You are on page 1of 8

Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III Yogyakarta, 3 November 2012

ISSN: 1979-911X

BIOZONASI FORAMINIFERA PLANKTONIK FORMASI LEDOK, DAERAH SINGANEGARA, KAB. BLORA PROVINSI JAWA TENGAH
1,2

Mahap Maha1, Siti Umiyatun Ch2 Program Studi T. Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta E-mail: mahma_semb@yahoo.com, umiyatunch@yahoo.com

Abstrak
Penyusunan biodatum dan pembuatan zona biostratigrafi seluruhnya didasarkan atas kehadiran dan penyebaran takson-takson penciri dari fosil Foraminifera planktonik, pada sayatan atau penampang stratigrafi terukur. Berdasarkan hasil analisis foraminifera planktonik, dapat ditentukan dan disusun empat biodatum, dan lima zona biostratigrafi. Biodatum yang berhasil disusun, dari tua ke muda adalah: Biodatum Globorotalia acostaensis, Globorotalia plesiotumida, Globorotalia tumida, dan Globorotalia ungulata. Zona biostratigrafi yang berhasil ditentukan, dari yang berumur tua ke muda adalah: Zona Parsial Globorotalia acostaensis, Zona Selang Globorotalia acostaensis-Globorotalia plesiotumida, Zona Selang Globorotalia plesiotumida– Globorotalia tumida, Zona Selang Globorotalia tumida- Globorotalia ungulata, dan Zona Parsial Globorotalia ungulata. Kata kunci: Biozonasi, biodatum, zona biostratigrafi, zona selang, zona parsial, Foraminifera planktonik.

PENDAHULUAN
Banyak kendala atau kesukaran yang dihadapi baik dalam menentukan umur batuan secara lebih teliti maupun untuk melakukan korelasi yang bersifat regional ataupun inter-regional, dengan menggunakan zonasi foraminifera planktonik. Untuk mengatasi kendala tersebut, perlu dilakukan pembuatan horizon-horizon korelasi atau lebih dikenal dengan datum planes atau biodatum. Dengan demikian, perlu dilakukan biozonasi yang disusun dalam Zona Selang, karena bagian atas dan bawah zona ini dibatasi oleh dua biodatum Lokasi penelitian terletak sekitar 10 km di sebelah timur Kota Blora, dan secara administratif termasuk dalam Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah. Daerah penelitian terletak pada koordinat UTM 0555230 – 0561800 ME dan UTM 9230183 – 9226222 MN (Gambar 1), tercakup dalam lembar peta rupa bumi digital Lembar Bogorejo Bakosurtanal. Daerah ini dapat dicapai dengan kendaraan roda dua maupun dengan roda empat dengan waktu tempuh ± 45 menit dari Kota Blora. Tujuan utama penelitian adalah untuk menentukan dan menyusun biodatum dan zona biostratigrafi berdasarkan takson-takson penciri Foraminifera planktonik, yang terdapat pada daerah penelitian. Tujuan lainnya adalah untuk menentukan umur batuan atau satuan batuan hasil dari pengukuran penampang stratigrafi.

METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi empat aspek utama, yakni studi pustaka, penelitian lapangan, analisis mikrofosil di laboratorium dan penentuan serta penyusunan datum pemunculan awal Foraminifera planktonik. Penelitian lapangan, mencakup pengukuran penampang stratigrafi dan pengambilan contoh batuan secara sistematis; sedangkan analisis mikrofosil, mencakup preparasi, observasi dan determinasi fosil.

B-228

Stratigrafi Daerah Penelitian Berdasarkan data litologi yang tersingkap di permukaan. Formasi Ledok. (Gambar 2). dan Undak Solo. Formasi Bulu. (Tabel 1). Formasi Prupuh. Litologi penyusunnya terdiri dari batugamping pasiran yang mengandungan mineral glaukonit. Formasi Tuban. Formasi Lidah. Urutansatuan litostratigrafi resmi di Cekungan Rembang dari yang berumur tua ke muda secara garis besar adalah sebagai berikut: Formasi Kujung. yang dikenal sebagai Mandala Rembang yang secara tektonik merupakan daerah retro arc basin (Dickinson. 1974). hal ini ditandai dengan sering dijumpainya perubahan fasies. Formasi Mundu. Formasi Selorejo. Formasi Tawun. batuan yang dijumpai di daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga satuan batuan (formasi). Formasi Wonocolo. Peta lokasi daerah penelitian PEMBAHASAN Stratigrafi Regional Daerah penelitian secara fisiografis termasuk dalam wilayah Perbukitan Rembang dan Madura (van Bemmelen.Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III Yogyakarta. Formasi Ledok. 1949). 3 November 2012 ISSN: 1979-911X Gambar 1. Dasar laut sebagai cekungan tidak seragam. Formasi Wonocolo Litologi penyusun: Merupakan satuan batuan tertua yang tersingkap pada daerah penelitian. dari tua ke muda adalah Formasi Wonocolo. dengan sisipan litologi napal dan B-229 . Mandala ini dicirikan oleh endapan paparan yang kaya akan karbonat dan pasir serta hampir tidak dijumpai material piroklastik. dari hasil pengukuran penampang stratigrafi atau MS (Measured Section) yang dilakukan pada dua tempat. Formasi Ngrayong. dan Formasi Mundu. Tatanan stratigrafi yang dipakai sebagai acuan dalam studi ini adalah tatanan dan tatanama stratigrafi yang dikemukakan oleh Pringgoprawiro (1983).

. bioturbasi. Tabel 1. Umur dan lingkungan pengendapan: B-230 .. 3 November 2012 ISSN: 1979-911X batupasir gampingan. dan pemunculan awal Globorotalia plesiotumida pada sampel PS5 di bagian bawah Formasi Ledok. dan Nodosaria sp. dengan ukuran butir dari pasir sangat halus (0. maka dapat disimpulkan bahwa formasi ini memiliki umur N15-N16 (Miosen Akhir).06 –0. berwarna coklat terang. menunjukkan bahwa formasi ini terbentuk pada lingkungan Neritik Tengah–Neritik Luar. dan juga mengandung fosil Foraminifera kecil. kalsit.25–0. di bagian atas Formasi Ledok. Uvigerina flintii. Stratigrafi Mandala Rembang (Pringgoprawiro.5 mm) yang mengandung mineral kuarsa. perlapisan.Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III Yogyakarta. Secara umum litologi penyusun satuan ini mengandung fosil Foraminifera. Robulus sp. Eponides antillarum. Umur dan lingkungan pengendapan: Berdasarkan kandungan fosil Foraminifera planktonik yakni dengan hadirnya Globorotalia acostaensis untuk pertama kalinya pada sampel PS2. Textularia sp. yakni Marginulina marginulinoides.125 mm) sampai pasir sedang (0. 1983) Formasi Ledok Litologi penyusun: Litologi penyusun formasi ini terdiri dari batupasir gampingan.. Berdasarkan kehadiran foraminifera kecil bentonik.. memiliki struktur sedimen silang siur. Dentalina sp. terutama Foraminifera kecil.

dapat disusun empat biodatum. c. yakni pada sampel PS9 dan PS13. dan Uvigerina alfimis. Datum Globorotalia acostaensis Pada penampang stratigrafi terukur. Uvigerina parvula. Planulina ariminensis. Datum Globorotalia ungulata Pada penampang stratigrafi terukur. Formasi Mundu Litologi penyusun Formasi Mundu tersusun oleh litologi yang didominasi oleh napal. maka dapat ditentukan dan disusun sejumlah Biodatum dan Zona Selang. Berwarna abu–abu kehijauan. 3 November 2012 ISSN: 1979-911X Berdasarkan kandungan fosil Foraminifera planktonik diantaranya dengan pemunculan awal spesies Globorotalia plesiotumida pada sampel PS5. Berdasarkan data penyebaran fosil dari hasil analisis foraminifera planktonik. Uvigerina flintii. d. Globorotalia tumida muncul untuk pertama kalinya pada dua penampang stratigrafi terukur. pada penelitian ini disusun berdasarkan pemunculan awal spesies-spesies penciri dari Foraminifera planktonik. menunjukkan bahwa satuan batuan ini terbentuk pada lingkungan Neritik Luar–Bathial Atas. semen karbonat dan berstruktur sedimen masif. Globorotalia ungulata muncul untuk pertama kalinya pada sampel PS20. pemunculan awal spesies ini penting. Kandungan fosil Foraminifera kecil bentonik yakni dengan terdapatnya Bulimina striata. berturut-turut dari tua ke muda adalah sebagai berikut: a. Dentalina sp. b. Sphaeroidina bulloides. Nodosaria sp. Umur dan lingkungan pengendapan: Berdasarkan kandungan fosil Foraminifera planktonik. menganggap bahwa pemunculan awal spesies ini penting. dan menempatkannya pada biohorizon alas dari zona N16. Cibicides robustus. ukuran butirnya lempung (< 0. spesies Globorotalia acoataensis muncul untuk pertama kalinya pada sampel PS2. Berdasarkan hasil analisis Foraminifera plangtonik yang dilakukan terhadap sejumlah contoh batuan. yakni kehadiran untuk pertama kalinya Globorotalia ungulata pada sampel PS20 dan juga kehadiran fosil tersebut pada sampel PS21. Bulimina striata.. spesies ini muncul untuk pertama kalinya pada posisi stratigrafi sampel PS5. menunjukkan bahwa satuan ini terbentuk pada lingkungan Neritik Luar–Bathial Tengah. Biodatum Foraminifera Planktonik Biodatum. dan menempatkannya sebagai penciri biohorizon bawah zona N18.. Datum Globorotalia tumida Pada daerah penelitian. menunjukkan bahwa formasi ini berumur N16–N18 (Miosen Akhir – Pliosen Awal). Di beberapa tempat dijumpai batupasir gampingan. B-231 . Datum Globorotalia plesiotumida Pada daerah penelitian. Pemunculan awal Globorotalia plesiotumida. dengan komposisi mineral lempung. menunjukkan bahwa formasi ini berumur N19 (Pliosen Awal). Planulina ariminensis. Blow (1969). Berdasarkan kehadiran Foraminifera fosil Foraminifera kecil bentonik yakni Siphonina bradyana.Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III Yogyakarta. oleh Blow (1969) dipakai sebagai penciri biohorizon bawah dari zona N17.004 mm)... Bolivina sp. dan Dentalina sp. Menurut Blow (1969). Menurut Blow (1969). spesies ini mempunyai kisaran hidup mulai dari bagian paling awal zona N19-N23. dan hadirnya untuk pertama kalinya Globorotalia tumida pada sampel PS9 dan PS13.

adalah Orbulina bilobata. b. dan Globorotalia obesa. Korelasi Zona selang ini dapat disetarakan dengan zona N18 dari Blow (1969) atau Zona Globorotalia tumida atau Zona Globorotalia tumida B-232 . Zona Selang Globorotalia tumida–Globorotalia ungulata Ciri Batas Batas bawah zona ini dicirikan oleh pemunculan awal dari spesies Globorotalia tumida. Fosil Yang Khas Fosil-fosil lain yang dijumpai pada zona ini. a. berturut-turut dari yang berumur tua ke muda adalah sebagai berikut (Tabel 2 dan Tabel 3). Globorotalia miocenica. Fosil Yang Khas Fosil-fosil lain yang dijumpai pada zona ini. Korelasi Zona Selang ini dapat disetarakan dengan zona N16 dari Blow (1969). sedangkan batas atasnya dicirikan oleh kehadiran Globorotalia plesiotumida untuk pertama kalinya. Fosil Yang Khas Fosil-fosil lain yang dijumpai pada zona ini. 3 November 2012 ISSN: 1979-911X Biozonasi Foraminifera Planktonik Berdasarkan biodatum fosil Foraminifera planktonik yang sudah ditentukan.Globigerina bulloides dan Globoquadrina altispira. Zona Selang Globorotalia acostaensis – Globorotalia plesiotumida Ciri Batas Bagian bawah zona ini dibatasi oleh pemunculan awal Globorotalia acostaensis. Korelasi Zona ini dapat disamakan dengan zona N17 dari Blow (1969). adalah Hastigerina equilateralis. Sphaeroidinellopsis paenedehiscens.Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III Yogyakarta. maka dapat disusun tiga Zona Selang. dan Zona Selang Globorotalia acostaensis–Globorotalia tumida plesiotumida dari Pringgoprawiro (1983). atau Zona Globorotalia plesiotumida atau Zona Globorotalia tumida plesiotumida c. ataupun Zona Globorotalia acostaensis dari Bolli (1966). Zona Selang Globorotalia plesiotumida – Globorotalia tumida Ciri Batas Bagian bawah zona dicirikan oleh pemunculan awal Globorotalia plesiotumida. sedangkan batas atasnya dicirikan oleh kehadiran Globorotalia tumida untuk pertama kalinya. dan Sphaeroidinellopsis subdehiscens. Globorotalia menardii. dan bagian atas zona ditentukan berdasarkan pemunculan Globorotalia ungulate untuk pertama kalinya.

ungulata Gt. tumida . o b e ss a G t .L E D O K B a tu p a s ir g a m p in g a n SATUAN LITOSTRATIGRAFI M U N D U N apal FO R M A SI SA TU AN BA TU AN TEB A L ( M ) 1 4 4 . tumida Zona Parsial Zona Parsial BIOZONASI N 18 N 19 Z o n a s i B lo w (1 9 6 9 ) P lio sen A w a l K A LA . p l e s io t u m i d a G t. e q u i la t er a l is Gt. s u b d e h i s ce n s G t . 3 November 2012 Tabel 2. CONTOH SIMBOL LITOLOGI FORAMINIFERA PLANKTONIK Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III Yogyakarta. p a e n e d e h i s c en s S p h s . c u l tr a ta G t. m u l ti c a m e ra ta G t . b il o b a t a G a . u n g u la ta H g .Gt. t u m id a G t. t r il o b u s G s . p r im a l is G q . a co st a e n s i s G t.4 5 1 3 . o b li q u u s G s . m i o c e n ic a G t. d e h i s c en s G s . s e m i n u lin a S p h s . tumida Zona Selang Gt. ungulata BIODATUM AKHIR N 17 ISSN: 1979-911X M io sen A k h ir Gt.9 3 PS 17 PS 20 PS 21 PS 12 PS 13 PS 15 PS 14 PS 16 PS 19 PS 18 NO. m e r o t u m i d a G t . ungulata O r b . a lt is p i ra G q . u n iv er s a O r b . v e n e zu e la n a P u ll . e x tr e m u s S p h s . s a c c u li fe r G s . Biodatum dan biozonasi Foraminifera planktonik Formasi Wonocolo dan Formasi Ledok B-233 Gt.

p a e n e d e h is c e n s S p h s. Biodatum dan Biozonasi Foraminifera planktonik Formasi Ledok dan Formasi Mundu B-234 Gt. sa c c u life r G s . e x tre m u s S p h s . ungulata BIODATUM AKHIR ISSN: 1979-911X M iosen A k h ir Gt. u n g u la ta H g . v e n e z u e la n a P u l l. u n iv e r sa O r b . o b liq u u s G s . p le s io tu m id a G t. ungulata Zona Parsial N 19 Zona Parsial BIOZONASI Z o n a s i B lo w (1969) P lio sen A w al K ALA . tumida N 17 O rb . 3 November 2012 Tabel 3. CONTOH SIMBOL LITOLOGI FORAMINIFERA PLANKTONIK Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III Yogyakarta. a ltisp ira G q . ungulata Zona Selang N 18 Gt.F O R M A SI SA TU A N B A T U A N T EB A L ( M ) SATUAN LITOSTRATIGRAFI L E D O K B a t u p a sir g a m p in g a n 1 4 4 .4 5 1 3 . d e h isc e n s G s . p rim a lis G q . s e m in u lin a S p h s. m u l tic a m e r a ta G t . b ilo b a ta G a . m io c e n ic a G t. e q u i la te r a lis Gt. tu m id a G t. a c o sta e n s is G t. tumida . m e r o tu m id a G t . o b e ssa G t . tumida Gt.Gt.9 3 KESIMPULAN M U N D U N apal PS 17 PS 20 PS 21 PS 12 PS 18 PS 14 PS 16 PS 19 PS 13 PS 15 NO. su b d e h isc e n s G t . c u ltra ta G t. t rilo b u s G s .

DAFTAR PUSTAKA Blow. 199-412. W. Pringgoprawiro.. Bolli. ITB. R.J. In Bronnimann P. 9.. (Geneva. Empat Biodatum. Globorotalia tumida. 1983. 3.Globorotalia ungulate. Min. Conf. 1st. Proc. Leiden. H. Late Middle Eocene to Recent planktonic foraminiferal biostratigraphy. 1969. 1967). h.. Assoc. Venezolana Geol. The Hague. Netherlands. Biostratigrafi dan paleogeografi Cekungan Jawa Timur Utara. Zona Selang Globorotalia plesiotumida–Globorotalia tumida. 3-32. suatu pendekatan baru. Globorotalia plesiotumida. 1.H. Van Bemmelen. dari tua ke muda adalah: Biodatum Globorotalia acostaensis... Inf. IA.W.. h. dapat disusun: 1. 1949: The Geology of Indonesia. dari tua ke muda adalah: Zona Selang Globorotalia acostaensis-Globorotalia plesiotumida. 2. 1966. Bandung. H. Tiga Zona Selang. 239 h. 3 November 2012 ISSN: 1979-911X Berdasarkan penyebaran fosil penciri foraminifera planktonik.. Disertasi Doktor. Umur Formasi Ledok adalah N16–N18.M. 54 pl.. on planktonic microfossils.Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III Yogyakarta. 732 h. E. H. Petrol.H. eds. Brill. v. 43 gbr. B-235 . v. & Renz.. v. dan Zona Selang Globorotalia tumida. Zonation of Cretaceous to Pliocene marine sediments based planktonic foraminifera. Martinus Nijhoff... Bol. dan Globorotalia ungulata.