BAB I PENDAHULUAN

Sebagaimana diketahui keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat yang dapat mencerminkan kualitas dari suatu negara. Keluarga yang sejahtera, sehat, harmonis, berkualitas, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan idaman dari setiap keluarga, oleh karena itu program-program Keluarga Berencana telah dirubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi “Keluarga Berkualitas Tahun 2015”1. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari visi tersebut terlihat bahwa program Keluarga Berencana memiliki andil yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas penduduk. Keluarga berencana merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama. Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan keluarga berencana1. Perwujudan nyata dalam partisipasi program Keluarga Berencana adalah dengan menggunakan kontrasepsi. Tetapi dilain pihak terdapat kendala berupa banyaknya jenis kontrasepsi yang beredar dipasaran dan masyarakat hanya mampu menyebut jenis alat atau obat kontrasepsi tersebut sedangkan informasi-infomasi mengenai keuntungan, kekurangan, kontraindikasi maupun efek samping dari kontrasepsi tersebut tidak mereka dapatkan, belum lagi adanya pandangan-pandangan atau norma budaya lingkungan dan orang tua yang dapat membuat pengguna (akseptor) menjadi ragu-ragu dalam menggunakan kontrasepsi tersebut. Untuk itu diperlukan suatu layanan konseling agar dapat menjelaskan secara benar setiap kontrasepsi dengan jelas mengenai keuntungan, kerugian, efek samping maupun kontraindikasinya. Penggunaan alat dan obat kontrasepsi memang tidak dapat lepas dari efek samping dan risiko yang kadang-kadang dapat merugikan kesehatan, namun demikian yang harus dipikirkan adalah benefit/ keuntungan dari penggunaan alat/ obat kontrasepsi tersebut yang lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi. Adapun syarat metode kontrasepsi yang ideal adalah1 :  Aman, artinya tidak menimbulkan komplikasi yang berat bila digunakan 1

   

Berdaya guna, dalam arti bila digunakan sesuai dengan aturan akan dapat mencegah kehamilan Dapat diterima, bukan hanya oleh akseptor tapi juga oleh lingkungan budaya di masyarakat Terjangkau harganya oleh masyarakat Bila metode tersebut dihentikan penggunaannya, kesuburan akan segera pulih, kecuali untuk kontrasepsi mantap. Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan) kesehatan yang nyata,

salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium, penggunaan kondom Program KB menentukan kualitas keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga dapat mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti HIV.

2

BAB II KONTRASEPSI

Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha – usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen. Yang bersifat permanen pada wanita disebut tubektomi dan pada pria disebut vasektomi.2 Sampai sekarang cara kontrasepsi yang ideal belum ada. Kontrasepsi ideal itu harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1) dapat dipercaya, 2) tidak menimbukan efek yang mengganggu kesehatan, 3) daya kerjanya diatur menurut kebutuhan, 4) tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus, 5) tidak memerlukan motivasi terus-menerus, 6) mudah pelaksanaannya, 7)murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, 8) dapat diterima penggunaanya oleh pasangan yang bersangkutan. Akseptabilitas2 Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain: 1) dapat dipercaya, 2) tidak ada efek sampingan atau hanya ada efek sampingan ringan, 3) tidak mempengaruhi koitus, 4) mudah penggunaannya, 5) harga obat/alat kontrasepsi terjangkau. Akseptabilitas ini terbukti apabila pasangan tetap

mempergunakan cara kontrasepsi yang bersangkutan, dan baru berhenti jika pasangan ingin mendapat anak lagi, atau jika kehamilan tidak akan terjadi lagi karena umur wanita sudah lanjut atau oleh karena ia telah menjalani kontrasepsi permanen. Metode kontrasepsi3 Metode-metode dengan efektivitas bervariasi yang saat ini digunakan adalah : 1. Kontrasepsi tanpa menggunakan alat-alat/obat-obatan 2. Kontrasepsi secara mekanis baik untuk pria maupun wanita 3. Kontrasepsi dengan obat-obat spermatisida 4. Kontrasepsi Hormonal (oral, suntik, implant) 5. Kontrasepsi dengan AKDR 6. Kontrasepsi Mantap (tubektomi dan vasektomi)

3

1. KONTRASEPSI TANPA MENGGUNAKAN ALAT-ALAT/ OBAT-OBATAN

1.1 Senggama terputus (coitus interuptus) Cara ini mungkin merupakan cara kontrasepsi yang tertua yang dikenal oleh manusia, dan mungkin masih merupakan cara yang banyak dilakukan sampai sekarang. Senggama terputus ialah penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Hal ini berdasarkan kenyataan, bahwa akan terjadinya ejakulasi disadari sebelumnya oleh sebagian besar pria, dan setelah itu masih ada waktu kira-kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi. Waktu yang singkat ini dapat digunakan untuk menarik keluar penis dari vagina. Keuntungannya, cara ini tidak membutuhkan biaya, alat-alat maupun persiapan, akan tetapi kekurangannya bahwa untuk mensukseskan cara ini dibutuhkan pengendalian diri yang besar dari pihak pria dan bisa mengurangi kenikmatan/kepuasan dalam berhubungan seksual. Selanjutnya penggunaan cara ini dapat menimbulkan neurasteni. Efektivitas bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan senggama terputus setiap melaksanakannya (angka kegagalan 4-18 kehamilan per 100 perempuan per tahun). Dan efektivitasnya akan jauh menurun jika sperma dalam 24 jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis. Kegagalan dengan cara ini dapat disebabkan oleh: 1. Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi (praejeculatory fluid) yang dapat mengandung sperma, apalagi pada koitus yang berulang (repeated coitus); 2. Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina; 3. Pengeluaran semen dekat pada vulva dapat menyebabkan kehamilan.

1.2 Pembilasan pascasenggama (postcoital douche) Pembilasan vagina dengan air biasa dengan atau tanpa tambahan larutan obat (cuka atau obat lain) segera koitus merupakan cara yang telah lama sekali dilakukan untuk tujuan kontrasepsi. Maksudnya ialah untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina. Penambahan cuka ialah untuk memperoleh efek spermasida serta menjaga asiditas vagina.

4

Tetapi ovulasi pada suatu saat akan terjadi dan dapat mendahului haid pertama sehingga apabila hanya mengandalkan pemberian ASI saja dapat memberikan resiko kehamilan untuk itu dapat dipertimbangan pemakaian kontrasepsi lain. selama ibu belum mendapat haid. spermatozoa dalam jumlah besar telah memasuki servik uteri. Metode Amenorea Laktasi (MAL) AKDR √ √ √ Sterilisasi √ √ Kondom/spermasida √ √ √ √ Kontrasepsi √ √ Progestin KB Alamiah √ √ Kontrasepsi √ kombinasi Tabel 1. Laktasi dikaitkan dengan adanya prolaktinemia dan prolaktin menekan adanya ovulasi. Waktu yang dianjurkan untuk memulai kontrasepsi pada wanita menyusui1 Persalinan √ 3 minggu √ 6 minggu √ 6 bulan 5 . dan waktunya kurang dari 6 bulan pascapersalinan. dan atau dalam 6 bulan pasca persalinan. ibu belum mendapat haid. Hal ini dapat efektif bila ibu menyusui lebih dari 8 kali sehari dan bayi mendapat cukup asupan per laktasi. 1.Cara ini mengurangi kemampuan terjadinya konsepsi hanya dalam batas-batas tertentu karena sebelum pembilasan dapat dilakukan. Menyusui secara eksklusif merupakan suatu metode kontrasepsi sementara yang cukup efektif.3 Perpanjangan masa menyusui anak (Prolonged lactation) Sepanjang sejarah para wanita mengetahui bahwa kemungkinan untuk menjadi hamil lebih kecil apabila mereka menyusui anaknya segera setelah melahirkan. Efektivitasnya dapat mencapai 98 %1.

biasanya diambil saat baru bangun tidur dan belum meninggalkan tempat tidur.4 Pantang berkala (rhythm method) Cara ini awalnya diperkenalkan oleh Kyusaku Ogino dari Jepang dan Hermann Knaus dari Jerman. Sebelum dan sesudah masa itu. wanita tersebut berada dalam masa tidak subur. ovulasi umumnya terjadi 14 ± 2 hari sebelum hari pertama haid yang akan datang. Suhu basal tubuh akan meningkat setelah ovulasi. kira-kira tahun1931. Pencatatan suhu dilakukan setiap hari pada sebuah tabel atau kertas grafik. Oleh karena itu cara ini sering juga disebut cara Ogino-Knaus. Metode penentuan masa ovulasi a. pada saat yang sama. Metode suhu basal tubuh Suhu basal adalah suhu tubuh sebelum ada aktifitas apapun. Untuk memprediksi timbulnya ovulasi dapat digunakan beberapa metode sebagai berikut: Gambar 1. Kesulitan cara ini ialah bahwa waktu yang tepat dari ovulasi sulit untuk ditentukan. Masa subur yang disebut ”Fase Ovulasi” mulai 48 jam sebelum ovulasi dan berakhir 24 jam setelah ovulasi. b. Mereka bertitik tolak dari hasil penyelidikan bahwa seorang wanita hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap daur haidnya. Metode lendir serviks 6 .1.

Hari terakhir basah karena lendir ini biasanya bersamaan dengan ovulasi. Metode ini sedikit lebih unggul karena mengkombinasi berbagai variabel. Misalnya siklus terpendek adalah 25 hari dan terpanjang 35 hari. Tetapi tetap juga memiliki keterbatasan. hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1 dan masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke-16 dalam siklus haid. d. seperti: nyeri perut (cramps). 7 . Yang paling normal haid adalah 28 hari.Metode berdasarkan lendir serviks yang muncul pada siklus wanita. Sesaat sebelum ovulasi lendir berubah menjadi basah dan licin. Masa subur awal didapatkan dengan siklus terpendek dikurangi 18 dan akhir masa subur adalah siklus terpanjang dikurangi 11. c. Sesudah haid vagina biasanya kering. Sedangkan bila siklus haid tidak teratur. Metode kalender Bila haid teratur (28 hari). Metode sympthotermal Metode ini merupakan penggabungan dari kedua metode diatas. Selanjutnya wanita disuruh mencari tanda-tanda ovulasi lainnya. maka waktu subur adalah antara hari ke 7 sampai dengan ke 24. harus dicatat siklus haid selama 6 bulan. Lendir ini dicek di vagina. setelah itu muncul lendir yang lengket. tetapi masih dianggap normal jika antara 21-35 hari. spotting dan perubahan posisi serta konsistensi serviks.

KONTRASEPSI SECARA MEKANIS 2. Kini paling umum dipakai ialah kondom dari karet. Kondom Penggunaan kondom mempunyai tujuan perlindungan terhadap penyakit kelamin yang telah dikenal sejak zaman Mesir kuno. kondom ini tebalnya kira-kira 0. Prinsip kerja kondom ialah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus. Kondom dilapisi dengan pelicin yang mempunyai sifat spermatisid.5 mm dan panjang lebih kurang 19 mm. dan mencegah tumpahnya sperma dalam vagina. Bentuk kondom adalah silindris dengan pinggir yang tebal pada ujung yang terbuka. kecuali jika ada alergi terhadap bahan untuk membuat karet.1 Kondom Gambar 2. Kini telah tersedia berbagai ukuran dengan bermacam-macam warna. sedang ujung yang buntu berfungsi sebagai penampung sperma. Sebab-sebab kegagalan memakai kondom ialah bocor atau koyaknya alat itu atau tumpahnya sperma yang disebabkan oleh tidak dikeluarkannya penis segera setelah terjadi ejakulasi.1 PRIA 2.2. 8 . Efek sampingan kondom tidak ada.05 mm. selain untuk tujuan kontrasepsi juga dapat memberi perlindungan terhadap penyakit kelamin5. Diameternya biasanya kira-kira 31-36.1. Pada waktu sekarang kondom telah dipergunakan secara luas di seluruh dunia dalam program keluarga berencana. Kekurangannya ialah ada kalanya pasangan yang mempergunakannya merasakan selaput karet tersebut sebagai penghalang dalam kenikmatan sewaktu melakukan koitus. Keuntungan kondom.

1 Pessarium Bermacam-macam pessarium telah dibuat untuk tujuan kontrasepsi. Pasanglah kondom sepanjang penis yang sedang dalam ereksi. 3. Keluarkanlah penis dari vagina sewaktu masih dalam keadaan ereksi dan tahanlah kondom pada tempatnya ketika penis dikeluarkan dari vagina. Pada pria yang tidak bersunat. 2.2. Secara umum pessarium dapat dibagi atas dua golongan.Gambar 3. Pada kondom yang mempunyai kantong kecil di ujungnya. yakni (1) diafragma vaginal . 5. 2. keluarkanlah udara terlebih dahulu sebelum kondom dipasang. Pergunakanlah bahan pelicin secukupnya pada permukaan kondom untuk mencegah terjadinya robekan. 9 . Jangan melakukan koitus sebelum kondom terpasang dengan baik. prepusium harus ditarik terlebih dahulu. dan (2) cervical cap. Kondom 2 Efektivitas kondom ini tergantung dari mutu kondom dan dari ketelitian dalam penggunaannya. supaya sperma tidak tumpah.2 WANITA 2. Tinggalkan sebagian kecil dari ujung kondom untuk menampung sperma. 4. Mengenai pemakaian kondom perlu diperhatikan hal-hal berikut : 1.

misalnya pada 1) sistokel yang berat.2. 3. keadaan dimana tidak tersedia cara yang lebih baik. Umumnya diafragma vaginal tidak menimbulkan banyak efek sampingan. 3) fistula vagina. Untuk memperkuat khasiat diafragma.1. atau cara lain harus dihentikan untuk sementara waktu oleh karena sesuatu sebab. Diafragma vaginal Pada tahun 1881 Mensinga dan Flensburg (Belanda) telah menciptakan untuk pertama kalinya diafragma vaginal guna mencegah kehamilan. Diafragma dimasukkan ke dalam vagina sebelum koitus untuk menjaga jangan sampai sperma masuk ke dalam uterus. Pada keadaan-keadaan tertentu pemakaian diafragma tidak dapat dibenarkan. Diafragma vaginal sering dianjurkan pemakaiannya dalam hal-hal seperti : 1. AKDR. 2) prolapsus uteri. Efek sampingan mungkin disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat-obat 10 . 2. obat spermatisida dimasukkan ke dalam mangkuk dan dioleskan pada pinggirnya. jika pemakaian pil. Dewasa ini diafragma vaginal terdiri atas kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis pada pinggirnya.1 Diafragma vaginal Gambar 4. Diafragma paling cocok untuk dipakai pada wanita dengan dasar panggul yang tidak longgar dan dengan tonus dinding vagina yang baik. ada pula yang dari kawat halus yang tergulung sebagai spiral dan mempunyai sifat seperti per.2. Per ini ada yang terbuat dari logam tipis yang tidak dapat berkarat. 4) hiperantefleksio atau hiperretrofleksio uterus. sehingga tidak dibutuhkan perlindungan yang terus-menerus. jika frekuensi koitus tidak seberapa tinggi.

atau oleh karena terjadi perkembangbiakan bakteri yang berlebihan dalam vagina jika diafragma dibiarkan terlalu lama terpasang di situ. hasilnya cukup memuaskan 3) Dapat dipakai sebagai pengganti pil atau AKDR pada wanita-wanita yang tidak boleh mempergunakan pil atau AKDR oleh karena suatu sebab. Kekurangan khasiat diafragma vaginal ialah : 1) Diperlukan motivasi yang cukup kuat 2) Umumnya hanya cocok untuk wanita yang terpelajar dan tidak untuk dipergunakan secara massal 3) Pemakaian yang tidak teratur dapat menimbulkan kegagalan.spermatisida yang dipergunakan.2 Cervical cap Gambar 5.2. jadi lebih kecil daripada diafragma vaginal. Cervical cap Cervical cap dibuat dari karet atau plastik. 2. dan mempunyai bentuk mangkuk yang dalam dengan pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. Keuntungan cara ini ialah : 1) Hampir tidak ada efek sampingan 2) Dengan motivasi yang baik dan pemakaian yang betul. Efektivitas nya sedang (bila digunakan dengan spermasida angka kegagalan 6-18 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama)1.1. Cap ini 11 . 4) tingkat kegagalan lebih tinggi daripada pil atau AKDR. Ukurannya ialah dari diameter 22 mm sampai 33 mm.

Makin erat hubungan antara zat kimia dan sperma. Kini di pasaran terdapat banyak obat-obat spermatisida. atau apabila ada kontraindikasi terhadap cara lain. KONTRASEPSI DENGAN OBAT-OBAT SPERMATISIDA Obat spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas 2 komponen. Obat ini disemprotkan ke dalam vagina 12 . Orthogynol vaginal jelly. 2) Delfen vaginal cream. Gambar 7. Oleh sebab itu.dipasang pada porsio servisis uteri seperti memasang topi. sehingga kelak busanya dapat mengelilingi serviks uteri dan menutup ostium uteri eksternum. Suppositorium dimasukkan sejauh mungkin ke dalam vagina sebelum koitus. Cara kontrasepsi dengan obat spermatisida umumnya digunakan bersama-sama dengan cara lain (diafragma vaginal). dan vehikulum yang nonaktif dan yang dipergunakan untuk membuat tablet atau cream/jelly. obat yang paling baik ialah yang dapat membuat busa setelah dimasukkan ke dalam vagina. Obat ini baru mulai aktif setelah 5 menit. yaitu zat kimiawi yang mampu mematikan spermatosoon. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam. 2. 3. Dewasa ini alat ini jarang dipakai untuk kontrasepsi. makin tinggi efektivitas obat. Efek sampingan jarang terjadi dan umumnya berupa reaksi alergi. Jelly spermatisid 1) Perseptin vaginal jelly. jelly atau cream. suppositorium Gambar 6. Supositoria dan tablet spermatisid Lorofin suppositoria. antara lain dalam bentuk : 1. Rendel pessaries. Jelly lebih encer daripada cream.

dengan menggunakan suatu alat. C-film yang merupakan benda yang tipis. tablet terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air. Sebelum digunakan. Volpar. dan larut dalam air. 13 . Efektivitas KB spermatisid ini kurang (3 – 21 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama)1. Lama kerjanya 30-60 menit. C-film Gambar 8. Obat mulai efektif setelah 30 menit. 4. Syn-A-Gen. Dalam vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada porsio uteri dan vagina. kemudian dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam. 3. dapat dilipat. tablet busa Sampoon.

Kontrasepsi ini tersedia dalam berbagai bentuk. Efektivitasnya tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi). Terdapat 2 jenis cara kerja pil estrogen kombinasi 1. Kontrasepsi injeksi atau implant hanya mengandung progestin atau kombinasi estrogen dan progestin.4. Jenis monofasik paling banyak digunakan saat ini. 10. bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan)1.1 Kontrasepsi estrogen plus progestin (kombinasi) Gambar 9. atau dalam bentuk koyo. dan implant. Setiap tabletnya mengandung 30 -100 μ g etinilestradiol (di beberapa negara terdapat pula tablet dengan 10 dan 20 μ g) dan gestagen sintetik dengan dosis yang berbeda-beda. Pil kontrasepsi Kontrasepsi kombinasi estrogen-progesteron dapat diberikan per oral. mengandung hormon aktif estrogen dan progestin dalam dosis yang sama. agar terjadi perdarahan lucut (with drawal bleeding) dari uterus. dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. Kontrasepsi oral paling sering digunakan dan sering terdiri dari kombinasi suatu zat estrogen dan bahan prosgestasional yang diminum tiap hari selama 3 minggu dan berhenti selama 1minggu. injeksi.4 juta wanita di AS menggunakan kontrasepsi oral untuk mengendalikan kesuburannya. Kebanyakan efek samping yang timbul disebabkan oleh 14 . Kontrasepsi oral adalah kombinasi estrogen dan progestin atau hanya progestin – mini pil. Monofasik: Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet. oral. Pada tahun 1995. kontrasepsi hormonal menjadi sebuah perubahan drastis dari metode-metode tradisional sebelumnya. 4. suntikan IM. KONTRASEPSI HORMONAL Saat diperkenalkan pada tahun 1960.

Dari sebagian besar penelitian. Pil sekuensial ( bifasik/ trifasik): Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet. mengandung hormon aktif estrogen dan progestin dalam dosis yang yang berbeda ( dua atau tiga dosis).5 mg Linestrenol 30 mcg Etinilestradiol 40 mcg Etinilestradiol 30 mcg Etinilestradiol 15 . 2.5 mg Linestrenol 75 mcg Gestroden 2 mg Siproterone asetat 30 mcg Etinilestradiol 30 mcg Etinilestradiol 50 mcg Etinilestradiol 20 mcg Etinilestradiol 30 mcg Etinilestradiol 50 mcg Etinilestradiol 50 mcg Etinilestradiol 30 mcg Etinilestradiol 35 mcg Etinilestradiol bertingkat) Triquilar ED 50 mcg Levonorgestrel 75 mcg Levonorgestrel 125 mcg Levonorgestrel 30 mcg Etinilestradiol 40 mcg Etinilestradiol 30 mcg Etinilestradiol 50 mcg Levonorgestrel Trinordial 75 mcg Levonorgestrel 125 mcg Levonorgestrel 3 Exluton 28 0. khasiat kontrasepsi hanya berdasarkan pada hambatan ovulasi oleh estrogen dalam fase pertama dan pada fase kedua gestagen hanya berguna untuk menimbulkan perdarahan yang teratur. dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. Cara kerjanya mirip dengan suatu siklus haid normal. pemberian dosis 50 μ g menimbulkan efek samping yang sangat rendah. Pil sekuensial tidak seefektif pil kombinasi oleh karenanya angka kegagalan relatif tinggi. Di Indonesia sediaan ini tidak pernah beredar No Nama Dagang 1 (Jenis Kombinasi) Microgynon 30 Nordette 28 Nordial 28 Mercilon 28 Marvelon 28 Ovostat 28 Lyndiol Gynera Diane 35 2 (jenis kombinasi Progesteron Estrogen 150 mcg Levonorgestrel 150 mcg Levonorgestrel 250 mcg Levonorgestrel 150 mcg Levonorgestrel 150 mcg Desogestrel 1 mg Linestrenol 2.kandungan estrogen sehingga saat ini hampir semua pil kontrasepsi mempunyai kadar estrogen yang rendah (20-35 μ g etinilestradiol).

Karena itu. sedikit. peran keduanya dalam mengubah motilitas tuba dan uterus masih belum jelas. Akhirnya progestin juga dapat menghambat ovulasi dengan menekan gonadotropin. ketokonazol/itrakonazol. Kontrasepsi oral kombonasi estrogen plus progestin. Kapasitasi sperma juga mungkin terhambat. dan menghambat jalannya sperma. namun. primidon. topiramat. dan penghambatan implantasi di endometrium apabila dua mekanisme pertama gagal. fenitoin. Estrogen mempercepat transportasi ovum. tetapi efek yang terpenting adalah mencegah terjadinya ovulasi dengan menekan gonadotropin releasing factors dari hypothalamus. Progestin menyebabkan terbentuknya mucus servik yang kental. Seperti estrogen. progestin menyebabkan perlambatan. Efek gabungan dari estrogen dan progestin dalam kaitannya dengan kontrasepsi adalah supresi ovulasi yang sangat efektif. griseofulvin. Interaksi obat Kontrasepsi oral dapat mengganggu kerja beberapa obat (tabel 2-1 dan 1-2). menghasilkan proteksi terhadap kehamilan yang hampir absolute. apabila diminum setiap hari selama 3 dari 4 minggu. Estrogen saja dalam dosis yang memadai akan menghambat ovulasi dengan menekan gonadotropin. sehingga untuk itu dapat dipakai kontrasepsi tambahan atau dosisnya lebih ditingkatkan. progestin menyebabkan endometrium menjadi kurang memungkin kan untuk implantasi blastokista. Sebaliknya. Macam-macam Pil kontrasepsi kombinasi Mekanisme kerja Efek kontraseptif obat-obat yang mengandung steroid bersifat multiple. felbamat. selular. Estrogen ini juga mungkin akan menghambat implantasi dengan mengubah pematangan endometrium. rifampisin. blockade penetrasi sperma oleh mucus serviks. Yang mana hal ini dapat menghambat sekresi follicle stimulating hormone dan lutenizing hormone dari hipofisis.Tabel2. sebagian obat menurunkan efektifitas kontrasepsi oral kombinasi antara lain : barbiturat. karbamazepin. Obat yang berinteraksi Asetaminofen dan aspirin Efek merugikan Mungkin mengurangi efek analgetik 16 .

dokter serta masyarakat awam sering kebingungan karena laporan yang banyak dan sering bertentangan tersebut. insiden dan keparahan penyakit radang panggul berkurang. Obat yang efektivitasnya menurun oleh kontrasepsi oral kombonasi3 Efek yang merugikan Alkohol Efek mungkin meningkat Aminlfilin Efek meningkat Antidepresan Efek mungkin meningkat Benzodiazepine Efektifitas zat penenang dan fungsi psikomotor mungkin meningkat atau menurun Beta bloker Efek penghambat mungkin meningkat Kafein Efek meningkat Kortikosteroid Toksisitas mungkin meningkat Teofilin Efek meningkat Tabel 4. perbaikan hirsutisme.5 17 . keluhan premenstruasi berkurang. Kemungkinan efek samping dari pil KB yang selama ini terlalu banyak dan terlalu lama mendapat perhatian efek merugikan pada para pemakai mungkin hanya terjadi akibat rasa cemas karena publisitas yang terus menerus. kontrasepsi oral yang jika dipantau pemberianya dengan benar terbukti relatif aman bagi sebagian besar wanita. pencegahan aterogenesis. Efek yang menguntungkan Pil kombinasi estrogen plus progestin adalah bentuk kontrasepsi reversibel paling efektif yang tersedia.32 per 100 wanita-tahun atau kurang. angka kehamilan ektopik lebih rendah sampai 90%. pengeluaran darah menstruasi dan anemia berkurang.3. angka kanker endometrium dan ovarium berkurang sampai 40%. kista ovarium fungsional sampai 80% dan salpingitis berkurang. perbaikan akne. berbagai penyakit payudara jinak berkurang sampai 40%.Sayangnya. Obat yang efektivitasnya ditingkatkan oleh kontrasepsi oral 3 Obat yang berinteraksi Keamanan Secara umum. dismenorea yang berkaitan dengan endometriosis berkurang. Dilaporkan angka kegagalan 0. dan perbaikan rematoid artritis.Obat penenang golongan benzodiazepin Mungkin menurunkan atau meningkatkan efektivitas obat penenang dan fungsi psikomotor Metildopa Menurunkan efek hipotensif Antikoagulan oral Menurunkan efek antikoagulan Hipoglikemik oral Mungkin mengurangi efek hipoglikemik Tabel 3. Efek menguntungkan lainnya yang dilaporkan adalah kepadatan tulang meningkat.

dan konversinya oleh renin menjadi angiotensin I dicurigai menimbulkan hipertensi. Meningkatnya pembentukan angiotensinogen tampaknya berkaitan dengan dosis. akan meningkat sejalan dengan dosis estrogen. XIII. b. Efek metabolik  Lipoprotein dan lemak Kontrasepsi oral kombinasi meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol total. Penyakit hati Kolestasis dan ikterus kolestatik merupakan penyulit yang jarang terjadi pada pemakai kontrasepsi oral. Progestin biasanya meningkatkan sekresi insulin dan menciptakan resistensi insulin. gejala dan tanda akan hilang apabila obat dihentikan.Kemungkinan efek yang merugikan a. Hal ini tampaknya terjadi sebagai akibat langsung dosis estrogen yang digunakan. dan insiden kedua bentuk trombosis ini berkaitan dengan dosis estrogen. Tampaknya kontrasepsi oral mempercepat terjadinya penyakit kandung empedu pada wanita yang rentan. Dan tidak ada alasan untuk menghentikan kontrasepsi oral pada wanita yang telah pulih dari hepatitis virus. X. tapi secara keseluruhan tidak terjadi peningkatan resiko jangka panjang. XII. Tapi efek ini seperti pada kehamilan. efek diabetogeniknya sering reversibel apabila kontrasepsi oralnya dihentikan. Karena efek ini. sedangkan sebagian progestin menyebabkan hal yang sebaliknya. Hal ini penting untuk mengetahui pada proses pembentukan penyakit pembuluh arteri. 18 . Estrogen menurunkan konsentrasi kolesterol LDL dan meningkatkan HDL.  Metabolisme karbohidrat Kontrasepsi oral dapat menurunkan toleransi glukosa pada sejumlah pemakai dengan persentase yang signifikan. steroid kontrasepsi dapat mengintensifkan diabetes yang sudah ada atau mungkin ternyata cukup diabetogenik sehingga mampu memicu munculnya diabetes secara klinis pada wanita yang rentan. IX. VII.  Metabolisme protein Estrogen akan meningkatkan pembentukan berbagai globulin oleh hati. Fibrinogen dan mungkin faktor II.

 Defisiensi piridoksin Perubahan-perubahan biokimiawi yang menunjukkan defisiensi vitamin B6 (piridoksin) yang mana hal ini juga terjadi saat kehamilan normal.  Kanker payudara Masih belum jelas apakah kontrasepsi oral berperanan dalam ternbentuknya kanker payudara. tetapi resiko ini berkaitan dengan preparat-preparat yang lama yang dosis estrogennya tinggi. tetapi tidak selalu. Hal ini 19 . d. Pada sebuah studi terbesar.   Adenoma hipofisis Serviks Terdapat korelasi antara resiko kanker serviks prainvasif dengan pemakaian kontrasepsi oral.(2000) melaporkan peningkatan resiko pada wanita dengan riwayat keluaga yang kuat.c. Pemakaian kontrasepsi oral kombinasi dosis rendah yang lebih baru tampaknya dapat mengurangi insiden terjadinya kelainan yang tidak lazim ini. dan resiko kanker invasif meningkat setelah pemakaian 5 tahun. yang serupa dengan yang dijumpai pada kehamilan normal. Tapi masih belum jelas apakah keterkaitan ini memiliki hubungan sebab akibat. Gizi Penyimpangan kadar beberapa zat gizi.  Hiperplasia dan kanker hati Pemakaian kontrasepsi estrogen plus progestin dilaporkan secara tidak langsung dikaitkan dengan kejadian hiperplasia nodularis fokal hepatika dan pembentukan tumor yang jinak. Keterkaitan ini dijumpai pada wanita yang menggunakan formulasi berisi estrogen dosis tinggi (biasanya mestranol) untuk jangka panjang. Gabrick dkk.1986). pada penelitian-penelitian justru diperlihatkan adanya efek protektif terhadap kanker ovarium dan endometrium. Sebenarnya. Neoplasia Kemungkinan kontrasepsi hormonal sebagai penyebab kanker tampaknya kecil. tidak terbukti adanya peningkatan resiko kanker payudara diantara pemakai kontrasepsi oral (Cancer and Steroid Hormone Study. dilaporkan terjadi pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral.

2000.2000. WHO collaborative Study. kegemukan.  Stroke dan Trombosis arteri Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemakaian kontrasepsi oral tersebut pada wanita yang sehat yang tidak merokok tidak menyebabkan peningkatan resiko stroke trombotik atau hemorhagik (Mishell. diabetes. Ada 20 . sehingga insiden pada pemakai kontrasepsi oral yang sebesar 1. Faktor-faktor klinis yang meningkatkan resiko trombosis dan emboli vena adalah hipertensi. 1996. Pettiti dkk.. Schwartz dkk. merokok. Tekanan darah akan normal kembali saat kontrasepsi dihentikan.1998. yang merokok.0 sampai 3. Efek kardiovaskular Terdapat sejumlah resiko kardiovaskular yang jarang tetapi bermakna pad pemakaian kontrasepsi hormonal. karena merokok merupakan faktor resiko independen. Schwartz dkk.  Infark miokardium Infark miokardium terjadi pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral dan juga merokok.tahun adalah kecil. terbukti meningkat kadar angiotensinogen (substrat renin) plasma sampai mendekati kadar pada kehamilan normal. Yang utama..  Hipertensi Ini timbul sebagai respons terhadap estrogen.1998). e. dan gaya hidup yang tidak banyak aktivitas fisik (Hatche dkk.0 per 10000 wanita. Terjadinya hipertensi pada kehamilan bukan merupakan halangan bagi pemakaian kontrasepsi oral setelahnya.1996).terjadi karena estrogen memicu enzim-enzim dihati sehingga menyebabkan meningkatnya metabolisme triptofan yang menggambarkan terjadinya defisiensi piridoksin. atau memiliki nyeri kepala migren mengalami peningkatan resiko stroke hemorhagik atau trombotik (Mishell. wanita dengan hipertensi.1998).. Sekitar 1 per 10000 wanita-tahun.  Tromboembolisme Mishell (2000) menganalisis bahwa resiko tromboembolisme vena diperkirakan meningkat 3-4 kali lipat pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral.

karena mungkin saja akan bertambah parah atau merupakan ancaman stroke atau stroke ringan. Efek lain     Mukorea Kloasma Mioma uteri. kemungkinan besar tidak bertambah besar pada pemakaian kontrasepsi oral Pertambahan berat badan. Karena hampir tidak memberikan efek pada laktasi dan merupakan kontrasepsi yang baik. Hal ini terjadi oleh karena adanya retensi cairan. f.  Depresi. g. Efek pada reproduksi  Amenorea pasca pil Setelah kontrasepsi kombinasi dihentikan 3 bulan biasanya ovualasi akan segera pulih dan kembali seperti semula5. tetapi umumnya akibat pola makan yang berubah sebab ibu merasa tenang dan tidak takut hamil lagi setelah menggunakan alat kontrasepsi5 . karena kontrasepsi oralyang mengandung estrogen 50 μg atau lebih 21 .   Nyeri kepala migren Frekuensi dan intensitas serangan nyeri kepala migren mungkin berkurang atau meningkat. Hanya sedikit hormon yang diekskresikan ke dalam ASI. tidak semua wanita yang menggunakan ini akan mengalami peningkatan berat badan. Tapi lebih baik menghindari pemakaian kontrasepsi ini pada wanita yang memiliki migren.2 patokan penting dalam kaitannya dengan merokok dan kontrasepsi oral adalah lebih dari 15 batang rokok per hari bagi orang berusia lebih dari 35 tahun yang sedang atau pernah merokok.  Laktasi Pemakaian hormon kontrasepsi oral pada ibu menyusui akan mengurangi jumlah ASI.

dan gejala premenstruasi. kista ovarium fungsional menjadi sering.5. Pil ini tidak terlalu populer oleh karena insiden perdarahan ireguler dan angka kehamilannya jauh lebih tinggi. Pilihan yang baik bagi ibu yang menyusui. Jenis minipil yang tersedia dipasaran Disebut juga mini pil adalah pil yang hanya mengandung progestin 350 μg atau kurang yang diminum setiap hari. dismenorea. Kemungkinan sebabnya adalah terbentuknya mukus serviks yang menghambat penetrasi sperma dan perubahan pematangan endometrium sehingga dapat menolak implantasi blastokista. dan pil ini harus diminum pada waktu yang sama atau hampir sama tiap harinya.1 Progestin oral Gambar10.4. Pil ini mengganggu kesuburan tapi tidak selalu menghambat penetrasi ovulasi.2. mulai diminum pada minggu ke 6 setelah melahirkan1.  Kontraindikasi 22 .  Keuntungan Resiko peningkatan penyakit kardiovaskular dan keganasan belum terbukti. yang jika terlambat sekalipun hanya 3 jam untuk 2 hari berikutnya harus digunakan kontrasepsi lain sebagai tambahan.  Kekurangan Kegagalan kontrasepsi dan meningkatnya insiden kehamilan ektopik apabila kontrasepsi gagal. lebih kecil kemungkinannya menyebabkan peninggian tekanan darah atau nyeri kepala. perdarahan uterus yang tidak jelas. tidak berefek pada metabolisme karbohidrat dan diperkirakan lebih jarang menyebabkan depresi.2 Kontrasepsi progestasional 4.

perdarahan uterus selama dan setelah pemakaian. kontrasepsi suntik Keunggulan suntikan progestin adalah efektivitas kontrasepsi yang setara dengan atau lebih baik daripada kontrasepsi oral kombinasi. Disamping itu terjadi juga peningkatan berat badan yang nyata. 4. hanya terjadi sedikit modifikasi metabolisme glukosa. 23 . dan gangguan laktasi yang minimal. dan anovulasi yang lama setalah penghentian kontrasepsi. Kelebihan dan kekurangannya serupa dengan progestin oral. dengan perdarahan uterus yang tidak jelas. Pada pemakaian Depo medroksiprogesteron jangka panjang terdapat kemungkinan penurunan kepadatan mineral tulang. namun akan pulih setelah terapi dihentikan. efek bertahan lama dengan hanya 4 – 6 kali penyuntikan setahun. insiden anemia defisiensi besi menurun. Kekurangannya mencakup amenorea berkepanjangan.2.Terutama pada wanita berumur. termasuk inhibisi ovulasi. Pemulihan kesuburan akan lambat namun tidak terhambat.2 Kontrasepsi progestin suntik Gambar 11. riwayat kehamilan ektopik atau kista ovarium fungsional. pada pemakaian jangka panjang trigliserida dan kolesterol HDL menurun tetapi kolesterol LDL tidak meningkat. Depo medroksiprogesteron asetat (Depo provera) dan Noretindron etantat (Norgest) telah banyak dipakai secara luas diseluruh dunia. peningkatan kekentalan mukus serviks. mekanisme kerja kedua obat tampaknya multipel. dan pembentukan endometrium yang kurang ramah bagi implantasi ovum.

Timbulnya perdarahan yang tidak teratur. 4. Pulihnya setelah penghentian berlangsung cepat. Kadar estrasdiol mencapai puncak pada 3 sampai 4 hari pascainjeksi dengan nilai yang setara dengan lonjakan praovulasi dalam siklus menstruasi ovulatorik normal. Noetindron etantat disuntikan dengan cara yang sama dalam dosis 200mg. Obat ini mengandung 25mg Medroksiprogesteron asetat plus 5 mg estradiol sipionat yang dipasarkan dengan nama Lunelle atau Cyclo-Provera. Frekuensi penyuntikan merupakan masalah yang nyata. Dosis lazim adalah 150 mg setiap 90 hari3 . dengan hampir 83% wanita menjadi hamil dalam 12 bulan setelah penghentian. dan penurunannya menyebabkan perdarahan lucut 10 sampai 20 hari pasca penyuntikan. tetapi penyuntikan obat ini harus diulang setiap 60 hari. ketidakteraturan perdarahan tampaknya menjadi lebih jarang terjadi dibandingkan kesuburan dengan injeksi depomedroksiprogesteron asetat. namun setelah 3 bulan pemakaian.2. 24 .Depo medroksiprogesteron disuntikan dalam-dalam di kuadran luar atas bokong tanpa dipijat untuk memastikan agar obat dilepaskan secara perlahan-lahan. Angka pemulihan kesuburan jauh lebih cepat daripada penghentian dengan suntikan Depomedroksiprogesteron asetat. Mekanisme kerja obat ini dengan menghambat ovulasi dan menekan proliferasi endometrium. Kadar estradiol menetap setinggi ini selama sekitar 1014 hari.3 Injeksi Medroksiprogesteron asetat/ Estradiol Sipionat Obat kontrasepsi baru yang disuntikan setiap bulan.

25 . b. Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun. dan Indoplant. dengan diameter 2 mm. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral harus benar-benar diingatkan untuk tidak merokok. Kontrasepsi implan Sistem norplant menyalurkan levonorgestrel dalam wadah silastik yang diimplantasikan dijaringan subdermal. Tabel 5. Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3. Resiko meningkat seiring usia dan merokok dalam jumlah besar (15 batang atau lebih per hari) dan sering mencolok pada wanita berusia 35 tahun atau lebih. Norplant. Terdapat beberapa jenis kontrasepsi implant seperti: a. yang diisi dengan 36 mg levonorgestrel dan lama kerjannya 5 tahun. Implanon.4 cm.4 Implan progestin Gambar 12. yang diisi dengan 68 mg 3-ketodesogestrel dan lama kerjannya 3 tahun. c. dengan diameter 2.Kontrasepsi oral jangan digunakan pada wanita yang mengalami salah satu keadaan dibawah ini :  Gangguan tromboflebitis atau tromboembolus  Riwayat tromboflebitis vena dalam atau gangguan tromboembolus  Penyakit sereborvaskular atau arteria koroner  Diketahui atau dicurigai mempunyai karsinoma payudara  Karsinoma endometrium atau diketahui atau dicurigai mempunyai neoplasma dependen estrogen  Perdarahan genital abnormal yang tidak diketahui penyebabnya  Ikterus kolestatik pada kehamilan atau riwayat ikterus setelah menggunakan pil  Adenoma atau karsinoma hati  Diketahi atau dicurigai hamil Peringatan : Merokok meningkatkan resiko efek samping kardiovaskular yang serius akibat pemakaian kontrasepsi oral. Jadena. Terdiri dari datu batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm.4 mm. kontraindikasi pemakaian Kontrasepsi oral kombinasi3 4.2.

kesuburan dapat kembali segera. METODE KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) Gambar 13. 26 . Awalnya penggembalapenggembala unta bangsa Arab dan Turki berabad lamanya melakukan cara ini dengan memasukkan batu kecil yang bulat dan licin kedalam alat genital unta mereka. Dan apabila tidak dimasukkan sesuai petunjuk. AKDR Memasukkan benda-benda atau alat ke dalam uterus untuk tujuan mencegah kehamilan. endometritis. Pada pemakaian sistem norplant tampaknya tidak terjadi pengurangan kepadatan tulang. dll). Tapi sejak mulai diketemukannya antibiotik yang dapat mengurangi resiko infeksi. dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dalam perjalanan jauh2 . Dilaporkan bahwa setelah pemakaian 6 bulan. kadar glukosa dan insulin mengalami perubahan bahkan pada wanita nondiebetik. Setelah pencabutan implant. tetapi akan sangat mengkhawtirkan pada orang yang berpotensi untuk diabetik. terdapat juga masalah yang berkaitan dengan infeksi lokal. Pada wanita normal perubahan ini tidak bermakna. yang telah dikenal sejak zaman dahulu kala. parametritis. kecuali efek pada metabolisme karbohidrat. 5. Sejak itu banyak tulisan-tulisan ilmiah yang meneliti tentang efektivitasnya pada manusia. yang mana pada awalnya banyak mendapat pertentangan oleh karena dianggap sebagai sumber infeksi pada panggul (salpingitis.Keunggulan dan kekurangan hampir identik dengan progestin oral. maka penerimaan AKDR semakin meningkat. Karena memerlukan tindakan bedah ringan. maka pengeluarannya akan menjadi lebih sulit.

Unsur tambahan adalah tembaga (cuprum). Diduga ini disebabkan karena meningkatnya prostaglandin dalam uterus pada wanita tersebut. huruf T (Tcu380A. Disamping itu ditemukan juga sering timbulnya kontraksi uterus pada pemakai AKDR. Bentuk yang beredar dipasaran adalah spiral (Lippes loop). pengaruh AKDR bioaktif dengan berkurangnya konsentrasi logam makin lama makin berkurang.8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan). dan NovaT). Efektifitasnya tinggi dapat mencapai 0. dan batang (Gynefix). Tcu200C. tapi yang paling banyak digunakan dalam program KB di Indonesia ialah AKDR jenis copper T dan spiral (Lippes loop). atau hormon (Levonorgestrel). Pada AKDR bioaktif selain kerjanya menimbulkan peradangan.3. juga oleh karena ion logam atau bahan lain yang melarut dari AKDR mempunyai pengaruh terhadap sperma.6 – 0. Pada pemeriksaan cairan uterus pada pemakai AKDR sering kali dijumpai sel-sel makrofag (fagosit) yang mengandung spermatozoa. 27 . ion logam yang paling efektif ialah ion logam tembaga (Cu)2. Menurut penyelidikan. tetapi pendapat yang terbanyak mengatakan bahwa dengan adanya AKDR dalam kavum uteri menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan sebukan leukosit yang dapat menghancurkan blastokista dan sperma. tulang ikan (MLCu350 dan 375).Mekanisme kerja Mekanisme kerja dari AKDR sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. yang dapat menghalangi nidasi. Jenis-jenis AKDR Sampai sekarang telah banyak ditemukan jenis-jenis AKDR. Jenis-jenis AKDR Gambar 14.

Reversibel 6. sehingga memiliki efek sistemik dari progesteron yang sangan kecil. memperburuk perjalan kanker payudara dan miom Keuntungan-keuntungan AKDR AKDR mempunyai keunggulan terhadap cara kontrasepsi yang lain karena : 1. dengan masa aktif sekitar 5 tahun.AKDR Dengan Progestin Mirena. namun Mirena memiliki efek dari pelepasan progesterone intrauterin. yang melepaskan 20 mcg levonorgestrel perhari ke dalam rongga uterus. adalah contoh AKDR yang mengandung levonorgestrel ( progesteron) yang memiliki bentuk T. Umumnya hanya memerlukan satu kali pemasangan dan dengan demikian satu kali motivasi 2. Efektivitas cukup tinggi 5. Tidak ada pengaruh terhadap ASI Efek samping AKDR  Perdarahan 28 . Berikut adalah kelebihan AKDR dengan Progestin: Mengurangi nyeri dan jumlah perdarahan saat haid Diberikan pada wanita perimenopause. Alat itu ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara massal 4. hampir sama dengan AKDR pada umumnya. Mekanisme kerja Mirena. atau epilepsi Kelemahan AKDR dengan progestin: Mahal Memiliki sedikit efek progesteron sistemik. seperti meningkatkan resiko trombosis. sehingga dapat digunakan bersama-sama dengan pasien yang sedang menjalani pengobatan TB. menurunkan kadar HDL darah. dan diberikan dengan estrogen untuk mencegah hiperplasia endometrium Dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk mengurangi perdarahan uterus disfungsional Tidak mengganggu fungsi hati. Tidak menimbulkan efek sistemik 3.

Angka keguguran dengan AKDR in situ tinggi. Jadi jika ditemukan kehamilan dengan AKDR in situ sedang benangnya masih kelihatan. atau setelah terjadi ileus. umumnya tidak menyebabkan terjadinya infeksi jika alat-alat yang digunakan disucihamakan. hal ini mungkin disebabkan oleh sudah adanya infeksi yang subakut atau menahun pada traktus genitalis sebelum pemasangan AKDR. sebaiknya dibiarkan saja berada dalam uterus. tidak akan timbul cacat pada bayi oleh karena AKDR terletak antara selaput ketuban dan dinding rahim. Jika AKDR yang menyebabkan perforasi itu jenis terbuka dan linear. atau benangnya yang berada dalam vagina.  Kehamilan Jika terjadi kehamilan dengan AKDR in situ. terutama pada bulanbulan pertama pemakaian Rasa nyeri dan kejang di perut Gangguan pada suami Ekspulsi (pengeluaran sendiri) Komplikasi AKDR  Infeksi AKDR itu sendiri. sebaiknya dikeluarkan oleh karena kemungkinan terjadinya abortus setelah dikeluarkan lebih rendah dari pada dibiarkan terus. walaupun bisa 29 . begitu pula dengan yang mengandung logam. Pengeluaran dapat dilakukan dengan laparotomi jika dengan laparoskopi gagal. harus segera dikeluarkan segera karena ditakutkan akan terjadinya ileus. dan tidak mengandung logam AKDR tidak perlu dikeluarkan dengan segera.  Perforasi Umumnya perforasi terjadi sewaktu pemasangan AKDR terjadi pula kemudian. Jika perforasi terjadi dengan AKDR yang tertutup.    Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak. Jika terjadi infeksi. Tetapi jka benangnya tidak kelihatan.

Secara langsung (direct insertion).Kontraindikasi pemasangan AKDR Kontraindikasi pemasangan AKDR dibagi atas 2 golongan. dipasang pada wanita yang melahirkan sebelum dipulangkan dari rumah sakit. 3.  Sewaktu postpartum Pemasangan AKDR setelah melahirkan dapat dilakukan: 1. 4. seperti pada bekas SC. Adanya metrorhagia yang belum disembuhkan 5. Yang termasuk kontraindikasi relatif ialah: 1. Adanya infeksi yang aktif pada traktus genitalis (Penyakit Menular Seksual)3 3. Secara dini(immediate insertion). atau pada saat tidak ada hubungan sama sekali dengan partus atau abortus. Insufisiensi serviks uteri 3. Uterus dengan parut pada dindingnya. Mioma uteri dengan adanya perubahan bentuk rongga uterus 2. Pasangan yang tidak lestari/harmonis Pemasangan AKDR AKDR dapat dipasang dalam keadaan berikut :  Sewaktu haid sedang berlangsung Pemasangan dapat dilakukan pada hari pertama atau pada hari terakhir haid. seperti erosio porsiones uteri Yang termasuk kontraindikasi mutlak ialah : 1. Keuntungannya : pemasangan lebih mudah karena serviks saat itu sedang terbuka dan lembek. yaitu kontraindikasi yang relatif dan kontraindikasi mutlak. dipasang dalam masa tiga bulan setelah partus atau abortus. dipasang sesudah masa tiga bulan setelah partus atau abortus. Kehamilan 2. 30 . Adanya tumor ganas pada traktus genitalis 4. dsb. 2. kemungkinan pemasangan pada uterus yang sedang hamil tidak ada. enukleasi mioma. Kelainan jinak serviks uteri. rasa nyeri tidak seberapa keras. perdarahan yang timbul akibat pemasangan tidak seberapa dirasakan. Secara tidak langsung (indirect insertion).

Tetapi. Tehnik pemasangan AKDR Gambar 15. sebaiknya AKDR ditangguhkan sampai 6-8 minggu postpartum oleh karena jika pemasangan AKDR dilakukan antara minggu kedua dan minggu keenam setelah partus. Dan dijelaskan pula kemugkinan efek samping yang dapat terjadi seperti perdarahan.  Sewaktu postabortum Sebaiknya AKDR dipasang segera setelah abortus oleh karena dari segi fisiologi dan psikologi waktu itu adalah paling ideal. Sebelum dipasang. 31 . sebaiknya diperlihatkan ke akseptor bentuk AKDR yang dipasang dan bagaimana letaknya setelah terpasang. AKDR yang keluar sendiri. rasa sakit . septic abortion merupakan kontraindikasi  Beberapa hari setelah haid terakhir Dalam hal ini wanita yang bersangkutan dilarang untuk bersenggama sebelum AKDR dipasang. menurut beberapa sarjana.Bila pemasangan AKDR tidak dilakukan dalam waktu seminggu setelah bersalin. bahaya perforasi atau ekspulsi lebih besar. tapi disini diterangkan mengenai cara pemasangan jenis lippes loop karena yang paling banyak digunakan di Indonesia. Pemasangan AKDR Pada umumnya tehnik pemasangan adalah sama pada setiap jenis AKDR.

Tahan pendorong (plunger) dan tarik selubung (inserter) ke bawah sehingga AKDR bebas. Cooper T-380A perlu dilepas setelah 10 tahun pemasangan. Cara mengeluarkan AKDR2 Mengeluarkan AKDR biasanya dilakukan dengan cara menarik benang AKDR yang keluar dari ostium uteri eksternum dengan dua jari. Tidak terlihatnya benang oleh karena :     Akseptor menjadi hamil Perforasi usus Ekspulsi yang tidak disadari oleh akseptor Perubahan letak AKDR sehingga benang tertarik ke dalam rongga uterus.Tehniknya berupa :     Setelah kandung kencing dikosongkan. Pemeriksaan setelah pemasangan AKDR dilakukan 1 minggu sesudahnya. pemeriksaan kedua 3 bulan kemudian. dan dimasukkan sonde ke dalam uterus untuk menentukan arah dan panjangnya kanalis servikalis serta kavum uteri. pendorong juga dikeluarkan. 32 . atau dengan cunam.    AKDR dimasukkan ke dalam uterus dengan tehnik tanpa sentuh. benang AKDR digunting sehingga 2½ . dan serviks uteri dibersihkan dengan larutan antiseptik. bentuk. Setelah selubung keluar dari uterus. dan besar uterus Spekulum dimasukkan ke dalam vagina. dan akhirnya spekulum diangkat. Kadang-kadang benang tidak tampak dari ostium uteri eksternum.3 cm keluar dari ostium uteri. dan tenakulum juga dilepaskan. Lalu dengan tenakulum dijepit bibir depan porsio uteri. seperti adanya mioma uterus. dengan pinset. tetapi dapat dilepaskan lebih awal apabila diinginkan. akseptor dibaringkan diatas meja ginekologi dalam posisi litotomi. lalu dorong ke dalam kavum uteri hingga mencapai uterus. Bersihkan daerah vulva dan vagina secara a dan antisepsis dengan betadine Lakukan pemeriksaan bimanual untuk mengetahui letak. dan selanjutnya tiap 6 bulan.

Dahulu vasektomi dilakukan sebagai hukuman misalnya pada mereka yang melakukan perkosaan.1 Tubektomi Tubektomi adalah suatu tindakan oklusi/ pengambilan sebagian saluran telur wanita untuk mencegah proses fertilisasi.3 Tindakan tersebut dapat dilakukan setelah persalinan atau pada masa interval. Hippocrates menyebut bahwa tindakan itu dilakukan terhadap orang dengan penyakit jiwa. walaupun ada kemungkinan untuk membuka tuba kembali pada mereka yang masih menginginkan anak lagi dengan operasi Rekanalisasi. 6. Indikasi dilakukannya tubektomi :    Penghentian fertilitas atas indikasi medik Kontrasepsi permanen Syarat-syarat tubektomi : Syarat sukarela 33 . METODE KONTRASEPSI MANTAP (TUBEKTOMI dan VASEKTOMI) Tubektomi ialah tindakan yang dilakukan pada kedua tuba falopii wanita sedangkan vasektomi ialah pada kedua vas deferens pria. Setelah dilakukan tubektomi. dilakukan 6-8 minggu persalinan atau pada masa interval.yang mengakibatkan yang bersangkutan tidak dapat hamil atau tidak menyebabkan kehamilan lagi. tidak diperlukan motivasi yang berulang-ulang Efektivitas hampir 100% Tidak mempengaruhi libido seksualis Kegagalan dari pihak pasien tidak ada Kerugiannya ialah bahwa tindakan ini dapat dianggap tidak reversibel. Waktu yang terbaik untuk melakukan tubektomi pascapersalinan ialah tidak lebih dari 48 jam sesudah melahirkan karena posisi tuba mudah dicapai dari subumbilikus dan rendahnya resiko infeksi. fertilitas dari pasangan tersebut akan terhenti secara permanen. Sekarang tindakan tubektomi dan vasektomi dilakukan secara sukarela dalam rangka keluarga berencana. Bila masa 48 jam pascapersalinan telah terlampaui maka pilihan untuk tetap memilih tubektomi.6.1 Metoda dengan cara operasi tersebut diatas telah dikenal sejak zaman dahulu. Keuntungan tubektomi ialah :     Motivasi hanya satu kali saja.

seperti cara Pomeroy. penutupan tuba dengan clips. Pada cara Madlener tuba tidak dipotong. dasar dari lipatan tersebut dijepit dengan cunam kuat-kuat dan selanjutnya dasar itu diikat dengan benang yang tidak diserap. laparoskopi. Yoon ring. 34 . cara Uchida. Cara penutupan tuba :  Cara Madlener Bagian tengah tuba diangkat dengan cunam pean. Disamping cara-cara tersebut. seperti penutupan lumen tuba Gambar 16. kuldoskopi. penutupan tuba dapat pula dilakukan dengan jalan kauterisasi tuba.1).  Syarat bahagia Syarat medik Tindakan yang dilakukan sebagai tindakan pendahuluan untuk mencapai tuba falopii terdiri atas : pembedahan transabdominal seperti laparotomi. sehingga terbentuk suatu lipatan terbuka. dapat dilakukan pemotongan tuba dengan berbagai macam tindakan operatif. pembedahan transvaginal seperti kolpotomi posterior. dll. Minilaparotomi Untuk menutup lumen dalam tuba. mini laparotomi (gambar 2. dan pembedahan transservikal (transuterin) histeroskopik. cara Aldridge. Kemudian. Falope ring. cara Irving. Tidak dilakukan pemotongan tuba. cara Kroener.

Gambar 18.Gambar 17. kemudian dasarnya diikat dengan benang yang dapat diserap. tuba diatas dasar itu dipotong. Dilakukan dengan mengangkat bagian tengah dari tuba sehingga membentuk suatu lipatan terbuka. sedangkan ujung distal ditanamkan ke dalam ligamentum latum. 35 .ujung tuba akhirnya terpisah satu dengan yang lain. ujung proksimal dari tuba ditanamkan kedalam miometrium. Cara Pomeroy  Cara Irving Pada cara ini tuba dipotong antara dua ikatan benang yang dapat diserap. Cara Madlener  Cara Pomeroy Cara ini paling banyak dilakukan. maka ujung. Setelah benang pengikat diserap.

 Cara Uchida Tuba ditarik ke luar abdomen melalui suatu insisi kecil (mini laparotomi) di atas simfisis pubis. diikat. Akibatnya. Ujung tuba yang proksimal akan tertanam dengan sendirinya dibawah serosa. Angka kegagalan cara ini adalah 0. Kemudian di daerah ampula tuba dilakukan suntikan dengan larutan Adrenalin dalam air garam dibawah serosa tuba.Gambar19. mesosalping di daerah tersebut menggembung. 36 . tuba dicari dan setelah ditemukan dijepit. cara Irving  Cara Aldridge Peritoneum dari ligamentum latum dibuka dan kemudian tuba bagian distal bersama-sama dengan fimbria ditanam ke dalam ligamentum latum. Luka sayatan dijahit dengan kantong tembakau. Serosa dibebaskan dari tuba sepanjang kirakira 4-5 cm. lalu digunting. sedangkan ujung tuba yang distal dibiarkan berada diluar serosa.lalu dibuat sayatan kecil di daerah yang kembung tersebut.

Tehnik ini banyak digunakan. Angka kegagalan 0. Suatu ikatan dengan benang sutera dibuat melalui bagian mesosalping dibawah fimbria. Seluruh fimbria dipotong. gambar 21.19%. Keuntungan cara ini antara lain sangat kecil kemungkinan kesalahan mengikat ligamentum rotundum. Jahitan ini diikat 2x. cara Kroener 37 . satu mengelilingi tuba dan yang lain mengelilingi tuba sebelah proksimal dari jahitan sebelumnya.Gambar 20. cara Uchida  Cara Kroener Bagian fimbria dari tuba dikeluarkan dari lubang operasi.

dll.15 menit Tehnik vasektomi Adapun tehniknya berupa:  Mula-mula kulit skrotum di daerah operasi dilakukan a dan antiseptik. Anestesi dilakukan di 38 . kecuali bila ada kelainan lokal yang dapat mengganggu sembuhnya luka operasi. Dan masih banyak pria di Indonesia menganggap vasektomi tersebut identik dengan dikebiri dan dapat menimbulkan impotensi5. Di Indonesia. untuk menekan laju pertambahan penduduk. menurut Kasmiyati.2 Vasektomi Gambar 22. vasektomi tidak termasuk dalam program keluarga berencana nasional2 .Kontraindikasi. jadi sebaiknya harus disembuhkan dahulu. selain aman dari kegagalan dengan tingkat keberhasilan 79 persen. Keuntungan vasektomi5 :    Tidak menimbulkan kelainan fisik maupun mental Tidak mengganggu libido seksualitas Operasinya hanya berlangsung sebentar sekitar 10 . Vasektomi Pada tahun-tahun terakhir ini vasektomi makin banyak dilakukan dibeberapa negara seperti India. juga mampu menaikkan libido seks”5. Ini berarti. sebenarnya tidak ada. vasektomi sama sekali tak menimbulkan impotensi atau ketidak jantanan5. Indikasi vasektomi ialah bahwa pasangan suami isteri tidak menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami bersedia bahwa tindakan kontrasepsi dilakukan pada dirinya. ”Vasektomi.6. kemudian dilakukan anestesi lokal dengan xilokain. Pakistan. Korea. AS.

dan pada jaringan disekitar vas deferens. peserta vasektomi baru boleh melakukan hubungan intim dengan pasangannya setelah enam hari. Kondar digunakan berdasarkan pertimbangan beberapa aspek seperti. aspek kesehatan. dijepit dan dikeluarkan dari sayatan (harus yakin itu benar vas deferens). koitus dilakukan sebelum kantong seminalnya betul-betul kosong. lepas.   Vas dicari dan setelah ditentukan lokasinya. tidak diketahi adanya anomali vas deferens. Setelah terlihat. dan agama. Kesalahan dalam pemakaian kontrasepsi seperti:      Kondom bocor. Kegagalan dapat terjadi karena: terjadi rekanalisasi spontan. 7. Berikut adalah indikasi pemggunaan kontrasepsi darurat: 1. dan terlambat suntik lebih dari 2 minggu untuk suntik KB tiga bulanan 39 . epididimitis. Itupun harus wajib menggunakan kondom selama 12 kali hubungan demi pengamanan5. terjadinya hematom oleh karena perdarahan kapiler. terbentuknya granuloma. kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bula digunakan setelah berhubungan seksual. KONTRASEPSI DARURAT Yang dimaksud dengan kontrasepsi darurat adalah. Dilakukan sayatan pada kulit skrotum sepanjang 0.5-1 cm di diekat tempat vas deferens. Sehabis operasi. tindakan diulang pada bagian sebelahnya. ekonomi. gagal mengenal dan memotong vas deferens. atau salah dalam penggunaan Kegagalan senggama terputus AKDR ekspulsi Lupa minum pil KB lebih dari 2 tablet Terlambat lebuh dari 1 minggu untuk suntik kb yang setiap bulan. rasa nyeri/sakit. ”Kondar” disebut juga “kontrasepsi pascasenggama”. sosial. dipegang sedekat mungkin dibawah kulit skrotum. “morning after pills” atau “morning after treatment”.kulit skrotum dan jaringan sekitarnya di bagian atas. vas dipotong sepanjang 1-2 cm dan kedua ujungnya diikat  Setelah kulit dijahit. Komplikasi vasektomi : infeksi pada sayatan.

Pil KB progestin (Postinor) Pada berbagai penelitian. 12 jam setelah dosis awal diberikan. dan mengganggu mobilitas sperma Mencegah implantasi. Berikan 2 pil kontrasepsi sebagai dosis awal. Namun keunggulan pil progestin terletak pada minimnya efek samping.5 mg norgestrel atau 0. kemudian berikan dosis ulangan (1 pil) . AKDR Satu-satunya AKDR yang dapat digunakan adalah AKDR yang mengandung tembaga ( Copper). dan timbulnya gangguan perdarahan.75 mg) diberikan dalam 3x 24 jam pascasenggama sebagai dosis aman. Efek samping yang ditimbulkan sama seperti efek samping penggunaan pil progestin lainnya. muntah. kemudian berikan lagi 2 pil setelah 12 jam pil pertama diberikan B. Pil mini ( levonorgestrel 0. 2. dan AKDR tersebut dapat dipertahankan sampai masa aktifnya habis. Tidak menggunakan kontrasepsi Kontrasepsi yang dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat: 1. Apabila terjadi muntah setelah 2 40 .2.25 mg levonorgestrel per pil. Pil KB Terdapat beberapa cara dalam menggunakan pil KB sebagai kontrasepsi darurat: A. Jika dipasang dalam waktu kurang dari 7 hari setelah senggama. Perkosaan 3. karena menggunakan hormon tunggal dengan dosis yang lebih kecil. dengan merubah suasana endometrium Kegagalan cara ini < 0. efektivitas pil KB progestin dan metode yuzpe hampir setara. AKDR mampu mencegah kehamilan dengan cara:   Mencegah sperma masuk ke tuba falopii. Kondar harus digunakan dalam 3 x 24 jam pertama pasca senggama. Metode Yuzpe Metode ini menggunakan Pil KB dengan kandungan 50 mg etinil estradiol dan 0.1%. seperti mual.

41 . dan sebaiknya diberikan obat anti muntah terlebih dahulu.jam pemberian. maka pemberian pil tersebut harus diulangi.

bila tidak. kekurangan.BAB III KESIMPULAN Kontrasepsi ialah suatu usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. jujur. Dalam hal ini setiap calon peserta KB (akseptor KB) bebas dalam menentukan dan memilih jenis alat dan obat kontrasepsi yang paling cocok untuk dirinya. dapat juga bersifat permanent. efek samping. dan kontrasindikasi dari masing-masing alat atau obat tersebut dari para penyelenggara KB tersebut. No Jenis Kontrasepsi 1. Dan usaha –usaha pencegahan itu dapat bersifat sementara. efektivitas dan efisiensi. Setelah terjadi ejakulasi. dan terbuka mengenai kelebihan. pria harus menarik penisnya dari vagina. Untuk dapat memilih mana alat atau obat kontrasepsi yang kiranya cocok untuk mereka baik dalam hal rasionalitas. Kondom Kelebihan  Kekurangan    Bila digunakan secara tepat maka kondom dapat digunakan untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual (PMS) Kondom tidak mempengaruhi kesuburan jika digunakan dalam jangka panjang Kondom mudah didapat dan tersedia dengan harga yang terjangkau    Kekurarngan penggunaan kondom memerlukan latihan dan tidak efisien Karena sangat tipis maka kondom mudah robek bila tidak digunakan atau disimpan sesuai aturan Beberapa pria tidak dapat mempertahankan ereksinya saat menggunakan kondom. 42 . dapat terjadi resiko kehamilan atau penularan penyakit menular seksual. maka masyarakat harus dapat memperoleh informasi yang benar.

Harus mengunjungi dokter/klinik setiap 3 bulan sekali untuk mendapatkan suntikan berikutnya. Tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual. Suntik Kontrasepsi    Dapat digunakan oleh ibu yang menyusui. Merupakan metode kontrasepsi yang 43     3. 2. Sama seperti suntik. dapat digunakan oleh wanita yang menyusui. . Kondom yang terbuat dari latex dapat menimbulkan alergi bagi beberapa orang. Dapat mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu 3 tahun.(Untuk KB suntik yang tidak mengandung estrogen) Tidak perlu dikonsumsi setiap hari atau dipakai sebelum melakukan hubungan seksual. Implan/Susuk dapat mempengaruhi siklus mentruasi. Dapat menyebabkan kenaikan berat badan pada beberapa wanita. Implan/Susuk Kontrasepsi       Sama seperti kekurangan kontrasepsi suntik. Kekurangan suntik kontrasepsi /kb suntik dapat menyebabkan kenaikan berat badan pada beberapa wanita. Darah menstruasi menjadi lebih sedikit dan membantu mengatasi kram saat menstruasi. Dapat mempengaruhi siklus mentruasi. 4. Tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual. IUD/IUS   Pada 4 bulan pertama pemakaian dapat terjadi resiko infeksi. Tidak perlu dikonsumsi setiap hari atau dipakai sebelum melakukan hubungan seksual.

letih.    Kekurangan IUD/IUS alatnya dapat keluar tanpa disadari. Untuk pil tertentu dapat mengurangi timbulnya jerawat ataupun hirsutism (rambut tumbuh menyerupai pria). Bagi wanita yang tidak tahan terhadap hormon dapat menggunakan IUD dengan lilitan tembaga. perubahan mood dan menurunnya nafsu seksual. Harus dipertimbangkan dengan matang untung dan ruginya Rasa nyeri setelah dilakukan tindakan Tidak memberikan 6 Kontrasepsi Mantap (Tubektomi/Vasektomi)    Sangat efektif dan permanen Tidak mempengaruhi laktasi Tidak terdapat efek samping 44    . Kekurangan Untuk pil kb tertentu harganya bisa mahal dan memerlukan resep dokter untuk pembeliannya. Tembaga pada IUD dapat meningkatkan darah menstruasi dan kram menstruasi. Pil Kontrasepsi/kb          Tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual. Saat pertama pemakaian dapat timbul pusing dan spotting. IUS dapat membuat menstruasi menjadi lebih sedikit (sesuai untuk yang sering mengalami menstruasi hebat). Mengurangi resiko terkena kanker rahim dan kanker endometrium. Dapat mengontrol waktu untuk terjadinya menstruasi. Efek samping yang mungkin dirasakan adalah sakit kepala. IUD/IUS dapat menancap ke dalam rahim. depresi. Mengurangi darah menstruasi dan kram saat menstruasi.  sangat efektif. Walaupun jarang terjadi. 5. Harus rutin diminum setiap hari.

yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan Sumber Daya Manusia pada umumnya dan untuk menciptakan keluarga yang sehat. Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual perlindungan terhadap IMS. 45 . Keuntungan dan kerugian kontrasepsi Ada pun maksud dan tujuan dari program KB tersebut ialah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. sejahtera dan harmonis pada khususnya. dan HIV/AIDS Tabel 6. HBV.

cgi?newsid1007347677.Volume 2. Pedoman pelayanan kontrasepsi darurat. Gant NF. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.gizi. Edisi ke-21. 2001 5. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Edisi kedua cetakan ketiga. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA 1. Edisi Pertama cetakan Keempat. 2003 2.php?aid=498 6. www. Jakarta. Saifuddin A B. Williams Obstetri. Jakarta .pikas. Cunningham F G. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.29897 7.go. Edisi pertama cetakan kedua. Jakarta.id/article_detail. www. 46 . Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.net/cgi-bin/berita/fullnews.bkkbn. Ilmu Kandungan. 2002 3. Jakarta : Departemen Kesehatan bekerjasama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia dan WHO. 2004. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2006 4. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Wiknjosastro H. Saifuddin A B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful