You are on page 1of 39

`BAB I PENDAHULUAN Setiap individu tidak terlepas dari aktivitas atau pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sebagian aktivitas dan pekerjaan tersebut membutuhkan energi dan kekuatan otot yang cukup besar sehingga dapat menimbulkan berbagai macam keluhan, salah satunya adalah nyeri pinggang bawah. Hampir semua orang pernah mengalami nyeri pinggang. Sekitar 80% setiap orang dalam hidupnya pernah mengalami nyeri pada daerah pinggang bawah karena kesalahan postural tanpa mengenal jenis kelamin, tingkat sosial dan pekerjaan.[1] Angka kejadian nyeri pinggang bawah atau dalam bahasa Inggris disebut Low Back Pain (LBP), hampir sama pada semua populasi masyarakat di seluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Dari hasil penelitian Cropcord Indonesia pada tahun 2004 menunjukkan bahwa penderita LBP pada jenis kelamin pria prevalensinya sebesar 18,2% dan pada wanita sebesar 13,6%. Sedangkan dari populasi pernah mengalami nyeri pinggang bawah sekali dan lebih selama hidupnya antara 60% hingga 90%. [1]

BAB II
1

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS No. RM Nama Jenis Kelamin Umur Pekerjaan Pendidikan Agama Alamat Tanggal berobat II. ANAMNESA Dilakukan secara autoanamnesa, tanggal 18 Juli 2013, pukul 13.00 di Ruang Rawat Anggrek RSUD Cilegon Keluhan Utama Keluhan Tambahan : Nyeri pinggang : Nyeri menjalar sampai kaki kiri : 25.97.12 : Tn.R : Perempuan : 43 tahun : Guru SD : S1 : Islam : Daliran Purwakarta : 16 Juli 2013

Status Pernikahan : Menikah

Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) : Seorang wanita 43 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang yang sudah dirasakan sejak 7 hari SMRS. Nyeri terus menerus, bertambah berat bila pasien duduk atau berdiri dan berkurang bila pasien berbaring, nyeri menjalar sampai kaki kiri. 7 hari SMRS, nyeri yang dirasakan hilang timbul, timbul pada saat pasien sedang berjalan dan melakukan kegiatan rumah tangga seperti mengangkat ember, dirumah. Tetapi nyeri hilang saat pasien duduk atau tidur. Nyeri menjalar sampai ke kaki kiri. Pasien memutuskan untuk pergi ke poli saraf RSUD Cilegon dan mendapatkan 5x suntikan pada bagian pinggang dan bokong kiri. Sepulang dari RS, pasien merasakan nyeri tidak berkurang..

2

2 hari SMRS, pasien merasakan nyeri pada pinggang semakin bertambah berat, nyeri dirasakan terus menerus, bertambah berat bila pasien duduk atau berjalan dan bertambah ringan bila berbaring. Nyeri menjalar sampai kaki kiri dan merasa seperti ditarik. Pasien pergi ke IGD RSUD Cilegon dan mendapat 1x suntikan anti sakit di bokong kiri. Setelah diberiksan suntikan di IGD, pasien merasa nyeri pada pinggang tidak berkurang dan pasien memutuskan pergi ke Poli Saraf RSUD Cilegon dan mendapatkan perawatan. Riwayat Penyakit Dahulu (RPD) : Pasien memiliki riwayat nyeri pinggang dan sering berobat ke poli saraf. Pasien menyangkal adanya riwayat hipertensi, kencing manis, penyakit jantung. Riwayat trauma disangkal. Riwayat Penyakit Keluarga : Dalam keluarga pasien, ayah menderita penyakit yang sama, riwayat hipertensi, DM, dan alergi dalam keluarga disangkal oleh keluarga pasien

Riwayat Kebiasaan : Pasien tidak merokok, tidak meminum kopi dan jarang berolah raga. III. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan dilakukan tanggal 18 Juli 2013 pukul 13.20 WIB Status Generalis Keadaan umum Kesadaran Kooperasi Keadaan gizi Tanda vital Nadi Laju Nafas : : 80 x/menit : 20 x/menit
3

: Tampak sakit sedang : Compos Mentis : Kooperatif : Gizi cukup

Tekanan darah: 130/ 80 mmHg

wheezing -/: Datar. supel. bising usus (+) normal : Akral hangat. sekret(-) : Normotia. tidak ada oedem Abdomen Ekstremitas Status Neurologis GCS : GCS 15 (E4V5M6) Kaku kuduk Laseque Kernig : (-) : (-) / (+) : (-) / (+) Rangsang Selaput otak Peningkatan tekanan intracranial : Penurunan kesadaran : (-) Muntah proyektil Sakit kepala Edema papil Saraf-saraf cranial SARAF KRANIAL 4 : (-) : (-) : tidak diperiksa . pucat (-). nyeri tekan (-). serumen +/+. Sklera tidak ikterik : Septum deviasi(-). murmur (-).Suhu KGB Kepala Bentuk Mata Hidung Telinga Mulut Thorax • • Jantung Paru : 36°C : tidak teraba membesar : Normocephali : Konjungtiva tidak anemis. sekret -?: Mukosa tidak hiperemis. gallop (-) : Suara nafas vesikuler. Ronkhi -/-. sianosis (-) : BJ I-II reguler.

II (Opticus) Kanan Daya penglihatan Lapang pandang Pengenalan warna Baik Baik Kiri Baik Baik Keterangan Normal Normal Tidak dilakukan 3. N.1. N. N. I (Olfactorius ) Tidak dilakukan 2. IV (Trokhlearis) Kanan Gerak bola mata Baik Kiri Baik Keterangan 5. N.III (Oculomotorius) Kanan Ptosis Pupil Bentuk Ukuran Gerak bola mata Refleks pupil Langsung Tidak langsung (+) (+) (+) (+) Normal Normal Bulat 3 mm Baik Bulat 3 mm Baik Normal Normal Normal (-) Kiri (-) Keterangan Normal 4. N. V (Trigeminus) Kanan Motorik Sensibilitas (+) (+) Kiri (+) (+) Keterangan Normal Normal 5 .

N. VII (Facialis) Kanan Motorik: .sudut mulut dbn dbn dbn dbn dbn dbn dbn Kiri Keterangan .meringis . N. N.lipatan nasolabial . IX (Glossofaringeus) Kanan Arkus farings Daya perasa Refleks muntah Simetris Kiri Simetris Tidak dilakukan Tidak dilakukan 6 Keterangan . VI (Abduscens) Kanan Gerak bola mata Strabismus Deviasi Baik (-) (-) Kiri Baik (-) (-) Normal Normal Keterangan 7. VIII (Akustikus) Kanan Pendengaran Kiri Keterangan Tidak dilakukan 9.mengangkat alis .Refleks kornea Tidak dilakukan 6. N.mulut mencucu dbn dbn dbn dbn 8.mengerutkan dahi dbn .

N. N. XI (Assesorius) Kanan Mengangkat bahu Memalingkan kepala (+) (+) Kiri (+) (+) Keterangan Normal Normal 12. XII (Hipoglossus) Kanan Pergerakan lidah Artikulasi Fasikulasi Kiri Keterangan Deviasi (-) Jelas (-) SISTEM MOTORIK Motorik • Tonus Kekuatan normotoni 5 5 SISTEM SENSORIK Kanan Raba Nyeri Kiri Keterangan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 7 5 3 . N.10. X (Vagus) Keterangan Bicara Menelan Normal Normal 11.

Suhu Propioseptif Tidak dilakukan Tidak dilakukan REFLEKS Kanan Fisiologis Biseps Triseps KPR APR Patologis Babinski Chaddock HoffmanTromer Schaefer Oppenheim Gordon (-) (-) (-) (-) (-) (-) (+) (+) (+) (+) Kiri Keterangan (+) (+) (+) (+) Normal Normal Normal Normal (-) (-) (-) (-) (-) (-) FUNGSI KORDINASI Kanan Test telunjuk hidung Test tumit lutut Gait Tandem Romberg Kiri Keterangan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 8 .

Tekanan darah 130/ 80 mmHg. bertambah berat bila pasien duduk atau berdiri dan berkurang bila pasien berbaring. timbul pada saat pasien sedang berjalan dan melakukan kegiatan rumah tangga dirumah. lancar : Baik. nyeri dirasakan terus menerus. Nyeri menjalar sampai ke kaki kiri. Pasien pergi ke IGD RSUD Cilegon dan mendapat 1x suntikan anti sakit di bokong kiri tetapi nyeri pada pinggang tidak berkurang dan pasien memutuskan pergi ke Poli Saraf RSUD Cilegon dan mendapatkan perawatan. Laju Nafas 20 9 . nyeri yang dirasakan hilang timbul. Pada pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum pasien sakit ringan. Pasien memutuskan untuk pergi ke poli saraf RSUD Cilegon dan mendapatkan 5x suntikan pada bagian pinggang dan bokong kiri tetapi nyeri tidak berkurang. Nadi 80 kali/menit. Tetapi nyeri hilang saat pasien duduk atau tidur.SISTEM OTONOM Miksi Defekasi : Baik. 2 hari SMRS. pasien merasakan nyeri pada pinggang semakin bertambah berat. kesadaran compos mentis.7 hari SMRS. nyeri menjalar sampai kaki kiri.RESUME Seorang wanita 43 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang yang sudah dirasakan sejak 7 hari SMRS. lancar PEMERIKSAAN KHUSUS Kanan Lasegue sign Patrick sign Anti Patrick sign Bragard sign Sicard sign Kiri + + + + + IV. Nyeri terus menerus. menjalar sampai kaki kiri dan merasa seperti ditarik.

RCTL +/+ Kanan Fisiologis Biseps Triseps KPR APR Patologis Babinski Chaddock HoffmanTromer (-) (-) (-) (+) (+) (+) (+) Kiri Keterangan (+) (+) (+) (+) Normal Normal Normal Normal (-) (-) (-) 10 . RCL +/+. ditemukan keadaan pasien sebagai berikut : • • • GCS Pupil Tanda Rangsang Meningeal • • • Nervus cranialis Motorik : Lasegue sign (-) / (+) Kernig sign (-) / (+) : Tidak terdapat kelainan :5 5 SISTEM SENSORIK Kanan Raba Nyeri Suhu Propioseptif • REFLEKS Kiri Keterangan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 5 3 : E4V5M6 : Bulat isokor. Pada status neurologis. Suhu 36°C.kali/menit. Status generalis dalam batas normal. ø3mm/ø3mm.

Schaefer Oppenheim Gordon (-) (-) (-) (-) (-) (-) SISTEM SENSORIK Kanan Raba Nyeri Suhu Propioseptif Kiri Keterangan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan REFLEKS Kanan Fisiologis Biseps Triseps KPR APR Patologis Babinski Chaddock HoffmanTromer Schaefer Oppenheim Gordon (-) (-) (-) (-) (-) (-) (+) (+) (+) (+) Kiri Keterangan (+) (+) (+) (+) Normal Normal Normal Normal (-) (-) (-) (-) (-) (-) V. DIAGNOSA KERJA 11 .

dll) Rutin kontrol ke dokter dan minum obat secara teratur jangan sampai putus obat Medikamentosa • • • • Toramine 30 mg/ml 3 x 1 ampul Ranitidin 25 mg/ml 2 x 1 ampul Zitanid 2 mg 3 x 1 tab Dexametason 3 x 1 ampul VII. PROGNOSIS Ad vitam Ad sanasionam Ad fungsionam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam BAB III TINJAUAN PUSTAKA 12 . PENATALAKSANAAN Non Medikamentosa • • Hindari faktor pencetus (aktivitas berlebihan.D/ klinis D/ topis : Low Back Pain :- D/ etiologis : VI. mengangkat beban berat.

(3) memungkinkan keluarnya nervi spinalis dari kanalis spinalis. (2) melindungi medula spinalis. 12 buah tulang torakal. Tulang servikal.ANATOMI DAN FISIOLOGI TULANG BELAKANG Tulang vertebra terdri dari 33 tulang: 7 buah tulang servikal. [2] Tulang vertebra secara gradual dari cranial ke caudal akan membesar sampai mencapai maksimal pada tulang sakrum kemudian mengecil sampai apex dari tulang koksigeus. Korpus vertebra selain dihubungkan oleh diskus intervertebralis juga oleh suatu persendian sinovialis yang memungkinkan fleksibilitas tulang punggung. torakal dan lumbal masih tetap dibedakan sampai usia berapapun. 5 buah tulang sakral. Struktur demikian dikarenakan beban yang harus ditanggung semakin membesar dari cranial hingga caudal sampai kemudian beban tersebut ditransmisikan menuju tulang pelvis melalui articulatio sacroilliaca. 5 buah tulang lumbal. [2] Kolumna vertebralis mempunyai lima fungsi utama. kendati hanya memungkinkan pergerakan yang sedikit untuk mempertahankan stabilitas kolumna vertebralis guna melindungi struktur medula spinalis yang 13 . (4) tempat untuk perlekatan otot-otot. tetapi tulang sakral dan koksigeus satu sama lain menyatu membentuk dua tulang yaitu tulang sakum dan koksigeus. yaitu: (1) menyangga berat kepala dan dan batang tubuh. (5) memungkinkan gerakan kepala dan batang .

ligamen dan otot-otot. kuat dan tiadanya costal facet. 2. memindahkan kekuatan yang mengontrol dari elemen posterior ke anterior. [2] Vertebra lumbalis terletak diregio punggung bawah antara regio torakal dan sakrum.berjalan di dalamnya. Elemen posterior Elemen posterior berfungsi untuk mengatur kekuatan pasif dan aktif yang mengenai kolumna vertebralis dan juga mengatur gerakannya. mamilaris dan aksesorius menjadi tempat melekatnya otot sekaligus menyusun pengungkit untuk memperbesar kerja otot-otot tersebut. Persendian antara 2 vertebra disebut persendian amfiartrodial dimana permukaan tulang dihubungkan baik oleh fibrokartilago diskus atau oleh ligamen interoseus. Stabilitas kolumna vertebralis ditentukan oleh bentuk dan kekuatan masing-masing vertebra. Prosesus spinosus. tetapi juga dari kontraksi otot-otot punggung. sehingga pergerakan 14 . Persendian pada kolumna vertebralis ada 2 yaitu persendian antara 2 korpus vertebra (amphiarthrodial) dan antara 2 arkus vertebra (arthrodial). Prosesus artikularis memberikan mekanisme locking yang menahan tergelincirnya ke depan dan terpilinnya korpus vertebra. Lamina merambatkan kekuatan dari prosesus spinosus dan prosesus artikularis superior ke pedikel sehingga ia rentan terhadap trauma seperti fraktur pars artikularis. Elemen tengah Elemen tengah terdiri dari pedikel. Elemen anterior atau korpus vertebra Merupakan komponen utama dari kolumna vertebralis. Pedikel berfungsi menghubungkan elemen posterior dan anterior. diskus intervertebralis. Vertebra lumbal ke 5 (VL5) merupakan vertebra yang mempunyai pergerakan terbesar dan menanggung beban tubuh bagian atas . Berfungsi untuk mempertahankan diri dari beban kompresi yang tiba pada kolumna vertebra bukan saja dari berat badan. 3. Setiap vertebra lumbal dibagi atas 3 set elemen fungsional yaitu : 1. transversus. Vertebra pada regio ini ditandai dengan korpus vertebra yang berukuran besar.

menjadi terbatas tetapi bila keseluruhan vertebra bergerak maka rentang gerakan dapat diperhitungkan. Diskus intervertebralis terdiri dari 3 komponen yaitu : 1) Nukleus sentralis pulposus gelatinous Nukleus pulposus terdiri dari matrik proteoglikans yang mengandung sejumlah air (±80%). 2) Anulus fibrosus yang mengelilingi nukleus pulposus Anulus fibrosus merupakan suatu cincin yang tersusun oleh lamellae fibrocartilogenea yang konsentris yang membentuk circumfereria dari diskus intervertebralis. Persendian amfiartrodial melibatkan komponen-komponen sebagai berikut: 1. serabut-serabut dari suatu lamella secara khas berjalan pada sisi kanan menuju yang berdekatan. 3) Sepasang vertebra endplate yang mengapit nukleus Sepasang vertebra endplate adalah merupakan permukaan datar teratas dan terbawah dari suatu diskus intervertebralis. Diskus intervertebralis Diskus intervertebralis merupakan suatu bantalan penghubung antar dua korpus vertebra yang di desain untuk menahan beban peredam getaran (shock absorbers) selama berjalan. walaupun memungkinkan terjadinya suatu gerakan antar dua vertebra yang berdekatan juga berfungsi sebagai pengikat yang erat antar dua vertebra tersebut. berlari dan memungkinkan terjadinya gerakan kolumna vertebralis. 15 . semitransparan. Pola seperti ini. terletak ditengah dan tidak mempunyai anyaman jaringan fibrosa. melompat. Serabut-serabut yang menyusun tiap lamella berjalan miring dari satu vertebra ke vertebra lainnya. Cincin tersebut diselipkan di cincin epifisis pada fasies artikularis korpus vertebra.

terbentang dari permukaan anterior sakrum hingga ke tuberkulum anterior vertebra servikal 1 dan tulang oksipital di sebelah anterior foramen magnum. Ligamen ini melekat pada diskus intervertebralis dan tepi posterior dari korpus vertebra mulai vertebra servikal 1 sampai sakrum. Arah permukaan sendi faset mencegah/membatasi gerakan yang berlawanan arah dengan permukaan sendi faset. ekstensi. Ligamen longitudinal anterior Ligamen longitudinal anterior melapisi dan menghubungkan bagian anterolateral korpus vertebra dan diskus intervertebralis. nukleus polposus akan melawan gaya tersebut secara lebih dominan pada sudut sisi lain yang berlawanan. Keadaan ini terjadi pada berbagai macam gerakan vertebra seperti fleksi. Bila suatu tekanan kompresi yang merata bekerja pada vertebra maka tekanan itu akan disalurkan secara merata ke seluruh diskus intervertebralis. 3. Persendian antara 2 arkus vertebra (arthrodial) dibentuk oleh prosesus artikularis superior dari 1 vertebra dengan prosesus artikularis inferior vertebra di atasnya disebut sebagai zygapophyseal joint/facet joint atau sendi faset. Diskus intervertebralis sendiri merupakan jaringan non innervasi dan non vaskuler sehingga apabila terjadi kerusakan tidak bisa terdeteksi oleh pasien meskipun sudah berlangsung dalam waktu lama. Ligamen longitudinal posterior Ligamen longitudinal posterior lebih sempit dan lebih lemah dari ligamen anterior. sendi fasetnya memiliki arah arah sagital dan medial. Bila suatu gaya bekerja pada satu sisi yang lain. Ligamen ini melekat pada korpus vertebra dan diskus intervertebralis Fungsi ligamen anterior tersebut adalah untuk memelihara stabilitas pada persendian korpus vertebralis dan mencegah hiperekstensi kolumna vertebralis.Fungsi mekanik diskus intervertebralis mirip dengan balon yang diisi air yang diletakkan di antara ke dua telapak tangan . Ligamen posterior berperan mencegah hiperfleksi kolumna vertebralis serta mencegah herniasi diskus intervertebralis. laterofleksi. namun tidak memungkinkan terjadinya gerakan rotasi. terbentang dalam kanalis vertebralis di dorsal dari korpus vertebralis. Pada sikap lordosis lumbalis 16 . 2. Ligamentum ini dilengkapi akhiran saraf nyeri (nociceptor). Di regio lumbal. sehingga memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi dan lateral fleksi.

Ligamen-ligamen yang memperkuat persendian di kolumna vertebralis regio lumbal adalah : a. merupakan ligamen yang lemah hampir menyerupai membran . Ligamen ini mencegah terpisahnya lamina arkus vertebralis dan juga mencegah terjadinya cidera di diskus intervertebralis. Ligamen intertranversus Ligamen intertranversus adalah ligamen yang menghubungkan prossesus tranversus yang berdekatan.(hiperekstensi lumbal) kedua faset saling mendekat sehingga gerakan kelateral. Ligamen interspinosus Ligamen interspinosus merupakan ligamen yang menghubungkan prossesus spinosus mulai dari basis hingga apex. b. obique dan berputar terhambat. Ligamen ini panjang. lebih tebal di regio torakal dan paling tebal di regio lumbal. Ligamen ini di daerah lumbal tipis dan bersifat membranosa. tetapi pada posisi sedikit fleksi kedepan (lordosis dikurangi) kedua faset saling menjauh sehingga memungkinkan gerakan ke lateral berputar. c. Ligamen supraspinosus 17 . Ligamen flavum yang kuat dan elastis membantu mempertahankan kurvatura kolumna vertebralis dan membantu menegakkan kembali kolumna veretbralis setelah posisi fleksi. d. Ligamen flavum Ligamen flavum merupakan ligamen yang menghubungkan lamina dari dua arkus vertebra yang berdekatan. tipis dan lebar diregio servikal.

intertransversarii dan m. quadraus lumborum. internus abdominis. rectus abdominis. Otot yang berfungsi mempertahankan posisi tubuh tetap tegak dan secara aktif mengekstensikan vertebrae lumbalis adalah : m. tulang dan sendi faset adalah struktur tubuh yang sensitif terhadap rangsangan nyeri. psoas minor. psoas mayor dan m. Semua ligamen. 2002). Intertransversarii. diskus intervertebralis dan ligamentum interspinosum. ischemia muscular dan peregangan miofasial pada waktu otot berkontraksi kuat. menyilang diskus intervertebralis di atas foramen intervertebralis. m. menyerupai tali (Yanuar. Otot punggung bawah dikelompokkan kesesuai dengan fungsi gerakannya. transversalis abdominis dan m. Nyeri punggung bawah sering berasal dari ligamentum longitudinal anterior atau posterior yang mengalami iritasi.Ligamen supraspinosus menghubungkan prosesus spinosus di daerah apex vertebra servikal ke 7 (VC7) sampai dengan sakrum.[2] Medulla spinalis dilindungi oleh vertebra. Nyeri artikuler pada punggung bawah berasal dari fasies artikularis vertebra beserta kapsul persendiannya yang sangat peka terhadap nyeri. karena struktur persarafan sensoris. Kecuali ligamen flavum. Akibat berdekatnya struktur tulang vertebra dengan radik saraf cenderung rentan terjadinya gesekan dan jebakan radik saraf tersebut. interspinalis. Dengan demikian semua proses yang mengenai struktur tersebut di atas seperti tekanan dan tarikan dapat menimbulkan keluahan nyeri. m. [2. Otot fleksor lumbalis adalah muskulus abdominalis mencakup : m. quadratus lumborum. m. m. [3] 18 . m. m. psoas mayor dan minor. kelompok m. karena tidak dirawat oleh saraf sensoris. Otot latero fleksi lumbalis adalah m. Radik saraf keluar melalui kanalis spinalis. Ligamen ini dibagian kranial bergabung dengan ligamen nuchae.3] Ketika keluar dari foramen intervertebralis saraf tersebut bercabang dua yaitu ramus anterior dan ramus posterior dan salah satu cabang saraf tersebut mempersarafi sendi faset. sacrospinalis. obliqus eksternus abdominis. otot. Jadi dengan melihat fungsi otot punggung di bawah berfungsi menggerakkan punggung bawah dan membantu mempertahankan posisi tubuh berdiri). Nyeri yang berasal dari otot dapat terjadi oleh karena aktivitas motor neuron. Ligamen supraspinosus ini kuat. abdominis dan m.

juga dapat melukai otot. Menurut International Association for the Study of Pain (IASP). ngilu. nyeri di daerah yang dibatasi: Superior oleh garis transversal imajiner yang melalui ujung prosesus spinosus dari vertebra thorakal terakhir. Fase ini biasanya memiliki onset yang berbahaya dan sembuh pada waktu yang lama. fraktur tulang pada daerah lumbal dan spinal dapat masih sembuh sendiri. Sampai saat ini penatalaksanan awal nyeri pinggang acute terfokus pada istirahat dan pemakaian analgesik. rasa nyeri dapat hilang sesaat kemudian. Acute low back pain dapat disebabkan karena luka traumatic seperti kecelakaan mobil atau terjatuh. pegal yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah. Pada kecelakaan yang lebih serius. Acute low back pain Rasa nyeri yang menyerang secara tiba-tiba. ligamen dan tendon. proses degenerasi discus intervertebralis dan tumor. Nyeri juga bisa menjalar ke daerah lain seperti punggung bagian atas dan pangkal paha. rheumatoidarthritis. Chronic low back pain Rasa nyeri yang menyerang lebih dari 3 bulan atau rasa nyeri yang berulangulang atau kambuh kembali. yang termasuk dalam low back pain terdiri dari : [4] a) Lumbar Spinal Pain. [4] Nyeri pinggang bawah atau low back pain merupakan rasa nyeri. inferior oleh garis transversal imajiner yang melalui 19 . rentang waktunya hanya sebentar. Kejadian tersebut selain dapat merusak jaringan.DEFINISI LOW BACK PAIN Low back pain (LBP) adalah nyeri di daerah punggung antara sudut bawah kosta (tulang rusuk) sampai lumbosakral (sekitar tulang ekor). LBP atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. B. antara beberapa hari sampai beberapa minggu. [4] Low Back Pain menurut perjalanan kliniknya dibedakan menjadi dua yaitu : A. Chronic low back pain dapat terjadi karena osteoarthritis. Rasa nyeri ini dapat hilang atau sembuh. Nyeri pinggang bawah bukanlah diagnosis tapi hanya gejala akibat dari penyebab yang sangat beragam.

ujung prosesus spinosus dari vertebra sakralis pertama dan lateral oleh garis vertikal tangensial terhadap batas lateral spina lumbalis. Low Back Pain dapat dibagi menjadi : [5] a) LBP Viserogenik Disebabkan oleh adanya proses patologik di ginjal atau visera didaerah pelvis. Klaudikatio intermitten nyerinya menyerupai iskialgia yang disebabkan oleh iritasi radiks. Penderita LBP viserogenik yang mengalami neri hebat akan selalu menggeliat untuk mengurangi nyeri. nyeri di daerah 1/3 bawah daerah lumbar spinal pain dan 1/3 atas daerah sacral spinal pain. juga tidak berkurang dengan istirahat. tetapi rasa nyeri ini tidak terpengaruh oleh presipitasi tertentu misalnya: membungkuk. nyeri di daerah 1/3 bawah daerah lumbar spinal pain dan 1/3 atas daerah sacral spinal pain ETIOLOGI Berdasarkan organ yang mendasari. b) LBP vaskulogenik Aneurisma atau penyakit vaskuler perifer dapat menimbulkan nyeri punggung atau nyeri menyerupai iskialgia. inferior oleh garis transversal imajiner yang melalui sendi sakrokoksigeal posterior dan lateral oleh garis imajiner melalui spina iliaka superior posterior dan inferior. Insufisiensi arteria glutealis superior dapat menimbulkan nyeri di daerah bokong. b) Sacral Spinal Pain. Nyeri yang dirasakan tidak bertambah berat dengan aktivitas tubuh. Lumbosacral Pain. mengangkat benda berat yang mana dapat menimbulkan tekanan sepanjang kolumna vertebralis. Nyeri dapat menjalar ke bawah sehingga sangat mirip dengan iskialgia. 20 . serta tumor retroperitoneal. nyeri di daerah yang dibatasi superior oleh garis transversal imajiner yang melalui ujung prosesus spinosus vertebra sakralis pertama. sedang penderita LBP spondilogenik akan lebih memilih berbaring diam dalam posisi tertentu untuk menghilangkan nyerinya. yang makin memberat saat jalan dan mereda saat berdiri. c) Lumbosacral Pain.

sesibilitas dan vegetatif. 21 . Gejala klinis timbulnya gejala klaudicatio intermitten disertai rasa kesemutan dan nyeri tetap ada walaupun penderita istirahat. Rasa nyeri sering timbul pada waktu sedang tidur sehingga membangunkan penderita. e) LBP psikogenik Biasanya disebabkan oleh ketegangan jiwa atau kecemasan dan depresi atau campuran keduanya. • Araknoiditis: Pada keadaan ini terjadi perlengketan – perlengketan. f) LBP osteogenik Radang atau infeksi misalnya osteomielitis vertebral dan spondilitis tuberculosa. Nyeri timbul bila terjadi penjepitan terhadap radiks oleh perlengketan tersebut • Stenosis kanalis spinalis: Penyempitan kanalis spinalis disebabkan oleh proses degenerasi discus intervertebralis dan biasanya disertai ligamentum flavum. d) LBP spondilogenik Nyeri yang disebabkan oleh berbagai proses patologik di kolumna vertebralis yang terdiri dari osteogenik. trauma yang dapat mengakibatkan fraktur maupun spondilolistesis. alkaptonuria. diskogenik. nyeri yang timbul disebabkan oleh iritasi dan peradangan selaput artikulasi posterior satu sisi. osteofibrosis. Rasa nyeri berkurang bila penderita berjalan. keganasan. hipofosfatemia familial. metabolik misalnya osteoporosis.c) LBP neurogenic • Neoplasma: Rasa nyeri timbul lebih awal dibanding gangguan motorik. kongenital misalnya scoliosis lumbal. miogenik dan proses patologik di artikulatio sacroiliaka.

sehingga jarak antar vertebra menyempit. pada HNP lateral L5-S1 rasa nyeri terdapat dipunggung bawah. HNP lebih banyak dialami oleh laki – laki dibanding wanita. Kekuatan ekstensi jari V kaki juga berkurang dan reaksi achilles negative. bagian lateral bokong. penyempitan kanalis spinalis dan foramen intervertebrale dan iritasi persendian posterior. Rasa nyeri disebabkan oleh terjadinya osteoarthritis dan tertekannya radiks oleh kantong duramater yang mengakibatkan iskemi dan radang. Pada HNP lateral L4-L5 rasa nyeri dan nyeri tekan didapatkan di punggung bawah. ditengah – tengah antara kedua bokong dan betis. mendorong barang berat. dan di dorsum pedis. HNP sentral menimbulkan paraparesis flaksid. Nyeri akan bertambah apabila tekanan LCS dinaikkan dengan cara penderita disuruh mengejan (percobaan valsava) atau dengan menekan kedua venajugularis (percobaan Naffziger). belakang tumit dan telapak kaki. Sensibilitas 22 . Gejala neurologik timbul karena gangguan pada radiks yaitu: gangguan sensibilitas dan motorik (paresis. Hal ini disebabkan oleh spasme otot – otot tersebut dan spasme ini menyebabkan berkurangnya lordosis lumbal dan terjadi scoliosis. menyebabkan timbulnya osteofit. tungkai bawah bagian lateral. Gejala pertama yang timbul yaitu rasa nyeri di punggung bawah disertai nyeri di otot – otot sekitar lesi dan nyeri tekan ditempat tersebut.g) LBP diskogenik • Spondilosis Proses degenerasi yang progresif pada discus intervertebralis. Pada umumnya HNP didahului oleh aktivitas yang berlebihan misalnya mengangkat benda berat. Dasar terjadinya HNP yaitu degenerasi discus intervertebralis. parestesia dan retensi urin. HNP lateral kebanyakan terjadi pada L5-S1 dan L4-L5. fasikulasi dan atrofi otot). • Hernia nucleus pulposus (HNP): Keadaan dimana nucleus pulposus keluar menonjol untuk kemudian menekan kearah kanalis spinalis melalui annulus fibrosus yang robek. Kekuatan ekstensi ibu jari kaki berkurang dan refleks patella negative.

tirah baring yang terlalu lama maupun karena imobilisasi. ke daerah leher. Pada foto roentgen terlihat gambaran yang mirip dengan ruas – ruas bamboo sehingga disebut bamboo spine. • Spasme otot atau kejang otot Disebabkan oleh gerakan yang tiba – tiba dimana jaringan otot sebelumnya dalam kondisi yang tegang atau kaku atau kurang pemanasan. Percobaan valsava dan naffziger akan memberikan hasil positif. Pada tes lasegue akan dirasakan nyeri di sepanjang bagian belakang. • Otot yang hipersensitif 23 . Gejalanya yaitu adanya kontraksi otot yang disertai dengan nyeri yang hebat. Gejala permulaan berupa rasa kaku dipunggung bawah waktu bangun tidur dan hilang setelah mengadakan gerakan.pada dermatom yang sesuai dengan radiks yang terkena. Rasa nyeri timbul karena iskemia ringan pada jaringan otot. serta regangan pada kapsula. h) LBP miogenik • Ketegangan otot Sikap tegang yang berulang – ulang pada posisi yang sama akan memendekkan otot yang akhirnya akan menimbulkan rasa nyeri. regangan yang berlebihan pada perlekatan miofasialterhadap tulang. • Spondilitis ankilosa: Proses ini mulai dari sendi sakroiliaka yang kemudian menjalar keatas. menurun. Setiap gerakan akan memperberat rasa nyeri sekaligus menambah kontraksi. • Defisiensi otot Disebabkan oleh kurang latihan sebagai akibat dari mekanisasi yang  berlebihan.

Gerakan bagian punggung belakang yang kurang baik dapat menyebabkan kekakuan dan spasme yang tiba-tiba pada otot punggung. Pada pemerikasaan. disebabkan oleh bakteri tuberkulosis. Pada orang-orang yang tidak biasa melakukan pekerjaan otot atau melakukan aktivitas dengan beban yang berat dapat menderita nyeri pinggang yang akut. yaitu infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri dan infeksi kronis. Nyeri dapat bertambah saat batuk dan saat posisi supine. pada Low Back Pain yang disebabkan karena trauma.Menciptakan suatu daerah yang apabila dirangsang akan menimbulkan rasa nyeri dan menjalar ke daerah tertentu Berdasarkan mekanisme patologiknya dapat dibedakan menjadi: a) Trauma Trauma dan gangguan mekanis merupakan penyebab utama Low Back Pain. Infeksi kronis ditandai dengan pembengkakan sendi. dapat ditemukan beberapa keadaan. 24 . demam serta kelemahan. Artritis rematoid merupakan suatu proses yang melibatkan jaringan ikat mesenkimal. Secara patologis anatomis. o Perubahan pada sendi Lumba Sacral Trauma dapat menyebabkan perubahan antara vertebra lumbal V dan sacrum. b) Infeksi Infeksi pada sendi terbagi atas dua jenis. lassague symptom positif dan pergerakan kaki pada hip joint terbatas. dan dapat menyebabkan robekan ligamen atau fascia. Keadaan ini dapat menimbulkan nyeri yang hebat di atas vertebra lumbal V atau sacral I dan dapat menyebabkan keterbatasan gerak. Artritis rematoid dapat melibatkan persendian sinovial pada vertebra. mengakibatkan terjadinya trauma punggung sehingga menimbulkan nyeri. Kekakuan otot cenderung dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu. nyeri berat dan akut. seperti: o Perubahan pada sendi Sacro-Iliaca Gejala yang timbul akibat perubahan sendi sacro-iliaca adalah rasa nyeri pada os sacrum akibat adanya penekanan. Namun pada kasus-kasus yang berat memerlukan pertolongan medis agar tidak mengakibatkan gangguan yang lebih lanjut.

Meningioma adalah tumor intradural dan ekstramedular yang jinak. Perubahan jaringan tersebut tidak hanya pada daerah punggung bagian bawah. d) Low Back Pain karena Perubahan Jaringan Kelompok penyakit ini disebabkan karena terdapat perubahan jaringan pada tempat yang mengalami sakit. Tumor jinak dapat mengenai tulang atau jaringan lunak. Hemangioma adalah contoh tumor benigna di kanalis spinal yang dapat menyebabkan nyeri pinggang. yang menyebabkan nyeri pinggang terutama waktu malam hari. dapat dijumpai di pedikel atau lamina vertebra. Gejala yang sering ditemukan ialah nyeri lokal dan menyebar di daerah pnggang disertai kekakuan (stiffness) dan kelainan ini bersifat progresif. Contoh gejala yang sering dijumpai pada tumor vertebra ialah adanya nyeri yang menetap. Tumor ini biasanya sebesar biji kacang. c) Neoplasma Tumor vertebra dan medula spinalis dapat jinak atau ganas.Penyakit Marie-Strumpell. • Penyakit Fibrositis 25 . tetapi terdapat juga disepanjang punggung dan anggota bagian tubuh lain. Selain itu juga terjadi penyempitan dari ruang antar tulang vetebra yang menyebabkan tulang belakang menjadi tidak fleksibel seperti saat usia muda. Beberapa jenis penyakit dengan keluhan LBP yang disebabkan oleh perubahan jaringan antara lain: • Osteoartritis (Spondylosis Deformans) Dengan bertambahnya usia seseorang maka kelenturan otot-ototnya juga menjadi berkurang sehingga sangat memudahkan terjadinya kekakuan pada otot atau sendi. yang juga dikenal dengan nama spondilitis ankilosa atau bamboo spine terutama mengenai pria dan teruta mengenai kolum vertebra dan persendian sarkoiliaka. Sifat nyeri lebih hebat dari pada tumor ganas daripada tumor jinak. namun bila ia tumbuh membesar dapat mengakibatkan gejala yang besar seperti kelumpuhan. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada tulang belakang hingga ke pinggang. Contoh tumor tulang jinak ialah osteoma osteoid.

namun ( oleh karena timbulnya kelinan-kelainan degeneratif ) sesudah berumur 35 tahun. Pada foto rontgen tampak bahwa terdapat suatu hiaat pada arkus spinosus di daerah lumbal atau sakral. Rasa nyeri memberat saat beraktivitas. Spondilolitesis dapat mengakibatkan tertekuknya radiks L5 sehingga timbul nyeri radikuler. Nyeri hilang begitu penderita berhenti 26 . Nyeri pinggang ini berkurang atau hilang bila penderita duduk atau tidur. Penyakit ini ditandai dengan nyeri dan pegal di otot. bila penderita itu berdiri atau berjalan. Dan akan bertambah. Walaupun kejadian ini terjadi sewaktu bayi itu masih berada dalam kandungan.Penyakit ini juga dikenal dengan Reumatism Muskuler. maka hendaknya kita waspada bahwa didaerah itu ada tersembunyi suatu spina bifida okulta. Pada spondilolistesis korpus vertebrae itu sendiri ( biasanya L5) tergeser ke depan. khususnya di leher dan bahu. • Spina Bifida Bila di daerah lumbosakral terdapat suatu tumor kecil yang ditutupi oleh kulit yang berbulu. Walaupun penyakit telah ada sejak lahir. barulah timbul keluhan nyeri pinggang. sikap tidur yang buruk dan kelelahan. o Stenosis kanalis vertebralis Diagnosis penyakit ini ditegakkan secara radiologis. Keadaan ini akan menimbulkan suatu “lumbosakral sarain” yang oleh si penderita dirasakan sebagai nyeri pinggang. Gejala yang tampak adalah timbulnya nyeri radikuler bila si penderita jalan dengan sikap tegak. Karena adanya defek tersebut maka pada tempat itu tidak terbentuk suatu ligamentum interspinosum. e) Kongenital Kelainan kongenital tidak merupakan penyebab nyeri pinggang bawah yang penting. namun gejala-gejalanya baru tampak setelah penderita berumur 35 tahun. Kelainan kongenital yang dapat menyebabkan nyeri pinggang bawah adalah : • Spondilolisis dan spondilolistesis Pada Spondilolisis tampak bahwa sewaktu pembentukan korpus vertebrae (in utero) arkus vertebrae tidak bertemu dengan korpus vertebraenya sendiri.

terutama dalam posisi berdiri. misalnya genu valgum. • Spondylitis Suatu bentuk degeneratif sendi yang mengenai tulang belakang . kelainan postur tubuh dan kelemahan otot. ini merupakan penyakit sistemik yang etiologinya tidak diketahui. coxa valgum dan sebagainya. Lengkungan tulang belakang akan . PATOFISIOLOGI Kolumna vertebralis dapat dianggap sebagai sebuah batang elastis yang tersusun atas banyak unit rigid (vertebrae) dan unit fleksibel (diskus intervertebralis) yang diikat satu sama lain oleh kompleks sendi faset. f) Low Back Pain karena Pengaruh Gaya Berat Gaya berat tubuh. Beberapa pekerjaan yang mengaharuskan berdiri dan duduk dalam waktu yang lama juga dapat mengakibatkan terjadinya. yang menyebabkan nyeri dan kekakuan. genu varum. berbagai ligamen dan otot paravertebralis. Kehamilan dan obesitas merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya LBP akibat pengaruh gaya berat. duduk dan berjalan dapat mengakibatkan rasa nyeri pada punggung dan dapat menimbulkan komplikasi pada bagian tubuh yang lain. terutama mengenai orang muda dan menyebabkan rasa nyeri dan kekakuan sebagai akibat peradangan sendi-sendi dengan osifikasi dan ankilosing sendi tulang belakang. Untuk menghilangkan rasa nyerinya maka penderita lantas jalan sambil membungkuk. Hal ini disebabkan terjadinya penekanan pada tulang belakang akibat penumpukan lemak. • Spondylosis lumbal Penyakit sendi degeneratif yang mengenai vertebra lumbal dan discus intervertebralis.jalan atau bila ia duduk. Konstruksi punggung yang unik tersebut memungkinkan fleksibelitas sementara disisi lain tetap dapat memberikan perlindungan yang 27 maksimal terhadap sumsum tulang belakang.

masalah psikologik dan psikososial. diskus terutama tersusun atas fibrokartilago dengan matrik gelatinus. Otot-otot abdominal dan toraks sangat penting pada aktivitas mengangkat beban. terjadi gesekan pada kedua permukaan facet joint menyebabkan ketegangan otot di daerah tersebut yang akhirnya menimbulkan keterbatasan gesekan pada tulang belakang. dan perengangan berlebihan pendukung tulang dapat berakibat nyeri punggung. artritis degeneratif. 5. 28 .menyerap goncangan vertikal pada saat berlari dan melompat. masalah struktur. masalah postur. Diskus intervertebralis akan mengalami perubahan sifat ketika usia bertambah tua. Pada orang muda. merokok. Obesitas. Aktivitas atau Olahraga 6. L4-L5 dan L5-S1. Diskus lumbal bawah. yang menyebabkan nyeri menyebar sepanjang saraf tersebut. Bila tidak pernah dipakai akan melemahkan struktur pendukung ini. Faktor Risiko Lain Kondisi kesehatan yang buruk. Jenis Kelamin 3. Pada lansia akan menjadi fibrokartilago yang padat dan tak teratur. FAKTOR RESIKO Faktor risiko terjadinya Low Back Pain adalah sebagai berikut : [6] 1. [6] Mengangkat beban berat pada posisi membungkuk menyamping menyebabkan otot tidak mampu mempertahankan posisi tulang belakang thorakal dan lumbal. menderita stress mekanis paling berat dan perubahan degenerasi terberat. Penonjolan faset akan mengakibatkan penekanan pada akar saraf ketika keluar dari kanalis spinalis. Pekerjaan. skoliosis mayor (kurvatura >80o). sehingga pada saat facet joint lepas dan disertai tarikan dari samping. Usia 2. Batang tubuh membantu menstabilkan tulang belakang. Faktor Indek Massa Tubuh 4.

e) Nyeri karena iskemia Rasa nyeri ini dirasakan seperti rasa nyeri pada klaudikasio intermitens yang dapat dirasakan di pinggang bawah. membawa beban. otot-otot paraspinal. membungkuk. Biasanya terdapat di garis tengah dengan radiasi ke kanan dan ke kiri. c) Nyeri rujukan somatis Iritasi serabut-serabut sensoris dipermukaan dapat dirasakan lebih dalam pada dermatom yang bersangkutan. mengangkat.obesitas. d) Nyeri rujukan viserosomatis Adanya gangguan pada alat-alat retroperitonium. b) Iritasi pada radik Rasa nyeri dapat berganti-ganti dengan parestesi dan dirasakan pada dermatom yang bersangkutan pada salah satu sisi badan. korpus vertebra. Kadang-kadang dapat disertai hilangnya perasaan atau gangguan fungsi motoris. Sebaliknya iritasi di bagian-bagian dalam dapat dirasakan di bagian lebih superfisial. intraabdomen atau dalam ruangan panggul dapat dirasakan di daerah pinggang. duduk atau berdiri berjam-jam (posisi tubuh kerja yang statik). menarik beban. Iritasi dapat disebabkan oleh proses desak ruang pada foramen vertebra atau di dalam kanalis vertebralis. hal yang berhubungan pekerjaan seperti duduk dan mengemudi dalam waktu lama. di gluteus atau menjalar ke paha. memutar. Dapat 29 . Nyeri ini dapat berasal dari bagian-bagian di bawahnya seperti fasia. DIAGNOSIS Anamnesis Nyeri pinggang bawah dapat dibagi dalam 6 jenis nyeri. dan kehamilan. getaran. yaitu: a) Nyeri pinggang lokal Jenis ini paling sering ditemukan. tinggi badan yang berlebihan. sendi dan ligamen.

karena bisa menunjukkan adanya suatu kondisi terselubung seperti adanya suatu keganasan ataupun infeksi.defekasi.abdominal akan dapat menambah nyeri. juga batuk. namun sebagian besar episode herniasi diskus terjadi setelah suatu gerakan yang relatif sepele. karena bisa merupakan tanda dari suatu lesi di kauda ekuina dimana harus dicari dengan teliti adanya hipestesi peri-anal. Selain nyeri oleh penyebab mekanik ada pula nyeri non-mekanik. 30 . Harus diketahui pula gerakan-gerakan mana yang bisa menyebabkan bertambahnya nyeri LBP. seperti membungkuk atau memungut barang yang enteng. f) Nyeri psikogen Rasa nyeri yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan distribusi saraf dan dermatom dengan reaksi wajah yang sering berlebihan. yang memerlukan suatu diagnosis segera dan dekompresi operatif segera. Suatu radikulopati tanpa nyeri menandakan kemungkinan adanya suatu penyakit metabolik seperti polineuropati diabetik. bisa menyebabkan suatu LBP. yaitu duduk dan mengendarai mobil dan nyeri biasanya berkurang bila tiduran atau berdiri. Walaupun suatu tindakan atau gerakan yang mendadak dan berat. overflow incontinence dan tidak adanya perasaan ingin miksi dan gejala-gejala ini merupakan suatu keadaan emergensi yang absolut. Faktor-faktor lain yang penting adalah gangguan pencernaan atau gangguan miksi. yang biasanya berhubungan dengan pekerjaan. retensio urin. Herniasi diskus bisa membutuhkan waktu 8 hari sampai resolusinya. diselingi oleh periode tanpa gejala merupakan gejala khas dari suatu LBP yang terjadinya secara mekanis. Nyeri pada malam hari bisa merupakan suatu peringatan.disebabkan oleh penyumbatan pada percabangan aorta atau pada arteri iliaka komunis. bila ditemukan kausa yang menyebabkan kompresi. Degenerasi diskus dapat menyebabkan rasa tidak nyaman kronik dengan eksaserbasi selama 2-4 minggu. dan setiap gerakan yang bisa menyebabkan meningginya tekanan intra. bersin dan mengejan sewaktu defekasi. Gejala LBP yang sudah lama dan intermiten. namun juga harus diingat bahwa hilangnya nyeri tanpa terapi yang adekuat dapat menandakan adanya suatu penyembuhan.

maka sudah harus dicurigai adanya suatu herniasi diskus. [6] a) Inspeksi : • Pemeriksaan fisik dimulai dengan inspeksi dan bila pasien tetap berdiri dan menolak untuk duduk. b) Palpasi : • Adanya nyeri (tenderness) pada kulit bisa menunjukkan adanya kemungkinan suatu keadaan psikologis di bawahnya (psychological overlay). Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik secara komprehensif pada pasien dengan nyeri punggung meliputi evaluasi sistem neurologi dan muskuloskeltal. karena adanya ketegangan pada saraf yang terinflamasi diatas suatu diskus protusio sehingga meninggikan tekanan pada saraf spinal tersebut dengan jalan meningkatkan tekanan pada fragmen yang tertekan di sebelahnya (jackhammer effect). • Gerakan aktif pasien harus dinilai. kekuatan dan refleks-refleks.namun dapat pula berarti bahwa serabut nyeri hancur sehingga perasaan nyeri hilang. 31 . o Ekstensi ke belakang (back extension) seringkali menyebabkan nyeri pada tungkai bila ada stenosis foramen intervertebralis di lumbal dan artritis lumbal. karena gerakan ini akan menyebabkan penyempitan foramen sehingga menyebabkan suatu kompresi pada saraf spinal. o Fleksi ke depan (forward flexion) secara khas akan menyebabkan nyeri pada tungkai bila ada HNP. diperhatikan gerakan mana yang membuat nyeri dan juga bentuk kolumna vertebralis. Pemeriksaan neurologi meliputi evaluasi sensasi tubuh bawah. berkurangnya lordosis serta adanya skoliosis. walaupun kompresi radiks masih ada. • Gerakan-gerakan yang perlu diperhatikan pada penderita: o Keterbatasan gerak pada salah satu sisi atau arah. Berkurang sampai hilangnya lordosis lumbal dapat disebabkan oleh spasme otot paravertebral.

Harus dicari pula refleks patologis seperti babinski. • • Pemeriksaan fisik yang lain memfokuskan pada kelainan neurologis. Dari pemeriksaan refleks ini dapat membedakan akan kelainan yang berupa UMN atau LMN. terutama bila ada hiperefleksia yang menunjukkan adanya suatu gangguan upper motor neuron (UMN). Rasa gerak. • Penekanan dengan jari jempol pada prosesus spinalis dilakukan untuk mencari adanya fraktur pada vertebra. c) Pemeriksaaan Motorik • Harus dilakukan dengan seksama dan harus dibandingkan kedua sisi untuk menemukan abnormalitas motoris. o Berjalan dengan menggunakan jari atau berjinjit. • Pemeriksaan yang dilakukan meliputi : o Berjalan dengan menggunakan tumit. o Jongkok dan gerakan bertahan ( seperti mendorong tembok ) d) Pemeriksaan Sensorik • Pemeriksaan sensorik akan sangat subjektif karena membutuhkan perhatian dari penderita dan tak jarang keliru • • Nyeri dalam otot. e) Refleks 32 .• Kadang-kadang bisa ditentukan letak segmen yang menyebabkan nyeri dengan menekan pada ruangan intervertebralis. • Pada spondilolistesis yang berat dapat diraba adanya ketidak-rataan (step-off) pada palpasi di tempat/level yang terkena.

Pemeriksaan Khusus [7] 1.Refleks yang harus di periksa adalah refleks di daerah Achilles dan Patella. sering disertai dengan rasa nyeri. kemudian meluruskan tungkai bawah sejauh mungkin anpa timbul rasa nyeri yang berarti. terutama pada herniasi discus lumbalis / lumbo-sacralis. negative pada ischialgia 3. Positif jika gerakan diluar kemauan terbatas. Positif bila pasien tidak dapatmengangkat tungkai kurang dari 70° dan nyeri sepanjang nervus ischiadicus. 2. paha difleksikan. Tes Patrick dan anti-patrick: Fleksi-abduksi-eksternal rotation-ekstensi sendi panggul. Rasa nyeri dan terbatasnya gerakan sering menyertai radikulopati. Positif pada penyakit sendi panggul. Tes kernig: Pasien terlentang. respon dari pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mengetahui lokasi terjadinya lesi pada saraf spinal. Tes Lasegue: Mengangkat tungkai dalam keadaan ekstensi. Positif jika terdapat spasme 33 .

Tes Naffziger: Dengan menekan kedua vena jugularis. b) Pungsi Lumbal (LP) : 34 . semitensinous. Peningkatan rasa sakit adalah tanda positif yang menunjukkan keterlibatan saraf. Sicard Test Ekstremitas bawah tertekuk di bagian pinggul dengan lutut ekstensi dan ibu jari kaki dorsofleksi. kadar Hb. Pemeriksaan Penunjang [6] a) Laboratorium: Pada pemeriksaan laboratorium rutin penting untuk melihat. biceps femoris yang membatasi ekstensi lutut dan timbul nyeri.involunter otot semimembraneus. hasilnya sama dengan percobaan Naffziger 6. Tes valsava: Penderita disuruh mengejan kuat maka tekanan LCS akan meningkat. dan fungsi ginjal. Peningkatan rasa sakit adalah tanda positif yang menunjukkan adanya radikulopati. Bragard Test Ekstremitas bawah tertekuk di bagian pinggul dengan lutut ekstensi dan seluruh jari kaki dorsofleksi. jumlah leukosit dengan hitung jenis. akan menyebabkan tekanan pada radiks bertambah. 5. 4. Positif pada spondilitis. timbul nyeri radikuler. laju endap darah (LED). maka tekanan LCS akan meningkat. 7.

• CT scan adalah sarana diagnostik yang efektif bila vertebra dan level neurologis telah jelas dan kemungkinan karena kelainan tulang. spondilolistesis. dan tumor spinal. namun belakangan akan terjadi transudasi dari low molecular weight albumin sehingga terlihat albumin yang sedikit meninggi sampai dua kali level normal. MRI sangat berguna bila: o vertebra dan level neurologis belum jelas o kecurigaan kelainan patologis pada medula spinal atau jaringan lunak o untuk menentukan kemungkinan herniasi diskus post operasi o kecurigaan karena infeksi atau neoplasma Mielografi atau CT mielografi dan atau MRI adalah alat diagnostik yang sangat berharga pada diagnosis LBP dan diperlukan oleh ahli bedah saraf atau ortopedi untuk menentukan lokalisasi lesi pre-operatif dan menentukan adakah adanya 35 . • Mielografi berguna untuk melihat kelainan radiks spinal. • MRI (akurasi 73-80%) biasanya sangat sensitif pada HNP dan akan menunjukkan berbagai prolaps.LP akan normal pada fase permulaan prolaps diskus. perubahan degeneratif. c) Pemeriksaan Radiologis : Foto polos sering terlihat normal atau kadang-kadang dijumpai penyempitan ruangan intervertebral. Namun para ahli bedah saraf dan ahli bedah ortopedi tetap memerlukan suatu EMG untuk menentukan diskus mana yang paling terkena. terutama pada pasien yang sebelumnya dilakukan operasi vertebra atau dengan alat fiksasi metal. CT mielografi dilakukan dengan suatu zat kontras berguna untuk melihat dengan lebih jelas ada atau tidaknya kompresi nervus atau araknoiditis pada pasien yang menjalani operasi vertebra multipel dan bila akan direncanakan tindakan operasi terhadap stenosis foraminal dan kanal vertebralis. Penyempitan ruangan intervertebral kadang-kadang terlihat bersamaan dengan suatu posisi yang tegang dan melurus dan suatu skoliosis akibat spasme otot paravertebral.

Obat-obatan tertentu. Tapi jika rasa sakit adalah lebih dari ringan dan berlangsung lebih dari 15 menit selama latihan. Pengobatan melibatkan menggunakan analgesik. [7] Bed rest . dan terapi gerakan untuk meningkatkan koordinasi dan mengembangkan postur tubuh yang tepat dan keseimbangan otot.sekwester diskus yang lepas dan mengeksklusi adanya suatu tumor. Pasien harus melanjutkan kegiatan sesegera mungkin. Dokter dan terapis fisik dapat memberikan daftar latihan lembut yang membantu menjaga otot-otot bergerak dan mempercepat proses pemulihan. Obat yang sering digunakan untuk mengobati nyeri punggung akut dan kronis rendah. tidak aman selama kehamilan. Latihan mungkin cara yang paling efektif untuk mempercepat pemulihan dari sakit punggung rendah dan membantu memperkuat otot punggung dan perut. dengan bantal di antara lutut (beberapa dokter menyarankan beristirahat di belakang dan menempatkan bantal di bawah lutut). mengurangi peradangan. bahkan mereka dijual di atas meja. berenang. Rutinitas kegiatan punggung yang sehat mungkin termasuk latihan peregangan. Pasien harus selalu memeriksa dengan dokter sebelum mengambil obat untuk menghilangkan rasa sakit. PENATALAKSANAAN Nyeri punggung yang paling rendah dapat diobati tanpa operasi. Nyeri yang efektif mungkin melibatkan kombinasi obat resep dan obat over-the-counter. Pasien harus menghubungi dokter jika tidak ada penurunan nyata dalam rasa sakit dan peradangan setelah 72 jam perawatan diri. pasien harus berbaring di satu sisi.1-2 hari paling banyak. memulihkan fungsi yang tepat dan kekuatan ke belakang. Pada malam hari atau selama istirahat. mungkin bertentangan 36 . Diskus prolaps pada mielografi 25% negatif palsu dan 10% positif palsu (akurasi 67%). dan mencegah kambuhnya cedera. Setiap ketidaknyamanan ringan terasa pada awal latihan ini harus menghilang sebagai otot menjadi lebih kuat. berjalan. Mempertahankan dan membangun kekuatan otot sangat penting untuk orang dengan penyimpangan tulang. Kebanyakan pasien dengan nyeri punggung sembuh tanpa kehilangan fungsional residual. pasien harus berhenti berolahraga dan hubungi dokter .

Benzodiazepin mungkin cocok untuk keadaan kecemasan bersamaan. dan fenobarbital. Pada setiap kerusakan sel akan menghasilkan prostaglandin (PG) yang dapat menyebabkan rasa nyeri. Kategori dari relaksan otot termasuk kelompok heterogen obat yang beberapa ahli membagi menjadi benzodiazepin dan nonbenzodiazepines. dan peradangan dan untuk meringankan sakit punggung ringan rendah sampai sedang. Penggunaan analgesik NSAID menghambat enzim COX-1 memproduksi prostasiklin yang berfungsi untuk melindungi mukosa lambung. dapat menyebabkan efek samping termasuk mengantuk. termasuk diantaranya adalah ranitidin yang berguna untuk menghambat sekresi asam lambung. dan ibuprofen). pembengkakan. agen tradisional terutama lebih seperti diazepam. • Muscle Relaxan – Penggunaan pelemas otot perlu dipertimbangkan bila pasien sudah diberi analgetik tapi tidak ada perbaikan. Pertimbangkan tambahan relaksan otot tetapi hanya untuk jangka pendek. [7. atau dapat menyebabkan kerusakan hati. OAINS bekerja menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakhidonat menjadi prostaglandin terhambat. mengingat bahaya ketergantungan. 37 . Biasa dikombinasikan dengan analgesik. Clonazepam adalah benzodiazepin yang beroperasi melalui GABAdimediasi melalui mekanisme neuron internuncial dari sumsum tulang belakang untuk memberikan relaksasi otot. bahan yang sama ditemukan dalam obat nyeri oral yang mengandung aspirin. clonazepam harus dipertimbangkan untuk penggunaan klinis. naproxen. butalbital.dengan obat lain.8] • Analgesik. • AH-2. dan dalam kasus-kasus. diambil secara lisan untuk mengurangi kekakuan. Analgesik topikal juga dapat mengurangi peradangan dan merangsang aliran darah. termasuk obat anti-inflamasi non steroid (aspirin. Banyak dari senyawa ini mengandung salisilat. Dengan demikian penghambatan sekresi asam lambung membantu untuk melindungi mukosa lambung. Beberapa spasmolytics otot juga berpotensi adiktif dan memiliki potensi penyalahgunaan.

dan potensi untuk kecanduan. penurunan waktu reaksi. antidepresan trisiklik (TCA) terutama seperti amitriptyline dan desipramine.Juga. Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) 3. Ultrasound 4.• Beberapa antidepresan. Dua tinjauan sistematis menemukan bahwa antidepresan mengurangi intensitas nyeri di LBP. Ketika sakit punggung tidak merespon pendekatan yang lebih konvensional. dan morfin sering diresepkan untuk mengatasi rasa sakit punggung yang parah akut dan kronis tetapi harus digunakan hanya untuk waktu singkat dan di bawah pengawasan dokter. Banyak ahli yakin bahwa penggunaan kronis obat ini merugikan pasien sakit punggung. Mekanisme dugaan tindakan yang berkaitan dengan kapasitas TCA ‘untuk memblokir penyerapan serotonergik. pasien dapat mempertimbangkan pilihan berikut: 1. oxycodone. gangguan penilaian. Antidepresan mengubah tingkat kimia otak untuk mengangkat suasana hati dan sinyal nyeri tumpul. 38 . • Opioid seperti kodein. yang menghasilkan potensiasi aktivitas sinaptik noradrenergik di batang otak-dorsal sistem SSP yang nociceptive-modulasi tanduk. Efek samping bisa termasuk rasa kantuk. telah ditunjukkan untuk meredakan nyeri (independen efeknya pada depresi) dan membantu tidur. hydrocodone. Surgery. Acupuncture 2. penelitian pada hewan menunjukkan bahwa TCA dapat bertindak sebagai anestesi lokal dengan memblokir saluran natrium di mana debit ektopik dihasilkan. menambah depresi dan bahkan meningkatkan rasa sakit.

Dynamic Chiropractic. 2. Feb. 4. Available at : http://www. Low Back Pain Fact Sheet.com/regional_anesthesia/neuraxial_techniques/3119spinal_anesthesia. Low Back Pain Symptoms and Causes. Schofferman J. 2013. Access on July 26.8(1):185-94. Anatomi Vertebrae./SMF Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Brawijaya. 2013.nih. Snell. Vleeming's active SLR test as a screen for lumbopelvic dysfunction. Access on July 26. In Anatomi Klinik Dasar. Evidence-informed management of chronic low back pain with opioid analgesics. Medan. Nyeri Pinggang Bawah (Low Back Pain). Jakarta : EGC. 24.spine-health. 2005.nysora. Ullrich.DAFTAR PUSTAKA 1. Mazanec D.htm. 8. Fakultas . Handono Kalim. 2010 3. Spinal Anethesia. 2003. Nursamsu. Setyohadi. 7.ninds. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang. R. Liebenson. PF. 2004 5. Access on July 27. Jan-Feb 2008. 2013.com/conditions/lower-back-pain/lower-back-painsymptoms-and-causes. 6. Lab. C. Kedokteran Universitas Sumatera Utara.html . Available at: http://www.gov/disorders/backpain/detail_backpain. 39 . Malang. Available at : http://www. Anatomy of Vertebrae. Spine J.