Patofisiologi

Pada fase awal appendicitis mukosa mengalami inflamasi terlebih dahulu.Kemudian inflamasi ini akan meluas ke lapisan submukosa, termasuk juga lapisan muskularis dan lapisan serosa. Terbentuk pula eksudat fibrinopurulen pada permukaan serosa dan menyebar ke dinding peritoneal terdekat, sehingga menyebabkan peritonitis. Pada fase ini glandula mukosa yang

Akhirnya. hormon atau rangsangan lainnya bisa menyebabkan kontraksi saluran pencernaan menjadi abnormal. sehingga menyebabkan terjadinya nanah atau pus di dalam lumen. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada wanita. Pada kelainan ini. peninggian absorpsi air menyebabkan peninggian jumlah mukus. Pada stage awal appendisitis.nekrosis masuk ke dalam lumen usus. saluran pencernaan sangat peka terhadap berbagai rangsangan. appendiks dapat mengalami perforasi. akhirnya apendiks yang terinflamasi berisi pus. akan terbentuk exudate pada permukaan serosa appendix.seperti pus dapat menyebar di cavitas peritoneal dan menimbulkan peritonitis. Seiring dengan memburuknya peradangan. Kontraksi saluran pencernaan menjadi lebih kuat dan lebih sering. Proses inflamasi ini meningkatkan tekanan intraluminal dapat menimbulkan nyeri abdomen atas atau menyebar bebas secara progresif dalam beberapa jam. pasien merasa nyeri pada bagian periumbilikal karena persarafan T10 dari appendix yang mengalami radang. pembuluh-pembuluh kapiler yang mensuplai darah ke appendiks mengalami trombose dan appendiks yang infark tersebut menjadi nekrosis atau gangrenous. sehingga kandungan yang terdapat dalam lumen appendiks. obat-obatan. sehingga makanan dan tinja hanya sesaat singgah di usus kecil sehingga seringkali menyebabkan diare. Syndrome ini ditandai dengan fungsi kolon. Stress. . Kemungkinan oleh fekalit (massa keras dari feses). Setelah mengalami nekrosis. Saat exudat menyentuh peritoneum parietalis. Sindrom yang sering dikaitkan dengan ini adalah sindrom kolon iritabel. Faktor psikogenik dan nyeri perut Faktor psikogenik (stress) dapat menyebabkan timbulnya nyeri perut dan gangguan lain pada saluran cerna. motilitas usus yang abnormal/ meninggi menyebabkan nyeri dan diare. makanan. terlokalisasi dikuadran kanan bawah dari abdomen. Apendiks terinflamsi dan mengalami edema sebagai akibat terlipat atau tersumbat. akan terasa nyeri lokal dan lebih intense. tumor maupun benda asing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful