semua ada di sini Kamis, 02 Mei 2013 contoh laoran study tour ke candi borobudur yogyakarta

Diajukan Sebagai Syarat Untuk Mengikuti Ujian Semester Genap

Oleh : Devita Aristiasari Kelas : XI-IPA-3

SEKOLAH MENENGAH ATAS MUHAMMADIYAH 06 PACIRAN PONDOK PESANTREN KARANGASEM PACIRAN LAMONGAN

TAHUN AJARAN 2012/2013

M. S. Atas perhatianya kami ucapkan terimakasih. Pembimbing Wali Kelas Drs. meneliti.Pd Mengetahui Kepala SMA M 06 KARANGASEM .HALAMAN PENGESAHAN Assalamu’alaikum wr. H. AHMAD AMIN. Wb. Setelah membaca. Wassalamu’alaikum wr. Wb. dan mengadakan perbaikan kami selaku pembimbing dari : Nama Kelas : DEVITA ARISTIASARI : XI-IPA-3 Judul Laporan : ARSITEKTUR CANDI BOROBUDUR Menerangkan laporan study tour diatas dapat memenuhi persyaratan mengikuti ujian semester genap. Demikian tugas ini harap menjadi perhatian anda. Pd Eko Imam H.

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah dan Pengasih yang telah melimpahkan nikmat. M.M. melalui media ini kami sampaikan ucapan terimakasih kepada yth. karena dengan menuntut ilmu dan beribadah kita akan selamat di dunia dan akhirat. Hj. Ibu Dra. Hj. v Ilmu tanpa diamalkan bagai pohon yang tidak berbuah. v Kejujuran adalah modal utama untuk menuju keberuntugan. Oleh karena itu . MUNAZATI.Dra. .Laporan Study Tour ini tidak akan dapat terwujud. Munazati. Laporan Study Tour ini disusun untuk mendeskripsikan objek wisata yang telah kami kunjungi. v Jadilah seorang peramah karena keramahan merupakan senjata penakluk yang paling jujur.Pd selaku kepala SMAM 6 PACIRAN .dan hidayah-Nya sehingga Laporan Study Tour ini dapat tersusun.karunia.Pd 752 373 MOTTO v Manfaatkanlah masa-masa usiamu untuk beribadah dan menuntut ilmu. Kami sadar bahwa tanpa bantuan dari segenap pihak.

.....Pd selaku wali kelas kami Semua pihak yang telah memberi saran dan dorongan positif untuk kebaikan Laporan Study Tour ini.....................................................................iv BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang.......... M .....................................iii DAFTAR ISI................................................ yang telah membimbing cara menyusun laporan ini dan memberi pengarahan kepada kami............... Kami sadar bahwa dalam penulisan Laporan Study ini tentunya banyak kekurangan dan kesalahan... Januari 2013 Penyusun DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................... saran dan kritik dari semua pihak..............................3 .................. Oleh karena itu.............2 BAB II KAJIAN TEORI Apakah Candi Borobudur itu ?................................Pd.......... S........................... akan kami terima dengan penuh keterbukaan dan senang hati demi sempurnanya Laporan Study Tour.........................................................amin.... Kami hanya dapat berdo’a semoga amal baik Bapak dan Ibu akan mendapatkan balasan kebaikan yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Esa............................................. H..........................i HALAMAN PENGESAHAN..............1 Tujuan Penelitian... Bapak Eko Imam Hidayatullah...........................................................1 Rumusan masalah..............Bapak Drs....ii KATA PENGANTAR.............................................................amin..........................................2 Batasan Konsep...................... Ahmad Amin................................................................. Akhirnya kami hanya dapat berharap Laporan Study Tour ini dapat berguna bagi semua pihak............... Lamongan...................................................

............................................................................ Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha..................................Arsitektur Candi Borobudur..........25 DAFTAR PUSTAKA.... Candi Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur....................................................................................................................................... LATAR BELAKANG MASALAH Arsitektur merupakan bagian dari Candi Borobudur.......... Magelang......3 Fungsi Candi Borobudur.... Arsitektur candi borobudur..........................................27 BAB 1 PENDAHULUAN A.................................................................................................................................................................................................................................25 Pesan dan Kesan......................... Lingkungan sekitar.........................................................................6 2.....5 Cara Kerja........22 BAB V PENUTUP Kesimpulan................... untuk mengetahui lebih lanjut tentang arsitekur yang ada di Candi Borobudur.............26 LAMPIRAN-LAMPIRAN...........5 BAB IV PEMBAHASAN 1........................... Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan ..................................................... Pembangunan Candi Borobudur. Indonesia..................................... Jawa Tengah.......................................................8 3............................................ mari kita pelajari atau kita kenali tentang arsitektur tersebut..4 BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu................... Letak geografis Candi Borobudur.. Oleh karena itu..........................17 4...............................................................................

Bagaimana struktur bangunan candi borobudur ? 5.suci ini searah jarum jam. 3. v Mengetahui tentang pembangunan Candi Borobudur. 2. Apa nama dari arca-arca budha yang ada di candi borobudur ? 4. D. v Agar kita bisa tahu pembangunan Candi Borobudur. Arsitektur : Seni dan ilmu dalam merancang bangunan. RUMUSAN MASALAH Beberapa hal yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. E. B. Rupadhatu (ranah berwujud). sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. BATASAN KONSEP 1. penulis mencoba membahas tentang Arsitektur Candi Borobudur dan bahasan tersebut penulis jadikan sebagai judul dalam makalah ini. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu). Bagaimana arsitektur candi borobudur ? 2. MANFAAT PENELITIAN Adapun beberapa manfaat yang dapat diambil dari penelitian antara lain : v Agar kita bisa tahu arsitektur Candi Borobudur. Candi : Batu-batuan yang tersusun. dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Bagaimana lingkungan sekitar candi borobudur C. Apa saja relief yang ada di candi borobudur ? 3. Borobudur : Nama sebuah candi yang terdapat di Jawa tengah Dan merupakan salah satu keajaiban dunia. . Berpegangan pada latar belakang di atas. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu : v Mengetahui tentang arsitektur Candi Borobudur.

Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Apakah Candi Borobudur itu ? Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha berukuran 123 x 123 meter yang terletak di Borobudur. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. dan puncak. setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagaiBudha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.Magelang. dengan pucuk mencapai ketinggian 35m (110 kaki) dari permukaan tanah.Tentu saja satuan ini bersifat relatif dan sedikitberbeda antar individu. B.BAB II KAJIAN TEORI A. tubuh. Tubuh candi terdiri atas lima batur teras bujursangkar yang makin mengecil di atasnya. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34.6 kaki). tiap tingkatan menopang barisan stupa berterawang yang disusunsecara konsentris. atau jarak jengkal antara ujung ibu jari dengan ujung jari kelingking ketika telapak tangan dikembangkan sepenuhnya. Teras pertama mundur 7 m (23 kaki) dari ujung dasar teras. Arsitektur Candi Borobudur Perancangan Borobudur menggunakan satuan ukur tala. Dasar berukuran123×123 m (403. astronomi. Arsitek menggunakan formula ini untuk menentukan dimensi yang tepat dari suatu fraktal geometri perulangan swa-serupa dalam rancangan Borobudur.5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan.Struktur bangunan dapat dibagi atas tiga bagian: dasar (kaki). Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. dan kosmologi. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Sesuai mahzab Budha Mahayana. Penelitian pada 1977 mengungkapkan rasio perbandingan 4:6:9 yang ditemukan di monumen ini. yaitu panjang wajah manusia antara ujung garisrambut di dahi hingga ujung dagu. Rasio matematis ini juga ditemukan dalam rancang bangun Candi Mendutdan Pawon di dekatnya. Arkeolog yakin bahwa rasio 4:6:9 dan satuan tala memiliki fungsi dan makna penanggalan. menyisakan lorong sempit pada tiap tingkatan.5 ft) dengan tinggi 4 m (13 kaki).Tiap teras berikutnya mundur 2 m (6. Bagian atas terdiri atas tiga teras melingkar. Indonesia. . Terdapat stupa utama yang terbesar di tengah. akan tetapi satuan ini tetap pada monumen ini.5 × 403. Jawa Tengah.

CARA KERJA 1.00 s/d 11. 3. . Tempat sembahyang atau tempat ibadah umat budha. pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2012 pukul 07. 4. LOKASI dan WAKTU PENELITIAN Kami melakukan study tour atau penelitian ini bertempat di kawasan Candi Borobudur .C.00 WIB. Fungsi Candi Borobudur Fungsi Candi Borobudur hampir sam dengan fungsi candi pada umumnya yaitu : 1. Tempat penyimpanan relief atau disebut Dhatugarba (peninggalan-peninggalan benda suci). Tanda peringatan dan tanda penghormatan bagi sang budha. Metode wawancara Kami memperoleh penjelasan dari pemandu tentang objek wisata yang kami kunjungi dan kami mewawancarai pemandu wisata tersebut. BAB III METODE PENELITIAN A. ALAT dan BAHAN § Alat-alat tulis § Kamera § Buku-buku sebagai bahan lampiran § Draf/ pedoman untuk dikerjakan dan dipertanyakan C. B. 2. Merupakan lambang suci bagi umat budha .cermin nilai-nilai tertinggi agama budha dan mengandung rasa rendah hati yang disadari penciptanya sedalam-dalamnya.

buku panduan. LETAK GEOGRAFIS CANDI BOROBUDUR . D. 4. Metode dokumentasi Kami mengambil gambar atau foto objek wisata yang kami kunjungi. Penyajian Data Setelah proses reduksi data . Reduksi Data Data yang terkumpul dan terekam dalam catatan-catatan lapangan kemudian dirangkum dan diseleksi sebaik mungkin sehingga menjadi suatu data .dan membuka situs-situs tentang Candi Borobudur yang ada di internet sebagai pelengkap bahan. 3. HASIL dan ANALISIS DATA 1.2. BAB IV PEMBAHASAN A.Selanjutnya data diolah lagi dengan menyusun ke dalam matrik-matrik yang sesuai dengan keadaan data. Metode observasi / pengamatan Metode pengamatan dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan. 2. Metode kaji pustaka Kami juga memanfaatkan brosur-brosur.

608°LS 110. tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles. dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam. kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Rupadhatu(ranah berwujud). Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memah kotai bangunan ini. Dalam dunia pariwisata. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. sekitar 3 Km dari Kota Mungkid (ibukotaKabupaten Magelang. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu). Borobudur Informasi bangunan Kecamatan Borobudur. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO. 86 km di sebelah barat Surakarta.Borobudur adalah nama sebuah candi budha yang terletak di Borobudur.672 panel reliefdan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Lokasi candi adalah kurang lebih 100km di sebelah barat daya Semarang. Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.Menurut bukti-bukti sejarah. Indonesia. Jawa Tengah. dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. pada dindingnya dihiasi dengan 2. Jawa Tengah). sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha.204°BT Lokasi Negara Kordinat . dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma). Indonesia 7.608°LS 110.Magelang.Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan.204°BTKoordinat:7.

sekaligus tingkatan alam pikiran dalam ajaran Buddha. Dasar denah bujur sangkar berukuran 123 m (400 kaki) pada tiap sisinya. tinggi asli 42 meter (termasuk chattra) Ukuran B. Kaki asli ini tertutup oleh penambahan struktur batu yang membentuk pelataran yang cukup luas.Arsitek Klien Awal konstruksi Gunadharma Syailendra sekitar 770 Masehi Penyelesaian sekitar 825 Masehi Sistem struktural Jenis piramida berundak dari susunan blok batu andesit yang saling mengunci stupa and candi luas dasar 123×123 meter. dan tidak sesuai dengan Wastu Sastra. Bagaikan sebuah kitab. Awalnya diduga bahwa penambahan kaki ini untuk mencegah kelongsoran monumen. penambahan dan pembuatan . kitab India mengenai arsitektur dan tata kota. enam teras terbawah berbentuk bujur sangkar dan tiga teras teratas berbentuk lingkaran. Apapun alasan penambahan kaki ini. Teori lain mengajukan bahwa penambahan kaki ini disebabkan kesalahan perancangan kaki asli. fungsi sesungguhnya masih menjadi misteri. Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana yang secara bersamaan menggambarkankosmologi yaitu konsep alam semesta. tinggi kini 35 meter. secara tidak disengaja ditemukan struktur tersembunyi di kaki Borobudur. Pada tahun 1885. ARSITEKTUR CANDI BOROBUDUR Konsep rancang bangun Pada hakikatnya Borobudur adalah sebuah stupa yang bila dilihat dari atas membentuk pola Mandala besar. Mandala adalah pola rumit yang tersusun atas bujursangkar dan lingkaran konsentris yang melambangkan kosmos atau alam semesta yang lazim ditemukan dalam Buddha aliran Wajrayana-Mahayana. Kaki tersembunyi ini terdapat relief yang 160 diantaranya adalah berkisah tentang Karmawibhangga. Pada relief panel ini terdapat ukiran aksara yang merupakan petunjuk bagi pengukir untuk membuat adegan dalam gambar relief. Bangunan ini memiliki sembilan teras. Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga Buddha yang tidak rampung. antara alam bawah dan alam atas. satu teras teratas stupanya sedikit lebih kecil dan lubangnya berbentuk kotak bujur sangkar. namun belum mencapai nirwana. Rupadhatu Empat undak teras yang membentuk lorong keliling yang pada dindingnya dihiasi galeri relief oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Panjang relief seluruhnya 2. Pada bagian kaki asli yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 160 panel ceritaKarmawibhangga yang kini tersembunyi. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Kamadhatu Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu. yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk atau relung dinding di atas pagar langkan atau selasar. Lantainya berbentuk persegi. Rancang bangun ini dengan cerdas menjelaskan konsep peralihan menuju keadaan tanpa wujud. tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu. Dua teras terbawah stupanya lebih besar dengan lubang berbentuk belah ketupat. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Aslinya terdapat 432 arca Buddha di dalam relung-relung terbuka di sepanjang sisi luar di pagar langkan. yakni arca Buddha itu ada tetapi tak terlihat.5 km dengan 1. di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa.kaki tambahan ini dilakukan dengan teliti dengan mempertimbangkan alasan keagamaan. estetik.000 meter kubik. yang disalahsangkakan sebagai patung 'Adibuddha'. Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud yang sempurna dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni. pagar langkan paling rendah dimahkotai ratna. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar. Arupadhatu Tingkatan ini melambangkan alam atas.300 gambar relief. Pada pagar langkan terdapat sedikit perbedaan rancangan yang melambangkan peralihan dari ranah Kamadhatu menuju ranah Rupadhatu. Bagian terasteras bujursangkar ini kaya akan hiasan dan ukiran relief. Struktur batu andesit kaki tambahan yang menutupi kaki asli ini memiliki volume 13. Stupa kecil berbentuk lonceng ini disusun dalam 3 teras lingkaran yang masing-masing berjumlah 32. Rupadhatu terdiri dari empat lorong dengan 1. dan teknis.212 panel berukir dekoratif. 24. sedangkan empat tingkat pagar langkan diatasnya dimahkotai stupika (stupa kecil). dan 16 (total 72 stupa). Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Sebagian kecil struktur tambahan di sudut tenggara disisihkan sehingga orang masih dapat melihat beberapa relief pada bagian ini. Pada pelataran lingkaran terdapat 72 dua stupa kecil berterawang yang tersusun dalam tiga barisan yang mengelilingi satu stupa besar sebagai stupa induk. padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah .

jataka/awadana 372 langkan b. artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar. busana serta persenjataan. aneka tumbuhan dan margasatwa. antara lain relief-relief cerita jataka. lumbung. dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya. dicermati oleh para peneliti. Replika bahtera yang dibuat berdasarkan relief Borobudur tersimpan di Museum Samudra Raksa yang terletak di sebelah utara Borobudur. Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai. Bagan Relief Tingkat Posisi/letak Cerita Relief Jumlah Pigura Kaki candi asli ----- Karmawibhangga 160 a. Banyak arkeolog meneliti kehidupan masa lampau di Jawa kuno dan Nusantara abad ke-8 dan ke-9 dengan mencermati dan merujuk ukiran relief Borobudur. Bentuk rumah panggung. bentuk perhiasan. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya.ada patung di dalam stupa utama. mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Lalitawistara 120 dinding b. jataka/awadana 120 Tingkat I a. serta alat transportasi. jataka/awadana 128 Tingkat II dinding Gandawyuha 128 . patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. istana dan candi. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi. Borobudur tak ubahnya bagaikan kitab yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa kuno. RELIEF Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuno yang berasal dari bahasa Sanskerta daksina yang artinya ialah timur. Kapal kayu bercadik khas Nusantara ini menunjukkan kebudayaan bahari purbakala. Salah satunya adalah relief terkenal yang menggambarkan Kapal Borobusur. Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.

dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan. yakni sebab-akibat perbuatan baik dan jahat. Karmawibhangga adalah naskah yang menggambarkan ajaran mengenai karma. Lalitawistara Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari surga Tushita. Ke-27 . dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut : Karmawibhangga Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi. tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai hubungan sebab akibat. Kini hanya bagian tenggara yang terbuka dan dapat dilihat oleh pengujung. Foto lengkap relief Karmawibhangga dapat disaksikan di Museum Karmawibhangga di sisi utara candi Borobudur. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial). Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya. setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala.hidup . relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir .Bagan Relief Tingkat Posisi/letak Cerita Relief langkan dinding Tingkat III langkan dinding Tingkat IV langkan Jumlah Gandawyuha 72 1460 Gandawyuha Gandawyuha 88 84 jataka/awadana Gandawyuha Jumlah Pigura 100 88 Secara runtutan.mati yang tidak pernah berakhir.

yang berakhir dengan wejangan pertama. sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Sesungguhnya. dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari. pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa. baris keempat 72 relung. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha. putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. karya penyair Aryasura yang hidup dalam abad ke-4 Masehi. dan baris kelima 64 relung. Pada relief candi Borobudur Jataka dan Awadana. pelataran kedua 24 stupa. melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan. baris ketiga 88 relung. Barisan pagar langkan pertama terdiri dari 104 relung. baik di sorga maupun di dunia. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan-perbuatan baik. ARCA BUDHA Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding. di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi teratai serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka.pigura tersebut menggambarkan kesibukan. artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma. Pada pelataran melingkar pertama terdapat 32 stupa. diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan. baris kedua 104 relung. dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. diperlakukan sama. Jataka dan Awadana Jataka adalah berbagai cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya.adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha.5 meter ini dipahat dari bahan batu andesit. Relief tersebut berjumlah 120 pigura. seperti sikap rela berkorban dan suka menolong yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Patung buddha dengan tinggi 1. ajaran Sang Buddha disebut dharma yang juga berarti "hukum". lebih dari 300 . Beberapa kisah Jataka menampilkan kisah fabel yakni kisah yang melibatkan tokoh satwa yang bersikap dan berpikir seperti manusia. dan pelataran ketiga terdapat 16 stupa. semuanya total 72 stupa. Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu.Pada bagian Arupadhatu (tiga pelataran melingkar). sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda. arca Buddha diletakkan di dalam stupa-stupa berterawang (berlubang). Sedangkan Awadana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha. Patung buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu. Gandawyuha Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2. pengumpulan jasa atau perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.

dan Barat. Terdapat lima golongan mudra: Utara. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara.telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini. masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri. Selatan. PEMBANGUNAN CANDI BOROBUDUR Tidak ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan siapakah yang membangun Borobudur dan apa kegunaannya. Masing-masing mudramelambangkan lima Dhyani Buddha. Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa. dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. Kurun waktu . akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya. kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana. Diperkirakan Borobudur dibangun sekitar tahun 800 masehi. Arah Dhyani Buddha Mata Angin Aksobhya Timur Arca Mudra Melambangkan Lokasi Arca Bhumisparsa mudra Memanggil bumi sebagai saksi Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi timur Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi selatan Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi barat Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi utara Relung di pagar langkan baris kelima (teratas) Rupadhatusemua sisi Di dalam 72 stupa di 3 teras meling Wara mudra Kedermawanan Ratnasambhawa Selatan Dhyana mudra Semadi atau meditasi Amitabha Barat Abhaya mudra Ketidakgentaran Amoghasiddhi Utara Witarka mudra Akal budi Wairocana Tengah Dharmachakra Pemutaran roda mudra dharma Wairocana Tengah C. Barat. kebanyakan oleh museum luar negeri). kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi. Timur. Selatan. Waktu pembangunannya diperkirakan berdasarkan perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang lazim digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Timur. dan Tengah. yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan.

meskipun demikian Borobudur diperkirakan sudah rampung sekitar 825 M. sebagaimana disebutkan dalam Prasasti Kalasan berangka tahun 778 Masehi. dengan dicontohkan raja penganut agama Hindu bisa saja menyokong dan mendanai pembangunan candi Buddha.Panangkaran menganugerahkan desa Kalasan kepada sangha (komunitas Buddha). Candi Buddha Borobudur dibangun pada kurun waktu yang hampir bersamaan dengan candi-candi di Dataran Prambanan. Borobudur dibangun di atas bukit alami. Bahkan untuk menunjukkan penghormatannya. yang kala itu dipengaruhi Kemaharajaan Sriwijaya. raja beragama Siwa Sanjaya memerintahkan pembangunan bangunan suci Shiwalingga yang dibangun di perbukitan Gunung Wukir. Wangsa Sailendra diketahui sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana yang taat. Ketidakjelasan juga timbul mengenai candi Lara Jonggrang di Prambanan. untuk pemeliharaan dan pembiayaan Candi Kalasan yang dibangun untuk memuliakan Bodhisattwadewi Tara. dua puluh lima tahun lebih awal sebelum dimulainya pembangunan candi Siwa Prambanan sekitar tahun 850 M. Pembangunan candi-candi Buddha termasuk Borobudur saat itu dimungkinkan karena pewaris Sanjaya.Petunjuk ini dipahami oleh para arkeolog. agama tidak pernah menjadi masalah yang dapat menuai konflik. Terdapat kesimpangsiuran fakta mengenai apakah raja yang berkuasa di Jawa kala itu beragama Hindu atau Buddha. Akan tetapi diduga terdapat persaingan antara dua wangsa kerajaan pada masa itu wangsa Syailendra yang menganut Buddha dan wangsa Sanjaya yang memuja Siwa yang kemudian wangsa Sanjaya memenangi pertempuran pada tahun 856 di perbukitan Ratu Boko. Berdasarkan Prasasti Canggal. Diduga massa stupa raksasa yang luar biasa besar dan berat ini membahayakan tubuh dan kaki candi sehingga arsitek perancang Borobudur memutuskan untuk membongkar stupa raksasa ini dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang. letaknya hanya 10 km (6. Berikut adalah perkiraan tahapan pembangunan Borobudur: Tahap pertama: Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan kurun 750 dan 850 M). Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 – 100 tahun lebih dan benar-benar dirampungkan pada masa pemerintahan raja Samaratunggapada tahun 825. pada tahun 732 M.2 mil) sebelah timur dari Borobudur. Pada kurun waktu itulah dibangun berbagai candi Hindu dan Buddha di Dataran Kedu.ini sesuai dengan kurun antara 760 dan 830 M. demikian pula sebaliknya. . masa puncak kejayaan wangsaSyailendra di Jawa Tengah. candi megah yang dipercaya dibangun oleh sang pemenang Rakai Pikatan sebagai jawaban wangsa Sanjaya untuk menyaingi kemegahan Borobudur milik wangsa Syailendra. bahwa pada masyarakat Jawa kuno. akan tetapi banyak pihak percaya bahwa terdapat suasana toleransi dan kebersamaan yang penuh kedamaian antara kedua wangsa ini yaitu pihak Sailendra juga terlibat dalam pembangunan Candi Siwa di Prambanan. bagian atas bukit diratakan dan pelataran datar diperluas. Tahapan pembangunan Borobudur Para ahli arkeologi menduga bahwa rancangan awal Borobudur adalah stupa tunggal yang sangat besar memahkotai puncaknya. akan tetapi melalui temuan prasasti Sojomerto menunjukkan bahwa mereka mungkin awalnya beragama Hindu Siwa. Rakai Panangkaranmemberikan izin kepada umat Buddha untuk membangun candi.

tetapi di atas bukit alami. candi ini tidak dibangun di atas permukaan datar. masingmasing dengan rancangan yang unik berbentuk kepala raksasa kala atau makara. serta pelebaran ujung kaki. sekaligus menyembunyikan relief Karmawibhangga pada bagian Kamadhatu Tahap keempat: Ada perubahan kecil seperti penyempurnaan relief. bagian bukit tanah dipadatkan dan ditutup struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah. Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali. serta bentuk “ekor merpati” yang mengunci dua blok batu. Akan tetapi stupa besar ini terlalu berat sehingga mendorong struktur bangunan condong bergeser keluar. Struktur ini adalah penguat dan berfungsi bagaikan ikat pinggang yang mengikat agar tubuh candi tidak ambrol dan runtuh keluar. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. Karena itulah diputuskan untuk membongkar stupa induk tunggal yang besar dan menggantikannya dengan teras-teras melingkar yang dihiasi deretan stupa kecil berterawang dan hanya satu stupa induk. perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu. Para arkeolog menduga bahwa Borobudur semula dirancang berupa stupa tunggal yang sangat besar memahkotai batur-batur teras bujur sangkar. Tahap ketiga: Terjadi perubahan rancang bangun. pagar langkan dan satu undak melingkar yang diatasnya langsung dibangun stupa tunggal yang sangat besar. Untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang membungkus kaki asli. diangkut menuju situs dan disatukan tanpa menggunakan semen. 100 pancuran dipasang disetiap sudut. Batu ini dipotong dalam ukuran tertentu. undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Yang ada ialah lorong- . Untuk mencegah genangan dan kebanjiran. Batu-batu ini disatukan dengan tonjolan dan lubang yang tepat dan muat satu sama lain. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar. Patut diingat bahwa inti Borobudur hanyalah bukit tanah sehingga tekanan pada bagian atas akan disebarkan ke sisi luar bagian bawahnya sehingga Borobudur terancam longsor dan runtuh. Sisa bagian bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis. Monumen ini dilengkapi dengan sistem drainase yang cukup baik untuk wilayah dengan curah hujan yang tinggi. Relief dibuat di lokasi setelah struktur bangunan dan dinding rampung. Karena alasan tertentu pondasi diperlebar. Borobudur amat berbeda dengan rancangan candi lainnya.Sesungguhnya Borobudur tidak seluruhnya terbuat dari batu andesit. Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain.000 meter kubik batu andesit diangkut dari tambang batu dan tempat penatahan untuk membangun monumen ini. Akan tetapi teknik pembangunannya serupa dengan candi-candi lain di Jawa. melainkan sistem interlock (saling kunci) yaitu seperti balok-balok lego yang bisa menempel tanpa perekat. Struktur bangunan Sekitar 55. Dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida berundak. Tahap kedua: Penambahan dua undakan persegi. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar di tengahnya. penambahan pagar langkan terluar.

sekaligus titik awal untuk membaca kisah relief. yaitu panjang wajah manusia antara ujung garis rambut di dahi hingga ujung dagu. tubuh. Penelitian pada 1977 mengungkapkan rasio perbandingan 4:6:9 yang ditemukan di monumen ini. Dongeng lokal ini menceritakan bahwa tubuh Gunadharma yang berbaring berubah menjadi jajaran perbukitan Menoreh. Motif Kala-Makara lazim ditemui dalam arsitektur pintu candi di Jawa. atau jarak jengkal antara ujung ibu jari dengan ujung jari kelingking ketika telapak tangan dikembangkan sepenuhnya. Menurut legenda setempat arsitek perancang Borobudur bernama Gunadharma. Rancangannya yang rumit dari monumen ini menunjukkan bahwa bangunan ini memang sebuah bangunan tempat peribadatan. daripada kuil atau candi.5 × 403. Di loronglorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Struktur bangunan dapat dibagi atas tiga bagian: dasar (kaki).lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Gawang pintu gerbang dihiasi ukiran Kala pada puncak tengah lowong pintu dan ukiran makarayang menonjol di kedua sisinya. tiap tingkatan menopang barisan stupa berterawang yang disusun secara konsentris. Tangga terletak pada bagian tengah keempat sisi mata angin yang membawa pengunjung menuju bagian puncak monumen melalui serangkaian gerbang pelengkung yang dijaga 32 arca singa. yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia. Sementara kuil atau candi lebih berfungsi sebagai rumah ibadah. .Namanya lebih berdasarkan dongeng dan legenda Jawa dan bukan berdasarkan prasasti bersejarah. dan kosmologi. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur teras bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak. Teras pertama mundur 7 m (23 kaki) dari ujung dasar teras.6 kaki). Perancangan Borobudur menggunakan satuan ukur tala. Hal yang sama juga berlaku di candi Angkor Wat di Kamboja. Tiap teras berikutnya mundur 2 m (6. Secara umum rancang bangun Borobudur mirip dengan piramida berundak. Bagian atas terdiri atas tiga teras melingkar. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. tentu saja legenda ini hanya fiksi dan dongeng belaka. sedikit yang diketahui tentang arsitek misterius ini. Borobudur mungkin pada awalnya berfungsi lebih sebagai sebuah stupa. Rasio matematis ini juga ditemukan dalam rancang bangun Candi Mendut dan Pawon di dekatnya. Tentu saja satuan ini bersifat relatif dan sedikit berbeda antar individu. Tangga ini lurus terus tersambung dengan tangga pada lereng bukit yang menghubungkan candi dengan dataran di sekitarnya. Dasar berukuran 123×123 m (403. dengan pucuk mencapai ketinggian 35 m (110 kaki) dari permukaan tanah. Terkadang stupa dibangun sebagai lambang penghormatan dan pemuliaan kepada Buddha. Tinggi asli Borobudur termasuk chattra (payung susun tiga) yang kini dilepas adalah 42 m (140 kaki) . Arsitek menggunakan formula ini untuk menentukan dimensi yang tepat dari suatu fraktal geometri perulangan swa-serupa dalam rancangan Borobudur. Tubuh candi terdiri atas lima batur teras bujur sangkar yang makin mengecil di atasnya. akan tetapi satuan ini tetap pada monumen ini. Stupa memang dimaksudkan sebagai bangunan suci untuk memuliakan Buddha. Terdapat stupa utama yang terbesar di tengah. Pintu utama terletak di sisi timur. astronomi.5 ft) dengan tinggi 4 m (13 kaki). Arkeolog yakin bahwa rasio 4:6:9 dan satuan tala memiliki fungsi dan makna penanggalan. menyisakan lorong sempit pada tiap tingkatan. Legenda Gunadharma terkait dengan cerita rakyat mengenai perbukitan Menoreh yang bentuknya menyerupai tubuh orang berbaring. dan puncak.

Tidak seberapa jauh di sebelah utara Candi Pawon ditemukan reruntuhan bekas candi Hindu yang disebut Candi Banon. Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut. daerah yang dikenal sebagai dataran Kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawa dan disanjung sebagai 'Taman pulau Jawa' karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya. di sekitar Borobudur juga ditemukan beberapa peninggalan purbakala lainnya. Pada saat penemuannya arca-arca Banon diangkut ke Batavia (kini Jakarta) dan kini disimpan di Museum Nasional Indonesia.Terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) barat laut dari Kota Yogyakarta. Akan tetapi batu asli Candi Banon amat sedikit ditemukan sehingga tidak mungkin dilakukan rekonstruksi. di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar. Pada candi ini ditemukan beberapa arca dewa-dewa utama Hindu dalam keadaan cukup baik yaitu Shiwa. Ketiga candi ini (Borobudur-Pawon-Mendut) memiliki kemiripan langgam arsitektur dan ragam hiasnya dan memang berasal dari periode yang sama yang memperkuat dugaan adanya keterkaitan ritual antar ketiga candi ini. Awalnya diduga hanya suatu kebetulan. Lingkungan sekitar Borobudur. lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh. Danau purba Borobudur di tengah kehijauan alam dataran Kedu.Tidak seperti candi lainnya yang dibangun di atas tanah datar. Keberadaan danau purba ini menjadi bahan perdebatan yang hangat di . Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar.Brahma. yang terletak di sebelah utara candi bersebelahan dengan Museum Samudra Raksa. Wishnu. Borobudur dibangun di atas bukit dengan ketinggian 265 m (870 kaki) dari permukaan laut dan 15 m (49 kaki) di atas dasar danau purba yang telah mengering. Temuan-temuan purbakala di sekitar Borobudur kini disimpan diMuseum Karmawibhangga Borobudur. Tidak ditemukan bukti fisik adanya jalan raya beralas batu dan berpagar dan mungkin ini hanya dongeng belaka. dan Mendut terbujur dalam satu garis lurus yang menunjukan kesatuan perlambang. Selain candi Mendut dan Pawon.D. Keterkaitan suci pasti ada. serta Ganesha. Pada masa penemuan dan pemugaran di awal abad ke-20 ditemukan candi Buddha lainnya yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon yang terbujur membentang dalam satu garis lurus. belum diketahui secara pasti. terdapat beberapa candi Buddha dan Hindu di kawasan ini. Menurut legenda Jawa. Pawon. serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. akan tetapi berdasarkan dongeng penduduk setempat. Tiga candi serangkai Selain Borobudur. diantaranya berbagai temuan tembikar seperti periuk dan kendi yang menunjukkan bahwa di sekitar Borobudur dulu terdapat beberapa wilayah hunian. akan tetapi para pakar menduga memang ada kesatuan perlambang dari ketiga candi ini. Diduga dulu kawasan di sekeliling Borobudur adalah danau purba. dulu terdapat jalan berlapis batu yang dipagari pagar langkan di kedua sisinya yang menghubungkan ketiga candi ini. akan tetapi bagaimanakah proses ritual keagamaan ziarah dilakukan.

Bunga teratai baik dalam bentuk padma (teratai merah). Nieuwenkamp. Akan tetapi teori Nieuwenkamp yang terdengar luar biasa dan fantastis ini banyak menuai bantahan dari para arkeolog. Tiga pelataran melingkar di puncak Borobudur juga diduga melambangkan kelopak bunga teratai. yang memperkuat gagasan Nieuwenkamp.O. Ketinggian permukaan danau purba ini naik-turun berubah-ubah dari waktu ke waktu. mengajukan teori bahwa Dataran Kedu dulunya adalah sebuah danau.utpala (teratai biru). ataupun kumuda (teratai putih) dapat ditemukan dalam semua ikonografi seni keagamaan Buddha.kalangan arkeolog pada abad ke-20.Sementara itu pakar geologi justru mendukung pandangan Nieuwenkamp dengan menunjukkan bukti adanya endapan sedimen lumpur di dekat situs ini. seorang seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha. sedimen dan analisis sampel serbuk sari yang dilakukan tahun 2000 mendukung keberadaan danau purba di lingkungan sekitar Borobudur. Pada 1931. Aliran sungai dan aktivitas vulkanik diduga memiliki andil turut merubah bentang alam dan topografi lingkungan sekitar Borobudur termasuk danaunya. seringkali digenggam olehBoddhisatwa sebagai laksana (lambang regalia). dan bukti menunjukkan bahwa dasar bukit dekat Borobudur pernah kembali terendam air dan menjadi tepian danau sekitar abad ke-13 dan ke-14. Salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia adalah Gunung Merapi yang terletak cukup dekat dengan Borobudur dan telah aktif sejak masa Pleistosen. Sebuah penelitian stratigrafi.J. dan Borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. pada daratan di sekitar monumen ini telah ditemukan bukti-bukti arkeologi yang membuktikan bahwa kawasan sekitar Borobudur pada masa pembangunan candi ini adalah daratan kering. dan menimbulkan dugaan bahwa Borobudur dibangun di tepi atau bahkan di tengah danau. Bentuk arsitektur Borobudur sendiri menyerupai bunga teratai. dan postur Budha di Borobudur melambangkan Sutra Teratai yang kebanyakan ditemui dalam naskah keagamaan Buddha mahzab Mahayana (aliran Buddha yang kemudian menyebar ke Asia Timur). menjadi alas duduk singgasana Buddha atau sebagai lapik stupa. . bukan dasar danau purba. W.

§ Diharapkan agar pada tahun yang mendatang kegiatan ini masih tetap diselenggarakan.. Kemegahan Candi Borobudur tidak hanya menunjukan kemampuan rancang bangunan nenek moyang Indonesia yang luar biasa tetapi menunjukan penguasaan ilmu perbintangan . KESAN § Saya pribadi mendapatkan banyak pengetahuan dengan diadakanya study tour ini.. Rupadhatu dan Arupadhatu.. PESAN DAN KESAN PESAN § Harapan diadakan study tour ini adalah dapat bermanfaat bagi siswa karena dapat menambah wawasan budaya dan pengetahuan umum.. DAFTAR PUSTAKA § Aristiasari. yaitu Kmadhatu .2012. KESIMPULAN Candi Borobudur adalah candi terbesar agama budha di dunia. Struktur dari Candi Borobudur merupakan deskripsi dari perjalanan kehidupan manusia dan kaitanya dengan alam semesta yang diyakini oleh warga budha mahayana .BAB V PENUTUP A.Pedoman Penulisan Laporan Study Tour. . Lamongan: SMAM 6 KARANGASEM PACIRAN LAMONGAN. § Saya dapat mengetahui tempat-tempat sejarah yang ada di Yogyakarta § Saya dapat menambah pengalaman baik di dalam ilmu pelajaran maupun tidak § Dan masih banyak lagi. B.Devita.

2000.com/20/10/03/perjalanan-wisata-minat-khusus.id/index.Yogjakarta:Taman Siswa Yogjakarta § (http://id.com..Yogjakarta:Kanisius § Drs.2004.borobudur.html § http://www.Borobudur Salah Satu Keajaiban Dunia:Yogyakarta:Pustaka Jaya § Sukmono.php?page=rilis&artikel=5097 § Blog at WordPress.Petunjuk Singkat Untuk Banguanan Suci Borobudur. § http://arkeologisunda.google.org/wiki/Tujuh_Keajaiban_Dunia) § http://gobanblog.ugm.ac.§ Badrika wayan..com.com § www.Yogyakarta:Pustaka Jaya MoerTjipto. Solo § Soeharsono. Pawon Dan Mendut.com § http://wisatadanbudaya.1981. Kanisus Yogyakarta 1993 § Moertjipto.html § detik.Jakarta:Erlangga § Matroji.wikipedia. Aneka Candi Kuno di Indonesia.Candi Pawon dan Mendut.1993.Sejarah Indonesia. R. 1998.1969. Drs Borobudur.Candi Borobudur Pustaka Umat Manusia.com/2011/1.Jakarta:Erlangga § Soedirman./ LAMPIRAN-LAMPIRAN Candi borobudur Relief Bukit di sekitar Candi Borobudur . Soetarno.blogspot.Sejarah Peninggalan Indonesia.blogspot.1980.blogspot.

. Mengenai Saya .Stupa Candi Borobudur Diposkan oleh Devita Aristia di 01.00 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Arsip Blog ▼ 2013 (1) ▼ Mei (1) contoh laoran study tour ke candi borobudur yogyak..

Gambar template oleh selensergen. Diberdayakan oleh Blogger. .Devita Aristia Lihat profil lengkapku Template Watermark.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.