You are on page 1of 12

Glikolisis

Metabolisme adalah suatu proses reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup, mulai dari makhluk bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, jamur, tumbuhan, hewan sampai manusia. Di dalam proses ini makhluk hidup mendapat, mengubah, dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk kelangsungan hidupnya. Kelangsungan reaksi kimia di dalam metabolisme dari permulaan sampai ke suatu hasil akhir disebut jalur metabolisme. (pathway). Senyawa yang terbentuk selama jalur metabolisme berlangsung disebut senyawa antara (intermediate). Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan proses penguraian (katabolisme) senyawa atau komponen di dalam sel hidup. Melalui jalur anabolisme terbentuk senyawa. Diperlukan sejumlah energi supaya proses anabolisme terjadi. Reaksi kimia yang terjadi meliputi sintesis dari ikatan .C-C- (sintesa asam lemak), ikatan .CO-N- (sintesa protein), ikatan C-N(sintesis urea), dan ikatan .C-O- (sintesa trigliserida) memerlukan energi. Unsur kimia dan senyawa digunakan untuk membentuk senyawa baru yang lebih besar. Sebaliknya melaui jalur katabolisme akan terjadi penguraian senyawa menjadi komponen yang lebih kecil. Misalnya, katabolisme glukosa akan terurai menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Di dalam proses katabolisme sejumlah energi dilepaskan; sebagian dipakai oleh sel dan sisanya hilang sebagai panas. Produksi energi untuk keperluan sel terjadi dalam tiga tahap; (1) molekul-molekul besar komponen makanan seperti protein, pati, lemak dipecah selama proses pencernaan dan penyerapan menjadi molekul-molekul yang lebih kecil seperti asam amino, monosakarida dan asam lemak (2) sebagian besar molekul-molekul yang lebih sederhana ini selanjutnya diuraikan menjadi senyawa antara (intermediate) yang terdiri dari dua atom karbon yakni asam asetat (CH3COOH), dan (3) asam asetat dipecah menjadi air dan karbon dioksida. Elektron dan ion hidrogen yang dilepaskan selama proses metabolisme ini disumbangkan ke atom oksigen membentuk air. Sebagian energi yang dihasilkan di dalam proses katabolisme ini memicu sintesa adenosin triphosphat (ATP). ATP adalah energi di dalam suatu bentuk yang digunakan sel (Simanjuntak dan Silalahi, 2003).

enzim ini akan memecah disakarida dan oligosakarida menjadi monosakarida.[5] Setelah menjadi senyawa yang lebih sederhana.Katabolisme terdiri dari beberapa tahap yaitu Mol. nutrien utama (protein. lemak. Secara garis besar. asam lemak. pemotongan karbohidrat dilakukan dengan bantuan enzim Į-amilase. Dalam anabolisme diperlukan sejumlah energi bebas. Agar dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan energi. seperti glukosa. lemak. Di dalam mulut. Senyawa ini kemudian . Selain karbohidrat. Enzim lain yang turut membantu pemecahan molekul kompleks karbohidrat di usus adalah maltase. Pada tahap selanjutnya. dan trehelase. melalui proses pencernaan (digestion). asam lemak. laktase. Sedangkan anabolisme (Lintasan biosintetik) prosesnya adalah Molekul besar dan kompleks (makro-nutrien) disintesis dari molekul prekursor yang lebih kecil (building block) Mis: asam amino. senyawa karbohidrat yang diserap dari dinding saluran pencernaan harus dipotong menjadi senyawa gula sederhana yang disebut monosakarida. Gugus asetil dari asetil-KoA masuk ke dalam Siklus Asam Sitrat dan dioksidasi menjadi CO2. Enzim ini dihasilkan di pankreas dan memiliki aktivitas yang sama dengan enzim amilase yang ada di mulut. Karbohidrat (sakarida atau gula) yang kita makan sebagai sumber energi masuk ke dalam tubuh dalam bentuk senyawa kompleks. seperti protein dan lemak. Di dalam usus. terdapat enzim amilase yang dapat membantu memotong polimer karbohidrat menjadi struktur yang lebih sederhana. Sejumlah energi (ATP) dilepas ketika NADH dan FADH2 dioksidasi melalui system transfer elektron (rantai pernafasan). seperti glukosa. air liur di dalam mulut memiliki pH yang cukup asam untuk membantu pemotongan senyawa karbohidrat kompleks. glukosa. atom hidrogen yang kaya energi ditransfer ke NAD+ dan FADH2 (menjadi NADH dan FADH2).[6] Hasil dari pemotongan enzim-enzim ini adalah molekul karbohidrat sederhana (monosakarida). sukrase. pencernaan karbohidrat kompleks berlanjut di daerah lambung. protein. Enzim amilase yang masih ada akan segera berhenti bekerja karena pH lambung yang sangat asam. Building block dari tahap I (asam amino. akan dicerna tubuh dengan bantuan enzim protease dan lipase. polisakarida) dipecah menjadi molekul kecil (building block).[4]Selain itu. monosakarida) dikonversi menjadi asetilKoA. polimer karbohidrat kemudian masuk ke dalam usus pencernaan. Pencernaan polimer karbohidrat dimulai di mulut. seperti disakarida (maltosa dan laktosa) dan polimerpati (amilosa dan amilopektin). beberapa senyawa lain. glikogen.

seperti asam laktat dan asam piruvat. Asam piruvat bercampur dengan air. dengan bau yang mirip asam asetat. Piruvat juga dapat diubah menjadi oksaloasetat melalui reaksi anaploretik yang kemudian dipecah menjadi molekul-molekul karbon dioksida.[7] Peristiwa oksidasi inilah yang umum dikenal dengan istilah glikolisis. Asam piruvat adalah cairan tak berwarna. Di dalam tubuh. Nama siklus ini diambil dari ahli biokimia Hans Adolf Krebs.diedarkan ke seluruh tubuh dan akan dikonversi menjadi asam lemak. dan terjadi (dengan berbagai variasi) di banyak jenis sel dalam hampir seluruh bentuk organisme. pemenang Hadiah Nobel 1953 bidang fisiologi. glikogen. Di laboratorium. Anionkarboksilat dari asam piruvat disebut piruvat. dan lain-lain. Jika tersedia cukup oksigen. yang kemudian diproses dalam siklus Krebs. Sebuah molekul glukosa terpecah menjadi dua molekul asam piruvat. yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. maka asam piruvat diubah menjadi asetil-KoA. Proses glikolisis sendiri menghasilkan lebih sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan oksidasi aerobik yang sempurna. yang dibuat melalui reaksi asetil klorida dan kalium sianida: CH3COCl + KCN ĺ CH3COCN CH3COCN ĺ CH3COCOOH Piruvat adalah suatu senyawa kimia yang penting dalam biokimia. Glikolisis adalah salah satu proses metabolisme yang paling universal yang kita kenal. asam amino. glukosa akan dioksidasi untuk menjadi senyawa lain sesuai dengan keperluan masing-masing sel. dan larut dalam etanol dan dietil eter. . Energi yang dihasilkan disimpan dalam senyawa organik berupa adenosine triphosphate atau yang lebih umum dikenal dengan istilah ATP dan NADH. Senyawa ini merupakan hasil metabolisme glukosa yang disebutglikolisis. Asam piruvat (CH3COCO2H) adalah sebuah asam alfa-keto yang memiliki peran penting dalam proses-proses biokimia. asam piruvat dibuat dengan cara memanaskan campuran asam tartarat dengan kalium bisulfat. atau melalui hidrolisis asetil sianida. karena ia berhasil mengidentifikasi siklus tersebut). Glikolisis terjadi di sitosol dan merupakan langkah awal dari proses produksi energi utama di dalam tubuh manusia dimana asam piruvat menjadi salah satu senyawa prekursor terpenting. Glikolisis adalah serangkaian reaksi biokimia dimana glukosa dioksidasi menjadi molekul asam piruvat.

Gambar Struktur Asam Piruvat Asam piruvat juga dapat diubah menjadi karbohidrat melalui glukoneogenesis. Piruvat diubah menjadi laktat menggunakan enzim laktatdehidrogenase dan koenzim NADH melalui fermentasi laktat. yang pertama kali ditemukan oleh Gustav Embden. menjadi asam lemak atau energi melalui asetil-KoA. menghasilkan asam laktat pada hewan dan manusia. atau etanol pada tumbuhan. atau menjadi asetaldehida dan lalu etanol melalui fermentasi alkohol. Ringkasan reaksi glikolisis pada lintasan EMP adalah sebagai berikut:[1][2] . Otto Meyerhof dan Jakub Karol Parnas. asam piruvat dipecah secara anaerobik. dan berbagai lintasan heterofermen-tatif dan homofermentatif. menjadi asam amino alanin dan juga menjadi etanol. Selain itu juga terdapat lintasan Entner±Doudoroff yang ditemukan oleh Michael Doudoroff dan Nathan Entner terjadi hanya pada sel prokariota.Jika tidak tersedia cukup oksigen. Produksi piruvat melalui glikolisis Posfoenolpiruvat Piruvat kinase ADP ATP Piruvat Lintasan glikolisis yang paling umum adalah lintasan Embden-Meyerhof-Parnas (bahasa Inggris: EMP pathway).

Sebagian sel-sel mengubah asam piruvat menjadi asam laktat. dan hanya hati dan sel-sel jaringan menyimpan glukosa dalam jumlah besar. Sel-sel badan lainnya harus memperoleh glukosa dari sirkulasi darah. Maka dalam glikolisis sebuah sel memulai dengan satu molekul glukosa dan menghasilkan dua molekul yang mengandung tiga atom karbon yakni piruvat. asam piruvat akan dioksidasi lebih lanjut menjadi CO2dan air. Jalur glikolisis ditemukan di dalam sitosol dari sel. Sebelum glikolisis dapat berlangsung. Tiap proses glikolisis menggunakan enzin tertentu (Anna Poedjiadi. Hasil glikolisis adalah dua unit senyawa yang mengandung tiga atom karbon yaitu asam piruvat. Bila tanpa oksigen. Glikolisis secara harfiah berarti pemecahan glukosa. Di dalam proses ini empat hidrogen(mengandung . Glikolisis (gluko= glukosa: lisis = penguraian) adalah proses penguraian karbohidrat (glukosa ) menjadi piruvat. fruktosa dan galaktosa pertama kali dilakukan oleh enzim-enzim glikolisis yang larut dalam sitoplasma. sebuah sel harus memperoleh glukosa. siklus asam sitrat dan fosforilasi oksidatif adalah:[3] Didalam sel. katabolisme glukosa. Bila ada oksigen. misalnya pada hewan. Glukosa ini disimpan sebagai glikogen. 1994). Satu gugus fospat yang lainnya di tambahkan ke senyawa glukosa-fospat yang baru terbentuk yang kemudian dipecah menjadi senyawa karbon yang mengandung tiga atom karbon. tanaman dan banyak sel mikroba yang berada pada kondisi aerobic. Hati dan jaringan memecahkan glikogen menjadi glukosa (atau bentuk monosakarida lain).Sedangkan ringkasan reaksi dari glikolisis. Reaksi penguraian ini terjadi dalam keadaan ada atau tanpa oksigen. sehingga menjadi lebih reaktif. sehingga badan perlu mempertahankan suatu konsentrasi yang relatif tetap dari glukosa darah supaya dapat hidup. Glikolisis dimulai dengan penambahan satu gugus fospat ke glukosa. asam piruvat akan dirubah menjadi etano l(fermentasi alcohol) pada ragi atau menjadi asam laktat pada otot manusia yang berkontraksi. mempunyai dua peran. pemecahan monosakarida untuk menghasilkan energi dan menyediakan satuan pembentuk untuk sintesa senyawa yang diperlukan sel seperti gliserol untuk sintesa trigliserida atau lemak. Senyawaan ini diubah melalui serangkaian tahapan menjadi dua molekul piruvat. Hanya beberapa jenis sel seperti sel-sel hati dan buah pinggang (kidney) yang dapat menghasilkan glukosa dari asam amino.

satu sel memakai dua ATP. Reaksi netto glikolisis: Glukosa + 2NAD+ + 2ADP + 2Pi ²²²-> 2Piruvat + 2NADH + 2H+ + 2ATP + 2H2O Enzim yang terlibat dalam glikolisis Preparatory phase: Heksokinase Fosfoheksoisomerase Fosfofruktokinase Aldolase Triosafosfat isomerase . sehingga total ada 4 ATP. menghasilkan NADH + H+ (bentuk tereduksi). karena dua ATP digunakan didalam proses dan empat ATP di hasilkan. Maka untuk memulai jalur ini. Setiap NAD (bentuk teroksidasi) menerima dua elektorn dan satu ion hidrogen. masing-masing menghasilkan dua ATP. Elektron dan hidrogen ditangkap oleh pembawa (carrier) dalam hal ini NAD. satu lagi ATP digunakan menambah satu gugus fospat kedua. Pada akhirnya sel memakai energi di dalam NADH+ H+ membentuk ATP (Simanjuntak dan Silalahi. yaitu fosforilasi glukosa dan konversinya menjadi gliseraldehid 3-fosfat. yaitu konversi oksidatif gliseraldehid 3-P menjadi piruvat disertai pembentukan ATP dan NADH. reaksi pertama melibatkan satu ATP menyumbangkan satu gugus fospat ke glukosa. 2003). Di dalam glikolisis. Pada saat molekul yang mengandung tiga atom karbon diubah menjadi piruvat. ini hanya menyatakan sebanyak 5% dari total produksi ATP yang mungkin dari satu molekul glukosa. Maka NADH + H+ adalah satu bentuk dari energi potensial untuk sel. Masih ada ATP yang akan terbentuk. Fase pembayaran (payoff phase). Energi kimia yang disimpan di dalam ikatan NADH akhirnya dapat ditransfer ke ATP. Pada umumnya setiap NADH + H+ menyumbangkan energy yang cukup untuk menghasilkan 2. Pada tahap ketiga. dengan pelepasan dua ion hidrogen. Energi bersih yang dihasilkan sejauh ini dari glikolisis adalah dua ATP.total empat elektron) dikeluarkan dan empat ATP terbentuk.5 ATP. Glikolisis terdiri dari 2 fase: Fase preparasi (preparatory phase). Maka salah satu hasil akhir dari glikolisis adalah juga sintesa dari dua NADH + H+.

000. manosa. mempunyai berat molekul 111. uraian lebih lengkapnya di bawah ini: 1. dan hati terdapat enzim heksesokinase yang multi substrat ini. Fosfofruktokinase Frukrosa-6-fosfat diubah menjagi fruktosa-1. Enzim heksesokinase dari hati dapat dihambat oleh hasil reaksi sendiri. Dalam otak. dengan enzim fosfoglukoisomerase. Enzim heksokinase merupakan katalis dalam reaksi tersebut dibantu oleh ion Mg++sebagai kofaktor. Gugus fosfat diterima dari ATP dalam reaksi. mak senyawa ini akan menjadi inhibitor bagi enzim heksesokinase tadi. 2. Hati juga memproduksi fruktokinase yang menghasilkan fruktosa-1-fosfat. Jadi apabila glukosa-6-fosfat terbentuk dalam jumlah banyak. 3. otot. yaitu pengubahan glukosa-6-fosfat menjadi fruktosa-6fosfat.000. Enzim ini tidak memerlukan kofaktor dan telah diperoleh dari ragi dengan cara kristalisasi. manosa. dan glukosamin. Dalam kinase. Heksokinase Tahap pertama pada proses glikolisis adalah pengubahan glukosa menjadi glukosa 6-fosfat dengan reaksi fosforilasi. Fosfoheksoisomerase Reaksi berikutnya ialah isomerasi. . heksesokinase yang berasal dari ragi dapt merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari ATP tidak hanya kepada glukosa tetapi juga kepada fruktosa. Enzim fosfuheksoisomerase terdapat jaringan otot dan mempunyai beraat molekul 130. Disamping itu ada pula enzim-enzim yang khas tetapi juga kepada fruktosa.6-difosfat oleh enzim fosfofruktokinase dibantu oleh ion Mg++ sebagai kofaktor. glukosamina. Dalam reaksi ini gugus fosfat dipindahkan dariATP kepada fruktosa-6-fosfat dari ATP sendiri akan berubah menjadi ADP.Payoff phase: Gliseraldehid3-P dehidrogenase Fosfogliserat kinase Fosfogliserat kinase Enolase Piruvat kinase Glikolisis melibatkan banyak enzim. Enzim ini ditemukan Meyerhof pada tahum 1927 dan telah dapat dikristalkan dari ragi. Selanjutnya enzim akan aktif kembali apabila konsentrasi glukosa-6-fosfat menurun pada tingkat tertentu.

Andaikata sel tidak mampu mengubah dihidroksiasotonfosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat. Hal ini tidak berllangsung karena dalam sel terdapat enzim triofosfat isomerase yang dapat mengubah dihidrokasetonfosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat. fruktosa-1-fosfat. Aldose Reaksi tahap keempat dalam rangkaian reaksi glikolisis adalah penguraian molekul fruktosa-1. 4. yaitu Dgliseraldehida-3-fosfat dan dihidroksi-aseton fosfat.000. Triosafosfat Isomerase Dalam reaksi penguraian oleh enzim aldolase terbentuk dua macam senyawa. Reaksi oksidasi ini mengubah aldehida menjadi asam karboksilat. Dalam tahap ini enzim aldolase yang menjadi katalis telah dimurnukan dan ditemukan oleh Warburg. ADP.3 difosfogliserat.6-difosfat membentuk dua molekul triosa fosfat. Sedangkan gugus fosfat diperoleh dari asam fosfat. 6. Enzim ini merupakan suatu enzim alosterik dan mempunyai berat molekul kira-kira 360. dan fruktosa-6-fosfat dapat menjadi efektor positif yang merangsang enzim fosfofruktokinase.dilain pihak adanya AMP. Dalam reaksi ini digunakan koenzim NAD+. Sebagai contoh. tentulah dihidrosiasetonfosfat akan bertimbun didalam sel.7. Gliseraldehida-3-fosfat dehidrogenase telah dapat diperoleh dalam bentuk Kristal dari ragi dan mempunyai berat molekul 145. Yang mengalami reaksi lebih lanjut dalam proses glikolisis adalah D-gliseraldehida-3-fosfat. Enzim ini adalah suatu tetramer . Enzim ini terdapat dalam jaringan tertentu dan dapat bekerja sebagai kaalis dalam reaksi penguraian beberapa ketosa dan monofosfat. yaitu senyawa yang terlibat dalam proses metabolism ini. misalnya fruktosa-1. ATP yang berlebih dan asam sitrat dapat menghambat.000. 5. Hasil reaksi penguraian tiap senyawa tersebut yang sama adalah dihidroksi aseton fosfat.6-difosfat. yaitu dihidroksi aseton fosfat dan D-gliseraldehida-3-fosfat.difosfat.Fosfofruktokinase dapat dihambat atau dirangsang oleh beberapa metabolit. Adanya keseimbangan antara kedua senyawa tersebut dikemukakan oleh Mayerhof dan dalam keadaan keseimbangan dihidroksiaseton fosfat terdapat dalam jumlah dari 90%. Gliseraldehida-3-fosfat Dihidrogenase Enzim ini bekerja sebagai katalis pada reaksi gliseraldehida-3-fosfat menjadi 1. sedoheptulose-1. eritulosa-1fosfat.

Berat molekul enzim ini yang diperoleh dari ragi ialah 112. 9. Enolase Reaksi berikutnya ialah pembentukan asam fosfofenol piruvat dari asaam 2-fosfogliserar dengan katalis enzim enolase dan ion Mg2+ sebagai kofaktor. jadi pada tiap molekul enzim terikat empat molekul NAD+. 1994).3-difosfogliserat menjadi asam 3-fosfogliserat. Dalam reaksi ini terbentuk datu molekul ATP dari ADP dan ion Mg2+diperlukan sebagai kofaktor.dapat menghambat kerja enzim enolase.000. Oleh karena ATP adalah senyawa fosfat berenergi tinggi. Serangkaian reaksi-reaksi dalam proses glikolisis tersebut dimanakan juga jalur Embden-meyerhof. Enzim ini menggunakan enzim laktat dehidrogenase ini ialah reaksi tahap akhir glikolisis.dengan ion Mg2+dan fosfat dapat membentuk kompleks magnesium fluoro fosfat. Adanya ion F. Reaksi pembentukkan asam fosfofenol piruvat ini ialah reaksi dehidrasi. yaitu pembentukan asam laktat dengan cara reduksi asam piruvat. Tinjauan energi proses glikolisis Proses glikolisis dimulai dengan molekul glukosa dan diakhiri dengan terbentuknya asam piruvat. 8.yang terdiri atas empat subunit yang masing-masing mengikat suatu molekul NAD+. Dalam reaksi ini digunakan NAD sebagai koenzim (Anna Poedjiadi. sebab ion F. Fosfogliseril Kinase Reaksi yang menggunakan enzim ini ialah reaksi pengubahan asam 1. 7. Fosfogliseril Mutase Fosfogliseril mutase bekerja sebagai katalis pada reaksipengubahan asam 3-fosfogliserat menjadi asam 2-fosfogliserat. Reaksi pembentukkan asam fosfofenol piruvat ini ialah pembentukan asam fosfofenol piruvat dari asaam 2-fosfogliserar dengan katalis enzim enolase dan ion Mg2+ sebagai kofaktor. .Enzim ini berfungsi memindahkan gugus fosfat dari suatu atom C kepada atom C lain dalam suatu molekul. maka reaksi ini mempunyai fungsi untuk menyimpan energy yang dihasilkan oleh proses glikolisis dalam bentuk ATP. Dengan terbentuknya kompleks ini akan mengurangi jumlah ion Mg2+ dalam campuran reaksi dan akibat berkurangnya ion Mg2+maka efektivitas reaksi berkurang.

1994). Pada fase pertama.00 kalori.Reaksi-reaksi yang berlangsung pada proses glikolisis dapat dibagi dalam dua fase. 2 (Asam Piruvat . Skema Glikolisis Proses glikolisis di sitoplasma berlangsung anaerob dengan menghasilkan senyawa 2 . 2. Apabila ditinjau dari keseluruhan proses glikolisis ini menggunakan 2 mol ATP dan menghasilkan 4 mol ATP sehingga masih sisa 2 mol ATP yang ekivalen denganenergi sebesar 14. Energy tersebut tersimpan dan dapat digunakan oleh otot dalam energy mekanik (Anna Poedjiadi. Fase kedua mengubah dua mol triosa yang terbentuk pada fase pertama menjadi dua mol asam laktat. ATP. Perbedaan antara kedua fase ini terletak pada aspek energy yang berkaitan debgan reaksi-reaksi dalam kedua fase tersebut. dan dapat menghasilkan 4 mol ATP. Dalam proses glikolisis satu mol glukosa diubah menjadi dua mol asam piruvat. Fase kedua dimulai dari reaksi oksidasi triofosfat hingga terbentuk asam laktat. Jadi fase pertama ini menggunakan energy yang tersimpan dalam molekul ATP. Fase pertama dalam proses glikolisis melibatkan dua mol ATP yang diubah menjadi ADP. glukosa diubah menjadi triofosfat dengan proses fosforilasi. Jadi fase kedua ini menghasilkan energy.NADH )dengan bahan glukosa (hasil fotosintesa) berjalan dengan 10 tahap GiGiFiFi PeGAL 3XPGA-P-P untuk jelasnya lihat ini .

NADH + H+ berobah menjadi NAD. Akhirnya konsentrasi NAD menurun terlampu rendah sehingga glikolisis berlanjut. satu sel darah merah mereaksikan piruvat dengan satu NADH + H+ dan satu ion hidrogen bebas membentuk laktat. pada saat sel darah merah mengubah glukosa menjadi piruvat. Untuk mengimbanginya. Misalnya sel darah merah. . Di dalam proses itu. karena kebanyakan NAD ada di dalam bentuk NADH + H+.Produksi Laktat Adalah Titik Akhir Dari Glikolisis Anaerobik Sebagian sel kekurangan jalur yang membutuhkan oksigen (aerobik) diperlukan untuk memakai NADH + H+ untuk sintesa ATP. Maka. NADH + H+ meningkat di dalam sel. dan pada saatnya selsel ini kurang mampu memakai proses ini untuk me-recycle NADH + H+ kembali menjadi NAD. lihat.

. menghasilkan ATP. dalam waktu penedek pada aktivitas otot yang bersifat ekstrim. termasuk pada manusia. pada saat oksigen tidak dapat dibawa pada kecepatan yang cukup untuk dibawa ke otot. 1982). Contoh hewan yang sangat dipengaruhi aktivitasnya melalui glikolisis anaerobic pada otot putihnya yaitu burung kalkun. Penggunaan glikolisis anaerobic sebagai sumber energy bagi kontruksi otot terutama penting pada otot putih. misalnya selama lari cepat 100 m. dan mengoksidasi piruvat. otot kaki kuda (Lehninger.( Simanjuntak dan Silalahi. Otot yang sedang latihan juga menghasilkan laktat jika kekurangan NAD. ditangkap terutama oleh hati dan disintesa menjadi glukosa. Bertambahnya laktat kemudian akan menyebabkan otot menjadi lelah (fatigue). jalur ini menghasilkan hanya sekitar 5% dari potensial ATP per molekul glukosa. 2003 ) Glikolisis anarobik berperan hampir pada semua vertebrata. . Lagi pula. Produksi laktat oleh suatu sel memungkinkan glikolisis anaerobik berlanjut karena disini tetap ada suatu pasokan dari NAD. otot menggunakan glikogen cadangan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan ATP oleh oksidasi glikolisis anaerobic dengna laktat sebagai produk akhir. Sebaliknya. glikolisis anaerobik adalah satu-satunya metode untuk menghasilkan ATP.Proses ini memungkinkan sel darah merah untuk menyediakan sendiri (resupply itself) dengan NAD karena sel-sel ini tidakmengandung mitochondria. Tetapi untuk sebagian sel-sel seperti sel darah merah. Asam laktat dilepaskan ke peredaran darah.