You are on page 1of 12

DAFTAR ISI Pengertian DBD……………………1 Epidemiologi DBD…………………1 Patogenesis DBD…………………..2 Penyebab DBD……………………..4 Gejala DBD………………………...4 Diagnosis DBD…………………….

5 Penularan DBD…………………….6 Pencegahan DBD…………………..7 Penatalaksanaan DBD……………...8

dibanding orang dewasa ataupun kaum remaja. Tapi kini sudah merata. 1999). Afrika. 2001). Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia. dan Amerika Utara. Secara global di dunia dari 2 miliar orang sebanyak 100 juta terserang Demam berdarah dan maupun pedesaan. bisa menyerang siapa saja tanpa batasan usia (Indrawan. 2001). Demam berdarah dapat menyebabkan perdarahan yang hebat dan 30% kasus dapat menyebabkan kematian (Sani. kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. sebanyak 100. Penyakit ini mulanya lebih sering menyerang anak-anak. Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus (Indrawan. Penyakit ini kemudian dikenali .000 orang mengalami kematian di India DBD menjadi endemi di derah perkotaan EPIDEMIOLOGI Wabah pertama terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia.PENGERTIAN Demam Berdarah adalah salah satu penyakit infeksi yang serius dan dikenal pula dengan sebutan DBD (Demam Berdarah Dengue).

antibodi hemaglutinasi. Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut. PATOGENESIS Virus Dengue masuk ke dalam tubuh manusia lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus.dan dinamai pada 1779. Di dalam tubuh manusia. T-helper akan mengaktifasi sel T-sitotoksik yang akan melisis makrofag yang sudah memfagosit virus juga mengaktifkan sel B yang akan melepas antibodi.. Antigen yang menempel di makrofag ini akan mengaktifasi sel T-Helper dan menarik makrofag lain untuk memfagosit lebih banyak virus. antibodi fiksasi . 2002). Ada 3 jenis antibodi yang telah dikenali yaitu antibodi netralisasi. virus berkembang biak dalam sistem retikuloendotelial. Segera terjadi viremia selama 2 hari sebelum timbul gejala dan berakhir setelah lima hari gejala panas mulai. Makrofag akan segera bereaksi dengan menangkap virus dan memprosesnya sehingga makrofag menjadi APC (Antigen Precenting Cell). dengan target utama virus Dengue adalah APC (Antigen Presenting Cells ) di mana pada umumnya berupa monosit atau makrofag jaringan seperti sel Kupffer dari hepar dapat juga terkena (Harikushartono et al.

Konsep ini merupakan salah satu teori kejadian infeksi berdasarkan adanya perbedaan kerentanan genetik (genetic susceptibility) antar individu terhadap infeksi yang mengakibatkan perbedaan interaksi antara faktor genetik dengan organisme penyebab serta lingkungannya. sehingga menimbulkan hemokonsentrasi dan penurunan tekanan darah Volume plasma menurun lebih dari 20% pada kasus-kasus berat. efusi pleura. Hipotesis Virulensi Virus. Patogenesis DBD masih kontroversial dan masing-masing hanya dapat menjelaskan satu atau beberapa manifestasi kliniknya dan belum dapat menjelaskan secara utuh keseluruhan fenomena. yang didukung penemuan post mortem meliputi efusi serosa. . yaitu kerentanan yang dapat diwariskan. Penyakit infeksi virus Dengue merupakan hasil interaksi multifaktorial yang pada saat ini mulai diupayakan memahami keterlibatan faktor genetik pada penyakit infeksi virus. Patofisiologi primer DBD dan Dengue Shock Syndrom (DSS) adalah peningkatan akut permeabilitas vaskuler yang diikuti kebocoran plasma ke dalam ruang ekstravaskuler. hemokonsentrasi dan hipoproteinemi. Beberapa teori tentang patogenesis DBD adalah The Secondary Heterologous Infection Hypothesis.komplemen.

2). Peran Endotoksin. sakit pada tulang belakang. dan Teori Apoptosis. 5). sakit pada daerah sekitar mata. mata merah Sakit kepala.Teori Fenomena Antibodi Dependent Enhancement (ADE). PENYEBAB Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti GEJALA Tanda dan gejala demam dengue menurut Sani (1999) adalah : 1). Panas tinggi Ingusan. 3). Teori Mediator. Diare Kemerahan di kulit Depresi . 6). batuk. sakit di seluruh persendian dan otot 4).

Perjalanan penyakit DBD terbagi atas 3 fase 1). gusi berdarah. Muntah-muntah dan sakit pada daerah perut dalam 2-4 hari kemudian 8). pengeluaran darah dari dubur (kotorannya lembek dan berwarna hitam). Fase penyembuhan (2-7 hari) Diagnosis . Mimisan. Fase kritis/bocornya plasma yang berlangsung umumnya hanya 24-48 jam 3). muntah darah. Fase demam yang berlangsung selama 2-7 hari 2).7). bintik-bintik merah di kulit (perdarahan) spontan di kulit. Pada gejala dini demam dengue biasanya sama dengan gejala flu. sehingga sering kali menimbulkan kesalahan karena disangka flu.

Virus akan tetap berada di dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis. ruam petekial dengan trombositopenia dan leukopenia relatif.Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar di berbagai jaringan tubuh nyamuk temasuk di dalam kelenjar liurnya. Bila penderita tersebut digigit nyamuk penular. nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain (masa inkubasi eksentrik). Penularan Seseorang yang didalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi. Kira-kira 1 minggu setelah menghisap darah penderita. . maka virus dalam darah akan ikut terhisap masuk dalam lambung nyamuk. Virus dengue dalam darah selama 4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam.

Setelah masa eksentrik selama 8 sampai 10 hari. kelenjar air liur nyamuk menjadi terinfeksi dan virus disebarkan ketika nyamuk yang infektif menggigit dan menginjeksikan air liur ke luka gigitan pada orang lain. muntah. Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim/alam serta perilaku manusia. Aedes albopictus betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain. sakit kepala. sering kali terjadi awitan mendadak penyakit itu. Nyamuk Aedes (Stegomyia) betina biasanya akan terinfeksi virus dengue saat menghisap darah penderita yang berada pada fase demam (viremik) akut penyakit. Nyamuk Aedes aegypti berasal dari Brazil dan Ethiopia dan sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang. hilang nafsu makan.Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. dan sebagian besar tinggal di lingkungan lembab. dan ruam kulit. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis. . Orang yang beresiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun. mialgia. yang ditandai dengan demam. dan muncul pada musim penghujan. serta daerah pinggiran kumuh. Setelah masa inkubasi pada tubuh manusia selama 3-14 hari (rata-rata 4-6 hari). dan berbagai tanda serta gejala nonspesifik lain termasuk mual.

yaitu nyamuk Aedes aegypti. . 2). 4).Upaya pencegahan penyakit DBD Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya. Soeparmanto. Menguras bak mandi/penampungan air. dan perbaikan desain rumah. 2000): a. pengelolaan sampah padat. Mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali. Lingkungan Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). yaitu (Kristina. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat. 2005. 3). Sebagai contoh: 1). modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia. dkk. aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah dan lain sebagainya. Menutup dengan rapat tempat penampungan air. sekurang-kurangnya sekali seminggu. Mengubur kaleng-kaleng bekas.

kolam. mengolesi tubuh dengan lotion anti nyamuk dan lain-lain. Biologis Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang). menimbun. berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu. vas bunga. dan lain- adalah dengan mengkombinasikan cara-cara di atas. yang disebut dengan “3M Plus”. memasang obat nyamuk. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion). menguras. Selain itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik. Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti.H-14). dan bakteri (Bt. 3). memasang kasa. menabur larvasida. gentong air. Derajat penyakit DBD diklasifikasikan dalam 4 derajat . menggunakan kelambu pada waktu tidur.b. c. memeriksa jentik berkala. yaitu menutup. menyemprot dengan insektisida. 2). menggunakan repellent. lain. Kimiawi Cara pengendalian ini antara lain dengan : 1).

c.a. disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan cair. tekanan nadi menurun (20 mmHg atau kurang) atau hipotensi. Pembagian derajat penyakit dapat juga dipergunakan untuk kasus dewasa. nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur. Derajat I : Demam disertai gejala tidak khas dan satu- satunya manifestasi perdarahan adalah uji tourniquet. Derajat II : Seperti derajat I. Derajat III : Didapatkan kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lembut. kulit dingin dan lembab dan anak tampak gelisah. b. d. Adanya thrombositopenia disertai hemokonsentrasi membedakan DBD derajat I/ II dengan demam dengue. sianosis di sekitar mulut. . Derajat IV : Syok berat.

.pagi dan sore dan di catat pada grafik suhu). suhu (minimal 2 kali sehari.atau makanan biasa tanpa bahanperangsang 3.Infus Ringer Lactate atau Ringer Acetate atau Nacl 0.PENATALAKSANAAN 1. Cairan oral sebanyak mungkin. Nadi.9% dengan tetesan 20cc/Kg BB / jam atau 50cc / Kg BB / 24 jam.oralit lebih baik 4.atau secara praktis 40 tetes / menit. pernafasan setiap 30 menit. Tirah baring 2. sebagai kebutuhan cairan rumatan. Diet makanan lunak. jumlah urine /jam sebaik nya lebih 50cc/ jam. Keadaan klinis di monitor: TD.