1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kecakapan membaca merupakan landasan dan wahana pokok yang menjadi syarat mutlak yang harus dikuasai siswa untuk menggali dan menimba ilmu pengetahuan lebih lanjut. Tanpa penguasaan yang mantap terhadap kemampuan tersebut tentu ilmu-ilmu yang lain tidak dapat dikuasai. Peranan membaca dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Ada beberapa peranan yang dapat dikembangkan dalam kegiatan membaca seperti membantu memecahkan masalah, memperkuat keyakinan pembaca, memberi pengalaman estetis, meningkatkan prestasi dan memperluas pengetahuan. Aktivitas-aktivitas membaca melibatkan aktivitas visual, berfikir,

psikolinguistik dan metakognitif, Farida (2005:2). Melalui aktivitas tersebut terlihat betapa kompleksnya kegiatan yang dilakukan oleh seorang pembaca, tidak hanya mengupayakan kemampuan melafalkan simbol-simbol huruf tetapi pisik dan psikis juga berperan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dawud (2008:1), Hasil studi yang dilakukan oleh book and reading development, yang dilaporkan oleh Bank Dunia menunjukan bahwa kebiasaan membaca belum terjadi pada siswa Sekolah Dasar (SD). Hasil studi tersebut juga menunjukan adanya korelasi antara mutu pendidikan secara keseluruhan dengan waktu yang tersedia untuk membaca dan ketersediaan bahan bacaan. Hasil studi di atas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan

1

2 membaca belum dimiliki oleh siswa SD sehingga cendrung memberikan dampak negatif terhadap mutu pendidikan SD secara nasional. Pada tahun yang sama, Internasional Association For Evaluation Education Achievement (IAEA) dalam Dawud (2008:2), mengungkapakan bahwa kebiasaan membaca siswa Indonesia berada pada peringkat ke-26 dari 27 negara yang diteliti. Rendahnya kemampuan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal sekolah. Rendahnya kemahiran membaca akan sangat berpengaruh pada kemahiran berbahasa yang lain yaitu kemahiran berbahasa menyimak, menulis dan mendengarkan. Penggunaan pendekatan, metode dan teknik membaca yang tidak tepat merupakan salah satu faktor penentu kurang maksimalnya pencapaian tujuan membaca di sekolah. Seiring dengan informasi di atas Budi (2008:1) mengatakan ”rendahnya minat baca siswa boleh jadi disebabkan kurang menariknya cara pengajaran membaca”. Tanggal 8 maret 2008 penulis melakukan observasi awal dan sekaligus mewawancarai guru kelas V Sekolah Dasar Negeri 22 Andalas Padang timur. Dari wawancara tersebut didapatkan informasi yang tidak jauh berbeda dengan masalah di atas, bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami isi bacaan. Kesulitan itu pada dasarnya bersumber dari ketidakmampuan siswa menggunakan model membaca yang mangkus. Selain itu, guru juga mengalami kesulitan membimbing siswa dalam membaca. Kesulitan dalam membaca dapat diungkapkan: 1) siswa sulit menemukan gagasan utama, 2) siswa sulit menjawab

3 pertanyaan, 3) siswa sulit membuat ringkasan wacana, 4) guru sulit menggunakan model yang tepat untuk membimbing siswa dalam membaca pemahaman. Berdasarkan pendapat di atas penulis mencoba untuk menggunakan pendekatan Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran membaca pemahaman. Menurut Mohamad (2005:1) pendekatan kooperatif tipe STAD ini dapat digunakan guru untuk memotivasi seluruh siswa agar mereka belajar dan membantu satu sama lain, sehingga guru dapat memanfaatkan energi sosial seluruh rentang usia siswa yang begitu besar dalam kelas untuk kegiatan-kegiatan produktif, di mana siswa saling mengambil tanggung jawab dan belajar untuk menghargai. Stahl (dalam Solihatin 2007:13) dalam penelitiannya di sekolah dasar di Amerika menemukan bahwa penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD sangat mendorong peningkatan prestasi belajar siswa, peningkatannya mencapai 25% dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan sistem kompetisi. Pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD, diawali guru dengan mempersentasekan pembelajaran, kemudian siswa bekerja dalam timnya untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menuntaskan pelajaran itu. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis individual tentang pelajaran tersebut, dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu, Mohamad (2005:5). Pembelajaran membaca pemahaman dengan pola seperti di atas, dimulai dengan pembelajaran langsung secara klasikal, kemudian kerja kelompok 4-5 orang, dan ada kuis individual, dimaksudkan agar pembelajaran ini secara

Bagaimana bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang? 2.4 bertahap dari bimbingan oleh guru secara totalitas. Bagaimana bentuk penilaian membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang? 4. dan akhirnya adalah kemandirian. Bagaimana bentuk pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang? 3. Bagaimana hasil membaca pemahaman siswa dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang? . bimbingan oleh teman dalam kelompok. Perumusan Masalah Bedasarkan fenomena yang ada pada latar belakang. maka masalah umum penelitian ini adalah bagaimana peningkatkan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang? Secara khusus rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Pendekatan Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Bagi Siswa Kelas V SDN 22 Andalas Padang”. B.

Mendeskripsikan bentuk penilaian membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang 4. Manfaat Penulisan 1. Secara khusus penelitian tindakan kelas ini bertujuan sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang 2. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengembangkan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD.5 C. Bagi Guru Sebagai bahan informasi sekaligus sebagai bahan masukan dalam menjalankaan tugas mengajar yang menyangkut membimbing siswa dalam . Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang 3. Mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang. D. Tujuan Penelitian Secara umum.

Selain itu penelitian ini juga merupakan syarat untuk mengambil gelar Strata Satu (S1) .6 membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. Bagi Peneliti Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman baru tentang pembelajaran membaca pemahaman dan kemungkinan penerapannya di Sekolah Dasar (SD). 2.

Membaca Pengertian Membaca Membaca pada hakekatnya adalah “suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal. berfikir psikolinguistik dan metakognitif”. faktor lingkungan atau faktor latar belakang sosial ekonomi dan kebiasaan tradisi membaca. dan bakat. Kompleks artinya terlibat berbagai faktor internal seperti intelegensi. 3) membaca merupakan interaktif”. Sedangkan Klein (dalam Farida. sikap. tidak hanya sekedar melafalkan tulisan. a. Kajian Teori 1. minat. Sedangkan Tarigan (1994:118) menyatakan “membaca adalah proses melisankan lambang tertulis”. tetapi juga melibatkan aktifitas sosial. 2) membaca adalah strategi. Dari sudut linguistik membaca 7 . (2006:2). 2006:3) mengemukakan bahwa defenisi “membaca mencakup: 1) membaca merupakan suatu proses. Farida. Nurhadi (2005:13) mengatakan “membaca adalah sesuatu proses yang komplek dan rumit”.7 BAB II KAJIAN TEORITIS A. Motivasi tujuan membaca dan yang lainnya merupakan faktor eksternal seperti membaca teks bacaan. sarana membaca.

8 adalah proses pengandaian dan pembacaan sandi. Selanjutnya proses dilakukan di otak hasilnya yaitu gambar positif. Membaca adalah proses perbuatan yang dilakukan dengan sadar untuk mengenal lambang yang disampaikan penulis untuk menyampaikan makna. Membaca hendaknya mempunyai tujuan . Pembaca tidak langsung berhadapan dengan penulis. karena membaca merupakan kegiatan menghubungkan gagasan dalam bacaan dan pengetahuan tentang dunia”. Tujuan membaca Tujuan utama dalam membaca menurut Tarigan (1994:9) adalah untuk mencari dan memperoleh informasi. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan membaca adalah suatu proses melisankan lambang tertulis yang melibatkan mata dan otak. hasilnya film negatif”. Pembaca sebagai komunikan dan penulis sebagai komunikator. tetapi berhadapan dengan pikiran-pikiran penulis yang diawali dengan tulisannya. mencakup isi dan memahami makna bacaan. Seiring dengan itu Soedarso (2005:19) mengatakan “kegiatan membaca dilakukan bersama-sama oleh mata dan otak. b. oleh karena itu melihat adalah mengerti. mata bekerja seperti kamera yaitu memotret. artinya mata melihat kemudian otak menginterpretasikan dan menyerap apa yang dilihat oleh mata. Makna (meaning) erat sekali hubungannya dengan tujuan kita membaca. Menurut Dawud (2008:5) “membaca merupakan proses memahami dan bernalar. Hubungan antara pembaca dan penulis tidak terjadi secara langsung.

8) menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain yang mempelajari tentang struktur teks. Menurut Blanton (dalam Farida. 2005:12) tujuan membaca mencakup: “1) kesenangan. 2) menyempurnakan membaca nyaring. 9) menjawab pertanyaanpertanyaan yang spesifik”. 7) mengkonfirmasikan atau menolak prediksi. 4) memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik. Tanda-tanda jalan mengarahkan orang yang bepergian sampai ketujuannya. Seiring dengan itu Farida (2006:2) mengatakan “kegiatan membaca memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan . 3) menggunakan strategi tertentu. mengkomfirmasikan pengemudi mengenai bahaya di jalan dan mengingatkan aturan-aturan lalu lintas. untuk mengetahui daerah baru kita harus membaca denah terlebih dahulu. 6) memperoleh informasi untuk laporan lisan dan tertulis. Manfaat membaca Kegiatan membaca dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. 5) mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan membaca adalah untuk memperoleh dan memperbaharui pengetahuan sekaligus mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah dimiliki. c. Setiap aspek kehidupan melibatkan membaca.9 karena seseorang yang membaca dengan suatu tujuan cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang yang tidak mempunyai tujuan.

Membaca bahasa Membaca dalam hati/membaca Membaca teknik/membaca . Jenis-jenis membaca Menurut Saleh (2006:107) jenis-jenis membaca adalah: 1) membaca teknik/membaca bersuara/membaca lancar. 3). 4) membaca cepat. 5) membaca pustaka. Kegiatan membaca sudah menjadi tuntutan realitas dalam kehidupan sehari-hari manusia karena dengan banyak membaca semakin banyak pula pengetahuan dan wawasan baru yang diperoleh. 1). Tujuan membaca dalam hati. 3) membaca bahasa.10 sehari-hari karena tidak semua informasi bisa didapatkan dari media televisi dan radio”. intensif/membaca memindai Membaca memindai adalah membaca wacana eksposisi dengan cara melihat dengan cermat dan lama. 2) membaca dalam hati/membaca intensif/membaca memindai. nada. dan irama. d. bersuara/membaca lancar Tujuan membaca teknik ini adalah untuk melatih siswa mampu bersuara dengan ucapan/lafal. membaca intensif dan membaca memindai adalah agar siswa dapat memahami isi wacana. 2). Sedangkan membaca intensif adalah membaca secara sungguh-sungguh dan terus menerus hingga diperoleh hasil yang optimal.

Membaca pustaka Tujuan membaca pustaka adalah untuk menumbuhkan kegemaran membaca. Membaca cepat Membaca cepat adalah membaca sekejap mata atau selayang pandang. Purwanto (2004:29) membagi kegiatan membaca menjadi dua bahagian yaitu kegiatan membaca permulaan dan membaca lanjutan. Pada membaca permulaan hal yang diutamakan adalah memberikan kecakapan pada siswa untuk mengubah rangkaian-rangkaian bunyi bermakna (melancarkan teknik membaca pada anak-anak). sedangkan membaca lanjutan diberikan pada kelas tinggi yakni kelas tiga sampai kelas enam. Menurut Depdikbud (1995:6) “membaca lanjutan disebut juga dengan membaca pemahaman”. Kegiatan membaca pustaka ini dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan waktu-waktu tertentu. tujuannya adalah dalam waktu yang singkat pembaca memperoleh informasi secara tepat dan tepat.11 Tujuan membaca bahasa adalah agar pengetahuan siswa semakin bertambah tentang unsur-unsur kebahasaan atau seluk beluk bahasa indonesia yang dapat diterapkan dalam berbagai bentuk bahasa dan situasi. 4). 5). Membaca permulaan diberikan pada kelas rendah yaitu kelas satu dan dua. sedangkan pada membaca .

gagasan dan pendapat penulis. ide. Jadi memahami bacaan dapat dikatakan sebagai suatu sikap mengerti benar dengan bahan yang dibaca. Membaca Pemahaman Kata pemahaman dalam kamus besar bahasa indonesia berawal dari kata paham yang memiliki arti: 1) pengertian. dengan kata lain siswa diharapkan mampu mengambil makna yang disampaikan orang lain melalui tulisan. bahwa tingkatan membaca di sekolah dasar terbagi menjadi dua bagian yaitu membaca permulaan untuk kelas rendah. Membaca pemahaman berarti membaca untuk memahami isi bacaan yang merupakan representasi dari pikiran. 2005:85) kata memahami diartikan sebagai suatu hal yang mengerti benar. membaca lanjutan inilah yang disebut dengan membaca pemahaman. dan membaca lanjutan untuk kelas tinggi.12 lanjutan hal yang diutamakan adalah melatih siswa menangkap pikiran dan perasaan orang lain yang dilahirkan dengan bahasa tulisan dengan tepat dan teratur. 2) pendapat pikiran. . Penulis berhadapan dengan lambang-lambang bahasa. mengetahui benar dan memaklumi. 2. 3) mengerti benar akan sesuatu. Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat diambil kesimpulan. Sedangkan menurut Haris (dalam Farida. Purwanto (2004:31) mengatakan membaca pemahaman bertujuan agar anak mengambil manfaat dari pesan yang disampaikan penulis kapada pembaca.

pada saat pembaca tidak memahami lambang yang dibacanya. Di samping itu surat kabar merupakan bahan bacaan yang hidup untuk bidang studi pengetahuan sosial. Bahan bacaan untuk membaca pemahaman hendaknya baru bagi siswa. dibalik lambang tersebut terdapat makna dan maksud. pembaca akan mengambil makna yang ada dibaliknya. kata. maka makna yang ada dibalik lambang itu tidak akan dapat dipahaminya. tidak mempunyai tanda baca yang banyak variasinya atau yang dapat menyulitkan siswa dalam memahami isi bacaan. Alasannya adalah surat kabar memiliki gaya bahasa dan organisasi tulisan yang berbeda dengan buku atau majalah. Menurut Farida (2005:103) “memasukan surat kabar sebagai bahan bacaan merupakan kegiatan yang efektif dalam pembelajaran membaca”. sebab kemampuan berfikir manusia juga tidak sama. Akan tetapi. . akan tetapi ada juga anak yang bisa membaca atau melafalkan apa-apa yang tertulis tanpa memahami maksud dan tujuan tulisan tersebut. Saleh (2006:107).13 lambang itu terwujud dalam bentuk huruf. Di samping itu bahan bacaannya agak panjang bila dibandingkan dengan bahan bacaan untuk membaca teknik. Kegiatan membaca pemahaman tiap-tiap anak tidak sama. dan paragraf.. ada anak yang mampu memahami suatu bacaan dengan sangat mudah bahkan mampu mengembangkan informasi baru dengan bantuan pengetahuan anak. kalimat. Pada saat lambang itu dipahami oleh pembaca.

Proses Pembelajaran Membaca Saleh (2006:111) membagi proses membaca menjadi tiga tahap yaitu 1) prabaca. Seiring dengan pendapat di atas Farida (2006:9) mengatakan “Untuk mendorong siswa dapat memahami berbagai bahan bacaan hendaknya guru menggabungkan kegiatan prabaca. gagasan-gagasan dan argument-argumen yang ada pada bacaan. Pemahaman yang diperoleh dan catatan yang dibuat dari bacaan yang dibaca memiliki ketepatan yang akurat seperti yang dimaksud oleh penulis. Selain itu pembaca dapat membuat catatan tentang hasil pemahamannya. 3) pascabaca. dan gambar-gambar yang menyertai wacana yang akan dibaca. 2) saatbaca. tujuannya adalah untuk mengetahui apa yang telah diperoleh setelah membaca. 3. Hal ini diindikasi oleh pemahaman pembaca terhadap pokok-pokok pikiran. Tahap saatbaca dilakukan untuk mengulang membaca jika ada bagian tertentu dari bacaan yang belum dipahami. Pada tahap pascabaca yang dilakukan adalah menjawab pertanyaan setelah membaca. kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara memperhatikan judul. Tahap prabaca dimasudkan untuk mempersiapkan mental pembaca pada situasi membaca yang akan dilaksanakan. saatbaca dan .14 Jadi hakekat membaca pemahaman adalah membaca untuk memahami dan merekam isi bacaan dengan tepat. kemudian mengajukan pertanyaan yang menuntun pada saat siswa membaca untuk memudahkan pemahamannya.

keluarga. membaca adalah proses pembentukan makna terhadap teks. Kooperatif mengandung pengertian bekerja bersama-sama dalam mencapai tujuan bersama. Sedangkan menurut Solihatin (2007:4) pembelajaran kooperatif adalah suatu sikap . Tanpa kerja sama. 2007:4). tanpa kerja sama kehidupan ini sudah punah. Sehubungan dengan teori membaca ini guru hendaknya mampu mengembangkan pengetahuan tentang topik untuk memproses pesan suatu teks. organisasi. Falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Hamid (dalam Solihatin. Burhanuddin (2007:119). 4. Kerja sama merupakan kebutuhan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. Pembelajaran Kooperatif Pengertian Pembelajaran Kooperatif Menurut Anita (2002:27) “Falsafah yang mendasari model pembelajaran gotong royong dalam pendidikan adalah falsafah homo homini socius”.15 pascabaca dalam pembelajaran membaca”. sehingga bisa membantu siswa dalam mengembangkan ide-idenya sesuai dengan tahap-tahap membaca yang telah mereka ketahui dan berdasarkan latihan yang telah mereka lakukan. sehingga siswa dapat mengembangkan pembelajaran membaca dengan menggunakan tahaptahap membaca tersebut. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat dibandingkan bahwa tahap-tahap membaca ada bermacam-macam. tidak akan ada individu. a. atau sekolah. Berdasarkan Pandangan teori skema.

Jadi pembelajaran kooperatif bukan hanya sekedar belajar kelompok. tetapi pembelajaran yang membentuk prilaku siswa dalam pembelajaran. Slavin (dalam Solihatin. artinya pembelajaran yang terbaik akan tercapai di tengah-tengah percakapan di antara siswa. . dengan menciptakan suatu lingkungan kelas yang baru tempat siswa secara rutin dapat saling membantu satu sama lain guna menuntaskan bahan ajar akademiknya. 2007:4) Seiring dengan itu Mohamad (2005:2) “mengatakan pembelajaran kooperatif menciptakan sebuah revolusi pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kelompok kerja karena belajar dalam tipe kooperatif harus ada struktur dorongan dan tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan-hubungan yang bersifat interdependesi yang efektif di antara anggota kelompok.16 atau prilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan setiap anggota kelompok itu sendiri. dan menciptakan hubungan dan kerjasama antara siswa di dalam kelas sehingga siswa bisa saling membantu dalam menuntaskan pembelajaran di kelas. tidak ada lagi kelas yang sunyi selama proses pembelajaran”.

1) Pencapaian hasi belajar Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. serta belajar untuk menghargai satu sama lain. 2) Penerimaan terhadap keragaman Pembelajaran kooperatif memberikan peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas tugas bersama dan melalui penggunaan struktur pengharagaan kooperatif. 3) pengembangan keterampilan sosial. Tujuan Pembelajaran Kooperatif Menurut Nurasma (2006:12) pembelajaran koopertif bertujuan untuk: 1) pencapaian hasil belajar. baik kelompok bawah maupun kelompok atas. pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan pada siswa yang bekerja sama menyelesaikan tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah. Memusatkan perhatian pada pembelajaran kooperatif dapat mengubah norma budaya anak muda dan membuat budaya lebih dapat menerima prestasi menonjol dalam berbagai tugas pembelajaran akademik. 3) Pengembangan keterampilan sosial . 2) penerimaan terhadap keragaman. Di samping dapat mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar.17 b.

5) kelompok bersifat heterogen. Tujuan tersebut menyangkut apa yang diinginkan guru untuk dilakukan siswa dalam kegiatan belajarnya. meskipun budayanya berbeda. 1) Perumusan hasil belajar siswa harus jelas Sebelum menggunakan strategi pembelajaran. Perumusan tujuan harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum dan tujuan pembelajaran. 2) penerimaan yang menyeluruh oleh siswa tentang tujuan belajar. Penyampaian tujuan pembelajaran ini disampaikan guru sebelum kelompok belajar terbentuk. c. Jadi tujuan pembelajaran kooperatif bukan hanya sekedar untuk belajar kelompok tapi tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas akademik. 8) kepuasan dalam belajar”. Prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif Menurut Stahl (dalam Solihatin 2007: 7) prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif ada 8 yaitu: “1) perumusan hasil belajar siswa harus jelas. 7) tindak lanjut atau follow up. guru hendaknya memulai dengan merumuskan tujuan pembelajaran dengan jelas dan spesifik. 6) interaksi sikap dan prilaku sosial dan positif. banyak kerja orang dewasa dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung satu sama lain dalam masyarakat meskipun beragam budayanya.18 Keterampilan sosial merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki di masyarakat. 2) Penerimaan yang menyeluruh oleh siswa tentang tujuan belajar . siswa dapat belajar untuk saling menghargai satu sama lain. 3) ketergantungan yang bersifat positif. 4) interaksi yang bersifat terbuka.

keanggotaan kelompoknya harus bersifat heterogen sehingga dalam suasana belajar . saran. dan kritik dari temannya secara positif dan terbuka. 4) Interaksi yang bersifat terbuka Di dalam kelompok interaksi yang terjadi bersifat langsung dan terbuka dalam mendiskusikan materi. Mereka akan saling memberi dan menerima masukan.19 Guru hendaknya mampu mengkondisikan kelas agar siswa mampu menerima tujuan pembelajaran dari sudut kepentingan diri dan kepentingan kelas. 3) Ketergantungan yang bersifat positif Untuk mengkondisikan terjadinya interdepedensi antara siswa dalam kelompok belajar. 5) Kelompok bersifat heterogen Pembentukan kelompok belajar koopetratif. maka guru harus mengorganisasikan materi dan tugas-tugas pelajaran sehingga siswa siswa memahami dan mungkin untuk melakukan hal itu dalam kelompoknya Johnson (dalam Solihatin 2007: 7). Guru harus merancang struktur kelompok dan tugas-tugas kelompok yang memungkinkan setiap siswa untuk merancang dan mengevaluasi diri dan teman sekelompoknya dalam penguasaan dan kemampuan untuk memahami materi pelajaran. ide. sehingga siswa merasa tergantung secara positif pada anggota kelompok lainnya dalam mempelajari dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru.

8) Kepuasan dalam belajar Pengembangan suasana yang kondusif bagi kelompok belajar dan hubungan yang bersifat interpersonal diantara sesama anggota harus ditumbuhkan oleh guru sehingga kelompok belajar dapat bekerja dan belajar secara produktif. . Siswa harus belajar bagaimana meningkatkan keterampilan dalam memimpin. selanjutnya perlu dianalisis bagaimana penampilan dan hasil kerja yang dihasilkan. d. 7) Tindak lanjut atau follow up Setelah masing-masing kelompok belajar menyelesaikan tugas dan bekerjasama. 6) Interaksi sikap dan prilaku sosial dan positif Siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas kelompok. Tipe-tipe Pembelajaran Kooperatf Menurut Mohamad (2005:5) jenis-jenis kooperatif diantaranya adalah: 1) Student Team Ahievement Divisions (STAD. berorganisasi dan mengklarifikasikan berbagai masalah.20 akan tumbuh dan berkembang nilai sikap dan moral dan perilaku siswa. 3) Team Accelerated Instruction (TAI). yang mana interaksi yang dilkukan siswa tidak bisa memaksakan kehendaknya pada anggota kelompok lain. 4) Coperative Integrated Reding and Composition (CIRC). 2) Teams Games Tournament (TGT). berdiskusi.

Kemudian siswa melakukan diskusi pada kelompok masing-masing. sedang dan rendah atau variasi jenis kelamin. 3) Team Accelerated Instruction (TAI) Tipe TAI menggunakan kombinasi pembelajaran kooperatif dan pengajaran individual. 4) Coperative Integrated Reding and Composition (CIRC) Tipe CIRC adalah tipe pembelajaran kooperatif yang beranggotakan empat orang siswa yang terlibat dalam sebuah rangkaian kegiatan bersama. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. . membuat prediksi tentang bagaimana cerita naratif yang akan muncul. kelompok ras dan etnis atau kelompok sosial lainnya. 2) Teams Games Tournament (TGT) Tipe TGT merupakan model pembelajaran yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan diakhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa.21 1) Student Team Ahievement Divisions (STAD) STAD merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Tipe ini menempatkan siswa dalam kelompok belajar yang beranggotakan empat atau lima orang siswa yang merupakan campuran dari kemampuan akademik yang berbeda sehingga dalam setiap kelompok terdapat yang berprestasi tinggi. Tipe pembelajaran kooperatif dengan Tipe TAI mengharapkan setiap siswa bekerja sesuai dengan unit-unit yang diprogramkan secara individu yang dipilih sesuai dengan level kemampuannya.

suku dan jenis kelamin. mereka harus membantu teman satu tim dalam mempelajari bahan ajar tersebut dan mereka harus memberi semangat teman satu timnya. berlatih pengejaan serta perbendaharaan kata. Apabila siswa menginginkan tim mereka mendapatkan penghargaan tim. (STAD) Tipe Student Teams Achievement Divisions Pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar dapat disajikan dengan bermacam-macam cara. Berdasarkan jenis-jenis dan teknik-teknik pembelajaran kooperatif learning tersebut. Johson (dalam Solihatin. menulis tanggapan terhadap cerita. Tipe STAD adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja sama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut. 2007:4) . Salah satunya yaitu dengan tipe STAD.22 saling membuatkan iktisar satu dengan yang lainnya. maka peneliti memilih pembalajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman. Mohamad (2005:23). 5. STAD merupakan sebuah kelompok terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili heterogenitas kelas ditinjau dari kinerja. Pembelajaran membaca dengan menggunakan tipe STAD dapat memotivasi siswa saling memberi semangat dan membantu dalam menuntaskan keterampilan yang dipersentasekan guru.

Tipe ini memandang bahwa keberhasilan dalam belajar bukan semata-mata harus diperoleh dari guru tapi juga bisa dari pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran yaitu teman sebaya. Keberhasilan belajar dari kelompok tergantung kepada kemampuan dan aktifitas anggota kelompok baik individu maupun kelompok. dalam bentuk yang disederhanakan dalam kehidupan kelas. Langkah-Langkah STAD . 6. Tipe pembelajaran STAD berangkat dari asumsi mendasar dalam kehidupan masyarakat yaitu raihlah yang lebih baik secara bersama-sama. Aplikasi dalam pembelajaran tipe STAD ini mengetengahkan realita kehidupan masyarakat yang dirasakan dan dialami oleh siswa dalam kesehariannya. Melalui belajar dari teman sebaya dan di bawah bimbingan guru maka proses penerimaan dan pemahaman siswa akan semakin mudah dan cepat terhadap materi yang dipelajari. melainkan perolehan belajar itu akan semakin baik apabila dilakukan secara bersama dalam kelompok-kelompok belajar kecil yang terstruktur dengan baik. Keberhasilan belajar menurut tipe ini bukan semata-mata ditentukan oleh kemampuan individu secara utuh.23 Sehubungan dengan pengertian tersebut Mohamad (2005:5) “mengatakan bahwa STAD adalah suatu tipe pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen”.

serta menggali pengetahuan. pada saat ini mereka tidak boleh bekerjasama. 3) kuis. Mintalah siswa saling menjelaskan jawaban satu sama lain supaya semua anggota kelompok memahaminya. Berikan tugas dan tanggung jawab kepada kelompok dengan memberikan peran-peran kepada anggota tim. 4) Penghargaan Tim .24 Menurut Mohamad (2005:29) STAD terdiri dari 4 langkah kegiatan belajar. membangkitkan skemata. 2) kegiatan belajar kelompok. kemudian kepada siswa diberikan LKS. dan mengakses dirinya sendiri dan teman sesama tim. Di dalam kerja tim inilah dilihat kemampuan siswa dalam mengerjakan kuis. dan memberikan motivasi untuk belajar kelompok. 3) Kuis Setelah siswa bekerja di dalam timnya maka siswa dikenai kuis individual. 4) penghargaan Tim”. Selanjutnya guru menyampaikan materi baru secara verbal. kegiatannya sebagai berikut: “1) persentasi kelas (penyajian materi). 2) Belajar tim Setelah siswa mendengarkan penjelasan dari guru. yang dapat digunakan untuk latihan keterampilan yang sedang dipelajarinya. siswa bekerja dalam timnya. 1) Persentasi kelas Sebelum menyajikan materi. guru memulai kegiatan dengan menjelaskan tujuan pembelajaran.

Memperoleh nilai sempurna tidak memandang berapa pun skor dasar Lebih dari sepuluh poin di atas skor dasar Skor dasar sampai sepuluh poin di atas skor dasar Sepuluh poin di bawah sampai satu poin dibawah skor dasar Lebih dari perbaikan sepuluh poin dibawah skor Seorang siswa mendapat 30 poin 30 poin 20 poin 10 poin 5 poin Pemberian penghargaan kepada kelompok yang memperoleh poin perkembangan kelompok tertinggi ditentukan dengan rumus sebaga berikut N= Jumlah total perkembangan anggota Jumlah kelompok yang ada Berdasarkan poin perkembangan yang diperoleh. Tabel 2. guru mengumumkan skor tim dan menghadiahkan sertifikat/penghargaan lain kepada tim yang memperoleh skor tertinggi. 2006:53) sebagai berikut: Tabel 2. menurut Mohamad (2005:36) terdapat tiga tingkatan penghargaan yang diberikan berdasarkan skor tes.25 Sesegera mungkin setelah kuis terlaksana. Skor peningkatan individu dihitung berdasarkan selisih perolehan skor dasar dengan skor test terakhir.2 Tingkat Penghargaan Kriteria (rata-rata tim) 15 Penghargaan Tim baik . tingkat penghargaan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.l Kriteria Poin Perkembangan Apabila skor kuisnya adalah…. Berdasarkan skor peningkatan individual dihitung poin perkembangan dengan menggunakan pedoman yang disusun oleh Slavin (dalam Nurasma.

7. dan kelompok yang memperoleh poin rata-rata 25 sebagai kelompok super. Siswa mengamati gambar yang dipajang di depan kelas dan menginterpretasikannya. Penerapan Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD “Kenyataan yang harus diterima bahwa anak-anak harus belajar membaca. Pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD dapat dilakukan melalui tiga tahap yaitu 1) prabaca. 2002:311). guru menyajikan materi pelajaran. Pernyataan tersebut cukup tegas bahwasanya mulai dari usia belajar terendah penerapan pembelajaran membaca perlu diterapkan supaya mampu menggali dan menerapakan informasi untuk kehidupan. Dari kenyataan di atas Budi (2008:1) “mengatakan penerapan pembelajaran membaca pemahaman dengan tipe STAD dapat meningkatkan mutu pembelajaran membaca pemahaman di sekolah”. 2) saatbaca. Pada tahap prabaca guru menyiapkan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran kemudian membangkitkan skemata siswa.26 20 25 Tim hebat Tim super Kelompok yang memperoleh poin rata-rata 15 sebagai kelompok baik. sedangkan kelompok yang memperoleh rata-rata 20 sebagai kelompok hebat. Budi (2008:3). kemudian membentuk kelompok. dalam pembentukan kelompok ini siswa dibagi menurut tingkat prestasi dan jenis . 3) pascabaca. Pada tahap saatbaca guru menugasi siswa membaca dalam hati dan mencocokkan interpretasi dengan bacaan. mengubah kata-kata tertulis menjadi suara” ungkapan Felicity (dalam Colin.

27 kelamin. B. Pada tahap persiapan pembelajaran guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran dan membangkitkan skemata siswa. Guru berkeliling ke seluruh kelompok sambil memberikan pujian kepada tim yang bekerja baik. Kerangka Teori . setelah kelompok terbentuk siswa bekerja dalam kelompoknya dan mengisi LKS. terakhir meminta siswa duduk sendirisendiri untuk mengerjakan kuis individual. Apabila siswa memiliki pertanyaan mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman satu timnya sebelum mereka menanyakan kepada guru. Pada saat persentasi kelas guru menyajikan materi pembelajaran yaitu tentang konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. pada saat inilah siswa tidak boleh saling membantu. Sedangkan pada tahap pascabaca perwakilan kelompok melaporkan hasil kerjanya ke depan. Setelah siswa mendengarkan penjelasan guru siswa bekerja di dalam timnya. pada langkah terakhir guru memberikan penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi. Siswa mengerjakan latihan yang ada pada LKS kemudian guru memotivasi siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka dengan anggota kelompoknya. Setelah selesai belajar kelompok siswa dikenai kuis individual tentang materi yang telah dipelajari. setelah selesai guru menghitung skor tim guru memberikan penghargaan kepada tim yang bekerja baik. tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa dalam timnya adalah siswa mengatur meja dan kursi untuk duduk berkelompok.

Tahap saatbaca guru meminta siswa membaca dalam hati dan mencocokkan hasil interpretasi gambar dengan bacaan yang baru diperoleh dan mengumpulkan hasil interpretasi tersebut. guru membagikan teks wacana kepada siswa. dengan membaca pemahaman siswa dapat memperoleh informasi dari bacaan. 3) pascabaca Tahap prabaca guru menyiapkan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. guru meminta siswa menuliskan hasil interpretasinya pada LKS yang telah dibagikan. Guru menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Tujuannya supaya siswa dapat menemukan isi dari bacaan. kelompok lain menanggapi. dan menginterpretasi gambar. Setelah .28 Pembelajaran membaca untuk siswa kelas V SD termasuk jenis pembelajaran membaca lanjutan atau membaca pemahaman. Siswa diminta mengisi LKS yang sudah dibagikan guru. Dalam kegiatan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD ada tiga langkah yang dapat dilakukan yaitu: 1) tahap prabaca. Setelah siswa selesai mengisi LKS. Kemudian siswa duduk sendirisendiri (tidak berkelompok lagi) pada tahap ini siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru. 2) saatbaca. kemudian membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan gambar. kemudian guru membentuk kelompok siswa. siswa mengamati gambar. Tahap pascabaca siswa diminta untuk menyajikan hasil kelompoknya ke depan kelas. Siswa saling menjelaskan sesama temannya tentang materi yang kurang dipahaminya. pada saat ini siswa tidak boleh saling membantu.

hasil belajar dan proses pembelajaran. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 22 Andalas Padang yang berjumlah 20 yang terdiri dari laki-laki 8 orang dan perempuan 12 orang. 1) Guru di sekolah ini memiliki wawasan dan mau menerima pembaharuan dan pendekatan-pendekatan baru. kemudian guru. Siswa sebagai subjek penelitian terkait dengan kemampuannya berlatih memahami isi bacaan dengan pendekatan kooperatif tipe STAD. Setelah selesai barulah guru memberikan penghargaan tim. Lokasi Penelitian Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 22 Andalas Padang. 1. Pemilihan SDN 22 Andalas Padang sebagai tempat penelitian didasarkan pertimbangan sebagai berikut. 2. 2) permasalahan membaca pemahaman merupakan salah satu kendala yang dihadapi guru di sekolah ini. Guru sebagai subjek penelitian 28 . BAB III METODE PENELITIAN A.29 selesai kuis guru menghitung skor tim dengan cara menjumlahkan nilai yang didapatkan masing-masing siswa dan membaginya sebanyak anggota kelompok. Sekolah ini letaknya cukup strategis. sehingga mudah dijangkau dengan kendaraan. dan 3) penelitian tentang pembelajaran membaca pemahaman belum pernah dilaksanakan di sekolah ini.

Sejalan dengan hal tersebut. Oleh sebab itu sesuai dengan penelitian tindakan kelas maka masalah penelitian yang akan dipecahkan berasal dari praktek pembelajaran di kelas. 1. Waktu/Lama Penelitian Penelitian dilaksanakan selama satu bulan yakni pada semester kedua tahun pelajaran 2007-2008. Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Mei 2008. Menurut Kemmis (dalam Ritawati 2007:9) proses penelitian tindakan “merupakan proses daur ulang atau siklus yang dimulai dari aspek mengembangkan perencanaan.30 terkait dengan pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD. Terhitung dari waktu perencanaan sampai laporan hasil penelitian. Rancangan Penelitian Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada dasarnya penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. melakukan observasi terhadap tindakan dan melakukan refleksi yaitu . maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. Proses sebagai subjek penelitian berhubungan dengan efektifitas dan efisiensi siswa terlatih dan praktisi melatih menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami isi bacaan. mulai dari siklus I sampai siklus II. melakukan tindakan sesuai rencana. B. 3.

31 perenungan terhadap perencanaan. . diskusi-diskusi yang bersifat analitik setelah pelaksanaan tindakan. pelaksanaan perencanaan dalam siklus I. kemudian melakukan refleksi atas semua kegiatan yang telah berlangsung dalam siklus pertama. dan seterusnya Rochiati (2007:100) Berikut ini adalah siklus tindakan pembelajaran untuk peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. kemudian merencanakan tahap modifikasi.kegiatan tindakan dan kesuksesan hasil yang diperoleh”. koreksi atau pembetulan ataupun penyempurnaan pembelajaran dalam siklus kedua. Partisipasi dan kolaborasi dapat dilakukan berupa hal-hal sebagai berikut: bekerja sama mulai dari tahap orientasi dilanjutkan dengan penyusunan berikut persiapan yang diperlukan.

dan menyimpulkan pelajaran 3. Persentasi kelas 1.2 Memberikan kuis 4.1 Membentuk kelompok siswa 2.5 Menginterpretasi gambar Saat baca 1.2 Memberikan penghargaan tim Siklus I Tindakan dan pengamatan Refleksi I Observasi dan diskusi Belum berhasil Rencana II Rancangan pembelajaran II Prabaca 1.2 Memberikan penghargaan tim Siklus II Tindakan dan pengamatan .2 Memperagakankan gambar 1.1 Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran). 1. dan KBM membaca pemahaman untuk mengidentifikasi masalah Rencana I Rancangan pembelajaran I Prabaca 1.5 Meluruskan jawaban siswa.1 Meminta siswa duduk sendiri-sendiri 3.6 Menugasi siswa membaca dalam hati 1.32 2. Alur Penelitian RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Studi pendahuluan Observasi Latar SD. Kegiatan belajar kelompok 2. guru.1 Membentuk kelompok siswa 2.3 Memfokuskan perhatian siswa pada gambar 1.7 Mencocokkan interpretasi dengan bacaan. dan menyimpulkan pelajaran 3.1 Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran).6 Menugasi siswa membaca dalam hati 1.2 Mengisi LKS Pasca baca 2.4 Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar 1.8 Penyajian konsep gagasan utama paragraf 2.4 Kelompok lain menanggapi 2. Persentasi kelas 1. Kuis 3.4 Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar 1.7 Mencocokkan interpretasi dengan bacaan.1 Menghitung skor tim 4. Penghargaan tim 4.3 Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 2.3 Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 2.8 Penyajian konsep gagasan utama paragraf 2.5 Menginterpretasi gambar Saat baca 1. 1.1 Menghitung skor tim 4. Pertemuan kedua 1. Kegiatan belajar kelompok 2.2 Memberikan kuis 4. Penghargaan tim 4.1 Meminta siswa duduk sendiri-sendiri 3. Kuis 3. 1.5 Meluruskan jawaban siswa.3 Memfokuskan perhatian siswa pada gambar 1.2 Memperagakankan gambar 1.2 Mengisi LKS Pasca baca 2.4 Kelompok lain menanggapi 2.

mewawancarai guru dan siswa tentang praktik pembelajaran membaca pemahaman yang sudah dilaksanakan selama ini.33 3. Selain itu siswa sulit menemukan gagasan utama tiap paragraf. dilakukan diskusi antara peneliti dan guru kelas V juga kepala sekolah berkaitan dengan kemungkinan dilaksanakannya penelitian tindakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pemahaman bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. kesulitan itu pada dasarnya bersumber dari ketidakmampuan siswa menggunakan model membaca yang mangkus. Setelah diidentifikasi. Sesuai dengan rumusan masalah pada studi pendahuluan peneliti . siswa sulit menjawab pertanyaan dan menulis ringkasan setelah membaca. Prosedur Penelitian Refleksi II 1. Studi pendahuluan dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran membaca pemahaman di kelas. Hal ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi guru dan siswa berkaitan dengan model pembelajaran membaca pemahaman di kelas V SDN 22 Andalas Padang. Dapat diketahui permasalahan sebagai berikut: siswa mengalami kesulitan memahami isi bacaan. Tahap Perencanaan Observasi dan diskusi Berhasil Laporan Peneliti melakukan studi pendahuluan berupa observasi awal terhadap pembelajaran membaca pemahaman di kelas V SDN 22 Andalas Padang.

Kegiatan yang direncanakan sebagai berikut: 1) menyusun rencana tindakan berupa model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dan g) merencanakan penilaian pembelajaran membaca pemahaman. d) memilih materi. e) menetapkan kegiatan belajar mengajar. rancangan tindakan itu berupa pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD berupa model rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Senin.34 bersama guru menyusun rencana tindakan. Rencana pelaksanaan pembelajaran dirancang untuk siklus I terdiri dari satu RPP dua kali pertemuan dengan waktu 4x35 menit. tanggal 5 Mei 2008. untuk memecahkan masalah yang ditemui dalam pembelajaran membaca pemahaman. tanggal 2 Mei 2008. Rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sama dengan siklus I. perbedaannya pada siklus satu RPP untuk dua kali pertemuan . b) memilih kompetensi dasar. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu. penyusunan RPP meliputi hal-hal sebagai berikut: a) menetapkan standar kompetensi. maka RPP pada siklus kedua dirancang dengan memperhatikan hasil refleksi dari tindakan siklus I. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. c) menetapkan indikator. Langkah kedua menyusun rancangan tindakan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari jumat. f) menetapkan media/alat dan sumber belajar. langkah pertama melakukan diskusi untuk menyamakan persepsi tentang model membaca yang akan diterapkan dalam membaca pemahaman.

Pertemuan pertama untuk siklus I dilaksanakan pada hari Senin 12 Mei 2008 dengan fokus pembelajaran membaca pemahaman pada tahap prabaca. Langkah ketiga mempersiapkan instrument penilaian berupa catatan lapangan. Instrument penelitian dapat dilihat pada lampiran. tanggal 14 Mei 2008 dengan fokus Pembelajaran melanjutkan membaca pemahaman tahap saat baca dan pascabaca. Media yang digunakan pada siklus I sama banyaknya dengan siklus II yaitu masing-masingnya empat buah gambar (dapat dilihat pada lampiran). dan saatbaca. Setelah siklus I dilaksanakan maka dibuat perencanaan untuk siklus II dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus I. rambu-rambu analisis proses kegiatan guru dan siswa. Siklus kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 Mei 2008. ramburambu analisis hasil pembelajaran. sedangkan pada siklus II wacana tentang “Telaga Bidadari”. Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari Rabu. Perevisian terjadi pada teks wacana dan media yang digunakan. . Kegiatan terakhir adalah menyusun jadwal pelaksanaan tindakan. Jadwal disesuaikan dengan jam yang disusun di sekolah.35 sedangkan pada siklus II RPP untuk satu kali pertemuan. dengan jumlah pertemuan satu kali yaitu 3x35 menit. Alasan menjadikan waktu satu kali pertemuan supaya skemata siswa tidak terputus. Pelaksanaan siklus berikutnya dilaksanakan setelah melihat hasil refleksi siklus I. Pada siklus I wacana tentang 800 Rumah Warga Kota Padang Terkena Banjir.

Peneliti memfokuskan perhatian siswa pada gambar . dengan menggunakan instrument pengumpulan data yang telah dibuat oleh praktisi dan pengamat. peneliti sebagai praktisi melaksanakan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman di kelas V sesuai dengan rencana yang telah disusun. peneliti bertindak sebagai praktisi dan guru kelas V sebagai observer. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini. Siklus pertama dilaksanakan dua kali pertemuan (4x35 menit). saatbaca. Observer mengumpulkan dan mengamati proses pembelajaran yang meliputi aktivitas siswa. fokus tindakan yang akan dilaksanakan adalah Pertemuan I (2x35 menit) Pada tahap prabaca hal-hal yang dilakukan adalah: 1) Persentasi kelas a.36 2. sedangkan siklus kedua dilaksanakan satu kali pertemuan (3x35 menit) sesuai dengan rencana pembelajaran yang terdiri atas tahap prabaca. Peneliti (praktisi) memulai pembelajaran dengan persentasi kelas berupa penyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD. Peneliti memajangkan gambar untuk membangkitkan skemata siswa c. Pada tahap pelaksanaan tindakan. dan pascabaca. b. aktivitas guru. penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. interaksi antara siswa dengan bahan pembelajaran. Pertemuan pertama merupakan tahap prabaca dan saatbaca. Sesuai dengan rencana.

b. Meminta perwakilan kelompok menyajikan hasil kerjanya ke depan kelas Meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil Meluruskan jawaban siswa Menyimpulkan pelajaran Pemberian kuis individual Meminta siswa duduk sendiri-sendiri Memberikan kuis individual (kuis) Pemberian penghargaan tim Menghitung skor tim Memberikan penghargaan tim (penghargaan tim) Peneliti membentuk kelompok siswa Peneliti menugasi siswa mengisi LKS . Pertemuan kedua (2x35 menit) untuk melanjutkan kegiatan pada pertemuan pertama. i. b. j. Membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan gambar Meminta siswa mengulangi membaca dalam hati Peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan (persentasi kelas) 2) kegiatan belajar kelompok a. meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya Pada tahap pascabaca. Peneliti meminta siswa mencocokkan hasil interpretasinya dengan bacaan yang baru diperolehnya. Peneliti meminta siswa membaca dalam hati g. h.37 d. b 4) a. 3) a. g. (kegiatan belajar kelompok) c. f. Peneliti mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar yang ada e. e. hal-hal yang dilakukan guru adalah: d. Peneliti meminta siswa menuliskan interpretasinya Pada tahap saatbaca hal-hal yang dilakukan adalah: f.

Meningkatkan 1) Meminta siswa membaca 1) Membaca dalam hati bacaan yang kemampuan dalam hati berhubungan dengan topik membaca 2) Meminta siswa mencocokan 2) Mencocokkan interpretasi dengan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh bacaan yang baru dibaca Pertemuan kedua Pertemuan kedua 3) Meminta siswa mendengarkan 3) Mendengarkan penjelasan guru penjelasn guru tentang konsep tentang gagasan utama dan cara gagasan utama menulis ringkasan b. Persentasi kelas a.38 Pelaksanaan tindakan dapat digambarkan sebagai berikut Tabel 3. Kegiatan belajar kelompok 4) Meminta siswa duduk 4) Duduk berkelompok berkelompok 5) Meminta siswa mengisi LKS 5) Mengisi LKS yang telah disediakan Memantapkan 1) Meminta perwakilan kelompok pemahaman menyajikan hasil kerjanya terhadap isi 2) Meminta kelompok lain bacaan menanggapi yang dibacakan kelompok yang tampil 3) Meluruskan jawaban siswa dan menyimpulkan pelajaran c. Kuis individual 4) Meminta siswa duduk sendirisendiri dan mengerjakan kuis 1) 2) 3) Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Tanggapan dari kelompok yang belum tampil Pascabaca Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran c. Kegiatan belajar kelompok b. Persentasi kelas topik dengan 1) Menyampai 1) Mendengarkan penjelasan guru pengetahuan kan tujuan dan langkahtentang tujuan dan langkah-langkah siswa langkah pembelajaran pembelajaran 2) Memperhatikan gambar yang 2) Memperaga diperagakan guru kan gambar 3) Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya 3) Meminta siswa mengamati gambar yang 4) Mendengarkan penjelasan guru dipajangkan sesuai dengan skematanya 4) Meminta 5) Menginterpretasi gambar siswa menulis interpretasinya sesuai dengan gambar yang diamati 5) Meminta siswa mengumpulkan hasil interpretasi yang ditulisnya. Kuis individual 4) Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis.1 Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran Pada Siklus I Tahap Prabaca Fokus Tindakan Tindakan/kegiatan guru Kegiatan Siswa Saatbaca Mengaitkan a. .

. Berdasarkan refleksi pada siklus I maka. Kegiatan belajar kelompok 4 Duduk berkelompok 5 6) 7) 8) Mengisi LKS yang telah disediakan Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Tanggapan dari kelompok yang belum tampil Pascabaca Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran c. Persentasi kelas Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran 2 Memperhatikan gambar yang diperagakan guru 3 Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya 4 5 1 2 3 Mendengarkan penjelasan guru Menginterpretasi gambar Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh Saatbaca Mengaitkan a. Meminta siswa mengamati gambar yang dipajangkan sesuai dengan skematanya 4. Meningkatkan 1 Meminta siswa membaca kemampuan dalam hati membaca 2 Meminta siswa mencocokan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru dibaca 3 Meminta siswa mendengarkan penjelasn guru tentang konsep gagasan utama b. siklus kedua dilaksanakan satu kali pertemuan (3x35 menit).39 d. Pelaksanaan dapat dilanjutkan ke siklus kedua karena pemahaman siswa belum menunjukan hasil yang memuaskan. Penghargaan tim 5) Menerima penghargaan tim Penelitian ini dilaksanakan dua kali pertemuan (4x35 menit). Kuis individual 9) Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Memperagakan gambar 3. pelaksanaan tindakan pada siklus kedua dapat digambarkan sebagai berikut: Tabel 3. Persentasi kelas topik dengan 1 Menyampaikan tujuan dan pengetahuan langkah-langkah pembelajaran siswa 2. Meminta siswa mengumpulkan hasil interpretasi yang ditulisnya. Kuis individual 4) Meminta siswa duduk sendirisendiri dan mengerjakan kuis Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan b. Kegiatan belajar kelompok 4 Meminta siswa duduk berkelompok 5 Meminta siswa mengisi LKS Memantapkan 1) Meminta perwakilan kelompok pemahaman menyajikan hasil kerjanya terhadap isi 2) Meminta kelompok lain bacaan menanggapi yang dibacakan kelompok yang tampil 3) Meluruskan jawaban siswa dan menyimpulkan pelajaran c. Meminta siswa menulis interpretasinya sesuai dengan gambar yang diamati 5. Penghargaan tim 5) Menghitung skor tim dan memberikan penghargaan tim d.1 Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran Pada Siklus II Tahap Prabaca Fokus Tindakan Tindakan/kegiatan guru 1 Kegiatan Siswa a.

Penghargaan tim 10) Menerima penghargaan tim 3. dan catatan lapangan. Dalam pengumpulan data digunakan (1) lembar observasi. Pengamatan Kegiatan ini dilakukan oleh guru dan teman sejawat untuk mengamati aktifitas siswa dan praktisi selama pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD berlangsung. Jika hasilnya baik. Fungsi pokok pengamatan adalah pengumpulan data tentang pelaksanaan tindakan. dan (3) rancangan pembelajaran dan hasil tes siswa (4) Foto-foto pelaksanaan tindakan. (2) teknik wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Keberhasilan tindakan dapat dilihat dari hasil observasi setiap siklus. Jika hasilnya tidak baik.40 d. Penghargaan tim 5) Menghitung skor tim dan memberikan penghargaan tim d. Pelaksanaan kegiatan ini bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh observer pada waktu peneliti melaksankan tindakan pembelajaran. maka penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dapat dikatakan baik dalam pembelajaran membaca pemahaman. baik dari aspek guru maupun dari aspek siswa. Observasi dilaksanakan terhadap prilaku peneliti dan siswa dengan menggunakan pedoman observasi tersebut di depan. maka penggunaan pendekatan .

maka tindakan dianggap belum berhasil. Kelemahan yang ditemui pada siklus I disusun dan diperbaiki kembali untuk perencanaan siklus II. 4. Keseluruhan hasil pengamatan ini dilakukan terus menerus dari siklus I sampai siklus II Kendala atau kelemahan yang ditemui pada siklus I diperbaiki pada siklus II. Apabila keadaannya lebih baik setelah tindakan dilaksanakan. maka dapat dikatakan tindakan telah berhasil. Dalam kegiatan ini observer akan berusaha mengenal. Refleksi Refleksi diadakan setiap tindakan berakhir pada tahap ini peneliti mengadakan diskusi dengan observer tentang tindakan yang baru dilakukan yakni berupa:1) menganalisis tindakan yang baru dilakukan. Kriteria keberhasilan tindakan adalah baiknya nilai membaca siswa dilihat dari siswa menemukan gagasan utama. 2) mengulas . merekam atau mendokumentasikan semua indikator dari proses hasil perubahan yang terjadi. menjawab pertanyaan dan menulis ringkasan bagi siswa terteliti setelah tindakan dilaksanakan. jika tindakan tindakan yang dilakukan tidak ada bedanya atau bahkan lebih jelek hasilnya. saatbaca. dan pascabaca. Dalam hal ini diupayakan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman pada tahap prabaca.41 kooperatif tipe STAD dapat dikatakan tidak relevan dalam pembelajaran membaca pemahaman. Evaluasi digunakan untuk mengetahui keberhasilan yang dicapai setelah satu tahapan tindakan. sedangkan kekuatan yang ada pada siklus I direkomendasikan pada siklus II.

42 dan menjelaskan perbedaan rencana yang telah ada dengan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan, 3) melakukan intervensi, permaknaan dan penyimpulan data yang diperoleh. Hasil refleksi digunakan untuk mengetahui apakah model

pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dan kemampuan ini akan terlihat pada kemampuan siswa dalam membaca pemahaman pada setiap siklus. Berdasarkan mengadakan hasil refleksi dan tersebut, peneliti dan pengamat pelaksanaan

perbaikan

penyempurnaan

rencana

pembelajaran pada siklus berikutnya, kemudian praktisi dan pengamat membuat rencana tindakan siklus berikutnya.

C. 1.

Data dan Sumber Data Data Penelitian Data penelitian ini berupa hasil pengamatan, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi pada setiap tindakan perbaikan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SD 22 Andalas Padang. Data tersebut tentang halhal sebagai berikut: 1) pelaksanaan pembelajaran yang berhubungan dengan prilaku peneliti dan siswa, yang meliputi interaksi belajar mengajar antara peneliti-siswa, siswa-siswa, siswa-peneliti dalam pelajaran membaca

pemahaman, 2) evaluasi pembelajaran membaca pemahaman baik berupa

43 proses maupun hasil, 3) hasil tes siswa baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan tindakan. 2. Sumber Data Sumber data ialah proses kegiatan belajar mengajar membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran. Data yang diperoleh dari subjek terlatih yakni siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. D. Teknik Pengumpulan Data dan Instrument Penelitian Data penelitian yang dikumpulkan menggunakan pencatatan lapangan, observasi, wawancara, foto-foto penelitian dan hasil tes untuk masingmasingnya diuraikan sebagai berikut Catatan lapangan berisi deskripsi tentang pengamatan terhadap tindakan peneliti sewaktu pembelajaran unsur-unsur yang diamati tertera pada lembaran observasi. Observasi dilakukan untuk mengamati latar kelas tempat berlangsungnya pembelajaran, dengan berpedoman pada lembar observasi.. Dokumentasi berupa foto-foto pada saat penelitian sebagai data visual dan bukti proses belajar mengajar (PBM) berlangsung. Wawancara digunakan untuk memperkuat data obsevasi yang terjadi dalam kelas terutama butir penguasaan materi pembelajaran dari unsur-unsur siswa. Hasil diskusi digunakan sebagai bahan perencanaan dan pelaksanaan pada siklus selanjutnya. Tes digunakan untuk memperkuat data observasi yang berupa tes butiran materi pelajaran untuk membuktikan keakuratan data atas

44 kemampuan siswa. Instrumen penelitian ini adalah guru kelas dan teman sejawat sebagai observer dan peneliti sendiri sebagai perencana dan pelaksana. Tes digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan membaca pemahaman siswa pada setiap akhir pembelajaran atau akhir siklus. Tes dalam bentuk essay yang terdiri dari 5 soal menjawab pertanyaan, dan satu soal meringkas isi wacana. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat atas kemampuan siswa memahami bacaan yang dibacanya dengan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD. Skala yang digunakan untuk mengetahui tingkat

penguasaan/keberhasilan kemampuan siswa terhadap test tersebut adalah tersebut adalah 85-100 dikategorikan sangat baik, 70-84 dikategorikan baik, 55-69 dikategorikan cukup, 40-44 dikategorikan kurang, 0-49 dikategorikan sangat kurang. E. Analisis Data Menganalisis data bentuknya beragam, analisis data merupakan tugas yang besar bagi penelitian kualitatif. Menurut Rochiati (2007:135) analisis yang dilakukan peneliti berupa membuat keputusan mengenai bagaimana menampilkan data dalam tabel, matrik, atau bentuk cerita. Dalam analisis data penelitian tindakan kelas yang penulis langsungkan ini menampilkan data dalam bentuk cerita. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan model analisis data kualitatif yakni analisis data dimulai dengan menelaah sejak pengumpulan data sampai seluruh data terkumpul. Tahap analisis tersebut dimulai dengan menelaah data yang terkumpul, reduksi data

Hal ini dimaksudkan agar dapat ditemukan berbagai informasi yang spesifik dan terfokus berbagai informasi yang mendukung pembelajaran dan yang menghambat pembelajaran. Tahap analisis data tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: menelaah data yang terkumpul dengan melakukan transkripsi hasil pengamatan. penyeleksian dan pemilihan data. barulah berakhir dengan menyimpulkan hasil penelitian. Adapun kriteria keberhasilan setiap tindakan: 1. Kemudian data tersebut direduksi melalui pengkategorian dan pengklasifikasian sesuai dengan fokus masing-masing. dengan menyeleksi mana yang relevan dan mana yang tidak relevan. Pengembangan dan perbaikan atas berbagai kekurangan dapat dilakukan tepat pada aspek yang bersangkutan. Analisis data dilakukan dengan cara terpisah-pisah.45 meliputi pengkategorian dan pengklasifikasian. maupun data evaluasi. . Tahap analisis yang demikian dilakukan berulang-ulang begitu data selesai dikumpulkan pada setiap tahap pengumpulan data dalam setiap tindakan. pelaksanaan. Hasil observasi guru dan siswa telah menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan atau mencapai persentase skor rata-rata 75%. Kemudian data tersebut disajikan dengan cara mengorganisasikan terpadu. Analisis dilakukan terhadap data yang telah direduksi baik data perencanaan. menyajikan data dilakukan dengan cara mengorganisasikan informasi yang sudah direduksi dan mengumpulkan data hasil penelitian.

3. 1. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas V. Berdasarkan kriteria keberhasilan tersebut maka penelitian ini terdiri dari dua siklus. dan pascabaca. Apabila sudah berhasil pada siklus II peneliti mencukupkan sampai siklus II. Hasil Penelitian Siklus I Pada bagian ini akan dipaparkan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran membaca pemahaman. Perencanaan Pembelajaran Siklus I . Hasil penelitian tiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut: A. Dalam pelaksanaan tindakan dibagi atas dua siklus dengan rentang waktu dua minggu. penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 22 Andalas Padang mata pelajaran Bahasa Indonesia.46 2. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yakni selama Mei 2008. serta refleksi hasil tindakan. Penggunaan pendekatan koopertif tipe STAD ini akan terlihat dalam kegiatan prabaca. saatbaca. karena sudah mencapai persentase skor rata-rata yang diinginkan. dan tidak melanjutkan pada siklus III. Hasil tes akhir dari semua subjek memperoleh skor lebih dari atau sama dengan 75% Hasil wawancara telah memberikan informasi bahwa siswa senang dalam mengikuti pembelajaran.

2) siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan wacana. saatbaca. Indikator yang ingin dicapai pada siklus I yaitu: 1) siswa dapat menemukan gagasan utama/ide pokok paragraf.47 Penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam perencanaan pembelajaran membaca pemahaman disusun dan diwujudkan dalam bentuk rancangan pembelajaran dengan model Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Untuk mencapai Indikator tersebut. 3) siswa dapat menulis ringkasan wacana. wacana tersebut dipandang cocok berdasarkan 46 pertimbangan berikut: tema materi pembelajaran sesuai dengan tema yang ada pada semester II. Indikator dikembangkan dari Kompetensi Dasar (KD) membaca kelas V yaitu “Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan membaca pemahaman” Berdasarkan Kompetensi Dasar tersebut ditentukan indikator yang hendak dicapai pada pembelajaran membaca tersebut. kedua materi pembelajaran tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Ketiga . dan pascabaca. Perencanaan pembelajaran disajikan dalam waktu 2 kali pertemuan atau 4 X 35 menit. Materi pembelajaran berupa teks wacana yang berjudul “800 Rumah Warga Kota Padang Terkena Banjir”. Tema yang diambil untuk materi Pembelajaran adalah Peristiwa. keempat pada umumnya siswa tinggal di daerah yang terkena banjir. ketiga materi pembelajaran tersebut belum pernah diajarkan kepada siswa. perencanaan pembelajaran ini dibagi dalam tiga tahap yaitu: tahap prabaca. Wacana ini diambil dari surat kabar Padang Ekspres. Perencanaan ini disusun dan dikembangkan berdasarkan program semester II.

dan meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknnya. dan terakhir peneliti memberikan penghargaan tim kepada tim yang bekerja baik. pada tahap parabaca direncanakan untuk menyampaikan tujuan pembelajaran. meminta siswa menginterpretasi gambar.48 kegiatan ini tidak berdiri sendiri. membagikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh.sendiri untuk mengerjakan kuis. Tahap saatbaca direncanakan: meminta siswa membaca dalam hati. meminta siswa duduk sendiri. Tahap pascabaca direncanakan meminta siswa melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. setelah siswa membaca peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Pertemuan kedua dimulai oleh peneliti dengan mengulang membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan kembali gambar banjir. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap prabaca adalah 1) menyampaikan tujuan dan langkah-langkah . Rencana kegiatan belajar-mengajar dalam pembelajaran ini terdiri dari rencana kegiatan peneliti dan siswa. menugasi siswa membaca dalam hati. melainkan saling terkait antara kegiatan satu dengan kegiatan lainnya. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 Mei 2008 dengan kegiatan sebagai berikut. membentuk kelompok siswa. meminta siswa membaca dalam hati. melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memajangkan gambar. menjelaskan tugastugas belajar. Pertemuan pertama ditutup oleh peneliti setelah siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. meluruskan jawaban siswa.

3) menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. 2) meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. 4) memberikan kesempatan . Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap saatbaca adalah 1) menugasi siswa membaca dalam hati. 6) siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. 3) memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya. 5) menugasi siswa mengisi LKS. 3) meluruskan jawaban siswa. 2) memperhatikan gambar yang dipajangkan guru. 3) mendengarkan penjelasan guru tentang kalimat utama dan cara menulis ringkasan. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap pascabaca adalah 1) meminta perwakilan kelompok menyajikan hasil kelompoknya ke depan kelas.49 pembelajaran. 3) memfokuskan perhatian siswa kepada gambar. Sebaliknya kegiatan siswa yang direncanakan pada tahap saatbaca adalah 1) siswa membaca dalam hati 2) siswa mencocokan interpretasi gambar dengan bacaan yang baru diperoleh. 5) siswa mengisis LKS. 5) siswa menginterpretasi gambar. 4) mendengarkan penjelasan guru. 2) melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memajangkan gambar. 4) membentuk kelompok siswa. 5) meminta siswa menginterpretasi gambar. Sebaliknya kegiatan siswa pada tahap prabaca adalah 1) mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. 4) mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar yang ada sesuai dengan skematanya. 6) meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. 4) siswa duduk berkelompok. 2) menugasi siswa mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh.

dan (d) cara . (c) cara berkolabora/berdiskusi. 2) kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. Kegiatan yang dilakukan siswa pada tahap pascabaca adalah 1) perwakilan kelompok menyajikan hasil kerjanya ke depan kelas. Hasil refleksi siklus I khususnya mengenai prosedur dan teknik evaluasi. saatbaca. 6) memberikan kuis individual 7) menghitung skor tim dan 8) memberikan penghargaan tim. (b) cara menginterpretasi gambar. (2) prosedur pelaksanaan pembelajaran oleh praktisi (peneliti). menemukan gagasan utama dan meringkas isi bacaan. Adapun evaluasi hasil berupa hasil menjawaban pertanyaan secara individual. Diskusi bertujuan untuk merefleksikan tindakan yang telah dilaksanakan. Tes essay diberikan dalam bentuk pertanyaan. Komponen akhir perencanaan pembelajaran adalah evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil. Secara khusus perubahan itu terjadi pada (a) cara melaksanakan tugas belajar. 4) siswa ikut mengambil kesimpulan. 5) siswa duduk sendiri-sendiri 6) mengerjakan kuis individual. 3) mendengarkan penjelasan guru. akan membawa perubahan pada (1) rancangan pembelajaran yang telah dibuat. Setelah siklus I selesai dilaksanakan peneliti mengadakan diskusi dengan guru (observer). termasuk refleksi prosedur dan teknik evaluasi. Evaluasi proses yang direncanakan adalah mengamati aktivitas siswa dalam kegiatan tahap prabaca. 7) menerima penghargaan tim. Bentuk tes yang digunakan dalam melihat hasil perolehan siswa berupa tes essay.50 bertanya dan mengambil kesimpulan bersama. 5) meminta siswa untuk duduk sendiri-sendiri. dan pascabaca.

Selanjutnya peneliti melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memperagakan gambar tentang hujan. dan tahap pascabaca. Pelaksanaan Pembelajaran Membaca Pemahaman siklus I Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I. Berdasarkan perencanaan yang terurai di depan. Untuk lebih jelasnya pelaksanaan pembelajaran ini diuraikan berdasarkan langkah-langkah berikut. penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman di kelas V SD Negeri 22 Andalas Padang dilaksanakan dua kali pertemuan. tahap saatbaca. Pertemuan I a Pelaksanaan kegiatan tahap prabaca Tahap prabaca ini berlangsung selama 15 menit. diawali dengan kegiatan membuka pelajaran berupa penyampaian tujuan pelajaran dan tugas-tugas belajar yang harus dikerjakan siswa. penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajaran membaca yang terbagi dalam tiga tahap yaitu tahap prabaca. air sungai meluap dan banjir. (3) alat/teknik evaluasi yang digunakan. untuk pertemuan I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 Mei 2008 dan pertemuan kedua pada hari Rabu tanggal 14 mei 2008. 2. Hasil refleksi ini nantinya akan diimplementasikan pada siklus kedua.51 memantapkan informasi yang diperoleh siswa dari bacaan. Fokusnya adalah untuk pembangkitan skemata siswa dan untuk .

Cuplikan proses tanya jawab terjadi seperti dialog berikut ini. yaitu membaca. Dialog 2 . Kemudian siswa ditugasi menceritakan secara keseluruhan gambar yang telah diamati itu dengan memberi alasan pada lembar kerja siswa yang telah disediakan sesuai dengan skematanya. Siswa mengangkat tangan karena ada yang mau menceritakan gambar tersebut. Tetapi sebelum membaca kamu akan melihat gambar yang akan ibu pajang di papan tulis. peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang gambar yang telah dipajangkan. peneliti mempersilahkan kepada siswa yang mengangkat tangan untuk menceritakan gambar. guru memajangkan gambar. kamu terka gambar apa menurut pendapatmu.52 menginterpretasi gambar yang diamati. Membaca itu penting kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. siapa yang tahu. Nah. Dialog 1 peneliti : “Anak-anak seperti biasanya pada hari ini kita akan belajar Bahasa Indonesia. untuk apa kita membaca?” (tanya guru secara klasikal) Siswa : “Untuk menambah pengetahuan bu! Untuk mencari berita bu!” (jawaban siswa bervariasi) Peneliti : “Ya. Aktivitas pembangkitan skemata dan menginterpretasi yang dilakukan peneliti terungkap dalam dialog berikut ini. Setelah lebih kurang 5 menit siswa mengamati gambar. bagus! Sekarang kita akan membaca. Gambar ini akan berhubungan dengan bacaan itu nantinya. Coba kamu perhatikan gambar yang ibu pajang ini. dan menuliskan hasil interpretasi dalam lembaran yang telah disediakan. kemudian kamu tulis dikertas ini. (guru membagikan kertasnya) ada jelas anak-anak? Siswa : “Jelas bu! (siswa mulai mengerjakan) Berdasarkan tuturan di atas tampak bahwa peneliti memberikan penjelasan tentang tugas yang akan dilaksanakan siswa. Siswa ditugasi mengamati gambar.

b Kegiatan Tahap Saatbaca Tahap ini dimulai oleh peneliti dengan meminta siswa mencocokan hasil interpretasinya dengan wacana yang baru diperoleh. Dialog 3 Peneliti : “Sekarang kamu ibu tugaskan untuk membaca wacana yang sudah ibu bagikan. Pertemuan pertama siklus I ditutup Peneliti sampai dialog 3 ini. coba Iqbal. setelah membaca kamu cocokan interpretsi kamu tadi dengan bacaan yang baru kamu peroleh.53 Peneliti : “Anak-anak! Coba kamu lihat. karena hujan lebat arus sungai deras akhirnya meluap dan tarjadi banjir bu”. bagus Iqbal. ceritakan gambai ini”. Dari kutipan di atas tampak bahwa skemata siswa sudah bangkit dan siswa sudah termotivasi untuk membaca. Pertemuan 2 . dan terjadilah banjir bu!” Peneliti : “ Siapa lagi? Yang lain bisa menjelaskan?” kata guru sambil menunjuk gambar Siswa : “ Hari hujan. Peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara meringkas bacaan. kemudian air sungai meluap. Guru membagikan teks bacaan kepada siswa. Sswa :“Pertama hari hujan lebat bu. Guru meminta siswa membaca wacana dalam hati. arus sungai deras dan banjir!” : “ya! Jadi sama bacaannya tentang banjir!” kalau sudah selesai kumpulkan ya! Siswa : Siswa mengumpulkan tugasnya. Apakah sama? Siswa : “ sama buk!” Peneliti : “ Siapa yang bisa menjelaskan? Siswa : “ Pertama hujan lebat. Peneliti : “Ya. gambar apa yang ibu pajang ini?” siapa yang bisa? (tanya guru secara klasikal) Siswa : “Saya bu!” (Kata seorang siswa sambil mengangkat tanganya) Peneliti : “Ya.

80. 60. Pembagian kelompok dapat dilihat dalam tabel berikut Tabel 4. 65. kalu kita meringkas tidak semuanya disalin tapi kita ambil pokok-pokoknya saja. 70. siapa yang tau bagaimana cara meringkas? Apakah semuanya disalin? Siswa : “Tidak bu.1 Pembagian Kelompok STAD Siklus I Kelompok I Anggota I. kriteria pengelompokkan sebagai berikut: kelompok tinggi dengan nilai 90. sedangkan kelompok sedang sebagai berikut: 65. yang tingkat kemampuannya berbeda dimana pengorganisasian siswa dilihat dari skor dasar yang diperoleh. dan ada yang diakhir paragraf.A. Ada yang kurang mengerti? boleh bertanya ya!” Siswa : “Sudah mengerti bu!” Peneliti : “Sekarang. 65. 60. 65. Peneliti : “Kemarin kamu sudah ibu tugaskan kerja individu sekarang kamu ibu tugaskan membaca secara kelompok lagi. 65. Sebelum memulai membaca peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. 65. kamu duduk berkelompok. diambil pokok-pokoknya saja bu!” Peneliti :“Ya pintar. 60.P Skor Dasar 90 65 60 . 60. 60. Skor dasar diambil dari nilai membaca siswa pada semester I yang telah diperolehnya. Berdasarkan skor tersebut siswa dibagi ke dalam 5 kelompok secara heterogen.A V. masing masing kelompok terdiri dari empat orang siswa. kamu akan ibu minta mencari gagasan utama yang ada tiap tiap paragraph. 65. di tengah. dan kelompok rendah dengan nilai 60. 70.F O. 65. ibu akan membagi kamu menjadi 5 kelompok (praktisi membagi kelompok) Peneliti membentuk kelompok siswa. Pembangkitan skemata dilakukan dengan menanyakan pelajaran kemaren. gagasan utama/ide pokok adalah inti atau pokok-pokok yang dibicarakan pada paragraf itu. setelah membaca.54 Pertemuan kedua diawali peneliti dengan membangkitkan skemata siswa. 70.R. coba anak ibu yang lain!” Siswa : “Inti dari paragraf itu buk!” Peneliti : “Ya benar. Setelah menemukan gagasan utama kamu ibu tugaskan meringkas wacana. 60. Kemudian peneliti memajangkan kembali gambar banjir dan peneliti menugasi siswa membaca dalam kelompoknya. apa itu gagasan utama/ide pokok paragraf? ada yang tau”? Siswa : “isi dari paragraf bu!” Peneliti : “Ya bagus. gagasan utama ada yang terletak diawal.

Kelompok empat terdiri dari empat orang. dan satu orang berkemampuan rendah dengan nilai 60.S.P R. Kelompok tiga juga terdiri dari empat orang.M 60 80 65 60 60 70 65 65 60 70 65 65 60 70 65 65 60 II III IV V Berdarkan tabel di atas kelompok satu terdiri dari empat orang siswa yang masing-masing terdiri dari satu berkemampuan tinggi dengan nilai 90.N S.A.D. dan dua orang berkemampuan rendah dengan nilai 60.M A.P S.A.K.Z K. dan satu orang berkemampuan rendah dengan nilai 60. kelompok dua terdiri dari empat orang siswa satu orang berkemampuan tinggi dengan nilai 80.55 J.S. dua orang berkemampuan sedang dengan nilai 65 dan satu orang berkemampuan rendah dengan nilai 60.O M.M G. satu orang berkemampuan sedang dengan nilai 65.C.H V.R R. Kelompok lima juga terdiri dari empat orang siswa.N A.K F. dan dua orang berkemampuan rendah dengan nilai 60. satu orang berkemampuan tinggi dengan nilai 70.M.S.A. .P K.F Z.Y R. dua orang berkemampuan sedang dengan nilai 65. satu orang berkemampuan tinggi dengan nilai 70. dua orang berkemampuan sedang dengan nilai 65. satu orang berkemampuan sedang dengan nilai 65.N R.F Z. satu orang berkemampuan tinggi dengan niali 70.

tapi bekerja sama dengan teman kelompokmu.56 Peneliti : Sekarang kamu sudah duduk berkelompok. Selesai tanya jawab tentang gagasan utama memberikan peneliti kuis individual atau evaluasi. Selesai mendiskusikan gagasan utama. Pelaksanaannya dilakukan peneliti secara klasikal dan siswa menjawabnya bersamaan. kamu baca wacana dalam hati Siswa : Duduk berkelompok dan membaca dalam hati Peneliti : “Sudah selesai membaca?” Siswa : “Sudah buk!” Peneliti : “Sekarang kamu isi LKS ini. Dari dialog di atas dapat dikemukakan bahwa dalam menemukan gagasan utama. c Kegiatan Tahap Pascabaca Setelah selesai kerja kelompok. masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. dengan demikian siswa mampu menemukan sendiri jawaban yang telah ditulisnya dan menentukan apakah jawaban kelompoknya benar atau salah. sehingga kurang jelas jawaban yang benar. Peneliti berusaha menyamakan jawaban dengan cara menugasi kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas dan membicarakan isinya untuk memantapkan jawaban. guru melakukannya dengan memberikan penjelasan tentang gagasan utama paragraf sebelum mengerjakan tugas. Evaluai berupa menjawab pertanyaan. menemukan gagasan utama . kelompok yang lain menanggapi apakah yang disampaikan benar atau salah. ada jelas?” Siswa : Jelas bu! (siswa mengisi LKS dengan mendiskusikan dengan teman kelompoknya). tidak ada yang bermain. peneliti memberikan evaluasi/kuis kepada siswa. Berdasarkan penjelasan tersebut siswa ditugaskan berdiskusi dan menuliskan kalimat utama pada lembar kerja yang disediakan.

C. Dalam kuis tersebut rata-rata siswa bisa mengerjakan dengan baik.MF Z.25 Jumlah 176 145 140 140 155 145 140 130 155 135 140 130 145 140 140 140 145 135 145 145 2870 143. Tabel 4. Hasil tes yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini.Z K.S.57 dan meringkas bacaan yang telah dibaca.P R.2 Hasil membaca siswa pada siklus I Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama siswa I.P J.R.R R.A.N A.Y RM A.N S.A. Evaluasi/kuis ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap bacaan yang telah dibaca dan untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa setelah pembelajaran diberikan.5 Rata-rata 88 72 70 70 80 72 70 65 78 70 70 65 73 70 68 70 70 70 73 72 1436 71. Setelah siswa mengerjakan kuis.A.D. peneliti mengoreksi hasil kuis yang telah dikerjakan oleh siswa.K F.F Z.P G.P S. hanya tiga orang siswa yang memperoleh nilai cukup.N R.I O.A.O M.8 .K.M Jumlah Rata-rata Menjawab Pertanyaan 90 70 70 75 80 70 70 65 80 65 65 65 70 65 65 70 70 65 60 75 1405 70.P K.25 Meringkas 85 75 70 65 75 75 70 65 75 70 75 65 75 75 75 70 75 70 85 70 1465 73.S.H V.S.A V.

Tabel 4.N A.R. tulisan rapi.A V.M G. gagasan utama sesuai dengan kalimat penjelas. Nilai 70-84 apabila isi kurang sesuai dengan judul.A.S. penggunaan EYD tepat.K F. pilihan kata tepat. gagasan utama kurang sesuai dengan kalimat penjelas. tindakan peneliti selanjutnya menentukan skor perkembangan yang diperoleh oleh siswa berdasarkan selisih antara skor dasar dengan skor tes akhir. Nilai 55-69 apabila apabila isi tidak sesuai dengan judul. Berdasarkan skor tertulis skor terendah adalah 65. tulisan tidak rapi.Y R. tulisan kurang rapi. dan meringkas wacana rata rata 73.P J.0.8.N S.M Skor dasar 90 65 60 60 80 65 60 60 70 Hasil tes akhir 88 72 70 70 80 71 70 65 68 Poin Perkembangan 10 30 30 30 100 20 20 20 20 80 10 Jumlah II Jumlah .A. dalam menjawab pertanyaan rata-rata nilai siswa 70. gagasan utama tidak sesuai dengan kalimat penjelas.C.3 Poin Perkembangan Siswa Siklus I Kelompok I Nama Siswa I. penggunaan EYD kurang tepat.58 Dari data di atas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil membaca pemahaman siswa sudah baik. Poin perkembangan yang diperoleh oleh masing-masing siswa dapat dilihat pada table berikut ini. pilihan kata kurang tepat.25.S. skor peningkatan tersebut dapat digunakan untuk menghitung poin perkembangan yang diperoleh oleh masing-masing siswa.25.I O. pilihan kata tidak tepat. skor tertinggi adalah 88. Setelah diperoleh hasil tes. sehingga rata-rata nilai siswa pada siklus I adalah 71.A. penggunaan EYD tidak tepat. Adapun kriteria penilaian meringkas bacaan yaitu nilai 85-100 apabila isi sesuai dengan judul.

dengan kriteria yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.Z K.M.O M. kelompok IV mendapat poin perkembangan 90. kelompok III mendapat poin perkembangan 60.F K.N A.A.K F.4 Penghargaan Kelompok Siklus I Kelompok I Nama Siswa I.P J.P S. Setelah diperoleh poin perkembangan pada masing-masing kelompok maka dimasukkan ke dalam skor kelompok.59 III A.S. Tabel 4.H V.R R.I O.A.A.N R.N S.P R. kelompok II poin perkembangannya 80.K.S. Kelompok yang mendapatkan poin perkembangan berdasarkan Kriteria yang telah ditentukan akan mendapatkan sertifikat/penghargaan berupa lambang bintang.C.S.M Z.A V.D.A.M Poin Perkembangan 10 30 30 30 100 25 20 20 20 20 80 20 10 Penghargaan kelompok Skor Total Rata--rata II G.F 65 65 60 70 65 65 60 70 65 65 60 70 70 64 70 68 70 73 73 70 73 71 20 20 10 60 20 20 20 30 90 20 20 20 30 90 Jumlah IV Jumlah V Jumlah Berdasarkan tabel di atas masing-masing kelompok mendapatkan poin perkembangan yaitu kelompok I poin perkembangannya 100. dan kelompok V mendapat poin perkembangan 90.R.M Hebat .Y Super Skor Total Rata--rata R.F Z.

Pengamatan dilakukan dengan objektif dan sistematis.F Hebat Skor Total Rata--rata Hebat Dari tabel di atas kelompok I mendapat penghargaan super. . keseluruhan hasil pengamatan direkam dalam bentuk lembar pengamatan.M.N R. Kelompok III mendapat penghargaan baik. dengan bintang satu ditempelkan pada sertifikat.F K. dengan bintang tiga.P S.K.D.60 III A. Dalam kegiatan ini peneliti berusaha mengenal dan mengkombinasikan semua indikator dari proses hasil perubahan yang terjadi. 3. juga ditempelkan pada sertifikat. Kelompok II mendapat penghargaan hebat.M Z.dengan bintang lima buah yang ditempelkan pada sertifikat. kelompok IV penghargaan hebat dan kelompok V mendapat penghargaan hebat. Pengamatan Pengamatan terhadap tindakan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD dilaksanakan untuk mendapatkan informasi bagaimana respon siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus I.H 20 20 10 60 15 20 20 20 30 90 22 20 20 20 30 90 22 Skor Total Rata--rata IV V.A.S.P R.F Z.O Baik Skor Total Rata--rata V M. Pengamatan dilakukan pada waktu pelaksanaan tindakan pembelajaran membaca pemahaman di kelas lima.Z K.R R.

3) memfokuskan perhatian siswa kepada gambar. Analisis Kegiatan Guru Fokus kegiatan guru dalam pembelajaran adalah: 1) menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. saatbaca dan pascabaca. Pengamatan yang dilakukan pada satu tindakan dapat dapat mempengaruhi penyusunan tindakan selanjutnya. 2) analisis kegiatan siswa. 8) menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. 5) meminta siswa untuk menginterpretasi gambar. 12) meminta kelompok lain . 10) menugasi siswa mengisi LKS. Hasil pengamatan ini kemudian direfleksikan untuk perencanaan tindakan selanjutnya. 9) membentuk kelompok siswa. 4) mengarahkan sisw untuk menginterpretasi gambar. Observer mengamati prilaku peneliti dan prilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi. Selama tindakan berlangsung aspek yang diamati adalah: 1) analisis kegiatan guru. 11) meminta perwakilan kelompok menyajikan hasilnya ke depan kelas. 2) membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan gambar. 6) menugasi siswa membaca dalam hati.61 Pengamatan dilakukan oleh guru kelas V SDN 22 Andalas Padang dan teman sejawat dari PGSD. 7) menugasi siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. Aspek yang diamati keterlibatan siswa dan peneliti pada tahap prabaca. 3) hasil membaca pemahaman yang diperoleh siswa pada siklus I. 1. pengamatan dilakukan secara terus menerus mulai dari tindakan pertama sampai tindakan berakhir. Keberhasilan tindakan diamati selama dan sesudah tindakan dilaksanakan.

15) memberikan penghargaan tim. Menugasi siswa membaca dalam hati 2. 14) meminta siswa duduk sendiri-sendiri dan memberikan kuis individual. dan menyimpulkan pelajaran. Memfokuskan perhatian siswa pada gambar 4. Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh 3. Membentuk kelompok siswa 5. Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran 2. Penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan 4.62 menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil.5 Rambu-Rambu Analisis Keberhasilan Tindakan Guru Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Guru Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V Tahap Pembelajaran Prabaca Deskriptor 1. Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar 5 Meminta siswa menginterpretasi gambar 1. Meminta siswa mengisi LKS yang telah disediakan SB Kualifikasi B C K SK Keterangan SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana v Saatbaca v . Memperagakan gambar 3. 13) meluruskan jawaban siswa. Tabel 4.

Waktu yang digunakan lebih kurang 15 menit untuk pembangkitan skemata dan menginterpretasi. Praktisi telah menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. Dalam menginterpretasi gambar. Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 2. Pembangkitan skemata siswa dilaksanakan dengan baik. sehingga semua siswa dapat mengungkapkan gambar yang diamati dalam lembar kerja yang disediakan.63 Pascabaca 1. Memberikan penghargaan v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana Berdasarkan tabel di atas tergambar. Meluruskan jawaban siswa dan mengambil kesimpulan 4. dapat dilihat pada lampiran. Praktisi juga membimbing dan mendorong siswa untuk mengemukakan interpretasinya dengan bebas sesuai dengan skemata yang dimiliki masing-masing individu. Meminta kelompok lain menanggapi 3. kegiatan yang tidak terlaksana dengan baik yaitu dalam membagi kelompok siswa dan penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Gambar/media yang digunakan berupa gambar terjadi banjir yang terdiri dari 4 bagian. walaupun belum semuanya benar. Meminta siswa duduk sendirisendiri untuk mengerjakan kuis 5. Hal ini mendukung kearah pemahaman bacaan. bahwa pada tahap prabaca lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik sehingga pada tahap prabaca kegiatan peneliti berkualifikasi sangat baik. Peneliti memulai kegiatan . peneliti telah memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Pada tahap saatbaca. kegiatan peneliti berkualifikasi cukup ini disebabkan dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik.

dalam membentuk kelompok siswa. ternyata baru 11 deskriptor yang dilaksanakan peneliti selama penelitian siklus I. Hal ini diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dari aspek guru. dari 15 deskriptor yang diamati. pemberian penghargaan tim tidak terlaksana. Peneliti membentuk kelompok siswa. . 3% berada dalam keberhasilan baik. peneliti mengalami kesulitan karena siswa ribut mencari tempat duduk masing-masing sehingga waktu yang di butuhkan cukup lama.64 dengan membagikan teks wacana kemudian meminta siswa membaca dalam hati dan meminta siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. peneliti membagikan LKS dan meminta semua kelompok untuk mengisinya. meminta tanggapan dari kelompok yang belum tampil tidak terlaksana karena banyak yang malu-malu mengeluarkan pendapatnya. Kemudian peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara meringkas bacaan namun siswa masih banyak yang ragu (kurang mengerti). Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah meminta masingmasing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. kemudian guru menghitung skor tim dan memberi penghargaan tim. Pada tahap pascabaca kegiatan peneliti berkualifikasi cukup karena dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. kegiatan yang belum terlaksana yaitu meminta kelompok lain menanggapi hasil diskusi dan pemberian penghargaan tim. Peneliti berusaha menyamakan jawaban dengan cara membacakan jawaban yang benarnya. menugasi kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas. Peneliti meminta siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Setelah kelompok terbentuk. Keberhasilan tindakan peneliti pada siklus I adalah 73.

saatbaca. 7) duduk berkelompok. 5) mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. 4. 13) mengerjakan kuis 14) menerima penghargaan tim. 8) mengisi LKS. 2) memperhatikan gambar yang dipajangkan guru. Fokus kegiatan siswa dalam pembelajaran adalah: 1) mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.65 2. Deskriptor M endengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkahlangkah pembelajaran M emperhatikan gambar yang diperagakan guru M emperhatikan gambar sesuai dengan skematanya M endengarkan penjelasan guru M enginterpretasi gambar Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik S B v Kualifikasi B C K K SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana S Keterangan 2. Saatbaca 1. 10) perwakilan kelompok menyajikan hail kerjanya ke depan kelas. 4) membaca dalam hati. Tabel 4.6 Rambu-Rambu Analisis Keberhasilan Siswa Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Siswa Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V Tahap Pembelajaran Prabaca 1. 3. Analisis Kegiatan Siswa Keterlibatan siswa juga diamati oleh observer pada tahap prabaca. 3) menginterpretsi gambar. 11) tanggapan dari kelompok yang belum tampil. 5. v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 . 12) duduk sendiri-sendiri. 9) saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. dan pascabaca. 6) mendengarkan penjelasan guru tentang konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan.

bahwa pada tahap prabaca lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik sehingga pada tahap prabaca kegiatan siswa berkualifikasi sangat baik. Duduk berkelompok 5. sehingga semua siswa dapat mengungkapkan gambar yang diamati dalam lembar kerja yang disediakan. kegiatan siswa berkualifikasi cukup ini disebabkan dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. walaupun belum semuanya benar. siswa memperhatikan gambar yng dipajang oleh guru. Mengisi LKS yang telah disediakan 1. Siswa memulai kegiatan membaca dalam hati kemudian mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. dapat dilihat pada lampiran. Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran 4. Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh 3. Tanggapan dari kelompok yang belum tampil 3. Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis 5. kegiatan yang tidak terlaksana dengan baik yaitu dalam membagi kelompok siswa dan pemahaman siswa terhadap konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Menerima penghargaan tim deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana Pascabaca Berdasarkan tabel di atas tergambar. gambar berupa gambar terjadi banjir yang terdiri dari 4 bagian. Siswa mendengarkan guru menympaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. Tahap saatbaca. Hal ini mendukung kearah pemahaman bacaan. Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 2. Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan 4. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang konsep .66 2.

Kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas. 3% berada dalam keberhasilan baik. Setelah kelompok terbentuk. setelah kuis selesai. Cuplikan wawancara dengan guru dan siswa seperti berikut ini. kegiatan yang belum terlaksana yaitu menanggapi hasil diskusi dan penghargaan tim. Siswa mendengarkan peneliti membacakan jawaban yang benarnya. Informasi juga didapatkan melalui wawancara dengan guru (observer) dan siswa pada saat jam istirahat setelah pembelajaran. dari 15 deskriptor yang diamati. Kegiatan yang dilakukan siswa adalah masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas.67 gagasan utama dan cara meringkas bacaan namun siswa kelihatan bingung dan masih banyak yang ragu (kurang mengerti). Hal ini diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dari aspek siswa. waktu habis sehingga siswa tidak bisa menerima penghargaan tim. tanggapan dari kelompok yang belum tampil tidak terlaksana karena banyak yang malu-malu mengeluarkan pendapatnya. Tahap pascabaca kegiatan siswa juga berkualifikasi cukup karena dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. ternyata baru 11 deskriptor yang dilaksanakan siswa selama penelitian siklus I. Siswa diminta untuk duduk berkelompo. siswa mengisi LKS. siswa ribut mencari tempat duduk masing-masing sehingga waktu yang di butuhkan cukup lama. Keberhasilan tindakan siswa pada siklus I adalah 73. Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Dialog 4 . dalam membentuk kelompok.

ini sangat memotivasi siswa supaya kelompoknya menjadi pemenang. :“Apakah ibu merasa senang dengan menggunakan pendekatan ini?” :“ Ya senang!” biasanya saya harus mengajar sendiri. apalagi setelah proses pembelajaran diberikan penghargaan kepada kelompok yang bekerja dengan baik. supaya semua anggota kelompok memahami materi pelajaran. dan masih ada anak yang kurang aktif. . siswa merasa senang dengan Peneliti Observer Peneliti Observer Peneliti Observer Berdasarkan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman. maka siswa yang pandai berusaha semaksimal mungkin. dengan adanya gambar-gambar kami juga tertarik bu!” : “Apakah belajar seperti ini perlu dilanjutkan?” : “Perlu bu!” : “Bagaimana menurut pendapat ibu pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan ini?” : “Bagus! Cuma waktu membagi kelompok anak agak ribut. siswa yang pandai sangat membantu. Mungkin ini disebabkan siswa belum terbiasa belajar seperti ini. :“Apakah kira-kira ada hal yang menarik dari pelaksanaan pembelajaran ini?” : “Ada. dengan dikelompokan seperti ini siswa bisa saling membantu. wawancara tersebut. dalam menginterpretasi gambar sebagian siswa masih ada yang ragu-ragu dalam mengeluarkan pendapat. tetapi semua siswa tetap mengungkapkan interpretasinya tentang gambar walaupun ungkapannya berbeda-beda. karena anak belum terbiasa belajar seperti ini”. kelihatannya siswa lebih gembira!” : “ Kira-kira apa penyebabnya bu?” : “Biasanya siswa hanya belajar sendiri-sendiri. itu karena tempat duduknya diacak. Pada siklus pertama ini. besok diatur menurut kelompok lagi supaya pas membagi kelompok anak tidak ribut. Mereka diberi kebebasan dalam mengungkapkan pikiran tentang gambar yang diamati.68 Peneliti Iqbal Peneliti Iqbal Peneliti Iqbal Peneliti Observer : “Iqbal! Bagaimana menurutmu pembelajaran yang telah kita lakukan? : “Senang bu” : “Mengapa Senang?” : “Karena dengan belajar kelompok kami bisa saling membantu bu. sekarang saya lihat.

69 Dalam menemukan gagasan utama. pembangkitan skemata dan . Dari wawancara tersebut. (2) pelaksanaan dan (3) hasil membaca pemahaman siswa. semua siswa ikut aktif mencarinya. 4. Langkahlangkah KBMnya dapat dilaksanakan. Saran guru (observer) lebih baik jika pertemuannya dijadikan satu kali dengan jam belajar hampir sama. Pertemuan dijadikan satu kali dengan alasan pembangkitan skemata siswa tidak terputus. aktif. Di sini dibahas hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer. dan saling membantu dalam belajar. Peneliti tidak perlu lagi mengeluarkan suara yang banyak. Refleksi tindakan siklus pertama ini mencakup refleksi terhadap (1) perencanaan. demikian pula halnya dengan menjawab pertanyaan yang disediakan. dan guru tidak perlu mengulang memberikan penjelasan. walaupun tidak semua kelompok benar dalam menentukan gagasan utama tersebut. Dari hasil siklus I diketahui bahwa perencanaan pembelajaran membaca yang ditulis dan dilakukan 2x pertemuan dapat terlaksana dengan baik. Refleksi Tindakan Siklus I Kegiatan refleksi dilakukan secara kolaboratif antara praktisi dan guru (observer) setiap pembelajaran berakhir. juga terungkap bahwa observer senang melihat peneliti menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman karena siswa gembira. Tidak satupun kelompok yang tidak menuliskan gagasan utama yang ditugaskan.

karena pembatasan waktu dan terputusnya skemata siswa. penyampaian tujuan dan langkah-langkah pembelajaran belum terlaksana dengan terperinci. Gambar yang . maka pada pertemuan kedua siswa diyakini sudah lupa dengan pelajaran yang diberikan. Waktu pembangkitan skemata siswa cukup aktif. dan pemakaian waktu diatur dengan efisien. Dalam tahap prabaca. Dalam menjelaskan gagasan utama sebaiknya peneliti menjelaskan dengan mengambil contoh pada salah satu paragraph dan menemukan gagasan utamanya. Dengan demikian.70 contoh-contoh belajar. Pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperati tipe STAD dapat dilakukan dengan baik. Terlaksananya kegiatan ini didukung oleh alat peraga yang cukup. Tempat duduk sebaiknya diatur menurut kelompok sehingga dalam membagi kelompok praktisi tidak mengalami kesulitan. diharapkan pelaksanaan pembelajaran berlangsung lebih efektif dan efisien. sesuai dengan langkah-langkah yang tertulis dalam perencanaan. Tugas mengamati gambar secara terperinci dapat dikerjakan siswa dalam lembar kerja yang disediakan. Bila waktu dua kali. walaupun pengungkapannya beragam sesuai dengan persfektif masing-masing individu. Jumlah waktu yang digunakan 3 jam pelajaran. sehingga mendukung pembangkitan skemata siswa. Sesuai hasil kolaborasi peneliti dan guru (observer) maka perencanaan pembelajaran untuk siklus II dilaksanakan satu kali pertemuan dengan langkahlangkah yang sama dengan dengan perencanaan pembelajaran pada siklus I.

Tugasnya adalah berkolaborasi mencari ide pokok/gagasan utama paragraph. membuat interpretasi umumnya bisa dilakukan siswa berdasarkan gambar yang diamati. Sehingga pembelajaran kurang maksimal. tapi hasilnya belum memuaskan. Pertemuan pertama pada siklus I sampai mengerjakan LKS untuk menemukan gagasan utama. Rumitnya membagi kelompok siswa memakan waktu yang lama. Hal ini sudah sesuai dengan rencana yang sudah ditulis. Akibatnya siswa belum bisa menginterpretasi gambar dengan sempurna dan belum memenuhi sasaran yang diharapkan. Siswa mulai lupa dengan hasil membacanya. Namun. (dapat dilihat pada lampiran). pelaksanaannya sudah benar karena sesuai dengan prinsip dan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pada tahap prabaca. Selesai membaca siswa diberi kesempatan untuk mencocokan interpretasi yang telah ditulis dengan bacaan yang baru diperoleh. dan menjawab pertanyaan. membangkitkan skemata siswa. Menurut observer (guru) belajar seperti ini baru kali ini dilakukan dan contoh juga tidak diberikan.71 ditampilkan terdiri dari (1) gambar hari hujan. Pada tahap saatbaca pelaksanaan pembelajaran sudah dilakukan dengan baik siswa diberi kebebasan membaca dalam kelompoknya. (4) Gambar orang mengungsi. dilanjutkan membaca teks bacaan dan memberikan penjelasan. Jadi pembangkitan . Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 14 Mei 2008. dan ada juga yang membaca dalam hati. (3) gambar banjir . Pada saat membaca terlihat ada yang membaca dengan suara berbisik. (2) gambar air sungai meluap. Oleh karena itu guru mengulang kembali menugasi siswa mengamati gambar.

Pada siklus I guru mengulang kembali pembangkitan skemata pada pertemuan kedua akibat terputusnya waktu pertemuan. Dari hasil refleksi siklus I disusun perencanaan dan tindakan siklus II. antara pertemuan pertama dan pertemuan kedua. sehingga pemberian penghargaan tim tidak bisa dilakukan. Data perencanaan dan tindakan dapat dipaparkan sebagai berikut. Menemukan gagasan uatama/ide pokok paragraf masih ada yang belum bisa. Dalam memberikan kuis individual juga terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu pada siklus II waktu pertemuan . Dalam menjelaskan gagasan utama peneliti perlu mengambil contoh dari teks bacaan. 1. B. Perbedaan yang menonjol berupa perubahan waktu yang digunakan untuk pelaksanaan tindakan dan cara menemukan gagasan utama. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil refleksi siklus I. siswa merasa gembira. Perencanaan Pembelajaran Siklus II Perencanaan pembelajaran sebagaimana siklus I.72 skemata siswa dua kali dilaksanakan. Hasil Penelitian Siklus II Penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman pada siklus II dilaksanakan berpedoman pada hasil refleksi siklus I. dibuat secara kolaboratif antara guru dengan peneliti (praktisi). Perencanaan yang dibuat pada siklus II pada garis besarnya sama dengan perencanaan pembelajaran siklus I. Pada tahap pascabaca dalam melaporkan hasil kerja kelompok terlaksana dengan baik. tetapi dalam menghitung skor tim belum maksimal karena waktu sudah habis.

73 dijadikan satu kali. kemudian peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. meminta siswa menginterpretasi gambar. Data yang diperoleh dari perencanaan tersebut adalah (1) judul yang dipilih adalah Telaga Bidadari. Peneliti meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknnya. Pada tahap saatbaca direncanakan: meminta siswa membaca sekilas dan mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. dan pascabaca. Indikator yang ingin dicapai pada siklus II yaitu siswa dapat 1) siswa dapat menemukan gagasan utama/ide pokok paragraf. maka pada siklus II waktu yang digunakan adalah satu kali pertemuan dengan lama jam pelajaran 3X35 menit. Untuk mencapai Indikator tersebut. guru membentuk kelompok siswa. Perbedaan lainnya terdapat pada bahan bacaan yang digunakan sebagai materi pembelajaran. serta menginventarisasi interpretasi siswa. Pada tahap prabaca direncanakan untuk menyampaikan tujuan pembelajaran. 3) siswa dapat menulis ringkasan wacana. menjelaskan tugas-tugas belajar. Pada siklus I pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan waktu 2 kali pertemuan. Bahan bacaan diambil dari buku paket bahasa Indonesia kelas V. 2) siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan wacana. siswa ditugasi membaca dalam hati dan mengisi Lembar Kegiatan Siswa (LKS). melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memajangkan gambar. saatbaca. Ketiga kegiatan ini tidak berdiri sendiri. melainkan saling terkait antara kegiatan satu dengan kegiatan lainnya. yakni 4X35 menit. Tahap . perencanaan pembelajaran ini dibagi dalam tiga tahap yaitu: tahap prabaca. Perbedaan bahan tersebut dimaksudkan agar siswa tidak bosan.

3) menginterpretasi gambar. 2) memperhatikan gambar yang dipajangkan guru. 2) mencocokkan hasil interpretasi gambar dengan bacaan yang baru diperoleh. guru meluruskan jawaban siswa. 2) melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memperagakan gambar. kelompok lain menanggapi. Kegiatan yang direncanakan pada tahap saatbaca adalah 1) menugasi siswa untuk membaca dalam hati. 8) meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. kemudian menghitung skor tim dan akhirnya kelompok yang mencetak skor tinggi mendapatkan penghargaan tim. kemudian peneliti meminta siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. 2) menugasi siswa mencocokkan interpretasi gambar dengan bacaan yang baru diperoleh. 5) menugasi siswa mengisi LKS. 3) mendengarkan penjelasan guru tentang konsep gagasan utama dan cara menulis . Sebaliknya. Sebaliknya kegiatan siswa pada tahap prabaca adalah 1) merespon penjelasan guru. 5) meminta siswa untuk menginterpretasi gambar. 4) mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar. 4) membentuk kelompok siswa. 3) menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Rencana kegiatan belajar-mengajar dalam pembelajaran ini terdiri atas rencana kegiatan guru dan siswa.74 pascabaca direncanakan meminta siswa melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. kegiatan siswa yang direncanakan pada tahap saatbaca adalah 1) membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik. 4) mencatat interpretasi tentang gambar yang diamati. 3) memfokuskan perhatian siswa pada gambar. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap prabaca adalah 1) menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.

5) duduk sendirisendiri. termasuk refleksi prosedur dan teknik evaluasi. Sebaliknya kegiatan yang dilakukan siswa pada tahap pascabaca adalah 1) perwakilan kelompok menyajikan hasilnya ke depan kelas. 7) menerima penghargaan tim. 6) memberikan kuis individual. 4) siswa duduk berkelompok. 5) siswa mengisi LKS. 7) menghitung skor tim dan 8) memberikan penghargaan tim. Hasil refleksi siklus II khususnya mengenai prosedur dan teknik evaluasi. 5) meminta siswa untuk duduk sendiri-sendiri. menemukan gagasan utama dan membuat membuat ringkasan secara individual. 4) memberikan kesempatan bertanya dan mengambil kesimpulan bersama. dan pascabaca. 4) menyimpulkan pelajaran bersama guru. saatbaca. 6) siswa mengerjakan kuis individual dan. 6) siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya.75 ringkasan. Adapun evaluasi hasil berupa hasil menjawab pertanyaan. Evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil. Diskusi bertujuan untuk merefleksikan tindakan yang telah dilaksanakan. 3) mendengarkan penjelasan guru tentang jawaban yang benar. Evaluasi proses yang direncanakan adalah mengamati aktivitas siswa dalam kegiatan tahap prabaca. 2) meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap pascabaca adalah 1) menugasi perwakilan kelompok untuk melaporkan hasil diskusinya ke depan. 2) kelompok yang belum tampil menanggapi. 3) meluruskan jawaban siswa. . Setelah siklus II selesai dilaksanakan peneliti mengadakan diskusi dengan guru (observer).

Fokusnya adalah untuk pembangkitan skemata siswa dan untuk menginterpretasi gambar yang diamati. untuk lebih jelasnya langkah-langkah tersebut seperti berikut ini. yaitu membaca. Artinya penggunaan waktu seefisien mungkin. raja dan putri menikah kemudian punya anak. mulai dari raja berjalan di hutan. Selanjutnya peneliti melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memperagakan gambar “Telaga Bidadari”. yakni pada hari rabu tanggal 21 Mei 2008. peneliti menyampaikan tujuan pelajaran dan tugas-tugas belajar yang harus dikerjakan siswa dalam waktu yang terbatas.76 2. Pelaksanaan pembelajaran siklus II Pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman siklus II dilaksanakan satu kali pertemuan. Karena waktunya terbatas maka pelajaran ini dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Gambar berupa gambar seri yaitu. a. Aktivitas pembangkitan skemata dan menginterpretasi yang dilakukan peneliti terungkap dalam dialog berikut ini. terakhir putri kembali ke kahyangan (gambar terlampir). Pelaksanaan Kegiatan Tahap Prabaca Siklus II Kegiatan ini diawali dengan kegiatan membuka pelajaran. walaupun kamu kerja kelompok nilainya nantik ada . jam pertama sampai jam ketiga. ibu akan langsung kumpulkan jelas anak-anak? Siswa : “Jelas bu!” Peneliti : “Pelajarannya seperti kemaren ada yang kamu kerjakan pribadi ada yang kelompok. Dialog 1 Peneliti : “Anak-anak seperti biasanya pada hari ini kita akan belajar Bahasa Indonesia. raja melihat 7 orang bidadari di telaga. Dengan menggunakan waktu yang efisien dalam pembelajaran. Penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman siklus II pada garis besarnya hampir sama dengan yang dilaksanakan pada siklus I. perbedaannya terletak pada tindakan yang dilakukan oleh peneliti. jadi tidak ada yang main-main ya! Selesai tidak selesai kalau waktunya habis.

kamu diminta memprediksi gambar atau inerpretasi gambar. siswa langsung mengamati gambar dan mengisi LKS yang dibagikan peneliti. Siswa diharapkan mengerjakan tugas dengan cepat.77 juga nilai pribadi. b. Guru membagikan teks cerita telaga bidadari. Dari kutipan di atas tampak bahwa siswa bekerja sesuai dengan tugas yang dijelaskan peneliti sebelumnya. Kegiatan Tahap Saatbaca siklus II . Siswa menginterpretasi gambar dan mengisikan ke dalam LKS. jelas? Siswa : “Ya bu!” Dari tuturan di atas jelas bahwa dalam melaksanakan pelajaran peneliti berusaha menggunakan waktu seefisien mungkin. dan kamu diminta mencari ide pokok dan terakhir kamu meringkas bacaan. Kalau waktu sudah habis maka peneliti akan mengumpulkan tugas baik pribadi maupun kelompok. gambar apa yang ibu pajang ini?” kamu prediksi kemudian kamu tulis hasilnya pada LKS yang ibu berikan. dan tidak boleh bermain. Jangan lupa tulis namanya ya!” : “Ya bu!” (Jawab siswa secara bersama) : (Terdengar suara ramai) “sudah selesai”? : “Sudah bu! : “Kalau sudah selesai kumpulkan lagi ya! Tapi sebelum dikumpul baca dulu ya!. Cuplikan proses tanya jawab terjadi seperti dialog berikut ini. tugasnya seperti kemaren. Selanjutnya guru memperagakan gambar “Telaga Bidadari” lebih kurang 5 menit siswa mengamati gambar. peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang gambar yang telah dipajangkan. Dialog 2 Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti : “Anak-anak! Coba kamu lihat. Tanpa ditugasi. Siswa bekerja dalam waktu yang singkat sebagaimana yang sudah disarankan oleh gurunya.

Peneliti membentuk kelompok siswa.R.P K.78 Pada tahap ini kegiatan dimulai oleh peneliti dengan meminta siswa membaca dalam hati kemudian mencocokkan hasil interpretsinya dengan wacana yang baru diperoleh.5 Pembagian Kelompok STAD Kelompok I Anggota I.S.P S. Pembagian kelompok pada siklus II dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4.M A. yang tingkat kemampuannya berbeda dimana pengorganisasian siswa dilihat dari skor yang diperoleh pada siklus I.P R.O M. peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara meringkas bacaan dengan cara mengambil satu paragraph yang ada pada bacaan dan mencari gagasan utamanya.A V. Pertama peneliti meminta siswa memberi nomor paragraf dengan menghitung jumlah paragraf yang ada pada telaga bidadari.M Skor Dasar 88 72 70 70 80 72 70 65 78 70 70 65 73 70 68 70 73 70 73 72 II III IV V .M.K.C.A.N A.M G.D.S. masing masing kelompok terdiri dari empat orang siswa.F O. bedanya skor dasar diambil dari hasil kuis pada siklus I.P J.Z K. Setelah siswa mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh.S.K F. Pembagian kelompok masih sama dengan kelompok pada siklus I.N R.F Z.A.Y R.N S.F Z.A.R R.A.H V.

. peneliti melakukannya dengan memberikan penjelasan tentang gagasan utama paragraf sebelum mengerjakan tugas. tidak ada yang bermain. masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. perbedaannya hanya pada skor dasar. Dengan demikian siswa mampu menemukan sendiri jawaban yang telah ditulisnya dan menentukan apakah jawaban kelompoknya benar atau salah. anggota kelompok masih sama dengan kelompok pada ssiklus I. Kegiatan Tahap Pascabaca Setelah selesai kerja kelompok.79 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat skor dasar pada siklus II diambil dari hasil tes pada siklus I. tapi bekerja sama dengan teman kelompokmu. Peneliti berusaha menyamakan jawaban dengan cara menugasi kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas dan membicarakan isinya untuk memantapkan jawaban. kelompok yang lain menanggapi apakah yang disampaikan benar atau salah. Dari dialog di atas dapat dikemukakan bahwa dalam menemukan gagasan utama. Selesai tanya jawab tentang gagasan utama peneliti memberikan kuis individual atau evaluasi. ada jelas?” Siswa : Jelas bu! (siswa mengisi LKS dengan mendiskusikan dengan teman kelompoknya). kamu baca wacana dalam hati Siswa : Duduk berkelompok dan membaca dalam hati Peneliti : “Sudah selesai membaca?” Siswa : “Sudah buk!” Peneliti : “Sekarang kamu isi LKS ini. Peneliti : Sekarang kamu sudah duduk berkelompok. Berdasarkan penjelasan tersebut siswa ditugaskan berdiskusi dan menuliskan gagasan utama pada lembar kerja yang disediakan. d.

7 78.3 85 86.F Z. Evaluai berupa menjawab pertanyaan.3 86.N R.C.80 Selesai mendiskusikan gagasan utama. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap bacaan yang telah dibaca dan untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa setelah pembelajaran diberikan.A. Dalam kuis tersebut pada rata-rata siswa bisa mengerjakan dengan baik.S.A.P R.P G.3 76.S.3 78.N A. Hasil tes yang diperoleh siswa dapat dilihat pada table berikut ini.R.MF Menjawab Pertanyaan 90 80 80 80 90 80 80 80 90 80 80 80 90 75 80 85 85 80 Meringkas bacaan 90 75 75 75 80 75 75 75 85 75 75 75 80 80 75 70 80 75 Jumlah 180 155 155 155 170 155 155 155 175 155 155 155 170 155 155 155 165 155 Rata-rata 90 78.R R.P S.3 .3 80 85 78.A.7 86.Z K.8 Hasil Tes Membaca Siswa Pada Siklus II Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama Siswa I.N S.A. Setelah siswa mengerjakan kuis.S. menemukan gagasan utama dan meringkas bacaan yang telah dibaca. Tabel 4.A V.7 78.3 78. peneliti mengoreksi hasil kuis yang telah dikerjakan oleh siswa.3 78.H V.O M.7 78.I O.Y RM A.K F.K.P J.7 78.3 76. peneliti memberikan evaluasi kepada siswa.

9 Poin Perkembangan Siswa Kelompok I Nama Siswa I. penggunaan EYD tidak tepat. pilihan kata tidak tepat. pilihan kata tepat.P K. dan meringkas wacana rata rata 86.I Skor dasar 88 72 Hasil tes akhir 90 78 Poin Perkembangan 20 20 . penggunaan EYD tepat.M Jumlah Rata-rata 80 75 1640 86 85 70 1545 86 165 145 3185 81. gagasan utama kurang sesuai dengan kalimat penjelas.D.0. skor peningkatan tersebut dapat digunakan untuk menghitung poin perkembangan yang diperoleh oleh masing-masing siswa. Berdasarkan skor tertulis skor terendah adalah 75.A V. Poin perkembangan yang diperoleh oleh masing-masing siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini.0. tulisan tidak rapi. Setelah diperoleh hasil tes. skor tertinggi adalah 90. gagasan utama tidak sesuai dengan kalimat penjelas.81 19 20 Z. tulisan kurang rapi. Nilai 70-84 apabila isi kurang sesuai dengan judul. tindakan peneliti selanjutnya menentukan skor perkembangan yang diperoleh oleh siswa berdasarkan selisih antara skor dasar dengan skor tes akhir.R. penggunaan EYD kurang tepat. pilihan kata kurang tepat. Nilai 55-69 apabila apabila isi tidak sesuai dengan judul. sehingga rata-rata nilai siswa pada siklus I adalah 86. Adapun kriteria penilaian meringkas bacaan yaitu nilai 85-100 apabila isi sesuai dengan judul. tulisan rapi. gagasan utama sesuai dengan kalimat penjelas.0. Tabel 4. dalam menjawab pertanyaan rata-rata nilai siswa 86.7 75 1605 86.0 Dari data di atas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil membaca pehaman siswa sudah baik.

R R.P J.O M.M Poin Perkembangan 20 20 20 20 Penghargaan kelompok .K F.F K.D.A.N R.H V.S.A.I O.P J. Tabel 4.N S.M.82 O.F 80 72 70 65 78 70 70 65 73 70 68 70 73 70 73 72 87 78 78 77 87 78 77 78 85 77 78 80 85 78 82 75 70 70 78 78 20 20 80 20 20 20 30 90 30 20 20 30 100 30 20 30 20 100 30 20 20 20 90 Jumlah III Jumlah IV Jumlah V Jumlah Berdasarkan tabel di atas masing-masing kelompok mendapatkan poin perkembangan yaitu kelompok I poin perkembangannya 80.Y R.K.P S.A.M Jumlah II G. Setelah diperoleh poin perkembangan pada masing-masing kelompok maka dimasukkan ke dalam skor kelompok.Z K. dengan kriteria yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.F Z.N A.A V.10 Penghargaan Kelompok Kelompok I Nama Siswa I.S. dan kelompok V mendapat poin perkembangan 90.M Z.P R.. kelompok III mendapat poin perkembangan 100.R.M A.C.S. Kelompok yang mendapatkan poin perkembangan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan akan mendapatkan sertifikat/penghargaan.A.A.A. kelompok II poin perkembangannya 90. kelompok IV mendapat poin perkembangan 100.

M A. kelompok IV penghargaan super dan kelompok V mendapat penghargaan hebat.F Z.P S. sedangkan sertifikat bintang tiga diberikan kepada kelompok baik. kelompok II mendapat penghargaan hebat. dan sertifikat bintang satu diberikan kepada kelompok baik. kelompok III mendapat penghargaan super.K.C. Pengamatan Pengamatan dilaksanakan untuk mendapatkan informasi bagaimana respon siswa dan peneliti dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.Z K.A. hebat dan baik diberikan penghargaan berupa sertifikat yang berisi bintang.F K. Sertifikat dengan bintang lima diberikan kepada kelompok super.M.O M.Y R. 3. Masing-masing kelompok yang mencapai kriteria super.N R.N S.R R.N A.K F.S.83 Skor Total Rata--rata II G.S.M Z.H V.F 80 20 20 20 20 30 90 22 30 20 20 30 100 25 30 20 30 20 100 25 30 20 20 20 90 22 Hebat Skor Total Rata--rata III Hebat Skor Total Rata--rata IV Super Skor Total Rata--rata V Super Skor Total Rata--rata Hebat Dari tabel di atas kelompok I mendapat penghargaan hebat. .S.P R.A.D.

Pengamatan dilakukan pada waktu pelaksanaan tindakan pembelajaran membaca pemahaman di kelas lima. Analisis Kegiatan Guru . 1. Pengamatan yang dilakukan pada satu tindakan dapat dapat mempengaruhi penyusunan tindakan selanjutnya. Aspek yang diamati keterlibatan siswa dan peneliti pada tahap prabaca. saatbaca dan pascabaca. Selama tindakan berlangsung aspek yang diamati adalah: 1) analisis kegiatan guru. Keberhasilan tindakan diamati selama dan sesudah tindakan dilaksanakan. 3) hasil membaca pemahaman yang diperoleh siswa pada siklus I. Hasil pengamatan ini kemudian direfleksikan untuk perencanaan tindakan selanjutnya. Dalam kegiatan ini peneliti berusaha mengenal dan mengkombinasikan semua indikator dari proses hasil perubahan yang terjadi. keseluruhan hasil pengamatan direkam dalam bentuk lembar pengamatan. Pengamatan dilakukan dengan objektif dan sistematis. Pengamatan dilakukan oleh guru kelas V SDN 22 Andalas Padang dan teman sejawat dari PGSD. pengamatan dilakukan secara terus menerus mulai dari tindakan pertama sampai tindakan berakhir.84 Pengamatan terhadap tindakan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD dilaksanakan untuk mendapatkan informasi bagaimana respon siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus II. Observer mengamati prilaku peneliti dan prilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi. 2) analisis kegiatan siswa.

Penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis SB Kualifikasi B C K SK Keterangan SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor v Saatbaca v . 3) memfokuskan perhatian siswa kepada gambar. 10) menugasi siswa mengisi LKS. 5) meminta siswa untuk menginterpretasi gambar. 12) meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil.85 Fokus kegiatan guru dalam pembelajaran adalah: 1) menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. dan menyimpulkan pelajaran. 11) meminta perwakilan kelompok menyajikan hasilnya ke depan kelas. 6) menugasi siswa membaca dalam hati. Memperagakan gambar 3. Memfokuskan perhatian siswa pada gambar 4. Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh 8. 4) mengarahkan sisw untuk menginterpretasi gambar. 7) menugasi siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. 8) menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. 2) membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan gambar. Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar 6 Meminta siswa menginterpretasi gambar 6. Tabel 4. 9) membentuk kelompok siswa. Menugasi siswa membaca dalam hati 7. 15) memberikan penghargaan tim. 13) meluruskan jawaban siswa. 14) meminta siswa duduk sendiri-sendiri dan memberikan kuis individual.11 Rambu-Rambu Analisis Keberhasilan Tindakan Guru Siklus II Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Guru Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V Tahap Pembelajaran Prabaca Deskriptor 1. Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran 2.

Hal ini mendukung kearah pemahaman bacaan. walaupun belum semuanya benar. Pembangkitan skemata siswa dilaksanakan dengan baik. Membentuk kelompok siswa 10. ini disebabkan lima deskriptor dapat dilaksanakan peneliti dengan baik. dapat dilihat pada lampiran.86 ringkasan 9. Praktisi juga membimbing dan mendorong siswa untuk mengemukakan interpretasinya dengan bebas sesuai dengan skemata yang dimiliki masing-masing individu. Meminta kelompok lain menanggapi 8. Dalam menginterpretasi gambar. Memberikan penghargaan v terlaksana SK= Apabila deskriptor terlaksana 1 SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana Berdasarkan tabel di atas tergambar. peneliti telah memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. bahwa pada tahap prabaca lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik sehingga pada tahap prabaca kegiatan peneliti berkualifikasi sangat baik. Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 7. Meluruskan jawaban siswa dan mengambil kesimpulan 9. Meminta siswa mengisi LKS yang telah disediakan Pascabaca 6. Praktisi telah menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. Peneliti . Waktu yang digunakan lebih kurang 15 menit untuk pembangkitan skemata dan menginterpretasi. sehingga semua siswa dapat mengungkapkan gambar yang diamati dalam lembar kerja yang disediakan. Pada tahap saatbaca. Gambar/media yang digunakan berupa gambar terjadi banjir yang terdiri dari 4 bagian. Meminta siswa duduk sendirisendiri untuk mengerjakan kuis 10. kegiatan peneliti berkualifikasi sangat baik.

dalam membentuk kelompok siswa. Pada tahap pascabaca kegiatan peneliti berkualifikasi cukup karena dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. meminta kelompok lain menanggapi hasil diskusi juga belum terlaksana sepenuhnya. peneliti tidak mengalami kesulitan lagi karena tempat duduk sudah diatur menurut kelompoknya masing-masing. pemberian penghargaan tim dapat terlaksana dengan baik. menugasi kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas. kegiatan yang belum terlaksana yaitu melaporkan hasil diskusi tidak semua kelompok mendapatkan kesempatan karena waktunya terbatas. Setelah kelompok terbentuk. meminta tanggapan dari kelompok yang belum tampil tidak semua kelompok menanggapi karena waktu sudah habis . Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah meminta masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas belum semua kelompok mendapat kesempatan. Kemudian peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara meringkas bacaan. karena hanya satu kelompok yang mendapat kesempatan untuk menanggapi. Peneliti meminta siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. peneliti membagikan LKS dan meminta semua kelompok untuk mengisinya.87 memulai kegiatan dengan membagikan teks wacana kemudian meminta siswa membaca dalam hati dan meminta siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. Peneliti membentuk kelompok siswa. . kemudian guru menghitung skor tim dan memberi penghargaan tim. Peneliti berusaha menyamakan jawaban dengan cara membacakan jawaban yang benarnya.

7) duduk berkelompok. 2) memperhatikan gambar yang dipajangkan guru. 11) tanggapan dari kelompok yang belim tampil.12 Rambu-Rambu Analisis Keberhasilan Siswa padasiklus II Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Siswa Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V Tahap Pembelajaran Prabaca Deskriptor 1. Hal ini diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dari aspek guru. M emperhatikan gambar yang diperagakan guru SB v Kualifikasi B C K Keterangan SK SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 . 5) mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. ternyata baru 13 deskriptor sudah dilaksanakan peneliti selama penelitian siklus II.88 Keberhasilan tindakan peneliti pada siklus II adalah 86. dan pascabaca. 12) duduk sendiri-sendiri. 2. 13) mengerjakan kuis 14) menerima penghargaan tim Tabel 4. 8) mengisi LKS. 6) mendengarkan penjelasan guru tentang konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. 10) perwakilan kelompok menyajikan hail kerjanya ke depan kelas.6% berada dalam keberhasilan baik. Fokus kegiatan siswa dalam pembelajaran adalah: 1) mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. dari 15 deskriptor yang diamati. 4) membaca dalam hati. saatbaca. Analisis Kegiatan Siswa Keterlibatan siswa juga diamati oleh observer pada tahap prabaca. 3) menginterpretsi gambar. 9) saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. M endengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkahlangkah pembelajaran 2.

3. 5. gambar berupa gambar terjadi banjir yang terdiri dari 4 bagian. Saatbaca 1. Siswa mendengarkan guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. 4. 9. 8. M emperhatikan gambar sesuai dengan skematanya M endengarkan penjelasan guru M enginterpretasi gambar Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan Duduk berkelompok Mengisi LKS yang telah disediakan Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Tanggapan dari kelompok yang belum tampil Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis Menerima penghargaan tim deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana Berdasarkan tabel di atas tergambar. 2. bahwa pada tahap prabaca lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik sehingga pada tahap prabaca kegiatan siswa berkualifikasi sangat baik. Pascabaca 6. 7. walaupun belum semuanya benar. 10. dapat dilihat pada lampiran. sehingga semua siswa dapat mengungkapkan gambar yang diamati dalam lembar kerja yang disediakan. 5. siswa memperhatikan gambar yng dipajang oleh guru. . 4.89 3. Hal ini mendukung kearah pemahaman bacaan.

kegiatan yang belum terlaksana yaitu melaporkan hasil diskusi. Setelah kelompok terbentuk. setelah kuis selesai. . siswa sudah mulai paham karena peneliti menjelaskan dengan mengambil satu paragraf yang ada pada bacaan dan menemukan gagasan utamanya. Siswa diminta untuk duduk berkelompok. Tahap pascabaca kegiatan siswa juga berkualifikasi cukup karena dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. siswa tidak rebut lagi karena tempat duduk sudah diatur menurut kelompok. Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. tidak semua kelompok mendapatkan kesempatan karena waktu habis. tanggapan dari kelompok yang belum tampil juga tidak terlaksana karena mengingat waktu sudah habis.90 Tahap saatbaca. siswa mengisi LKS. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang konsep gagasan utama dan cara meringkas. menanggapi hasil diskusi juga tidak semua kelompok mendapatkan kesempatan. kegiatan siswa berkualifikasi sangat baik lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik. Siswa mendengarkan peneliti membacakan jawaban yang benarnya. kegiatan yang dilaksanakan yaitu dalam membagi kelompok siswa dan pemahaman siswa terhadap konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Siswa memulai kegiatan membaca dalam hati kemudian mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. waktu habis sehingga siswa tidak bisa menerima penghargaan tim. Kegiatan yang dilakukan siswa adalah perwakilan kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas tapi tidak semua kelompok mendapat kesempatan. dalam membentuk kelompok. Kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas.

maka siswa yang pandai berusaha semaksimal mungkin. sekarang saya lihat siswa yang pandai sangat membantu. kelihatannya siswa lebih gembira!” : “ Kira-kira apa penyebabnya bu?” : “Biasanya siswa hanya belajar sendiri-sendiri. dari 15 deskriptor yang diamati. Hal ini diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dari aspek siswa. ternyata13 deskriptor sudah dilaksanakan siswa selama penelitian siklus I. Peneliti Observer Peneliti Observer Peneliti Observer . waktu membagi kelompok siswa tidak ribut lagi karena tempat duduk sudah diatur menurut kelompok masing-masing. apalagi setelah proses pembelajaran diberikan penghargaan kepada kelompok yang bekerja dengan baik. dengan adanya gambar-gambar kami juga tertarik bu!” : “Apakah belajar seperti ini perlu dilanjutkan?” : “Perlu bu!” : “Bagaimana menurut pendapat ibu pelaksanaan pembelajaran yang baru dilakukan ini? : “Lebih baik dari yang dilakukan kemaren! siswa sudah kelihatan aktif. supaya semua anggota kelompok memahami materi pelajaran. ini sangat memotivasi siswa supaya kelompoknya menjadi pemenang.91 Keberhasilan tindakan siswa pada siklus II adalah 86.6% berada dalam keberhasilan baik. mereka sudah bekerja dengan serius baik itu dalam kerja kelompok maupun pribadi. Cuplikan wawancara dengan guru dan siswa seperti berikut ini. Dialog 4 Peneliti Annisa Peneliti Annisa Peneliti Annisa Peneliti Observer : “Annisa! Bagaimana menurutmu pembelajaran yang telah kita lakukan? : “Senang bu” : “Mengapa Senang?” : “Karena dengan belajar kelompok kami bisa saling membantu bu. : “ Apakah ibu merasa senang dengan menggunakan pendekatan ini?” : “ Ya senang!” biasanya saya harus mengajar sendiri. Informasi juga didapat melalui wawancara dengan guru (observer) dan siswa pada saat jam istirahat setelah pembelajaran selesai. : “Apakah kira-kira ada hal yang menarik dari pelaksanaan pembelajaran ini?” : “Ada. dengan dikelompokan seperti ini siswa bisa saling membantu.

juga terungkap bahwa guru (observer) senang menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman karena siswa gembira. (3) hasil membaca pemahaman siswa. 4. .92 Berdasarkan wawancara tersebut. Refleksi tindakan siklus pertama ini mencakup refleksi terhadap (1) perencanaan. (2) pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Refleksi Tindakan Siklus II Kegiatan refleksi dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru (observer) setiap pembelajaran berakhir. aktif. demikian pula halnya dengan menjawab pertanyaan yang disediakan. Tidak satupun kelompok yang tidak menuliskan gagasan utama yang ditugaskan. karena siswa sudah dua kali melaksanakan pembelajaran seperti ini. Di sini dibahas hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer. Peningkatan pelaksanaan pembelajaran siklus II ini tampak pada bagian berikut ini. dan saling membantu dalam belajar. Dalam menemukan gagasan utama. Mereka diberi kebebasan dalam mengungkapkan pikiran tentang gambar yang diamati. semua siswa ikut aktif mencarinya. Siklus kedua ini siswa sudah berani mengeluarkan pendapat. peneliti tidak lagi perlu mengeluarkan suara yang banyak. tetapi sudah ada peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. siswa tidak ragu-ragu lagi. walaupun tidak semua kelompok benar dalam menentukan gagasan utama tersebut. siswa merasa senang dengan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman. Dari wawancara tersebut.

Waktu pembangkitan skemata siswa cukup aktif. Terlaksananya kegiatan ini didukung oleh alat peraga yang cukup. (4) gambar putri kembali ke kahyangan.93 Dari hasil siklus II diketahui bahwa perencanaan pembelajaran membaca yang ditulis dan dilakukan 1x pertemuan dapat terlaksana dengan baik. Karena sudah dicobakan pada siklus I. Langkahlangkah KBMnya dapat dilaksanakan. Tugas mengamati gambar secara terperinci dapat dikerjakan siswa dalam lembar kerja yang disediakan. Gambar yang ditampilkan terdiri dari (1) gambar Raja berjalan di hutan. Pelaksanaannya sudah benar karena sesuai dengan prinsip dan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Saran guru (observer) lebih dalam meringkas lebih dijelaskan lagi oleh guru karena siswa agak mengalami kesulitan dalam meringkas. sesuai dengan langkah-langkah yang tertulis dalam perencanaan. (2) gambar Raja 7 orang bidadari di telaga. hasil interpretasi siswa sudah baik. hasilnya sudah memuaskan. Pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperati tipe STAD dapat dilakukan dengan baik. Dalam tahap prabaca. walaupun pengungkapannya beragam sesuai dengan persfektif masing-masing individu. Pada tahap saatbaca pelaksanaan pembelajaran sudah dilakukan dengan baik siswa diberi kesempatan membaca dalam hati dan mencocokkan hasil . membuat interpretasi umumnya bisa dilakukan siswa berdasarkan gambar yang diamati. sehingga mendukung pembangkitan skemata siswa. Pada tahap prabaca. penyampaian tujuan dan langkah-langkah pembelajaran sudah terlaksana dengan baik. (3) gambar raja dengan putri.

Perbandingan keberhasilan belajar siswa siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 4. pada siklus II meningkat menjadi 86. pada saat membaca pada umumnya siswa sudah membaca dalam hati. termotivasi dan juga menimbulkan kepuasan dalam belajar. Pada tahap pascabaca.94 interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. dalam melaporkan hasil diskusi terlaksana dengan baik. membuat ringkasan pada siklus I rata-rata nilai siswa 73.25 Membuat Ringkasan 73. hanya saja tidak semua kelompok mendapat giliran karena waktu terbatas.25 Siklus II Menjawab Pertanyaan 86. siswa merasa gembira. Silklus I dalam menjawab pertanyaan ratarata nilai siswa 70.25. Selesai diskusi praktisi mengadakan evaluasi untuk mengukur kemampuan pemahaman siswa dalam membaca. Selesai membaca dalam kelompok siswa mengerjakan LKS yang sudah dibagikan praktisi.0.13 Perbandingan Keberhasilan Membaca Siswa Siklus I Menjawab Pertanyaan 70.25 pada siklus II meningkat menjadi 86. Hal ini sudah sesuai dengan rencana yang sudah ditulis.0 Membuat Ringkasan 86.0.0 Berdasarkan tabel di atas terungkap bahwa keberhasilan membaca pemahaman mengalami peningkatan. .

Dalam menyusun rancangan pembelajaran tersebut ada beberapa komponen yang menjadi dasar penyusunannya. Perencanaan ini dibuat secara kolaboratif oleh peneliti dan guru kelas V SDN 22 . 7) evaluasi pembelajaran. Fokus pembahasannya adalah peningkatan kemampuan membaca pemahaman teks dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas kecamatan Padang Timur. 6) media pembelajaran. Pembahasan Pada bab ini dilakukan pembahasan hasil-hasil penelitian. 4) materi pembelajaran. komponen itu mencakup 1) standar kompetensi. dan penerapannya dalam pembelajaran membaca pemahaman dikelas V. Pembahasan didasarkan pada teori yang berkaitan dengan pendekatan kooperatif tipe STAD. Hal ini sesuai dengan Abdul (2006:21) bahwa guru harus mempersiapkan perangkat yang harus dilaksanakan dalam merencanakan program. I. 2) kompetensi dasar. 3) indikator. 5) kegiatan belajar mengajar.95 B. Pembahasan Siklus I Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman terungkap bahwa peneliti membuat rancangan pembelajaran sebelum melaksanakan pembelajaran dikelas.

Hasil penelitian pada siklus I. pengetahuan dan pengalaman siswa yang berkaitan denga isi bacaan yang akan dibacanya menjadi aktif dan siap digunakan untuk memaknai isi bacaan. kegiatan kurang berjalan dengan baik. tetapi pelaksanaannya kurang efektif. Waktu yang digunakan pada siklus I adalah 4x35 menit. gambar ditampilkan dengan jelas dan rinci. Selain untuk pembangkitan skemata. sedangkan pada siklus II dijelaskan dengan cara membaca satu paragraf dan menemukan gagasan utamanya. Perbedaan perencanaan yang ditulis peneliti antara siklus I dan siklus II terletak pada penentuan waktu pembelajaran. dengan pertamuannya dua kali. Semua butir di atas terdapat dalam rencana pembelajaran pada siklus I dan II. Dengan mengamati gambar secara bebas. Menginterpretasi gambar dapat dilakukan siswa dengan baik. gambar juga digunakan untuk menginterpretasi bacaan. pada siklus I gambar tentang banjir. sedangkan pada siklus II pertemuan dijadikan satu kali dengan waktu 3x35 menit. perubahan ini terjadi karena pada siklus I pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan rencana yang ditulis. Menemukan gagasan utama pada siklus satu hanya dijelaskan oleh peneliti. Pertemuan pertama skemata siswa terputus maka tindakan diperbaiki pada siklus II dengan menjadikan waktu satu kali pertemuan. sebab peneliti kurang membangkitkan skemata siswa dengan mengamati gambar. tetapi antara siklus I dan siklus II juga ada perbedaannya yaitu didasarkan pada hasil refleksi pelaksanaan tindakan dan dilengkapi pada pertemuan berikutnya. .96 Andalas Padang.

tahap saatbaca juga terungkap dalam panelitian. aktivitas tersebut dimaksudkan untuk melihat kembali kebenaran isi yang ditulis dalam tahap prabaca. senada dengan itu menurut Mohamad (2005:23) ”Tim dalam STAD merupakan sebuah klompok yang terdiri dari empat orang siswa yang mewakili heterogeninis kelas ditinjau dari kinerja dan jenis kelamin”. siswa dibagi secara heterogen. 2) mencocokan interpretasi dengan dengan bacaan yang diperoleh 3) penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan 4) belajar kelompok untuk menemukan gagasan utama. Kegiatan belajar kelompok kurang dapat dilakukan sesuai dengan semestinya. Kegiatan membaca dalam hati belum terlaksana dengan baik karena masih ada siswa yang membaca dengan berbisik. Untuk penggalian informasi pada tahap saatbaca dilakukan dengan belajar kelompok. . dan mau menerima perbedaan pendapat. mencocokkan interpretasi sudah dilakukan dengan baik. pada saat pembentukan kelompok.97 Sebagaimana tahap prabaca. dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain. Kegiatan mengisi LKS dapat berjalan dengan baik siswa bisa bekerja sama dengan baik. Kegiatan kelompok dimaksudkan untuk melatih siswa berbagi pengalaman dengan teman. dan siswa saling membantu dalam kelompoknya. Aktivitas pada tahap saatbaca sudah dilakukan dengan baik. Aktivitas penting yang dilakukan pada tahap saatbaca adalah 1) membaca dalam hati bacaan yang diperoleh. karena dalam pembagian kelompok siswa ribut mencari tempat duduknya masing-masing sehingga waktu lebih banyak habis untuk mebagi kelompok.

Kegiatan pada tahap pascabaca juga belum semuanya terlaksana. Hasil tes membaca pemahaman siswa menggambarkan prestasi belajar siswa. 5) memberikan penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi. melaporkan hasil diskusi ke depan kelas terlaksana dengan baik. karena waktu pertemuan sudah dijadikan satu kali pertemuan. . kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah 1) melaporkan hasil diskusi ke depan kelas. berada pada kulifikasi baik. tanggapan dari kelompok yang belum tampil belum terlaksana karena siswa masih malu-malu mengeluarkan pendapatnya. Pembahasan siklus II Pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD pada siklus II sudah berjalan dengan baik. Pemberian kuis terlaksana dengan baik tetapi pemberian penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi tidak bisa dilaksanakan pada siklus I. 4) memberikan kuis individual sebagai evaluasi. 3) meluruskan jawaban siswa yang dilakukan oleh peneliti sehingga siswa mengetahui jawaban yang benarnya supaya siswa lebih paham. karena waktu sudah habis. akibatnya siswa aktif merespon pembelajaran sehingga proses pembelajaran terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. II.98 Tahap pascabaca juga terungkap dalam pembelajaran.0. 2) kelompok yang belum tampil menanggapi. dan pada siklus II ini guru sudah menyampaikan tujuan dan tugas-tugas belajar secara rinci. Keberhasilan tes dapat diketahui dari rata-rata hasil belajar siswa siklus I yaitu 72.

dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain. 2) mencocokan interpretasi dengan dengan bacaan yang diperoleh 3) penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan 4) belajar kelompok untuk menemukan gagasan utama. Selain pembangkitan skemata gambar juga digunakan untuk memprediksi bacaan. Aktivitas pada tahap saatbaca sudah dilakukan dengan baik. Dengan mengamati gambar secara bebas. Pada siklus II gambar berkaitan dengan cerita Telaga Bidadari. Aktivitas penting yang dilakukan pada tahap saatbaca adalah 1) membaca dalam hati bacaan yang diperoleh. Gambar ditampilkan dengan jelas dan rinci. tahap saatbaca juga terungkap dalam panelitian. Untuk penggalian informasi pada tahap saatbaca dilakukan dengan belajar kelompok. dan mau menerima perbedaan pendapat. Sebagaimana tahap prabaca. pengetahuan dan pengalaman siswa yang berkaitan dengan isi bacaan yang akan dibacanya menjadi aktif dan siap digunakan untuk memaknai isi bacaan. siswa diberi kebebasan untuk mengamati gambar yang berkaitan dengan bacaan yang sudah disiapkan peneliti. Pada waktu pembangkitan skemata. Kegiatan membaca dalam hati terlaksana dengan baik. Kegiatan kelompok dimaksudkan untuk melatih siswa berbagi pengalaman dengan teman. pada saat pembentukan kelompok.99 Pembangkitan skemata sudah dilakukan peneliti dalam pembelajaran membaca pada siklus II yang dipaparkan pada bab IV. telah memenuhi standar yang dituntut. mencocokkan interpretasi sudah dilakukan dengan baik. siswa dibagi secara heterogen. aktivitas tersebut dimaksudkan untuk melihat kembali kebenaran isi yang ditulis dalam tahap prabaca. .

Kegiatan pada tahap pascabaca juga terlaksana dengan baik. Dari analisis penelitian pada siklus II nilai rata-rata kelas adalah 86. Kegiatan mengisi LKS dapat berjalan dengan baik siswa bisa bekerja sama dengan baik. Pemberian kuis terlaksana dengan baik dan pemberian penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi juga bisa dilaksanakan dengan baik. melaporkan hasil diskusi ke depan kelas terlaksana dengan baik. dan siswa saling membantu dalam kelompoknya.100 Kegiatan belajar kelompok berjalan dengan baik. tanggapan dari kelompok yang belum tampil sudah terlaksana karena siswa sudah berani mengeluarkan pendapatnya. 2) kelompok yang belum tampil menanggapi. siswa tidak ribut lagi mencari tempat duduknya masing-masing sehingga waktu bia digunakan seefisien mungkin. dan dapat dilakukan sesuai dengan semestinya. 4) memberikan kuis individual sebagai evaluasi. karena dalam pembagian kelompok tempat duduk siswa sudah diatur menurut kelompok. Hasil tes membaca pemahaman siswa menggambarkan prestasi belajar siswa. 5) memberikan penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi. . Tahap pascabaca juga teungkap dalam pembelajaran. 3) meluruskan jawaban siswa yang dilakukan oleh guru sehingga siswa mengetahui jawaban yang benarnya supaya siswa lebih paham. Berdasarkan hasil pengamatan siklus II yang diperoleh maka pelaksanaan siklus II sudah sangat baik dan guru sudah berhasil dalam usaha peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang.0. kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah 1) melaporkan hasil diskusi ke depan kelas.

Simpulan hasil penelitian berkaitan dengan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam peningkatan kemampuan membaca pemahaman bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. A.101 BAB V SIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini diuraikan tentang simpulan dan saran. Simpulan .

maka dapat dikemukakan beberapa saran yang dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran membaca di SD yaitu: .102 Penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman terbukti efektif karena pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan perancangan. Kemudian rencana disusun dengan memperhatikan proses pembelajaran. Rencana pelaksanaa pembelajaran sudah disusun secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas V SDN 22 Andalas Padang. Dalam pembelajaran membaca pemahaman menggunakan tahapan sebagai berikut : 1) tahap prabaca. 2) tahap saatbaca.0. dan evaluasi. yang terdiri dari 1) standar kompeensi. Rencana disusun berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Setelah dilakukan penelitian maka terjadi peningkatan kemampuan siswa memahami isi bacaan. Saran Dari hasil dan simpulan penelitian. disamping itu juga memperhatikan minat dan kebutuhan siswa .8. Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun berdasarkan program semester II. dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata membaca siswa pada siklus I yaitu 71. 3) tahap pascabaca. pelaksanaan. 4) kegiatan belajar mengajar. Jadi pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendektan kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami isi 101 bacaan. 2) kompetensi dasar. B. 5) media dan 6) evaluasi. 3) indicator. dan pada siklus kedua terjadi peningkatan menjadi 86. 4) materi pembelajaran.

103 1. Disarankan kepada guru kelas V SD atau guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang juga melakukan pembelajaran membaca pemahaman, agar dapat menggunakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran membaca pemahaman, salah satunya pendekatan kooperatif tipe STAD, karena dengan model ini pembelajaran yang dilakukan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. 2. Disarankan kepada guru sekolah dasar agar lebih meningkatkan cara membimbing siswa pada saat pembelajaran, khususnya pembelajaran membaca pemahaman untuk menemukan gagasan utama. 3. Disarankan kepada guru sekolah dasar agar lebih mengoptimalkan penggunaan media, agar pembelajaran membaca pemahaman yang dilaksanakan lebih bermakna.

DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Rosda Budi Prasetiyo. 2008. Peningkatan Pembelajaran Membaca pemahaman dengan metode STAD.(Online) http://groups.yahoo.com/group/jurnal/budi dowload tanggal 4/2/2008 Burhanuddin, dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Malang: Ar-Ruz Media Colin Rose. 2002. Accelerated Learning for the 21st Century. Cara Belajar Cepat Abad XXI. Bandung: Nuansa

104 Dawud. 2008. Peningkatan Kecepatan Efektif Membaca Dengan Teknik Trifokus Snyde. (Online) Http://www.ksdpum.web.id/jurnal/dawud.pdf dowload tangga l4/02/2008 Etin Solihatin, Raharjo. 2007. Cooperative Learning. Aksara Jakarta: PT Bumi

Farida Rahim. 2006. Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hendry Guntur Tarigan. 1994 Membaca Pemahaman. Bandung: Angkasa Raya. Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning, Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Ngalim Purwanto dkk. 2004. Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar. Bandung: Rosda Nurasma. 2006. Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Depdiknas. Nurhadi. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya Dalam KBK . Malang: IKIP MALANG Nurhadi 2005. Membaca Cepat dan Eefektif. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Mohamad Nur. (Pen) 2005. Pembelajaran Kooperatif Surabaya: LPMP Jawa Timur. Poerwadaminta.1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Ritawati Mahyuddin, Yetty Ariani. 2007. Tindakan Kelas. Padang: UNP Hand Out Metodologi Penelitian

Rochiati Wiriaatmadja. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rosda Karya 102 Saleh Abas. 2006. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif Di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas Soedarso. 2005. Speed Reading Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

105

Lampiran siklus I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas Alokasi Waktu A. Standar kompetensi Memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca pemahaman dan membaca puisi. : : : Bahasa Indonesia V/II 2 X Pertemuan

air sugai meluap. Kegiatan Belajar Mengajar Waktu 25 Menit Kegiatan Guru A. 2) Melakukan pembangkitan skemata siswa dengan Kegiatan Siswa Persentsi kelas 1) Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan lngkah-langkah pembelajaran. dan gambar . Materi Pokok Teks wacana “800 Rumah Warga Kota Padang Terendam Banjir” E. Indikator 1) 2) 3) Membaca wacana Menemukan gagasan utama tiap paragraf Menjawab pertanyaan sesuai dengan wacana 3) Menulis ringkasan wacana D. Kompetensi dasar Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan membaca pemahaman C. 2) Memperhatikan gambar hujan.106 B. Tahap prabaca Persentasi kelas 1) Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.

Pertemuan kedua. 5) Meminta siswa menginterpretasi gambar yang ada 45 Menit B.107 memperagakan gambar hujan. Tahap Saatbaca 6) Menugasi siswa membaca dalam hati 7) Menugasi siswa mencocokkan interpretasi tentang gambar dengan hasil bacaan yang sudah dibaca. 25 menit Pertemuan kedua 8) Menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan Kegiatan belajar kelompok 9) Membentuk kelompok siswa 10) Menugasi siswa mengisi lembar kerja siswa (LKS) 45 menit C. 8) Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan Kegiatan belajar kelompok 9) Siswa duduk berkelompok 10) Siswa mengisi LKS 6) Siswa membaca dalam hati 5) Siswa menginterpretasi gambar 3) Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya 4) Menginterpretasi gambar yang diamati banjir yang di peragakan guru . air sungai meluap dan banjir 3) Memfokuskan perhatian siswa kepada gambar 4) Mengarahkan siswa untuk menginterpretasikan gambar yang ada sesuai dengan skematanya. Tahap Pascabaca 7) Siswa mencocokan interpretasi tentang gambar yang diamati dengan bacaan yang baru diperoleh.

padang ekspres. 11) Masing-masing perwakilan kelompok menyajikan hasil kerjanya ke depan kelas. 13) Meluruskan jawaban siswa 14) Memberikan kesempatan bertanya dan mengambil kesimpulan bersama. .id/arc/2007/12/14/800-rumah-wargakota-padang-terendam-banjir 2) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia kelas IV SD. Sumber Dan Media.108 11) Meminta perwakilan kelompok menyajikan hasilnya kerjanya ke depan kelas 12) Meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. Media : 1) Gambar banjir 2) Teks bacaan “800 Rumah Warga Kota Padang Terendam Banjir” Pemberian kuis individual 15) Siswa duduk sendiri-sendiri 16) Siswa mengerjakan kuis individual Penghargaan tim 17) Siswa menerima penghargaan tim 13) Mendengarkan penjelasan guru.co. Sumber : 1) http://www. Pemberian kuis individual 15) Meminta siswa untuk duduk sendiri-sendiri 16) Memberikan kuis individual Penghargaan tim 17) Menghitung skor tim 18) Memberikan penghargaan tim F. 14) Menyimpulkan pelajaran 12) Kelompok yang belum tampil menanggapi.

109 G. dilihat dari hail kuis individual yang sudah dikerjakan siswa berdasarkan pendekatan kooperatif tipe STAD. Evaluasi Penilaian hasil Penilaian hasil yaitu dengan melihat hasil tes kemampuan membaca pemahaman siswa. Perhatikanlah petunjuk yang ada pada setiap bagian tugas yang harus dikerjakan! : Bahasa Indonesia : V/II Nama:………………………. Lampiran Siklus I Lembar Kerja SiswaSiklus I Mata Pelajaran Kelas/Semester Petunjuk 1. .

.. Tulislah nama pada tempat yang disediakan! Interpretasi pada prabaca 1.............. kamu lihat itu adalah Gambar 1…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 2…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 3…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 4…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 2..... akibat meluapnya sejumlah anak sungai.... terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50cm..... Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang dari Kamis sore hingga Jumat siang menyebabkan anak sungai Batang Kuranji meluap hingga membanjiri rumah warga di sekitarnya..... apakah ada persamaan gambar yang kamu lihat dengan bacaan yang baru kamu baca?... Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Dinas Kesejahteraan ...... Warga mencari tempat yang agak tinggi untuk mengungsi.110 2.. Sumatera Barat (Sumbar)..... ………………………………………………………………………………… Menurut pendapatmu interpretasi gambar yang 800 Rumah Warga Kota Padang Terendam Banjir Sekitar 800 rumah warga Kota Padang.." kata Ardi Syaf.... Banjir pada kali ini tidak ada korban jiwa tetapi warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kerjakan seluruh tugas pada tempat yang disediakan! 3........ Saat ini air yang menggenangi rumah penduduk juga mulai surut.. Setelah kamu membaca teks cerita..

Namun Pemda setempat telah menghimbau agar warga yang bermukim pada wilayah rawan bencana banjir untuk selalu waspada. Daerah yang terendam banjir di antaranya adalah. Kota Padang Setelah dilakukan peninjauan ke lokasi titik-titik rawan bencana banjir. warga dihimbau selalu waspada. warga yang telah diberitahu itu dapat bersiaga sebelum bencana datang. dan permukiman warga di Muaro Penjalinan. Namun kalau kondisi air tidak melebihi 100 cm. dan bisa mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan diri dan keluarganya kalau sewaktu-waktu terjadi bencana yang tidak diinginkan. seperti kawasan permukiman Lubuk Buaya. sejumlah perumahan di Siteba. diantaranya penduduk di sejumlah lokasi. Padang Selatan. Menurut warga di sana. di Padang. Karena itu. ternyata ratusan rumah penduduk banyak terendam air akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Padang dua hari ini. dan Kec. Kecamatan Naggalo. Padang Selatan.111 Sosial Penanggulangan Banjir dan Bencana. Kec. Lubuk Jaring. Koto Tengah. Simpang Kalumpang. bahkan hampir tiap akhir tahun rutin kebanjiran.Diharapkan. Lampiran siklus I LEMBAR KERJA SISWA Mata pelajaran Kelas/semester Nama Kelompok : Bahasa Indonesia : V/II : . mereka sering mengalami banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai itu. Kota Padang dan sekitarnya sejak Kamis sore hingga Jumat siang terus diguyur hujan. warga masih tidak khawatir karena memastikan air akan cepat surut. Kec. Nanggalo. Kec. khususnya mereka yang bermukim di kawasan rawan bencana. dengan intensitas sedang hingga lebat. termasuk rumah potong hewan di Kecamatan Koto Tangah ikut terendam pula.

. ……………………………………………………………………………........... 2…………................. Apa penyebab terjadinya banjir di kota Padang?. ……………………………………………………………………………. Tulislah gagasan utama/ide pokok paragraph kedua!.......... Sebelum menjawab pertanyaan di bawah ini baca teks wacana terlebih dahulu! Soal 1................. 5.............................. …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 4.............................112 Anggota 1…………. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat . ……………………………………………………………………………......... Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraf pertama?......... Berapa jumlah paragraf wacana di atas?... 2. Lampiran Siklus I Kuis Individual Nama:…………………….......................... 4…………............................ 3.......... 3…………..... …………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………........................................ Apa judul wacana di atas?.........

Tulislah ringkasan wacana 800 Rumah warga kota Padang Terendam banjir! Lampiran siklus II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas Alokasi Waktu :Bahasa Indonesia :V/II :1 X Pertemuan .113 No 1 Bobot 10 Soal Di kota mana terjadinya banjir? 2 25 Tulislah gagasan utama pada paragraph ketiga! 3 10 Apakah ada korban jiwa pada wacana bencana banjir yang kamu baca? 4 25 Mengapa Pemda menghimbau masyarakat yang berada dititik rawan untuk selalu waspada? 5 30 Apa yang akan kamu lakukan jika di daerah tempat tinggalmu terjadi banjir? Tuliskan alasan jawabanmu! Meringkas bacaan 1.

Tahap Prabaca Persentasi kelas 1. Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. Kompetensi dasar Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan membaca pemahaman C.114 A. Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan lngkah-langkah pembelajaran. Tahap Prabaca Persentasi kelas 1. Kegiatan Siswa A. . B. membaca pemahaman dan membaca puisi. Standar kompetensi Memahami teks dengan membaca teks percakapan. Kegiatan Pembelajaran Waktu 15 menit Kegiatan Guru A. Maeri Pokok Teks cerita “Telaga Bidadari” E. Indikator 1) 2) 3) 4) Membaca wacana Menemukan gagasan utama tiap paragraf Menjawab pertanyaan sesuai dengan wacana Menulis ringkasan wacana D.

Memfokuskan perhatian siswa kepada gambar 4. Tahap Pascabaca 9. Tahap Saatbaca 6. skematanya Mengint erpretasi gambar yang diamati Memper hatikan gambar sesuai dengan 2. 3. Siswa mencocokan interpretasi tentang gambar yang diamati dengan bacaan yang baru diperoleh. Melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memperagakan gambar Telaga Bidadari 3. 7. Menugasi siswa mencocokkan interpretasi tentang gambar dengan hasil bacaan yang sudah dibaca.115 2. menginterpretasi gambar Siswa 4. Meminta siswa menginterpretasi gambar yang ada 40 menit B. Siswa mengisi LKS 8. Meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya 15 menit C. 5. membaca dalam hati Siswa 5. 8. Menden garkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan Kegiatan belajar kelompok Siswa B. Menugasi siswa mengisi lembar kerja siswa (LKS) 11. Tahap Saatbaca 6. duduk berkelompok 10. 7. Memperhatikan gambar Telaga Bidadari yang di peragakan guru . Menugasi siswa membaca dalam hati . Mengarahkan siswa untuk menginterpretasikan gambar yang ada sesuai dengan skematanya. Menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan Kegiatan belajar kelompok 9. Membentuk kelompok siswa 10.

Sumber : 5) Buku paket bahasa Indonesia kelas V 6) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia kelas IV SD. 11. Sumber Dan Media. Meluruskan jawaban siswa 15. Siswa menerima penghargaan tim Pemberian kuis individual 16. Mendengarkan penjelasan guru. Memberikan kesempatan bertanya dan mengambil kesimpulan bersama. 13. Meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. Masing-masing perwakilan kelompok menyajikan hasil kerjanya ke depan kelas. . 12. Siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. Memberikan kuis individual Penghargaan tim 18. Pemberian kuis individual 16. Menghitung skor tim 19. Siswa mengerjakan kuis individual Penghargaan tim 18. Siswa duduk sendiri-sendiri 15. Kelompok yang belum tampil menanggapi. Meminta siswa untuk duduk sendiri-sendiri 17. F. Meminta perwakilan kelompok menyajikan hasilnya kerjanya ke depan kelas 13. 14. Menyimpulkan pelajaran 14.116 12. Memberikan penghargaan tim 17.

Lampiran siklus II Lembar Kerja Siswa Mata Pelajaran Kelas/Semester : Bahasa Indonesia : V/II .117 Media : 3) Gambar “Telaga Bidadari’ 4) Teks cerita “Telaga Bidadari’ G. dilihat dari hasil kuis individual yang sudah dikerjakan siswa berdasarkan pendekatan kooperatif tipe STAD. Evaluasi Penilaian hasil Penilaian hasil yaitu dengan melihat hasil tes kemampuan membaca pemahaman siswa.

.....118 Nama:……………………… Petunjuk 1.. Setelah kamu membaca teks cerita.............. Kerjakan seluruh tugas pada tempat yang disediakan! 3.. Tulislah nama pada tempat yang disediakan! Interpretasi pada prabaca 1........... Perhatikanlah petunjuk yang ada pada setiap bagian tugas yang harus dikerjakan! 2. Menurut pendapatmu interpretasi gambar yang kamu lihat itu adalah Gambar 1…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 2…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 3…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 4…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 2.. Telaga Bidadari ...... apakah ada persamaan gambar yang kamu lihat dengan bacaan yang baru kamu baca?....... …………………………………………………………………………………....... …………………………………………………………………………………...........

Putri Bungsu masih ragu menerima uluran tangan Datu Awang Sukma. Awang Sukma berkeliling daerah kekuasaannya dan sampailah ia di sebuah telaga yang jernih dan bening. Datu Awang Sukma segera keluar dari persembunyiannya. Tetapi ia pun sangat sayang pada suaminya." gumam Datu Awang Sukma." bujuk Datu Awang Sukma. "Mungkinkah mereka itu para bidadari?" pikir Awang Sukma. Awang Sukma mengembara sampai ke tengah hutan belantara. para putri terkejut dan segera mengambil selendang masing-masing. dinda mohon peliharalah Kumalasari dengan baik. seru Putri Bungsu. Salah satu selendang tersebut terletak di dekat Awang Sukma. Saat itu. Betapa terkejutnya Awang Sukma ketika melihat ada 7 orang gadis cantik sedang bermain air. Ternyata hutan ini menyimpan keindahan yang luar biasa. Ia tertegun melihat aneka macam kehidupan di dalam hutan. Awang Sukma diangkat menjadi penguasa daerah itu dan bergelar Datu. "Jangan takut tuan putri. Berbagai jenis burung dan serangga hidup dengan riangnya. Perasaan kesal dan jengkel tertuju pada suaminya. ternyata ada salah seorang putri yang tidak menemukan pakaiannya. ada seorang pemuda yang tampan dan gagah. Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya sambil menggendong bayinya. Namun karena tidak ada orang lain maka tidak ada jalan lain untuk Putri Bungsu kecuali menerima pertolongan Awang Sukma. Ia telah ditinggal oleh keenam kakaknya. Ia bernama Awang Sukma. Ia membangun sebuah rumah pohon di sebuah dahan pohon yang sangat besar. "Hmm. ini kesempatan yang baik untuk mendapatkan selendang di pohon itu. alangkah indahnya telaga ini. Di sela-sela tumpukan batu yang bercelah. "Apa kira-kira isinya ya?" pikir Putri Bungsu. bertebaran di sekitar telaga. Putri Bungsu berusaha mengusir ayam tersebut. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah bumbung bambu yang tergeletak di bekas kaisan ayam. Tujuh gadis cantik itu tidak sadar jika mereka sedang diperhatikan dan tidak menghiraukan selendang mereka yang digunakan untuk terbang. Ketika bumbung dibuka. Kehidupan di hutan rukun dan damai. Telaga tersebut terletak di bawah pohon yg rindang dengan buah-buahan yang banyak. Keesokan harinya. Setahun kemudian lahirlah seorang bayi perempuan yang cantik dan diberi nama Kumalasari. Akhirnya Putri Bungsu membulatkan tekadnya untuk kembali ke kahyangan. Ia merasa bahagia berada di dekat seorang yang tampan dan gagah perkasa. pada suatu hari seekor ayam hitam naik ke atas lumbung dan mengais padi di atas permukaan lumbung." gumam Datu Awang Sukma. ketika Datu Awang Sukma sedang meniup serulingnya. "Ini selendangku!." katanya dalam hati. Demikian juga dengan Putri Bungsu. Putri Bungsu terkejut dan berteriak gembira. "Wah. Namun. Datu Awang Sukma sangat mengagumi kecantikan Putri Bungsu. "Kanda. Selendang itu pun didekapnya erat-erat. Setelah lama tinggal di hutan. hamba akan menolong asalkan tuan putri sudi tinggal bersama hamba. ia mendengar suara riuh rendah di telaga. Ketika ketujuh putri tersebut ingin terbang. Mendengar suara dedaunan.119 Dahulu kala. "Kini saatnya aku harus kembali!. Datu Awang Sukma mengintip ke arah telaga. Kehidupan keluargaDatu Awang Sukma sangat bahagia. Datu Awang Sukma terpana melihat kejadian itu. Ia langsung mendekat dan minta maaf atas tindakan yang tidak terpuji yaitu menyembunyikan selendang Putri Bungsu. Datu Awang Sukma menyadari bahwa perpisahan tidak bisa dielakkan. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi suami istri." kata . Sebulan sekali.

120 Putri Bungsu kepada Datu Awang Sukma." ujar Putri Bungsu. . ambillah tujuh biji kemiri. Pasti dinda akan segera datang menemuinya. dan masukkan ke dalam bakul yang digoncang-goncangkan dan iringilah dengan lantunan seruling." Pandangan Datu Awang Sukma menerawang kosong ke angkasa. Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya dan seketika terbang ke kahyangan. "Jika anak kita merindukan dinda. Datu Awang Sukma menatap sedih dan bersumpah untuk melarang anak keturunannya memelihara ayam hitam yang dia anggap membawa malapetaka.

.121 Lampiran Siklus II Lembar Kerja Siswa Mata pelajaran Kelas/semester Nama Kelompok Anggota : Bahasa Indonesia : V/II : 1…………………………. Diskusikanlah jawaban pertanyaan berikut dengan teman kelompokmu! 2....... Tulislah gagasan utama/ide pokok paragraph 1…………………………… …………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………... Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraph 2……………………… …………………………………………………………………………… … …………………………………………………………………………… … …………………………………………………………………………… … 4. ……………………………………………………………………………. 2…………………………. Tulislah nama anggota kelompokmu pada tempat yang telah disediakan! 3... …………………………………………………………………………….. Apa judul tek cerita di atas? Isinya menceritakan tentang apa?..... ……………………………………………………………………………... 4…………………………. Sebelum menjawab pertanyaan dibawah ini bacalah teks cerit terlebih dahulu! Soal 1.. Petunjuk! 1.. 3. 2... Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraph 3……………………… …………………………………………………………………………… … . …………………………………………………………………………….. 3………………………….

............................................. 6........ …………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………........ …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….............. Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraph 5 …………………………………………………………………………… …....122 …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….......... ........... Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraph ……………………….................. …………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………….. 5.

............ ............................................................... ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………........................................................................................................................................ ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… Bagaimana menurut pendapatmu kalau menyembunyikan barang milik orang lain? tulis alasan jawaban kamu! 2 20 3 20 4 20 5 30 Meringkas 1............................................................................................... Mengapa Putri Bungsu tidak bisa terbang bersama kakak-kakaknya? ……………………………………………………………………................................... ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………...........123 Lampiran Siklus II Kuis Individual Nama……………………… Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! No Bobot 1 10 Soal Siapa nama pemuda yang hidup di tengah hutan?........................................... ................................................................... Tulislah tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh Datu Awang Sukma!...................... ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………......... Mengapa putri Bungsu bisa kembali ke kahyangan?........................ Tulislah ringkasan cerita Telaga Bidadari dengan kalimat kamu sendiri! Format Pencatatan Lapangan Siklus I (Untuk Guru) ..................... ……………………………………………………………………… ………...................................................

124

Kegiatan Guru 1. Tahap Prabaca a. Apakah guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran? b. Apakah guru memperagakan gambar? c. Apakah guru memfokuskan perhatian siswa pada gambar? d. Apakah guru mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar? e. Apakah guru meminta siswa menginterpretasi gambar? 2. Tahap Saatbaca a. Apakah guru menugasi siswa membaca dalam hati teks cerita? b. Apakah guru menugasi siswa mencocokkan interpretasi dengan bacan yang baru diperoleh? c. Apakah guru menyajikan konsep gagasan utama? d. Apakah guru membentuk kelompok siswa? e. Apakah guru menugasi siswa belajar kelompok? 3. Tahap Pascabaca a. Apakah guru menugasi siswa membacakan hasil diskusinya ke depan kelas? b. Apakah guru meminta kelompok lain menanggapi? c. Apakah guru meluruskan jawaban siswa? d. Apakah guru memberikan kuis? e. Apakah guru memberikan penghargaan tim?

Ada

Tidak

Padang, 12 Mai 2008 Obsever Marta Era Yanti

Format Pencatatan Lapangan. (Untuk Siswa)

125 Kegiatan Siswa 1. Tahap Prabaca a. Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran b. Memperhatikan gambar yang diperagakan guru c. Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya d. Mendengarkan penjelasan guru
e. Menginterpretasi gambar

Ada

Tidak

2. Tahap Saatbaca 6. Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik 7. Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh 8. Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan 9. Duduk berkelompok 10. Mengisi LKS yang telah disediakan 3. Tahap Pascabaca 11. Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 12. Tanggapan dari kelompok yang belum tampil 13. Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran 14. Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis 15. Menerima penghargaan tim Padang, 12 Mai 2008 Obsever Marta Era Yanti

Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Guru Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V

126

Tahap Pembelajaran Prabaca 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. 2. 3. 4. 5.

Kualifikasi Deskriptor Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran Memperagakan gambar Memfokuskan perhatian siswa pada gambar Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar Meminta siswa menginterpretasi gambar Menugasi siswa membaca dalam hati Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh Penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan Membentuk kelompok siswa Meminta siswa mengisi LKS yang telah disediakan Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Meminta kelompok lain menanggapi Meluruskan jawaban siswa dan mengambil kesimpulan Meminta siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis Memberikan penghargaan
SB B C K SK

Saatbaca

Pascabaca

Keterangan SB = sangat baik, skor 5, B = baik, skor 4, C = cukup, skor 3, K = kurang, skor 2, SK = sangat kurang, skor 1
Penentuan skor = jumlah skor yang diperoleh x100% = ………… jumlah skor maksimal

Setiap tahapan pembelajaran terdiri dari lima descriptor. Descriptor yang ada pada masing-masing unsur tahapan pembelajaran memiliki bobot yang sama. Dikatakan sangat baik apabila lima descriptor muncul. Kualifikasi baik apabila empat descriptor muncul. Kualifikasi cukup apabila tiga descriptor muncul. Kualifikasi kurang apabila dua descriptor muncul. Kualifikasi sangat kurang apabila satu descriptor muncul.

Tabel 3.3 Penilaian Keberhasilan Tindakan Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Siswa Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V

SK = sangat kurang. K = kurang. B = baik. Instrumen Wawancara Dengan Siswa . skor 3. skor 2. Descriptor yang ada pada masing-masing unsur tahapan pembelajaran memiliki bobot yang sama. skor 5. Kualifikasi baik (B) apabila empat descriptor muncul. Kualifikasi cukup (C) apabila tiga descriptor muncul. C = cukup. skor 4.127 Tahap Pembelajaran Prabaca 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Deskriptor SB Kualifikasi B C K SK Saatbaca Pascabaca Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran Memperhatikan gambar yang diperagakan guru Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya Mendengarkan penjelasan guru Menginterpretasi gambar Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan Duduk berkelompok Mengisi LKS yang telah disediakan Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Tanggapan dari kelompok yang belum tampil Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis Menerima penghargaan tim Keterangan SB = sangat baik. Kualifikasi (K) kurang apabila dua descriptor muncul. skor 1 Penentuan skor = jumlah skor yang diperoleh x100% = ………… jumlah skor maksimal Setiap tahapan pembelajaran terdiri dari lima descriptor. Dikatakan sangat baik (SB) apabila lima descriptor muncul. Kualifikasi sangat kurang (SK) apabila satu descriptor muncul.

Apakah kamu pernah belajar membaca dengan mengamati gambar terlebih dahulu? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 3. Menurutmu. mana yang lebih mudah memahami bacaan dengan langkahlangkah yang telah kita lakukan dari pada belajar seperti biasa? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………… . Apakah Kamu senang belajar membaca dengan berkelompok? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 6. Apakah siswa senang belajar dengan cara seperti ini? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 2. Langkah mana yang menurut kamu sulit dalam menyelesaikan LKS? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 5.128 Nama Siswa Kelas/Semester : : Pertanyaan yang akan diajukan kepada siswa adalah sebagai berikut: 1. Apakah kamu pernah sebelum membaca menginterprestasi gambar? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 4.

129 7. Apakah menurut kamu pembelajaran tadi menyenangkan? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… FOTO-FOTO PENELITIAN Praktisi Persentasi Kelas . Apa manfaat yang dapat kamu peroleh dari belajar membaca? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 9. Kesulitan apa saja yang kamu rasakan selama belajar membaca dengan langkah-langkah yang telah kita lakukan? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 10. Bagaimana kesanmu selama belajar dengan langkah-langkah yang telah kita lakukan? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 8.

130 SiswaBekerja Kelompok Praktisi melihat siswa kerja kelompok .

131 Perwakilan Kelompok Menyajikan hasil kelompok ke depan Kelas Siswa Mengerjakan Kuis Individual .

132 Perwakilan Kelompok Menerima Penghargaan Tim .

133 Media Pada Siklus I Media Pada Siklus II .

134 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful