ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. “D” AKSEPTOR KB DENGAN PELEPASAN IUD DI POLI KB RUMKITAL Dr.

RAMELAN SURABAYA

Disusun Oleh : HIKMATUL MATSANIE 05.300.47

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ARTHA BODHI ISWARA SURABAYA 2007

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala Rahmat dan hadiratNya yang dilimpahkan,sehingga penyusun dapat menyelesaikan asuhan kebidanan pada Ny.”D” Akseptor KB IUD (Copper T 380 A) di poli KB RS. AL Dr.Ramelan Surbaya. Penyusunan asuhan kebidanan ini merupakan tugas berstruktur di Akademi Kebidanan STIKES ABI Surabaya untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu dalam penyususnan asuhan kebidanan terutama: 1. Laksamana Drg.Budhi Siswanto, MM selaku Karumkital Dr.Ramelan Surabaya. 2. Prof. Dr.H.R.Soedibyo HP.dr.DTM selaku Direktur STIKES ABI Surabaya. 3. Kapten Laut (k/w) Tuti Tjahyani, Amd.Keb selaku pembimbing klinik di poli KB Rumkital Dr.Ramelan Surabaya. 4. Lia Hartanti,SST selaku KAJUR DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya dan selaku pembimbing prodi DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya. 5. Hj. Sri Mekar, Amd.Keb selaku wali kelas prodi DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya . 6. Mamik,Amd.Keb.SKM selaku PK I prodi DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya. 7. Semua pihak yang telah banyak membantu penyelesaian tugas ini. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat dalam penyusunan asuhan kebidanan ini, untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi peningkatan penyusunan asuhan kebidanan selanjutnya.

Surabaya,

Juni 2007

Penyusun

5. 1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah pada akseptor KB. Mahasiswa mampu membuat rencana asuhan kebidanan disertai rasionalisasi dan intervensi pada klien akseptor KB.2.Tujuan Umum Diharapkan mahasiswa Akademi Kebidanan mempunyai wawasan yang lebih dalam dari pengalaman yang nyata dalam melaksanakan manajemen kebidanan pada akseptor KB.2. 3. Mahasiswa mampu menentukan kebutuhan segera pada akseptor KB.1 LATAR BELAKANG Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Mahasiswa dapat melaksanakan rencana asuhan kebidanan pada klien akseptor KB. efektif.Tujuan Khusus 1. 6. 1.BAB I PENDAHULUAN 1. 1. dan digunakan dalam jangka waktu panjang. Mahasiswa mampu meleksanakan pengkajian data pada klien akseptor KB. Mahasiswa mampu mengevaluasi pada klien akseptor KB. 7. KB IUD ini aman.2.3 METODE PENULISAN . 4. (Ilmu Kebidanan 2003) Metode IUD telah menjadi bagian gerakan Keluarga Berencana Nasional serta peminatnya makin bertambah. Mahasiswa mampu mengantisipasi masalah potensial pada akseptor KB. 2.2 TUJUAN PENULISAN 1.1.upaya ini dapat bersifat sementara dan dapat pula bersifat permanent.

BAB III : TINJAUN KASUS Dalam bab ini dilakukan asuhan kebidanan dengan KB IUD. . BAB II : TINJAUAN TEORI Dalam bab ini penulis mengemukakan tentang KB IUD dan tindakan yang dilakukan. Praktik langsung Memberikan asuhan kebidanan pada klien dan melakukan pendekatan pada klien 3. Bimbingan dan asuhan kebidanan Penulis melakukan konsultasi dengan pembimbing.4 SISTEMATIKA PENULISAN Sistemetika penulisan ini adlah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang latar belakang dalam penulisan. Sesuai kepustakaan Penulis mempelajari dan memahami KB IUD dengan membaca literature 2. baik pembimbing praktik maupun pembimbing pendidikan 1. serta sistematika penulisan.1.

 Menurut bentuknya IUD dibagi menjadi: a. 2. misalnya: Lippes loop. ML-CU 250.1 PENGERTIAN AKDR adalah memasukkan benda atau alat ke dalam uterus untuk mencegah terjadinya kehamilan. Saf-T Coil. . Spring coil Multiload.dan lainnya. 375. sampai pada generasi plastik baik yang ditambahi obat (medicated). Gravenbergring. Mempengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai cavum uteri. AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu.  Menurut tambahan obat: a. misalnya: CU-T 200. 220. maupun yang tidak ditambahi obat (unmedicated). Antigon. walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk kedalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi. • Kemungkinan untuk mencegah implantasi telur dan uterus. (Ilmu Kebidanan 1999) 2. Unmedicated IUD. Medicated IUD. 300. Antigon.2 JENIS IUD telah dikembangkan dari generasi pertama yang terbuat dari benang sutera dan logam (besi baja. b. Marquiles. CU-T.3 CARA KERJA • • • Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi. NOVA-T. perak. Bentuk tertutup (closed device) misalnya Otaring. dll. stainlessteel. Bentuk terbuka (open device) misalnya: Lippes Loop. CU-7. Marquiles. Hall-Stone ring. dan tembaga). dll. b. NOVA-T. 380-A.BAB II TINJAUN TEORI 1. CU-T.

Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil. 2. membantu mencegah KET. AKDR dapat efektiv segera setelah pemasangan.2 KERUGIAN  Efek samping yang mungkin terjadi:  Perubahan siklus haid (umunya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang segera setelah 3 bulan). 8. 2. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi). Sangat efektiv karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.2. 12. 3.  Haid lebih lama dan banyak.  Saat haid lebih sakit. Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Metode jangka panjang (10 tahun prediksi dari CUT-380 A dan tidak perlu diganti). 9. Tidak ada interaksi dengan obat-obat.4 KEUNTUNGAN IUD 1. Sebagai kontrasepsi efektivitasnya tinggi. 4. Tidak ada efek samping hormonal dengan CU AKDR (CUT-380 A). Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid berakhir).  Perforasi dinding uterus Merasakan sakit dan kejang selama 3-5 hari setelah .  Perdarahan (spotting). 6. 5. 10. 11.  Perdarahan hebat pada saat haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia. 7.  Komplikasi lain:  pemasangan.

Setelah melahirkan dan sedang menyusui.  Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR.  Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. .  Klien harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Resiko rendah IMS. Memungkinkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang. seringkali perempuan takut selama pemasangan. biasanya menghilang dalam 1-2 hari.  Tidak baik digunakan pada wanita dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan. Pasca abortus dan tidak ditemukan tanda-tanda PRP. untuk melakukan ini klien harus memasukkan jarinya kedalam vagina (sebagian wanita tidak mau melakukan ini). PRP dapat memicu infertilitas. Keadan nulipara.6 PERSYARATAN PEMAKAIAN  Yang dapat menggunakan AKDR adalah: • • • • • • • • Usia produktif.  Kemungkinan AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang segera setelah melahirkan). 2. Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS. harus petugas kesehatan terlatih yang melepaskan AKDR. Wanita menyusui yang ingin menggunakan kontrasepsi.  Prosedur medis termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan AKDR.  Tidak mencegah terjadinya KET karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal. Tidak menghendaki metode hormonal.  AKDR tidak dapat dilepas sendiri oleh klien.

dan angka ini akan menjadi rendah untuk tahun-tahun berikutnya. Penyakit trofoblas yang ganas.5-3/100 wanita pada tahun pertama.• • Tidak suka untuk mengingat-ingat minum pil setiap hari. Diketahui menderita TBC pelvic. 2. Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis. Kanker alat genital.9 WAKTU PENGGUNAAN . 2. Kejang. Perdarahan vagina yang hebat dan tidak teratur. Adanya pengeluaran cairan dari vagina/dicurigai adanya PRP.7 EFEKTIFITAS Efektifitas IUD sangat tinggi untuk mencegah kehamilan dengan jangka waktu yang lama. servicitis). 3 bulan terakhir sedang mengalami atau sedang menderita PRP atau abortus septic. Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak yang dapat mempengaruhi kavum uteri. Benang yang hilang.8 EFEK SAMPING PEMAKAIN IUD • • • • • Amenorea. Tidak menghendaki kehamilan setelah 1-5 hari senggama. Perdarahan vagina yang tidak diketahui (sampai dapat dievaluasi).  Yang tidak diperkenankan menggunakan AKDR: • • • • • • • • • Sedang hamil (diketahui hamil atau kemungkinan hamil). Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm. Angka kehamilan IUD berkisar 1. 2.

Perubahan letak AKDR tertarik kedalam ronnga uterus seperti ada mioma uteri. Segera setelah melahirkan selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu pasca persalinan. Kadangkadang benang AKDR tidak di OUE. Perlu diingat angka ekspulsi tinggi pada pemasangan segara atau selama 48 jam pasca persalinan.• • • Setiap waktu dalam siklus haid. Ekspulsi yang tidak disadari oleh akseptor. Perforasi uterus. atau dengan cunam. • • Setelah abortus (segera atau daalm waktu 7 hari) apabila tidak ada gejala infeksi. 4. Selama 1-5 hari setelah senggama yang tidak dilindungi. 3. setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenorea laktasi (MAL).10 CARA PEMAKAIAN Mengeluarkan AKDR biasanya di keluarkan dengan jalan menarik AKDR yang keluar dari OUE dengan 2 jari. dengan pinset. yang dapat dipastikan klien tidak hamil. 2. Akseptor menjadi hamil. Hari ke-1 sampai ke-7 siklus haid. (Ilmu Kandungan 1999) . 2. Tidak terlihatnya benang AKDR ini dapat disebabkan oleh: 1.

BAB III TINJAUN KASUS 3. Identitas Nama Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat : Ny. D : 57 Tahun : Islam : SMA : IRT : : Jl. Keluhan Utama Ibu mengatakan ingin melepas IUD. Teluk kumat timur no. 3. I Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat : 60 tahun : Islam : PT : Wiraswasta : : Jl.PENGKAJIAN DATA A. Teluk kumat timur no. Riwayat Kebidanan . 81 surabaya Jam : 09. Data Subyektif Tanggal : 18-12-2007 1.Riwayat Menstruasi * * * * Siklus Lama Banyak Warna : : : : 28 Hari 7 Hari 2-3 softek Merah Nama Suami : Tn.15 WIB Oleh: Hikmatul M Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa : Jawa/Indonesia .1. 81 surabaya 2.

5. 9. Riwayat Penyakit keluarga Ibu mengatakan bahwa keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular maupun menahun seperti : jantung. Riwayat Psikososial ibu mengatakan pelepasan IUD ini sangat di dukung oleh keluarga. asma. jamu-jamuan. ginjal. TBC. Riwayat KB ibu mengatakan telah menggunakan KB IUD sejak tahun 1985. Nutrisi . ginjal. 6. 8. hepatitis. HT. Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita. dan menular seperti jantung.* * * * Dysmenorhea : Flour Albus Menarche : : Ya. di lepas dan di ganti pada tahun 1991. 7. menurun. Pola kebiasaan sehari-hari a. mengkonsumsi obat-obatan terlarang.Riwayat persalinan yang lalu Kehamilan Suami Anak ke ke Usia Penyul Jenis Penyul Tempat Penolong BB PB Persalinan Anak Sex L/P L P L Nifas H / M Penyul Laktasi 1 1 1 1 2 3 9 bln 9 bln 9 bln - Spt B Spt B Spt B - Rumah BPS BPS Bidan Bidan Bidan Ibu lupa Ibu lupa Ibu lupa Ibu lupa Ibu lupa Ibu lupa H H H - 2 tahun 2 tahun 2 tahun 4. kadang-kadang Tidak ibu mengatakan lupa Ibu mengatakan sudah menopause sejak 3 tahun yang lalu . Perilaku Kesehatan Ibu mengatakan bahwa ia tidak merokok. minum-minuman keras. TBC. DM. dll. DM. hepatitis. asma. Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah menderita penyakit menahun.

tidak rontok. Aktivitas Ibu mengatakan biasa mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu. Dada : Simetris Rambut : : : : Tidak ada Tidak ada Tidak ada : : Tidak sembab. sayur dan lauk. dan buah minum 6-7 gelas sehari.Pembesaran vena jungularis 6. d. Istirahat Ibu mengatakan tidur malam ± 7-8 jam dan tidur siang ± 1 jam. BAK ± 3x sehari.KU B.Kesadaran : composmentis . Muka 3. b. tidak pucat. : Bersih. 2.Pembesaran kelenjar getah bening : 7. sklera tidak icterus. mengepel. dll. Pemeriksaan Fisik 1. Mulut 5. Pemeriksaan Umum . Eliminasi Ibu mengatakan BAB ± 1x/2 hari . TTV : Tensi : 150/90 mmHg Suhu : 36°C C. gigi tidak caries. e.Struma . RR : 24x/menit Nadi : 80x/menit : baik . B. Payudara : . mencuci.Ibu mengatakan makan 3x sehari dengan porsi sedang terdiri dari nasi. Conjungtiva tidak anemis. DATA OBYEKTIF A. Mata 4. Tidak ada stomatitis. Leher .

tidak ada nyeri tekan pada daerah adneksa kanan dan kiri.Putting susu . Perut Striae Linea Pembesaran Bekas luka : Warna Luka parut Keluaran Varices Oedema : : Simetris : Pigmentasi : Menonjol : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Merah muda : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada hemoroid.23 WIB : Ibu mengatakan ingin melepas IUD.Abdomen : . 9. terbuka. .Striae 8.Areola . Porsio keras. Tidak ada flour albus. tidak ada massa.Bentuk . 3. antefleksi.2 IDENTIFIKASI MASALAH Tanggal DS : 18-06-2007 Jam : 09. Tidak ada erosi pada porsio. Tidak ada nyeri pada adneksa kanan dan kiri.Keluaran .Inspekulo : TFU tidak teraba. Tidak ada nyeri goyang porsio. tidak ada varices. Benang IUD (+). Ekstremitas : Odema : -/Varices : -/- D. Tidak ada lesi. Vulva 10.Bimanual : .. Pemeriksaan Penunjang . Anus 11.

Tensi : . Klien mengerti akan .20 WIB Diagnosa Akseptor KB pelepasan IUD Intervensi • Tujuan : Diharapkan setelah dilakukan askeb ini. 2.5 INTERVENSI Tanggal/Jam 18-06-2007 09.RR : 24 x/ menit DIAGNOSA POTENSIAL Tidak ada 3.3 : KU baik : . 3. memudahkan akan dalam baik. ibu mendapat layanan pelepasan kontrasepsi IUD. 3.4 TINDAKAN SEGERA persiapan alat untuk pencabutan IUD. 1. Klien mengerti dengan pemeriksaan yang akan dilakukan dan mau diajak bekerjasama.DO TTV 3. Berikan KIE dengan pemeriksaan.Nadi : 150/9o mmHg 80 x/ menit . 1. Jelaskan prosedur pelaksanaan yang akan dilakukan pada klien.Suhu : 36°C . Hubungan yang baik dan komunikasi yang lancar. • Kriteria hasil : IUD dilepas dengan 1. Lakukan pendekatan terapeutik Rasional melakukan pengkajian 2.

5. . 4. Agar memudahkan pelepasan IUD. Membereskan alat dan keinginan klien 6. Agar tercapai kebutuhan 6. Alat yang telah digunaka segera di dekontaminasi. Lakukan persiapan alat 4. Lakukan pelepasan IUD 5.saran dan konseling yang dibarikan petugas kesehatan.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien 2.Mencuci tangan .3. tenakulum.Keluarkan speculum dengan hati-hati. korentang. setelah IUD terlepas dan letakkan di bengkok.5 %. tampon tang.Usap vagina dan serviks dengan larutan antiseptic 2-3 kali .Ambil tampon tang dan jepit benang.Menanyakan keluhan . Melakukan pendekatan terapeutik: 09. kemudian tarik keluar sambil di goyang-goyangkan .Menyapa dan memberi salam . Melakukan pelepasan IUD: . Membereskan alat: Masukkan semua alat yang sudah dipakai ke dalam larutan klorin 0.Nutrisi yang cocok untuk usia lanjut 5. . Menjelaskan prosedur pelaksaan 3. mangkok untuk larutan antiseptic. Melakukan persiapan alat: speculum. bengkok. Memberikan KIE tentang: . . sonde uterus.Personal Hygiene.Melakukan pemeriksaan bimanual .Memakai sarung tangan .35 WIB .Perlihatkan IUD pada ibu. 7.6 IMPLEMENTASI TGL/JA IMPLEMENTASI M 18-06-2007 1. . kassa.Pasang speculum untuk melihat serviks . dan kapas 6.

3. .Suhu : 36°C A : Ny. D pasca pelepasan IUD. O : KU TTV : Baik : .7 EVALUASI TGL/JAM 18-06-2007 09.Tensi .Nadi : 150/90 mmHg : 80 x/ menit .RR : 24 x/ menit Kesadaran : Composmentis . P : Rencana dilanjutkan bila sewaktu-waktu klien ada keluhan.43 WIB EVALUASI S : Ibu mengerti dan paham tentang penjelasan yang di sampaikan oleh petugas kesehatan.

1 KESIMPULAN Dari berbagai masalah penerapan manajemen kebidanan dalam memberikan asuhan kebidanan dapat diperoleh kesimpulan: 1. 7. Ibu mengatakan telah menggunakan IUD sejak tahun 1985. lakukan persiapan alat. Implementasi. Pengkajian data.BAB IV KESIMPULAN 4. Semua rencana telah terlaksana dengan yang telah ada di intervensi. Identifikasi kebutuhan segera. 3. menjelaskan prosedur pelaksanaan. Pada pemeriksaan inspekulo benang IUD (+). Analisa data / diagnosa / masalah. bereskan alat. Pada data subtektif ditemukan ibu yang ingin melepas IUD. Bagi klien . 4. Evaluasi.2 SARAN 1. 5. Persiapan alat untuk persiapan IUD. dilepas dan langsung memasang lagi pada tahun 1991. 4. Diagnosa potensial. ibu mengatakan mengerti dan paham tentang penjelasan yang telah disampaikan oleh petugas. Tidak ada. 2. Lakukan pendekatan terapeutik. Ibu juga mengatakan bahwa telah berhenti menstruasi sejak 3 tahun yang lalu. 6. Intervensi. lakukan pelepasan IUD. Diagnosa : Akseptor KB pelepasan IUD. berikan KIE pada klien.

Bagi pendidikan Untuk memperhatikan penulis dalam penulisan. agar tersusun sebuah tugas atau makalah yang baik dan benar. . lebih 3. Bidan harus meningkatkan kerjasama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain. meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang di miliki. klien. Bagi petugas Meningkatkan peran bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana kebidanan. dan keluarga. 2.Untuk keberhasilan dalam asuhan kebidanan diperlukan kerjasama yang baik dengan klien dalam memecahkan masalah klien.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta.1999. Jakarta. . sarwono. ___________. 2. YBP.DAFTAR PUSTAKA 1. YBP. Prawirohardjo. 2003. Ilmu Kandungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful