You are on page 1of 21

LAPORAN PRAKTIKUM

PERCOBAAN IV REAKSI-REAKSI SPESIFIK ASAM AMINO DAN PROTEIN

NAMA : RR. DYAH RORO ARIWULAN NIM : H 411 10 272 KELOMPOK : IV (EMPAT) HARI/ TGL PERCOBAAN : RABU, 5 OKTOBER 2011 ` ASISTEN : ARKIEMAH HAMDA

LABORATORIUM BIOKIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kira-kira 50 % dari berat kering organisme yang hidup adalah protein, dan protein bukan hanya sekedar bahan simpanan atau nahan struktural seperti halnya dengan polisakarida. Variasi fungsi protein sama banyaknya dengan variasi fungsi kehidupan itu sendiri. Semua katalisis yang jumlahnya ribuan, yang

memungkinkan terjadinya reaksi kimia dalam zat yang hidup yang disebut protein. Reaksi Adamkiewitz-Hopkins adalah suatu reaksi untuk menentukan gugus indole spesifik untuk asam amino triptofan. Senyawa-senyawa indolik dengan aldehid tertentu (asam glioksilik, metanol, para metil amino-benzaldehide) dalam suasana asam dan dingin memberikan warna violet. Asam-asam kuat yang ditambahkan ke larutan protein menyebabkan suatu denaturasi irreversibel protein. selain penambahan asam-asam kuat dapat juga dilakukan penambahann logam, penambahan alkohol dan melakukan pengocokan terhadap larutan protein sehingga menyebabkan protein itu terdenaturasi. Pada umumnya asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein, baik menggunakan enzim maupun dengan menggunakan asam, dengan cara ini diperoleh campuan bermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun kualitasnya masing-masing asam amino perlu diadakan pemisahan antara asam-asam amino tersebut (Poedjiadi, 1994).

Berdasarkan landasan teori di atas. . 1. spesifik amino triptofan melalui percobaan Adamkiewitz-Hopkins.2. Membuktikan terjadinya denaturasi protein dengan percobaan termokoagulasi. 2. Membuktikan adanya gugus indol.2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1. 1. 1. serta pengendapan dengan asam kuat. suhu dan endapan yang menunjukkan bahwa adanya reaksi uji positif terhadap asam amino dan protein.3 Prinsip Percobaan Mengidentifikasi protein dengan mengidentifikasi reaksi spesifik asam amino dan protein dengan beberapa pereaksi tertentu yaitu melalui reaksi AdamkiewitzHopkins dan pengendapan dengan asam kuat seperti asam nitrat dan asam organik yang ditandai dengan adanya perubahan warna. maka dilakukanlah percobaan mengenai reaksi-reaksi spesifik asam amino dan protein.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan ini adalah mempelajari dan memahami reaksireaksi spesifik asam amino dan protein.2 Tujuan Percobaan Tujuan dilakukan percobaan ini adalah : 1.2.

. Dalam bentuk larutan. yaitu sebagai penyusun protein (Anonim. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme. reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma dengan bantuan ribosom dan tRNA.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsion alkarboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya. Pada polimerisasi asam amino. Oleh sebab itu. gugus -OH yang merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. yang mengikat gugus karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. 2010). 2009). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Molekul asam amino yang telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino (Tim Dosen Kimia. Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida.

Seperti halnya senyawa-senyawa lainnya. ninhidrin. sistin. tersier. sistein (Tim Dosen Kimia. sekunder. Ada empat tingkat struktur dasar protein. dan cara terkaitnya (urutan) asam-asam amino mempunyai peranan penting. 2009). macam.Reaksi kondensasi dua asam amino membentuk ikatan peptide Pada umumnya asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein. Struktur sekunder terkait mengenai berlilitnya rantai-rantai polipeptida sampai terbentuknya suatu struktur spiral karena terjadi ikatan hidrogen. Struktur tersier. yaitu struktur primer. tidak semua protein mempunyai struktur kuartener. dan kuartener. rantai-rantai polipeptida yang berlilit itu bergabung satu dengan yang laindengan pertolongan ikatan yang lemah yakni ikatan hidrogen dan Van Der Wals sampai terbentuknya lapisan. 1994). Struktur primer terkait mengenai terbentuknya rantai-rantai dengan ikatan-ikatan peptida dimana jumlah. . Struktur kuartener. asam amino dan protein juga dapat mengalami reaksi-reaksi spesifik. serat atau biji. baik menggunakan enzim maupun dengan menggunakan asam. hanya jika protein itu terdisi atas 2 atau 4 rantai polipeptida yang tergabung oleh gaya bukan ikatan kovalen (bukan ikatan peptide atau disulfida). Reaksi. dengan cara ini diperoleh campuan bermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun kualitasnya masing-masing asam amino perlu diadakan pemisahan antara asam-asam amino tersebut (Poedjiadi.reaksi spesifik pada asam amino dan protein pun ada beberapa macam antara lain reaksi dengan pereaksi millon. nitroprussida.

Struktur primer protein mempunyai rangkaian asam amino dan komponen prostetik pembentuk protein. 2) Umumnya terdiri dari 20 asam amino. 3) Terdapatnya ikatan kimia lain yang menyebabkan terbentuknya lengkunganlengkungan rantai polipeptida menjadi struktur 3 dimensi protein. Dimana berperan menyimpan dan mengalirkan oksigen . Sinarnya dan cara spektrum yang modern lainnya terutama amat penting untuk menjelaskan ciri keruangan protein. ribuan bahkan sampai jutaan. sehingga merupakan makromolekul. membentuk suatu rantai polipeptida. Ada beberapa ciri molekul protein yaitu (Stanley. Sebagai . tetapi dapat menunjukkan pola yang teratur. struktur kuartener menyatakan susunan komplek protein aneka rantai.Asam amino berikatan secara kovalen satu dengan yang lainnya dalam variasi urutan-urutan yang bermacam-macam. 1988) : 1) Berat molekulnya besar. Ini sangat erat kaitannya dengan haemoglobin yang merupakan protein yang rumit (Stanley. Protein globular sebagaimana ditunjukkan oleh mieglobin. Perlipatan terdapat lebih acak daripada cirri struktur sekundernya. Ikatan disulfida yang terbentuk di antara molekul sisterna memberikan pertautan kovalen yang nisbi kuat mendukung struktur tersier. Struktur tersier suatu protein menggambarkan perlipatannya rantai polipeptida. Ikatan peptida merupakan ikatan gugus karboksil dari asam amino yang satu dengan asam amino lainnya.Gaya yang menstabilkan gabungan itu adalah ikatan hydrogen dan elektrostatik atau ikatan garam. merupakan contoh yang menarik bagi struktur tersier. 1988). Struktur protein sekunder dan tersier mengacu pada kedudukan tiga matra dari makromolekul.

dan ada pula yang membentuk endapan pada bagian dasar larutan. Ninhidrin dan Millon. Karena itu denaturasi dapat berarti suatu perubahan atau modifikasi terhadap struktur sekunder. tersier dan kuartener molekul protein tanpa terjadi pemecahan ikatan kovalen. Pada umumnya protein yang sudah didenaturasikan kelarutannya berkurang atau hilang sama sekali. temperatur. terutama jika larutan protein telah mendekati pada isoelektrik hingga protein menggumpal dan akhirnya mengendap (Lehninger. Atau dapat pula diartikan sebagai suatu proses pecahnya ikatan hidrogen. 6) Beraksi positif terhadap pereaksi uji-uji yang spesifik seperti: Biuret. Sakaguchi. ikatan Van der Waals. radiasi. ikatan hidrofob/ikatan apolar. dan medium pelarut.1990).contoh ikatan hidrogen. interaksi hidrofobik. 5) Umumnya reaktif dan sangat spesifik. disebabkan terdapatnya gugus samping yang reaktif dan susunan khas struktur molekulnya. dan terbuka atau tidaknya ikatan molekul. Xantoprotein. Hal ini disebabkan karena lapisan protein bagian dalam yang bersifat hidrofobik terbalik keluar dan bagian luarnya yang bersifat hidrofil terlipat ke dalam atau kebalikannya.1990) : Pengembangan rantai peptida dan pemecahan protein menjadi kecil tanpa diikuti pengembangan molekul seperti pada polipeptida. . Denaturasi ada dua macam yaitu (Lehninger. 4) Strukturnya tidak stabil terhadap beberapa faktor seperti: pH. ikatan ion atau ikatan elektrostatik dan ikatan Van der Waals. Adamkiewitz. Denaturasi yang tergantung pada keadaan molekul seperti pada bagian molekul yang tergabung dalam struktur sekunder.

serotonin (suatu transmiter pada sistem saraf) dan niasin (suatu vitamin). indol. Triptofan adalah prekursor melatonin (hormon perangsang tidur). Indol berbentuk padat pada suhu kamar. triptofan menjadi prekursor banyak senyawa biologis penting yang tersusun dalam kerangka indol. yang terdiri dari enam anggota benzen cincin melebur kelimaanggota nitrogen yang mengandung pirol cincin. Bisiklik memiliki struktur. Protein selular mengalami ―turn over‖ (dipecahkan dan diganti kembali) dengan kecepatan sekitar 400 gr/hari pada orang dewasa. ia memiliki aroma bunga-bunga dan merupakan konstituen dari banyak bunga aroma (seperti bunga jeruk) dan parfum (Colby. Pada konsentrasi yang sangat rendah. Indole dapat diproduksi oleh bakteri sebagai produk degradasi asam amino triptofan.Triptofan merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein yang bersifat esensial bagi manusia. bagaimanapun. seperti asam amino lainnya. Indol adalah komponen populer wewangian dan pendahulu untuk banyak obat-obatan. L-triptofan. tidak dimiliki asam-asam amino dasar lainnya. Meskipun demikian D-triptofan ditemukan pula di alam (contohnya adalah pada bisa ular laut kontrifan). Bentuk yang umum pada mamalia adalah. Melalui suatu proses tertentu . Indol adalah sebuah aromatik heterosiklik senyawa organik. Derivatif yang paling terkenal adalah asam amino triptofan. 1985). Senyawa yang mengandung sebuah cincin indol disebut indoles. Bila asam amino dalam makanan malampaui kebutuhan untuk sintesis protein dan lintasan anabolik lainnya. Akibatnya. Gugus fungsional yang dimiliki triptofan. Kelebihannya dikatabolisme untuk menentukan ATP atau diubah menjadi substrak untuk sintesis asam lemak. Hal ini terjadi secara alami di manusia tinja dan tinja yang intens bau.

Jadi arginin atau protein yang mengandung arginin dapat menghasilkan warna merah (Tim Dosen kimia. Pada dasarnya reaksi ini dapat memberi hasil positif apabila ada gugus guanidin. 1985). Gangguan metabolisme asam amino ditandai oleh kadar asam amino atau produk metaboliknya yang abnormal dalam darah dan urine. Reaksi-reaksi untuk mengidentifikasi asam amino dan protein antara lain: a. Reaksi sakaguci Reaksi sakaguci dilakukan dengan menggunakan pereaksi nafol dan natrium hipobromit. Gangguan dalam metabolisme asam amino sering menyebabkan retardasi mental dan gangguan perkembangan (Linder. kalorimetri. misalnya metode gravitrimetri. Hampir semua nitrogen dari katabolisme protein asam amino secara normal hilang dalam bentuk urea melalui ekskresi urine walaupun jumlahnya terbuang dalam bentuk NH4+ dan keratin. mikrobiologi.sejumlah asam amino dapat membentuk suatu senyawa yang memiliki banyak ikatan peptida. Molekul senyawa ini merupakan suatu molekul besar atau makromolekul yang terdiri atas banyak molekul asam amino yang disebut juga sebagai polipeptida. Ada beberapa analisis asam amino. kromatografi dan elekrofotolisis. pembentukan zat-zat yang mengandung N (nitrogenous) dan sebagai sumber asam amino esensial yang tidak dapat dibentuk di dalam tubuh atau hanya dalam jumlah kecil saja untuk mensuplai kebutuhan sehari-hari. Salah satu metode yang banyak digunakan dan memperoleh perkembangan adalah metode kromatografi. 2009) . Konsumsi protein diperlukan untuk sumber nitrogen dalam tubuh.

asam sulfat dituangkan perlahan-lahan sehingga membentuk lapisan di bawah larutan protein. fenil alanin dan triptofan (Poedjadi. Setelah dicampur dengan pereaksi Hopkins-Cole. Reaksi Hopkins-Cole Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantuan asam kuat dan membentuk senyawa yang berwarna. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat direasikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glioksilat. Jadi reaksi ini positif jika mengandung tirosin. Reaksi Hopkins-Cole memberi hasil positif khas untuk gugus indol dalam protein (Poedjadi. Reaksi yang terjadi adalah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. c. Reaksi Xantoprotein Larutan asam nitrat pekat ditambahkan dengan hati-hati ke dalam larutan protein.1994).1994).b.. Beberapa saat kemudian akan terjadi cincin ungu pada batas antara kedua lapisan. . Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan.

3 Reaksi-reaksi pengendapan 1) Termokagulasi Sebuah tabung reaksi diisi dengan larutan albumin 1 mL dan asam amino (alanin. larutan asetat (CH3COOH) 0.1 M. Glisin).3 Prosedur Percobaan 3.1 M. ditambahkan 1 tetes NaOH 0. gegep.2 Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah : tabung reaksi. dipanaskan semua tabung . 3. 3.1 Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah : larutan protein (albumin). dan glisin) 1 mL pada 5 tabung reaksi lainnya. reagen Hopkins.2 Reaksi Adamkiewitz-Hopkins Sebuah tabung reaksi diisi dengan larutan albumin 1 mL dan asam-asam amino (alanin. dan glisin) 1 mL pada 5 tabung reaksi lainnya. sikat tabung.3. larutan asam amino (Alanin. asam aspartat. larutan asam nitrat (HNO3) pekat. larutan asam sulfat (H2SO4) pekat. kemudian diamati perubahan yang terjadi. pipet tetes. ditambahkan 1 mL asam sulfat pekat ke dalam tabung reaksi tanpa mencampur. rak tabung. 3.3.1 M ke dalam tiap tabung. asam aspartat. Asam aspartat.BAB III METODE PERCOBAAN 3. larutan NaOH 0. penangas air. pipet skala. ditambahkan 1 mL larutan glioksilik (reagen Hopkins) ke dalam tabung yang berisi albumin dan asam-asam amino tadi. larutan asam trikloroasetat 7%.

.1 M. b. diamati perubahan yang terjadi. 2) Pengendapan dengan asam kuat a. ditambahkan larutan asam nitrat pekat 1 mL pada dasar tabung tanpa mencampur. ditambahkan 1 mL larutan trikloroasetat 7 % pada dasar tabung tanpa mencampur. ditambahkan larutan panas tadi dengan asm asetat 0. Asam nitrat Dua buah tabung reaksi diisi masing-masing 1 mL larutan albumin 1 mL dan asam amino (asam aspartat). Asam organik Dua buah tabung reaksi diisi masing-masing 1 mL larutan albumin 1 mL dan asam amino (alanin).sampai mendidih. diamati perubahan yang terjadi. diamati perubahan yang terjadi.

1 Reaksi Adamkiewitz-Hopkins 4.1 Tabel Pengamatan No 1 2 Larutan Ovalbumin Glisin Reagen Hopkins Bening Bening H2SO4 Bening Kekuning-kuningan Bening (tidak terjadi perubahan) 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Reaksi d. Albumin O O -CH2-CH-COOH + C-C NH2 N H H H H2SO4 pekat -CH2-CH-COOH NH-CHOH-COOH N H -H2O .1.1.

larutan menjadi keruh. 4.2 4. Asam Amino Glisin H . Hal ini menunjukkan bahwa protein mengandung asam amino triptofan yang memiliki gugus indol. Namun pada percobaan yang dilakukan karena tidak terdapat cincin berwarna ungu bisa dikatakan bahwa gugus indol yang terdapat pada dalam albumin sangat sedikit.1 No 1 2 Reaksi-Reaksi Pengendapan Termokoagulasi Tabel Pengamatan Larutan Ovalbumin Glisin NaOH Bening Bening CH3COOH Gumpalan Putih Bening . Saat ditambahkan lagi dengan larutan asam sulfat pekat. tidak terjadi perubahan apa-apa. Pada larutan asam amino glisin yang ditambahkan dengan larutan reagen Hopkins. larutan berubah dan terbentuk 2 fase yaitu buih putih pekat dan putih.3 Pembahasan Setelah larutan albumin ditambahkan dengan larutan reagen Hopkins. campuran larutan tidak mengalami perubahan.-CH2-CH-COOH N N CH-COOH H b.2.1.CH .COOH NH2 H2SO4 pekat 4. Lalu ditambahkan dengan larutan H2SO4 pekat.

albumin dalam keadaan netral akan terjadi penggumpalan (koagulasi). Albumin O + O -H2O H3N-CH-C – NH-CH C.CH .3 Pembahasan Pada reaksi ini. setelah ditambahkan asam asetat selagi panas.NH-CH—COOH+NaOH R1 O R2 O n R3 H2N-CH-C – NH-CH C.NH-CH—COOH+CH3COONa R1 b. .2. sehingga pada suhu yang tinggi.2 Reaksi a.2. albumin yang ditambahkan dengan larutan NaOH dan dipanaskan sampai mendidih membentuk larutan bening. Namun. Asam Amino Glisin H .4. sebab yang terbentuk yaitu garam-garam protein.COOH + NaOH + CH3COOH NH2 R2 n R3 4. Hal ini disebabkan karena penambahan asam asetat menyebabkan albumin dalam keadaan netral yang sebelumnya dalam keadaan basa.NH-CH—COONa+CH3COOH R1 O R2 O n R3 H2N-CH-C – NH-CH C. terjadi koagulasi yaitu terjadinya gumpalan putih pada larutan.

C .OH + HNO3 R1 R2 R3 O O O O O2N .. tidak terjadi perubahan. Asam Trikloroasetat No 1 2 Larutan Ovalbumin Alanin Asam Trikloroasetat (TCA) 7 % Cincin Flokulasi Tipis Berwarna Putih Tidak terjadi perubahan 4.-NH . Asam nitrat a.-NH . begitu pula saat ditambahkan lagi dengan larutan asam asetat 0.1 Pengendapan Dengan Asam Kuat Tabel Pengamatan 1.NH -CH .CH .C -NH-CH -C .OH + H2O R1 n R2 R3 ..3. Albumin O O O H3N -CH -C .2 Reaksi 1.C .Sedangkan pada asam amino glisin yang ditambahkan dengan larutan NaOH dan dipanaskan hingga mendidih. 4.C .3 4.NH -CH. Asam Nitrat No 1 2 Larutan Ovalbumin Asam Aspartat Asam Nitrat Pekat Cincin Flokulasi Berwarna Kuning Kehijauan Tidak terjadi perubahan 2.C .CH .1 M.3.

Asam Aspartat HOOC .b.CH2 . setelah larutan albumin ditambahkan dengan larutan asam nitrat tanpa di kocok.CH . Perubahan ini terjadi karena larutan protein (albumin) dapat bereaksi dengan asam asetat. Alanin O CH2-CH-COOH-NaOH + CCl3 – C NH2 OH 4.3. Larutan tersebut akan membentuk endapan putih di dasar tabung.3 Pembahasan 1. Adanya perubahan warna disebabkan adanya senyawa yang mengandung . Albumin O O O O H2N-CH-C-NH-CH-C-NH-CH-C-OH+CCl3-C-OH l l l R1 R2 n R3 O O O O Cl3C -C-NH-CH-C-NH-CH-C-NH-CH-C-OH+H2O l l l R1 n R2 R3 b. Hal ini menunjukkan bahwa larutan protein mengalami denaturasi. Asam Nitrat Pada reaksi ini.COOH NH2 2. Asam Trikloroasetat a.

larutan albumin mengalami perubahan pada penambahan TCA 7%. Perubahan ini terjadi karena larutan protein atau albumin dapat bereaksi dengan larutan TCA 7% dan menandakan bahwa larutan protein (albumin) dapat mengalami denaturasi dari penambahan TCA 7%. 2. yaitu larutan albumin pada tabung reaksi terbentuk cincin flokulasi yang berwarna putih. Berbeda dengan asam amino yang lainnya yang tidak mengalami perubahan warna karena ada asam amino spesifik yang terdapat pada larutan albumin yaitu triptofan.kromatoform. . sedangkan pada asam-asam amino tidak mengalami perubahan. Asam Trikloroasetat Pada pengendapan dengan TCA 7%.

serta digunakan beberapa asam amino seperti triptofan. alanin.2 Saran Agar kelak dalam percobaan ini dapat digunakan lebih banyak larutan protein selain albumin. glisin. dan serin. 2.BAB V PENUTUP 5. Reaksi Adamkiewitz-Hopkins spesifik untuk mengidentifikasi adanya gugus indol pada asam amino triptofan. Reaksi pengendapan asam kuat spesifik untuk melihat denaturasi irreversible pada protein dengan terbentuknya cincin flokulasi pada larutan. Reaksi termokoagulasi spesifik untuk melihat terjadinya denaturasi protein pada suhu yang tinggi dan pH yang netral. serta metode sakaguci juga diuji cobakan. . dapat disimpulkan bahwa: 1. threonin. 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan percobaan .

.org/protein (online). 1990. Protein.. Jakarta. Asam Amino. ITB. Dasar-Dasar Biokimia.wikipedia. S. Penuntun Praktikum Biokimia Umum. 2011 a. Erlangga. Bandung. 2011 b. (diakses 3 Oktober 2011. L. Makassar. Tim Dosen Kimia. pukul 12. Ringkasan Biokimia.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta. http://id. pukul 12.) Anonim. Stanley. H.. Lehninger. . A. A. Dasar-dasar Biokimia. Poedjiadi.. 1985. 1994. (diakses 3 Oktober 2011. Kimia Organik. Universitas Indonesia.) Colby. D.org/asam_amino (online). Universitas Hasanuddin.wikipedia. 2009.04 WITA. Jakarta.58 WITA. http://id. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1988.

5 Oktober 2011 Asisten Praktikan (Arkiemah Hamda) (Rr. Dyah Roro Ariwulan) .LEMBAR PENGESAHAN Makassar.