You are on page 1of 25

BUKU PANDUAN KERJA

KETERAMPILAN KLINIK
BLOK ONKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA 2013


1

BUKU PANDUAN KERJA

KETERAMPILAN KLINIK BLOK ONKOLOGI

ISI BUKU

1. Pemeriksaan Payudara

2. Pemeriksaan Palpasi Limfe

3. Pengambilan bahan Pemeriksaan dan Pembuatan Preparat Pap Smear

BUKU PANDUAN KERJA

KETERAMPILAN PEMERIKSAAN PAYUDARA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA 2013


3

KETERAMPILAN KLINIK PEMERIKSAAN PAYUDARA (DIAGNOSIS DINI KANKER PEYUDARA)


TUJUAN PEMBELAJARAN :
Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan payudara secara baik dan benar.

SASARAN PEMBELAJARAN:
Setelah mendapat pelatihan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan : 1. Mampu menyebutkan kapan dan siapa saja yang harus melakukan pemeriksaan payudara resiko tinggi. 2. Mampu melakukan sadari (pemeriksaan payudara sendiri) dan mengajarkannya ke masyarakat. 3. Mampu menyebutkan apa yang harus dicari /dilacak pada pemeriksaan sadari 4. Mampu melakukan inspeksi dan palpasi untuk mendiagnosis dini kanker payudara. 5. Mampu menyebutkan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis kanker payudara.

MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN:


1. Buku panduan peserta skill lab sistim onkologi 2. Boneka mankin dewasa.

INDIKASI :
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) diperiksa secara rutin setiap bulan, seminggu setelah menstruasi dimulai umur 20 tahun
4

DESKRIPSI KEGIATAN
Kegiatan Waktu Deskripsi

Pengantar Demonstrasi singkat tentang SADARI Praktek SADARI (Pemeriksaan payudara sendiri) Praktek diagnosis dini kanker payudara

5 menit 5 menit

1. Perkenalan, mengatur posisi duduk mahasiswa 2. Penjelasan singkat tentang prosedur kerja, peran masing-masing mahasiswa dan alokasi waktu. 1. Seluruh mahasiswa melihat demonstrasi cara SADARI pada model 2. Diskusi singkat bila ada yang kurang dimengerti. 1. Mahasiswa mempraktekkan SADARI 2. Instruktur memperhatikan dan memberikan bimbingan bila mahasiswa kurang sempurna melakukan praktek. 3. Instruktur berkeliling diantara mahasiswa dan melakukan supervisi 1.Mahasiswa mempraktekkan Pemeriksaan payudara : 2. Instruktur memperhatikan dan memberikan bimbingan bila mahasiswa kurang sempurna melakukan praktek. 3. Instruktur berkeliling diantara mahasiswa dan melakukan supervisi 1. Mamografi - Teknik Mamografi - Posisi pengambilan foto - Cara penilaian foto - Bi-rads 2 . FNA / Biopsi insisi / eksisi - Teknik FNA/ Biopsi insisi/ biopsi - Cara pemeriksaan sitologi - Penilaian sitologi/histopatologi 1. Diskusi tentang kesan mahasiswa terhadap praktek pemeriksaan payudara 2. Mahasiswa memberikan saran atau koreksi tentang jalannya praktek hari itu. Instruktur mendengar dan memberikan jawaban. 3. Instruktur mejelaskan penilaian umum tentang jalannya praktek pemeriksaan payudara : apakah secara umum berjalan baik, apakah ada sebagaian mahasiswa yang masih kurang. Bila perlu mengumumkan hasil masing-masing mahasiswa.

10 menit

10 menit

Praktek Pemeriksaan Penunjang

10 menit

Diskusi

10 menit

Total waktu

50
5

menit

PENUNTUN PEMBELAJARAN PEMERIKSAAN PAYUDARA (DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA)


(digunakan oleh Peserta)
Beri nilai untuk setiap langkah klinik dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: 1. Perlu perbaikan: langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar dan atau tidak sesuai urutannya, atau ada langkah yang tidak dilakukan. 2. Mampu: Langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya, tetapi tidak efisisen 3. Mahir: Langkah-langkah dilakukan dengan benar, sesuai dengan urutan daan efisien. TS Tidak Sesuai: Langkah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan

No A.

LANGKAH KLINIK MELAKUKAN PEMERIKSAAN SADARI


Berdiri di depan cermin dengan posisi : a. kedua tangan menekan punggung b. kedua tangan diangkat lurus ke atas Inspeksi yang diperhatikan adalah : a. apakah kedua payudara simetris (jarak kedua puting susu ke garis tengah tubuh sama kiri dan kanan) b. apakah ada retraksi papila c. apakah ada perubahan warna kulit payudara d. apakah ada benjolan, cekukan atau kulit seperti kulit jeruk di payudara. Palpasi : memencet papila dengan ibu jari dan telunjuk untuk melihat apakah ada keluar cairan

KASUS

Periksa semua kelengkapan alat

B.
1. 2. 3. 4.

P ERSIAPAN PEMERIKSAAN
Ucapkan salam dan memperkenalkan diri Mintalah penderita untuk duduk Ciptakan suasana yang menyenangkan Tanyakan identitas lengkap penderita dan keluhan utamanya

5. 6.

Jelaskan prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan pada penderita Pemeriksa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

C.

MELAKUKAN PEMERIKSAAN
Inspeksi:perhatikan a. Simetris b. Retraksi papila c. Dimpling d. Peau deorange e. Warna kulit/pelebaran vena f. Ulkus g. Lecet pada areola mamma h. Benjolan i. Satelit Palpasi a. Lokasi b. Ukuran/jumlah tumor
7

c. Konsistensi d. Perlengketan ke jaringan sekitar e. Permukaan tumor (licin/berbenjol) f. Nyeri g. Pembesaran kelenjar axilla, supra dan infraklavikuler Mamografi a. Teknik Mamografi b. Posisi pengambilan foto c. Cara penilaian foto d. Bi-rads FNA / Biopsi insisi / eksisi a. Teknik FNA/ Biopsi insisi/ biopsi b. Cara pemeriksaan sitologi

D 1 2 3 4

SELESAI PEMERIKSAAN Jelaskan hasil pemeriksaan kepada penderita Ucapkan terima kasih dan salam ke pada penderita Persilahkan penderita keluar ruangan Pemeriksa mencuci tangan dengan air dan sabun cair

BUKU PANDUAN KERJA

KETERAMPILAN PEMERIKSAAN PALPASI KELENJAR LIMFA LEHER

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA 2013


9

PENUNTUN PEMBELAJARAN
KETERAMPILAN PALPASI KELENJAR LIMFA LEHER

PENDAHULUAN
Palpasi kelenjar leher adalah bagian dari pemeriksaan fisis yang digunakan untuk mengetahui sifat-sifat dari suatu massa yang terdapat pada leher dengan jalan melakukan perabaan dengan saksama. Pemeriksaan ini dilakukan setelah inspeksi. Dengan melakukan palpasi yang benar maka dapat diketahui letak dari pembesaran kelenjar/massa, bagaimana konsistensinya lunak, fluktuasi, kenyal atau padat; berapa ukurannya; melekat dengan struktur disekitarnya, apakah nyeri atau tidak; apakah tunggal atau multiple.

INDIKASI
Untuk mengetahui sifat-sifat dari suatu pembesaran kelenjar limfa massa pada leher yang mana sangat berhubungan dengan suatu tumor ganas maupun jinak atau suatu infeksi.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu melakukan palpasi kelenjar atau massa pada leher dengan benar dan tepat.

SASARAN PEMBELAJARAN
1.Mahasiswa mampu mempersiapkan penderita dalam rangka pemeriksaan palpasi kelenjar limfa leher. 2.Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan palpasi kelenjar limfa dengan benar. 3.Mahasiswa mampu menentukan sifat-sifat pembesaran kelenjar limfe leher. 4.Mahasiswa dapat menginterpretasi pembesaran kelenjar limfa leher. 5. Mahasiswa mampu menentukan apakah pemebesaran kelenjar leher lateral merupakan keganasan, infeksi akut, tbc kelenjar atau kelainan congenital

MEDIA DAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN


1. Buku panduan skill lab 2. Daftar panduan skill lab 3. Gambar/ slide cara palpasi kelenjar limfe leher 4. Alat tulis menulis / spidol 5. Foto-foto kasus pembesaran kelenjar limf leher
10

METODE PEMBELAJARAN
1. Demonstrasi dan alih ketrampilan 2. Diskusi 3. Daftar tilik dengan sistem skor

DESKRIPSI KEGIATAN KEGIATAN


1. Pengantar 2. Persiapan

WAKTU DESKRIPSI
5 menit 10 menit Pengantar skill lab a. Mengatur posisi duduk mahasiswa. b. Merpersiapkan model c. Dosen memberikan penjelasan hal-hal yang penting d. Memberikan kesempatan mahasiswan untuk bertanya. e. Semua media dan alat sudah disiapkan f. Menjelaskan jalanya skill lab dan menyampaikan berkumpul kembali untuk interpretasi hasi melalui audiovisual a. Mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok b. Disampaikan setiap mahasiswa melakukan palpasi kelenjar limf leher c. Diperlukan mentor untuk menmgamati setiap mahasiswa d. Siapkan audio visual di ruangan tertentu/terpisah

3. Persiapan praktek

10 menit

4. Pelaksanaan palpasi kelenjar limf leher

15 menit

a. Persiapan penderita b. Persiapan posisi penderita c. Melakukan palpasi kelenjar limf leher f. Pembacaan hasil d. Interpretasi hasil. a. Apa yang dirasakan mudah dan yg sulit? b. Mahasiswa menyimpulkan hasil palpasi kelenjar limf leher yang telah dilakukan c. Instruktur menjelaskan apa yg kurang jelas d. Instruktur menjawab pertanyaan. e. Instruktur menyimpulkan semua hal tentang palpasi kelenjar limf leher

5. Diskusi/curah pendapat

10 menit

Total waktu

50 menit

11

PENUNTUN PEMBELAJARAN PALPASI KELENJAR LIMFA LEHER SISTEM ONKOLOGI


( Digunakan oleh Peserta )

Beri nilai untuk setiap langkah klinik dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : 1. Perlu perbaikan : langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar dan tidak sesuai urutannya atau ada langkah yang dihilangkan 2. Mampu : Langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya, tetapi tidak efisien 3. Mahir : Langkah-langkah dilakukan benar, sesuai dengan urutannya dan efisien TS Tidak Sesuai : Langkah tidak perlu dikerjakan karena tidak sesuai dengan keadaan

NO LANGKAH KEGIATAN A 1 2 3 4 5 ANAMNESIS & PERKENALAN


Ucapkanlah salam dan perkenalkanlah diri anda pada klien. Tanyakanlah identitas lengkap penderita dan keluhan utamanya Ciptakanlah suasana yang menyenangkan Jelaskanlah prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan pada penderita Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir

KA SU

12

B 6 7 8 9

B. PEMERIKSAAN KELENJAR LIMFE Dengan sopan persilahkanlah penderita duduk tegak menghadap penderita Berdirilah didepan atau dibelakang penderita Palpasi dilakukan secara sistematis, dimulai pada daerah yang diindikasi oleh pemeriksaan inspeksi. Palpasi kelenjar limf submental dan submandibular yaitu pemeriksa berada di belakang penderita kemudian palpasi dilakukan dengan kepala penderita condong ke depan sehingga ujung jari-jari meraba di bawah tepi mandibula. Kepala dapat dimiringkan dari satu sisi kesisi yang lain sehingga palpasi dapat dilakukan pada kelenjar yang superficial maupun yang profunda.Dapat juga dilakukan palpasi bimanual dari luar dan dalam mulut. Gambar 2,3,4. Palpasi rantai kelenjar jugularis dapat dimulai di uperficial dengan melakukan penekanan ringan dengan menggerakan jari-jari sepanjang m.sternocleido mastoideus. Pada palpasi yang lebih dalam, ibu jari ditekan di bawah m. Sternocleido mastoideus pada kedua sisi sehingga dapat dipalpasi kelenjar yang terdapat di sub atau retro dari muskulus ini. Bila pemeriksaan ini negatip atau meragukan, maka pemeriksa harus berdiri dibelakang penderita kemudian ibu jari digunakan untuk menggeser m. Sternocleido mastoideus ke depan sementara jari yang lain meraba pada tepi anterior muskulus tersebut. Perabaan secara bilateral dan simultan selalu dianjurkan untuk menilai perbedaan antara kedua sisi. Palpasi kelenjar leher ini agak sulit pada orang gemuk, leher pendek dan leher yang berotot, terutama bila kelenjarnya masih kecil. Gambar 5,6,7. Palpasi kelenjar limfa asesorius dilakukan dengan menekan ibu jari pada tepi posterior m. trapezius ke depan dan jari-jari ditempatkan pada permukaan anterior muskulus ini. Gambar 8 Palpasi kelenjar limfa supraklavikular dapat dilakukan dengan duduk di depan atau berdiri dibelakang penderita dimana jari-jari digunakan untuk palpasi fosa supraklavikular. Gambar 9,10.

1 2 3

10

11

12

13

C 13 14 15 16

SELESAI PEMERIKSAAN
Jelaskanlah hasil pemeriksaan kepada penderita Ucapkanlah terima kasih dan salam ke pada penderita Lakukanlah perpisahan dengan klien sambil memberinya harapan Cucilah tangan dengan air dan sabun cair

14

Fig. Bimanual palpation of the submental region. This allows comparison between the two sides

Fig. Combined external and endoral palpation of the submandibular region

15

Fig. Palpation of the jugulodigastric chain

16

BUKU PANDUAN KERJA

KETERAMPILAN PEMERIKSAAN IVA & PEMBUATAN PREPARAT PAP SMEAR

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA 2013

17

KETERAMPILAN PEMERIKSAAN IVA PEMBUATAN PAP SMEAR

PENDAHULUAN
IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam asetat adalah pemeriksaan yang pemeriksanya mengamati serviks yang diberi asam asetat/asam cuka 3-5% secara inspekulo dan dilihat dengan penglihatan mata langsung ( mata telanjang ). Pemeriksaan Pap smear merupakan porsedur klinik untuk memeriksa sel yang berasal dari serviks. Tujuan utama dari pemeriksaan ini untuk menilai adanya perubahan sel yang abnormal yang mungkin berasal dari kanker serviks atau sebelum berkembang menjadi kanker (lesi prakanker). Untuk pememriksaan ini diperlukan bahan pemeriksaan yang diambil dari serviks.

INDIKASI
Riwayat keputihan Riwayat perdarahan kontak Tumor pelvik Pemeriksaan rutin untuk penapisan awal

TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada akhir pembelajaran ini, mahasiswa akan mampu untuk melakukan pemeriksaan IVA & Pap smear dengan benar

MEDIA DAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN :


1. Penuntun Belajar untuk pemeriksaan IVA dan Pap smear 2. Kapas dan larutan antiseptik, spekulum cocor bebek (Graves speculum), spatula ayre, kapas lidi, gelas objek, kasa, meja instrumen, lampu sorot, sarung tangan, sabun dan wastafel/air bersih untuk cuci tangan, handuk bersih dan kering. 3. Kertas,pena dan kartu ibu.

18

METODE PEMBELAJARAN :
Demonstrasi kompetensi sesuai dengan penuntun belajar

DESKRIPSI KEGIATAN
Kegiatan 1. Pengantar 2. Bermain Peran Tanya Waktu 2 menit 30 menit Deskripsi Pengantar Mengatur posisi duduk mahasiswa 2. Dua orang dosen memberikan contoh bagaimana cara melakukan Pemeriksaan IVA & Pap smear, satu orang dosen sebagai penolong dan yang lain sebagai ibu / pasien. Mahasiswa menyimak / mengamati peragaan dengan menggunakan Penuntun Belajar 3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya dan dosen memberikan penjelasan tentang aspek-aspek yang penting 1. Mahasiswa dibagi menjadi pasang-pasangan. Seorang mentor diperlukan untuk mengamati 3 pasangan. 2. Setiap pasangan berpraktek melakukan kunjungan (seorang mahasiswa menjadi penolong dan yang lainnya menjadi ibu / pasien) secara serempak 3. Mentor berkeliling diantara mahasiswa dan melakukan supervisi menggunakan ceklis 4. Mentor memberikan tema khusus umpan balik kepada setiap pasangan 1. Curah Pendapat/Diskusi : Apa yang dirasakan mudah? Apa yang sulit? Menanyakan bagaimana perasaan mahasiswa yang berperan sebagai ibu. Apa yang dapat dilakukan oleh bidan agar ibu merasa lebih nyaman? 2. Dosen menyimpulkan dengan menjawab pertanyaan terakhir dan memperjelas hal-hal yang masih belum dimengerti

3. Praktek bermain peran dengan Umpan Balik

100 menit

Curah Pendapat/ Diskusi

15

menit

Total waktu

150 menit

19

PENUNTUN BELAJAR
PEMERIKSAAN IVA DAN PEMBUATAN BAHAN PAP SMEAR
(digunakan oleh Peserta)

Beri nilai untuk setiap langkah klinik dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: 4. Perlu perbaikan: langkah-langkah tidak dilakukan dengan benar dan atau tidak sesuai urutannya, atau ada langkah yang tidak dilakukan. 5. Mampu: Langkah-langkah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan urutannya, tetapi tidak efisisen 6. Mahir: Langkah-langkah dilakukan dengan benar, sesuai dengan urutan daan efisien. TS Tidak Sesuai: Langkah tidak perlu dilakukan karena tidak sesuai dengan keadaan.

PEMERIKSAAN IVA:
NO A 1 2 3 LANGKAH KLINIK PERSETUJUAN PEMERIKSAAN KASUS 1 2 3

4 5 B 1

Jelaskanlah tentang prosedur pemeriksaan Jelaskanlah tentang tujuan pemeriksaan Jelaskanlah bahwa proses pemeriksaan mungkin akan menimbulkan perasaan khawatir atau kurang menyenangkan tetapi pemeriksa berusaha menghindarkan hal tersebut Pastikan bahwa pasien telah mengerti prosedur dan tujuan pemeriksaan Mintakan persetujuan lisan untuk melakukan pemeriksaan
PERSIAPAN

Siapkanlah peralatan yang akan dipakai pada tindakan


ALAT YANG AKAN DIPAKAI PADA KLIEN

Kapas dan larutan antiseptik Spekulum cocor bebek (Graves speculum Penjepit has Kapas lidi
20

Meja instrumen Ranjang ginekologi dengan penopang kaki Lampu sorot Asam asetat 3-5%
2 ALAT YANG AKAN DIPAKAI PEMERIKSA

Sarung tangan DTT Apron dan baju periksa Sabun dan air bersih Handuk bersih dan kering
C MEMPERSIAPKAN PASIEN

Minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan melepas pakaian dalam Persilahkan pasien untuk berbaring di ranjang ginekologi Atur pasien pada posisi litotomi Hidupkan lampu sorot, arahkan dengan benar pada bagian yang akan diperiksa
D MEMPERSIAPKAN DIRI

E 1 2 3

6 7

Cucilah tangan kemudian keringkan dengan handuk bersih. Pakailah sarung tangan PEMERIKSAAN Pemeriksa duduk pada kursi yang telah disediakan, menghadap ke aspekus genitalis. Lakukan periksa pandang (inspeksi) pada daerah vulva dan perineum Ambil spekulum dengan tangan kanan, masukkan ujung telunjuk kiri pada introitus (agar terbuka), masukkan ujung spekulum dengan arah sejajar introitus (yakinkan bahwa tidak ada bagian yang terjepit) lalu dorong bilah ke dalam lumen vagina Setelah masuk setengah panjang bilah, putar spekulum 90 hingga tangkainya ke arah bawah. Atur bilah atas dan bawah dengan membuka kunci pengatur bilah atas bawah (hingga masing-masing bila menyentuh dinding atas dan bawah vagina) Tekan pengungkit bilah sehingga lumen vagina dan serviks tampak jelas (perhatikan ukuran dan warna porsio, dinding dan sekret vagina atau forniks). Jika sekret vagina ditemukan banyak, bersihkan secara hati-hati Cermati serviks dan lakukan penilaian:
21

Apakah mencurigakan kanker. Bila tampilan serviks sudah dicurigai kanker,pemeriksaan IVA tidak perlu dilanjutkan Nilai,apakah SSK (sambungan skuamo kolumnar) dapat ditampakkan seluruhnya? Jika SSK tidak dapat ditampakkan seluruhnya,maka tetap dilakukan pulasan dengan asam asetat,tetapi BERI CATATAN bahwa SSK tidak terlihat seluruhnya. Sebaiknya lanjutkan dengan pemeriksaan pap smear. Jika SSK terlihatvsemua,lanjutkan dengan memulas asam asetat 3-5% pada serviks kemudian tunggu beberapa saat sampai 1 (satu) menit untuk melihat apakah timbul tampilan epitel putih.

Lakukan penilaian dengan kategori temuan IVA

Normal Atipik Abnormal (indikasi LESI PRAKANKER SERVIKS) Kanker serviks

Kategori temuan IVA Licin,merah muda,bentuk portio normal Servisitis (inflamasi,hiperemis) banyak fluor Ektropion polip atau ada cervical wart Plak putih Epitel acetowhite(bercak putih) Pertumbuhan seperti bunga kol Petumbuhan mudah berdarah

Karena sebagian besar perubahan lesi prakanker terjadi di zona transformasi, maka penting untuk dapat menampilkan zona transformasi serviks secara keseluruhan.

PEMERIKSAAN PAP SMEAR


NO

A
1 2 3

LANGKAH KLINIK PERSETUJUAN PEMERIKSAAN


Jelaskanlah tentang prosedur pemeriksaan Jelaskanlah tentang tujuan pemeriksaan Jelaskanlah bahwa proses pemeriksaan mungkin akan menimbulkan perasaan khawatir atau kurang menyenangkan tetapi pemeriksa berusaha menghindarkan hal tersebut Pastikan bahwa pasien telah mengerti prosedur dan tujuan pemeriksaan Mintakan persetujuan lisan untuk melakukan pemeriksaan
22

KASUS 1 2 3

4 5

B PERSIAPAN
Siapkanlah peralatan yang akan dipakai pada tindakan.
1

ALAT YANG AKAN DIPAKAI PADA KLIEN

Kapas dan larutan antiseptik Spekulum cocor bebek (Graves speculum) Penjepit has Spatula Ayre Kapas lidi Spray atau wadah dengan etil alkohol 95% Meja instrumen Ranjang ginekologi dengan penopang kaki Lampu sorot Label nama
2

ALAT YANG AKAN DIPAKAI PEMERIKSA

Sarung tangan DTT Apron dan baju periksa Sabun dan air bersih Handuk bersih dan kering
C

MEMPERSIAPKAN PASIEN

Minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan melepas pakaian dalam Persilahkan pasien untuk berbaring di ranjang ginekologi Atur pasien pada posisi litotomi. Hidupkan lampu sorot, arahkan dengan benar pada bagian yang akan diperiksa
D

MEMPERSIAPKAN DIRI Cucilah tangan kemudian keringkan dengan handuk bersih.

Pakailah sarung tangan E 1 2


PEMERIKSAAN

Pemeriksa duduk pada kursi yang telah disediakan, menghadap ke aspekus genitalis. Lakukan periksa pandang (inspeksi) pada daerah vulva dan perineum Ambil spekulum dengan tangan kanan, masukkan ujung telunjuk kiri pada introitus (agar terbuka), masukkan ujung spekulum dengan arah sejajar introitus (yakinkan bahwa tidak ada bagian yang terjepit) lalu dorong bilah ke dalam lumen vagina. Setelah masuk setengah panjang bilah, putar spekulum 90 hingga tangkainya ke arah bawah. Atur bilah atas dan bawah dengan membuka kunci
23

8 9

10

11

12 13 14

15

16

pengatur bilah atas bawah (hingga masing-masing bila menyentuh dinding atas dan bawah vagina). Tekan pengungkit bilah sehingga lumen vagina dan serviks tampak jelas (perhatikan ukuran dan warna porsio, dinding dan sekret vagina atau forniks). Jika sekret vagina ditemukan banyak, bersihkan secara hatihati (supaya pengambilan epitel tidak terganggu). Pengambilan sampel pertama kali dilakukan pada porsio (ektoserviks). Sampel diambil dengan menggunakan spatula ayre yang diputar 360 pada permukaan porsio. Oleskan sampel pada gelas objek Sampel endoserviks (kanalis servikalis) diambil dengan menggunakan kapas lidi dengan memutar 360 sebanyak satu atau dua putaran Oleskan sampel pada gelas objek yang sama pada tempat yang berbeda dengan sampel yang pertama, hindari jangan sampai tertumpuk Sampel segera difiksasi sebelum mengering. Bila mnggunakan spray usahakan menyemprot dari jarak 20 25 cm atau merendam pada wadah yang mengandung etilalkohol 95% selama 15 menit, kemudian biarkan mengering kemudian diberi label Setelah pemeriksaan selesai, lepaskan pengungkit dan pengatur jarak bilah, kemudian keluarkan spekulum. Letakkan spekulum pada tempat yang telah disediakan Pemeriksa berdiri untuk melakukan periksa bimanual untuk tentukan konsistensi porsio, besar dan arah uterus serta keadaan parametrium Angkat tangan kiri dari dinding perut, usapkan larutan antiseptik pada bekas sekret/cairan di dinding perut dan sekitar vulva dan perineum. Beritahukan pada ibu bahwa pemeriksaan sudah selesai dan persilahkan ibu untuk mengambil tempat duduk.

24

F 1 2 3 4

PENCEGAHAN INFEKSI
Kumpulkan semua peralatan dan lakukan dekontaminasi Buang sampah pada tempatnya Bersihkan dan lakukan dekontaminasi sarung tangan Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan keringkan dengan handuk yang bersih

G 1 2 H 1 2 3 4

PENJELASAN HASIL PEMERIKSAAN


Jelaskan pada pasien tentang hasil pemeriksaan Pastikan pasien mengerti apa yang telah dijelaskan

RENCANA LANJUTAN
Catat hasil pemeriksaan pada rekam medis Buat pengantar pemeriksaan ke ahli patologi anatomi Buat jadwal kunjungan ulang Persilahkan ibu ke ruang tunggu (apabila pemeriksaan selesai) atau ke ruang tindakan (untuk proses/tindakan lanjutan).

DAFTAR ACUAN
1. Questions

andAnswers About the Pap Test. CANCER FACTSNational Cancer Institute National Institutes of Health (NIH). 2. ACOGTechnical Bulletin: Cervical cytology: Evaluation andmanagement of abnormalities. No. 183, Aug 1993. 3. Krebs, HB. Premalignant lesions of the cerviks. In: Copeland, LJ, Jarrell, JF. Textbook of gynecology.2nded.Philadelphia: WB. Saunders Compan;.2000.p.1238

25