Makalah Pendekatan Dalam Pembelajaran

Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang Di era globalisasi seperti ini semua aspek kehidupan dituntut untuk terus maju dan berkembang dengan cepat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia terus diupayakan dan dikembangkan seiring dengan perkembangan jaman yang semakin global. Peningkatan sumber daya manusia juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Pendidikan merupakan ujung tombak dalam pengembangan sumber daya manusia harus bisa berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan juga kuantitas. Upaya pengembangan tersebut harus sesuai dengan proses pengajaran yang tepat agar anak didik dapat merima didikan dengan baik. Dewasa ini, proses belaja mengajar di sekolah baik SD, SMP, maupun SMA masih menggunakan paradigma lama, yaitu didominasi oleh peran dan kegiatan guru, dimana guru yang lebih aktif dalam mengajar daripada peserta didiknya. Peserta didik hanya mendengarkan penjelasan yang guru sampaikan. Peserta didik cendrung tidak diajak untuk mengetahui dan memahami peristiwa dan konsep mengenai materi fisika kurrang dikuasai oleh peserta didik dan peserta didik pun lambat dalam memahami materi pembelajaran fisika Dalam kegiatan belajar mengajar sangat diperlukannya interaksi antara guru dan murid yang memiliki tujuan. Agar tujuan ini dapat tercapai sesuai dengan target dari guru itu sendiri, maka sangatlah perlu terjadi interaksi positif yang terjadi antara guru dan murid. Dalam interaksi ini, sangat perlu bagi guru untuk membuat interaksi antara kedua belah pihak berjalan dengan menyenangkan dan tidak membosankan. Hal ini selain agar mencapai target dari guru itu sendiri, siswa juga menjadi menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar, serta lebih merasa bersahabat dengan guru yang mengajar. Sehingga dalam mengajar diperlukan pendekatan dalam pembelajaran , pendidik harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap pendidik tidak selalu memiliki suatu pandangan yang sama dalam hal mendidik anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang pendidik ambil dalam pengajaran Pendidik yang memandang anak didik sebagai pribadi yang berbeda dengan anak didiklainnya, akan berbeda dengan pendidik yang memandang anak didik sebagai makhluk yang sama dan tidak ada perbedaan dalam segala hal. Maka adalah penting untuk meluruskan pandangan yang keliru dalam menilai anak didik. Untuk itu pendidik perlu menyadari dan memaklumi bahwasanya anak didik itu merupakan individu dengan segala perbedaannya sehingga diperlukan beberapa pendekatan dalam proses belajar mengajar.

Tipe-tipe pendekatan a.B. Pendekatan Deduktif d. dan Masyarakat . Pendekatan bervariasi d. Rumusan Masalah Makalah ini berisi penjelasan mengenai pendekatan dalam pembelajaran. Jenis-jenis pendekatan dalam pembelajaran a. Peran pendekatan dalam pembelajaran 3. Pendekatan Konsep f. Beberapa permasalahan akan dibahas antara lain : 1. Pendekatan kebermaknaan 4. Pengertian pendekatan dalam pembelajaran 2. Pendekatan individual b. Pendekatan Induktif e. Teknologi. Pendekatan Proses g. Pendekatan kelompok c. Pendekatan Kontekstual b. Pendekatan edukatif e. Pendekatan Sains. Pendekatan keagamaan f. Pendekatan Konstruktivisme c.

Proses interaksi pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar pada siswa ialah bagaimana cara guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan karakter pembelajaran. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan juga sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. dan 2. Pendekatan Individual Pendekatan individual merupakan pendekatan langsung dilakukan guru terhadap anak didiknya untuk memecahkan kasus anak didiknya tersebut. 3. 2. walaupun suatu saat pendekatan kelompok diperlukan. Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). 4. Persoalan kesulitan belajar anak lebih mudah dipecahkan dengan menggunakan pendekatan individual. Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran. dimana pada pendekatan jenis ini guru melakukan pendekatan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. menguatkan. Jenis-Jenis Pendekatan dalam Pembelajaran 1. Fungsi Pendekatan dalam Pembelajaran Fungsi pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah : 1. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. 2. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach). Dasar . yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. dimana pada pendekatan jenis ini guru menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran. yaitu: 1. sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakukan pendekatan individual terhadap anak didik di kelas. bagaimana guru melakukan pendekatan terhadap siswanya. Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual ini. menginsiprasi. guru berusaha memberikan fasilitas yang baik melalui pendekatan-pendekatan yang dilakukan. Menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai.Bab II Pembahasan 1. Guru sebagai fasilitator. guru berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan. Pendekatan (approach) pembelajaran fisika adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan agar konsep yang disajikan bisa beradaptasi dengan sisiwa. Pemilihan metode tidak bisa begitu saja mengabaikan kegunaan pendekatan individual. Pengertian Pendekatan dalam Pembelajaran Interaksi dalam pembelajaran adalah bagaimana cara guru dapat meningkatkan motivasi belajar dari siswa. di dalamnya mewadahi. 3. sehingga dengan penerapan pendekatan individual memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal. Dalam peranannya sebagai pembimbing. Mendiaknosis masalah-masalah belajar yang timbul. Menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan. dan 5. Sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran yang akan digunakan. Dilihat dari pendekatannya. Dalam sebuah pembel ajaran yang baik guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Pendekatan individual adalah suatu pendekatan yang melayani perbedaan-perbedaan perorangan siswa sedemikian rupa. Hal ini berkaitan dengan strategi apa yang dipakai oleh guru.

penuh pengertian.a) b) c) d) e) a) b) c) d) a) b) c) d) e) f) g) h) i) pemikiran dari pendekatan individual ini ialah adanya pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing siswa. mengurangi hambatan dan mencegah eliminasi terhadap para siwa yang tergolong lamban. . interaksi guru dan siswa berjalan dengan baik. dan juga sebgai makhluk sosial. menanggani anak didik dengan memberi rasa aman. anak mempunyai kebutuhan untuk menyesuaikan dengan lingkungan baik dengan temannya ataupun dengan guru dan orang tuanya. yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa dalam belajar. Oleh karena itu. Secara tidak langsung hal yang disebut diatas merupakan keuntungan dari pengajaran dengan pendekatan individual. menumbuhkan hubungan pribadi yang menyenangkan siswa dan guru. kreatif. mendengarkan secara simpati dan menanggapi secara positif pikiran anak didik dan membuat hubungan saling percaya. Pembelajaran individual merupakan salah satu cara guru untuk membantu siswa membelajarkan siswa. Para peserta didik dapat lebih terkontrol mengenai. dan mungkin memberi beberapa alternatif pemecahan. mengarahkan perhatian siswa terhadap hasil belajar perorangan. Menarik dalam pengertian mengasyikkan. Guru harus mampu mennyajikan pelajaran yang menarik di depan kelas. Keuntungan dari pengajaran pendekatan individual yaitu: memungkin siswa yang lama dapat maju menurut kemampuannya masing-masing secara penuh dan tepat. pendekatan individual dapat mengefektifkan proses belajar mengajar. guru harus melakukan hal berikut ini. bukan kepada tuntutan-tuntutan guru. membantu anak didik tanpa harus mendominasi atau mengambil alih tugas. membantu anak didik dengan pendekatn verbal dan non-verbal. karena dapat menimbulkan kebiasaan dan merasa puas dengan hasil belajar yang ada. Ciri-ciri pendekatan individual : Guru melakukan pendekatan secara pribadi kepada setiap siswa di kelas dan memberikan kesempatan kepada anak didik sebagai individu untuk akatif. mencegah terjadinya ilusi dalam kemajuan tetapi bersifat nyata melalui diskusi kelompok. menerima perasaan anak didik sebagaimana adanya atau menerima perbedaannya dengan penuh perhatian. Guru harus peka melihat perbedaan sifat-sifat dari semua anak didik secara individual. mudah ditangkap dan dipahami serta tidak membosankan siswa. Sebagai individu anak mempunyai kebutuhan dasar baik fisik maupun kebutuan anak untuk diakui sebagai pribadi. memusatkan pengajaran terhadap mata ajaran dan pertumbuhan yang bersifat mendidik. Untuk mencapai hal itu. Pengajaran individual dilakukan untuk membantu siswa dalam menuntaskan belajar mereka. kebutuhan rasa aman. Guru lebih berperan sebagai fasilitator dan pembimbing di kelas. dan mandiri dalam belajar. bagaimana dan apa yang mereka pelajari. dan terjadinya hubungan pribadi yang menyenangkan antara siswa dan guru. bantuan. memberi kesempatan bagi para siswa yang pandai untuk melatih inisiatif berbuat yang lebih baik. memberi peluang siswa untuk maju secara optimal dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. kebutuhan untuk dihargai dan menghargai orang lain. latihan-latihan tidak diperlukan bagi anak yang cerdas. Pendekatan individual akan melibatkan hubungan yang terbuka antara guru dan siswa. membantu merencanakan kegiatan belajar siswa sesuai dengan kemampuan dan daya dukung yang dimiliki siswa.

terutama yang berhubungan dengan penempatan anak didik. 3. yakni anak didik yang aktif. yakni pendekatan kelompok. kreatif. Perbedaan individual anak didik. Karena itu. intelektual. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan. Anak didik dibiasakan hidup bersama. Yang mempunyai kelebihan dengan ikhlas mau membantu mereka yang memponyai kekurangan. Guru-guru yang sudah terbiasa dengan cara-cara lama akan mengalami hambatan untuk menyelenggarakan pendekatan ini karena menuntut kesabaran dan penguasaan materi secara lebih luas dan menyeluruh. diharapkan dapat ditumbuh kembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik. makhluk lain itu ikut ambil bagian dalam kehidupan makhluk tertentu. Tentu saja sikap ini pada hal-hal yang baik saja. Dengan pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok memang suatu waktu diperlukan dan pelu digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik. pada aspek biologis. Hal ini disadari bahwa anak didik adalah sejenis makhluk homo secius. Inilah yang diharapkan.a) b) c) d) Sedangkan kelemahan pembelajaran pendekatan individual sebagai berikut dapat dilihat secara umum dan khusus. Tanpa ada rasa minder. Persaingan yang positif pun terjadi dikelas dalam rangka untuk mencapai prestasi belajr yang optimal. 2. mereka yang mempunyai kekurangan dengan rela hati mau belajar dari mereka yang mempunyai kelebihan. akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan kelebihan. maka guru akan berhadapan dengan permasalahan yang bervariasi. seperti ekosistem dalam mata rantai kehidupansemua makhluk hidup di dunia. dan bahan yang akn diberikan kepada anak didik memang cocok didekati dengan pendekatan kelompok. Adanya penggunaan pasangan guru dan siswa dalam manajemen kelas regular secara perorangan. maka guru harus sudah mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan. Ketika guru akan menggunakan pendekatan kelompok. Tidak ada makhluk hidup yang terus menerus berdiri sendiri tanpa keterlibatan makhluk lain. Sebaliknya. metode yang akan dipakai sudah dikuasai. dan mandiri. langsung atau tidak langsung. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing. pendekatan kelompok sangat diperlukan . pendekatan kelompok tidak bisa dilakukan secara sembarangan. disadari atau tidak. Pendekatan Bervariasi Ketika guru dihadapkan kepada permasalahan anak didik yang bermasalah. fasilitas belajar pendukung. . Motivasi siswa mungkin sulit dipertahankan karena perbedaan-perbedaan individual yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dapat membuat beberapa siswa rendah diri/minder dalam pembelajaran. Pendekatan Kelompok Dalam kegiatan belajar mengajar terkadang ada juga guru yang menggunakan pendekatan lain. dan psikologis dijadikan sebagai pijakan dalam melakukan pendekatan kelompok. bekerja sama dalam kelompok. Setiap masalah yang dihadapi oleh anak didik tidak selalu sama. Dalam pengolahan kelas. sehingga terbina sikap kesetiakawanan sosial dikelas. terkadang ada perbedaan. yakni makhluk yang berkecendrungan untuk hidup bersama. Kelemahan seuicara umum: proses pembelajaran relative memakan banyak waktu sesuai dengan jumlah bahan yang dihadapi dan jumlah peserta didik. tetapi harus mempertimbangkan hah-hal yang ikut mempengaruhi penggunaannya. sehingga terjadi kemungkinan sebagaian peserta didik tidak dapat dikelola dengan baik.

Dalam pendidikan. Contoh diatas menggambarkan pendekatan edukatif yang di lakukan telah oleh guru dengan menyuruh anak didik berbaris di depan pintu masuk kelas. Maka kiranya pendekatan bervariasi ini sebagai alat yang dapat guru gunakan untukkepentingan pengajaran. anak didik mempunyai motivasi yang berbeda. efisiensi. tidak tepat diberi sanksi hokum dengan cara memukul badannya sehingga luka atau cidera. sulit menormalkannya kembali. Karena itu. Hal ini adalah sanksi hukum yang tidak bernilai pendidikan. tetapi suruhlah mereka berbaris di depan pintu masuk dan perintahkanlah ketua kelas untuk mengatur barisan. 4. Mereka duduk dan berbicara (berbincang-bincang) satu sama lain tentang hal-hal lain yang terlepas dari masalah pelajaran. guru yang hanya menggunakan satu metode biasanya sukar menciptakan suasana kelas yang kondusif dalam waktu yang relatif lama. Semua anak perempuan berbaris dalam kelompok sejenisnya. Anak didik yang telah melakukan kesalahan. Salah satu contohnya. norma susila. Pendekatan bervariasi bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik dalam belajar bermacam-macam. Mereka pun satu persatu masuk kelas. sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk setiap kasus. ketika lonceng tanda masuk kelas telah berbunyi. Guru telah melakukan sanksi hukum yang salah. Di sisi pintu masuk guru berdiri sambil mengontrol bagaimana anakanak berbarisdi depan pintu masuk kelas. Kasus yang biasanya muncul dalam penagajaran dengan berbagai motif. seperti karena dendam. Dalam mengajar. jalannya pelajaran menjadi kurang efektif. norma sosial dan norma agama. Guru telah menggunakan teori power. Sementara sebagian besar anak belajar. Pada satu sisi anak didik mempunyai motivasi yang rendah. Semua anak di persilahkan masuk oleh ketua kelas. tetapi pada saat lain anak didik mempunyai motivasi yang tinggi.metode yang hanya satu-satunya dipergunakan tidak dapat diperankan. satu atau dua orang anak tidak ikut belajar. dan efektivitas pencapaian tujuan pun jadi terganggu. misalnya. Disebabkan anak didik kurang mampu berkonsentrasi. Setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan guru harus bernilai pendidikan dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar agar menghargai norma hukum. Guru telah meletakkan tujuan untuk membina watak anak didik dengan pendidikan akhlak yang mulia. guru akan kurang arif dan bijaksana bila menggunakan kekuasaan. Pendekatan yang benar bagi guru adalah dengan melakukan pendekatan edukatif. karena memang gangguan itu terpangkal dari kelemahan metode tersebut. maka pendekatan yang digunakan pun akan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi pula. bukan karena motif-motif lain. Anak didik yang satu bergairah belajar. berbaris dalam kelompok sejenisnya. yakni teori kekuasaan untuk menundukkan orang lain. Ini sebagai ada tandanya gangguan dalam proses belajar mengajar. Semua anakanak masuk dan pelajaran pun dimulai. karena gengsi. anak didik yang lain kurang bergairah belajar. yakni membuat keributan didalam kelas ketika guru sedang memberikanpelajaran. Karena hal itu bisa merugikan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak didik. Cukup banyak sikap dan perbuatan yang harus guru lakukan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak didik. Permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik bervariasi. dalam mengajar kebanyakan guru menggunakan beberapa metode dan jarang sekali menggunakan satu metode. Pendekatan Edukatif Apapun yang guru lakukan dalam pendidikan dan pengajaran dengan tujuan untuk mendidik. Jadi.Dalam belajar. Demikian juga semua anak laki-laki. Bila terjadi perubahan suasana kelas. berisan dibentuk menjadi dua dengan pandangan terarah kepintu masuk. karena ingin ditakuti dan sebagainya. . mereka satu persatu menyalami guru. Akibatnya. anak-anak jangan dibiarkan masuk dulu. misalnya.

Namun yang penting untuk di ingat adalah bahwa pendekatan individual harus bedampingan dengan pendekatan edukatif. Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi. Bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan melalui struktur (tata bahasa dan kosa kata). semua pendekatan yang dilakukan oleh guru harus bernilai edukatif. 6. Karenanya perlu dipecahkan. Khususnya untuk mata pelajaran umum sangat penting dengan pendekatan keagamaan. Kegagalan penguasaan bahasa inggris oleh siswa salah satu sebabnya kurang tepatnya pendekatan yang digunakan oleh guru selain faktor lain seperti faktor sejarah. Persoalan nya sekarng terletak mau atau tidaknya guru mata pelajaran tersebut. bukan terpisah dari masalah agama. Mata pelajaran biologi. baik secara lisan maupun tertulis.  Makna ditentukan oleh lingkup kebahasaan maupun lingkup situasi yang merupakan konsep dasar dalam pendekatan kebermaknaan pengajaran bahasa yang natural.  Belajar bahasa asing adalah belajar berkomunikasi melalui bahasa tersebut. tetapi menyatu dengan nilai agama. baik secara lisan maupun tertulis.dihayati dan diamalkan secara hayat siswa dikandung badan. Pendekatan agama dapat membantu guru untuk memperkecil kerdilnya jiwa agama didalam diri siswa. tetapi bisa juga penggabungan dua atau lebih pendekatan. Jadi pendekatan kebermaknaan adalah pendekatan yang memasukkan unsur-unsur terpenting yaitu pada bahasa dan makna. yaitu pendekatan kebermaknaan. dan perasaan. Bahasa Inggris adalah bahasa asing yang pertama di indonesia yang dianggap penting untuk tujuan penyerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan. tetapi bermacam-macam jenis dan tigkat kesukarannya. pendapat dan perasaan). . dengan tujuan mendidik. Hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ini tidak sekuler. agar nilai-nilai agamanya tidak dicemoohkan dan dilecehkan. Salah satu alternatif ke arah pemecahan masalah tersebut diajukanlah pendekatan baru. tetapi diyakini. sebagai bahasa sasaran. Ada beberapa konsep penting yang menyadari pendekatan ini sebagai berikut :  Bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan melalui struktur ( tata bahasa dan kosa kata). 5. Berbagai kasus yang terjadi selain dapat didekati dengan pendekatan individual. Suatu kalimat dapat mempunyai makna yang berbeda tergantung pada situasi saat kalimat digunakan. guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran. Dengan demikian struktur berperan sebagai alat pengungkapan makna (gagasan. Dalam prateknya tidak hanya digunakan satu. dan lingkungan serta kompetensi guru itu sendiri. dipahami. Tentu sajaguru harus menguasai ajaran-ajaran agama yang sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang.tetapi ada hubunganya. pikiran. pendekatan kelompok.  Makna dapat diwujudkan melalui kalimat yang berbeda. Pendekatan kelompok harus berdampingan dengan pendekatan edukatif. secara lisan atau tulisan. tetapi terdiri dari banyak mata pelajaran. dan pendekatan bervariasi harus berdampingan dengan pendekatan edukatif. dan juga pendekatan kelompok. Pendekatan Keagamaan Pendidikan dan pelajaran disekolah tidak hanya memberikan satu atau dua macam mata pelajaran. Belajar berkomunikasi ini perlu didukung oleh pembelajaran unsur-unsur bahasa sasaran. Pendekatan Kebermaknaan Bahasa adalah alat untuk menyampaikan dan memahami gagasan pikiran. fasilitas. Dengan demikian.Kasus yang terjadi di sekolah biasanya tidak hanya satu. Misalnya pendekatan dalam rangka penguasaan bahasa Inggris. Hal ini menghendaki pendekatan yang tepat. pendapat. misalnya.

minat. Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya. Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang . Sebuah pendekatan belajar yang lebih memberdayakan siswa. Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dikembangkan oleh The Washington State Consortium for Contextual Teaching and Learning. akibatnya ceramah merupakan pilihan utama strategi mengajar. Adapun yang melandasi pengembangan pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme. 2. Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal abad 20 yang lalu. Posisi guru yang lebih berperan pada urusan strategi bagaimana belajar daripada pemberi informasi. yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Karena itu. bagaimana mencapainya. Kesadaran pada diri siswa tentang pengertian makna belajar bagi mereka. 3. apa manfaatnya. Tipe-tipe pendekatan a. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Sebab. yang bergerak dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Pendekatan Kontekstual Pendekatan kontekstual sudah lama dikembangkan oleh John Dewey pada tahun 1916. Pendekatan kontekstual lahir karena kesadaran bahwa kelas-kelas di Indonesia tidak produktif. Karena itu. Sehari-hari kelas-kelas di sekolah diisi dengan “pemaksaan” terhadap siswa untuk belajar dengan cara menerima dan menghafal. Salah satu kegiatannya adalah melatih dan memberi kesempatan kepada guru-guru dari enam propinsi di Indonesia untuk belajar pendekatan kontekstual di Amerika Serikat melalui Direktorat PLP Depdiknas. Kesadaran bahwa pengetahuan bukanlah seperangkat fakta dan konsep yang siap diterima. ciri-ciri dan kebutuhan mereka harus dipertimbangkan dalam segala keputusan yang berkaitan dengan pengajaran. diperlukan : 1. Hal ini terjadi karena masih tertanam pemikiran bahwa pengetahuan dipandang sebagai perangkat faktafakta yang harus dihapal. Inilah yang terjadi pada kelas-kelas di sekolah Indonesia dewasa ini. bukan sekedar mengetahuinya. Dalam proses belajar mengajar siswa merupakan subjek utama. Bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih penting bermakna bagi siswa jika berhubungan dengan kebutuhan siswa yang berkaitan dengan pengalaman. tata nilai. 4.    Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. yaitu sebagai filosofi belajar yang menekankan pada pengembangan minat dan pengalaman siswa. tidak hanya sebagai objek belaka. dan apa yang mereka pelajari adalah berguna bagi hidupnya. kelas berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. melainkan sesuatu yang harus dikonstruksi sendiri oleh siswa. tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan. dan masa depannya. Harus segera ada pilihan strategi pembelajaran yang lebih berpihak dan memberdayakan siswa. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan peljaran dan kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkutan. pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek. Bahwa pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta atau proposisi yang terpisah. 4. Dalam proses belajar mengajar guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan ketrampilan berbahasanya.

Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengalaman maupun pengetahui sebelumnya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentukbentuk penelitian yang aktif. 5. Menerapkan. manfaatnya. Pendekatan Konstruktivisme Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran.Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar. Sebaliknya. 3. Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. masyarakat belajar. 4. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Mentransfer.1. dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya. Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti. 2. Jadi dengan demikian. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan b. guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan untuk meningkatkan kemampuan siswa secara pribadi. Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting. Sehingga. menemukan. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis. . Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa berupa keterampilan dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme. refleksi. pemodelan. yaitu : Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. Kerjasama. mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru. tetapi konsisten dengan dunia nyata. bertanya. penilaian sebenarnya. Olek karena itu . serta belajar sesuatu melaluiaktivitas individu dan sosial. dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Pendekatan konstektual merupakan pendekatan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan. Pendekatan kontekstual sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen-k omponen pembelajaran yang efektif yaitu konstruktivisme.

Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu. peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari. Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa. d. Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus. alat-alat budaya.misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus. Pendekatan Deduktif Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. maka pendekatan induktif (inductif approach) menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat khusus. Pendekatan Induktif Berbeda dengan pendekatan deduktif yang menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat umum. c. sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu). . Pendekatan Konsep Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum. konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual. e. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial). kepercayaan. Dengan adanya pendekatan konstruktivisme. Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial. Ciri-ciri pendekatan konstruktivisme 1. Interaksi sosial. lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. prinsip umum dan diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan. 3. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman. Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda.. prinsip umum ke dalam keadaan khusus. dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual. Metode induktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus.. pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori. Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu. Dalam sistem deduktif yang kompleks. yaitu terhadap apa yang masing-masing partisipan kontribusikan dan buat secara bersamasama. 2. sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan. Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya Berbeda dengan Piaget.

Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan bahkan melakukan percobaan. Meskipun istilahnya banyak namun sebenarnya . Technology and Society (STS) atau pendekatan Sains. Memperkenalkan konsep yang spesifik dari pengalaman yang spesifik pula sampai konsep yang komplek. kode. Memberi nama. apakah siswa sudah mampu mengatakannya. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses. Tahap enaktik Tahap enaktik dimulai dari: Pengenalan benda konkret. kode. b. 3. 4. Tahap ikonik Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak. 4. huruf. Ciri-ciri suatu konsep adalah: Konsep memiliki gejala-gejala tertentu Konsep diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman langsung Konsep berbeda dalam isi dan luasnya Konsep yang diperoleh berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalaman Konsep yang benar membentuk pengertian Setiap konsep berbeda dengan melihat ciri-ciri tertentu Kondisi-kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah: Menanti kesiapan belajar. Pendekatan Sains. keuletan dalam bekerja dan sebagainya. Menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru. Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang benar yang mudah dimengerti. g. Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak. keakuratan. keterampilan proses. dan istilah serta defenisi. ketelitian. seperti: Menyebut nama. lambang. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja. Pendekatan Proses Pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil. Teknologi. 2. seperti angka. kematangan berpikir sesuai denaan unsur lingkungan. 1. 2. istilah. 1. Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh. Pendekatan ini penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik. penafsiran tentang benda baru. Teknologi dan Masyarakat (STM) merupakan gabungan antara pendekatan konsep. 5. dan Masyarakat Pendekatan Science. Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu. seperti (?=./) dll. 2. Pengamatan. a. definisi. Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan lingkungan.1. Science Technology Society and Environtment (STSE) atau Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat. 3. Tahap simbolik Tahap simbolik siperkenalkan dengan: Simbol. f. 6. Membandingkan antara contoh dan non-contoh untuk menangkap apakah siswa cukup mengerti akan ciri-cirinya. Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam bahasa Inggris disebut Sains Technology Society (STS). c. 3.

dan isu yang ada di masyarakat. teknologi. . yang dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan. Filosofi yang mendasari pendekatan STM adalah pendekatan konstruktivisme.intinya sama yaitu Environtment. sehingga mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat serta mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang telah diambilnya. yaitu peserta didik menyusun sendiri konsep-konsep di dalam struktur kognitifnya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui. Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan terpadu antara sains. Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalahmenghasilkan peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan.

Pendekatan bervariasi d. Pendekatan keagamaan f. diharapkan pendidik mampu memaksimalkan dan mempraktekkan pendekatan itu untuk mengatasi semua permasalahan yang muncul dalam upayanya membentuk kepribadian anak didik sehingga nantinya memperoleh hasil yang memuaskan dan mampu menciptakan generasi bangsa yang berkualitas. Pendekatan kebermaknaan Tipe-tipe pendekatan pembelajaran: a. Teknologi dan Masyarakat B. Pendekatan individual b. Pendekatan Pembelajaran Induktif e. Pendekatan Pembelajaran Deduktif d. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual b. Pendekatan Pembelajaran Konstruktivisme c. Pendekatan Pembelajaran Sains. afektif.Bab III Penutup A. Pendekatan edukatif e. Kesimpulan Pendekatan pembelajaran dapat berarti titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran atau merupakan gambaran pola umum perbuatan guru dan peserta didik di dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. Saran Dari bermacam-macamnya pendekatan dalam proses belajar mengajar. Jenis-jenis pendekatan dalam pembelajaran a. yang berusaha meningkatkan kemampuankemampuan kognitif. . Pendekatan Pembelajaran Proses f. Pendekatan Pembelajaran Konsep g. Pendekatan kelompok c. dan psikomotorik siswa dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar.

Konsep dan Makna Pembelajaran. 2012 http://citratyas.wordpress. Bandung. Alfabeta . Rineka Cipta. 2005. 2006.com/2012/01/08/pendekatan-metode-strategi-dan-teknikpembelajaran-pendidikan/ Syaiful Bahri Djamarah. Jakarta. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (suatu pendekatan teoritis psikologis). Syaiful Sagala.Daftar Pustaka Anonim.