang mengalami infark dan menghasilkan lesi parenkim multiple yang menyebar luas pada otak. Patogenesis Patogenesis terjadinya sebuah demensia vaskular berbeda-beda tergantung dari subtipe demensia vaskular itu sendiri.

dan inkontinesia urin. penyakit Binswanger. cerebri media) b. Otak manusia sangat kompleks dan banyak faktor yang dapat mengganggu fungsinya. Abulia. Infark Tunggal di Lokasi yang Strategis a. Pada demensia vaskular. Afasia berat dengan gangguan kognitif (a. cerebri anterior) d. Yang disebut terakhir. perilaku abnormal. gangguan memori. penyakit vaskular menghasilkan efek fokal atau difus pada otak dan menyebabkan penurunan kognitif. Bagaimanapun penemuan demikian tidak spesifik terhadap baik penyakit serebrovaskular maupun demensia. gangguan gait. Amnesia dengan kerusakan thalamus atau temporal inferomedial bilateral (a.cerebri media) 2. atau gangguan bahasa dengan kerusakan frontal inferomedial (a. menghasilkan gejala abulia. CT scan memperlihatkan lusensi di periventrikular atau subkortikal (“leukoaraiosis”). pseudobulbar palsy. Beberapa penelitian telah menemukan faktor-faktor ini namun tidak dapat menggabungkan faktor ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas bagaimana demensia terjadi. Demensia multi-infark : infark besar yang multipel. dan MRI memperlihatkan alterasi signal di lokasi yang sama. cerebri posterior) c. Penyakit serebrovaskular fokal terjadi sekunder dari oklusi 5 . Penyakit pembuluh darah kecil : Bervariasi mulai dari infark kecil multipel dalam (lacuna) hingga lesi iskemik substansia alba serebri dalam yang difus atau menyebar luas. tetapi Merritt dkk telah merangkum mekanisme tentang dementia vaskular sebagai berikut: Mekanisme Demensia Vaskular5 1.vaskular dapat terjadi. Konfusi akut atau psikosis dengan kerusakan lobus parietal yang tidak dominan bahasa (a. 3. tanda piramidal. tidak di lokasi yang strategis namun cukup besar menghancurkan volume otak. Semua bentuk demensia adalah dampak dari kematian sel saraf dan/atau hilangnya komunikasi antara sel-sel ini.

vaskular emboli atau trombotik. yang disebabkan oleh stroke-stroke kecil yang terjadi dalam waktu lama. 6 . Alzheimer’s society membagi demensia vaskular menurut apa yang menyebabkan kerusakan di otak dan bagian mana dari otak yang mengalami kerusakan. demensia vaskular. Kehilangan kontrol berkemih pada awal perjalanan penyakit juga sering dikeluhkan. Ada pula bentuk spesifik dari demensia subkortikal yang disebut penyakit Binwanger. Ketika demensia vaskular terjadi akibat stroke yang jelas. Yang paling sering disebut demensia multi-infark. sama seperti stroke atau penyakit pembuluh darah kecil. Demensia vaskular subkortikal disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah kecil yang terletak jauh di dalam otak. terutama striatum dan thalamus. dapat mengakibatkan kerusakan pada otak. hilangnya ekspresi wajah. Gejala dapat berupa kesulitan berjalan. Gejalanya dapat sama dengan gejala penyakit Alzheimer. atau gejalanya bersifat sementara. maka disebut demensia post-stroke (atau demensia infark tunggal). Stroke ini dapat sangat kecil bahkan hingga pasien tidak merasakan gejala. Demensia Vaskular Sub-kortikal (Penyakit pembuluh darah kecil atau penyakit Binswanger) Demensia sub-kortikal kadangkala dihubungkan dengan penyakit pembuluh darah kecil (Small vessel disesase). Gejala ini tidak selalu ada dan biasanya hilang timbul Demensia Campuran (Vaskular + Alzheimer) Sekitar 10 persen pasien dengan demensia memiliki tipe campuran. Diagnosis demensia tipe campuran berarti bahwa penyakit Alzheimer. Tipe Demensia Vaskular menurut Alzheimer’s society 5 Demensia terkait-Stroke Tipe yang paling sering muncul. atau kombinasi keduanya. Area otak yang berhubungan dengan penurunan kognitif adalah substansia alba dari hemisfera serebral dan nuklei abu-abu dalam. dan kesulitan berbicara. terjadi akibat infark dari bagian tertentu di otak.

4.11 Tanda dan gejala fisik:1. Hampir semua kasus demensia vaskular menunjukkan tanda dan simptom motorik. berbelanja dan sebagainya. depresi. berpakaian.E. Manifestasi klinis Tanda dan gejala kognitif pada demensia vaskular hampir semuanya bersifat subkortikal.4. pelupa Lambat berpikir (bradifrenia) Pusing Kelemahan fokal atau diskoordinasi satu atau lebih ekstremitas Inersia Langkah abnormal Konsentrasi berkurang Perubahan visuospasial Defisit pada fungsi eksekutif Sering atau Inkontinensia urin dan alvi Tanda dan gejala perilaku:        Perbicaraan tidak jelas Gangguan bahasa Depresi Berhalusinasi Berjalan tanpa arah yang jelas Menangis dan tertawa yang tidak sesuai. Disfungsi serebral bilateral menyebabkan inkontinensi emosional (juga dikenal sebagai afek pseudobulbar) Sukar menuruti perintah Riwayat pasien yang mendukung demensia vaskular adalah kerusakan bertahap seperti tangga (stepwise). kekeliruan nokturnal. Contoh kerusakan bertahap adalah kehilangan 7 . bervariasi dan biasanya menggambarkan peningkatan kesulitan dalam menjalankan aktivitas harian seperti makan.11           Kehilangan memori.1.

ADL yg kompleks (Instrumental Activity Daily Living = IADL) mulai terbatas 3. dan stroke. dyslipidemia. DM. namun aktivitas yang kompleks mulai terganggu. Pasien masih dapat melakukan aktivitas dasar sehari-hari. Vascular Cognitive Impairment19 Merupakan gangguan memori yang ditunjukkan oleh adanya gangguan vaskular namun fungsi kognitif lainnya secara umum masih baik.4. Patologisnya adalah adanya gangguan di hipokampus. Pasien melapor sendiri atau orang lain yg menyaksikan kemunduran memori/kognitif. Awitan dapat perlahan atau mendadak. a. Tes fungsi kognisi dan memori juga memberikan hasil di bawah rata-rata. obesitas.memori dan kesukaran membuat keputusan diikuti oleh periode yang stabil dan kemudian akan menurun lagi. Adanya gangguan memori atau kognitif lainnya harus dibuktikan dengan skor yang sudah baku 5.11 Vascular dementia (VaD) adalah salah satu dari tiga spektrum gangguan kognitif akibat berbagai tipe penyakit serebrovaskular yang terjadi akibat interaksi berbagai faktor resiko vaskular seperti hipertensi. Di korteks terdapat bercak-bercak amyloid difus. Belum ada gangguan untuk didiagnosis sebagai demensia 8 . Aktvitas hidup sehari-hari (Activity Daily Living = ADL) masih baik b. Termasuk dalam gangguan dalam spectrum ini adalah VCI (Vascular Cognitive Impairment) dan MVCI (Mild Vascular Cognitive Impairment). Mini Mental Status Examination (MMSE) tidak terganggu.1. sesuai pendidikan dan umur 4. dibanding keadaan sebelumnya 2. Kriteria diagnosis VCI 1. bagian yang mengurus memori. Didapatkan bahwa TIA yang lama dapat menyebabkan penurunan memori yang perlahan sedangkan stroke menyebabkan gejala yang cepat.

Dokter umum perlu mencari tahu gejala pasien. diabetes dan kolesterol yang tinggi. mandi. 9 i. misalnya obat tidur atau antidepresan golongan trisiklik. juga gaya hidup dan keluarga. riwayat penyakitnya. jalan. DM dan hyperlipidemia serta stroke dan infeksi SSP sebelumnya. maslah jantung. semakin baik kesempatan pengobatan akan berhasil memperlambat progresivitas penyakit. Peeriksaan juga bertujuan untuk mengenali kondisi yang berkaitan dengan progresifitas dari demensia vaskular. dokter harus merujuk pasien ke spesialis untuk pemeriksaan kognitif untuk mengecek atensi. berpakaian. Riwayat obat-obatan dan alkohol Riwayat penderita yang adalah seorang peminum alkohol atau pengkonsumsi obat-obatan dapat memberikan kesan penurunan fungsi kognitif.6 Anamnesis pada penderita yang dicurigai demensia vaskular memiliki tujuan utama untuk menentukan tiga faktor: a. b. perawatan diri. berobat F. makan minum. Semakin awal diagnosis ditegakkan. . Pemeriksaan2. dll Aktivitas Instrumental (IADL) : mengurus keuangan pribadi. toilet.ADL yang dimaksud adalah   Aktivitas Dasar (basic ADL) : berpakaian. Spesialis dapat melakukan pemeriksaan scan otak untuk membantu diagnosis. Riwayat kesehatan Riwayat kesehatan mencakup faktor risiko dementia vaskular seperti hipertensi. bepergian. berbelanja ke pasar. Jika penyebab lain dari gejala pasien tidak dapat dicari. konsep perencanaan dan kecepatan pemikiran. mobilitas. memasak.6 Langkah pertama dalam diagnosis demensia vaskular adalah dengan memberikan penyuluhan bagi masyarakat agar segera mengunjungi dokter umum atau dokter keluarga begitu ada gejala dementia. Kondisi demikian termasuk tekanan darah tinggi. menelepon. Anamnesis2.

maka hemiparesis. piramidal dan ekstrapiramidal ikut terlibat secara difus. Refleks memegang (grasp reflex). pemejaman mata pada ketukan berkali-kali pada glabela hanya timbul dua tiga kali saja dan selanjutnya tidak akan memejam lagi c. Orang dengan demensia akan memejamkan matanya tiap kali glabelanya diketuk.6 Pada demensia. tanda-tanda lesi organik yang mencerminkan gangguan pada korteks premotorik atau prefrontal dapat membangkitkan refleks-refleks primitif dan/atau patologis. Snout reflex. Refleks glabela. Apabila manifestasi gangguan korteks piramidal dan ekstrapiramidal tidak nyata. Goresan pada kulit tenar membangkitkan kontraksi otot mentalis ipsilateral pada penderita dengan demensia d. Refleks tersebut merupakan petanda regresi atau kemunduran kualitas fungsi. orbikularis oris berkontraksi 10 . Pemeriksaan fisik2. a.c. Pada orang sehat. Refleks korneomandibular. ii. Goresan kornea pada pasien dengan demensia membangkitkan pemejaman mata ipsilateral yang disertai oleh gerakan mandibula ke sisi kontralateral e. Pada penderita dengan demensia setiap kali bibir atas atau bawah diketuk m. monoparesis dan diplegia dapat menyertai demensia. jika daerah motorik. Refleks memegang adalah positif apabila jari si pemeriksa dipegang oleh tangan penderita b. Jari telunjuk dan tengah si pemeriksa diletakkan pada telapak tangan si penderita. Refleks palmomental. Riwayat keluarga Demensia pada keluarga atau bahkan riwayat penyakit serebrovaskular dapat membantu diagnosis demensia vaskular.

f. Refleks menetek (suck reflex). registrasi. Kedua ditanyakan lokasi sekarang seperti fasilitas. tanya pasien tanggal. bulan. pintu) dan minta pasien untuk mengulanginya Minta pasien untuk mengeja perkataan „dunia‟ secara Atensi terbalik atau menolak 7 dari 100 secara berurutan (berhenti setelah 5 jawaban). dan. penggoresan pada telapak kaki membangkitkan kontraksi tonik dari kaki berikut jari-jarinya. Defisit lokal ditemukan pada demensia vaskular sedangkan defisit global pada penyakit Alzheimer. bandar. Registrasi Namakan 3 objek (seperti bola. lantai. Refleks menetek adalah positif apabila bibir penderita dicucurkan secara reflektorik seolah-olah mau menetek jika bibirnya tersentuh oleh sesuatu misalnya sebatang pensil g. kemampuan bahasa dan berhitung. bendera. hari. perhatian. tahun dan Orientasi musim. Pada demensia. provinsi dan negara. Refleks kaki tonik. daya ingat. tetapi‟ 11 Skor maksimum 5 5 3 5 3 2 1 . Pemeriksaan MMSE14 Alat skrining kognitif yang biasa digunakan adalah pemeriksaan status mental mini atau Mini-Mental State Examination (MMSE). iii. Daya ingat Minta pasien untuk mengingat 3 objek dari bagian registrasi tes ini Minta pasien untuk mengidentifikasi pensil dan arloji Bahasa Minta pasien untuk mengulang frasa „tidak jika. Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui kemampuan orientasi. MMSE Folstein Pertanyaan Pertama.

v.Minta pasien untuk mengikut arahan sebanyak 3langkah Minta pasien untuk membaca dan mematuhi frasa „tutup mata anda‟ Minta pasien untuk menulis satu ayat Minta pasien untuk mengkopi satu set pentagon yang saling bertindih. Pemeriksaan ADAS-Cog15 Pemeriksaan ADAS (Alzheimer‟s Disease Assessment Scale) dirancang untuk mengukur keparahan dari pada gejala paling penting dari penyakit Alzheimer. bahasa. Namun nilai batas tergantung pada tingkat edukasi seseorang pasien. 12 iv. dan untuk beberapa inidividu dapat berubah pada siang hari. Selain memfokuskan kepada standarisasi instrumen dan metode. perilaku dan perubahan kepribadian yang terkait. Instrumen ini kemudian dipakai oleh banyak pusat penelitian penyakit Alzheimer. praksis. neurofisiologismua. rekamlah tanggal dan waktu pemeriksaan ini dilakukan. Oleh karena hasil untuk pemeriksaan ini dapat berubah mengikut waktu. atensi dan kemampuan kognitif lainnya yang kadang merupakan gejala inti dari penyakit Alzheimer. gejala klinisnya. . CERAD dapat menarik informasi dari riwayat perjalanan penyakit. Skor 3 1 1 1 30 Skoring: skor maksimum yang mungkin adalah 30.riwayat keluarga. dan hubungannya dengan neuropatologi. Pemeriksaan CERAD16 CERAD (Consortium to Establish a Registry for Alzheimer‟s Disease) dibuat pada tahun 1986 oleh National Institute on Aging (NIA) untuk menjadikan standar prosedur untuk evaluasi dan diagnosis pasien dengan penyakit Alzheimer. Umumnya skor yang kurang dari 23 dianggap normal. Termasuk di dalamnya adalah 11 tugas yang mengukur adanya gangguan daripada ingatan. Salah satu cabangnya yakni ADAS-cog adalah media pengujian paling populer untuk menguji kognitif.

penyakit serebrovaskular dan atrofi kortikal.6 Deteksi karakter yang abnormal pada pencitraan struktural (CT Scan dan MRI) dan pencitraan fungsional seperti SPECT dan PET dapat membantu dalam menentukan diagnosis diferensial. infark serebri. Diantaranya adalah: Kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. abses serebral. CT-Scan Dapat mengidentifikasi lesi otak (tumor).vi. Rumusan dari kriteria diagnostik DSM-IV-TR adalah seperti berikut: Perkembangan defisit kognitif multipel terdiri dari:  Gangguan memori (gangguan kemampuan dalam mempelajari informasi baru atau mengingat informasi yang sudah dipelajari)  Salah satu atau lebih gangguan kognitif berikut: Afasia (gangguan berbahasa) Apraksia (gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas motorik dalam keadaan fungsi otot yang normal) Agnosia (kegagalan untuk mengenali atau menamai objek) Gangguan fungsi berfikir abstrak (eg merencanakan. a. berorganisasi) 13 . lesi pada penyakit serebrovaskular yang Kriteria diagnostik Terdapat beberapa kriteria diagnostik yang melibatkan tes kognitif dan neurofisiologi pasien yang digunakan untuk diagnosis demensia vaskular. Pemindaian otak2. fourth edition. MRI Hasil MRI dapat mengidentifikasi mengindikasikan demensia vaskular. b. text revision (DSM-IV-TR)4. hematoma subdural atau ekstradura.6 Kriteria ini mempunyai sensitiviti yang baik tetapi spesifitas yang rendah.

psikosis. delirium. defisiensi niasin. kontrol motor. fungsi visuospasial. defisit harus cukup berat sehingga mengganggu aktivitas harian dan tidak disebablan oleh efek stroke saja. fungsi eksekutif. bahasa. aphasia berat atau kemunduran sensorimotor major.Gangguan kognitif di atas menyebabkan gangguan yang berat pada fungsi sosial dan pekerjaan penderita Kelainan ini ditandai dengan proses yang bertahap dan penurunan fungsi kognitif yang berkelanjutan Gangguan kognitif di atas tidak disebabkan oleh hal-hal berikut:  Kelainan SSP lain yang menyebabkan gangguan memori yang progresif (misalnya gangguan peredaran darah otak. Parkinson dan tumor otak)  Kelainan sistemik yang dapat menyebabkan demensia (misalnya hipotiroidisme. Demensia Didefinisikan dengan penurunan kognitif dan dimanifestasikan dengan kemunduran memori dan dua atau lebih domain kognitif (orientasi. Kriteria eksklusi: kasus dengan penurunan kesadaran. praksis). Juga gangguan sistemik / penyakit lain yang menyebabkan defisit memori dan kognisi. hiperkalemi. 14 .6 A. neurosifilis dan infeksi HIV) Kelainan pasien tidak disebabkan oleh delirium Kelainan tidak disebabkan oleh kelainan aksis 1 (misalnya gangguan depresi dan skizofrenia) Kriteria the National Institute of Neurological Disorders and Stroke-Association International pour la Recherché at L'Enseignement en Neurosciences (NINDS-AIREN)4. ditemukan dengan pemeriksaan klinis dan tes neuropsikologi. defisiensi vitamin B dan asam folat. atensi.6 Kriteria untuk kemungkinan diagnosis vascular dementia:4.

Riwayat unsteadiness dan jatuh tanpa sebab C. tanda Babinski. hemianopia. Perubahan personaliti dan suasana hati. Adanya gangguan langkah dini (langkah kecil “marche a petits pas”. Urgensi dan frekuensi miksi dini serta keluhan berkemih yang lain bukan disebabkan oleh kelainan urologi D. apraksi-ataxic atau Parkinson) B. Awitan dini defisit memori dan perburukan memori dan fungsi kognitif lain seperti bahasa (aphasia sensori transkortikal). atau kombinasi dari yang di atas. C. Pseudobulbar palsy E. Gambaran klinis yang tidak mendukung demensia vaskular4. kelemahan fasial bawah. atau defisit subkortikal lain seperti retardasi psikomotor dan fungsi eksekutif abnormal. Penyakit serebrovaskular Adanya tanda fokal pada pemeriksaan neurologi seperti hemiparesis.6 A. ketrampilan motor (apraksia) dan persepri (agnosia) yang progresif tanpa disertai lesi fokal otak yang sesuai pada pencitraan B. inkontinensi emosi.B. abulia. basal forebrain). dan disartria yang konsisten dengan stroke (dengan atau tanpa riwayat stroke) dan bukti penyakit serebrovaskular yang relevan dengan pencitraan otak (CT Scan atau MRI) seperti infark pembuluh darah multipel atau infark strategi single (girus angular. atau langkah magnetik. Hubungan antara dua kelainan di atas Awitan demensia 3 bulan pasca stroke Deteriorasi fungsi kognitif mendadak atau progresi defisit kognitif yang fluktuasi atau stepwise Gambaran klinis konsisten dengan kemungkinan diagnosis vascular dementia4. Tidak ada konsekuensi neurologi fokal selain dari gangguan kognitif 15 .6 A. defisit sensori. depresi. thalamus. lakuna ganglia basal multipel dan substansia alba atau lesi substansia alba periventrikular yang ekstensif.

Tidak ada kelainan patologi atau klinikal yang dapat menyebabkan demensia Klasifikasi demensia vaskular untuk tujuan penelitian4.10 Demensia akibat Alzheimer memiliki gejala klinis yang sangat mirip dengan demensia vaskular.6 A. B. Istilah penyakit Alzheimer dengan penyakit serebrovaskular digunakan untuk pasien dengan Alzheimer dan pencitraan yang sesuai dengan penyakit serebrovaskular. Diagnosis banding .C. Dalam penelitian epidemiologi. kepada demensia vaskular kortikal dan subkortikal. Istilah demensia campur sebaiknya tidak digunakan. demensia thalamik. Kriteria klinis untuk probable vascular dementia B. G.3. gejala neurologis fokal adalah lebih sering pada demensia vaskular 16 . bahkan pada beberapa kasus demensia vaskular disertai patologi daripada penyakit Alzheimer. Walaupun pemburukan yang jelas dan bertahap mungkin tidak ditemukan pada semua kasus. Bukti histopatologi penyakit serebrovaskular dari biopsi atau autopsi C. Pasien dengan defisit kognitif yang variasi dan bukti penyakit serebrovaskular yang relevan Kriteria untuk diagnosis definitif vascular dementia4. Biasanya demensia vaskular telah dibedakan dari demensia tipe Alzheimer dengan pemburukan yang mungkin menyertai penyakit serebrovaskular selama satu periode waktu.6 A. pasien ini termasuk dalam kelompok demensia vaskular.2.6 Demensia diklasifikasikan berdasarkan gambaran klinikal. radiologi dan neuropatologi. Tidak ada kerusakan serebrovaskular pada CT Scan atau MRI otak Diagnosis klinikal untuk kemungkinan vescular dementia4.Penyakit Alzheimer1. Adanya demensia dengan tanda neurologi fokal pada pasien tanpa pencitraan otak/tiada hubungan antara demensia dengan stroke. Tidak ada neurofibrillary tangles dan plak neuritik D.

demikian juga faktor risiko standar untuk penyakit serebrovaskular. Hachinski Ischaemic Score7 Item No.dibandingkan pada demensia tipe Alzheimer. hipertensi Mandadak atau bertahap Perlahan atau bertahap seperti tangga Defisit neurologi Selalu terganggu Kemunduran ringan pada fase awal Dini dan kemunduran yang nyata ≥7 Infark atau lesi substansia alba Penyakit Alzheimer Kurang Bertahap Penurunan perlahan dan progresif Normal Biasanya normal Prominen pada fase awal Kemunduran lambat ≤4 Normal atau atrofi hipokampus Skor iskemik Hachinski merupakan sebuah alat klinis yang sangat membantu untuk membedakan tipe-tipe dementia secara bedside terutama dua tipe demensia yang paling sering terjadi yaitu Demensia Alzheimer dan Demensia vaskular. stroke. 1 2 3 4 Abrupt onset Stepwise deterioration Fluctuating course Nocturnal confusion Description Value 2 1 2 1 17 . faktor risiko aterosklerosis seperti Diabetes melitus. Gejala klinik Riwayat penyakit atherosklerosis Onset Progresivitas Pemeriksaan neurologi Langkah Memori Fungsi eksekutif Skor iskemik Hachinski Neuroimaging Demensia vaskular TIA.

Kadang-kadang keliru dan pelupa.Sindroma ini merupakan suatu keadaan yang sangat heterogen. yang secara neuropatologis berbeda dengan dementia Alzheimer. Fronto-Temporal Dementia (FTD)1.6 Saat ini penyakit yang ditandai dengan adanya badan Lewy dikatakan meliputi suatu spektrum yang luas.bisa unilateral maupun bilateral. yang namanya lebih menunjukkan lokasi lesi ketimbang kelainan patologinya. Secara klinis menunjukkan gambaran gangguan perilaku yang luas dengan awitan yang menyelinap dan biasanya terjadi antara usia 40-70 tahun (rata-rata lebih muda dibanding dengan usia AD). mulai dari keadaan preklinik dengan gejala ringan akibat adanya badan 18 .2. Dementia dengan badan Lewy1. dementia karena penyakit pick dan dementia akibat penyakit motorneuron.5 6 7 8 9 10 11 12 13 Preservation of personality Depression Somatic complaints Emotional incontinence History of hypertension History of stroke Associated atherosclerosis Focal neurological symptoms Focal neurological signs 1 1 1 1 1 2 1 2 2 Depresi2 Biasanya orang yang depresi akan pasif dan tidak berespon. Gejala-gejala berikut mirip dengan gejala penurunan memori akibat dementia.2. Pencitraan neurologik fungsional menunjukkan penurunan metabolism otak didaerah lobus temporal anterior dan frontal. Gambaran klinis menggambarkan distribusi topografik daerah korteks temporal yang terkena.6 Sindroma demensia bisa diakibatkan oleh suatu proses degeneratif di regio korteks anterior otak.

Memperbaiki memori The Heart and Stroke Foundation of Canada mengusulkan beberapa cara untuk mengatasi defisit memori dengan lebih baik. Hal ini terakhir sering disebut sebagai penyakit dengan dementia senilis tipe badan Lewy (dementia Lewy Bodies/DLB). tanggal. sedang dengan demensia vascular.hilang kesadaran sepintas.Lewy di subkorteks serebri. akan tetapi untuk memori yang baru pada DLB lebih ringan ketimbang dementia vascular. tetapi selalu terdapat gambaran 2 dari 3 keadaan yaitu: fluktuasi kognisi. H. Gambaran klinik bervariasi. dan tugas yang perlu dilakukan.delusi dan halusinasi. penyakit Parkinson sampai dengan terjadinya dementia dengan badan Lewy yang ada di batang otak dan neokorteks. Dibandingkan dengan AD. Gambaran klinik khas dementia (penurunan menyeluruh fungsi kognitif yang menggangu fungsi sosial dan okupasional) haruslah juga didapati. juga penyakit lain yang mempunyai gambaran yang mirip.sensivitas neuroleptik. Terapi2. Pada dementia jenis ini patologinya seringkali juga mempunyai gambaran campuran dengan dementia Alzheimer dan sangat jarang (<1%) gambaran patologis yang hanya menunjukkan neuropatologi dementia badan Lewy. maka gangguan memori pada DBL didapatkan lebih ringan. 19 . Adanya stroke harus disingkirkan.4 Tujuan penatalaksanaan demensia vaskular adalah:      Mencegah terjadinya serangan stroke baru Menjaga dan memaksimalkan fungsi Mengurangi gangguan tingkah laku Meringankan beban pengasuh Menunda progresifitas ke tingkat selanjutnya Penatalaksanaan terdiri dari non-medikamentosa dan medikamentosa: 1.sinkope. Dapatan yang mendukung diantaranya adalah: jatuh. Dengan ini stres dapat dikurangkan.  Membawa nota untuk mencatat nama. halusinasi visual dan parkinsonisme. profil neuropsikologiknya hampir serupa. Non-Medikamentosa a.

perubahan perilaku tidak dikaji lebih lanjut. Menjauhi distraksi seperti Tv/Radio jika mencoba berkonsentrasi. Akan tetapi. ditargetkan berat badan berkurang 4. Pada studi TOHP. Sementara penelitian dengan DASH menunjukkan bahwa diet tinggi buah-buahan. b. Diet Penelitian di Rotterdam mendapati terdapat peningkatan risiko demensia vaskular berhubungan dengan konsumsi lemak total. Contoh tabel diet DASH17 20 . i.5 kg atau juga dengan pembatasan sodium (target harian 80 mmol atau 80 mEq) menurunkan insidensi hipertensi. Tingkat folat. Faktor hipertensi merupakan salah satu penyebab VaD yang signifikan. Diet secara total lebih efektif daripada hanya diet dengan penambahan sayur dan buah. the Trials of Hypertension Prevention (TOHP) dan Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) mendemostrasikan keberhasilan pencegahan hipertensi dan menurunkan tekanan darah orang dengan tekanan darah normal-tinggi.   Melatih otak dengan mengingat kembali kegiatan sepanjang hari sebelum tidur. vitamin B6 dan vitamin B12 yang rendah juga berhubungan dengan peningkatan homosisteine yang merupakan faktor risiko stroke. dan produk susu nonlemak serta rendah rendah lemak total. sayuran. Diet DASH17 Beberapa studi intervensi gizi. dapat menurunkan SBP rata-rata 611 mm Hg. sehinga memodifikasi hipertensi dapat memberikan efek yang cukup drastis bagi penurunan insidensi demensia vaskular. Tidak tergesa-gesa mengerjakan sesuatu hal baru.

jeruk. unggas dan ikan 2–3 1 ckr sayur berdaun segar ½ ckr sayur matang 6 oz jus sayur 6 oz es jus 1 ptg sedang buah ¼ ckr buah kering ½ ckr buah segar. pasta Sayuran 4–5 Buah 4–5 Susu dan produk susu rendah lemak atau tanpa lemak Daging. jus anggur. kentang. kacang polong. muffin. Signifikansi setiap kelompok Sumber utama energi dan serat Sumber kaya potasium. magnesium. bijibijan. potasium. buang kulit unggas Almond. protein dan serat 21 . peach. roti. atau kalengan 8 oz susu 1 ckr yoghurt 1½ oz keju Contoh dan catatan Roti gandum penuh. wortel. unggas. jus jeruk. oatmeal. walnuts. beku. sereal.Kelompok Makanan Serealia dan produk olahan Porsi sehari 7–6 Ukuran saji 1 ptg Roti 1 ckr Sereal kering ½ ckr nasi. dan kacang kering 4 – 5 / minggu 1/3 ckr atau 1½ oz kacangkacangan 2 sdm atau ½ oz bijian Susu. dan serat. mangga. kacang tanah. 2 atau kurang 3 oz daging. strawberry. dan serat. magnesium. atau ikan yang matang Kacangkacangan. anggur. bakar. atau rebus sebagai pengganti goreng. panggang. pretzel tawar dan popcorn Tomat. yoghurt dan keju tanpa lemak (skim) atau rendah lemak (1%) Buang lemak yang terlihat pada daging. kraker. kurma. nanas. brokoli. Sumber utama potasium. bayam. kacang campuran. biji bunga matahari. melon. magnesium. Sumber utama kalsium dan protein Sumber kaya protein dan magnesium Sumber kaya energi. buncis Pisang.

gula. mayonnaise rendah lemak. Pola makan ini juga rendah lemak jenuh seperti yang banyak ditemukan pada produk susu dan daging merah. Diet Mediteranian Pola makan ala Mediterania bukan hanya mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker tetapi juga bisa mempertahankan fungsi daya ingat dan mengurangi risiko penyakit demensia yang menyebabkan pikun. antara lain Tennesse. saus salad ringan. jelly. Penelitian tersebut diikuti 17 ribu peserta dari 11 negara bagian di Amerika Serikat. permen. Yunani. minyak zaitun.Lemak dan minyak 2–3 ½ ckr kacang kering 1 sdt margarin rendah lemak 1 sdm mayonnaise rendah lemak 2 sdm saus salad ringan Gula 5 / minggu 1 sdm gula 1 sdm jelly atau selai jam ½ oz jelly beans 8 oz air limun lentil. dan kacang polong Margarin rendah lemak. AS dan tim dari Universitas Athens. minyak sayur (minyak zaitun. fruit punch. Dalam studi yang dipimpin oleh Dr. minyak jagung) Syrup. sorbet. gelatin rasa buah. selai jam. disimpulkan manfaat diet Mediterania untuk mencegah penurunan kognitif. es krim Selain lemak yang ditambahkan.Pola makan ala Mediterania lebih mengutamakan makanan nabati.Georgios Tsivgoulis dari Universitas Alabama di Birmingham. serta asam lemak omega-3. Para peserta rata-rata berumur di 22 . perlu dipilih juga bahan makanan yang rendah lemak Pemanis termasuk bahan rendah lemak ii.

Pada demensia vaskular.18 2.    Aspirin: mencegah platelet-aggregating thromboxane A2 dengan memblokir aksi prostaglandin sintetase yang seterusnya mencegah sintesis prostaglandin Tioclodipine: digunakan untuk pasien yang tidak toleransi terhadap terapi aspirin atau gagal dengan terapi aspirin. Agen antiplatelet yang lain adalah tioclodipine dan clopidogrel. partisipan yang pernah mengalami stroke tidak diikutkan.6 a. menghambat agregasi platelet dan formasi trombus serta supresi adhesi leukosit.Meski begitu. aspirin mempunyai efek positif pada defisit kognitif. Clopidogrel bisulfate: obat antiplatlet yang menginhibisi ikatan ADP ke reseptor platlet secara direk. Medikamentosa2. Para responden juga harus mengisi kuasioner untuk emngukur kemampuan mereka mengingat tanggal dan kata sederhana setelah perhatian mereka dialihkan. Studi ini diklaim sebagai yang terbesar dalam menghubungkan pola makan dan kemampuan kognitif.atas 64 tahun. para partisipan yang mengidap diabetes tidak mendapatkan manfaat dari pola diet ini. Mereka yang mengadopsi diet ini juga mampu mempertahankan kemampuan kognitif para peserta berusia 70 tahun yang sudah mengalami demensia (pikun). Dalam penelitian ini. hiperkolesterolemia dan diabetes diobati. Mencegah demensia vaskular memburuk Progresifitas demensia vaskular dapat diperlambat jika faktor risiko vaskular seperti hipertensi. Agen anti platlet berguna untuk mencegah stroke berulang.Hasil penelitian menunjukkan peserta diet mediterania berisiko 13 persen lebih rendah menderita kemunduran daya ingat. meningkatkan fleksibilitas eritrosit. Agen hemorheologik meningkatkan kualitas darah dengan menurunkan viskositas. Kemampuan kognitif para responden secara berkala diteliti menggunakan Six-Item Sceener. 23 .

pusing. setiap bulan dinaikkan 8 mg/hr sehingga dosis maksimal 24 mg/hr Rivastigmine Penghambat kolinesterase Demensia ringansedang Mual. anoreksia Memantine Penghambat reseptor NMDA Demensia sedangberat Dosis awal 5 mg/hr. muntah.b. diare. Setiap bulan dinaikkan 2 x 1. stelah 1 minggu dosis dinaikkan menjadi 2x5 mg/hr hingga maksimal 2 x 10 mg/hr Pusing. Memperbaiki fungsi kognitif dan simptom perilaku Obat untuk penyakit Alzheimer yang memperbaiki fungsi kognitif dan gejala perilaku dapat juga digunakan untuk pasien demensia vaskular. Obat-obat demensia adalah seperti berikut: Nama obat Golongan Indikasi Dosis Efek samping Donepezil Penghambat kolinesterase Demensia ringansedang Dosis awal 5 mg/hr. insomnia Galantamine Penghambat kolinesterase Demensia ringansedang Dosis awal 8 mg/hr. Mual.5 mg/hr hingga maksimal 2 x6mg/hr muntah. nyeri kepala. diare. konstipasi 24 . setelah 4-6 minggu menjadi 10 mg/hr Mual. anoreksia Dosis awal 2 x 1. muntah. diare.5 mg/hr.

mulut kering. 25 . mulut kering. mulut kering. ansietas. individu dengan tingkat edukasi yang rendah dan pada individu dengan hasil uji neurologi yang memburuk - Penyebab kematian adalah komplikasi dari demensia. pusing. insomnia. demensia vaskular dapat memperpendek jangka hayat sebanyak 50% pada lelaki. penyakit kardiovaskular dan berbagai lagi faktor seperti keganasan. - Berdasarkan beberapa penelitian. perilaku obsesif Risperidon 0. nyeri kepala Insomnia Zolpidem 5-10 mg malam hari Diare. mulut kering. konstipasi J. Prognosis6 - Prognosis demensia vaskular lebih bervariasi dari penyakit Alzheimer Beberapa pasien dapat mengalami beberapa siri stroke dan kemudian bebas stroke selama beberapa tahun jika diterapi untuk modifikasi faktor risiko dari stroke.5-1 mg. nyeri kepala. pusing. mengantuk. mengantuk Trazodon 25-100 mg malam hari Pusing.5-10 mg/hr Quetiapin 25-300 mg/hr Mengantuk. disfungsi seksual Agitasi. mengantuk Sertralin 25-100 mg/hr Mual.Obat-obat untuk gangguan psikiatrik dan perilaku pada demensia adalah: Gangguan perilaku Depresi Sitalopram 10-40 mg/hr Mual. mulut kering. diare. mengantuk. mual. dispepsia Meningkat berat badan. nyeri Nama obat Dosis Efek samping kepala. tremor Esitalopram 5-20 mg/hr Insomnia. tremor Mengantuk. 3x/hr Olanzapin 2. pandangan kabur. diare. tremor.

2. dan pemikiran abstrak demikian juga dengan perubahan perilaku yang penyebabnya adalah pembuluh darah serebral. Dementia vaskular adalah sindrom mental organik yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual secara menyeluruh yang mencakup gangguan mengingat. Penyebab dementia vaskular adalah penyakit vaskuler serebral yang multipel yang menimbulkan gejala berpola demensi dan infark berupa oklusi pembuluh darah oleh plaq arteriosklerotik atau tromboemboli dari tempat lain ( misalnya katup jantung). 4. Dementia vaskular diklasifikasikan menjadi infark multipal. infark lakunar dan infark tunggal di daerah strategis. penilaian. Diagnosis dementia vaskular ditegakkan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh PPDGJ III dan DSM IV.BAB III Kesimpulan 1. 26 . 3.

alzheimers.medscape. Physical and Laboratory Examinations. Kasper. and Support. MMSE examination. G. eMedicine from WebMD: Vascular Dementia. 2012.M. Third Edition. (2006). 4.org/elder/vascular_dementia.T. Thomas D.. K.uk 6.com 13. Walker.rgp. Clinical Methods: The History. 1096 – 1105. Hal 170-184 3. Diunduh dari http://helpguide. Treatment. (2008).C. Jakarta. Jameson. Vascular Dementia. Shiel. RxList the Internet Drug Index: Dementia.ncbi. Dewanto. L Mardjono. Jakarta.htm Reviewed by 10. 2543-4. (2009 November).ca 27 . Inc. Diunduh dari www. H. White. Braunwald. Kaplan Sadock Sinopsis Psikitari Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis Jilid 2 Tangerang: Binarupa Aksara 14. Moroney.rxlist.com/article/292105-overview 5. Loscalzo. Bruce L. McGraw-Hill Companies. PT Dian Rakyat. Hal 211-214 7. Diakses dari http://emedicine. (1990). (2007 December).What is vascular dementia?. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2010. Alzheimer‟s society. Singapore 2. Kannayiram Alagia krishnan. Benjamin J..com/viewarticle/564627_3 12.com/dementia_slideshow/article.medscape. Vascular Dementia. 49. P. Medscape from WebMD today: Clinical Differences Among Four Common Dementia Syndromes: Vascular Dementia. Neurologi Klinis Dasar. J. M. Sidharta. Neurology.org. 18 th Edition. Dorsey. J. Alagiakrishnan. J. Jack A.medscape. (2010 Apr 2).. Current Diagnosis & Treatment: Neurology. Diunduh dari gem. Diunduh dari http://www.gov/bookshelf/br. S.htm 11. Barston.on. Brust.. W. Anonymous.C. Sadock. dkk (2009). Meta-analysis of the Hachinski Ischaemic Score in pathologically verified dementias. Masaki. Kaplan. Panduan Praktis Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf.fcgi?book=cm&part=A1506 9. In Fauci. Grebb. Diunduh dari http://emedicine. dkk. Hauser Longo. 8. (2007). Symptoms. Vascular Dementia: Signs. Diunduh dari http://www.nih.nlm. Harold I.K.toronto. M. New York: McGraw Hill.. Diunduh dari http://www.. Harrison’s Principles of Internal Medicine. K.DAFTAR PUSTAKA 1.

files. Korinkova V. Novotny V.nih. National Heart. 28 .gov/pubmed/11218956 16.dengan.ncbi. Lung.Pikun. Widyani R. Vajdickova K. US Department of Health and Human Services.ppt. Cegah pikun dengan diet mediteranian.Diet. Diunduh dari http://fkunand2010. CERAD – An overview. ADAS-cog validation of the Slovak version.com/2011/07/demensiablok-1-6.wordpress. Diunduh dari http://www. Diunduh dari http://www. Duke University Medical Center. Penurunan Fungsi Kognitif pada Usia Lanjut. National Institutes of Health (NIH). 1999.nih.15.edu/ 17. Center for the Study of Aging and Human Development. Public Health Services. Kolibas E.nlm. NIH Publication No 99-4082.gov/health/public/heart/hbp/dash/new_dash. Diunduh dari http://health. Diunduh dari http://cerad.nhlbi. Yuliarni S.pdf 18.Meditera nia 19. and Blood Institute (NHLBI): The DASH diet. Hunakova D.duke.mc.kompas.com/read/2013/05/01/16223931/Cegah.