You are on page 1of 19

ANGGARAN BERBASIS KINERJA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah di Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Tahun anggaran APBD meliputi masa satu tahun, mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember. Anggaran berbasis kinerja (Performance Based Budgeting) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan kinerja, terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indicator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran A. Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah Pengelolaan Keuangan daerah dimaksud didalam PP No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan

keuangan daerah. Didalam Permendagri 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007, organisasi adalah unsur pemerintahan daerah yang terdiri dari DPRD, Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Adapun ruang lingkup keuangan daerah meliputi : a. hak daerah untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah serta melakukan pinjaman; b. kewajiban daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah dan membayar tagihan pihak ketiga; c. penerimaan daerah; d. pengeluaran daerah; e. kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan daerah; dan f. kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah dan/atau kepentingan umum. Pengelolaan Keuangan Daerah dilaksanakan oleh pemegang kekuasaan pengelola keuangan daerah. Kepala Daerah selaku kepala pemerintah daerah adalah pemegang

b. Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang (PPA/PB). Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah. 4. b. Kepala daerah selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah melimpahkan sebagian atau seluruh kekuasaannya kepada: a. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). e. Menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah mempunyai kewenangan: a. Menetapkan kebijakan tentang pengelolaan barang daerah. c. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah Kepala Daerah selaku kepala pemerintah daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik daerah. 5. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran. 1. Menetapkan kuasa pengguna anggaran/pengguna barang. . Para pengelola keuangan daerah tersebut adalah: 1.kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Menetapkan bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran. Sekretaris Daerah selaku Koordinator Pengelola Keuangan Daerah. h. Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). Kepala Daerah perlu menetapkan pejabat-pejabat tertentu dan para bendahara untuk melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. d. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran. g. 2. 3. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan daerah. Berikut ini adalah uraian tentang tugas-tugas para pejabat pengelola keuangan daerah tersebut. f. 6. Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah (Koordinator PKD).

Tugas-tugas pejabat perencana daerah. Sekretaris Daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah mempunyai tugas koordinasi di bidang: a. menguji. Penyusunan laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Selain mempunyai tugas koordinasi. Sekretaris Daerah mempunyai tugas: 1) memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah. dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Pelimpahan tersebut ditetapkan dengan keputusan kepala daerah berdasarkan prinsip pemisahan kewenangan antara yang memerintahkan. dan pejabat pengawas keuangan daerah. perubahan APBD. f. b. e. d. Koordinator pengelolaan keuangan daerah bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas-tugas tersebut kepada kepala daerah. Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang. 2. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah. 2) menyiapkan pedoman pelaksanaan APBD. dan 5) melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan keuangan daerah lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah. Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah Sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah membantu kepala daerah menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah . 3. c. Penyusunan rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD.c. yang merupakan unsur penting dalam sistem pengendalian intern. dan yang menerima atau mengeluarkan uang. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 3) menyiapkan pedoman pengelolaan barang daerah. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD. 4) memberikan persetujuan pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA-SKPD) / Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA). Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang daerah.

menyusun laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Kuasa BUD mempunyai tugas: a. c. menyiapkan Surat Penyediaan Dana (SPD). h. e. dan f. i. melaksanakan fungsi Bendahara Umum Daerah (BUD). melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah. melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. e. menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD. melakukan pengendalian pelaksanaan APBD. g. melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah. PPKD dalam melaksanakan fungsinya selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) berwenang: a. Penunjukan Kuasa BUD oleh PPKD ditetapkan dengan keputusan kepala daerah. menyiapkan anggaran kas. menyajikan informasi keuangan daerah. b. melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah. dan j. d.Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) mempunyai tugas: a. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah. b. menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan keuangan daerah. f. PPKD selaku BUD menunjuk pejabat di lingkungan satuan kerja pengelola keuangan daerah selaku Kuasa Bendahara Umum Daerah (Kuasa BUD). . b. c. menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD. c. mengesahkan DPA-SKPD/DPPA-SKPD. PPKD mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. melaksanakan pemungutan pajak daerah. d. menetapkan Surat Penyediaan Dana (SPD). memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah.

b. 4) menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian jaminan atas nama pemerintah daerah. f. c. melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum daerah. menyimpan uang daerah. dan 7) melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah. Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku Pejabat Pengguna Anggaran /Pengguna Barang (PPA/PB) mempunyai tugas: a. 3) melaksanakan pemungutan pajak daerah. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD. d. menyimpan seluruh bukti asli kepemilikan kekayaan daerah. e. PPKD dapat melimpahkan kepada pejabat lainnya di lingkungan SKPKD untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai berikut: 1) menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD. melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola/menatausahakan investasi daerah. dan l.d. e. melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah. melaksanakan anggaran SKPD yang dipimpinnya. 2) melakukan pengendalian pelaksanaan APBD. memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh bank dan/atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk. h. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja. melakukan penagihan piutang daerah. 4. i. k. menyusun Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD). 6) menyajikan informasi keuangan daerah. f. melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran. Kuasa BUD bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada BUD. menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD (DPA-SKPD). g. j. . melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak. 5) melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah.

h. besaran SKPD. lokasi. mengadakan ikatan/perjanjian kerjasama dengan pihak lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan. lokasi. mengelola barang milik daerah/kekayaan daerah yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya. menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM). beban kerja. . l. mengendalikan pelaksanaan kegiatan. dan m. anggaran kegiatan. tugas-tugasnya kepada pengguna 5. dan/atau rentang kendali dan pertimbangan objektif lainnya.g. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan SKPD Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang dalam melaksanakan program dan kegiatan menunjuk pejabat pada unit kerja SKPD selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). besaran jumlah uang yang dikelola. mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yang dipimpinnya. PPTK bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada pengguna anggaran/pengguna barang atau kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang yang telah menunjuknya. Penunjukan pejabat tersebut berdasarkan pertimbangan kompetensi jabatan. melaksanakan tugas-tugas pengguna anggaran/pengguna barang lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah. Tugas-tugas tersebut adalah: a. beban kerja. k. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan SKPD yang dipimpinnya. Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna Barang dalam melaksanakan tugastugasnya dapat melimpahkan sebagian kewenangannya kepada Kepala Unit Kerja pada SKPD selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang. i. kompetensi dan/atau rentang kendali dan pertimbangan objektif lainnya. mengelola utang dan piutang yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya. Kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang mempertanggungjawabkan pelaksanaan anggaran/ pengguna barang. Pelimpahan sebagian kewenangan tersebut berdasarkan pertimbangan tingkatan daerah. j. Pejabat pengguna anggaran/pengguna barang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah. Pelimpahan sebagian kewenangan tersebut ditetapkan oleh kepala daerah atas usul kepala SKPD.

Surat Permintaan Pembayaran Tambah Uang Persediaan (SPP-TU) dan SPP-LS gaji dan tunjangan PNS serta penghasilan lainnya yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang diajukan oleh bendahara pengeluaran. melakukan verifikasi harian atas penerimaan. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran baik secara langsung maupun tidak langsung dilarang melakukan kegiatan perdagangan. f. melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan. melakukan verifikasi Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Surat Permintaan Pembayaran Ganti Uang Persediaan (SPP-GU). 6. pekerjaan pemborongan dan penjualan jasa atau bertindak sebagai penjamin atas kegiatan/ . meneliti kelengkapan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) pengadaan barang dan jasa yang disampaikan olehbendahara pengeluaran dan diketahui/ disetujui oleh PPTK. PPK-SKPD mempunyai tugas: a. menyiapkan laporan keuangan SKPD. dan c.b. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD Untuk melaksanakan anggaran yang dimuat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD (DPA-SKPD). d. Kepala SKPD menetapkan pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD sebagai Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPKSKPD). menyiapkan Surat Perintah Membayar (SPM). Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran tersebut adalah pejabat fungsional. melaksanakan akuntansi SKPD g. 7. yang mencakup dokumen administrasi kegiatan maupun dokumen administrasi yang terkait dengan persyaratan pembayaran yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan. dan/atau PPTK. e. meneliti kelengkapan Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan (SPP-UP). PPK-SKPD tidak boleh merangkap sebagai pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan negara/daerah. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran Kepala daerah atas usul PPKD menetapkan Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pada SKPD. bendahara. b. c.

h. c. menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD. menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD. melaksanakan pemungutan pajak daerah. mengesahkan DPA-SKPD/DPPA-SKPD.pekerjaan/penjualan. menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan keuangan daerah. melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran secara fungsional bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada PPKD selaku BUD. dan melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah. f. b. e. melakukan pengendalian pelaksanaan APBD. memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah. b. . e. i. serta membuka rekening/giro pos atau menyimpan uang pada suatu bank atau lembaga keuangan lainnya atas nama pribadi. melaksanakan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. dan melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah. d. Kepala SKPKD/BPKAD selaku PPKD dalam melaksanakan fungsinya selaku BUD berwenang: a. d. Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran dalam melaksanakan tugasnya dapat dibantu oleh Bendahara Penerimaan Pembantu dan/atau Bendahara Pengeluaran Pembantu. c. j. melaksanakan fungsi BUD. g. B. menyajikan informasi keuangan daerah. Struktur Organisasi Pengelolaan Keuangan Daerah Kepala SKPKD/BPKAD selaku PPKD mempunyai tugas: a. menetapkan SPD. menyusun laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah.

bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah. mengelola barang milik daerah/kekayaan daerah yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya. d. melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran. menyusun RKA-SKPD. i. j. b. melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pajak. m. dan n. melaksanakan anggaran SKPD yang dipimpinnya. c. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja. k. dan/atau pertimbangan objektif lainnya. melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja. kompetensi. mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yang dipimpinnya. . besaran jumlah uang yang dikelola. Pelimpahan sebagian kewenangan sebagaimana dimaksud meliputi: a. g. menyusun DPA-SKPD. menandatangani SPM. h. mengelola utang dan piutang yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya. f. melaksanakan tugas-tugas pengguna anggaran/pengguna barang lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah. besaran SKPD. lokasi. beban kerja. rentang kendali. Pelimpahan sebagian kewenangan tersebut berdasarkan pertimbangan tingkatan daerah.Kepala SKPD selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang mempunyai tugas sebagai berikut: a. e. Pejabat pengguna anggaran/pengguna barang dalam melaksanakan tugas-tugasnya dapat melimpahkan sebagian kewenangannya kepada kepala unit kerja pada SKPD selaku kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna barang. Dalam hal PA melimpahkan sebagian kewenangannya kepada KPA. mengadakan ikatan/perjanjian kerjasama dengan pihak lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan. menyusun dan menyampaikan laporan keuangan SKPD yang dipimpinnya. l. kepala daerah menetapkan bendahara penerimaan pembantu dan bendahara pengeluaran pembantu pada unit kerja terkait.

e. dan g. d.b. mengawasi pelaksanaan anggaran unit kerja yang dipimpinnya. f. menandatangani SPM-LS dan SPM-TU. . melaksanakan anggaran unit kerja yang dipimpinnya. melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran. melaksanakan tugas-tugas kuasa pengguna anggaran lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh pejabat pengguna anggaran. mengadakan ikatan/perjanjian kerjasama dengan pihak lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan. c.

dan 10. Pengeluaran belanja daerah harus dilaksanakan berdasarkan prinsip hemat. D. Setiap SKPD tidak boleh melakukan pengeluaran atas beban anggaran daerah untuk tujuan lain dari yang telah ditetapkan dalam APBD. 6. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan. 8. 7. 9. yang selanjutnya harus diusulkan terlebih dahulu dalam “rancangan perubahan APBD” dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Struktur APBD Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. Bahwa semua penerimaan dan pengeluaran daerah dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan daerah harus dikelola dalam APBD. efisien.C. tidak mewah. struktur APBD merupakan satu kesatuan yang terdiri dari: 1. 4. 3. Penerimaan SKPD berupa uang atau cek harus disetor ke rekening kas umum daerah paling lama 1 (satu) hari kerja. Pendapatan Daerah . efektif. dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pengeluaran tidak dapat dibebankan pada anggaran belanja daerah jika untuk pengeluaran tersebut tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dana dalam APBD. Asas Umum Pelaksanaan APBD Pelaksanaan APBD dimulai dengan uraian tentang asas umum pelaksanaan APBD yang mencakup: 1. Belanja Daerah. Setiap SKPD yang mempunyai tugas memungut dan/atau menerima pendapatan daerah wajib melaksanakan pemungutan dan/atau penerimaan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Dana yang diterima oleh SKPD tidak boleh langsung digunakan untuk membiayai pengeluaran. Pengeluaran seperti tersebut pada butir (6) hanya dapat dilakukan dalam keadaan darurat. 5. Jumlah belanja daerah yang dianggarkan dalam APBD merupakan batas tertinggi untuk setiap pengeluaran belanja. dan . 2. Kriteria keadaan darurat ditetapkan sesuai dengan peraturan perundangundangan. 2.

b) bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik pemerintah (BUMN). c) Jasa giro. . f) Keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Pendapatan Asli Daerah (PAD): PAD adalah bagian dari pendapatan daerah yang bersumber dari potensi daerah itu sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Struktur APBD tersebut diklasifikasikan menurut urusan pemerintahan dan organisasi yang bertanggung jawab melaksanakan urusan pemerintahan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (b) Dana Perimbangan. dan c) bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik swasta. dan (c) Lain-Lain Pendapatan. 1.Pendapatan daerah meliputi: (a) Pendapatan Asli Daerah.1. 4) Lain-lain PAD yang Sah. d) Pendapatan bunga. yang mencakup: a) bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah (BUMD).Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui Rekening Kas Umum Daerah yang menambah ekuitas dana. e) Penerimaan atas tuntutan ganti rugi daerah. b) Hasil pemanfaatan atau pendayagunaan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. PAD terdiri dari: 1) Pajak Daerah. Struktur APBD Menurut Pendapatan Daerah Pendapatan daerah adalah hak daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dalam periode tahun bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali oleh daerah.3. 3) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan. 2) Retribusi Daerah. Kewenangan daerah dalam memungut PAD dimaksudkan agar daerah dapat mendanai pelaksanaan otonomi daerah yang bersumber dari potensi daerahnya sendiri. yang meliputi: a) Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan. D. Pembiayaan Daerah.

g) Komisi. 33 Tahun 2004 mengatur tentang Dana Perimbangan yang setiap tahun ditetapkan untuk menjadi hak Pemerintah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota terdiri dari: a.pertambangan minyak bumi. Dana Bagi Hasil Bukan Pajak yang bersumber dari sumber daya alam.2. ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah. . Dana Bagi Hasil. h) Pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. bagian Daerah bersumber dari penerimaan pajak dan penerimaan dari sumber daya alam.1. UU No.Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21. . k) Pendapatan dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.pertambangan panas bumi. a. potongan. . dan l) Pendapatan dari angsuran/cicilan penjualan. dan . i) Pendapatan denda pajak dan retribusi. .kehutanan. Dana Perimbangan Dana Perimbangan dikeluarkan bertujuan untuk mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah dan antar-Pemerintah Daerah. Pembagian Dana Bagi Hasil dibagi menurut persentase yang berbeda-beda pada setiap sumber Dana Bagi Hasil yang diatur dalam pasal 12 sampai dengan pasal 21.Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). berasal dari: . . . . Dana Bagi Hasil Pajak yang bersumber dari: .pertambangan umum.Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pasal 10. a. j) Pendapatan dari fasilitas sosial dan fasilitas umum.perikanan.pertambangan gas bumi. 2.

Kriteria khusus ditetapkan dengan memperhatikan peraturan perundangundangan dan karakteristik Daerah. Kriteria umum ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan Keuangan Daerah dalam APBD. Celah fiskal adalah kebutuhan fiskal dikurangi dengan kapasitas fiskal Daerah. Pemerintah menetapkan kriteria DAK yang meliputi kriteria umum. dan kriteria teknis. Besaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ditetapkan setiap tahun dalam APBN. Lain-lain pendapatan daerah yang sah ini terdiri atas: 1) Pendapatan Hibah. Kriteria teknis ditetapkan oleh kementerian negara/departemen teknis. Dana Alokasi Khusus. Dana Alokasi Umum. 3) Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi kepada Kabupaten/Kota. Alokasi dasar dihitung berdasarkan jumlah gaji Pegawai Negeri Sipil Daerah. Besarnya Persentasi Dana Alokasi Umum (DAU) ditetapkan sekurangkurangnya 26% dari Pendapatan Dalam Negeri Neto yang ditetapkan dalam APBN. 2) Pendapatan Dana Darurat. 3. Pendapatan Lain-Lain yang Sah Kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah bertujuan memberi peluang kepada Daerah untuk memperoleh pendapatan selain Pendapatan Asli Daerah. . Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah.b. 4) Bantuan Keuangan dari Provinsi atau dari Pemerintah Daerah lainnya. kriteria khusus. c. DAU tersebut dibagi atas dasar celah fiskal dan alokasi dasar. dan 6) Dana Otonomi Khusus. 5) Dana Penyesuaian. DAK dialokasikan kepada Daerah tertentu untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Daerah.

serta jenis belanja. 8) Lingkungan Hidup.2. 3) Pekerjaan Umum. 5) Penataan Ruang. yang merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. 7) Perhubungan. 6) Perencanaan Pembangunan. 4) Perumahan Rakyat. fungsi. program kegiatan.Pasal 26 dan 27 dari Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah tidak merinci tentang klasifikasi belanja menurut urusan wajib. a. 2) Kesehatan. 9) Kependudukan dan Catatan Sipil. fungsi. 10) Pemberdayaan Perempuan. 13) Tenaga Kerja. 11) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. urusan pilihan atau klasifikasi menurut organisasi. klasifikasi belanja menurut urusan wajib mencakup: 1) Pendidikan.Sedangkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 31 ayat (1). . 12) Sosial. program kegiatan. urusan pilihan. Klasifikasi Belanja Menurut Urusan Wajib Menurut Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 32 ayat (2). dan klasifikasi menurut organisasi. memberikan secararinci klasifikasi belanja daerah berdasarkan urusan wajib.D. serta jenis belanja. Struktur APBD Belanja Daerah Belanja daerah meliputi semua pengeluaran uang dari Rekening Kas Umum Daerah yang mengurangi ekuitas dana.

6) Perdagangan. 22) Statistik. . 7) Perindustrian. Klasifikasi Belanja Menurut Urusan Pilihan 1) Pertanian. c. 21) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.14) Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Fungsi. serta Jenis BelanjaBelanja daerah tersebut mencakup: 1) Belanja Tidak Langsung. 17) Pemuda dan Olah Raga. Program dan Kegiatan. Organisasi. dan 24) Komunikasi dan Informatika. 20) Kepegawaian. b. 4) Pariwisata. 2) Kehutanan. 3) Energi dan Sumber Daya Mineral. 19) Pemerintahan Umum. dan 8) Transmigrasi. 5) Kelautan dan Perikanan. Klasifikasi Belanja Menurut Urusan Pemerintahan. 23) Arsip. 15) Penanaman Modal. 16) Kebudayaan. 18) Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. dan 2) Belanja Langsung.

meliputi: a) Belanja Pegawai. meliputi: a) Belanja Pegawai. dan h) Belanja Tak Terduga. c) Belanja Modal.3. 2) Belanja Langsung. g) Bantuan Keuangan. . Pembiayaan daerah adalah transaksi keuangan pemerintah daerah yang dimaksudkan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus APBD. e) Bantuan Sosial. meliputi: 1) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Lalu. b) Bunga. b) Belanja Barang dan Jasa. Penerimaan Pembiayaan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 60 menyebutkan bahwa Penerimaan Pembiayaan Daerah. f) Belanja Bagi Hasil. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Struktur APBD Pembiayaan Daerah Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali. D. Pembiayaan Daerah menurut Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 59 terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah. d) Hibah. 2) Pencairan Dana Cadangan.Komponen belanja tidak langsung dan belanja langsung sebagai berikut: 1) Belanja Tidak Langsung. c) Subsidi. a.

dan 6) Penerimaan piutang daerah. Pengeluaran Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Daerah. 5) Penerimaan kembali pemberian pinjaman. b.3) Penerimaan pinjaman daerah. 3) Pembayaran utang pokok yang jatuh tempo. meliputi: 1) Pembentukan dan cadangan. 4) Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. 2) Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah. dan 4) Pemberian pinjaman daerah. .