You are on page 1of 9

Kepaniteraan Klinik Mata Nama : Rizki Nandasari Sulbahri NIM : 04081001009/ 04114705009 Tugas 1.

Bagaimana penegakan diagnosa tentang ulkus di kasus ini? Jelaskan! 2. Apa perbedaan edema dan blefarospasme? 3. Jelaskan manajemen ulkus secara lengkap pada kasus ini? 4. Sebutkan apa saja kegawatdaruratan mata? 5. Jelaskan tentang glaukoma akut? Jawab 1. Penjelasan tentang ulkus a) Definisi Ulkus : keadaan patologik pada kornea yang ditandai dengan adanya defek kornea bergaung, infiltrat supuratif, dan diskontinuitas jaringan kornea biasanya dari epitel sampai dengan stroma. b) Perbedaan diagnosis ulkus kornea berdasarkan etiologi Penyebab Bakteri Virus Jamur Bakteri Pseudomonas Streptokokus Faktor Tidak khas Tidak khas Tidak khas Trauma atau Tidak khas pencetus kontak kornea dengan tumbuhtumbuhan Onset Cepat (2-3 hari) 7 hari 5 hari 10-14 hari 7 hari Bentuk Sentral Sentral Sentral Sentral Marginal, sentral Warna Kuning/ eksudat Hijau/ kuning Abses Abu-abu putih, Infiltrat Mukopurulen lesi satelit Hipopion + + +/+ + Dasar Nanah Nanah tenang Kotor Difus hipopion Sensibilitas N/ > N/ > Menurun Meningkat N Perforasi mudah mudah jarang mudah negatif Tepi Tidak tegas Batas epitel Indolen Tepi irreguler dengan tegas dengan dengan seperti bulu/ permukaan yang dasar yang tepi yang filamen dengan tidak rata/ kasar padat melipat infiltrat tampak dikelilingi kering dan stroma permukaan yang kotor Lain-lain Nekrosis stroma Tanda dan gejala terjadi dengan yang timbul pada cepat dan dapat periode inisial flak inflamasi lebih ringan pada endotel
1

sel polimorfonuklear. tak tegas. Kapas mata Teknik : 1. serta terdapat terdapat air fluid level.  Hipopion dengan air fluid level. leukosit. 2. Hipopion pada ulkus bakteri Hipopion pada ulkus jamur  Terdapat sel-sel radang seperti sel  Terdapat hifa. 2 . 10-14 hari Kotoran mata Putih kekuning-kuningan Pemeriksaan Oftalmologis Bentuk Sentral Tepi Tepi ireguler. dan permukaan yang kotor Warna Abu-abu putih Hipopion Hipopion (+). Pasien diminta melihat ke sisi yang berlawanan dari bagian kornea yang akan dites. terlihat sebagai lapisan putih. endotel dan mencapai iris serta badan siliar lalu menyebabkan radang iris dan badan siliar sehingga menimbulkan kekeruhan pada bilik mata depan karena timbunan sel-sel radang. tidak e) Pemeriksaan sensibilitas dan mekanismenya Uji Sensibilitas Kornea (Refleks Kedip Kornea) Tujuan : Tes untuk pemeriksaan fungsi saraf trigeminus yang memberikan sensibilitas kornea.  Hipopion menyebar. mononuclear. Hipopion adalah nanah atau pus yang berada di dalam bilik mata depan akibat peradangan hebat pada ulkus kornea yang telah mencapai membran descement.c) Penegakan diagnosa pada kasus Penyebab Diagnosa untuk mengarah pada Ulkus kornea sentral suspect jamur Anamnesis Faktor Trauma atau kontak kornea pencetus dengan bongkahan kecil tanah saat mencangkul Onset Lambat. fluid level (-). bakteri. Pemeriksa menahan kelopak mata pasien yang terbuka dengan jari telunjuk atau ibu jari. sel plasma. Alat : 1. terdapat hifa Dasar Kotor Sensibilitas Meningkat d) Definisi hipopion Hipopion didefinisikan sebagai pus yang steril yang terdapat pada bilik mata depan.

yang dinyatakan dengan perasaan sakit. Marta Lopatynsky. − Sutphin. Saat pemeriksa membuka mata pasien. Dilihat: 1. Sidarta. Reza Dana. 3. 2. Timbulnya lakrimasi. Edisi 17. − Ilyas. Reidy. Oftalmologi Umum. External Disease and Cornea Section 8 2008-2009. 2010. Perasaan tidak enak oleh pasien. Florakis. − Ilyas. Greenberg’s Text Atlas of Emergency Medicine. 2008. 2010. James J. Alasan mengapa sensibilitas pada virus menurun?? Toksin virus dapat melemahkan saraf baik sensorik maupun motorik sehingga dapat menurunkan sensibilitas yang ditandai dengan saat pemeriksaan terjadi pengurangan refleks berkedip dalam 1 menit. 5. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. George J. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Kristin Hammersmith. M. 2010. Sidarta. Diusahakan dating/mendekatnya kapas tidak disadari pasien. Perbedaan edema palpebra dan blefarospasme! Kriteria definisi Edema palpebra Pembengkakan pada kelopak mata Blefarospasme renjatan otot orbicularis oculi kelopak akibat spasme yang menyebabkan sulit membukanya kelopak mata. (normal = 14-16 kali dalam 1 menit) Sumber : − Greenberg I. Saat pemeriksa Saat pemeriksa membuka mata pasien ada tahanan membuka mata pasien tidak ada tahanan Lid crease berkurang Lid crease masih ada 3 Saat Pemeriksaan Gambaran . Ilmu Penyakit Mata. Jakarta 2. maka akan dirasakan ada tahanan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.3. • Refleks kedip menurun pada keratitis atau ulkus herpes simpleks dan infeksi herpes zoster. 2005. Terjadinya refleks mengedip. San Francisco : American Academy of Opthalmology. − Vaughan D. 4. Dari sisi lain (untuk mencegah terihat) kapas digeser sejajar dengan permukaan iris menuju kornea yang akan diperiksa. Edisi ketiga. Kapas ditempel pada permukaan kornea. Lippincot Williams and Walkins.. Pemeriksaan pada Mata. John E. Interpretasi : • Apabila terjadi refleks kedip berarti sensibilitas kornea baik dan fungsi trigeminus normal. Edisi ketiga. USA.

VII yakni nervus fascialis sebagai saraf motorik yang mempersarafi otot-otot orbicularis oculi untuk terjadinya spasme terus menerus sehingga kelopak mata sulit untuk dibuka. Sekret dibersihkan secara rutin 4 kali sehari b) Medikamentosa Terapi medikamentosa untuk kasus ini : 1) Fluconazole ED 1 tetes/jam OS 2) Timolol maleat 0.5% 2x1 OS 2.palpebra Mekanisme bahkan hilang proses peradangan menyebabkan ekstravasasi cairan ke jaringan ikat longgar pada palpebra terjadinya proses peradangan yang ditandai dengan timbulnya gejala nyeri memicu ujung-ujung saraf sensorik pada kornea terutama N. Amnion Graft 4 . Nekrotomi 3. Pengobatan pada ulkus kornea bertujuan untuk menghalangi hidupnya mikroorganisme. 3. selain itu debridement juga sangat membantu dalam keberhasilan penyembuhan. Manajemen ulkus kornea secara lengkap untuk kasus ini! Ulkus kornea adalah keadaan darurat yang harus segera ditangani oleh spesialis mata agar tidak terjadi cedera yang lebih parah pada kornea. Yang harus diperhatikan dalam terapi ulkus kornea adalah bahwa ulkus kornea tidak boleh dibebat tekan. Tindakan ini bermanfaat untuk menghambat produksi radikal bebas sehingga diharapkan dapat mmempercepat proses penyembuhan. Ini juga sebagai mekanisme pertahanan terhadap kondisi peradangan yang sudah terjadi. kemudian diolah dan diterukan ke N. a) Debridement Merupakan prinsip utama penatalaksanaan ulkus kornea. karena akan menaikkan suhu sehingga berfungsi sebagai inkubator. 1.5% ED gtt 3x1 OS 3) Sulfat Atrophine 1% ED 2x1 OS 4) Artificial tears ED 4x1 OS 5) Asam Mefenamat tab 3x500 mg 6) Vitamin C tab 3x500 mg c) Tindakan operatif Pada ulkus kornea dilakukan tindakan operatif apabila dengan terapi medikamentosa tidak sembuh. Irigasi dengan spooling RL:povidone iodine 0.V cabang I yakni N. membersihkan sel-sel radang dan jaringan yang sudah nekrosis. Ophtalmica sebagai jalur aferen untuk meneruskan rangsangan ke otak.

12. Bisa terjadi sikatrik Prosedur dalam operasi amnion graft : 1) Pasien dalam posisi telentang 2) Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada mata yang akan dioperaso 3) Dilakukan pemasangan blefarostat 4) Dilakukan peritomi 3600 5) Dipasang amnion secara inlay sebanyak 3 lapis 6) Dipasang amnion secara overlay sebanyak 2 lapis 7) Dilakukan penjahitan dari episklera menembus amnion lalu ke konjungtiva dari arah jam 9. penutupan mata itdak sempurna. abses submukosa. PED (persistent epithelial damage) dan ulkus dalam (mengenai stroma). dapat menutupi stroma yang rusak. f. dengan demikian nutrisi ulkus dapat diperbaiki. Keuntungan dilakukannya tindakan amnion graft pada pasien ulkus kornea: • Sebagai jembatan (bridge) pada proses reepitelisasi. dan defect epitel persisten ditandai dengan ketidaksembuhan luka pad kornea. dan 6 8) Dilakukan pemasangan bandage contact lens 9) Luka operasi ditutup Flap Conjunctival Flap Conjunctival dilakukan dengan cara melepaskan konjungtiva dari sekitar limbus. Flap conjunctiva Dilakukan pada pasien ulkus kornea. tanpa sikatrik.3. e. trikiasis terjadi keratinisasi pada permukaan graft. karena material amnion yang sifatnya tipis transparan. 5 . dimana dengan tujuan mencegah terjadinya descemetokel dan mencegah komplikasi infeksi lainnya dan bukan untuk perbaikan visus. buttonhole. Membran amnion adalah lapisan terdalam plasenta dan tersusun atas membran basalis dan matriks stroma avaskuler. Komplikasi amnion graft: ptosis. Perbedaan amnion graft dengan flap conjunctiva Amnion graft Dilakukan pada pasien ulkus kornea yang kedalamannya masih di stroma dengan tujuan diharapkan adanya perbaikan visus. • Sebagai barier terhadap masuknya bakteri atau kuman Prosedur amnion graft dilakukan pada pasien dengan ulkus kornea yang masih diharapkan perbaikan visus. • Sebagai deposit obat-obatan. diharapkan cepat terjadi epitelisasi. yang kemudian ditarik menutupi ulkus. d. descemetokel.a. Karena sifat dari konjungtiva yang memiliki vaskularisasi. b. Membran basalis membran amnion mempunyai komponen yang sama dengan konjungtiva Indikasi untuk dilakukannya tindakan amnion graft pada pasien ulkus kornea adalah impending corneal perforation. karena sifat bahan amnion graft yang tipis dan transparan. c.

Pada tindakan ini. − Luka kornea tertutup tapi tidak stabil − Bullous keratopathy yang sangat nyeri − Untuk menutup sementara pada pasien yang akan dilakukan pemasangan protese mata. dan keratopathy neutrophic. Tidak terdapat proyeksi sinar 2. Parut kornea akibat luka bakar kimia basa Jenis keratoplasti : 1. Keratoplasti Keratoplasti adalah tindakan operasi berupa transplantasi kornea. sebagian kornea donor dalam keseluruhan tebalnya dipotong dan dipindahkan kepada kornea penerima. Indikasi adalah setiap kelainan atau kekeruhan kornea yang menyebabkan kemunduran tajam penglihatan serta beberapa kriteria yaitu : • kemunduran visus yang cukup mengganggu pekerjaan penderita • kelainan kornea yang mengganggu mental penderita • kelainan kornea yang tidak disertai ambliopia Kontraindikasi tindakan keratoplasti: 1. Keratoplasti menembus Pada operasi ini. kalau sudah sembuh. Tujuan dilakukan tindakan ini adalah agar tidak terjadi defek kornea lebih lanjut. kerusakan kornea karena trauma panas dan kimia. Kelainan retina yang luas 3. Xerosis dan tidak terdapatnya lapisan air mata Kontraindikasi relatif : 1. tidak berhasil dengan terapi mediamentosa. post infeksi ulkus. flap konjungtiva ini dapat dilepaskan kembali. steril epitel dan stroma yang sifatnya kronik. TIO yang tinggi 2.( keratitis karena Herpes simplek.dengan harapan cepat sembuh. untuk menutup sementara sebelum dilakukan keratoplasty. 2. Keratitis neuroparalitik 2. Keratoplasti lamelar Pada operasi ini. Indikasi: − Ulserasi. Kelainan pada saraf optik Keratoplasti akan gagal pada : 1. jadi kornea yang diganti hanya sebagian tebalnya saja. infeksi dan proses inflamasi yang lebih berat lagi Prosedur Flap Conjunctival dilakukan pada ulkus dengan permukaan tidak stabil. 6 . endotel resipien tetap tinggal. Sikatrik kornea akibat lepra 3. sicca. tidak diharapkan perbaikan visus. setelah diambil bagian yang sama. hanya bagian yang mempunyai kelainan yang diangkat.

Reidy. Nana. 4. Keratoplasti mushroom ( Franseschetti) Pada operasi ini. Edisi ketiga. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. − Wijana.. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2010. Sidarta. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2010. Ilmu Penyakit Mata. George J. Nana. Tindakan ini menyebabkan terlalu banyak trauma pada kornea sehingga sekarang sudah ditinggalkan. Oftalmologi Umum. − Wijana. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta : Abadi Tegal Winarto. berupa penurunan tajam penglihatan sampai terjadi kebutaan. Edisi ketiga. External Disease and Cornea Section 8 2008-2009. a) Trauma mata meliputi : − Trauma tumpul bola mata − Trauma tembus bola mata − Trauma kimia (asam dan basa) − Trauma radiasi − Trauma termal b) Glaukoma akut c) Neuropati toksik alkoholik d) Oklusi arteri vena sentral e) Ablasio retina Sumber: − Ilyas. 2010. transplantasi berbentuk jamur. James J. − Vaughan D. 1993. Sumber: − Ilyas. M. 2008. 1993. San Francisco : American Academy of Opthalmology. Edisi 17. John E. Sidarta. Kristin Hammersmith. Management Ulkus Komea Bacterial. Ilmu Penyakit Mata. − Sutphin. Reza Dana. Jakarta : Abadi Tegal 5. Jelaskan tentang glaukoma akut! Glaukoma akut : 7 .3. Kombinasi daripada keratoplasti lamelar yang lebar dan keratoplasti yang menembus yang lebih kecil. Kedaruratan mata Kedaruratan mata adalah setiap keadaan yang mengancam tajam penglihatan seseorang. Semarang. Marta Lopatynsky. dalam Temu Ilmiah Penanganan Ulkus Kornea Secara Optimal. 2001. Ilmu Penyakit Mata. Florakis.

penglihatan kabur. Gejala klinis : • Nyeri hebat pada mata yang terjadi mendadak • Mata merah • Penglihatan kabur yang mendadak • Penglihatan halo (pelangi) • Sakit kepala • Mual • Muntah Pemeriksaan Slit-Lamp • Peningkatan TIO mendadak • Kongesti pembuluh darah konjungtiva • Bilik mata depan dangkal • Edema kornea • Iridoplegi • Pupil berdilatasi sedang Trias Glaukoma Akut . Nervus oftalmika memiliki 3 cabang lagi yakni 8 . halo berwarna-pelangi disekeliling cahaya. Edema kornea menyebabkan cahaya yang masuk tidak diteruskan seluruhnya sehingga menghasilkan penglihatan seperti pelangi (halo) saat melihat lampu atau sumber cahaya pada penderita glaukoma akut. Hal ini menyumbat aliran humor aqueus dan tekanan intraokular meningkat dengan cepat.• • • Merupakan suatu keadaan darurat mata yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan nervus optikus yang dapat menyebabkan kebutaan. Peningkatan TIO pada level yang tinggi menyebabkan edema kornea. Hal itu bisa bermanifestasi dengan nyeri.palpasi bola mata keras seperti batu Mekanisme terjadinya penglihatan seperti pelangi ? Ketika terjadi peningkatan TIO dengan cepat sebagai akibat dari blok mendadak jalinan trabekular oleh iris.pupil midriasis non reaktif .hiperemis unilateral . dan muntah. yang bertanggung jawab terhadap manifestasi visual. nervus maxillaris dan nervus mandibularis. Merupakan salah satu glaukoma sudut tertututp primer Kondisi dimana terjadi perubahan posisi iris dengan jalinan trabekular yang menyebabkan sumbatan pada sudut kamera anterior.V yang merupakan saraf sensorik memiliki 3 cabang : nervus oftalmika. Mekanisme terjadinya sakit kepala? Peningkatan TIO menyebabkan penekanan pada saraf-saraf yang berkaitan dengan bola mata berkaitan dengan N. mual.

seperti : timolol 0. seperti : gliserin 2. Jakarta : Abadi Tegal 9 . Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. − Vaughan D. 1993. Beta blocker. Sumber: − Ilyas. Sidarta. n. maka diindikasikan tindakan sklerostomi laser holmium atau trabekulektomi berat. Ilmu Penyakit Mata. Nana. Edisi ketiga. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Carbonic anhidrase inhibitor. Apabila TIO tidak dapat dikontrol melalui medikamentosa. dan nervus frontalis. Nervus frontalis diduga turut berperan dalam patofisiologi nyeri kepala pada penderita glaukoma akut.nervus nasosilliaris. Setelah TIO dapat dikontrol. Lakrimalis. 2010. Perlu dilakukan pemberian manitol intravena praoperasi untuk menurunkan TIO sebesar mungkin. utamakan dengan medikamentosa tapi kita juga harus punya dasar perhitungan dalam menatalaksana penurunan TIO sehingga hasil yang kita harapkan dapat tercapai dengan tepat dalam waktu yang diinginkan. Oftalmologi Umum. Agen hiperosmotik. Terapi : Prinsip penatalaksanaan Glaukoma akut adalah menurunkan TIO sesegera mungkin. 5. − Wijana. harus dilakukan iridektomi perifer untuk membentuk hubungan permanen antara kamera anterior dan posterior. 2010. Ilmu Penyakit Mata. seperti : asetazolamide oral 3x500 mg 3. Edisi 17. 1.5% ED gtt 2x1 4.